You are on page 1of 18

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. RANCANGAN PENELITIAN

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospektif, dengan mengambil data

sampel dari catatan rekam medis pasien yang datang berobat ke RSUP.H. Adam Malik

Medan Periode Januari- Desember 2012.

3.2.PEMILIHAN TEMPAT PENELITIAN

Penelitian dilakukan di Rumah Sakit H. Adam Malik Medan Periode Januari-

Desember 2012.

3.3. POPULASI PENELITIAN

Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang berkunjung ke poli mata RSUP.H.

Adam Malik Medan tahun 2012.

3.4. BESAR SAMPEL

Besar sampel di tentukan dengan metode consecutive sampling, yaitu semua objek

yang didiagnosa Katarak dengan diabetes melitus.

3.5 KRITERIA INKLUSI DAN EKSLUSI

Kriteria Inklusi :

Semua pasien dengan diagnosa Katarak dengan Diabetes melitus.

Tidak dijumpai kelainan di segment anterior.

Universita Sumatera Utara


Umur penderita > 7 tahun

Kriteria ekslusi :

Penderita Katarak dengan diabetes melitus disertai hipertensi

Dijumpai kelainan di segment anterior

Umur penderita < 7 tahun

3.6. IDENTIFIKASI VARIABEL

Variabel terikat adalah katarak dengan diabetes melitus di poliklinik mata

Variabel bebas adalah :

a. Jenis kelamin

b. Umur

c. Pendidikan

d. Suku

e. Pekerjaan

f. Lamanya menderita diabetes melitus

g. Lateralisasi

3.7. BAHAN DAN ALAT

Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Data dari rekam medis

2. Kertas

3. Pulpen

4. Pinsil

5. Penghapus

Universita Sumatera Utara


3.8 JALANNYA PENELITIAN DAN CARA KERJA

Pengumpulan data diambil dari rekam medis pasien yang berkunjung ke poliklinik

mata RSUP.H. Adam Malik Medan tahun 2012 dengan didiagnosa katarak dengan

diabetes melitus. Semua data pasien dicatat, setelah data terkumpul diolah dalam bentuk

tabel.

3.9 ANALISIS DATA

Analisa data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabulasi data.

3.10. PERSONALIA PENELITIAN

Peneliti : Faisal Bustami

3.11. PERTIMBANGAN ETIKA

Usulan penelitian ini terlebih dahulu disetujui oleh rapat bagian ilmu penyakit mata FK-

USU/RSUP H.Adam Malik medan. Penelitian ini kemudian diajukan untuk disetujui oleh

rapat komite etika Fakultas Kedokteran universitas Sumatera Utara.

3.12 BIAYA PENELITIAN

Biaya penelitian ditanggung oleh peneliti sendiri.

Universita Sumatera Utara


BAB IV

HASIL PENELITIAN

Penelitian ini berbentuk deskriptif yang dilakukan selama tahun 2012 yaitu jumlah

pasien yang datang berobat ke Poliklinik Mata RSUP.H. Adam Malik Medan yang dicatat

dari rekam medis pada periode Januari sampai dengan Desember 2012 yang berjumlah

8120 pasien. Dari jumlah tersebut dijumpai sampel penderita katarak sebanyak 505 orang

pada katarak dengan diabetes melitus bilateral (dua mata) dan unilateral (satu mata)

sebanyak 72 orang.

Tabel 4.1. jumlah penderita Katarak dengan Diabetes melitus

berdasarkan umur

Umur Satu mata Dua mata Total

n % n % n %

8 20 0 0,00 0 0,00 0 0,00

21 30 0 0,00 0 0,00 0 0,00

31 40 0 0,00 0 0,00 0 0,00

41 50 3 4,20 5 6,90 8 11,10

51 60 3 4,20 21 29,10 24 33,30

61-70 0 0,00 25 34,70 25 34,70

> 70 0 0,00 15 20,80 15 20,80

Jumlah 6 8,33 66 91,66 72 100,00

Universita Sumatera Utara


Dari tabel 4.1. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes

melitus terbanyak dijumpai pada kelompok umur 61-70 tahun sebesar 25 orang (34,70 % )

, dimana hanya dijumpai katarak dengan diabetes melitus pada dua mata.

Tabel 4.2. Jumlah penderita Katarak dengan Diabetes Melitus

berdasarkan mata yang terkena

Mata yang terkena n %

(lateralitas)

unilateral 6 8,33

bilateral 66 91,66

Jumlah 72 100,00

Dari tabel 4.2. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes

melitus lebih banyak mengenai 2 mata daripada 1 mata, yaitu sejumlah 66 orang ( 91,66

%).

Universita Sumatera Utara


Tabel 4.3. Jumlah penderita Katarak dengan Diabetes Melitus

Berdasarkan Jenis Kelamin

Satu mata Dua mata Total

Jenis kelamin n % n % n %

Laki-laki 4 5,60 30 41,60 34 47,20

perempuan 2 2,80 36 50,00 36 52,80

Jumlah 6 8,33 66 91,66 72 100,00

Dari tabel 4.3. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes

melitus dijumpai perempuan lebih besar dari laki-laki. Pada perempuan lebih besar dua

mata daripada satu mata yaitu sebanyak 36 orang ( 50,00 %), dan satu mata sebanyak 2

orang (2,80 %). Sedangkan pada laki-laki lebih besar dua mata daripada satu mata yaitu

sebanyak 4 orang ( 5,60 %), dan dua mata sebanyak 30 orang (41,60 %).

Universita Sumatera Utara


Tabel 4.4. Jumlah penderita katarak dengan Diabetes Melitus

berdasarkan suku.

Satu mata Dua mata Total

Suku n % n % n %

Toba 0 00,00 21 29,20 21 29,20

Mandailing 0 0,00 6 8,30 6 8,30

Karo 0 0,00 8 11,10 8 11,10

Aceh 2 2,80 6 8,30 8 11,10

Chinese 0 0,00 3 4,20 3 4,20

Jawa 0 0,00 4 5,60 4 5,60

Padang 0 0,00 2 2,80 2 2,80

Melayu 0 0,00 10 13,90 10 13,90

Nias 3 4,20 1 1,40 4 5,60

Lain lain 1 1,40 5 6,90 6 8,30

Jumlah 6 8,33 66 91,66 72 100,00

Dari tabel 4.4. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes

melitus yang terbanyak adalah toba ,yaitu sebesar 21 orang ( 29,20 % ) dan dijumpai

pada kedua mata.

Universita Sumatera Utara


Tabel 4.5. Jumlah penderita katarak dengan Diabetes Melitus

berdasarkan tingkat pendidikan.

Tingkat Satu mata Dua mata Total

Pendidikan n % n % n %

Tidak Sekolah 0 0,00 3 4,20 3 4,20

SD 0 0,00 12 16,70 12 16,70

SMP 1 1,40 18 25,00 19 26,40

SMA 3 4,20 23 31,90 26 36,10

Akademi 0 0,00 5 6,90 5 6,90

Perguruan Tinggi 2 2,80 5 6,90 7 9,70

Jumlah 6 8,33 66 91,66 72 100,00

Dari tabel 4.5. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes

melitus terbanyak pada tingkat SMA sebesar 26 orang ( 36,10 % ), dimana pada dua

mata lebih banyak yaitu 23 orang (31,90 %).

Universita Sumatera Utara


Tabel 4.6. Jumlah kebutaan akibat katarak berdasarkan pekerjaan.

Satu mata Dua mata Total

Pekerjaan n % n % n %

PNS 3 4,20 26 36,10 29 40,30

Wiraswasta 1 1,40 10 13,90 11 15,30

IRT 1 1,40 17 23,60 18 25,00

Petani 0 0,00 12 16,70 12 16,70

Nelayan 1 1,40 1 1,40 2 2,80

Jumlah 6 8,33 66 91,66 72 100,00

Dari tabel 4.6. ini menunjukkan bahwa jumlah katarak dengan diabetes melitus

berdasarkan pekerjaan terbanyak pada PNS sebesar 29 orang ( 40,30 %), lebih banyak

pada dua mata sebanyak 26 orang ( 36,10%).

Universita Sumatera Utara


Tabel 4.7. Jumlah kebutaan akibat katarak berdasarkan Tajam

penglihatan ( Visus ).

Tajam Satu mata Dua mata Total

Penglihatan n % n % n %

6/18-6/60 2 2,80 13 18,00 15 20,80

5/60-3/60 0 0,00 7 9,7 7 9,7

2/60-1/60 3 4,20 8 11,10 11 15,3

1/300-LP 1 1,40 38 52,80 39 54,2

NLP 0 0,00 0 0,00 0 0,00

Jumlah 6 8,33 66 91,66 72 100,00

Dari tabel 4.7. ini menunjukkan bahwa jumlah katarak dengan diabetes melitus

terbanyak dengan Tajam Penglihatan ( Visus )1/ 300-LP sebanyak 39 orang yaitu pada

dua mata sebanyak 38 orang ( 52,80 % ) dan satu mata 1 orang (1,4 % ).

Universita Sumatera Utara


Tabel 4.8. Jumlah katarak dengan Diabetes melitus berdasarkan

lamanya Menderita Diabetes Melitus.

Lamanya Satu mata Dua mata Total

DM n % n % n %

1-3 Thn 2 2,80 8 11,10 10 13,90

4-6 Thn 1 1,40 14 19,40 15 20,80

7-9 Thn 0 0,00 6 8,30 6 8,30

10-13 Thn 0 0,00 9 12,50 9 12,50

> 13 Thn 1 1,40 6 8,30 7 9,70

Tidak Diketahui 2 2,80 23 31,90 25 34,70

Jumlah 6 8,33 66 91,66 72 100,00

Dari tabel 4.8. ini menunjukkan bahwa jumlah katarak dengan diabetes melitus

terbanyak berdasarkan lamanya menderita diabetes melitus Tidak diketahui sebesar 25

orang ( 34,7 %)lebih besar pada dua mata sebanyak 23 orang ( 31,90 % )

Universita Sumatera Utara


Tabel 4.9. Estimasi Prevalensi katarak dengan Diabetes Melitus di

RSUP.Haji Adam Malik Medan tahun 2012

RSUP.Haji Adam Malik Medan Estimasi CI (95 %)

(Batas Bawah;Batas Atas)

Prevalensi Katarak dengan

Diabetes Melitus

0,88 % ( 0,69% ; 1,07% )

Dari jumlah sampel pasien 8120 didapatkan 72 orang adalah pasien katarak dengan

diabetes melitus prevalensi didapatkan dengan rumus jumlah penderita / jumlah populasi

dikali 100%, sehingga prevalensi katarak dengan diabetes melitus di RSUP.H. Adam Malik

Medan adalah 0,88 %.

Universita Sumatera Utara


BAB V

PEMBAHASAN

Dari tabel 4.1. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes

melitus terbanyak dijumpai pada kelompok umur 61-70 tahun sebesar 25 orang (34,70 % )

, dimana hanya dijumpai katarak dengan diabetes melitus pada dua mata yakni 25 orang.

Distribusi umur ini sesuai dengan meningkatnya usia harapan hidup dari 55 65 tahun

menyebabkan peningkatan kasus mata degeneratif seperti katarak dan pasien termuda

penderita katarak dengan diabetes melitus yaitu usia 41-50 tahun sebesar 8 orang (11,1%)

Dari tabel 4.2. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes

melitus lebih banyak mengenai dua mata daripada 1 mata, yaitu sejumlah 66 orang ( 91,66

%), dan pada satu mata sebanyak 6 orang (8,33%). Hal ini sesuai dengan pemeriksaaan

langsung di RSUP.H.Adam Malik Medan yang dilakukan peneliti kepada 20 orang pasien

usia diatas 60 tahun dijumpai 19 orang menderita katarak pada kedua mata dan 1 orang

pada satu mata.

Dari tabel 4.3. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes

melitus dijumpai perempuan lebih besar dari pada laki-laki yakni 38 orang (52,80%) . Pada

perempuan lebih besar dua mata daripada satu mata yaitu sebanyak 36 orang ( 50,00 %),

dan satu mata sebanyak 2 orang (2,80 %). Sedangkan pada laki-laki lebih besar dua mata

daripada satu mata yaitu sebanyak 30 orang ( 41,60 %), dan satu mata sebanyak 4 orang

(5,60 %).Hal ini sesuai dengan penelitian prof.Dr.dr.Sjamsu Budiyono Sp.M(k) tahun 2006

di RSU.Dr. Soetomo Surabaya dimana dijumpai wanita lebih besar daripada laki-laki yaitu

sebesar 52,12 % dan laki-laki 47,88 %.

Universita Sumatera Utara


Dari tabel 4.4. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes

melitus yang terbanyak adalah toba ,yaitu sebesar 21 orang ( 29,20 % ) dan hanya

dijumpai pada dua mata. Hal ini dimungkinkan bahwa suku Toba adalah pasien diabetes

melitus dengan katarak yang lebih banyak berobat ke RSUP.Haji Adam Malik Medan yang

dirujuk dari daerah.

Dari tabel 4.5. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes

melitus terbanyak pada tingkat SMA sebesar 26 orang ( 36,1 % ), dimana pada dua

mata lebih banyak yaitu 23 orang (31,80 %). Hal ini dimungkinkan dikarenakan pasien

yang berkunjung ke RSUP.H.Adam Malik lebih banyak pada tingkat pendidikan SMA,

namun demikian tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan proses terjadinya

katarak.

Dari tabel 4.6. ini menunjukkan bahwa jumlah katarak dengan diabetes melitus

berdasarkan pekerjaan terbanyak pada PNS sebesar 29 orang ( 40,30 %), lebih banyak

pada dua mata sebanyak 26 orang ( 36,10%). Hal ini sesuai dengan penelitian-penelitian

yang menunjukkan bahwa pekerjaan yang lebih sering mengalami stres dan duduk dalam

waktu yang lama dan kurang berolah raga merupakan faktor resiko besar terkena diabetes

melitus.

Dari tabel 4.7. ini menunjukkan bahwa jumlah katarak dengan diabetes melitus

terbanyak dengan Tajam Penglihatan ( Visus )1/ 300-LP sebanyak 39 orang yaitu pada

dua mata sebanyak 38 orang ( 52,80 % ) dan satu mata 1 orang (1,40% ). Hal ini

dikarenakan sebagian besar pasien yang berobat ke RSUP.H.Adam Malik adalah pasien

yang berobat dari daerah dengan katarak matur.

Universita Sumatera Utara


Dari tabel 4.8. ini menunjukkan bahwa jumlah katarak dengan diabetes melitus

terbanyak berdasarkan lamanya menderita diabetes melitus yaitu Tidak diketahui sebesar

25 orang ( 34,7 %) lebih besar pada dua mata sebanyak 23 orang (31,90%), sedangkan

pada satu mata sebanyak 2 orang (2,80%). Hal ini dimungkinkan pasien sudah mengalami

gejala diabetes melitus sangat lama tetapi tidak memeriksakan dirinya kedokter

disebabkan banyak faktor antara lain: biaya berobat, tempat tinggal yang jauh dari fasilitas

kesehatan, dan minimnya pengetahuan pasien tentang penyakit diabetes melitus dan

lainnya.

Tabel 4.9. ini menunjukkan bahwa estimasi Prevalensi katarak dengan diabetes

melitus di RSUP.H.Adam Malik Medan tahun 2012 adalah 0,88 %, dimana batas bawah

0,69% sedangkan batas atas yakni 1,07%. Data diperoleh dari jumlah sampel pasien 8120

didapatkan 72 orang adalah pasien katarak dengan diabetes melitus prevalensi didapatkan

dengan rumus jumlah penderita / jumlah populasi dikali 100%.

Universita Sumatera Utara


BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Katarak dengan diabetes melitus terbanyak dijumpai pada kelompok umur 61-70 tahun

sebesar 25 orang (34,70 % ) , dimana hanya dijumpai katarak dengan diabetes melitus

pada dua mata yakni 25 orang.

2. Jumlah penderita katarak dengan diabetes melitus lebih banyak mengenai dua mata

daripada 1 mata, yaitu sejumlah 66 orang ( 91,66 %), dan pada satu mata sebanyak 6

orang (8,33%).

3. jumlah penderita katarak dengan diabetes melitus dijumpai perempuan lebih besar dari

pada laki-laki yakni 38 orang (52,80%). Pada perempuan lebih besar dua mata

daripada satu mata yaitu sebanyak 36 orang ( 50,00 %), dan satu mata sebanyak 2

orang (2,80 %). Sedangkan pada laki-laki lebih besar dua mata daripada satu mata

yaitu sebanyak 30 orang ( 41,60 %), dan satu mata sebanyak 4 orang (5,60 %).

4. Suku Toba adalah jumlah penderita katarak dengan diabetes melitus yang terbanyak

,yaitu sebesar 21 orang ( 29,20 % ) dan hanya dijumpai pada dua mata. Hal ini

dimungkinkan bahwa suku Toba adalah pasien diabetes melitus dengan katarak yang

lebih banyak berobat ke RSUP.Haji Adam Malik Medan yang dirujuk dari daerah.

5. Penderita katarak dengan diabetes melitus terbanyak pada tingkat SMA sebesar 26

orang ( 36,1 % ), dimana pada dua mata lebih banyak yaitu 23 orang (31,80 %).

Namun demikian tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan proses

terjadinya katarak.

Universita Sumatera Utara


6. Katarak dengan diabetes melitus berdasarkan pekerjaan terbanyak pada PNS sebesar

29 orang ( 40,30 %), lebih banyak pada dua mata sebanyak 26 orang ( 36,10%). Hal

ini sesuai dengan penelitian-penelitian yang menunjukkan bahwa pekerjaan yang lebih

sering mengalami stres dan duduk dalam waktu yang lama dan kurang berolah raga

merupakan faktor resiko besar terkena diabetes melitus.

7. Penderita katarak dengan diabetes melitus terbanyak dengan Tajam Penglihatan (

Visus )1/ 300-LP sebanyak 39 orang yaitu pada dua mata sebanyak 38 orang ( 52,80

% ) dan satu mata 1 orang (1,40% ).

8. Penderita katarak dengan diabetes melitus terbanyak berdasarkan lamanya menderita

diabetes melitus yaitu Tidak diketahui sebesar 25 orang ( 34,7 %) lebih besar pada

dua mata sebanyak 23 orang (31,90%), sedangkan pada satu mata sebanyak 2 orang

(2,80%)

9. estimasi Prevalensi katarak dengan diabetes melitus di RSUP.H.Adam Malik Medan

tahun 2012 adalah 0,88 %, dimana batas bawah 0,69% sedangkan batas atas yakni

1,07%. Data diperoleh dari jumlah sampel pasien 8120 didapatkan 72 orang adalah

pasien katarak dengan diabetes melitus prevalensi didapatkan dengan rumus jumlah

penderita / jumlah populasi dikali 100%.

Universita Sumatera Utara


B. SARAN

Sangat dibutuhkannya pengetahuan bagi masyarakat secara umum mengenai

penyakit katarak dengan diabetes melitus sehingga dapat memperbaiki pola hidup pada

masyarakat.

Hal ini dapat dilaksanakan dengan cara memberikan konseling, dan penyuluhan-

penyuluhan kesehatan yang berkaitan dengan penyakit katarak dengan diabetes melitus

secara berkesinambungan.

Universita Sumatera Utara