You are on page 1of 5

NAMA : ARIE GALIH NURFAUZI

NIM : 7001140002

KELAS : TM III A REGULER

TUGAS : PERPINDAHAN KALOR 2

Pengertian konveksi
Pengertian dari konveksi atau aliran adalah perpindahan panas yang disertai dengan
perpindahan partikel-partikel zat tersebut yang disebabkan oleh perbedaan massa jenis.

Berikut ini merupakan penjelasan tentang konveksi pada zat cair dan konveksi pada gas (udara).

a. Konveksi pada zat cair

Terjadinya konveksi pada zat cair dapat kita lihat saat memasak air. Pada saat air di
panaskan maka akan memuai, pemuaian ini dimulai dari air yang berada di bagian bawah yang
lebih dekat dengan nyala api. Ketika air di bagian bawah ini memuai, massa jenisnya akan
berkurang sehingga akan membuat air di bagian bawah tersebut bergerak naik
(keatas).Tempatnya digantikan oleh air yang suhunya lebih rendah, yang bergerak turun karena
massa jenisnya lebih besar. Untuk membuktikan kejadian seperti ini, dapat digunakan zat warna
agar gerakan air nampak jelas.

b. Konveksi pada gas (udara)

Peristiwa konveksi pada gas sama dengan konveksi pada zat cair. Konveksi pada gas,
misalnya udara terjadi ketika udara panas naik dan udara yang lebih dingin bergerak turun.
Gejala alam yang merupakan contoh dari perpindahan kalor secara konveksi adalah terjadinya
angin darat dan angin laut. Pada siang hari, daratan suhunya lebih cepat panas. Akibatnya udara
di atas daratan akan bergerak naik dan udara yang lebih dingin yang berada di atas laut bergerak
ke daratan karena tekanan udara di atas permukaan laut lebih besar daripada tekanan di atas
daratan.Hal ini menyebabkan terjadinya angin laut yang bertiup dari permukaan laut ke daratan.
Sebaliknya, pada malam hari daratan lebih cepat dingin daripada laut. Akibatnya udara panas di
atas laut bergerak naik dan tempatnya digantikan oleh udara yang lebih dingin dari daratan,
sehingga terjadi angin darat yang bertiup dari daratan ke lautan.
Ada dua jenis konveksi, yaitu konveksi alamiah dan konveksi paksa :
1. Konveksi Alamiah

Konveksi alamiah merupakan pergerakan fluida yang terjadi akibat perbedaan massa
jenis. Bagian fluida yang menerima kalor/dipanasi memuai dan massa jenisnya menjadi
lebih kecil, sehingga bergerak ke atas. Kemudian tempatnya akan digantikan oleh bagian
fluida dingin yang jatuh ke bawah karena massa jenisnya lebih besar.

2. Konveksi Paksa

Konveksi paksa adalah suatu proses pergerakan fluida yang langsung diarahkan
tujuannya oleh sebuah pompa atau blower.

Contoh peristiwa konveksi pada saat memanaskan air dengan cerek atau
ketel

Konveksi adalah perpindahan kalor pada suatu zat yang disertai perpindahan partikel-
partikel zat tersebut. Konveksi terjadi karena perbedaan massa jenis zat. Kamu dapat memahami
peristiwa konveksi, antara lain:

Pada zat cair karena perbedaan massa jenis zat, misal sistem pemanasan air, sistem aliran
air panas.Pada zat gas karena perbedaan tekanan udara, misal terjadinya angin darat dan angin
laut, sistem ventilasi udara, untuk mendapatkan udara yang lebih dingin dalam ruangan dipasang
AC atau kipas angin, dan cerobong asap pabrik.
Peristiwa konveksi pada saat memanaskan air dengan cerek atau ketel :

Memasak Air merupakan jenis Konveksi alamiah merupakan pergerakan fluida yang
terjadi akibat perbedaan massa jenis. Bagian fluida yang menerima kalor/dipanasi memuai dan
massa jenisnya menjadi lebih kecil, sehingga bergerak ke atas. Kemudian tempatnya akan
digantikan oleh bagian fluida dingin yang jatuh ke bawah karena massa jenisnya lebih besar.

Contoh peristiwa konveksi alamiah:

Memasak air:

V2

V1

Saat memasak air, ketika panci dipanaskan, volume molekul air bagian bawah yang
terkena panas akan mengembang (V1>V2) dan mengakibat massa jenisnya mengecil (𝜌1 > 𝜌2 ).
Hal tersebut mengakibatkan molekul air bagian bawah menjadi lebih ringan dan bergerak naik ke
atas, sedangkan molekul air yang berada di bagian atas (massa jenisnya lebih besar) akan
bergerak turun ke bawah menggantikan posisi molekul air sebelumnya.

Di dalam cerek atau ketel akan terjadi aliran air secara terus menerus selama pemanasan,
hal ini disebabkan karena perbedaan massa jenis zat. Air yang menyentuh bagian bawah gelas
kimia tersebut dipanasi dengan cara konduksi. Akibat air menerima kalor, maka air akan memuai
dan menjadi kurang rapat. Air yang lebih rapat pada bagian atas itu turun mendorong air panas
menuju ke atas. Gerakan ini menimbulkan arus konveksi. Pada bagian zat cair yang dipanaskan
akan memiliki massa jenis menurun sehingga mengalir naik ke atas. Pada bagian tepi zat cair
yang dipanaskan konveksi yang terjadi seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.
Pada bagian tengah zat cair yang dipanaskan, konveksi yang terjadi seperti ditunjukkan pada
gambar berikut

Besaran-besaran fisis pada perpindahan kalor konveksi

Gambar Rambatan Kalor di dalam fluida

Apabila ada sebuah silinder yang diisi suatu fluida dan dua sisi yang berhadapan dari
silinder suhunya berbeda, akan terjadi aliran kalor dari dinding yang bersuhu Ta ke dinding yang
bersuhu Tb. Besarnya kalor yang merambat tiap satuan waktu, dapat dituliskan sebagai berikut.

𝑄
= ℎ 𝐴 ∆𝑇
𝑡
Q = kalor yang dipancarkan benda ( J)

t = selang waktu yang diperlukan (s)

h = koefisien konveksi termal (J. m−2 .s −1 . K −1 )

A = luas penampang aliran (m2 )

ΔT = perbedaan temperatur antara kedua tempatfluida mengalir (K)

Besarnya koefisien konveksi termal dari suatu fluida bergantung pada bentuk dan
kedudukan geometrik permukaan-permukaan bidang aliran serta bergantung pula pada sifat
fluida perantaranya.