You are on page 1of 16

1

KERACUNAN
PESTISIDA

DISUSUN OLEH

JUWITA I. TELAUMBANUA
NIM: 153302040029

UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
[Pick the date]
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN

umumnya masyarakat tidak menyadari gejala keracunan pestisida karena gejala yang ditimbulkan tidak spesifik seperti pusing. selama tahun 1996-2000 terdapat 578 pasien yang keracunan. Makalah ini bertujuan untuk memberikan informasi pada masyarakat tentang keracunan pestisida dan cara penanganan akibat keracunan pestisida. demam dan Iain-lain namun secara kronis dapat menimbulkan penyakit yang serius seperti kanker. Manusia akan mengalami keracunan baik akut maupun kronis yang berdampak pada kematian. keracunan pada hewan. muntah. pencemaran pada lingkungan pertanian. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketidaktepatan penggunaan pestisida antara lain tingkat pengetahuan. 81% di antaranya berusia 14-30 tahun (Ahad. . penggunaan alat pelindung. antara lain residu pestisida akan terakumulasi pada produk-produk pertanian. ( Remembering Injured. keracunan pada manusia yang berdampak buruk terhadap kesehatan. penurunan produktivitas. Kenyataan yang ada di masyarakat selama ini. dkk dalam Raini). di antaranya 370 pasien karena keracunan pestisida (54 orang meninggal).493 kasus setiap hari. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan setiap tahun terjadi sekitar 25 juta kasus keracunan pestisida atau sekitar 68. Multan Pakistan. Data dari Rumah Sakit Nishtar. mual. serta kurangnya informasi yang berkaitan dengan resiko penggunaan pestisida. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak dampak negatif dari penggunaan pestisida. penggunaan pestisida dengan dosisi besar dan dilakukan dengan terus menerus akan menimbulkan beberapa kerugian. sikap/perilaku pengguna pestisida. Pada umumnya korban keracunan pestisida merupakan petani atau pekerja pertanian.493kasus setiap hari. LATAR BELAKANG Penggunaan pestisida yang tidak tepat dapat memberikan akibat samping keracunan. 2 BAB I PENDAHULUAN A. dalam Raini) memperkirakan setiap tahun terjadi sekitar 25 juta kasus keracunan pestisida atau sekitar 68.

Untuk mengetahui pengertian dari pestisida 2. 3 B. C. Mahasiswa mampu memahami dan mengaplikasikan pencegahan dan penanggulangan keracunan pestisida. . TUJUAN 1. Untuk mengetahui pencegahan dan penanggulangan keracunan pestisida. Mahasiswa mampu memahami jenis dan kegunaan pestisida 3. Mahasiswa mampu memahami mekanisme keracunan pestisida 4. Untuk mengetahui jenis dan kegunaan pestisida 3. MANFAAT 1. Mahasiswa mampu memahami pengertian dari pestisida 2. Untuk mengetahui keracunan pestisida 4.

dst. atau virus. racun cendawan / jamur  Herbisida. Penggolongan menurut asal dan sifat kimia  Sintetik yang terdiri dari: . Penggolongan pestisida menurut jasad sasaran  Insektisida. memikat atau mengganggu organisme pengganggu. pestisida adalah zat untuk membunuh atau mengendalikan hama. yang digunakan untuk melakukan perlindungan bagi tanaman. zat pengatur dan perangsang tumbuh. Tidak bisa dipungkiri bahwa pestisida adalah salah satu hasil teknologi modern dan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. 2. a. Pestisida adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan.” Sehingga. racun tungau dan caplak (Acarina)  Rodentisida.)  Nematisida. Defenisi Pestisida berasal dari dua kata yaitu: “Pest berarti hama dan Cida berarti pembunuh. Dari bentuk komponen bahan aktifnya maka pestisida dapat dipelajari efek toksiknya terhadap manusia maupun makhluk hidup lainnya dalam lingkungan yang bersangkutan. menolak. dkk). bahan lain. racun gulma / tumbuhan pengganggu  Akarisida. racun serangga (insekta)  Fungisida. Penggunaan pestisida dengan cara yang tepat dan aman adalah hal mutlak yang harus dilakukan karena pestisida termasuk salah satu bahan beracun (Diana 2011 dalam Suparti. 4 BAB II TINJAUAN TEORI A. PESTISIDA 1. racun nematoda. serta organisme renik.12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman mengartikan pestisida adalah zat atau senyawa kimia. UU No. Jenis dan Kegunaan Pestisida Pestisida dapat digolongkan menurut penggunaannya dan disubklasifikasi menurut jenis bentuk kimianya. racun binatang pengerat (tikus dsb. b.

Endrin dll. biothion dll.  Thiosianat : lethane dll. Insektisida Botani Nikotine Tembakau Pyrethrine Pyrtrum Rotenon - Carbamat Carbaryl toksik kontak Carbofuran toksik sistemik Methiocorb bekerja pada lambung juga moluskisida Thiocarb toksik kontak Organophosphat Dichlorovos toksik kontak. 5  =Anorganik : garam-garam beracun seperti arsenat.  Racun kontak (contact poisons): racun residu(residual poisons) yang disemprotkan pada dinding dan langit-langit rumah. flourida. Chlordane.  Dinitrofenol : Dinex dll. sistemik Dimethoat toksik kontak Palathion toksik kontak Malathion kontak dan ingesti Diazinon Chlorpyrifos kontak. sulfon.  Sulfonat. Rotenoida dll.  Karbamat : Furadan. ingesti Organochlorin DDT persisten Lindane persisten . Klasifikasi berdasarkan cara bekerjanya racun/cara masuknya  Racun perut (stomach poisons): racun diberikan dengan umpan karena bersifat penarik (attractant)  Racun pernafasan (respiratory poisons): racun dengan bahan kimia yang berbentuk fumigan.  Debudessikan (dessicants): racun berbentuk debu hydroscopik yang dapat menyerap cairan tubuh serangga. Sevin dll. Klasifikasi Bentuk Kimia Bahan Aktif Keterangan 1. sulfida. tembaga sulfat dan garam merkuri. BHC.  Organik :  Organo khlorin : DDT.  Hasil alam : Nikotinoida. Piretroida. c.  Organofosfat : malathion. mirex dll.  Heterosiklik : Kepone.

. Pengendalian dengan pestisida hasilnya dapat dilihat dalam waktu singkat . Mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman tidak termasuk pupuk. Memberantas rerumputan. sistemik Hydrocarbon. Kelebihan dan Dampak Negatif Pestisida Pestisida memiliki kelebihan diantaranya yaitu: a. 3. tanah atau air. Pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk: . Pestisida dapat diaplikasikan secara mudah hampir disetiap waktu dan tempat b. Tar oil Protektan. 6 Dieldrin kontak. kuratif phenolik Menurut Peraturan Pemerintah No 7 tahun 1973. Memberantas atau mencegah hama-hama air. . . . Memberantas atau mencegah binatang binatang dan jasad-jasad renik dalam rumah tangga. ingesti Eldrin kontak. Mematikan daun dan mencegah pertumbuhan yang tidak diinginkan. . . ingesti Endosulfan gammaHCH Herbisida Aset anilid Atachlor Sifat residu Amida Propachlor Diazinone Bentazaone Kontak Carbamate Chlorprophan Asulam Triazine Athrazin Metribuzine Triazinone Metamitron Toksin kontak Fungisida Inorganik Bordeaux mixture Protektan Copper oxychlorid Proteoktan Mercurous chloride Sulfur Benzimidazole Thiabendazole Protektan. Memberantas atau mencegah hama-hama dan penyakit-penyakit yang merusak tanaman. Memberantas atau mencegah binatang-binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang perlu dilindungi dengan penggunaan pada tanaman. Memberantas atau mencegah hama-hama luar pada hewan-hewan piaraan dan ternak. bangunan dan dalam alat-alat pengangkutan. bagian-bagian tanaman atau hasil-hasil pertanian. .

musuh alami. biota tanah. Regulasi di Indonesia PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 01/Permentan/OT. Jenis-jenis bahan aktif yang dilarang untuk semua bidang penggunaan pestisida: . Pestisida dapat diaplikasikan dalam areal yang luas dan dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama d. 4. Pestisida mudah diperoleh dan dapat dijumpai bahkan sampai dikios-kios pedesaan. Pencemaran lingkungan hidup. c. 140/1/2007 Tentang Daftar Bahan Aktif Pestisida Yang Dilarang Dan Pestisida Terbatas I. d. Terhambatnya perdagangan hasil pertanian. Keracunan dan kematian pada manusia. 7 c. b. e. satwa liar. Terjadinya resistensi. tanaman. OPT bukansasaran. ternak dan hewan piaraan. Dampak negatif yang dapat terjadi dari penggunaan pestisida yaitu: a. ikan dan biota air lainnya. Residu pestisida yang berdampak negatif terhadap konsumen.

kejang perut. 1. Defenisi Keracunan pestisida adalah masuknya bahan-bahan kimia ke dalam tubuh manusia melalui kontak langsung. Keracunan akut ringan. lebih sulit dideteksi karena tidak segera terasa dan menimbulkan gangguan kesehatan. menimbulkan pusing. hygiene dan sanitasi yang digunakan untuk pengendalian serangga rumah tangga adalah diklorvos dan klorpirifos. serta gangguan saraf. Sebagian besar perkiraan mengenai tingkat keracunan pestisida telah didasarkan pada data dari penerimaan pasien di rumah. ginjal dan pernafasan. 8 II. sulit bernafas. menimbulkan gejala mual. kanker. menggigil. iritasi kulit ringan. c. Perkiraan terbaru oleh kelompok tugas WHO menunjukkan bahwa mungkin ada 1 juta kasus keracunan yang tidak disengaja. badan terasa sakit dan diare. cacat pada bayi. Beberapa gangguan kesehatan yang sering dihubungkan dengan penggunaan pestisida diantaranya: iritasi mata dan kulit. B. keluar air liur. Di samping itu terdapat 2 juta orang dirawat di rumah sakit akibat usaha bunuh diri dengan pestisida. Keracunan akut berat. ingesti dan absorpsi sehingga menimbulkan dampak negatif bagi tubuh. pingsan. hati. Dalam hal ini keracunan dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu: a. Atas dasar survei yang . inhalasi. Keracunan kronis. dan hal ini mencerminkan hanya sebagian kecil dari masalah yang sebenarnya. Jenis-jenis bahan aktif yang dilarang untuk pestisida rumah tangga. sakit kepala. Penggunaan pestisida dapat mengkontaminasi pengguna secara langsung sehingga mengakibatkan keracunan. terutama di negara-negara berkembang. Epidemiologi Keracunan pestisida adalah masalah skala besar. KERACUNAN 1. keguguran. b. pupil mata mengecil dan denyut nadi meningkat..

Sebagian besar kasus keracunan pestisida yang disengaja adalah tindakan impulsif yang dilakukan oleh seseorang pada kondisi tertekan atau stres. tangan. taksi traktor. Untuk memperkirakan jumlah keracunan pestisida kronis di seluruh dunia sangat sulit. Fungsi pekerjaan yang berbeda menyebabkan bervariasinya tingkat paparan. Di Kanada pada tahun 2007 lebih dari 6000 kasus keracunan pestisida akut terjadi (W. 1990 dalam Saputra). Ini adalah salah satu bentuk keracunan pestisida yang paling umum dan banyak terjadi.A. dan dada. Eksposur pekerjaan sebagian besar disebabkan oleh penyerapan melalui kulit yang terbuka seperti wajah. dan ketersediaan pestisida yang sangat mudah diperoleh memiliki peran atas kejadian keracunan. leher. dan penyemprotan pestisida menggunakan blower atau spray (Ecobichon. Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa 300. a) Kecelakaan dan Tindakan Bunuh diri Tindakan bunuh diri dengan pestisida merupakan masalah kesehatan besar yang tersembunyi masyarakat. 2004).Watson et al.000 orang meninggal dari menyakiti diri setiap tahun di wilayah Asia-Pasifik (WHO. keracunan berupa tindakan bunuh diri. diperkirakan bahwa mungkin ada sebanyak 25 juta pekerja pertanian di negara berkembang menderita sebuah episode dari keracunan setiap tahun (Jeyaratnam J. 2001 dalam Saputra). Ada 4 macam pekerjaan yang dapat menimbulkan kontaminasi dalam penggunaan pestisida yakni : . 2. pajanan melalui kontaminasi lingkungan atau tempat kerja (okupasional). 2005 dalam Saputra). Penyebab Keracunan Skenario eksposur yang paling umum pada kasus keracunan pestisida adalah keracunan akibat kecelakaan. Paparan ini kadang-kadang ditingkatkan dengan inhalasi pengaturan termasuk penyemprotan operasi di rumah kaca dan lingkungan tertutup lain. lengan. b) Okupasional Keracunan pestisida merupakan masalah kesehatan yang penting pada lingkungan kerja karena pestisida digunakan pada sejumlah besar industri. 9 dilaporkan sendiri keracunan ringan dilakukan di kawasan Asia.

Cara kerja semua jenis pestisida organofosfat dan karbamat sama yaitu menghambat penyaluran impuls . neostigmin. karena itu dalam melakukan pencampuran pestisida untuk penyemprotan petani hendaknya memperhatikan takaran atau dosis yang tertera pada label. b. Kesanggupan pestisida untuk membunuh sasarannya. sedang saat menyemprot kita bekerja dengan pestisida yang sudah diencerkan. menyimpan dan memindahkan konsentrat pestisida (Produk pestisida yang belum di encerkan). ester tiofosfat dan karbamat. terganggunya keseimbangan. kita bekerja dengan konsentrat (pestisida dengan kadar tinggi). Saat mencampur. ester asam fosfat. Pestisida Golongan Organofosfat dan Karbamat. iritabilitas. 10 a. Beberapa zat kimia ini bekerja pada sistem syaraf. piridostigmin. Toksisitas senyawa pestisida. 3. peka terhadap rangsangan. b. Membawa. Dosis atau takaran yang melebihi aturan akan membahayakan penyemprot itu sendiri. Mengaplikasikan atau menyemprotkan pestisida. b. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keracunan pestisida antara lain: a. Mencampur pestisida sebelum diaplikasikan atau disemprotkan. distigmin. Mencuci alat-alat aplikasi sesudah aplikasi selesai. d. terutama menyemprotkan pestisida. Namun yang paling berbahaya adalah pekerjaan mencampur pestisida. Insektisida organoklorin bekerja dengan merangsang sistem syaraf dan menyebabkan paratesia. Pestisida Golongan Organoklorin. Cara Kerja Pestisida a. Dosis pestisida berpengaruh langsung terhadap bahaya keracunan pestisida. Dosis. Pestisida golongan organofosfat dan karbamat memiliki aktivitas antikolinesterase seperti halnya fisostigmin. Cara kerja zat ini tidak diketahui secara tepat. tremor dan kejang-kejang. c. Diantara keempat pekerjaan tersebut di atas yang paling sering menimbulkan kontaminasi adalah pekerjaan mengaplikasikan.

kejang untuk mengatasi keracunan. lemah. pusing. besar dan kecil tidak terkontrol. mengurangi sensiti vitas Lebih ringan dari pada . air liur berlebih. mati rasa. 1-2 jam setelah paparan dan Asam borat bokong dan kemaluan. hilang koordinasi. diare. muntah. Herbisida Iritasi pada kulit. muntah. Gejala dan Tanda Keracunan Pestisida No Jenis Pestisida Gejal & Tanda Keterangan 1. mikroba: Radang saluran pencemaan Bacillus thuringiensis 2. tremor. Obat yang diberikan hanya mengurangi gejala seperti Oraganofosfat Lelah. piretrum tapi bersifat iritasi Insktisida pada orang yang peka.C. iritasi kulit dan asma. biperidil : paru. hilang jika dibandingkan rasa tidak nyaman dan sesak. lensa dan kornea rnata. denyut jantung lambat. mata. diare. hilang selera anti konvulsi dan pernafasan dan karbamat makan. keringat. (LU F. pralidoksim kejang. Tidak ada antidot langsung Organoklorin rasa geli atau menusuk pada kulit. buang air dengan organofosfat. tidak sadar dan kejang. otot. gelisah. tidak sanggup berjalan. saluran Akumulasi selama 24-72 Herbisida pencemaan Pertumbuhan abnormal pada jam. kejang perut. pupil Gejala keracunan karbamat mengecil. salivasi. & Darmansyah dalam Raini 2007). buatan penglihatan kabur. pusing. Antidot: atropin atau inkontinensi. 4. Organofosfat merupakan pestisida yang sangat berbahaya karena ikatan pestisida organofosfat dan kolinesterase hampir bersifat irreversibel. rasa geli. inkoordinasi. kerusakan paru-paru. Dikuat gelisah. Gatal-gatal pada kaki. mukosa menimbulkan kematian Parakuat hidung. keluar: air mata. hati dan otak. Piretroid sintetik Iritasi kulit: pedih. rasa terbakar. tanaman: karena kecepatan absorpsi piretrum dan melalui kulit rendah dan piretrin piretroid cepat hilang Insektisida Iritasi kulit: kulit kemerahan. tidak sadar. kejang cepat muncul namun cepat otot (kedutan). gata- gatal. Pada umumnya efek muncul anorganik pengelupasan. sehingga tidak terjadi hidrolisis asetilkolin. 11 saraf dengan cara mengikat kolinesterase. sakit kepala. ginjal. mual. hilang dalam 24 jam Piretrin &borat Iritasi saluran pernafasan dan sesak lebih ringan dari pada nafas. iritasi pada pendengaran dan perasa. Hayes. Piretroid derivat Alergi.. Asetilkolin adalah suatu neurotransmitter yang terdapat di antara ujung-ujung saraf dan otot serta berfungsi meneruskan rangsangan saraf. Jarang terjadi keracunan. Gangguan lensa mata dan dinding saluran usus. tremor. Insektisida : Mual.

muntah. gusi. timbul bercak biru kehitaman- hijau kecoklatan pada kulit. Kumarin salivasi. demam iritasi saluran pemafasan atas. Fungisida Iritasi pada membran mukosa Dermal. sakit perut. harus mengenali dengan baik gejala dan tanda keracunan pestisida. pusing. Waktu timbulnya gejala :  Inhalasi : 30 mntsetelahterpapar. kedutan. pusing. kejang otot. kelumpuhan pemafasan. Gejala muncul 1. Pencegahan Tingkat Pertama (Primary prevention) Setiap orang yang dalam pekerjaannya sering berhubungan dengan pestisida seperti petani penyemprot. diare. Fumigan Sakit kepala.  Perkutan : 2 –3 jam setelah kontak kulit. kejang. sempoyongan. Sebagai upaya pencegahan terjadinya keracunan pestisida sampai ke tingkat yang membahayakan kesehatan. muntah . mual. kerusakan Dermal tar) hati parah. Departemen Kesehatan Republik Indonesia telah membuat dan mensosialisasikan sebuah pedoman bagi masyarakat yang memanfaatkan Pestisida . 5. gelisah. kesulitan pemafasan. oral Pengawet kayu Iritasi kulit hingga dermatitis. Tindakan pencegahan lebih penting daripada pengobatan. parakuat 3. sakit kepala. Perdarahan pada hidung. timbul bercak biru kehitaman-hijau kecoklatan pada kulit. nyeri dan rasa dingin di kulit. inhalasi. sakit kepala. Rodentisida: Kronis: sakit kepala menetap. Strikhnin Kerusakan sistem saraf dalam 20-30 menit: kejang-kejang hebat.beberapa kejang jam setelah paparan. mual. Berdampak pada sistem saraf pusat. nyeri lambung. mual. paru-paru. 5. 12 terhadap rangsangan. Iritasi Oral Kreosot (coal mata dan saluran pemafasan. Kematian terjadi setelah 1-3 hari setelah paparan (tergantung dosis). muntah. kencing berdarah. jantung dan hati. 4. meninggal. Sulfur florida Depresi. gagap. feses berlendir. Arsenik Mual. Pencegahan Keracunan Pestisida a. mengigau.  Peroral : 45 menitsetelahterpapar. nyeri perut. kejang-kejang. mati rasa. pusing.

Wadah pestisida tidak boleh kena sinar matahari langsung 7. 4. cuci dengan sabun dan air selama 15 menit. selain merupakan alat pembasmi serangga. bila kontaminasi dari kulit. Karena itu. 2. 13 PEDOMAN PENCEGAHAN KERACUNAN PESTISIDA PESTISIDA atau bahan pembasmi serangga kini digunakan secara luas oleh masyarakat petani. pakailah baju lengan panjang. Bila dilakukan terlambat dalam beberapa menit akan dapat menyebabkan kematian. dan mata. bahan makan dan alat-alat makan. Ketiganya sama berbahayanya bagi kesehatan. jauh dari sumur. tidak bocor. 3. Jika pada suatu saat pestisida yang tersedia di rumah lebih dari satu wadah dan satu macam. Belilah pestisida di tempat penjualan resmi 2. Wadah pestisida harus tertutup rapat. Wadah pestisida tidak boleh terkena air hujan. 2. MENGANGKUT PESTISIDA 1. yang labelnya masih utuh dan jelas. Pestisida dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit. Pada keracunan yang berat. 8. Pengobatan keracunan organofosfat harus cepat dilakukan. Ruang tempat menyimpan pestisida harus mempunyai ventilasi (pertukaran udara ). Letakkan tidak terbalik. dan tidak bocor 5. keracunan mesti terjadi . Pestisida. pseudokholinesterase dan aktifits erytrocyt cholinesterase harus diukur dan bila kandungannya jauh dibawah normal. Dalam membawa harus ditempatkan terpisah dari makanan. mulut. bagian yang dapat dibuka berada disebelah atas 3. Belilah pestisida yang wadahnya masih utuh. dan pakaian bersih. hidung dan kepala harus tertutup. dab sarung tangan karet. Sewaktu membawa pestisida. Gunakan alat khusus untuk menakar dan mengaduk larutan pestisida yang akan dipakai. mulut. celana panjang. Jangan gunakan tangan. semua kulit. tepung atau butiran. Pencegahan Tingkat Kedua (Secondary Prevention) Adapun penanggulangan keracunan pestisida adalah sebagai berikut: Organofosfat. MENYIAPKAN PESTISIDA 1. 6. b. Karena itu perlu ditangani dengan baik dan hati-hati. Bila ada berikan antidot: pralidoxime (Contrathion). Sewaktu menyiapkan pestisida untuk dipakai. wadahnya harus tertutup kuat 2. Pestisida harus disimpan dalam wadah atau pembungkus aslinya. masker (penutup hidung) yang menutupi leher. Simpan ditempat khusus yang jauh dari jangkauan anak-anak. MEMBELI PESTISIDA 1. Belilah pestisida yang masih mempunyai label. bila racun terlelan lakukan pencucian lambung dengan air. dalam penyimpanannya harus dikelompokan menurut jenisnya dan menurut ukuran wadahnya. “LABEL” adalah merek dan keterangan singkat tentang pemakaian dan bahayanya. MENYIMPAN PESTISIDA 1. Pestisida yang biasa kita dapat di pasar adalah dalam bentuk cair. jauh dari makanan. serta terkunci. juga merupakan racun yang dapat membahayakan kesehatan manusia. bila penderita tak bernafas segara beri nafas buatan . pernapasan.

kercaunan mesti terjadi dan gejala segera timbul. Ulangi pemberian atropin bila gejala-gejala keracunan timbul kembali. 14 dan gejala segera timbul. Penanganan Keracunan Pestisida Pengobatan keracunan pestisida ini harus cepat dilakukan terutama untuk toksisitas organophosphat. lepaskan pakaian korban dan cuci/mandikan korban. Beri atropine 2mg iv/sc tiap sepuluh menit sampai terlihat atropinisasi yaitu: muka kemerahan. . Pada keracunan yang berat . Awasi penderita selama 48 jam dimana diharapkan sudah ada recovery yang komplit dan gejala tidak timbul kembali. Pralidoxim (2-PAM) adalah obat spesifik untuk antidotum keracunan organofosfat. Obat tersebut dijual secara komersiil dan tersedia sebagai garam chlorin. Bila dilakukan terlambat dalam beberapa menit akan dapat menyebabkan kematian. Berikan informasi dengan membawa label kemasan pestisida. pseudokholinesterase dan aktifits erytrocyt kholinesterase harus diukur dan bila kandungannya jauh dibawah normal. pupil dilatasi. Korban diinstruksikan agar tetap tenang.v. Kejang dapat diatasi dengan pemberian diazepam 5 mg iv. Carbamat. Atrophin akan memblok efek muskarinik dan beberapa pusat reseptor muskarinik. 3) Korban segera dibawa ke rumah sakit atau dokter terdekat. jangan diberikan barbiturat atau sedativ yang lain. Bila keracunan hebat. recoverery akan terjadi dengan cepat. beri atropin 2 mg oral/sc dosis tunggal dan tak perlu diberikan obat-obat lain. denyut nadi meningkat sampai 140 x/menit. dan biasanya diberikan setiap jam dari 25-50 mg. 4) Keluarga seharusnya diberi pengetahuan/penyuluhan tentang tentang pestisida. 6. 2) Jika terjadi kesulitan pernafasan maka korban diberi pernafasan buatan. Diagnosis keracunan dilakukan berdasarkan terjadinya gejala penyakit dan sejarah kejadiannya yang saling berhubungan. Pengobatan dengan pemberian atrophin sulfat dosis 1-2 mg i. Pencegahan Tingkat Ketiga (Tertiary Prevention) Upaya yang dilakukan pada pencegahan keracunan pestisida adalah: 1) Hentikan paparan dengan memindahkan korban dari sumber paparan. penderita yang gelisah harus ditenangkan. c.

Penggunaan pestisida dengan cara yang tepat dan aman adalah hal mutlak yang harus dilakukan karena pestisida termasuk salah satu bahan beracun. . zat pengatur dan perangsang tumbuh. dan hasil alam: Nikotinoida. Penggolongan menurut asal dan sifat kimia (sintetik: anorganik. rodentisida. Penggolongan pestisida menurut jasad sasaran ( insektisida. KESIMPULAN Pestisida adalah zat atau senyawa kimia. Pestisida diklasifikasikan berdasarkan : a. Rotenoida. Bila dilakukan terlambat dalam beberapa menit akan dapat menyebabkan kematian. bahan lain. nematisida) b. 2. atau virus. 15 BAB III PENUTUP 1. organik. Klasifikasi berdasarkan cara bekerjanya racun/cara masuknya. herbisida. akarisida. SARAN Mahasiswa dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat tentang pentingnya penggunaan pestisida yang tepat dan benar agar terhindar dari dampak negatif dari penggunaan pestisida itu sendiri. dll) c. fungisida. Pengobatan keracunan pestisida harus cepat dilakukan terutama untuk toksisitas organophosphat. Piretroida. yang digunakan untuk melakukan perlindungan bagi tanaman. serta organisme renik.

diakses pada tanggal 14 November 2017 Raini. Toksikologi Pestisida Dan Penanganan Akibat Keracunan Pestisida.id/repository/docs/ajar/TOKSIKOLOGI_PESTISIDA. 17 (3): 1. Andre. Diakses pada tanggal 14 November 2017.scribd. Mariana. https://www. dkk. ISSN : 2086- 843X. 2007. 2016. Suparti.ac. JURNAL PENA MEDIKA. Saputra. 2011. 13-18. 2016. 6 (2): 126. Media Litbang Kesehatan.com/doc/66554416/. Keracunan Pestisida. Beberapa Faktor Risiko Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Keracunan Pestisida Pada Petani. 16 DAFTAR PUSTAKA https://dinus. .