You are on page 1of 17

TUGAS RESUME

KRITIK, SARAN, PERTANYAAN DAN JAWABAN


SEMINAR AKUNTANSI

Dosen Pembimbing :
Drs. Yuli Tri Cahyono, MM, Akt.

Disusun Oleh :
1. FAHMI DANU FAUSA B 200 140 181
2. ROHMAT ADI SAPUTRO B 200 140 215
3. ANDRI YULIYANTO B 200 140 221
4. DWI PAMUNGKAS W. B 200 140 223

PROGDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2017
Materi 1

Deteksi Financial Statement Fraud dengan Analisis Fraud Triangle pada Perusahaan
Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

1. Dari sudut pandang judul faktor-faktor variable independennya sudah sesuai dengan
variable dependen.
2. Semakin banyak variable independen yang menjelaskan variable dependen maka hasilnya
lebih bagus dan lebih akurat.
3. Hipotesis/Simpulan sementara dari beberapa variable independen yang menjelaskan
variable dependen sudah sesuai dengan logika.

Kritik :

1. Periode pengamatan dalam penelitian ini hanya selama 3 tahun.


2. Di dalam Pengambilan sampel perusahaan manufaktur yang melakukan fraud minimal 1
kali dalam 3 tahun yang didasarkan pada kriteria-kriteria yang telah ditetapkan peneliti,
diperoleh sampel 30 perusahaan selam 3 tahun sehuingga diperoleh 90 sampel. Dari 90
sampel terpilih, kemudian diklasifikasikan menjadi 2 kelompok yaitu: kelompok 1 terdiri
dari 36 perusahaan yang terindikasi melakukan fraud dan kelompok 2 terdiri dari 54
perusahaan yang tidak melakukan fraud. Padahal jelas-jelas di dalam menetapkan kriteria
sampel terdiri dari 30 perusahaan yang terindikasi melakukan fraud dikalikan selama 3
periode sehingga total sampelnya 90 perusahaan yang terindikasi melakukan fraud.
Menurut saya hal tersebut tidak sesuai dengan logika.
3. Penelitian ini hanya menggunakan 3 variabel yaitu: tekanan, kesempatan dan
rasionalisasi yang digunakan untuk mendeteksi financial statement fraud, selain itu di
dalam pengukuran variable rasionalisasi dengan menggunakan proksi auditchange juga
harus diperjelas.

Saran :

1. Penelitian kedepannya alangkah lebih baik jika periode pengamatan ditambah hingga 5-7
tahun agar hasil lebih bervariasi dan akurat.
2. Diharapkan di dalam pengambilan sampel itu, terdiri dari perusahaan yang hanya
melakukan fraud saja, sebanyak 30 perusahaan sealam 3 periode sehingga diperoleh
keseluruhan sampel sebanyak 90 sampel perusahaan yang melakukan fraud saja.
3. Sebaiknya untuk mendeteksi Financial Statement Fraud bukan hanya dengan Fraud
Triangle Theory, tetap bisa menggunakan variable lain yaitu manajemen laba, perataan
laba dan unexpected audit fee. Selain itu variable pengukuran rasionalisasi yang
menggunakan auditchange harus diperjelas bahwa kebijakan tersebut bukan datang dari
perusahaan melainkan datang dari Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia.

2
Pertanyaan dan Jawaban:

Mengapa dalam Theory Fraud Triangle/ Tekanan Situasional kurang representative


untuk menggambarkan keadaan sebenarnya? Lalu Menurut anda Theory apa yang dapat
merepresentasikan kecurangan yang diakibatkan oleh tekanan situasional?
Karena tekanan yang dimaksud dalam Fraud Triangle hanya sebatas uang dan Beberapa
peneliti telah merumuskan tiga faktor penyebab terjadinya kecurangan di dalam teori ini
yaitu: rasionalisasi, kesempatan dan tekanan. Menurut saya, Theory yang dapat
merepresentasikan keadaan sebenarnya adalah Theory Fraud Diamond, di dalam teori ini
terdapat 4 faktor penyebab kecurangan yaitu: rasionalisasi, kesempatan , tekanan
situasional dan kapabilitas. Tentu tekanan yang dimaksud bisa bermacam-macam dan
tidak hanya terbatas pada uang.

3
Materi 2
Pengaruh Kepemilikan Investor Institusional terhadap Hubungan antara Konvergensi
IFRS dengan Waktu Terbitnya Laporan Keuangan di Indonesia

Kritik:
1. Judul penelitian ini menurut kami kurang sesuai sebab masih menimbulkan
keambiguan,mana yang menjadi variabel dependen dan independenya ,karena judul
tersebut kurang sesuai dengan topic pembahasan
2. Periode penelitian ini kurang panjang hanya sampai tahaun 2012 atau hanya 2 tahun
setelah konvergensi IFRS
3. Penelitian ini terbatas hanya pada peruahaan yang terdaftar di BEI dan tidak mengikutkan
perusahaan dalam Industri keuangan
4. Dalam judul penelitian ini tidak dicantumkan tahun penelitianya dan dimana dilakukan
study empirisnya

Saran:
1. Sebaiknya Judul penelitian ini di ubah menjadi Pengaruh Kepemilikan Investor
Institusional dan Konvergensi IFRS terhadap Waktu Terbitnya Laporan Keuanagan di
Indonesia .
2. Sebaiknya periode penelitian ini dilakukan lebih panjang agar mengetahui konsistensi
hasil riset yang dilakukan.
3. Sebaiknya perusahaan yang tidak terdaftar dijuga di ikut sertakan ,tentu saja generalisasi
hasil penelitian untuk perusahaan yang tidak terdaftar dilakukan dengan hati-hati dan
dilakukanya penelitian di industry keuangan agar dapat mengungkap faktor-faktor
determinasi report delay dalam industri keuangan sekaligus melihat konsistensi penelitian
pada sektor keuangan.
4. Sebaiknya tahun penelitian dan dimana study empirisnya dicantumkan agar dengan
mudah pembaca mengetahuinya secara langsung dari judul.

Pertanyaan dan Jawaban:


Hambatan apa yang dihadapi dalam implementasi dan adopsi IFRS?
Ketidaksesuaian Standar Internasional dengan Hukum Nasional
Struktur dan Kompleksitas Standar Internasional
Frekuensi Perubahan dan Komleksitas Standar Internasional Seperti contoh IFRS
menekankan pada fair value dan meninggalkan historical value.

4
Materi 3
Pengaruh Pemegang Saham Pengendali Terhadap Penghindaran Pajak
Kritik dan Saran :

1. Pada bagian judul sebaiknya di tulis lebih rinci lagi sehingga dapat mengutarakan isi dari
jurnal secara keseluruhan misalnya saja variabelnya ditulis semuanya dan bila ada
variabel moderasi sebaiknya juga ditulis dalam judul sehingga pembaca dapat
mengetahui apa saja yang akan di teliti oleh peneliti.
2. Pada bagian pendahuluan sudah baik namun alangkah baiknya dalam kalimat akhir
pendahuluan menjabarkan hal-hal yang akan diteliti oleh peneliti. Misalnya : pada
penelitian ini peneliti akan meneliti mengenai Pengaruh efek entrenchment pemegang
saham pengendali dengan variabel moderasi kepemilikan keluarga, efektivitas dewan
komisaris, efektivitas komite audit dan kualitas audit eksternal terhadap penghindaran
pajak.
3. Sebaiknya juga dalam jurnal ini diberi suatu batasan masalah atau rumusan masalah
mengenai masalah apa yang akan diteliti melalui suatu sub bab dan juga tujuan dari
penelitian serta manfaatnya.
4. Dalam kerangka teoritis mungkin dapat ditambahkan lagi penjelasan tentang variabel
moderasinya sehingga dapat memperjelas apa yang dimaksudkan oleh peneliti.
5. Dalam pengembangan hipotesis mungkin sudah benar, namun maksud dari
pengembangan hipotesis tidak sesuai dengan judul. Mungkin judul dapat dilengkapi lagi
sehingga singkron dengan hipotesisnya.
6. Mungkin lebih baik lagi apabila dalam jurnal ini mencantumkan tahun penelitiannya.
Sehingga pembaca tahu kapan penelitian ini dilakukan.
7. Dalam penulisan judul juga mungkin dapat ditambahkan study empiris penelitian
sehingga pembaca mengetahui objek yang di teliti oleh peneliti.

5
Materi 4
Peran Informasi Akuntansi Sebagai Alat Akuntabilitas Internal, Evaluasi Kinerja
Keuangan dan Pengambilan Keputusan Keuangan Pada Instansi Vertikal Pemerintah
Pusat.

Kritik:
1. Judul penelitian tersebut menurut kelompok kami sudah jelas dan sudah menjelaskan isi
dari keseluruhan jurnal. Tetapi judul ini tidak memuat tahun pada saat penelitian ini
dilakukan.
2. Sistematika penulisan cukup tersusun dengan baik dan jelastetapi masih ada kesalahan
penulisan (typo) dan penggunaan tanda baca yang kurang tepat. Contohnya
(Mardiasmo(2009)) seharusnya (Mardiasmo., 2009)
3. Penelitian ini masih sebatas untuk mengetahui pemanfaatan informasi laporan keuangan
dimana laporan keuangan yang disusun oleh instansi vertikal masih menggunakan basis
Kas Menuju Akrual

4. Sebagian besar responden yang mengisi kuesioner adalah staf yang bekerja di bidang
keuangan. Meskipun sebenarnya staf memiliki kemampuan pengetahuan teknis, namun
level staf memiliki kelemahan kurangnya pemahaman tentang pengambilan keputusan
yang sifatnya strategis, sehingga akan lebih baik jika responden berasal dari pejabat dan
staf jumlahnya proporsional.
5. Beberapa responden mengisi kuesioner cenderung normatif sehingga belum tentu
memahami betul substansi instrumen yang digunakan. Hal ini dibuktikan peneliti ketika
melakuka wawancara dan mengonfirmasi hasil pengisian kuesioner dengan pemahaman
yang dimiliki dan ditemukan adanya ketidakcocokan.
6. Pengambilan sampel dalam responden ini berdasarkan jumlah instansi vertikal bukan
berdasarkan jumlah satker, mengingat satu instansi vertikal beberapa satker. Alasan
pembenaran peneliti dalam penentuan sampel ini adalah meskipun satu instansi vertikal
memiliki beberapa satker namun karakterisitk pemanfaatan laporan keuangannya
dianggap sama/setipe.
Saran :
1. Seharusnya dalam judul tersebut di beri informasi mengenai tahun penelitian tersebut
dilakukan, supaya pembaca lebih jelas akan objek yang diteliti.
2. Lebih di teliti lagi penulisanya dan penempatan tanda bacanya, supaya tidak ada lagi
kesalahan penulisan (typo) maupun tanda bacanya.
3. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan atas pemanfaatan informasi akuntansi yang sudah
disusun dengan basis akrul setelah instansi pemerintah pusat sudah menyusun laporan
keuangan dengan basis akrual selama beberapa tahun
4. Diharapkan penelitian selanjutnya yang mengisi kuisoner, jumlah respondenya lebih
proporsional, antara staf, maupun pejabat nya.

6
5. Untuk pengisian kuesioner, para responden ssebelumnya di kasih arahan terlebih dahulu
tetang instrument yang benar dalam pengisian kuesioner tersebut. Sehingga ketika sudah
jelas instrumenya, diharapkan para responden bisa mathing jawabanya dengan
wawancara yang dilakukan, serta bila mana dalam pengkonfirmasian hasil dari kuesioner
tersebut.
6. Obyek penelitian ini dapat diperluas dengan melibatkan satker di seluruh Indonesia
dengan karakteristik satker, responden, lokasi, dan budaya organisasi yang lebih beragam
sehingga ruang lingkupnya lebih luas sehingga hasilnya jauh lebih bermanfaat

Pertanyaan dan Jawaban:

Apakah informasi akuntansi sudah optimal dalam memenuhi kebutuhan


penggunanya?
Informasi akuntasi belum dimanfaatkan secara optimal sehingga pimpinan
kementrian dan pimpinan satker harus melakukan tindakan yang nyatadengan
meningkatkan komitmenya, menugaskan staf untuk memahami aplikasi secara baik,
dan menempatkan staf yang berlatar belakang pendidikan akuntansi dan memiliki
pengetahuan yang cukup untuk bekerja dibagian keuangan. Sehingga informasi yang
ada dapat di cerna dan dipahami oleh semua penggunanya.

7
Materi 5
Fraud dan Whistleblowing: Pengungkapan Kecurangan Akuntansi oleh Auditor
Pemerintah.
Kritik :

Pada penelitian ini, peneliti tidak menjelaskan secara jelas tentang periode pengamatan.
Penelitian ini menggunakan data primer yaitu dengan metode kuesioner yang rentan akan
terjadinya perbedaan persepsi antara responden dan peneliti. Karena responden dan
peneliti tidak dapat saling mengklarifikasi pertanyaan yang ada di dalam kuesioner.
Peneliti hanya menggunakan sampel auditor pemerintah yang bekerja pada dua instansi
yaitu BPK dan BPKP.
Peneliti hanya menggunakan proksi perilaku whistleblowing yang merupakan fenomena
kompleks yang melibatkan berbagai faktor. Penelitian ini hanya menggunakan faktor
individual yang mempengaruhi niat dan perilaku auditor untuk melakukan
whistleblowing.

Saran :

Sebaiknya peneliti menjelaskan secara terperinci tentang periode pengamatan, karena hal
itu merupakan salah satu hal yang penting di dalam penelitian, selain judul dan objek
penelitian.
Diharapkan peneltian yang akan datang apabila menggunakan questioner alangkah lebih
baiknya jika peneliti mengawasi secara langsung proses pengisian kuesioner tersebut.
Selain itu Alangkah lebih baik jika peneliti mengkombinasikannya dengan wawancara
agar hasilnya dapat merepresentasikan persepsi responden atas pertanyaan dari kuesioner
dan pertanyaan yang diajukan secara mendalam lewat metode wawancara.
Diharapkan penelitian selanjutnya dapat memperluas wilayah cakupan penggunaan
sampel seluruh auditor pemerintahan agar hasilnya dapat menggeneralisasikan keadaan
sebenarnya.
Sebaiknya, di dalam peneltian replikasi selanjutnya peneliti disarankan untuk
mempertimbangkan penggunaan faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku
whistleblowing seperti: demografis, situasional maupun organisasional yang berperan
dalam pengungkapan kecurangan pada lembaga public.
Pertanyaan dan Jawaban :
Bagaimana peran sistem pelaporan dan perlindungan bagi whistleblower dapat
mendorong munculnya whistleblower pada sector pemerintah?
Menurut peneliti setiap lembaga sector pemerintah harus membuat system pelaporan dan
perlindungan yang dikhususkan untuk whistleblower/ memfasilitasi whistleblower agar
lebih banyak memunculkan para whistleblower yang ternyata mampu untuk mengurangi
kasus kecurangan dan tentu ini menguntungkan organisasi/ lembaga pemerintahan.

8
Materi 6
Pengaruh Positif Dan Negative Abnormal Audit Fee Terhadap Kualitas Audit

Kritik:
1. Penelitian ini terlalu berfokus pada pengaruh positif dan negative abnormal audit fee
terhadap kualitas audit padahal sejatinya kualitas audit itu sulit untuk diukur apalagi
hanya terbatas pada abnormal audit fee saja
2. Penelitian ini mengecualikan perusahaan financial walaupun sebenarnya dalam penelitian
ini telah disebutkan alasanya , namun menurut kami hal tersebut masih bisa untuk diteliti
karena perusahaan financialpun memiliki beberapa kemiripan dengan perusahaan non
financial terutama kaitanaya dengan kualitas audit.
3. Penggunaan discretionary accruals sebagai proksi dari kualitas audit yang masih menjadi
perdebatan.
4. Penelitian ini terbatas hanya meneliti perusahaan yang terdaftar di BEI.
5. Keterbatasan model untuk mengukur abnormal audit fee dengan model estimasi.
6. Dalam judul penelitian ini tidak dicantumkan tahun penelitianya dan dimana dilakukan
study empirisnya

Saran:
1. Seharusnya dalam penelitian ini dapat ditambah beberapa variabel contohnya AQMS
(Audit Quality Matric Score) sehingga lingkup penelitian ini lebih luas tehadap faktor
yang mempengaruhi kualitas audit
2. Seharusnya dengan banyaknya sumber referensi ,penelitian ini dapat memasukan
perusahaan financial kedalam penelitian ini walaupun mungkin akan mengalami sedikit
kerumitan karena memiliki struktur laporan keuangan khusus namun kami yakin hal
tersebut bisa dilakukan
3. Mengkin menurut kami dalam penelitian ini dapat menggunakan proksi kualitas audit
lainya seperti sangsi regulator terhadap auditor,restatement,hasil peer review,dll yang
tentu tidak menimbulkan perdebatan.
4. Sebaiknya perusahaan yang tidak terdaftar dijuga di ikut sertakan ,tentu saja generalisasi
hasil penelitian untuk perusahaan yang tidak terdaftar dilakukan dengan hati-hati.
5. Sebaiknya mungkin dapat mengkolaborasikan dengan metode lain dalam mengukur
abnormal audit contohnya metode misstatement.
6. Sebaiknya tahun penelitian dan dimana study empirisnya dicantumkan agar dengan
mudah pembaca mengetahuinya secara langsung dari judul.

9
Pertanyaan dan jawaban:
Apakah abnormal audit fee negative benar-benar dapat mengurangi kualitas audit ?
Belum tentu ,karena hal tersebut dipengaruhi bebarapa kemungkinan
1. Adanya ketidak seimbangan kekuatan tawar antara auditor dengan klien
2. Ada kemungkinan bahwa auditor hanya memiliki sedikit insentif untuk
mengkompromikan independensinya karena adanya reformasi seperti SOX yang
meningkatkan pengawasan terhadap auditor. Reformasi ini membuat auditor membatasi
besarnya discretionary accruals yang dibuat oleh klien. Maka diprediksikan bahwa
hubungan negatif antara abnormal audit fees dan discretionary accruals untuk klien
dengan negative abnormal audit fees.
3. Auditor hanya punya sedikit insentif untuk mengkompromikan kualitas audit ketika
mendapat tekanan dari klien untuk menyajikan laporan keuangan yang dibawah standard
(auditor mentoleransi tindakan opportunistic earnings management yang dilakukan
klien). Hal ini disebabkan karena benefit bagi auditor dengan mengambil unprofitable
(atau hanya marginally profitable) klien, tidak cukup besar untuk menutupi expected
costs sehubungan dengan substandard reporting (meningkatnya litigation risk,
kehilangan reputasi).

10
Materi 7
Pengaruh Pendidikan Etika, Religiosity, dan Performa Akademik Terhadap Tingkat
Penalaran Moral Pada Pengambilan Keputusan Akuntansi.

Kritik dan Saran :

1. Pada bagian judul sudah baik, namun alangkah baiknya apabila diberikan studi empiris
penelitian sehingga pembaca mengetahui obyek penelitian pada jurnal tersebut dengan
hanya melihat judulnya dan mengetahui batasan penelitian dalam jurnal ini. Misalnya :
study empiris pada mahasiswa muslim akuntansi fakultas ekonomi dan bisnis PTN di
Yogyakarta.
2. Dalam jurnal ini belum menjelaskan kapan tahun dari pembuatan jurnal ini atau tahun
dilakukannya penelitian. Sebaiknya dalam jurnal ini dicantumkan tahun kapann
dilakukannya penelitian atau tahun pembuatannya.
3. Pada bagian pendahuluan sudah baik, namun alangkah baiknya apabila diberi sub bab
yang menjelaskan tentang rumusan masalah dalam penelitian ini dan tujuan dalam
penelitin jurnal ini. Sehingga pembaca tahu apa yang sebenarnya ingin diuji oleh peneliti.
4. Dalam metode penelitian kuesioner disebarkan melalui internet dan langsung kepada
calon responden. Kalo menurut pengkritik penyebaran kuesioner tanpa didampingi
langsung mungkin akan mengakibatkan salah persepsi antara peneliti dan responden
dalam memahami petunjuk pengisian kuesioner dan isi dari kuesioner, sehingga
memungkinkan dalam pengisian kuesioner tersebut hanya sebatas asal-asalan oleh
responden. Namun itu hanya sekedar dugaan dari pengkritik saja.
5. Hasil uji R2 hanya sebesar 12.8%, tentu penelitian ini belum bisa merepresentasikan
keadaan yang sesungguhnya.
6. Sebaiknya variable-variabel independen dalam penelitian ini lebih diperbanyak lagi atau
menambahkan variable variable yang belum dijelaskan di penelitian ini semisal salah
satunya dengan menambahkan variable budaya/ adat istiadat, Lingkungan, dan variable
lainnya agar memperbaiki hasil R2 . Penelitian yang bagus apabila nilai R2 lebih dari 51%.

Pertanyaan dan Jawaban:

Mengapa peneliti hanya meneliti mahasiswa muslim akuntansi saja ? kenapa tidak
semua mahasiswa saja ?
o Mungkin karena menurut si peneliti sudah banyak yang melakukan penelitian dengan
sample semua mahasiswa dan di sebutkan dalam jurnal ini kebanyakan penelitian
mengenai religiosity mengambil umat kristiani sebagai sample. Jadi menurut
pengkritik, mungkin peneliti ingin mencari atau menguji dengan sample yang berbeda
sehingga menghasilkan hasil yang baru dan mungkin berbeda dari yang pernah diteliti
sebelumnya.

11
Materi 8
Pemahaman dan Persepsi Etis Akuntan Pajak tentang Tax Avoidance dan Tax Evasion.

Kritik :

1. Perolehan data dalam penelitian ini hanya didapat dengan wawancara semiterstsruktur
dan observasi pasif
2. Penelitian ini pemilihan informanya kurang beragam, terbatas hanya kepada akuntan
pajak, tidak sampai pada konsultan pajak atau pegawai fiskus
3. Masih terdapat beberapa kutipan yang bersumber dari buku yang berasal dari kutipan
peneliti lain. Contoh (keraf, 2000) dalam (ghazali, 2014) dan lain-lain.

Saran :

1. Agar penelitian berjalan lebih optimal, penelitian seharusnya dapat dilakukan dalam
jangka waktu yang lebih lama, bias dengan cara magang di perusahaanya, kantor pajak
atau konsultan pajak. Supaya perolehan data dari pengamatan peneliti dapat lebih
mendalam.
2. Diharapkan pemilihan informasi agar lebih beragam, tdk hanya pada akuntan pajak,
tetapi dapat pula meluas ke konsultan pajak, dan pegawai pajak.
3. Seharusnya dihindari kutipan yang bersumber dari kutipan yang telah ditulis peneliti lain.

12
Materi 9
Pengaruh Penalaran Moral Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan Tekanan
Situasional Terhadap Kecenderungan Melakukan Fraud Saat Mengaudit : Sebuah Studi
Eksperimen.

Kritik :

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang memanipulasi keadaan sebenarnya


dengan cara uji coba dan metode ini membutuhkan biaya yang banyak untuk
melakukannya dan penelitian eksperimen ini menggunakan sampel 68 mahasiswa
Program STAR BPKP, yang belum tentu merepresentasikan hasil yang sesungguhnya.
Penelitian ini tidak mencantumkan tahun penelitian tersebut dilakukan.
Penelitian ini tidak terdapat suatu rumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat
penelitian.
Pada Penelitian ini, menggunakan slah satu proksi tekanan situasional berupa uang dan
koersi.
Partisipan dalam penelitian ini adalah hanya sebatas mahasiswa Program STAR-BPKP
UNSOED yang tidak semuanya adalah auditor internal sehingga hasilnya tidak bisa
digeneralisir.
Saran :

Diharapkan peneliti selanjutnya menggunakan metode selain eksperimen karena metode


adalah metode yang memanipulasi keadaan sebenarnya. selain itu, membutuhkan biaya
yang banyak karena untuk mendapatkan hasil yang baik peneliti harus menggunakan
sampel APIP bukan sampel mahasiswa tentu hasil uji coba ini yang belum tentu
merepresentasikan hasil yang sesungguhnya.
Sebaiknya juga dalam jurnal ini diberi suatu batasan masalah atau rumusan masalah
mengenai masalah apa yang akan diteliti melalui suatu sub bab dan juga tujuan dari
penelitian serta manfaatnya.
Sebaiknya dalam jurnal ini mencantumkan tahun penelitiannya. Sehingga pembaca tahu
kapan penelitian ini dilakukan.
Diharapkan peneliti selanjutnya dapat memasukkan dua bentuk tekanan situasional
lainnya seperti: ego dan ideology. Selain itu peneliti juga dapat menambahkan variable-
variabel terkait demografis responden sperti, pengalaman kerja, gender dan pendidikan.
Sebaiknya penelitian selanjutnya menggunakan sampel auditor internal secara
keseluruhan agar hasilnya dapat digeneralisir dan representative.

13
Materi 10
Pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR), Profitabilitas, Leverage, Dan Komisaris
Independen Terhadap Praktik Penghindaran Pajak.
Kritik:

1. Dalam penelitian ini telah dijelaskan secara terperinci mengenai topic yang
dibahas,kesesuaian judul dengan latarbelakang. Namun, disisi lain jurnal ini tidak
disampaikan secara langsung mengenai masalah yang akan menjadi permasalahn,tujuan
penelitian ini juga tidak diuraikan secara langsung sehingga pembaca akan kesulitan
dalam memahami permasalahan dan tujuan dari penelitian ini.
2. Dalam metode penelitian pengambilan sample menggunakan metode purposive sampling
yang memberikan penilaian CSR menggunakan peringkat PROPER, penggunaan laporan
keuangan tahunan yang kurang lengkap informasi CSRnya dan tentunya tidak sama
dengan untuk setiap perusahaanya. Metode penelitian ini terbatas hanya tiga tahun,dan
hanya menggunakan proksi komisaris independen untuk menggambarkan keefektifan dan
tata kelola perusahaan padahal komisaris independen pada penelitian ini hipotesis ditolak.
3. Hasil peneliian yang telah dilakukan diketahui bahwa 2 dari 4 hipotesis
ditolak,kurangnya variabel menyebabkan penelitian ini kurang komplek.
4. Dalam judul penelitian ini tidak dicantumkan tahun penelitianya dan dimana dilakukan
study empirisnya
Saran:

1. Sebaiknya dalam penelitian ini di cantumkan langsung mengenai permasalahan dan


tujuan penelitian ini sehingga dapat lebih membantu pembaca dalam memahaminya.
2. Sebaiknya dalam penelitian ini menggunakan informasi lain yang lebih lengkap
mengenai penilaian CSR perusahaan, menambah atau memperpanjang periode
penelitian,dan diharapkan dapat menggunakan penilaian atau menambah proksi tata
kelola perusahaan lainya.
3. Sebaiknya dalam penelitian ini variabelnya dapat ditambah atau diganti dengan lainya
sehingga menjadikan penelitian ini lebih komplek dan mendukung dalam pengembangan
hipotesisnya.
4. Sebaiknya tahun penelitian dan dimana study empirisnya dicantumkan agar dengan
mudah pembaca mengetahuinya secara langsung dari judul.
Pertanyaan dan Jawaban:

Bagaimana cara yang dilakukan pemerintah dalam mencegah penghindaran pajak yang
dilakukan perusahaan ?
Untuk mengurangi penghindaran pajak yang dilakukan perusahaan ,pemerintah dapat
lebih meningkatkan pengawasan atau monitoring terhadap perusahaan yang melaporkan
kewajiban perpajakanya.Terutama perusahaan yang melaporkan rugi dalam dua tahun
berturut-turut ,karena dikhawatirkan perusahaan hanya memanfaatkan celah peraturan
dengan memanfaatkan kompensasi rugi fiskal untuk mengurangi beban pajak periode
yang akan datang.
14
Materi 11
Analisis Pengaruh Jenis Kelamin dan Masa Kerja Terhadap Persepsi Etis Akuntan
Manajemen dengan Love Of Money Sebagai Variabel Intervening.

Kritik dan Saran :

1. Penulisan judul menurut pengkritik sudah benar namun alangkah baiknya apabila
ditambahkan study empiris dari penelitian sehingga ada batasan-batasan yang diketahui
oleh pembaca dalam penelitian. Misalnya : Study empiris pada perusahaan di Kawasan
Industri MM2100, Cikarang Barat.
2. Dalam bagian pendahuluan sudah baik namun alangkah lebih baik lagi sesudah rumusan
masalah di berikan suatu tujuan dari penelitian sehingga pembaca mengetahui tujuan dari
penelitian dalam jurnal ini.
3. Penelitian ini hanya menggunakan 1 populasi mungkin alangkah lebih baiknya dapat
diperluas lagi populasinya.
4. Mungkin dalam penulisan jurnal ini akan lebih baik lagi apabila diberikan tahun
pembuatan atau pelaksanaan penelitian ini sehingga pembaca tahu kapan jurnal ini
dibuat.
Pertanyaan dan Jawaban:

Mengapa peneliti menggunakan variabel intervening ? padahal sebenarnya tanpa variabel


intervening pun peneliti masih dapat melakukan penelitian mengenai hal yang akan
diteliti.
Mungkin karena hasil dari analisis para peneliti terdahulu yang menggunakan intervening
atau juga mungkin karena peneliti ingin melakukan suatu penelitian yang hanya sedikit
dilakukan penelitinnya oleh peneliti terdahulu.

15
Materi 12
Analisis Pengaruh Struktur Modal dan Struktur Kepemilikan Terhadap Nilai Perusahaan

Kritik :
1. Dalam penulisan judulnya alangkah baiknya diberikan study empiris nya. Sehingga
pembaca mengetahui objek penelitian dari peneliti dan juga dapat memberikan batasan-
batasan dalam penelitian
2. Penelitian ini hanya terbatas menggunakan dua proksi untuk mengukur nilai perusahaan,
yaitu Tobinsq dan ROA, serta dua proksi Leverage yaitu Debt to equity ratio dan long
term debt to equity ratio.
3. Mekanisme corporate governace sebagai mekanisme pengendalian hanya terbatas dari
peranan multiple large shareholder structure dan kepemilikan institusional
4. Dalam mengukur rasio pengendalian (controlling) multiple large shareholder structure
hanya berdasarkan kepemilikan saham yang tercantum dalam laporan keuangan,
penelitian ini tidak menelusuri sampai dengan pemegang saham ultimate.
5. Penelitian ini belum mengidentifikasi jenis multiple large shareholder structure, seperti
keluarga, kepemilikan investor institusional, pemerintah dan asing. Proses
pengidentifkasian jenis multiple large shareholder structure mungkin dapat lebih
menjelaskan peranan corporate governance dari multiple large shareholder structure

Saran :

1. Sebaiknya pada bagian judul diberi informasi tentang studi empiris guna untuk
mempermudah dalam mengetahui objek penelitian bagi pembaca.
2. Diharapkan dapat menggunakan proksi leverage lain yang dapat memperkuat hasil
hubungan non-linier struktur modal dan nilai perusahaan.
3. Melakukan pengujian dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik antar-industri,
sehingga terdapat pengujian terpisah antar industri.
4. Diharapkan dapat menggunakan proksi lain untuk mengukur peranan multiple large
shareholder sebagai corporate governance
5. Melakukan identifikasi jenis multiple large shareholder structure, seperti kepemilikan
oleh keluarga, investor institusional, pemerintah dan asing.

Pertanyaan.dan Jawaban:

Mengapa alat ukur nilai perusahaan menggunakan TobinsQ, tidak menggunakan PBV
atau alat ukur rasio lainya?
Karena TobinsQ memiliki keunggulan dari indicator keuangan yang lainya. Disebabkan
karena TobinsQ mereflekasikan ekspektasi pasar sehingga relative terbebas dari
manipulasi oleh manajemen perusahaan.

16
17