You are on page 1of 2

45

DIAGNOSA IV : Resiko penurunan perfusi jaringan jantung dengan faktor resiko inadekuat pompa jantung

Patient Outcome Intervensi Rasional Implementasi Evaluasi
Setelah diberikan 1. Kaji tanda-tanda 1. Untuk mengetahui 1. Mengkaji tanda-tanda S:-
vital keadaan umum vital O :- TTV
asuhan keperawatan
pasien T : 36o C, T : 36o C,
dalam 2 x 24 jam 2. Kaji warna kulit dan 2. Mengetahui derajat P : 76x/menit, P : 76x/menit,
nadi perifer hipsemia dan R : 25x/menit, R : 25x/menit,
masalah keperawatan
peningkatan tahanan BP : 120/80 mmHg BP : 120/80 mmHg
resiko penurunan 3. Kaji kualitas perifer (jam 13.00 wita) - tidak terdapat tanda-
3. Mengetahui 2. mengkaji warna kulit
perfusi jaringan peristaltic tanda sianosis
pengaruh hipoksia
dan nadi perifer - pasien masih mengeluh
jantung dapat teratasi terhadap fungsi
hasil : warna kulit nyeri
saluran cerna serta
dalam kriteria hasil : normal, CRT <3 detik,
dampak penurunan A : Resiko tidak terjadi
 Tanda-tanda vital elektrolit akral teraba hangat
P : Lanjutkan intervensi
dalam batas normal 4. Anjurkan pasien 4. Menurunkan (13.05 wita)
TD : 130-150/80- untuk bedrest konsumsi O2 dan 3. mengkaji kualitas
menghindari peristaltic (13.20 wita)
90 mmHg
aktivitas berlebih 4. Menganjurkan pasien
T : 36,5 – 37,5oC 5. Auskultasi bunyi
5. S4 umum terdengar untuk bedrest
R : 12-24x/menit nafas tambahan dan
pada pasien (12.00 wita)
N : 60-100x/menit bunyi jantung hipertensi berat 5. Mengauskultasi suara
 CVP dalam batas karena adanya nafas dan bunyi jantung
normal hipertrofi atrium. tambahan
Adanya krakel,

lakukan 8. 12. melakukan hipoksemia jaringan pemeriksaan 8. Mengkolaborasi kan pemberian O2 oksigen alveolar pemberian O2 yang dapat (jam. jika terjadi ceratinin dekompensasi ditambah komplikasi akan memperberat gangguan perfusi .7 vol%. 46  Nyeri dada tidak mengi dapat Hasil : suara nafas ada mengindikasikan vaskuler. dan bunyi kongesti paru jantung S1 dan S2 sekunder terhadap tunggal terjadinya atau gagal (jam.9 g/dl.30 wita ) 7. 12. 12.30 wita ) jantung kronik 6. secara keseluruhan ceratinin 50 ul hemotokrit. Meningkatkan 7. laboraturium : dan vascularisasi hemotokrit 30. Untuk mengetahui laboraturium : pemeriksaan keadekuatan fungsi hemoglobin 11. Mempertahankan 6. Kolaborasi 7.30 wita ) memperbaiki 8. hemoglobin. Pertahankan posisi 6. Dengan posisi tirah posisi tirah baring pada tirah baring pada baring diharapkan posisi yang nyaman posisi yang nyaman ekspansi dada pasien lebih optimal selama episode akut selama episode akut (jam.