You are on page 1of 23

FORUM STUDI ISLAM (FSI) IBNU SINA

BIDANG AKADEMIK
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMPUNG

Modul 3 Blok BMS Tahun 2017


Tujuan Pembelajaran :
1. Menjelaskan metode-metode pemeriksaan dalam biologi molekuler: PCR, ELISA,
kloning, isolasi DNA
2. Menjelaskan pembagian pengaturan sistem homeostatis
3. Menjelaskan proses biologi yang berhubungan dengan homeostasis ( acclimatization,
biological rytmic, dan apoptosis )
4. Menjelaskan cairan tubuh dan elektrolit
5. Menjelaskan Konsep Termodinamika
6. Menjelaskan termoregulasi
7. Menjelaskan dan mengidentifikasi sel darah secara mikroskopik
8. `Menjelaskan pemeriksaan laboratorium penunjang hematologi

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


1. Menjelaskan metode-metode pemeriksaan dalam biologi molekuler: PCR,
ELISA, kloning, isolasi DNA

PCR adalah metode yang digunakan untuk memperbanyak sempel DNA biasanya
digunakanoleh kepolisian dan dokter forensik untuk mengumpulkan bukti jika sample
yang ditemukan sedikit. Adapun caranya yaitu DNA sample dimasukkan ke tabung
PCR lalu dicampurkan dengan prime, Taq polymerase ( Thermus aquaticus ) lalu
masukkan ke mesin PCR di dalam mesin PCR DNA akan diperbanyak dengan
penempelan prime lalu disusun oleh Taq polymerase yang bekerja di suhu yang panas
dengan memerlukan waktu beberapa menit sample DNA akan diperbanyak sampai
ratusan bahkan jutaan

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


Pada gambar diatas terdapat macam-macam ELISA, dimana metode ini
digunakan untuk analisa patologi dengan menggunakan kerja enzim Metode ELISA
untuk mengukur reaksi Antigen (Ag) Antibodi(Ab) meningkat penggunaannya dalam
pendeteksian antigen (dari agen infeksius) atau antibodi karena metodenya yang
sederhana tapi sensitif. Sensitivitasnya sama dengan radioimmunoassay (RIA) dan
hanya membutuhkan kuantitas mikroliter untuk penggunaan reagen ujinya. Sekarang
ELISA telah diterapkan secara luas dalam deteksi berbagai antibodi dan antigen
seperti hormon, toksin, dan virus.

Teknologi plasmid adalah metode yang digunakan untuk perbanyakan sampel


dengan bantuan bakteriyang paling sering adalah E.coli contoh penerapan di bidang
kedokteran adalah human insulin syntesis dengan cara menyisipkan polipeptida
insulin manusia ke dalam plasmid yang berasal dari bakteri lalu plasmid ini akan
berfusi dengan DNA bakteri dan melakukan replikasi dan memperbanyak diri.

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


2. Menjelaskan pembagian pengaturan sistem homeostatis

Istilah homeostasis digunakan oleh ahli fisiologi untuk menjelaskan kondisi yang
hampir selalu konstan. Pada dasarnya semua organ dan jaringan tubuh melaksanakan aneka
fungsi untuk membantu mempertahankan kondisi konstan tersebut. Misalnya paru
menyediakan oksigen bagi cairan ekstraseluler untuk menggantikan oksigen yang telah
dipakai oleh sel. Ginjal menjaga agar konsentrasi ion terjaga agar konstan dan sistem
gastrointestinal menyediakan nutrien. Mekanisme homeostasis dibantu oleh dua proses yaitu
negative feed back : Hipotalamus melakukan ini dengan mengirimkan pesan kimiawi yang
mempercepat atau memperlambat aktivitas seluler contohnya pada mekanisme termoregulasi
. Umpan balik positif adalah proses di mana efek stimulus kecil dalam sistem mencakup
peningkatan besaran stimulus contohnya pada ibu yang melahirkan dimana kepala bayi
mendorong hingga ke serviks uteri lalu serviks uteri mengirim sinyal feed back positive
untuk memperkuat kontraksi contoh lain pada pendarahan mekanisme ini berguna pada saat
vasokontriksi pembuluh darah Mekanisme terbanyak yang ada di dalam tubuh adalah feed
back negative

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


Contoh mekanisme homeostasis pada pengontrolan suhu tubuh

Mekanisme homeostasis pada pengaturan gula darah

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


3. Menjelaskan proses biologi yang berhubungan dengan homeostasis ( acclimatization,
biological rytmic, dan apoptosis )

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


Homeostasis pada apoptosis sel
Ketika sel mengalami injury maka sel megalami mekanisme homeostasis dengan
melakukan proses apoptosis atau kematian sel terprogram untuk mencegah kerusakan kode
pada sel maka sel dimusnahkan secara terprogram namun kemungkinan selanjutnya adalah
nekrosis dimana terjadi kematian sel pula namun tidak terprogram biasanya karena lesi yang
parah misalnya luka bakar.

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


4. Menjelaskan cairan tubuh dan elektrolit
Cairan didalam tubuh
Pada wanita dewasa 55% tubuh adalah cairan dan pada pria 60%
Cairan intraseluler 2/3 dari cairan tubuh
Cairan ekstrasel 1/3, terdiri atas:
1. Cairan Interstitial 80% CES

2. Plasma darah 20% CES

3. limfe, cairan cerebrospinal, cairan sinovial, aqueous humor, badan


vitreous, endolimfe, perilimfe,cairan pleura, perikardial, dan cairan
peritoneal.

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu :
1. Cairan intraseluler (CIS) adalah cairan yang berda di dalam sel diseluruh tubuh
2/3 total cairan tubuh
Berisi : Ion - Na+, K+, Cl- (Dengan konsentrasi yang berbeda dengan yang
berada pada cairan ekstraseluler) Nutrisi - O2, glukosa, asam amino, asam
lemak. Produk akhir metabolisme sel : CO2, H+, Panas
2. Cairan ekstraseluler (CES) adalah cairan yang berada di luar sel. (disebut sebagai
lingkungan dalam / milleu interiur)

Terdiri dari tiga kelompok yaitu : cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan
didalam sistem vaskuler, cairan intersitial adalah cairan yang terletak diantara sel dan
cairantranseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairanserebrospinal, cairan
intraokuler, dan sekresi saluran cerna
1. 1/3 total cairan tubuh
2. Dalam gerakan konstan melalui difusi dan osmosis
3. Berisi : ion : Na+, K+, Cl Nutrisi : O2, glukosa, asam lemak, asam amino Produk akhir
metabolisme sel : CO2, H+, Panas Terdapat pada : pembuluh darah dan cairan interseluler

Keseimbangan Cairan:
Ada 2 pembatas antara CIS, cairan interstisial, dan plasma:
Membran Plasma: CIS dan cairan interstisial
Pembuluh darah: interstisial dan plasma

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


Perbedaan utama antara plasma dan cairan interstitial sebagai komponen CES: plasma
mengandung banyak protein anion tekanan osmotik koloid darah.

Proses filtrasi, reabsorpsi, diffusi, dan osmosis menyebabkan perputaran air dan
komponen terlarutnya.

Sumber Masuk dan Keluarnya Air


Keseimbangan cairan terkait dengan keseimbangan elektrolit
Asupan keduanya jarang seimbang
Ginjal menyeimbangkan dengan ekskresi air berlebih lewat urin encer dan
elektrolit yang berlebih lewat urin pekat
Tubuh mendapat air:
Makan dan minum (2300mL/hari)
Sintesis air melalui respirasi seluler (200mL/hari)
Tubuh kehilangan air:
ginjal (1500mL/hari)
Evaporasikulit (600mL/hari)
Ekspirasi paru (300mL/hari)
Feces (100mL/hari)

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


Regulasi Masuknya Air dalam Tubuh
1. Utamanya dari makanan dan minuman
2. Mekanisme dehidrasi output > input
Penurunan volume meningkatkan osmolaritas cairan aktivasi rasa haus di
hipothalamus

Regulasi Keluarnya Cairan :


Pembuangan cairan melalui urine paling banyak
Kadar NaCl yang mempengaruhi volume cairan tubuh
3 hormon yang mengatur reaabsorpsi Na+dan Cl-
Angiotensin II danAldosterone meningkatkanreabsorpsiNa+dan Cl-ketika dehidrasi

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


Atrial natriuretic peptide (ANP) meningkatkan pembuangan Na+ dan Cl-diikuti oleh
pengeluaran air untuk menurunkan volume darah.
Elektrolit Dalam Cairan Tubuh
1. Terbentuknya Ion: ketika elektrolit terlarut dan terpisah dari partikel
2. Fungsi utama ion:
Mengatur osmosis air diantara kompartemen cairan
Menjaga keseimbangan asam basa
Membawa aliran listrik
Berfungsi sebagai kofaktor
CES terbanyak: kation Na+ dan anion Cl-
CIS terbanyak: kation K+ ; anion terdiridari protein danfosfat (HPO42-)
Kanal Na+ /K+ menjaga K+ tinggi dalam sel dan Na+tinggi di luar sel

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


5. Menjelaskan Konsep Termodinamika
Panas dan Suhu
Panasmerupakansuatubentukenergi, yang berarti
panasdapatdimanfaatkanuntukbekerja, contohnya panas yang digunakanuntukmenaikkansuhu
air hinggamenghasilkanuap.

Pada tubuh manusia, panas yang


dihasilkanmelaluimetabolismemakanandigunakanuntukmempertahankansuhutubuh agar
dalamrentang normal 36,1-37,1 oC

Suhu merupakan derajatkepanasanataukedinginansuatuzat

Keseimbangan Panas Tubuh

Pengaturansuhuatautermaltubuhmerupakanpengaturansecarakompleksdarisuatu
proses fisiologidimanaterjadikeseimbanganantaraproduksipanasdankehilanganpanas,
sehinggasuhutubuhdipertahankankonstan.

Kalor yang diserapolehtubuhdapatdihitungdenganmenggunakanpersamaan:

Kalor yang diserap = perubahansuhutubuh X panasjenis X berattubuh

Q=Mc T

Hukum Termodinamika I menyatakan bahwa energi total suatu sistem, termasuk


energi sekitarnya, adalah konstan dan Hukum Termodinamika II menyatakan bahwa
entropi total sebuah sistem harus meningkat bila proses ingin berlangsung spontan.
Satuan energiyang digunakan dalam kehidupan sehari-hari di dalam tubuh adalah berupa
ATP (AdenosinTripospat).

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


6. Menjelaskan termoregulasi
Tubuh dapat dipandang sebagai inti penghasil panas (organ internal, SSP, dan otot
rangka) yang dikelilingi oleh selubung dengan kapasitas insulasi bervariasi (kulit).
Kulit mempertukarkan energi panas dengan lingkungan eksternal dengan arah dan
jumlah pemindahan panas bergantung pada suhu lingkungan dan kapasitas insulasi
kulit saat itu. Empat cara fisik pertukaran panas adalah
(1) radiasi (perpindahan neto energi panas melalui gelombang elektromagnetik)
(2) konduksi (pertukaran energi panas melalui kontak langsung)
(3) konveksi (pemindahan energi panas melalui arus udara)
(4) evaporasi (ekstraksi energi panas dari tubuh oleh konversi H2O cair menjadi H2O
uap yang memerlukan energi).
Karena energi panas berpindah dari benda yang lebih panas ke yang lebih dingin,
radiasi, konduksi, dan konveksi dapat digunakan untuk mengeluarkan atau mendapat panas,
masing-masing bergantung pada apakah benda sekitar lebih dingin atau hangat
daripadapermukaan tubuh. Dalam keadaan normal, cara-cara tersebutmerupakan saluran
untuk mengeluarkan panas bersama dengan evaporasi yang disebabkan oleh keringat

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


Mekanisme pengaturan suhu tubuh merupakan penggabungan fungsi dari organ-organ
tubuh yang saling berhubungan. Didalam pengaturan suhu tubuh mamalia terdapat dua jenis
sensor pengatur suhu, yaitu sensor panas dan sensor dingin yang berbeda tempat pada
jaringan sekeliling (penerima di luar) dan jaringan inti (penerima di dalam) dari tubuh. Dari
kedua jenis sensor ini, isyarat yang diterima langsung dikirimkan ke sistem saraf pusat dan
kemudian dikirim ke syaraf motorik yang mengatur pengeluaran panas dan produksi panas
untuk dilanjutkan ke jantung, paru-paru dan seluruh tubuh. Setelah itu terjadi umpan balik,
dimana isyarat, diterima kembali oleh sensor panas dan sensor dingin melalui peredaran
darah.

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


7. Menjelaskan dan mengidentifikasi sel darah secara mikroskopik
Darah meruapakan bentuk khusus dari jaringan ikat yang terdiri dari tiga jenis sel
utama, yaitu eritrosit (sel darah merah) , leukosit (sel darah putih), dan trombosit. Sel-sel ini
juga disebut unsur bentukan (formed element) darah yang beredar dalam medium cair yaitu
plasma. Pemeriksaan mikroskopik sediaan apus darah memperlihatkan jeis-jenis sel darah
utama.

Gambar 1 . Apus darah manusia

Sel Darah

a. Eritrosit
Sel darah merah mengalami diferensiasi terminal dan tidak pernah meninggalkan
sirkulasi. Ketika berada dalam pembuluh darah, eritrosit sering mengikuti satu sama
lain dan disusun secara bebas disebut rouleaux. Sitoplasma eritrosit dipenuhi dengan
hemoglobin, yang merupakan protein tetramer pembawa-O2 yang menimbulkan sifat
asidofilia sel. Berikut ini keterangan tentang eritrosit secara ringkas :
- Sel yang jumlahnya paling banyak di dalam darah
- Eritrosit merupakan sel yang tidak memiliki inti yang tetap berada di dalam darah
- Mengandung hemoglobin dengan molekul besi (Fe) di dalam sitoplasma
- Berperan sebagai pengangkut oksigen (oksihemoglobin) dan karbondioksida
(karbaminohemoglobin)
- Bentuknya bikonkaf agar meningkatkan luas permukaan untuk mengangkut gas
pernapasan
- Rentang usia sekitar 120 hari yang nantinya akan difagositosis di limpa, hati, dan
sumsum tulang

b. Trombosit
Trombosit atau platelet bukanlah sel darah, platelet merupakan unsur bentukan
darah yang paling kecil dan tidak berinti serta ditemukan di dalam darah semua
mamalia. Trombosit merupakan fragment atau sisa sitoplasma megakariosit yang
merupakan sel terbesar di sumsum tulang. Trombosit memiliki peran terhadap
mengendalikan perdarahan.

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


Secara ringkas gambaran tentang trombosit adalah sebagai berikut:
- Merupakan unsur bentukan terkecil
- Merupakan bagian sisa dari megakariosit tidak berinti
- Terlihat sebagai massa sitoplasma basofilik (biru) tidak teratur dan cenderung
berkelompok dalam apusan darah.

c. Leukosit
Sel darah putih atau leukosit meninggalkan darah dan bermigrasi ke jaringan
dimana sel ini akan menjadi fungsional dan melakukan berbagai kegiatan yang
berkaitan dengan kekebalan. Menurut jenis butiran sitoplasma dan morfologi
nuklirnya, leukosit dibagi menjadi dua kelompok : granulosit dan agranulosit.

A. Granulosit

1. Eosinofil, merupakan sel fagositik dengan afinitas terhadap kompleks antigen-


antibodi yang memiliki rentang usia pendek baik di dalam darah atau jaringan
ikat. Gambaran mikroskopis eosinofil adalah sebagai berikut:
- Ukuran 10-15 m
- Sitoplasmamengandunggranulabesar, berwarnamerah,
homogen,granulatidakmenutupi inti
- Kromatin inti padat
- Inti berlobusdua
- 1-3 % di darahtepi
- Terdapatvariasi diurnal (rendahpdpagiharidantinggipadamalamhari)

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


2. Basofil, granul spesifik pada basofil mengandung banyak histamin dan
berbagai mediator peradangan, dengan gambaran mikroskopis sebagai berikut:
- Ukuran 12-15 m
- Sitoplasmanyamengandunggranulabesar, warnabirukehitaman, heterogen
(ukuran:0,2-1 m), granulamenutupiinti
- Intinya terbagi dua atau lebih lobuli iregular
- Granulabasofilmengsekresihistamin, heparin
bilaterstimulasi eksositosis
- 0-1% di darahtepi

3. Neutrofil, merupakan 54%-62% leukosit yang beredar dalam sirkulasi.


Neutrofil adalah fagosit aktif bakteri dan partikel kecil lainnya. Sitoplasma
neutrofil mengandung dua jenis granul utama dan fungsional yaitu granul
azurofilik primer yang merupakan lisosom khusus untuk membunuh bakteri
dan granul sekunder spesifik yang memiliki beragam fungsi.

(a) NetrofilBatang
- Diameter berkisar 15 m
- Sitoplasmamengandunggranulahalus, warnaungumuda
- Inti : kromatin inti padat, kasar, menggumpal,
berwarnamerahkeunguan, inti membentuklekukan> jarahpinggir
inti kegaristengah, membentuktapalkuda, huruf U atau C
- 1-5% di darahtepi (digsum)/5-10% (shiromiwa)
- Bilameningkat shift to the left responpejamu

(b) NetrofilSegmen
- Ukuranberkisar 10-15 m
- Sitoplasmamerahmudamengandunggranulakecil, halus,
warnamerahmuda
- Inti: warnaungutua,terdiridari beberapalobus (3-5)disertai
denganfilamenmenghubungkanantaralobussatu dengan yang lainnya,
kromatin inti padat
- 50-70% di darahtepi

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


B. Agranulosit

1. Limfosit, merupakan sel yang penting untuk pertahanan imunologik terhadap


organisme. Jika terpajan antigen spesifik Limfosit B membentuk sel plasma di
jaringan ikat dimana sel plasma akan mengeluarkan antibodi sebagai
pertahanan tubuh.
- Tidak memiliki granula di dalam sitoplasma dan ukurannya bervariasi dari
kecil hingga besar
- Inti terpulas-gelap dikeliligi oleh cincin sitoplasma yang sempit
- Membentuk sekitar 20 sampai 30% leukosit darah

2. Monosit, sel agranulosit yang merupakan prekursor dari makrofag.


- Leukosit agranular terbesar ditandai dengan inti berbentuk tapal kuda
- Kromatin inti terbesar dan halus
- Sitoplasma bersifat basofilik dan sering mengandung granula azurofilik
yang sangat halus
- Membentuk sekitar 3 sampai 8% leukosit darah

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


8. Menjelaskan pemeriksaan laboratorium penunjang hematologi

Pemeriksaan hematologi merupakan sekelompok pemeriksaan laboratorium yang


terdiri atas beberapa macam pemeriksaan. Pemeriksaan darah rutin meliputi hemoglobin,
jumlah lekosit, hitung jenis lekosit, Laju Endap Darah (LED). Pemeriksaan darah khusus
meliputi gambaran darah tepi, jumlah eritrosit, hematokrit, indeks eritrosit, jumlah retikulosit
dan jumlah trombosit.

Bahan pemeriksaan hematologi yang biasa digunakan adalah darah perifer (darah
vena) dan darah kapiler dengan antikoagulan yang sering digunakan EDTA K2EDTA,
K3EDTA, Natrium sitrat untuk pemeriksaan hemostasis, dan Heparin.

Pemeriksaan hematologi meliputi pemeriksaan:


A. Pemeriksaan Darah Lengkap
- Hemoglobin
- Hematokrit
- Hitung jenis (Differential Count)
- Hitung sel: eritrosit, leukosit, trombosit
- MCV, MCH, MCHC
- LED (Laju Endap Darah)

B. Pemeriksaan morfologi darah tepi (MDT)/Gambaran darah tepi (GDT)


- Eritrosit: size, shape, staining
- Leukosit: jumlah, morfologi
- Trombosit: jumlah, morfologi

C. Pemeriksaan darah (khusus)


- Retikulosit
- Analisis Hb
- G6PD
- Sugar water test
- Uji fragilitas osmotik eritrosit
- Sumsum tulang

D. Pemeriksaan hemostasis dan trombosis


- aPTT (activated partial thromboplastin time)
- PT (prothrombin time)
- TT (Thrombin time)
- Agregasi trombosit
- Fibrinogen
- D-dimer
- Faktor X, VIII, Xa
- Bleeding time
- Cloting time

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


1. Pemeriksaan Hemoglobin

Hemoglobin adalah metalprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam sel
merah dalam darah mamalia dan hewan lainnya. Molekul hemoglobin terdiri dari globin,
apoprotein dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi. Fungsi
pemeriksaan hemoglobin adalah sebagai berikut:
- Mengetahui adanya anemia
- Merupakan pemeriksaan darah rutin

Batas normal nilai hemoglobin untuk seseorang sukar ditentukan karena kadar
hemoglobin bervariasi diantara setiap suku bangsa. Namun WHO telah menetapkan
batas kadar hemoglobin normal berdasarkan umur dan jenis kelamin. Dasar pemeriksaan
yang biasa dilakukan dalam pemeriksaan ini adalah:
- Colorimetri (contoh: cara Sahli)
- Spektrofotometri
Selain itu kadar Hb dipengaruhi oleh beberapa keadaan seperti :
Kehamilan Hb lebih rendah
Olah raga Hb lebih tinggi atau lebih rendah (mekanismenya belum jelas)
Ketinggian Hb lebih tinggi (polisitemia sekunder)
Merokok
Variasi diurnal

2. Pemeriksaan Hematokrit
Merupakan pemeriksaan hematologi untuk mengetahui volume eritrosit dalam 100
mL darah dan dinyatakan dalam persen (%). Nilai ini digunakan untuk mengetahui ada
tidaknya anemia dan menghitung indeks eritrosit seperti MCV, MCH, dan MCHC dengan
metode yang digunka dengan cara mikro maupun makro. Beberapa keadaan perubahan
yang sering terjadi pada pemeriksaan ini adalah:
- Peningkatan terjadi bila volume eritrosit meningkat (misal pada polisitemia, pada
gangguan jantung bawaan dsb) atau volume plasma berkurang (misalnya pada
demam berdarah dengue)

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


- Penurunan terjadi akibat penurunan volume eritrosit misalnya pada anemia
Indeks eritrosit
Indeks eritrosit adalah batasan untuk ukuran dan isi hemoglobin eritrosit.
Istilah lain untuk indeks eritrosit adalah indeks kospouskuler. Pemeriksaan ini
memerlukan data jumlah eritrosit dalam juta/ L, nilai hemoglobin, dan nilai
hematokrit.

a. Mean corpuscular Volume (MCV)


Merupakan rata-rata volume eritrosit yang digunakan untuk klasifikasi anemia dan
menggambarkan kemungkinan patofisiologi kelainan eritrosit
- Perhitungannya : Ht/jumlah eritrosit
- Satuan :femtoliter (fL)
- Nilai rujukan : 82-92 fL

b. Mean corpuscular haemoglobin (MCH)


Merupakan rata-rata banyaknya hemoglobin dalam satu eritrosit. Biasanya pada
gangguan sintesis Hb seperti pada hemoglobinopathy atau defisiensi besi maka
nilainya menurun
- Perhitungan: Hb (g/dL)/jumlah eritrosit
- Nilai rujukan : 27-31 pg (picogram)

c. Mean corpuscular hemoglobin concentration (MCHC)


Mencerminkan gram hb/dl dalam hematokrit
Perhitungan: Hb (g/dL0/Hematokrit
Nilai rujukan 31-36 g/dL

3. Hitung Leukosit
Dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan pipet leukosit dan
larutan Turk maupun secara automatis. Leukosit umumnya meningkat pada keadaan
infeksi, inflamasi, keganasan (leukemia) dan menurun pada infeksi (biasanya viral
infection), gangguan produksi di sumsum tulang.
- Nilai rujukan berbeda menurut metode dan umur.
- Nilai rujukan : 5000-10.000/L

a. Hitung jenis leukosit


Bisa dilakukan secara manual dengan sediaan hapus darah tepi maupun
automatis

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik


4. Hitung Trombosit
Dapat dilakukan manual dengan menggunakan amonium oksalat 1% atau
automatis. Biasanya nilai trombosit pada wanita lebih tinggi dibandingkan pada
lelaki, pada umur kurang dari 1 tahun trombositnya lebih tinggi dibandingkan
dewasa. Trombosit biasanya meningkat pada :
1. Exercise berat
2. Essential trombositosis
Sedangkan, dalam keadaan tertentu trombosit menurun pada:
1. Produksinya berkurang gangguan pembentukan trombosit di
sumsum tulang
3. Penghancuran trombosit Idiopatik atau Imunologik trombositopeni
purpura
4. Hipersplenisme
Nilai rujukan 150.000-400.000/L

Daftar Pustaka
Dharma R, Immanuel S, Wirawan R. 1983. Penilaian Hasil Pemeriksaan Hematologi Rutin.
Cermin Dunia Kedokteran
Eroschenko, Victor P.. 2010. Atlas Histologi diFiore dengan Korelasi Fungsional Edisi 11.
EGC. Jakarta
Mescher, A.L. 2011. Histologi Dasar Junqueira, Teks dan Atlas, Edisi 12. EGC. Jakarta.

Tambahan Refrensi : Slide dr. Putu Ristyaning Ayu, M.Kes, Sp.PK. Hematopoiesis.
Bag Patologi Klinik. FK UNILA
Guyton, Arthur C dan John E. Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta : EGC )

Murray, Robert K.,dkk. 2006. BIOKIMIA HARPER EDISI 27. Jakarta : EGC
Sherwood, Lauralee. 2011. Fisiologi Manusia. Jakarta : EGC
Campbell, Neil A. and Reece, Jane B. 2010. BIOLOGI JILID 1 EDISI 8. Jakarta : Erlangga

Kontributor
Abdul Aziz
Fauziyah Nuur A
Irma Liani
Mira Yustika

FSI Ibnu Sina Bid. Akademik