You are on page 1of 10

MODEL HIGH/SCOPE PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

BAB I

PENDEKATAN KHUSUS AMERIKA SERIKAT

I.I. Sejarah Model High/Scope Pendidikan Anak Usia Dini

Perkembangan model High/Scope dimulai pada tahun 1962 dengan program High/Scope
prasekolah Perry, sebuah program bagi anak-anak usia 3-4 tahun yang beroperasi di Sekolah
Dasar Perry di Ypsilanti, Michigan. Program ini adalah salah satu pelopor di tahun 1960-an
untuk membantu anak-anak mengatasi efek-efek negatif kemiskinan dalam persekolahan,
sebuah gagasan yang selanjutnya terwujud dalm program –program Head Start.

Model ini adalah satu dari yang pertama meraih desain eksperimental terpirinci, anak-anak
secara acak diberi tugas atau tidak memungkinkan para peneliti melacak dampak program
sepanjang kehidupan para peserta. Penelitian ini menunjukan bahwa program prasekolah ini
menyediakan begitu banyak manfaat jangka pendek dan jangka panjang. Yaitu persiapan
bersekolah yang lebih baik, keberhasilan dalam bersekolah, dan dalam masa dewasa tingkat
pelanggaran hukum yang lebih rendah, tingkat pekerjaan yang lebih tinggi, dan tingkat
kesejahteraan yang lebih rendah.

1.2. Model Pendidikan Anak Usia Dini High/Scope

The High/Scope Educational Foundation (Yayasan Penelitian Pendidikan High/Scope) terus
mengembangkan dan menerapkan model ini hingga sekarang, memasukkan hasil penelitian
berkaitan dengan literasi, matematika, ilmu pengetahuan alam, perkembangan sosial,
perkembangan kesehatan dan fisik, seni dan penggunaan komputer, dan membuat orang
mengaplikasikan model tersebut kepada situasi dan populasi anak yang baru di seluruh dunia
(Epstein, 2007; Hohman, 2002; Hohman & Weikart, 2002). Ribuan program pendidikan anak
usia dini di seluruh Amerika Serikat dan negara-negara lainnya kini menggunakan model
High/Scope.

Model pendidikan anak usia dini High /Scope adalah kerangka terbuka mengenai teori-teori
perkembangan dan praktik pendidikan yang berbasis pada perkembangan interaktif anak.
Model ini digunakan dalam ribuan program pendidikan anak usia dini di seluruh Amerika
Serikat dan negara-negara lain. Berdasarkan gagasan perkembangan anak Piaget (Piaget &
Inhelder,1969) dan praktik pengajaran yang berasal dari teori pembelajaran sosial Vygotsky
(1934-1962), model High/Scope memandang anak-anak sebagai pembelajar aktif yang paling
baik belajar melalui kegiatan yang mereka rencanakan, laksanakan, dan reflesikan sendiri.

Orang dewasa mengatur bidang minat dalam lingkungan pembelajaran yaitu
mempertahankan rutinitas harian yang mengizinkan anak-anak merencanakan dan
meneruskan kegiatan mereka sendiri, mengikuti kegiatan anak-anak dan membantu mereka

Usaha ini membantu menyebarkan contoh pendidikan yang demokratis dalam pelaksanaannya bisa disesuaikan dengan budaya. Belanda dan Afrika Selatan. Pada akhir tahun 2007. 2005) dan Penelitian banding kurikulum prasekolah High/Scope (Schweinhart & Weikart. Inggris Raya. . Sementara model High/Scope berkembang antusiasme nasional pada model pendidikan anak usia dini juga bermunculan. War on Poverty (Perang terhadap kemiskinan) dan Economic Opportunity Act(Undang-Undang Kesempatan Ekonomi) tahun 1964 oleh Presiden Lyndon Johnshon mengawali peranan federal dalam pendidikan anak usia dini melalui proyek Head Start Nasional. yang sejak saat itu terus berkembang selama bertahun-tahun. Finlandia. Korea. Buku-buku teks dasar dan instrument penilaiannya diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. tidak ada alasan untuk berpikir bahwa hubungan antara model pendidikan dan pencapaian anak yang dimulai pada tahun 1960an berbeda dengan saat sekarang ini. Indonesia.merenungkan berbagai hal serta memberikan bahasa melalui percakapan dan pengamatan. pusat pelatihan High/Scope dan institut nasional berlisensi beroperasi di Kanada. Memberdayakan guru dengan memberi mereka contoh efektif yang di dukung oleh pelatihan dan pengawasan yang sistematis. 1997) menunjukkan bahwa model anak usia dini High/Scope memiliki manfaat penting dalam berkelanjutan karena membantu perkembangan hal-hal berikut ini: Memberdayakan anak dengan membeiarkan mereka memulai dan melaksanakan kegiatan pembelajaran mereka dan mengambil keputusan secara mandiri. Norwegia. Korea. dan fisik. Memberdayakan orang tua dengan melibatkan mereka dalam hubungan yang berkelanjutan sebagai mitra penuh dengan guru dalam mendukung perkembangan anak-anak mereka. sosial. Pemerintah federal menjaga antusiasme ini dengan menaruh minat aktif pada pendidikan anak usia dini sebagai sarana untuk membantu anak-anak miskin menghindari kegagalan bersekolah dan akibatnya yang tragis.. Spanyol. Turki dan Indonesia. Irlandia. Orang dewasa juga mendorong anak-anak meraih petunjuk perkembangan utama dan membantu dan membantu mereka belajar mengambil keputusan. Oleh karena itu. Meksiko. Selanjutnya. bahasa lokal dan terbuka untuk digunakan di manapun oleh orang dewasa yang penuh pemikiran. Penelitian prasekolah High/Scope perry (Schweinhart dkk. semoga program saat ini bisa ditiru sepenuhnya. Cina. Perancis. Singapura. memecahkan masalah serta secara umum terlibat dalam kegiatan yang meningkatkan perkembangan kecerdasan. Penelitian empiris sistematis selama berpuluh-puluh tahun menunjukkan bahwa model High/Scope berhasil meningkatkan kesempatan hidup anak-anak yang turut serta dalam program tersebut. Belanda. beserta perangkat pengamatan untuk menilai perkembangan anak-anak.

dan tingkat keterlibatan orang tua yang tinggi perbandingan staf\anak adalah 1 banding 5 atau 6. Sama halnya dengan program sekolah dasar dan menengah. 2005) dan kelompok High/Scope Penelitian Pembanding Kurikulum (Schweinhart & Weikart. perencanaan dan perkembangan staf. Semua elemen ini tidak mudah untuk dilakukan dan tidak mudah untuk dipertahankan. Staf pengajar bekerja sebagai tim dalam merencanakan. Administrasi menyediakan model kepemimpinan. Diantara elemen penting program terdapat juga kepegawaian.3. Sebagai rangkuman. Orang tua bergabung dengan guru sebagai mitra dalam pendidikan anak dan terlibat dalam diskusi yang sesungguhnya dan membawa topik pembelajaran.. . pengawasan. Program prasekolah ini memiliki dua komponen yaitu sesi kelas hari yang selama 21/2jam oleh guru pada setiap anak dan orang tua atau pengasuh lain. melaksanakan. yaitu rencanakan- lakukan-tinjauan. dan 1 banding 8. dan setiap hari mengevaluasi kegiatan. Semua elemen program ini dapat di terapkan sejumlah keluwesan. Rasio kepegawaian tidak boleh lebih dari 10 anak per staf. dan petunjuk perkembangan utama sebagai besar perencanaan dan pengamatan.1. 1997) berhasil karena keduanya menerapkan elemen penting model High/Scope dan konsisten mempertahankan kebijakan program yang memungkinkan model ini berjalan dengan efektif. Kelompok program prasekolah High/Scope Perry (Schweinhart dkk. dengan dua guru dan 16 anak untuk siap kelas dalam penelitian perbandingan kurikulum High/Scope. sebuah program prasekolah berkualitas tinggi mengamati kebijakan- kebijakan program berikut ini : Guru menggunakan dan memiliki model pendidikan yang berorientasi pada perkembangan anak melalui pelatihan di tempat secara teratur. Hubungan Penelitian Dengan Model High/Scope Model High/Scope menuntukan elemen program yang penting dalam pengalaman hari demi hari anak dan guru bertanggung jawab besar pada efek program tersebut. Oleh karena itu banyak program pengasuhan dan pendidikan anak usia dini yang sudah ada tidak memiliki kualitas operasional yang memadai. dan besarnya kelompok tidak lebih dari 20 anak. sesi kelas untuk anak-anak . dan bantuan. dengan empat guru untuk 20 hingga 25 anak dalam program prasekolah High/Scope Perry. Tugas utama pengasuh dan pendidik adalah meningkatkan kualitas program. program anak usia dini harus memenuhi standar dasar.

Peranit ini memperluas kemampuan manusia dengan memungkinkan manusia untuk melakukan hal-hal yang tidak bisa mereka lakukan tanpanya. Menurut Vygotsky proses psikologi yang telah berkembang sepenuhnya sulit untuk dipelajari karena umumnya berada dalam bentuk yang terinternalisasi dan terlipat atau menurut istilah Vygotsky sendiri terofosil di mana banyak komponen proses yang tidak bisa terlihat dengan mudah.1. Berikut ini tiga konsep penting pada landasan teorities tersebut yaitu : 2. Tempat lain di mana budaya muncul dalam pendekatan Budaya-Sejarah adalah saat para penganut teori Vygotsky memandang konteks sosiokultural khusus pembelajaran dan perkembangan untuk melihat bagaimana peranti budaya khusus serta praktik budaya khusus yang digunakan untuk mengajar dan mempelajari hal ini memengaruhi perkembangan fungsi mental yang lebih tinggi dalam diri perseorangan atau dalam kelompok tertentu. seseorang harus mempelajari sejarah perkembangan proses ini.1. dan mengajari yang lain untuk menggunakannya.BAB II Pendekatan Vygotsky Pada Pendidikan Anak Usia Dini 2.1. Konsep Peranti. Sebaliknya proses yang sedang berkembang masih memiliki komponen luar yang luas dan yang memberikan pandangan kepada para peneliti mengenai sifat proses tersebut (Vygotsky 1978). Dalam artian bahwa semua peranti fisik ini bertindak sebagai penyambung tubuh manusia bahwa sebagai suatu spesies kita tidak memiliki tubuh sekuat tubuh hewan.2. . Sejarah ini memadukan dua aspek yang berbeda namun saling terkait yaitu sejarah perorangan atau ontogeni dan sejarah umat manusia atau flogeni. Sejarah merujuk pada gagasan Vygotsky yaitu untuk benar-benar memahami proses psikologi yang unik pada manusia. Vygotsky sependapat dengan pandangan di antara rekan-rekan di masanya bahwa perbedaan antara manusia dan hewan adalah manusia menggunakan peranti. anda bisa juga memotong bagian kayu yang lebih besar dengan menggunakan kapak atau gergaji. Landasan Teoriteties Pendekatan Vygotsky Pendukung konseptual bagi Peranti Pikir sebagian besar berasal dari teori perkembangan Lev Vygotsky. Sedangkan definisi Budaya Vygotsky dalam budaya sejarah lebih sempit daripada makna yang kita berikan. membuat peranti. Vygotsky lebih banyak berfokus pada komponen budaya beragam tanda dan simbol yang berfungsi sebagai peranti budaya dan peran mereka dalam perkembangan proses mental manusia yang uni yang ia sebut sebagai fungsi mental yang lebih tinggi (Vygotsky 1997). 2.1. Pandagan Perkembangan Budaya-Sejarah. Contohnya yaitu meskipun anda bisa mematahkan ranting dan dahan yang lebih kecil dengan tangan kosong.

Pandangan Teori Vygotsky Tentang Pembelajaran Dan Pengajaran. Sebaliknya fungsi mental yang lebih tinggi dianggap sebagai proses yang lebih rumit di mana metode objektif penelitian tidak dapat digunakan dan hanya dapat dimasuki melalui laporan diri seseorang.2. 2. salah satu tujuan utama pendidikan baik formal. dan kepandaian sensorimotor yaitu dalam kerangka kerja Vygotsky menggambarkan pemecahan masalah dalam situasi yang melibatkan manipulasi fisik atau gerak motorik dan trial and error (proses percobaan).1. (Vygotsky 1978). Oleh karena itu bagi Vygotsky. 2. 1995).3. Persamaan lain antara peranti fisik dan peranti mental adalah manusia mengajari anak-anak mereka bagaimana menggunankan keduanya. Vygotsky menggambarkan fungsi mental yang lebih rendah sebagai hal yang lazim pada manusia dan binatang. Berikut ini contoh-contoh dari fungsi mental yang lebih rendah termasuk sensasi yaitu merujuk pada penggunaan pancaindra dan ditentukan oleh anatomi dan fisiologi dari sistem pengindraan pada spesies tertentu. (Vygotsky. maupun informal adalah membantu anak-anak menguasai peranti kebudayaan mereka (Karpov.Vygotsky menerapkan gagasan manusia sebagai hewan pembuat peranti dalam cara yang unik berbeda dari rekan-rekan di zamannya dan memperluas gagasan ini untuk menyertakan satu jenis peranti baru yaitu peranti mental atau peranti pikiran. . Proses Mental Yang Lebih Rendah Dan Lebih Tinggi. Vygotsky tidak menganggap bahwa fungsi mental yang lebih rendah dan lebih tinggi berdiri sendiri-sendiri. Vygotsky membagi proses mental ke dalam fungsi mental yang lebih rendah dan yang lebih tinggi. ingatan asosiatif yaitu kemampuan untuk menghubungkan dua rangsangan secara bersamaan dalam ingatan setelah kedua rangsangan itu ditunjukkan secara berulang-ulang dan bersamaan satu rangsangan memicu ingatan pasangannya. Oleh karena itu bagi penganut teori Vygotsky bahwa pendidikan anak usia dini adalah sebuah langkah awal dalam sebuah proses yang panjang di mana anak-anak usia muda terlibat dalam penguasaan “peranti” dan perkembangan fungsi mental yang lebih tinggi yang dipelajari dari orang-orang yang berada dalam dunia anak. 1997). perhatian spontan yaitu merujuk pada perhatian yang terarah pada rangsangan yang kuat dari lingkungan. Fungsi-fungsi ini dibawa sejak lahir dan perkembangannya tergantung sepenuhnya pada proses kematangan. Vygotsky menggambarkan fungsi mental yang lebih tinggi sebagai sesuatu yang nyata terlihat dalam bentuk gerak refleks. tapi sebaliknya mengajukan sebuah teori di mana dua rangkaian fungsi ini berinteraksi. Dengan kata lain anak-anak tidak terlahir dengan mengetahui bagaimana menggunakan peranti yang ada atau menemukan peranti baru. Sama halnya dengan peranti fisik yang menambah kemampuan fisik kita dengan berperan sebagai tambahan tubuh kita. dan perilaku motorik yang mudah untuk diamati dan diukur. sedangkan peranti mental menambah kemampuan mental kita dengan berperan sebagai perluasan pikiran. kepekaan indra.

2. ini berarti bahwa meskipun beberapa pembelajaran tidak bias terjadi sampai adanya prasyarat perkembangan-seperti dalam kasus anak-anak yang tak bias menulis sampai mereka mencapai tingkat perkembangan tertentu keterampilan gerak halus mereka-yang sebaliknya juga benar.Guru dan anak-anak dapat bekerja dan bermain bersama untuk membangun pengetahuan dan pemahaman. Zona Perkembangan Dekat adalah jarak antara tingkat perkembangan nyata yang ditentukan oleh pemecahan masalah dengan bimbingan atau bekerja sama dengan teman sebaya yang lebih cakap (Vygotsky. Dalam istilah yang lebih praktis. Diantara tingkat tindakan mandiri dan tindakan dengan bantuan terdapat keterampilan dan kemampuan yang memerlukan tingkat bantuan yang beragam yaitu keterampilan dan kemampuan yang lebih dekat dengan batasan yang lebih rendah hanya memerlukan sedikit .1. Pendekatan budaya sejarah memiliki pendirian bahwa perkembangan manusia melibatkan sebuah hubungan saling mempengaruhi yang rumit antara proses perkembangan alami yang ditentukan secara biologis dan proses perkembangan budaya yang disebabkan oleh interaksi perorangan yang bertumbuh dengan orang lain dan benda-benda hasil kebudayaan. seperti seorang guru. Dua tingkat tindakan menentukan batasan ZPD seorang anak: Batasan yang lebih rendah ditentukan oleh tingkat perbuatan mandiri anak. Ini adalah tingkat perbuatan anak dengan bantuan. dmikian pandangan Vygotsky tentang pembelajaran dan pengajaran.Perbuatan mandiri adalah apa yang mampu dilakukan oleh anak seorang diri tanpa bantuan siapapun.2.2 Zona Perkembangan Dekat Gagasan Zona Perkembangan Dekat (ZPD) menurut Vygotsky yaitu mencerminkan kerumitan hubungan antara pembelajaran dan perkembangan dan kedinamisan peralihan dari bentuk prosses mental yang digunakan bersama ke bentuknya sendiri-sendiri. 2. Pembelajaran Dapat Menuntun Perkembangan. 86) Kata zona digunakan karena Vygotsky mengangap perkembangan anak-anak bukan sabagai titik-titik dalam sebuah skala tapi sebagai rangkaian kesatuan keterampilan dan kemampuan pada tingkat penguasaan yang berbeda-beda. Dekat artinya tidak menjelaskan semua keterampilan dan kemampuan yang mungkin tapi akhirnya akan muncul tapi hanya beberapa yang paling dekat dengan kemunculan pada waktu tertentu. hlm. 1978. Batasan yang lebih tinggi adalah yang terbanyak yang bisa dilakukan oleh seorang anak bila dibantu oleh orang yang lebih berpengalaman.2.

2. Pandangan Perkembangan Anak Menurut Teori Vygotsky. Jadi kegiatan utama itu diartikan sebagai jenis interaksi antara anak-anak dan lingkungan sosial yang mengarah pada kemunculan pencapaian perkemabanga dalam satu periode kehidupan yang akan mempersiapkan mereka untuk periode berikutnya (Leont’ev. Pendekatan Vygotsky Pada Kesiapan Bersekolah.bantuan dan yang terletak lebih dekat dengan batasan yang lebih tinggi tidak bisa ditunjukkan oleh anak tanpa bantuan dalam jumlah besar. Pencapaian Perkembangan dan Kegiatan Utama. 1981). Oleh karena itu bahwa situasi sosial perkembangan mewakili momen awal semua perubahan dinamis yang terjadi dalam perkembangan selama periode tertentu. Salah satu inovasi besar yang disumbangkan oleh penganut teori setelah masa Vygotsky pada teori perkembangan anak adalah pengenalan gagasan kegiatan utama yang menggantikan pemahaman asli situasi sosial perkembangan Vygotsky. seluruh sistem fungsi mental mengalami restrukturisasi besar. ZPD seorang anak tidak tetap dan berubah-ubah seiring dengan pembelajaran anak. 3. jalan yang dilalui di mana makhluk sosial menjadi pribadi. Sedangkan pencapaian perkembangan diartikan sebagai keterampilan dan kemampuan yang tidak hanya baru bagi periode usia tertentu tapi juga kritis bagi kemampuan anak untuk terlibat dalam kegiatan utama periode berikutnya. Ini secara keseluruhan dan sempurna menentukan bentuk dan jalan yang dilalui anak untuk menguasai karakteristik kepribadian yang lebih baru. Demekian juga dengan adanya periode di mana tidak ada pembentukan baru yang terjadi. 1998 hlm 198). Saat perubahan kualitatif terjadi.3. yang berakibat pada munculnya bentuk kognitif dan sosial emosional baru atau pencapaian perkembangan. Perpindahan dari prasekolah menuju sekolah berarti perubahan besar dalam situasi sosial di . Pandangan Vygotsky pada kegiatan bersekolah bermula dari gagasannya mengenai situasi sosial perkembangan anak sebagai kekuatan utama yang mendorong perkembangan anak. Situasi Sosial Perkembangan sebagai Mekanisme Perkembangan Utama. (Vygotsky. Perkembangan anak mencakup perubahan kualitatif dan kuantitatif. tapi anak-anak masih mengembangkan kemampuan mereka yang dimilikinya. menarik mereka dari kenyataan sosial dari sumber dasar perkembangan. 2. Apa yang dapat dilakukan seorang anak hari ini hanya dengan bantuan pada hari berikutnya akan biasa dilakukan oleh anak tersebut. Menurut Vygotsky perkembangan anak pada masa awal menuju kesiapan bersekolah dipicu oleh jenis-jenis interaksi yang dimiliki anak dengan lingkungan sosial berpusat pada pencapaian tugas perkembangan yaitu sebagai berikut : 1. saat si anak menghadapi tugas-tugas yang lebih sullit. muncullah tingkat perbuatan dengan bantuan baru. Lalu.

permainan pendukung adalah prioritas dalam kelas anak usia dini yang berbasis teori Vygotsky. Permainan “nyata”. yang menganggap permainan adalah kegiatan utama bagi anak-anak usia prasekolah dan taman kanak-kanak (Elkonin. Gagasan permainan sebagai sumber utama perkembangan bagi anak-anak selanjutnya diuraikan oleh rekan-rekan sejawat Vygotsky Alexei Leont’ev dan Daniel Elkonin. 1972. · Anak-anak mengikuti serangkaian aturan yang ditentukan oleh peran khusus. . seperti permainan berpura-pura. Leont’ev 1981). dalam tulisan mereka Vygotsky dan rekan-rekannya membatasi definisi permainan mereka pada perkembangan make-believe atau dramatis anak- anak usia prasekolah dan anak-anak usia sekolah dasar. Intervensi bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus didasarkan pada gagasan perbaikan yaitu anak-anak diajarkan untuk mengganti kekurangan fungsi mental mereka yang lebih rendah dengan mengembangkan fungsi mental yang lebih tinggi menggunakan peranti mental khusus. 2.mana sang anak berperan serta satu perubahan dalam karakter alamiah interaksi yang terdapat dalam bersekolah dan dalam harapan yang terkait dengan peran sebagai seorang “siswa”. Guru fokus pada peningkatan perkembangan fungsi mental yang lebih tinggi dan pada penguasaan peranti budaya anak-anak dan bukan pada pembelajaran keterampilan dan konsep yang berlainan. Filosofi pendidikan pengajaran anak-anak yang didasarkan pada teori Vygotsky yaitu sebagai berikut : Guru meningkatkan dan membantu perkembangan dengan melibatkan anak-anak dalam kegiatan yang merupakan kegiatan utama bagi usia mereka. Penerapan Teori Vygotsky Dalam Kelas Anak Usia Dini. Namun. tapi dalam arti tertentu sumber utama perkembangan dalam masa prasekolah. menurut Vygotsky memiliki tiga komponen yaitu: · Anak-anak menciptakan suasana khayalan. · Anak-anak mengambil dan memainkan peran. Membantu Perkembangan Anak dengan Melibatkan Anak dalam Kegiatan Utama. 1.4. Oleh karenanya bahwa permainan berpura-pura adalah kegiatan utama bagi anak-anak usia prasekolah dan taman kanak-kanak. Definisi permainan Vygotsky tidak mencakup kegiatan seperti manipulasi objek dan eksplorasi yang dianggap sebagai pendahuluan permainan dan kegiatan seperti pertandingan dan olahraga yang dianggap sebagai hasil pengembangan permainan. Menurut Vygotsky bahwa permainan adalah bukan bentuk kegiatan utama.

Bagi penganut teori Vygotsky tujuan pendidikan secara umum. Bagian utama pendekatan Vygotsky pada tulisan awal adalah gagasan bahawa anak- anak belajar menggunakan fungsi instrumental ujaran tertulis untyk memperluas kemampuan mental. Penelitian terkini tentang hubungan antara permainan dan pengaturan diri menegaskan keyakinan Vygotsky bahwa permainan make-believebisa meningkatkan pengaturan diri khususnya pada anak-anak yang sangat implusif atau sulit diatur. Teori Vygotsky mengaris bawahi nilai permainan make-belive bagi perkembangan anak. Meningkatkan Penguasaan Peranti Mental dan Fungsi Mental Anak yang Lebih Tinggi. Namun Vygotsky berpendapat bahwa sifat yangberdasarkan aturan ini adalah sebuah karakteristik penting permainan berpura-pura oleh anak. Sebaliknya. Oleh karenanya bahwa tidak semua permainan sama manfaatnya bagi perkembangan pengaturan diri. dan pendidikan anak usia dini secara khusus lebih dari sekedar melengkapi anak-anak dengan serangkaian keterampilan dan pengetahuan khusus. 2. sosial dan kognitif yaitu melaksanakan berbagai perilaku dengan mengikuti beberapa peraturan eksternal atau terinternalisasi daripada bertindak berdasarkan implus. sedangkan sebaliknya saat anak-anak menggunakan alat bantu tidak nyata mereka tidak hanya harus mengubah makna alat bantu terus menerus tetapi juga harus menggunakan kata-kata berbeda untuk menjelaskan pada teman bermainnya. kemudian tertulis. Dengan mainan sungguhan tidak perlu pemisahan makna dari objek karena objek buatan terlihat sama dan bisa digunakan dengan cara yang sama. 2007). mereka melihat tujuan ini adalah untuk membantu anak-anak menguasai peranti mental dan fungsi mental yang lebih tinggi (Bodrova-Leong. termasuk perkembangan kompetensi yang membuat anak-anak siap untuk persekolahan formal. Perubahan utama dalam pikiran seorang anak yang dihubungkan dengan perkembangan fungsi mental yang lebih tinggi tergantung pada sebaik apa anak tersebut menguasai penggunaan ujaran lisan terlebih dahulu. Jadi jenis permainan terbaik adalah di mana anak-anak menggunakan alat bantu tidak tersusun dan multifungsi yang berlawanan dengan fungsi khusus dan nyata. Ujian Tertulis Sebagai Peranti Mental. . dan dengan demekian mendukung perkembangan fungdi mental yang lebih tinggi. Menurut Vygotsky anak-anak mulai menggunakan ujaran mereka pada tahun-tahun prasekolah bukan hanya untuk berkomunikasi dengan orang lain tapi juga berkomunikasi dengan diri mereka sendiri dan muncul satu bentuk baru ujaran berbicara sendiri. 3. Dalam pandangan teori Vygotaky penggunaan peranti ini tidak hanya membantu anak-anak dalam tugas yang dikerjakan tapi juga benar-benar menyusun kembali pikiran mereka. Permainan membantu anak-anak mengewmbangkan kemampuan mengatur sendiri perilaku fisik. Bahwa gagasan permainan tidak sepenuhnya spontan tapi tergantung pada pemain yang mengikuti serangkaian aturan. Banyak peranti mental berbasis pada bahasa dan bahasa itu sendiri adalah peranti mental yang paling ampuh.

perkembangan kemampuan membaca menulis dan jenis-jenis intervensi yang harus digunakan saat bekerja dengan anak-anak dengan kebutuhan khusus. Dalam bagian tentang penerapan di dalam kelas jelaslah bahwa pandangan teoritis ini mengarah pada rekomendasi khusus bagi perkembangan permainan make-believe. Ini berarti bahwa belajar menulis tidak berawal dari membentuk huruf tapi sebaliknya berawal dari belajar menggunakan tanda-tanda simbolis untuk mewakili satu pesan. Oleh karenanya bahwa gambar yang dibuat anak-anak adalah adalah ujaran tertulis yang unik. bukan hasil. Alexander Luria yaitu sehubungan dengan program penelitian umum Vygotsky menunjukkan bahwa bahkan anak-anak yang masih sangat kecil menggunakan simbol tertulis sebagai pembantu ingatan (Luria 1998). Mempelajari huruf memberikan komponen akhir untuk memindahkan anak dari bentuk idiosinkratis sedangkan menggambar ujaran menuju cara konvesional mencatat ujaran dalam kata-kata tertulis. menyimpulkan bahwa gambar-gambar ini digunakan dengan fungsi yang sama dengan kata-kata tertulis.Vygotsky melacak asal tulisan anak-anak dengan gambar awal mereka. Penelitian yang dilakukan oleh rekan Vygotsky. Keduanya hanya menunjukkan karakteristik objek yang penting dan konstan. .Perkembangan bahasa tertulis mental termasuk dalam jenis perkembangan budaya yang paling jelas karena terhubung dengan penguasaan sistem eksternal dari sarana yang dikembangkan dan diciptakan dalam proses perkembangan budaya umat manusia (Vygotsky 1997 hlm 133). Pendekatan Vygotsky membantu guru memahami peran mereka dalam proses pembelajaran dan pengajaran dengan menekankan pada proses. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Pendekatan Vygotsky pada pendidikan anak usia dini merangkum bahwa prinsip- prinsip utama teorinya dan penerapan gagasan ini pada interaksi kelas praktis. dan pada pentingnya pengembangan fungsi mental yang lebih tinggi. sebuah cerita yang sangat nyata mengenai sesuatu yang lebih bersifat ujaran daripada gambaran.