NKRI adalah kelembagaan nasional sebagai bagian integral keberadaan (eksistensial) manusia dan bangsa.

NKRI Sebagai Negara Nasional (Nation State)
Asas normatif filosofis-ideologis NKRI seutuhnya ialah filsafat negara Pancasila. Filsafat Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa (Weltanschauung), diakui juga sebagai jiwa bangsa (Volkgeist, jati diri nasional) Indonesia. Identitas dan integritas nilai fundamental ini secara konstitusional dan institusional ditegakkan dalam negara kesatuan republik Indonesia = NKRI, sebagai nation state. Secara filosofis-ideologis dan konstitusional, bahkan kultural negara kebangsaan (nation state) adalah peningkatan secara kenegaraan dari nilai dan asas kekeluargaan. Makna kekeluargaan, bertumpu pada karakteristika dan integritas keluarga yang manunggal; sehingga rukun, utuh-bersatu, dengan semangat kerjasama dan kepemimpinan gotongroyong —ayah-ibu, dan anak-anak dalam satu keluarga bahagia sejahtera dalam asas cinta: rukun, saling menolong dalam kepemimpinan orang tua—. Jadi, nation state Indonesia adalah wujud makro (nasional, bangsa, negara) dari rakyat warga negara Indonesia se-nusantara (baca: pluralisme yang telah terbentuk menjadi padu/manunggal sebagai nation Indonesia) sebagaimana analog: terbentuknya satu keluarga dari manusia pria dan wanita, mungkin antar suku, antar bangsa bahkan anlar ras. Identitas demikian ditegakkan dalam nation state NKRI yang dijiwai asas kekeluargaan, asas kebangsaan (sila III Pancasila) dan dilandasi semangat asas wawasan nusantara. Karenanya, secara nonnatif integritas NKRI (diharapkan) kuat, tegak tegar menghadapi berbagai tantangan nasional dan global Keseluruhan identitas dan integritas kebangsaan dan kenegaraan Indonesia dijiwai, dilandasi dan dipandu oleh

. 3. Wawasan nasional adalah modal dasar perjuangan kemerdekaan dengan puncak: Proklamasi 1945: NKRIsebagai nation state.nilai fundamental dasar negara Pancasila.. Tumbuh berkembangnya wawasan nasional berlangsung ribuan tahun. neoimperialisme dan ideologi marxisme-komunisme-atheisme. bersamaan dengan bangkitnya gerakan neo-marxisme-komunisme-atheisme. NKRI sebagai nation state membuktikan bagaimana/potensi dan kualitas dari integritas wawasan nasional Indonesia raya yang diwarisi. mendegradasikan mental dan budaya politik —setidaknya sebagian elite reformasi— dapat dihayati dan dicermati dalam skema 3 (terlampir). Skema ini melukiskan integritas wawasan nasional dan NKRI dilanda globalisasi . Karenanya. Semoga potensi dan keunggulan demikian senantiasa tegak tegar dalam semua kondisi dan tantangan: globalisasiliberalisasi dan postmodernisme yang kita alami dalam abad XXI —sebagai kita rasakan sepanjang era reformasi—.liberalisasi postmodernisme... degradasi mental dan moral Pancasila. KGB. MEMORAKDUM I 1 .. Ketahanan nasional Indonesia raya = Nasionalisme yang . tumbuh. dan teruji dalam berbagai tantangan nasional dan global. Era reformasi yang memuja kebebasan (neo-liberalisme) atas nama HAM dan demokrasi .. khususnya dalam NKRI: neo-PKI. Mereka mengembangkan sistem ideologi yang tidak sinergis. filsafat Pancasila dengan integritas theismereligius berhadapan dengan ideologi Barat: kapitalismeliberalisme-sekularisme.. bahkan degradasi moral theisme-religius. dapat bemuara: degradasi nasional.. NKRI dapat dinamakan dengan predikat sebagai sistem kenegaraan Pancasila. Untuk memperjelas tantangan bahkan ancaman yang telah.. Sistem kenegaraan ini terjabar secara konstitusional dalam UUD Proklamasi (UUD 45). Artinya. bahkan bertentangan dengan ideologi Pancasila. 2.

1998). mulai amandemen I . dapat dilukiskan sebagai berikut: Sesungguhnya nilai dasar filsafat Pancasila demikian. Berdasarkan analisis normatif filosofis-ideologis dan .1949. Reformasi 1998 sampai sekarang.IV: 1999 . 1949 .1950. telah terjabar secara filosofis-ideologis dan konstitusional di dalam UUD Proklamasi (pra-amandemen) dan teruji dalam dinamika perjuangan bangsa dan sosial politik 1945 . INTEGRITAS PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT DAN IDEOLOGI Bangsa Indonesia sepanjang sejarahnya dijiwai nilai-nilai budaya dan moral Pancasila. Kedudukan dan fungsi nilai dasar Pancasila. Volkgeist) Indonesia raya.1998 (1945 . maka diakui nilai filsafat Pancasila mengandung multi fungsi dalam kehidupan bangsa. negara dan budaya Indonesia.1959 dan 1959 .dijiwai budaya dan moral Pancasila. Nilai mendasar ini ialah filsafat hidup (Weltanschauung.2002 cukup mengandung distorsi dan kontroversial secara fundamental (filosofis-ideologis dan konstitusional) sehingga praktek kepemimpinan dan pengelolaan nasional cukup memprihatinkan. 1950 . yang dikutip di muka merupakan sari dan puncak nilai sosio budaya Indonesia. Berdasarkan kepercayaan dan cita-cita bangsa Indonesia.

3. melainkan secara moral nasional kita berkewajiban menunaikan amanat dan visi-misi Proklamasi. Terbukti. serta berbagai kontroversial budaya dan moral sosial politik! Demi cita-cita nasional yang diamanatkan para pahlawan dan pejuang nasional. integritas nasional dan NKRI juga memprihatinkan.UUD 45 sebagai sistem kenegaraan Pancasila dan sistem ideologi nasional. Kita semua bukan hanya melaksanakan visi-misi reformasi. kewajiban asasi manusia (KAM) berdasarkan filsafat . berbagai penyimpangan dalam tatanan dan praktek pengelolaan negara cukup memprihatinkan. terutama dalam fenomena praktek: demokrasi liberal dan ekonomi liberal. Ajaran Sistem Filsafat Pancasila dan Sistem Kenegaraan RI Filsafat Pancasila memberikan kedudukan tinggi dan mulia atas potensi dan martabat manusia (sila I dan II). berbagai jabaran di dalam amandemen UUD 45 belum sesuai dengan amanat filosofis-ideologis filsafat Pancasila secara intrinsik. bahwa menegakkan HAM senantiasa berdasarkan asas keseimbangan dengan kewajiban asasi manusia (KAM). Artinya. Karena.konstitusional demikian. khususnya the founding fathers dan PPKI maka semua komponen bangsa sekarang —10 tahun reformasi— berkewajiban untuk merenung (refleksi) dan mawas diri untuk melaksanakan evaluasi dan audit nasional apakah kita sudah sungguh-sungguh menegakkan integritas NKRI berdasarkan Pancasila . bahwa HAM adalah karunia dan anugerah Maha Pencipta (sila I dan II). A. 2. sebagaimana terkandung seutuhnya dalam UUD Proklamasi. sekaligus amanat untuk dinikmati dan disyukuri oleh umat manusia. HAM akan tegak hanya berkat (umat) manusia menunaikan KAM sebagai amanat Maha Pencipta. karenanya ajaran HAM berdasarkan Pancasila dijiwai dan dilandasi asas normatif theisme-religious: 1.

Gambaran Umum Kondisi Wilayah Perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Wilayah perbatasan yang meliputi wilayah daratan dan perairan merupakan manifestasi kedaulatan suatu negara. ialah: a. termasuk atas nasib dan takdir manusia. Tegaknya ajaran HAM ditentukan oleh tegaknya asas keseimbangan HAM dan KAM. manusia wajib berterima kasih dan berkhidmat kepada Maha Pencipta. b.Pancasila. agung dan mulia manusia berkat anugerah kerokhaniannya —sebagai terpancar dari akal-budi nuraninya— sebagai subyek budaya (termasuk subyek hukum) dan subyek moral. liberty. Letak strategis wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berada diantara dua benua yaitu benua Australia dan benua Asia serta diapit oleh dua samudera yaitu samudera Hindia dan Samudera Pasifik merupakan . Sebagai manusia percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.UUD 45. menetapkan bagaimana sistem kenegaraan ditegakkan. dan c. Noor Syam2007:147-160) Berdasarkan ajaran suatu sistem filsafat. atas anugerah dan amanat yang dipercayakan kepada (kepribadian) manusia. (M. kita juga bersyukur atas potensi jasmani-rokhani. property) adalah Tuhan Maha Pencipta (sila I). sebagaimana bangsa Indonesia menetapkan NKRI sebagai negara berkedaulatan rakyat dan negara hukum. manusia wajib mengakui sumber (HAM: life. Kedua asas fundamental ini memancarkan identitas dan keunggulan sistem kenegaraan RI berdasarkan Pancasila . maka wawasan manusia (termasuk wawasan nasional) atas martabat manusia. sekaligus sebagai derajat (kualitas) moral dan martabat manusia. dan martabat unggul. manusia wajib mengakui dan menerima kedaulatan Maha Pencipta atas semesta. A.

Pussurta (Pusat Survey dan Data) ABRI mencatat 5. karena dari 17. sengketa blok Ambalat). maraknya kejahatan trans nasional (Transnational Crimes) serta eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam. LIPI menyebutkan ada 6.17.kawasan potensial bagi jalur lalu-lintas antar negara. perairan yang saling bersambung (Interconnecting Waters) dengan karakteristik alamiah lainnya dalam pertalian yang erat sehingga membentuk satu kesatuan. Disamping itu Indonesia merupakan negara kepulauan (Archipelagic States) yaitu suatu negara yang terdiri dari sekumpulan pulau-pulau.505 pulau yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia dengan perbandingan luas daratan dan perairan yaitu 1:3. Kompas. dan pada tahun 1992. Perdagangan manusia (Traffic King).707 nama pulau pada tahun 1987. 28/02/2004). Terlebih. Dengan jumlah pulau yang banyak ternyata menimbulkan berbagai pemasalahan seperti kaburnya batas-batas wilayah negara (sengketa pulau sipadan-ligitan.508 pulau yang diklaim Indonesia hanya beberapa persen saja yang sudah memiliki nama.127 nama pulau pada tahun 1972. Indonesia harus segera mendepositkan data-data pulau yang dimiliki sebagai bukti .489 pulau yang bernama (Sulistiyo. informasi tentang data pulau-pulau hingga saat ini berbeda-beda antara satu lembaga dengan lembaga lainnya.505 pulau yang dipublikasikan selama ini belum didukung oleh data secara resmi mengenai nama dan posisi geografisnya. Bakosurtanal menerbitkan Gazetteer nama-nama Pulau dan Kepulauan Indonesia sebanyak 6. Selain permasalahan diatas masih terdapat kekurang sigapan Pemerintah RI dalam menjaga integritas wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) indikasinya adalah terhadap +/. penyelundupan barang dan jasa. pembalakan liar (Illegal Logging). Terorisme. Sebagai negara berdaulat.[1] Sebagai negara kepulauan Indoneia memiliki ±17. Perbedaan data tersebut mencerminkan bahwa Indonesia masih lemah dalam pengelolaan wilayah lautnya.

atau arsip negara. Hal ini penting mengingat bahwa. Hal tersebut disebabkan oleh kondisi kedua negara yang samasama merupakan negara maritim yang mana wilayah negaranya terdiri dari wilayah perairan dan kedekatan wilayah antara kedua negara seringkali menyebabkan kaburnya batas-batas kedaulatan diantara RI dan Malaysia. fenomena-fenomena yang telah diuraikan diatas disebabkan oleh Kondisi wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia yang kompleks. rendahnya tingkat kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat daerah perbatasan (banyaknya jumlah penduduk miskin dan desa tertinggal). Maka tidak heran selama ini banyak terjadi klaim wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonsia (NKRI) oleh negara tetangga yaitu Malaysia. pulaupulau yang telah didepositkan akan menjadi salah satu acuan atau landasan Indonesia dalam menyelesaikan sengketa perbatasan. Aspek Sosial Ekonomi Wilayah perbatasan merupakan daerah yang kurang berkembang (terbelakang) yang disebabkan oleh: • • • • lokasi yang relatif terisolir/terpencil dengan tingkat aksesibilitas yang rendah. . masalah perbatasan wilayah antara Indonesia dan Malaysia di perairan sebelah Pulau Sebatik masih berlarut-larut. Permasalahan ini dapat dilihat dari tiga aspek yaitu:[2] 1. Sebagai contoh kaburnya batas wilayah negara di daerah entikong kalimantan barat dengan wilayah sabah dan serawak yang merupakan wilayah negara bagian Malaysia. rendahnya tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat. ditambah dengan masalah perairan di sekitar Pulau SipadanLigitan pasca sidang International Court and Justice (ICJ) tanggal 17 Desember 2002 dan adanya indikasi perekrutan warga negara Indonesia (WNI) menjadi anggota para militer Malaysia (Askar Wataniah). langkanya informasi tentang pemerintah dan pembangunan yang diterima oleh masyarakat di daerah perbatasan (blank spots).

Oleh karena peran strategis tersebut. baik dalam lingkup nasional. Aspek Pertahanan Keamanan Kawasan perbatasan merupakan wilayah pembinaan yang luas dengan pola penyebaran penduduk yang tidak merata. Akan tetapi dalam . Kondisi tersebut berpotensi untuk mengundang kerawanan di bidang politik. Aspek Politik Kehidupan sosial ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan umumnya dipengaruhi oleh kegiatan sosial ekonomi di negara tetangga. menyebabkan rentang kendali pemerintahan sulit dilaksanakan. B. Apabila kehidupan ekonomi masyarakat daerah perbatasan mempunyai ketergantungan kepada perekonomian negara tetangga. regional (antar negara) maupun internasional. maka selain dapat menimbulkan kerawanan di bidang politik juga dapat menurunkan harkat dan martabat bangsa. Kendala Dalam Menjaga Keutuhan Wilayah Perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Wilayah perbatasan suatu negara yang meliputi wilayah daratan dan perairan merupakan kawasan tertentu yang mempunyai dampak penting serta peran strategis bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. maka penjagaan wilayah perbatasan Indoensia merupakan prioritas penting pembangunan nasional untuk menjamin keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga. serta pengawasan dan pembinaan teritorial sulit dilaksanakan dengan sinergis. 3. Wilayah tersebut memiliki keterkaitan yang erat dengan kegiatan di wilayah negara lain yang berbatasan dengan Indonesia. mantap dan efisien. Disamping itu wilayah perbatasan juga mempunyai dampak politis dan fungsi pertahanan dan keamanan nasional. Oleh sebab itu kawasan perbatasan merupakan salah satu aset negara yang harus dijaga dan dipertahankan dari segala bentuk ancaman dan tantangan baik yang datang dari dalam maupun dari luar negeri.2.

Pilar Stategis NKRI Sebagai Negara Maritim Peran sinergis dari lembaga-lembaga negara (Deplu. POLRI) dan Kekuatan TNI yang didukung oleh Badan Koordinasi Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakorkamla RI) dengan departemen sejenis yang dimiliki oleh pemerintah negara-negara tetangga merupakan pos yang sangat strategis sebagai upaya dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Beberapa permasalahan yang menonjol di daerah perbatasan adalah sebagai berikut:[3] 1. Illegal fishing. hambatan dan tantangan baik yang datang dari dalam maupun dari luar.praktek dilapangan terdapat hambatan ataupun ancaman yang seringkali merugikan bagi kepentingan bangsa Indonesia. 2. 5. Beberapa pelanggaran hukum di wilayah perbatasan seperti penyelundupan kayu /illegal logging. 4. kewenangan maupun program. Oleh sebab itu strategi pengembangan kawasan perbatasan yang berbasis koordinatif diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan diwilayah perbatasan yang pada tujuannya dapat menjaga dan mempertahankan keutuhan wilayah kedaulatan NKRI dari segala ancaman. ekonomi maupun komunitasnya. Lemahnya kualitas dan profesionalisme aparatur negara (stake holders) baik di pusat maupun di daerah. Dephan. baik sumber daya manusia. meliputi kelembagaan. C. Eksploitasi sumber daya alam secara ilegal. penyelundupan narkoba dan lain-lain. 6. Belum adanya kepastian secara lengkap garis batas laut maupun darat. 3. Pengelolahan perbatasan belum optimal. terutama hasil hutan dan kekayaan laut. Melihat realita yang terjadi terhadap kondisi wilayah perbatasan Indonesia yang semakin terancam maka langkah kongkret aktualisasi pilarpilar strategis memperkuat kedaulatan wilayah NKRI adalah sebagai berikut: . perdagangan manusia (Traffick King). Kondisi masyarakat di wilayah perbatasan masih tertinggal.

pelaku usaha. Merubah paradigma pola strategi pengembangan kawasan perbatasan yang hanya menekankan pada aspek keamanan (Security Approach) menjadi pola pengembangan kawasan perbatasan yang bersifat partisipatif untuk menciptakan keamanan dan kesejahteraan bagi masyarakat yang berada didaerah perbatasan baik dibidang politik. pertahanan dan keamanan. Polri. Membangun startegi pengembangan kawasan perbatasan yang berbasis Multy stake holders participation. Upaya ini dapat ditempuh dengan jalan mengkaji masalah perbatasan NKRI dengan instansi atau departemen lain yang terkait agar segera mengajukan RUU tentang wilayah perbatasan NKRI kepada DPR untuk segera dibahas dan ditetapkan sebagai undang-undang yang substansinya mampu mengakomodir segala kepentingan nasional bangsa Indonesia yang berkaitan dengan perbatasan wilayah NKRI yang meliputi wilayah daratan maupun perairan. disini berarti instrumen negara yang terdiri dari Deplu. 2. hal ini dimaksudkan untuk menempatkan . Departemen Pertahanan mempunyai kewenangan legislasi seyogyanya sinergis dan responsif atas permasalahan yang berkenaan dengan ancaman terhadap perbatasan dan kedaulatan NKRI ke dalam Prolegnas (Program Legislasi Nasional). Hal ini dimaksudkan bahwa. TNI.1. mayarakat. 3. “Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang. Partisipasi dari para pihak (Pemerintah daerah. Berdasarkan ketentuan pasal 25 A UUD 1945 yang berbunyi. LSM/NGO yang bergerak di bidang perlindungan Sumber Daya Alam) diharapkan mampu menciptakan stabilitas nasional yang mantap dan dinamis sebagai modal dasar terciptanya pembangunan nasional dan wujud dari pelaksanaan tata pemerintahan yang baik (good governance). ekonomi. sosial/budaya.

pemberdayaan masyarakat selain dilakukan melalui subsidi pendidikan. dan listrik serta tempat kegiatan usaha yang sesuai dengan sumber daya yang tersedia di lingkungannya. juga harus diikuti dengan penyediaan infrastruktur dasar seperti penyediaan fasilitas kesehatan. rohani. air bersih. Mengadakan kerjasama dengan Instansi/Departemen lain yang terkait untuk melakukan Pemberdayaan masyarakat. Pemerintah Daerah. objektif dan konstruktif sebagai landasan penerapan good neighbouring policy yang perlu dilakukan secara resiprokal dan komprehensif. Disamping itu peningkatan kualitas Sumber daya Manusia dan profesionalisme juga diperlukan guna meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. pendidikan bela negara) dan penyuluhan. pemukiman layak huni. LSM/NGO. 6. dan masyarakat untuk membentuk badan pengawas daerah perbatasan serta mengoptimalkan pos-pos penjagaan dengan fasilitas (sarana dan Prasarana) yang memadai. 4. Oleh karena itu. Urgensi peran Bakorkamla untuk berkoordinasi dengan Departemen Luar Negeri untuk mendorong dan mewujudkan pelaksanaan diplomasi yang lebih arif. meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan sosial masyarakat dalam segala aspek jasmani. Pemberdayaan masyarakat di kawasan perbatasan sangat diperlukan dalam rangka menanggulangi kemiskinan. Mengadakan kerjasama dengan aparat penegak hukum. (penanaman nilai-nilai wawasan nusantara. Hal ini diperlukan mengingat substansi perbatasan. dan sosial. 5. Oleh sebab itu kerangka pembuatan kebijakan yang bersifat bottom-up akan memberikan dampak yaitu terciptanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.peran serta dari warga negara tidak hanya sebagai obyek pembangunan akan tetapi juga sebagai subyek atau aktor penggerak pembangunan nasional yang besifat menyeluruh. instansi/Departemen. isu-isu sengketa wilayah juga banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor .

Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla RI) sebagai bagian dari kekuatan militer dan institusi negara yang lain seperti Deplu. Strategi Pengembangan Perbatasan Wilayah Kedaulatan Nkri.. dan instrumen negara dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan wilayah dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).id/ditjen_ruang/Makalah/Perbatasa..go... Dephan.asp?vnomo. dan Nafsiah.dephan.id/index. serta kemampuan pengawasan terhadap wilayah perbatasan yang dimiliki kedua negara. urgensi border dispute settlement dipandang penting mengingat pengaruhnya yang kuat terhadap stabilitas kawasan. Oleh karenanya. http://buletinlitbang. diakses tanggal 1 Agustus 2007 . Sianturi. diakses tanggal 1 agustus 2007 [3] Eddy MT. D.perbedaan kondisi sosial-budaya. Implementasi pilar-pilar strategis pengembangan kawasan perbatasan yang bersifat partisipatif dan holistik yang dijalankan oleh segenap in strumen negara yang bersinergi dengan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan peran serta dari masyarakat.pu. TNI dan Polri mempunyai peran strategis untuk menjaga dan mempertahankan wilayah perairan Republik Indonesia dari segala bentuk ancaman baik yang sifatnya intern maupun ekstern. KESIMPULAN Berdasarkan uraian diatas menunjukkan bahwa masih terdapat kendala-kendala yang dihadapi dalam proses penjagaan terhadap kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang meliputi wilayah daratan dan perairan. ekonomi. LSM. Strategi dan Konsepsi Pengembangan Kawasan Perbatasan Negara http://www.. ENDNOTE: [1] Pasal 46 KHL 1982 [2] Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah Direktorat Jenderal Penataan Ruang.go..

go. edisi 3 Agustus 2007 .http://www. Eddy. diakses tanggal 1 April 2008. Horizon Baru Hukum Laut Internasional.http://buletinlitbang. Diskusi Terbatas Membahas “Tinjauan Kritis Terhadap Hubungan Bilateral RI-Malaysia dalam Konteks Good Neighboring Policy”. (Konvensi Hukum Laut 1982).go.id. Malaysia Tanam Sawit di Wilayah RI. 2007. diakses tanggal 1 April 2008. KOMPAS. Chairul. 1989.id.id. diakses dari http://www. Departemen Luar Negeri. dan Nafsiah.deplu.dephan. Strategi Pengembangan Perbatasan Wilayah KedaulatanNKRI. Sianturi. Strategi dan Konsepsi Pengembangan Kawasan PerbatasanNegara. Djambatan. diakses pada tanggal 3 April 2008 Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah Direktorat Jenderal Penataan Ruang.go.REFERENSI Anwar. Jakarta.pu.

Asia-Europe Foundation Amandemen Ke IV Undang-Undang Dasar 1945. 2005. Mochtar. mahasiswa pascasarjana Hukum Internasional Universitas Padjadjaran.Konvensi Hukum Laut 1982. PT. Bandung. Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Solihin. Penulis adalah peneliti Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan-Institut Pertanian Bogor (PKSPL-IPB). RI Masih Menyimpan 10 Masalah Perbatasan. Konsepsi Hukum Negara Nusantara (Pada Konferensi Hukum Laut III). 2003. Achmad. diambil dari Teaching Material Mata Kuliah Hukum Laut Internasional. . Acces to Law in the New Democracies in Asia and Eastern Europe. Wiryono Sastrohandoyo. Alumni. Kusumaatmadja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful