You are on page 1of 5

II.

METODOLOGI SURVEY GEOLISTRIK

Untuk mendapatkan hasil perencanaan yang baik, akurat serta dapat
dipertanggtung jawabkan, diperlukan metoda pelaksanaan pekerjaan yang memadai,
yaitu sesuai dengan kondisi alam yang ada dan sesuai dengan persyaratan survey
geolistrik dengan metoda yang akan dipergunakan sesuai dengan kepentingannya.

Survei Geolistrik pada dasarnya dimaksudkan untuk mengetahui kondisi
stratigrafi lapisan batuan atau sedimen mulai dari tanah permukaan (soil) sampai
kedalaman sekitar 200 m dibawah permukaan, kedalaman total terukur tergantung dari
jenis lapisan yang ada dan kondisi jalur-jalur pengukuran. Pelaksanaan survei yang
dilakukan, yaitu dengan mengalirkan arus listrik searah (DC) ke dalam tanah, melalui
sepasang elektroda positif dan negatif. Selisih potnsial dari kedua titik elektroda yang
dipengaruhi akan dapat diketahui , sehingga diperoleh harga tahanan jenis semu
(Resisitivity Semu) dari lapisan bawah permukaan, selanjutnya dilakukan analisa untuk
mendapatkan tahanan jenis sebenarnya yaitu sifat daya hantar listrik dari lapisan
batuannya.

Variasi resisitivity yang dihasilkan dipergunakan untuk mengetahui stratigrafi
yang tersusun dari jenis batuan (litologi), ketebalan dan kedalaman lapisan
batuan/sedimen bawah permukaan. Korelasi dari masing-masing titik lokasi
pengukuran geolistrik, akan diperoleh suatu kawasan dengan kondisi struktur geologis
tertentu, sehingga dapat dipergunakan untuk menentukan lokasi yang paling baik untuk
penambangan sumber air bawah tanah.

Tujuan survei Geolistrik adalah menentukan lokasi kedalaman lapisan pembawa
air (aquifer) yang ada di bawah permukaan dan menentukan pola arah aliran air
tanahnya yang akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat
kawasan Kabupaten Jepara.

Metode pendugaan Geolistrik adalah melakukan pengukuran dan interprestasi
berdasarkan atas sifat tahanan jenis atau daya hantar lapisan batuan terhadap arus
listrik, yang sering disebut dengan Eletrical Resisitivity Methods. Prinsip kerja dari

tergantung oleh beberapa faktor antara lain jenis material. sehingga arus listrik juga diperbesar (I injeksi berkisar antara 5 mA – 200 mA). semakin jauh dari alat akan semakin dalam injeksi arus yang masuk ke bawah permukaan. Arus yang mengalir kedalam lapisan batuan bawah permukaan ini akan menimbulkan perbedaan potensial (V dalam mV). Besar kecilnya tahanan jenis yang terukur . kadar air. Metode ini bertujuan mengetahui variasi(susunan) lapisan batuan bawah permukaan secara vertikal. Besarnya arus yang dimasukkan ke dalam lapisan batuan dapat diatur.(b/2) 2 V “ apparent” / Resistivitas Semu =  X. makin lebar rentangan berarti jangkauan ke lapisan bawah tanah semakin dalam. Dua pasang elektroda tersebut dibentangkan dan digeserkan bergerak menjauhi titik pusat (lokasi alat ukur) menurut aturan yang telah ditentukan. yang akan tersalur melalui dua pasang elektroda potensial. Formula umum perhitungan untuk mencari Resisitivity Semu adalah: (L/2)2 . Pelaksanaan pengukuran Geolistrik yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan aturan Schlumberger dengan metode Vertical Eletrical Sounding (VES).I a=resisitivity apparent (tahanan jenis semu) dalam Ohm meter. dengan mengubah jarak/spasi susunan elektroda secara berangsur dipindahkan memanjang atau melebar ke arah luar. ukuran butir. kwalitas dan temperatur serta musim selama dilakukan pengukuran. porositas.metode tersebut adalah memasuk-kan atau meinjeksikan arus listrik searah (DC) ke dalam tanah melalui dua elektroda arus. disesuaikan dengan lebar rentangan kedua pasang elektrode. L= AB = 2 b = jarak sepasang elektroda arus (meter) X= MN = 2 a = jarak elektroda potensial (meter) . density. dengan demikian maka harga resisitivity batuan akan dapat diketahui (R dalam Ohm meter) dengan menggunakan formula yaitu R = V/I .

ukuran butir. Susunan spasi elektrode Vertical Electrode Sounding metode Schlumberger Kuat dan lemahnya tahanan jenis batuan/resistivitas yang terukur. kualitas air terkandung. kepraktisan dalam penempatan elektroda dan effisiensi waktu pada pelaksanaan pengukuran. L A B V I M O N C1 X P1 P2 C2 Gambar 2. sehingga masih harus dilakukan pendugaan/interpretasi resistivitas batuan yang sebenarnya. densitas. tergantung oleh beberapa faktor. Resistivitas lapisan batuan yang terukur di lapangan. suhu dan musim. porositas. ternyata susunan spasi aturan Schlumberger lebih unggul dibanding yang lain . Ditinjau dari beberapa segi antara lain. Selanjutnya formula perhitungannya di sederhanakan dalam aturan Schlumberger adalah: V “ apparent” / Resistivitas Semu = K I Keterangan: K =(Faktor Geometrik) = (b2/2 . kadar air terkandung.sehingga aturan ini banyak dipakai dan disukai. sebenarnya masih merupakan hasil yang semu ( “ apparent” ).a/4) b =AB/2 = setengah jarak spasi elektroda arus (meter) . antara lain : jenis mineral.

Peta Topografi.mA Tegangan Operational 12Volt DC :Impedensi masukan 1M-Ohm Pengukuran Tegangan 0-0. 5 . Selain secara manual. 6 . Peta Hidrogeologi 2. Faktor yang memegang perenan yang sangat penting adalah faktor manusianya (personal) dalam melakukan pengukuran serta analisa data. miring. Walaupun demikian. dilakukan dengan cara mengeplotkan data-data hasil pengukuran di lapangan pada kertas kalki daista kertas logaritma ganda dengan tahanan jenis semu (p apparent) sebagai ordinatnya sedangkan setengah jarak elektroda arus (AB/2=b) sebagai absisnya. struktur geologi. Beberapa peralatan dan peraltan yang dipergunakan antara lain : 1. 0-6 V(automatik) .6V . a =MN/2 = setengah jarak elektroda potensial (meter) Untuk mendapatkan tahanan jenis sebenarnya. keadaan medan pengukuran (landai. 4 . lurus atau berkelok-kelok). dalam pelaksanaan analisa di ke dua desa tersebut dilakukan dengan perangkat lunak (Software) komputerisasi. Ketepatan atau keakuratan hasil analisa sangat bergantung oleh beberapa faktor yang antara lain adalah ketepatan data.3 . serta cuaca. sehingga dari titik-titik tersebut dapat ditarik garis yang membentuk suatu kurva lengkung lapangan. A). Palu Geologi 4. Peta Geologi Regional. GPS 3. saat kini telah dapat dilakukan dengan analisa komputerisasi. Oleh karena itu. Q. Alat ukur Resistivity meter Peralatan Resistivity Meter yang digunakan alat Noniura dengan spesifikasi alat sebagai berikut : Transmiter :Tegangan keluaran 400 Vpp max Arus Keluaran 1 . Kompas Geologi 5. K. maka diperoleh tahanan jenis batuan sebenarnya (absolut) dari setiap lapisan batuan dalam bentuk log listrik. yang disebut dengan “Curva Matching”.2 . Tabel data 6. Selanjutnya dilakukan penyamaan kurva lengkung lapangan dengan lem\ngkung kurva standart yang dibantu dengan empat kurva lengkung bantu (kurva H.

Peralatan Geolistrik Noniura Resistivity Meter . Resolusi 20 u –Volt Siklus Pengukuran 3.5 detik Daya :12 Volt DC Berat : 5 Kg Gambar 3.