You are on page 1of 2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan hal yang wajib dilaksanakan bagi seluruh Warga Negara
Indonesia (WNI). Melalui pendidikan maka ilmu-ilmu akademik, kepribadian, dan ilmu
praktis dapat ditularkan. Dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah, peserta
didik akan mendapatkan bekal ilmu teori maupun praktik. Keduanya penting dilakukan guna
memberikan pemahaman secara konkret kepada peserta didik. Penyampaian setiap ilmu
pengetahuan tidak boleh mengesampingkan proses pembelajarannya. Sekolah sebagai
lembaga penyelenggara pendidikan pun memiliki peranan yang sangat besar untuk
keberhasilan suatu pendidikan.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa siswa lebih banyak diam dalam merespon
informasi mengenai pelajaran yang guru sampaikan. Kebanyakan siswa sibuk dengan
aktivitasnya sendiri saat guru menjelaskan materi di depan kelas. Jika materi kurang dipahami,
mereka malu untuk bertanya. Hal ini sejalan dengan hasil observasi yang dilakukan, bahwa
siswa cenderung pasif saat pembelajaran berlangsung.

Dalam Praktiknya bahwa siswa sangat sedikit mengajukan pertanyaan secara lisan, namun
setelah diberi kesempatan untuk menuliskan pertanyaan-pertanyaan mereka: ternyata siswa
bisa memunculkan banyak sekali pertanyaan. Berdasarkan penyataan tersebut menunjukkan
bahwa siswa kurang mendapatkan latihan untuk mengajukan pertanyaan. Kebiasaan siswa
yang kurang terlatih dalam mengajukan pertanyaan dapat dikarenakan guru berbalik
memberikan pertanyaan kepada siswa atau seringkali guru lebih memberikan reinforcement
negatif jika siswa menjawab pertanyaan tetapi kurang memberikan reinforcement positif jika
siswa mengajukan pertanyaan karena pola pikir yarlg terbentuk pertanyaan yang ditanyakan
siswa karena siswa tidak mengerti materi yang sedang dipelajari bukan karena siswa memiliki
rasa mgin tahu yang besar untuk lebih jauh mendapatkan informasi sehingga menjadikan siswa
menjadi kurang percaya diri dan memilih untuk diam. (Agustini, 2017)
Studi menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kelas, siswa semakin sedikit bertanya di
kelas. Pada pembelajaran, pertanyaan sebagian besar diajukan oleh guru, frekuensi pertanyaan
siswa di kelas relatif rendah.