You are on page 1of 18

TUGAS

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

TENTANG NEGARA HUKUM DAN HAM

Kelompok : 6

Kelas : B

Nama Kelompok : 1. Arif Kunta Exsprada – 122140018
2. Neni Sintia Wijaya – 122140102
3. Rastra Wijaya k – 122140165
4. M Affan Alhanif – 122140172
5. Wefi Ardiyanto – 122140174

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2017

Bagaimana Konsep Dasar Negara Hukum Indonesia? 4. golongan. Sejak memasuki era reformasi. jabatan. Pendahuluan Hak Asasi Manusia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang wajib dihormati. hukum. para pendiri negeri ini mencantumkan prinsip-prinsip HAM dalam Konstitusi RI (Undang-undang Dasar 1945 dan Pembukaannya) sebagai pedoman dan cita-cita yang harus dilaksanakan dan dicapai. Apa yang dimaksud Negara hukum? 2. termasuk menciptakan hukum positif. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Oleh karena itu. Indonesia telah melakukan upaya pemajuan HAM.Penegakan HAM yang kuat terjadi ketika bangsa ini memperjuangkan hak asasinya. BAB I PENDAHULUAN 1. pemerintah. Kasus pelanggaran HAM di Indonesia memang masih banyak yang belum terselesaikan dan tuntas sehingga diharapkan perkembangan dunia HAM di Indonesia dapat terwujud ke arah yang lebih baik. yaitu: “kemerdekaan”. Rumusan masalah 1. 2. Apa Unsur-unsur. Ciri-ciri. Para pendiri negeri ini telah merasakan sendiri bagaimana penderitaan yang dialami karena hak asasinya diinjak-injak oleh penjajah. dan lain sebagainya. Makalah ini akan memperdalam pengetahuan kita tentang HAM dan kaitan antara HAM dan Negara Hukum. yang telah berabad-abad dirampas oleh penjajah. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. tidak mengherankan setelah berhasil mencapai kemerdekaan. Salah satu tokoh HAM di Indonesia adalah Munir yang tewas dibunuh di atas pesawat udara saat menuju Belanda dari Indonesia. Bagaimana Indonesia sebagai Negara Hukum? . Oleh karena itu sebagai warga negara yang baik kita seharusnya menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia tanpa membeda-bedakan status. keturunan. dan Tujuan Hukum? 3.

Nilai manfaat dari penulis 1. Apa pengertian dan ruang lingkup Hak Asasi Manusia ? 6. Apa saja pelanggaran Hak Asasi Manusia ? 3. Bagaimana perkembangan Hak Asasi Manusia di Indonesia ? 7. 2. 5. 4. Dapat mengetahui sumber hukum tentang penegakan Hak Asasi Manusia 3. sehingga saling menghormati karna adanya penegakan HAM. Tidak terjadi kesemena-mena an antar manusia. Dapat memecahkan permasalahan tentang HAM yang ada di Indonesia. Mengerti tentang hukum yang berlaku di Negara Indonesia 5. Tidak melanggar apa yang sudah di tetapkan dalam UUD .

maka muncul istilah baru yang lebih populer sekarang yaitu human rights Di Amerika Serikat dikenal dengan sebutan Civil Rights. Egalite. Secara terminologi istilah ini artinya adalah Hak-Hak Manusia. secara pengertian masih memiliki makna yang sama. Hak kebebasan untuk bergerak. Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat. hukum. . yang berpedoman kepada teori hukum alam bahwa. Di Indonesia hak-hak manusia pada umumnya lebih dikenal dengan istilah “hak asasi” sebagai terjemahan dari basic rights (Inggris) dangrondrechten (Belanda). Perancis menyebutnya: Droit de L’ Homme. Secara umum Hak Asasi Manusia dapat diartikan sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. bepergian dan berpindah-pndah tempat. Istilah hak-hak asasi secara monumental lahir sejak keberhasilan Revolusi Perancis tahun 1789 dalam “Declaration des Droits de L’homme et du Citoyen” (hak-hak asasi manusia dan warga negara Perancis). BAB II PEMBAHASAN 2. tetapi akhirnya tidak diterima.1 HAM ( Hak Asasi Manusia ) Hak Asasi Manusia atau sering kita sebut sebagai HAM adalah terjemahan dari istilah human rights atau the right of human. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. Adapun jenis – jenis Hak Asasi Manusia yang dikenal di dunia adalah sebagai berikut: 1. atau bisa juga disebut hak-hak fundamental (civil rights). Namun dibalik beragamnya sebutan untuk Hak Asasi Manusia. Perkembangan zaman dalam arti perubahan peradaban manusia dari masa ke masa. Pemerintah dan setiap orang. dengan semboyan Liberte. Istilah HAM berkembang sesual dengan perkembangan zaman. Istilah ini kemudian diganti dengan the rights of man. Belanda: Menselijke Rechten. 3. Fraternite. Hak asasi pribadi / Personal Right: 2. Pada mulanya dikenal dengan sebutan natural rights (hak-hak alam). Namun dalam beberapa literatur pemakaian istilah Hak Asasi Manusia (HAM) lebih sering digunakan dari pada pemakaian Hak-hak Manusia. segala sesuatu berasal dari alam termasuk HAM. Setelah PD II dan terbentuknya PBB. demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. karena tidaak mewakili hak-hak wanita.

juga memuat jaminan perlindungan atas Hak Asasi Manusia. Dr. Hak menentukan.H. Hak asasi sosial budaya / Social Culture Right: b. Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi. Hak membuat dan mendirikan parpol / partai politik dan organisasi politik lainnya. Hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan. Hak kebebasan untuk memiliki susuatu. iii. Hak Asasi Peradilan / Procedural Rights: b. d. Hak kebebasan melakukan kegiatan jual beli.4. Hak asasi politik / Political Right: B. d. dalam tulisannya Demokrasi dan Hak Asasi Manusia. Sementara itu. Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan C. Jimly Asshiddiqie. Hak kebebasan untuk memilih. Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan. f. a. Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan. 5. Hak untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil / PNS. setidaknya dapat dirangkum materi perlindungan Hak Asasi Manusia seperti berikut ini: 1. penahanan dan penyelidikan di mata hukum. dan menjalankan agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing. penangkapan. memeluk. A. dari konstitusi kita. c. iv. Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa. S. Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. dalam konstitusi kita UUD 1945. Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan. Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak. e. E. Hak mendapat layanan dan perlindungan hukum. c. c. Menurut Prof. Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan. i. Hak mendapatkan pengajaran. Hak azasi Ekonomi / Property Rigths: b. memilih dan mendapatkan pendidikan. Hak azasi hukum / Legal Equality Right: ii. hutang-piutang. a. Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak. Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat. . a. dll. D.

12. Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya. Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. memperoleh. 9.2. Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. 11. memimih pekerjaan. Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. mengolah. berkumpul. Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. menyim-pan. 14. Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. serta berhak kembali. bertempat tinggal. memiliki. memilih pendidikan dan pengajaran. dan mengeluarkan pendapat. dan harta benda yang di bawah kekuasaannya. Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. 3. 4. 13. 8. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat. keluarga. Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun. 5. memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya. tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi . Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya serta berhak untuk mencari. . 7. sesuai dengan hati nuraninya. menyatakan pikiran dan sikap. 10. martabat. kehormatan. memilih kewarganegaraan. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. 6.

diatur dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. perlindungan. berbangsa. Perlindungan. 27. 19. 26. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara. bangsa dan negaranya. 16. Negara.15. terutama pemerintah. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin peng- . pemajuan. Untuk menjamin pelaksanaan Pasal 4 ayat (5) tersebut di atas. Negara menjamin penghormatan atas identitas budaya dan hak masyarakat tradisional selaras dengan perkem¬bangan zaman dan tingkat peradaban bangsa. hak untuk tidak disiksa. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut. dan bernegara. 24. jaminan. Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. 20. dan menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk dan menjalankan ajaran agamanya. hak untuk tidak diperbudak. hak beragama. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. 21. menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis. Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. penegakan. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. tidak dapat mengurangi hak setiap orang untuk hidup. Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. 22. Untuk memajukan. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. Setiap orang berhak atas pengakuan. 23. 18. dalam keadaan apapun. dibentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang bersifat independen menurut ketentuan yang diatur dengan undang-un- dang. 25. dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. Negara menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moral kemanusiaan yang diajarkan oleh setiap agama. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. seni dan budaya. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. 17. Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat.

dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. M. Jika ke-27 ketentuan yang sudah diadopsikan ke dalam Undang-Undang Dasar diperluas dengan memasukkan ele men baru yang ber sifat menyempurnakan rumusan yang ada. I. Setiap orang berhak akan status kewarganegaraan. Kelompok Hak-Hak Sipil yang dapat dirumuskan men jadi: A. akuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. Setiap orang berhak bebas dari segala bentuk perlakuan diskriminatif dan berhak mendapatkan perlin dungan hukum dari perlakuan yang bersifat diskriminatif tersebut. mempertahankan hidup dan kehidupannya. E. tidak manusiawi dan merendahkan martabat kemanusiaan. C. lalu dikelompokkan kembali sehingga mencakup ketentuan-ketentuan baru yang belum dimuat di dalamnya. H. B. D. Setiap orang berhak memperoleh suaka politik. G. negara tidak dapat mengurangi arti hak-hak yang ditentukan dalam Kelompok 1 “a” sampai dengan “h”. Setiap orang berhak untuk hidup. Setiap orang berhak untuk bebas dari segala bentuk perbu dakan. perlakuan atau penghukuman lain yang kejam. Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya. F. Setiap orang berhak untuk bebas memiliki keyakinan. keamanan. Terhadap hak-hak sipil tersebut. J. Setiap orang berhak untuk diakui sebagai pribadi di ha dapan hukum. maka ru mus an hak asasi manusia dalam Un dang-Undang Dasar da pat mencakup empat kelompok materi sebagai berikut: 1. nilai-nilai agama. Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan. Setiap orang berhak untuk bebas bertempat tinggal di wi layah negaranya. pikiran dan hati nurani. dalam keadaan apa pun atau bagaimanapun. K. Setiap orang berhak atas perlakuan yang sama di ha dapan hukum dan pemerintahan. Namun. ke tentuan tersebut tentu tidak di mak sud dan tidak dapat diartikan atau digunakan seba gai dasar untuk membebaskan seseorang dari penuntutan atas pelanggaran hak asasi manusia yang berat . L. Setiap orang berhak untuk membentuk keluarga dan melan jutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. meninggalkan dan kembali ke negaranya. Setiap orang berhak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut.

Kelompok Hak-Hak Khusus dan Hak Atas Pembangunan . G. seni dan budaya untuk peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan umat manusia. D. Setiap orang berhak untuk memperoleh dan memilih pekerjaan yang sah dan layak bagi kemanusiaan. I. dan mendapat perlakuan yang layak dalam hubungan kerja yang berkeadilan. berkumpul dan menyatakan pendapatnya secara damai.yang diakui menurut ketentuan hukum Internasional. H. L. Setiap warga negara berhak untuk berserikat. F. mendapat imbalan. Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi. B. Ekonomi. Justru di sini lah letak kontro versi yang timbul setelah ketentuan Pasal 28I Perubahan Kedua UUD 1945 disahkan beberapa waktu yang lalu. Kelompok Hak-Hak Politik. Setiap warga negara berhak untuk memilih dan dipilih dalam rangka lembaga perwakilan rakyat. E. Negara menjamin penghormatan atas identitas budaya dan hak-hak masyarakat lokal selaras dengan perkembangan zaman dan tingkat peradaban bangsa . K. Pembatasan dan penegasan ini penting untuk memas tikan bahwa ketentuan tersebut tidak dimanfaatkan secara semena-mena oleh pihak-pihak yang berusaha membebaskan diri dari ancaman tuntutan. Sosial dan Budaya: A. Negara menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moral kemanusiaan yang diajarkan oleh setiap agama. Setiap orang berhak untuk bekerja. M. Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi. 2. 1. Setiap warga negara dapat diangkat untuk menduduki jabatan-jabatan publik. dan menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk dan menjalankan ajaran agamanya . Setiap warga negara berhak atas jaminan sosial yang dibutuhkan untuk hidup layak dan memungkinkan pengembangan dirinya sebagai manusia yang ber-martabat. Negara mengakui setiap budaya sebagai bagian dari kebudayaan nasional. Setiap orang berhak untuk memperoleh dan memilih pendi¬dikan dan pengajaran. Setiap orang berhak mengembangkan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. J. C.

perhatian dan perlindungan orangtua. setiap orang wajib tunduk pada pembatasan yang dite tap kan oleh undang-undang dengan maksud semata-ma ta untuk menjamin pengakuan dan penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain serta untuk meme nuhi tuntutan keadilan sesuai dengan nilai-nilai aga ma. masyarakat dan negara bagi pertumbuhan fisik dan mental serta per-kembangan pribadinya. moralitas dan kesusilaan. pema juan. B. F. Kebijakan. tidak termasuk dalam pe nger tian diskriminasi sebagaimana ditentu kan dalam Pasal 1 ayat (13). perlakuan atau tindakan khusus yang ber sifat sementara dan dituangkan dalam peraturan per undangan-un dangan yang sah yang dimaksudkan untuk menyetarakan tingkat perkembangan kelom pok tertentu yang pernah me nga lami perlakuan dis krimi nasi dengan kelompok-kelompok lain dalam masya rakat. G. Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. 1. D. Negara bertanggungjawab atas perlindungan. E. Setiap anak berhak atas kasih sayang. Setiap warga negara yang menyandang masalah sosial. C. termasuk kelompok masyarakat yang terasing dan yang hidup di lingkungan terpencil. Setiap warga negara berhak untuk berperan serta dalam pengelolaan dan turut menikmati manfaat yang diperoleh dari pengelolaan kekayaan alam. penegakan. A. Hak khusus yang melekat pada diri perempuan yang dikarenakan oleh fungsi reproduksinya dijamin dan dilindungi oleh hukum. keluarga. Setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat. Tanggungjawab Negara dan Kewajiban Asasi Manusia A. berbangsa. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. berhak men-dapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan yang sama. dan perlakuan khusus sebagaimana di ten tukan dalam ayat (1) pasal ini. dan pemenuhan hak-hak asasi ma nusia. B. Hak perempuan dijamin dan dilindungi untuk mencapai kesetaraan gender dalam kehidupan nasional. keamanan dan keter tib an umum dalam masyarakat yang demokratis. . C. dan bernegara.

Perkembangan Negara Hukum sudah terjadi sejak jaman Plato dan Aristoteles. dan untuk mengatur hukum itu dibutuhkan konstitusi yang memuat aturan-aturan dalam hidup bernegara. 2. Dalam filsafatnya. Di Daratan Eropa (menurut paham Eropa Kontinental) Diawali pendapat dari Immanuel Kant yang mengartikan Negara Hukum adalah Negara Hukum Formal (Negara berada dalam keadaan statis atau hanya formalitas yang biasa disebut dengan . Menurut Plato yang kemudian dilanjutkan oleh Aristoteles. konsepsi Negara Hukum telah banyak mengalami perubahan yang mengilhami para filsuf dan para pakar hukum untuk merumuskan apa yang dimaksud dengan Negara Hukum dan hal-hal apa saja yang harus ada dalam konsep Negara Hukum. dibentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang bersifat independen dan tidak memihak yang pem bentukan. susunan dan kedu dukannya diatur dengan undang-undang. hukum yang bukan merupakan paksaan dari penguasa melainkan sesuai dengan kehendak warga Negara. 3. Cita-cita untuk mengejar kebenaran (idée der warhead). Cita-cita manusia untuk mengejar keindahan (idee der schonheid). D. Cita-cita untuk mengejar keadilan (idée der gorechtigheid). Untuk menjamin pelaksanaan hak asasi manusia.2 Negara Hukum Istilah Negara Hukum baru dikenal pada Abad XIX tetapi konsep Negara Hukum telah lama ada dan berkembang sesuai dengan tuntutan keadaan. Dimulai dari jaman Plato hingga kini. Cita-cita untuk mengejar kesusilaan (idée der zodelijkheid). keduanya menyinggung angan-angan (cita-cita) manusia yang berkorespondensi dengan dunia yang mutlak yang disebut : 1. keadilan dapat berupa komunikatif (menjalankan keadilan) dan distribusi (memberikan keadilan). bahwa hukum yang diharapkan adalah hukum yang adil dan dapat memberikan kesejahteraan bagi msyarakat. Jaman Plato dan Aristoteles Plato dan Aristoteles mengintrodusir Negara Hukum adalah negara yang diperintah oleh negara yang adil. 2. Menurut Aristoteles. yaitu: 1. 1. Perkembangan konsep Negara Hukum dapat dibagi dalam 3 (tiga) bagian. 4. Plato dan Aristoteles menganut paham filsafat idealisme.

artinya selain menjamin hak-hak individu konstitusi harus pula menentukan cara procedural untuk memperoleh perlindungan atas hak-hak yang dijamin. 4.  Pendidikan Kewarganegaraan. Stahl kemudian ditinjau ulang oleh International Commision of Jurist pada Konferensi yang diselenggarakan di Bangkok tahun 1965.  Kebebasan menyatakan pendapat.J. Prinsip-prinsip jaminan dan perlindungan terhadap HAM. Stahl. 3.  Badan Kehakiman yang bebas dan tidak memihak. Pengakuan terhadap hak-hak asasi manusia. artinya :  Kedudukan peradilan haruslah independen tetapi tetap membutuhkan pengawasan baik internal dan eksternal.  Pemilihan Umum yang bebas. Indonesia. prinsip ini dapat diterima secara umum. 44 Tahun 2000 tentang Komisi Ombudsman) yaitu Lembaga Pengawas Eksternal terhadap Lembaga Negara serta memberikan perlindungan hukum . F. Pemerintahan berdasarkan undang-undang.Negara Penjaga Malam /Nachtwakestaat).J. Prinsip-prinsip itu adalah : 1. dalam Seminar Nasional Indonesia tentang Indonesia Negara Hukum Pada tahun 1966 di Jakarta diadakan Seminar Nasional Indonesia tentang Indonesia Negara Hukum. Yang mana salah satu hasil Seminar adalah dirumuskannya prinsip-prinsip Negara Hukum yang menurut pemikiran saat itu. 2. Prinsip peradilan yang bebas dan tidak memihak. kalangan ahli hukum Eropa Kontinental memberikan ciri-ciri Negara hukum (rechtstaat) sebagai berikut : 1. 2.  Pengawasan eksternal salah satunya dilaksanakan oleh Komisi Ombudsman (dibentuk dengan Keppres No.  Kebebasan berserikat/berorganisasi dan beroposisi. 1. Pemisahan kekuasaan Negara. yang memberikan ciri-ciri sebagai berikut :  Perlindungan konstitusional. Adanya Peradilan Administrasi. Perumusan ciri-ciri Negara Hukum yang dilakukan oleh F.

2. 4. Membatasi kekuasaan dan wewenang organ-organ negara. Stahl. 2.3 Hubungan Negara Hukum dan Hak Asasi Manusia Perumusan ciri-ciri Negara Hukum yang dilakukan oleh F. Badan Kehakiman yang bebas dan tidak memihak. Kepastian hukum menjadi makin dianggap penting bila dikaitkan dengan ajaran negara berdasar atas hukum. Adanya jaminan terhadap hak-hak asasi manusia (warganya). tidak berdasar atas kekuasaan belaka (Machtsstaat) dan Pemerintahannya berdasar atas sistem konstitusi (hukum dasar). Menurut Montesqueu. Menurut Sri Soemantri yang terpenting dalam Negara hukum . Sarjana Eropa Kontinental menyebutnya dengan Rechsstaat. 2. artinya selain menjamin hak-hak individu konstitusi harus pula menentukan cara procedural untuk memperoleh perlindungan atas hak-hak yang dijamin. Perlindungan konstitusional. termasuk proses berperkara di Pengadilan mulai dari perkara diterima sampai perkara diputus. yang kemudian ditinjau ulang oleh International Commision of Jurist pada Konferensi yang diselenggarakan di Bangkok tahun 1965. yaitu : 1. Telah menjadi pengetahuan klasik dalam ilmu hukum bahwa hukum tertulis dipandang lebih menjamin kepastian hukum dibandingkan dengan hukum tidak tertulis.J. . Adanya pengawasan dari badan-badan peradilan (rechterlijke controle). Istilah negara hukum ada yang menyebutnya dengan Rechsstaat dan ada pula disebut dengan Rule of Law. yang memberikan ciri-ciri sebagai berikut: 1. tidak bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas). Adanya pembagian kekuasaan dalam Negara. Sarjana Hukum Anglo Saxon (Inggeris dan Amerika) menyebutkan negara hukum dengan Rule of Law. Disamping itu salah satu tujuan Negara Hukum adalah memperoleh setinggi-tingginya kepastian hukum (rechtzeker heid) bagi warganya. negara yang paling baik ialah negara hukum sebab di dalam konstitusi di banyak negara mempunyai tiga inti pokok yaitu: Perlindungan HAM. terhadap publik. Bahwa pemerintahan dalam menjalankan tugas dan kewajibannya harus berdasarkan hukum atau peraturan perundang-undangan. Ditetapkannya ketatanegaraan suatu negara. 3. Jadi dapat disimpulkan bahwa negara yang berdasar atas hukum (Rechtsstaat).

Pemilihan Umum yang bebas. dan ratifikasi yang telah dilakukan terhadap sejumlah instrumen HAM intemasional. Seperti dijelaskan di atas. Artinya Indonesia sebagai Negara Hukum amatlah menghormati prinsip – prinsip penegakan HAM. Prinsip-prinsip jaminan dan perlindungan terhadap HAM. jelaslah bahwa sebuah Negara Hukum haruslah memiliki ciri atau syarat mutlak bahwa negara itu melindungi dan menjamin Hak Asasi Manusia setiap warganya. 6. 1. Prinsip peradilan yang bebas dan tidak memihak. Dilihat dari segi hukum dan konstitusi. . Yang mana salah satu hasil Seminar adalah dirumuskannya prinsip- prinsip Negara Hukum yang menurut pemikiran saat itu. tekad bangsa Indonesia untuk menegakkan HAM tercermin dari berbagai ketentuan yang tertuang dalam Pembukaan Undang- undang Dasar 1945 (UUD 45) dan Pancasila. Dengan demikian jelas sudah keterkaitan antara Negara hukum dan Hak Asasi Manusia.3. Dalam Pembukaan UUD 45 dengan tegas dinyatakan bahwa “pejajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. 2. 4. dimana Negara Hukum wajib menjamin dan melindungi Hak Asasi Manusia setiap warganya. prinsip ini dapat diterima secara umum. Kebebasan berserikat/berorganisasi dan beroposisi. dalam Undang-undang Dasar yang telah di amandemen. Kebebasan menyatakan pendapat. Undang-undang Nomor 26/2000 tentang Pengadilan HAM. Undang-undang Nomor 39/1999 tentang HAM. Pendidikan Kewarganegaraan.4 Indonesia dan Hak Asasi Manusia Pada tahun 1966 di Jakarta diadakan Seminar Nasional Indonesia tentang Indonesia sebagai Negara Hukum. 2. 5. Prinsip-prinsip itu adalah: 1.

ekonomi. Konvensi Penghapusan Diskriminasi Ras (CERD). serta yang terdapat dalam berbagai instrument hukum lainnya yang mengatur hak asasi manusia yang telah disahkan dan atau diterima negara Republik Indonesia. juga berisi bab-bab mengenai kewajiban dasar manusia. maka penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan”. diratifikasi dengan UU No. Hal ini berarti adanya “freedom to be free”. Sejumlah (14) konvensi ILO (Hak pekerja). diratifikasi dengan UU No. sosial dan budaya.36/1990. 4. 7. Pembentukan konstitusi ini merupakan bentuk tanggung jawab bangsa Indonesia sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). pasal 28 telah dirubah menjadi bab tersendiri yang memuat 10 pasal mengenai Hak Asasi Manusia. Hal ini terbukti dari pernyataan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 dalam pembukaannya di Alinea pertama yang menyatakan bahwa “ kemerdekaan ialah hak segala bangsa. Dalam Undang-undang Nomor 39/1999 tentang HAM telah dimuat hak asasi manusia yang tercantum dalam instrumen utama HAM internasional. 5. konvensi hak perempuan. Konvensi HAK Anak (CRC). 3. diratifikasi dengan UU No.29/1999. Dalam Undang-undang Nomor 26/2000 tentang Pengadilan HAM khususnya dalam Bab III dinyatakan bahwa Pengadilan HAM bertugas dan berwenang memeriksa dan memutuskan perkara pelanggaran HAM berat. diratifikasi dengan Keppres No. Konvensi Penghapusan segala bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW). Konvensi Anti Penyiksaan (CAT). Indonesia juga telah meratifikasi sejumlah konvensi HAM internasional. Undang-undang ini selain memuat mengenai HAM dan kebebasan dasar manusia. Konvensi hak.7 /1984. dan pengakuan atas .5/1998. 8. Dalam amandemen kedua UUD 1945. 9.2. Konvensi hak sipil dan politik. Selain itu pembentukannya juga mengandung suatu misi mengemban tanggung jawab moral dan hukum dalam menjunjung tinggi dan melaksanakan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang ditetapkan oleh PBB sebagai Negara Hukum. Perlindungan Hak Asasi Manusia sudah menjadi asas pokok dalam kehidupan bernegara di Indonesia. konvensi hak anak dan konvensi anti penyiksaan. partisipasi masyarakat dan pengadilan HAM. yaitu kebebasan untuk merdeka. 10. yaitu : Deklarasi Universal HAM. Komnas HAM. di antaranya yang terpenting adalah: 6.

.bahasa. seperti pada pasal 27 ayat (1).agama. Begitu juga dengan beberapa pasal yang mengistilahkan “setiap warga Negara / tiap-tiap warga Negara”.dimana setiap orang memiliki hak yang sama dimata hukum. pasal 30 ayat (1).pasal 31 ayat (1) Padahal yang dimaksudkan sebagai prinsip universal adalah ketentuan hak yang berlaku bagi semua orang. (2). hal ini dibuktikan dari pernyataan di dalam pembukaannya yaitu: “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia ”Hal ini berarti Negara hanya bertanggung jawab kepada hak dari seluruh warga Indonesia saja. Prinsip-prinsip HAM secara keseluruhannya sudah tercakup didalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. namun prinsip universalitas tidak keseluruhannya terkandung dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945..kedudukan maupun status lainnya. bukan terbatas pada wilayah tertentu.perikemanusiaan telah menjelaskan bahwa Bangsa Indonesia mengakui akan adanya hak asasi manusia. Prinsip universalitas yang merupakan bentuk menyeluruh. artinya setiap orang / tiada seorangpun tanpa memandang ras.

Negara hukum dengan penegakan HAM ibarat dua sisi mata uang dengan sisi yang berbeda. HAM di Indonesia untuk mewujudkan penghormatan dan penegak HAM yang kuat ketika bangsa ini memperjuangkan hak asasinya. Negara Hukum dan HAM tidak bisa dipisahkan. Negara hukum adalah Negara yang berdasar atas hukum (Rechtsstaat). yang telah berabad-abad dirampas oleh penjajah. . BAB III KESIMPULAN HAM / Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. tidak mengherankan setelah berhasil mencapai kemerdekaan. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. pemerintah. Oleh karena itu. Hak Asasi Manusia juga dapat dipandang sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk TUHAN YANG MAHA ESA dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. para pendiri negeri ini mencantumkan prinsip-prinsip HAM dalam Konstitusi RI (Undang-undang Dasar 1945 dan Pembukaannya) sebagai pedoman dan cita-cita yang harus dilaksanakan dan dicapai. tidak berdasar atas kekuasaan belaka (Machtsstaat) dan Pemerintahannya berdasar atas sistem konstitusi (hukum dasar). pemerintah. hukum. Indonesia sebagai Negara Hukum telah menetapkan pengertian HAM yang sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Undang-undang nomor 39/1999 yaitu Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan YANG MAHA ESA dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. yaitu: “kemerdekaan”. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. hukum. tidak bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas).

blogspot.org/wiki/Negara_hukum https://fikkyariefsetiawan.com/2015/03/18/penjelasan-macam-macam-hak-asasi- manusia-ham/ https://byantibyan.html .id/2015/10/makalah-ham.DAFTAR PUSTAKA https://id.wordpress.wikipedia.com/2014/11/03/makalah-indonesia-sbg-negara-hukum/ http://wwwmakalahkimiadasar.co.wordpress.