You are on page 1of 19

BAB III

TINJAUAN ISLAM TERHADAP PERBANDINGAN EFEKTIVITAS

PENGUNAAN TETRABENAZINE DAN VALBENAZINE TERHADAP

PENYAKIT TARDIVE DYSKINESIA

3.1 Tardive dyskinesia menurut Islam

Tardive dyskinesia adalah sindrom yang membuat gerakan tubuh menjadi

lambat dalam bentuk koreoatetoid abnormal dan involunter. Jika tidak ditangani,

tardive dyskinesia akan menimbulkan gejala yang lebih berat seperti gerakan tak

terkendali pada batang tubuh, pinggul, atau otot yang berhubungan dengan sistem

pernapasan. Sebagai umat Islam harus menyadari pentingnya kesehatan seperti

melakukan pengobatan saat sakit agar tidak menjadi penyakit yang lebih berbahaya.

Membiarkan penyakit yang berkembang lebih membahayakan tubuh sehingga

merusak diri sendiri.

Dalam ajaran Islam, apabila sakit dianjurkan untuk berobat karena Allah

menurunkan penyakit juga ada obatnya sebagaimana rasulullah SAW bersabda :

Artinya :
“Aku pernah berada di samping Rasulullah, lalu datanglah serombongan Arab
dusun. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat?” Beliau
menjawab: “Iya, wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab Allah tidaklah
meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu
penyakit.” Mereka bertanya: “Penyakit apa itu?” Beliau menjawab: “Penyakit
tua.” (HR. Tirmidzi)

1

seorang laki-laki dari kaumnya berkata. Pada hadits lain menyatakan sebagaimana sabda Nabi SAW : 2 . maka berobatlah” (HR. Ya Rasulullah apakah kami mesti berobat? Nabi menjawab: Berobatlah.Pada hadist lain juga Rasulullah SAW bersabda : Artinya : ”Sesungguhnya Allah tidak menurunkan suatu penyakit melainkan menurunkan pula obatnya. diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya. datang seorang dusun kepada Rasulullah saw dan bertanya : Ya Rasulullah. kemudian dia bertanya lagi.” (HR Ahmad) Disebutkan dalam hadits lain yang diriwiyatkan oleh Abu Hurairah. yaitu: َ‫َََللاََدَاءََ ِإ َّلََأ ْنزلََلهََ ِشف‬ ّ ‫ماَأ ْنزل‬ Artinya: “Allah tidak menurunkan suatu penyakit tanpa menurunkan obatnya” (HR. sebab. manusia yang bagaimana yang baik? Nabi menjawab: “Yang terbaik akhlaknya diantara mereka”.Abu Hurairah). antara lain hadits Nabi : Artinya : “Dari Usamat bin Syarik. An-Nasai dan Hakim) Dalam hadits yang secara khusus menyuruh agar berobat. Allah tidak menurunkan penyakit kecuali juga menurunkan obatnya.

Rasulullah mengajarkan bahwa Allah adalah dzat yang Maha Penyembuh. namun dianjurkan berusaha melakukan pengobatan. Untuk penyembuhannya menurut Rasulullah SAW diterapkan pedoman tertentu yang perlu diketahui yaitu meyakini bahwa Allah SWT yang maha menyembuhkan segala penyakit. Akan tetapi perlu di yakini bahwa proses penyembuhan terhadap suatu penyakit hendaklah adanya kecocokan obat dengan penyakit dan tidak lepas dari izin Allah. Dalam menafsirkan ayat ini.. karena Allah telah menurunkan obat dari setiap penyakit. manusia berusaha untuk pengobatan tetapi Allah SWT yang menyembuhkan (Zuhroni dkk. Jika obat yang tepat diberikan. Berdasarkan pesan Nabi: “Lakukannlah penyembuhan secara medis”. dan atas izin Allah. 3 . Allah SWT berfirman pada Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 80: Artinya : “Dan apabila aku sakit.Artinya: “Setiap penyakit ada obatnya. maka Dia-lah yang menyembuhkan aku. Penyakit akan sembuh apabila tepat obatnya. kesembuhan penyakit tidak terlepas dari kehendak Allah (Zuhroni dkk. 2003). 2003). dianjurkan berobat apabila sakit karena Allah SWT menurunkan penyakit beserta obatnya. Namun. Kesembuhan suatu penyakit adalah dari Allah.. Hadits tersebut di atas merupakan anjuran untuk berobat apabila sakit. al-Dzahabi menyatakan.” Dari hadits-hadits diatas. bahwa tindakan upaya penyembuhan penyakit secara medis merupakan perbuatan baik dan terpuji. dengan izin Allah. penyakit itu akan sembuh” (HR Ahmad dan Hakim).

Rasulullah SAW mengajarkan agar orang yang sakit senantiasa berdoa kepada Allah SWT. Pengobatan hanyalah wasilah (perantara). maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” Banyak orang yang menggantungkan penyembuhan dengan obat dan lebih mempercayai obat daripada memohon kepada Allah SWT. Dalam kedokteran Islam diajarkan bila ada dua obat yang kualitasnya sama maka pertimbangan kedua yang harus diambil adalah yang lebih efektif dan tidak memiliki efek negatif bagi pasien (Muhadi dan Muadzin. Keyakinan semacam itu merupakan ancaman yang menuju ke arah syirik. bisa juga tidak menyembuhkan jika Allah belum menghendaki atau menunda suatu penyembuhan. Kesembuhan akan diperoleh apabila cocok obatnya dan Allah SWT mengizinkan kesembuhan. Rasulullah SAW juga mengajarkan untuk Selalu ikhtiar dan tawakal. Islam mengajarkan bahwa dalam berobat hendaklah mencari obat atau dokter yang lebih baik. Karena Allah SWT yang memberikan kesembuhan pada seseorang yang sedang sakit. 2012). Allah berfirman pada Al-Qur’an surat Yunus ayat 107 : Artinya: “Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu. Berikutnya. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu. 4 . Penggunaan obat ataupun metode pengobatan lainnya bisa menyembuhkan. maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Perlu diingat bahwa tanpa kehendak dan izin Allah maka suatu penyakit tidak dapat disembuhkan.

Islam juga menganjurkan jika sakit hendaklah berikhtiar dengan cara berobat sesuai pada hadist Rasulullah SAW bersabda : Artinya : ”Sesungguhnya Allah tidak menurunkan suatu penyakit melainkan menurunkan pula obatnya. 5 . Al Bukhari dan Muslim).R. (H. maka berobatlah kamu. bukan kepada dokter yang merawatnya bukan pula kepada obat yang diminumnya. tetapi janganlah berobat dengan yang haram” (HR.Menurut ajaran Islam sebagai ketentuan berobat hendaklah tidak berobat dengan yang haram. Dari Abi Darda. dan Dia jadikan bagi tiap- tiap penyakit itu obatnya. 2011). setelah dia berusaha maksimal mencari pengobatan yang diizinkan oleh syari’at. Abu Daud). maka berobatlah” (HR. maka dia harus bertawakkal kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda Artinya : “Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat. An-Nasai dan Hakim) Seseorang yang berobat. Dianjurkan bagi seluruh manusia untuk berikhtiar mengenai permasalahan kesehatan yang dialami. seperti yang terdapat pada sabda Rasulullah SAW : Artinya : “Perbuatan yang baik adalah bertanya kepada orang yang ahli dan sesudah itu mengerjakan nasihatnya”. namun hal itu tetap berada di bawah takdir Allah (Hakim. sebagaimana yang dinyatakan pada hadis Nabi di bawah ini (Zuhroni et al. 2003). Hal ini karena seseorang harus memiliki keyakinan bahwa hebatnya sebuah sebab (obat atau semacamnya).

Beliau berdoa sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an : Artinya : “dan (ingatlah kisah) Ayub. Nabi menganjurkan umatnya untuk berobat kepada yang ahli atau pakar dalam ilmu pengobatan. Hal ini sebagaimana yang dilakukan Nabi Ayyub a. Namun. memandang pengobatan adalah suatu kebutuhan. sebagaimana firman-Nya pada Al-Qur’an surat Adx Dzariyaat ayat 56 : Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” Dalam surat Al-An’aam ayat 162 disebutkan juga : Artinya: 6 . Tetapi dalam Islam setiap upaya pengobatan adalah semata-mata untuk beribadah kepada-Nya dan mencari ridha Allah. Al Anbiyaa’ (21):83). Maha Penyembuh yang sebenarnya. ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku).s ketika Allah mengujinya dengan sakit yang berkepanjangan. tetapi ditentukan oleh Allah. sebab semua orang baik beragama ataupun tidak. Pengobatan termasuk masalah yang netral dan fitrah. Hadis di atas menjelaskan bahwa apabila menderita suatu penyakit hendaknya melakukan penyembuhan secara medis yaitu kepada dokter yang ahli terhadap penyakit yang bersangkutan. sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang" (QS. setiap proses penyembuhan tidak semata berdasarkan hukum kausalitas atau bantuan ahli saja.

Tuhan semesta alam” Rasulullah SAW menganjurkan agar berdoa dan berharap diberi kesehatan oleh Allah SWT. Memelihara jiwa dalam peringkat tahsiniyyat. sebab tidak ada sesuatu pun yang dianuguerahkan kepada hamba-Nya yang lebih utama dari kesehatan” (HR Ahmad. 3. Memelihara jiwa dalam peringkat dharuriyyat seperti memenuhi kebutuhan pokok berupa makanan untuk mempertahankan hidup. 7 . Kalau kebutuhan itu diabaikan akan terancam eksistensi jiwa manusia. Manusia dianjurkan memberikan hak-hak badan dengan memenuhi kebutuhan primer manusia. yaitu: 1. maka tidak akan mengancam eksistensi jiwa manusia. dan Ibn Mājah). ibadatku. Sebagaimana dinyatakan dalam hadits Nabi: َ َ‫فقالََسلواَهللاََ ْالعافِيةََفإِنّهََل َْمَي ْعطََعبْدََشيْئاَأ ْفضلََ ِمنََ ْالعافِية‬ )‫(رواهَاحمدَوَالترمذىَوابنَماجه‬ Artinya: “Nabi bersabda: Mohonlah kepada Allah kesehatan. sama sekali tidak akan mengancam eksistensi jiwa manusia. Memelihara jiwa dalam peringkat hajjiyat. seperti diperbolehkan berburu binatang unutk menikmati makanan yang lezat dan halal. al-Turmudzi. 2. ataupun mempersulit kehidupan manusia.“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku. Batasan itu hanya berhubungan dengan soal kesopanan dan etika. Berdasarkan tingkat kepentingan dan prioritasnya. seperti ditetapkannya cara makan dan minum. Jika kegiatan itu diabaikan. memelihara jiwa (Hifzh al-Nafs) dapat dibedakan menjadi tiga. melainkan hanya mempersulit hidupnya. hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah.

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Semua penyakit. Sebagai manusia selain berobat. Dan bumi Allah itu adalah luas. semua apabila diterima dengan ikhlas akan melenyapkan dosa dan menghapus kesalahan. Az-Zumar (39): 10). bahkan yang disebabkan oleh terkena duri” (HR Al- Bukhari). Sakit yang menimpa manusia adalah merupakan ujian dari Allah SWT. Sebagaimana sabda Nabi SAW berikut: َََ‫مامِنْمﺼِيْبةِﺗﺼِيْﺐاْلمﺴْلِمإَِلّﻛﻔّراهللاَٰبِﻬاعﻨْهحتّﻰَالْﺸّوْﻛةِيﺸاﻛﻬا‬ َََ﴾‫َ﴿رواهابﺨارى‬ Artinya: “Setiap kali orang Islam mendapat malapetaka. Allah mengampuni dosanya karena malapetaka itu. harus tetap bersabar dan bertawakkal saat mendapat penyakit ini. bertakwalah kepada Tuhanmu".2 Tetrabenzanine dan Valbenazine menurut Islam Tetrabenzanine dan Valbenazine merupakan obat yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit Tardive dyskinesia. Allah SWT menjanjikan orang-orang sabar. 8 . Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. baik fisik maupun psikis. maka ujian itu juga merupakan sunnatullah yang mengandung rahmat dan hikmah. Tetrabenazine merupakan obat yang terbuat dari bahan zat pati. 3. sedangkan valbenazine merupaka obat yang salah satu bahannya mengandung gelatin yang terbuat dari babi. sebagaimana firman-Nya pada Al-Qur’ Artinya : “Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman.

menentramkan.” Dalam hadits Nabi. Makanan dan minuman yang baik menurut mudhafier (2004) dalam buku makanan halal menyatakan bahwa makanan baik atau thayyib berarti 'lezat' baik. dan jangan berobat dengan yang haram. 'paling utama'.Abu Dawud). dianjurkan berobat tetapi jangan berobat dengan yang haram (al-Muharram). antara lain. dilarang berobat dengan yang diharamkan begitu juga sesuatu yang membahayakan sesuai firman Allah SWT pada Al-Qur’an surat al-maidah ayat 88 : Artinya : “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah direzekikan kepadamu. dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada- Nya. dan Dia yang menjadikan setiap penyakit ada obatnya. (HR. Nabi berkata : Artinya : “Bahwa Allah yang menurunkan penyakit dan obatnya. sehat.2011) Dalam hadis ditentukan berobatlah dengan yang dihalalkan. baik di dalam Al-Qur'an maupun di dalam Hadist dan yang jelas jelas tidak mendatangkan mudharat. berobatlah. racun dan dalam hadits yang lain digunakan kosakata al- Khubuts. Rasulullah mengajarkan supaya makan dan minum yang halal dan baik termasuk obat bagi penderita tardive dyskinesia. Ya'fie (1999) dalam bukunya bicara halal menyatakan bahwa makanan halal adalah yang tidak disebutkan keharamannya. (Zuhroni. 9 .

Kata darurat ‘adh- Dharurah’ menurut al-Jurjani berasal dari kata al-Dharar yang berarti sesuatu yang turun tanpa ada yang dapat menahannya. tetapi secara substansial berbeda dengan yang lazim digunakan dalam dunia kedokteran yang dimaknai sebagai kondisi mendesak. maka saat itu harus makan yang haram tersebut. (Zuhroni. kecuali dalam keadaan terpaksa/darurat. Darurat dalam Islam adalah terpaksa melakukan sesuatu yang haram ketika tidak ada pilihan lain. yang ada hanya yang haram. seseorang diberikan dispensasi melakukan yang haram. Hadist tersebut menjelaskan bahwa berobat tidak boleh dengan yang haram. B. Bahaya tersebut sedang berlangsung. atau khawatir melemahnya kemampuan berjalan atau berkendaraan jika tidak makan dan tidak mendapatkan yang halal untuk dimakan. yang menuntut untuk segera ditangani sehingga disebut gawat darurat. sangat kritis. jika tidak melakukannya akan terjadi hal buruk. syaratnya : A. Abdullah bin Muhammad ath-Thariqiy menyimpulkan dari banyak definisi secara bahasa darurat berarti kebutuhan yang sangat. Menurut ulama Syafi’iyyah darurat adalah rasa khawatir akan terjadinya kematian atau sakit yang menakutkan atau menjadi semakin parahnya penyakit atau membuat semakin lama sakit. Perbuatan yang dilakukan untuk mengatasi kondisi darurat. Bahaya yang dihadapi besar.2011) Ada empat unsur diberlakukannya hukum darurat. 2. kegawatdaruratan. kebutuhan atau kesulitan yang berlebihan. syaratnya : 10 . yaitu: 1. Kondisi darurat yang dihadapi. dan atau terpisahnya dengan rombongan seperjalanan. Jika sedang dalam keadaan darurat. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa dalam batasan hukum islam meski dari segi tertentu ada persamaannya.

Sebagian mereka mewajibkannya. Wajib Ulama dari Mazhab Maliki. Alasannya. dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. al-Baqarah (2):195) b. dan yang termasyhur dari Mazhab Syafi’i menyatakan hukumnya wajib. B. satu pendapat dari Mazhab Syafi’i. orang yang melakukan perbuatan yang diharamkan hanya 11 . Orang tersebut tidak mempunyai kewajiban syar’i (berdasarkan syarak) yang lain untuk mengatasi bahaya atau kondisi darurat. Perbuatan tersebut lazim (pasti bisa) untuk mengatasi darurat.. C. Perbuatan tersebut relevan dengan bahaya yang dihadapi. a. Alasannya berdasarkan ayat Al-Quran surat al-baqarah ayat 195 : Artinya : “. 3. sebagian yang lain menyatakan mubah (Zuhroni. Ulama berbeda pendapat tentang hukum melaksanakan yang diharamkan pada saat darurat. karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS. syaratnya : A. satu pendapat dari Abu Yusuf (tokoh Mazhab Hanafi) menyatakan hukumnya mubah. A. Mubah Ulama Mazhab Hanbali. dan berbuat baiklah. B. 2008). Orang yang berada dalam keadaan darurat. Imamiyah. diisyaratkan terjadinya atas diri atau harta sendiri atau harta orang lain. golongan al-Zhahiri.. Orang tersebut tidak mempunyai unsur kesengajaan untuk menciptakan kondisi darurat. Obyek darurat.

suatu kebolehan melaksanakan pengecualian dari prinsip umum karena kebutuhan (al- hajat) atau keterpaksaan (al-Darurat) (Zuhroni.. Adanya rukhshah (keringanan) merupakan bagian dari kasih sayang Allah SWT pada hamba-Nya dan bukti bahwa Islam adalah agama yang mudah dan tidak 12 . apabila ada keharusan untuk menolak kemudaratan dan menyelamatkan diri dari kebinasan. berbuat dosa atau meringan- ringankan sesuatu yang sudah diringankan. al-Hajj (22):78). Sekurangnya ada dua alasan diperbolehkannya melakukan rukhshah. 2003) : Artinya : “Kemudharatan harus dilenyapkan”. seperti dinyatakan dalam sejumlah ayat seperti pada Al-Quran surat al-hajj ayat 78 : Artinya : “dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan” (QS. yang secara bahasa berarti mempermudah. 2. Kebolehan sesuatu yang dilarang merupakan rukhshah. Menurut ulama fikih rukhshah didefinisikan sebagai ketetapan-ketetapan hukum yang ditetapkan Allah SWT berdasarkan uzur-uzur yang dihadapi manusia. Untuk sekadar menghilangkan kesulitan dan menghendaki keringanan hingga menemukan kelapangan sesudahnya. keringanan atau kelonggaran (al-taisir wa al-tashil). Kaidah pokok tentang darurat (Zuhroni dkk. Pada dasarnya rukhshah boleh dilakukan demi menghindari kesulitan atau kesempitan tertentu. Tidak untuk tujuan melakukan kezaliman. Definisi lain dikemukakan oleh ulama yaitu suatu keringanan bagi manusia mukallaf dalam melakukan ketentuan Allah SWT pada keadaan tertentu karena ada kesulitan. yaitu: 1.2008).

Allah menghendaki manusia memperoleh kemudahan.. mengqashar shalat bagi musafir. yaitu: 1. Dalam ajaran Islam terdapat kemudahan sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. ulama fikih membaginya atas tujuh macam. Termasuk didalamnya karena ada keterbatasan tidak dapat melakukan semua. Pengguguran Rukhshah yang diberikan agama adakalanya berbentuk pengguguran kewajiban. al Baqarah (2):185). sesuai dengan kadar 13 . seperti kewajiban shalat gugur bagi wanita yang mengalami haid atau nifas. dan tidak menghendaki menghadapi kesusahan hidup (Rochmah dkk. Pengurangan Misalnya. Bukhari). Hal itu dinyatakan oleh Allah SWT dalam al-quran surat al baqarah ayat 185 : Artinya : “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (Q.s. Pengguguran kewajiban tersebut diberlakukannya karena syarat wajibnya tidak terpenuhi atau adanya penghalang datang sehingga harus meninggalkan ibadah. pengurangan kewajiban karena alasan tertentu. 2004). Dilihat dari bentuk rukhshah. maka dilakukan sebagaimana saja. 2. Batasan ini sesuai dengan kaidah hukum Islam: “Pengguguran kewajiban disebabkan ketidakmampuan melakukannya”. Rasulullah SAW bersabda: َّْ ‫غلبَّ إّلَّ أحدَّ الدِّينَّ يُشادَّ ول‬ َّ‫ن يُسْرَّ الدِّينَّ إن‬ Artinya: “Sesungguhnya agama ini mudah dan tidak ada orang yang berlebih-lebihan dalam agama ini kecuali akan mengalahkannya (tidak mampu melakukannya)” (HR.memberatkan.

atau terlentang. dokter yang sedang menyelamatkan jiwa pasien dan lain-lain. Mendahulukan pelaksanaannya Seperti menjamak taqdim shalat yang belum waktunya di waktu sebelumnya. Pengubahan Seperti cara shalat bagi orang yang sedang berperang. tidur. Penggantian Penggantian bentuk ibadah tertentu dalam bentuk lain. mengganti shalat berdiri dengan duduk. 5. seperti saat tidak ada air atau tidak boleh menggunakan air. tidak ruku’ atau duduk sesuai dengan kadar kemampuannya. maka shalat dikerjakan dengan posisi berdiri dan duduk. menggunakan darah manusia. haid atau nifas. jika tidak melakukannya maka akan mengalami kesulitan. 3. mati atau hampir mati. kemampuannya. 6. atau mengqadhanya bagi orang yang sedang kecelakaan. 4. wudhu diganti dengan tayammum. menjamak shalat Zuhur dan Ashar di waktu Zuhur. musafir. 7. seperti menghilangkan kelaparan dengan makan babi. seperti tidak mampu sujud atau ruku’ akibat obesitas. organ manusia dan lain-lain. miring. Darurat Ketika tidak ada pilihan lain. 14 . bangkai dan lain-lain. Mengakhiri pelaksanaannya Misalnya. yang caranya berbeda sama sekali dengan cara shalat yang biasa. menggunakan obat-obatan beralkohol yang merupakan obat satu-satunya yang ada. membayar qadha puasa Ramadhan karena sakit.

Lupa Kelupaan akibat tidak menyadari dan tidak ada yang mengingatkannya maka dibebaskan dari tugas mukallaf. dalam kondisi terpaksa melakukannya padahal dia tidak menginginkannya. boleh mengqashar dan menjamak shalat. sesuai dengan pendapat dokter atau kebiasaan (urf). 2. seseorang diperbolehkan tidak berpuasa. hamil atau sedang menyusui. yaitu (Zuhroni. Berpergian jauh Orang yang berpergian jauh (Musafir) diperbolehkan (dengan syarat-syarat tertentu) tidak berpuasa. shalat dengan tidak berdiri dan lain-lain. makan bangkai. 15 . seseorang diperbolehkan merusak hak milik orang lain. tidak menjadikan shalatnya batal. boleh berobat dengan yang haram. 5. Sakit Karena sakit. namun pada saat ingat harus segera memperbaikinya atau melakukannya. 2008): 1. bertayammum karena sakit. 4. boleh meninggalkan shalat jamaah dan lain-lain.Delapan sebab sebab diperkenankannya rukhshah. daging babi dan lain-lain. Ketidaktahuan Seseorang yang sedang shalat tanpa disadarinya terlanjur mengeluarkan ucapan yang bukan bacaan shalat karena tidak mengetahui hukumnya. Terpaksa atau suatu hajat (al-hajat) Dalam keadaan terpaksa atau sangat memerlukan. 3.

untuk mensejahterakan dan meningkatkan kualitas perekonomian masyarakat membuat akses jalan dengan mengorbankan kepemilikan seseorang. 8. seperti kesukaran bagi yang berjalan di jalan umum untuk menghindari cipratan air yang bercampur tanah jalanan pada musim hujan atau pakaian yang akan dipakai shalat terkena darah nyamuk dan lain-lainnya. pemerintah membuat kanal meski untuk itu harus mengorbankan berbagai kepemilikan pribadi. Untuk menghindari banjir yang meluas. Untuk kepentingan umum Misalnya. bahkan tempat ibadah. 7. dan daging babi pada asalnya haram. Kekurangmampuan Ketidakmampuan untuk menjauhinya atau adanya kesulitan untuk menunaikan sesuatu karena ketidaknormalan atau kekurangan dalam kasus khusus. Bagi orang yang dipandang tidak cakap bertindak adakalanya dibebaskan sama sekali dari beban (taklif). darah. seperti anak yang belum dewasa dan lain-lain.6. Allah SWT berfirman pada Al-Qur’an surat al-baqarah ayat 173 : 16 . Pengobatan dengan membolehkan melakukan perbuatan yang haram dan meninggalkan perbuatan yang wajib karena adanya uzur syar'i seperti bolehnya memakan bangkai. Kesukaran umum/ ‘Umumul Balwa ‘Umumul Balwa adalah kesulitan umum yang sulit menghindarinya.

Alasannya karena pada dasarnya rukhshah itu hanyalah keringanan agar tidak menyulitkan dan memberatkan. tetapi kewajiban yang harus dilakukan dan tidak boleh ada pilihan lain (Asyrafuddin. darah. daging babi. Menurut Imam Abu Ishaq Al-Syathibi dalam kitabnya al-Muwafaaqat menyebutkan hukum menunaikan rukhshah adalah mubah. maka seseorang boleh memilih antara mengamalkan rukhshah tersebut atau tidak tergantung uzur kesulitan atau keberatan yang dihadapi. Kalau menggunakan rukhshah itu diperintahkan baik secara wajib maupun sunnah maka bukan lagi sebuah keringanan. Kebolehan sesuatu yang dilarang merupakan rukhshah. 17 . Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Tetapi. valbenazine merupakan obat yang salah satu bahannya terbuat dari babi. yang berarti mempermudah atau keringanan sesuai dengan firman Allah SWT pada Al-Quran surat al-nahl ayat 115 : Artinya: “…Barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas. al-Baqarah (2): 173). Berdasarkan penjelasan daitas. Babi merupakan binatang yang diharamkan di Al- Qur’an. maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. dalam keadaan darurat diperbolehkan seseorang mendapatkan dispensasi melakukan yang haram. artinya boleh dilakukan atau tidak. dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. al-Nahl (16):115).Artinya : “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. maka tidak ada dosa baginya. 2011). Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas.

Sesuai sabda Rasulullah SAW“Berobatlah kamu sekalian (bila sakit) karena sesungguhnya Allah Ta’ala tiada mendatangkan suatu penyakit kecuali mendatangkan pula obatnya.3. percaya sepenuhnya terhadap janji-janji-Nya. berbaik sangka kepada-Nya dan menunggu dengan sabar pertolongan dari-Nya merupakan buah keimanan yang paling agung dan mulia. Dalam hadits dinyatakan bahwa setiap penyakit ada obatnya. sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-qur’an surat al-Baqarah ayat 173 :“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. sebagai umat Islam hendaknya berobat dengan cara yang halal dan sesuai dengan perintah Allah SWT.3 Tinjauan Islam terhadap penggunaan Tetrabenazine dan Valbenazine terhadap penyakit Tardive Dyskinesia Tardive dyskinesia merupakan penyakit yang jika tidak ditangani akan mengakibatkan penyakit yang lebih serius.Tujuan dari pengobatan sendiri adalah untuk memelihara jiwa (Hifzh al-Nafs) dengan menjaga kesehatan. Bertawakal kepada Allah. Sakit yang menimpa manusia adalah merupakan ujian dari Allah SWT. Menurut Islam. Maka. Valbenazine merupakan salah satu terapi yang dapat mengobati penyakit tardive dyskinesia yang salah satu bahannya terbuat dari babi. yaitu penyakit tua (pikun)” (HR. semua apabila diterima dengan ikhlas akan melenyapkan dosa dan menghapus kesalahan. babi merupakan salah satu binatang yang diharamkan untuk dikonsumsi. dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. kecuali satu penyakit. Ibnu Majah). ridha dengan apa yang dilakukan-Nya. daging babi. Semua penyakit. baik fisik maupun psikis. Tetapi barangsiapa dalam 18 . maka ujian itu juga merupakan sunnatullah yang mengandung rahmat dan hikmah. darah.

jika tidak dilakukan akan mengalami keadaan buruk atau lebih buruk. kemudharatan harus dihindari sehingga tercipta kemaslahatan. Tetapi. Dalam keadaan apapun. Inti dan batasan darurat adalah diperbolehkannya melakukan yang haram. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. 19 . jika tidak melakukannya akan terjadi hal yang buruk. mengancam eksistensinya. sebaiknya menggunakan obat yang halal. berdasarkan dalil yang kuat. atau mengalami celaka. Pada dasarnya penggunaan valbenazine diharmkan. Adanya rukhshah (keringanan) merupakan bagian dari kasih sayang Allah SWT pada hamba-Nya dan bukti bahwa Islam adalah agama yang mudah dan tidak memberatkan. Keberadaan darurat adalah legal secara syar'i. kecuali dalam keadaan darurat atau tidak ada obat lain. Babi merupakan hewan yang diharamkan sebagaimana firman Allah SWT dalam surat al-Nahl ayat 115 “Barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas”. Kebolehan sesuatu yang dilarang merupakan rukhshah. Darurat dalam Islam adalah terpaksa melakukan sesuatu yang haram ketika tidak ada pilihan lain. karena valbenazine terbuat dari babi. saat tidak ada alternatif lain kecuali yang diharamkan itu. maka tidak ada dosa baginya.keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas. Tinjauan Islam terhadap penggunaan valbenazine terhadap pasien tardive dyskinesia pada dasarnya diharamkan. Jika masih terdapat obat halal yang dapat digunakan dan keefektivitasannya hampir sama. masih terdapat obat halal yang dapat digunakan. yaitu tetrabenazine.