You are on page 1of 17

POLA TATA KELOLA

PUSKESMAS WATES KABUPATEN KULON PROGO

Disusun Oleh: Tim Persiapan BLUD Puskesmas Wates

b. Pengertian Pola Tata Kelola Berdasarkan pasal 13 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Pengelompokan fungsi yang logis. struktur. Merupakan azas keterbukaan yang dibangun atas dasar kebebasan arus informasi agar informasi secara langsung dapat diterima bagi yang membutuhkan. Merupakan kejelasan fungsi. menggambarkan pembagian yang jelas dan rasional antara fungsi pelayanan dan fungsi pendukung yang sesuai dengan prinsip pengendalian intern dalam rangka efektifitas pencapaian organisasi. pola tata kelola merupakan peraturan internal Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Unit Kerja yang akan menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan (PPK) BLUD. 2) Akuntabilitas. pembagian tugas. yang memuat antara lain: a. . Selanjutnya dalam pasal 31 dan 32 Permendagri Nomor 61 Tahun 2007 disebutkan. sistem yang dipercayakan pada BLUD agar pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan. Prosedur kerja. efektif. d. c. dan wewenang dalam organisasi. tanggung jawab. merupakan pengaturan dan kebijakan yang jelas mengenai sumber daya manusia yang berorientasi pada pemenuhan secara kuantitatif dan kualitatif/kompeten untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi secara efisien. menggambarkan hubungan dan mekanisme kerja antar posisi jabatan dan fungsi dalam organisasi. fungsi. 1 PENDAHULUAN A. B. Prinsip-prinsip Tata Kelola Prinsip-prinsip tata kelola BLUD sebagaimana disebutkan dalam pasal 31 ayat (2) dan pasal 33 Permendagri Nomor 61 Tahun 2007 terdiri dari: 1) Transparansi. BLUD beroperasi berdasarkan pola tata kelola atau peraturan internal. dan produktif. Struktur organisasi. menggambarkan posisi jabatan. Pengelolaan sumber daya manusia.

serta disesuaikan dengan fungsi. akuntabilitas. Merupakan kesesuaian atau kepatuhan dalam pengelolaan organisasi terhadap prinsip bisnis yang sehat serta perundang-undangan. C. Memaksimalkan nilai Puskesmas dengan cara menerapkan prinsip keterbukaan. dapat dipercaya dan bertanggung jawab. Perubahan Pola Tata Kelola Pola Tata Kelola Puskesmas ini akan direvisi apabila terjadi perubahan terhadap peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pola tata kelola Puskesmas sebagaimana disebutkan di atas. 3) Responsibilitas. E. Mendorong agar organ Puskesmas dalam membuat keputusan dan menjalankan kegiatan senantiasa dilandasi dengan nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sumber Referensi Pola Tata Kelola 1) Permendagri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan BLUD 2) Kepmenkes No 128/Menkes/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) 3) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 741/Menkes/PER/VII/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota 4) Kepmenkes No. dan kewenangan organ Puskesmas serta perubahan lingkungan. serta memberdayakan fungsi dan peningkatan kemandirian organ Puskesmas. b. Meningkatkan kontribusi Puskesmas dalam mendukung kesejahteraan umum masyarakat melalui pelayanan kesehatan. . transparan dan efisien. serta kesadaran atas adanya tanggung jawab sosial Puskesmas terhadap stakeholder. tanggung jawab. 1202/Menkes/SK/VIII/2003 tentang Indikator Indonesia Sehat Tahun 2010 5) Perda Nomor 22 tahun 2007 tentang Retribusi Pelayanan pada UPTD Puskesmas 6) Perbub Kulon Progo Nomor 53 Tahun 2010 tentang Standarisasi Harga Barang dan Jasa 7) Praktik-praktik terbaik (best practices) penerapan etika bisnis dalam dunia usaha. d. Tujuan Penerapan Tata Kelola Pola Tata Kelola yang diterapkan pada Badan Layanan Umum Daerah Puskesmas bertujuan untuk: a. Merupakan kemandirian pengelolaan organisasi secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh atau tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip bisnis yang sehat. D. Mendorong pengelolaan Puskesmas secara profesional. 4) Independensi. c.

Subbag Tata Usaha Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas mempunyai tugas Menyelenggarakan penyusunan program kerja. 3. .2 Struktur organisasi & Uraian Tugas Struktur organisasi Puskesmas ditetapkan berdasarkan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 5 tahun 2008 tentang Struktur Organisasi pada UPTD Puskesmas. administrasi keuangan dan kepegawaian. Kepala UPTD Kepala UPTD dalam melaksanakan tugas bertanggung jawab kepada Kepala Dinas 2. Kelompok Jabatan Fungsional Umum mempunyai tugas melaksanakan dan mengembangkan pelayanan klinik dan pelayanan kesehatan lainnya. 84 Tahun 2008 tentang Uraian Tugas pada UPTD Puskesmas sebagai berikut : 1. Adapun struktur organisasi Puskesmas Wates terdiri dari : 1. Jabatan Fungsional Umum b. Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas UPTD Puskesmas sesuai dengan keahlian dan kebutuhan. Unsur Pembantu Pimpinan : Sub. Unsur Pelaksana : a. Urusan perumahtanggaan. Bagan struktur organisasi Puskesmas Wates dapat dilihat pada Lampiran 1. Jabatan Fungsional Tertentu Tenaga fungsional yang ada di Puskesmas Wates terdiri dari :  Dokter Umum  Perawat Umum  Dokter Gigi  Perawat Gigi  Bidan  Analis Laboratorium  Nutrisionis  Asisten Apoteker  Sanitarian  Penyuluh Kesehatan Masyarakat  Rekam Medis  Epidemiolog Uraian tugas pada UPTD Puskesmas Wates berdasarkan pada Perbub No. 4. Bag Tata 3. Unsur Pimpinan : Kepala UPTD Puskesmas 2. ketatausahaan. perlengkapan.

3 Prosedur Kerja Prosedur Kerja pada Puskesmas Wates meliputi : 1. Protap Pelayanan Obat 7. Protap Imunisasi Uraian Prosedur Kerja tiap-tiap unit pelayanan dapat dilihat pada Lampiran 2. Protap Rekam Medis 6. Protap BP Gigi 3. Protap Laboratorium 5. . Protap BP Umum 2. Protap BP KIA – KB 4.

Upaya Kesehatan sekolah b. Program Pemberantasan Penyakit Menular f. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut c. meliputi: a. Upaya kesehatan wajib.4 Pengelompokan fungsi Fungsi Puskesmas Wates terdiri dari 2 kelompok besar yaitu : A. Fungsi Penunjang Fungsi Penunjang merupakan fungsi yang mendukung pelaksanaan kedua upaya kesehata tersebut di atas diantaranya adalah : 1. Program Pengobatan Dasar 2. Pelayanan Konseling : Gizi dan Kesehatan Lingkungan . Program Promosi Kesehatan b. dan Keluarga Berencana d. Fungsi Pelayanan Fungsi Pelayanan meliputi kegiatan yang terkait dengan pelayanan kepada masyarakat yang meliputi Pelayanan Promotif. meliputi: a. Upaya kesehatan pengembangan. Preventif dan Kuratif yang dikelompokkan menjadi 2 yaitu : 1. Upaya Kesehatan Jiwa d. Program Kesehatan Ibu. Pelayanan Laboratorium 2. Upaya Kesehatan Usia Lanjut B. Program Upaya Perbaikan Gizi e. Anak. Program Kesehatan Lingkungan c.

Perhitungan Kebutuhan SDM per Unit Kerja . Asisten Apoteker Orang 2 3. Menetapkan Unit Kerja dan Kategori SDM 3. Nutrisionis Orang 1 g. Perawat Gigi Orang 2 e. Pejabat Struktural Orang 1 2. Menetapkan waktu kerja tersedia 2. Sanitarian Orang 1 h. Perencanaan Kebutuhan SDM dan penerimaan pegawai Komposisi jumlah SDM sesuai jabatannya selama dalam tahun 2010 adalah sebagai berikut: SDM Satuan Jumlah 1. Epidemiolog Orang 1 j. Penyusunan Standar Kelonggaran 5. Analis Laboratorium Orang 2 k. Menyusun Standar Beban Kerja 4. Pejabat Fungsional Tertentu a. Pejabat Fungsional Umum Orang 25 Jumlah Orang 41 Perencanaan kebutuhan pegawai setiap tahunnya dilakukan Analisa Kebutuhan Pegawai oleh Puskesmas Wates dengan perpedoman pada Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 81/MENKES/SK/I /2004 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan SDM Kesehatan di tingkat Propinsi. 5 Pengelolaan Sumber Daya Manusia A. Dokter Umum Orang 2 b. Kab/Kota serta Rumah Sakit. Dokter Gigi Orang 1 c. Bidan Orang 5 f. Perawat Umum Orang 5 d. Prosedur penghitungan kebutuhan SDM kesehatan dengan menggunakan Metode WISN ( Work Load Indikator Staff Need / Kebutuhan SDM Kesehatan berdasarkan Indikator Beban Kerja ) dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Penyuluh Kesehatan Masyarakat Orang 1 i.

meliputi gaji pokok. C. Jasa Pelayanan ini merupakan imbalan yang diberikan kepada pelaksana yang secara langsung maupun tidak langsung melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. b. PP nomor 25 tahun 2010 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. dan tunjangan-tunjangan. Reward Penghargaan terhadap kinerja pegawai di lingkungan Puskesmas Wates mengacu pada sistem reward yang telah ada. Pembinaan SDM Pola Pembinaan Sumber Daya Manusia yang diterapkan oleh Puskesmas Wates telah sesuai dengan aturan yang berlaku dimana setiap pegawai Puskesmas memiliki kesempatan untuk mengembangkan kapasitas yang dimilikinya baik melalui jalur formal berupa pendidikan kedinasan maupun kesempatan untuk mengembangkan kapasitasnya dengan biaya pribadi sehingga diharapkan dapat dicapai posisi yang maksimal. Honor. Kulon Progo. untuk seluruh SDM berstatus pegawai negeri sipil yang ketentuan pelaksanaannya berdasarkan: 1). yaitu untuk tenaga honorer dan pegawai harian lepas yang dianggarkan melalui APBD Kab. Proses penerimaan pegawai PNS berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 98 tahun 2000 tentang Pengadaan PNS sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2007. UU nomor 8 tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 43 tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. D. 2). . dimana puskesmas merupakan bagian dari SKPD dinas kesehatan. 2. Jasa Pelayanan Jasa Pelayanan merupakan kompensasi atas pelayanan kesehatan yang telah dilakukan kepada pasien. Setiap tahun Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengevaluasi kinerja masing-masing SKPD. Adapun penghasilan karyawan di Puskesmas Wates meliputi : 1. Gaji. B. Sistem Remunerasi Sistem Remunerasi di Puskesmas Wates belum diberlakukan. Gaji / Honor a.

. Sedangkan proses pemutusan hubungan kerja pegawai non PNS berpedoman kepada perjanjian kontrak kerja. Sedangkan proses pembinaan pegawai non PNS berpedoman kepada aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo E. Pemutusan Hubungan Kerja Pemutusan hubungan kerja untuk pegawai berstatus PNS berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS dan Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. 2) Peraturan Pemerintah Nomor 99 tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat PNS sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002. Adapun aturan yang digunakan diantaranya : 1) Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan jabatan PNS. 4) Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1976 tentang Cuti PNS. 5) Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. 3) Peraturan Pemerintah Nomor 100 tahun 2000 tentang Pengangkatan PNS dalam jabatan struktural sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2002.

kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat. merata dan terjangkau. Meningkatnnya kesadaran. penunjang medis dan administrative 4. 4.6 Sistem Akuntansi Berbasis Kinerja Sistem Akuntabilitas Berbasis Kinerja pada Puskesmas Wates dilaksanakan sebagai berikut : 1. 4. Meningkatnya masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat . Menurunnya angka kesakitan dan kematian 2. Meningkatnya kualitas pelayanan Puskesmas dalam bidang medis. Meningkatnya manajemen SDM. meningkatnya sumberdaya puskesmas untuk mencapai kinerja optimal 5. Meningkatnya jenis pelayanan kesehatan unggulan. Memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bermutu. Meningkatnya pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin 3. Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam bidang Pembangunan Kesehatan C. 3. Sasaran : 1. Perencanaan Jangka Menengah dituangkan dalam dokumen Rencana Strategis Bisnis (RSB) Puskesmas Wates yang secara ringkas meliputi : A. Keuangan dan Aset. Tujuan : 1. Meningkatnya kualitas pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Meningkatnya pelayanan akses kesehatan dasar 2. keuangan dan barang 6. 2. Meningkatkan profesionalisme SDM 3. Mengembangkan pelayanan klinis yang bermutu. Visi : Menjadi puskesmas terbaik dan bermutu dalam pelayanan untuk mewujudkan masyarakat sehat B. Misi : 1. Meningkatnya sumber daya puskesmas dalam pengelolaan SDM. D.

2. Anggaran yang disediakan untuk melaksanakan kegiatan dikaitkan dengan output kegiatan . Perencanaan Tahunan dituangkan dalam dokumen Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Puskesmas Wates. Pada setiap kegiatan yang akan dilaksanakan pada RKA tersebut ditetapkan indikator-indikator kinerja yang akan dicapai. RKA disusun dengan mengacu pada RSB.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah d. 7 Kebijakan keuangan A. Komponen retribusi terdiri dari: 1. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah c. Biaya Langsung 2. Tarip Retribusi . Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah b. Nilai Index 4. Biaya Tidak Langsung 3. Peraturan Bupati Kulon progo Nomor 53 Tahun 2010 tentang Standarisasi Harga Barang dan Jasa B. Sistem Pengelolaan Keuangan Pengelolaan keuangan dana APBD berpedoman pada : a. Kebijakan Tarif Berdasarkan Unit Cost Penetapan tarif retribusi didasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 22 tahun 2007 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan pada Puskesmas Kabupaten Kulon Progo.

Prosedur Kerja Penanganan Limbah Medis Dan Rumah Tangga b. Prosedur Kerja Penyehatan TTU-TPM-TP2 Protap – protap tersebut dapat dilihat dalam Lampiran 2. Prosedur Kerja Penyehatan Air c. . 8 Kebijakan Pengelolaan Lingkungan dan Limbah Untuk pengelolaan lingkungan dan limbah dilaksanakan sesuai dengan protap sebagai berikut : a. Prosedur Kerja Penyehatan Lingkungan Pemukiman d.

LAMPIRAN .

Lampiran 1 STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS KEPALA PUSKESMAS KASUBBAG TU KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

Instruksi Kerja Pelayanan KB Pil h. Prosedur Kerja Pelayanan Laboratorium b. Instruksi Kerja Penumpatan dengan Glassionomer 3. Instruksi Kerja Scalling i. Instruksi Kerja Pencabutan Implant m. Instruksi Kerja Pencabutan Gigi Susu h. Instruksi Kerja Pelayanan KB suntik i. Instruksi Kerja Pemasangan Implant l. Instruksi Kerja Konseling KB g. Instruksi Kerja Penanganan Limbah Alat Suntik 4. Instruksi Kerja Penanganan Perdarahan Pasca Pencabutan Gigi Tetap g. Instruksi Kerja Mengukur Tekanan Darah e. Instruksi Kerja Cuci Tangan c. Instruksi Kerja Pemasangan IUD j. Instruksi Kerja Suntikan TT f. Prosedur Kerja Pelayanan di Klinik KIA-KB b. Instruksi Kerja Sterilisasi dengan autoclave j. Instruksi Kerja Pemeriksaan Jumlah Leukosit . Protap BP Gigi a. Instruksi Kerja Penanganan Gingivitis d. Instruksi Kerja Preparasi Kavitas e. Prosedur Kerja Pelayanan di BP Gigi b. Protap BP KIA – KB a. Instruksi Kerja Pencabutan IUD k.Lampiran 2 Prosedur Kerja pada Puskesmas Wates meliputi : Prosedur Kerja pada Puskesmas Wates meliputi : 1. Instruksi Kerja Pemeriksaan Hb Metode Sahli c. Instruksi Kerja Pemprosesan Alat Instrumen n. Instruksi Kerja Pencabutan Gigi Tetap f. Protap Laboratorium a. Protap BP Umum 2. Instruksi Kerja Pemakaian Kompresor c. Instruksi Kerja Pelayanan ANC d.

Instruksi Kerja Pembacaan Sediaan Dahak u. Prosedur Kerja Penyehatan Lingkungan Pemukiman h. Instruksi Kerja Pemeriksaan Faeces y. Instruksi Kerja Pemeriksaan Jumlah Thrombosit h. Instruksi Kerja Pemeriksaan Masa Perdarahan Cara Ivy i. Prosedur Kerja Pelayanan Obat b. Instruksi Kerja Pemberian Etiket d. Instruksi Kerja Pemeriksaan Hematokrit Cara Mikro e. Instruksi Kerja Pewarnaan Sediaan Darah Giemsa l. Protap Imunisasi 8. Instruksi Kerja Peracikan Obat h. Instruksi Kerja Pengambilan Darah Vena r. Protap Kesehatan lingkungan e. Instruksi Kerja Pemeriksaan HbsAg o. Instruksi Kerja Pemeriksaan Mikroskopik Neisseria Gonorrhoe 5. Prosedur Kerja Penanganan Limbah Medis Dan Rumah Tangga f. Instruksi Kerja Pemeriksaan Widal n. Prosedur Kerja Penyehatan TTU-TPM-TP2 . Instruksi Kerja Pemeriksaan Urine Lengkap dengan Reagen Carik Celup v. Instruksi Kerja Pemeriksaan Gula darah Cara Test Strips p. Instruksi Kerja Penyimpanan resep 7. Instruksi Kerja penyimpanan obat di Gudang Obat e. Instruksi Kerja Pemeriksaan Kehamilan dengan Cara Test Strip x. Instruksi Kerja Pembuatan Sediaan Hapus Dahak s. Protap Pelayanan Obat a. Instruksi Kerja Pelayanan Obat di Unit Farmasi f. Instruksi Kerja Pemeriksaan Sediaan Darah Malaria m. Instruksi Kerja Pengambilan Spesimen Darah Malaria k. d. Instruksi Kerja Penyerahan Obat Jadi g. Instruksi Kerja Pewarnaan Sediaan Dahak dengan Metode Ziehl Nelson t. Instruksi Kerja Pemeriksaan Urine Sedimen w. Instruksi Kerja Pengambilan Darah Kapiler q. Instruksi Kerja Pemeriksaan LED g. Instruksi Kerja Distribusi Obat ke Puskesmas Pembantu c. Instruksi Kerja Pemeriksaan Hitung Jenis Leukosit f. Instruksi Kerja Pemeriksaan Golongan Darah j. Protap Rekam Medis 6. Prosedur Kerja Penyehatan Air g.