You are on page 1of 12

ANGGARAN DASAR (AD

)
DAN
ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)
YAYASAN KESEJAHTERAAN DAN PENDIDIKAN ISLAM
PONDOWAN TAYU PATI

1

memelihara dan mengembangkan lembaga pendidikan b. ANGGARAN DASAR YAYASAN KESEJAHTERAAN DAN PENDIDIKAN ISLAM PONDOWAN TAYU PATI BAB I NAMA DAN KEDUDUKAN Pasal 1 (1)dYayasan ini bernama Yayasan Kesejahteraan dan Pendidikan Islam. BAB V KEKAYAAN Pasal 5 Kekayaan Yayasan terdiri dari a.000 (sepuluh juta rupiah) b. BAB III DASAR DAN AKIDAH Pasal 3 (1)dYayasan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. (2)dYayasan berakidah Islam menurut faham Ahlussunnah wal Jama’ah. 10. BAB IV MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 4 Maksud dan tujuan Yayasan adalah a. Hasil-hasil yang didapat Yayasan dari usaha-usaha : i. dzakat. Meminta bantuan dari Pemerintah iii. Membina. c. BAB II JANGKA WAKTU PENDIRIAN Pasal 2 Yayasan didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya.000. Yayasan mempunyai kegiatan dan usaha : a. Menghimpun dana dari dmasyarakat dalam dbentuk dhibah. dwakaf. (2)dYayasan berkedudukan di Desa Pondowan Kecamatan Tayu Kabupaten Pati. Melengkapi sarana dan prasarana yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan engan pencapaian tujuan Yayasan. Menngkatkan kesejahteraan masyarakat. ii. yang selanjutnya disebut Yayasan. 2 . dinfaq dan shadaqah. Mo al awal yang dikumpulkan sebesar Rp. BAB VI KEGIATAN DAN USAHA Pasal 6 Untuk mencapai tujuan sebagaimana tersebut dalam pasal 4. Mengembangkan pendidikan dalam rangka melaksanakan syari’at Islam menurut faham Ahlussunnah wal Jama’ah.dUsaha lain yang sah dan halal.

(2)dDalam hal anggota Pembina dari unsur pendiri berjumlah kurang dari 5 (lima). Rapat Gabungan (2)dRapat Pembina adalah rapat yang dilaksanakan Pembina dan hanya diikuti oleh anggota Pembina dalam rangka melaksanakan kewenangannya. c. Mendirikan badan usaha dan/atau ikut serta dalam suatu badan usaha untuk menunjang pencapaian maksud dan tujuan Yayasan. (2)dPengurus adalah organ Yayasan yang melaksanakan kepengurusan Yayasan (3)dPengawas adalah organ Yayasan yang bertugas melakukan pengawasan serta memberi nasihat kepada Pengurus dalam menjalankan kegiatan Yayasan. Mendapatkan tunjangan.b. jumlah anggota pembina ditetapkan 5 (lima) orang. c. Mendapatkan fasilitas yang diperlukan dalam tugasnya. Rapat Pengawas. Pasal 10 (1)dYang dapat diangkat menjadi Pengurus adalah orang perseorangan yang mampu melakukan perbuatan hukum. (2)dSetiap anggota Pembina. Pasal 8 (1)dPembina adalah organ Yayasan yang mempunyai kewenangan yang tidak diberikan kepada Pengurus dan/atau Pengawas. dan c. (3)dRapat Pengurus adalah rapat yang dilaksanakan Pengurus dalam rangka melaksanakan kewenangan dan kewajibannya. Pengurus. Pasal 11 Pengawas Yayasan diangkat oleh Pembina berdasarkan keputusan rapat Pembina untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali. Pengawas. Rapat Pengurus. b. b. Rapat Pembina. (3)dTunjangan sebagaimana dimaksud ayat (2) huruf b. Pasal 9 (1)dYang dapat diangkat menjadi Pembina adalah orang perseorangan sebagai pendiri Yayasan an/atau mereka yang berdasarkan keputusan rapat anggota Pembina dinilai mempunyai edikasi yang tinggi untuk mencapai maksud dan tujuan Yayasan. dan b. disesuaikan dengan kemampuan Yayasan berdasarkan keputusan rapat Pembina yang dituangkan dalam Surat Ketetapan Pembina. Pengurus. BAB VII ORGAN YAYASAN Pasal 7 (1)dYayasan mempunyai organ yang terdiri dari: a. 3 . dan . BAB VIII RAPAT-RAPAT DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN Bagian Pertama Jenis Rapat Pasal 12 (1)dRapat-rapat Yayasan terdiri dari: a. Pembina. (2)dPengurus Yayasan diangkat oleh Pembina berdasarkan keputusan rapat Pembina untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali. dan Pengawas berhak: a. Melakukan tindakan yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan pencapaian tujuanYayasan.

(4)dUndangan sebagaimana dimaksud ayat (3) menyebutkan bahwa ini adalah undangan ulang. maka setelah ditunda 1 (satu) jam rapat dapat dilaksanakan. Bagian Kedua Kuorum dan Pengambilan Keputusan Pasal 13 (1)dRapat-rapat Yayasan dinyatakan kuorum apabila dihadiri paling sedikit ½ lebih satu dari jumlah undangan yang seharusnya. (3)dPengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak sebagaimana dimaksud ayat (2) hanya ilakukan terhadap pendapat-pendapat yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang- undangan dan Anggaran Dasar ini. dan Penasehat. maka Pengurus secara tanggung renteng bertanggungjawab terhadap pihak yang dirugikan. (3)dRapat Gabungan dinyatakan kuorum apabila dihadiri paling sedikit ½ dari masing-masing organ Yayasan yang berhak menghadirinya. BAB IX PERTANGGUNGJAWABAN Pasal 16 (1)dPengurus berkewajiban melaporkan kegiatan Yayasan selama 1 (satu) tahun kepada Pembina. 4 . (2)dPengurus menyusun ikhtisar laporan keuangan untuk diumumkan kepada masyarakat di tempat-tempat umum. (3)dDalam hal dokumen laporan tahunan ternyata tidak benar dan menyesatkan. BAB X PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 17 Anggaran Dasar ini dapat diubah. maka setelah ditunda 1 (satu) jam rapat dapat dilaksanakan dan dinayatakan kuorum. Pasal 14 (1)dApabila jumlah undangan rapat yang hadir tidak memenuhi syarat minimal. dan keputusan yang diambil dianggap sah. (3)dApabila dalam Rapat Pembina atau Rapat Pengawas jumlah undangan rapat yang hadir tidak memenuhi syarat minimal. (2)dKetentuan sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak berlaku bagi Rapat Pembina dan/atau Rapat Pengawas. kecuali Rapat Pembina dan Rapat Pengawas.(4)dRapat Pengawas adalah rapat yang dilaksanakan Pengawas dan hanya diikuti oleh anggota Pengawas dalam rangka melaksanakan kewenangan dan kewajibanya. (6)dRapat Gabungan sebagaimana dimaksud ayat (5) tidak boleh dilaksanakan antara Pengurus an Pengawas kecuali dalam menetapkan anggota Pembina. Pasal 15 (1)dKeputusan rapat diambil dengan cara musyawarah untuk mufakat (2)dApabila pengambilan keputusan sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak tercapai. (5)dApabila dalam undangan ulang peserta rapat masih tidak memenuhi syarat minimal kehadiran. (2)dRapat Pembina dan Rapat Pengawas dinyatakan kuorum apabila dihadiri paling sedikit 2/3 dari anggota Pembina. Pasal 18 (1)dPerubahan Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud pasal 43 hanya dapat dilakukan dalam Rapat Gabungan yang diselenggarakan oleh Pembina khusus untuk maksud tersebut. rapat ditunda untuk memberikan undangan lagi. (2)dRapat Gabungan sebagaimana dimaksud ayat (1) harus dihadiri oleh paling sedikit 2/3 dari anggota Pembina. kecuali mengenai maksud dan tujuan Yayasan. Pengurus. (5)dRapat Gabungan adalah rapat yang dilaksanakan dan diikuti oleh beberapa Organ Yayasan. maka pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan persetujuan suara terbanyak.

(2)dRapat Pembina dan/atau Rapat Gabungan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf b. b. Pengurus menetapkan tim untuk menyusun draf perubahan tersebut. Pasal 20 Ketentuan-ketentuan yang diberlakukan pada saat Yayasan ini dinyatakan bubar. didasarkan pada ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam peraturan perudang-undangan. Draf sebagaimana dimaksud huruf a. dianggap sah apabila dihadiri oleh seluruh Pembina. dan dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut: a. Tentang Yayasan. Rapat Pembina dan/atau Rapat Gabungan yang dilaksanakan khusus untuk maksud tersebut. BAB XI PEMBUBARAN Pasal 19 (1)dYayasan ini dapat dibubarkan oleh: a.(3)dPerubahan untuk pertama kali dilakukan untuk menyesuaikan dengan Undang-Undang No. dibahas dan ditetapkan dalam rapat yang dihadiri oleh tim penyusun dan pengurus yang ada pada saat perubahan dilakukan. Putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. 5 . BAB XII PENUTUP Pasal 21 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur kemudian dalam Anggaran Rumah Tangga Yayasan. b.

PEMBERHENTIAN DAN PENGGANTIAN ORGAN YAYASAN Bagian Pertama Pengangkatan dan Penggantian Pembina Pasal 1 (1)dPengangkatan anggota Pembina dari luar unsur pendiri dilakukan dalam rapat Pembina dengan mempertimbangkan usulan dari Pengurus. Pasal 3 Anggota Pembina berhenti dari keanggotaan Pembina karena: a. mengundurkan diri b. anggota Pengurus dan anggota Pengawas mengadakan rapat gabungan untuk mengangkat Pembina dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar pasal 9. Seksi-Seksi yang dibentuk berdasarkan kebutuhan. (2)dRapat Pembina sebagaimana dimaksud ayat (1) dilaksanakan setelah berakhir masa jabatan pengurus lama. Pasal 5 (1)dDalam hal Pengurus selama menjalankan tugas melakukan tindakan yang oleh Pembina dinilai merugikan dYayasan. (3)dPimpinan rapat gabungan sebagaimana dimaksud ayat (2) dipilih dari dan oleh anggota rapat yang hadir. Pengadilan Umum dapat membatalkan pengangkatan. Seorang Wakil Ketua. Pasal 2 (1)dPelaksanaan kewenangan dan kewajiban Pembina bersifat kolekftif kolegial. meninggal dunia Bagian Kedua Pengangkatan. Seorang Sekretaris. paling lambat dalam waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal kekosongan. pemberhentian atau penggantian tersebut. ANGGARAN RUMAH TANGGA YAYASAN KESEJAHTERAAN DAN PENDIDIKAN ISLAM AKTE NOTARIS NO. atas permohonan yang berkepentingan. b. (4)dKeputusan rapat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sah apabila dilakukan sesuai dengan ketentuan mengenai kuorum kehadiran dan tata cara pengambilan keputusan yang diatur alam Anggaran Dasar. dmaka dberdasarkan dkeputusan dPembina. (2)dDalam hal pengangkatan. pemberhentian dan penggantian Pengurus dilakukan tidak sesuai engan ketentuan Anggaran Dasar ini. (3)dSusunan Pengurus Yayasan terdiri atas: a. dPengurus dtersebut dapat iberhentikan sebelum masa kepengurusannya berakhir. c. Seorang Ketua. . Seorang Bendahara. (2)dApabila Yayasan karena suatu sebab tidak lagi mempunyai Pembina. 6 . 74 TANGGAL 29 MEI 1980 DESA PONDOWAN KECAMATAN TAYU KABUPATEN PATI BAB I PENGANGKATAN. dan e. (2)dPembina memilih dua orang anggotanya untuk bertindak sebagai pimpinan dan sekretaris. Pemberhentian dan Penggantian Pengurus Pasal 4 (1)dPembina mengangkat pengurus berdasarkan keputusan rapat Pembina dan ditetapkan dengan Surat Keputusan.

. b. wajib: a. penyelesaiannya diserahkan kepada Pembina. Penetapan keputusan mengenai penggabungan dan/atau pembubaran Yayasan. BAB II WEWENANG. (2)dApabila danggota dyang dberhenti dsebagaimanaimaksud dpasal d(1) dmasih dmempunyai tanggungan terhadap Yayasan. Menyerahkan semua inventaris Yayasan yang dibawa. Pembina menunjuk orang baru. atas permohonan yang berkepentingan. Apabila pengurus yang berhenti bendahara. Pengesahan program kerja dan rancangan anggaran tahunan Yayasan. an Pembina menetapkan pengurus baru. Keputusan mengenai perubahan Anggaran Dasar. b. c. Bagian Ketiga Pengangkatan. Apabila pengurus berhenti keseluruhan. Pasal 7 (1)dAnggota Pengurus yang berhenti karena sebagaimana dimaksud pasal 6 huruf b. dan d. pemberhentian dan penggantian Pengawas dilakukan tidak sesuai engan ketentuan Anggaran Dasar ini. Pasal 11 (1)dPembina Yayasan mengadakan rapat sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu) tahun. Pasal 6 Anggota Pengurus berhenti dari keanggotaan pengurus karena: a. Pembina mengisi kekosongan Pengawas. dpengganti diambil dari wakilnya. (2)dDalam rapat tahunan. (2)dDalam waktu paling lama 7 (hari) sejak tanggal pemberhentian pengawas. Pengangkatan dan pemberhentian pengurus dan/atau pengawas. Diberhentikan Pembina. Pembina melakukan evaluasi terhadap kekayaan Yayasan tahun lalu an/atau tahun berjalan sebagai dasar pertimbangan bagi perkiraan mengenai perkembangan Yayasan untuk tahun yang akan datang. Penetapan kebijakan umum Yayasan berdasarkan Anggaran Dasar. Membuat laporan tertulis tentang hasil kerja yang menjadi tugasnya sampai dengan iberhentikannya anggota tersebut. c. KEWAJIBAN DAN LARANGAN ORGAN YAYASAN Bagian Pertama Pembina Pasal 10 Pembina mempunyai Kewenangan yang meliputi : a. pemberhentian atau penggantian tersebut. b. Pasal 8 (4)dPenggantian danggota dPengurus dyang dberhenti dilakukan dalam drapat dPembina dengan ketentuan sebagai berikut: a. dan b. c. (3)dDalam hal pengangkatan. Pemberhentian dan Penggantian Pengawas Pasal 9 (1)dPengawas Yayasan diangkat dan sewaktu-waktu dapat diberhentikan berdasarkan keputusan rapat Pembina yang khusus dilakukan untuk itu. dan e. Meninggal dunia. Mengundurkan diri. Pengadilan Umum dapat membatalkan pengangkatan. Berakhir masa jabatannya. Apabila dpengurus dyang dberhenti dketua dan/atau dsekretaris. c. 7 . dan . maka masa kepengurusannya dianggap berakhir.

Menjabat pengurus partai politik yang bertentangan dengan dasar dan akidah Yayasan. Terjadi perkara di depan pengadilan antara Yayasan dengan anggota Pengurus yang bersangkutan. Menjabat pengurus partai politik yang bertentangan dengan dasar dan akidah Yayasan. Mengadakan perjanjian dengan organisasi yang terafiliasi dengan Yayasan. Pasal 15 (1)dPengurus dilarang: a. c. Bagian Kedua Pengurus Pasal 13 (1)dPengurus Yayasan bertanggungjawab penuh atas kepengurusan Yayasan untuk kepentingan an tujuan Yayasan (2)dPengurus mempunyai kewenangan untuk: a. Pasal 16 (1)dSetiap Pengurus bertanggungjawab penuh secara pribadi apabila yang bersangkutan dalam menjalankan tugasnya tidak sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Pengurus melakukan kordinasi dengan Pembina untuk mendapatkan persetujuan. b. Merangkap sebagai Pengurus dan/atau Pengawas. yang mengakibatkan kerugian Yayasan atau pihak ketiga. dan h. Mengalihkan kekayaan Yayasan. Mewakili dan bertindak atas nama Yayasan (3)dDalam dmelaksanakan dkewenangan dsebagaimana dimaksud dayat d(2) dhuruf db. dan/atau Pengawas Yayasan. e. atau b. (2)dKordinasi sebagaimana dimaksud ayat (1). Pasal 12 Pembina dilarang: a. Melakukan kegiatan yang secara nyata bisa merugikan Yayasan b. Pembina menunjuk wakil Yayasan. Pengurus. Mengangkat dan memberhentikan Pelaksana Kegiatan Yayasan c. (3)dDalam hal terdapat keadaan sebagaimana dimaksud ayat (1). g. (2)dLarangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b tidak berlaku dalam hal perjanjian tersebut bermanfaat bagi tercapainya maksud dan tujuan Yayasan. dalam rapat Pembina. Pengurus dyang dbersangkutan dmempunyai dkepentingan dyang dbertentangan engan kepentingan Yayasan. Melaksanakan dkegiatan dyang dberhubungan dengan dpencapaian dmaksud dan dtujuan Yayasan b. dPengurus mengeluarkan Surat Keputusan. Membebani kekayaan Yayasan untuk kepentingan pihal lain. Pasal 17 (2)dPengurus tidak berwenang mewakili Yayasan apabila: a. Pembina. Pasal 14 (1)dDalam melaksanakan usaha sebagaimana dimaksud Anggaran Dasar pasal 6 (enam). Melakukan tindakan atas nama Yayasan untuk kepentingan pribadi pengurus. hanya wajib dilakukan dalam melaksanakan usaha sebagaimana dimaksud Anggaran Dasar pasal 6 (enam) huruf a dan b. Mengikat Yayasan sebagai penjamin utang. atau seseorang yang bekerja pada Yayasan. f. Melibatkan Yayasan dengan kegiatan partai politik . 8 .

(2)dSusunan Pengawas Yayasan terdiri dari: a. Seorang anggota (3)dPengawas tidak boleh merangkap sebagai Pembina atau Pengurus. Seorang ketua merangkap anggota b. Pasal 22 (1)dPengawas dapat memberhentikan sementara anggota Pengurus. Mencabut keputusan pemberhentian sementara. Pasal 20 Pengawas mempunyai kewenangan untuk: a. atau b. tidak bertanggungjawab secara tanggung renteng atas kerugian tersebut. Melakukan pengawasan terhadap kinerja Pengurus dalam melaksanakan tugas kepengurusan Yayasan. Pasal 21 Pengawas dwajib dengan ditikad dbaik dan dpenuh dtanggungjawab dmenjalankan dtugas duntuk kepentingan Yayasan. Memberhentikan anggota Pengurus yang bersangkutan secara permanen. Seorang sekretaris merangkap anggota c. dan kekayaan Yayasan tidak cukup untuk menutup kerugian akibat kepailitan tersebut. Pembina wajib memanggil anggota pengurus yang bersangkutan untuk diberi kesempatan membela diri. Pembina wajib: a. Bagian Ketiga Pengawas Pasal 19 (1)dJumlah Pengawas Yayasan adalah 3 (tiga) orang. (2)dAnggota Pengurus yang dapat membuktikan bahwa kepailitan bukan karena kesalahan atau kelalaiannya tidak bertanggungjawab secara tanggung renteng atas kerugian sebagaimana imaksud dalam ayat (1). (3)dDalam jangka waktu 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal laporan diterima. Pasal 18 (1)dApabila dYayasan dmengalami dkepailitan dkarena dkesalahan datau dkelalaian dPengurus. 9 . (2)dAnggota dPengawas dYayasan dyang dapat dmembuktikan dbahwa dkapailitan dbukan dkarena kesalahan dan kelalaiannya. Pasal 23 (1)dApabila Yayasan mengalami kepailitan karena kesalahan atau kelalaian Pengawas dalam melakukan tugas pengawasan dan kekayaan Yayasan tidak cukup untuk menutup kerugian akibat dkepailitan dtersebut. (4)dDalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal pembelaan diri sebagaimana dimaksud dalam ayat (3). (2)dPemberhentian sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) langsung dilaporkan secara tertulis kepada Pembina dengan menyertakan alasannya. maka setiap anggota Pengurus secara tanggung renteng bertanggungjawab atas kerugian tersebut. dsetiap danggota dPengawas dsecara dtanggung drenteng bertanggungjawab atas kerugian tersebut. Mengusulkan pemberhentian sementara Pengurus kepada Pembina. b.

(3)dDalam melaksanakan dkewenangan dsebagaimana dimaksud dayat d(1) huruf dc. Melakukan tindakan atas nama Yayasan untuk kepentingan pribadi. Melaksanakan kegiatan sebagaiman tertuang dalam program kerja (2)dDalam melaksanakan dkewenangan sebagaimana dimaksud dayat d(1) huruf da. Pasal 27 Dalam dmelaksanakan dkewenangan dsebagaimana imaksud dpasal d(26). c. Seorang Bendahara. Seorang Sekretaris . dan/atau Pengawas Yayasan. Ekonomi dan Usaha. maka setiap anggota Pelaksana Kegiatan secara tanggung renteng bertanggungjawab atas kerugian tersebut. Pasal 29 (1)dApabila Yayasan mengalami kepailitan karena kesalahan atau kelalaian Pelaksana Kegiatan. dan e. Melakukan kegiatan yang secara nyata bisa merugikan Yayasan b. Pasal 28 (1)dPelaksana Kegiatan dilarang: a. Pesantren. dPelaksana Kegiatan mengangkat pegawai. Pembina. Seorang Wakil Sekretaris. Seorang Wakil Ketua. (5)dBidang kegiatan Yayasan meliputi: a. Sosial Kemasyarakatan. Pasal 26 (1)dPelaksana Kegiatan mempunyai kewenangan untuk: a. Menjabat pengurus partai politik yang bertentangan dengan dasar dan akidah Yayasan. Mengangkat dan memberhentikan pegawai b. (2)dLarangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b tidak berlaku dalam hal perjanjian tersebut bermanfaat bagi tercapainya maksud dan tujuan Yayasan. Pasal 25 (1)dYang dapat diangkat menjadi Pelaksana Kegiatan adalah orang perseorangan yang mampu melakukan perbuatan hukum. BAB III PELAKSANA KEGIATAN Pasal 24 (4)dPelaksana kegiatan dadalah dorang dperseorangan yang diberi dtugas untuk dmelaksanakan kegiatan dan/atau usaha Yayasan. serta . Mengadakan perjanjian dengan organisasi yang terafiliasi dengan Yayasan. 10 . c. atau seseorang yang bekerja pada Yayasan. e. b. c. dPelaksana Kegiatan mengusulkan kepada Pengurus untuk mendapatkan persetujuan dalam bentuk Surat Keputusan. (2)dPelaksana Kegiatan diangkat oleh Pengurus atas persetujuan Pembina untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 2 (dua) kali masa jabatan. Pendidikan. Seorang Ketua. Pengurus. b. dPelaksana dKegiatan menyusun petunjuk pelaksanaan. (3)dSusunan personalia pelaksana kegiatan minimal terdiri atas: a. Melibatkan kegiatan Yayasan dengan kegiatan partai politik . an kekayaan Yayasan tidak cukup untuk menutup kerugian akibat kepailitan tersebut. Menyusun program kerja yang berhubungan dengan pencapaian maksud dan tujuan kegiatan yang diamanatkan c.

b. maka Pengurus dan Pengawas secara tanggung renteng bertanggungjawab terhadap pihak yang dirugikan.(2)dAnggota dPelaksana dKegiatan dyang dapat dmembuktikan dbahwa dkepailitan dbukan dkarena kesalahan atau kelalaiannya tidak bertanggungjawab secara tanggung renteng atas kerugian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2)dPengurus dan Pengawas bertanggungjawab terhadap pengelolaan kekayaan dan keuangan Yayasan. (2)dApabila anggota yang berhenti sebagaimana dimaksud pasal (1) masih mempunyai tanggungan terhadap Yayasan. Pelaksana Kegiatan tersebut dapat diberhentikan sebelum masa jabatanya berakhir. dan b. DAN KEUANGAN Pasal 34 (1)dKekayaan dan keuangan Yayasan mencakup kekayaan dan keuangan yang dialokasikan untuk organ Yayasan. Laporan keadaan dan kegiatan Yayasan selama tahun buku yang lalu serta hasil yang telah dicapai. maka yang bersangkutan harus menyebutkan alasannya secara tertulis. Laporan keuangan yang terdiri atas laporan posisi keuangan pada akhir periode. Melampirkan laporan dari pelaksana kegiatan dan usaha Yayasan. baik berupa harta bergerak maupun tidak bergerak. dan dilaporkan kepada Pembina. c. maka berdasarkan keputusan Pengurus atas persetujuan Pembina. Pasal 35 (1)dLaporan dsebagaimana dimaksud dpasal d34 dayat d(3) ditandatangani doleh dPengurus dan Pengawas (2)dDalam hal terdapat Pengurus dan/atau Pengawas tidak menandatangani laporan sebagaimana imaksud ayat (1). c. yang ditugaskan kepada Bendahara Pengurus. Pasal 36 Dalam hal dokumen laporan tahunan ternyata tidak benar dan menyesatkan. (3)dLaporan sebagaimana dimaksud ayat (1) disahkan Pembina dalam rapat Pembina. KEKAYAAN. (4)dLaporan sebagaimana dimaksud ayat (3) sekurang-kurangnya memuat: a. b. Pasal 31 Pelaksana Kegiatan berhenti karena: a. laporan aktivitas. dan catatan laporan kuangan. Mengundurkan diri. penyelesaiannya diserahkan kepada Pembina. BAB IV PERTANGGUNGJAWABAN KEGIATAN. wajib: a. Menyerahkan semua inventaris Yayasan yang dibawa. Membuat laporan tertulis tentang hasil kerja yang menjadi tugasnya sampai dengan iberhentikannya anggota tersebut. dan . (3)dPengurus dan Pengawas menyusun laporan tahunan paling lambat 5 (lima) bulan terhitung mulai tahun buku Yayasan ditutup. Meninggal dunia. Diberhentikan. 11 . Pasal 33 Pelaksana Kegiatan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan kegiatan yang menjadi kewenangan an kewajibannya. Berakhir masa jabatan. laporan arus kas. Pasal 32 (1)dPelaksna Kegiatan yang diberhentikan atau mengundurkan diri. Pasal 30 Dalam hal Pelaksana Kegiatan selama menjalankan tugas melakukan tindakan yang oleh Pembina inilai merugikan Yayasan.

BAB V PENUTUP Pasal 37 (1)dSegala sesuatu yang belum cukup diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini diatur lebih lanjut oleh Pembina dan/atau Pengurus sesuai kewenangannya. (2)dAnggaran Rumah Tangga ini hanya dapat diubah oleh Rapat Gabungan Pembina dan Pengurus. 12 .