You are on page 1of 110

PENGETAHUAN PETA

https://iwangeodrs81.wordpress.com/2010/08/23/pengetahuan-peta/

Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang
mempelajari pembuatan peta disebut kartografi.
Banyak peta mempunyai skala, yang menentukan seberapa besar objek pada peta dalam
keadaan yang sebenarnya. Kumpulan dari beberapa peta disebut atlas.
Syarat-syarat peta
1. Peta harus rapi dan bersih
2. Peta tidak boleh membingungkan
3. Peta harus mudah dipahami
4. Peta harus memberikan gambaran yang sebenarnya
5. Peta harus ada indeks,daftar isi,keterangan
Fungsi
1. Menyeleksi data
2. Memperlihatkan ukuran
3. Menunjukkan lokasi relatif
4. Memperlihatkan bentuk
Unsur-unsur
1. Judul Peta
2. Legenda / keterangan
3. Tanda arah / Orientasi
4. Skala
5. Inset
6. Sumber dan Tahun pembuatan peta
7. Simbol dan Warna
8. Proyeksi Peta
9. Peta

Peta merupakan gambaran wilayah geografis, biasanya bagian permukaan bumi. Peta bisa
disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak
hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Peta dapat menunjukkan banyak informasi
penting, mulai dari supply listrik di daerah Anda sampai daerah Himalaya yang berbukit-
bukit atau sampai kedalaman dasar laut.
10. Peta bisa menjadi petunjuk bagi pelancong/wisatawan, atau menjelaskan dunia dengan
menyertakan jenis informasi geografi khusus. Peta juga dapat mengundang eksplorasi.
Sebagai contoh, peta berwarna Pulau Marquases dengan pelabuhan yang eksotik seperti
Hakapehi di Nuku Niva mungkin kedengaran menarik bagi seseorang.
Dengan kata lain, peta yang berisi banyak detail yang menarik dari suatu daerah/wilayah
dapat menggoda/menarik orang lain ke wilayah tersebut.
11. Peta dapat digambar dengan berbagai gaya, masing-masing menunjukkan permukaan
yang berbeda untuk subjek yang sama yang memungkinkan kita untuk men-visualisasikan
dunia dengan mudah, informatif dan fungsional. Beberapa fakta dan skill yang sederhana
akan dijabarkan di sini guna membantu anda menggunakan peta dengan efektif. Tetapi
sebelumnya, perhatikan beberapa fakta penting berikut ini :
12.
13. 1. Tidak ada peta yang sempurna

Orang membuat peta dari data yang mereka kumpulkan dengan alat tertentu. Sekalipun peta
dibuat dengan menggunakan komputer, tetapi tergantung pada program dan mesin yang
didesain oleh manusia. Manusia membuat kesalahan dan mesin total tidak pernah akurat.
Tidak ada alat untuk merekam setiap detail lansekap.
14. Peta – bagaimanapun juga – dapat melakukan error (salah) dan tidak akurat.
Data atau kartografi yang salah bisa membuat letak desa/kampung tertentu tidak tepat pada
peta, atau puncak pegunungan tidak setinggi yang muncul pada peta.
Kartografer (pembuat peta) yang menggunakan alat tradisional, seperti merekam data dengan
manual atau menggunakan fotografi altitude tinggi, terbatas pada seberapa banyak objek yang
terekam oleh mereka dan seberapa kecil objek yang dapat terekam. Objek yang terlalu kecil
bisa jadi tidak akurat ditempatkan atau malah bisa tidak muncul.

Alat modern seperti fotografi yang menggunakan satelit resolusi tinggi mampu merekam
detail sampai resolusi beberapa meter. Sebagian besar permukaan objek yang penting dapat
terekam dengan imagery untuk kemudian dialihkan menjadi peta atau foto dengan akurasi
yang lebih tinggi, tetapi tetap masih harus diinterpretasikan lagi dan masih ada data yang
error.
15.
16. 2. Peta selalu menjadi tidak update, tidak lama menunjukkan keakuratan dunia

Hal ini disebabkan dunia secara konstan berubah baik secara fisik maupun secara
kurtural/budaya. Teknologi modern menyediakan solusi komputer yang memungkinkan kita
memperbaharui peta dengan mudah tanpa menggambar ulang. Bagaimanapun informasi yang
tepat patut dipertimbangkan. Perubahan dunia tetap harus dikumpulkan secara periodik dan
digunakan untuk memperbaiki database peta.

3. Peta adalah bias.

Peta umumnya tidak menunjukkan setiap penampakan area topografi secara terpisah
misalnya setiap pohon, rumah, atau jalan sehingga kartograf harus menentukan proyeksi dan
skala peta dan jumlah detail yang tersedia. Tujuan pemetaan dan latar belakang budaya
Kartograf juga sering berpengaruh pada proses ini, yang disebut dengan generalisasi.
Informasi pada peta dan bagaimana distorsi terjadi juga berpengaruh terhadap apa yang
dipikirkan orang tentang dunia dan apa yang mereka lakukan.
17.
18.
Jenis Peta

Berdasarkan temanya, peta dapat dibagi menjadi tiga kategori. Yang pertama, peta umum,
biasanya terdiri dari banyak tema dan memberikan gambaran umum. Peta umum biasanya
praktis, menunjukkan dunia yang memungkinkan orang dari satu ujung menuju ujung lain
tanpa tersesat, atau menunjukkan layout keseluruhan suatu tempat yang belum dikenal tanpa
harus pergi ke sana. Contoh peta umum adalah peta jalan suatu negara yang juga
menunjukkan kota besar, pegunungan, sungai, landmark dan lain-lain.
19. Yang kedua, adalah peta tematik, yang terdiri dari satu atau beberapa tema dengan
informasi yang lebih dalam/detail. Peta tematik juga dapat menunjukkan hampir semua jenis
informasi yang beragam dari satu tempat ke tempat lain. Contoh peta tematik adalah peta
penyebaran penduduk atau tingkat penghasilan menurut negara, propinsi atau kabupaten,
dengan masing-masing bagian diberi warna yang berbeda untuk menunjukkan tingkat
relativitas jumlah penduduk atau penghasilan.

20. Peta kategori ketiga adalah grafik, di mana keakuratan peta rute perjalanan digunakan
untuk navigasi laut dan udara. Ini harus sering diupdate sehingga kapten atau pilot
mengetahui bahaya yang terjadi di sepanjang rute mereka.
21. Peta dapat dibuat dengan berbagai bentuk. Peta pertama mungkin dibuat manusia dengan
menggambar garis di pasir atau batu kerikil dan ranting kecil disusun di atas tanah. Peta
modern diterbitkan untuk penggunan yang lebih lama oleh manusia. Peta cetak adalah bentuk
yang paling sederhana. Peta cetak menggambarkan dunia sebagai bidang datar dalam dua
dimensi. Dalam peta cetak, relief gunung dan lembah ditunjukkan dengan simbol khusus
untuk memperbaiki kekurangan “tingkat kedalaman”, di mana hal tersebut adalah dalam
bentuk tiga dimensi. Jadi, peta relief adalah peta bidang datar dengan penambahan tonjolan
dan lekukan untuk menunjukkan perbedaan tinggi rendahnya permukaan bumi. Tonjolan dan
lekukan ini biasanya dibuat dari tanah liat atau plastik.
22. Peta berbasis komputer (digital) lebih serba guna. Peta yang terprogram akan lebih
dinamis karena bisa menunjukkan banyak view yang berbeda dengan subjek yang sama. Peta
ini juga memungkinkan perubahan skala, animasi gabungan, gambar, suara, dan bisa
terhubung ke sumber informasi tambahan melalui internet. Peta digital dapat diupdate ke peta
tematik baru dan bisa menambahkan detail informasi geografi lainnya. Hal ini disebabkan
informasi baru dapat dimasukkan ke dalam database setiap saat. Mempunyai peta digital
sama seperti mempunyai selusin peta tematik cetak yang meng-overlay daerah tertentu yang
terhubung secara elektronik ke sebuah perpustakaan besar dalam tema utama atau yang
berhubungan dengan tema utama.
23. Penggunaan peta tergantung pada jenis peta yang ada dan jenis informasi yang diinginkan
dari peta tersebut. Dalam kasus peta sederhana, hanya satu atau dua jenis informasi yang
mungkin tersedia sehingga sedikit atau bahkan tidak perlu keahlian membaca peta untuk
menggunakannya. Sebagai contoh, sketsa lingkungan sekitar (tetangga) hanya menunjukkan
hubungan rumah utama dengan sudut jalan atau jaraknya dari suatu pasar atau sekolah.
Semua orang dapat menggunakan peta seperti ini. Peta lengkap dapat menggambarkan jarak
yang sebenarnya, lokasi lahan dengan tepat, elevasi, vegetasi dan aspek lainnya. Untuk
menginterpretasikan peta lengkap seperti ini, diperlukan beberapa keahlian dasar membaca
peta.
24.
25. Komponen Peta
26.
27. – Proyeksi

Permukaan bumi adalah bidang lengkung, dan peta – baik yang tercetak maupun dalam
bentuk gambar di layar komputer – adalah bidang datar. Artinya, semua peta tidak terkecuali
globe (bola dunia) mengalami distorsi dari bumi yang sebenarnya.
Untuk wilayah yang lebih kecil, distorsi tidak signifikan karena wilayah yang kecil dalam
globe kelihatan seperti permukaan datar. Untuk wilayah yang lebih luas atau untuk tujuan
yang butuh akurasi yang tinggi, bagaimanapun distorsi merupakan hal yang sangat penting.
28. Kita dapat melihat bagaimana distorsi peta terjadi jika kita melihat kulit jeruk. Ketika
permukaan luar lengkungan jeruk dikupas dan diletakkan mendatar, hamparan kulit akan
dalam potongan yang terpisah. Kartografer menghadapi masalah yang sama ketika
memetakan permukaan bumi. Mereka harus memindahkan bagian geografis dengan cara
tertentu, menarik dan menggabungkan kembali bagian-bagian tersebut secara bersamaan agar
menjadi peta datar yang nyambung.
29. Pada prinsipnya, proyeksi peta adalah usaha mengubah bentuk bola (bidang lengkung) ke
bentuk bidang datar dengan persyaratan; bentuk yang diubah harus tetap sama, luas

permukaan yang diubah harus tetap dan jarak antara satu titik dengan titik yang lain di atas
permukaan yang diubah harus tetap.

Untuk memenuhi ketiga syarat itu sekaligus merupakan hal yang tidak mungkin.
Untuk memenuhi satu syarat saja bagi seluruh bola dunia, juga merupakan hal yang tidak
mungkin. Yang bisa dilakukan hanyalah satu saja dari syarat di atas untuk sebagian kecil
permukaan bumi.

Oleh karena itu, untuk dapat membuat rangka peta yang meliputi wilayah yang lebih besar,
harus dilakukan kompromi antara ketiga syarat di atas. Ini mengakibatkan lahirnya bermacam
jenis proyeksi peta. Beberapa jenis proyeksi yang umum adalah silinder/tabung (cylindrical),
kerucut (conical), bidang datar (zenithal) dan gubahan (arbitrarry)

Jenis proyeksi yang sering kita jumpai sehari-hari adalah proyeksi gubahan, yaitu proyeksi
yang diperoleh melalui perhitungan. Salah satu proyeksi gubahan yang sering digunakan
adalah proyeksi Mercator. Proyeksi ini merupakan sistem proyeksi Silinder, Konform,
Secant, Transversal.
30.
31. – Skala

Ukuran peta dalam hubungannya dengan bumi disebut dengan skala, biasanya dinyatakan
dengan pecahan atau rasio/perbandingan. Pembilang, yang terletak di bagian atas pecahan
merupakan satuan unit peta dan penyebut yang terletak di bagian bawah pecahan merupakan
angka dalam unit yang sama yang menunjukan jarak yang sebenarnya di lapangan/bumi.
Sebagai contoh skala 1/10.000 artinya jarak satu centimeter di peta eqivalen dengan 10.000
centimeter di lapangan. Sebagai perbandingan, skala ini akan ditunjukkan sebagai 1:10.000.
Jika penyebut makin besar atau pecahan makin kecil maka semakin luas permukaan bumi
yang dapat ditunjukkan dalam peta tunggal. Oleh karena itu, peta berskala kecil akan
menunjukkan bagian bumi yang lebih luas dan peta berskala besar relatif menunjukkan
bagian bumi yang lebih kecil.

Skala peta digital bisa lebih bervariasi yang dapat dirubah dengan “zoom”. Memperbesar
zoom dan lebih memperdekat ke bumi akan menggambarkan skala yang lebih besar.
32.
33. – Koordinat

Secara teori, koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. Koordinat
ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu, yakni perpotongan antara garis-garis yang
tegak lurus satu sama lain. Sistem koordinat yang dipakai adalah koordinat geografis
(geographical coordinate). Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur
timur) yang tegak lurus dengan garis katulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang
selatan) yang sejajar dengan garis katulistiwa. Garis bujur adalah garis khayal yang
menghubungkan kutub utara dan kutub selatan, mengukur seberapa jauh suatu tempat dari
meridian. Sedangkan garis lintang adalah garis khayal di atas permukaan buni yang sejajar
dengan khatulistiwa, untuk mengukur seberapa jauh suatu tempat di utara/selatan
khatulistiwa.

Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik. Derajat dibagi dalam
60 menit dan tiap menit dibagi dalam 60 detik. Sebagai contoh Menara Eiffel di Paris
mempunyai koordinat 48? 51? 3? Lintang Utara dan 2? 17? 35? Bujur Timur. Kadang-kadang

koordinat ditunjukkan dalam desimal sebagai ganti dari menit dan detik. Jadi koordinat
Menara Eiffel dapat juga ditulis sebagai 48? 51,53333 Lintang Utara dan 2? 17,5833 Bujur
Timur.
34.
35. – Legenda

Peta ini menggunakan simbol untuk menggambarkan letak objek yang sebenarnya.
Legenda adalah penjelasan simbol-simbol yang terdapat dalam peta. Gunanya agar pembaca
dapat dengan mudah memahami isi peta. Contoh simbol legenda adalah ikon-ikon yang
melambangkan bangunan, perbedaan warna yang melambangkan elevasi, perbedaan jenis
garis yang melambangkan batas-batas atau jenis ukuran jalan, titik dan lingkaran yang
menunjukkan populasi suatu kota. Jika detail peta kelihatan tidak familiar, mempelajari
legenda peta akan sangat membantu sebelum melanjutkan proses lebih jauh.
36.
37. – Arah

Simbol arah dicantumkan dengan tujuan untuk orientasi peta. Arah utara lazimnya mengarah
pada bagian atas peta. Kemudian berbagai tata letak tulisan mengikuti arah tadi, sehingga
peta nyaman dibaca dengan tidak membolak-balik peta. Lebih dari itu, arah juga penting
sehingga si pemakai dapat dengan mudah mencocokkan objek di peta dengan objek
sebenarnya di lapangan.
38.
39. – Elevasi

Salah satu unsur yang penting lainnya pada suatu peta adalah informasi tinggi suatu tempat
terhadap rujukan tertentu. Unsur ini disebut dengan elevasi, yaitu ketinggian sebuah titik di
atas muka bumi dari permukaan laut. Kartograf menggunakan teknik yang berbeda untuk
menggambarkan ketinggian, misalnya permukaan bukit dan lembah.

Peta yang sudah modern menggambarkan pegunungan dengan relief yang diberi bayangan,
yang disebut dengan hill shading. Peta Topografi tradisional menggunakan garis lingkaran
yang memusat yang disebut dengan garis kontur, untuk menggambarkan elevasi. Setiap garis
menandakan ketinggian di atas permukaan laut.

Sebagai ganti garis kontur, peta berwarna seringkali menggunakan standarisasi skala warna
untuk menunjukkan elevasi; laut diberi warna biru, elevasi rendah digambarkan dengan
bayangan hijau, elevasi tinggi digambarkan dari range sawo matang sampai coklat, dan
puncak tertinggi diberi warna putih, menunjukkan salju.
Semakin tajam bayangan warna biru sama artinya dengan semakin dalam kedalaman suatu
laut atau danau.(lil)
CyberMap dalam Kehidupan Sehari-hari
2003-09-26 10:06:49

Untuk mengetahui informasi terbaru mengenai situasi lalu lintas, mengetahui lokasi rumah
sakit, hotel, kantor atau tempat yang memang benar-benar baru dan Anda akan melewatinya,
tentunya Anda butuh bantuan untuk memudahkan dalam mencari lokasi tersebut. Kami tahu
Anda butuh panduan untuk kelancaran aktivitas Anda. Karena itu CyberMap akan jadi
pilihan yang tepat untuk melihat situasi lalu lintas terkini yang Anda butuhkan dan
mengetahui lokasi sesuatu yang belum Anda tahu sebelumnya. Beberapa contoh manfaat

yang Anda dapatkan dari CyberMap yang bisa anda terapkan dalam kehidupan keseharian
Anda.

Mencari lokasi
Jika Anda akan pergi ke salah satu rumah sakit, dan Anda tidak tahu dimana lokasi rumah
sakit tersebut, biasanya Anda langsung membuka peta. Apa yang Anda lakukan ini seringkali
menyita waktu Anda karena ternyata di peta tersebut tidak ditemukan rumah sakit yang Anda
butuhkan. Kini Anda tidak perlu bingung. Dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di
CyberMap Anda bisa menemukan lokasi yang Anda tuju. Anda cukup menuju PC Anda dan
membuka CyberMap. Selanjutnya Anda mencari kategori rumah sakit, dan setelah itu Anda
tinggal mengetik nama rumah sakit “Medik” Dan dalam waktu singkat, Anda akan
mendapatkan informasi beberapa lokasi rumah sakit tersebut.

Meng-overlay sejumlah informasi
Anda ingin mencari tempat tinggal. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang telah anda
buat, Anda kemudian memilih ingin tinggal di sebuah apartemen. Tetapi masih ada satu hal
yang kurang, Anda belum tahu sama sekali tentang keadaan di sekitar lokasi tersebut. Apakah
daerah tersebut rawan banjir, strategis dengan letak fasilitas-fasilitas lain seperti mal, pasar,
sekolah, dan lainnya yang tersedia di daerah tersebut. CyberMap memungkinkan untuk
“meng-overlay” yaitu menyajikan beberapa informasi yang anda butuhkan dalam satu layar
dan waktu yang bersamaan. Tentu saja tentu saja hal ini akan membantu Anda dalam
pengambilan keputusan, apakah akan tetap memilih tinggal di kawasan itu atau mencari
tempat tinggal yang lain. Developer/pengembang juga bisa memanfaatkan informasi
CyberMap dalam mencari lokasi baru untuk membangun rumah.

Untuk menggunakannya cukup mudah, Anda tinggal memilih kategori, selanjutnya pilih
informasi / tempat-tempat yang Anda butuhkan yang telah tersedia dalam CyberMap. Dengan
begitu, Anda akan bisa melihat secara bersamaan gambar peta dan sejumlah informasi
penting tentang lokasi / tempat yang Anda cari.

Menentukan lokasi terdekat dan rute
CyberMap juga membantu Anda memahami lingkungan sekitar anda. Mencari sekolah,
rumah sakit, restoran dan lain-lain yang dekat dengan tempat Anda berada. Informasi
Cybermap juga bisa membantu Anda menentukan rute yang aman dari lokasi Anda berangkat
menuju lokasi tujuan, dan mengetahui jalan mana yang harus dihindari (misalnya ada
penggalian kabel atau pipa, perbaikan jalan, demo dan informasi jalanan macet).

Selain yang sudah disebutkan, CyberMap juga bisa membantu anda :
• Mencari jalan di kota/tempat yang baru pertama kali Anda kunjungi.
• Memilih tempat berlibur/rekreasi dan arah ke sana.
• Mengetahui lokasi/posisi suatu tempat (lokasi objek) yang belum pernah Anda ketahui
sebelumnya.
• Mengetahui lokasi yang disebutkan pada siaran berita nasional maupun daerah, seperti
kejadian yang baru terjadi yaitu pemboman Hotel J.W Marriott. Anda bisa mengetahui
apakah Hotel J.W Marriott jauh atau dekat dari kantor salah satu keluarga anda misalnya.
• Mengetahui dimana restoran masakan etnis/negara tertentu berada dalam sebuah kota.
• Pada sebuah perjalanan yang panjang (misalnya dari Jakarta ke Jawa Timur atau Bali)
dengan kendaraan sendiri, anda bisa memperkirakan dimana kota yang cukup besar untuk
mencari mencari pom bensin/SPBU terdekat dari jalur yang anda lewati.

Apa saja unsur-unsur tersebut? Mari kita mulai dengan mengamati peta berikut! Unsur-unsur apa saja yang kamu temukan pada peta di atas? Ada enam unsur dalam sebuah peta yang baik. penunjuk arah (mata angin). Coba periksalah skala gambar peta yang ada di kelasmu! Dari sini kita bisa mendefinisikan apa itu peta. dan sebagainya. Untuk menggambar peta harus mengikuti skala atau perbandingan tertentu. tetapi bisa juga meliputi wilayah yang sempit. Selamat mencoba. dan benua. Anda bisa mendapatkan manfaat dan informasi lebih banyak lagi. Gambar itu dibuat di atas sebuah bidang datar. Peta yang baik memuat sejumlah unsur. sekolah. provinsi. kertas. Bahkan. Coba sebutkan pulau-pulau besar yang ada di Indonesia? Ada lima buah pulau yang besar. Dalam peta tersebut terlihat banyak sekali pulau. Pengertian peta Denah dan peta sama-sama menunjukkan suatu tempat atau wilayah. (lil) Mengenal Unsur-unsur Peta Kamu sudah belajar tentang denah di kelas 3. Sumatera. peta Pulau Jawa.Peta atau map memang merupakan gambar. Wilayah atau permukaan bumi yang digambar bisa meliputi sebuah wilayah yang luas. peta kabupaten/kota. garis tepi peta. tentu saja dengan mencoba semua fasilitas yang telah disediakan di CyberMap. Sedangkan wilayah yang ditunjukkan peta sangat luas. peta kelurahan. negara. yaitu Pulau Jawa. RT. Sulawesi. karton. a. Peta atau map adalah gambar seluruh atau sebagian dari permukaan bumi yang dilukiskan ke suatu bidang datar dengan perbandingan atau skala tertentu. dan RW. Permukaan bumi digambar seluruhnya atau hanya sebagian. Keenam unsur itu adalah judul peta. legenda. Kamu sudah mengenal denah rumah. sebuah peta bisa menunjukkan wilayah seluruh dunia. skala. peta Pulau Sumatera. Peta yang baik memberikan informasi keadaan suatu daerah. dan peta provinsi. Bisakah kamu menghitungya? Kamu sudah tahu bahwa peta menampilkan suatu wilayah. 2. papan. Unsur-unsur peta Peta yang baik memberikan informasi yang benar. Apakah kamu masih ingat pelajaran ini? Coba sekarang kamu bandingkan denah dengan peta. Peta bisa menunjukkan wilayah kabupaten. 1.Informasi yang kami sajikan diatas adalah sebagian dari manfaat dan kegunaan CyberMap. Judul peta Judul peta menunjukkan nama peta. Misalnya. Peta yang baik menunjukkan letak dan jarak suatu tempat secara jelas dan pasti. Luas wilayah dalam peta lebih kecil dari keadaan sebenarnya. peta kecamatan. dalam memperkecil ukuran tidak boleh sembarangan. dan garis astronomi. Wilayah yang ditunjukkan oleh denah sangat terbatas. Itu berarti wilayah yang digambar di peta diperkecil. Coba perhatikan gambar di atas! Dua orang siswa mengamati peta Indonesia. dan Papua. Gambar apa? Gambar dari permukaan bumi. Kemudian kita pelajari pengertian peta. Judul peta ditulis di bagian atas dengan huruf yang . Unsur-unsur itu membantu kita mengetahui keadaan sebenarnya. Gambar permukaan bumi yang meliputi wilayah yang luas misalnya peta Indonesia. Selain kelima pulau itu masih ada lagi ribuan pulau kecil. Kalimantan. Apa perbedaan dan kesamaannya? Mari kita bahas persamaan dan perbedaan keduanya. Namun. Perbedaan antara denah dan peta terletak pada luas wilayah yang ditunjukkan. Kata lain untuk peta adalah map. dan sebagainya. Gambar permukaan bumi yang meliputi wilayah yang terbatas misalnya peta desa.

jarak.000 cm = 50. Kalau dinyatakan dalam meter berarti 500 meter. Warna biru tua untuk laut dalam dan biru muda untuk laut dangkal. Sedangkan simbol ialah gambar yang digunakan untuk mewakili objek-objek dalam peta. Skala garis di atas berarti bahwa 1 cm di peta sama dengan 1 km di tempat sebenarnya. 􀂙 Warna putih menunjukkan puncak pegunungan yang tertutupsalju. jarak antara kota A ke kota B di peta adalah 5 cm. 􀂙 Warna hijau menunjukkan dataran rendah. Misalnya. Atau. Misalnya. Skala angka (skala numerik) Skala angka disebut juga skala perbandingan. rel kereta. garis.000 cm. danau). Arti gambar-gambar simbol dalam peta sebagai berikut. letak. Kalau dinyatakan dalam kilometer berarti 0. Misalnya dalam sebuah peta tertulis skala angka 1 : 5.000. Biasanya legenda terletak di bagian bawah sebelah kiri ataupun kanan.000 (dibaca 1 berbanding 10. dibedakan ketajamannya.000. 1. PETA JAWA BARAT. 2. 􀂙 Warna kuning menunjukkan dataran tinggi. 1 cm pada peta sama dengan 50 km pada jarak sesungguhnya. jalan. Fungsi garis tepi untuk menulis angka-angka derajat astronomis. Jika skala angka tersebut diubah ke skala garis. Akan tetapi.simbol pada peta. Skala biasanya ditulis di bagian bawah. dan sebagainya. Apa judul peta dalam Kegiatan 1 di atas? b. Atau 1 cm pada peta sama dengan 100 m atau 0. dan arahnya seperti keadaan yang sebenarnya. d. 􀂙 Warna biru menunjukkan daerah perairan (laut. 1. PETA INDONESIA. 􀂙 Warna cokelat menunjukkan daerah pegunungan. yaitu skala angka dan skala garis.menonjol. dan sebagainya. Gambar Ada banyak gambar simbol dalam peta. dan gambar. Bagaimana mengubah skala angka menjadi skala garis? Mari kita belajar dari contoh berikut. Sebuah peta selalu dibuat jauh lebih kecil dari keadaan yang sebenarnya. Misalnya simbol untuk danau. PETA KALIMANTAN.000. Garis Arti simbol-simbol garis pada peta sebagai berikut. sungai. sungai. gambarnya sebagai berikut. c. .000 cm pada jarak yang sebenarnya (di muka bumi). Ini berarti jarak yang sebenarnya dari kota A ke kota B adalah 5 cm X 10. Mari kita pelajari contoh skala garis berikut ini. Warna biru untuk laut. Misalnya dalam sebuah peta kita menemukan Skala 1:10. Warna Arti warna-warna dalam peta sebagai berikut. Panjang masing-masing ruas = 1 cm.000). Skala Skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak yang sesungguhnya. Gunanya untuk menunjukkan kedalaman laut. ibukota provinsi. Ini berarti bahwa jarak 1 cm pada peta sama dengan 10. Garis tepi peta Garis tepi peta adalah batas-batas pinggir gambar peta. Kamu tahu ini berarti 1 cm pada peta sama dengan 5. Pemakai peta bisa melihat keadaan suatu wilayah. Legenda Legenda adalah keterangan-keterangan yang menjelaskan simbol.1 km jarak yang sebenarnya. Skala garis Skala ini ditunjukkan oleh garis lurus yang dibagi dalam bagianbagian yang sama. 3. Simbol-simbol peta berbentuk warna. 2. Ada dua macam jenis skala.5 km. Mari kita bahas keduanya.000 cm di permukaan bumi. batas kabupaten.

Sebutkan angka koordinat garis bujur kedua garis itu. atau samudera. Penunjuk mata angin membantu kita bisa menjelaskan posisi suatu tempat. Sementara yang garis-garis yang mendatar disebut garis lintang. Bagaimana menentukan letak astronomis suatu wilayah? Tarik garis lurus mendatar (horizontal) di wilayah terluar sebelah utara dan selatan. Masih ingat apa saja unsur-unsur peta? Coba sebutkan kembali unsur-unsur peta. Garis astronomis Coba perhatikan gambar peta pada gambar 1. Kamu bisa menemukan peta kabupaten dan provinsi di atlas provinsi- provinsi. Letak astronomis Provinsi Banten kira-kira di antara 105. Garis-garis yang tegak disebut garis bujur. Mata angin juga berarti arah. mari kita belajar membaca peta berdasarkan unsur-unsur tersebut. Mata angin atau penunjuk arah ini juga merupakan salah satu unsur yang penting dalam sebuah peta. Sebutkan angka koordinat garis lintang kedua garis itu. Garisgaris itu disebut garis astronomis. Misalnya. Kamu masih ingat bukan? Coba kamu menyebut atau menyanyikan arah mata angin yang sudah kamu pelajari.8° sampai 7. Sebutkan kabupaten atau kecamatan di wilayah yang kamu pelajari. Membaca Peta Lingkungan Setempat Kamu sudah mempelajari unsur-unsur peta. 􀂙 Menemukan peta kabupaten dan provinsi Peta kabupaten dan provinsi bisa kita temukan dalam atlas. kota Tangerang itu terletak di sebelah barat Jakarta. Carilah nama provinsimu. 1. Mata angin adalah jarum pedoman atau garis yang menunjukkan arah suatu tempat. Misalnya. Sekarang coba lihat peta provinsi atau kabupatenmu! Bisakah kamu menyebutkan letak astronomis provinsi dan kabupatenmu? B. 􀂙 Menyebutkan batas-batas wilayah Batas-batas wilayah bisa berupa wilayah provinsi lain. Sebuah provinsi terdiri dari beberapa kabupaten. barat. 􀂙 Menentukan letak wilayah Letak suatu wilayah bisa ditunjukkan dengan menyebutkan letak astronomisnya. Sekarang. selatan.1° Lintang Selatan (LS). Sebuah kabupaten terdiri dari beberapa kecamatan. Kamu akan membaca peta kabupaten/kota dan provinsi. Dalam peta itu terdapat garis-garis tegak (vertikal) dan mendatar (horizontal). Penunjuk arah (mata angin) Kamu sudah belajar tentang mata angin di kelas 3. Penunjuk arah mata angin dalam peta sangat penting. Kemudian bukalah halaman yang ditunjukkan dalam daftar isi itu. Di halaman itu kamu akan menemukan peta provinsimu. Atlas adalah buku yang berisi gambar-gambar peta. Lihatlah daftar isi atlas tersebut. Sebutkan batas-batas di sebelah timur. 􀂙 Menyebutkan kenampakan-kenampakan alam dan buatan .3. Langkah-langkah membaca peta Bagaimana cara membaca peta suatu kabupaten atau provinsi? Ikuti langkah-langkah berikut ini. atau kiblat suatu tempat. jurusan.2° Bujur Timur (BT) dan 5. Bisa juga berupa kenampakan alam seperti selat. Kamu sudah menemukan letak astronomis wilayah provinsi atau kabupatenmu! Dengan cara di atas mari kita tentukan letak astronomis Provinsi Banten. dan utara.e. letak Provinsi DKI Jakarta itu di antara 106°22‘ sampai 106°58‘ Bujur Timur (BT) dan 5°19‘ sampai 6°24‘” Lintang Selatan (LS). Apa gunanya garis astronomis? Garis astronomis berguna untuk menentukan letak suatu tempat atau wilayah. f. laut. Kemudian tarik garis tegak lurus di wilayah terluar sebelah barat dan timur.1° sampai 106. 􀂙 Menyebutkan pembagian wilayah Perhatikan pembagian wilayah di peta yang kamu baca.

Wilayah provinsi terdiri dari beberapa kabupaten/kota. bandar udara. Kecamatan-kecamatan itu adalah Sleman. Sebuah kabupaten dipimpin oleh seorang bupati. Mari kita baca peta salah satu kabupaten. Di bagian barat : Selat Sunda. Di bagian timur wilayah Sleman berbatasan dengan Kabupaten Klaten dan Gunung Kidul. Turi. Perhatikan peta Provinsi Banten di bawah ini! Agar lebih jelas. Masa jabatan gubernur adalah lima tahun. dan sebagainya. Membaca peta provinsi Sebuah provinsi dipimpin oleh seorang gubernur. Di wilayah Sleman terdapat Bandara Adi Sucipto. sungai. Misalnya saja gunung. Sementara sebuah kotamadya dipimpin oleh wali kota. Membaca peta kabupaten/kota Wilayah kabupaten atau kotamadya merupakan gabungan dari beberapa kecamatan. Mlati. Wilayah Sleman dibagi menjadi 17 kecamatan. lihatlah peta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada buku atlasmu! Apa saja yang dapat kamu baca pada peta Kabupaten Sleman? Hal-hal yang dapat kita baca dari peta Kabupaten Sleman sebagai berikut. Di bagian timur : Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. 􀂙 Batas-batas wilayah Batas-batas wilayah Provinsi Banten sebagai berikut. b. Sekarang mari kita membaca peta provinsi. a.8° sampai 7. Rangkas Bitung (ibu kota Kabupaten Lebak). 􀂙 Letak Provinsi Banten Provinsi Banten terletak di ujung barat Pulau Jawa. Kenampakan alam yang terdapat di wilayah Kabupaten Sleman antara lain Gunung Merapi. 1. Ibu kota Kabupaten Sleman juga bernama Sleman. kamu bisa melihat peta Provinsi Banten di buku atlasmu! Apa saja yang bisa kamu ceritakan? Hal-hal yang bisa kita baca dari peta Provinsi Banten di atas sebagai berikut. dan Kali Coda. 4. Gamping.Kamu tentu masih ingat arti simbol-simbol yang biasa terdapat di sebuah peta bukan? Ada simbol-simbol untuk kenampakan alam dan buatan. Seorang gubernur hanya bisa dipilih selama dua kali masa jabatan. dan Cangkringan. Moyudan. Godean.2° Bujur Timur (BT) dan 5. c. Di bagian selatan wilayah Sleman berbatasan dengan Kabupaten Bantul dan Kodya Yogyakarta. jalur kereta api. Kali Tepus. Sedangkan di bagian barat wilayah Sleman berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo. Letak astronomisnya kira-kira di antara 105. . 􀂙 Kota-kota penting Ibu kota Provinsi Banten adalah Serang. Pakem. Depok. Kabupaten Sleman adalah salah satu kabupaten di Provinsi Daerah istimewa Yogyakarta. Tempel. Gubernur dipilih secara langsung oleh rakyat dalam pemilihan kepala daerah. Prambanan. Ngemplak. Kota-kota penting lainnya sebagai berikut. Pandeglang (ibu kota Kabupaten Pandeglang).1° Lintang Selatan (LS). c. Di bagian Selatan : Samudera Indonesia. Perhatikan gambar peta Kabupaten Sleman di halaman 12! Agar lebih jelas. Sayegan. pelabuhan. b. 2. Di bagian utara wilayah Sleman berbatasan dengan Kabupaten Boyolali dan Magelang. Kali Opak. teluk. d. Kamu sudah menyimak contoh membaca peta kabupaten. Ngaglik. 2. Sebutkan macam-macam kenampakan alam dan buatan di peta yang kamu pelajari. Minggir. Di bagian utara : Laut Jawa.1° sampai 106. Bupati dan wali kota dipilih secara langsung oleh masyarakat di kabupaten tersebut. Tiga Raksa (ibu kota Kabupaten Tangerang). Berbah. 3. a. 3. Kalasan.

Kemudian warnailah petamu seperti warna dalam peta. e. Tancapkan jarum jangka di kota A. Tanjung : Tanjung Pontang. Setelah diketahui jarak A dan B kita hitung jarak sesungguhnya berdasarkan skala. 􀂙 Kenampakan alam dan buatan Kenampakan alam yang terdapat di wilayah Banten sebagai berikut. Setelah selesai. Menggambar Peta Lingkungan Setempat Kamu sudah belajar membaca peta kabupaten dan provinsimu. Tempelkan kertas mika pada peta yang akan dijiplak. 7. D. Lakukan penjiplakan ini dengan hati-hati. Ci Banten. Peralatan yang diperlukan adalah kertas tembus pandang (kertas mika). Buatlah garis tegak dan mendatar menggunakan pensil. spidol. Langkah-langkah menggambar peta dengan cara menjiplak sebagai berikut. Berikut ini contoh hasil jiplakan Provinsi Bali di atas. Jangan lupa menggambar simbolsimbol yang ada. Siapkan kertas untuk menggambar peta. Gambarlah peta di atas kertas menggunakan pensil. pensil. Buatlah garis-garis tegak (vertikal) dan mendatar (horizontal) pada kertas mika. 1. d. Proses selanjutnya adalah menggambar peta di kertas gambar. Kamu akan mengetahui jarak antara kota A dan B di peta. Masih ingat apa itu skala? Skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak yang sesungguhnya. dan Teluk Camar. Cara yang paling mudah adalah dengan cara menjiplak peta yang sudah ada. Bagaimana cara mengukur jarak sesungguhnya menggunakan peta? Misalnya kita akan mengukur jarak antara kota A dan kota B. Skala pada peta 1 : 1. dan Tanjung Sodong. Agar tidak bergeser-geser. Teluk : Teluk Banten. Ci Liman. Misalnya. Lihat contoh di bawah ini! 4. . Siapkan peralatan yang diperlukan. b. 2. 2. Tangerang (ibu kota Kodya Tangerang). c. 1. kamu bisa menjapit di bagian pinggir. Alang-alang. Jiplaklah gambar peta menggunakan spidol atau pensil di atas kertas mika. a. kertas gambar. Aturlah jangka supaya pensilnya tepat di atas kota B. Kemudian hapuslah garis- garis pensilnya. Ci Baliung. 3. penggaris. Ci Sisih.d. jarak A dan B adalah 5 cm. ulangilah goresan pensil menggunakan spidol. 6. Pujut. Kita bisa mengukur jarak sebenarnya karena pada peta dicantumkan skala. dan Ci Berang Kenampakan buatan yang terdapat di wilayah Banten adalah Bandara Sukarno-Hatta di Cengkareng. Sungai : Ci Durian. Sekarang kamu akan belajar mengukur jarak satu tempat ke tempat lain menggunakan peta. Ci Semeut. Sekarang kamu sudah memiliki model untuk menggambar peta. Cilegon (ibu kota Kotip Cilegon). Langkah-langkahnya sebagai berikut. Selanjutnya kamu akan belajar menggambar peta. Pelabuhan Merak. Tirulah gambar peta pada kertas mika. 5.000 cm jarak sesungguhnya. 3. Lesung. dan peta. Lada. Penanjung. Mengukur Jarak Memakai Skala Sederhana Kamu sudah belajar membaca dan menggambar peta setempat.000 berarti: 1 cm di peta = 1.000. Ambilah jangka untuk mengukur. Jarak antargaris harus sama. Garis-garis yang sudah dibuat dapat membantu dalam menggambar. Kalau skala petanya 1:1000. Bagaimana cara menggambar peta. Ukurlah lebar jangka menggunakan penggaris. Ukuran antar garis sama dengan garis-garis pada kertas mika.000. Gunung : Gunung Gede dan Gunung Karang. dan Jalan Tol Merak-Jakarta. Jadilah gambar petamu! E.000.

kita dapat mengetahui segala hal yang berada di permukaan bumi. merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan. Dengan menggunakan peta. 1. CD. b. digambar pada bidang datar melalui sistem proyeksi tertentu. Dengan skala kita dapat menggambar suatu tempat yang sangat luas di atas kertas yang kecil. Sudahkah Anda memahami pengertian dari peta tersebut? Mudah bukan? Beberapa ahli mendefinisikan peta dengan berbagai pengertian. d. Dengan skala kita dapat mengetahui atau menentukan jarak suatu tempat yang satu dengan tempat lainnya. lahan persawahan. Jadi jarak kota A dan kota B sebenarnya adalah 50 km. Ini berarti 1 cm di peta mewakili 10 km jarak sesungguhnya. 2. Manfaat skala dalam menggambar sebuah peta adalah sebagai berikut. bandara. seperti letak suatu wilayah. lokasi pegunungan. 3. dan sebagainya. Ini berarti 5 x 10 km = 50 km. Menurut Erwin Raisz (1948) Peta adalah gambaran konvensional dari ketampakan muka bumi yang diperkecil seperti ketampakannya kalau dilihat vertikal dari atas. namun pada hakikatnya semua mempunyai inti dan maksud yang sama.000. Menurut ICA (International Cartographic Association) Peta adalah gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa. Skala sangat bermanfaat dalam menggambar sebuah peta. yaitu peta yang berupa gambaran permukaan bumi yang diolah dengan bantuan media komputer. Sebenarnya Anda tidak perlu menghafal definisi dari peta. maupun media penyimpanan lainnya.000 m = 10 km. Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal 2005) Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan. danau. dibuat pada bidang datar dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelas. Jarak A dan B di peta 5 cm. Menurut Aryono Prihandito (1988) Peta merupakan gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu. a.1. cukup dengan melihat peta seharusnya Anda sudah bisa mendefinisikan peta. Ketampakan yang digambar pada peta dapat dibagi menjadi dua yaitu ketampakan alami dan ketampakan buatan manusia (budaya). yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil/diskalakan. serta dapat ditampilkan kembali pada layar . jalan raya. Kata peta pasti sudah sangat familiar di telinga kita. Dewasa ini sudah dikenal adanya peta digital (digital map). jarak antarkota. Pengertian peta secara umum adalah gambaran dari permukaan bumi yang digambar pada bidang datar. Data yang diperoleh berupa data digital dan hasil dari gambaran tersebut dapat disimpan dalam suatu media seperti disket. Dengan skala kita dapat memperbesar atau memperkecil sebuah peta/gambar tertentu.000 cm = 10. c. Berikut beberapa pengertian peta dari para ahli. tetapi mungkin Anda masih kesulitan untuk mendeskripsikan pengertian dari peta. Anda pasti sering melihat atau bahkan pernah menggunakan peta. yang diperkecil dengan skala tertentu dan dilengkapi simbol sebagai penjelas. sungai.

dsb. Bentuk Lain Dari Peta 1. Pembagian Peta 1. ibu kota. peta daerah amerika utara. Macam-Macam atau Jenis-Jenis Peta Peta dapat diklasifikasi menjadi dua / 2 jenis. peta pertanian perkebunan. peta curah hujan. Peta Khusus Peta khusus adalah peta yang menampakkan suatu keadaan atau kondisi khusus suatu daerah tertentu atau keseluruhan daerah bumi. Biasanya peta digital ini dibuat dengan menggunakan software GIS (Geography Information system). timur. peta kota atau perkotaan. Peta Sempit Peta sempit adalah peta yang hanya menampilkan sebagian kecil suatu area. Pengertian atau Definisi Peta Peta adalah gambar atau lukisan keseluruhan atau pun sebagian permukaan bumi baik laut maupun darat. E. A. pelabuhan. Berbagai Macam dan Jenis Warna Peta Beserta Artinya / Arti Warna Pada Peta 1. Peta Umum Peta umum adalah peta yang manampilkan bentuk fisik permukaan bumi suatu wilayah. Contoh peta sempit yaitu peta desa atau pedesaan. dan lain sebagainya. garis pinggir peta 5. yakni : 1. peta gedung. C. denah rumah. Peta Luas Peta luas adalah peta yang menggambarkan suatu daerah yang luas seperti peta dunia. batas wiayah. Contohnya adalah peta persebaran hasil tambang. Skala peta 3. D.monitor komputer. 2. peta iklim. Judul peta 2. B. Warna Laut – hijau : 0 – 200 meter dpl / ketinggian – kuning : 200 – 500 meter dpl / ketinggian – coklat muda : 500 – 1500 meter dpl / ketinggian – coklat : 1500 – 4000 meter dpl / ketinggian – coklat berbintik hitam : 4000 – 6000 meter dpl / ketinggian – coklat kehitam-hitaman : 6000 meter dpl lebih / ketinggian 2. peta benua. Lambang Peta : jalan. dll . Ilmu yang mempelajari tentang peta dan pemetaan disebut dengan kartografi dan orang yang ahli dalam bidang peta dan pemetaan disebut kartograf. dan lain sebagainya. peta kutub utara dan kutub selatan. Atlas Atlas adalah gabungan dari beberapa peta yang dikumpulkan dalam sebuah buku yang memiliki judul atlas serta jenis-jenis atlas yang ada di buku tersebut. peta samudera. dll 4. Petunjuk arah mata angin : utara. selatan. Globe Globe atau Bola Dunia adalah suatu bentuk tiruan bola bumi yang dibuat dalam skala yang kecil untuk dapat lebih memahami bentuk asli planet bumi. 2. peta gorong-gorong kampung. 2. Warna Darat – biru pucat : 0 – 200 meter / kedalaman – biru muda : 200 – 1000 meter / kedalaman – biru : 1000 – 4000 meter / kedalaman – biru tua : 4000 – 6000 meter / kedalaman – biru tua berbintik merah : 6000 meter lebih / kedalaman F. Syarat-Syarat yang Wajib Ada Pada Peta 1. sungai. Arti. barat . Contoh : Peta jalan dan gedung wilayah DKI Jakarta.

Proyeksi Mollowide 4. dengan kemampuan membaca peta topografi yang terus dilatih. yaitu charts. Proyeksi Mercator 2. Peta Khusus. maka disebut peta tanah. Jenis Skala Pada Peta Pengertian atau definisi : Skala peta adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak sesungguhnya dengan satuan atau tehnik tertentu. sangat mungkin seseorang menemukan metode-metode baru yang lebih praktis dan lebih mudah selain yang telah disampaikan dalam modul ini. sungai-sungai. 2. 3.G. Peta Navigasi. dan sebagainya. Peta ini penggunaannya khusus untuk kepentingan navigasi. seperti pegunungan. 2. Skala Satuan Misalnya seperti 1 inchi to 5 miles dengan arti 1 inch di peta adalah sama dengan 5 mil pada jarak sebenarnya. dan perairan. lembah. Dengan terus berlatih dan mengasah keterampilan dalam pembacaan peta dan navigasi. Peta khusus ini dikenal dengan nama Peta Tematik karena menunjukkan hanya tema tertentu. jika informasinya merupakan informasi iklim. Ada yang berupa dataran tinggi. 1. Cuplikan diatas adalah pengertian tentang peta yang terdapat dalam e-book Cara Membaca dan Memanfaatkan Peta yang tersedia gratis untuk di download (link download ada di akhir posting ini). Proyeksi Kerucut Peta merupakan gambaran sebagian permukaan bumi dalam skala yang lebih kecil dan berisi sesuatu jenis informasi tentang mukabumi yang bersangkutan. misalnya navigasi laut dan udara. NTERPRETASI PETA TENTANG BENTUK DAN POLA MUKA BUMI Perlu kita ketahui bahwa bentuk permukaan bumi tidak rata. Skala angka / skala pecahan Contohnya seperti 1 : 1000 yang berarti 1 cm di peta sama dengan 1000 cm jarak aslinya di dunia nyata. baik kenyataan fisik (alami). karena peta ini menggambarkan “wajah” muka bumi. dan sebagainya. Beberapa jenis-jenis proyeksi peta : 1. dan disajikan seteliti mungkin. seseorang akan dapat merasakan berbagai informasi yang dapat bermanfaat bagi pribadi maupun orang lain. jalan. Proyeksi Pada Peta Proyeksi peta adalah suatu teknik pemindahan gambar peta ke berbagai macam bentuk peta. dan sebagainya. Peta Umum. maupun kenampakan kultural misalnya permukiman. Secara sederhana pengertian peta topografi adalah peta yang menggambarkan hampir semua kenampakan-kenampakan alami dan kenampakan kultural (buatan manusia) yang ada di permukaan bumi sejauh skalanya memungkinkan. Proyeksi Silinder 3. maka disebut peta iklim. yang biasanya disebut dengan istilah khusus. untuk kepentingan hobi ataupun untuk mendukung pekerjaan. Manfaat yang dapat diambil dari pembacaan peta amat beragam untuk berbagai aplikasi. Apakah di daerahmu terdapat bentuk muka bumi berupa . Biasanya disebut dengan Peta Topografi atau ada yang menyebutnya Peta Rupabumi. yang menggambarkan kenampakan khusus yang ada di permukaan bumi atau kenampakan yang ada kaitannya dengan permukaan bumi. Skala Garis Skala garis menampilkan suatu garis dengan beberapa satuan jarak yang menyatakan suatu jarak pada tiap satuan jarak yang ada. H. 3. yang menggambarkan permukaan bumi secara umum. 1. dataran rendah. bergantung pada informasi yang ingin disampaikan. Jika informasinya merupakan informasi tanah.

Sungai-sungai besar yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain Sungai Simpang Kanan. Musi. yaitu sebagai berikut. atau laut. pantai. sungai. b) Pegunungan dan Dataran Tinggi Pegunungan dan dataran tinggi memanjang di sepanjang Pulau Sumatera. Jadi interpretasi peta adalah memahami simbol-simbol yang ada pada peta dan hubungannya dengan simbol-simbol lainnya. c) Dataran Rendah dan Rawa Dataran rendah dan rawa ditunjukkan dengan warna hijau dan hijau dengan garis putus-putus. penyebaran penduduk. misalnya peta pulau Sumatera. Itulah yang disebut interpretasi peta. Asahan. Batanghari. e) Gunung Gunung ditunjukkan dengan bentuk segitiga. Untuk memahaminya. Dengan menggunakan peta kita dapat mengetahui bentuk permukaan bumi di tiap daerah. penyebaran batuan (geologi). Dari sebuah peta kita dapat melihat gunung. Peta merupakan alat peraga. Segitiga merah artinya gunung berapi (aktif). lakukan langkah-langkah sebagai berikut. dan Sinabung. Pegunungan yang terdapat di Pulau Sumatra antara lain pegunungan Bukit Barisan. Setelah melakukan langkah-langkah tersebut maka akan diperoleh informasi dari peta tersebut. sungai. Contoh simbol-simbol yang ada pada peta adalah: Peta umum adalah peta yang dibuat berdasarkan kenampakan umum. Pegunungan dan dataran tinggi ditunjukkan dengan warna merah dan kuning. Bentuk muka bumi antara daerah satu dan yang lain berbeda-beda. . Kampar. selat dan lain-lainnya. 3) Perhatikan persebaran data pada wilayah pulau tersebut. 2) Perhatikan legenda untuk memahami makna simbol-simbol yang terdapat pada peta. Peta merupakan media untuk mengetahui keadaan permukaan bumi. Kerinci. Dataran rendah dan rawa terdapat di sepanjang pantai timur dan barat Pulau Sumatera. Pada peta terdapat bagian (unsur-unsur) yang harus ada. penyebaran jenis tanah dan semua hal lain yang berhubungan dengan kedudukannya dalam ruang. Ranau. Maninjau. dan Singkarak. Gunung-gunung yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain gunung Leuser.gunung. peta dibuat berdasarkan aturan yang disepakati secara internasional. d) Danau Danau ditunjukkan dengan warna biru. Dengan peta kita dapat membaca dan memahami keadaan fisik dan geografis suatu tempat. curah hujan. Bandahara. Sebelum menginterpretasi peta umum. 4) Perhatikan tahun pembuatan peta untuk mengetahui apakah peta tersebut masih relevan atau tidak. Kerinci. segitiga hitam artinya gunung tidak berapi (tidak aktif). Sibayak. dan lain- lain.Apakah kamu mempunyai peta? Apakah kamu tahu arti peta? Peta adalah gambaran permukaan bumi dalam bidang datar. dataran rendah. danau. simaklah dengan saksama uraian berikut ini! A Menginterpretasi Peta Umum Bentuk muka bumi atau relief daratan dapat diamati secara langsung di lapangan. yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain danau Toba. 1) Siapkan peta umum yang akan diinterpretasi. namun dapat juga dengan melihat peta. Peta dapat berupa gambaran tentang tinggi rendahnya suatu daerah (topografi). yang sangat bermanfaat bagi pembaca peta. laut. pegunungan. Tahukah kamu apa saja yang harus ada di dalam peta? Agar peta dapat dibaca oleh siapa saja. a) Sungai Sungai ditunjukkan dengan garis berkelok-kelok. Dari sebuah peta kita dapat mengetahui bentuk relief dari suatu tempat/wilayah.

g) Laut dan Selat Laut dan selat ditunjukkan dengan warna biru. Pada peta topografi terdapat garis-garis kontur yang menunjukkan relief muka bumi. – Selat Berhala antara Pulau Sumatera dan Pulau Singkep – Selat Bangka antara Pulau Sumatera dan Pulau Bangka. – Selat Malaka antara Pulau Sumatera dan Semenanjung Malaysia. Untuk membuat sebuah penampang melintang maka harus tersedia peta topografi sebab hanya peta topografi yang dapat dibuat penampang melintangnya. a. dan Pini di Sumatera Utara. – Laut Natuna di sebelah selatan Kepulauan Natuna. misalnya peta Pulau Jawa. Peta topografi menunjukkan bentuk-bentuk muka bumi. lakukan langkah-langkah sebagai berikut. 1) Siapkan peta topografi yang akan diinterpretasikan. Sebelum menginterpretasikan peta topografi. Bukit Bukit pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini! d. Bentuk-bentuk muka bumi tersebut adalah sebagai berikut. dan Lingga di Provinsi Kepulauan Riau. .f ) Kepulauan Kepulauan yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain berikut ini. Gradasi (tingkatan) warna menunjukkan kedalaman wilayah laut dan selat. – Kepulauan Banyak dan Simeulue di Nanggroe Aceh Darrussalam. – Kepulauan Batu. 3) Perhatikan persebaran data pada wilayah tersebut. Pegunungan Pegunungan pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini! C Penampang Melintang Bentuk Muka Bumi Penampang melintang adalah penampang permukaan bumi yang dipotong secara tegak lurus. Semakin pekat (tua) warna biru menunjukkan lebih dalam dari pada warna biru muda. – Kepulauan Natuna. Nias. Cekungan (Depresi) Cekungan (Depresi) pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini! c. Dengan penampang melintang maka dapat diketahui/dilihat secara jelas bentuk dan ketinggian suatu tempat yang ada di muka bumi. – Kepulauan Mentawai dan Pagai di Sumatera Barat. Selat dan laut yang ada di Pulau Sumatera antara lain sebagai berikut – Selat Sunda antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. 4) Perhatikan tahun pembuatan peta untuk mengetahui apakah peta tersebut masih relevan atau tidak. B Menginterpretasikan Peta Topografi Peta topografi adalah peta yang menggambarkan tinggi rendahnya muka bumi. Cara menginterpretasikan peta topografi berbeda dengan peta umum karena simbolsimbol yang digunakan berbeda. Lereng b. Nambas. Dari peta topografi kita dapat mengetahui ketinggian suatu tempat secara akurat. 2) Perhatikan legenda untuk memahami makna simbol-simbol yang terdapat pada peta.

negara.000 atau lebih. Isi peta => Isi peta menunjukan isi dari makna ide penyusun peta yang akan disampaikan kepada pengguna peta. sejak manusia melakukan penjelajahan dan penelitian. Membantu peneliti sebelum melakukan survei untuk mengetahui kondisi daerah yang akan diteliti. Peta dasar biasanya digunakan untuk membuat peta turunan dan perencanaan umum maupun pengembangan suatu wilayah. tentu judul petanya menjadi “Peta Distribusi Curah Hujan”. 2.000. Walaupun masih dalam bentuk yang sangat sederhana yaitu dalam bentuk sketsa mengenai lokasi suatu tempat. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda. Adapun komponen-komponen dari peta adalah : 1. jarak) dan arah suatu tempat di permukaan bumi. Menyajikan data tentang potensi suatu wilayah.Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa menjadi petunjuk bagi pelancong/wisatawan. peta berwarna Pulau Marquases dengan pelabuhan yang eksotik seperti Hakapehi di Nuku Niva mungkin kedengaran menarik bagi seseorang. Peta tematik juga dapat menunjukkan hampir semua jenis informasi yang beragam dari satu tempat ke tempat lain. atau menjelaskan dunia dengan menyertakan jenis informasi geografi khusus. . Kalau Anda bertanya kapan peta mulai ada dan digunakan manusia? Jawabannya adalah peta mulai ada dan digunakan manusia. Judul peta => Judul peta harus mencerminkan isi peta.000 sampai 1: 500. sungai dan bentuk-bentuk lainnya. Peta skala besar adalah peta dengan skala 1 : 5. gunung. Berdasarkan penggunaannya peta dapat di bagi menjadi peta dasar dan peta tematik. Isi peta berupa isohyet. Alat untuk mempelajari hubungan timbal-balik antara fenomena-fenomena (gejala-gejala) geografi di permukaan bumi. Dengan kata lain. mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Kumpulan dari peta-peta karya Claudius Ptolomaeus dibukukan dan diberi nama “Atlas Ptolomaeus”.000 sampai 1 : 1.000 sampai 1 : 250. Sedangkan orang ahli membuat petadisebut kartografer. Menggambarkan bentuk-bentuk di permukaan bumi. peta yang berisi banyak detail yang menarik dari suatu daerah/wilayah dapat menggoda/menarik orang lain ke wilayah tersebut.000. isi peta tentunya berupa isohyet. Peta tematik adalah peta yang terdiri dari satu atau beberapa tema dengan informasi yang lebih dalam/detail. seperti benua. Alat analisis untuk mendapatkan suatu kesimpulan. Sebagai contoh. Kalau ide yang disampaikan tentang perbedaan curah hujan. dan sebagainya. Ilmu yang membahas mengenai peta adalah kartografi. Peta juga dapat mengundang eksplorasi.000 dan Peta skala kecil adalah peta dengan skala 1 : 500. Pada awal abad ke 2 (87M -150M). Peta dasar umunya menggunakan peta topografi. Alat untuk menjelaskan rencana-rencana yang diajukan. Claudius Ptolomaeus mengemukakan mengenai pentingnya peta. Peta skala sedang adalah peta dengan skala 1 : 250. Secara umum fungsi peta dapat disimpulkan sebagai berikut: Menunjukkan posisi atau lokasi suatu tempat di permukaan bumi. Berdasarkan skala peta dpt dibagi menjadi: Peta kadaster/teknik adalah peta yang mempunyai skala antara 1 : 100 sampai 1 : 5. Memperlihatkan ukuran (luas.000.

Legenda atau Keterangan => Agar pembaca peta dapat dengan mudah memahami isi peta.000 dibandingkan peta sekala 1:50. 4. Peta dapat diklasifikasi menjadi dua / 2 jenis. penyimpangan deklinasi magnetis. Grid => Dalam selembar peta sering terlihat dibubuhi semacam jaringan kotak-kotak atau grid system. Nomor peta => Penomoran peta penting untuk lembar peta dengan jumlah besar dan seluruh lembar peta terangkai dalam satu bagian muka bumi. Sumber/Keterangan Riwayat Peta => Sumber ditekankan pada pemberian identitas peta. Inzet dan Index peta => Peta yang dibaca harus diketahui dari bagian bumi sebelah mana area yang dipetakan tersebut. peta curah hujan. Simbol arah dicantumkan dengan tujuan untuk orientasi peta. Arti Warna Pada Peta 1. Tujuan grid adalah untuk memudahkan penunjukan lembar peta dari sekian banyak lembar peta dan untuk memudahkan penunjukan letak sebuah titik di atas lembar peta. dimana menunjukan letak peta yang bersangkutan terhadap peta yang lain di sekitarnya. 8. tanggal/tahun pengambilan data dan tanggal pembuatan/pencetakan peta.000 misalnya. Sebagai contoh. 7.000. arah juga penting sehingga si pemakai dapat dengan mudah mencocokan objek di peta dengan objek sebenarnya di lapangan. dan lain sebagainya yang memperkuat identitas penyusunan peta yang dapat dipertanggungjawabkan. 2.sistem proyeksi peta. 6. Sedangkan index peta merupakan sistem tata letak peta.3. Warna Darat – biru pucat : 0 – 200 meter / kedalaman . percetakan. 5. Arah utara lazimnya mengarah pada bagian atas peta. sehingga peta nyaman dibaca dengan tidak membolak-balik peta. Lebih dari itu. Inzet peta merupakan peta yang diperbersar dari bagian belahan bumi. Sekala peta dan Simbol Arah => Sekala sangat penting dicantumkan untuk melihat tingkat ketelitian dan kedetailan objek yang dipetakan. Sebuah belokan sungai akan tergambar jelas pada peta 1:10. Kemudian berbagai tata letak tulisan mengikuti arah tadi. peta iklim. Warna Laut – hijau : 0 – 200 meter dpl / ketinggian – kuning : 200 – 500 meter dpl / ketinggian – coklat muda : 500 – 1500 meter dpl / ketinggian – coklat : 1500 – 4000 meter dpl / ketinggian – coklat berbintik hitam : 4000 – 6000 meter dpl / ketinggian – coklat kehitam-hitaman : 6000 meter dpl lebih / ketinggian 2.000 dibandingkan dengan pada peta 1:50. pulau Jawa merupakan bagian dari kepulauan Indonesia yang diinzet. seluruh bagian dalam isi peta harus dijelaskan dalam legenda atau keterangan. kita mau memetakan pulau Jawa. dan lain sebagainya. Peta Umum Peta umum adalah peta yang manampilkan bentuk fisik permukaan bumi suatu wilayah. Peta Khusus Peta khusus adalah peta yang menampakkan suatu keadaan atau kondisi khusus suatu daerah tertentu atau keseluruhan daerah bumi. Kemudian bentuk- bentuk pemukiman akan lebih rinci dan detail pada sekala 1:10. meliputi penyusun peta. peta pertanian perkebunan. Contohnya adalah peta persebaran hasil tambang. Contoh : Peta jalan dan gedung wilayah DKI Jakarta. yakni : 1.

Penulusan skala dapat berupa skala angka atau skala grafis. Judul dapat diletakan disebelah kiri.pada umumnya judul peta diletakan dibagian atas tengah dan diluar garis tepi. Mata angin biasanya diletakan di tempat yang kosong bergantung pada posisi peta maupun ruang yang memungkinkan sehingga memberi kesan harmonis dan menarik. antara lain sebagai berikut: 1.000.dan timur pada peta.000 cm atau 0. Peta dibuat dengan tujuan memudahkan aktivitas manusia untuk mengenali ruang dan wilayahnya yang disesuaikan dengan kepentingan secara spesifik. Skala Garis Skala garis menampilkan suatu garis dengan beberapa satuan jarak yang menyatakan suatu jarak pada tiap satuan jarak yang ada.pencitraan atau representasi permukaan bumi yang berupa gambar dua dimensi hasil dari penginderaan ruang tiga dimensi.– biru muda : 200 – 1000 meter / kedalaman – biru : 1000 – 4000 meter / kedalaman – biru tua : 4000 – 6000 meter / kedalaman – biru tua berbintik merah : 6000 meter lebih / kedalaman Jenis Skala Pada Peta Pengertian atau definisi : Skala peta adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak sesungguhnya dengan satuan atau tehnik tertentu. Komponen-komponen peta Peta merupakan alat bantu dalam geografi. Pada awal abad ke 2 (87M-150M). SKALA PETA Skala peta merupakan komponen yang sangat penting dalam peta karna berfungsi menunjukan perbandingan antara jarak sebenarnya dan jarak pada peta. Namun. Sejarah peta dimulai ketika manusia melakukan penjelajahan dan penelitian. Ukuran huruf untuk judul disesuaikan dengan besarnya peta.Oleh karna itu. Contoh skala angka adalah 1:50. 1. MATA ANGIN (PETUNJUK ARAH) Mata angin harus dicantumkan dalam peta untuk mengetahui arah utara. Skala Satuan Misalnya seperti 1 inchi to 5 miles dengan arti 1 inch di peta adalah sama dengan 5 mil pada jarak sebenarnya.5 Peta adalah sebuah kajian yang dipelajari dalam studi geografi di jenjang pendidikan sekolah menengah. JUDUL PETA Peta harus diberi judul atau identitas yang mencerminkan isi peta. 3. Kartografi dan Geodesi. 2. Bila tertarik dengan studi peta yang lebih dalam bisa melanjutkan ke studi lebih lanjut di Sistem penginderaan jauh (GIS). Skala peta dapat mempermudah pengguna untuk mengetahui jarak sebenarnya anatar tempat. Sehingga karya peta dari Ptolomeus terbit dalam sebuah buku yang berjudul “Atlas Ptolomeus”.dalam pembuatanya hrus dilaengkapi dengan komponen2 tertentu.selatan.atau disebelah kanan atas peta dengan tidak mengganggu peta utama.barat.sebuah peta yang ideal harus dapat dibaca dan digunakan dengan mudah. Peta dalam studi geografi sederhana adalah gambaran. 2. walaupun dalam bentuk yang paling sederhana. 3. dalam bentuk sketsa mengenai lokasi suatu tempat. .tengah.artinya 1 cm pada peta sama dengan 50. Skala angka / skala pecahan Contohnya seperti 1 : 1000 yang berarti 1 cm di peta sama dengan 1000 cm jarak aslinya di dunia nyata.Claudius Ptolomeus menjelaskan teorinya tentang signifikansi peta.

Alat apa yang paling diandalkan dalam mengatasi masalah di film kartun tersebut? Yaitu Peta. Memasang peta di beberapa lokasi strategis dengan harapan memudahkan imajinasi saya akan suatu wilayah yang saya tempati. Berdasarkan isinya peta dibedakan menjadi peta umum dan peta khusus. Sedangkan berdasarkan tujuannya ada peta pendidikan (education map). simbol dan warna. Berdasarkan skalanya peta dibedakan menjadi peta kadaster/teknik. skala (scale). Dalam membaca peta orang harus memahami dengan baik semua simbol dan informasi yang ada pada peta. Entahlah apakah itu berguna atau tidak. Peta Umum terdiri dari : 1. Faktor-faktor yang dapat dibaca pada peta antara lain. saya biasanya menggunakan background peta di notebook saya secara berkala. Secara umum fungsi peta adalah untuk menunjukkan lokasi. Manfaat peta untuk memberikan gambaran suatu wilayah. garis lintang (paralel) serta garis bujur (meridien). peta navigasi (navigation map) dan sebagainya berdasarkan tujuan pembuatan peta itu. Peta harus mempunyai skala. Dalam tas ransel Dora.peta skala sedang dan peta skala kecil.dan ketinggian.Sedikit mengutip dari wikipedia. Yang membantu dan mengarahkan agar kita tak tersesat. Dan sejak era tekhnologi komunikasi berkembang pesat.inset peta. Skala. Jenis Peta Berdasarkan isinya peta dibagi menjadi 2 yaitu : 1.tanda arah/mata angin. arah. Peta Topografi Peta yang menggambarkan bentuk muka bumi lengkap dengan ketampakan unsur budaya seperti jalan. PETA Peta adalah gambaran dari permukaan bumi yang digambar pada bidang datar dengan skala tertentu.Serta orang lain yang melintas mungkin dengan terpaksa akan melihat peta yang terpajang. Peta Khusus (Tematik) Peta yang menggambarkan ketampakan khusus suatu daerah. kondisi fisik. bentuk. Membaca peta pada hakekatnya mempelajari medan/lapangan lewat simbol-simbol yang ada. lokasi. peta skala besar. alat perencana dan lainnya. dan tujuannya (purpose). peta informasi umum (general information map). saya kembalikan ke kebutuhan dan kesadaran subyektif. selalu terdapat Peta untuk menjelaskan akan kemana. Secara umum pengklasifikasian peta berdasarkan isi (content). garis tepi. Sehingga dalam buku agenda terbitan selalu terdapat peta untuk memudahkan navigasi kita. Signifikansi Peta Sebagai orang yang tertarik dengan peta. jarak dan sudut). ataupun akan saya kunjungi. ukuran (luas.legenda sebagai keterangan atas peta. Judul peta. sungai dan kota. peta ilmu pengetahuan (science map). Peta yang baik harus memenuhi unsur-unsurnya yaitu. Sehingga dengan peta memudahkan Dora. jarak. untuk segera membikin rencana perjalanan serta bagaimana menyusun solusi untuk mengatasi masalah di setiap perjalanan. Umumnya berskala besar . Sumber dan tahun pembuatan peta. tekhnologi peta juga berkembang dengan bantuan google earth serta GPS. seperti apa medan dan tantangan yang akan dilalui. Dengan ini sangat membantu kesadaran akan dimana dan posisi saya mengada. dengan tujuan untuk menentukan dan membandingkan jarak dari keadaan sesungguhnya. Peta Umum Peta yang memberikan ketampakan umum suatu daerah 2. Kalau kita mencermati film kartun anak-anak. kenampakan alam. karakter daerah. Proyeksi peta. Dora The explorer. sosial dan ekonomi.

Peta Korografi Peta menggambarkan ketampakan yang bersifat umum pada daerah yang luas. Tanda arah atau orientasi 5. Skala peta 3. Peta khusus terdiri dari : 1. Umumnya berskala sedang. Adapun komponen-komponen yang harus dipenuhi dalam suatu peta antara lain: 1. Peta pariwisata 2. Pada awal abad ke 2 (87 M – 150 M). – Peta Indonesia. Pengertian Peta Peta merupakan alat utama di dalam ilmu geografi. Simbol dan warna 6.2. Proyeksi peta Untuk lebih jelasnya mengenai arti dan manfaat dari komponen-komponen peta tersebut. Sumber dan tahun pembuatan peta 7. seorang dapat mengamati kenampakan permukaan bumi lebih luas dari batas pandang manusia. kabupaten. Melalui peta. Judul peta 2. Ilmu yang membahas mengenai peta adalah kartografi. Peta iklim A. Kalau Anda bertanya kapan peta mulai ada dan digunakan manusia? Jawabannya adalah peta mulai ada dan digunakan manusia. Dari judul peta Anda dapat segera mengetahui data daerah mana yang tergambar dalam peta tersebut. silahkan Anda pelajari uraian berikut ini: 1. Peta Geografi (Dunia) Peta umum berskala kecil sehingga ketampakan terlihat umum atau global. Judul Peta Pada peta yang pernah Anda lihat. Legenda atau keterangan 4. – Peta Tata Guna Tanah Propinsi Bali. Walaupun masih dalam bentuk yang sangat sederhana yaitu dalam bentuk sketsa mengenai lokasi suatu tempat. Komponen-komponen/Kelengkapan Peta Peta yang baik biasanya dilengkapi dengan komponen-komponen peta. Sedangkan orang ahli membuat peta disebut kartografer. Biasanya. agar peta mudah dibaca. di bagian manakah biasanya judul peta diletakkan? Judul peta memuat isi peta. sejak manusia melakukan penjelajahan dan penelitian. Menurut ICA (International Cartographic Association) Peta adalah suatu gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi. B. Contoh: – Peta Penyebaran Penduduk Pulau Jawa. Peta kependudukan 4. Claudius Ptolomaeus mengemukakan mengenai pentingnya peta. Pada umumnya. Contohnya peta daerah kecamatan. selain foto udara dan citra satelit. yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa. Kumpulan dari peta peta karya Claudius Ptolomaeus dibukukan dan diberi nama “Atlas Ptolomaeus”. ditafsirkan dan tidak membingungkan. kota. 3. peta digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil atau diskalakan. Judul peta merupakan komponen yang sangat penting. Peta tambang 3. sebelum membaca .

Legenda atau Keterangan Legenda pada peta menerangkan arti dari simbol-simbol yang terdapat pada peta. apabila ingin ditunjukkan hubungan kenampakan secara keseluruhan. Contoh Legenda : 1. Legenda biasanya diletakkan di pojok kiri bawah peta. silahkan perhatikan skema 1. Contoh: skala 1 : 500. Simbol Garis Simbol garis. Simbol Peta Pada peta. Selain itu legenda peta dapat juga diletakkan pada bagian lain peta.000 jarak yang sebenarnya. agar tujuan pembuatan peta itu mencapai sasaran. digunakan untuk menyajikan data geografis misalnya sungai. asalkan tidak mengganggu kenampakkan dari keseluruhan peta. dengan satuan ukuran yang sama. yaitu simbol dan warna. Sebelum dibahas mengenai simbol dan warna pada peta. Anda juga akan melihat simbol-simbol. SkalaPeta Skala adalah perbandingan jarak antara dua titik sembarang di peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Skala ini sangat erat kaitannya dengan data yang disajikan. dan sebagainya . apabila dipakai satuan cm maka artinya 1 cm jarak di peta sama dengan 500. batas wilayah. titik trianggulasi (titik ketinggian) tempat dari permukaan laut dan sebagainya. judul peta jangan sampai menimbulkan penafsiran ganda pada peta. jalan. seperti simbol kota. Simbol Point / Titik Simbol titik. misalnya skala 1 : 1000.000. misalnya 1 : 5000. Syarat-syarat tersebut adalah: – sederhana – mudah dimengerti – bersifat umum Macam-macam simbol peta: 1. maka digunakan skala besar. Tetapi judul peta dapat juga diletakkan di bagian lain dari peta. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian. pasti terlebih dahulu judul yang dibacanya. digunakan skala kecil. pertambangan. Judul peta biasanya diletakkan di bagian tengah atas peta. di bawah ini: Uraian berikut ini akan menjelaskan satu demi satu mengenai pengertian simbol dan warna tersebut a. 2. 1.memperhatikan isi peta.1. sehingga dapat menginformasikan hal-hal yang digambarkan dengan tepat. gunanya agar informasi yang disampaikan tidak membingungkan.000 cm (5 km) jarak sebenarnya di permukaan bumi 1. Simbol dan Warna Agar pembuatan peta dapat dilakukan dengan baik. Sebaliknya. Legenda itu harus dipahami oleh si pembaca peta. sepanjang tidak mengganggu kenampakan peta secara keseluruhan. digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional. Selain itu. Simbol-simbol dalam peta harus memenuhi syarat. Judul peta hendaknya memuat/mencerminkan informasi yang sesuai dengan isi peta. Bila ingin menyajikan data yang rinci.000 artinya 1 bagian di peta sama dengan 500.

3/8 bagian (37.000 ton padi). Jadi penggunaan warna adalah bebas. dapat disimpulkan wilayah (provinsi) yang produksi padinya terbanyak adalah Kalimantan Selatan dan paling sedikit adalah Kalimantan Timur. Contoh: simbol lingkaran (lihat gambar 1. luas lingkaran mencerminkan jumlah data. ada beberapa prinsip pokok yang harus diperhatikan. a. Simbol Batang Simbol batang.8. tetapi masih ada beberapa komponen lain yang belum disebutkan. sesuai dengan maksud atau tujuan si pembuat peta. C. Untuk dataran rendah (pantai) ketinggian 0 sampai 200 meter dari permukaan laut digunakan warna hijau. dan bukan data fiktif atau hasil rekaan. Cara Membuat dan Membaca Peta Anda sudah tahu apa itu peta. 1. padang pasir dan sebagainya 4. dapat disimpulkan bahwa 1/4 bagian (25%) tanah digunakan untuk lain-lain (selain pertanian. Contoh: Simbol batang (lihat gambar 1. Sumber memberi kepastian kepada pembaca peta. digunakan untuk menyatakan harga/dibandingkan harga lainnya/nilai lainnya. perhatikan sumbernya.5%) digunakan untuk pertanian. Simbol Lingkaran Simbol lingkaran.3. danau digunakan warna biru. komponen-komponen peta. Daerah pegunungan tinggi/dataran tinggi (2000 – 3000 meter) digunakan warna coklat tua. digunakan untuk menunjukkan kenampakan area misalnya rawa. digunakan untuk menyatakan alur dan gerak 5. hutan. 1. Pembaca peta dapat mengetahui bahwa peta itu masih cocok atau tidak untuk digunakan pada masa sekarang atau sudah kadaluarsa karena sudah terlalu lama. Hal ini akan menentukan sejauh mana si pembaca peta dapat mempercayai data/informasi tersebut. Sedangkan 3/8 bagian (37. Pada simbol lingkaran. Contoh : Untuk laut. Berdasarkan simbol lingkaran pada gambar 1. Sumber dan Tahun Pembuatan Peta Sumber dan Tahun Pembuatan Peta Bila Anda membaca peta. perhatikan juga tahun pembuatannya.9.) Berdasarkan simbol batang yang terdapat pada peta dan harga setiap ruasnya (1 ruas harganya 100. Selain sumber. Simbol Aliran Simbol aliran.5%) lagi digunakan untuk perkebunan dan kehutanan. Yang dimaksud pembuatan peta dalam modul ini bukan dalam pengertian pemetaan wilayah. Simbol Luasan Simbol luasan (Area). perkebunan dan hutan). Warna Simbol Tidak ada peraturan yang baku mengenai penggunaan warna dalam peta. Untuk temperatur (suhu) digunakan warna merah atau coklat. dan kebiasaan umum.9. Dari uraian materi tadi dapat disimpulkan bahwa semua yang ada pada peta dinamakan komponen-komponen kelengkapan peta. Langkah- langkah prinsip pokok dalam pembuatan peta adalah: . Selanjutnya Anda akan mempelajari bagaimana cara membuat dan membaca peta Membuat Peta Dalam pembuatan peta. bahwa data dan informasi yang disajikan dalam peta tersebut benar benar absah (dipercaya/akurat). digunakan untuk menyatakan kuantitas (jumlah) dalam bentuk persentase. Untuk curah hujan digunakan warna biru atau hijau.9) Keterangan gambar 1.

Ketinggian tempat. Alur-alur yang lurus. Gambar 1. Dengan membaca peta Anda akan dapat mengetahui: . Lokasi daerah.20. b. e. (Lihat gambar 1. Jarak atau luas suatu tempat di lapangan. menunjukkan bahwa daerah itu berelief kasar. Gambar 1. Nama kota ditulis dengan 4 cara yaitu: 1) di bawah simbol kota 2) di atas simbol kota 3) di sebelah kanan simbol kota 4) di sebelah kiri simbol kota 3. melalui letak garis lintang dan garis bujur. walaupun belum pernah melihat atau mengenal medan (muka bumi) yang bersangkutan secara langsung. d. Contoh: Sungai ditulis Ci (Jawa Barat). Arah. membuat simbol-simbol yang mewakili data. membuat legenda (keterangan). Nama sungai ditulis searah dengan aliran sungai dan menggunakan huruf miring.18) b. melengkapi peta dengan tulisan (lettering) secara baik dan benar. menunjukkan daerah itu kering (sulit air) tetapi di tempat-tempat tertentu terdapat sumber-sumber air. c. lembah/sungai. c. Isi peta dan tempat yang digambarkan. b. dan ditulis dengan huruf cetak kecil.19). melalui skala peta.a. Nama geografis ditulis dengan bahasa dan istilah yang digunakan penduduk setempat. Kenampakan alam ini dapat diketahui melalui simbol-simbol peta dan keterangan peta. e. melalui judul. misalnya relief. mencari dan mengklarifikasikan (menggolongkan) data sesuai dengan kebutuhan. b. Nama jalan di tulis harus searah dengan aras jalan tersebut. Kreung (Aceh). persebaran kota. menunjukkan bahwa daerah itu tinggi dan miring. jika alur sungai berbelok-belok (berbentuk meander). Contoh penulisan nama kota. menempatkan simbol pada peta dasar. f. (lihat gambar 1. Kenampakan alam. pegunungan/gunung. Air (Sumatera Utara). menunjukkan daerah itu relatif datar. Kalau Anda dapat membaca peta dengan baik dan benar. maka Anda akan memiliki gambaran mengenai keadaan wilayah yang ada dalam peta. dan g. melalui keterangan (legenda). jaringan lalu lintas. membuat peta dasar (base map) yaitu peta yang belum diberi simbol. Ada beberapa hal perlu ketahui dalam membaca peta antara lain: a. c. antara lain sebagai berikut: a. Pola (bentuk) pemukiman penduduk yang memusat dan melingkar. melalui petunjuk arah (orientasi). Anda harus memahami dengan baik semua simbol atau informasi yang ada pada peta. melalui garis kontur dan jarak antara garis kontur yang berdekatan. d. Tata Cara Penulisan pada Peta Untuk membuat tulisan (lettering) pada peta ada kesepakatan di antara para ahli (kartografer) yaitu sebagai berikut: a. h. Selanjutnya kita dapat menafsirkan peta yang kita baca. g.19. Contoh penulisan jalan. Membaca Peta Dalam membaca peta. Peta yang banyak gunung/pegunungan dan lembah/sungai. f. menentukan daerah yang akan Anda petakan. c. Kemiringan lereng. Sumber daya alam. melalui titik trianggulasi (ketinggian) atau melalui garis kontur.

baik kenampakan fisis (alam) maupun kenampakan sosial budaya. Berdasarkan isinya peta dapat digolongkan menjadi dua jenis. misalnya suatu daerah sulit dilalui kendaraan karena daerahnya berawa-rawa. 2. seperti informasi batas wilayah. Dalam chart ini yang penting adalah tempat-tempat yang akan disinggahi pesawat atau kapal. b.000. Atlas. gunung. Dengan mempelajari jenis peta Anda akan mengetahui peta itu bisa digunakan sangat beragam.a. a. jalan kereta api. Keadaan topografi (relief) suatu wilayah. Kenampakan sosial budaya misalnya jalan raya. yaitu: peta umum dan peta khusus (tematik). danau. atau laut sehingga mudah dalam menempatkan data. Misalnya: Peta Dunia. kecamatan. jalan. Data dalam pembuatan peta bisa dari mana saja sumbernya. sungai. Peta umum ini memuat semua kenampakan yang terdapat di suatu daerah. Keadaan alam suatu wilayah. bahwa peta terdiri dari dua jenis. chart dan sebagainya. Peta Topografi. Keadaan penduduk suatu wilayah. misalnya pengukuran langsung. pemukiman penduduk dan lainnya. Malang yang memuat berbagai informasi. Jarak lurus antar kota. laut. sungai. Kenampakan fisis misalnya sungai. PETA TEMATIK Anda masih ingat. yaitu peta umum dan peta tematik? Perbedaan kedua jenis peta tersebut terletak dari informasi yang ada di dalam peta. Misalnya: Kita akan membuat peta tematik yang menunjukkan informasi tentang penyebaran jumlah penduduk di berbagai kecamatan di Kabupaten Malang. misalnya kepadatan dan persebarannya. Peta chorografi Yaitu peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi dengan skala yang lebih kecil. antara lain batas wilayah. Peta Umum Peta umum adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum. seperti bentang alam dan bentang budaya secara detail. d. dengan arah dan jarak yang tepat. . dan sebagainya. danau dan lainnya. Chart adalah peta jalur penerbangan atau pelayaran. 2.000 sampai dengan 1 : 100. 1. Adanya peta dasar. b. Peta ini pada umumnya mempunyai skala besar antara 1 : 50. Kita juga harus memiliki peta dasar wilayah kabupaten. jalan. peta suhu udara. Peta topografi yaitu peta yang menggambarkan bentuk relief (tinggi- rendahnya) permukaan bumi. Cara Pembuatan Peta Tematik 1. yaitu sebagai berikut: Jenis Peta berdasarkan Isinya Berikut ini adalah penjelasan penggolongan peta berdasarkan isinya. Karena peta dasar memberikan informasi dasar tentang wilayah yang akan dipetakan. c. Meskipun begitu peta dapat digolongkan (diklasifikasikan) menjadi tiga jenis. sukar untuk menghitung jumlah peta yang sebenarnya. e. Syarat utama adalah ketersediaan data dan mengetahui lokasi data itu berada. misalnya mata pencaharian. Peta Khusus (tematik) Peta khusus atau peta tematik adalah peta yang menggambarkan tema atau fenomena geosfer tertentu yang ditonjolkan. peta curah hujan. Tema Peta peta tematik tercermin pada simbol-simbol yang digunakan misalnya kepadatan penduduk. Peta umum ada dua jenis yaitu: peta topografi dan chorografi. persebaran sarana kota dan persebaran permukiman. Untuk itu kita harus mempuyai data tentang jumlah penduduk tiap kecamatan di kabupaten Malang. Peta ini dilengkapi dengan kenampakkan yang lain. Keadaan sosial budaya penduduk.

Contoh Citra satelit. tegalan. sungai. Contoh Peta Pulau Sulawesi PETA KHUSUS Peta khusus atau peta tematik adalah peta yang menggambarkan satu atau beberapa aspek saja dari gejala di permukaan bumi Contohnya : PETA STASIONER Peta Stasioner adalah peta yang menggambarkan obyek yang tetap (tidak berubah). seperti kertas atau tripleks. kenampakan yang memiliki dua dimensi yaitu panjang dan lebar yang membentuk luasan. Menurut dimensinya jenis kenampakan yang ada dipermukaan bumi dapat dikelompokkan menjadi: a.penyadapan citra penginderaan jauh. foto udara . Peta Planimetri adalah peta yang dibuat pada bidang datar. berupa panjang. Contohnya : Peta jalur transportasi darat bentuk peta PETA PLANIMETRI Peta Planimetri sering di sebut juga peta dasar atau peta dua dimensi. c. tetapi hanya menjelaskan bahwa di tempat tertentu ada obyek. PETA DIGITAL Peta digital merupakan peta hasil pengolahan data digital yang tersimpan dalam komputer. Pengamatan peta dilakukan dengan melihat dari atas.Kenampakan permukaan bumi pada peta ini digambarkan dengan menggunakan simbol-simbol tertentu misalnya dataran rendah digambarkan dengan warna hijau. pegunungan dengan warna coklat dan perairan dengan warna biru PETA SETEREOMETRI Peta Stereometri sering disebut juga peta timbul atau peta tiga dimensi. Contohnya : PETA DINAMIK Peta dinamik adalah peta yang menggambarkan obyek yang relatif mudah berubah. ruas jalan. Kenampakan linier (garis) adalah kumpulan yang dianggap memiliki satu dimensi. Misalnya danau. PETA UMUM Adalah peta yang menggambarkan kenampakkan umum. Peta Peta Stereometri tinggi rendahnya bentuk permukaan bumi dapat kita lihat dengan jelas. garis pantai. jalan kereta api dan batas negara. baik secara kualitatif maupun statistik. mesjid. Simbol-simbol pada peta tematik Peta tematik dapat menggambarkan yang ada di permukaan bumi secara spesifik. Kenampakan luasan (Areal). penggunaan peta-peta yang sudah ada dan data statistik 3. sawah. industri dan pelabuhan udara. Peta ini dapat disimpan dalam disket atau CD Rom. misalnya mata air. adalah bentuk kenampakan yang tidak memiliki dimensi. b. Kenampakan posisional (kenampakan titik). Misalnya. Peta Stereometri dibuat berdasarkan bentuk bumi yang sesungguhnya.

Dalam bidang militer. baik fisik maupun sosial. Peta menurut International Cartografhic Association adalah: Gambaran unsur unsur permukaan bumi atau ang adakaitannya dengan permukaan bumi maupun benda benda angkasa.) Ilmu yang mempelajari peta adalah Kartografi Jenis jenis peta 1 Peta umum – peta dunia : peta yang menggambarkan bentuk dan letak wilayah setiap negara di dunia – peta korografi : Peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi yang bercorak umum dan berskala kecil. perubahan tata guna lahan pasca Tsunami di Aceh dan sebagainya. tingkat kemiskinan. Peta : Gambaran kenampakan muka bumi pada bidang datar dengan menggunakan skala. dll. Misalnya perencanaan pembangunan jalan. . Dalam bidang sosial budaya. Peta juga memberikan informasi tentang perubahan suatu gejala geografis dari waktu ke waktu. – peta topografi : Peta yang menggambarkan permukaan bumi dan reliefnya / ketinggian tempat. Misalnya wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia. penduduk. peta digunakan sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan. potensi kekayaan alam. lokasi pertambangan. misalnya perubahan luas hutan dari tahun 1980 – 2000. jalan. Di dalam peta terdapat informasi geografis. (dan banyak lagi pengertian tentang peta. pusat perdagangan. MENUNJUKKAN LOKASI SUATU WILAYAH Peta dapat digunakan untuk mengetahui lokasi suatu tempat.permanfaatan peta DASAR PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN Informasi geografis yang ada dalam peta dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan. peta digunakan untuk membantu menentukan lokasi persembunyian musuh sehingga memudahkan penyerangan. seperti iklim. perjalanan wisata dll. SEBAGAI SUMBER INFORMASI Peta merupakan sumber informasi yang penting. Materi yang akan dibahas kali ini adalah materi Geogragi yakni mengenai Peta . walaupun ada banyak pengertian peta namun pada intinya pengertiannya adalah sebagai berikut : Peta adalah suatu gambaran sebagian atau seluruh wilayah permukaan bumi dengan berbagai fenomena kenampakannya pada suatu bidang datar yang diperkecil menggunakan skala tertentu. sehingga dapat membantu untuk mencapai tempat yang dituju.

peta desa – Peta Skala besar : 1:250. Memperoleh data data yang dibutuhkan pengguna 5. Peta digital Komponen / unsur peta 1. Karena permukaan bumi fisis tidak teratur maka akan sulit untuk melakukan perhitungan-perhitungan langsung dari pengukuran. Mengetahui jarak 1 tempat ke tempat lain 2. skala verbal) 3. simbol titik. Peta relief 3.) Manfaat peta 1.000 – – Peta Skala kecil : 1:1000. skala angka.000 – Bentuk peta 1. Skala peta ( skala garis. Mengetahui arah suatu tempat 3. Judul peta 2. Untuk itu diperlukan pendekatan secara matematis (model) dari .000 – – Peta Skala menengah : 1:500. Peta datar 2.2 Peta Khusus – Peta Kadaster : peta yang berskala 1:5. Pengertian Proyeksi Peta Proyeksi Peta adalah prosedur matematis yang memungkinkan hasil pengukuran yang dilakukan di permukaan bumi fisis bisa digambarkan diatas bidang datar (peta). Dapat menjelaskan kondisi suatu lingkungan 4. warna. Kemungkinan usaha dilakukan di suatu tempat. wilayah. Tanda orientasi : – Inset – Garis astronomis (grid peta : garis lintang dan garis bujur) – Sumber pembuatan peta – Legenda ( simbol garis.000 -1:100 co.

Proyeksi ini dibedakan menjadi : Proyeksi azimuth normal. semakin mendekati kutub berubah semakin kecil .R Wilkinson. yang dinyatakan dengan skala 2. ketebalan simbul dan lain-lain. A. letak. dapat meliputi perujudan dari permukaan bumi atau benda angkasa maupun data yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda angkasa F. klasifikasi dan penyederhanaan A. wilayah dan nama yang dikemukakan dalam istilah : liputan. Pengertian Peta Erwin Raisz memberikan batasan peta sebagai gambaran konvensional• permukaan bumi yang diperkecil seperti kenampakannya bila dilihat dari atas dan diberi tulisan serta keterangan bagi kepentingan pengenalan International Cartographic Association (ICA) memberikan batasan peta• sebagai gambaran konvensional dan selektif yang diperkecil biasanya dibuat pada bidang datar.bumi fisis tersebut. Maka secara matematis proyeksi peta dilakukan dari permukaan ellipsoid putaran ke permukaan bidang datar. bentuk. luas (equivalent) jarak (equidistant)• Dalam system proyeksi dikenal berbagi macam proyeksi antara lain : 1. maka diperlukan system proyeksi. pola. Proyeksi Mollweid. Proyeksi Modifikasi a. Proyeksi Bonne menggambarkan wilayah Asia disekitar katulistiwa b. Proyeksi berdasarkan bidang proyeksi a. Proyeksi ini dibagi menjadi : Proyeksi kerucut normal• Proyeksi kerucut tranversal• Proyeksi kutub Oblique• 2. dan luas wilayah yang akan dipetakan• Ciri-ciri yang dipertahankan misalnya mempertahankan bentuk ( conform). ukuran.bidang proyeksinya tegak lurus dengan equator• Proyeksi azimuth obique. Ada beberapa hal yang harus di pertimbangkan dalam memilih proyeksi yang digunakan antara lain : Bentuk. ciri. Model matematis bumi yang digunakan adalah ellipsoid putaran dengan besaran-besaran tertentu. Proyeksi ini memiliki kelebihan dapat menggambarkan wilayah yang luas dan sesuai untuk menggambarkan wilayah katulistiwa atau lintang rendah. Tidak semua kenampakan permukaan bumi tergambarkan dalam peta sehingga perlu dilakukan generalisasi. Batasan tersebut di atas langsung menunjuk ke pada segi teknik penetapan simbul dan analisis keruangan aspek persebaran data dalam jenis dan besaran serta penamaan geografiknya ( toponimy ) Dari pengertian diatas dalam pembuatan peta perlu memperhatikan batasan-batasan sebagi berikut: 1. Proyeksi Peta Seperti yang kita ketahui bumi bulat sedangkan peta berbentuk datar sehingga untuk memindahkan kenampakan bumi pada bidang datar. Proyeksi zenithal (azimuthal) Bidang proyeksi berupa bidang datar yang menyinggung bola pada kutub atau equator. bidang proyeksinya menyinggung kutub dan equator• b. Proyeksi Silinder Proyeksi ini menggunakan Silinder sebagai bidang proyeksinya dan menyinggung bola Bumi. garis.bidabg proyeksinya bersinggungan dengan kutub• Proyeksi azimuth tranversal. Peta menggambarkan hubungan yang jelas secara sistematis antar obyek yang digambarkan dengan ukuran sebenarnya.J Mounkhous dan H. Peta ialah suatu perakitan terpadu• atau suatu sintesa dari empat kelompok infomasi yaitu titik.

Petunjuk orientasi 9. titik maupun luasan 5. proyeksi mempertahankan sudut-sudut di permukaan Bumi (bentuk) c. Proyeksi Tranversal. ada yang dinyatakan dengan pecahan ( skala numerik ). Nomor lembar peta 8 digit ( Mis: 1209-6229 ) Format 2’30” x 2’30” Kontur interval 5 meter b. Penerbit 8. proyeksi ini cocok untuk menggambarkan derah sekitar Amerika selatan. Judul Peta 2. Proyeksi Equivalent proyeksi untuk mempereahankan luas daerah b. merupakan informasi yang menampilkan isi peta 2. Inset. Skala Grafis 10. antara lain : a. sebagai acuan dalam perolehan data 6. Proyeksi Berdasrkan Sifat Asli Yang Dipertahankan a. Komposisi Peta Komposisi peta yang baik akan memberikan gambaran wujud dan letak yang sebenarnya serta tampilan yang menarik. digunakan untuk memperjelas posisi suatu wilayah yang ada dipeta 7. Daerah yang dicakup 5.000. Proyeksi Equdistant. Edisi 6. Skala Sebagai Kunci 1. Keterangan proyeksi peta 7. Skala. bertujuan untu menunjukkan arah 4.digunakan untuk menenali obyek. Judul Peta. Sumbu simetri membentuk sudut miring dengan sumbu Bumi c. Pembagian daerah administrasi 11. 2. Proyeksi Mercator. proyeksi untuk mempertahankan jarak 4. Sumber dan tahun pembuatan peta. Skala 1 : 25. Dapat berupa garis. Proyeksi Konform. Proyeksi Sinusoidal. Untuk Membandingkan Ukuran Setiap peta mencantumkan skala. terbit dengan berbagai skala.000 Nomor lembar peta 7 digit ( Mis : 1209-224 ) Format 7’30” x 7’30” . merupakan perbandingan antara ukuran di peta dengan ukuran yang sebenarnya 3. Skala angka 3. merupakan perbaikan kesalahan pada proyeksi Mollweide 3. Australia. Pencantuman skala dimaksudkan agar pembaca peta mengetahui perbandingan ukuran medan ( real world yang dipetakan ) dengan ukuran gambar ( peta ). Proyeksi Normal. komposisi peta antara lain: 1. ada yang dinyatakan dengan grafik dan ada pula yang dinyatakan dalam perbandingan inchi / mil ( skala verbal ). menyinggung equator C. melikiskan bumi diatas bidang silinder yang sumbunya berimpit dengan bola Bumi d. berisikan keterangan symbol yang terdapat pada peta D.c. Skala 1 : 10. Proyeksi Miring. Proyeksi Berdasarkan Kedudukan Sumbu a. Nomor lembar peta 4. Petunjuk arah.. Proyeksi Holomografik. Peta topografi yang dikeluarkan oleh BAKOSURTANAL yang dikenal dengan Peta Rupabumi Indonesia. Grid lintang dan grid bujur E. Menyatakan Detail Informasi Skala peta juga merupakan indikator detail data geospasial yang dipresentasikan oleh sebuah peta. Simbol. dan Afrika e. Komponen Peta 1. Legenda. Sumbu simetri berimpit dengan sumbu Bumi b. Petunjuk Pembacaan Koordinat 12.

menunjuk pada kenampakan topografik.Y) setiap obyek yang ditampilkan. Definisi I. dapat meliputi perujudan dari permukaan bumi atau benda angkasa maupun data yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda angkasa. Peta garis ialah peta yang menyajikan detail alam dan buatan manusia dalam bentuk titik. Mengapa Peta Geografi menelaah objek studinya dalam kaitannya dengan posisinya di ruang muka bumi. ciri. garis. Batasan tersebut di atas langsung menunjuk ke pada segi teknik penetapan simbul dan analisis keruangan aspek persebaran data dalam jenis dan besaran serta penamaan geografiknya ( toponimy ). Dari definisi Erwin Raisz. Obyek dapat berupa fenomena. Obyek yang digambarkan dapat berupa data topografik maupun tematik baik permukaan bumi maupun benda angkasa. sejauh skalanya memungkinkan. dan legenda. dan luasan. Peta juga memperlihatkan posisi relatif obyek yang satu terhadap obyek lainnya.B dan X. penghapusan / omittance dan exegerasi. nama. Obyek digambarkan bersifat selektif. yaitu melalui generalisasi kartografik yang dapat berupa pemilihan. wilayah dan nama yang dikemukakan dalam istilah : liputan. bentuk. 1. Peta foto ialah peta yang dihasilkan dari muzaik foto udara/ortofoto yang dilengkapi garis kontur. Selain itu aspek metrik obyek. ketebalan simbul dan lain-lain.Kontur interval 12. Ditinjau dari jenisnya Ditinjau dari jenisnya. b. Skala 1 : 50. c) Gambaran permukaan bumi seperti kalau dilihat dari atas. pola.R Wilkinson. ukuran dipresentasikan bersamaan aspek semantiknya. tersebut dapat kita maknai sebagai berikut : a) Data ( kenampakan permukaan bumi ) dipresentasikan dengan lambang yaitu symbol. F.000 Nomor lembar peta 6 digit ( Mis : 1209-43 ) Format 15’ x 15’Kontur interval 25 meter d.5 meter c. masalah.J Mounkhous dan H. detail informasi hipsografi yang dipersentasikan dengan symbol garis berupa kontur semakin rinci. Macam-macam Peta 1. potensi dan sintesis dari semuanya. Ditinjau dari skalanya Berdasarkan skalanya peta diklasifikasikan menjadi lima yaitu : • Peta kadaster berskala 1 : 100 s/d 1 : 5000 . Peta menunjukkan posisi absolut ( L. peta dibedakan menjadi dua. ukuran. yaitu peta foto dan peta garis. b) Presentasi dengan pengecilan yaitu menggunakan skala. berdasarkan skala yang ditetapkan dan tujuan pemetaan. Skala 1 : 100. Peta ialah suatu perakitan terpadu atau suatu sintesa dari empat kelompok infomasi yaitu titik. ESENSI PETA Definisi Erwin Raisz memberikan batasan peta sebagai gambaran konvensional permukaan bumi yang diperkecil seperti kenampakannya bila dilihat dari atas dan diberi tulisan serta keterangan bagi kepentingan pengenalan. yang diatur secara konvensional yaitu berdasarkan kesepakatan atau rujukan.000 Nomor lembar peta 5 digit ( Mis : 1209-1 ) Format 30’ x 30’Kontur interval 50 meter Ilustrasi ini memperlihatkan bahwa semakin besar skala peta.A memberikan kelengkapan berupa : a. d) Ditambah tulisan nama-nama geografi (toponimy) pada muka peta dan keterangan lain pada tepi peta.C. garis. International Cartographic Association (ICA)* memberikan batasan peta sebagai gambaran konvensional dan selektif yang diperkecil biasanya dibuat pada bidang datar. penyederhanaan. Bahkan unsur elevasi ( Z ) dapat diketahui dengan baik. seperti bentuk.

Peta geologi. Timur dan Barat. maka akan semakin banyak detil informasi yang dapat ditampilkan.000 • Peta skala kecil berskala 1 : 500. Legenda itu harus dipahami oleh si pembaca peta. d) Legenda atau keterangan Legenda pada peta menerangkan arti dari simbol-simbol yang terdapat pada peta. peta penggunaan lahan.• Peta skala besar berskala 1 : 5000 s/d 1 : 250. sepanjang tidak mengganggu kenampakan peta secara keseluruhan. Unsur-Unsur peta • Konstruksi peta • Penempatan nama nama unsure topografi di muka peta • Simbol simbol unsure topografi di peta • Generalisasi • Penyajian relief muka bumi • Graticule dan grid Marginal Information (Informasi tepi peta) a) Judul Peta • Judul peta merupakan komponen yang sangat penting. • Judul peta hendaknya memuat/mencerminkan informasi yang sesuai dengan isi peta. Petunjuk ini diletakkan di bagian mana saja dari peta. dengan satuan ukuran yang sama. asalkan tidak mengganggu kenampakkan dari keseluruhan peta. • Judul peta biasanya diletakkan di bagian tengah atas peta. Kegunaan inset adalah untuk menjelaskan salah satu bagian dari peta dan untuk . agar tujuan pembuatan peta itu mencapai sasaran. maka digunakan skala besar. dll. pasti terlebih dahulu judul yang dibacanya.000 s/d 1 : 500. Gunanya untuk menunjukkan arah Utara. Ditinjau dari informasinya • Peta umum/PetaIkhtisar adalah peta yang menggambarkan segala Sesutu yang ada di permukaan bumi. Biasanya. c) Tanda Arah atau Tanda Orientasi Tanda arah atau tanda orientasi penting artinya pada suatu peta. Tanda arah pada peta biasanya berbentuk tanda panah yang menunjuk ke arah Utara. Selain itu legenda peta dapat juga diletakkan pada bagian lain peta. Contoh: – Peta Persebaran Penduduk Pulau Jawa Tahun 2009 – Peta Tata Guna Tanah Propinsi Bali Tahun 2005 b) Skala Peta Skala adalah perbandingan jarak antara dua titik sembarang di peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Tetapi judul peta dapat juga diletakkan di bagian lain dari peta. Skala ini sangat erat kaitannya dengan data yang disajikan. judul peta jangan sampai menimbulkan penafsiran ganda pada peta.000 • Peta skala geografi berskala lebih dari 1 : 1. e) Inset peta Inset peta menunjukan lokasi daerah yang dipetakan terhadap daerah di sekitarnya yang lebih luas. Legenda biasanya diletakkan di pojok kiri bawah peta.000.000.000 • Peta skala sedang berskala 1 : 250. asalkan tidak mengganggu kenampakan peta. Contohnya : Peta kepadatan penduduk. Selain itu. Bila ingin menyajikan data yang rinci. misalnya 1 : 5000. • Peta Khusus/Peta Tematik adalah peta yang menggambarkan kenampakan-kenampakan tertentu di permukaan bumi. Semakin besar skala suatu peta. Tanda orientasi perlu dicantumkan pada peta untuk menghindari kekeliruan. sebelum membaca memperhatikan isi peta.000 s/d 1 : 1.000 1. Selatan.

Pada system proyeksi UTM didefinisika posisi horizontal dua dimensi (x. dan conform yang memotong bumi pada dua meridian standart. Setiap zone dibatasi oleh dua meridian sebesar 6° dan memiliki meridian tengah sendiri. Sebagai contoh. Proyeksi peta adalah teknik-teknik yang digunakan untuk menggambarkan sebagian atau keseluruhan permukaan tiga dimensi yang secara kasaran berbentuk bola ke permukaan datar dua dimensi dengan distorsi sesedikit mungkin.menjukan lokasi yang penting tetapi kurang jelas dalam peta. Setiap bagian derajat memiliki lebar 8 yang pembagiannya dimulai dari 80° LS kearah utara. Bagian derajat dari bawah (LS) dinotasikan dimulai dari C. Oleh karena permukaan bumi ini tidak rata alias melengkung-lengkung tidak beraturan. zone 1 dimulai dari 180° BB hingga 174° BB.356. Jadi pemetaan dapat diartikan sebagai kegiatan penggambaran permukaan bumi yang di proyeksikan ke dalam bidang datar dengan skala tertentu. negara atau benua yang memperlihatkan kharakteristik utamanya bila di lihat dari atas [Collin English Dictionary. 2003]. terus kearah timur hingga zone 60 yang dimulai dari 174° BT sampai 180° BT.y) menggunakan proyeksi silinder. • Sumber Peta • Pembuat Peta Gambar Peta Satuan Lahan SISTEM KOORDINAT DAN PROYEKSI PETA Peta merupakan gambaran suatu tempat seperti kota.372.797 km Equatorial radius: 6. Karena bumi tidak uniform.003 352 9 Mean radius: 6. maka digunakan istilah geoid untuk menyatakan bentuk bumi yang menyerupai ellipsoid tetapi dengan bentuk muka yang sangat tidak beraturan. yang berfungsi membatasi peta dengan komponen- komponennya di dalam bingkai (garis tepi peta) serta membantu daerah yang dipetakan tepat pada posisi di tengah-tengah.752 km Aspect Ratio: 0. berikut ukuran bumi dalam angka : Ellipticity: 0.E.996 647 1 radius equatornya lebih panjang dari pada radius kutub Sistem UTM (Universal Transvers Mercator ) dengan system koordinat WGS 84 sering digunakan pada pemetaan wilayah Indonesia. Batas lintang dalam system koordinat ini adalah 80° LS hingga 84° LU. f) Koordinat (Grid & Graticule) Posisi absolut berdasarkan lintang dan bujur g) Garis tepi Garis tepi biasanya dibuat rangkap. Dalam proyeksi peta diupayakan sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di muka bumi dan di peta.378. UTM menggunakan silinder yang membungkus ellipsoid dengan kedudukan sumbu silindernya tegak lurus sumbu tegak ellipsoid (sumbu perputaran bumi) sehingga garis singgung ellipsoid dan silinder merupakan garis yang berhimpit dengan garis bujur pada ellipsoid. Bentuk bumi bukanlah bola tetapi lebih menyerupai ellips 3 dimensi atau ellipsoid. .137 km Polar radius: 6. Istilah ini sinonim dengan istilah spheroid yang digunakan untuk menyatakan bentuk bumi. zone 2 di mulai dari 174° BB hingga 168° BB. transversal. Seluruh permukaan bumi dibagi atas 60 bagian yang disebut dengan UTM zone. maka diperlukan pengkonversian dari bidang lengkung bumi sebenarnya ke bidang datar agar tidak terjadi distorsi permukaan bumi. Proyeksi diartikan sebagai metoda/cara dalam usaha mendapatkan bentuk ubahan dari dimensi tertentu menjadi bentuk dimensi yang sistematik.F. akan tetapi peta membutuhkan suatu gambaran dalam bidang datar.D.

sehingga sudut-sudut pada peta dipertahankan sama dengan sudut-sudut di muka bumi.hingga X (huruf I dan O tidak digunakan). Menurut bidang proyeksi yang digunakan. • Proyeksi kerucut: Bidang proyeksi bidang selimut kerucut. Peta UTM Dunia Pembagian Sistem Proyeksi Peta Secara garis besar sistem proyeksi peta bisa dikelompokkan berdasarkan pertimbangan ekstrinsik dan intrinsik. dan seterusnya. Jadi bagian derajat 80° LS hingga 72° LS diberi notasi C. 64° LS hingga 56° LS diberi notasi E. • Proyeksi Semi Geometris: Sebagian peta diperoleh dengan cara proyeksi dan sebagian lainnya diperoleh dengan cara matematis. jenis proyeksi peta adalah: • Proyeksi Azimuthal Bidang proyeksi yang digunakan adalah bidang datar. Cara penurunan peta: • Proyeksi Geometris: Proyeksi perspektif atau proyeksi sentral. • Proyeksi Traversal: Sumbu simetri bidang proyeksi ^ terhadap sumbu bola bumi. Sumbu simetri dari proyeksi ini adalah garis yang melalui pusat bumi dan tegak lurus terhadap bidang proyeksi • Proyeksi Kerucut (Conic) Bidang proyeksi yang digunakan adalah kerucut. Bidang proyeksi merupakan bidang yang dapat didatarkan. • Proyeksi “Polysuperficial”: Banyak bidang proyeksi Posisi sumbu simetri bidang proyeksi terhadap sumbu bumi: • Proyeksi Normal: Sumbu simetri bidang proyeksi berimpit dengan sumbu bola bumi. Gambar : jenis bidang proyeksi dan kedudukannya terhadap bidang datum Klasifikasi dan Pemilihan Proyeksi Peta Proyeksi Peta dapat diklasifikan menurut bidang proyeksi yang digunakan. Persinggungan bidang proyeksi dengan bola bumi: • Proyeksi Tangen: Bidang proyeksi bersinggungan dengan bola bumi. • Proyeksi Secant: Bidang Proyeksi berpotongan dengan bola bumi. • Proyeksi silinder: Bidang proyeksi bidang selimut silinder. • Proyeksi Konform: Bentuk daerah dipertahankan. dan ketentuan geometrik yang dipenuhi. kedudukan bidang proyeksi terhadap bumi. Pertimbangan Intrinsik: Sifat asli yang dipertahankan: • Proyeksi Ekuivalen: Luas daerah dipertahankan: luas pada peta setelah disesuikan dengan skala peta = luas di asli pada muka bumi. Menurut bidang proyeksi yang digunakan Bidang proyeksi adalah bidang yang digunakan untuk memproyeksikan gambaran permukaan bumi. • Proyeksi Ekuidistan: Jarak antar titik di peta setelah disesuaikan dengan skala peta sama dengan jarak asli di muka bumi. Pertimbangan Ekstrinsik: Bidang proyeksi yang digunakan: • Proyeksi azimutal / zenital: Bidang proyeksi bidang datar. Sumbu simetri dari proyeksi ini adalah . • Proyeksi Matematis: Semuanya diperoleh dengan hitungan matematis. posisi sumbu simetri bidang proyeksi. • Proyeksi Miring: Sumbu simetri bidang proyeksi miring terhadap sumbu bola bumi. 72° LS hingga 64° LS diberi notasi D.

Digit pertama yang menggunakan angka romawi menunjukan letak garis sedangkan digit kedua yang menggunakan angka arab menunjukangaris meridian standarnya (λ 0). Proyeksi Ekuivalen Luas permukaan yang digambarkan di atas peta sama dengan luas sebenarnya di permukaan bumi (dengan memperhatikan faktor skala peta) Proyeksi Peta yang umum dipakai di Indonesia Proyeksi Polyeder Proyeksi Polyeder adalah proyeksi kerucut normal konform.Sistem Koordinat 1 Dimensi : satu sumbu koordinat 2.sumbu dari kerucut yang melalui pusat bumi. Menurut posisi sumbu simetri bidang proyeksi yang digunakan Menurut posisi sumbu simetri bidang proyeksi yang digunakan. Sistem koordinat merupakan suatu parameter yang menunjukkan bagaimana suatu objek diletakkan dalam koordinat. Ada tiga system koordinat yang digunakan pada pemetaan yakni : 1. sehingga dengan memperhatikan factor skala peta bentuk yang digambarkan di atas peta akan sesuai dengan bentuk yang sebenarnya di permukaan bumi. Diantara kedua paralel tersebut terdapat garis paralel rata-rata yang disebut sebagai paralel standar dan garis meridian rata-rata yang disebut meridian standar.Sistem Koordinat 3 Dimensi.Sistem Koordinat 2 Dimensi. Titik potong antara garis paralel standar dan garis meridian standar disebut sebagi ‘titik . setiap bagian derajat dibatasai oleh dua garis paralel dan dua garis meridian yang masing-masing berjarak 20′. Setiap bagian derajat proyeksi Polyeder diberi nomor dengan dua digit angka. kita akan melihat garis-garis membujur (menurun) dan melintang (mendatar) yang akan membantu kita untuk menentukan posisi suatu tempat di muka bumi. 3. Untuk wilayah Indonesia penomoran bagian derajatnya adalah : Paralel standar : dimulai dari I (ϕ 0 = 6°50′ LU) sampai LI (ϕ 0 =10°50′ LU) Meridian standar : dimulai dari 1 (λ 0 =11°50′ BT) sampai 96 (λ 0 =19°50′ BT) Proyeksi Polyeder beracuan pada Ellipsoida Bessel 1841 dan meridian nol Jakarta (λ Jakarta =106°48′ 27′′.79 BT) SISTEM KOORDINAT Jika membicarakan proyeksi kita sering membicarakan Sistem Koordinat.Garis-garis koordinat tersebut memiliki ukuran (dalam bentuk angka) yang dibuat berdasarkan kesepakatan. • Proyeksi Silinder (Cylindrical) Bidang proyeksi yang digunakan adalah silinder. Sumbu simetri dari proyeksi ini adalah sumbu dari silinder yang melalui pusat bumi. Kalau kita memperhatikan sebuah peta. Pada proyeksi ini. jenis proyeksi peta adalah: • Proyeksi Normal (Polar): Sumbu simetri bidang proyeksi berimpit dengan sumbu bumi • Proyeksi Miring (Oblique): Sumbu simetri bidang proyeksi membentuk sudut terhadap sumbu bumi • Proyeksi Transversal (Equatorial): Sumbu simetri bidang proyeksi tegak lurus terhadap sumbu bumi Proyeksi Konform Besar sudut atau arah suatu garis yang digambarkan di atas peta sama dengan besar sudut atau arah sebenarnya di permukaan bumi. Perpotongan antara garis bujur dan garis lintang yang disebut .

yaitu : 1. Dengan sistem koordinat pula. Sistem koordinat bujur-lintang tidak cocok digunakan di tempat-rempat yang berdekatan dengan kutub sebab garis bujur akan menjadi terlalu pendek. symbol atau angka dari sebuah variabel yang diukur. Dalam statistik. kinerja ataupun sikap. kedua sistem koordinat tersebut cocok digunakan di Indonesia. Sistem Koordinat merupakan kesepakatan tata cara menentukan posisi suatu tempat di muka bumi ini. • Transformasi koordinat dari zona ke zona dapat dikerjakan dengan rumus yang sama untuk setiap zona di seluruh dunia. Jenis data pada gilirannya akan menentukan jenis uji statistik yang digunakan. Kelebihan dan Kekurangan Sistem Koordinat UTM Berikut ini adalah beberapa kelebihan koordinat UTM : • Proyeksinya (sistem sumbu) untuk setiap zona sama dengan lebar bujur 6 . Garis mendatar (horizontal) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. menuju ke timur dan berakhir di tempat berawalnya zona 1. Skala Pengukuran Data Skala Pengukuran Untuk memilih uji statistik yang akan digunakan dalam menganalisa data maka tipe data memegang peranan yang penting. yaitu system koordinat BUJUR. Kabupaten Jember terletak di zona 49M. Sebagai contoh kabupaten Garut terletak pada zona 47M dan 48M.masing di permukaan bumi. Garis dari atas ke bawah (vertikal) yang menghubungkan kutub utara dengan kutub selatan bumi. 2. data merupakan karakteristik. Tidak semua sistem koordinat cocok untuk dipakai di semua wilayah. terdiri dari dua komponen yang menentukan. Pembagian Zona Dalam Koordinat UTM Seluruh wilayah yang ada di permukaan bumi dibagi menjadi 60 zona bujur. disebut juga garis lintang (Latitude). antara… -40 cm/ 1000m sampai dengan 70 cm/ 1000m. masyarakat menjadi saling memehami posisi masing. Saat ini terdapat dua sistem koordinat yang biasa digunakan di Indonesia. Zona lintang dimulai dari 80 LS – 72 LS diberi nama zona C dan berakhir pada zona X yang terletak pada koordinat 72 LU – 84 LU. Huruf (I) dan (O) tidak dipergunakan dalam penamaan zona lintang. • Penyimpangannya cukup kecil.LINTANG dan sistem koordinat UTM (Universal Transverse Mercator). Masing-masing zona bujur memiliki lebar 6 (derajat) atau sekitar 667 kilometer. disebut juga garis bujur (Longitude). • Setiap zona berukuran 6 bujur X 8 lintang (kecuali pada lintang 72 LU-84 LU memiliki ukuran 6 bujur X 12 lintang). Garis lintang UTM dibagi menjadi 20 zona lintang dengan panjang masing-masing zona adalah 8 (derajat) atau sekitar 890 km. Sistem koordinat bujur-lintang (atau dalam bahasa Inggris disebut Latitude-Longitude). Sistem Koordinat UTM (Universal Transverse Mercator) Koordinat Universal Transverse Mercator atau biasa disebut dengan UTM. Pengukuran hanya dilakukan terhadap variabel yang dapat didefinisikan seperti minat. Zona 1 dimulai dari lautan teduh (pertemuan antara garis 180 Bujur Barat dan 180 Bujur Timur). Tetapi. Dengan adanya sistem koordinat. Agar hasil penelitian tidak memberikan . memang tidak terlalu dikenal di Indonesia karena lebih sering menggunakan koordinat bujur-lintang.dengan koordinat peta. pemetaan suatu wilayah menjadi lebih mudah. Dengan demikian penamaan setiap zona UTM adalah koordinasi antara kode angka (garis bujur) dan kode huruf (garis lintang).

yaitu berupa adanya interval yang tetap. Apabila kita menggunakan skala pengukuran nominal. netral. Angka-angka ini hanya merupakan simbol peringkat. Data hasil pengukuran diperoleh dari tes. Interval Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain. Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karaktersitik antara satu individu atau obyek dengan lainnya. Dalam mengidentifikasi hal-hal di atas digunakan angka-angka sebagai symbol. maka di antara kedua bilangan tersebut tidak ada bilangan-bilangan lain. jumlah rumah di suatu kampung.interpretasi yang berbeda maka definisi operasional terhadap variabel yang diteliti perlu dijelaskan terlebih dahulu. karena angka-angka tersebut hanya menunjukkan keberadaan atau ketidakadanya karaktersitik tertentu. individual atau kelompok. Untuk melakukan analisa. setuju dan sangat setuju dapat diberi symbol angka 1. Misalnya juka bilangan 2 dan 3 menunjukan jumlah anak anak di keluarga A dan keluarga B. Angka- angka yang digunakan dapat dipergunakan dapat dilakukan operasi aritmatika. Contoh: Jawaban pertanyaan berupa dua pilihan “ya” dan “tidak” yang bersifat kategorikal dapat diberi symbol angka-angka sebagai berikut: jawaban “ya” diberi angka 1 dan tidak diberi angka 2. Tingkat pengukuran ini mempunyai informasi skala nominal ditambah dengan sarana peringkat relatif tertentu yang memberikan informasi apakah suatu obyek memiliki karakteristik yang lebih atau kurang tetapi bukan berapa banyak kekurangan dan kelebihannya. yang termasuk data kontinum ini adalah interval dan rasio. Sebagai contoh kita mengklaisfikasi variable jenis kelamin menjadi sebagai berikut: laki-laki kita beri simbol angka 1 dan wanita angka 2.4 dan 5. agama. Hasil analisa dipresentasikan dalam bentuk persentase. Contoh: Jawaban pertanyaan menyangkut frekuensi dalam pertanyaan. Dengan kata lain. Tidak pernah kita mengatakan bahwa jumlah anak di suatu keluarga adalah 2. ordinal. sebagai contoh mengklasifikasi jenis kelamin.4 atau 2. Nominal Skala pengukuran nominal digunakan untuk menklasifikasi obyek. 2. Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka. Ordinal Skala pengukuran ordinal memberikan informasi tentang jumlah relatif karakteristik berbeda yang dimiliki oleh obyek atau individu tertentu. dan area geografis. dalam statistik terdapat 4 skala pengukuran yaitu nominal. Contoh: Jawaban pertanyaan berupa peringkat misalnya: sangat tidak setuju. Data didapatkan dari perhitungan dan pengukuran. tidak setuju. maka statistik non-parametrik digunakan untuk menganalisa datanya. Pengukuran adalah penggunaan aturan untuk menetapkan bilangan pada obyek atau peristiwa.3. misalnya dijumlahkan atau dikalikan. interval dan rasio.Secara lebih rinci. Aturan penggunaan notasi bilangan dalam pengukuran disebut skala atau tingkat pengukuran (scales of measurement). skala pengukuran ini menggunakan statistik parametric. pekerjaan.9. pengukuran memberikan nilai-nilai variabel dengan notasi bilangan. misalnya: Berapa kali . tidak mengekspresikan jumlah. panjang ataupun skala psikologis yang lain. • Data kontinu : yaitu data yang didapat dari hasil pengukuran. Data dalam statistik secara umum dapat digolongkan menjadi 2 macam yaitu: • Data diskrit : yaitu data data yang tidak dikonsepsikan adanya nulai-nilai di antara data (bilangan) lain yang terdekat contoh banyaknya jumlah anak di suatu keluarga. kuesioner ataupun alat ukur lain yang sudah terstandar misalnya timbangan. Kita tidak dapat melakukan operasi arimatika dengan angka- angka tersebut.

Kumpulan dari beberapa peta disebut atlas. Reliabilitas Reliabilitas menunjuk pada adanya konsistensi dan stabilitas nilai hasil skala pengukuran tertentu. Menurut Soetarjo Soerjosumarmo. satelit. Misalnya skala nominal yang bersifat non-parametrik digunakan untuk mengukur variabel nominal bukan untuk mengukur variabel interval yang bersifat parametrik. Menurut ICA(International Cartographic Association). 3 kali. peta merupakan gambaran konvesional permukaan bumi yang terpencil Dn kenampakannya terlihat dari atas dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelasnya. yang dimaksud peta adalah gambaran unsure-unsur permukaan bumi (yang berkaitan dengan permukaan bumi ) dan benda-benda diangkasa. Kartografi adalah ilmu dan teknik pembuatan peta (Prihandito. Dua aspek pokok dalam validitas konstruk ialah secara alamiah bersifat teoritis dan statistik. dan angkasa. Reliabilitas berkonsentrasi pada masalah akurasi pengukuran dan hasilnya. Suatu domain konsep tertentu tidak dapat begitu saja dihitung semua dimensinya karena domain tersebut kadang mempunyai atribut yang banyak atau bersifat multidimensional. termasuk peta dan gambar rencana dalam 2 dan 3 dimensi. atlas. dan sebagainya Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. pelayaran. Bahan Kartografi adalah semua bahan yang secara keseluruhan atau sebagian menggambarkan bumi atau benda angkasa dalam semua skala. gambar udara selayang pandang. # Validitas Kosntruk (Construct Validity) Validitas konstruk berkaitan dengan tingkatan dimana skala mencerminkan dan berperan sebagai konsep yang sedang diukur. ordinal dan interval dengan kelebihan skala ini mempunyai nilai 0 (nol) empiris absolut. Maka angka-angka 1. Ada 3 (tiga) tipe validitas pengukuran yang harus diketahui. Maka berat Sari dibanding dengan berat Maya sama dengan 1 dibanding 2. yang menentukan seberapa besar objek pada peta dalam keadaan yang sebenarnya. bola peta bumi. foto udara. Ratio Skala pengukuran ratio mempunyai semua karakteristik yang dipunyai oleh skala nominal. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. . diagram balok. Gambaran konvesional dalah gambaran yang sudah umium dan sudah diatur dengan aturan tertentu yang diakui umum.3.Anda melakukan kunjungan ke Jakarta dalam satu bulan? Jawaban: 1 kali. dan foto ruang angkasa. yaitu: # Validitas Isi (Content Validity) Validitas isi menyangkut tingkatan dimana item-item skala yang mencerminkan domain konsep yang sedang diteliti. dan 5 merupakan angka sebenarnya dengan menggunakan interval 2. 1989). Nilai absoult nol tersebut terjadi pada saat ketidakhadirannya suatu karakteristik yang sedang diukur. dan 5 kali. Banyak peta mempunyai skala. Validitas Suatu skala pengukuran dikatakan valid apabila skala tersebut digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. peta adalah lukisan dengan tinta dari seluruh atau sebagian permukaan bumi yang diperkecil denagn perbandingan ukuran yang disebut skala atau kadar.Proses kartografi adalah proses grafis sampai sebuah gambar manjadi peta yang terlihat informatif (map composition). Pengukuran ratio biasanya dalam bentuk perbandingan antara satu individu atau obyek tertentu dengan lainnya. peta penerbangan. Contoh: Berat Sari 35 Kg sedang berat Maya 70 Kg. # Validitas Kriteria (Criterion Validity) Validitas kriteria menyangkut masalah tingkatan dimana skala yang sedang digunakan mampu memprediksi suatu variable yang dirancang sebagai kriteria. belahan. Menurut Erwin Raiz.

2. 4. Tata warna. Proyeksi. maka tampilan peta hendaknya sedap dipandang (menarik.penyebaran jenis tanah (peta tanah atau soil map). Luasan. Peta harus memberikan gambaran yang sebenarnya. rapih dan bersih). 3. Syarat peta yang baik mestinya : 1. Keterangan atau legenda. Sebuah peta harus teliti. . 4. Jenis penggunaan tanah sekala 1:50. Jenis peta : Peta Penggunaan Tanah 2. Sehubungan dengan itu. diharapkan si penerima ide dapat dengan cepat dan mudah memahami atau memperoleh gambaran dari yang disajikan itu melalui matanya. danau dan sebagainya. Titik. 3. Melalui alat peraga itu. serta kesanggupan sekala peta itu dalam menyatakan ketelitian. 2. 3. Bagian dunia mana. 2. Supaya mudah dimengerti atau ditangkap maknanya.000 tentunya harus lebih teliti atau rinci dari jenis penggunaan tanah sekala 1:250. Dengan cara menyajikannya kedalam bentuk peta. digunakan : 1. Usaha memenuhi persyaratan peta Supaya peta tidak membingungkan. 2. misalnya bentuk-bentuk penggunaan tanah. penyebaran curah hujan (peta hujan) dan sebagainya yang menyangkut kedudukannya dalam ruang. Ide tentang gambaran tinggi rendah permukaan bumi suatu daerah melahirkan peta topogafi. 3. Judul peta (apa isinya). penyebaran batuan (peta geologi). misalnya sungai dan jalan. tugu dan sebagainya. ide gambaran penyebaran penduduk (peta penduduk).000 misalnya. Peta harus dengan mudah dapat dimengerti atau ditangkap maknanya oleh si pemakai peta. seorang penyusun peta ingin menyampaikan idenya kepada orang lain. Yang harus teliti : Jenis-jenis penggunaan tanah apa yang dapat digambarkan dengan sekala peta tersebut. Karena peta itu dinilai melalui penglihatan (oleh mata). Peta adalah alat peraga. tetapi pada dasarnya hakekat peta adalah 1. Ini berarti peta itu harus cukup teliti sesuai dengan tujuannya. 4. Peta tidak boleh membingungkan 2. Sekala peta : 1:50. Ide yang dimaksud adalah hal-hal yang berhubungan dengan kedudukannya dalam ruang. 3. tidaklah sulit untuk kemudian menelaah apa yang sebenarnya diperlukan sebagai syarat dari peta yang baik. Garis. Tujuan peta : Memperlihatkan bentuk-bentuk pemanfaatan atau pengusahaan tanah oleh manusia. perlu diingatkan bahwa tingkat ketelitian harus disesuaikan dengan tujuan peta dan jenis peta. Sebagai contoh : 1. peta dilengkapi dengan : 1.000 4. Penyusunan Peta Data Geografis Untuk menyampaikan ide melaui peta dari berbagai hal kedudukannya dalam ruang muka bumi diamana objek (objek geografis) yang akan disampaikan tersebut tentunya amatlah rumit.Banyak sekali definisi tentang peta. Simbol (terutama pada peta tematik). Sekala peta. Penyederhanan objek geografis dalam peta terdiri dari : 1. bentuk titik ini misalnya sebuah menara. Syarat peta Setelah memahami benar-benar hakekat dari peta. 3.

Untuk Daerah yang lebar ke samping tidak jauh dari Khatulistiwa – Pilih satu dari jenis proyeksi kerucut. hasil pertanian) pakai Mollweide Arus laut. tetapi proyeksi yang dipergunakan untuk menggambarkan peta yang kita jumpai sehari-hari tidak ada yang menggunakan proyeksi murni di atas. Bentuk yang diubah itu harus tetap. dengan persyaratan sebagai berikut . Daerah Kutub Proyeksi Lambert – Proyeksi Zenithal sama jarak 3.3 merupakan proyeksi murni. hanya Mercator 2. melainkan merupakan proyeksi atau rangka peta yang diperoleh melaui perhitungan (proyeksi gubahan). Seluruh Dunia Dalam dua belahan bumi dipakai Proyeksi Zenithal kutub Peta-peta statistik (penyebaran penduduk. Proyeksi berdasarkan bidang asal Bidang datar (zenithal) Kerucut (conical) Silinder/Tabung (cylindrical) Gubahan (arbitrarry) Jenis proyeksi no. 2. Luas permukaan yang diubah harus tetap. Daerah Belahan Bumi Selatan Sinusoidal Lambert Bonne 4.Proyeksi Peta Pada prinsipnya arti proyeksi peta adalah usaha mengubah bentuk bola (bidang lengkung) ke bentuk bidang datar. Oleh karena itu. Jarak antara satu titik dengan titik yang lain di atas permukaan yang diubah harus tetap. Yang bisa dilakukan hanyalah satu saja dari syarat di atas untuk sebagian kecil permukaan bumi. Dalam kesempatan ini tidak akan dijelaskan bagaimana perhitungan proyeksi tersebut di atas. 1. juga merupakan hal yang tidak mungkin. untuk dapat membuat rangka peta yang meliputi wilayah yang lebih besar harus dilakukan kompromi ketiga syarat di atas. Contoh proyeksi gubahan : Proyeksi Bonne sama luas Proyeksi Sinusoidal Proyeksi Lambert – Proyeksi Mercator – Proyeksi Mollweide Proyeksi Gall Proyeksi Polyeder Proyeksi Homolografik Kapan masing-masing proyeksi itu dipakai ? 1. 3. akan tetapi cukup jenis proyeksi apa yang biasa digunakan dalam menyediakan kerangka peta di seluruh dunia. Akibat dari kompromi itu maka lahir bermacam jenis proyeksi peta. . iklim pakai Mollweide atau Gall Navigasi dengan arah kompas tetap. Untuk memenuhi satu syarat saja dari tiga syarat di atas untuk seluruh bola dunia.1 sampai no. Untuk memenuhi ketiga syarat itu sekaligus suatu hal yang tidak mungkin.

• Tujuan dari penggunaan peta isopleth (menunjukan angka kuantitas sama) yaitu untuk memperlihatkan perbandingan nilai dari sesuatu hal pada daerah yang satu dengan daerah yang lain. Simbol Untuk menyatakan sesuatu hal ke dalam peta tentunya tidak bisa digambarkan seperti bentuk benda itu yang sebenarnya. Misalnya laut warna biru. Simbol garis digunakan untuk menunjukan tanda seperti jalan. Dengan demikian timbul istilah-istilah : Isohyet yaitu garis dengan jumlah curah hujan sama• Isobar yaitu garis dengan tekanan udara sama• Isogon yaitu garis dengan deklinasi magnet yang sama• Isoterm yaitu garis dengan angka suhu sama• Isopleth yaitu garis yang menunjukan angka kuantitas yang bersamaan. Judul peta Judul peta harus mencerminkan isi peta. Sedangkan untuk menunjukan adanya perbedaan tingkat digunakan satu jenis warna atau pola. isi peta tentunya berupa isohyet. melainkan dipergunakan sebuah gambar pengganti atau simbol. lingkaran. tentu judul petanya menjadi . sawah warna kuning dan sebagainya. lingkaran dan bola biasanya lebih banyak dipakai untuk nilai-nilai statistik yang ditunjukan dengan garfik (batang. pemakaian tata warna dan simbol sangat membantu untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya untuk membedakan bersarnya curah hujan digunakan warna hitam dimana warna semakin cerah menunjukan curah hujan makin kecil dan sebaliknya warna semakin legam menunjukan curah hujan semakin besar. menjadi semakin mudah untuk menyimak apa saja komponen peta yang baik. bola dan pola. Isi peta Isi peta menunjukan isi dari makna ide penyusun peta yang akan disampaikan kepada pengguna peta. rel KA dan lainnya. lingkaran dan bola). Garis juga digunakan untu menunjukan perbedaan tingkat kualitas. Tata Warna dan Simbol Agar peta dapat dengan mudah dimengerti oleh pengguna peta. perkampungan warna hitam. Bentuk simbol dapat bermacam-macam seperti. 2. dam sebagainya. Isi peta berupa isohyet. Simbol titik biasanya dipergunakan untuk menunjukan tanda misalnya letak sebuah kota dan menyatakan kuantitas misalnya satu titik sama dengan 100 orang. Tata warna Penggunaan warna pada peta (dapat juga pola seperti titik-titik atau jaring kotak-kotak dan sebagainya) ditujukan untuk tiga hal : Untuk membedakan Untuk menunjukan tingkatan kualitas maupun kuantitas (gradasi) Untuk keindahan Dalam menyatakan perbedaan digunakan bermacam warna atau pola. Komponen Peta Setelah kita memahami konsep dasar dari penyusunan peta tersebut di atas. sungai. batang. .– Proyeksi apapun sebenarnya dapat dipakai Untuk daerah yang membujur Utara-Selatan tidak jauh dari Khatulistiwa pilih Lambert atau Bonne. Untuk simbol batang. Komponen peta terdiri dari : 1. Sehingga pengguna peta akan tahu mana daerah dengan nilai besar dan mana daerah dengan nilai kecil. Kalau ide yang disampaikan tentang perbedaan curah hujan . garis. titik. yang dikalangan pemetaan dikenal dengan isolines.

dan lain sebagainya yang memperkuat identitas penyusunan peta yang dapat dipertanggungjawabkan – Proyeksi Permukaan bumi adalah bidang lengkung. Inzet dan Index peta Peta yang dibaca harus diketahui dari bagian bumi sebelah mana area yang dipetakan tersebut. Untuk wilayah yang lebih kecil. Lebih dari itu.sistem proyeksi peta. Nomor peta Penomoran peta penting untuk lembar peta dengan jumlah besar dan seluruh lembar peta terangkai dalam satu bagian muka bumi. 4. dimana menunjukan letak peta yang bersangkutan terhadap peta yang lain di sekitarnya. Amerika Serikat sedang berusaha membuat sistem grid yang seragam dengan sistem UTM grid system dan UPS grid system (Universal Transverse Mercator dan Universal Polar Stereographic Grid System). penyimpangan deklinasi magnetis. Sekala peta dan Simbol Arah Sekala sangat penting dicantumkan untuk melihat tingkat ketelitian dan kedetailan objek yang dipetakan. Cara pembuatan grid yaitu. Jenis grid pada peta-peta dasar (peta topografi) di Indonesia yaitu antara lain : Kilometerruitering (kilometer fiktif) yaitu lembar peta dibubuhi jaringan kotak-kotak dengan satuan kilometer. Grid Dalam selembar peta sering terlihat dibubuhi semacam jaringan kotak-kotak atau grid system. dan peta – baik yang tercetak maupun dalam bentuk gambar di layar komputer – adalah bidang datar. Inzet peta merupakan peta yang diperbersar dari bagian belahan bumi. meliputi penyusun peta. dibagi-bagi kedalam beberapa kotak. wilayah dunia yang agak luas.“Peta Distribusi Curah Hujan”. 7.000 misalnya.000 dibandingkan peta sekala 1:50. Sebagai contoh. Artinya. Kemudian bentuk-bentuk pemukiman akan lebih rinci dan detail pada sekala 1:10. 6. Untuk menyeragamkan sistem grid. Tiap kotak diberi kode. Simbol arah dicantumkan dengan tujuan untuk orientasi peta. Kemudian berbagai tata letak tulisan mengikuti arah tadi. 3. pulau Jawa merupakan bagian dari kepulauan Indonesia yang diinzet. 8. seluruh bagian dalam isi peta harus dijelaskan dalam legenda atau keterangan.000 dibandingkan dengan pada peta 1:50.000. kita mau memetakan pulau Jawa. distorsi tidak signifikan karena wilayah yang kecil dalam . 5. Disamping itu ada juga grid yang dibuat oleh tentara inggris dan grid yang dibuat oleh Amerika (American Mapping System). Sedangkan index peta merupakan sistem tata letak peta . dan sebagainya. sehingga peta nyaman dibaca dengan tidak membolak-balik peta. Tiap kotak dengan kode tersebut kemudian diperinci dengan kode yang lebih terperinci lagi dan seterusnya. Legenda atau Keterangan Agar pembaca peta dapat dengan mudah memahami isi peta. Sebuah belokan sungai akan tergambar jelas pada peta 1:10. semua peta tidak terkecuali globe (bola dunia) mengalami distorsi dari bumi yang sebenarnya. Sumber/Keterangan Riwayat Peta Sumber ditekankan pada pemberian identitas peta. Arah utara lazimnya mengarah pada bagian atas peta. arah juga penting sehingga si pemakai dapat dengan mudah mencocokan objek di peta dengan objek sebenarnya di lapangan. Tujuan grid adalah untuk memudahkan penunjukan lembar peta dari sekian banyak lembar peta dan untuk memudahkan penunjukan letak sebuah titik di atas lembar peta. tanggal/tahun pengambilan data dan tanggal pembuatan/pencetakan peta. percetakan.

bidang datar (zenithal) dan gubahan (arbitrarry) Jenis proyeksi yang sering kita jumpai sehari-hari adalah proyeksi gubahan. Untuk memenuhi satu syarat saja bagi seluruh bola dunia. Mereka harus memindahkan bagian geografis dengan cara tertentu. bentuk yang diubah harus tetap sama. Konform. juga merupakan hal yang tidak mungkin. Pembilang. Sebagai perbandingan. yakni perpotongan antara garis-garis yang tegak lurus satu sama lain.000 centimeter di lapangan. Salah satu proyeksi gubahan yang sering digunakan adalah proyeksi Mercator. skala ini akan ditunjukkan sebagai 1:10. menarik dan menggabungkan kembali bagian-bagian tersebut secara bersamaan agar menjadi peta datar yang nyambung. yaitu proyeksi yang diperoleh melalui perhitungan.000. -Koordinat Secara teori. harus dilakukan kompromi antara ketiga syarat di atas. Memperbesar zoom dan lebih memperdekat ke bumi akan menggambarkan skala yang lebih besar. Pada prinsipnya. untuk dapat membuat rangka peta yang meliputi wilayah yang lebih besar. Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis katulistiwa. mengukur seberapa jauh suatu tempat dari . Oleh karena itu. Untuk wilayah yang lebih luas atau untuk tujuan yang butuh akurasi yang tinggi. peta berskala kecil akan menunjukkan bagian bumi yang lebih luas dan peta berskala besar relatif menunjukkan bagian bumi yang lebih kecil. Sebagai contoh skala 1/10.globe kelihatan seperti permukaan datar. Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu. bagaimanapun distorsi merupakan hal yang sangat penting. Kita dapat melihat bagaimana distorsi peta terjadi jika kita melihat kulit jeruk. dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis katulistiwa. Beberapa jenis proyeksi yang umum adalah silinder/tabung (cylindrical). -Skala Ukuran peta dalam hubungannya dengan bumi disebut dengan skala.000 artinya jarak satu centimeter di peta eqivalen dengan 10. Skala peta digital bisa lebih bervariasi yang dapat dirubah dengan “zoom�. koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. yang terletak di bagian atas pecahan merupakan satuan unit peta dan penyebut yang terletak di bagian bawah pecahan merupakan angka dalam unit yang sama yang menunjukan jarak yang sebenarnya di lapangan/bumi. Ini mengakibatkan lahirnya bermacam jenis proyeksi peta. Sistem koordinat yang dipakai adalah koordinat geografis (geographical coordinate). Yang bisa dilakukan hanyalah satu saja dari syarat di atas untuk sebagian kecil permukaan bumi. kerucut (conical). biasanya dinyatakan dengan pecahan atau rasio/perbandingan. Kartografer menghadapi masalah yang sama ketika memetakan permukaan bumi. Proyeksi ini merupakan sistem proyeksi Silinder. Jika penyebut makin besar atau pecahan makin kecil maka semakin luas permukaan bumi yang dapat ditunjukkan dalam peta tunggal. hamparan kulit akan dalam potongan yang terpisah. Untuk memenuhi ketiga syarat itu sekaligus merupakan hal yang tidak mungkin. Transversal. Secant. Ketika permukaan luar lengkungan jeruk dikupas dan diletakkan mendatar. luas permukaan yang diubah harus tetap dan jarak antara satu titik dengan titik yang lain di atas permukaan yang diubah harus tetap. Oleh karena itu. proyeksi peta adalah usaha mengubah bentuk bola (bidang lengkung) ke bentuk bidang datar dengan persyaratan. Garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan.

Sebagai contoh Menara Eiffel di Paris mempunyai koordinat 48? 51? 3? Lintang Utara dan 2? 17? 35? Bujur Timur. Contoh simbol legenda adalah ikon-ikon yang melambangkan bangunan. Semakin tajam bayangan warna biru sama artinya dengan semakin dalam kedalaman suatu laut atau danau.peta umum. Kemudian berbagai tata letak tulisan mengikuti arah tadi. menunjukkan salju. dan puncak tertinggi diberi warna putih. menit dan detik. untuk mengukur seberapa jauh suatu tempat di utara/selatan khatulistiwa.53333 Lintang Utara dan 2? 17. misalnya permukaan bukit dan lembah. Contoh peta umum adalah peta jalan suatu negara yang juga menunjukkan kota besar. arah juga penting sehingga si pemakai dapat dengan mudah mencocokkan objek di peta dengan objek sebenarnya di lapangan. perbedaan jenis garis yang melambangkan batas-batas atau jenis ukuran jalan. 1. titik dan lingkaran yang menunjukkan populasi suatu kota.meridian. Sebagai ganti garis kontur. Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat. yang terdiri dari satu atau beberapa tema dengan informasi yang lebih dalam/detail. untuk menggambarkan elevasi. Arah utara lazimnya mengarah pada bagian atas peta. Jika detail peta kelihatan tidak familiar. Peta tematik juga dapat menunjukkan hampir semua jenis informasi yang . Lebih dari itu. Peta umum biasanya praktis. Kartograf menggunakan teknik yang berbeda untuk menggambarkan ketinggian. perbedaan warna yang melambangkan elevasi. Kadang-kadang koordinat ditunjukkan dalam desimal sebagai ganti dari menit dan detik. Setiap garis menandakan ketinggian di atas permukaan laut. menunjukkan dunia yang memungkinkan orang dari satu ujung menuju ujung lain tanpa tersesat. sehingga peta nyaman dibaca dengan tidak membolak-balik peta. pegunungan. Legenda adalah penjelasan simbol-simbol yang terdapat dalam peta. Peta Topografi tradisional menggunakan garis lingkaran yang memusat yang disebut dengan garis kontur. elevasi tinggi digambarkan dari range sawo matang sampai coklat. mempelajari legenda peta akan sangat membantu sebelum melanjutkan proses lebih jauh. sungai. yaitu ketinggian sebuah titik di atas muka bumi dari permukaan laut. Gunanya agar pembaca dapat dengan mudah memahami isi peta. Peta yang sudah modern menggambarkan pegunungan dengan relief yang diberi bayangan. Unsur ini disebut dengan elevasi.5833 Bujur Timur. -Elevasi Salah satu unsur yang penting lainnya pada suatu peta adalah informasi tinggi suatu tempat terhadap rujukan tertentu. elevasi rendah digambarkan dengan bayangan hijau. 2. Derajat dibagi dalam 60 menit dan tiap menit dibagi dalam 60 detik. Sedangkan garis lintang adalah garis khayal di atas permukaan buni yang sejajar dengan khatulistiwa. -Legenda Peta ini menggunakan simbol untuk menggambarkan letak objek yang sebenarnya. yang disebut dengan hill shading. biasanya terdiri dari banyak tema dan memberikan gambaran umum. Jadi koordinat Menara Eiffel dapat juga ditulis sebagai 48? 51. adalah peta tematik. peta dapat dibagi menjadi tiga kategori. atau menunjukkan layout keseluruhan suatu tempat yang belum dikenal tanpa harus pergi ke sana. -Arah Simbol arah dicantumkan dengan tujuan untuk orientasi peta. landmark dan lain-lain. Jenis Peta Berdasarkan temanya/isinya. laut diberi warna biru.. peta berwarna seringkali menggunakan standarisasi skala warna untuk menunjukkan elevasi.

vegetasi dan aspek lainnya. dan bisa terhubung ke sumber informasi tambahan melalui internet. suara. Peta lengkap dapat menggambarkan jarak yang sebenarnya. peta relief adalah peta bidang datar dengan penambahan tonjolan dan lekukan untuk menunjukkan perbedaan tinggi rendahnya permukaan bumi. Penggunaan peta tergantung pada jenis peta yang ada dan jenis informasi yang diinginkan dari peta tersebut. sketsa lingkungan sekitar (tetangga) hanya menunjukkan hubungan rumah utama dengan sudut jalan atau jaraknya dari suatu pasar atau sekolah. propinsi atau kabupaten. Berdasarkan metode pembuatannya Berdasarkan metode pembuatannya. Peta digital dapat diupdate ke peta tematik baru dan bisa menambahkan detail informasi geografi lainnya. gambar. Dalam kasus peta sederhana.+++++++. biji-bijian atau mineral. 1. Ini harus sering diupdate sehingga kapten atau pilot mengetahui bahaya yang terjadi di sepanjang rute mereka. c) Metode indek figur menggunakan simbol ————. dengan masing- masing bagian diberi warna yang berbeda untuk menunjukkan tingkat relativitas jumlah penduduk atau penghasilan. b) Isoplet adalah garis-garis yang menghubungkan daerah-daerah yang sama ketinggiaannya. atau vvvvvvv 2. di mana hal tersebut adalah dalam bentuk tiga dimensi.. a) Metode korokonatif dengan meggaris tipis dan memberi warna b) Metode korokomenatik menggunakan tanda simbol pada peta dengan huruf. Semua orang dapat menggunakan peta seperti ini. Tiga metode penggambaran peta kualitatif sebagai berikut. Peta cetak menggambarkan dunia sebagai bidang datar dalam dua dimensi. Contoh : a) Isotherm adalah garis-garis yang menghubungkan daerah-daerah yang sama temperaturnya. Peta kategori ketiga adalah grafik. Peta dapat dibuat dengan berbagai bentuk. Sebagai contoh. Peta modern diterbitkan untuk penggunan yang lebih lama oleh manusia. Peta pertama mungkin dibuat manusia dengan menggambar garis di pasir atau batu kerikil dan ranting kecil disusun di atas tanah. hanya satu atau dua jenis informasi yang mungkin tersedia sehingga sedikit atau bahkan tidak perlu keahlian membaca peta untuk menggunakannya. relief gunung dan lembah ditunjukkan dengan simbol khusus untuk memperbaiki kekurangan “tingkat kedalamanâ€�. Untuk . peta kuantitatif Peta kuantitatif yaitu peta yang menggunakan garis-garis yang menghubungkan daerah- daerah yang mempunyai kesamaan. peta dibedakan menjadi peta kualitatif dan peta kuantitatif. animasi gabungan. Peta berbasis komputer (digital) lebih serba guna. Tonjolan dan lekukan ini biasanya dibuat dari tanah liat atau plastik. elevasi. misalnya pohon. Peta cetak adalah bentuk yang paling sederhana. Peta yang terprogram akan lebih dinamis karena bisa menunjukkan banyak view yang berbeda dengan subjek yang sama. manusia. lokasi lahan dengan tepat.beragam dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini disebabkan informasi baru dapat dimasukkan ke dalam database setiap saat. di mana keakuratan peta rute perjalanan digunakan untuk navigasi laut dan udara. Peta ini juga memungkinkan perubahan skala. 3. Contoh peta tematik adalah peta penyebaran penduduk atau tingkat penghasilan menurut negara. c) Koroplet adalah garis-garis sejajar pada peta yang berbeda intervalnya. peta kualitatif Peta kualitatif adalah peta yang digambarkan dengan menggunakan simbol-simbol. Dalam peta cetak. Mempunyai peta digital sama seperti mempunyai selusin peta tematik cetak yang meng-overlay daerah tertentu yang terhubung secara elektronik ke sebuah perpustakaan besar dalam tema utama atau yang berhubungan dengan tema utama. Jadi.

Kartografer (pembuat peta) yang menggunakan alat tradisional. Tujuan pemetaan dan latar belakang budaya Kartograf juga sering berpengaruh pada proses ini. Sebagai contoh. Alat modern seperti fotografi yang menggunakan satelit resolusi tinggi mampu merekam detail sampai resolusi beberapa meter. Dengan kata lain. Tidak ada alat untuk merekam setiap detail lansekap. yang disebut dengan generalisasi. Peta tematik atau khusus digunakan untuk tujuan tujuan tertentu. peta iklim. peta berwarna Pulau Marquases dengan pelabuhan yang eksotik seperti Hakapehi di Nuku Niva mungkin kedengaran menarik bagi seseorang. masing-masing menunjukkan permukaan yang berbeda untuk subjek yang sama yang memungkinkan kita untuk men-visualisasikan dunia dengan mudah. Peta topografi yang skalanya kecil dapat memberikan gambaran secara luas tentang muka bumi yang digambar dipeta. Manusia membuat kesalahan dan mesin total tidak pernah akurat. Peta umumnya tidak menunjukkan setiap penampakan area topografi secara terpisah misalnya setiap pohon. diperlukan beberapa keahlian dasar membaca peta.Tidak ada peta yang sempurna Orang membuat peta dari data yang mereka kumpulkan dengan alat tertentu. atau menjelaskan dunia dengan menyertakan jenis informasi geografi khusus. Peta selalu menjadi tidak update. rumah. dan sebagainya . Tetapi sebelumnya. Sekalipun peta dibuat dengan menggunakan komputer.menginterpretasikan peta lengkap seperti ini. seperti merekam data dengan manual atau menggunakan fotografi altitude tinggi. peta yang berisi banyak detail yang menarik dari suatu daerah/wilayah dapat menggoda/menarik orang lain ke wilayah tersebut. Objek yang terlalu kecil bisa jadi tidak akurat ditempatkan atau malah bisa tidak muncul. Beberapa fakta dan skill yang sederhana akan dijabarkan di sini guna membantu anda menggunakan peta dengan efektif. Penggunaan peta Kegunaan peta tergantung pada jenisnya. Teknologi modern menyediakan solusi komputer yang memungkinkan kita memperbaharui peta dengan mudah tanpa menggambar ulang. Bagaimanapun informasi yang tepat patut dipertimbangkan. terbatas pada seberapa banyak objek yang terekam oleh mereka dan seberapa kecil objek yang dapat terekam. tetapi tetap masih harus diinterpretasikan lagi dan masih ada data yang error. Peta bagaimanapun juga dapat melakukan error (salah) dan tidak akurat. Informasi pada peta dan bagaimana distorsi terjadi juga berpengaruh terhadap apa yang dipikirkan orang tentang dunia dan apa yang mereka lakukan. peta oersebarab flora dana fauana. tidak lama menunjukkan keakuratan dunia Hal ini disebabkan dunia secara konstan berubah baik secara fisik maupun secara kurtural/budaya. tetapi tergantung pada program dan mesin yang didesain oleh manusia. Sebagian besar permukaan objek yang penting dapat terekam dengan imagery untuk kemudian dialihkan menjadi peta atau foto dengan akurasi yang lebih tinggi. Peta juga dapat mengundang eksplorasi. 3. Data atau kartografi yang salah bisa membuat letak desa/kampung tertentu tidak tepat pada peta. Misalnya peta persebaran penduduk. Peta adalah bias. informatif dan fungsional. perhatikan beberapa fakta penting berikut ini : 1. Peta dapat digambar dengan berbagai gaya. atau jalan sehingga kartograf harus menentukan proyeksi dan skala peta dan jumlah detail yang tersedia. 2. Perubahan dunia tetap harus dikumpulkan secara periodik dan digunakan untuk memperbaiki database peta. atau puncak pegunungan tidak setinggi yang muncul pada peta. Fungsi Peta Peta bisa menjadi petunjuk bagi pelancong/wisatawan.

praktek Geographic Positioning System. 01 April 2009 Proyek Tugas Besar SISTEM PENDETEKSIAN POPULASI HEWAN MAMALIA LIAR PADA PETA JAWA TIMUR RANCANGAN PROYEK Jarang sekali kita mendengar adanya sistem pendeteksian populasi hewan terutama menggunakan peta. Sehingga mahasiswa nantinya tidak hanya dilatih untuk bisa membuat peta ataupun analisis peta tetapi juga dapat menyusunnya dalam sebuah database. dalam rangka menunjang Pembangunan Nasional. Selain itu juga masih belum berkembangnya sistem informasi mengenai populasi hewan di khalayak umum terutama pada teknologi peta. Kegiatan survey dan pemetaan setelah kemerdekaan RI.melainkan juga mencakup fungsi pengelolaan bagi pemetaan Praktek pemetaan dimaksudkan untuk melatih kemampuan teknis mahasiswa di bidang pemetaan. tentang Pembentukan Dewan dan Direktorium Pengukuran dan Penggambaran Peta. Dan tujuan dari pembuatan program ini adalah kami ingin memudahkan para pengguna dalam pencarian populasi hewan mamalia liar di Jawa Timur terutama untuk badan organisasi perlindungan hewan. Maka dari itu pada tugas besar ini kami ingin membuat sebuah sistem pendeteksian tentang penyebaran hewan mamalia liar khususnya pada peta Jawa Timur. Pengolahan data spasial dilakukan secara digital dengan memanfaatkan software-software pemetaan seperti AutodeskMAP. maka dari itu hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui informasi ini. lokasi. maupun tempat yang selalu ramai.PEMETAAN Pemetaan adalah proses pengukuran. Arc View. pertama kami akan melakukan pengumpulan . perhitungan dan penggambaran permukaan bumi (terminologi geodesi) dengan menggunakan cara dan atau metode tertentu sehingga didapatkan hasil berupa softcopy maupun hardcopy peta yang berbentuk vektor maupun raster. Praktek pemetaan ini meliputi praktek pembuatan peta. Lingkup tugas KOSURTANAL tidak hanya bersifat koordinasi terhadap kegiatan Departemen-Departemen yang memerlukan peta . Dan rancangan pengerjaanya yakni. praktek interpretasi foto udara. dilaksanakan atas dasar Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 1951. Dalam tugas DESURTANAL tersebut secara jelas dicantumkan kaitan antara pemetaan dengan inventerisasi sumber- sumber alam. Dalam rancangan pengerjaan tugas besar ini saya (Dewi Randika Aprilia-06560122) bekerja sama dengan rekan saya (Winda Martalia Suseno-06560173) untuk menyelesaikan tugas tersebut. dan ERMapper yang terangkum dalam mata kuliah pilihan pemetaan dan komputer perencanaan. Pada saat ini sedang dikembangkan sistem pembelajaran pemetaan dengan pengembangan database perencanaan. Sering kita jumpai peta-peta atau yang biasa disebut dengan GPS yang mendeteksi lalu lintas. Pratek Fotogrametri dan praktek analisis spasial berdasarkan data citra maupun peta tematik. Diposkan oleh Dewi R A di 06.18 0 komentar Label: KARTOGRAFI Rabu. Hal ini terjadi populasi hewan hanya dibutuhkan pada organisasi perlindungan hewan saja. Selanjutnya kegiatan survey dan pemetaan dipertegas lagi dengan Keputusan Presiden Nomor 263 tanggal 7 September 1965 tentang Pembentukan Dewan Survey dan Pemetaan Nasional (DESURTANAL) serta Komando Survey dan Pemetaan Nasional (KOSURTANAL) sebagai pelaksana. Arc Info. Praktek pemetaan ini juga mengakomodasi perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia perencanaan.

B.  Bentuk benar. dan d) Konform.000 satu bagian derajat (20’ X 20’) tergambar dalam 4 lembar peta ( Lembar A. b. kalau:  Luas benar. Sistem proyeksi ini digunakan hanya untuk daerah seluas 20’ X 20’ (kira-kira 37 km X 37 km). Menggunakan bidang datar atau bidang yang dapat didatarkan.data meliputi: • Data populasi hewan pada setiap wilayah di Jawa Timur khususnya hewan mamalia liar. PROYEKSI POLIEDER Ciri-ciri proyeksi polieder: a) Kerucut. yaitu dengan: a. . sehingga pemetaan daerah tersebut dapat langsung digambar dari hasil pengukuran di lapangan.  Arah benar. yaitu bidang kerucut dan bidang silinder. C. b. Daerah yang kecil (maks 30 km X 30 km) dapat dianggap sebagai daerah yang datar. c) Tangent. Proyeksi langsung (direct projection) yaitu dari elipsoid ke bidang proyeksi. Peta 1: 50. Wilayah Indonesia dibagi dalam 139 X 11 bagian derajat. • Data hutan atau penangkaran di Jawa Timur • Data suhu setiap wilayah • Data peta Jawa Timur • Data titik api pada setiap wilayah Jawa Timur PROYEKSI PETA Suatu sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di bumi dan di peta. Metode proyeksi atau transformasi dapat diklasifikasikan sbb: a. Proyeksi dobel (dobel projection) merupakan transformasi dari elipsoid ke bidang bola kemudian dari bidang bola ke bidang proyeksi. Peta dikatakan ideal. yang dapat dilakukan hanyalah mereduksi distorsi sekecil mungkin untuk memenuhi satu atau lebih syarat-syarat peta ideal. untuk menghindari distorsi yang lebih besar. dan  Jarak benar. tanpa memakai salah satu sistem proyeksi peta. Membagi daerah yang dipetakan menjadi bagian-bagian yang tidak begitu luas. dan D). Proyeksi polieder bumi dibagi dalam jalur-jalur yang dibatasi oleh dua garis paralel dengan lintang sebesar 20’. b) Normal.

karena untuk tiap pulau besar ada stelsel penomeran grid tersendiri. ada 4 jenis proyeksi peta yang cukup sesuai untuk pemetaan Kepulauan Indonesia pada skala kecil atau untuk Atlas Nasional berbagai maksud. misalnya selebar 10° ke kanan dan ke kiri meridian sentral. b) Grid-grid dinyatakan dalam ‘kilometer fiktif’ sehingga kurang praktis.000). merupakan jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya luas suatu daerah pada bidang lengkung . Proyeksi peta menurut jenis bidang proyeksi dibedakan : 1. Proyeksi equivalent. hal ini akan membingunkan. c) Kurang praktis untuk penggambaran peta 1:250. Kerugian: a) Jika daerah yang dipetakan lebih luas dari 37 km X 37 km. Proyeksi Silinder Proyeksi peta menurut kedudukan bidang proyeksi dibedakan : 1. sehingga proyeksi ini baik untuk peta-peta teknis berskala besar dan peta-peta topografi. bagian derajat ini dihubungkan-hubungankan akan terlihat adanya gap.Keuntungan : Untuk daerah yang terletak dalam satu bagian derajat (20’ X 20’ atau 37 km X 37 km) perubahan jarak dan sudut praktis tidak ada. Proyeksi normal 2. yaitu proyeksi Mercator. misalnya untuk kepentingan atlas. Proyeksi miring 3. Proyeksi transversal Proyeksi peta menurut jenis unsur yang bebas distorsi dibedakan : 1.000 atau skala yang lebih kecil lagi. proyeksi peta dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari cara pemindahan data topografi dari permukaan Bumi ke atas permukaan peta. penelitian ini bertujuan membandingkan beberapa sistem proyeksi peta yang diperkirakan sesuai untuk pemetaan kepulauan Indonesia terutama untuk pemetaan skala kecil (dipilih skala 1 : 20. d) Kondisi konvergensi meridian yang belum diperhitungkan dapat menyebabkan kesalahan arah maksimum 15 m untuk jarak 15 km. dan proyeksi Konvensional Sinusoidal yang juga bersifat ekuivalent Sementara itu proyeksi Azimuthal Equatorial Gnomonis hanya sesuai untuk daerah sempit. merupakan jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya sudut 2. Proyeksi conform. Studi Komparatif Beberapa Proyeksi Peta untuk Pemetaan Indonesia pada Skala Kecil Mas Sukoco. Proyeksi Kerucut 3.000. Setelah mengaplikasikan beberapa jenis proyeksi peta yang paling mungkin. proyeksi Silinder Equivalent Lambert. Untuk itu teknik proyeksi peta perlu diterapkan dalam pemetaan wilayah Indonesia tersebut. Endang Saraswati Abstract Pemetaan wilayah Indonesia yang terbentang dari 9O_T-141_T dan 12:LU-lS’1S harus memperhitungkan pengaruh lengkung bumi. karena akan terdiri dari banyak bagian derajat. atau ke arah utara-selatan ekuator sekitar 8°. Proyeksi bidang datar / Azimuthal / Zenithal 2. Pemilihan satu jenis proyeksi peta perIu di lakukan untuk menyesuaikan dengan tujuan pemetaan. Secara umum. proyeksi Silinder Plate Carree. maka harus selalu pindah bagian derajat atau pindah stelsel koordinat yang memerlukan hitungan. Proyeksi equidistant. merupakan jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya panjang jarak 3.

Artikel ini adalah sebuah rintisan. cocok menggambarkan daerah yang terletak di daerah lintang tengah. CD.id: “peta rupabumi hasil proyek “Digital Mapping” yang seluruh tahapan produksinya menggunakan teknik digital. b. b. Data yang diperoleh berupa data digital dan hasil dari gambaran tersebut dapat disimpan dalam suatu media seperti disket.html: “yaitu peta yang berupa gambaran permukaan bumi yang diolah dengan bantuan media komputer. Jarak antara satu titik dengan titik lain diatas permukaan yang diubah harus tetap (equidistant) d.com/2009/09/pengertian-peta. Cina Apakah peta digital itu? Menurut Artikel http://www. Ketentuan umum dalam proyeksi : a. seperti Indonesia. Macam-macam proyeksi : a. serta dapat ditampilkan kembali pada layar monitor komputer. cocok untuk menggambarkan daerah kutub. b.blogspot. Brasil c. mulai dari kompilasi foto udara pada alat fotogametri analitis. Luas permukaan yang diubah harus tetap (equivalen) c. Korea. cocok menggambarkan daerah yang terletak di daerah lintang tengah. seperti Jepang. Proyeksi Kerucut. Proyeksi Silinder. Proyeksi Kerucut. Ketentuan umum dalam proyeksi : a.go. seperti Jepang. cocok untuk menggambarkan daerah kutub. Sebuah peta yang diubah tidak mengalami penyimpangan arah. Jarak antara satu titik dengan titik lain diatas permukaan yang diubah harus tetap (equidistant) d. Proyeksi Azimuthal.bakosurtanal. Macam-macam proyeksi : a. maupun media penyimpanan lainnya. bentuk yang diubah harus tetap (conform). Korea. cocok untuk menggambarkan daerah sekitar equator/daerah lintang rendah. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. b. Biasanya peta digital ini dibuat . Proyeksi Azimuthal. seperti Indonesia. MENENTUKAN PROYEKSI PETA Proyeksi peta adalah pemindahan sistem paralel dan meridian yang ditetapkan dalam bidang globe yang lengkung ke atas bidang datar. proses editing dan desain kartografi hingga persiapan separasi warna sebelum dicetak offset. dan sangat bervariasi untuk digunakan. maka peta ini menjadi sangat teliti. baik dalam bentuk kertas (hardcopy) maupun dalam bentuk digital (softcopy)”. Proyeksi Silinder. Menurut Artikel http://geografi-bumi. Sebuah peta yang diubah tidak mengalami penyimpangan arah. Dengan alur kerja lengkap secara digital (dataflow). Luas permukaan yang diubah harus tetap (equivalen) c. cocok untuk menggambarkan daerah sekitar equator/daerah lintang rendah. sangat ekonomis untuk dimutakhirkan di masa depan. Brasil c. Cina MENENTUKAN PROYEKSI PETA Proyeksi peta adalah pemindahan sistem paralel dan meridian yang ditetapkan dalam bidang globe yang lengkung ke atas bidang datar. bentuk yang diubah harus tetap (conform).

go. Dengan adanya bermacam- macam satelit di ruang angkasa dengan spesifikasinya masing-masing. Ada 3 komponen dasar Data Vektor: a. Data Raster Data raster (atau disebut juga dengan sel grid) adalah data yang dihasilkan dari . batas persil. batas kepemilikan lahan. 2.) Data Pengindraan Jauh dapat dikatakan sebagai sumber data yang terpenting bagi SIG karena ketersediaanya secara berkala. Darimana Sumber data peta digital? Menurut Artikel http://www. dsb.html 1. Area/Polygon Keuntungan utama dari format data vektor adalah ketepatan dalam merepresentasikan fitur titik.blogspot. Contoh penggunaan lainnya adalah untuk mendefinisikan hubungan spasial dari beberapa fitur. Garis c. Titik b. Keakuratan pengukuran GPS semakin tinggi dengan berkembangnya teknologi. foto-udara. 4. Kemudian dilengkapi dengan data survey lapangan misalnya untuk menambah data yang tertutup bayangan. seperti klasifikasi bangunan. yang dihasilkan berdasarkan teknik perhitungan tersendiri. Kelemahan data vektor yang utama adalah ketidakmampuannya dalam mengakomodasi perubahan gradual. Ilmu yang mempelajari tentang peta dan pemetaan disebut dengan kartografi dan orang yang ahli dalam bidang peta dan pemetaan disebut kartograf”. Pada umumnya peta analog dibuat dengan teknik kartografi. misalnya pada basisdata batas-batas kadaster. arah mata angina dsb walaupun pada akhirnya koordinatnya harus dikoreksi kedalam koordinat digital. Menurut Artikel http://smamuhammadiyahtasikmalayageografi. Data GPS.com/2010/01/inputdatasig. batas administrasi maupun nama-nama tempat”. kita bisa menerima berbagai jenis citra satelit untuk beragam tujuan pemakaian. 2. atau yang memang tidak terdapat di foto.id: “Peta digital dihasilkan dari kompilasi foto udara yang diambil dari pesawat terbang (airborne).dengan menggunakan software GIS (Geography Information system). dsb. Hal ini sangat berguna untuk analisa yang membutuhkan ketepatan posisi. Data dari sistem Penginderaan Jauh (antara lain citra satelit. batas hak pengusahaan hutan. Data ini biasanya direpresentasikan dalam format raster. skala.. Data ini biasanya direpresentasikan dalam format vektor. Peta Analog Peta analog adalah peta dalam bentuk cetakan seperti peta rupa bumi yang diterbitkan Bakosurtanal. sehingga sudah mempunyai referensi spasial seperti koordinat. batasan dan garis lurus. Teknologi GPS memberikan terobosan penting dalam menyediakan data bagi SIG. Data hasil pengukuran lapangan. Jenis Data peta digital: 1. Data Vektor Tiap detail alam direpresentasikan sebagai Sebuah entitas berupa titik atau garis yang memiliki nilai besar dan arah. Contoh data hasil pengukuran lapang adalah data batas administrasi.bakosurtanal. 3. Pada umumnya data ini merupakan sumber data atribut.

Informasi Tepi Peta • Pada Peta Konvensional berisi berbagai keterangan tentang isi peta seperti legenda. Aturan Penyimpanan • Pada Peta Konvensional: No lembar peta • Pada Peta Digital : Basis Data Spasial Teknik memasukkan data spasial dari sumber data dilakukan melalui beberapa jenis kegiatan antara lain: 1. serta kemudahan dalam analisa.sistem Penginderaan Jauh. Lembar per Lembar (diskrit) • Peta Digital : Softcopy. 3. Sebaliknya. volume data yang dihasilkan. Dengan kata lain. Cara kerjanya adalah dengan mengkonversi fitur. tahun pembuatan. Data vektor relatif lebih ekonomis dalam hal ukuran file dan presisi dalam lokasi. • Pada Peta Digital dikenal dengan istilah Metadata. Sistem Koordinat dan Sistem Proyeksi • Sistem Koordinat dan Sistem Proyeksi yang dikenal dalam Peta Konvensional juga berlaku dalam Peta Digital. ketelitian yang diinginkan. Data raster sangat baik untuk merepresentasikan batas-batas yang berubah secara gradual.org/taxonomy_menu/2/46: “Skala peta adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak sesungguhnya dengan satuan atau tehnik tertentu” • Peta konvensional : nilainya fixe • Peta Digital : Bersifat Scale-less • Pada peta digital. vegetasi. sumber data. SKALA Menurut artikel http://organisasi. seperti jenis tanah. Digitasi Digitasi merupakan proses konversi dari peta analog menjadi peta digital dengan mempergunakan meja digitasi. resolusi pixel menggambarkan ukuran sebenarnya di permukaan bumi yang diwakili oleh setiap pixel pada citra. data yang tersedia. nilai skala merupakan indikator dari kepadatan informasi yang dimilikinya 2.fitur spasial . semakin tinggi resolusi grid-nya semakin besar pula ukuran filenya. Pada data raster. Semakin kecil ukuran permukaan bumi yang direpresentasikan oleh satu sel. resolusi (definisi visual) tergantung pada ukuran pixel-nya. 4. dll. sistem proyeksi. tetapi lebih mudah digunakan secara matematis Karakterisrik Peta Digital 1. Keterbatasan utama dari data raster adalah besarnya ukuran file. Kesimpulan: Masing-masing format data mempunyai kelebihan dan kekurangan. data raster biasanya membutuhkan ruang penyimpanan file yang lebih besar dan presisi lokasinya lebih rendah. Pemilihan format data yang digunakan sangat tergantung pada tujuan penggunaan. semakin tinggi resolusinya. sistem koordinat. Continuous 5. Pada data raster. tetapi sangat sulit untuk digunakan dalam komputasi matematik. suhu tanah. Bentuk Penyajian • Peta Konvensional : Hardcopy. kelembaban tanah. obyek geografis direpresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut dengan pixel (picture element). dsb. • Konversi antar berbagai Sistem Koordinat dan Sistem Proyeksi dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat.

tanpa harus capek capek naik pesawat ulang alik untuk pergi ke bulan seperti astronot Neil . Datum adalah kumpulan parameter dan titik kontrol yang hubungan geometriknya diketahui. GPS singkatan dari Global Positioning System (Sistem Pencari Posisi Global).seperti foto Satelit sehingga kamu bisa melihat bagaimana landscape planet bumi apabila dilihat dari luar angkasa. Pada saat ini sedikitnya ada 24 satelit GPS yang beroperasi setiap waktu dan dilengkapi dengan beberapa cadangan. yang di antaranya mencakup datum dan proyeksi peta. Google Maps memanfaatkan teknologi digital imaging. 2. sehingga biasanya alat ini hanya bekerja di ruang terbuka.yang ada pada peta menjadi kumpulan koordinat x. dengan syarat bahwa pandangan ke langit tidak boleh terhalang. Untuk menghasilkan data yang akurat. sehingga posisinya dalam tiga dimensi bisa dihitung. This post was written by: Apa itu Google Maps ? Menurut istilah Google Help . Sedangkan sistem proyeksi peta adalah sistem yang dirancang untuk merepresentasikan permukaan dari suatu bidang lengkung atau spheroid (misalnya bumi) pada suatu bidang datar. diperlukan ketelitian dan konsentrasi tinggi dari operator. seperti jarak. sehingga dapat dilakukan interaksi antarkedua jenis data. Sistem Koordinat dan Sistem Proyeksi: Informasi lokasi ditentukan berdasarkan sistem koordinat. pengertian Google Maps adalah layanan gratis peta dan pemetaan digital yang bisa dimanfaatkan untuk mengamati peta dunia melalui browser web. Persyaratan yang dibutuhkan adalah adanya suatu identitas unik yang dimiliki bersama oleh data tabular dan data spasial.500 mile dan bergerak dengan kecepatan 2000 mil per jam.y. Alat penerima GPS akan bekerja jika ia menerima sinyal dari sedikitnya 4 buah satelit GPS. Hal ini terutama apabila kita ingin memaduserasikan antara data spasial dan data tabular. Ada stasiun penerima di bumi yang menghitung lintasan orbit setiap satelit dengan teliti. kita menggunakan perangkat lunak PC ARC/INFO. Proses representasi ini menyebabkan distorsi yang perlu diperhitungkan untuk memperoleh ketelitian beberapa macam properti. Alat penerima GPS secara pasif menerima sinyal ini. Dalam mempelajari digitasi. sudut. Satelit GPS bekerja pada referensi waktu yang sangat teliti dan memancarkan data yang menunjukkan lokasi dan waktu pada saat itu. Konversi dari sistem lain Teknik pemasukan data ke dalam SIG dengan menggunakan lajur elektronik (spreadsheet) merupakan cara konversi yang umum digunakan. Operasi dari seluruh satelit GPS yang ada disinkronisasi sehingga memancarkan sinyal yang sama. 3. line atau polygon. Dan untuk proses digitasi. Satelit tersebut dioperasikan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. dibutuhkan sumber peta analog dengan kualitas tinggi. Penggunaan GPS Data spasial lain dalam bentuk digital seperti data hasil pengukuran lapang dan data dari GPS bisa dimasukkan dalam sistem SIG. baik melalui pengukuran atau penghitungan. Prosedur dan tata cara pengerjaannya akan diberikan secara detail dengan maksud untuk memberikan garis besar dari konsep GIS dan melatih cara mendigitasi peta dengan menggunakan PC ARC/INFO. adalah suatu jaringan satelit yang secara terus menerus memancarkan sinyal radio dengan frekuensi yang sangat rendah. mengorbit selama 12 jam (dua orbit per hari) pada ketinggian sekitar 11. Jadi. Pada intinya SIG membutuhkan data spasial dalam format tertentu untuk membedakan apakah data tersebut berupa point. atau luasan.

Contoh penggunaan tehnik pemetaan ini adalah aerial fotograpi (termasuk foto infrared) dan foto satelit. Contoh. Apa Saja Fitur Google Maps ? Merujuk definisi awal glosary. • Hasil Pencarian Integrasi bisnis Mencari lokasi bisnis dan kontak informasi pada satu lokasi. kita sudah bisa menikmati permukaan wajah planet bumi. sebagai pengguna layanan. kontak bisnis. letak hewan langka. dan review bisnis. Kami bisa memperoleh informasi topograpi yg terintegrasi dgn database kontak bisnis. bila kamu mencari cafe buat ngopi dan ngeteh. Mungkin teknik pemetaan terpenting adalah teknik remote sensing dimana data dikumpulkan tanpa harus survey lokasi tsb secara langsung. Teknologi Foto Satelit ini bisa dimanfaatkan dalam melacak hotspot kebakaran hutan kalimantan. Mapmaking Apa itu Mapmaking ? Pengertian Mapmaking atau cartograpy adalah ilmu pembuatan peta. Kamu bisa memperoleh informasi tambahan dengan jam kerja. Keduanya manfaat praktis teknologi satelit dimana tingkat akurasi peta bisa hampir 100 persen. • Draggable Maps Peta digital mapping yg dragable (bisa digeser) dengan bantuan mouse. lokasi daftar alamat dan nomor telepon muncul di peta digital. • Terrain Maps (Peta Topograpi) Terrain Maps menyediakan informasi fitur peta fisik atau peta topograpy yg biasa disediakan Buku peta Atlas. pengguna internet dapat browsing informasi grafis berikut: 1. Sebagaimana pernyataan resmi pihak google sendiri kalau layanan google maps itu berbeda kualitas tergantung negara. dan juga operasi militer seperti misi intelejen inflitrasi pasukan ke Hotzone. Foto Satelit Apa itu Foto Satelit ? Pengertian foto satelit adalah foto yg diambil dari luar angkasa dgn sudut pandang mata burung (Bird’s Point of view). Informasi itu bisa berupa lokasi gunung berapi aktif di pulau jawa. Kamu juga bisa menikmati foto satelit lebih detail lengkap dengan cara zooming pada bagian peta yang kamu inginkan. integrasi pada map. Apakah Definisi Tringulasi ? Metode navigasi yang menggunakan rumus trigonometri sebuah segitiga dalam mengkunci posisi dan lokasi objek. tipe cara pembayaran. Tringulasi satelit ini akan menghasilkan foto dengan potensi error lebih kecil. bisa dengan nikmat melihat foto satelit sebuah jalan. Logikanya seperti menggunakan kompas sebagai salah satu sudut segitiga dan 2 sudut lagi sebagai 2 posisi dgn jarak pemisah antara keduanya telah diketahui sebelumnya. Kita . Mengenai kekurangan google maps bagi pengguna internet indonesia ada pada bagian selanjutnya. penentuan lokasi pasti sebuah objek foto satelit dihasilkan melalui komputasi tringulasi satelit. Posisi gunung dan danau. Foto Satelit Kamu dapat menikmati gambar satelit planet bumi yg cantik. Sementara itu. Namun perlu dicatat tidak semua Fitur Google Maps ini bisa dinikmati orang indonesia.Amstrong. informasi lain seperti lokasi bisnis. dan tanaman berkasiat. • Street View (Peta Jalan) Kita. Melalui fitur Google Maps. Tringulasi satelit memungkinan mengumpulan gambar grafis suatu wilayah secara remote. dan jalur berkendara terbaik juga tampil pada peta digital tsb. Contoh teknologi tringulasi satelit adalah GPS (Global Positioning System) yg memanfaatkan minimal 24 buah satelit yg mengorbit mengelilingi bumi dalam menentukan lokasi pengguna. Goolge Maps adalah layanan internet gratis yg menyediakan teknologi canggih pemetaan digital. Selain bentangan landscape planet bumi. mengikuti perjalanan badai atau tornado gustav.

Kekurangan Fitur Google Maps bagi Warga Negara Indonesia (WNI) ? Fungsi penuh Google Maps hanya tersedia bagi negara Australia. tidak sedetail negara utama. Setelah bertahun-tahun yang cepat tumbuh organik didukung oleh akuisisi kecil langkah besar diambil tahun 2008 ketika Tele Atlas diakuisisi. google Maps tidak bisa membantu karena fitur petunjuk ini tidak tersedia bagi peta indonesia. atau menjelaskan dunia dengan menyertakan jenis informasi geografi khusus. peta berwarna Pulau Marquases dengan pelabuhan yang eksotik seperti Hakapehi di Nuku Niva mungkin kedengaran menarik bagi seseorang. biasanya bagian permukaan bumi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda. cuma singapura yg secara resmi dimasukkan ke database google maps.com/log/google-maps-dan-teknologi-fitur-pemetaan/ ) TomTom adalah peta digital dan routing yang berfokus pada navigasi mobile TomTom didirikan oleh Harold Goddijn. • Petunjuk Arah Berkendara Ambil contoh. Sementara bagi negara lain. Namun minus kelebihan fitur penunjuk berkendara. Ingin belajar tutorial google maps bagi pemula ? ikuti penjelasan Google Maps tour. Sebagai contoh. Google Maps bisa dilihat dari komputer rumah atau laptop. termasuk indonesia. Peter-Frans Pauwels dan Pieter Geelen pada tahun 1991. kamu hendak mudik lebaran ke jawa dan lupa posisi kampung halaman kamu. Saham perusahaan yang terdaftar di Euronext Amterdam pada Mei 2005. Untuk masalah ini.com) Peta Peta merupakan gambaran wilayah geografis. Namun untuk mempelajarinya baca cara belajar google maps ini : Google Maps driving directions. Sementara data foto satelit google Maps cuma tersedia bagi negara tertentu juga. Kanada. google cuma bisa menyediakan foto pencitraan satelit berdasar tingkat resolusi foto tertentu. Kita juga bisa mengecek jalanan protokol kota bandung seperti jalan soekarno hatta. peta yang berisi banyak detail yang menarik dari suatu daerah/wilayah dapat menggoda/menarik orang lain ke wilayah tersebut.bakawan. mulai dari supply listrik di daerah Anda sampai daerah Himalaya yang berbukit- bukit atau sampai kedalaman dasar laut.tomtom. Jadi untuk indonesia. Untuk asia tenggara. Eropa Barat. (sumber: http://www. Peta bisa menjadi petunjuk bagi pelancong/wisatawan.bisa mengecek situasi jalan depan rumah tempat kita tinggal. Peta juga dapat mengundang eksplorasi. dan Cina. yah). Resolusi monitor tidak mempengaruhi tampilan selama tersedia koneksi internet. perhatikan beberapa fakta penting berikut ini : . Peta dapat digambar dengan berbagai gaya. masing-masing menunjukkan permukaan yang berbeda untuk subjek yang sama yang memungkinkan kita untuk men-visualisasikan dunia dengan mudah. dan jalur pantura dan jalan lintas sumatera. (kalau ngak salah. Seperti produk-produk lainnya tomtom berangkat dari teknologi GPS yang diintegrasikan pada portable navigasi devices. Dengan kata lain. Amerika. sidoharjo. Beberapa fakta dan skill yang sederhana akan dijabarkan di sini guna membantu anda menggunakan peta dengan efektif. Catatan tambahan. ( Sumber : http://www. Fungsi penuh google maps juga disediakan bagi pengguna internet jepang. Tetapi sebelumnya. informatif dan fungsional. Peta dapat menunjukkan banyak informasi penting. mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer.

atau puncak pegunungan tidak setinggi yang muncul pada peta. atau jalan sehingga kartograf harus menentukan proyeksi dan skala peta dan jumlah detail yang tersedia.1. Contoh peta umum adalah peta jalan suatu negara yang juga menunjukkan kota besar. seperti merekam data dengan manual atau menggunakan fotografi altitude tinggi. Informasi pada peta dan bagaimana distorsi terjadi juga berpengaruh terhadap apa yang dipikirkan orang tentang dunia dan apa yang mereka lakukan. terbatas pada seberapa banyak objek yang terekam oleh mereka dan seberapa kecil objek yang dapat terekam. Teknologi modern menyediakan solusi komputer yang memungkinkan kita memperbaharui peta dengan mudah tanpa menggambar ulang. peta dapat dibagi menjadi tiga kategori. Objek yang terlalu kecil bisa jadi tidak akurat ditempatkan atau malah bisa tidak muncul. Alat modern seperti fotografi yang menggunakan satelit resolusi tinggi mampu merekam detail sampai resolusi beberapa meter. Peta umumnya tidak menunjukkan setiap penampakan area topografi secara terpisah misalnya setiap pohon. menunjukkan dunia yang memungkinkan orang dari satu ujung menuju ujung lain tanpa tersesat. Yang pertama. Tidak ada alat untuk merekam setiap detail lansekap. tetapi tetap masih harus diinterpretasikan lagi dan masih ada data yang error. Peta tematik juga dapat menunjukkan hampir semua jenis informasi yang beragam dari satu tempat ke tempat lain. Perubahan dunia tetap harus dikumpulkan secara periodik dan digunakan untuk memperbaiki database peta. peta umum. tidak lama menunjukkan keakuratan dunia Hal ini disebabkan dunia secara konstan berubah baik secara fisik maupun secara kurtural/budaya. pegunungan. sungai. atau menunjukkan layout keseluruhan suatu tempat yang belum dikenal tanpa harus pergi ke sana. Manusia membuat kesalahan dan mesin total tidak pernah akurat. Sebagian besar permukaan objek yang penting dapat terekam dengan imagery untuk kemudian dialihkan menjadi peta atau foto dengan akurasi yang lebih tinggi. biasanya terdiri dari banyak tema dan memberikan gambaran umum. 2. Contoh peta tematik adalah peta penyebaran penduduk atau tingkat penghasilan menurut negara. Peta selalu menjadi tidak update. rumah. Tidak ada peta yang sempurna Orang membuat peta dari data yang mereka kumpulkan dengan alat tertentu. 3. Peta umum biasanya praktis. Peta adalah bias. Jenis Peta Berdasarkan temanya. landmark dan lain-lain. Data atau kartografi yang salah bisa membuat letak desa/kampung tertentu tidak tepat pada peta. adalah peta tematik. Yang kedua. Kartografer (pembuat peta) yang menggunakan alat tradisional. dengan masing- masing bagian diberi warna yang berbeda untuk menunjukkan tingkat relativitas jumlah . Bagaimanapun informasi yang tepat patut dipertimbangkan. tetapi tergantung pada program dan mesin yang didesain oleh manusia. yang terdiri dari satu atau beberapa tema dengan informasi yang lebih dalam/detail. Peta – bagaimanapun juga – dapat melakukan error (salah) dan tidak akurat. Sekalipun peta dibuat dengan menggunakan komputer. propinsi atau kabupaten. yang disebut dengan generalisasi. Tujuan pemetaan dan latar belakang budaya Kartograf juga sering berpengaruh pada proses ini.

semua peta tidak terkecuali globe (bola dunia) mengalami distorsi dari bumi yang sebenarnya. Dalam peta cetak. Peta dapat dibuat dengan berbagai bentuk. Penggunaan peta tergantung pada jenis peta yang ada dan jenis informasi yang diinginkan dari peta tersebut. Kartografer menghadapi masalah yang sama ketika memetakan permukaan bumi. Hal ini disebabkan informasi baru dapat dimasukkan ke dalam database setiap saat. Semua orang dapat menggunakan peta seperti ini. Peta berbasis komputer (digital) lebih serba guna. di mana keakuratan peta rute perjalanan digunakan untuk navigasi laut dan udara. Untuk wilayah yang lebih kecil. Peta digital dapat diupdate ke peta tematik baru dan bisa menambahkan detail informasi geografi lainnya. hamparan kulit akan dalam potongan yang terpisah. Kita dapat melihat bagaimana distorsi peta terjadi jika kita melihat kulit jeruk. gambar.penduduk atau penghasilan. hanya satu atau dua jenis informasi yang mungkin tersedia sehingga sedikit atau bahkan tidak perlu keahlian membaca peta untuk menggunakannya. Peta lengkap dapat menggambarkan jarak yang sebenarnya. relief gunung dan lembah ditunjukkan dengan simbol khusus untuk memperbaiki kekurangan “tingkat kedalaman”. distorsi tidak signifikan karena wilayah yang kecil dalam globe kelihatan seperti permukaan datar. animasi gabungan. bentuk yang diubah harus tetap sama. menarik dan menggabungkan kembali bagian-bagian tersebut secara bersamaan agar menjadi peta datar yang nyambung. Mempunyai peta digital sama seperti mempunyai selusin peta tematik cetak yang meng-overlay daerah tertentu yang terhubung secara elektronik ke sebuah perpustakaan besar dalam tema utama atau yang berhubungan dengan tema utama. Jadi. Pada prinsipnya. Peta cetak menggambarkan dunia sebagai bidang datar dalam dua dimensi. luas . Ini harus sering diupdate sehingga kapten atau pilot mengetahui bahaya yang terjadi di sepanjang rute mereka. Peta yang terprogram akan lebih dinamis karena bisa menunjukkan banyak view yang berbeda dengan subjek yang sama. dan peta – baik yang tercetak maupun dalam bentuk gambar di layar komputer – adalah bidang datar. Untuk menginterpretasikan peta lengkap seperti ini. Dalam kasus peta sederhana. Tonjolan dan lekukan ini biasanya dibuat dari tanah liat atau plastik. Peta pertama mungkin dibuat manusia dengan menggambar garis di pasir atau batu kerikil dan ranting kecil disusun di atas tanah. di mana hal tersebut adalah dalam bentuk tiga dimensi. lokasi lahan dengan tepat. Komponen Peta – Proyeksi Permukaan bumi adalah bidang lengkung. Peta cetak adalah bentuk yang paling sederhana. suara. elevasi. Peta modern diterbitkan untuk penggunan yang lebih lama oleh manusia. Artinya. diperlukan beberapa keahlian dasar membaca peta. peta relief adalah peta bidang datar dengan penambahan tonjolan dan lekukan untuk menunjukkan perbedaan tinggi rendahnya permukaan bumi. Peta ini juga memungkinkan perubahan skala. Untuk wilayah yang lebih luas atau untuk tujuan yang butuh akurasi yang tinggi. Ketika permukaan luar lengkungan jeruk dikupas dan diletakkan mendatar. Mereka harus memindahkan bagian geografis dengan cara tertentu. proyeksi peta adalah usaha mengubah bentuk bola (bidang lengkung) ke bentuk bidang datar dengan persyaratan. dan bisa terhubung ke sumber informasi tambahan melalui internet. sketsa lingkungan sekitar (tetangga) hanya menunjukkan hubungan rumah utama dengan sudut jalan atau jaraknya dari suatu pasar atau sekolah. bagaimanapun distorsi merupakan hal yang sangat penting. Peta kategori ketiga adalah grafik. Sebagai contoh. vegetasi dan aspek lainnya.

Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis katulistiwa. Sebagai contoh skala 1/10. yaitu proyeksi yang diperoleh melalui perhitungan. Garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan. yakni perpotongan antara garis-garis yang tegak lurus satu sama lain. – Skala Ukuran peta dalam hubungannya dengan bumi disebut dengan skala. untuk dapat membuat rangka peta yang meliputi wilayah yang lebih besar. Skala peta digital bisa lebih bervariasi yang dapat dirubah dengan “zoom”. Kadang-kadang . bidang datar (zenithal) dan gubahan (arbitrarry) Jenis proyeksi yang sering kita jumpai sehari-hari adalah proyeksi gubahan. peta berskala kecil akan menunjukkan bagian bumi yang lebih luas dan peta berskala besar relatif menunjukkan bagian bumi yang lebih kecil. juga merupakan hal yang tidak mungkin. Yang bisa dilakukan hanyalah satu saja dari syarat di atas untuk sebagian kecil permukaan bumi. Secant. mengukur seberapa jauh suatu tempat dari meridian. Proyeksi ini merupakan sistem proyeksi Silinder.000 centimeter di lapangan. biasanya dinyatakan dengan pecahan atau rasio/perbandingan. Pembilang. Oleh karena itu. Untuk memenuhi satu syarat saja bagi seluruh bola dunia. Sebagai perbandingan. – Koordinat Secara teori. Sebagai contoh Menara Eiffel di Paris mempunyai koordinat 48? 51? 3? Lintang Utara dan 2? 17? 35? Bujur Timur. Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat. Transversal.000 artinya jarak satu centimeter di peta eqivalen dengan 10. harus dilakukan kompromi antara ketiga syarat di atas. Beberapa jenis proyeksi yang umum adalah silinder/tabung (cylindrical). Derajat dibagi dalam 60 menit dan tiap menit dibagi dalam 60 detik. Sistem koordinat yang dipakai adalah koordinat geografis (geographical coordinate). skala ini akan ditunjukkan sebagai 1:10. Ini mengakibatkan lahirnya bermacam jenis proyeksi peta. koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. menit dan detik. Jika penyebut makin besar atau pecahan makin kecil maka semakin luas permukaan bumi yang dapat ditunjukkan dalam peta tunggal. Salah satu proyeksi gubahan yang sering digunakan adalah proyeksi Mercator. Memperbesar zoom dan lebih memperdekat ke bumi akan menggambarkan skala yang lebih besar. Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu. dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis katulistiwa. Konform. Untuk memenuhi ketiga syarat itu sekaligus merupakan hal yang tidak mungkin. kerucut (conical). untuk mengukur seberapa jauh suatu tempat di utara/selatan khatulistiwa. Oleh karena itu. Sedangkan garis lintang adalah garis khayal di atas permukaan buni yang sejajar dengan khatulistiwa. yang terletak di bagian atas pecahan merupakan satuan unit peta dan penyebut yang terletak di bagian bawah pecahan merupakan angka dalam unit yang sama yang menunjukan jarak yang sebenarnya di lapangan/bumi.permukaan yang diubah harus tetap dan jarak antara satu titik dengan titik yang lain di atas permukaan yang diubah harus tetap.000.

khususnya dalam bidang geografi fisik. Pemisahan geografi fisik dan geografi manusia yang . yang disebut dengan hill shading. Kemudian berbagai tata letak tulisan mengikuti arah tadi. misalnya permukaan bukit dan lembah. titik dan lingkaran yang menunjukkan populasi suatu kota.5833 Bujur Timur. Jadi koordinat Menara Eiffel dapat juga ditulis sebagai 48? 51. Jika detail peta kelihatan tidak familiar. arah juga penting sehingga si pemakai dapat dengan mudah mencocokkan objek di peta dengan objek sebenarnya di lapangan. Sebagai ganti garis kontur. peta berwarna seringkali menggunakan standarisasi skala warna untuk menunjukkan elevasi. Setiap garis menandakan ketinggian di atas permukaan laut. metodologi dan aplikasi yang mantap. Peta yang sudah modern menggambarkan pegunungan dengan relief yang diberi bayangan. – Arah Simbol arah dicantumkan dengan tujuan untuk orientasi peta. mempelajari legenda peta akan sangat membantu sebelum melanjutkan proses lebih jauh. elevasi tinggi digambarkan dari range sawo matang sampai coklat. Kartograf menggunakan teknik yang berbeda untuk menggambarkan ketinggian. yaitu ketinggian sebuah titik di atas muka bumi dari permukaan laut. laut diberi warna biru.(lil) GEOGRAFI Geografi sebagai ilmu pengetahuan yang pernah disebut sebagai induk ilmu pengetahuan (mother of sciences) mengalami pasang-surut peranannya untuk memberikan sumbangan pemikiran dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan. elevasi rendah digambarkan dengan bayangan hijau. untuk menggambarkan elevasi. menunjukkan salju. – Legenda Peta ini menggunakan simbol untuk menggambarkan letak objek yang sebenarnya. Semakin tajam bayangan warna biru sama artinya dengan semakin dalam kedalaman suatu laut atau danau. Apabila geografi tetap ingin berperan dalam memberikan sumbangan pemikiran dalam kebijakan pembangunan. dan puncak tertinggi diberi warna putih. Contoh simbol legenda adalah ikon-ikon yang melambangkan bangunan. Gunanya agar pembaca dapat dengan mudah memahami isi peta.53333 Lintang Utara dan 2? 17. Legenda adalah penjelasan simbol-simbol yang terdapat dalam peta. sehingga peta nyaman dibaca dengan tidak membolak-balik peta. Arah utara lazimnya mengarah pada bagian atas peta.koordinat ditunjukkan dalam desimal sebagai ganti dari menit dan detik. Pada pembahasan kali ini juga disertakan makalah bertujuan untuk menelusuri konsep inti geografi yang sesuai untuk dikembangkan di Indonesia untuk mendasari kompentensinya. perbedaan warna yang melambangkan elevasi. Peta Topografi tradisional menggunakan garis lingkaran yang memusat yang disebut dengan garis kontur. Unsur ini disebut dengan elevasi. perbedaan jenis garis yang melambangkan batas-batas atau jenis ukuran jalan. Lebih dari itu. geografi harus mempunyai konsep inti. – Elevasi Salah satu unsur yang penting lainnya pada suatu peta adalah informasi tinggi suatu tempat terhadap rujukan tertentu.

denah rumah. Bentuk Lain Dari Peta 1. Warna. Peta Sempit Peta sempit adalah peta yang hanya menampilkan sebagian kecil suatu area. Pembagian Peta 1. peta daerah amerika utara. karena dari pengertiannya. peta curah hujan. Warna Laut – hijau : 0 – 200 meter dpl / ketinggian – kuning : 200 – 500 meter dpl / ketinggian – coklat muda : 500 – 1500 meter dpl / ketinggian – coklat : 1500 – 4000 meter dpl / ketinggian – coklat berbintik hitam : 4000 – 6000 meter dpl / ketinggian – coklat kehitam-hitaman : 6000 meter dpl lebih / ketinggian 2. peta kutub utara dan kutub selatan. yakni : 1. peta samudera. 2. dsb. Arti. Atlas Atlas adalah gabungan dari beberapa peta yang dikumpulkan dalam sebuah buku yang memiliki judul atlas serta jenis-jenis atlas yang ada di buku tersebut. dan lain sebagainya. Pengertian atau Definisi Peta Peta adalah gambar atau lukisan keseluruhan atau pun sebagian permukaan bumi baik laut maupun darat. Macam-Macam atau Jenis-Jenis Peta Peta dapat diklasifikasi menjadi dua / 2 jenis. Berbagai Macam dan Jenis Warna Peta Beserta Artinya / Arti Warna Pada Peta 1. PETA Pengertian Peta – Jenis. 2. Contoh peta sempit yaitu peta desa atau pedesaan. peta benua. dan lain sebagainya. peta pertanian perkebunan. D. Peta Luas Peta luas adalah peta yang menggambarkan suatu daerah yang luas seperti peta dunia. Warna Darat – biru pucat : 0 – 200 meter / kedalaman – biru muda : 200 – 1000 meter / kedalaman – biru : 1000 – 4000 meter / kedalaman – biru tua : 4000 – 6000 meter / kedalaman . dan bahkan kita akan kehilangan sebagian dari kompetensi keilmuan geografi. Contoh : Peta jalan dan gedung wilayah DKI Jakarta. peta gedung. geografi merupakan gambaran tentang bumi. mari kita bahas secara terperinci mengenai apa dan bagaimana itu peta? A. Peta Khusus Peta khusus adalah peta yang menampakkan suatu keadaan atau kondisi khusus suatu daerah tertentu atau keseluruhan daerah bumi. Peta Umum Peta umum adalah peta yang manampilkan bentuk fisik permukaan bumi suatu wilayah. B. Bentuk. 2. Macam. Peta merupakan media utama dalam belajar ataupun mengajarkan geografi. dan jika kecenderungan pemisahan tersebut semakin berlanjut jati diri geografi akan pudar dan akan larut dalam disiplin ilmu lainnya. C. Untuk lebih mengetahui apa itu peta. peta kota atau perkotaan. peta gorong-gorong kampung. E. dan Syarat Membuat Peta. peta iklim.tinggi kurang mencirikan jati diri geografi. Atlas atau Globe / Bola Bumi – Bahas Pelajaran Geografi Dapat Dikatakan. Globe Globe atau Bola Dunia adalah suatu bentuk tiruan bola bumi yang dibuat dalam skala yang kecil untuk dapat lebih memahami bentuk asli planet bumi. Contohnya adalah peta persebaran hasil tambang.

htm 2. Peta daerah kutub utara hasil Proyeksi Azimut Normal Sumber : http://www.org/admin/print. Proyeksi Silinder Bidang Proyeksi : BIdang silinder yang menyinggung bola bumi pada lingkaran tertentu Contoh : A. sungai. ibu kota. 2. batas wiayah. Proyeksi Mollowide 4. Proyeksi Mercator 2. Skala peta 3. Contoh : A. pelabuhan. Jenisnya ada 3: 1. Proyeksi Pada Peta Proyeksi peta adalah suatu teknik pemindahan gambar peta ke berbagai macam bentuk peta. timur. Judul peta 2.php?id=1243926588&archive . Proyeksi Azimut / Zenithial Bidang Proyeksi : Bidang datar yang menyinggung bola pada kutub. dll G. Syarat-Syarat yang Wajib Ada Pada Peta 1. dll 4. garis pinggir peta 5.com/ B. selatan. Peta Dunia diproyeksikan melalui proyeksi silinder Sumber : http://www.farmworks. Skala angka / skala pecahan Contohnya seperti 1 : 1000 yang berarti 1 cm di peta sama dengan 1000 cm jarak aslinya di dunia nyata. Proyeksi Kerucut Jenis – Jenis Proyeksi Peta Proyeksi Peta merupakan suatu sistem pemindahan dari bentuk permukaan bumi yang lengkung ke suatu bidang datar.php?moid=125&fname=geo103_10. H. Skala Garis Skala garis menampilkan suatu garis dengan beberapa satuan jarak yang menyatakan suatu jarak pada tiap satuan jarak yang ada.co. Jenis Skala Pada Peta Pengertian atau definisi : Skala peta adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak sesungguhnya dengan satuan atau tehnik tertentu.google.– biru tua berbintik merah : 6000 meter lebih / kedalaman F. Skala Satuan Misalnya seperti 1 inchi to 5 miles dengan arti 1 inch di peta adalah sama dengan 5 mil pada jarak sebenarnya. Peta dunia yang dibuat melalui proyeksi silinder dengan proyeksi Mercator Sumber : astacala. Proyeksi Silinder 3. 1. 3. Petunjuk arah mata angin : utara. barat .id/imgres?imgurl=http://www. ekuator atau di sembarang tempat yang terletak antara ekuator dan kutub.net/mol/mo_full. Beberapa jenis-jenis proyeksi peta : 1. Lambang Peta : jalan.e-dukasi.

dan tentunya yang berhubungan dengan apa yang saya kerjakan . Proyeksi dapat dibedakani menjadi dua. insyaallah] Proyeksi Peta. tapi saya hanya akan menjelaskan proyeksi yang banyak digunakan di Indonesia. untuk dapat membuat rangka peta yang meliputi wilayah yang lebih besar harus dilakukan kompromi ketiga syarat di atas. Bentuk-bentuk di permukaan bumi tidak mengalami perubahan (harus tetap). berikut saya kutipkan dari wiki. Jarak antara satu titik dengan titik lain di atas permukaan bumi yang diubah harus tetap. lagi males nulis to be continued. Luas permukaan yang diubah harus tetap. dan semoga bisa menambah pustaka bacaan mengenai geographic processing berbahasa indonesia yang masih sangat terbatas di internet. Terjemahan bebasnya. 3..blogspot. WGS-84 (World Geodetic System) dan UTM (Universal Transverse Mercator Coordinate System). Saat itu beliau menjelaskan pembahasan mengenai Teknologi Remote Sensing. Proyeksi Peta Dalam pembuatan peta apabila kita ingin menggambarkan perubahan benda yang berukuran tiga dimensi ke benda yang berukuran dua dimensi. Contoh gambar proyeksi Kerucut Sumber : lailiaidi. benda itu harus diproyeksikan ke bidang datar. . Bahkan untuk dapat memenuhi satu syarat saja untuk seluruh bola dunia juga merupakan hal yang tidak mungkin. Proyeksi Peta adalah suatu metode untuk merepresentasikan permukaan dari benda bulat atau bentuk lain menjadi bidang datar. Agar kesalahan diperkecil sampai tidak ada kesalahan maka proses pemindahan harus memperhatikan syarat-syarat di bawah ini: 1. Sebenarnya ada beberapa macam pembagian jenis proyeksi. Akibat dari kompromi itu maka lahir bermacam jenis proyeksi peta. Tulisan ini bertujuan sebagai pengantar mengenai proyeksi peta. Oleh karena itu.48 Salah satu hal yang membuat para pemula di dunia geoprocessing bingung (seperti saya ) adalah pemahaman mengenai proyeksi peta. Di dalam proses pembuatan peta untuk dapat memenuhi ketiga syarat di atas sekaligus adalah suatu hal yang tidak mungkin. Apa itu proyeksi peta? Untuk menjelaskan mengenai definisi hal ini. Hasil pemindahan dari globe ke bidang datar ini akan menjadi peta. Proyeksi Kerucut Bidang Proyeksi : Kerucut yang menyinggung lingkaran paralel dari bola bumi Contoh : A.com Diposkan oleh Giovanni Janitra di 07.com 3. [segini dulu. A map projection is any method of representing the surface of a sphere or other shape on a plane (mathematics). Satuan Koordinat dan Konversi Datum A.blogspot.c.Pemindahan dari globe ke bidang datar harus diusahakan akurat. Teknik proyeksi ini juga berlaku untuk memindahkan letak titik-titik pada permukaan bumi ke bidang datar yang dinamakan Proyeksi Peta. Secara khusus pengertian dari proyeksi peta adalah cara memindahkan sistem paralel (garis lintang) dan meridian (garis bujur) berbentuk bola (Globe) ke bidang datar (peta). Hal inilah yang sering membuat dahi saya berkerut ketika mendengar penjelasan salah seorang profesor dari LAPAN. Contoh gambar Proyeksi Silinder Sumber : lailiaidi. persis seperti pada gambar peta di globe bumi. 2. yang bisa dipenuhi hanyalah satu saja dari syarat-syarat di atas dan ini hanya untuk sebagian kecil dari muka bumi.

Daerah Kutub • Proyeksi Lambert • Proyeksi Zenithal sama jarak 3. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa dalam membuat peta kita hanya dapat menggambar beberapa bagian permukaan bumi. Contoh proyeksi gubahan : • Proyeksi Bonne sama luas • Proyeksi Sinusoidal • Proyeksi Lambert • Proyeksi Mercator • Proyeksi Mollweide • Proyeksi Gall • Proyeksi Polyeder • Proyeksi Homolografik Kapan masing-masing proyeksi itu dipakai ? 1. Daerah Belahan Bumi Selatan • Sinusoidal • Lambert • Bonne 4. maka Kita dituntut harus tepat dalam memilih proyeksi yang digunakan. hanya Mercator 2. tetapi proyeksi yang dipergunakan untuk menggambarkan peta yang kita jumpai sehari-hari tidak ada yang menggunakan proyeksi murni di atas. Sekarang perhatikan terlebih dahulu gambar berikut ini! . ciri-ciri tertentu/ciri asli yang akan dipertahankan. akan tetapi cukup jenis proyeksi apa yang biasa digunakan dalam menyediakan kerangka peta di seluruh dunia. Masing-masing proyeksi mempunyai kelebihan dan kelemahan sesuai dengan tujuan peta dan bagian mukabumi yang digambarkan. Seluruh Dunia • Dalam dua belahan bumi dipakai Proyeksi Zenithal kutub • Peta-peta statistik (penyebaran penduduk. Untuk Daerah yang lebar ke samping tidak jauh dari Khatulistiwa • Pilih satu dari jenis proyeksi kerucut. iklim pakai Mollweide atau Gall • Navigasi dengan arah kompas tetap. hasil pertanian) pakai Mollweide • Arus laut.3 merupakan proyeksi murni. • Proyeksi apapun sebenarnya dapat dipakai Untuk daerah yang membujur Utara-Selatan tidak jauh dari Khatulistiwa pilih Lambert atau Bonne.1 sampai no. Sebagian dampak kompromi tersebut.Proyeksi berdasarkan bidang asal • Bidang datar (zenithal) • Kerucut (conical) • Silinder/Tabung (cylindrical) • Gubahan (arbitrarry) Jenis proyeksi no. Untuk dapat membuat peta yang meliputi wilayah yang lebih luas atau bahkan seluruh permukaan bumi. luas dan letak daerah yang dipetakan. keluarlah bermacam-macam jenis proyeksi peta. Pemilihan proyeksi tergantung pada bentuk. Dalam kesempatan ini tidak akan dijelaskan bagaimana perhitungan proyeksi tersebut di atas. Bila diminta untuk memetakan seluruh permukaan bumi. melainkan merupakan proyeksi atau rangka peta yang diperoleh melaui perhitungan (proyeksi gubahan). Untuk dapat membuat peta yang meliputi wilayah yang lebih luas atau bahkan seluruh permukaan bumi kita harus mengadakan kompromi antara ketiga syarat di atas.

Proyeksi ini cocok untuk mempertahankan bentuk sekitar khatulistiwa. Garis tersebut lebih besar dari garis di globe.000. pada Koordinat geografi dinyatakan sebagai permukaan Elipsoid.  Bidang persamaan.4 bagian tengah globe yaitu daerah sekitar garis khatulistiwa sedikit mengalami distorsi (penyimpangan) sedangkan daerah kutub mengalami distorsi yaitu menjadi lebih besar.3 Anda dapat melihat perubahan bentuk dari segi empat pada globe: Berubah menjadi: pada bidang datar. Garis Meridian : Garis lengkung melingkar dipermukaan Elipsoid dan melewati 2 kutub Garis Paralel : Lingkaran melintang dipermukaan Elipsoid dari Kutub U ke S sejajar Equator. Jika penetapan titik acuan tersebut secara asumsi. Sebagai akibatnya dapat dilihat pada gambar 03. Jadi paling banyak mengalami distorsi.000 m p = Panjang busur Paralel Kor = Koreksi akibat perubahan bentuk 3 D garis lengkung ke 2D.6 Anda dapat melihat perubahan bentuk pada garis lingkaran terluar. ekuator atau antara kutub dan ekuator. Posisi acuan dapat ditetapkan dengan asumsi atau ditetapkan dengan suatu kesepakatan matematis yang diakui secara universal dan baku. Besaran Pada Koordinat Geografi dinyatakan dalam besaran sudut (derajat). Jika titik singgung antara bidang datar dan permukaan bola bumi terletak di kutub utara. Titik singgung antara permukaan bola bumi dan bidang datar dapat terletak pada kutub. Jadi hubungan antara koordinat geografi dan UTM adalah : ON = Origin North = 10. maka sistim koordinat tersebut bersifat Lokal atau disebut Koordinat Lokal dan jika ditetapkan sebagai kesepakatan berdasar matematis maka koordinat itu disebut koordinat yang mempunyai sistim kesepakatan dasar matematisnya. Garis meridian akan tampak sebagai garis lurus yang berpusat di kutub dengan sudut yang sama. setelah diproyeksikan garis lintang akan taampak sebagai lingkaran konsentris yang mengelilingi kutub.000 m G = Panjang busur Meridian ko =0. besaran pada Koordinat UTM dinyatakan besaran panjang (meter). Pada gambar 03. B. Permasalahan yang timbul adalah :  SATUAN (unit) .Pada gambar 03. Pada bagian kutub relatif tidak mengalami perubahan atau distorsi. Kesimpulan Dihubungkan Dengan Konsep GIS Karena Sistem Informasi Geografi (GIS) merupakan metoda sajian terpadu. Koordinat Geografi pada Proyeksi UTM adalah salah satu transformasi geografi yang mempunyai referensi Posisi Acuan dan arah yang sama yaitu Titik Pusat Proyeksi untuk posisi dan arah utara Grid di Meridian Pusat sebagai arah acuan. sedang bidang persamaan UTM merupakan bidang datar.9996 OE = Origin East = 500. Perhatikan gambar berikut ini! Pada gambar 03.4 berikut ini. maka semua data . Satuan Koordinat Koordinat adalah pernyataan besaran geometrik yang menentukan posisi satu titik dengan mengukur besar vektor terhadap satu Posisi Acuan yang telah didefinisikan. jadi hampir mendekati kesesuaian. Proyeksi ini cocok untuk mempertahankan bentuk sekitar kutub. Misalnya Anda akan memproyeksikan garis-garis meridian dan garis-garis lintang.

kesatuan ID untuk data tabular.masukan spasial maupun tabular harus berupa data terpadu. fasilitas ini akan muncul di menu file-Arcview Projection Utility Wizard Sistem Hitungan Geodesi Geoid Geoid adalah salah satu bidang ekuipotensil gaya berat yang berimpit dengan permukaan air laut rata-rata diseluruh bumi (Vanicek and Krakiwsky. Sebagai contoh adanya perbedaan datum yang digunakan oleh Negara Indonesia pada masa lampau yaitu Id-74. 1986) : • Pengukuran busur di muka bumi (metode Astro Geodesi) • Pengukuran Variasi gravitasi dimuka bumi (metode Astrogravimetrik) • Pengukuran medan gravitasi bumi dari orbit satelit buatan Sistem Koordinat Sistem koordinat lokal • Sistem Koordinat Polar • Sistem Koordinat Kartesian Sistem Koordinat Global • Sistem Koordinat Astronomis (Lintang Astronomis dan Bujur Astronomis) bidang terhadap Geoid • Sistem Koordinat Geodetik (Lintang geodetic dan Bujur Geodetik) bidang terhadap . Utiliti proyeksi ini mendukung sejumlah system proyeksi dan konversi datum. Hal tersebut disa dilakukan pada jendela Projection Utility Wizard pada menu DATUM. Pada kotak dialog dimenu DATUM pilih Indonesia_1974_To_WGS_1984. kesatuan Sistim Koordinat untuk data spasial. Transformasi datum merupakan proses konversi koordinat-koordinat titik-titik yang bereferensi terhadap suatu datum (system koordinat) ke datum yang lain. Bidang yang teratur . Oleh karena itu dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan SIG dimana kita biasanya mengintegrasikan dengan data koordinat/spasial yang lain. Hal lain yang perlu diingat bahwa konsep GIS memanfaatkan pula jaringan data antar Pusat dengan Daerah. Jadi kesatuan dalam Sistim Koordinat adalah mutlak dalam konsep GIS. Artinya. Extension ini berguna untuk memproyeksikan shapefiles ke dalam system koordinat yang umum. Fungsi Sistim Proyeksi dan transformasi sangat memegang peranan sangat penting. yang bentuk dan ukuanya mendekati geoid adalah bidang ellipsoid Penentuan Ellipsoid Metode-metode yang digunakan untuk menentukan bentuk dan ukuran dari ellipsoid adalah sebagai berikut (Purworahardjo. antar Instansi yang bersifat Nasional . untuk keperluan hitungan Geodesi iperlukan suatu bidang analitis yang mempunyai bentuk dan ukuran mendekati geoid. datum merupakan hal penting yang harus diperhatikan. karena hal tersebut akan menentukan keakuratan peletakan titik/objek pada sebuah peta. maka pengguna harus mentransformasikan datum tersebut ke datum global yaitu WGS84. Transformasi Datum Dalam permasalah proyeksi peta. Bila telah ter-install dan kemudian diaktifkan. kesatuan dalam me-manage data untuk sasaran informasi tersebut agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Saat ini terdapat sekitar 200 datum yang digunakan di dunia. 1982) Ellipsoid Sebagaimana telah dijelaskan diatas. C. yang sangat berguna untuk analisis terhadap suatu dampak dari perubahan data yang masuk dalam cakupan yang lebih luas.

sama dengan tinggi di atas geoid (H) atau dengan perkataan lain undulasi (N) pada titik datum sama dengan nol.Ey.Y dan Z terhadap CTS • Faktor skala (s) Datum yang digunakan di Indonesia Datum Genuk Bidang hitungan yang digunakan adalah permukaan ellipsoid Bessel 1841 yang mempunyai dimensi sebagai berikut . ΔY. dengan arah arah dari sumbu- sumbu koordinat didefinisikan sebagai berikut • Sumbu Z berimpit dengan sumbu rotasi bumi.Y dan Z.Ez) sistem salib sumbu X. didefinisikan bahwa lintang geodetik (L). yang didefinisikan sebagai CTP (Conventional Terrestrial Pole) • Sumbu X mengarah ke meridian nol.Y dan Z terhadap geocenter (pusat massa bumi) atau titik asal satu CTS (conventional Terrestrial System) tertentu • Parameter rotasi (Ex. bujur astronomi san azimuth astronomi serta tinggi suatu geometric yaitu tinggi titik diatas ellipsoid (h).ellipsoid • Sistem Koordinat Kartesian Tiga Dimensi Gambar Sistem Koordinat Geodetik • Lintang Geodetik (L) dari suatu titik adalah besar sudut lancip yang dibentuk oleh arah normal pada ellipsoid dengan bidang ekuator geodetic • Bujur geodetic (B) yaitu sudut yang dibentuk antara bidang meridian dari titik tersebut dengan bidang meridian nol BIH • Titk geodetik / geometrik (h) didefinisikan sebagai jarak dari bidang ellipsoid kea rah normal sampai titik tinngi yang di maksud Sisitem Koordinat Kartesian Tiga Dimensi Posisidari suatu titik dinyatakan dalam besaran X. ΔZ) titik asal salib sumbu X. 1993) Pendefinisian Datum Konvensional • Ditetapkan parameter ellipsoid refrensi yang dipilih yaitu setengah sumbu panjang (a) dan pegepengan (f) • Wllipsoid refrensi menyinggung geoid pada satu titik yang telah ditentukan (titik datum) • Pada titik datum. yaitu meridian nol Greenwich yang ditetapkan oleh BIH (Bureau International de l’Heure) yang terletak pada bidang ekuator ellipsoid. 1975) • Datum geodetik adalah himpunan parameter parameter yang menggambarkan hubungan antara ellipsoid local dan sistem refrensi geodetik global (Seeber. • Sumbu Y adalah sumbu yang terletak pada bidang ekuator serta tegak lurus terhadap sumbu X dan Z berdasarkan aturan tangan kanan Datum Geodetik • Datum Geodetik adalah titik asal dari sistem perhitungan dan permukaan tempat dilakukannya perhitungan-perhitungan (Rais. • Sumbu putar ellipsoid dan bidang meridian nol geodetik sejajar sumbu menengah bumi dan bidang nol astronomi. • Parameter translasi (ΔX. yaitu setengah sumbu panjang (a) dan pegepengan (f). bujur geodetik (B) dan Azhimuth geodetik (A) sama lintang astronomi. Pendefinisian Datum Modern • Parameter dari ellipsoid refrensi yang dipilih.

257223563 Proyeksi Peta Proyeksi peta adalah teknik teknik yang digunakan untuk menggambarkan sebagian atau keseluruhan permukaan tiga dimensi yang secara kasaran berbentuk bola ke permukaan datar dua dimensi dengan distorsi sesedikit mungkin. yaitu suatu modifikasi (pembulatan parameter) ellipsoid GRS’67 (Geodetic Reference System 1967). 1995) : Setengah sumbu panjang (a) = 638137.155 m Pegepengan (f) = 1/299.3142 m Pegepengan (f) = 1/298. yang mirip parameter GRS 80 (Geodetic Reference System 1980).247 Datum Indonesia 1995 (DI’95) = WGS’84 Parameter parameter dari datum Indonesia 1995 ini sama dengan parameter parameter datum WGS 84.Setengah sumbu panjang (a) = 6377397.000 m Setengah sumbu pendek (b) = 6356752. Dalam proyeksi peta diupayakan sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik titik di muka bumi dan di peta. yaitu sistem referensi Geodesi yang diperkenalkan oleh international Association of Geodesy (IAG) pada tahun 1979. Sistem proyeksi peta dipilih untuj menyatakan posisi titik titik pada permukaan bumi ke dalam sistem koordinat bidang datar yang nantinya bias digunakan untuk perhitungan jarak dan arah antar titik. Adapun parameter parameter yang diakai untuk pendefinisian dari datum DI95 adalah Subarya dan Matindas. vegetasi.15 Datum Moncong Lowe Datum Gunung Serindu Datum Indonesia 1974 (DI’74) Speroid / ellipsoid yang diadopsi ialah SNI (Speroid Nasional Indonesia). Menyajikan secara grafis titik titik pada permukaan bumi ke dalam sistem koordinat bidang datar yang selanjutnya bias digunakan untuk membantu studi dan pengambilan keputusan berkaitan dengan topografi. iklim. hunian dan lain-lainya yang umumnya berkaitan dengan ruang yang luas Pertimbangan Ekstrinsik Bidang Proyeksi yang digunakan Proyeksi Azimutal / zenital : bidang proyeksi bidang datar Proyeksi kerucut : bidang proyeksi bidang selimut kerucut Proyeksi silinder : bidang proyeksi bidang selimut silinder Persinggungan bidang proyeksi dengan pola bumi Proyeksi tangent : bidang proyeksi bersinggungan dengan pola bumi Proyeksi Secant : bidang proyeksi berpotongan dengan pola bumi Proyeksi “Polysuperficial” : banyak bidang proyeksi Posisi sumbu simetri bodang proyeksi terhadap sumbu bumi Proyeksi normal : Sumbu simetri bidang proyeksi berimpit dengan sumbu pola bumi Proyeksi miring : Sumbu simetri bidang proyeksi miring terhadap sumbu pola bumi Proyeksi transversal : Sumbu simeri bidang proyeksi terhadap sumbu pola bumi .000 m Pegepengan (f) = 1/298. Parameter parameter ellipsoid SNI ialah : Setengah sumbu panjang (a) = 6378160.

sekitar 37 km x 37 km bias diabaikan. Tanggent dan Konfrom Keuntungan Proyeksi Polyeder : Karena perubahan jarak dan sudut pada satu bagian derajat 20’ x 20’. maka proyeksi ini baik untuk digunakan pada pemetaan teknis skala besar.9996 • Batas paalel tepi atas dan tepi bawah adalah 84 º LU dan 80 º LS Proyeksi dari bidang datum ke bidang proyeksi Sistem Grid UTM Global . Konform.Pertimbangan Instrinsik Sifat asli yang dipertahankan : Proyeksi Ekuivalen : Luas daerah yang pertahankan : Luas pada peta setelah disesuaikan dengan skala peta = luas asli pada muka bumi Proyeksi Konfrom : Bentuk daerah dipertahankan. Proyeksi Matematis : Semua di peroleh dengan hitungan matematis Proyeksi Semi Geometris : Sebagian peta diperoleh dengan cara proyeksi dan sebagian lainya diperoleh dengan cara matematis Pertimbangan Pemilihan Proyeksi • Ditorsi pada peta berada pada batas batas kesalahan grafis • Sebanyak mungkin lembar peta yang bias digabungkan • Perhitungan plloting setiap lembar sesederhana mungkin • Plotting manual bias dibuat dengan cara semudah mudahnya • Menggunakan titik control sehingga posisinya segera bias diplot Jenis Proyeksi dan Kedudukan Terhadap Bidang Datum Proyeksi Polyeder Sistem proyeksi kerucut. Kerugian proyeksi Polyeder : • Untuk pemetaan daerah luas harus serring pindah bagian derajat. memerlukan transformasi koordinat. • Grid kurang praktis karena dinyatakan dalam bentuk kilometer fiktif • Tidak praktis untuk skala kecil dengan cangkupan luas • Kesalahan arah maksimum 15 m untuk jarak 15 km Proyeksi UTM UTM merupakan sistem proyeksi Silinder. Secant. sehingga sudut sudut pada peta dipertahankan sama dengan sudut sudut dimuka bumi Proyeksi Ekuidistan : Jarak antar titik di peta setelah disesuaikan dengan skala peta sama dengan jarak asli di muka bumi Cara penurunan peta Proyeksi geometris : Proyeksi perspektif atau proyeksi sentral. Normal. tiap zone mempunyai meridian tengah sendiri • Perbesaran di meridian tengah = 0. Tranversal ketentuan selanjutnya : • Bidang silinder memotong bola bumi pada dua buah meridian yang disebut meridian standar dengan factor skala 1 • Lembar Zone 6º dihitung dari 180 º BB dengan nomor zone 1 hingga ke 180 º BT dengan nomor zone 60.

karena pada keadaan datar bacaan vertikal pada angka 90˚) . dalam pengukuran jarak pada total Station diperlukan Target berupa prisma yang berguna untuk mengembalikan sinyal EDM kembali ke Total Station. Biasa digunakan untuk pengukuran detail dan perapatan titik koordinat yang mempunyai refrensi TDT Orde 4.25 dm bb = 04. Theodolite Theodholite adalah salah satu alat ukur sudut. hanya saja di lengkapi dengan pengoprasian sistem digital. 2. ketelitian jarak Total Station adalah sampai dengan 1mm dan ketelitian sudutnya berkisar 1-5” tergantung dari alatnya. yang pengoprasiannya masih manual.Zone UTM Indonesia TM-3 º Ketentuan TM-3 º Ketentuan sistem proyeksi peta TM-3 º : • Proyeksi : TM dengan lebar zone 3 º • Sumbu pertama (Y) : Meredian Sentral dari seiap zone • Sumbu kedua (X) : Ekuator • Satuan : Meter • Absis semu (T) : 200 000 meter + X • Ordinat semu 1 500 000 meter + Y • Faktor skala pada meridian sentral : 0. sebuah perapatan titik koordinat dari beberapa refrensi TDT Orde 3 atau di atasnya. Jarak yang digunakan dalam poligon adalah jarak datar yang dapat dihasilkan dari berbagai cara diantaranya : 1. hal ini bersifat kasar dikarenakan ketelitian dari pita ukur hanya mencapai cm dan untuk memenuhi metode pengukuran jarak datar sangatlah susah untuk diterapkan.50 dm bt = 04. Dari pengamatan rambu ukur dengan theodolite. Dari pengamatan sebuah pita ukur. hanya saja pengoprasiannya sudah menggunakan sistem digital.9999 lat Ukur Sudut 1. Total Station Total station adalah sebuah Teodholite yang di gunakan untuk mengukur sudut. Biasa digunakan untuk mengukur Koordinat TDT Orde 4. Dari gambar di samping dapat kita lihat ba = 04. dan tanpa dilengkapi EDM. T1. bersifat kasar karena ketelitian 5cm dan tergantung dari jauh dan dekatnya jarak tersebut. dan sebuah EDM yang berguna untuk pengukuran jarak. diantaranya T0. tanpa EDM. 3. Theodolite Semi Digital Seperti halnya Theodholite pada angka 1. 2. Jenis theodolite dipandang dari ketelitiannya mempunyai beberapa macam. dan lainya. Biasa digunakan untuk perapatan titik koordinat dan pengukuran detail. Di gunakan juga dalam pengukuran detail.00 dm jika V = 30º00’20” (V adalah hasil pengurangan dari 90˚-bacaan vertikal.

• Set Nol pada bacaan horisontalnya. Set 0 º pada bacaan horisontalnya Setelah itu bidik target 2 Catat bacaan Horisontalnya Sudut yang dibentuk dari gambar di atas adalah hasil pengurangan dari bacaan target 2 dikurangi bacaan target 1. Sudut Luar Biasa • Putar 180 derajat baik vertikal ataupun secara harisontal. sebenarnya pada Total station sudah terdapat bacaan HD (Horizontal Distance) yang muncul secara otomatis. tanpa mengubah hasil bacaan horisontalnya. Dari penghitungan data jarak miring dan besaran sudut vertikal. jangan lupa dicatat. langkahnya : Sudut biasa • Bidik target 1.50-04. 90 º).50 d = 50 dm d = 5m jika d sudah diketahui maka kita sudah dapat menghitung jarak datar dengan cara hd = d*cosV hd = 5*cos30º00’20” hd = 4. jika pada bacaan target 2 sebesar 270 º00’30” maka sudut yang di hasilkan adalah 270 º00’30” – 00 º00’00” = 270 º00’30” (dikarenakan bacaan target 1 diset nol derajat) Ulangi sampai 2 atau 3 kali dengan set bacaan horizontal yang berbeda di target 1. Dalam pengukuran poligon. sudut yang digunakan ialah sudut yang mempunyai putaran searah jarum jam.maka. jika anda membuat sudut 90 º berlawanan arah jarum jam maka sudut yang dihasilkan adalah 270 º (sesuai dengan arah jarum jam).33 m 3. • Catat hasil bacaan di target 2. • Bidik target 2 dan catat bacaannya.00) d = 100*0. Dari hasil penghitungan instant oleh Total Station. d (slope distance) dapat dihitung d = 100*(ba-bb) catatan (ba-bt=bt-bb) d = 100*(4. Pengulangan ini bertujuan untuk memperkecil kesalahan dan mengindari human error atau salah pencatatan.663 meter 4. ( satu sesi atau satu seri). d = 89 m (jarak miring) bv = 51º30’40” (bacaan sudut vertikal) maka. Cara pengukuran sudut dilakukan seperti gambar di bawah ini : Pertama bidik target 1. (contoh : 30 º. • Kembali bidik target 2. sudut yang dibentuk adalah (v) v = 90 º – 51º30’40” = 38º29’20” jarak datar (hd) hd = d * cosV hd = 89 * cos 38º29’20” hd = 69. Hasil bacaan di target 2 seharusnya memiliki selisih kurang . Selain itu gunakan bacaan luar biasa dan biasa.

jadi hasilnya 258˚41’24”. Sedangkan pada rata rata jarak datar adalah perataan jarak hasil pengukuran. hal ini untuk menghindari efek kesalahan pada alat. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang kuadran silahahkan lihat gambar dibawah ini. Jadi setiap kali kita mendirikan alat data yang kita dapat adalah 2 jarak antara alat dan kedua target serta satu sudut yang membentuk di tempat berdiri alat dengan kedua target. mempunyai 2 besaran sudut (Biasa dan Luar biasa). jika pada titik 1 dan 2 mempunyai sebuah koordinat sebagai berikut. Contoh pencatatan hasil pengukuran beserta penghitungan perataannya Pada kolom “Rata rata Sudut Horisontal” merupakan hasil pengurangan bacaan target 2 dikurangi bacaan target 1 sedangkan pada baris paling bawah sendiri di kolom yang sama adalah perataan sudut horizontal. Pada Gambar 2. sedangkan pada gambar 2 : adalah sebuah gambaran penghitungan azimuth dari 2 titik yang mempunyai koordinat. seharusnya selisih tidak terlalu jauh di angka 180 derajat. X1 = 1000 Y1 = 1000 X2 = 900 Y2 = 980 . X1 = 1000 Y1 = 1000 X2 = 900 Y2 = 980 B1 = 200º05’10” Maka A12 (azimuth dari titik 1 ke titik 2) dapat kita hitung A12 = Arctan((X2-X1)/(Y2-Y1)) A12 = Arctan((1000-900)/(1000-980)) A12 = Arctan 5 A12 = 78.lebih 180 derajat dengan bacaan target 2 saat pengukuran sudut biasa • Setelah itu kembali bidik ke target 1. untuk pengecekannya dapat di lihat selisih antara bacaan awal dan akhir pada target 1 ataupun 2.6900˚ A12 = 78˚41’24” Dikarenakan titik 2 berada di daerah kuadran III. catat hasil bacaannya Hal ini dinamakan 1 Sesi. Ulangi hal ini dalam pengukuran poligon setidaknya 2 atau 3 sesi. maka hasil dari penghitungan ditambahkan 180˚. Gambar 1 : merupakan gambar Azimuth yang di bentuk dari titik 1 ke titik 2 (A12). Untuk menentukan Azimuth dari titik 1 ke titik a dapat kita hitung dengan : A1a = B1-(360˚-A12) A1a = 200˚05’10”-(360˚-258˚41’24”) A1a = 97˚23’46” ngan Koordinat Detail Jika pada titik 1 dan 2 mempunyai sebuah koordinat sebagai berikut. Azhimuth adalah sebuah sudut yang dibentuk dari 2 titik dengan arah utara.

1789 Untuk koordinat Ya Xa = X1+d cos A1a Xa = 1000+22. Peta Sumatera Utara (Kabupaten Labuhan batu) PROYEKSI Proyeksi diartikan sebagai metoda/cara dalam usaha mendapatkan bentuk ubahan dari dimensi tertentu menjadi bentuk dimensi yang sistematik. mengembang atau berkerut.365sin97˚23’46” Xa = 1022. Karena awalnya kulit jeruk tersebut 3 Dimensi dengan dikupas dan di letakkan mendatar maka dipaksakan menjadi 2 Dimensi maka sebagai akibatnya terjadi perubahan dari bentuk awal yang dikarenakan adanya sobekan. Sebuah peta dasar dibuat dengan skala terkecil mulai dari 1 : 50. UTM menggunakan silinder yang membungkus ellipsoid dengan kedudukan sumbu silindernya tegak lurus sumbu tegak ellipsoid (sumbu perputaran bumi) sehingga garis . Metoda Proyeksi Peta Sistem UTM dengan system koordinat WGS 84 sering digunakan pada pemetaan wilayah Indonesia. Untuk menghitungnya kita harus mengupasnya dan meletakkannya pada bidang datar. Gambar 2. Pembagian peta di Indonesia mengacu pada system proyeksi Universal Transvers Mercator (UTM) dengan system koordinat DGN 95 atau WGS 84.1210 Proyeksi Peta PEMETAAN Peta merupakan gambaran suatu tempat seperti kota.000.Dan sebuah sudut horisontal B1 = 200º05’10” d1a = 22. Jadi pemetaan dapat diartikan sebagai kegiatan penggambaran permukaan bumi yang di proyeksikan ke dalam bidang datar dengan skala tertentu.365m Untuk penghitungan koordinatnya sebagai berikut : Hitung Azimuth titik 1 ke titik 2 A12 = Arctan((X2-X1)/(Y2-Y1)) A12 = Arctan((1000-900)/(1000-980)) A12 = Arctan 5 A12 = 78. Gambar 1. 2003].000 sampai 1 : 250.365cos97˚23’46” Xa = 997. negara atau benua yang memperlihatkan kharakteristik utamanya bila di lihat dari atas [Collin English Dictionary. Analoginya adalah sama dengan saat kita akan menghitung luas kulit jeruk.6900˚ A12 = 78˚41’24” + 180˚ (berada di kuadran III) A12 = 258˚41’24” Hitung Azhimuth titik 1 ke detail a A1a = B1-(360˚-A12) A1a = 200˚05’10”-(360˚-258˚41’24”) A1a = 97˚23’46” Hitung Koordinat titik detail a Untuk koordinat Xa Xa = X1+d sin A1a Xa = 1000+22.

72° LS hingga 64° LS diberi notasi D. Bentuk yang diubah itu harus tetap. zone 2 di mulai dari 174° BB hingga 168° BB. zone 1 dimulai dari 180° BB hingga 174° BB.singgung ellipsoid dan silinder merupakan garis yang berhimpit dengan garis bujur pada ellipsoid. Luas permukaan yang diubah harus tetap. proyeksi peta dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari cara pemindahan data topografi dari permukaan Bumi ke atas permukaan peta. ekuator tetap memiliki nilai ordinat 0 meter. Sedangkan untuk zone yang terletak dibagian utara ekuator. meridian tengah diberi nilai awal absis (x) 500. Gambar 3.1 sampai no. Jarak antara satu titik dengan titik yang lain di atas permukaan yang diubah harus tetap.000 meter. Proyeksi bidang datar / Azimuthal / Zenithal 2.E. Untuk memenuhi satu syarat saja dari tiga syarat di atas untuk seluruh bola dunia. melainkan merupakan proyeksi atau rangka peta yang diperoleh melaui perhitungan (proyeksi gubahan). dengan persyaratan sebagai berikut . Jadi bagian derajat 80° LS hingga 72° LS diberi notasi C. Secara umum.3 merupakan proyeksi murni. Seluruh permukaan bumi dibagi atas 60 bagian yang disebut dengan UTM zone. Setiap zone dibatasi oleh dua meridian sebesar 6° dan memiliki meridian tengah sendiri. Batas lintang dalam system koordinat ini adalah 80° LS hingga 84° LU. Zona UTM Dunia Setiap zone UTM memiliki system koordinat sendiri dengan titik nol pada perpotongan antara meridian sentralnya dengan ekuator. Proyeksi berdasarkan bidang asal * Bidang datar (zenithal) * Kerucut (conical) * Silinder/Tabung (cylindrical) * Gubahan (arbitrarry) Jenis proyeksi no. 2. dimulai dari meridian 90° BT sampai dengan 144° BT dengan batas pararel (lintang) 11° LS hingga 6° LU. Untuk memenuhi ketiga syarat itu sekaligus suatu hal yang tidak mungkin. Untuk menghindari koordinat negative. Gambar 4. dan conform yang memotong bumi pada dua meridian standart.y) menggunakan proyeksi silinder.000. Oleh karena itu. Untuk wilayah Indonesia terbagi atas sembilan zone UTM. transversal.F. Akibat dari kompromi itu maka lahir bermacam jenis proyeksi peta. hingga X (huruf I dan O tidak digunakan). 64° LS hingga 56° LS diberi notasi E. Sebagai contoh. Zona UTM Indonesia Pada prinsipnya arti proyeksi peta adalah usaha mengubah bentuk bola (bidang lengkung) ke bentuk bidang datar. juga untuk menghindari koordinat negative ekuator diberi nilai awal ordinat (y) 10. untuk dapat membuat rangka peta yang meliputi wilayah yang lebih besar harus dilakukan kompromi ketiga syarat di atas.D. 1. Untuk zone yang terletak dibagian selatan ekuator (LS). Proyeksi peta menurut jenis bidang proyeksi dibedakan : 1. tetapi proyeksi yang dipergunakan untuk menggambarkan peta yang kita jumpai sehari-hari tidak ada yang menggunakan proyeksi murni di atas. Setiap bagian derajat memiliki lebar 8 yang pembagiannya dimulai dari 80° LS kearah utara. .000 meter. juga merupakan hal yang tidak mungkin. Yang bisa dilakukan hanyalah satu saja dari syarat di atas untuk sebagian kecil permukaan bumi. terus kearah timur hingga zone 60 yang dimulai dari 174° BT sampai 180° BT. dan seterusnya. Bagian derajat dari bawah (LS) dinotasikan dimulai dari C. Dengan demikian wilayah Indonesia dimulai dari zone 46 (meridian sentral 93° BT) hingga zone 54 (meridian sentral 141° BT). Pada system proyeksi UTM didefinisika posisi horizontal dua dimensi (x. 3.

Menggunakan ER yang sama – WGS 84. tidak akan mengalami perubahan (distorsi). dengan persyaratan bentuk yang diubah itu harus tetap. (3) setiap zone memiliki meridian tengah sendiri dengan faktor perbesaran = 0. bidang datar (zenithal) dan gubahan (arbitrarry) Jenis proyeksi yang sering kita jumpai sehari-hari adalah proyeksi gubahan. Proyeksi Silinder Proyeksi peta menurut kedudukan bidang proyeksi dibedakan : 1. artinya luas di atas peta sama dengan luas di atas muka bumi setelah dikalikan skala.257. Proyeksi peta adalah teknik-teknik yang digunakan untuk menggambarkan sebagian atau keseluruhan permukaan tiga dimensi yang secara kasaran berbentuk bola ke permukaan datar dua dimensi dengan distorsi sesedikit mungkin. Proyeksi Ekuivalen adalah luas daerah dipertahankan sama. Proyeksi UTM merupakan proyeksi Peta yang banyak di pilih dan di gunakan dalam kegiatan pemetaan di Indonesia karena di nilai memenuhi syarat2 ideal yang sesuai dengan bentuk. merupakan jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya luas suatu daerah pada bidang lengkung Pada prinsipnya arti proyeksi peta adalah usaha mengubah bentuk bidang lengkung ke bentuk bidang datar. b. yaitu proyeksi yang diperoleh melalui perhitungan. Menurut Frans (iagi. Jenis proyeksi yang sering di gunakan di indonesia adalah WGS-84 (World Geodetic System) dan UTM (Universal Transverse Mercator) WGS-84 (World Geodetic System) adalah ellipsoid terbaik untuk keseluruhan geoid. Dalam sistem datum absolut ini. Indonesia. Proyeksi Konform artinya bentuk-bentuk atau sudut-sudut pada peta dipertahankan sama . Akibatnya. sehingga munculah berbagai macam jenis proyeksi.Proyeksi Kerucut 3. Proyeksi transversal Proyeksi peta menurut jenis unsur yang bebas distorsi dibedakan : 1. DGN-95. dari ellipsoid ke silinder. Penyimpangan terbesar antara geoid dengan ellipsoid WGS-84 adalah 60 m di atas dan 100 m di bawah-nya. Dalam proyeksi peta diupayakan sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di muka bumi dan di peta untuk memenuhi semua ketiga persyaratan perubahan dari bidang lengkung ke bidang datar rasanya tidak mungkin bangat. Proyeksi equidistant. Proyeksi normal 2. pusat ER berimpit dengan pusat masa bumi. letak dan luas Indonesia. (4) Batas paralel tepi atas dan tepi bawah adalah 84° LU dan 80° LS dan (5) proyeksinya bersifat konform. Berdasarkan sifat asli yang dipertahankan a. Proyeksi equivalent. menggunakan ukuran ellipsoid ini untuk pengukuran dan pemetaan di Indonesia. sehingga posisinya walaupun dipindahkan (diproyeksikan). Titik impit WGS-84 dengan geoid di Indonesia dikenal sebagai datum Padang (datum geodesi relatif) yang digunakan sebagai titik reference dalam pemetaan nasional. merupakan jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya sudut 2. titik2 pada garis tersebut terletak pada kedua bidang. sejak 1995 pemetaan nasional di Indonesia menggunakan datum geodesi absolut.9996. seperti halnya negara lainnya. Spesifikasi UTM antara lain adalah (1) menggunakan bidang silender yang memotong bola bumi pada dua meridian standart yang mempunyai faktor skala k=1. merupakan jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya panjang jarak 3. Beberapa jenis proyeksi yang umum adalah silinder/tabung (cylindrical). Tiap zone mempunyai meridian tengah sendiri.net) UTM menggunakan silinder yg membungkus ellipsoid dengan kedudukan sumbu silindernya tegak lurus sumbu tegak ellipsoid (sumbu perputaran bumi). sehingga garis singgung ellipsoid dan silinder merupakan garis yg berhimpit dengan garis bujur pada ellipsoid. maka ada kompromi2 dalam menggunakan syarat tersebut. 1. (2) Lebar zone 6° dihitung dari 180° BB dengan nomor zone 1 hingga ke 180° BT dengan nomor zone 60. kerucut (conical). diimpitkan” sedemikian rupa diperoleh penyimpangan terkecil di kawasan Nusantara RI. maka rasio penyimpangan terbesar ini adalah 1 / 100 000. WGS-84 “diatur. Sebelumnya juga dikenal datum Genuk di daerah sekitar Semarang untuk pemetaan yang dibuat Belanda. Proyeksi conform. luas permukaan yang diubah harus tetap dan jarak antara satu titik dengan titik yang lain di atas permukaan yang diubah harus tetap. Bila ukuran sumbu panjang ellipsoid WGS-84 adalah 6 378 137 m dengan kegepengan 1/298. Proyeksi miring 3.

Untuk memperjelas pemahaman. Ciri-ciri Proyeksi Azimuthal: a. b. apabila sumbu simetrinya tegak lurus pada sumbu bumi atau terletak di bidang ekuator. Pada daerah lintang 45° akan mengalami pembesaran 3 kali. Peta daerah kutub utara hasil proyeksi Azimuth Normal Karena proyeksi Azimuthal paling tepat untuk menggambarkan kutub. Jadi jarak antara lingkaran paralel tergambar semakin membesar ke arah luar. c. Proyeksi Zenithal (Azimuthal). Proyeksi ini disebut juga Proyeksi ekuatorial. Sudut antara garis bujur yang satu dengan lainnya pada peta besarnya sama. Garis lintang digambarkan dalam bentuk lingkaran yang konsentris mengelilingi kutub.8. Berdasarkan Kedudukan Sumbu Simetris a. Untuk memperjelas silahkan perhatikan lagi gambar 03. Berdasarkan bidang asal proyeksi yang digunakan a. Garis-garis bujur sebagai garis lurus yang berpusat pada kutub. Proyeksi Normal. 3.dengan bentuk aslinya. c.10. Proyeksi Azimut Transversal yaitu bidang proyeksinya tegak lurus dengan ekuator. Perhatikan gambar dibawah ini! Gambar 03. Seluruh permukaan bumi jika digambarkan dengan proyeksi ini akan berbentuk lingkaran. Proyeksi Azimuthal Orthografik Proyeksi ini menggunakan titik yang letaknya tak terhingga sebagai titik sumber proyeksi. maka penggambaran kutub melalui proyeksi ini dibedakan menjadi 3 macam yaitu: 1. apabila sumbu simetrisnya berhimpit dengan sumbu bumi. perhatikan gambar berikut ini! Khusus proyeksi Azimut Normal cocok untuk memproyeksikan daerah kutub. Proyeksi Azimut Oblique yaitu bidang proyeksinya menyinggung salah satu tempat antara kutub dan ekuator. Perhatikan gambar berikut ini! Gambar 03. Proyeksi ini menyinggung bola bumi dan berpusat pada satu titik. Proyeksi Azimuthal Stereografik Titik sumber proyeksi di kutub berlawanan dengan titik singgung bidang proyeksi dengan kutub bola bumi. c.5. Proyeksi Miring. Ekuator tergambar hingga tak terbatas. 2. Lingkaran besar diproyeksikan sebagai garis lurus 2. . Proyeksi Ekuidistan artinya jarak-jarak di peta sama dengan jarak di muka bumi setelah dikalikan skala. b. Proyeksi ini menggambarkan daerah kutub dengan menempatkan titik kutub pada titik pusat proyeksi. apabila sumbu simetrinya membentuk sudut terhadap sumbu bumi. c. adalah proyeksi yang menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksinya. Lingkaran paralel berubah ke arah luar mengalami pembesaran yang cepat dan ekuator tidak mampu digambarkan karena pembesaran tak terhingga tadi. Proyeksi Azimut Normal yaitu bidang proyeksinya menyinggung kutub. yaitu: a. Proyeksi Gnomonik Pada proyeksi ini pusat proyeksi terapat di titik pusat bola bumi. d. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini! 3. Proyeksi Transversal. Proyeksi Azimuthal dibedakan 3 macam. b.

!!! Tuesday. DGN-95. WGS-84 “diatur. Istilah ini sinonim dengan istilah spheroid yang digunakan untuk menyatakan bentuk bumi. July 8. bentuk. Proyeksi Azimuthal Orthografik. Upaya mempertahan salah satu unsur berakibat terjadinya distorsi pada unsur yang lain. Jarak antara lingkaran garis lintang akan semakin mengecil bila semakin jauh dari pusat.257. maka dipilih model ellipsoid terbaik pada daerah pemetaan. Lingkaran paralel akan diproyeksikan dengan keliling yang benar atau ekuidistan. Paralel berwujud garis lingkaran sedangkan bujur berupa jari-jari. seperti halnya dalam ilmu ukur tanah (plane surveying) yang muka lengkungan bumi bisa dianggap datar maka tidak ditemui perbedaan yang berarti antara unsur di muka bumi dan gambarannya di peta. Rekonstruksi proyeksi peta yang baik adalah yang bisa meminimkan distorsi dalam hal: luas. Proyeksi ini memiliki paralel melingkar dengan meridian berbentuk jari-jari. arah dan jarak. Indonesia. seperti halnya negara lainnya. Penyimpangan terbesar antara geoid dengan ellipsoid WGS- 84 adalah 60 m di atas dan 100 m di bawah-nya. Untuk proyeksi normalnya cocok untuk memproyeksikan daerah lintang tengah (miring). pusat ER berimpit dengan pusat masa bumi. Untuk menghindari kompleksitas model matematik geoid. Titik impit WGS-84 dengan geoid di Indonesia dikenal sebagai datum Padang (datum geodesi relatif) yang digunakan sebagai titik reference dalam pemetaan nasional. Dalam proyeksi peta diupayakan sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di muka bumi dan di peta. Untuk memudahkan rekonstruksi proyeksi peta dari titik di muka bumi maka digunakan model spheroid dengan volume yang sama dengan spheroid terbaik. Dalam sistem datum absolut ini. Perhatikan Gambar berikut ini! xperience for a better engineer’s life…. arah dan jarak tidak mengalami distorsi. maka digunakan istilah geoid untuk menyatakan bentuk bumi yang menyerupai ellipsoid tetapi dengan bentuk muka yang sangat tidak beraturan. Menggunakan ER yang sama – WGS 84. Dalam praktek tak ada satupun sistem proyeksi peta yang bisa menghasilkan peta dengan keempat faktor luas. WGS- 84 (World Geodetic System) dan GRS-1980 (Geodetic Reference System) adalah ellipsoid terbaik untuk keseluruhan geoid. bentuk. hanya sesuai dekat pusat peta saja b. yaitu yang penyimpangannya terkecil terhadap geoid.12. menggunakan ukuran ellipsoid ini untuk pengukuran dan pemetaan di Indonesia. 2008 Proyeksi Peta Pengertian Proyeksi Peta Persoalan ditemui dalam upaya menggambarkan garis yang nampak lurus pada muka lengkungan bumi ke bidang datar peta. Bentuk bumi bukanlah bola tetapi lebih menyerupai ellips 3 dimensi atau ellipsoid. Bila ukuran sumbu panjang ellipsoid WGS- 84 adalah 6 378 137 m dengan kegepengan 1/298. Proyeksi Kerucut yaitu pemindahan garisgaris meridian dan paralel dari suatu globe ke sebuah kerucut. maka rasio penyimpangan terbesar ini adalah 1 / 100 000. Karena bumi tidak uniform. sejak 1995 pemetaan nasional di Indonesia menggunakan datum geodesi absolut. Proyeksi Kerucut (Conical Projection). Bila cakupan daerah pengukuran dan penggambaran tidak terlalu luas. . Sebelumnya juga dikenal datum Genuk di daerah sekitar Semarang untuk pemetaan yang dibuat Belanda.Akibatnya sinar proyeksinya sejajar dengan sumbu bumi. diimpitkan” sedemikian rupa diperoleh penyimpangan terkecil di kawasan Nusantara RI. Proyeksi peta adalah teknik-teknik yang digunakan untuk menggambarkan sebagian atau keseluruhan permukaan tiga dimensi yang secara kasaran berbentuk bola ke permukaan datar dua dimensi dengan distorsi sesedikit mungkin. Gambar 03.

seperti GPS dan GIS. * Proyeksi kerucut: Bidang proyeksi bidang selimut kerucut. * Menyajikan secara grafis titik-titik pada permukaan bumi ke dalam sistem koordinat bidang datar yang selanjutnya bisa digunakan untuk membantu studi dan pengambilan keputusan berkaitan dengan topografi. 5. 5. * Proyeksi Ekuidistan: Jarak antar titik di peta setelah disesuaikan dengan skala peta sama dengan jarak asli di muka bumi. Cara penurunan peta: .3 Pembagian Sistem Proyeksi Peta Secara garis besar sistem proyeksi peta bisa dikelompokkan berdasarkan pertimbangan ekstrinsik dan intrinsik. dan * Menggunakan bidang peta berupa bidang datar atau bidang yang dapat didatarkan tanpa mengalami distorsi seperti bidang kerucut dan bidang silinder. 5. Kebanyakan orang enggan untuk berpindah atau ganti dari satu sistem proyeksi peta ke sistem proyeksi peta yang lain. Cara proyeksi peta bisa dipilah sebagai: * Proyeksi langsung (direct projection): Dari ellipsoid langsung ke bidang proyeksi. Pemilihan sistem proyeksi peta ditentukan berdasarkan pada: * Ciri-ciri tertentu atau asli yang ingin dipertahankan sesuai dengan tujuan pembuatan / pemakaian peta. * Proyeksi Miring: Sumbu simetri bidang proyeksi miring terhadap sumbu bola bumi. Namun dengan berkembang majunya teknologi komputer dan komunikasi dengan terapannya dalam bidang pemetaan.3. * Proyeksi “Polysuperficial”: Banyak bidang proyeksi Posisi sumbu simetri bidang proyeksi terhadap sumbu bumi: * Proyeksi Normal: Sumbu simetri bidang proyeksi berimpit dengan sumbu bola bumi. * Ukuran dan bentuk daerah yang akan dipetakan. * Proyeksi silinder: Bidang proyeksi bidang selimut silinder. Persinggungan bidang proyeksi dengan bola bumi: * Proyeksi Tangen: Bidang proyeksi bersinggungan dengan bola bumi. iklim. 5. * Proyeksi Traversal: Sumbu simetri bidang proyeksi ^ terhadap sumbu bola bumi. * Proyeksi Secant: Bidang Proyeksi berpotongan dengan bola bumi.Sistem proyeksi peta dibuat untuk mereduksi sekecil mungkin distorsi tersebut dengan: * Membagi daerah yang dipetakan menjadi bagian-bagian yang tidak terlalu luas.3. * Letak daerah yang akan dipetakan.2 Tujuan dan Cara Proyeksi Peta Sistem Proyeksi Peta dibuat dan dipilih untuk: * Menyatakan posisi titik-titik pada permukaan bumi ke dalam sistem koordinat bidang datar yang nantinya bisa digunakan untuk perhitungan jarak dan arah antar titik. vegetasi.1 Pertimbangan Ekstrinsik: Bidang proyeksi yang digunakan: * Proyeksi azimutal / zenital: Bidang proyeksi bidang datar. maka perpindahan sistem proyeksi merupakan hal yang penting dan untuk dikerjakan. ellipsoid ke bola dan dari bola ke bidang proyeksi. * Proyeksi Konform: Bentuk daerah dipertahankan. hunian dan lain-lainnya yang umumnya berkaitan dengan ruang yang luas.2 Pertimbangan Intrinsik: Sifat asli yang dipertahankan: * Proyeksi Ekuivalen: Luas daerah dipertahankan: luas pada peta setelah disesuikan dengan skala peta = luas di asli pada muka bumi. * Proyeksi tidak langsung (double projection): Proyeksi dilakukan menggunakan “bidang” antara. sehingga sudut-sudut pada peta dipertahankan sama dengan sudut-sudut di muka bumi.

Meridian dan meridian utama b.4 Peristilahan Dalam Proyeksi Peta Beberapa ketentuan yang berhubungan dengan pemodelan bumi sebagai spheroid adalah: a.Y). 5.l ). Sifat Ekuidistan Ekuivalen Konform 5.1: Kelas proyeksi peta KELAS Pertimbangan EKSTRINSIK 1. Kegepengan ( flattening ) – f = (a – b)/b . Silinder 2. Kerucut Bid. Paralel dan paralel NOL atau ekuator. Generasi Geometris Matematis Semi Geometris Pertimbangan dalam pemilihan proyeksi peta untuk pembuatan peta skala besar adalah: * Distorsi pada peta berada pada batas-batas kesalahan grafis * Sebanyak mungkin lembar peta yang bisa digabungkan * Perhitungan plotting setiap lembar sesederhana mungkin * Plotting manual bisa dibuat dengan cara semudah-mudahnya Menggunakan titik-titik kontrol sehingga posisinya segera bisa diplot. * Proyeksi Matematis: Semuanya diperoleh dengan hitungan matematis. Proyeksi Bid. Sumbu panjang (a) dan sumbu pendek (b) b. Lintang ( latitude – l ). Tabel 5. Bujur (longitude – j ).* Proyeksi Geometris: Proyeksi perspektif atau proyeksi sentral. c. Persinggungan Tangent Secant Polysuperficial 3. Datar Bid. Posisi Normal Oblique/Miring Transversal Pertimbangan INTRINSIK 4. Ellipsoid: a. * Proyeksi Semi Geometris: Sebagian peta diperoleh dengan cara proyeksi dan sebagian lainnya diperoleh dengan cara matematis. * Bidang proyeksi adalah bidang yang akan digunakan untuk memproyeksikan titik-titik yang diketahui koordinatnya (X. Lintang Utara (0° -90° LU) dan Lintang Selatan (0° –90° LS) Bidang Datum Dan Bidang Proyeksi: * Bidang datum adalah bidang yang akan digunakan untuk memproyeksikan titik-titik yang diketahui koordinatnya (j . Bujur Barat (0° – 180° BB) dan Bujur Timur (0° – 180° BT) d. Bid.

misal 1 : 100 000. Garis Orthodrome adalah proyeksi garis geodesic pada bidang proyeksi. jarak hasil ukuran di muka bumi dan jarak lurusnya di bidang proyeksi mendekati sama atau bisa dianggap sama. Digunakan untuk daerah 20′ x 20′ ( 37 km x 37 km ). Paralel- paralel tergambar sebagai lingkaran konsentris. e. d. 139. Sumbu Y adalah meridian tengah dan sumbu X adalah garis tegak lurus sumbu Y yang melalui perpotongan meridian tengah dan . koreksi jurusan kecil sekali sehingga bisa diabaikan. Sumbu X berimpit dengan meridian tengah dan sumbu Y tegak lurus sumbu X di titik tengah bagian derajatnya. LI.75′.8: Lembar proyeksi peta polyeder di bagian lintang utara dan lintang selatan Proyeksi Peta Gambar 5.5 Proyeksi Polyeder Sistem proyeksi Kerucut. Sehingga titik tengah setiap bagian derajat mempunyai koordinat O. Koordinat titik-titik sudut (titik pojok) geografis lembar peta dihitung berdasarkan skala peta. Garis geodesic adalah kurva terpendek yang menghubungkan dua titik pada permukaan elipsoid. yang dibagi sama tiap 20′ atau menjadi 139 bagian.1 Penerapan Proyeksi Polyeder di Indonesia Sistem Penomoran Bagian Derajat Proyeksi Polyeder Peta dengan proyeksi Polyeder dibuat di Indonesia sejak sebelum Perang Dunia II. pada kawasan 20′ x 20′. Bali dan Sulawesi. Meridian tergambar sebagai garis lurus yang konvergen ke arah kutub. 5. 1 : 25 000 dan 1 : 5 000. 5. Bidang kerucut menyinggung pada garis paralel tengah yang merupakan paralel baku – k = 1. 2. Tergantung pada skala peta. … .7: Proyeksi polyeder: bidang datum dan bidang proyeksi. III. II.6: Proyeksi kerucut: bidang datum dan bidang proyeksi. ke arah KU untuk daerah di sebelah utara ekuator dan ke arah KS untuk daerah di selatan ekuator. Bumi dibagi dalam jalur-jalur yang dibatasi oleh dua garis paralel dengan lintang sebesar 20′ atau tiap jalur selebar 20′ diproyeksikan pada kerucut tersendiri. dan penomoran dari LU ke LS: I. Penomoran dari barat ke timur: 1. Wilayah Indonesia dengan 94° 40′ BT – 141° BT dan 6° LU – 11° LS dibagi dalam 139 x LI bagian derajat. Untuk jarak-jarak kurang dari 30 km. Konvergensi meridian di tepi bagian derajat di wilayah Indonesia maksimum 1. Koordinat titik-titik lain seperti titik triangualsi dan titik pojok lembar peta dihitung dari titik pusat bagian derajat masin-masing bagian derajat. tiap lembar bisa dibagi lagi dalam bagian yang lebih kecil. 1 : 50 000. C dan D. masing-masing 20′ x 20′. sehingga bisa memperkecil distorsi. B. yang diabgi tiap 20′ atau menjadi 51 bagian. Garis Loxodrome ( Rhumbline) adalah garis (kurva) yang menghubungkan titik-titik dengan azimuth a yang tetap. Proyeksi Peta Gambar 5. Tangent dan Konform Proyeksi Peta Gambar 5. Proyeksi polyeder di Indonesia digunakan untuk pemetaan topografi dengan cakupan: 94° 40 BT – 141° BT. 3.5. Proyeksi Peta Gambar 5. 11° LS – 6° LU. Normal.c. satu bagian derajat proyeksi polyeder (20′ x 20′) tergambar dalam 4 lembar peta dengan penomoran lembar A.9: Konvergensi meridian pada proyeksi polyeder. Secara praktis. … . Cara Menghitung Pojok Lembar Peta Proyeksi Polyeder Setiap bagian derajat mempunyai sistem koordinat masing-masing. meliputi peta-peta di pulau Jawa. Pada skala 1 :50 000.

Untuk pemetaan daerah luas harus sering pindah bagian derajat. positif ke utara katulistiwa L’ Lintang titik kaki pada Meridian Tengah B Bujur. d. Karena proyeksi UTM bersifat konform. IV gambar proyeksi mengalami pengecilan. Pada daerah I. maka proykesi ini baik untuk digunakan pada pemetaan teknis skala besar. Ekuator tergambar sebagai garis lurus dan dipotong tegak lurus oleh proyeksi meridian tengah yang juga terproyeksi sebagai garis lurus melalui titik V dan VI. Setiap lembar peta mempunyai sistem sumbu koordinat yang melalui titik tengah lembar dan sejajar sumbu X. maka paralel-paralel juga tergambar agak melengkung sehingga perpotongannya dengan meridian membentuk sudut siku.10: Kedudukan bidang proyeksi silinder terhadap bola bumi pada proyeksi UTM Proyeksi Peta Gambar 5. Kesalahan arah maksimum 15 m untuk jarak 15 km.6 Proyeksi Universal Traverse Mercator ( UTM ): UTM merupakan sistem proyeksi Silinder. Proyeksi Peta Gambar 5. sekitar 37 km x 37 km bisa diabaikan.2 Keuntungan dan Kerugian Sistem Proyeksi Polyeder Keuntungan proyeksi polyeder: Kareana perubahan jarak dan sudut pada satu bagian derajat 20′ x 20′. VI. positif ke timur Meridian Greenwich B’ . Sistem grid pada proyeksi UTM terdiri dari garis lurus yang sejajar meridian tengah. Tidak praktis untuk peta skala kecil dengan cakupan luas. 5. IIB. Konform.12: Pembagian zone global pada proyeksi UTM. Kedua garis ini digunakan sebagai sumbu sistem koordinat (X. II dan III. sedangkan pada daerah IA. c. Kerugian proyeksi polyeder: a.10 berikut ditunjukkan perpotongan silinder terhadap bola bumi dan gambar XYZ menujukkan penggambaran proyeksi dari bidang datum ke bidang proyeksi. Transversal Ketentuan selanjutnya: * Bidang silinder memotong bola bumi pada dua buah meridian yang disebut meridian standar dengan faktor skala 1.9996 * Batas paralel tepi atas dan tepi bawah adalah 84° LU dan 80° LS. Lingkaran tempat perpotongan silinder dengan bola bumi tergambar sebagai garis lurus.11: Proyeksi dari bidang datum ke bidang proyeksi. Garis tebal dan garis putus-putus pada gambar menunjukkan proyeksi lingkaran-lingkaran melalui I. Pada Gambar 5. Pada kedua gambar tersebut. Proyeksi Peta Gambar 5. Tiap zone mempunyai meridian tengah sendiri * Perbesaran di meridian tengah = 0. * Lebar zone 6° dihitung dari 180° BB dengan nomor zone 1 hingga ke 180° BT dengan nomor zone 60. V. b. IIIC dan IVD mengalami perbesaran.Y dari sistem koordinat bagian derajat. Notasi sistem proyeksi UTM: L Lintang. Secant.paralel tengah. III dan IV yang tidak mengalami distorsi setelah proyeksi.5. 5. memerlukan tranformasi koordinat. ekuator tergambar sebagai garis lurus dan meridian-meridian tergambar sedikit melengkung.Y) proyeksi pada setip zone. II. Grid kurang praktis karena dinyatakan dalam kilometer fiktif.

As Sudut jurusan grid. S Jarak grid adalah panjang busur sebagai proyeksi dari jarak geodesi (jarak di spheroid) . U = U’ m jika titik di sebelah selatan katulistiwa. Km Konvergensi meridian adalah perubahan azimuth dari garis geodesi antara dua titik di spheroid. U Ordinat grid suatu titik. jika titik di sebelah utara katulistiwa. beda bujur dihitung dari Meridian Tengah. T = 500 000 + T’ m. U’ Jarak grid suatu titik diukur dari katulistiwa T’ Jarak grid suatu titik diukur dari Meridian Tengah. A Azimuth geodesi. T = 500 000 – T’ m. Ag Azimuth grid. As = Ag + tmt = A + Kg + tmt s Jarak spheroid = jarak di atas spheroid sepanjang garis geodesi atau sepanjang irisan normal busur. A2-1 = A1-2 + Km ± 180° . Ag i-1 = Ag i + K n ± 180° . adalah sudut antara meridian spheroid dan garis geodesik searah jarum jamdari utara sebenarnya sampai 360° . Azimuth belakang = Azimuth muka + Konvergensi meridian ± 180° .Bujur Meridian Tengah i Subskrip untuk menunjukkan nomor urutan titik dL Li – Li-1 dB Bi – Bi-1 db B – B’ . adalah sudut antara busur dan garis lurus (arc-to-chord). N. jika titik di sebelah barat Meridian Tengah. jika titik di sebelah timur Meridian Tengah. Kn Sudut kelengkungan garis adalah perubahan azimuth grid antara 2 titik pada busur. adalah sudut antara utara grid dan garis geodesik searah jarum jamdari utara sebenarnya sampai 360° . M Jari-jari kelengkungan bidang normal dan jari-jari kelengkungan bidang meridian. adalah sudut antara utara grid dan garis penghubung lurus 2 titik searah jarum jam sampai 360° . tmt Koreksi kelengkungan busur. U = 10 000 000 – U’ m T Absis grid suatu titik. adalah sudut antara azimuth geodesi dan azimuth grid. Kg Konvergensi grid.

ciri.13: Konvergensi Meridian pada proyeksi UTM A. dapat meliputi perujudan dari permukaan bumi atau benda angkasa maupun data yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda angkasa F. Tidak semua kenampakan permukaan bumi tergambarkan dalam peta sehingga perlu dilakukan generalisasi. dan luas wilayah yang akan dipetakan• Ciri-ciri yang dipertahankan misalnya mempertahankan bentuk ( conform). bentuk. Konvergensi Meridian: Proyeksi Peta Gambar 5. m Panjang meridian pada spheroid dihitung dari katulistiwa. maka diperlukan system proyeksi. Proyeksi Peta Seperti yang kita ketahui bumi bulat sedangkan peta berbentuk datar sehingga untuk memindahkan kenampakan bumi pada bidang datar. pola. Ada beberapa hal yang harus di pertimbangkan dalam memilih proyeksi yang digunakan antara lain : Bentuk. Proyeksi berdasarkan bidang proyeksi a. Pengertian Peta Erwin Raisz memberikan batasan peta sebagai gambaran konvensional• permukaan bumi yang diperkecil seperti kenampakannya bila dilihat dari atas dan diberi tulisan serta keterangan bagi kepentingan pengenalan International Cartographic Association (ICA) memberikan batasan peta• sebagai gambaran konvensional dan selektif yang diperkecil biasanya dibuat pada bidang datar. garis. a. Peta menggambarkan hubungan yang jelas secara sistematis antar obyek yang digambarkan dengan ukuran sebenarnya. wilayah dan nama yang dikemukakan dalam istilah : liputan. yaitu garis penghubung lurus antara dua titik di bidang datar. ketebalan simbul dan lain-lain.R Wilkinson. letak. k Angka perbesaran titik di sembarang tempat. klasifikasi dan penyederhanaan A.9996. b Setengah sumbu panjang dan sumbu pendek ellipsoid e2 Eksentrisitas ellipsoid = (a2 – b2)/a2 e’2 Eksentrisitas kedua = (a2 – b2)/b2 k0 Angka perbesaran (faktor skala) pada meridian tengah = 0. K Angka perbesaran garis di sembarang tempat. Proyeksi zenithal (azimuthal) . luas (equivalent) jarak (equidistant)• Dalam system proyeksi dikenal berbagi macam proyeksi antara lain : 1. ukuran.D Jarak di bidang datar. Batasan tersebut di atas langsung menunjuk ke pada segi teknik penetapan simbul dan analisis keruangan aspek persebaran data dalam jenis dan besaran serta penamaan geografiknya ( toponimy ) Dari pengertian diatas dalam pembuatan peta perlu memperhatikan batasan-batasan sebagi berikut: 1.J Mounkhous dan H. Peta ialah suatu perakitan terpadu• atau suatu sintesa dari empat kelompok infomasi yaitu titik. yang dinyatakan dengan skala 2.

Proyeksi Normal.Bidang proyeksi berupa bidang datar yang menyinggung bola pada kutub atau equator. proyeksi mempertahankan sudut-sudut di permukaan Bumi (bentuk) c. Komposisi Peta Komposisi peta yang baik akan memberikan gambaran wujud dan letak yang sebenarnya serta tampilan yang menarik. proyeksi untuk mempertahankan jarak 4. merupakan perbandingan antara ukuran di peta dengan ukuran yang sebenarnya 3. Sumber dan tahun pembuatan peta. Proyeksi ini memiliki kelebihan dapat menggambarkan wilayah yang luas dan sesuai untuk menggambarkan wilayah katulistiwa atau lintang rendah.bidang proyeksinya tegak lurus dengan equator• Proyeksi azimuth obique. Proyeksi Berdasrkan Sifat Asli Yang Dipertahankan a. Skala Grafis 10. Proyeksi Tranversal. Proyeksi Modifikasi a. bidang proyeksinya menyinggung kutub dan equator• b. digunakan untuk memperjelas posisi suatu wilayah yang ada dipeta 7. Proyeksi Mercator. Legenda. Petunjuk Pembacaan Koordinat . Judul Peta 2. Inset. Proyeksi Equivalent proyeksi untuk mempereahankan luas daerah b. semakin mendekati kutub berubah semakin kecil c. Komponen Peta 1. Proyeksi Equdistant. Penerbit 8. Proyeksi Mollweid. menyinggung equator C. dan Afrika e. Dapat berupa garis. Sumbu simetri membentuk sudut miring dengan sumbu Bumi c. Skala angka 3. Nomor lembar peta 4. Proyeksi Silinder Proyeksi ini menggunakan Silinder sebagai bidang proyeksinya dan menyinggung bola Bumi. Australia. Proyeksi Sinusoidal.digunakan untuk menenali obyek. Edisi 6. sebagai acuan dalam perolehan data 6. Judul Peta. Proyeksi Konform. berisikan keterangan symbol yang terdapat pada peta D. Proyeksi Bonne menggambarkan wilayah Asia disekitar katulistiwa b. Proyeksi Holomografik. Daerah yang dicakup 5. proyeksi ini cocok untuk menggambarkan derah sekitar Amerika selatan. Proyeksi Miring. titik maupun luasan 5. Simbol. komposisi peta antara lain: 1. Proyeksi Berdasarkan Kedudukan Sumbu a. merupakan perbaikan kesalahan pada proyeksi Mollweide 3. Proyeksi ini dibedakan menjadi : Proyeksi azimuth normal. Skala. Proyeksi ini dibagi menjadi : Proyeksi kerucut normal• Proyeksi kerucut tranversal• Proyeksi kutub Oblique• 2. Petunjuk orientasi 9. melikiskan bumi diatas bidang silinder yang sumbunya berimpit dengan bola Bumi d. bertujuan untu menunjukkan arah 4.bidabg proyeksinya bersinggungan dengan kutub• Proyeksi azimuth tranversal. Petunjuk arah. Sumbu simetri berimpit dengan sumbu Bumi b. Keterangan proyeksi peta 7. Pembagian daerah administrasi 11. merupakan informasi yang menampilkan isi peta 2.

antara lain : a. dibuat pada bidang datar dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelas.000 Nomor lembar peta 5 digit ( Mis : 1209-1 ) Format 30’ x 30’Kontur interval 50 meter Ilustrasi ini memperlihatkan bahwa semakin besar skala peta. pada waktu itu peta masih digambar pada lempengan tanah liat yang kemudian dibakar. dan jalan. Menyatakan Detail Informasi Skala peta juga merupakan indikator detail data geospasial yang dipresentasikan oleh sebuah peta. yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil/diskalakan. .. ada yang dinyatakan dengan grafik dan ada pula yang dinyatakan dalam perbandingan inchi / mil ( skala verbal ). Untuk Membandingkan Ukuran Setiap peta mencantumkan skala. Mesir dan Cina yang saat ini disimpan di Museum Semit Harvard.000 Nomor lembar peta 6 digit ( Mis : 1209-43 ) Format 15’ x 15’Kontur interval 25 meter d. Skala Sebagai Kunci 1. Definisi 1. antara lain gunung. sungai. 2. 2.5 meter c. Menurut ICA (International Cartographic Association) Peta adalah gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa. Peta Manusia telah mengenal peta sejak sebelum masehi. Ilmu yang mempelajari tentang peta adalah Kartografi. Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal 2005) Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan. laut. Grid lintang dan grid bujur E. Akan tetapi. danau. Contoh peta pada lempengan tanah liat adalah peta-peta yang dibuat oleh bangsa Babilonia. digambar pada bidang datar melalui sistem proyeksi tertentu. Skala 1 : 50. sedangkan orang yang ahli dalam bidang pembuatan peta disebut kartograf. Skala 1 : 25. Nomor lembar peta 8 digit ( Mis: 1209-6229 ) Format 2’30” x 2’30” Kontur interval 5 meter b. terbit dengan berbagai skala. detail informasi hipsografi yang dipersentasikan dengan symbol garis berupa kontur semakin rinci. Menurut Erwin Raisz (1948) Peta adalah gambaran konvensional dari ketampakan muka bumi yang diperkecil seperti ketampakannya kalau dilihat vertikal dari atas. tidak pada kertas seperti zaman sekarang. Amerika Serikat Peta Adalah gambaran umum (konvensional) permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan skala tertentu dan dilengkapi dengan tulisan serta simbol sebagai keterangan. Oleh karena merupakan gambaran konvensional.000. Namun kenampakan-kenampakan tersebut hanya dilukiskan atau digambarkan dengan simbol-simbol tertentu yang sesuai. Skala 1 : 100. 4. maka peta menggambarkan semua kenampakan yang ada di permukaan bumi. Skala 1 : 10.000 Nomor lembar peta 7 digit ( Mis : 1209-224 ) Format 7’30” x 7’30” Kontur interval 12. ada yang dinyatakan dengan pecahan ( skala numerik ). Peta topografi yang dikeluarkan oleh BAKOSURTANAL yang dikenal dengan Peta Rupabumi Indonesia. Menurut Aryono Prihandito (1988) Peta merupakan gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu. Pencantuman skala dimaksudkan agar pembaca peta mengetahui perbandingan ukuran medan ( real world yang dipetakan ) dengan ukuran gambar ( peta ).12. 3.

baik unsur alam maupun unsur buatan manusia. peta penggunaan lahan.000. dan sebagainya. Peta chorografi.000 sampai 1 : 250. yaitu Peta Induk (Basic Map) Peta induk yaitu peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan. (Contoh peta chorografi adalah atlas) 3. sehingga tidak memerlukan survei langsung ke lapangan. 1. Biasanya peta ini digunakan untuk perencanaan wilayah. – Peta Kadaster/Peta Teknik Peta Kadaster mempunyai skala sangat besar antara 1 : 100 – 1 : 5000 Peta kadaster ini sangat rinci sehingga banyak digunakan untuk keperluan teknis. – Peta Skala Kecil Peta Skala Kecil mempunyai skala antara 1 : 500.000. Garis kontur adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian yang sama. – Peta Skala Besar Peta Skala Besar mempunyai skala antara 1 : 5. – Peta Geografi/Peta Dunia Peta Dunia mempunyai skala lebih kecil dari 1 : 1. Peta induk ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta topografi.000.000 sampai 1 : 1. . dan biasanya berskala sedang. Berdasarkan Isi Data yang Disajikan Berdasarkan isi data yang disajikan.merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan. sehingga dapat dikatakan pula sebagai peta dasar (basic map). Peta umum dibagi menjadi 3. peta kepadatan penduduk. serta menggambarkan keadaan relief permukaan bumi yang dipetakan.000. peta dibagi menjadi – Peta Umum Peta umum yaitu peta yang menggambarkan semua unsur topografi di permukaan bumi. jaringan air.000. Peta dunia peta umum yang berskala sangat kecil dengan cakupan wilayah yang sangat luas. Penggambaran relief permukaan bumi ke dalam peta digambar dalam bentuk garis kontur. Peta dasar inilah yang dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan peta-peta lainnya. Jenis Peta Secara umum peta dibagi atas beberapa klasifikasi. Peta turunan ini tidak bisa digunakan sebagai peta dasar. sebagai berikut : Berdasarkan Sumber Datanya Berdasarkan sumber datanya peta dikelompokkan menjadi dua. – Peta Skala Sedang Peta Skala Sedang mempunyai skala antara 1 : 250. misalnya untuk perencanaan jaringan jalan. 2. Misal peta geologi. Peta topografi peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan reliefnya. sebagai berikut. peta persebaran objek wisata. dan sebagainya. peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi yang bersifat umum. Berdasarkan Skalanya Berdasarkan pada skalanya peta dibagi sebagai berikut. – Peta Tematik Peta tematik yaitu peta yang menggambarkan informasi dengan tema tertentu / khusus.000 sampai 1 : 500. Peta Turunan (Derived Map) Peta turunan yaitu peta yang dibuat berdasarkan pada acuan peta yang sudah ada.000.

antara lain untuk: 1. – Peta Informasi Umum (General Information Map) Contohnya: peta pusat perbelanjaan. menyajikan data tentang potensi suatu daerah. peta jenis tanah – Peta Dinamis Peta Dinamis menggambarkan keadaan permukaan bumi yang datanya bersifat selalu berubah (dinamis). komunikasi informasi ruang. – Peta Turis (Tourism Map) Contohnya: peta museum. 3. dan 5. atau perencanaan. 4. peta sebaran korban bencana alam. – Peta Ilmu Pengetahuan. memperlihatkan atau menggambarkan bentuk-bentuk permukaan bumi (misalnya bentuk benua. peta geologi. peta curah hujan. peta penduduk. – Peta Aplikasi (Technical Application Map) Contohnya: peta penggunaan tanah. peta pelayaran. peta perumahan. membantu dalam pembuatan suatu desain. – Peta Stasioner Peta Stasioner menggambarkan keadaan permukaan bumi yang datanya bersifat relatif tetap (stabil). berikut contoh-contoh peta berdasar tujuannya. – Peta Navigasi Contohnya: peta penerbangan. misal desain jalan. menunjukkan posisi atau lokasi relatif (letak suatu tempat dalam hubungannya dengan tempat lain) di permukaan bumi. memperlihatkan ukuran. Berdasar Tujuannya Berdasarkan pada tujuan pembuatan peta. navigasi. Contohnya: peta kepadatan penduduk. 3. 2. Tujuan Pembuatan Peta Tujuan pembuatan peta antara lain sebagai berikut: 1. misalnya perhitungan volume. atau gunung) sehingga dimensi dapat terlihat dalam peta. Contohnya: peta topografi.Berdasarkan Bentuknya Berdasarkan pada skalanya peta dibagi sebagai berikut. 2. peta pertambangan. misalnya untuk konstruksi jalan. membantu suatu pekerjaan. – Peta Perencanaan (Planning Map) Contohnya: peta jalur hijau. Materi lainnya mengenai Peta • Komponen Peta • Membaca Peta • Memperbesar dan Memperkecil Peta • Proyeksi Peta • Membuat dan Menganalisa Peta . karena melalui peta dapat diukur luas daerah dan jarak-jarak di atas permukaan bumi. – Peta Pendidikan (Educational Map) Contohnya: peta lokasi sekolah SLTP/SMU. dan 4. peta jaringan komunikasi. Contohnya: peta arah angin. peta rute bus. menyimpan informasi. Fungsi dan Tujuan Pembuatan Peta Fungsi Pembuatan Peta Peta mempunyai beberapa fungsi di berbagai bidang. analisis data spasial.

dan lain sebagainya. Pembagian Peta . 1995 A. Jakarta: Pendidikan Geografi – Universitas Negeri Jakarta. berpikir. memposisikan peta sebagai media untuk hapalan bukan sebagai alat. 3. dan Singapura. S. Peta Khusus Peta khusus adalah peta yang menampakkan suatu keadaan atau kondisi khusus suatu daerah tertentu atau keseluruhan daerah bumi. New York : John Wiley & Sons Inc. Membaca peta erat kaitannya dengan cara belajar serta minat membaca. Peta adalah alat atau media untuk mengetahui lokasi tempat kita berada serta mencari jalur untuk tujuan yang hendak kita capai. Catatan Mata Kuliah Kartografi. Arti. f Cartography 6th Edition (Arthur H. yaitu menghapal lokasi sebuah negara atau kota tanpa petunjuk lain selain kota atau negara terdekat. sesat dijalan”. 1. peta pertanian perkebunan. Seperti yang dituliskan Irfan. peta curah hujan. Fakta minat baca masyarakat Indonesia untuk kawasan Asia Tenggara menduduki peringkat keempat setelah Malaysia. Thailand. Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. ditenggarai sebagai alasan mengapa membaca peta sulit. Itulah yang membedakan cara belajar di Indonesia. Sementara membaca peta adalah berpikir.. 2007 2. dengan peribahasa ini membaca peta hanya bagian kecil saja selebihnya bertanya saja dari pada susah-susah membuka peta. mengingatkan saya pada sebuah pelajaran tentang peta buta di Sekolah. 2000 Membaca tulisan Irfan Amalee di Madina edisi Mei 2009 yang lalu tentang Budaya Membaca Peta. Pengertian atau Definisi Peta Peta adalah gambar atau lukisan keseluruhan atau pun sebagian permukaan bumi baik laut maupun darat.Pd. menganalisis dan men-digest sebuah informasi.. B. Contoh : Peta jalan dan gedung wilayah DKI Jakarta. Bukan sebagai media untuk hapalan. M. Macam-Macam atau Jenis-Jenis Peta Peta dapat diklasifikasi menjadi dua / 2 jenis. Membaca peta adalah bagian tak terpisahkan dari tradisi membaca. Geografi 3 – SMA Kelas XII (Samadi. Peta buta adalah bukti ketidaktepatan menggunakan alat sebagaimana mestinya alat tersebut berfungsi. 2. yakni : 1. Pelajaran ini hanya bagian terkecil saja dari cara belajar yang tidak tepat yang diajarkan. Contohnya adalah peta persebaran hasil tambang. Robinson).Si). Peta Umum Peta umum adalah peta yang manampilkan bentuk fisik permukaan bumi suatu wilayah. C.• Atlas • Globe Sumber Informasi Data dan Informasi yang digunakan pada artikel ini berasal dari. Pelajaran peta buta berfokus pada hapalan. Mungkin juga ada alasan lain yaitu peribahasa “malu bertanya. peta iklim. Buta-baca-peta akan menyebabkan ”greget” dari sebuah informasi gagal tersampaikan. Budaya membaca yang masih rendah dikalangan penduduk Indonesia ini. Jakarta: Quadra. menganalisis dan menyimpulkan baik itu jalur atau lainnya sesuai kebutuhan.

sungai. peta kutub utara dan kutub selatan. Peta Luas Peta luas adalah peta yang menggambarkan suatu daerah yang luas seperti peta dunia. Atlas Atlas adalah gabungan dari beberapa peta yang dikumpulkan dalam sebuah buku yang memiliki judul atlas serta jenis-jenis atlas yang ada di buku tersebut. garis pinggir peta 5. peta gorong-gorong kampung. dll 4. peta benua. E. peta samudera. dll G. Globe Globe atau Bola Dunia adalah suatu bentuk tiruan bola bumi yang dibuat dalam skala yang kecil untuk dapat lebih memahami bentuk asli planet bumi. Petunjuk arah mata angin : utara. pelabuhan. Contoh peta sempit yaitu peta desa atau pedesaan. Bentuk Lain Dari Peta 1.1. D. peta gedung. batas wiayah. peta daerah amerika utara. Warna Laut – hijau : 0 – 200 meter dpl / ketinggian – kuning : 200 – 500 meter dpl / ketinggian – coklat muda : 500 – 1500 meter dpl / ketinggian – coklat : 1500 – 4000 meter dpl / ketinggian – coklat berbintik hitam : 4000 – 6000 meter dpl / ketinggian – coklat kehitam-hitaman : 6000 meter dpl lebih / ketinggian 2. Jenis Skala Pada Peta Pengertian atau definisi : Skala peta adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak sesungguhnya dengan satuan atau tehnik tertentu. . Judul peta 2. Lambang Peta : jalan. Warna Darat – biru pucat : 0 – 200 meter / kedalaman – biru muda : 200 – 1000 meter / kedalaman – biru : 1000 – 4000 meter / kedalaman – biru tua : 4000 – 6000 meter / kedalaman – biru tua berbintik merah : 6000 meter lebih / kedalaman F. 2. 2. Skala angka / skala pecahan Contohnya seperti 1 : 1000 yang berarti 1 cm di peta sama dengan 1000 cm jarak aslinya di dunia nyata. denah rumah. Berbagai Macam dan Jenis Warna Peta Beserta Artinya / Arti Warna Pada Peta 1. Peta Sempit Peta sempit adalah peta yang hanya menampilkan sebagian kecil suatu area. Syarat-Syarat yang Wajib Ada Pada Peta 1. 1. dsb. selatan. Skala peta 3. ibu kota. dan lain sebagainya. timur. peta kota atau perkotaan. barat .

Tetapi Buffer Tidak Memasukkan Faktor Jalan. Beberapa jenis-jenis proyeksi peta : 1. Misalkan Peta Lereng dan Peta Curah Hujan. Proyeksi Mercator 2. Maka Geograf Berbicara Dengan Peta. Sehingga Apa YAang Ada Terkandung Didalamnya Baik Masalah atau Kekayan akan Dengan Jelas Bisa Di Telaah. Contoh Find Best Road : Ada Titik Awal dan Ada Titik Tujuan.0000001.000 = 0. Dalam bahasa teknis harus ada poligon yang terbentuk dari 2 peta yang di overlay. Mirip Dengan Buffer. Maka Peta Repubublik Indonesia Harus Menjadi Lambang Negara Indonesia dan Harus Di Ketahui Oleh Orang Yang Mengaku Bangsa Indonesia Karena Itulah Wilayah Negaranya. Musisi dengan Lagunya. Proyeksi Mollowide 4.000. Jaringan Bisa Jaringan Jalan. Peta Adalah Informasi/Data dan Peta Juga Proses dan Hasil Analsis.SIG memberikan kemmapuan analisis jaringan Jalan untuk keperluan Mencari Jalan Terbaik (Find Best Road). Ini adalah Logika Sederhana. Maka Sekala Menjadi Penting untuk Menyatakan Kedetailan Dari Informasi/Data Yanga Ada. maka dapat dicari mana Mall Yang Terdekat Contoh Find Best Area : Ada Rumah Sakit. Berapa Jauh Service Area Yang Bisa Terlayani Berdasarkan Jarak Yang Sama di Jaringan Jalan Ada.001 Dibandikan Dengan 1 dibagi 1.000.000 = 0. Mencari Fasilitas2 Terdekat (Find Closed Facilitys) dan Mencari Area Servis (Find Service Area).000).000) informasinya sangat Detail dibandingkan Sekala Kecil (1 : 1. Skala Satuan Misalnya seperti 1 inchi to 5 miles dengan arti 1 inch di peta adalah sama dengan 5 mil pada jarak sebenarnya. 3. Meski Sebenarnya Tidak Jika Menggunakan Logika. maka Komputer akan secara otomatis menacari jalan terbaik (bukan terdekat dan tercepat) Contoh Find Closed Facility : Ada Rumah ada Banyak Mall. Maka Berbicaralah Dengan Peta Detail. Selamat Ulang Tahun Geografi UI Ke 50 Tahun. Sehingga semua Jarak Dianggap Sama Pemahaman bahwa overlay peta (minimal 2 peta) harus menghasilkan peta baru adalah hal mutlak. Sekala Besar ( 1 : 1. Jika Indonesia mau berbiara dengan Lantang. Sungai. Kabel Data dan lainnya. H.Peta Haruslah Jelas Tujuan Yang Akan Disampaiakan Sehingga Siapa Saja Yang Mendengar(Membaca) Paham akan isi Yang Dibicarakan. Membaca Sekala Besar dan Kecil Kadang Membingungkan. Proyeksi Pada Peta Proyeksi peta adalah suatu teknik pemindahan gambar peta ke berbagai macam bentuk peta. 6. Hasilnya Berbebtuk Poligon. Jika dilihat data atributnya. 8. Proyeksi Silinder 3. Lebih Besar Karena 1 dibagi 1. Semoga Semakin Banyak Orang Berbicara Dengan Peta Dalam SIG ada analisis menganai Jaringan.2. maka akan terdiri dari informasi peta pembentukya. Penyair dengan Pusisinya. Di awal akan dibahas Jaringan Jalan terlebih dahulu. 7. maka di peta barunya akan menghasilkan poligon baru .Peta adalah Karya Seni. 5. Skala Garis Skala garis menampilkan suatu garis dengan beberapa satuan jarak yang menyatakan suatu jarak pada tiap satuan jarak yang ada. Proyeksi Kerucut 4. Peta Bukan Gambar.

Banyak macam GPS. jarak masing zona berkisar antara 100. 300 meter dari titik (lokasi) bom meledak. Data spasial sangat dibutuhkan oleh berbagai kalangan bergantung pada kebutuhannya. tetapi secara konsep overlay tidak. karawang. sehingga didapatkan zona 1 sangat hancur. salah satunnya adalah GPS navigasi. 750 hingga 1000 meter (1 km). 200. Kasus Flu Burung. Teknik yang digunaan untuk overlay peta dalam SIG ada 2 yakni union dan intersect. Contoh di atas menggunakan teknik union. 500. Layanan Puskesmas atau Posyandu (asumsi semua jalan kaki) dapat dibuatkan Buffer sehingga terdapat wilayah jangkauannya puskesmas atau posyandu. bandung. Semoga bermanfaat. sekarang sudah menjadi besar (jumlah anggota keluarga bertambah asumsinya jumlah pemakaian air bertambah) dikategorikan pemutakhiran data. JIka di analogikan dengan bahasa Matematika. Zonasi ini bisa dikerjakan dengen Buffer di SIG. Perangkat Handphone juga sudah dilengkapi GPS. Catat koordinatnya. sehingga dengan cepat bisa diketahui. Jika ada Sudah terinstal Google Earth atau yang lain. sehingga bisa diketahui apakah benar posisinya? Banyak lagi kegunaan GPS misalnya. apakah pelanggan X (misalnya) dari data alamat. misalnya bisa dibuatkan zonasi sesuai dengan fungsi sebagai pengghalang rusaknya kawasan hutan. Bantaran (Wilayah Sepadan) juga bisa dihasikan dengan teknik Buffer. zona 2 hancur. Secara teknik bisa dilakukan. misal sepadan sungai. Sebagai contoh jika terjadi ledakan bom di suatu tempat. jalan tol. kemudian kedua dan seterusnya hingga pada akhirnya kembali ke lokasi awal ditemukan kasus yakni di tangerang (setelah bergerak ke arah jakarta. Ketiga pencurian air secara maling dan manipulasi data. sehingga bisa dibuat zona inti. Pemetaan lokasi pelanggan PAM awalnya hanya melakukan verifikasi data. untuk alat Investigasi. sehingga distribusi sebaran penderita pertama kali. Dari temuan dilapangan. Hal yang menarik adalah data spasial tentang lokasi Penderita flu burung (tesis S2 FKM UI. misal kodenya Rumah Tangga ternyata sekarang menjadi Ruko. sehingga bisa dilakukan pendataan mana yang masuk sebagai penyanga atau sepadan. dengan jarak 250. intersect adalah irisan. Kasus Pelanggan PAM. Data pelanggan bisa juga digunakan untuk data perencanaan pengembangan jaringan potensial pelanggan PAM. bisa dijadikan sebagai alat bukti adanya manipulasi alat ukur (kenakalan kontraktor pemasang alat). Teknologi ini memberikan informasi posisi koordinat dimana saat ini penguna GPS berada . GPS Navigasi juga bisa memandu arah yang dituju jika kita bisa memasukkan koordinat lokasi yang akan dituju. Indikasi awal (berupa asusmsi) adalah adanya korelasi . Peta adalah data spasial. data spasial pelanggan. zona 3 sebagian hancur. jalur air. jalur listrik. dimana lokasi keberadaan barang tersebut. Hati-hati menggunakan union dengan maksud overlay antara peta penduduk dan ketinggian. Wilayah jangkauan adalah hasil (output) dari teknik buffer di SIG (GIS). masukkan data koordinat. dll). Area Hutan yang diproteksi. maka radius kerusakan dari bom tersebut dapat kita hasilkan dengan teknik buffer di SIG. atau sudah berganti orang lain. Misalnya mencari Dimana lokasi dari Barang-barang yang Keluar Dari Gudang? dengan Koordinat GPS bisa dijadikan alat bukti. Kamal 2008) memperlihatkan dimana lokasi-lokasi penderita flu burung terdapat data secara spasial dan temporal (urutan tanggal penderita terkena virus). manipulasi data penggunaan air (kontraktor pembaca data air). zona peralihan dan zona pemanfaatan umum. alatnya dirusak sehingga bayaran tetap Rumah Tangga. apakah elanggan memang benar masih di alamat yang sama. Kedua dulu rumahnya kecil.berisi atribut lereng dan curah hujan. maka union adalah gabungan.

dan sebagainya. Karena dgn menggunakan peta sedikit banyak akan membantu dalam suatu perjalanan baik itu pada kegiatan pendakian ataupun pada saat belajar orientasi medan. Padahal kondisi punggungan itu masih kurang dari 50 meter. dapat merubah perilaku mubasir perbaikan lampu dan pengambilan barang di gudang. wajib diambil koordinat lokasi (dengan GPS). alat bukti. Hal hal tersebut mutlak dikuasai sebagai dasar dalam orientasi. Contoh: dengan skala 1 : 25. hingga dapat digunakan sebagai alat ivestigasi. Perbaikan lampu jalan ide awalnya adalah ada kordinasi antara Gudang dan Kontraktor Kordinator/Pengawas) perbaikan lampu. Berdasarkan Kasus-kasus sederhana di atas. pihak gudang tidak mampu membuktikan barang di pasang dimana. yaitu peta yang menyajikan gambaran relief permukaan bumi. Ternyata ada juga penyebaran firus akibat ada hubungan kekerabatan antara penderita di satu tempat dengan tempat yang lain (urutan tangggal/bulan). kedalaman. maka data spasial sangat penting. ternyata belum tergambar karena keliru dalam merperbandingkan skala peta dengan kondisi medan. Memahami peta Peta yang digunakan untuk orientasi medan adalah peta topografi. Kasus Perbaikan lampu jalan. dimana jumlah lampu yang dipasang dan dimana saja dipasang. Sebab kadang kadang pada daerah yang kita perkirakan tergambar dalam peta(pada countur). serta ukuran kinerja kerja suatu instansi bahkan merubah perilaku menjadi lebih terkordinasi dan terstruktur hingga rencana dan realisasi sesuai. baik itu alam pegunungan ataupun alam rimba belantara. agar kita tidak keliru dalam orientasi medan.000 yang berarti 1 cm di peta sama dengan 250 meter di medan yang sebenarnya.sehingga akan dapat diperoleh informasi tentang tinggi rendahnya suatu tempat. Kedua dengan Dibuatnya Data Spasial. Tak kalah pentingnya adalah memahami skala peta. Atau dengan kata lain garis countur adalah garis yang menghubungkan tempat tempat pada ketinggian yang sama. Selanjutnya antara skala peta. Kedua indikasi ditukarnya lampu dari gudang dengan yang dipasang di Tiang Lampu. Relief bumi pada peta topografi digambarkan dalam bentuk garis garis yang disebut garis countur. berarti 1 cm di peta sama dengan 250 meter di medan yang sebenarnya. tetapi ada asusmsi juga bahwa jalur transportasi unggas juga menjadi faktor adanya penderita terkena flu burung. Berarti kita telah . lembah. bentuk.spasial antara penderita dengan kedekatan lokasi peternakan ayam. sehingga ada menjadi perilaku kehati-hatian dalam permintaan lampu perbaikan. Dengan data spasial. Maka sedikit banyak akan dapat diinterpretasikan keadaannya. Yang harus dipahami dalam membaca peta topografi adl mengartikan bentuk bentuk garis countur dengan benar. khususnya alam pegunungan. Dalam bergelut dengan alam. perkiraan kemiringan. karena dari skala peta akan diketahui perbandingan antara kondisi di peta dengan kondisi medan yang sebenarnya. Pada saat tertentu kita melewati suatu punggungan kecil Kita sudah memperkirakan bahwa dengan melewati punggungan itu berarti sudah berubah counturnya.jurang. Ini adalah penting. apakah bentukan itu berupa punggungan. Contoh : Skala 1 : 25. dalam melakukan solusi berbagai permasalahan.000. sudah selayaknya seorang pecinta alam mengenal peta yang menggambarkan kondisi fisik derah pegunungan. Dasar dasar yang harus diketahui untuk orientasi medan: 1. Membaca Peta Kompas Bagi seorang pecinta alam. adalah biasa bergelut dengan alam. sehingga ada korelasi antara jumlah lampu yang keluar dari gudang dengan jumlah titik lampu dilapangan. sungai. setiap ada laporan perbaikan. garis countor dengan medan yang sebenarnya dapat diperbandingkan. karena tiap ada perbaikan lampu wajib mencantumkan lokasi titik lampu yang akan diperbaiki lampunya.

prisma yg dapat disetel.Bentangkan kompas di atas peta 3. sekrup pengapit 10. garis petunjuk yg bercahaya 5.Letakkan peta pada bidang datar 2. Memahami Kompas Kompas yang biasa digunakan dalam orientasi ada 2 jenis yaitu: a.Himpitkan garis rambut pada kompas dan takik pada cincin jempol dengan sumbu Y peta 4. sampai jarum kompas dengan garis rambut sejajar dengan sumbu Y Peta. Maka besarnya sudut sudah dapat diketahui.Geser/ putar putarkan peta tanpa posisi kompas. yaitu pada kompas ini apabila kita membidik sasaran. pelat yg bercahaya dengan garis tanda dan garis rambut 4. Langkah selanjutnya adalah orientasi peta. kaca kompas yg dapat diputar dengan pembagian derajat 3. pelindung kaca 9. Misalnya nama puncak bukit. kotak kompas dengan pembagian arah angin dan cincin karet 2. Langkah langkah dalam orientasi peta : *Dengan kompas prisma 1. Melainkan harus dgn penyesuaian terlebih dahulu yaitu dengan memutar piringan pembagian derajat sehingga tanda panah penyesuai atau tanda “N”(North) dapat segaris dengan jarum utara kompas. garis tanda yg bercahaya di bibir pelindung 8. garis rambut. Hal hal inilah yang harus dipahami. . agar kesalahan orientasi yang terkecil dapat dihindari. lingkaran kompas dengan pembagian derajat dan jarum kompas yg bercahaya 6. Sedangkan dengan kompas silva terdapat sedikit perbedaan dengan kompas prisma. 3. jarum kompas akan selalu menunjuk arah utara. apabila kita ingin mengetahui berapa besar sudut kompas dari posisi kita berdiri ke sasaran bidik. Sesuai dengan arah utara Magnet Bumi. dan sebagainya. Orientasi peta adalah meng Utarakan peta atau dengan kata lain menyesuaikan letak peta dengan benatng alam yang sebenarnya kita hadapi. tutup kompas dengan kaca. Kompas bidik jenis prisma kompas prisma nama bagian-bagiannya 1. sungai.salah orientasi. jurang. Keterangan mengenai hal ini dapat diketahui dgn membaca keterangan pada peta atau mungkin bertanya ke pada penduduk. besarnya sudut kompas tidak dapat langsung kita baca. Kompas orientasi (kompas Silva) kompas silva Pada dasarnya kedua kompas tersebut mempunyai fungsi yang sama yaitu : Mengetahui arah Pada posisi mendatar. Memahami Peta-Kompas Sebelum masuk ke medan yang sebenarnya kita harus mengetahui dan memahami tanda tanda medan pada peta. Besarnya sudut bidikan akan langsung dapat diketahui.Membidik sasaran Dengan kompas prisma. dengan lubang tempat melihat dan cincin jempol dengan takik b. gelang kaca dari tembaga 7. 2.

pegunungan. pegunungan. tikungan potong. garis bantu. Setalah itu menentukan posisi kita dengan pasti. tepi sungai. maka sudut peta adalah 130° + 180° = 310° (Back Azimuth) 3. Misal tempat anda berdiri adalah X. 5. Bila kita melakukannya benar maka akan didapatkan tititk perpotongan antara kedua garis tersebut . 3. kemudian letakkan di atas peta 3. b. Bidikkan kompas dari posisi anda berdiri(letaknya sudah pasti diketahui di medan dan di peta) ke saran bidik. kemudian cocokkan dengan peta. misal Y. langkahnya adalah: Lihat dan perhatikan tanda medan yang mudah dikenal di lapangan.Lakukan hal yang sama dengan sasaran bidik yang berbeda.Setel piringan kompas dengan pembagian derajat pada posisi 0°. sehingga sejajar dengan sumbu Y peta. 4. sungai ataupun tebing. dengan sudut kompas sebesar 130°. 1. yaitu : a.Himpitkan tanda panah penyesuai. seperti puncak bukit. 4. Intersection : Adalah menetukan posisi orang lain/tempat lain.S.Lakukan orientasi (sesuai dengan bentang alam). Maka sudut peta adalah 130° (Azimuth). polakan/buatlah garis dari titik sasaran dengan acuan besar sudut peta.Lakukan orientasi (sesuai dengan bentang alam). baik di peta maupun di medan. garis penyesuai. Resection Adalah menentukan posisi kita pada peta.B dan T). 4. Bidikkan kompas dari posisi anda berdiri ke salah satu tanda medan yang terlihat dan dikenal. berarti peta telah terorientasi. kemudian cocokkan dengan peta.Lihat dan perhatikan tanda medan yang mudah dikenal di lapangan. pegunungan. sungai ataupun tebing.Dengan menggunakan busur derajat dan penggaris.Dengan menggunakan busur derajat dan penggaris. yang penting untuk dilakukan adalah menentukan arah mata angin (U. lalu menentukan arah utara peta. polakan/buatlah garis dari titik sasaran dengan acuan besar sudut peta.Lihat dan perhatikan tanda medan yang mudah dikenal di lapangan. sungai ataupun tebing. Bila semua tahapan tersebut telah dilakukan dengan benar. dengan hasil bidikan sebesar 130′ terhadap sasaran.Titik perpolongan itulah posisi kita di peta. Ada 2 cara yang dapat digunakan untuk menentukan posisi kita. jalan setapak yang ada di peta atau di garis pantai. Misalkan tanda medan adalah puncak bukit X. bilamana kita berada pada tepi jurang.Geser/ putar-putarkan peta tanpa merubah posisi kompas sampai jarum kompas dengan tanda panahpenyesuai sejajar dengan sumbu Y peta.*Dengan kompas silva 1. tikungan potong.Letakkan peta pada bidang datar 2. tikungan potong. Resection dapat pula dilakukan hanya dengan satu tanda medan atau titik ketinggian. seperti puncak bukit. Untuk mengetahui posisi kita saat berada di alam bebas.Lakukan hal yang sama dengan tempat membidik yang berbeda. 2. Bila kita melakukannya benar maka akan didapalkan tititk perpotongan antara kedua garis tersebut. 2. dan sebagainya. seperti puncak bukit. langkahnya adalah 1. misal Y.

dengan mengkoneksikan GPS tersebut via USB ke komputer. ERDAS Imagine. terlebih sebelum dunia sipil belum diperkenankan untuk menggunakan GPS (Global Positioning System).blogspot. Terbang tinggi di angkasa untuk menuju ke tempat yang jauh. 2048 x 512. georeference-kan / posisikan peta JPG tersebut menggunakan fitur Image Overlay. Alat ini memiliki fungsi seperti kompas. agar jika terjadi trouble dengan firmware custom maps ini. Sebaiknya copy file tersebut ke micro SD card. dimana Anda bisa membuat peta hasil scan atau hasil download dari Google Maps sebagai Garmin map di GPS. Kedua alat navigasi ini memiliki fungsi yang saling mendukung. Dikutip dari : http://inigis. Dengan adanya kedua jenis kompas tersebut.) * Anda bisa mengcopy file image yang saling bersambung.com Membuat Peta Hasil Scan Sebagai Garmin Map Garmin telah mengumumkan tersedianya layanan Custom Maps.garmin. hanya akan membahayakan penerbangan tanpa dilengkapi peralatan navigasi yang memadai. jalur penerbangan bisa lebih terjamin keakuratan arahnya. pada bagian dashboard tampak banyak sekali terpasang indikator yang beberapa diantaranya adalah kompas magnetic (kompas biasa) dan radio compass.info/blog/membuat-peta-hasil-scan-sebagai-garmin-map/ Apa itu radio compass? Yang jelas bukan radio untuk yang sering mengudarakan berita terkini atau melantunkan lagu-lagu hits teranyar. Anda tidak bisa menggunakannya untuk Garmin Custom Maps ini. Sebab kedua jenis alat navigasi ini memiliki kelemahan masing-masing. Anda cukup melepas micro SD tersebut.Titik perpotongan itulah posisi kita di peta. Dikutip dari : http://salehbmusa. tapi tidak bisa melebihi 100 image di GPS Anda. Jika Anda pernah melihat bagian cockpit sebuah pesawat terbang. Bedanya. Beberapa catatan untuk Garmin Custom Maps ini : * Image tidak boleh melebihi ukuran satu megapixel (1024 x 1024. Misalnya Radio Compass ini. etc. Langkah 3: Simpan peta tersebut sebagai file KMZ Langkah 4 : Copy file KMZ tersebut ke GPS Garmin.5. Anda tetap harus mengkonversinya ke dalam format JPG. MRSID atau BSB file atau worldfile. Dan juga bukan radio transistor yang dilengkapi dengan kompas. Radio compass ini menjadi alat navigasi yang sangat vital. maka Radio Compass bekerja karena adanya pemancar gelombang radio yang biasanya sengaja dipasang pada lapangan terbang. saling melengkapi. Dakota dan Colorado. jika kompas bekerja karena adanya medan magnet Kutub Utara dan Kutub Selatan. Tidak bisa hanya mengandalkan pada kompas magnetic untuk . Berikut adalah langkah-langkah membuat Custom Maps : Langkah 1: Simpan peta hasil scan atau hasil download dari Google Maps dalam format JPG Langkah 2: Dengan menggunakan Google Earth. Saat ini GPS Garmin yang support untuk layanan ini terbatas pada tipe Oregon. Sebelumnya Anda harus menginstal software terbaru untuk ketigaGPS Garmin tersebut yang tersedia di http://my. * Jika Anda memiliki image yang ber-georeference seperti GeoTiff.com.

Bias derajat yang sangat kecil sekalipun bisa membuat arah penerbangan menjadi melenceng jauh. pembuatan radio compass pun awalnya dibuat untuk kepentingan bidang penerbangan militer. Benda ini sangat populer kegunaannya di kalangan pelaut. Automatic Direction Finder (ADF). dan Instrumen Landing System (ILS). Keempatnya memiliki fungsi tersendiri. Biasanya pemancarnya diletakkan di ujung landasan atau di sebelah kanan dan kiri landasan. Itu dianggap sebagai arah yang benar guna menuju ke lapangan terbang tersebut. Pertama kali diperkenalkan di Jerman sebelum berkecamuknya Perang Dunia kedua. sesuai dengan namanya adalah berfungsi untuk memandu pilot dalam mengarahkan pesawat terbangnya ke landasan. Jika hanya mengandalkan penglihatan biasanya. Yaitu VHF Omni-directional Radio Range (VOR). yaitu untuk menunjukkan letak landasan dan memandu penerbang mendekati landasan dengan aman. Alat ini punya fungsi sama dengan VOR. Dengan memadukan fungsi atau kegunaan dari ketiga peralatan tersebut orang dapat menentukan posisinya berada dengan tepat. Setelah berakhirnya perang dunia kedua. terlebih pada penerbangan jarak jauh. Misalnya untuk menentukan titik dimana bom harus dijatuhkan. VOR atau VHF Omni-directional Radio Range digunakan oleh pilot untuk memandu pesawatnya menuju ke Bandar udara dimana stasiun VOR dipasang.menentukan arah sebab pada daerah-daerah tertentu benda ini seringkali tidak mampu berfungsi dengan akurat. Awalnya digunakan jika keadaan cuaca sedang buruk lalu kemudian pemakaiannya dikembangkan untuk system navigasi bagi penyerangan atau pengeboman menggunakan pesawat terbang pada malam hari. Menurut cara kerjanya terdiri dari dua subsistem. Pada umumnya ADF dipasang pada pesawat terbang dan berfungsi guna menangkap gelombang yang dipancarkan dari NDB yang dipasang di darat yang gunanya memang untuk mengarahkan pesawat terbang menuju lapangan terbang dimana NDB dipasang. sebelum GPS digunakan secara meluas di kalangan sipil. penggunaan radio compass sebagai alat bantu navigasi penerbangan dengan segera menyebar ke seluruh dunia. Pilot akan memposisikan pesawat sedemikian rupa hingga jarum pada ADF paralel dengan kelurusan badan pesawat. Pilot akan segera memeriksa alat navigasi yang telah disetting secara intarnasional itu. Sistem ini difungsikan saat receiver di pesawat terbang sudah mampu menangkap gelombang dari pemancar VOR yang dipasang di bandara. misi seperti itu sulit dilakukan. tapi lebih canggih dan tentu saja harganya lebih mahal dibanding VOR. receiver pada pesawat terbang juga disebut VOR. ILS (Instrumen Landing System). Pada dasarnya hanya . yaitu pada sekitar tahun 1930an. Seperti halnya ILS. Terutama pada awal sejarah transportasi laut. Seperti halnya GPS. Penuntun arahnya beradasarkan pemancar gelombang radio yang penyebarannya hampir memenuhi seluruh kawasan di bumi ini. Hingga dewasa ini ada empat jenis radio compass yang digunakan dalam penerbangan standard internasional. Non Directional Beacon (NDB). Orang lalu mengembangkan pemakaiannya dengan bantuan jam dan sekstan. Pada beberapa bandara yang lebih modern. Benda penunjuk arah ini bekerja dengan cara yang sederhana. tapi berfungsi sebagai receiver. Pada saat-saat seperti itu lah radio compass menjadi sangat berperan. alat bantu navigasi yang paling utama digunakan adalah kompas. Pada pesawat juga terpasang alat dengan nama yang sama (ILS). Benda yang tampilannya mirip seperti jam ini sangat berjasa untuk menentukan arah. Compass Si Penunjuk Arah Dulu. VOR digantikan oleh HSI (Horizontal Situation Indicator). Ini tidak baik bagi arah penerbangan. Terutama di Amerika.

Bagian utamanya adalah sebatang jarum (istilah untuk menggambarkan lempeng tipis logam magnetis yang kedua ujungnya meruncing) yang diletakkan dan diusahakan dapat bergerak bebas pada poros tengahnya sehingga bisa bergerak menunjuk arah utara dan selatan. Dan ada yang mengatakan bahwa kompas sudah dibuat pada masa Dinasti Qin (221 – 206 sebelum masehi). Adanya emosi dari pengukur akibat rasa lapar sehingga tergesa-gesa dalam melakukan pengukuran dan akhirnya terjadi kesalahan mencatat.com Altimeter Altimeter adalah alat untuk mengukur ketinggian suatu titik dari permukaan laut. dan benang tengah. Kabarnya kompas mulai digunakan sebagai alat navigasi pada sekitar abad kedua belas oleh para pelaut Cina.bunyu-online. * tekanan udara (yang paling umum digunakan) * Mangnet bumi (dengan sudut inclinasi) * Gelombang (ultra sonic maupun infra merah. dan kegiatan yang berhubungan dengan ketinggian. benang bawah. Dikutip dari : http://www. Orang-orang Cina pada waktu itu memakainya untuk membantu menerapkan salah satu dari tradisi mereka yang terkenal. Altimeter bekerja dengan beberapa prinsip. Hingga bertahun-tahun kemudian orang membuat kompas yang lebih baik dan modern. . kompas pertama kali digunakan di negeri Cina. kompas adalah alat yang wajib dibawa. Hingga kemudian orang membuat radio kompas yang sampai sekarang pun masih menjadi peralatan navigasi yang diperlukan dalam dunia penerbangan. Pemahaman tentang tata-letak yang bisa mempengaruhi kehidupan manusia. dan lainnya) Penggunaan Altimeter umumnya selalu diikuti dengan penggunaan Compas. kompas bukan digunakan sebagai alat navigasi seperti dewasa ini. antara lain : a. Menurut beberapa catatan sejarah. dimana sumber kesalahan atau permasalahan tersebut. Terutama bagi mereka yang sering melakukan perjalanan di alam bebas. Pada perkembangan berikutnya kompas digunakan untuk banyak keperluan. feng-shui. Misalnya Gyrocompass atau giroskop yang pertama kali dibuat oleh Marinus G van den Bos dan dipatenkan pada tahun 1885 yang kemudian disempurnakan cara kerjanya oleh Arthur Krebs pada tahun 1889. pendakian. Altimeter biasanya digunakan sebagai navigasi dalam penerbangan.menunjukkan arah utara dan selatan. Cara kerja kompas ini tidak berubah sejak pertama kali digunakan orang. yaitu pembacaan benang atas. Pada awalnya. Kesalahan Dalam Pengukuran dengan menggunakan Waterpass / Auto Level Dalam melakukan pengukuran kemungkinan terjadi kesalahan pastilah ada. Kesalahan yang bersumber dari pengukur Kurangnya ketelitian mata dalam pembacaan alat waterpass. Sejak saat itu pemakaiannya mulai meluas. baik di laut maupun di darat. Ini dibuktikan dengan keberadaan beberapa naskah kuno tentang magnet yang berasal dari abad keempat sebelum masehi. Pada perkembangan berikutnya jarum tersebut dilekatkan pada bidang berbentuk bundar dengan simbol-simbol arah mata angin lengkap dengan garis derajatnya.

User bisa mendownload seluruh data yang terdapat di GPS untuk kemudian di edit dan di upload kembali ke GPS. apakah bentukan itu berupa punggungan. Contoh : Skala 1 : 25. Atau dengan kata lain garis countur adalah garis yang menghubungkan tempat tempat pada ketinggian yang sama. Kelebihan lainnya adalah kemampuan untuk melakukan zoom in/zoom out dan rotate. berarti 1 cm di peta sama dengan 250 meter di medan yang sebenarnya. perkiraan kemiringan. 3D view. sehingga panjang pita ukur bergeser (berkurang) c. menmpilkan altitude. GPSMaster : Software Pemetaan Untuk GPS Garmin GPSMaster : Software Pemetaan Untuk GPS Garmin GPSMaster adalah sebuah software pemetaan gratis berbasis Windows untuk segala tipe GPS Garmin. Angin yang merupakan faktor alam. bentuk. Relief bumi pada peta topografi digambarkan dalam bentuk garis garis yang disebut garis countur. Ini adalah penting. apalagi jika menariknya terlalu kuat. Tak kalah pentingnya adalah memahami skala peta. Kesalahan yang bersumber dari alam. Dengan GPSMaster user bisa menampilkan peta hasil scan dan mengatur proyeksinya. GPSMaster juga supports NMEA0183 Dikutip dari : http://inigis. garis countor dengan medan yang sebenarnya . Dalam bergelut dengan alam. Kesalahan yang bersumber dari alat Pita ukur yang sering dipakai mempunyai tendensi panjangnya akan berubah. Sehingga panjang pita ukur tidak betul atau tidak memenuhi standar lagi. kedalaman. Karena dgn menggunakan peta sedikit banyak akan membantu dalam suatu perjalanan baik itu pada kegiatan pendakian ataupun pada saat belajar orientasi medan. yaitu peta yang menyajikan gambaran relief permukaan bumi. user bisa membuat waypoints. Hal hal tersebut mutlak dikuasai sebagai dasar dalam orientasi. Memahami peta Peta yang digunakan untuk orientasi medan adalah peta topografi. Koneksi PC ke GPS bisa dilakukan via serial atau USB.jurang. sungai. Yang harus dipahami dalam membaca peta topografi adl mengartikan bentuk bentuk garis countur dengan benar. Dasar dasar yang harus diketahui untuk orientasi medan: 1. sudah selayaknya seorang pecinta alam mengenal peta yang menggambarkan kondisi fisik derah pegunungan. membuat pita ukur menjadi susah diluruskan. lembah. karena dari skala peta akan diketahui perbandingan antara kondisi di peta dengan kondisi medan yang sebenarnya. routes dan tracks lalu di upload ke GPS.sehingga akan dapat diperoleh informasi tentang tinggi rendahnya suatu tempat.b. khususnya alam pegunungan. sehingga tidak dapat berdiri dengan tegak.000. sehingga jarak yang didapatkan menjadi lebih panjang daripada jarak sebenarnya. Dengan berbasiskan peta hasil scan. Adanya angin yang membuat rambu ukur terkena hembusan angin. speed dan rate of climb/sink (vertical speed). adalah biasa bergelut dengan alam. baik itu alam pegunungan ataupun alam rimba belantara. dan sebagainya.info Membaca Peta Kompas Bagi seorang pecinta alam. Patahnya pita ukur akibat terlalu kencangnya menarik pita ukur. Selanjutnya antara skala peta.

dan sebagainya. 2. Besarnya sudut bidikan akan langsung dapat diketahui. garis tanda yg bercahaya di bibir pelindung 8. kaca kompas yg dapat diputar dengan pembagian derajat 3. prisma yg dapat disetel. Maka besarnya sudut sudah dapat diketahui. agar kesalahan orientasi yang terkecil dapat dihindari. yaitu pada kompas ini apabila kita membidik sasaran. pelat yg bercahaya dengan garis tanda dan garis rambut 4. gelang kaca dari tembaga 7. Maka sedikit banyak akan dapat diinterpretasikan keadaannya. sekrup pengapit 10. tutup kompas dengan kaca. Pada saat tertentu kita melewati suatu punggungan kecil Kita sudah memperkirakan bahwa dengan melewati punggungan itu berarti sudah berubah counturnya. agar kita tidak keliru dalam orientasi medan. Contoh: dengan skala 1 : 25. Misalnya nama puncak bukit. Sesuai dengan arah utara Magnet Bumi. Hal hal inilah yang harus dipahami. garis petunjuk yg bercahaya 5.dapat diperbandingkan. Memahami Peta-Kompas Sebelum masuk ke medan yang sebenarnya kita harus mengetahui dan memahami tanda tanda medan pada peta. kotak kompas dengan pembagian arah angin dan cincin karet 2. Kompas orientasi (kompas Silva) kompas silva Pada dasarnya kedua kompas tersebut mempunyai fungsi yang sama yaitu : Mengetahui arah Pada posisi mendatar. Berarti kita telah salah orientasi. pelindung kaca 9. Padahal kondisi punggungan itu masih kurang dari 50 meter. Sebab kadang kadang pada daerah yang kita perkirakan tergambar dalam peta(pada countur). Keterangan mengenai hal ini dapat diketahui dgn membaca keterangan pada peta atau mungkin bertanya ke pada penduduk. Langkah selanjutnya adalah orientasi peta. lingkaran kompas dengan pembagian derajat dan jarum kompas yg bercahaya 6. jarum kompas akan selalu menunjuk arah utara. 3.Membidik sasaran Dengan kompas prisma. garis rambut. Kompas bidik jenis prisma kompas prisma nama bagian-bagiannya 1. Memahami Kompas Kompas yang biasa digunakan dalam orientasi ada 2 jenis yaitu: a.000 yang berarti 1 cm di peta sama dengan 250 meter di medan yang sebenarnya. Melainkan harus dgn penyesuaian terlebih dahulu yaitu dengan memutar piringan pembagian derajat sehingga tanda panah penyesuai atau tanda “N”(North) dapat segaris dengan jarum utara kompas. apabila kita ingin mengetahui berapa besar sudut kompas dari posisi kita berdiri ke sasaran bidik. Orientasi peta adalah meng Utarakan peta atau . ternyata belum tergambar karena keliru dalam merperbandingkan skala peta dengan kondisi medan. dengan lubang tempat melihat dan cincin jempol dengan takik b. sungai. Sedangkan dengan kompas silva terdapat sedikit perbedaan dengan kompas prisma. jurang. besarnya sudut kompas tidak dapat langsung kita baca.

Geser/ putar putarkan peta tanpa posisi kompas.Lakukan orientasi (sesuai dengan bentang alam). 4. Langkah langkah dalam orientasi peta : *Dengan kompas prisma 1. tepi sungai.Lihat dan perhatikan tanda medan yang mudah dikenal di lapangan. Untuk mengetahui posisi kita saat berada di alam bebas. tikungan potong. sungai ataupun tebing. .Lakukan hal yang sama dengan sasaran bidik yang berbeda. dengan sudut kompas sebesar 130°.S. kemudian cocokkan dengan peta.Himpitkan garis rambut pada kompas dan takik pada cincin jempol dengan sumbu Y peta 4. tikungan potong. polakan/buatlah garis dari titik sasaran dengan acuan besar sudut peta. yang penting untuk dilakukan adalah menentukan arah mata angin (U. Misalkan tanda medan adalah puncak bukit X. langkahnya adalah: Lihat dan perhatikan tanda medan yang mudah dikenal di lapangan.Geser/ putar-putarkan peta tanpa merubah posisi kompas sampai jarum kompas dengan tanda panahpenyesuai sejajar dengan sumbu Y peta. jalan setapak yang ada di peta atau di garis pantai. misal Y. berarti peta telah terorientasi. b. pegunungan. yaitu : a. sampai jarum kompas dengan garis rambut sejajar dengan sumbu Y Peta. sungai ataupun tebing. 2.Setel piringan kompas dengan pembagian derajat pada posisi 0°. kemudian letakkan di atas peta 3. baik di peta maupun di medan. 4. Bila semua tahapan tersebut telah dilakukan dengan benar. seperti puncak bukit. Bila kita melakukannya benar maka akan didapalkan tititk perpotongan antara kedua garis tersebut. lalu menentukan arah utara peta. dan sebagainya. Resection dapat pula dilakukan hanya dengan satu tanda medan atau titik ketinggian. bilamana kita berada pada tepi jurang.Dengan menggunakan busur derajat dan penggaris. langkahnya adalah 1.B dan T). Setalah itu menentukan posisi kita dengan pasti. sehingga sejajar dengan sumbu Y peta.Letakkan peta pada bidang datar 2. Resection Adalah menentukan posisi kita pada peta. 5.Bentangkan kompas di atas peta 3. pegunungan. Bidikkan kompas dari posisi anda berdiri ke salah satu tanda medan yang terlihat dan dikenal. garis bantu.dengan kata lain menyesuaikan letak peta dengan benatng alam yang sebenarnya kita hadapi. seperti puncak bukit. garis penyesuai.Himpitkan tanda panah penyesuai.Titik perpolongan itulah posisi kita di peta. Ada 2 cara yang dapat digunakan untuk menentukan posisi kita. maka sudut peta adalah 130° + 180° = 310° (Back Azimuth) 3. *Dengan kompas silva 1.Letakkan peta pada bidang datar 2. Intersection : Adalah menetukan posisi orang lain/tempat lain.

blogspot. altimeter akan lebih berperan dalam perjalanan.Lakukan orientasi (sesuai dengan bentang alam). Compass silva kurang akurat jika dipakai untuk membidik. Compass bidik mudah untuk membidik. Karena sifat kemagnetannya. tetapi dalam pembacaan di peta perlu dilengkapi dengan busur derajat dan penggaris. 2.Dengan menggunakan busur derajat dan penggaris. Kehadiran benda-benda tersebut akan mempengaruhi jarum Compass sehingga ketepatannya akan berkurang. .1. jadi bukan arah utara sebenarnya. seperti puncak bukit.com/ Altimeter Altimeter merupakan alat pengukur ketinggian yang bisa membantu dalam menentukan posisi. Guna Compass Compass adalah alat penunjuk arah yang digunakan untuk mengetahui arah utara magnetis. Bidikkan kompas dari posisi anda berdiri(letaknya sudah pasti diketahui di medan dan di peta) ke saran bidik. golok. Maka sudut peta adalah 130° (Azimuth). perlu dijauhkan dari pengaruh benda-benda yang mengandung logam. b) Jarum. Misal tempat anda berdiri adalah X.Lihat dan perhatikan tanda medan yang mudah dikenal di lapangan. tetapi banyak membantu dalam pembacaan dan perhitungan di peta. disini altimeter lebih bermanfaat. tikungan potong. yaitu tempat komponen-komponen Compass lainnya berada. c) Skala penunjuk. Pemakaian Compass Compass dipakai dengan posisi horizontal sesuai dengan arah garis medan magnet bumi. dengan hasil bidikan sebesar 130′ terhadap sasaran. kemudian cocokkan dengan peta.blogspot. Tetapi perlu diingat bahwa arah yang ditunjuk oleh jarum Compass tersebut adalah arah utara magnet bumi. Compass yang baik pada ujungnya dilapisi fosfor agar dapat terlihat dalam keadaan gelap. pada umumnya dipakai dua jenis Compass. polakan/buatlah garis dari titik sasaran dengan acuan besar sudut peta. 4. 3. Dikutip dari : http://watenkcorner. resection dengan menggunakan kompas sering tidak banyak membantu. Secara fisik. menunjukkan derajat sistem mata angin. jam tangan dan lainnya. misal Y. Jenis-Jenis Compass Dalam suatu perjalanan banyak macam Compass yang dapat dipakai. 3. Dikutip dari : http://salehbmusa. Compass terdiri atas : a) Badan.Lakukan hal yang sama dengan tempat membidik yang berbeda.com Compass 1. jarum Compass akan menunjuk arah utara-selatan (jika tidak dipengaruhi oleh adanya gaya-gaya magnet lainnya selain magnet bumi). karabiner. Bila kita melakukannya benar maka akan didapatkan tititk perpotongan antara kedua garis tersebut 5. Dengan menyusuri punggungan- punggungan yang mudah dikenali di peta.Titik perpotongan itulah posisi kita di peta. Periksa ketelitian altimeter di titik-titik ketinggian yang pasti. seperti pisau. Pada medan yang bergunung tinggi. 2. sungai ataupun tebing. yang harus diperhatikan dalam pemakaian altimeter : – setiap altimeter yang dipakai harus dikalibrasi. Dalam memakai Compass. yaitu Compass bidik (misalnya Compass prisma) dan Compass orienteering (misalnya Compass silva). selalu mengarah ke utara-selatan bagaimanapun posisinya. pegunungan.

yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara peta dengan titik sasaran. dan perubahan temperatur. Ini bisa dilakukan dengan menanyakan kepada penduduk setempat nama-nama gunung. Langkah-langkah orientasi peta : a) Cari tempat terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok. utara magnetis dianggap sejajar dengan utara sebenarnya. tanpa memperlitungkan adanya deklinasi.azimuth juga sering disebut sudut kompas. c) Letakkan kompas diatas peta dan sejajarkan antara arah utara peta dengan utara magnetis/utara kompas.sudut bidikan dari kompas itu disebut azimuth. d) Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekeliling dan temukan tanda medan tersebut dipeta. Orientasi peta Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (secara praktis menyamakan utara peta dengan utara magnetis). perubahan cuaca. b) Letakkan peta pada bidang datar. Resection Resection adalah menentukan kedudukan/ posisi di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. atau dengan mengamati kondisi bentang alam yang terlihat dan mencocokkan dengan gambar kontur yang ada dipeta. dengan demikian letak peta akan sesuai dengan bentang alam yang dihadapi.yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara sebenarnya dengan titik sasaran.yaitu sudut yang dibentuk antara utara kompas dengan titik sasaran. sepanjang jalan. b) Azimuth Magnetis. b) Cari tanda medan yang mudah dikenali dilapangan dan di peta. c) Dengan penggaris buat salib sumbu pada pusat tanda-tanda medan itu. sungai.com Teknik Peta Kompas 1. 3.– Altimeter sangat peka terhadap guncangan. jika kita berada di tepi sungai. Azimuth dan Back Azimuth Azimuth ialah besar sudut antara utara magnetis (nol derajat) dengan titik/sasaran yang kita tuju. Dikutip dari : http://watenkcorner. Ada tiga macam azimuth yaitu : a) Azimuth Sebenarnya. Langkah-langkah resection : a) Lakukan orientasi peta. atau tanda-tanda medan lainnya. bila sudut azimuth kurang dari 180 derajat maka sudut azimuth dikurangi 180 derajat. 2. Cara menghitungnya : bila sudut azimuth lebih dari 180 derajat maka sudut azimuth dikurangi 180 derajat. Tidak selalu tanda medan harus selalu dibidik. minimal dua buah. d)Bidik dengan kompas tanda-tanda medan itu dari posisi kita.blogspot. e) Ingat tanda medan itu. lakukan untuk beberapa tanda medan. back Azimuth adalah besar sudut kebalikan/kebelakang dari azimuth. maka hanya perlu satu tanda medan lainnya yang dibidik. Untuk keperluan orientasi ini. atau sepanjang suatu punggungan. kita perlu mengenal tanda-tanda medan yang ada dilokasi. Teknik resection membutuhkan bentang alam yang terbuka untuk dapat membidik tanda medan. bentuknya dan tempatnya dimedan sebenarnya maupun dipeta. c) Azimuth Peta. bikit. untuk keperluan praktis. perhitungan searah jarum jam. ingat-ingat tanda medan yang khas dari setiap tanda medan. . bila sudut azimuth = 180 derajat maka back azimuthnya adalah 0 derajat atau 360 derajat.

Dari peta( P) dipindahkan ke kompas (K): K= P +/.VM) Keterangan: Tanda +/. VM 2 menit increase.(DM +/. dan pastikan posisi tersebut di peta. e) perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud. Yang perlu di analisa adalah jarak. 6.diluar kurung untuk DM (deklinasi magnetis/iktilaf magnetis) = dari K ke P: DM ke timur tanda (+).e) pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta. akan tetapi pada beberapa tempat. dengan mempelajari peta yang akan dipakai. jadi sudut yang dibuat di peta adalah 123 1/2 derajat. d) bergerak ke posisi lain. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan. dan hitung sudut pelurusnya.VM) ingat! kompas ke peta. Kita dapat . tetapi sukar untuk dicapai. Langkah-langkah melakukan intersection : a) lakukan orientasi medan. tanda (-) untuk decrease/turun. DM ke barat tanda (-) = dari P ke K: DM ke timur tanda (-).(DM +/. DM ke barat tanda (+) Tanda +/. a.di dalam kurung untuk VM (variasi magnetis) =tanda (+) untuk increase/naik. yang perlu diperhatikan adalah jarak yang sebenarnya yang kita tempuh bukanlah jarak horizontal.VM) B. 5. pada legenda peta tahun 1942 tersebut: DM 1 derajat 30 menit ketimur.(DM +/. DM ke timur VM increase besar VM sekarang (2002)= (2002-1942)x 2 menit = 120 menit= 2 derajat (1 derajat=60 menit) sudut P= 120 derajat + (1 menit 30 detik + 2 derajat) = 123 derajat 30 menit. waktu dan tanda medan. kita sudah yakin pada posisi kita di peta. dan pastikan posisi kita. Dari kompas (K) dipindahkan ke peta (P): P= K +/. c) pindahkan sudut yang kita dapat dipeta. Hal ini sebetulnya tidaklah begitu menjadi masalah penting jika selisih sudutnya sangat kecil. Jarak Jarak diperkirakan dengan mempelajari dan menganalisa peta. lakukan langkah b dan c. Pada intersection. Analisa Perjalanan Analisa perjalanan perlu dilakukan agar kita dapat membayangkan kira-kira medan apa yang akan kita lalui. lalu berapa sudut yang akan kita pindahkan ke peta? P= K=+/. Contoh Perhitungan: Diketahui sudut kompas/azimuth 120 derajat. f) perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita di peta 4. b)bidik obyek yang kita amati. Koreksi sudut Pada pembahasan utara telah dijelaskan bahwa utara sebenarnya dan utara kompas berlainan. selisih sudut/deklinasi sangat besar sehingga perlu dilakukan perhitungan koreksi sudut yang didapat dari kompas(azimuth)yaitu : A. Intersection Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di pet dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali dilapangan.

memperkirakan jarak (dan kondisi medan) lintasan yang akan ditempuh dengan
memproyeksikan lintasan, kemudian mengalihkannya dengan skala untuk memperoleh jarak
sebenarnya.

b. Waktu
Bila kita dapat memperkirakan jarak lintasan, selanjutnya kita harus memperkirakan berapa
lama waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut. Tanda medan juga bisa untuk
menganalisa perjalanan dan menjadi pedoman dalam menempuh perjalanan.

c. Medan Tidak Sesuai Peta
Jangan terlalu cepat membuat kesimpulan bahwa peta yang kita pegang salah. Memang
banyak sungai-sungai kecil yang tidak tergambarkan di peta, karena sungai tersebut kering
ketika musim kemarau. Ada kampung yang sudah berubah, jalan setapak yang hilang, dan
banyak perubahan-perubahan lain yang mungkin terjadi.

Bila anda menjumpai ketidaksesuaian antara peta dengan kondisi lapangan, baca kembali
peta dengan lebih teliti, lihat tahun keluaran peta, karena semakin lama peta tersebut maka
banyak sekali perubahan yang terdapat pada peta tersebut. Jangan hanya terpaku pada satu
gejala yang tidak ada di peta sehingga hal-hal yang yang dapat dianalisa akan terlupakan.
Kalau terlalu banyak hal yang tidak sesuai, kemungkinan besar anda yang salah (mengikuti
punggungan yang salah, mengikuti sungai yang salah, atau salah dalam melakukan resection).
Peta 1:50.000 atau 1:25.000 umumnya cukup teliti.
Garmin Nuvi 205W menambah maps banyak cara
Setelah memiliki gadget GPS, seperti Nuvi 205W, keinginan yang mendasar adalah
melengkapi-nya dengan map/peta. Sebenarnya map bawaan unit sudah cukup kalau sebatas
digunakan di Indonesia. Paket bawaan dilengkapi dengan Garmin City Navigator Indonesia
versi v4.00 [relatif terbaru] atau bisa ditambahkan map hasil kreasi anak negeri NavNet yang
bisa diunduh di navigasi.net.

Namun apabila unit GPS mau dibawa ke luar negeri dan nggak kepingin tersesat tambahan
map adalah sebuah keharusan. Nah tulisan kali ini sekedar berbagi cara menambahkan map
ke unit GPS:

Menambahkan maps yang berupa file gmapsupp.img [map supply] ke unit Garmin dan SD
Card, cara ini dapat dilakukan dengan mengkoneksikan unit GPS ke PC dan lakukan transfer
file .img dengan fungsi copy-paste dan rename.
Struktur file di unit GPS folder Garmin dapat terdiri dari :

1. gmapbmap : basemap
2. gmapprom : map bawaan dari unit GPS [contoh : City Navigator V4.00]
3. gmapprom1 : dapat ditambahkan dengan merename gmapsupp.img [contoh CN Southern
Asia V2.0]
4. gmapsupp : tambahan map satu [bisa NavNet V1.59]
5. gmapoem : tambahan map satu [bisa Malaysia Free Map]

Untuk SD Card tambahkan file gmapsupp.img [saya pakai CN Europe NT 2010.1] eh siapa
tahu ada kesempatan dinas ke EU! Nah maksimal dapat ditambahkan 4 maps di unit Nuvi
205W.

Sebenarnya ada cara yang lebih mudah dan simple, tutorial bisa dilihat di sini. Cara kedua ini
akan lebih simple dan bisa ditambahkan map secara tidak terbatas. Namun dibutuhkan sedikit
akal muslihat untuk membuka Locked map dari City Navigator.

Syarat utama adalah buka dulu status Locked map dari Map yang akan di-install-kan. Setelah
selesai unduh file CN-nya catat ID-map-nya. Pergunakan unlocker di sini untuk mendapatkan
kode aktifasi. Unlocker ini memerlukan ID GPS yang Anda miliki [colokan GPS ke USB dan
lakukan koneksi, pergunakan mapsource dengan Utillities> Get Unit ID. Lakukan unlocker
dengan memasukkan ID-GPS dan ID-map dan lakukan generate. Copy kode aktifasi yang
didapatkan.

Buka Mapsource dan lakukan unlock map melalui Utillities>Manage Map Product. Pilih map
yang akan di-unlock, klik Unlock Region dan klik Add. Copy paste-kan kode aktifasi pada
area region dan klik OK. Otomatis map akan berubah status. Klik MapTools dan pilih area
map yang akan dipasang di unit GPS. Klik Send to Device dan otomatis map akan terkirim ke
GPS. Selesai.

Untuk pengecekan, cabut koneksi GPS ke PC. Dan melalaui tools-setting-Map-Map Info
akan tertera list map yang terinstall di unit GPS. Pilih salah satu atau semuanya untuk
aktifasi.

Nah Nuvi sudah terload dengan beberapa maps, tinggal siapkan duit-visa-paspor dan siap
untuk jalan-jalan.
Dikutip dari : http://yb2ecg.wordpress.com
Cara Kerja GPS
Global Positioning System (GPS) merupakan sistem koordinat global yang dapat menentukan
koordinat posisi benda dimana saja di bumi baik koordinat lintang, bujur, maupun
ketinggiannya. Teknologi ini sudah menjadi standar untuk digunakan pada dunia pelayaran
dan penerbangan di dunia. Kita pun dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan kita sendiri.

Sistem GPS dapat memberikan data koordinat global karena didukung oleh informasi dari 24
satelit yang ada pada ketinggian orbit sekitar 11.000 mil di atas bumi. Satelit-satelit tersebut
terbagi atas 6 bidang orbit yang berbeda dengan masing-masing bidang orbit diisi oleh 4
satelit. Dengan konfigurasi seperti ini, maka setiap titik di bumi selalu akan dapat ditentukan
koordinatnya oleh GPS setiap saat selama 24 jam penuh perhari.

Teknologi GPS pada awalnya digunakan untuk keperluan militer. Penyedia satelit untuk
sistem GPS untuk dunia adalah pemerintah Amerika Serikat. Selain Amerika, dulu pihak
Rusia/Uni Soviet juga memiliki dan mengembangkan sistem seperti ini. Kini pihak Uni
Eropa juga berkeinginan memiliki dan menyediakan sendiri sistem yang sejenis.

Teknologi GPS ini bebas dimanfaatkan oleh siapa saja di dunia secara gratis asal memiliki
alat GPS receiver. Alat GPS receiver ini adalah suatu alat yang dapat menerima sinyal satelit-
satelit GPS untuk kemudian melakukan perhitungan koordinat posisi dirinya berdasarkan data
yang ada.

Cara Kerja GPS Receiver

Setiap satelit GPS memancarkan sinyal-sinyal gelombang mikro. GPS receiver menggunakan
sinyal satelit yang diterima untuk melakukan triangulasi posisi dengan cara mengukur lama

perjalanan waktu sinyal dikirimkan dari satelit, kemudian mengalikannya dengan kecepatan
cahaya untuk menentukan secara tepat berapa jauh dirinya dari satelit.

Dengan mengunci minumum 3 sinyal dari satelit yang berbeda, maka GPS receiver dapat
menghitung posisi tetap sebuah titik yaitu koordinat posisi lintang dan bujur (Latitude &
Longitude). Penguncian sinyal satelit yang ke-4 membuat pesawat penerima GPS dapat
menghitung posisi ketinggian titik tersebut terhadap muka laut (Altitude).

GPS receiver akan terus menjaga dan mengunci sinyal satelit yang diperlukan untuk
melakukan triangulasi secara bersama dan paralel. Dengan sistem ini, informasi navigasi
yang diterima akan selalu up to date.

GPS receiver juga akan terus mencari sinyal satelit sehingga mendapat 10 sampai 12 sinyal
satelit sekaligus. Tambahan channel sinyal satelit ini dapat diolah sehingga data koordinat
yang diperoleh akan lebih terpercaya serta akurasinya lebih baik.

Sumber: http://islam-download.net/cara-mudah-cepat/cara-kerja-gps.html
Peta adalah salah satu alat peralatan penting yang harus kita bawa pada saat akan bepergian,
terutama untuk kita-kita yang senang berpetualang di alam bebas
Buat rekans SABHAWANA saya ada bahan referensi tentang peta, tapi saya tidak tahu
apakah referensi ini sudah ada / sudah dimiliki oleh Sabhawana.. jadi saya tetap menulis
untuk rekans sebagai bahan tambahan informasi.

PENGETAHUAN PETA

a. Peta adalah gambar sebagian atau seluruh permukaan bumi atau gambar geografi diatas
bidang datar dengan ukuran kecil bersifat selektif serta yang dapat dipertanggungjawabkan
secara matematis maupun secara visual.

b. Macam-macam peta :
1. Peta Topografi adalah peta yang menggambarkan posisi vertikal dan horizontal tanda-
medan yang tidak dapat bergerak di atas permukaan bumi. Isi peta tersebut mencakup
empat hal , yaitu :
a) Relief ( bentuk muka bumi )
b) Perairan ( sungai, danau, sawah )
c) Tumbuh- tumbuhan ( semak, bambu, kelapa, dll )
d) Hasil budaya manusia ( bangunan, jalan raya, rel KA, kuburan , dll )

Peta Topografi dapat digolongkan sbb :
a) Berdasarkan skala, peta topografi dibagi :
1) Skala Besar ( 1 : 1000 s.d 1 : 25.000 )
2) Skala Menengah ( 1 : 50.000 s.d 1 : 250.000 )
3) Skala Kecil ( 1 : 500.000 s.d 1 : 1.000.000 dan yg lebih kecil lagi )

b) Berdasarkan Kenampakan :
1) Peta Garis
2) Peta Foto

c) Berdasarkan tingkat ketelitian
1) Peta topografi sistimatis

4) Perbedaan panjang sekitar 24 m. 2) Jumlah garis fiktif tergantung dari kedar peta. . 1) Peta-peta topografi dalam proyeksi Polyder menggunakan sistim kilometer fiktif . meliputi selatan Pulau Irian. pemakaian sistim grid Inggris digunakan pada peta proyeksi LCO.000 jumlah garis 36 x 36 ( 20 menit dibagi 36 bagian ) Kedar 1 : 50. Macam Peta Tematik : a) Peta Penerbangan. biasanya disusun berdasarkan data statistik. sehingga satu bagian akan lebih panjang dari 1 km sebenarnya. maka ukuran jarak medan di peta harus dikoreksi dengan angka koreksi yang terdapat pada sisi kiri keterangan tepi peta. Maluku bagian utara dan Irian tengah. meliputi Jawa. meliputi Sumatera. Nusa Tenggara. Kepulauan Kai dan Aru. yaitu . c. untuk mendapatkan jarak sebenarnya. Kalimantan. Daerah tersebut di bagi menjadi kotak-kotak seluas 20 menit x 20 menit yang disebut satu satuan proyeksi yang dilalui paralel baku dengan warna grid hitam.000 jumlah garis 18 x 18 ( 10 menit dibagi 18 bagian ) Kedar 1 : 25. 1. maka panjang sisi sebenarnya lebih dari 36 km. dimana wilayah Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah / zone. dimana . d) Peta Penyebaran Penduduk. khususnya pada peta-peta topografi daerah Jawa dan Madura. 1) Wilayah Katulistiwa ( zone equator ). Sulawesi. c) Peta Curah Hujan. b) Sistim Grid Inggris. yaitu peta yang menggambarkan rute jalur penerbangan. Sistim Grid Peta Topografi di Indonesia. 2) Wilayah Selatan (southern zone). Perpetaan di Indonesia.000 jumlah garis 9 x 9 ( 5 menit dibagi 9 bagian ) 3) Karena panjang satu sisi satu kotak 20 menit x 20 menit dibagi rata menjadi 36 bagian. Kedar 1 : 100. Peta Tematik adalah peta yang berisi gambaran satu atau dua tema khusus. a) Sistim Kilometer Fiktif.2) Peta bagan tofografi 3) Bagan Tofografi 4) Bagan Pemandangan 5) Oleat Medan d) Berdasarkan Proyeksinya 1) Proyeksi bidang datar 2) Proyeksi kerucut 3) Proyeksi silinder atau tabung 2. digunakan pada peta-peta topografi cetakan lama. 3) Wilayah New Guini Selatan ( Zone Irian Selatan ). yaitu peta yang didalamnya yang berisi tanda-tanda yang hanya untuk memperlihatkan perbedaan wilayah. Cara menghitungnya kilometer fiktif dikurangi angka koreksi kilometer sebenarnya sehingga mendapatkan kilometer sebenarnya dilapangan. b) Peta Administrasi.

Dua lainnya adalah sensus dan museum. Peta. dan dipasang diatas peta dengan proyeksi TM. Demikian antara lain permasalahan yang mengemuka dalam diskusi Road the5th Indonesian Geoinformation Technology Exhibition (IGTE) 2010 dan peluncuran buku “Survei dan Pemetaan Nusantara yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) kemarin di Jakarta. merencanakan program pembangunan dan memonitornya. sekelompok pemuda di Semarang melakukan cap .d 11o LS ( 18 derajat ) 2) Tetapi dalam penomoran peta-peta UTM daerah yang dipetakan meliputi 94o 30′ BT s. menanggapi kasus Ambalat. tetapi hanya sekedar mempermudah pembuatan nomor peta. hingga kini. Dibutuhkan Namun Dihiraukan Peta dasar maupun data dan informasi berbasis spasial lainnya memiliki peran sangat strategis dalam menjaga keutuhan suatu negara. peta adalah alat untuk menjaga keutuhan NKRI. ahli sejarah dari LIPI menyebutkan.79” BT 4) Dari atas ke bawah ( utara ke selatan ) mulai kedudukan 6o LU dengan angka romawi dari I s. Namun. di Indonesia peta belum dianggap penting. pejabat Indonesia baru secara reaktif mencari peta Indonesia di perpustakaan KITLV di Leiden. penataan ruang. hal tersebut di maksud bukan untuk merubah batas wil Indonesia. 3) Letak Meredian Nol Jakarta 106o 48’27. misalnya. Contoh lain. hingga kini masih ada kesulitan mensinergikan berbagai data data dari berbagai institusi. Rasa kebangsaaan dibentuk lewat peta.c) Sistim Grid Universal Transverse Mercator ( UTM ) 1) Dipasang pada bagian dunia antara 80o LS sampai 84o LU.d 141o BT dan 6o LU s. “Peta adalah tulang punggung nasionalisme. Dr. a) LCO 1) Indonesia dibagi dalam beberapa Lembar Bagian Derajat ( LBD ) 2) Dari kiri ke kanan ( dari Barat ke Timur ) mulai dari kedudukan 12o barat Meredian Nol Jakarta dengan angka arab dari 1 s.” kata Asvi dalam diskusi. Pada kasus Amabalat. peta adalah satu dari tiga unsur pembentuk komunitas atau negara. Di sisi lain. 2. hingga kini kesadaran pemerintah.d 141o BT (= 46o 30′) 6o LU s.d 139. Peta baru dicari saat ada kejadian genting. 2) Dimana dunia dibagi dalam 60 buah zone yang masing-masing zone sebesar 6 derajat. masyarakat akan manfaat dan pentingnya peta masih sangat rendah. Kesadaran pemerintah dan masyarakat akan manfaat peta belum terbangun. Namun begitu. Penomoran Lembar Peta Topografi Indonesia. aplikasi berbasis data spasial untuk berbagai keperluan masih sangat kurang. katanya.d 12o LS . Menyadur pendapat Ben Andersen. Asvi menyebutkan. Selain itu. Asvi Warman Adam.d LI ( 11o LS ) 5) Letak wilayah Indonesia (a) Batas Barat 94o 40′ BT (b) Batas Timur 141o BT (c) Batas Utara 6o LU (d) Batas atas Selatan 11o LS b) UTM 1) Batas wilayah Indonesia yang dipetakan adalah : 94o 30′ BT s.

Diakui Kepala Bakosurtanal R. hingga kini proses menghimpun data dari berbagai instansi masih terus dilakukan Bakosurtanal. sejak manusia melakukan penjelajahan dan penelitian. Bakosurtanal sejak lima tahun lalu membangun jaringan data spasial nasional dengan membangun simpul-simpul jaringan di tingkat pusat maupun kabupaten/kota. ESDM membuat peta tentang soil. dan dimana lokasi fasilitas vital seperti rumah sakit. selain Bakosurtanal. kesehatan. “Celakanya. Untuk mensinergikan data dari berbagai institusi tersebut perlu dibangun sistem yang sama. sumberdaya alam.” terang matindas. Walaupun masih dalam bentuk yang sangat sederhana yaitu dalam bentuk sketsa mengenai lokasi suatu tempat. Diakui Matindas. Kalau tahu Ambalat itu bukan pulau. Kumpulan dari peta-peta karya Claudius Ptolomaeus dibukukan dan diberi nama “Atlas Ptolomaeus”. UKP4 juga menggunakan data dan informasi geospasial untuk memonitor progres pembangunan dan pemakaian dana pembangunan di berbagai institusi. Claudius Ptolomaeus mengemukakan mengenai pentingnya peta. pendidikan. berdasarkan pengalamannya ia harus melakukn tour dari satu instansi ke instansi lain untuk mendapatkan suatu peta karena peta masih tercerai-berai. “Perlu ada aturannya agar data yang dibuat mengikuti standar dan format tertentu agar dapat diakses. mereka tak akan mengatakan bersedia diterjunkan ke Ambalat. lembaga donor dapat melihat langsung (lewat situs web) bantuannya sudah digunakan untuk membangun suatu fasilitas. Imam Prasodjo berpendapat tentang perlunya ada kementerian khusus untuk urusan peta agar masalah tembok-tembok antarinstansi dapat diatasi dan masyarakat bisa memperoleh data dan informasi spasial yang sinergis. kita butuh peta setidaknya untuk mengetahui lokasi yang paling parah terkena gempa. bertekad membela Ambalat dan bersedia diterjunkan dan menancapkan bendera Merah Putih.” katanya. peta yang dibutuhkan tak ada. Kata itu berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja.darah.85 Tahun 2007. di Indonesiaa peta baru dibutuhkan saat terjadi bencana. “Ini tidak mudah karena terkait dengan lembaga pemerintah lain. Matindas mengatakan. Kehutanan membuat peta hutan. tambah Imam. Saat ini. Sementara itu. yang memuat berbagai data mulai dari kependudukan. Menurut ICA (International Cartographic . Matindas mendorong lahirnya industri untuk mengembangkan aplikasi- aplikasi berbasis data dan informasi geospasial untuk berbagai sektor. “Kami sudah kumpulkan data selama 40 tahun. Saat terjadi bencana. Untuk itu berdasarkan Peraturan Presiden No.W. “ kata Imam. asisten pada Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) menceritakan pengalamannya mengembangkan aplikasi data dan informasi geospasial untuk pelaporan kepada lembaga donor saat rehabiliatasi Aceh pascatsunami. lokasi untuk mendrop logistik dari helikopter. ekonomi. Bambang.” kata Matindas. Dikatakan. Kapan peta mulai ada dan digunakan manusia? Peta mulai ada dan digunakan manusia. melainkan berupa daratan di dalam laut. tambah Bambang. “Ini lebih memudahkan karena dalam satu lokasi kita bisa mendapatkan berbagai informasi. Sosiolog Imam Prasodjo yang banyak terlibat membantu korban bencana gempa juga mengatakan hal senada.” papar Asvi. Istilah peta diambil dari bahasa Inggris yaitu map. Menanggapi hal itu. “Dengan dilengkapi koordinat. “Hingga saat ini data tersebut masih tercerai-berai di berbagai instansi.” katanya. Misalnya. ada lembaga lain yang juga membuat peta. Pada awal abad ke 2 (87 M – 150 M). menentukan lokasi pengungsian. Untuk apa data itu kalau tidak digunakan?” kata Matindas. “Ini menunjukkan pemahaman masyarakat yang masih lemah terhadap peta. Selain itu. Badan Pertanahan Nasional (BPN) membuat peta untuk keperluan pertanahan. Akuntabilitasnya lebih akurat.” katanya.

Association). kota. yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 500. yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda- benda angkasa.000 sampai dengan 1 : 1. dan lain-lain). Banyaknya jenis peta tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Contoh: Peta topografi 3. Peta umum. jenis simbol dan skala yang digunakan. Penggunaan skala pada peta merupakan perbandingan antara bidang gambar dengan permukaan bumi sebenarnya. yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 250. Menurut skala yang dibuat. 5. peta persebaran penduduk. Contoh: Peta Provinsi di Indonesia. Peta skala besar. misalnya tujuan pembuatan peta.000 sampai dengan 1: 250. Dengan demikian. Contoh: Peta kabupaten per provinsi. yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 5.000. Peta skala kecil.000. Peta skala sedang. danau.000. Pada awalnya.000. sedangkan orang yang ahli membuat peta disebut kartografer.000 sampai dengan 1 : 500.000. Software Kartografi ini mungkin masih memiliki beberapa kekurangan. tetapi fungsionalitas yang ditawarkan . 4. pada dasarnya dapat dibagi ke dalam dua kelompok besar yaitu berdasarkan isi peta dan skala peta. 1. Menurut isi peta. jalan raya. atau kecenderungan penonjolan bentuk fenomena yang akan digambarkan. peta dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1.000. hutan. pembuatan peta hanya untuk menggambarkan permukaan bumi yang bersifat umum. peta korografi. dan lain-lain. peta yang biasa kamu temukan sangat benyak jenisnya. Setelah itu. Dengan demikian. 2. Dari sekian banyak jenis peta. Peta kadaster. Ilmu yang mempelajari tentang pengetahuan dan teknik pembuatan peta disebut kartografi. peta adalah suatu gambaran atau representasi unsur-unsur kenampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi. sedangkan bumi merupakan benda berbentuk bola maka untuk membuat peta. perkebunan. yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 100 sampai dengan 1 : 5. laut. baik sebagian maupun seluruh permukaan bumi harus menggunakan teknik proyeksi tertentu. Peta geografi. Karena peta sebagai gambaran permukaan bumi pada sebuah bidang datar. peta penggunaan lahan. Peta khusus disebut pula peta tematik. StatPlanet Map Maker adalah aplikasi freeware untuk membuat peta dan grafik online berbasis flash secara interaktif dalam hitungan beberapa menit saja. Contoh: Peta hak milik tanah. peta adalah gambar. 2. Permukaan bumi tidak mungkin digambar sesuai ukuran aslinya. dibedakan atas peta umum dan peta khusus. penggunaan simbol merupakan ciri yang ditonjolkan sesuai tema yang dinyatakan pada judul peta. pelabuhan udara. gunung. akan tetapi tidak semua gambar adalah peta. Pada peta ini.000. yaitu peta yang memiliki skala lebih kecil dari 1 : 1. Contoh: Peta Indonesia dan peta dunia. adalah peta yang menggambarkan atau menyajikan informasi penampakan tertentu (spesifik) di permukaan bumi. sehingga harus diperkecil dengan perbandingan tertentu. Contoh peta umum antara lain: peta dunia. adalah peta yang menggambarkan seluruh penampakan yang ada di permukaan bumi. peta geologi. peta rupa bumi dan peta topografi. dan lain-lain) maupun budaya atau buatan manusia (misalnya: batas wilayah. peta berkembang sehingga menggambarkan hal-hal khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan pembuat dan pengguna peta. Beberapa contoh peta tematik antara lain: peta iklim. baik bersifat alamiah (misalnya sungai.

Anda akan mendapatkan pengalaman baru membuat layout peta lebih intuitif. StatPlanet Map Maker menyediakan tools sederhana untuk kemudahan user membuat flash map secara rinci.menarik untuk dicoba. Kemudahan fungsi input data ini adalah kemampuan untuk memasukkan data ke dalam spreadsheet dan meng-upload ke peta Anda. . kendali penuh atas tampilan peta adalah atas keputusan Anda. Dengan demikian. Interface program ini mudah dipahami. StatPlanet Map Maker juga mengkonversi data ke dalam grafik batang dengan tampilan grafik yang menawan. Disertakan pula User Manual yang mengajarkan cara input data milik Anda sendiri.