You are on page 1of 7

MAKALAH

PENERAPAN ISO 14001 TERHADAP VOLUME EKSPOR
PRODUK JAMU PT. NYONYA MENEER

MK : SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN ISO

DI SUSUN OLEH

SAFARUDDIN : 1407110164

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

TAHUN 2017

mengurangi biaya dan meningkatkan akses pasar. Singapura. Jepang. Manfaat ISO 14001 bagi perusahaan adalah untuk meningkatkan kinerja lingkungan.000 organisasi yang telah menerapkan sistem manajemen lingkungan ISO 14001. PT. PT. Negara-negara tujuannya antara lain: Malaysia. Inggris. Thailand. PT. Nyonya Meneer secara resmi telah memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tahun 1998 dan ISO 9001 pada bidang manufacturing of jamu yang didapatkan pada Mei 2000. Korea Selatan. Keuntungan-keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan adalah . dimana ISO 9001 membahas mengenai masalah kulitas. Amerika Serikat. ISO 14001 berbeda dengan ISO 9001. Nyonya Meneer juga telah menerapkan ISO 14001. Tujuan dari diterapkannya sistem manajemen linkungan (SML) ISO 14001 sebagai standar internasional adalah untuk mendukung perlindungan lingkungan dan pencegahan pencemaran yang seimbang dengan kebutuhan sosial ekonomi. dan masih banyak lagi Negara lainnya. Berdasarkan survey ISO sampai dengan Desember 2005 terdapat 110. Nyonya Meneer menerapkan ISO 9000 dan 14001 dengan tujuan untuk menjaga kualitasnya. 1. Australia. sehingga pelangggan tidak pindah ke perusahaan lain yang memiliki produk sejenis. PENERAPAN ISO 14001 TERHADAP VOLUME EKSPOR PRODUK JAMU PT. Belanda. ISO 14001 dipersyaratkan untuk perusahaan yang mengekspor hasil produksinya ke luar negeri. PT. Brazil. Nyonya Meneer mampu mengekspor barang produksinya ke Negara-negara yang tersebar di empat benua. Nyonya Meneer merupakan salah satu perusahaan Indonesia yang telah memperoleh sertifikat ISO 14001. dengan sertifikat tersebut perusahaan lebih mudah untuk mengekspor produk ke luar negeri. NYONYA MENEER Sistem manajemen lingkungan ISO 14001 merupakan suatu sistem manajemen yang dapat digunakan perusahaan untuk memperbaiki kinerja dalam aspek efisiensi dan kemajuan teknologi. Produk-produk PT. sedangkan ISO 14001 membahas tentang sistem pengelolaan lingkungan.

Nyonya Meneer telah mengalami peningkatan pada tahun 2009- 2010 dan dampak krisis global tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja PT. Terakhir adalah Continual Improvement yaitu perkembangan secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas yang sudah diraih dan untuk meningkatkan kinerja dimasa yang akan datang sesuai dengan perkembangan yang terjadi. selanjutnya ke Plan atau perencanaan agar bisa diterapkan. sehingga dapat meraih keuntungan. yaitu proses untuk mengecek kualitas produk ataupun mengecek proses produksi. Nyonya Meneer selama perusahaan menerapkan ISO 14001 dengan menjamin kualitas yang dihasilkan sehingga tidak mempengaruhi volume penjualan didalam negeri. Berdasarkan penelitian dapat diketahui bahwa penerapan sistem manajemen lingkungan standar ISO 14001 dapat menjadi kebutuhan bagi perusahaan karena dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan memberikan citra baik. Nyonya Meneer dimulai dari Environmental Policy yang merupakan Kebijakan Lingkungan. Action yang merupakan aksi yang dilakukan setelah seluruh proses sudah dilakukan dengan Management Review untuk dapat terus menjaga kualitas yang sudah dilakukan. Berdasarkan perencanaan tersebut menghasilkan langkah Do yang diimplementasikan dan dioperasionalkan dalam setiap kegiatan produksi pada PT. kemudian dilakukan Corrective Action untuk mengoreksi kegiatan yang dianggap tidak sesuai dengan Environmental Policy pada tahap awal. Hal ini dapat dikatakan penerapan ISO 14001 dapat memberikan pengaruh positif terhadap kepercayaan pasar luar negeri. Nyonya Meneer. Dalam hal tersebut dilakukan juga proses Check yang mencakup Action. serta meningkatkan efisiensi agar mampu bersaing di pasar global.  Penghematan biaya  Peningkatan jumlah produk  Peningkatan pangsa pasar  Penataan peraturan lingkungan  Pengkatan kesadaran karyawan  Meningkatkan kinerja karyawan  Meningkatkan citra perusahaan  Perbaikan lingkungan kerja Penerapan ISO 14001 pada PT. Nilai ekspor PT. .

Ini diakibatkan paling tidak tiga alasan berikut : (T. b. Hani Handoko. 3) Perubahan karakter atau sifat tenaga kerja dan pekerjaan itu sendiri yang membuat model-model tradisional perilaku pekerja dan ketepatan pendekatan-pendekatan pengembangan kerja standar harus selalu dipertanyakan. dengan kemungkinan kehilangan sedikit efisiensi. untuk mengurangi kebosanan dan sifat monoton. kegiatan phisik dan produktivitas dalam pelaksanaan tugas tertentu. melalui penambahan lebih banyak tugas kepada karyawan untuk meningkatkan variasi pekerjaan dan mengurangi sifat yang membosankan (monoton) pada pekerjaan. Tenaga Kerja a.2. Disain Pekerjaan Barangkali kegiatan disain yang paling menantang (dan membingungkan) bagi manajer operasi adalah pengembangan dan pengaturan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan setiap karyawan dan kelompok karyawan. tetapi bukan berarti meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan yang telah diperluas. . Dalam kasus job enlargment. masalahnya adalah menghentikan spesialisasi yang berlebihan. Perluasan Pekerjaan Kadang-kadang berbagai pekerjaan dapat dibuat lebih menarik dengan memperluasnya. Perluasan pekerjaan (job enlargment) berarti pekerjaan-pekerjaan diperluas secara horizontal. 2000 : 178) 1) Pada hakekatnya sering terjadi konflik antara kebutuhan-kebutuhan dan tujuan-tujuan pekerja dan kelompok pekerja dengan kebutuhan-kebutuhan (berbagai persyaratan) proses transformasi. 2) Sifat unik setiap individu mengakibatkan munculnya bermacam-macam tanggapan dalam wujud sikap. yang akan membuat para karyawan lebih terpuaskan dan termotivasi secara efektif.

Gizi dan kesehatan. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Produktivitas kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: a. Penghasilan dan jaminan social. c. Menurut Basu Swastha DH dan Ibnu Sukotjo (1999 : 281) pengertian produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil (jumlah barang dan jasa yang diproduksi) dengan sumber (jumlah tenaga kerja. tanah. Pendidikan dan latihan membentuk dan menambah pengetahuan dan keterampilan seorang tenaga kerja untuk mampu mengerjakan sesuatu pekerjaan dengan terampil. Penghasilan dan jaminan sosial dalam arti imbalan penghargaan dan merupakan pendorong untuk bekerja lebih produktif. . waktu yang lebih cepat sehingga semakin tinggi tingkat pendidikan dan latihan yang diperoleh dapat meningkatkan produktivitas kerjanya. Pendidikan dan latihan.c. Karyawan yang menghasilkan lebih banyak unit barang biasanya memperoleh penghasilan dan jaminan sosial yang lebih baik. Menurut Payaman J. b. Dari semua definisi di atas disimpulkan bahwa produktivitas kerja adalah kemampuan untuk menghasilkan barang atau jasa. energi dan sebagainya) yang dipakai untuk menghasilkan hasil. modal. Dengan keadaan gizi dan kesehatan yang baik akan mempertinggi tingkat produktivitas. Simanjuntak (1995 : 30) pengertian produktivitas kerja adalah perbandingan antara hasil yang dicapai (output per satuan waktu. 2. selamat. Keadaan gizi dan kesehatan yang baik memberikan kemampuan dan kesegaran fisik serta mental seseorang dalam melakukan pekerjaan dan juga mempengaruhi kemampuannya dalam pendidikan dan latihan. aman. Produktivitas Kerja Secara umum produktivitas diartikan sebagai perbandingan antara) dengan keseluruhan sumber daya (input) yang dipergunakan keluaran (output) dan masukan (input). Sistem pengupahan yang seperti ini bukan saja untuk menjamin pemberian imbalan jasa atas prestasi kerjanya melainkan pula dapat mendorong karyawan untuk berprestasi. di mana kemampuan tersebut berkenaan dengan semangat kerja.

Hasil kerja. berarti perusahaan atau instansi tersebut mendapatkan banyak kerugian. Sebenarnya kerugian yang ditimbulkan oleh turunnya semangat dan kegairahan kerja. 4. e. Untuk maksud tersebut maka diusahakan suatu sasaran strategi dalam peningkatan produktivitas yang perlu diarahkan: 1). Kebijaksanaan pemerintah. dapat pula merupakan indikasi turunnya . teknologi dan sebagainya adalah sangat sensitif terhadap peningkatan produktivitas. Kesempatan kerja. perizinan usaha. 3. Indikator-indikator yang dapat digunakan untuk mengukur produktivitas kerja karyawan adalah: a. b. 4). Hasil kerja ini bisa dilihat dari jumlah frekuensi di atas standar yang ditetapkan. mengembangkan diri dan memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya. efisiensi produksi ataupun hal yang lain. Tingkat produktivitas kerja seseorang juga tergantung pada kesempatan yang terbuka baginya. tanggung jawab.d. Pengukuran Produktivitas Kerja Pengukuran produktivitas digunakan sebagai sarana manajemen untuk membantu dalam penentuan target produksi. c. Peningkatan manajemen. Cara kerja karyawan dalam melaksanakan tugasnya dapat dilihat melalui kesediaan para pegawai untuk bekerja secara efektif dan efisien. Kerja sama dan loyalitas karyawan dalam melaksanakan tugas pekerjaan. Peningkatan berusaha. Peningkatan pendidikan dan latihan. Kebijaksanaan pemerintah di bidang investasi. 3). rencana produksi. Cara kerja. Untuk menilai semangat kerja karyawan dapat dilihat dari kedisiplinan. Kampanye produktivitas. 2). Kesempatan dalam hal ini berarti: kesempatan untuk bekerja. Semangat kerja. Indikasi Turun /Rendahnya Semangat Kerja Bilamana semangat kerja dan kegairahan kerja turun.

meskipun demikian sebelumnya harus diteliti kebenarannya terlebih dahulu. Turun /rendahnya produktivitas kerja b. Tingkat kerusakan yang naik /tingg e. Secara umum hal-hal yang dapat digunakan sebagai indikasi turunnya semangat dan kegairahan kerja antara lain: a. Tingkat absensi yang tinggi / naik c. Labour turnover (tingkat perpindahan buruh / pegawai yang tinggi d. Tuntutan yang seringkali terjadi g. Indikasi turunnya semangat dan kegairahan kerja penting diketahui oleh setiap perusahaan. karena dengan pengetahuan tentang indikasi ini akan dapat diketahui sebab turunnya semangat dan kegairahan kerja. . misalnya absensi yang tinggi adalah merupakan salah satu indikasi turunnya semangat dan kegairahan kerja.semangat dan kegairahan kerja. Pemogokan. Dengan demikian perusahaan akan dapat mengambil tindakan-tindakan pencegahan atau pemecahan masalah seawal mungkin. sebelum mengambil keputusan. Kegelisahan di mana-mana f.