You are on page 1of 21

BAB II

GAMBARAN UMUM

2.1 Sejarah PT. Pertamina (Persero) dan PT. Pertamina RU V Balikpapan

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki beraneka ragam sumber daya

alam, seperti minyak bumi dan gas alam. Minyak bumi dan gas alam telah mulai

dikelola sejak masa penjajah Belanda. Minyak bumi sendiri banyak digunakan untuk

menghasilkan energi (bahan bakar) dan pembangkit tenaga listrik.

Bagi Indonesia, minyak bumi merupakan sumber daya alam yang sangat penting.

Hal ini disebabkan karena disamping untuk dikonsumsi dalam negeri, juga diekspor

sehingga meningkatkan devisa negara. Kendati telah dieksploitasi selama hampir 2

abad, ternyata masih banyak yang belum diberdayakan. Tercatat baru sekitar 30

cekungan yang telah dieksploitasi dan umumnya berada di wilayah barat Indonesia.

Diperkirakan masih ada 30 cekungan lagi di wilayah timur Indonesia yang masih

menunggu sentuhan eksplorasi dan eksploitasi di masa depan. Pada zaman penjajahan

Belanda sejak tahun 1871, orang-orang Belanda telah mulai berusaha mendapatkan

minyak bumi di Indonesia dengan jalan melakukan pemboran di daerah daerah

sumber minyak untuk diolah menjadi minyak lampu.

Pada tanggal 15 Juni 1885, seorang pemimpin perkebunan Belanda bernama

Aeilco Janszoon Zylker berhasil melakukan pemboran yang pertama di Telaga

Tunggal dekat Pangkalan Berandan di Sumatera Utara pada kedalaman kira-kira

400 kaki. Sejak penemuan ini pencarian minyak bumi terus berlanjut, dimana pada

saat yang hampir bersamaan telah ditemukan pula sumber minyak bumi di Indonesia,

7

8

seperti di desa Ledok Jawa Tengah, di desa Minyak Hitam di daerah Muara Enim

Palembang dan Riam Kiwa dekat Sangasanga di Kalimantan Timur.

Gambar 2.1. Monumen Sumur Pertama ”Mathilda”

Di Indonesia penemuan minyak bumi mengakibatkan tumbuhnya banyak

perusahaan minyak asing, dimana pada akhir abad XIX tidak kurang dari 18

buah perusahaan asing secara aktif mengusahakan sumber-sumber minyak di

Indonesia. Karena usaha eksplorasi dan kekuatan finansialnya, maka pada tahun 1902

Royal Dutch Company, yaitu perusahaan yang mengambil ahli konsesi Zylker, dapat

menyisihkan perusahaan-perusahaan yang ada pada waktu itu. Pada tahun 1907,

Royal Dutch Company bergabung dengan Shell Transport and Trading Company,

dimana perusahaan yang beroperasi dari kelompok Royal Dutch dan Shell di

Indonesia adalah Bataafshe Petroleum Maatschappij (B.P.M.), dan ini merupakan

satu-satunya perusahaan yang beroperasi di Indonesia sampai tahun 1911. Pada

tahun 1912 Standard Vacum Oil Company (STANVAC), suatu anak perusahaan

Standard Oil (New Jersey) dan Vacum Oil Company mulai beroperasi di Indonesia.

Perusahaan tersebut mengerjakan lapangan-lapangan minyak di Talang Akar dan

Pendopo Sumatera Selatan. Untuk menghadapi saingan dari Standard Oil ini, maka

pada tahun 1930 oleh pemerintah kolonial Belanda dan B.P.M, dibentuklah suatu

dan Caltex. karena serbuan bala tentara Jepang ke Indonesia dan politik bumi hangus pemerintah Hindia Belanda.A.P.P. Nederland scheIndische Aardolie Maatschappij (N.) pada tahun 1935.M). Wonokromo (B. Di Jawa Tengah B.M. CALTEX yaitu sebuah anak perusahaan Standard Oil of California dan Texas Company mulai beroperasi di Indonesia. dan STANVAC untuk rekonstruksi.R.M.B).M. Pada tahun 1945 B.).T.N.I. Dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. dimana lapangan terletak Minas dan Duri didaerah Daratan Riau.P.M) untuk mengeksploitasi Irian Jaya (sekarang disebut Papua) bagian barat.M. dan pada tahun 1946 Kilang Plaju dan Sungai Gerong dikembalikan kepada B.V.M.P. dan Pangkalan Brandan(B. Pada tahun 1935. Stanvac.).P. Balikpapan (B. tidak berhasil memperoleh kembali lapangan minyak Kawengan.M.P. Sungai Gerong (STANVAC). Kilang minyak yang ada sebelum perang dunia II ada 6 buah yaitu di Plaju (B.). satu-satunya lapangan minyak yang dapat dikuasai oleh pejuang-pejuang kemerdekaan Indonesia adalah lapangan minyak sekitar Pangkalan Brandan dan daerah Aceh. dengan saham dari Royal Dutch-Shell.M.M.I. bekas milik Shell-B. dan kilang minyak Cepu karena telah . berhasil meneruskan produksi minyak mentahnya di Tarakan.). yang selanjutnya merupakan Perusahaan minyak Indonesia yang pertama dan diberi nama Perusahaan Tambang Minyak Negara Republik Indonesia (P.P. Dengan berakhirnya Perang Dunia II. dibentuk perusahaan minyak bernama Nederlandschev Nieuw Guinea Petroleum Maatschappij (N.P.P. terutama kilang minyak Pangkalan Brandan. sebagian besar instalasi-instalasi kilang minyak hancur. Ledok.P.M.N. 9 campuran yaitu N.G. Cepu (B.

S.Dengan penyerahan kedaulatan oleh pemerintah kolonial Belanda kepada Republik Indonesia.U. PN PERMINA (Perusahaan Minyak Nasional)Kedua perusahaan tersebut bertindak selaku kuasa pertambangan yang meliputi bidang gas dan minyak dengan melakukan kegiatan : a.T.T. dirubah menjadi P.N.R. Perusahaan Pertambangan Minyak Nasional (P.M.I. sehingga pada tangggal 10 Desember 1957 T.V.19/1960 tentang perusahaan negara dan UU No.M. diubah menjadi P.R. diubah menjadi Tambang Minyak Sumatera Utara (T.I.N.Pertambangan Minyak Indonesia (P. b. juga belum menunjukkan usaha-usaha pembangunannya. Setelah kira-kira 3.T.5 tahun.S. Atas dasar kedua UU tersebut.M.N. PERMINA). PN PERTAMIN (Perusahaan Pertambangan Minyak) 2.T. pemerintah Indonesia mengeluarkan UU No.). Tindakan ini ternyata juga belum ada manfaatnya.U.M. maka pada tanggal 1 Januari 1959 status N. maka bulan April 1945 P.M. PERMINDO). PERMINA).T.A.T. Karena sesudah selesainya perjuangan fisik di tahun 1950 P. 44/1960 TentangPertambangan Minyak dan Gas Bumi (pertambangan minyak dan gas bumi yang hanya boleh dilakukan oleh Negara). 10 dikuasai oleh koperasi buruh minyak yang kemudian menjadi perusahaan Negara PERMIGAN. . Untuk itu. Pemurnian dan Pengolahan. N.I. maka pada tahun 1961 dibentuk Perusahaan Negara sektor Minyak dan Gas Bumi. Eksploitasi c. yaitu : 1. Eksplorasi. maka pada tanggal 1 Juli 1961 statusnya dirubah menjadi Perusahaan Negara Pertambangan Minyak Nasional (P.

11 d. Berdasarkan UU No. 12tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (Persero). dan disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM melalui Surat Keputusan No. PERTAMINA (PERSERO) (Persero) berada di bawah stakeholder- nya. dalam hal ini adalah pemerintah yang berperan sebagai profit oriented. C-24025 HT. Pertamina (Persero) didirikan dengan akta Notaris Lenny Janis Ishak. PT. status Pertamina mengalami perubahan dari Lembaga Pemerintahan Non-Departemen (LPND) menjadi Persero.20 tanggal 17 September 2003.01 pada tanggal 9 Oktober 2003. Demi kelanjutan dan perkembangannya. dan Peraturan Pemerintah No. PT.31 Tahun 2003 “Tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (PERTAMINA) Menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO)”. 1 tahun 1995 tentang Perseroan terbatas. Pengangkutan. pada tanggal 15 September 1971 pemerintah mengeluarkan UU No. Sesuai akta pendirianya. Peraturan Pemerintah No. sehingga pada tanggal 1 Januari 1972 PN PERTAMINA diubah namanya menjadi PERTAMINA. Pertamina terus tumbuh dan berkembang menjadi salah satu BUMN yang handal.31 Tahun 2003. maksud dari perusahaan perseroan adalah untuk menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan .22 Tahun 2001 dan No. 45tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan No. Dengan adanya perubahan status ini. Pada tahun 1968 kedua perusahaan tersebut digabung menjadi PN PERTAMINA(Perusahaan Pertambangan Milik Nasional). 12 tahun 1998 dan peralihanya berdasarkan PP No.01. Pendirian Perusahaan ini dilakukan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang No.8 / 1971 tentang Pertamina sebagai Pengelolaan Tunggal di Bidang Minyak Dan Gas Bumi di Indonesia. SH No.

Menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi beserta hasil olahan dan turunannya. Melaksanakan pengusahaan dan pemasaran Liquified Natural Gas (LNG) dan produk lain yang dihasilkan dari kilang LNG. Adapun tujuan dari perusahaan perseroan adalah untuk: 1. . Menyelenggarakan kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam nomor 1. 6. perseroan melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: 3. 12 gas bumi. termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang telah mencapai tahap akhir negosiasi dan berhasil menjadi milik perseroan. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut. baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi tersebut. 2. Memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. 4. Pertamina tidak lagi menjadi satu-satunya perusahaan yang memonopoli industry MIGAS dimana kegiatan usaha minyak dan gas bumi diserahkan kepada mekanisme pasar. dan 3. 2. Mengusahakan keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perseroan secara efektif dan efisien. Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang MIGAS baru. Menyelenggarakan kegiatan usaha di bidang panas bumi yang ada pada saat pendirianya. 5.

Setelah mengalami kerusakan berat dalam masa perang Dunia II (1940-1945) perbaikan dan rehabilitasi mulai dilakukan. Heavy Vacuum Unit II (HVU II). 13 Gambar 2. kemudian secara berturut-turut dibangun Crude Distillation Unit V (CDU V). Secara kronologis. Samboja (1911) dan Bunyu (1922). Menyusul kemudian ditemukan sumber-sumber minyak lain di Tarakan (1899). Wax Plant. Kemudian pada tahun 1922 mulai dibangun kilang di Balikpapan yang kemudian disebut sebagai Kilang Balikpapan I.2. serta unit- unit yang termasuk dalam proyek pembangunan Kilang Balikpapan II yaitu Hydroskimming Complex (HSC) dan Hydrocracking Complex (HCC). Lokasi Refinery Unit Pertamina di Seluruh Indonesia Pendirian kilang minyak Pertamina RU V Balikpapan dilatar belakangi ditemukannya sumber minyak mentah (crude oil ) di daerah Sanga-sanga pada tahun 1897. perkembangan Kilang Minyak Pertamina RU V Balikpapan adalah sebagai berikut : .

sehingga memiliki kapasitas 10 MBSD Mulai tahun 1985 PMK III tidak beroperasi 1973 Modifikasi wax plant. Dibangun oleh PT. dari Inggris dan consultant supervisor-nya adalah PROCONInc. yaitu Bechtel International Inc. karena mengalami kerusakan akibat Perang Dunia II 1949 HVU I selesai didirikan dengan kapasitas 12 MBSD 1950 Wax plant dan PMK I selesai didirikan. dengan kapasitas produksi 110 ton/hari dan 25 MBSD 1952 Unit PMK II selesai didirikan. 14 Massa Kejadian 1897-1922 Ditemukan beberapa sumber minyak mentah di beberapa Tempat di Kalimantan timur 1922 Unit Penyulingan Minyak Kasar (PMK) I didirikan oleh perusahaan minyak BPM 1946 Rehabilitasi PMK I. kapasitas 175 ton/hari April 1981 Kilang Balikpapan II mulai dibangun dengan hak paten proses dari UOP Inc Nov 1981 Penetapan kontraktor utama. Shell Indonesia dan didesain ALCO dengan kapasitas 25 MBSD 1954 Modifikasi PMK III. dari Amerika Serikat .

Perkembangan Kilang Minyak PT. Menurut desainnya kilang Balikpapan mengolah total 260 MBSD minyak mentah. . Kilang Balikpapan I berkapasitas 60 MBSD sedangkan kilang Balikpapan II berkapasitas 200 MBSD. Namun saaat ini mengolah berbagai macam crude (mix crude) baik local atau impor. Sepinggan 3. Senipah 2. antara lain : 1. diresmikan oleh Presiden RI (Presiden Soeharto) Nov 2003 Perubahan status Pertamina dari BUMN menjadi Perseroan Terbatas 23 Juni 2005 Proyek pembangunan Flare Gas Recovery System dan Hydrogen Recovery System diresmikan. Belida.5 Km² yang awalnya didesain untuk mengolah crude Handil dan Bekapai. Bunyu 4. 15 Nov 1983 Kilang Balikpapan II diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia (Presiden Soeharto) 5 Des 1997 Proyek up-grading Kilang Balikpapan I. Pertamina (Persero) RU V Refinery Unit V Balikpapan terletak di teluk Balikpapan yang menempati area seluas 2. Kilang Pertamina RU V Balikpapan adalah kilang yang dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan BBM di Indonesia Bagian Timur. dll.

Plant 2 . Plant 5 d. LPG Treater. Plant 7 f. Crude Distilation Unit V ( CDU V ) 8. Plant 9 2. produksi BBM dari Kilang Pertamina RU V Balikpapan juga distribusikan ke daerah-daerah lain yang membutuhkan. Vacuum Distilation Unit (HVU II). Pada daerah kilang lama terdiri dari : 1. Plant 4 c. Effluent Water Treatment Plant ( EWTP ) 7. Plant 1 b. Unit Penyulingan Minyak Kasar II ( PMK II ) 3. Unit Penyulingan Hampa I ( HVU I ) 4. Dehydration Plant ( DHP ) 6. Platformer Unit. Unit Penyulingan Minyak Kasar I ( PMK I ) 2. LPG Recovery. Plant 6 e. dan HVU I fungsinya digantikan oleh CDU V dan HVU III. Hydro Skimming Compleks ( HSC ) yang meliputi : a. Kilang Balikpapan terdiri dari kilang lama dan kilang baru. Naphta Hydrotreater. Pabrik Lilin ( Wax Plant ) 5. Hydro Cracking Compleks ( HCC ) yang meliputi : a. PMK II. Unit Penyulingan Hampa III ( HVU III ) Mulai Oktober 1997 Unit PMK I. Sedangkan kilang Balikpapan II atau kilang baru terdiri dari : 1. Crude Distilation Unit IV. 16 Namun pada kasus-kasus insidental. Sour Water Stripper Unit.

Engineering & Development Manager . Maintanance Planning & Support Manager 7. General Manager Refinery Unit V 2. yang tugasnya dibantu oleh beberapa Manager/Kepala Bidang. Maintanance Execution Manager 8. 17 b. Flare Gas Recovery. yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Unit Pengolahan Pertamina. yaitu :  Management 1. TA Manager 5. Plant 19 e. PERTAMINA Refinery Unit V Balikpapan berada di bawah wewenang dan tanggung jawab General Manager RU V (GM RU V). UOP HC Unibon Process Unit. Organisasi PT. Production Manager 4. Hydrogen Plant. PERTAMINA (Persero) merupakan sistem organisasi dimana para staff dibagi atas cabang-cabang yang berdasarkan regional. Plant 38 2.2 Struktur Organisasi PT. Plant 3 c. Plant 8 d. General Manager PERTAMINA RU V berfungsi sebagai koordinator seluruh kegiatan pengaolahan PERTAMINA di Balikpapan. Refinery Planning & Optimization Manager 6. Operation & Manufacturing Senior Manager 3. Hydrogen Recovery.

Supply Chain & Distribution Section Head 9. Health. Laboratory Section Head 7. 18 9. Oil Movement Section Head 6. Refinery Planning Section Head 8. Utilities Section Head 5. General Affairs Manager 14. Budget & Performance Section Head 10. Human Resource Area/Business Partner Manager 15. Reliability Manager 10. Turn Around Coordinator 12. Planning & Schedulling Section Head 11. Procurement Manager 11. Stationary Engineer Section Head 13. Hydro Cracking Complex Section Head 3. Rotating Equipment Engeineer Section Head . Electrical & Instrument Engineer Section Head 14. Safety and Environment Manager 12. Information Technology RU V Manager  Section Head 1. Manager Keuangan Region IV 16. Operation Perfomance Improvement Coordinator 13. Hydro Skimming Complex Section Head 2. Distilling & Wax Section Head 4.

Maintanance IV Section Head 19. Process Engineering Section Head 23. Legal Section Head . Contract Office Section Head 33. Facility Engineering Section Head 26. Plant Realibility Section Head 29. General Maintanance Section Head 20. Purchasing Section Head 31. Environmental Section Head 34. Safety Section Head 36. Services & Warehousing Section Head 32. Total Quality Management Section Head 27. Maintanance Area III Section Head 18. Occupational Health Section Head 37. Maintanance Area II Section Head 17. 19 15. Project Engineering Section Head 24. Marine Section Head 22. Inventory Section Head 30. Energy Conservation & Loss Control Section Head 25. Equipment Reliability Section Head 28. Fire & Insurance Section Head 35. Maintanance Area I Section Head 16. Workshop Section Head 21.

Head of Industrial Relation 42. Organization Development Analyst 43. 20 38. Head of People Development 41. Head of HR Service 45. Head of Medical 44. Security Section Head 40. Public Relation Section Head 39. Kepala Bagian Perbendaharaan . Controller Section Head 46. Kepala Bagian Akuntansi Kilang 47.

Pertaminua RU V Balikpapan 2. Pertamina (Persero) secara keseluruhan adalah sebagai berikut: Visi : “Menjadi perusahaan energy nasional kelas dunia.3 Visi dan Misi PT. Adapun visi dan misi untuk PT. Struktur organisasi PT. Pertamina (Persero) dan RU V Balikpapan Setiap perusahaan pastinya memiliki visi dan misi untuk dijadikan landasan dari berjalannya perusahaan tersebut sehingga dapat mencapai target maupun tujuan d ari perusahaan yang telah ditentukan.” . 21 Gambar 2.3.

Mengoptimalkan fleksibilitas pengolahan untuk memaksimalkan valuable product 3. menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas. tidakmenoleransi suap. Pertamina (Persero) RU V Balikpapan adalah sebagai berikut: Visi : “Menjadi kilang kebanggan nasional yang mampu bersaing dan menguntungkan ” Misi : 1. Adapun visi dan misi untuk PT. menghindari benturan kepentingan. 2. Pertamina berkomitmen untuk menerapkan tata nilai sebagai berikut : a. berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat. Clean (Bersih) Dikelola secara profesional. efisiendan ramah lingkungan untuk menyediakan kebuthan energy yang berkelanjutan. Memberikan manfaat kepada stakeholder. Pertamina (Persero). 22 Misi: “Menjalankan usaha minyak. 2. Mengelola operasional kilang secara aman.” Disamping visi dan misi utama dari keseluruhan perusahaan PT. Berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik. handal. . serta energy baru dan terbarukan secara terintegrasi. Pertamina(Persero) RU V Balikpapan. juga terdapat visi dan misi untuk menjalankan perusahan pada PT.4 Tata Nilai Dalam mencapai visi dan misinya. gas.

membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja. f. Competitive (Kompetitif) Mampu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional. berkomitmen dalam membangun kemampuan riset dan pengembangan. 2. mendorong pertumbuhan melalui investasi. tepatnya di tepi teluk Balikpapan. Capable (Berkemampuan) Dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan memiliki talenta dan penguasaan teknis tinggi. . e. mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat.5 Lokasi PT. Customer Focused (Fokus Pada Pelanggan) Beorientasi pada kepentingan pelanggan. c. 23 b. Pertamina (Persero) RU V Balikpapan. Kilang Balikpapan I dan II terletak di kota Balikpapan propinsi Kalimantan Timur. dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. PERTAMINA (Persero) RU V Balikpapan berdiri tahun 1922. Kilang minyak PT. dan membangun kebanggaan bangsa d. C o n f i d e n t (Percaya Diri) Berperan dalam pembangunan ekonomi nasional. beberapa tahun setelah ditemukan cadangan minyak yang cukup besar di Kalimantan. C o m m e r c i a (Komersial) Menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial. menjadi pelopor dalam reformasi BUMN.

Kilang Pertamina RU V terletak di Teluk Balikpapan dengan luas area 2. Adapun lokasi dari PT. Lokasinya strategis untuk pendistribusian hasil produksi terutama ke kawasan Indonesia Bagian Timur c.5 km² Pemilihan Teluk Balikpapan sebagai kawasan kilang dilakukan atas dasar : a. Di samaping itu. Pertamina (Persero) RU V Balikpapan dapat dilihat seperti pada gambar berikut. Tersedianya areal yang cukup luas untuk pendirian kilang d. 24 Lokasi kilang Balikpapan yang berdekatan dengan perairan laut mempermudah transportasi produk dan bahan baku keluar maupun menuju kilang. Tersedianya sarana pelabuhan untuk kepentingan distribusi minyak mentah dan hasil produksi Pemilihan lokasi ini tentu saja diikuti dengan banyak pertimbangan-pertimbangan yang ada. Pertamina (Persero) RU V Balikpapan ini. Selain itu. Pertamina(Persero) RU V Balikpapan. Pada dasarnya lokasi ini disesuaikan dengan lokasi kilang minyak terdahulu yang dipegang oleh belanda sehingga lokasi yang ada dapat digunakan sebagai kilang minyak PT. Berikut ini merupakan panorama posisi kilang di PT. sumber air laut sebagai air proses ataupun utilitas dapat dengan mudah diperoleh. Tersedianya fasilitas-fasilitas kilang peninggalan Belanda juga dapat memudahkan dalam proses pengembangan kilang pengolahan minyak di PT. Pertamina (Persero) RU V Balikpapan. lokasi ini juga strategis dengan didukung perairan teluk yang dapat dilewati kapal tanker untuk membawa minyak mentah maupun hasil produk dari PT. . Tersedianya pasokan minyak mentah yang cukup banyak dari kawasan sekitarnya b.

Pertamina (Persero) berbeda-beda tergantung jumlah kapasitas mesin produksi dan tempat penyimpanannya. PT. Pertamina (Persero) ini melakukan proses produksi yang mengolah minyak mentah dan gas.4. Namun yang menjadi prioritasnya yaitu pengolahan minyak mentah atau yang biasa dikenal dengan nama crude. Lokasi PT. Pertamina (Persero) Dalam menjalankan perusahaannya. Pertamina (Persero) RU V Balikpapan via Satelit 2. Kapasitas pengolahan minyak mentah di setiap area PT. 25 Pertamina (Persero) RU V Balikpapan dilihat menggunakan satelit dengan bantuan Software Google EarthGambar Gambar 2.6 Produksi PT. Untuk kapasitas pengolahannya minyak mentah oleh PT. Pertamina (Persero) di seluruh Indonesia dapat kita dilihat seperti pada tabel berikut: .

Sangatta. Badin. 26 Kilang Provinsi Kapasitas Prosentase (BPSD) RU I Pangkalan Brandan* Sumatera Utara 5. Tanjung. Tepian Timur. Attaka.00 % (*) sudah tidak beroperasi sejak Januari 2007 Tabel 2. Cinta.3 % RU III Plaju & Sungai Geron Sumatera Selatan 132. Saat ini kilang Balikpapan mengolah minyak mentah (crude oil) yang berasal dari dalam maupun luar negeri.000 33. Kapasitas Produksi PT. Pertamina (Persero) PT. Handil.0 % Total 1. Arjuna.3 % RU VI Balongan Jawa Barat 125.000 100.000 1. Kakap.3 % RU V Balikpapan Kalimantan Timur 253.1.000 12. Australia (Jabiru dan Chalyts). Arabian Light Crude.500 12. Brass River. yaitu sebanyak 253. Duri. diantaranya berasal dari Minas.500 24.30 %.7 % g RU IV Cilacap Jawa Tengah 348. Bekapai. Bunga Kekwa. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap.5 % RU II Dumai Riau 170. Cooper .0 % RU VII Kasim Irian Jaya 10. Borrow Island. Amna. Sepinggan. Pertamina (Persero) RU V Balikpapan merupakan daerah pengolahan minyak mentah terbesar kedua setelah PT. Pertamina (Persero) yaitu sebesar 24. Malaysia (Tapis). Badak.000 0. Bach Ho. Sanga-sanga.500 Barrels Per Stream Daya (BPSD) dengan prosentase dari pengolahan keselurahan PT.000 16.044.

Pertamina merupakan penggabungan dari PN PERTAMIN dan PN PERMINA pada tahun 1968. Xi Chiang dan Zarzaltine. Kemudian pada tanggal 1 Oktober 2003 Pertamina berubah menjadi PT (persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. kerosene (minyak tanah). heavy nafta. Dulang.7 Status Kepemilikan Pertamina merupakan suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan satu- satunya badan usaha yang mendapat wewenang untuk mengelola kekayaan Negara berupa minyak dan gas bumi.22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi . yaitu premium.8 Tahun 1972. Harriet.31 tahun 2003 sebagai amanat dari pasal 60 UU No. 27 Basin. Miri. 2. Maul. avtur. Tantawan Varanus Blend. Marrieb. Hasil produksi kilang Balikpapan berupa produk BBM dan non BBM. LSWR dan lilin (wax). Pertamina didirikan tahun 1972 berdasarkan Undang Undang Republik Indonesia No. LPG. Qua Iboe. Minyak mentah yang diolah merupakan minyak mentah hasil blending beberapa jenis minyak mentah dengan spesifikasi sesuai dengan spesifikasi desain. Palanca. fuel oil (minyak bakar). North West Sheif. Sarir. Nan Hai. Tapis. solar (minyak diesel). Iranian Light Crude.