You are on page 1of 4

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan sejalan dengan perkembangan
tekhnologi. Berbagai alat dengan kecanggihan semakin meningkat. Dalam
bidang ini, selama beberapa tahun terakhir terjadi perkembangan yang pesat
untuk teknik pemisahan. Penerapan metode seperti kromatografi dianggap
metode modern yang saat ini sering digunakan dalam berbagai riset dan
penelitian. Hal ini terbukti dengan banyaknya publikasi ilmiah yang berkaitan
dengan penggunaan metode tersebut, baik untuk tujuan analisis kualitatif
maupun kuantitatif. Hal ini juga termasuk perkembangan dalam ilmu farmasi.
Farmasi adalah ilmu yang mempelajari cara membuat, meracik
formulasi obat, mencampur, identifikasi, kombinasi, analisis dan standarisasi
atau pembekuan obat serta pengobatan termasuk pula sifatsifat obat dan
distribusinya serta penggunaan yang aman.
Dalam dunia farmasi salah satu ilmu yang dipelajari yaitu fitokimia.
Fitokimia berasal dari dua kata, dimana phyto yang berarti tumbuhan dan kimia
yang berarti zat atau kandungan kimia. Jadi fitokimia adalah suatu ilmu yang
mencangkup jenis kandungan kimia, struktur kimia, biosistesis, penyebaran dan
efek farmakologi dan bahan alam. Perkembangan ilmu fitokimia didukung
dengan makin meraknya penelitian, publikasi dan disiplin ilmu kedokteran
yang memberikan perhatian kepada penggunaan tanaman obat atau gerakan
back nature.
Untuk mendukung hal tersebut maka dilakukan pengembangan obat
tradisional melalui penelitian-penelitian ilmiah terbaru dan diproduksi secara
modern agar bisa dimanfaatkan sebagai obat untuk kepentingan kesehatan dan
kesejahteraan masyarakat. Proses tersebut sangat penting agar penggunaan obat
tradisional tidak berdasarkan pengalaman saja tetapi memiliki bukti ilmiah
sehingga bisa digunakan dalam sistem pelayanan kesehatan formal yang
modern.
Salah satu metode yang digunakan yaitu metode kromotografi cair
vakum (KCV). Kromotografi cair vakum merupakan kromotografi kolomyang
dipercepat dan berkerja pada kondisi vakum, fase gerak digerakkan dengan
kondisi vakum sehingga prosesnya berlangsung cepat (Johnson, Edward. 1991).
Adapun pada praktikum ini dilakukan percobaan untuk proses
kromotografi lapis tipis dari ekstrak batang kopi (Coffea canempora) dengan
memisahkan komponen-komponen dari sampel berdasarkan perbedaan
kepolaran.
1.2 Maksud dan Tujuan
1.2.1 Maksud Percobaan
Untuk mengetahui proses fraksionasi dari ekstrak kental batang kopi
(Coffea canempora) denggan menggunakan kromotografi cair vakum (KCV).
1.2.2 Tujuan Percobaan
Untuk mengetahui hasil fraksionasi dari ekstrak kental batang kopi
(Coffea canempora) denggan menggunakan kromotografi cair vakum (KCV).
1.3 Manfaat
1. Untuk mengatahui fungsi dari kromotografi lapis tipis.
2. Untuk mengetahui metode kromotografi dan cara kerja dari kromotografi
lapis tipis.
1.4 Prisip
Untuk memisahkan golongan senyawa metabolit sekunder secara kasar
dengan menggunakan gilika gel sebagai absorben dan berbagai perbandingan
pelarut n-heksana, etil asetat, dan methanol. dengan menggunakan pompa
vakum untuk memudahkan penarikan eluen.
BAB V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Pada praktikum ini dapat disimpulkan bahwa pada hasil fraksionasi dari
ekstrak kental batang kopi (Coffea canempora) denggan menggunakan
kromotografi cair vakum (KCV). Didapatkan eluen yang tingkat kepolarannya
dimulai yang non polar sampai yang bersifat polar. Dengan perbandingan yang
berbeda-beda yaitu metanol : n-Heksan yaitu (20:0), (16:8), (12:6), (8:16), (6:12),
dan (0:20) kemudian diuapkan untuk mendapatkan ekstrak kental.
V.2 Saran
V.2.1 Laboratorium
Diharapkan untuk laboratorium ditambah lagi alatalat yang memadai,
agar praktikan lebih lancar melakukan praktikum.
V.2.2 Praktikan
Diharapkan untuk praktikan melakukan praktikum dengan teliti dan serius
agar tidak membuat kesalahan dan lebih memperhatikan apa saja yang dibuat
dalam laboratorium.
V.2.3 Asisten
Diharapkan agar pembimbingan terhadap praktikan lebih diperhatikan
dalam melakukan langkahlangkah yang sesuai dengan prosedur kerja
percobaan yang dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA
Saifudin, A, dkk. Standarisasi Bahan Obat Alam. Yogyakarta: Graha Ilmu