You are on page 1of 5

TEKNIK PENYUBURAN TANAH

Tanah yang subur adalah tanah yang apabila ditanami
tumbuhan/tanaman bisa memberikan hasil yang banyak berupa produksi
daun, batang, buah atau umbi. Guna mencapai tujuan tersebut maka
tanah yang dijadikan lahan usaha perluada upaya agar tanah tersebut
subur dalam jangka waktu yang tidak terbatas dan berkelanjutan. Ada
beberapa macam cara untuk menyuburkan tanah

1. Pada tanah yang banyak mengandung liat (tanah liat).
Jenis tanah ini banyak mengandung makanan tapi sayang tidak
bisa dimakan oleh tumbuhan karena kekurangan kadar oksigen
(O2). Untuk menanggulanginya yaitu mengupayakan agar tersedia
O2. Caranya adalah dengan memberikan : kompos, bokashi pupuk
kandang arang, atau bahan organik lainnya sehingga tanah
menjadi gembur.

2. Pada tanah yang berpasir atau tanah yang banyak mengandung
pasir.
Jenis tanah ini adalah sulit mengikat air, cepat kering dan merana.
Adapun cara mengatasi tanah seperti ini adalah dengan
menambahkan bahan organic seperti : kompos, bokashi pupuk
kandang, pupuk organik daun hijau yang mudah busuk ditambah
dengan kotoran hewan, tanah dan air dengan perbandingan 1: 1: 1:
1, simpan didalam drum dan biarkan selama 3 minggu.

3. Pada tanah yang banyak mengandung kapur.
Jenis tanah ini memiliki keasaman yang tinggi, mudah longsor,
makanan mikronya kurang tersedia (contoh : zat besi, seng,
tembaga). Untuk mengatasi jenis tanah seperti ini adalah dengan
memberikan pupuk kompos, dan dedaunanyang hijau apalagi bila
dedaunannya jenis tanaman yang berbunga kupu-kupu seperti
kacang-kacangan, johar, turi, dll. Dan untuk menurunkan tingkat
keasaman dilakukan dengan cara memberikan pupuk yang
mengandung belerang.

Tanah yang pH yang kita inginkan 6. maka 6 – 4. Tanah dijemur. Penambahan selanjutnya dapat dilakukan lagi setelah 3 – 5 tahun. Diberi arang sekam. Untuk penambahan jumlah kapur dapat dilakukan dengan cara perhitungan berikut : Bila diketahui pH tanah kita 4. Untuk mengatasi masalah tanah seperti ini ada banyak cara diantarnya : 1.5 maka diperoleh pemberian kapur pertanian 5. 3. Memperbaiki tata udara dalam tanah. maka secara bertahap pH tanah akan berangsur-angsur naik atau dengan kata lain keasaman berkurang secara bertahap.5 = 1. haredong (sunda)/ sedudu.5. Dengan demikian pHnya harus disesuaikan dahulu sesuai dengan keinginan tanaman. b. baru ditanam. bila di darat suka ditumbuhi alang-alang. dibajak. Pengapuran .5. . e. biarkan 10 sampai 15 hari. d. Menambahkan pupuk organik. Tanda-tanda tanah yang bersifat asam bila di sawah warna air kuning berkarat. Apabila menemukan tanah seperti ini keasamannya (pH) berkisar antara 3 – 5. 2. Tanah yang berupa bongkahan dibiarkan terjemur oleh sinar matahari selama 2 minggu. a. Tanah diolah kemudian dibuat parit-parit untuk menghindari genangan air dan pada tanah gambut dibuat memanjang dengan jarak 25 m agar terjadi pencucian dan yang asam mengalir. Dengan menambah pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan yang banyak. Kemudian kita dari tabel-1. Tabel Kebutuhan Kapur Dolomite pada selisih pH 1. Untuk menurunkan tingkat keasaman atau menaikkan pH dapat ditaburkan kapur pertanian di atas tanah yang sudah dicangkul kemudian dicangkul kemudian diaduk dengan tanah. Tanah yang bersifat asam. bila ditanami jagung buah jagungnya menguning dan bila ditanami kacang tanah tidak ada buah yang berenas. Tanah dicangkul. c. apabila sudah tercampur kapur pertanian dengan tanah siram dengan air dapat pula denga air hujan.25 ton/Ha. Tanah ditaburi arang sekam selanjutnya dicangkul hingga arang tersebut bercampur dengan tanah. 5.4. 4.

25 – 6.00 Jagung 5.0 0.25 – 6.0 6.Tabel-1.0 3.13 0.50 – 6.83 1.50 – 7.7 2.08 0.50 Kentang 4.00 – 7.1 3.5 2. Kebutuhan Akan pH Tanah Sesuai Jenis Tanaman Jenis Tanaman pH yang dibutuhkan Padi 5.99 1.66 0.82 0.00 .6 2.00 – 7.61 1.9 3.72 0.19 1. Tabel Kebutuhan Kapur Dolomite Selisih pH Kapur yang harus ditambahkan 2.50 Tabel-2.2 4.51 1.23 1.3 4.40 0.5 5.50 Umbi rambat 5.4 1.8 3.30 1.8 6.88 1.1 0.45 0.6 5.50 Kacang tanah 5.56 1.93 1.3 1.35 0.77 0.9 6.03 0.7 5.25 Kacang kedelai 6.50 – 7.00 Sorgum 6.2 1.4 4.

00 Bawang 6.50 – 7.00 Tomat 5.50 Teh 4.50 Coklat 5.50 Karet 3.00 Pisang 6.50 Kapas 5. b. Sirkulasi udara yang kurang baik sehingga bakteri tidak bisa bekerja secara maksimal.00 Nenas 5.00 – 7.00 – 7. 2. Memberikan bakteri yang menguntungkan . Menutup tanah atau memberi mulsa pada setiap tanaman sehingga lapisan atas tanah akan terlindungi dari erosi ketika hujan. Memberikan kompos dari pupuk kandang.00 – 7.75 – 8. Membuat tali parit atau parit sebanyak mungkin.00 – 7. Memberikan bahan organic berupa kompos yang banyak.50 – 7. c. Memberikan kultur campuran mikro organisme yang menguntungkan. b. Cara mengatasi jenis tanah seperti ini dengan cara : a. Pada tanah yang seperti ini hanya beberapa jenis tanaman saja yang dapat hidup seperti karet. atau ikan busuk.00 – 5. c.00 Kopi 4. darah.00 – 6. Cara mengatasi jenis tanah yang seperti ini : a.50 Kubis 5. d.50 Seledri 6. Tanah podsolik merah kuning.50 – 7.00 – 7. Tanah Gambut Tanah ini kaya akan zat organik namun belum bisa dijadikan makanan oleh tumbuhan karena belum terurai dan pHnya rendah atau asam. Memberikan bakteri yang berasal dari limbah yang mengandung banyak protein seperti : limbah tahu.00 1.50 Kelapa 6.50 Tebu 6.00 Cabai 5.00 – 7. arang atau bokashi pupuk kandang arang. Tanah ini banyak terdapat di Sumatera dan Kalimantan.Bunga Matahari 6.50 – 6.00 – 8.50 Tembakau 5.50 – 7.00 – 6.

4. kimia dan biologi tanah. Sasaran perbaikan ditujukan kepada fisik.html . Diedit oleh : Ragil Sutanto.co. Memberikan bahan organic berupa kompos atau bokashi hal mutlak perlu dilakukan untuk menyuburkan tanaman. 2.id/2009/01/teknik-penyuburan-tanah. 3.KESIMPULAN DARI TEKNIK PENYUBURAN TANAH INI ADALAH : 1.blogspot. http://tantoklik. Menjaga ekosistem kehidupan didalam tanah membuat tumbuhan tumbuh secara optimum. Mengatur tata udara dan air untuk membantuk menyuburkan tanah.