You are on page 1of 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bioteknologi dalam istilah sederhana dapat diartikan sebagai upaya pemanfaatan mahluk hidup
atau bagian-bagiannya untuk menghasilkan barang atau jasa secara industry. Contoh sederhana
dalam pembuatan tempe, wine, tape, dan lain-lain.
Sejalan dengan perkembangan teknologi, penggunaan mahluk hidup atau bagian-bagiannya sudah
mengarah pada rekayasa genetic suatu organisme baik organisme tingkat rendah seperti jamur,
bakteri, atau virus maupun organisme tingkat tinggi seperti binatang, tumbuhan, bahkan manusia.
Perkembangan teknologi rekayasa genetika yang sangat pesat memberikan harapan baru dalam
memanipulasi tanaman agar dihasilkan varietas-varietas baru dengan sifat-sifat unggul. (Dai et al.
2001, Tang dan Newton, 2003). Pendekatan ini sangat sukses dan berperan penting dalam bidang
agrikultur. Program pemuliaan tanaman tergantung pada kemampuan dari tanaman untuk membawa
sifat genetic baru sehingga tanaman tersebut harus kompatibel dengan combinasi genetiknya (Nicholl,
2008).

1.2 Rumusan Masalah


a. Apa yang dimaksud dengan tanaman transgenic?
b. Bagaimana teknik untuk menghasilkan tanaman transgenic?
c. Apakah manfaat tanaman transgenic dalam bidang pertanian?

1.3 Tujuan
a. Mengetahui pengertian tanaman transgenic
b. Mengetahui teknik untuk menghasilkan tanaman transgenic
c. Mengetahui aplikasi tanaman transgenic dalam bidang pertanian

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Tanaman Transgenik


Organisme transgenic merupakan cara memperoleh tanaman unggul dengan teknologi DNA
rekombinan, yaitu mentransfer gen dari suatu organisme kedalam organisme lain yang belum tentu
memiliki kekerabatan dekat. Tanaman transgenic adalah tanaman yang mengandung gen asing
didalam genomnya. Gen asing tersebut disebut transgene, transgene dapat berasal dari tanaman tidak
sejenis, hewan ataupun mikroorganime lain yang membawa sifat tertentu yang tidak dimiliki oleh
tanaman inang.
2.2 Detail Produk
Tanaman kedelai toleran glyphosate generasi pertama diproduksi dan dipatenkan oleh Mosanto
Company, kemudian dimodifikasi secara genetic untuk menghalau paparan herbisida berbahan
glyphosate selama musim pertumbuhan. Untuk tanaman yang tahan terhadap herbisida tersebut,
glyphosatelah yang akan selalu digunakan petani. Kemudian dilakukan pengujian perbedaan
komposisi dan akumulasi glyphosate antara produk GM, organic, dan konvensional pada Rondup
Ready GM.

2
Kualitas gizi kedelai ditentukan oleh banyak factor namun kadar protein, mineral, dan asam
lemak merupakan komponen tumbuhan yang esensial. Hasil menunjukkan adanya perbedaan kualitas
kedelai. Kedelai organic memiliki total protein yang lebih tinggi namun memiliki kandungan asam
linoleat dan palmitat yang lebih rendah. Kedua asam lemak tersebut memang penting, namun asupan
yang tinggi dapat menimbulkan resiko obesitas. Dalam konteks nutrisi yang adekuat, kedelai organik
memiliki nutrisi yang lebih unggul.

2.3 Teknik untuk Menghasilkan Tanaman Transgenik


Tanaman terpilih dengan kategori sangat tahan terhadap suatu hama/penyakit tertentu maka
langkah pertama adalah mengkarakteristik gen yang mengatur sistem ketahanan tanaman tersebut
dengan langkah-langkah sebagai berikut
Isolasi DNA
Tanaman hasil eksplorasi yang telah diseleksi memiliki ketahanan terhadap hama dan
tanaman yang memiliki ketahan terhadap penyakit. Misalnya varietas tanaman kentang yang
tahan terhadap hama lalat dan tanaman kentang yang tahan terhadap penyakit bakteri. Kita
lakukan isolasi DNA nya untuk mengetahui struktur gen ketahanan dengan tahapan sebagai
berikut.
o Pemotongan organ tanaman
Varietas tanaman terpilih yang memiliki ketahanan terhadap hama dan varietas
tanaman yang memiliki ketahanan terhadap penyakit secara terpisah kita ambil
organ tanamannya [daun atau batang] kemudian kita potong-potong untuk
memudahkan pengrusakan dinding dan membrane selnya.
o Perusakan dinding dan membrane sel
Organ tanaman yang telah kita potong-potong kemudian kita hancurkan dalam
lumpang untuk merusak dinding dan membrane selnya.
o Inactivasi dengan enzim DNA-se
Untuk memastikan sel DNA tidak rusak, pada cairan hasil pengrusakan tanaman
diberikan enzim DNA-se sehingga diperoleh DNA yang utuh dan bisa
dikarakterisasi.
o Purifikasi DNA
Untuk memurnikan DNA yang akan kita gunakan, cairan DNA beserta bahan
tambahan lainnya disentrifus sehingga DNA dengan berat molekul yang lebih tinggi
akan terpisah dengan cairan lainnya.

3
o Sekuensing DNA
Menggunakan sel agarose,DNA yang sudah terpurifikasi dielektrophoresis kemudian
dibaca pada sinar UV. Bandwith yang muncul diterjemahkan sekuensing DNA-nya
menggunakan program blast sehingga tersusun rangkaian basa ACGT-nya.
Kloning DNA
Cloning DNA pada dasarnya untuk mengisolasi dan menggandakan DNA. Tahapan
cloning DNA adalah pemotongan DNA menggunakan enzim restriksi, penyambungan
potongan-potongan [fragmen DNA], transformasi rekombinan DNA, dan seleksi klon DNA
yang mengandung gen ketahanan yang dikehendaki.
o Pemotongan DNA
DNA murni yang telah disekuensing dan diduga memiliki gen ketahanan, gen
ketahanan yang merupakan rangkaian basa tertentu dipotong menggunakan enzim
restriksi sehingga diperoleh fragment DNA Untuk disisipkan pada sel DNA vector.
o Penyisipan fragment DNA dan Penyambungan
Gen murni dari sel DNA yang memiliki sifat ketahanan tadi disisipkan pada sel DNA
vector kemudian disambung lagi dengan menambahkan enzim ligase. Sel DNA
vector yang telah disisipkan gen [fragment DNA] ini dinamakan dengan molekul
DNA rekombinan.
o Transformasi DNA rekombinan
Molekul DNA rekombinan yang telah siap ditransformasi pada bakteri E. colli untuk
proses penggandaan. Masing-masing sel E coli yang mengandung DNA rekombinan
akan terus membelah diri, sehingga masing-masing molekul rekombinan
diperbanyak. Disamping itu, molekul plasmid vektor yang ada dalam sel juga
bereplikasi, sehingga dalam satu sel terdapat perbanyakan kopi melekul DNA
rekombinan
o Seleksi klon DNA
Kegiatan ini ditujukan untuk mendapatkan DNA rekombinan yang benar-benar
mengandung fragmen DNA sisipan [gen ketahanan] yang diinginkan diantara banyak
populasi DNA rekombinan yang ada. Kegiatan seleksi ini dapat dilakukan dengan
identifikasi melalui penanda antibiotic, warna koloni berdasarkan penanda vector,
dan marka molekuler terhadap adanya gen target menggunakan hibridisasi protein-
protein DNA dan amplifikasi gen target menggunakan prosedur PCR. Sumber
ketahanan gen sebenarnya tidak harus selalu bersumber dari tanaman, aplikasi biotek
memungkinkan pengambilan gen-gen tahan dari hewan bahkan manusia. Secara

4
prinsip proses pengambilan seperti pada tahap 1 ini dan dapat dilakukan beberapa
modifikasi sesuai dengan metode yang tengah berkembang.

Setelah DNA tersekuensing dari tanaman yang memiliki ketahanan terhadap


hama tertentu dan juga dari tanaman yang memiliki ketahanan terhadap penyakit
tertentu langkah kedua adalah menganalisis gen yang dicurigai menjadi pembawa
sifat ketahanan tanaman tersebut melalui uji inplanta. Gen diinokulasikan pada
tanaman yang peka terhadap hama dan penyakit tertentu apakah benar memberikan
respon pada tanaman. Pada proses langkah kedua ini adalah tahapan bagaimana
mentransformasikan gen ketahanan terpilih kepada tanaman yang kita kehendaki.

Transformasi Gen
Molekul DNA yang telah diseleksi dan telah diidentifikasi positif telah mengandung gen
ketahanan yang kita sisipkan [fragmen DNA tertentu] ditransformasi ke sel tanaman yang
dikembangkan secara kultur jaringan. Transformasi gen ini dapat dilakukan dengan beberapa
metode. Metode langsung melalui kontruksi sel bakteri agrobacterium [penambahan molekul
rekombinan pada sel bakteri] kemudian diinokulasikan pada tanaman dan melalui metode
langsung seperti biolistic particle gun, divortex dengan silicon carbide (karbid silikon) dan
perlakuan pada protoplas tanaman dengan elektroporasi atau dengan polyethylene glycol
(PEG) dan lainnya.

5
Secara sederhana tahap perakitan tanaman transgenic adalah sebagai berikut :

1. Isolasi gen atau DNA target dari organisme tertentu yang mempunyai sifat spesifik
2. Ligase DNA target ke dalam vector sehingga terbentuk DNA rekombinan
3. Transformasi vector (DNA rekombinan) kedalam bakteri tertentu dengan tujuan
memperbanyak kopi DNA rekombinan
4. Penyisipan vector dengan DNA target kedalam sel tanaman yang dikehendaki tidak
mempunyai sifat tersebut

Pemeliharaan sel transgen dilakukan secara in-vitro, untuk memudahkan organogenesis atau
embryogenesis dari sel, sehingga diperoleh tanaman ututh yang membawa sifat baru yang belum
dimiliki sebelumnya.

2.4 Manfaat tanaman transgenic dalam bidang pertanian


a. Meningkatkan toleransi terhadap zat kimia
Tanaman transgenik yang paling populer adalah yang tahan terhadap herbisida. Budidaya
dengan menggunakan tanaman yang tahan terhadap herbisida memungkinkan petani untuk
mengendalikan gulma secara efektif. Tanaman transgenik yang paling banyak ditanam adalah
kedelai Roundup Ready produk Monsanto, yaitu varietas kedelai yang tahan terhadap herbisida
dengan merek Roundup (Bohl, 2014).
b. Meningkatkan ketahanan terhadap hama
Tanaman transgenik yang tahan hama menawarkan beberapa keuntungan antara lain
adalah:
Kebutuhan akan insektisida, tenaga kerja dan peralatan berkurang karena jaringan
tanaman tersebut kebal terhadap hama.
Seluruh tanaman terlindungi, termasuk bagian bagian tanaman seperti akar yang tidak
tersentuh semprotan pestisida.
Serangga yang merupakan hama terkena dampak tetapi serangga yang menguntungkan
tidak mati.
Pestisida berada di dalam tanaman, sehingga mencegah pencemaran tanah dan air tanah
oleh herbisida. Kentang transgenik New Leaf produksi Monsanto yang tahan terhadap
serangga dilaporkan membutuhkan insektisida 40% lebih rendah, begitu pula dengan
jagung transgenik produksi Novartis menjadi tahan terhadap penggerek jagung Eropa
berkat penyisipan gen-gen toksik dari bakteri Bacillus thuringiensis (Bt) (Consumers

6
International, 2005). Transfer gen Bt juga melindungi tomat dari ulat, tembakau dari
cacing, kapas dari cacing bol, dan kacang polong dari kumbang.
c. Memperlambat pematangan
Tanaman yang berhasil ditunda proses pematangan buahnya adalah tomat FlavrSavr
(CSU, 2004). Keunggulan dari tomat ini selain lambat pematangannya juga proses
pengolahannya menjadi pasta tomat lebih sederhana sehingga dapat mengurangi limbah dan
penggunaan energi.
d. Meningkatkan nilai gizi pangan
Beberapa tanaman yang nilai gizinya dapat ditingkatkan adalah padi yang dimanipulasi
untuk memproduksi beta karoten yang menghasilkan vitamin A, kedelai dengan kadar asam
lemak tak jenuh yang lebih rendah, buah strawberi yang lebih manis, dan meningkatkan zat
tepung dalam kentang serta jagung agar lebih baik kualitasnya untuk dibuat keripik (CSU, 2004).
e. Mengambil nitrogen dari udara
Beberapa tanaman seperti kedelai, alfalfa dan jenis kacang-kacangan lainnya memiliki
kemampuan untuk memfiksasi nitrogen langsung dari udara dengan bantuan bakteri Rhizobium
yang terdapat dalam bintil akar tanaman (Hurtado, 2005). Para ilmuwan menggunakan teknik
DNA rekombinan untuk memindahkan gen yang mempunyai kemampuan untuk memfiksasi
nitrogen ke spesies tanaman yang tidak memiliki kemampuan tersebut. Teknik DNA rekombinan
juga digunakan untuk merekayasa mikroba tanah agar dapat memfiksasi nitrogen.
f. Menyesuaikan tanaman terhadap lingkungan buruk
Bakteri Psedomonas telah berhasil digunakan untuk melindungi tanaman dari cuaca
dingin, begitu pula dengan beberapa jenis tanaman seperti padi, melon, tomat dan jewawut juga
berhasil direkayasa untuk menyesuaikan diri terhadap kadar garam tinggi dengan menggunakan
gen dari ragi (Hurtado, 2005).

7
BAB III

KESIMPULAN

Berdasarkan paparan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Tanaman transgenic adalah tanaman yang mengandung gen asing didalam genomnya. Gen asing
tersebut disebut transgene, transgene dapat berasal dari tanaman tidak sejenis, hewan ataupun
mikroorganime lain yang membawa sifat tertentu yang tidak dimiliki oleh tanaman inang.
2. Secara sederhana tahap perakitan tanaman transgenic antara lain ; Isolasi gen atau DNA target
dari organisme tertentu yang mempunyai sifat spesifik, ligase DNA target ke dalam vector
sehingga terbentuk DNA rekombinan, kemudian transformasikan vector (DNA rekombinan)
kedalam bakteri tertentu dengan tujuan memperbanyak kopi DNA rekombinan, penyisipan vector
dengan DNA target kedalam sel tanaman yang dikehendaki tidak mempunyai sifat tersebut.
g. Tanaman transgenic memiliki banyak manfaat, yaitu ; meningkatkan toleransi terhadap zat kimia,
meningkatkan ketahanan terhadap hama, memperlambat pematangan, mengambil nitrogen dari
udara, dan menyesuaikan tanaman terhadap lingkungan buruk.

8
DAFTAR PUSTAKA

Amirhusin, Bahagiawati. 2004. Perakitan Tanaman Transgenik Tahan Hama. Jurnal Litbang Pertanian,
23(1), 2004. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya
Genetik Pertanian.

Bohn, T., Cyhra, M., dkk. 2014. Compositional Differences in Soybeans on the Market: Glyphosate
Accumulation in Roundup Ready GM Soybean. Journal of Food Chemistry, 153, 207-215.
Norway : Tromse.

CSU. 2004. Transgenic Crops: An Introduction and Resource Guide. Dalam


http://cls.casa.colostate.edu/Transgenic Crops/future.html. di akses pada 14 April 2017.

Dai, S., P. dkk. 2001. Comparative analysis of transgenic rice plants obtained by Agrobacterium-
mediated transformation and particles bombardment. Mol. Breed. 7:25-33.

Henuhlili, Victoria. 2005. Tanaman Transgenik dan Pemenuhan Pangan: Seminar Nasional, Penelitian,
dan Penerapan MIPA. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta.

Nicholl, Desmond S. T. An Introduction to Genetic Engineering Thirt Edition. UK :Cambridge University


Press.

Sulichantini, E. D. 2007. Review: Tanaman Dan Pangan Transgenik Di Sekitar Kita (Transgenic Plant
and Food Around Us). ISSN 1858-2419 Vol. 2 No. 2. Makassar : Universitas Mulawarman.