You are on page 1of 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari – hari kita tidak bisa terlepas dari hukum. Hukum
merupakan hal yang mengikat bagi setiap orang dan bersifat mutlak. Dalam
implementasinya seringkali hukum menjadi permainan bagi sebgaian golongan
penguasa yang memiliki kekuasaan yang berpengaruh. Hal ini menyebabkan
timbulnya ketidak adilan bagi sebagian golongan kecil yang kemungkinan dapat
dirugikan dengan kondisi ini. Penerapan hukum yang seharusnya berlaku sama
bagi setiap orang yang diikatnya, sering terjadi penyelewengan terhadap
implementasi hukum bagi masyarakat, baik secara sengaja maupun tidak
disengaja, dan bahkan penggunaan kekuasaan sering kali menjadi penguat dalam
penyelewengan tersebut. Untuk itu di buat batasan – batasan yang akan
membatasi kekuasaan bagi seseorang terhadap hukum disebut rule of law.

Berdasarkan bentuknya sebenarnya Rule of Law adalah kekuasaan publik
yang diatur secara legal. Rule of law merupakan kekuasaan umum yang
terorganisasi (organized public power), misalnya nrgara. Kedua, secara
hakiki/materiil (ideological sense), lebih menekankan pada cara penegakannya
karena menyangkut ukuran hukum yang baik dan buruk (just and unjust law).
Rule of law terkait erat dengan keadilan sehingga harus menjamin keadilan yang
dirasakan oleh masyarakat.Rule of law mengandung gagasan bahwa keadilan
dapat dilayani melalui pembuatan system peraturan dan prosedur yang objektif,
tidak memihak, tidak personal dan otonom. Rule of law memberikan keadilan bagi
masayarakat dengan membatasi kekuasan penguasa.

Bagi warga negara yang baik, kita seharusnya mengimplementasikan
hukum dengan baik dan benar, dan hukum seharusnya berlaku bagi siapa saja
yang terikat di dalamnya. Untuk itu sangat penting bagi pribadi masing – masing
untuk memahami hukum, untuk selanjutnya dapat diimplementasikan sesuai
dengan teori dan ketentuan yang berlaku. Untuk memahami hal tersebut

1

2 Agar dapat menerapkan rule of law sesuai dengan teori dalam kehidupan sehari – hari.3.2.3.2.2 Apakah latar belakang timbulnya rule of law ? 1. 1. 1.3.2 Rumusan Masalah 1.2 Mengetahui latar belakang timbulnya rule of law.4.4.3. 1.4 Bagaimanakah dinamika dari rule of law ? 1. 1. 1.1 Apakah pengertian dari rule of law ? 1.3 Apa sajakah fungsi dari rule of law ? 1.4 Mengetahui dinamika dari rule of law.1 Mengetahui pengertian dari rule of law.2.4 Manfaat 1. 1.3 Tujuan 1.1 Memahami dengan baik teori mengenai rule of law.2.3Mengetahui fungsi dari rule of law.khususnya kami sebagai penulis tertarik untuk membahas mengenai rule of law pada makalah ini. 2 .

BAB II PEMBAHASAN 2. Menurut Philipus M. yaitu dari kekuasaan raja sewenang-wenang untuk mewujudkan negara yang didasarkan pada suatu peraturan perundang-undangan. baik dalam melawan kekuasaan raja. Oleh karena itu menurut Hadjon. Oleh karena itu dalam proses perkembangannya recsstaat itu lebih memiliki ciri yang revolusioner. Sedangkan menurut Friedman. antara pengertian negara hukum dan Rule of Law sebenarnya saling mengisi satu sama lain (Friedman. dan pelaksanaan dalam hubungannya dengan segala peraturan perundang-undangan itulah yang sering diistilahkan dengan Rule Of Law. Rule of Law lebih memiliki ciri yang evolusioner. Gerakan masyarakat yang menghendaki bahwa kekuasaan raja maupun penyelenggara negara harus dibatasi dan diatur melalui suatu peraturan perundang-undangan. Berdasarkan pengertian tersebut maka setiap negara yang legal senantiasa menegakkan Rule of Law. Ada beberapa pakar mendeskripsikan bahwa pengertian Negara Hukum dan Rule of Law itu hampir dapat dikatakan sama. bahwa negara hukum yang menurut istilah bahasa Belanda “rechsstaat” lahir dari suatu perjuangan menentang absolutisme. Oleh karena itu berdasarkan bentuknya sebenarnya Rule of Law adalah kekuasaan publik yang diatur secara legal. namun terdapat pula beberapa pakar menjelaskan bahwa meskipun antara Negara Hukum dan Rule of Law tidak dapat dipisahkan namun memiliki penekanan masing-masing. bangsawan maupun golongan teologis. Hadjon misalnya. Dalam hubungan ini pengertian Rule of Law berdasarkan substansi atau isinya sangat berkaitan dengan peraturan perundang- 3 . misalnya gerakan revolusi Perancis serta gerakan melawan absolutisme di Eropa lainnya.1 Pengertian Rule of Law Pengertian Rule of Law dan Negara Hukum pada hakikatnya sulit dipisahkan. 1960: 546). Setiap organisasi atau persekutuan hidup dalam masyarakat termasuk negara mendasarkan pada Rule of Law. sedangkan upaya untuk mewujudkan negara hukum atau recstsstaat lebih memiliki ciri yang revolusioner.

undangan yang berlaku dalam suatu negara. 2.2 Latar Belakang Rule of Law a. bersamaan dengan kelahiran Negara berdasarkan hukum (konstitusi) dan demokrasi yang merupakan suatu konsep hukum yang sesungguhnya lahir dari sebuah bentuk protes terhadap sebuah kekuasaan yang absolut disebuah negara. meskipun negara tersebut adalah negara otoriter. hal ini dapat diartikan bahwa setiap negara mempunyai aparat penegak hukum yang menyangkut ukuran yang baik dan buruk (just and unjust law). Dengan demikian masyarakat terhindar dari tindakan-tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh penguasa. Dalam rangka membatasi kekuasaan yang absolut tersebut maka diperlukanlah pembatasan-pembatasan terhadap kekuasaan itu. Atas dasar alasan ini maka diakui bahwa sulit menentukan pengertian Rule of Law secara universal. Berdasarkan pengertian Rule of Law menurut Friedman (1959) membedakan Rule Of Law menjadi 2 yaitu pengertian secara formal (in the formal sense) dan pengertian secara hakiki atau materil (ideological sense). Konsekuensinya setiap negara akan mengatakan berdasarkan pada Rule of Law dalam kehidupan kenegaraannya. dalam hubungan inilah maka Rule of Law dalam hal munculnya bersifat endogen. Dan pada hakekatnya Rule of Law adalah bagaimana memposisikan hukum sebagai landasan bertindak dari seluruh elemen bangsa dalam sebuah negara. karena setiap masyarakat melahirkan pengertian itupun secara berbeda pula. Rule Of Law diartikan sebagai kekuasaan umum yang terorganisir (organized public power). Diawali oleh adanya gagasan untuk melakukan pembatasan kekuasaan pemerintahan negara 4 . artinya muncul dan berkembang dari suatu masyarakat tertentu. sehingga kekuasaan tersebut ditata agar tidak melanggar kepentingan asasi dari masyarakat. Rule of Law pada hakikatnya merupakan jaminan secara formal terhadap rasa keadilan bagi rakyat Indonesia dan juga keadilan sosial. Pengertian Rule Of Law secara umum merupakan suatu doktrin hukum yang mulai muncul pada abad ke XIX. Secara formal . Inti dari Rule Of Law menurut Friedman adalah adanya keadilan bagi masyarakat terutama keadilan sosial.

harus menentukan pula cara prosedural untuk memperoleh perlindungan atas hak-hak yang dijamin 5 . Terjaminnya hak-hak manusia oleh undang-undang (di negara lain oleh undang-undang dasar) serta keputusan-keputusan pengadilan (Wade and G. Dicey memakai istilah Rule of Law. Perlindungan konstitusional. sebagaimana yang dikemukakan A. Hak-hak manusia 2.b.V. tidak adanya kekuasaan sewenang-wenang. Peradilan administrasi dalam perselisihan (Oemar Seno Adji. Dicey dalam Introduction to the law of the Constitution mencakup tiga hal. Ketentuan ini berlaku untuk orang biasa. dalam Budiardjo. Menurut Stahl ada empat unsur-unsur Rechsstaat dalam arti klasik. dalam Budiardjo. sedangkan para ahli hukum Anglo Saxon seperti A.V. Perumusan yuridis dari Demokrasi Konstitusional adalah konsepsi negara hukum Pada abad ke-19 dan abad ke-20 muncul gagasan mengenai perlunya pembatasan mendapat perumusan secara yuridis. Pemisahan atau pembagian kekuasaan-kekuasaan untuk menjamin hak-hak itu (jika di Negara-negara Eropa Kontinental biasa disebut trias politica) 3. selain menjamin hak-hak individu. Godfrey Phillips. Kedudukan yang sama dalam menghadapi hukum (equality before the law). 1982: 58) Pada tahun 1965 International Commission of Jurists (organisasi ahli hukum internasional) dalam konferensinya di Bangkok memperluas konsep Rule of Law. dalam arti bahwa konstitusi. dalam arti seseorang boleh dihukum apabila melanggar hukum 2. Dikemukakan bahwa syarat-syarat dasar untuk terselenggaranya pemerintahan yang demokratis di bawah Rule of Law adalah : 1. yaitu : 1. yaitu : 1. Ahli hukum Eropa Barat Kontinental seperti Immanuel Kant dan Friedrich Julius Stahl memakai istilah Rechsstaat. Supremasi aturan-aturan hukum (supremacy of the law). Pemerintah berdasarkan peraturan-peraturan (watmatigheit van bestuur) 4. Sarana yang dipilih untuk maksud tersebut yaitu Demokrasi Konstitusional c. maupun pejabat 3. 1982: 58) Unsur-unsur Rule of Law dalam arti yang klasik .

Segala warga Negara bersamaan kedudukanya didalam hukum dan pemerintahan. Pemilihan umum yang bebas 4. yang tercermin dalam keanekaragaman pendapat. Kebebasan untuk berserikat/berorganisasi dan beroposisi 6. Mengakui serta menganggap wajar adanya keanekeragaman dalam masyarakat. Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggaraakan peradilan guna menegakan hukum dan keadilan (pasal 24 ayat 1 UUD 1945) 3. Menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur 4. Menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga 2. yaitu : 1. sehingga diatur pada pembukaan UUD 1945. Negara Indonesia adalah negara hukum (pasal 1 ayat 3 UUD 1945) 2. kepentingan serta tingkah laku 6. Pendidikan Kewarganegaraan (civic education) (Budirdjo. yaitu : 1.3 Fungsi Rule of Law Fungsi rule of law pada hakikatnya merupakan jaminan secara formal terhadap “rasa keadilan” bagi rakyat Indonesia dan juga ‘’keadilan sosial’’. yang berkaitan dengan jaminan atas rasa keadilan. terutama keadilan sosial. Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak 3. 1982: 60) Perkembangan berikutnya adalah gagasan Henry B.2. Membatasi pemakaian kekerasan sampai minimum 5. bersifat tetap dan instruktif bagi penyelenggaraan negara. 1982: 62-63) 2. serta menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya (pasal 27 ayat 1 UUD 1945) 6 . Kebebasan untuk menyatakan pendapat 5. Mayo. Menjamin terselenggarnya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah 3. Penjabaran prinsip-prinsip Rule of Law secara formal termuat didalam pasal-pasal UUD 1945. Prinsip-prinsip di atas merupakan dasar hukum pengambilan kebijakan bagi penyelenggara negara/pemerintahan. baik di tingkat pusat maupun daerah. bahwa demokrasi oleh beberapa nilai. Menjamin tegaknya keadilan (Budiardjo.

yaitu dalam arti ‘’pelaksanaan dari just law. Penegakan rule of law harus diartikan secara hakiki (materiil). tidak personal.’’ Prinsip-prinsip rule of law secara hakiki (materiil) sangat erat kaitannya dengan ‘’the enforcement of the rules of law’’ dalam penyelenggaraan pemerintahan terutama dalam hal penegakan hukum dan implementasi prinsip-prinsip rule of law. serta perlakuan yang sama dihadapan hukum (pasal 28 D ayat 1 UUD 1945) dan 5. Legalisme tersebut mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan sistem peraturan dan prosedur yang sengaja bersifat objektif. yang membawa keadilan bagi seluruh rakyat. gagasan tentang hubungan antar manusia. Pelaksanaan rule of law mengandung keinginan untuk terciptanya negara hukum. suatu aliran pemikiran hukum yang di dalamnya terkandung wawasan sosial.4. adalah Institusi Negara yang diberikan tugas. perlindungan dan kepastian hukum yang adil. yang dengan demikian memuat nilai-nilai tertentu dan memiliki struktur sosiologisnya sendiri. Dalam Bab X A Tentang Hak Asasi Manusia. Hal ini didukung oleh kenyataan bahwa rule of law merupakan institusi sosial yang memiliki struktur sosiologis yang khas dan mempunyai akar budayanya yang khas pula.4 Dinamika Rule of Law Dalam Proses Penegakan hokum di Indonesia di lakukan oleh lembaga penegak hukum yang terdiri dari: 1. Berdasarkan pengalaman berbagai negara dan hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan ‘’the enforcement of the rules of law’’ tergantung pada kepribadian nasional masing-masing. antara lain bahwa setiap orang berhak atas pengakuan. menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002. fungsi dan kewenangan tertentu. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja (pasal 28 D ayat 2 UUD 1945). jaminan. tidak memihak. Rule of law ini juga merupakan legalisme. memuat 10 pasal. dan otonom (tanpa ada intervensi pihak tertentu yang kini sering terjadi di Negara kita dalam pembentukan suatu hukum) 2. masyarakat dan negara. 7 . Kepolisian Pengertian Kepolisian.

. Tugas Kepolisian yang begitu mulia tersebut. Melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan. maka jajaran kepolisian. Kepolisian memiliki tugas pokok sebagai berikut : . Kejaksaan Kejaksaan R. bahan peledak. . dan Kejaksaan Negeri merupakan kekuasaan negara 8 . dengan memberikan pelayanan pada masyarakat secara optimal. dan penyitaan. 2. dan senjata tajam. serta kegiatan masyarakat. Sebagai badan yang berwenang dalam penegakan hukum dan keadilan. Memberikan izin melakukan pengawasan senjata api. Wewenang kepolisian adalah sebagai berikut: . Mengawasi aliran yang menimbulkan perpecahan dan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. untuk menjaga keamanan. semakin dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat dan sekaligus mewujudkan ketentraman ditengah-tengah masyarakat. Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Fungsi dari kepolisian adalah untuk memelihara keamanan dalam negeri. . . benar dan bertanggungjawab. kejaksaan dipimpin oleh Jaksa Agung yang dipilih oleh dan bertanggung jawab kepada Presiden. Melakukan penangkapan. adalah lembaga negara yang melaksanakan kekuasaan negara. ketertiban dan mengayomi masyarakat. Memberi perlindungan. Menegakan Hukum. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Kejaksaan Tinggi. penggeledahan. . maka dapat diwujudkan apabila aparaturnya mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002.I. Kejaksaan Agung. Memberikan izin dan mengawasi kegiatan keramaian umum dan kegiatan masyarakat lainnya. kegiatan instansi lain. . khususnya di bidang penuntutan. penahanan. Memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan pengadilan. .

DPR. keterbukaan. atau disingkat KPK. akuntabilitas. yaitu: kepastian hukum. Melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu berdasarkan undang-undang. . adalah komisi di Indonesia yang dibentuk pada tahun 2003 untuk mengatasi. Melakukan pengawasan tehadap pelaksanaan putusan pidana masyarakat. Melakukan penuntutan . KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Komisi Pemberantasan Korupsi. dan proporsionalitas. Wewenang dan tugas dari kejaksaan adalah : . Tugas dari KPK yaitu : . Supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. Melaksanakan penetapan hakim dan putusa pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. dan keputusa lepas bersyarat. dan BPK KPK di tetapkan dengan UU No 20 tahun 2002 dengan tujuan meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap pemberantasan tindak pidana korupsi. . . kepentingan umum. khususnya dibidang penuntutan. putusan pidana pengawasan. Berkoordinasi dengan instansi lain yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi . Komisi ini didirikan berdasarkan kepada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2002 mengenai Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 3. Dalam pelaksanaan tugasnya. KPK bertanggung jawab kepada publik dan menyampaikan laporannya secara terbuka dan berkala kepada Presiden. KPK berpedoman kepada lima asas. menanggulangi dan memberantas korupsi di Indonesia. 9 . Melengkapi berkas perkara tertentu dan untuk itu dapat melakukan pemeriksaan tambahan sebelum dilimpahkan ke pengadilan dan dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dengan penyidik. dimana semuanya merupakan satu kesatuan yang utuh yang tidak dapat dipisahkan.

Peradilan tindak pidana korupsi tidak bisa berjalan dengan landasan hukum UU KPK. 10 . Wewenang dari KPK . Bentuk dari sistem Peradilan yang dilaksanakan di Pengadilan adalah sebuah forum publik yang resmi dan dilakukan berdasarkan hukum acara yang berlaku di Indonesia untuk menyelesaikan perselisihan dan pencarian keadilan baik dalam perkara sipil. Melakukan tindakan-tindakan pencegahan tindak pidana korupsi. Setiap orang memiliki hak yang sama untuk membawa perkaranya ke Pengadilan baik untuk menyelesaikan perselisihan maupun untuk meminta perlindungan di pengadilan bagi pihak yang di tuduh melakukan kejahatan. Menetapkan system pelaporan dalam kegiatan pemberantasan korupsi. . . administratif maupun kriminal. Melakukan penyelidikan. terhadap instansi yang menjalankan tugas dan wewenang dengan pemberantasan tindak korupsi. dengan menggunakan cara prosedural yang ditetapkan oleh hukum formal. . penyidikan. Mengambil alih penyidikan dan penuntutan terhadap pelaku tindak korupsi yang sedang dilakukan oleh kepolisian dan kejaksaan. . penelitian. mengadili. 4. Sedangkan Peradilan adalah segala sesuatu atau sebuah proses yang dijalankan di Pengadilan yang berhubungan dengan tugas memeriksa. Meminta laporan instansi terkait mengenai pencegahan tindak pidana korupsi. dan memutus perkara. memutus dan mengadili perkara dengan menerapkan hukum dan/atau menemukan hukum “in concreto” (hakim menerapkan peraturan hukum kepada hal-hal yang nyata yang dihadapkan kepadanya untuk diadili dan diputus) untuk mempertahankan dan menjamin ditaatinya hukum materiil. dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi. . . . . Hanya menangani perkara korupsi yang terjadi setelah 27 Desember 2002. Melakukan pengawasan. buruh. Melakukan monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan Negara. penelaahan. Badan peradilan Pengadilan adalah badan atau instansi resmi yang melaksanakan sistem peradilan berupa memeriksa.

narkotika atau psikotropika pencucian uang. Memutuskan pembubaran parpol . Menguji undang-undang terhadap UUD 1945 . pengadilan adalah lembaga tempat subjek hukum mencari keadilan. Mengadili pada tingkat kasai terhadap putusan yang diberikan pada tingkat terakhir oleh peradilan. MA mempunyai kewenangan: .undangan di bawah undang-undang terhadap Undang-undang . 2) Mahkamah Konstitusi (MK) Merupakan lembaga peradilan pada tignkat pertama dan terakhir: . . Dari kedua uraian diatas dapat dikatakan bahwa. dan tingkat banding di peradilan tinggi. 1) Mahkamah Agung (MA) Merupakan puncak kekuasaan kehakiman di Indonesia. terorisme. Memutuskan perselisihan tentang hasil pemilihan umum 3) Peradilan Tinggi dan Negeri Merupakan peradilan umum di tingkat provinsi dan kabupaten. Pasal 57 UU No. sedangkan peradilan adalah sebuah proses dalam rangka menegakkan hukum dan keadilan atau suatu proses mencari keadilan itu sendiri. Menguji peraturan perundang. Memutuskan sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945 . Kewnangan lain yang ditentukan undang-undang. 11 . Fungsi kedua peradilan tersebut adalah menyelenggarakan peradilan baik pidana dan perdata di tingkat kabupaten. dan selanjutnya. 8 tahun 2004 menetapkan agar peradilan memberikan prioritas peradilan terhadap tindak korupsi. tindak pidana.

Rule of law yang merupakan kekuasaan publik yang diatur secara legal. BAB III PENUTUP 3. 12 . Untuk itu dapat dinyatakan rule of law berfungsi sebagai batasan – batasan dalam kekuasan golongan petinggi yang ada.1 Kesimpulan Untuk dapat menciptakan keadilan hukum perlu diberlakuakan secara mutlak bagi setiap warga negar.

3. Friedman (1959) membedakan rule of law menjadi dua yaitu: Pertama. dalam arti perlakuan adil. dan menjalankan UU 1945 dengan baik. Ada tidaknya rule of law pada suatu negara ditentukan oleh “kenyataan”. dan merugikan baik sebagian maupun keseluruhan masyarakat. baik sesama warga Negara maupun pemerintah. kita haruslah menjunjung tinggi hukum dan kaidah- kaidahnya agar terselenggara keamanan. secara hakiki/materiil (ideological sense). Rule of law sangat diperlukan untuk Negara seperti Indonesia karena akan mewujudkan keadilan. lebih menekankan pada cara penegakannya karena menyangkut ukuran hukum yang baik dan buruk (just and unjust law). Agar hukum tidak dipermainkan bagi mereka yang memiliki kekuasaan. Agar kita dapat menikmati keadilan maka seluruh aspek Negara harus bersih. ketentraman. apakah rakyat menikmati keadilan. misalnya nrgara. Pelajari Undang-Undang 1945 beserta nilai-nilainya dan jalankan apa yang jadi tuntutanya agar tercipta kehidupan yang stabil. Penjabaran prinsip-prinsip rule of law secara formal termuat didalam pasal-pasal UUD 1945. Rule of Law juga mempunyai kaitan erat dengan HAM ( Hak Asasi Manusia). Kedua. jujur. Rule of law dapat menciptakan keadilan terhadap hukum yang berlaku. Tetapi harus mengacu pada orang yang ada di dalamnya yaitu oranr-orang yang jujur tidak memihak dan hanya memikirkan keadilan tidak terkotori hal yang buruk. juga bertanggung jawab. Prinsip-prinsip rule of law secara formal tertera dalam pembukaan UUD 1945. mentaati undang-undang. Dalam suatu penegakan hukum disuatu Negara maka seluruh aspek kehidupan harus dapat merasakannya dan diharapkan semua aspek tersebut mentaati hukum. dimana jika pelaksanaan Rule of Law benar akan menyebakan kemajuan kulitas hidup dan pada akhirnya terpenuhinya hak asasi manusia. dan kenyamanan.2 Saran Sebagai warga negara. pengertian secara formal (in the formal sence) diartikan sebagai kekuasaan umum yang terorganisasi (organized public power). maka akan terjadilah pemerintahan dan 13 .

09 Wita 14 .kejaksaan. diakses pada tanggal 13 November 2014 pukul 18.id (online). selaras dengan keadaan dan sesuai dengan apa yang diharapkan yaitu kemakmuran bangsa. http://www.kehidupan Negara yang harmonis. Tentang Kejaksaan. 2009. DAFTAR PUSTAKA Google.go.

diakses pada tanggal 13 November 2014 pukul 18. 2012. M. 2011. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi. Pengertian Peradilan.24 Wita Google.06 Wita 15 .blogspot. diakses pada tanggal 13 November 2014 pukul 18.org (online).com (online). H.com (online). dan Drs. Dr. Kaelan. 2014. Makalah Pendidikan Kewarganegaraan. Rule of Law Menuju Pemerintahan. http://rahayukusumapratiwi.blogspot. http://zalz10pahlawan.22 Wita .Si. http://dhebotblogbelog. diakses pada tanggal 13 November 2014 pukul 18. http://theresiaaaw. http://pn-yogyakota. Achmad Zubaidi.blogspot.Prof.id (online). Tugas Fungsi dan Wewenang Kepolisian. 2015. Pendidikan Kewarganegaraan Paradigma Terbaru untuk Mahasiswa. diakses pada tanggal 13 November 2014 pukul 18. H. 2013. Yogyakarta: Paradigma Theresia. Makalah Pendidikan Kewarganegaraan.38 Wita Tim Nasional Dosen Pendidikan Kewrganegaraan. Rahayu Kusuma. diakses pada tanggal 13 November 2014 pukul 16.wikipedia. Komisis Pemberantasan Korupsi. http://id. M.go. 2010.S.29 Wita Pratiwi. Purwokerto: Alfabeta Wikipedia. 2008.com (online) diakses pada tanggal 28 Oktober 2014 pukul 19.com (online).wordpress.35 Wita Wordpress. 2013.Google.