You are on page 1of 4

Pengertian Korosi dibuat dari logam tembaga yang dicelupkan dalam larutan jenuh

CuSO4.
Korosi adalah peristiwa perusakan logam oleh karena terjadinya
reaksi kimia antara logam dengan zat-zat di lingkungannya Notasi sel terdiri dari anode dan katode. Tanda || adalah
membentuk senyawa yang tak dikehendaki. Proses elektrokimia, jembatan garam untuk memisahkan larutan berbeda. Tanda |
karena proses korosi melibatkan adanya transfer elektron dari adalah batas fase untuk memisahkan fase berbeda (aqueous vs
elektroda negarif (anoda) menuju elektroda positif (katoda). solid) . Tanda koma (,) digunakan untuk memisahkan spesi-spesi
Proses Hilangnya Besi. Bagian besi yang hilang umumnya adalah
dalam fase yang sama. .Elektrode anode terletak paling kiri dan
bagian besi yang mengalami kontak dengan air. Bagian ini disebut Pada kondisi standar yaitu suhu 25 0C, tekanan pada 1 atm dan
elektrode katode paling kanan. Elektrolit inert tidak ditulis .
daerah anode. Sedang daerah katode adalah di mana elektron konsentrasi ion logam 1,0M, serta F = 96500 C/Ekv.K, maka 2,303
yang terlepas dari atom besi mereduksi O2: Sel Volta dengan Elektroda Inaktif Grafit|I2(s)|I-(aq)H+(aq),
RT/F = 0,0591 sehingga persamaannya menjadi
Proses korosi di lingkungan basah atau lingkungan air dapat MnO4-(aq), Mn2+(aq)|Grafit
E sel = E0 sel (0,0591/n ) log a H+ 2 / a Cu2+
dijelaskan sebagai berikut: Besi di lingkungan asam akan Perhitungan Sel Elektrokimia Potensial elektroda
melibarkan reaksi Anoda ; Fe(s) Fe2+(aq) + atau potensial logam tidak dapat diukur, yang diukur adalah beda
Contoh : Tentukan E sel untuk : Pt,H2 (1atm)/H+ (1,0M)// Ag +
2e- (oksidasi) Katoda : 2H+ (aq) 2H(aq) ( reduksi ) potensial dari kedua elektroda (dalam suatu sel). Rumus
(0,01M)/Ag
Atom-atom H bergabung menghasilkan H2 menghitung E sel --Esel = Ekatoda-E Anoda
:2H(aq) H2(g) atau Atom-atom H bergabung dengan oksigen Jawab
2H(aq) + O2(aq) H2 O(l) Jika konsentrasi H+ cukup
Contoh perhitungan E sel satu elektroda Reaksi sel : 2Ag + + H2 2H+ + 2Ag
tinggi (pH rendah), terjadi reaksi : Fe + 2H+ (aq) 2H(aq) + Fe2+ (aq) Pt,H2 (1 bar)| H+ (a=1) || Cu2+ (a=1)|Cu EoSel = +0,34 V E sel = E0sel - 0.0591/2 log (aH+)2/aAg+)2
dan 2H(aq) H2(g) Nilai E sel = E kanan - E kiri = 0,34 - 0 = 0,34 V E sel = 0,799 0.0591/2 log ( 1/10-4)
Reaksi keselurahan logam besi dalam larutan asam dapat E sel dua elektroda E sel = 0,799 0,0591/2 x 4 = 0,799 0,1182 = 0, 6808 V/SHE
dituliskan Fe + 2H+ (aq) Fe 2+ (aq) + H2 (g) Cr+3 (aq) + 3e Cr(s) } x 2 E0Cr = 0.74 V
Zn(s) Zn+2 (aq) + 2e } x 3 E0Zn = + 0.76 V
Untuk lingkungan air teraerasi atau air yang mengandung oksigen
2Cr+3 (aq) + 3 Zn(s) Zn+2 + 2 Cr(s) E0 sel = 0,02 V atau
atau udara lembab , maka reaks korosi yang terjadi antara logam 0
E sel = E Kat E And = -0,74 (-0,76) = 0.02 V > 0 berarti reaksi
besi dengan lingkungan dapat dituliskan
spontan
Anodik Fe Fe 2+ + 2e (-0,44V)
Zn | Zn 2+ (a=1) || Cu 2+ (a=1) | Cu
Karodik H2O + O2 + 2e 2 OH ( +0,40V)
Cu 2+ + 2e- Cu E0Cu = + 0.34 V
Zn(s) Zn+2 (aq) + 2e } x 3 E0Zn = + 0.76 V
E0sel = E Kat E And = +0,34 (-0,76) = 1,1V

Termodinamika Sel Elektrokimia


Eored = +1,67V
Kontribusi awal terhadap termodinamika sel elektrokimia diberikan
Adanya ion Fe2+ dan ion (OH-) di permukaan logam, bereaksi
oleh Joule (1840) yang memberikan kesimpulan bahwa : Panas
membentuk Fe(OH)2, yang juga bereaksi dengan oksigen dan
(Heat) yang diproduksi adalah proporsional terhadap kuadrat arus
membentuk karat (coklat keerah-merahan )
I2 dan resitensi R. Dan karena juga proporsional terhadap waktu (t),
Fe (OH)2 + O2 (g) Fe (OH)3 2Fe2O3. x H2O(s)
Joule menunjukkan bahwa panas proporsionil terhadap : I 2Rt
Reaksi totalnya menjadi
Karena :
4Fe(s) + 3O2(aq) + 2 H2 O(l) 2Fe2O3 xH2O(s)
Elektroda adalah konduktor yang dilalui arus listrik dari satu
maka panas/kalor proporsionil terhadap V = It , q = VIt
media ke yang lain, biasanya dari sumber listrik ke perangkat atau Energi Bebas Menyatakan banyaknya energi yang tersedia dalam
dengan : q = Joule (J), V = Volt (V), I = Amper (A). t = Detik (s)
bahan. Elektroda dapat berupa bentuk yang berbeda. Elektroda suatu sistem untuk melakukan kerja dalam suatu proses pada suhu
J = Kg m2 s -2, V = Kg m2 s -3 A -1
dapat berupa elektroda positifdan elektroda negative dan tekanan konstan. Cells with transference Di mana ada
Kerja dilakukan sistem. Karena kerja yang dilakukan oleh sel
Potensial elektroda arau potensial logam tidak dapat diukur, dan perpindahan elektrolit melalui liquid junction di antara 2 larutan
elektrokimia sama dengan penurunan energi Gibbs maka : G = -
yang dapat diukur adalah beda potensial dari kedua elektroda dengan elektrolit yang berbeda atau elektrolit yang sama dengan
6.598 x 104 J
(dalam suatu sel). Untuk itu diperlukan suatu elektroda yang konsentrasi yang berbeda
Secara umum :
potensialnya diketahui atau disebut elektroda pembanding. Oleh ( ) 1
G = - nFE dan pada keadaan standar : Go = - nFEo Esel =Ec Ea + Ej dimana Ej = ln
karena itu dipilih elektroda hidrogen standar (SHE : Standard ( + ) 2
Secara termodinaka, suatu proses yang spontan memilki Di gabungkan dengan persamaan Nernst:
Hydrogen Electrode) , dengan konvensi bahwa elektroda ini
perubahan energi bebas positip. (Reaksi spontan: G < 0)
mempunyai potensial adalah sama dengan nol (0) Volt. Potensial
Hubungan perubahan energi bebas dengan potensial sel E = E0 -

ln
1
elektroda standar adalah potensial elektroda yang diukur pada 2
dinyatakan dengan persamaan:
keadaan standar, yaitu konsentrasi larutan 1M (sistem larutan) 1 1
atau tekanan 1atm (sel yang melibatkan gas) dan suhu 25oC . G = n F Esel Dengan : G0 = n F E0sel ; E= E0 - ln
2 2

ANODA -- Elektroda yang bermuatan positif, - Sel elektrokimia n = jumlah elektron (mol); F = muatan 1 mol elektron; 1 Apabila konsentrasi Fe 2+ berturut turut = 1,0 M, 0,1M 0,01 M
yang terpolarisasi jika arus listrik mengalir ke dalamnya,- Pada sel F = 96500 C; Esel = potensial sel; E0sel= potensial sel standar G < 0, dan Eo Fe = -0,440 Volt/SHE maka nilai E sebagai berikut:
elektrolisis anoda mengalami oksidasi (menerima ion),- Anoda maka Esel > 0 Fenomena suatu reaksi spontan adalah E = -0,440 + { (1,987)( 298) (2,303) (4,184)}/(2)(96500) log a Fe 2+
terdiri dari anion dan kation E = - 0,440 + 0,0592/2 log 1 = -0,44 Volt/SHE E = - 0,440
KATODA -- Elektroda yang bermuatan negatif, - Sel elektrokimia 1) Pt/Fe 2+,Fe 3+ // H+/H2,Pt + 0,0592/2log 0,01 = - 0,4991 V/SHE E = -0,440 + 0,0592/2
yang terpolarisasi jika arus listrik mengalir keluar, - Pada sel 2) Ni(s)/Ni 2+(1,00 m) //Cu 2+(1,00 m) /Cu(s) log 0,001 = -0,52 V/SHE
elektrolisis katoda mengalami reduksi (melepaskan ion), - Katoda 3) Zn(s)/Zn 2+(1,00 m) //Pb 2+(1,00 m) /Pb(s)
merupakan ujung akhir elektron masuk ke dalam sistem Penyelesaian Nilai 0,0592 diperoleh dari (1,987)(298)(2,303)(4,184)/96500
Fungsi elektroda refrence : Untuk pengukuran tingkat keasaman 1) Reaksi sel : 2 Fe 2+ + 2H+ 2Fe 3+ + H2 Nilai 4,184 konversi kalori ke Joule
larutan, dan untuk melakukan pengukuran-pengukuran dalam E 0sel = E0 kat E 0 And = E0 H+/H2 E 0 Fe3+/Fe2+ = 0.00 (-077) = 0,77 Nilai 2,303 konversi ln menjadi log
menentukan tingkat korosi suatu logam. Pengukuran yang Volt/SHE Diagram E-pH
dilakukan antara lain : Open Circuit , Polarisasi , Korosi yang 2) Reaksi sel : Ni + Cu 2+ Ni 2+ + Cu Diagram ini menampilkan daerah-daerah kertabilan air, daerah-
dipercepat E 0sel = E0 kat E 0 And = E0 Cu2+/Cu E 0 Ni2+/Ni = 0,34 (-025) = daerah logam akan imun, terkorosi atau terpasivasi sebagai fungsi
Elektroda Hidrogen Standar (SHE) - ; Elektroda referensi dengan 0,59Volt/SHE dari potensial sel dan pH.
3) Reaksi sel ; Zn + Pb 2+ Zn 2+ + Pb Kegunaan: Mengetahui reaksi yang terjadi secara Termodinamika.-
sistem logam mulia / gas hydrogen REAKSI : H+ + e- = H2
E 0sel = E0 kat E 0 And = E0 Pb2+/Pb E 0 Zn2+/Zn = -0,13 - (-0,76) = 0,63 -- ,Mengetahui bentuk stabil dari logam pada kondisi tertentu.
Elektrolit yang digunakan dalam elektroda ini adalah asam klorida.
Volt/SHE
Fasa-fasa yang ada dapat dinyatakan sebagai berikut : Pt (s) I H2
Persamaan Nernst
(g) I H+ (aq)
Persamaan Nernst digunakan untuk menentukan potensial sel
Elektroda Kalomel ; Elektroda referensi dengan sistem logam /
tidak pada kondisi standar sehingga untuk reaksi aA + bB yY +
garam tak larut. . Elektroda acuan yang dibuat logam Kawat
zZ
platina (Pt) dicelupkan dalam larutan Hg2Cl2 yang berisi mercuri
Secara umum untuk reaksi :
(Hg). Reaksi HgCl + e- Hg + Cl-
Elektroda perak klorida ,- Elektroda Sistem logam / garam .
Elektroda perak atau Ag/AgCl merupakan elektroda acuan
mempunyai potensial standar 0.222 Volt/SHE. Elektroda terbuat Untuk sel :
kawat logam perak dalam larutan AgCl jenuh : AgCl +e Ag + Cl - Pt, H2 (1 bar)| H+ (aq)|| Cu 2+ (aq)|Cu
Elektroda Tembaga Sulfat -; Elektroda tembaga atau Copper Dengan reaksi :
Sulfate Electrode (CSE) merupakan elektroda acuan yang
umumnya digunakan untuk mengukur potensial logam di
Diagram Pourbaix
lapangan. Nilai potensial CSE adala 0.318 Volt/SHE. Elektroda CSE
melibatkan perpindahan muatan hingga tidak ada nilai/harga Dik :A = 16.65 cm2 ; 1 cm2 = 100 mm2 ; T = 14 hari 1 blan =
potensial. Dengan demikian garis kesetimbangan reaksi sejajar 30 hari ; W = 0.002492 gr ; 1 thn = 12 blan D = 7.99 gr/cm3
dengan koordinat dan nilai dioeroleh pada pH tertentu. :1 cm3 = 1000 mm3 K = 8.76 x 104 (untuk mm/y)
Dit : laju korosi (r) dalam mm/y (milimetrespy)=?
Jika a AlO2- = a Al3+ T = 14 hari x
1 Bulan
x
1 tahun
= 0,0389 tahun
30 hari 12 Bulan
A = 16,65 cm2
= 1665 mm2
D = 7.79 gr/cm3 = 7.79 x 10-3 gr/mm3
K. w
Laju korosi (r) =
(A.t.D)
0.002492 g
Di atas garis (b) gas oksigen lebih stabil. Persamaan garis (a) dan r=(8.76 x104)x (1665 2 )(0,0389
mm thn)(7.79 x 10-3 gr/mm3 )
(b) dapat diplot dengan menggunakan persamaan reaksi air yang 0.002492 mm
r= (8.76 x 104 ) x
0.504546615 tahun
tereduksi maupun air teroksidasi. Reaksi air tereduksi:
r =(8.76 x 104)x(4.939 x 10-3) = 432,6564 mm/y
H2O + e 1/2H2 + OH-
Sebuah sampel baja dengan dimensi 25,4 mm x 25,4 mm dengan
E = Eo + (2,303) log Berdasarkan diagram E-pH ini beberapa kemungkinan proteksi

tebal 1,0 mm. Direndam dalam larutan air laut selama satu jam,
+ yang dapat dilakukan:
= Eo + (2,303) log berkurang beratnya 0,001 gram. Densitas baja 7.87 gr/cm3.
2

= 0 + 2,303 log [H+] = 0 - 2.303 pH --Dengan pengaturan lingkungan, misalnya dengan perubahan pH - Hitung laju korosi dalam mpy (mils per year) (1 mill = 10-3 in) ?

---Dengan menurunkan potensial antar muka ke daerah imun
Sudah didefenisikan bahwa pH = -log [H+] hydrogen yang juga 1m 36 in 1 mil
(proteksi katodik). Dengan menaikkan potensial antar muka ke Dik : p= 25,4mmx x x = 914,4 mils
1000mm 1 m 0,001 in
dapat ditulis daerah pasif ( proteksi anodik). --- Dengan menambahkan logam 1m 36 in 1 mil
[H+] = konsentrasi hydrogen yang juga dapat ditulis CH+ jadi l = 25,4mmx x x = 914,4 mils
paduan dasar agar luas daerah pasif dapat diperbesar.---- Dengan 1000mm 1 m 0,001 in
[H+] =CH+ Atau defenisi log C + = -pH t = 1 mmx
1m 36 in
x
1 mil
x = 36 mils
menambah pasivator 1000mm 1m 0,001 in
dengan demikian diperoleh persamaan:
A = 2 (p x l)+4 (l x t) = 2 (914,4 x 914,4) + 4 (914,4 x 36)
(2,303)(298)(1,987)(4,184) logam dikatakan terkorosi jika potensialnya > - 850 mV /CSE. Nilai A = 1672254,72 + 131673,6 = 1803928,32 mils2
E = 0 -
(1)(96500) potensial CSE ini adalah 0,318 Volt/SHE , sedangkan nilai potensial T = 1 jam ; W = 0.001 gram ; D = 7.87 gr/cm3
Potensial standar H2 = 0 Volt Jika pH = -2 850 mV atau 0,850 V/CSE merupakan kriteria proteksi logam besi. K = 3.45 x 106 (untuk mpy)
Maka E = -(0,0592)( -2) = 0,1182 Volt Jika pH = 16 Contoh reaksi seng dalam air Dit : laju korosi (r) dalam mpy (mil per year)=?
E = -(0,0592)(16) = -0,944 V 1 hari 1 Bln 1 thn
Jadi untuk garis (a) pempunyai persamaan: T = 1 jm x x x = 0,00011574 tahun
24 jam 30 hri 12 Bln
D = 7.78 gr/cm3 = 1,6869 x 10-7gr/mils3
E = -0,0592 pH K. w
Dengan menggunakan cara yang sama, maka diperoleh Laju korosi (r) =
(A.t.D)
0.001 g
persamaan untuk garis (b) r=(3.45x106)x(1803928,32
mils2)(0,00011574 thn)(1,6869 x 10-7gr/mils3)
(2,303)(298)(1,987)(4,184) 0.001 mils
E = 0 - r = (3.45 x 106) x
(1)(96500) 0,0000522 tahun
r = (3.45 x 106) x (19,1570)= 3450019,157
E = 1,23 - 0,0592 pH
Metode elektrokimia adalah metode mengukur laju korosi dengan
Jenis Reaksi yang mempengaruhi nilai E mengukur beda potensial objek hingga didapat laju korosi yang
terjadi. Metode ini mengukur laju korosi pada saat diukur saja
Reaksi yang tidak melibatkan ion ion OH- dan H+ (tergantung
dengan memperkirakan laju tersebut dengan waktu yang panjang
pada aktivitas) Semua reaksi yang tidak
(memperkirakan walaupun hasil yang terjadi antara satu waktu
melibatkan ion H+ dan OH- maka garis reaksi kesetimbangan Reaksi-reaksi di atas dipengaruhi oleh perubahan potensial
akan sejajar dengan ABSIS artinya reaksi kesetimbangan tidak dengan waktu lainnya berbeda). Kelemahan tidak dapat
elektroda (a, b, c) dan dipengaruhi pH (b, c, d, e)
dipengaruhi oleh pH, sedangkan nilai potensial dipengaruhi oleh menggambarkan secara pasti laju korosi yang terjadi secara akurat
Laju korosi adalah kecepatan rambatan /kecepatan penurunan
aktivitas ion. Al3+ + 3e = Al karena hanya dapat mengukur laju korosi hanya pada waktu
kualitas bahan terhadap waktu. Laju korosi dihitung menggunakan
Menentukan Nilai G standar tertentu saja, hingga secara umur pemakaian maupun kondisi
2 cara yaitu : metode kehilangan berat & elektrokimia
untuk dapat diperlakuan awal tidak dapat diketahui.
Go = GoAl -( GoAl3+ + Go e)
Metode kehilangan berat adalah perhitungan laju korosi dengan
Kelebihan langsung mengetahui laju korosi pada saat diukur, tidak
mengukur kehilangan atau kekurangan berat akibat korosi yang
= 0 - (-115.000) -0 memakan waktu yang lama.
terjadi. Metode ini menggunakan jangka waktu penelitian atau
Metode elektrokimia ini meggunakan rumus
= 115.000 kal/mol pengkorosian sampai mendapatkan jumlah kehilangan berat akibat
berdasarkan Hukum Faraday yaitu menggunakan rumus sebagai
korosi yang terjadi. Untuk mendapatkan laju korosi akibat (Ar L. i.)
Menentukan Nilai Potensial Standar (melibatkan nilai aktivitas) kehilangan berat digunakan rumus sebagai berikut berikut : Laju penetrasi ( r) =
(nFD)
(K. w)
r (Mpy) = Ketrangan : ArL = massa atom relatif logam (g/mol), i = rapat arus
Go = -nFEo (D.A.T)
(microamper/Cm2 = A/Cm2), n = jumlah elektron, F =
Keterangan : K = Konstanta ; mpy = mils per year , bil faraday = 96500 C/Ekv), D = densitas (g/Cm3) .
Eo = ( 115.000)(4,184) / (3)(96500)
Satuan penetrasi per satuan waktu dalam mils (0,001
Eo = -1,1662 Volt w = kehilangan berat, (g); D = densitas (g/Cm 3), A = luas in) per year ( mpy), maka menjadi
(Ar L. i)
permukaan spesimen (in 2) ; T = waktu pengkorosian (jam). : Laju penetrasi (r) = 0,129 mpy
(n.D)
Mengukur kembali berat dari benda uji (spesimen), selisih berat Tetapan 0,129 menjadi 3,27 mm/year, maka satuan
dari pada berat awal merupakan nilai kehilangan berat. Selisih laju penetrasi dalam mm/year.
berat dikembalikan ke dalam rumus untuk mendapatkan laju Ekivalen untuk besi (Fe) dengan rapat arus (i) = 1 A/Cm2
kehilangan beratnya. menjadi mpy dapat dirumuskan :
K. w
Perhitungan laju korosi: Laju korosi (r) = (K= 2.4 x 106 . D) 1A/Cm2 = 0,129
55,8.1
= 0,46 mpy.
A.t
2.7,86
satuan dalam mdd (mg per dm2 per day)
K. w
Perhitungan laju penetrasi untuk paduan logam digunakan
Laju korosi (r) = (K= 3.45 x 106 ) satuan dlm mpy (mils per yr) pengertian berat ekivalen (BE) yang nilainya dapat dituliskan :
(A.t.D)
ArL
Keterangan : w = selisih berat, A= luas permukaan logam, t = BE = Berat ekivalen (BE) paduan logam merupakan
n
waktu pengkorosian; D = densitas. Memerlukan berat ekivalen rata-rata untuk unsur penyusun dalam paduan.
waktu yang lama dan suistinable dapat dijadikan acuan terhadap Cara menentukan berat ekivalen paduan adalah jumlah fraksi
kondisi tempat objek diletakkan (dpat diketahui seberapa korosif ekivalen dari semua unsur dalam paduan, yang dinyatakan dengan
daerah tersebut) jga dpat dijadikan referensi untuk perlakuan awal (fi.ni)
rumus : Neq = Keterangan : Neq = jumlah ekivalen, fi =
(treatment) yang harus diterapkan pada daerah dan kondisi (ai)
Reaksi yang melibatkan ion H+ dan electron (tergantung pH) tempat objek tersebut. fraksi massa, ni = muatan, ai = massa atom, Neq = (1/BE).
Al2O3 3H2O + 6H+ + 6e = 2Al + 6H2O . Menentukan Nilai G Contoh Perhitungan
standar ; Go = 2GoAl + 6 Go H2O - (Go Al2O3. 3H2O + 6GoH+ 6 Contoh Soal : Suatu plat Stainless Steel (ss) 304 dengan luas
Go e) = 0 + 6(-56690) - (-554600) - 0 - 0 = 214460 kal permukaan sebesar 16.65 cm2 dimasukkan kedalam media yang Suatu paduan baja dengan komposisi : Cr=19%, Ni = 9,25%, dan Fe
berisi bakteri Pseudomonas flourecens selama 14 hari, setelah = 71,75%. Langkah pertama
0,19.3 0,0925.2 0,7175.2
Reaksi yang tidak melibatkan elektron (tidak memiliki nilai ditimbang plat Stainless Steel mengalami penurunan berat sebesar Neq = ( + + )
52 58,7 55,85
potensial) 0.002492 gram dengan densitas stainless steel 7.99 gr/cm3. hitung 0,011 + 0,003 + 0,026 = 0,040 BE
Al3+ + 2H2O = AlO2- + 4H+ Menentukan Nilai G standar laju korosi plat Stainless Steel (ss) 304 dalam satuan mm/y 1
= 1/Neq = = 25. Langkah kedua Jika densitas
Go reaksi = Go AlO2- + 4GoH+ - (Go Al3+ + 2 GoH2O) = - 200710 + 0 (milimetres per year) ? 0,04

- ( -115000 + 2(-56690) = 27.670 kal Reaksi tersebut tidak logam = 7,8 g/Cm3, rapat arus (i) = 1 A/Cm2 , maka
BE.i 25 . 1. ( 0,129. 25). Perlengkapan peralatan yang harus didesain dengan adanya Korosi selektif adalah suatu bentuk seleksi yang terjadi karena
laju penetrasinya (r) = = 0,129 x =
D 7,8 (7,8)
sistem drainase pelarutan komponen tertentu dari paduan logam. Selektif leaching
= 0, 4147 mpy
nama lain dari korosi selektif bisa terjadi dari sepasang paduan
Korosi Sumuran Korosi lokal yang secara selektif menyerang logam. Korosi selektif adalah suatu bentuk seleksi yang terjadi
METODA POLARISASI UNTUK MENENTUKAN LAJU KOROSI Jika
bagian permukaan logam yang memiliki: Selaput pelindungnya karena pelarutan komponen tertentu dari paduan logam
suatu logam tidak berada dalam kesetimbangannya dengan
tergores atau retak akibat perlakuan mekanik.Mempunyai (alloynya). Pelarutan ini terjadi pada salah satu unsur pemadu atau
lingkungannya (larutan yang mengandung ion-ionnya), potensial
tonjolan akibat dislokasi atau slip yang disebabkan oleh tegangan komponen dari paduan logam yang lebih aktif yang menyebabkan
elektrodanya dapat terpolarisasi ke suatu harga yang disebut
tarik atau tegangan sisa yang dialami logam. Mempunyai sebagian besar dari pemadu tersebut hilang dari paduannya.
potensial korosi (Ecorr) dan perbedaan/selisihnya dengan
komposisi heterogen dengan adanya inklusi, segregasi atau Material yang tertinggal telah kehilangan sebagian besar kekuatan
potensial kesetimbangan disebut overpotensial () --- ----
presipitasi. Merupakan bentuk korosi setempat yang fisiknya (karena berpori-pori). Selektif leaching nama lain dari
Peristiwa perubahan dari keadaan setimbang ke suatu harga
menghasilkan lubang-lubang pada logam yang mempunyai selaput korosi selektif bisa terjadi dari sepasang paduan logam suatu fasa
potensial tidak setimbang tersebut disebut polarisasi
pasif dalam kondisi rusak. dan juga dua fasa, dalam paduan dua fasa, fasa yang kurang mulia
Polarisasi katodik (c) Pengukuran polarisasi katodik dapat dicapai
dengan mensuplai elektron ke permukaan elektroda sehingga akan meluruh terlebih dahulu.
Logam baja tahan karat sangat rentan trhdap serangan korosi
overpotensial antarmuka elektroda menjadi lebih negatif dari
dlam lingkungan yang mengandung ion agresif seperti anion Cl, Br, Bentuk fasa korosi ini juga disebut pemisahan atau dealloying.
potensial korosinya c = E0 Ecorr = - (negarif)
atau S, CN Pemadu yang biasanya terlarut dalam paduan logamnya adalah
Polarisasi anodik (a) Polarisasi anodik dicapai dengan mengambil
seng (Zn), aluminium (Al), kobalt (Co), nikel (Ni) dan krom (Cr).
elektron dari permukaan elektroda logam, kekurangan elektron ini Korosi Intergranular Korosi yang terjadi pada batas butir, dimana Beberapa contoh korosi selektif dari paduan logam Cu dapat
menyebabkan perubahan potensial ke arah positif batas butir sering kali merupakan tempat mengumpulnya impurity dilihat pada tabel 4.4 berikut ini. korosi selektif terjadi akibat dari
a = E0 Ecorr = + (positif) atau suatu presipitat dan lebih tegang. Berkaitan dengan struktur pengaruh galvanik antara unsur-unsur berlainan yang membentuk
dan sifat metalurgi dari paduan. Disebut juga korosi intercrystalin. paduan (walaupun faktor-faktor lain seperti kandungan udara dan
Korosi Merata Korosi merata adalah korosi yang terjadi pada
Korosi tipe ini sangat sering terjadi di beberapa jenis baja tahan temperatur yang berbeda-beda juga sangat penting). Dari contoh
permukaan material akibat bereaksi dengan oksigen. Biasanya
karat (stainless steel), paduan-paduan nikel (nickel alloy) dan pada terlihat bahwa logam paduan yang memiliki Esel lebih rendah akan
korosi merata ini terjadi pada material yang memiliki ukuran butir
beberapa jenis paduan aluminium (aluminium alloy). mengalami korosi karena berperan sebagai anoda dan yang lebih
yang halus dan homogenitas yang tinggi. Terjadi pada seluruh
Mekanisme Ketika austenic SS berada pada temperature 425-815 murni sebagai katoda.
permukaan logam atau paduan yang terpapar ke lingkungan oC (temperatur sensitasi) atau ketika dipanaskan dan dibiarkan
berlangsung dengan laju yang hampir sama. Terjadi akibat reaksi
mendingin secara perlahan (seperti halnya sesudah welding atau Menghindari komposisi yang berbeda dari material penyusun
kimia reaksi kimia atau elektrokimia yang terjadi berlangsung pada
pendinginan setelah annealing) maka karbon akan menarik krom Proses dezincification dapat dikurangi dengan meminimalkan
permukaan logam dan terdistribusi secara merata. udara yang
untuk membentuk partikel kromium karbida (chromium carbide) di keganasan lingkungan atau dengan katodic protection.
lembab. karena pH air yang rendah. Tabel 1. Laju Korosi Merata
daerah batas butir (grain boundary) struktur SS. Formasi kromium Penambahan 1% tin pada 70 30 brass, atau dengan penambahan
karbida yang terkonsentrasi pada batas butir akan menghilangkan/ arsenic, antimony, atau phosporus sebagai inhibitor.
Ketahana
n Relatif mpy mm/yr mm/yr nm/h mengurangi sifat perlindungan kromium pada daerah tengah butir. Graphitization, dapat terjadi karena terdapat perbedaan graphit
Korosi Sehingga daerah ini akan dengan mudah terserang oleh korosi. dan besi pada struktur logam. Dengan demikian sebagian Fe
Peristiwa unsur pemadu lain dalam baja tahan karat yang memicu meninggalkan vacant pada struktur graphit logam.
Sempurna <1 < 0.02 < 25 <2 terbentuknya korosi intercrystalin: Nikel meningkatkan aktifitas
karbon di dalam larutan padat sehingga karbida lebih mudah Korosi erosi adalah korosi yang terjadi apabila permukaan logam
Baik sekli 1-5 0.02-0.1 25-100 2-10
terbentuk dan terendapkan pada batas butir. Molibdenum terserang akibat gerak relative antara elektrolit dan permukaan
merupakan logam yang mempunyai sifat sama seperti kromium logam atau dengan kata lain korosi ini disebabkan oleh efek-efek
Baik 5-20 0.1-0.5 100- 10-150
500 yang membentuk karbida pada batas butir ada kondisi tertentu. mekanik, misalnya: pengausan, abrasi dan gesekan. Faktor utama
Bila molybdenum ditambahkan akan menyebabkan ketahanan Adanya zat yang bersifat korosif dalam fasa liquid yang mengalir
Sedang 20- 0.5-1 500- 50-150 terhadap korosi dan deplesi molybdenum menyebabkan daerah melintasi permukaan logam.Faktor Lain Perubahan drastis pada
50 1000 yang berbatasan dengan batas butir, aktif terkorosi, namun diameter pipa . Penyekat pada sambungan yang jelek
pengaruh molybdenum lebih kecil dari kromium. Apabila pemasangannya. Adanya celah yang memungkinkan fliuda
Rendah 50- 1-5 1000- 150-
200 5000 500 kandungan karbon kurang dari sekitar 0,03% fase-fase mengalir di luar aliran utama.
kesetimbangan mantap, tetapi untuk komposisi-komposisi dengan
Sangat 200+ 5+ 5000+ 500+ persentase lebih besar dari 0,83% fase-fase kesetimbangan yang Komponen Paduan Kondisi Lingkungan
rendah mantap adalah dan suatu campuran karbida yang rumusnya
adalah (FeCr)23C6 dan disebut kromium karbida. Proporsi karbida Brass Kondenser Tubes Air laut, air pendingin yang
Korosi galvanik terjadi apabila dua buah logam yang jenisnya yang diperoleh bergantung pada pendinginan: pendinginan cepat terpolusi.- Air sungai yang
berbeda di pasangkan dan direndam dalam cairan yang sifatnya melalui pencelupan (quenching) ke air atau minyak, dari suhu lebih Aluminium Heat tersaring mengandung
korosif atau dalam larutan elektrolit. Logam yang rebih aktif atau Transfer silica dan karbonat terlarut
dari 1000C, akan menekan pembentukan karbida. Jika bahan itu
anoda akan terkorosi, sementara logam yang lebih noble atau -Steam yang berlebih dari
katoda tidak akan terkorosi. Korosi celah Tindakan korosi kemudian dipanaskan kembali, terutama dalam rentang 600-850 Carbon Steel Pipe turbin yang mengandung
lokal dengan perubahan yang tinggi pada lubang sempit yang C, ada kemungkinan besar untuk terjadinya pengendapan karbida campuran uap dan cair
Carbon Steel Petroleum -Aliran cairan dan uap
disebabkan adanya perbedaan konsentrasi oksigen di dalam celah pada batas-batas butir. Bahan itu disebut mengalami pemekaan, Refinery Equipment proses yang mengandung
dan di luar. Korosi lokal yang kuat dengan jarak/luas korosi dari
dan berada pada kondisi rentan terhadap korosi (di bawah 600C H2S ----Sulfuric acid, 65-
lubang kecil menyebar ke seluruh permukaan. Korosi lokal yang Carbon Steel Pipe and
laju difusi kromium terlalu lambat untuk memungkinkan 100% > 0,9 m/s
biasanya terjadi pada sela-sela sambungan logam yang sejenis Storage Tank
pengendapan karbida). Keberadaan kromium (>12%) dalam baja --Gelembung hydrogen
atau pada retakan di permukaan logam. Celah diumpamakan dua
secara nyata memperbaiki ketahanannya terhadap korosi. Akan diakibatkan oleh korosi
buah logam yang direndam dalan air laut.Dengan reaksi sebagai Cast austenitic Stainless dalam Sulfuric Acid. Proses
tetapi, pengendapan kromium karbida menyebabkan
berikut : Oksidasi : M M+ + e- Reduksi : O2 + 2H2O + 4e- 4OH- Steel Pump Parts aliran asam menurunkan
berkurangnya kromium dibawah 12% pada logam tepat di sekitar
M+ bereaksi dengan air menurut reaksi berikut ini. kondisi
endapan sehingga tidak antikarat lagi. Pada korosi ini endapan
M 2+ + 2H2O M(OH)2 + 2H+ Proses Hidrolisis M+ + Cl - + H2O yang umum terjadi adalah CuAl2 dan FeAl3 yang bersifat katodik Tahap Pertama- Terjadi serangan oleh gelembung udara yang
MOH + H+ + Cl- atau Mg5A18 dan MgZn3 bersifat anodik terhadap logam di menempel di permukaan lapisan pelindung logam, karena adanya
Sesuai dengan reaksi di atas, dapat menambah keasaman, sesuai sekitarnya. Disebut juga exfoliation atau pengelupasan. aliran turbulen yang melintas di atas permukaan logam tersebut.
yang terjadi dalam celah. pH yang lebih rendah ini dapat Mekanisme korosi intergranular pada paduan aluminium Tahap Kedua - Gelembung udara tersebut mengikis dan merusak
menaikkan laju korosi dalam celah. lapisan pelindung. Tahap Ketiga- Pada tahap ini laju korosi semakin
Pemanasan diatas atau dibawah temperatur sensitasi Segregasi meningkat, karena lapisan pelindung telah hilang.
Proteksi katoda dan anoda Logam yang kurang mulia (anoda) batas butirBatas butir membentuk presipitat CuAl2 (katodik) BENTUK-BENTUK Grooving dalam pila baja karbon yang
dikorbankan untuk melindungi logam yang lebih mulia. Logam yang mengikat Cu sehingga terjadi pengurangan Cu (anodik) mengandung asam sulfat. Teardrops Korosi erosi pada tabung
yang kurang mulia (anoda) akan terkorosi lebih dahulu. Faktor dominan penyebab terbentuknya korosi intercrystalin condenser kuningan yang membentuk lubang-lubang teardrops
Pengecatan dan pelapisan yang sesuai adalah pemanasan pada suhu tinggi, contohnya pada pengelasan akibat downstream undercutting. Tabung kondensasi kuningan
Mengisolasi logam untuk mencegah aliran arus diantara dua logam yang tidak sesuai dengan prosedur. yang telah terkorosi erosi dengan kerusakan yang terbentuk
yang berbeda. material yang digunakan sebagai isolator adalah Casting, pada proses ini harus dilakukan dengan jalan horseshoe pits akibat upstream undercutting dalam air garam.
barang non logam atau insulator nonabsorbent mengecor logam dengan step yang benar, komposisi yang benar
Passivasi (Pembentukan Lapisan Pasif) Lapisan pasif adalah suatu dan pendinginan yang benar sesuai dengan karakteristik masing Pengendalian Mengurangi kecepatan aliran fluida untuk
selaput untuk melindungi logam dari korosi lebih lanjut dan mengurangi turbulensi dan tumbukan berlebihan. Menggunakan
masing logam dan kegunaannya. Welding, pemilihan elektrode
lapisan tersebut tidak melekat dengan kuat, contoh lapisan Fe 2O3. komponen yang halus dan rapi pengerjaannya, sehingga tempat
yang benar, prosedur pengelasan yang benar, pendinginan yang
Mengurangi agresivitas lingkungan. Perencanaan dan perancangan pembentukan gelembung menjadi sesedikit mungkin.
benar. Turunkan kadar karbon dibawah 0,03%. Tambahkan
yang benar sehingga terbentuknya celah dapat dihindari. menutup Penambahan inhibitor atau pasivator. Menggunakan paduan
paduan yang dapat mengikat karbon. Titanium (pada SS 321) dan
celah dengan di las. penambahan inhibitor. logam yang lebih tahan korosi dan tahan erosi. Proteksi katodik.
Niobium (pada SS 347). Pendinginan cepat dari temperatur tinggi.
Pelarutan karbida melalui pemanasan. Hindari pengelasan. Menghindari partikel abrasive pada fluida
Korosi retak tegang atau lebih dikenal dengan sebutan stress metal besi yang berbeda potensial dan langsung berhubungan Pertumbuhan pada Oksida :: Pertumbuhan parabolic dy/dt = c1/y.
corrosion cracking (SCC) merupakan istilah yang diberikan untuk dengan udara terbuka. Laju Korosi Zinc indoor, rural(desa) kalau persamaan di atas diintegrasi kita akan mendapatkan y2=c1t
peretakan intergranuler atau transgranuler pada logam akibat urban industrial, marine. (apabila t = 0, y = 0 : karena itu tetapan integrasi tidak
kegiatan gabungan antara tegangan tarik static dan lingkungan Penyebab Korosi Logam di Atmosfer.Jumlah zat pencemar di udara diperlukan)logam-logam yang teroksidasi dengan laju parabolik
yang khusus. Ciri-ciri Terdapat tegangan Tarik. Logamlogam (debu, gas), butir-butir arang, oksida metal. H2SO4, NaCl, biasanya dicirikan dari oksidanya yang tebal dan lekat. Contoh
paduan ternyata lebih rentan terhadap SCC daripada logamlogam (NH4)2SO4. Suhu. Kelembaban kritis .Arah dan kecepatan .Radiasi logam-logam ini adalah kobalt, nikel, tembaga, dan tungsten,
murni. Meskipun peretakan yang disebabkan oleh unsur kimia di matahari. Jumlah curah hujan .Pengendalian Korosi Alat walaupun seperti pada contoh lain, mungkin mengikuti hukum laju
lingkungannya hanya sedikit dan konsentrasinya tidak terlalu Elektronik. Menyimpan bahan korosif sebaik mungkin. yang berbeda, tergantung dari kondisi percobaan. Pertumbuhan
besar, tetapi jika logam tersebut tidak tahan terhadap kondisi Pengoperasian alat dehumidifier . Menutup alat sewaktu tidak garis lurus. Dalam hal ini laju oksidasi konstan terhadap waktu:
lingkungannya pasti peretakan akan terjadi.- Jika tegangan tidak dipergunakan . dy/dt = c2 . yang bila diintegrasi menghasilkan y = c2t.
ada, paduan/logam tidak akan retak meski ditempatkan di Penyebab Korosi Logam di Lingkungan Tanah. Kandungan pertumbuhan garis lurus atau linier terjadi bila mana oksida tidak
lingkungan yang korosi.-Kerentanan paduan terhadap SCC dalam oksigen terlarut: Oksigen , Laju korosi . pH tanah: pH , Laju mampu merintangi masuknya oksigen ke permukaan logam,
lingkungan spesifik meningkat dengan meningkatnya tegangan. - korosi .Aktivitas bakteri : dalam tanah hidup berkelompok sebagaimana terjadi bila oksida yang terbentuk dari volume logam
Bila bahan bersifat mulur, retak korosi tegangan mempunyai membentuk flok menempel pada pipa merusak coating. tertentu terlalu kecil untuk menyalut seluruh permukaannya.
penampakan seperti perpatahan rapuh . -SCC tidak bisa resistivitas tanah : Kandungan mineral. Konsentrasi ion agresif dan Pertumbuhan logaritmik. Pada temperatur rendah, permukaan
diperkirakan terjadi walaupun telah dipilih bahan yang tahan komposisi senyawa dalam tanah logam akan tersalut dengan selaput oksida tipis. Laju difusi
korosi karena adanya akumulasi ion agresif secara setempat pada menembus selaput ini sangat rendah dan sesudah pertumbuhan
permukaan paduan. Contoh contoh Perapuhan akustik pelat No. Resistivitas tanah(Ohm-Cm). Sifat tanah. < 700.Sangat yang cepat dalam periode awal berlalu, laju penebalan akhirnya
ketel dari baja lunak bersambungan paku keeling. -Peretakan Korosif. 700-2000. Korosif. 2000-5000. Agak Korosif > 5000. Sedikit menjadi nol. Persamaan untuk laju seperti ini adalah : y = c3 log (c4t
pada sambungan ke tabung udara pada tekanan tinggi yang Korosif.Pengendalian Korosi Logam dalam Tanah. Menghilangkan + c5). contoh logam-logam yang teroksidasi dengan cara seperti
terbuat dari kuningan 70/30 . -Baja lunak yang retak di lingkungan oksigen terlarut dalam air tanah dengan oksigen scavanger diatas adalah magnesium dibawah 200oC dan aluminium dibawah
nitrat dan kaustik.. -Paduan aluminium dan magnesium karena (hidrazin /sulfit). Menambahkan inhibitor alkalis sebagai inhibitor 50oC.
berada di udara yang lembab.- Baja tahan karat rusak di katodik (NaOH atau Na2CO3). Menambahkan inhibitor anodik
lingkungan yang mengandung klorida yang teraerasi ditambah kromat /bikromat. Menambahkan natrium fosfat. Menghilangkan Cara untuk mengendalikan oksidasi terhadap besi dan baja
tegangan yang terbentuk akibat pengeboran. - Paduan Titanium ion agresif dengan menambahkan CaO (kapur tohor). Metode membentuk lapisan permukaan yang mantap dari oksida salah
retak di lingkungan yang mengandung metanol. - Reaktor air proteksi katodik yang umumnya digunakan pada sistem perpipaan satu unsur paduan . Kromium dan aluminium unsur paduan
bertekanan menyebabkan bahan yang sama retak bila dipakai yang terkubur dalam tanah . tambahan paling efektif untuk membentuk kerak mantap pada
sebagai pipa pengisi asam borat dan pengisi bahan bakar.- Di Salah satu bakteri yang paling sering menimbulkan korosi adalah baja. Paduan besi-alumunium buruk sifat mekaniknya
industri minyak, pipa-pipa yang dalam dan bertekanan tinggi yang bakteri pereduksi sulfat (SRB = Sulfate Reducing bacteria). SRB
memerlukan penggunaan baja berkekuatan tinggi. menyebabkan korosi karena dapat mereduksi ion SO42- menjadi Mekanisme Korosi Bobolan.Terjadi kesetimbangan antara karbon
Mekanisme ion S2- yang selanjutnya akan bereaksi denga ion Fe2+ membentuk dioksida yang merembes masuk dan difusi besi dalam keadaan
FASE PEMICUAN FeS sebagai produk korosi. Jenis-jenis bakteri yang korosif antara padat ke luar yang bertindak sebagai pengendali laju. Karbon
lain: desulfovibrio desulfuricans, desulhotoculum, desulfovibrio dioksida mengoksidasi besi, suatu reaksi yang menghasilkan
Pasivasi proses pembentukan selaput pasif untuk memperlambat vulgaris, D.salexigens, D. africanus,D. giges, D4. baculatus, D. karbon monoksida:3Fe + 4CO2 Fe3O4 + 4CO .
laju korosi. Adanya tegangan Tarik terhadap local permukaan sapovorans, D.baarsii, D. thermophilus, Pseudomonas, Dan diikuti pemisahan karbon : 2CO CO2 + C .
anoda: Terjadi lubang pemicu SCC. Deformasi plastic ikatan-ikatan Flavobacteriu, Alcaligenes, Sphaerotilus, Gallionella, Thiobacillus. Karbon ini sebagian terlarut ke dalam logam dan sebagian lainnya
pada struktur kristalnya putus sehingga bentuk bahan berubah ke dalam oksida. Apabila kadar karbon pada oksida sebelah dalam
secara permanen. Tahapan sesar (slip step) permukaan yang Menurut Sharpley berpendapat bahwa jika terdapat bakteri SRB mencapai 10% beratnya, kristal-kristal yang menyendiri akan
seharusnya halus kini terbentuk cacat-cacat local dan rentan maka : suasana anaerob, asam sulfat (H2SO4) akan direduksi oleh terpisah satu sama lain oleh batas butir berupa selaput karbon. Ini
terserang korosi. bakteri pereduksi sulfat (SRB) menghasilkan H2S dan H2O. menyebabkan oksida berporidan kehilangan fungsinya sebagai
FASE PENJALARAN. Mekanisme melalui Lintasan Aktif yang Sudah pelindung. Selanjutnya yang terjadi adalah oksida bobolan. Korosi
Ada Sejak Semula. Mekanisme ini pada dasarnya sama seperti Persamaan Reaksi :Fe Fe2+ + 2e- . 2H+ + SO4 2- + 4H2 pelepasan atau korosi bobolan (breakaway corrosion) terjadi
pada korosi intergranuler. Dalam mekanisme ini, penjalaran H2S + 4H2O. (H2S yang dihasilkan akan bereaksi dengan besi di akibat tegangan yang berkembang dalam kerak-kerakoksida.
cenderung terjadi di sepanjang batas butir yang aktif. anoda ) Fe2+ + H2S FeS + 2H+. Melibatkan interaksi sejumlah faktor, termasuk temperatur,
Kemungkinan besar bahwa penumpukan dislokasi dapat Permukaan yang tidak mengalami kontak dengan SRB akan komposisi gas, tekanan gas, komposisi logam, bentuk komponen,
menghasilkan efek yang sama, walau kemungkinan dislokasi berfungsi sebagai katoda. Pada katoda tersebut akan terjadi dan finishing permukaan.
berkurang bila SCC terjadi pada tingkat tegangan rendah, karena reaksi : 2H2O = 2H+ + 2OH- 2H+ + 2e- H2
peran tegangan tarik di situ sekedar membuat retakan tapi Ion hydrogen bebas (H+) mempunyai 3 kemungkinan fungsi: Korosi Panas (Hot corrosion). Korosi panas adalah kombinasi
terbuka sehingga elektrolit dapat masuk ke bagian ujungnya. Bereaksi dengan elektron membentuk H2 (katoda) .- Bereaksi antara oksidasi dan reaksi-reaksi dengan belerang, natrium,
Mekanisme melalui Lintasan Aktif Akibat Regangan. Pasivasi dengan gugus hidroksil membentuk air.- Bereaksi dengan ion vanadium, dan pengotor-pengotor lain yang terdapat, baik diudara
proses pembentukan selaput pasif untuk memperlambat laju sulfat dan molekul hydrogen membentuk hydrogen sulfide Ion yang dihisap maupun dalam bahan bakar. Contoh korosi panas :
korosi Adanya tegangan.Terjadi penguraian anodic. Terjadi besi bebas akan bereaksi sebab tidak dapat tinggal dalam bentuk Cacat sudu-sudu rotor turbin dihasilkan akibat tumbukan serangan
penjalaran retakan. Laju peretakan di ujung retakan > bagian sisi bebas. Ada 2 kemungkinan reaksi ion besi bebas :- Bereaksi korosi panas atau sulfidisasi, retak lelah termal dan lubang creep
retakan yang telah terpasivasi Serangan lokal pada selaput pasif dengan H2S membentuk FeS.- Bereaksi dengan OH- membentuk akibat terkena temperatur dan tegangan tinggi dalam jangka
terus terjadi. Pecahnya selaput pasif, lalu penguraian logam di Fe(OH)2.- Jika lingkungan mengandung asam karbonat, maka FeS waktu yang lama .
bagian yang pecah Mekanisme Menyangkut Adsorpsi. Mekanisme bereaksi dengan H2CO3 menghasilkan FeCO3. FeS + H2CO3 =
ini mengandung arti bahwa unsur-unsur aktif dalam elektrolit FeCO3 + H2S. ferosulfida bereaksi dengan ion hydrogen
menurunkan integritas mekanik bagian ujung retakan sehingga menghasilkan Fe(OH)2 FeS + OH- + H2O Fe(OH)2 + HS-
memudahkan putusnya ikatan-ikatan pada tingkat energy jauh
Kerusakan-kerusan oleh SRB Dasar tangki penampungan minyak
lebih rendah dari semestinya. Dalam salah satu mekanisme jenis
Bejana porses . System perpipaan . Metode penanggulangan.
ini, ion-ion agresif yang spesifik untuk setiap kasus diperkirakan
Metode penanggulangan yang mungkin adalah : proteksi katodik.
mengurangi ikatan antara atom-atom logam di ujung retakan
penggunaan inhibitor. desinfektan (bioside),. Dan pengecatan
akibat proses adsorpsi dan hal ini menyebabkan terbentuknya
dengan antifouling.
ikatan-ikatan antara logam dan unsure-unsur agresif tadi.
Laju peretakan disini ditentukan oleh tiga criteria: -- Laju pecahnya
Pada temperatur tinggi, laju oksidasi logam-logam meningkat.
selaput yang ditentukan oleh laju regangan yang dialami. --Laju
Cntoh. Proses penggilingan dan pengepresan panas terhadap baja
penggantian dan pembuangan larutan di ujung retakan. Proses ini
lunak (proses yang berlangsung pada sekitar 900oC). Laju oksidasi
dikendalikan oleh difusi, juga ditentukan oleh kemudahan
cukup besar untuk menghasilkan selapis oksida yang disebut kerak
masuknya unsu-unsur agresif ke bagian ujung retakan. -- Laju
giling (mill scale), yang tidak berfungsi sebagai pelindung.
pemasifan. Ini merupakan persyaratan vital, karena jika pemasifan
berjalan lambat, maka penguraian logam berlebihan dapat terjadi Oksida yang tidak mantap dipanaskan, oksida itu mengurai untuk
baik diujung maupun di sisi-sisi retakan, sehingga dikhawatirkan melepaskan logam bersangkutan dan mengendapkannya ke
retakan semakin melebar dan ujungya tumpul, dan akibatnya permukaan logam. Perak oksida dan Kadmium oksida
petumbuhan retak tertahan.
PENGENDALIAN KOROSI RETAK TEGANG Pembentukan kembali
logam. Dilakukannya shootpeening. Menggunakan inhibitor.
Mengubah proporsi elemen campuran logam dari suatu sistem
campuran logam yang dapat mengakibatkan ketahanan terhadap
SCC.. Memilih campuran logam yang lebih resisten terhadap
lingkungan korosif. Perlakuan panas pada logam.

Prinsip Korosi Atmosfer. Korosi logam di atmosfer terjadi akibat


proses elektrokimia antara dua bagian benda padat khususnya