You are on page 1of 4

Nama : Nafi’Atun Ni’mah

NIM : I8317020
Prodi : D3 Teknik Kimia

PRANATA SOSIAL
PERTANYAAN
1. Apa yang kamu ketahui tentang pranata sosial dalam islam serta mengapa
manusia perlu membentuk lembaga-lembaga ?
2. Aplikasi pranata sosial dalam kehidupan sehari-hari
3. Apa yang kamu ketahui tentang aspek-aspek yang terkait dengan pranata sosial
serta kelompok sosial dan lembaga Kemasyarakatan
4. Apa yang kamu ketahui tentang Pranata politik dalam islam
5. Apa yang kamu ketahui tentang pranata sosial dalam islam serta mengapa
manusia perlu membentuk lembaga-lembaga ?
JAWABAN
1. Pranata sosial dalam islam adalah berupa tata nilai-nilai yang mengaturkan
kehidupan sosial masyarakat muslim berdasarkan syariat islam sebagaimana yang
dicontohkan oleh baginda Rasullullah SAW untuk terapan masa sekarang. Tujuan
perlu adanya lembaga-lembaga tersebut adalah untuk saling mengenal, saling
tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa sesuai Surat Al-Hujurat ayat 13

2. Silaturahmi diantara sesama muslim sebab dengan bersilaturahmi tercipta sikap
toleransi yang tercemin dengan ibadah haji yang berpusat di Mekah dan sholat
berjamaah yang berpusat di masjid-masjid sesuai sabda nabi ‫حدّثناعبداللة بن يسف قال‬
ّ ‫أخبرنامالك عن نافع عن عبد اللة بن عمر‬
‫ان رسول اللة صلى اللة عليه و سلم قال صالة الفذ بسبع و‬
.‫عشرين درجة‬
Artinya :“ Telah menceritakan pada saya Abdullah ibn Yusuf, beliau berkata
telah menceritakan pada kami dari malik, dari nafi’ dari Abdullah ibn Umar
Bahwasanya Rasulullah SAW berkata: Shalat berjama’ah lebih utama dari shalat
sendirian dengan perbandingan dua puluh tujuh derajat. Sholat berjama’ah, secara
langsung atau tidak langsung mengajarkan pada kita nilai-nilai filosofi dari
ibadah formal tersebut sebagai pusat pertemuan Umat Islam agar tercipta
kekuatan dan persaudaraan dalam membangun masyarakat Islam yang harmonis
aman dan bersahabat baik dengan agama lain, terlebih lagi sesama muslim.
Kemudian, untuk mencegah terjadi kesenjangan antara yang miskin dan kaya
RasulullahSAW melalui Wahyu-Nya mewajibkan kita membayar zakat fitrah
bagi yang mampu dan zakat harta (maal) bagi yang kaya untuk diberikan pada
orang yang memerlukannya
3. Aspek-aspek yang terkait dengan pranta sosial
a. Manusia sebagai Mahkluk Ketuhanan
Islam merupakan agama yang mempercayai kebenaran dan ke-agungan
Tuhan yaitu Allah SWT, maka dengan sendirinya pranata yang dibanggun
dalam masyarakat muslim hanya terdapat dalam konsep nilai-nilai etika, dan
ketuhanan yaitu yang mulia disisi Tuhannya adalah bagi mereka yang
bertaqwa, tapi bukan pada orang kaya, pejabat dan lain sebagainya. Sehingga
pranata sosial yang terbangun adalah sistem pemerintah demokrasi dalam
persepsi Islam menggutamakan musyawarah mufakat dan saling menghargai
perbedaaan pendapat yang dibimbing Syari'at Islam. Bagi kehidupan
masyarakatnya selalu mengedepankan kebersamaan dan persaudaraan
sebagaimana yang terdpat dalam konsep ibadah sholat, haji dan puasa
b. Pranata dibidang Agama
c. Pranata dibidang Ekonomi Islam
d. Pranata keluarga yang Islamiyah
e. Pranata pendidikan dalam Islam
f. Pranata politik dalam Islam
Adapun kelompok sosial mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:
a. Setiap warga kelompok harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari
kelompok lain yang saling bersangkutan.
b.Ada hubungan timbal balik antara warga yang satu dengan yang lain.
c.Terdapat faktor atau beberapa faktor yang dimiliki bersama oleh setiap warga
kelompok masyarakat, sehingga menimbulkan hubungan sangat erat, faktor tadi
merupakan nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan, ideologi, politik dan
lain-lain.
d.Ada struktur dalam masyarakat
e .Ada perangkat kaidah menghasilkan sistem tertentu

4. Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat
kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan
hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya
Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah
adalah Maha mendengar lagi Maha melihat.(ayat 59) Hai orang-orang yang
beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.
kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia
kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman
kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan
lebih baik akibatnya.” Ayat ini memerintahkan kita khususnya pada penguasa
untuk menjaga dan menyampaikan amanah yang diberikan Allah untuk semua
manusia yang kemudian bagi umat Islam diwajibkan untk mentaati penguasa
selama itu penguasa tersebut menjalankan amanah Allah. Oleh sebab itu konsep
politik yang dibangun dalam Islam tidak sepenuhnya demokrasi dan tidak juga
sepenuhnya absolute murni tetapi mengutamakan musyawarah sebagai upaya
membangkitkan semangat kebersamaan untuk mencapai kesepakatan, sehingga
tidak yang merasa dirugikan dan terabaikan.
5. Firman Allah SWT QS: al-Baqarah ayat 221-222
Artinya: “ Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum
mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari
wanita musyrik, walaupun Dia menarik hatimu. dan janganlah kamu menikahkan
orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman.
Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun Dia
menarik hatimu. mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga
dan ampunan dengan izin-Nya. dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-
perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.
Ayat ini mengajarkan pada kita bahwa faktor keimanan seseorang sebagai hal
yang paling utama dalam membina rumah tangga sebab keimanan dapat
mengjaga keharmonisasian rumah tangga, jika rumah tangga tersebut harmonis
maka akan membentuk kehidupan sosial suatu masyarakat juga menjadi
harmonis.
Akan tetapi sebaliknya, keadaan sosial yang terjadi pada masa sekarang pada
masyarakat modern dirasakan kurang ikatan kekeluargaan mulai dari lingkungan
keluarga sampai masyarakat mulai melemah sebab dominasi sikap individu dan
kesibukan kerja untuk mengejar karir dan harta. Inilah yang terjadi pada
mayoritas Masyarakat Indonesia sekarang. Padahal sebaliknya, Islam
mengajarkan pada kita untuk mempererat ikatan kekerabatan sebagai prioritas
utama, mulai dari rumah tangga sampai tetangga. Rasulullah SAW menyatakan
bahwa “Rumahku adalah Surgaku dan saling menghormati tetangganya” artinya
adalah kaum muslim wajib menjaga keutuhan rumah tangga dan berbuat baik
pada tetangganya