You are on page 1of 4

LAYANAN SEDASI SEDANG & BERAT

UPT RSUD PEDIATRIK


BALI MANDARA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
00 1/4
/UPT.RSBM.DISKES/2017
STANDAR Ditetapkan :
PROSEDUR Tanggal terbit Direktur UPT RSUD Bali Mandara
OPERASIONAL

Dr. Gede Bagus Darmayasa, M. Repro


Pembina Tk. I
NIP.19610726 198803 1 004

Prosedur tindakan sedasi pada pasien pediatri yang meliputi perencanaan,


PENGERTIAN
persiapan dan pemantauan sedasi.

1. Mengoptimalkan keadaan pasien pra-sedasi, intra-sedasi dan


TUJUAN
pasca-sedasi
2. Keputusan tindak lanjut pasien pasca sedasi
1. Setiap pasien yang akan dilakukan tindakan sedasi harus melalui
KEBIJAKAN
proses kunjungan pra-anestesia dan proses penilaian pra-sedasi.
2. DPJP Anestesiologi melakukan kunjungan pra sedasi dan
melakukan penilaian pra-sedasi.
3. Hasil Kunjungan Pra-sedasi menjadi dasar untuk menentukan jenis
sedasi yang aman dan sesuai.
4. Dilakukan proses komunikasi antara dokter, pasien dan keluarga
pasien sedangkan pada kasus kedaruratan disesuaikan dengan
kondisi saat itu.
5. Semua proses sedasi harus tercatat atau didokumentasikan secara
terpisah didalam catatan sedasi.
1. Tahap Pra-Sedasi
PROSEDUR
a. Setiap tindakan sedasi harus dievaluasi kembali persiapan dan
perencanaan sedasi.
b. Dilakukan keputusan jenis tindakan sedasi berdasarkan temuan
pra sedasi.
c. Tindakan sedasi dilakukan oleh DPJP Anestesiologi atau asisten
anestesiologi yang diberikan delegasi oleh DPJP Anestesiologi.
d. DPJP Anestesiologi atau asisten yang melakukan sedasi harus
selalu siap ditempat untuk pemantauan pasien pra, intra dan
pasca delegasi.
e. Peralatan monitoring dan resusitasi harus tersedia di kamar
bedah.
f. Setiap tindakan sedasi harus diberikan penjelasan dan edukasi
LAYANAN SEDASI SEDANG & BERAT
UPT RSUD PEDIATRIK
BALI MANDARA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
00 2/4
/UPT.RSBM.DISKES/2017
STANDAR Ditetapkan :
PROSEDUR Tanggal terbit Direktur UPT RSUD Bali Mandara
OPERASIONAL

Dr. Gede Bagus Darmayasa, M. Repro


Pembina Tk. I
NIP.19610726 198803 1 004

kepada pasien dan keluarga (orang tua anak) dan diminta


persetujuan tindakan medis.
g. Setiap tindakan sedasi harus didahului dengan tanda tangan
Informed Consent oleh orang tua atau keluarga pasien.
h. Semua proses sedasi harus didokumentasikan dalam rekam
medis pasien.
i. Setip tindakan sedasi harus diinformasikan kepada tim operasi.

2. Tahap Intra-sedasi
a. Setiap tindakan sedasi pasien harus dievaluasi kembali obat-
obatan, peralatan anestesi dan monitoring pasien serta
kelengkapan status pasien.
b. Saat pasien diberikan sedasi DPJP Anestesiologi dan atau
asisten anestesiologi harus melakukan pemantauan yang
berkesinambungan selama proses sedasi berlangsung.
c. Selama sedasi, DPJP Anestesi atau asisten anestesiologi harus
bereaksi cepat terhadap segala kondisi pasien akibat tindakan
sedasi.
d. Ada monitor EKG, Oksimetri, Oxigen dan perlengkapannya,
suction dan perlengkapannya, Troli emergensi dan peralatan
resusitasi, ada Nalokson hidroklorida dan flumazenil harus
tersedia didalam kamar bedah selama proses sedasi.
e. Semua kondisi pasien selama sedasi harus dicatat dalam status
anestesia dan dimasukkan di dalam rekam medis.

3. Tahap Pasca Sedasi


a. Setelah pembedahan selesai, kedalaman sedasi pasien harus
dipantau dan dicatat.
b. Pasien pasca sedasi harus dipulihkan di ruang pulih dan tidak
LAYANAN SEDASI SEDANG & BERAT
UPT RSUD PEDIATRIK
BALI MANDARA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
00 3/4
/UPT.RSBM.DISKES/2017
STANDAR Ditetapkan :
PROSEDUR Tanggal terbit Direktur UPT RSUD Bali Mandara
OPERASIONAL

Dr. Gede Bagus Darmayasa, M. Repro


Pembina Tk. I
NIP.19610726 198803 1 004

boleh ditinggal oleh pengawas medis sampai pulih sepenuhnya


dari sedasi.
c. Ada monitor EKG, Oksimetri, Oxigen dan perlengkapannya,
suction dan perlengkapannya, Troli emergensi dan peralatan
resusitasi, ada Nalokson hidroklorida dan flumazenil harus
tersedia di ruang pulih.
d. DPJP Anestesiologi atau asisten anestesiologi harus
mengidentifikasi keadaan pasien bila terjadi keadaan sedasi
yang berkepanjangan akibat komplikasi atau pemulihan sedasi
yang lambat.
e. Bila terjadi keadaan sedasi yang berkepanjangan, DPJP
Anestesiologi harus membuat rencana pengelolaan
keperawatan pasien selanjutnya dan bila diperlukan DPJP
Anestesiologi dapat langsung memindahkan pasien ke ruang
rawat intensif sampai pulih sepenuhnya.
f. Setiap pasien pasca sedasi diobservasi di ruang pulih dengan
penilaian secara periodic menggunakan Kriteria Pemulangan
atau Pengeluaran Pasien Pediatrik dari Ruang Pulih dari
pengaruh anestesia ataus sedasi
g. Pasien pasca sedasi harus diberikan instruksi tertulis atau
verbal kepada keluarga atau orang tua pasien berupa anjuran
diet, nutrisi, aktivitas, komplikasi yang mungkin terjadi serta
tindakan yang harus dilakukan bila terjadi komplikasi.
h. DPJP Anestesiologi atau asisten anestesiologi
menginformasikan kepada perawat bila pasien sudah pulih dan
siap dipindahkan ke ruang rawat inap atau dapat dipulangkan.
i. DPJP Anestesiologi harus menginformasikan mengenai rencana
perawatan pasien pasca sedasi kepada pasien dan keluarga
pasien.
LAYANAN SEDASI SEDANG & BERAT
UPT RSUD PEDIATRIK
BALI MANDARA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
00 4/4
/UPT.RSBM.DISKES/2017
STANDAR Ditetapkan :
PROSEDUR Tanggal terbit Direktur UPT RSUD Bali Mandara
OPERASIONAL

Dr. Gede Bagus Darmayasa, M. Repro


Pembina Tk. I
NIP.19610726 198803 1 004

j. Semua proses pasca sedasi harus terdokumentasi dan


dimasukkan dalam rekam medis pasien.

1. Unit/ Bagian/ SMF terkait


UNIT TERKAIT
2. Kamar Operasi
3. IGD
4. HCU
5. ICU
6. VK
7. Ruang rawat inap