You are on page 1of 5

DOA YANG DIAJARKAN OLEH RASULULLAH SAW

Desember 3, 2010 PropertyCirebon

Pada suatu waktu ada seorang pimpinan sebuah perusahaan nasional


sedang berlibur di Bali dan sampailah ia di sebuah pantai. Di suatu sore
itu, sang Direktur tadi, pada saat ia sedang berjalan-jalan menyusuri pantai
menanti sunset, matanya terbentur pada sesosok pemuda berpakaian
seadanya (maklum di pantai, yang lumrah kita jumpai bila kita sedang di
Kuta, Bali), sedang bemalas-malasan di atas bale-bale di pinggir pantai itu.

Sang Direktur yang sudah terbiasa bekerja keras sejak muda merasa
terusik dengan aktivitas pemuda tersebut. Pikirnya, kalau saja para
pemuda bangsa ini kerjanya hanya tidur-tiduran dan bermalas-malasan
seperti ini, bagaimana mungkin negara ini bisa maju? Ia pun segera
menghampiri pemuda itu.Mas sedang ngapain Anda? ia bertanya.

Pemuda tersebut menoleh dan malah balik bertanya,apa Bapak nggak


melihat saya sedang tidur-tiduran? Meski pun dengan menahan perasaan
geram, sang Direktur berusaha menahan diri. Pikirnya anak muda ini
belum mengerti hakikat hidup yang harus dijalani manusia. Sang Direktur
yang telah mengecap setumpuk asam garam kehidupan pun merasa
terpanggil untuk menyadarkannya. Mas, apa kamu tidak bekerja.?

Untuk apa.tanya si pemuda

Ya, supaya kamu bisa membeli barang-barang yang kamu butuhkan.


Supaya kamu bisa punya tabungan, punya rumah. Supaya di saat tua
nanti kamu bisa menikmati hidup dan tidur bermalas-malasan seperti
sekarang ini. Jelas sang Direktur dengan nada tinggi menahan geram
namun tetap masih menahan diri.

oh, iya? Lantas, apa Bapak nggak melihat apa yang sedang saya
lakukan?balas si anak muda.

Teman dan sahabat, anda mungkin sudah pernah mendengar atau


membaca cerita menggelitik di atas. Saya juga tak tahu sumber asalnya
dari mana. Namun cerita di atas saya kutip sebagai pengantar tulisan saya
seterusnya. Tanya jawab sang Direktur dengan anak muda di atas
menunjukkan bahwa makna hidup bagi setiap manusia tidak sama.

Seorang Direktur yang sarat pengalaman memandang bahwa hidup harus


diisi dengan kerja keras agar bisa bersantai-santai ketika usia sudah senja.
Ibarat pepatah, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
Sementara, anak muda yang masih minim pengalaman merasa tidak perlu
bekerja keras. Buat apa kerja keras, selagi muda, nikmati saja hidup,
begitu kira-kira yang ada dikepalanya. Bahkan ada slogan yang tertera di
kaus souvenir Joger,Muda foya-foya, Tua kaya raya, Mati masuk Surga.

Beberapa waktu lalu ada seorang teman yang meminta doa memohon
pembuka rezeki. Menarik sekali bagi saya, karena ternyata masih banyak
diantara kita yang memandang bahwa disamping kita harus bekerja keras,
bekerja cerdas, tetap membutuhkan pertolongan Allah yang Maha Kuasa
dalam setiap ikhtiarnya. Suatu pertanyaan yang harus diapresiasi.

Ada doa yang diajarkan leh Rasulullah SAW tentang pembuka jalan rezeki,

Allahumma inni audzubika minal hammi wal hazani, wa audzubika minal


ajzi wal kasali, wa audzubika minal jubni wal bukhli, wa audzubika min
ghalabatid daini wa qahrir rijaal.

Yang artinya,Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan hati


dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan,
Aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan kikir. Dan aku
berlindung kepada-Mu dari himpitan hutang dan tekanan orang lain.

Doa ini memotivasi kita bahwa pembuka jalannya rezeki bisa dikategorikan
ke dalam 4 jurus.

1. TERLINDUNG/TERBEBAS DARI KEGUNDAHAN DAN KESEDIHAN

Kegundahan dan Kesedihan timbul dari sifat peragu. Kegundahan atau


kebimbangan timbul dari akibat tidak adanya pegangan hidup. Tiadanya
pegangan hidup menjadikan hidup berjalan seperti air mengalir. Ada
kalanya dia berbelok kekiri atau ke kanan karena ada hambatan
dihadapannya. Ada kalanya ia berhenti karena terhalang jalan untuk
keluar, sehingga ia tidak kemana-mana.

Kerja keras yang dijalaninya hanya akan mengakibatkan kelelahan fisik dan
mental. Banyak orang yang berkata,waktu dua puluh empat jam sehari
seakan tidak cukup buat saya. Waduh, saya enggak ada waktu nih. Pada
lain kasus banyak orang kalut dan sedih berkepanjangan ketika usahanya
diujung kebangkrutan. Panik dan sejenisnya.

Jenis orang yang seperti ini sudah dipermainkan oleh waktu. Bukan dia
yang mengelola dan memanage waktu tetapi waktulah yang
mempermainkannya.

Dia mengejar dunia, dan dunia yang dikejarnya semakin menjauh darinya.

Di dalam Hadits Qudsi Allah berfirman kepada dunia,Layani mereka yang


melayani Aku, Cintailah mereka yang mencintai-Ku, dan tinggalkan mereka
yang menjauhi-Ku. Makanya taklukkan waktu, kelola waktu, mana alokasi
waktu untuk bekerja, mana alokasi waktu untuk ibadah.

Maka untuk bebas dari kegundahan dan kesedihan, carilah dan genggam
kuat pegangan hidup. Peganglah yang memberi hidup, peganglah yang
Maha Pemberi Rezeki.

2. TERLINDUNG/TERBEBAS DARI KELEMAHAN DAN KEMALASAN

Kelemahan dapat disebabkan karena tidak adanya atau minimnya ilmu,


skill dan jaringan yang dimiliki. Secara kualitas seseorang tanpa ilmu dan
skill dapat digolongkan sebagai orang yang lemah. Dan dari kelemahan
itulah timbul sifat malas.

Di dalam Al-Quran surat Ar Rad [13] : 11, Allah SWT berfirman,Sungguh,


Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri
yang mengubah nasibnya.

Banyak yang mengaku sebagai orang Islam, tetapi perbuatan mereka tidak
mencerminkan sebagai seorang Muslim. Ketika Rasulullah
bersabda,Tangan di atas lebih baik daripada tangan dibawah, pada
kenyataannya banyak saudara kita lebih memilih menjadi peminta-minta
ketimbang bekerja membanting tulang.

Coba saja kita saksikan pemandangan di perempatan kota besar seperti


Jakarta. Hampir di semua lampu merah, kita bisa menyaksikan tangan-
tangan di bawah menengadah meminta sedekah, bahkan tak jarang yang
meminta dengan paksa. Ada pula pengemis berjas dan berdasi yang
meminta-minta sambil membawa proposal progarm A atau program B.
Orang jenis ini adalah orang yang malas mencari rezeki dijalan Allah.
Mereka membuat rencana kerja fiktif, membobol bank dan akhirnya kabur
keluar negeri.

3. TERLINDUNG/TERBEBAS DARI SIFAT PENAKUT DAN KIKIR

Penakut adalah tingkatan yang advance dari peragu. Ragu memulai usaha
karana takut rugi. Ragu melamar pekerjaan karena takut tidak diterima.
Tetapi ragu dan takut juga melanda seorang yang sudah bekerja. Takut
untuk bermimpi menjadi pegawai yang lebih tinggi posisinya. Pengusaha
yang sudah berjalan usahanya ragu untuk mengembangkan karena takut
tidak tertangani nantinya.

Ini membutuhkan transformasi mental. Transformasi mental bisa


didapatkan karena memiliki keyakinan yang kuat. Keyakinan bahwa setiap
ikhitiar kita akan selalu mendapat lindungan dari Yang Maha Kuasa,
selama kita meniatkan ikhtiar yang kita jalani untuk ibadah. Inna Sholati
wanusuki wa mahyaaya wa mamaati Lillahi Robbil Alamin.

Sikap kikir hanya akan menjerumuskan seseorang ke lembah kenistaan.


Harus diingat kekayaan yang dicari sampai setengah mati, siang jadi
malam, malam jadi siang, tidak akan berarti apa-apa kalau dia meningal
dunia. Yang dibawa hanya dua lembar kain yang enggak laku dijual selain
buat membungkus mayat, kain kafan.

Untuk memperlancar datangnya rezeki maka banyak-banyaklah berbagi,


berinfak, bersedekah. Ingat filosofi terowongan? Air akan terus mengalir
apabila kedua mulut terowongan terbuka. Sebaliknya kalau satu mulut
terowongan tertutup, maka air akan berhenti mangalir, perlahan menjadi
bau, menjadi sarang penyakit.

4. TERLINDUNG/TERBEBAS DARI HIMPITAN HUTANG DAN TEKANAN


ORANG LAIN

Salah satu jalan pintas dalam mengatasi kesulitan ekonomi, bagi sebagian
banyak orang, adalah dengan berhutang. Bagaimana bayarnya? Bagaimana
entar aja. Begitu jawabnya. Celakanya berhutang itu digunakan untuk
keperluan konsumtif. Memang ada keperluan konsumtif yang rasanya baik
dengan jalan berhutang, contoh, cicil rumah dengan KPR.

Hutang yang menjadi bencana adalah hutang bermajemuk dengan tingkat


interes yang tinggi, seperti kartu kredit. Buat ngopi di Mall ngegesek,
bahkan cuma buat beli kaos kaki ngegesek. Tagihan nggak kebayar
didatangi debt collector. Stress. Tingkatan hutang yang terhitung top
adalah hutang jangka pendek berbunga tinggi dari rentenir. Hutang nggak
kebayar, rumah hilang.

Nah dari hutang yang demikian, seseorang tidak bisa bebas dan selalu
under control orang lain. Susah untuk bergerak, susah untuk berproduksi,
bawaannya was-was, deg degan, stres dan kemudian bunuh diri. Oleh
karenanya saat ini banyak tumbuh lembaga pembiayaan mikro syariah
seperti BMT (Baitul Maal wat Tamwil) amat sangat membantu kaum
Muslimin yang butuh pemberdayaan.

Oleh karenanya doa yang diajarkan oleh Rasulullah sungguh doa yang
memiliki tingkat inspirasi dan motivasi yang tinggi. Dengan bersandar
kepada Allah apabila menghadapi kesulitan hidup, masalah ekonomi
keluarga, perkuat ibadah shalat wajib dan tahajjud serta bertawakkal. Janji
Allah,Barangsiapa bertawakkal kepada Allah, Allah akan memberinya jalan
keluar baginya (atas segala kesulitan dan permasalahan). Dan
memberikannya rezeki tanpa diduga. QS Ath-Thalaq:2-3).
Semoga bermanfaat, Hadanallahu wa iyyaku ajmain.

Sumber : komunitas cerah hati

https://propertycirebon.wordpress.com/2010/12/03/doa-yang-diajarkan-
oleh-rasulullah-saw/