You are on page 1of 14

Identifikasi forensik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Identifikasi forensik merupakan upaya yang dilakukan dengan tujuan membantu penyidik untuk
menentukan identitas seseorang. Identifikasi personal sering merupakan suatu masalah dalam
kasus pidana maupun perdata.Menentukan identitas personal dengan tepat amat penting dalam
penyidikan karena adanya kekeliruan dapat berakibat fatal dalam proses peradilan.

Peran ilmu kedokteran forensik dalam identifikasi terutama pada jenazah tidak dikenal, jenazah yang rusak
, membusuk, hangus terbakar dan kecelakaan masal, bencana alam, huru hara yang mengakibatkan
banyak korban meninggal, serta potongan tubuh manusia atau kerangka.Selain itu identifikasi forensik juga
berperan dalam berbagai kasus lain seperti penculikan anak, bayi tertukar, atau diragukan orangtua
nya.Identitas seseorang yang dipastikan bila paling sedikit dua metode yang digunakan memberikan hasil
positif (tidak meragukan).

[sunting]Pemeriksaan sidik jari
Metode ini membandingkan sidik jari jenazah dengan data sidik jari antemortem.Sampai saat ini,
pemeriksaan sidik jari merupakan pemeriksaan yang diakui paling tinggi ketepatan nya untuk menentukan
identitas seseorang.

Dengan demikian harus dilakukan penanganan yang sebaik-baiknya terhadap jari tangan jenazah untuk
pemeriksaan sidik jari, misalnya dengan melakukan pembungkusan kedua tangan jenazah dengan
kantong plastik.

[sunting]Metode Visual
Metode ini dilakukan dengan memperlihatkan jenazah pada orang-orang yang merasa kehilangan anggota
keluarga atau temannya.Cara ini hanya efektif pada jenazah yang belum membusuk, sehingga masih
mungkin dikenali wajah dan bentuk tubuhnya oleh lebih dari satu orang.Hal ini perlu diperhatikan
mengingat adanya kemungkinan faktor emosi yang turut berperan untuk membenarkan atau sebaliknya
menyangkal identitas jenazah tersebut.

[sunting]Pemeriksan Dokumen
Dokumen seperti kartu identitas (KTP, SIM, Paspor) dan sejenisnya yang kebetulan ditemukan dalam
dalam saku pakaian yang dikenakan akan sangat membantu mengenali jenazah tersebut.Perlu diingat
pada kecelakaan masal, dokumen yang terdapat dalam tas atau dompet yang berada dekat jenazah belum
tentu adalah milik jenazah yang bersangkutan.

[sunting]Pemeriksaan Pakaian dan Perhiasan

hidung.Penentuan golongan darah pada jenazah yang telah membusuk dapat dilakukan dengan memeriksa rambut. Seperti hal nya dengan sidik jari. protesa gigi dan sebagainya. tahi lalat. Saat ini telah dapat dilakukan pemeriksaan sidik DNA yang akurasi nya sangat tinggi. identifikasi dipemudah oleh adanya nama serta NRP yang tertera pada kalung logam yang dipakainya. kelainan pada tulang dan sebagainya. kuku dan tulang. tambalan. rambut. sinar-X dan pencetakan gigi dan rahang. maka setiap individu memiliki susunan gigi yang khas.badge yang semuanya dapat membantu proses identifikasi walaupun telah terjadi pembusukan pada jenazah tersebut. cacat kongenital. berat badan.Odontogram memuat data tentang jumlah.Dari pakaian dan perhiasan yang dikenakan jenazah. mungkin dapat diketahui merek atau nama pembuat. patah tulang dan sejenisnya. gigi dan sejenisnya. [sunting]Metode Eksklusi Metode ini digunakan pada kecelakaan masal yang melibatkan sejumlah orang yang dapat diketahui identitasnya. [sunting]Identifikasi Medik Metode ini menggunakan data umum dan data khusus.bentuk. Melalui metode ini diperoleh data tentang jenis kelamin. mata. [sunting]Identifikasi Potongan Tubuh Manusia (Kasus Mutilasi) . maka sisa korban diindentifikasi menurut daftar penumpang.Khusus anggotaABRI. ras. inisial nama pemilik. ukuran. sedangkan identitas sisa korban tidak dapat ditentukan dengan metode-metode tersebut di atas.Data umum meliputi tinggi badan.Dengan demikian dapat dilakukan indentifikasi dengan cara membandingkan data temuan dengan data pembanding antemortem. [sunting]Pemeriksaan Serologik Pemeriksaan serologik betujuan untuk menentukan golongan darah jenazah. [sunting]Pemeriksaan Gigi Pemeriksaan ini meliputi pencatatan data gigi (Odontogram) dan rahang yang dapat dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan manual. susunan. kapal laut dan sebagainya.Data khusus meliputi tatto. misalnya penumpang pesawat udara. Metode ini mempunyai nilai tinggi karena selain dilakukan oleh seorang ahli dengan menggunakan berbagai cara/modifikasi (termasuk pemeriksaan dengan sinar-X) sehingga ketepatan nya cukup tingi. Bila sebagian besar korban telah dapat dipastikan identitasnya dengan menggunakan metode indentifikasi yang lain. prkiraan umur dan tingi badan.Bahkan pada tengkorak/kerangka pun masih dapat dilakukan metode identifikasi ini. jaringan parut.

[sunting]Pemeriksaan Anatomik Dapat memastikan bahwa kerangka adalah kerangka manusia. ditentukan apakah potongan-potongan tersebut dari satu tubuh. tulang tengkorak. ras. sternum. seperti Drumstick pada leukosit dan badan Barr pada sel epitel serta jaringan otot. dengan menggunakan rumus yang dibuat oleh banyak ahli. tinggi badan. . Untuk memastikan bahwa potongan tubuh berasal dari manusia dapat digunakan beberapa pemeriksaan seperti pengamatan jaringan secara makroskopik. dan keterangan lain seperti cacat tubuh. yaitu dengan jalan menumpukkan foto Rontgentulang tengkorak di atas foto wajah orang tersebut yang dibuat berukuran sama dan diambil dari sudut pengambilan yang sama. tulang panggul atau lainnya.Arkus zigomatikusdan gigi insisivus atas pertama yang berbentuk seperti sekop memberi petunjuk ke arah ras Mongoloid. ciri-ciri khusus dan deformitas serta bila memungkinkan dilakukan rekonstruksi wajah. dalam hal ini perlu dilakukan pemeriksaan serologik/ reaksi presipitin dan histologi (jumlah dan diameter kanal-kanal Havers). mikroskopik dan pemeriksaan serologik berupa reaksi antigen-antibodi (reaksi presipitin). tulang panjang serta skapula danmetakarpal. Penentuan jenis kelamin ditentukan dengan pemriksaan makroskopik dan harus diperkuat dengan pemeriksaan mikroskopik yang bertujuan menemukan kromatin seks wanita. jenis kelamin.Sedangkan tinggi badan dapat diperkirakan dari panjang tulang tertentu. Jenis kelamin ditentukan berdasarkan pemeriksaan tulang panggul. ras.Pemeriksaan bertujuan untuk menentukan apakah potongan jaringan berasal dari manusia atau hewan. perkiraan umur dan tinggi badan.Bila terdapat foto terakhir wajah orang tersebut semasa hidup.Dengan demikian dapat dicari adanya titik-titik persamaan.Dicari pula tanda-tanda kekerasan pada tulang dan memperkirakan sebab kematian. serta cara pemotongan tubuh yang mengalami mutilasi.Kesalahan penafsiran dapat timbul bila hanya terdapat sepotong tulang saja. gigi geligi. maka dilakukan identifikasi dengan membandingkan data antemortem. penyakit yang pernah diderita. Bila terdapat dugaan berasal dari seseorang tertentu. umur.Perkiraan saat kematian dilakukan dengan memeperhatikan kekeringan tulang. Penentuan juga meliputi jenis kelamin. dapat dilaksanakan metode superimposisi.Bilamana berasal dari manusia. [sunting]Identifikasi Kerangka Upaya identifikasi pada kerangka bertujuan untuk membuktikan bahwa kerangka tersebut adalah kerangka manusia. [sunting]Penentuan Ras Penentuan ras dapat dilakukan dengan pemeriksaan antropologik pada tengkorak.

(Inggris) Launtz. Forensic Osteology Advances In The Identification of Human Remain. yang kemudian diberitakan kepada masyarakat untuk memperoleh masukan mengenai kemungkinan identitas kerangka tersebut.8684)  TB = 77. Selain itu penggunaan lebih dari satu tulang sangat dianjurkan. panjang tulang yang digunakan adalah panjang tulang yang diukur dari luar tubuh berikut kulit luarnya). Handbook For Dental Identification.DFM @ 4:47 AM 3 comments PENDAHULUAN .org/wiki/Identifikasi_forensik PERANAN ODONTOLOGI FORENSIK DALAM PENYIDIKAN PERANAN ODONTOLOGI FORENSIK DALAM PENYIDIKAN posted by AtmadjaDS.1889 (tib) + (lk 4. http://id. The Human Skeleton In Forensic Medicine. LL. 3. Indonesia 2002 2. (Inggris) Krogman WM and Iscan MY. dan telapak kaki juga dapat digunakan untuk menilai tinggi badan.0459(fib) (lk 4.3346 (tib) +1.dr. sehingga dalam menghitung tingi badan perlu diperhatikan.wikipedia. (Inggris) Reichs. Rata-rata tinggi laki-laki lebih besar dari wanita.2772 + 2. Padang.2817 + 1.(Khusus untuk rumus Djaja SA. KJ.0226) Tulang yang diukur dalam keadaan kering biasanya lebih pendek 2 milimeter dari tulang yang segar. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. dr.Apabila tidak dibedakan. [sunting]Daftar Pustaka 1. maka perlu ada rumus yang terpisah antara laki-laki dan wanita. M.  TB = 71.Husni. Gani. Ukuran pada tengkorak. Springfield Illinois.SH. tulang dada.SpF. DSF.Bila tidak diupayakan rekonstruksi wajah pada tengkorak dengan jalan menambal tulang tengkorak tersebut dengan menggunakan data ketebalan jaringan lunak pada berbagai titik di wajah. Springfield Illinois USA 1986. USA 1985 4.Charles C Thomas Publisher. maka diperhitungkan ratio laki-laki banding wanita adalah 100:90. Philadelphia and Toronto 1973.4717 + 2. Ilmu Kedokteran Forensik.Melalui suatu penelitian. Djaja Surya Atmaja menemukan rumus untuk populasi dewasa muda di Indonesia.2522 (fib) (lk 5.PhD. JB Lippincott Company.9526)  TB = 76. Charles C Thomas Publisher.

Dalam beberapa saat terakhir. yang dilakukan melalui pembandingan berbagai data dari individu yang diperiksa dengan data dari orang yang disangka sebagai individu tersebut. akan tetapi juga karena kenyataan bahwa gigi (dan tulang) adalah material biologis yang paling tahan terhadap perubahan lingkungan dan terlindung. Jika ada data yang tidak cocok. 3. Jika diketahui bahwa korban adalah A. Identifikasi korban pada kasus-kasus ini diperlukan karena status kematian korban memiliki dampak yang cukup besar pada berbagai aspek kehidupan keluarga yang ditinggalkan. 2. Selain itu kasus kejahatan yang memakan banyak korban jiwa juga cenderung tidak berkurang dari waktu ke waktu. Ø Pada kasus kriminal. kita banyak dikejutkan oleh terjadinya bencana massal yang menyebabkan kematian banyak orang. Ø Asuransi. seperti jatuhnya pesawat Garuda di Sibolangit. Setiap kesesuaian data akan menyebabkan ketepatan identifikasi semakin tinggi. baik hidup ataupun mati. dapat diklaim oleh ahli warisnya (aspek hukum dan ekonomi). maka : Ø Si A dapat diserahkan kepada keluarganya dan dapat dikuburkan dengan baik (aspek budaya). Ø Warisan dapat dibagikan kepada ahli warisnya (aspek hukum). maka kemungkinan tersangka sebagai individu tersebut dapat disingkirkan (eksklusi).PhD.SH. Pada identifikasi pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan sebanyak mungkin metode identifikasi. Dalam kasus sehari-hari. Kehandalan tehnik identifikasi ini bukan saja disebabkan karean ketepatannya yang tinggi sehingga nyaris menyamai ketepatan teknik sidik jari. Sebagai prinsip umum dapat dikatakan bahwa : 1. identifikasi korban dapat dijadikan sebagai titik awal untuk pengungkapan kasus (aspek hukum). Ø Ahli warisnya mendapatkan hak atas pensiun (aspek ekonomi). tabrakan massal yang menyebabkan kematian banyak orang. posted by AtmadjaDS. kita kerapkali mendapatkan bahwa hanya gigi saja yang tersisa dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi individu.dr. Pada kasus-kasus semacam ini. Ø Terjadinya perubahan status pada setiap anggota keluarganya (istri/suami serta anak- anaknya) dengan dampak hukum dan sosialnya (aspek sosial dan hukum). jika ada. tidak jarang kita jumpai banyak korban tidak dikenal dan karenanya perlu diidentifikasi.SpF. maka didapatkan kepastian bahwa si A telah meninggal dan karenanya. . Odontologi forensik adalah salah satu metode penentuan identitas individu yang telah dikenal sejak era Sebelum Masehi.DFM @ 4:43 AM IDENTIFIKASI DAN ODONTOLOGI FORENSIK Pada prinsipnya identifikasi adalah prosedur penentuan identitas individu. dsb.

6. Pakaian: Pakaian luar dan dalam yang dipakai korban merupakan data yang amat berharga untuk menunjukkan identitas si pemakainya. dsb dapat mengarahkan kita kepada identitas korban tersebut. warna kulit. 4. seperti cincin. 7. jenis kelamin. Data khusus adalah data yang belum tentu dimiliki oleh setiap individu atau data yang tidak dengan mudah dikonfirmasi kepada keluarganya. adanya tattoo. Pada pengumpulan data umum dicari data yang umum diketahui dan dimiliki oleh setiap individu dan mudah dikonfirmasi kepada keluarga. foto dalam liontin. seperti gravir nama. data lab. Identifikasi secara medis : Pemeriksaan medis dilakukan untuk mendapatkan data umum dan data khusus individu berdasarkan pemeriksaan atas fisik individu tersebut. Pasport dapat menunjukkan identitas orang yang membawa dokumen tersebut. Odontologi forensik: Pemeriksaan atas gigi geligi dan jaringan sekitarnya serta berbagai perubahan akibat perawatan gigi dapat membantu menunjukkan identitas individu yang bersangkutan. binatu atau merek) memiliki nilai yang lebih karena dapat mempersempit kemungkinan tersangka.Atas dasar itu. misalnya muka. Perhiasan mempunyai nilai yang lebih tinggi jika ia mempunyai ciri khas. liontin. dsb. sebanyak mungkin metode pemeriksaan perlu diusahakan dilakukan dan satu sama lain saling melengkapi. tungkai dsb. Visual: Identifikasi dilakukan dengan melihat tubuh atau bagian tubuh korban secara visual. seperti data foto ronsen. tehnik rekonstruksi wajah. gelang. 2. dsb. . bentuk atau bahan yang khas dsb. berat badan. Perhiasan : Beberapa perhiasan yang dipakai korban. khususnya jika dokumen tersebut dibawa sendiri oleh pemiliknya dan tidak palsu. penjahit. rantai. KTP. umu. bekas operasi atau jaringan parut. Kita mengenal ada 9 macam metode identifikasi yaitu : 1. rambut. 5. tehnik superimposisi. seperti data ras. 3. arloji. Metode ini hanya dapat dilakukan jika tubuh atau bagian tubuh tersebut masih utuh. maka dalam identifikasi individu. Identifikasi personal dilakukan dengan melakukan pemeriksaan berdasarkan beberapa metode identifikasi. Serologi forensik : Pada awalnya yang termasuk dalam kategori pemeriksaan serologi adalah pemeriksaan terhadap polimorfisme protein yaitu pemeriksaan golongan darah dan golongan protein serum. Perkembangan ilmu kedokteran menyebabkan ruang lingkup serologi diperluas dengan pemeriksaan polimorfisme protein lain yaitu pemeriksaan terhadap enzim eritrosit serta pemeriksaan antigen Human Lymphocyte Antigen (HLA). Dokumen : Dokumen seperti SIM. bentuknya yang unik atau yang mempunyai label tertentu (label nama.

SH. yang nama- namanya ada dalam daftar individu (data penumpang. 2.SpF.PhD.SH.dr.DFM @ 4:41 AM http://odontologiforensikinvestigasi. maka satu individu terakhir diputuskan tanpa pemeriksaan (per ekslusionam) sebagai individu yang tersisa menurut daftar tersebut. Kemungkinan tersedianya data antemortem gigi dalam bentuk catatan medis gigi (dental record) dan data radiologis. 8. odontologi forensik adalah suatu cabang ilmu kedokteran gigi yang mempelajari cara penanganan dan pemeriksaan benda bukti gigi serta cara evaluasi dan presentasi temuan gigi tersebut untuk kepentingan peradilan. Hal ini memberikan dampak kecenderungan penggantian istilah serologi dengan istilah hemereologi yang mencakup semua hal diatas.Pada saat ini dengan berkembangnya analisis polimorfisme DNA. Gigi dan restorasinya merupakan jaringan keras yang resisten terhadap pembusukan dan pengaruh lingkungan yang ekstrem. 3.blogspot. Eksklusi : Dalam kecelakaan massal yang menyebabkan kematian sejumlah individu.PhD.SpF. data pegawai dsb). melainkan hampir seluruh sel tubuh kita.com/ Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal: Tanatologi Diposkan oleh yasin fadillah di 01:32 | 22 Mei 2008 | 3 komentar Label: Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal .dr.DFM @ 4:42 AM DEFINISI ODONTOLOGI FORENSIK Menurut Pederson. posted by AtmadjaDS. Karakteristik individual yang unik dalam hal susunan gigi geligi dan restorasi gigi menyebabkan dimungkinkannya identifikasi dengan ketepatan yang tinggi (1:1050). Sebagai suatu metode identifikasi pemeriksaan gigi memiliki keunggulan sbb : 1. posted by AtmadjaDS. 9. bidang ini menjadi lebih luas lagi karena bahan pemeriksaan bukan lagi darah. maka jika (n-1) individu telah teridentifikasi. Sidik jari : Telah lama diketahui bahwa sidikjari setiap orang didunia tidak ada yang sama sehingga pemeriksaan sidikjari dapat digunakan untuk identifikasi individu.

Brain death is death.PENGERTIAN TANATOLOGI Tanatologi merupakan ilmu yang mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan kematian yaitu: definisi atau batasan mati. Stomach Content (isi lambung) 6. Scene markers (tanda-tanda yang ditemukan pada sekitar tempat kejadian) Livor mortis Livor mortis atau lebam mayat terjadi akibat pengendapan eritrosit sesudah kematian akibat berentinya sirkulasi dan adanya gravitasi bumi . Dengan adanya perkembangan teknologi ada alat yang bisa menggantikan fungsi sirkulasi dan respirasi secara buatan. perubahan yang terjadi pada tubuh setelah terjadi kematian dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut. Body temperature (suhu badan) 4. Insect activity (aktivitas serangga) 7. WAKTU KEMATIAN Faktor-faktor yang digunakan untuk menentukan saat terjadinya kematian adalah: 1. Degree of decomposition (derajat pembusukan) 5. Rigor mortis (kaku jenazah) 3. Livor mortis (lebam jenazah) 2. Mati menurut ilmu kedokteran didefinisikan sebagai berhentinya fungsi sirkulai dan respirasi secara permanen (mati klinis). Eritrosit akan menempati bagian terbawah . Oleh karena itu definisi kematian berkembang menjadi kematian batang otak. Mati adalah kematian batang otak.

badannya kurus dan pakaiannya tipis maka suhu badan akan menurun lebih cepat. Intensitas lebam jenazah meningkat dan menetap 8-12 jam. konduksi. konstitusi tubuh dan pakaian. Penurunan suhu badan dipengaruhi oleh suhu lingkungan.badan dan terjadi pada bagian yang bebas dari tekanan. ATP digunakan untuk memisahkan ikatan aktin dan myosin sehingga terjadi relaksasi otot. yaitu kekakuan otot akibat koagulasi protein karena panas sehingga serabut otot memendek dan terjadi flexi sendi. terjadi karena adanya proses pemindahan panas dari badan ke benda- benda di sekitar yang lebih dingin secara radiasi. Pada 12 jam setelah kekakuan maksimal (24 jam postmortem) kaku jenazah sudah tidak ada lagi. Misalnya pada mayat yang tersimpan dalam ruangan dengan pemanas ruangan dalam waktu yang lama. Lebam jenazah normal berwarna merah keunguan. Tetapi pada keracunan sianaida (CN) dan karbon monoksida (CO) akan berwarna merah cerah (cherry red). yaitu kekakuan otot yang terjadi pada saat kematian dan menetap sesudah kematian akibat hilangnya ATP lokal saat mati karena kelelahan atau emosi yang hebat sesaat sebelum mati. Rigor mortis diperiksa dengan cara menggerakkan sendi fleksi dan antefleksi pada seluruh persendian tubuh. Formula untuk suhu dalam o Celcius PMI = 37 o C-RT o C +3 Formula untuk suhu dalam o Fahrenheit . Body Temperature Pada saat sesudah mati. 2. evaporasi dan konveksi. Lama kelamaan suhu tubuh akan sama dengan suhu lingkungan. 3. Rigor mortis akan mulai muncul 2 jam postmortem semakin bertambah hingga mencapai maksimal pada 12 jam postmortem. Cold stiffening. Kemudian setelah itu akan berangsur-angsur menghilang sesuai dengan kemunculannya. Saat kematian (dalam jam) dapat dihitung rumus PMI (Post Mortem Interval) berikut. Bila suhu lingkugan rendah. Makin tinggi suhu tubuh makin cepat terjadi kaku jenazah. Perkiraan saat kematian dapat dihitung dari pengukuran suhu jenazah perrektal (Rectal Temperature/RT). Cadaveric Spasmus. Namun karena pada saat kematian terjadi penurunan cadangan ATP maka ikatan antara aktin dan myosin akan menetap (menggumpal) dan terjadilah kekakuan jenazah. Hal-hal yang perlu dibedakan dengan rigor mortis atau kaku jenazah adalah: 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kaku jenazah adalah suhu tubuh. Muncul pada menit ke-30 sampai dengan 2 jam. yaitu kekakuan tubuh akibat lingkungan yang dingin sehingga terjadi pembekuan cairan tubuh dan pemadatan jaringan lemak subkutan sampai otot. Heat stiffening. Rigor Mortis Rigor mortis atau kaku jenazah terjadi akibat hilangnya ATP. volume otot dan suhu lingkungan.

kelopak mata membengkak dan lidah terjulur. Telur lalat biasanya akan mulai ditemukan pada jenazah sesudah 1-2 hari postmortem.6 o F-RT o F 1. Gastric Emptying Pengosongan lambung dapat dijadikan salah satu petunjuk mengenai saat kematian. Misalnya sandwich akan dicerna dalam waktu 1 jam sedangkan makan besar membtuhkan waktu 3 sampai 5 jam untuk dicerna. Mummifikasi terjadi pada 12-14 minggu. Jaringan akan berubah menjadi keras. warna coklat gelap. Karena makanan tertentu akan membutuhkan waktu spesifik untuk dicerna dan dikosongkan dari lambung. . Adipocere relatif resisten terhadap pembusukan. wajah membengkak. Faktor yang mempermudah terbentuknya adipocere adalah kelembaban dan suhu panas. Necrophagus species akan memakan jaringan tubuh jenazah. kering. Proses-Proses Spesifik pada Jenazah Karena Kondisi Khusus Mummifikasi Mummifikasi terjadi pada suhu panas dan kering sehingga tubuh akan terdehidrasi dengan cepat.5 Decomposition Pembusukan jenazah terjadi akibat proses degradasi jaringan karena autolisis dan kerja bakteri. Akibat proses pembusukan rambut mudah dicabut. Sedangkan predator dan parasit akan memakan serangga Necrophagus.PMI = 98. Pembusukan lebih mudah terjadi pada udara terbuka suhu lingkungan yang hangat/panas dan kelembaban tinggi. Aktivitas Serangga Aktivitas serangga juga dapat digunakan untuk memperkirakan saat kematian yaitu dengan menentukan umur serangga yang biasa ditemukan pada jenazah. lunak dan berminyak yang terjadi di dalam jaringan lunak tubuh postmortem. Omnivorus species akan memakan keduanya baik jaringan tubuh maupun serangga. berupa warna kehijauan dimulai dari daerah sekum menyebar ke seluruh dinding perut dan berbau busuk karena terbentuk gas seperti HCN. berkeriput dan tidak membusuk. Lemak akan terhidrolisis menjadi asam lemak bebas karena kerja lipase endogen dan enzim bakteri. Adipocere Adipocere adalah proses terbentuknya bahan yang berwarna keputihan. H2S dan lainlain. Larva ditemukan pada 6-10 hari postmortem. Sedangkan larva dewasa yang akan berubah menjadi pupa ditemukan pada 12-18 hari. Mulai muncul 24 jam postmortem. Pembentukan adipocere membutuhkan waktu beberapa minggu sampai beberap bulan. Gas yang terjadi menyebabkan pembengkakan. bola mata melotot. Bila penyebab kematiannya adalah penyakit infeksi maka pembusukan berlangsung lebih cepat.

dan antropologi genetika. Menghadapi keadaan demikian sepertinya halnya pada kasus-kasus yang lain. Pemeriksaan identifikasi tulang-tulang pada kasus yang sederhana. hasil yang lebih baik dapat diharapkan bila pemeriksaannya dilakukan oleh ahli dalam bidang antropologi. DECEMBER 05. baik berupa “pengamatan” (antroposkopi/ osteoskopi) dan “pengukuran” (antropometri/ osteometri). Dalam antropologi dikenal cara-cara pemeriksaan/ metoda. barang nukti dapat dideskripsikan keadaannya. barang bukti dapat diukur formula indeks-indeks atau . Tetapi untuk keadaan barang bukti yang sedemikian rumit dan memerlukan analisa khusus yang lebih kompleks.com/2008/05/ilmu-kedokteran-forensik-dan_22. dengan antropometri. Dengan antroposkopi. lembaga kriminologi dan lambaga-lembaga lain. sejumlah atau sebagian tulang-tulang atau bahkan sisa-sisa tulang. Peran antropologi forensik sepserti salah satu cabang antropologi khususnya antropologi ragawi dalam menunjang pelayanan kedokteran forensik adalah didasarkan pada kemampuan pemeriksaan antropologis untuk menilai dan merekonstruksi gambaran biologis individu manusia dengan rentang waktu mencakup manusia dari masa lampau hingga sekarang. bantuan pelayanan kedokteran forensik yang diharapkan adalah identifikasi siapa korban dan keterangan-keterangan lain yang dapat mencakup mengenai saat dan cara serta sebab- sebab kematian dan sebagainya. pada umumnya dapat dilakukan oleh setiap dokter atau mereka yang sudah berbekal ilmu anatomi dan osteologi. yaitu somatologi. yang tidak hanya melayani kedokteran dorensik tetapi juga badan intelegensi. polisi. tetapi berupa rangka. Forensic » PERAN ANTROPOLOGI FORENSIK DALAM KEDOKTERAN FORENSIK PERAN ANTROPOLOGI FORENSIK DALAM KEDOKTERAN FORENSIK Ada kalanya penyidikan dibebani kasus- kasus penemuan barang bukti dengan keadaan tidak lagi berupa tubuh yang lengkap. antropologi bagian lunak. dermatoglyfi. seroantropologi. http://yasinfadillah.html SATURDAY. 2009 Your Are Here Home » DENTISTRY .blogspot. disamping antropologi gigi.

b. tidak dapat dikenali seperti dalam kasus kebakaran atau ledakan maka tes serologis presipitasi dapat membedakan jenasah manusia atau bukan manusia. Untuk mengetahui apakah barang bukti berasal dari satu individu atau lebih dapat diketahui dengan membandingkan kesesuaian ukuran dan simetrisitas pasangan tulang- tulang beserta perlekatan otot-ototnya. anomali serta kelainan bawaan ante mortem c. sehingga dapat menentukan apakah menjadi urusan polisi atau arkeologi atau bukan kedua-duanya. Tanda-tanda luka atau kekerasan ante mortem b. Bantuan yang dapat diberikan melalui pemeriksaan antropologi ini. Apabila tulang-tulang terfragmentasi dalam keadaan buruk. Untuk mengetahui apakah barang bukti berasal dari manusia atau bukan maka apabila tulang-tulang dalam keadaan lengkap. baik dari populasi manusia hidup sisa manusia sekarang maupun manusia masa lampau. dengan pengetahuan biologi tulang dan teknik pemeriksaan antara tulang manusia dan bukan manusia. Disamping itu dengan teknik pemeriksaan sinar ultraviolet barang bukti campuran tulang-tulang dapat dipisahkan berdasarkan derajat fluorosensinya. Berapa umurnya e. Apa jenis kelaminnya d. individu tunggal atau terdiri dari beberapa individu. Dalam hal ini antropologi menjembatani temuan arkeologis dan rangka masa sekarang. Kelainan-kelainan patologi. Perubahan atau kerusakan akibat pengaruh keadaan lingkungan dan tindak budaya post mortem.modulusnya dan sebagainya. 3. Ciri-ciri identitas personal ante mortem yang mungkin ada 2. Tinggi badan dan bangun badan (perawakan) g. juga petunjuk permukaan sendi-sendinya dan sebagainya. Keterangan-keterangan yang berkaitan dengan sebab-sebab kematian mencakup antara lain: a. c. Saat kematian yang dimaksud mencakup baik rentang waktu pendek untuk korban yang masih mempunyai arti forensik maupun rentang waktu yang tak terbatas untuk kasus yang ternyata sudah tidak mempunyai arti forensik. Tulang panggul dan . Apakah barang bukti merupakan manusia atau bukan. Keterangan-keterangan yang berkaitan dengan identitas korban/ barang bukti: a. yaitu apabila tersedia materi barang bukti tulang panggul dan tengkorak disamping tulang panjang. Apa rasnya f. Untuk mengetahui jenis kelamin biasanya tidak begitu sulit. disebutkan dapat mencakup antara lain: 1. Untuk hal ini perlu diperhitungkan adanya penyakit dan gangguan pertumbuhan tulang atau penyembuhan bekas fraktur dan sebagainya yang dapat menyebabkan terjadinya keadaan asimetri. dapat dikenali melalui pengetahuan yang luas mengenai variasi rangka manusia dan hewan. Apabila barang bukti berupa potongan- potongan sisa tulang. Berapa jumlahnya. Keterangan yang berkaitan dengan saat kematian atau lama mati. demikian pula dengan cara-cara tadi sehingga dapat dinilai untuk merekonstruksikan keterangan-keterangan baik dari segi ciri-ciri maupun keadaan- keadaan lain yang berguna untuk penyidikan.

dapat juga dilakukan rekonstruksi wajah berdasarkan wawancara dengan keluarga atau orang yang kenal dengan korban atau pelaku kejahatan yang dituangkan dengan komputer atau dilukis oleh artis khusus. Bentuk dan tonjolan tengkorak maupun wajah h.tengkorak banyak memberikan dimorfisme seksual. Untuk melakukan rekonstruksi wajah dilakukan dengan rekonstruksi bagian lunak wajah atau dengan superimposisi foto tengkorak/ kepala/ wajah. Tulang panggul 2. Penelitian tinggi badan dan perawakan (biotipologi) dapat dilakukan bersamaan menentukan jenis pekerjaan. juga dilihat tulang-tulang yang lain. Penonjolan tulang pipi g. Bentuk prognatisma rahang dan muka f. dengan penilaian ukuran panjang tubuh dan panjang tulang panjang. Bentuk dan letak lubang tulang mata. Derajat prognatisma rahang dan muka b. Bentuk daerah lubang hidung. Walaupun ada rentang variasi antara jenis kelamin dan beberapa dapat saling meliputi antara keduanya. tulang kening c. Bentuk tulang langit-langit dan rahang bawah d. maturitas tulang dengan melihat pusat penulangannya. antara lain dilihat: a. dan kelainan bawaan serta patologi yang meyangkut tulang-tulang. arcus dentalis e. Seperti diketahui. Untuk mengetahui umur biasanya didasarkan atas perkiraan yang didapatkan dari banyak sarana. Perkiraan saat kematian merupakan keterangan yang dapat pula diberikan melalui pemeriksaan antropologis dalam menilai barang bukti tiap-tiap tulang. Beberapa ciri yang dapat dijadikan dasar penentuan ras antara lain: 1. Pada periode dewasa awal. serta erupsi gigi susu dapat memberikan hasil yang baik. Anttropometris: a. Perbandingan ukuran tulang tibia terhadap femur atau tualng radius terhadap humerusnya. . Pada periode dewasa sampai 50 tahun dilihat perubahan-perubahan pada simfisis pubis. maupun lingkaran diafisis tulang panjang terhadap tinggi badan. Pada bayi dan anak-anak. bersatunya epifisis tulang merupakan sarana yang lebih berguna disamping gigi tetap. Untuk mengetahui tinggi badan diperoleh dengan jalan mengukur panjang seluruh tulang- tulang yang terekonstruksi atau dengan menghitung formula-formula matematis hubungan antara panjang beberapa tulang panjang terhadap tinggi badan seseorang. Antroposkopis. pertautan sutura calvaria dan keausan gigi. “Incisival shovel-shapes”. namun bagi seorang ahli dapat memanfaatkan patunjuk-petunjuk tadi untuk menentukan jenis kelamin barang bukti. dapat dinilai ciri populasional rasnya. anomali. kebiasaan. dengan secara antroposkopi atau antropometri khususnya pada tengkorak termasuk gigi dan beberapa tulang panjang. Untuk mengetahui ras barang bukti. akar hidung b. tulang hidung.

sex dan rasnya. gait. Terdapat kasus dimana yang sudah diarahkan pada dugaan tindak p idana. Antropologi forensik membantu dalam hal selain identifikasi rangka. Sisa kepingan tulang karena kebakaran (sengaja. untuk penerbang dan bayi pembuatan sidik tapak kaki sangatlah penting. kadang-kadang sex dan umur dapat ditentukan. soal paternitas dan maternitas yang disengketakan.vikaasriningrum. terpisah dalam perang. hematologi dan genetika biokimiawi. Pada iklim tropis dengan udara yang panas dan lembab. dermatoglifi. bakteri dan kamdungan mineral dan sebagainya. harus dilihat besar kepingan. sisi pecah yang penting sebagai petunjuk tinggi suhu pembakaran. ciri-ciri morfologis (muka. Hal lain yaitu pembuatan sidik bibir hal ini penting untuk mengetahui pewarisan. Lingkungan demikian mempengaruhi perubahan jenasah menjadi rangka bervariasi pada berbagai waktu. paternitas bahkan individu bekas gigitan (odontologi forensik).keadaan post-mortem dapat bervariasi oleh pengaruh berbagai faktor lingkungan iklim dan udara serta keadaan tanah seperti derajat keasaman. Perlukaan pada tulang dapat memberikan keterangan mengenai sebab-sebab kematian. Penilaian hal ini oleh patologi forensik harus dilakukan secara hati-hati. Dengan demikian barang bukti tidak lagi memiliki arti dorensik. Pada keadaan udara kering dan sejuk. Terutama untuk kasus-kasus temuan barang bukti yang sudah lama. kelainan patologis penyakit atau kerusakan barang bukti oleh pengaruh lingkungan post mortem. berbagai ciri genetis diselediki seperti darah. tapak gigi (menentukan bentuk kaki. juga dermatoglifi. khususnya dalam hal pewarisan pola sidik. jenasah dapat menjadi awet untuk waktu yang lebih lama. patologi). rambut. buta rasa dan sebagainya). yang dipersengketakan. penyidikan osteologi dan odontologis khusus. warna kulit. kepala. berat badan dan umur yang memilikinya. bahkan odontologis forensik kadang-kadang dapat menentukan sampai tingkatan individu. untuk menentukan identifikasi non paternitas atau maternitas. Peran seroantropologi penting dalam antropologi forensik dan dapat dijalankan juga oleh ahli seroimunologi. warna dan keadaan permukaan. Sisa rambut untuk mengetahui bentuk. dapat terjadi mumifikasi. tinggi badan. ahli antropologi dapat dilibatkan untuk membantu menginterpretasikan apakah perlukaan itu merupakan tanda kekerasan ante mortem. tidak sengaja. protein serum.com/2009/12/peran-antropologi-forensik-dalam. Antropogenetika terutama dalam menghadapi identifikasi anak hilang. kremasi). http://www. Pada iklim panas dan kering. umur individu. tetapi oleh ahli antropologi dinyatakan bahwa tanda mineralisasi pada bawang bukti menunjukkan rangka dalam waktu kematian sudah puluhan atau ratusan tahun bahkan ribuan atau jutaan tahun.html . jenasah dapat hampir menjadi rangka seluruhnya dalam beberapa minggu.