You are on page 1of 10

Penggunaan di Bidang

Kesehatan
(DBH CHT VS Pajak rokok)

Pemantauan. dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Peraturan Menteri Kesehatan No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai UU No.28/PMK. Dasar Hukum Penggunaan UU No. . 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Peraturan Menteri Keuangan No.40 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat.07/2016 tentang Penggunaan.

Irisan Penggunaan DBH CHT dan Pajak Rokok Peningkatan kualitas bahan baku DBH CHT Pembinaan Kesehatan Lingkungan dan Sosial Penegakan hukum Irisan DBH CHT dan Pajak Rokok Pembinaan Industri .

pengurangan penderitaan akibat penyakit. Pelayanan Kesehatan Menurut UU 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Promotif Suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promosi kesehatan. atau pengendalian kecacatan agar kualitas penderita dapat terjaga seoptimal mungkin. pengendalian penyakit. Dapat Dibiayai oleh Pajak Rokok Kuratif Suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pengobatan yang ditujukan untuk penyembuhan penyakit. Preventif Suatu kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah kesehatan/penyakit. Rehabilitatif Suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan untuk mengembalikan Dapat Dibiayai oleh bekas penderita ke dalam masyarakat sehingga dapat berfungsi lagi sebagai anggota masyarakat yang berguna untuk dirinya dan masyarakat Cukai Hasil Tembakau semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuannya. .

bahan kimia dan reagen.28/PMK. dan fasilitas pelayanan kesehatan lain milik pemerintah daerah. c.” Pasal 11 ayat (6) “sarana pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b berupa alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan perorangan baik kuratif maupun rehabilitatif yang berada di puskesmas dan jaringannya. Pemantauan. . b.07/2016 tentang Penggunaan. d. Bangunan/gedung/ruang. Mobile unit untuk pelayanan kuratif dan rehabilitatif penderita penyakit akibat dampak konsumsi rokok dan penyakit lainnya. dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Pasal 11 ayat (1) huruf b “penyediaan/pemeliharaan sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terkena penyakit akibat dampak konsumsi rokok dan penyakit lainnya. antara lain: a. Obat-obatan. Sarana transportasi rujukan. dan e. Alat kesehatan. Penggunaan di Bidang Kesehatan (DBH CHT) Peraturan Menteri Keuangan No. bahan habis pakai. rumah sakit.

tepat sasaran. Penggunaan di Bidang Kesehatan (Pajak Rokok) Peraturan Menteri Kesehatan No. 40 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Pasal 1 Petunjuk teknis penggunaan pajak rokok untuk pendanaan pelayanan kesehatan masyarakat bertujuan untuk memberikan acuan kepada pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan upaya pelayanan kesehatan promotif dan preventif melalui penerimaan pajak rokok. dan dapat memenuhi pelayanan kesehatan masyarakat yang optimal. . sehingga menjadi tepat guna.

peningkatan promosi kesehatan. peningkatan kesehatan kerja dan olah raga. peningkatan kesehatan lingkungan. h. penurunan faktor risiko penyakit tidak menular. . peningkatan gizi. f. Penggunaan di Bidang Kesehatan (Pajak Rokok) Peraturan Menteri Kesehatan No. penurunan faktor risiko penyakit menular termasuk imunisasi. i. c. d. e. b. pajak rokok dapat digunakan untuk peningkatan pembangunan dan pemeliharaan gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). g. pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. peningkatan kesehatan keluarga. 40 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Pasal 2 1) Penggunaan pajak rokok untuk pendanaan pelayanan kesehatan masyarakat digunakan untuk kegiatan: a. 2) Selain digunakan untuk kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). peningkatan pengendalian konsumsi rokok dan produk tembakau lainnya.

Irisan Penggunaan di Bidang Kesehatan DBH CHT Pajak Rokok Kuratif Promotif Rehabilitatif Preventif Pembangunan Puskesmas 8 .

Contoh Penerapan Kegiatan • Penyuluhan tentang bahaya merokok Promotif • Iklan layanan terkait bahaya merokok • Ruang khusus merokok (Smoking Area) Preventif • Kawasan Tanpa Rokok • Ruang Operasi Kuratif • Ruang Rawat Inap • Ruang Fisioterapi Rehabilitatif • Ruang Konseling 9 .

TERIMA KASIH 10 .