You are on page 1of 95

PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.

Technical Training & Development

DAFTAR ISI
I. PENTINGNYA FASTENERS . 2
II. MENGAPA HARUS ADA FASTENERS 4
III. DASRA-DASAR BAUT .. 5
IV. MENGUKUR BAUT 6
V. THREAD 7
VI. PUTARAN BAUT & NUT .... 9
VII. WASHER FACE ... 10
VIII. PERBEDAAN BAUT STANDART HITACHI DENGAN ISO . 11
IX. PENGENCANGAN BAUT T,M & H .. 12
X. TINKATAN DAN TANDA DI KEPALA BAUT .. 13
XI. STANDARD BOLT PADA HITACHI .. 15
XII. TYPE & NOMOR BAUT .. 18
XIII. STANDARD THREAD 24
XIV. NUTS (MUR) . 27
A. HEXAGONAL & SQUARE NUTS 27
B. JAM NUTS .. 29
C. CASTELLATED & SLOTED NUTS .. 30
D. SELF LOCK NUTS .. 32
E. NUT YANG LAIN-LAIN ... 34
XV. CHEMICAL NUT LOCKS . 34
XVI. MEMBUKA NUT YANG KERAS .. 35
XVII. MEMPERBAIKI THREAD . 37
XVIII. WASHER PLAIN . 38
XIX. LOCK WASHER 40
A. HELICAL SPRING WASHER 40
B. TOOTHED LOCK WASHER . 40
C. COTTER PIN 42
D. LOCK WIRES .. 44
E. FLAT METAL LOCK .. 45
XX. GAYA DAN TORSI BAUT ... 47
XXI. CARA MENGGUNAKAN TORQUE WRENCH 57
XXII. SCREW, KEY, STUD, PIN, SANP, RING, RIVET, DAN CLAMP 63
XXIII. TAPPING SCREW .. 67
XXIV. SELF DRILLING TAPER SCREW . 68
XXV. DRIVE SCREW 69
XXVI. SET SCREW . 69
XXVII. KEY (SPI) . 71
XXVIII. STUDS ... 73
XXIX. TAPPER LOCK STUDS .. 74
XXX. SCHWEPPE STUD . 74
XXXI. MELEPAS DAN MEMASANG STUD 75
XXXII. PIN .. 77
XXXIII. RIVETS (PAKU KELING) 86
XXXIV. CLAMP (PENGIKAT) ... 89
XXXV. METRIC (SI) PENGUKURAN . 91

Page 1 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

I. PENTINGNYA FASTENERS

Definisi: Benda yang digunakan untuk menggabungkan benda lain yang


berbeda
Tujuan (Fungsi) : sebagai penggabung benda satu dengan benda lainnya,
sehingga terbentuk sebuah unit baru dan dapat dipakai sebagai alat Bantu
kerja manusia
Contoh fasteners:

Syarat Fasteners:
1. Kuat dalam mengikat
2. Kekuatan ikatannya sama rata
3. Mudah memasang dan membukanya
4. Tahan terhadap temperature

Page 2 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Jenis-jenis Fasteners yang dapat kita lihat dan gunakan sehari-hari:

Page 3 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

II. MENGAPA HARUS ADA FASTENERS

Fateners banyak digunakan di mana-mana, terutama pada pabrik


pembuatan-alat sebagai keperluan manusia. Misalnya gambar berikut ini:

Hal yang penting dari fasteners juga sebagai safety terhadap alat saat operasi,
dengan mencegah terjadinya getaran atau vibrasi.

Kriteria Fasteners yang baik:


1. Mempunyai material yang bagus
2. Cukup kuat
3. Tidak mudah berkarat
4. Dapat digunakan kembali tanpa harus
diganti yang baru
5. Mudah dilepas dan dipasang
6. Tahan terhadap getaran
7. Tahan lama/awet dipakai
8. Tahan terhadap berbagai temperatur

Page 4 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

III. DASAR-DASAR BAUT

Baut dibuat untuk mengikat benda yang satu agar merapat dengan yang
lainnya.
Bagian yang masuk dalam nut disebut alur/drat atau thread (English)
Pengukuran panjang baut tidaklah sama satu dengan lainnya, tergantung
jenis baut. Untuk jenis yang biasa, panjangnya diukur antara ujung thread
samapai di bawah kepala. Untuk jelasnya kita lihat di bawah ini:

Puncak thread dinamakan crest


Lembah thread dinamakan root
Dari cara mengikatnya thread dibagi dua yakni thread kiri dan thread
kanan, sedangkan dari bentuknya ada thread halus (fine thread) dan
thread kasar (coarse thread)

Page 5 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Dari cara mengikat baut, maka sangatlah penting membaca shop manual
sebelum mengerjakan sesuatu, terutama jika kita mendapati baut yang saat
pengencangannya diputar ke kiri.

IV. MENGUKUR BAUT

Contoh:

Ukuran baut ditentukan oleh diameter threadnya bukan besar kecil


kepalanya
Contoh pada gambar di atas:
1. Baut dengan diameter dengan kepala sebesar
2. Baut dengan diameter 8 mm dengan kepala sebesar 13 mm

Page 6 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

V. THREAD
Menurut bentuknya thread dibagi dua, yaitu:
1. Fine Thread (Drat Halus)
2. Coarse Thread (Drat Kasar)

Cara mengukur thread di bagi dua:


1. Metric: Jarak antara dua crest pada thread, jarak ini disebut pitch

2. Conventional: Berapa jumlah thread dalam 1 inch, ini dilakukan


dengan thread gauge

Page 7 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Amerika National Standard Institute (ANSI) adalah badan yang


menangani standard thread pada baut dan nut.
Salah satu contoh hasil dari ANSI ini adalah yang ditetapkan oleh Unifiel
Screw Thread Standard, seperti 1/2-20 UN C-2A3
Dimana:
1/2 : Diameter baut 1/2
20 : Jumlah thread setiap inch
UN : Ketetapan dari United Screw Thread Standard
C : Jenis thread (Coarse)
2A : Menunjukkan Symbol fit
3 : Panjang Baut (3 inch)
Note:Jika kita menginginkan thread yang halus, maka
UN C diganti dengan UN F

Kemudian pada tahun 1948 standar thread ini diambil alih oleh:
1. US Standard (coarse thread)
2. SAE Thread (fine thread)

METRIC THREAD DAN PENGERTIANNYA

Page 8 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
System Metric juga punya standard seperti M121.75-6g80-8.8.
Dimana :
M : ISO Metric Standard
12 : Diameter baut = 12 mm
1.75 : Pitch dalam mm
6g : Fit Symbol
80 : Panjang baut
8.8 : Strength/kekuatan baut (property class)

VI. PUTARAN BAUT DAN NUT

Umumnya putaran kekanan seperti gbr. Berikut:

Pada gambar di atas memperlihatkan antara baut dan nut mempunyai


arah putar yang belawanan, tetapi putaran sama, yaitu kekanan pada saat
mengencangkannya.
Ada juga yang dibuat dengan arah putar kekiri untuk mengencangkannya,
yang mana disesuaikan dengan kebutuhan.

Page 9 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Contoh: Turnbuckle
- Gunanya untuk mengencangkan ikatan sling maupun
rantai, agar benda yang diikat tidak bergerak/bergeser.
Misalnya untuk mobolisasi suatu unit
- Thread yang arah putarnya berbeda, tujuannya apabila
bodynya diputar , baik ke kiri maupun kekanan maka
kupingan akan bergerak sejalan dalam arah yang
berlawanan
- Kupingnya berbentuk ring seperti gbr.

Page 10 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

VII. WASHER FACE

- Washer Face: Washer yang menempel langsung di bawah kepala baut


- Fungsinya:1. Menambah strength baut dalam mengikat benda kerja
2.Merapatkan benda kerja dengan baut, sehingga udara basah
maupun kotoran tidak dapat masuk pada leher baut, karena dapat
menimbulkan karat.
Contoh gbr. Berikut ini:

- Banyak digunakan pada konstruksi mesin yang vibrasinya tinggi, apabila


washer face tebal tidak perlu lagi washer plate maupun washer spring karena
mudah patah yang membahayakan system operasi, washer face mempunyai
tebal bervariasi tergantung besar kecilnya baut dan dilapisi seng atau cadmium
untuk mencegah karat.
- Lingkaran penuh di atas kepala baut menempel langsung pada sisi segi dari
kepalanya, karena kepala baut mempunyai sudut , maka sudut tersebut tidak
dilewati oleh lingkaran. Sudut antara sudut dan lingkaran maksimal 30 (lihat
gbr di atas).
- Contoh washer face adalah baut yang dipakai untuk mengikat cylinder head.

Page 11 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

VIII. PERBEDAAN BAUT STNDARD HITACHI DENGAN ISO

Perbedaan ukuran kepala baut dan diameter pitch dapat dilihat di bawah
ini:

Diameter 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 27 30 33 33 39 42 45
baut
Lebar garis
lurus kepala 10 13 17 19 22 24 27 30 32 36 41 46 50 55 60 65 70
pd HITACHI
Lebar garis
lurus kepala
10 13 16 18 21 24 30 36 46 55
pd ISO
Standard

Note: Satuan mm

Page 12 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
IX. PENGENCANGAN BAUT T,M, DAN H

1. Pergunakan ukuran panjang baut sesuai dengan kondisi holdnya, jangan


terlalu panjang dan jangan terlalu pendek.
2. Kencangkan sesuai dengan torsinya.
3. Bila baut lebih dari dua buah mengikatnya secara menyilang bergantian

Page 13 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

X. TINGKATAN DAN TANDA DI KEPALA BAUT


A. CONVENTIONAL
The Society of Automobile Engineer (SAE) mempunyai serial standard
mengenai klasifikasi serial inch sebuah baut & skrup. Tingkatan tersebut
di dasarkan pada material, jaminan kekuatan dan lainnya.
Strength adalah batas kemampuan baut saat diikatkan dengan kekuatan
maksimum tetapi baut tidak rusak.
SAE menetapkan tanda pada kepala baut maupun skrup yang dipakai
sebagai tanda dari tingkatan baut. Penandaan berbentuk slash (garis
lurus pendek) dan penempatannya melingkar seperti mengelilingi kepala
baut. Penandaan dimulai pada baut yang mempunyai ukuran inch ke
atas.

Page 14 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Seperti berikut ini:

B. METRIC
Strength ditunjukkan oleh nomor pada kepala baut
Kualitas tinngi yang dihasilkan metcric ini adalah baut yang mempunyai
ukuran di atas 4 mm.
Berikut ini adalah standard metric:

Page 15 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

C.JEPANG
Tanda baut Jepang hanya ada tiga yaitu: M(7), H dan T.
M Mempunyai ukuran diameter 6 mm hingga 8 mm untuk drat kasar saja
H mempunyai ukuran diameter dari 10 mm hingga 45 mm baik untuk drat
kasar maupun halus
T mempunyai ukuran diameter dari 10 hingga 45 untuk drat halus dan
kasar

Note: Meskipun terjadi perbedaan tapi dasar baut tetap sama, misalnya
mengukur panjang baut, diameter, perbedaan antara drat halus dan kasar.

XI. STANDARD BOLT PADA HITACHI

BAUT JIS adalah standar yang digunakan pada product Jepang, yang mana
masih memakai satuan linear metric, namun dalam pembuatannya JIS

Page 16 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
mempunyai standard sendiri. Ada persamaannya dengan baut metric
internasional, tapi juga banyak hal yang tidak sama dalam mengidentifikasinya.
Contoh: baut M21.16.56

NUTS (MUR) Contoh: M561613

Page 17 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

HEX. HEAD BOLT dengan pitch diameter body


Bolt dengan pitch diameter body adalah bolt yang mempunyai shank.
Shank adalah bagian dari body baut yang tidak memiliki thread. Diameter
shank ada yang sama dengan diameter thread (standard baut), tapi pada
type baru diameter shank lebih kecil daripada diameter threadnya.
Contoh:

XII. TYPE DAN NOMOR BAUT

Page 18 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Digolongkan dalam tiga kelompok yakni: M bolt, H bolt, T bolt
Type dimulai dari tiga digit, seperti J90, J80
Seperti table berikut:

UKURAN NOMINAL BAUT


Jika kita mempunyai sebuah H bolt dengan type J90 (baru), dengan ulir
metric M11 dengan bahan S40C, pada saat di ukur maka kita akan mendapatkan
panjang baut 14 mm dan diameter pitchnya 10 mm..

ROUND HEAD BOLT (Baut Kepala Bulat)

Page 19 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Digunakan untuk mengikat peralatan-peralatan dengan tujuan agar tidak
kelihatan timbul
Contoh penggunaan pada blade bulldozer, grader
Ada tiga macam bentuknya:

Flat Head Bolt

Flat Head Bolt, kedataran kepalanya mempunyai diameter dengan ukuran


3 kali besar diameter pitch, sering disebut levator bolt dan spesifikasinya
ditetapkan oleh ANSI.
Panjang round head bolt diukur dari leher peraseginya hingga ke ujung
threadnya.
Flat head bolt diukur dari atas kepala baut hingga ujung thread.

PLOW BOLT (Baut Pisau Bajak)

Page 20 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Digunakan pada komponent yang mendapatkann perlakuan gaya yang


sangat besar, misalnya pada bak mobil, blade bulldozer.

Baut yang diikat harus rata dan sejajar dengan permukaan cutting edge
(blade dozer), dengan maksud apabila blade sedang beroperasi, kepala
baut tidak mempunyai beban kekiri maupun ke kanan, tetapi beban hanya
pada atas kepala baut, karena atas kepala baut tingginya sejajar dengan
kerataan cutting edge tersebut. Lain halnya apabila baut terlihat menonjol
keluar, maka baut akan terkena beban dari material ke kiri mapun ke
kanan sehingga akan mengakibatkan kerusakan:
1. Kepala baut cepat termakan,
dengan menipisnya material
berpengaruh pada kekuatan dan
dapat mengakibatkan baut patah.
2. Karena beban selalu bervariasi
dan akibat dorongan ke kiri dan
kekanan, maka kedudukan baut
mengalami sedikit demi sedikt
goncangan dan pada akhirnya
menjadi longgar.
3. Konstruksinya tidak rapi dan
pemotongan material tidak lancar karena terhambat oleh benjolan
tersebut.
Macam-macam kepala plow bolt:

Page 21 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
a. No.3 membentuk kerataan, bundar dibelakang, kepala
membentuk tirus dengan leher bersegi empat. Dengan adanya
leher segi empat ini, maka baut tidak mudah berputar dari posisi
semula
b. No.4 membentuk persegi empat dan dibelakang kepala
membentuk tirus juga tetapi pada lehernya tidak bersegi.
c. No.7 membentuk sebuah persegi, dibelakang kepala
membentuk tirus dan pada sisinya diberi dowel/nip untuk
mencegah berputarnya baut dari posisi semula.

Jenis-jenis plow Bolt Head

Page 22 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

System metric tidak mengenal seperti yang terdapat pada nomor 4


di atas, dan nomor 7 antara metrik dan conventional tidak ada perbedaan.
Pada plow bolt tidak mengenal adanya drat kasar dan drat halus, semua
sudah ditetapkan oleh ANSI sebagai spesifikasi, serta SAE membuat
tingkatan material dan jaminan kekuatan.
Panjang Plow Bolt diukur dari ujung akhir threadnya hingga ke atas ujung
datar kepalanya.

HEXAGONAL SOCKET CAP SCREW

Page 23 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

12 POINT FLANGE HEAD SCREW

Page 24 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Sisi lingkar kepalanya mempunyai 12 sudut.


Kekuatannya sangat tinggi karena terbuat dari baja kwalitas tinggi..
Diameter kepala baut ukurannya tidak terlampau jauh dari diameter pitch.
Dapat dibeikan torsi yang tinggi
Ditempatkan pada komponen-komponen yang mempunyai gaya getar
tinggi, sehingga dibutuhkan kekuatan yang maksimal dalam menahan
komponen tersebut. Contoh baut pada stater motor.
Tidak perlu lagi menambahkan washer, karena pada lehernya sudah
merupakan washer dan jika ditambahkan justru kekuatan ikat yang kita
dapatkan tidak maksimal.
Dalam pengencangannya gunakan kunci double hexagonal.
Panjangnya diukur seperi gbr di bawah ini:

Page 25 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
XIII. STANDARD THREAD

Page 26 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
NUTS (MUR)

Nut adalah pasangan dari baut, dan mempunyai bentuk yang beraneka
ragam seperti di bawah ini:

A. HEXAGONAL DAN SQUARE NUTS


Nut pada dasarnya dibuat dari baja berbentuk persegi,
Thread ada yang kasar dan ada yang halus
Thread dapat ditentukan dengan memakai thread gauge
American Society for Testing Materials (ASTM) dan SAE adalah badan
yang bertanggung jawab atas standard kekuatan, jenis material yang
berukuran inch, sedangkan ISO dan ASTM hanya bertanggung jawab
pada standard tingkatan untuk Metrik nut
Metrik nut yang biasa digunakan antara lain kelas 5,9 dan 10. Nomor ini
juga menunjukkkan kwalitas kekuatan sekrup maupun bautnya
Kekuatan yang sama antara baut dan nut akan menghindari gesekan
antara thread

Page 27 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Tiga dimensi dari nut:


1. Thickness yaitu ketebalan yang dimiliki nut.
2. Distance a crossflat yaitu jarak lintang datar pada sebuah nut.
3. Diameter dalam nut
Jika untuk mengganti nut yang rusak, nut yang baru harus mempunyai ke
tiga dimensi di atas yang sama dengan nut rusak.

Page 28 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Chamfer adalah sebuah daerah yang berada antara sisi ujung setiap
sudut dengan diameter lingkaran luar nut.
Pada nut yang umum dipakai, setiap sudut mempunyai dua champer,
yaitu atas dan bawah.

B. JAM NUTS (INCH SERIES)


THIN NUTS (METRIC)

Nut ini hanya dipakai untuk mengapit, atau mengunci pada linkage/tuas
penyetelan. Nut tersebut juga mempunyai drat kanan dan juga ada drat kiri.
Linkage menurut konstruksinya ada dua macam. Yaitu linkage dengan dua jam
nuts dan lingkage dengan satu jam nut yang tampak pada gambar.
Jam nut agak lain dari nut-nut umumnya. Biasanya dibuat agak pipih
tetapi dalam hal yang lain sama dengan nut-nut biasa. Dasar penempatan jam
nut adalah untuk mengontrol panjang pendek linkage secara manual. Panjang
atau pendek linkage dapat di stel sesuai dengan kebutuhan dengan
mengendorkan jam nut. Setelah didapatkan panjang atau pendek yang sesuai

Page 29 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
maka nut tersebut dapat dikencangkan lagi. Tujuannya agar panjang yang
ditentukan tadi tidak berubah.
Tingkatan metric dari thin nut adalah 04,05. Nut ini tahan terhadap panas
dan vibrasi tinggi. Kita lihat thin nut pada lingkage engineyang dipakai pada unit
Hitachi. Disini dapat terlihat betapa besar vibrasi sebuah engine. Thin nut ini
dibuat dari bahan yang agak lentur, sehingga apabila anda menggunakan kunci
yang tidak tepat, maka sisi atau seginya dapat bulat sehingga kita susah untuk
membukanya.
Adapun cara mengikatnya tidak boleh terlalu kencang, sebab nut ini tidak
tahan terhadap torsi tinggi. Akibatnya thread akan rusak dan los.

C. CASTELLATED & SLOTED NUTS

Dari segi pemakaian beragam nut yang ada dipasaran saat ini mempunyai
standard dan kwalitas yang berbeda. Kita dapat membeli nut sesuai dengan
kebutuhan. Satu hal yang kita harapkan adalah bahwa nut harus kuat dan tahan
terhadap vibrasi. Akibat dari vibrasi ini nut dapat kendor dengan sendirinya pada
suatu saat. Untuk mencegah hal ini para teknisi menemukan metode baru
berupa castelled nut dan sloted nut. Hal ini dimaksudkan sebagai jalan lewat
cotter pin yang dipasang sebelumnya sudah dibuat belubang. Dengan demikian
slot atau castell yang dilewati pin tersebut menjadi lock/kunci agar nut tidak
bergerak ke kiri maupun ke kanan. Bedakan kedua gambar di atas.
Bila anda memperhatikan gbr tadi, castel adalah lubang yang berbrntuk
setengah lingkaran memanjang (gelung). Diameter nut bagian atas selalu lebih
kecil dari pada bagian bawah/bodynya. Nut jenis ini tidak bisa mengencangkan
torsi yang menengah apalagi rendah, jadi hanya untuk torsi yang tinggi.

Page 30 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Sedangkan pada sloted nut sama seperti nut biasa hanya saja mempunyai slot
setiap seginya, sehingga nut ini dapat mengencangkan pada torsi menengah ke
bawah. Castle nut tidak tercatatpada standard lama USA, jadi merupakan
penemuan baru disbanding dengan sloted nut yang sudah terlebih dahulu
ada.Nama lain dari sloted nut adalah hexagonal nut dengan slot.
Penggunaannya dapat kita lihat di bawah ini:

Kedua nut di atas digunakan bersama-sama pada baut yang mempunyai


lubang tembus pada threadnya. Lubang tersebut brfungsi sebagai jalan masuk
cotter pin. Dalam hal ini cotter pin berfungsi sebagai pengunci nut, agar tidak
kendor. Ketika nut dikencangkan pada sebuah baut, maka yang harus anda
perhatikan adalah kekencangannya. Kemudian lihat posisi lubang pada baut
dengan slot maupun castle nut. Antara castle dan slot apakah sudah sejajar
dengan lubang tembus baut. Bila belum buatlah dengan memutar ke kiri maupun
ke kanan agar lubang tembus terlihat dari slot maupun castle. Hali ini
dimaksudkan agar cotter pin mudah masuknya secara penuh.
Sesudah masuk lubang tersebut, cotter pin harus dibengkokkan dengan
menggunakan long nose pliers ke bawah maupun ke atas. Akan tetapi apabila
bautnya panjang dapat dibelokkan ke kiri maupun ke kanan. Harus diingat
bahwa cotter pin mempunyai kaki yang panjangnya tidak sama. Satu panjang
dan satu pendek. Dianjurkan bila kita ingin membengkokkan haruslah yang
panjang terlebih dahulu, karena kaki yang panjang tidak terhalang kaki yang
pendek. Slot merupakan castle sudah disesuaikan dengan ketebalan nut, begitu
juga dengan diameter thread dan juga sesuai dengan berapa jumlah pitnya.

Page 31 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

D. SELF LOCK NUTS


Pada pemasangan nut hal yang sangat kita harapkan adalah bagaimana
agar nut tersebut dapat berada pada kedudukannya (tidak bergerak), kadang kita
temukan ada nut yang tanpa kita longgarkan dapat longgar sendiri. Hal ini
disebabkan banyak factor:
1. Akibat tingginya vibrasi/getaran suatu mesin.
2. Akibat tidak sesuainya bahan pengeras thread sehingga mudah bergesek
dan menjadi aus karena vibrasi tinggi tsb.
3. Kemampuan torsi tidak cukup kuat.

Nut ini terbagi menjadi dua macam:

1. Prevalling Torque Nuts


Lock semacam ini dapat menjaga kondisi torsi dengan merapatnya thread pada
bagaian atas nut dengan tujuan agar posisi nut diharapkan pada posisi semula
(tetap kencang). Dengan merapatnya thread bagian atas ini tidak berarti thread
akan rusak akibat gesekan yang tinggi pada saat pemasangan nut. Kerapatan
nut terhadap baut diatur oleh celah-celah pinggir mulut nut. Celah ini sengaja
dibuat secara beraturan, hal ini dimaksudkan agar kerapatan merata dan
elastis/fleksibel. Nut semacam ini tidak mudah rusak dan dapat dipakai kembali
tanpa harus mengganti dengan yang baru. Nut ini juga lebih dikenal di banding
dengan castle maupun slot nuts karena sering dipergunakan.

Page 32 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Note : Prevalling mempunyai kerapatan yang lebih kecil di banding dengan
plastic insert nut

2. Plastic insert nuts/elastis nut


Bahannya tidak tahan suhu panas
Materialnya dari baja dengan bagian atas terbuat dari plastik atau
semacam nilon
Plastik tersebut dibuat dengan tujuan sebagai lock nut dengan daya
cengkram yang lebih kuat, hal ini disebabkan karena plastik ini tidak diberi
celah dan juga tahan terhadap vibrasi bahkan lebih elastis.
Plastik juga berfungsi sebagai seal dust (penahan kotoran dari luar yang
dapat masuk thread).
Cocok dipasang pada bgian yang sering kena air, misalnya frame maupun
chassis.
Ketika nut diputar masuk ke dalam baut, maka thread yang ada pada plastik
akan merapat pada thread baut. Penekanan ini tidak memaksa kedua belah
thread, sehingga tidak menimbulkan kausan

Page 33 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Note : Jika hendak melepas sebuah nut bersihkanlah nagian thread yang tidak
dalam jangkauan nut ini dengan cairan pelarut karat dan kotoran
(misalnya WD 40).

E. NUT-NUT YANG LAIN


Gambar di bawah ini menunjukkan macam-macam nut special:

XV. CHEMICAL NUT LOCKS

Page 34 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Sebelum kita memasang nut pada baut, hal yang sangat penting
diperhatikan adalah kebersihan dari pada threadnya. Anda dapat
membersihkannya dengan bahan-bahan cair misalnya solar dan di sikat (baut
tersebut sudah pernah dipakai), hal ini betujuan agar nut mudah diputar. Bila
perlu disenai kembali dengan ukuran thread yang tetap standard.
Ada berbagai usaha agar nut tidak mudah kendor, selain yang sudah
dijelaskan tadi ada cara lain yang dapat kita praktekkan. Salah satunya dengan
menggunakan chemical nut lock, yaitu suatu bahan yang dioleskan/cairan yang
kental pada thread. Orang sering menyebutnya liquid lock atau loctite. Bahan ini

mencegah kendornya nut terutama pada komponen yang bergerak dan yang
bergetar. Cairan ini terbuat semacam plastik cair dan cepat sekali kering.

Bila anda sudah mengoleskannya cepatlah anda pasang baut atau nut
tsb, Masalahnya kalau sampai kering, nut ataupun baut akan mengeras
sehingga memutarnya sangat berat. Akibatnya bahan tersebut tidak dapat
merekat dengan baik. Ada beberapa hal yang harus diingat bilamana hendak
mengoleskan locktite ini. Syarat utama adalah bahwa thread harus bersih dan
kering. Loctite yang bagus akan dapat menahan/menjaga kekencangan dengan
baik. Dalam mengoleskan hendaknya jangan terlampau banyak, sebab akan
terbuang nantinya dengan sia-sia. Cukuplah dengan menekan cairan yang
keluar kita tarik lurus. Lihat gambar di atas pada saat memberikan loctite Bahan
ini mencegah kendornya nut terutama pada komponen yang bergerak dan yang
bergetar. Cairan ini terbuat semacam plastik cair dan cepat sekali kering.

Page 35 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Bila anda sudah mengoleskannya cepatlah anda pasang baut atau nut tsb,
Masalahnya kalau samapi kering, nut ataupun baut akan mengeras sehingga
memutarnya sangat berat. Akibatnya bahan tersebut tidak dapat merekat dengan
baik. Ada beberapa hal yang harus diingat bilamana hendak mengoleskan
locktile ini. Syarat utama adalah bahwa thread harus bersih dan kering. Loctile
yang bagus akan dapat menahan/menjaga kekencangan dengan baik. Dalam
mengoleskan hendaknya jangan terlampau banyak, sebab akan terbuang
nantinya dengan sia-sia. Cukuplah dengan menekan cairan yang keluar kita tarik
lurus. Lihat gambar di atas pada saat memberikan loctite.

XVI. MEMBUKA NUT YANG KERAS

Pada lingkungan sekitar kita yang menyebabkan kotoran. Anggap saja


udara yang basah ataupun air yang menyebabkan benda sejenis besi dan baja
cepat berkarat. Apabila baut ataupun nut terkena karat, maka susah untuk
dibuka. Padahal syarat dari fasteners adalah harus mudah dipasang dan dilepas.
Andaikata kita menemukan hal yang sedmikian, maka kita biasa menggunakan
impact wrench. Jika ternyata masih belum dapat terbuka sebaiknya jangan
dipaksa. Pakailah cara yang kedua yaitu membuka dengan striking wrench.
Pada kunci ini anda dianjurkan untuk memukul dengan keras agar terjadi beban
kejut.

Page 36 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Alangkah bijaksana bila sebelum anda melepas nut tersebut anda berikan
beberapa tetes oli encer, WD 40 maupun minyak rem. Tujuannya agar cairan
tersebut meresap ke dalam thread sehingga mudah dalam membukanya.
Tunggulah beberapa menit kemudian anda melepasnya. Cara lain yang dapat
dilakukan yaitu dengan memanasi kedua benda yang akan kita buka. Akan tetapi

harus diingat bahwa cara pemanasan haruslah seimbang pada semua


daerahnya, dan panas jangan berlebihan sebab dapat meleleh. Supaya tidak
terlampau panas, jagalah jarak antara benda yang dipanasi dengan torch-nya
tidak terlampau dekat.

Jalan terakhir bilamana tetap saja nut tidak dapat dikeluarkan maka
terpaksa harus memotong/merusaknya. Pada suatu saat anda akan menemukan
hal yang demikian. Maksudnya sebuah nut dan baut dapat lengket akibat karat.
Adapun cara memotongnya dapat anda lihat pada gambar di bawah ini:

Page 37 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

XVII. MEMPERBAIKI THREAD


Perlakukanlah thread dengan hati-hati, mengingat thread sangat mudah
rusak bila terkena goresan ataupun benturan benda lain. Dengan rusaknya satu
pitch saja, bila kita memutarnya akan dapat merusak pitch lain yang sebelumnya
dalam kondisi bagus. Akan tetapi kerusakan ini dapat diperbaiki bila hanya
sedikit saja. Apabila ternyata rusak semua, harus lah diganti dengan ukuran
thread yang lain. Di bawah ini ada beberapa alat yang dapat dipakai untuk
memperbaiki thread, antara lain:

1. Rethreading tool
2. Rethreading die
3. Hand tap
4. Internal thread chasers

Page 38 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
5. Thread restorer

Alat yang sudah disebutkan di atas bukan hanya untuk memperbaiki saja,
sekaligus untuk membersihkan thread serta membuat thread yang baru.

XVIII. WASHER PLAIN

Washer ini terbuat dari baja lempengan dengan lubang berada


ditengahnya. Meski hal sebagian orang menganggap sangat simple menurut
fungsinya, sangat penting. Pada saat washer ini dipasang pada tempatnya,
maka akan memberikan beban yang merata pada daerah yang ditekannya.
Dengan ratanya sebuah beban, maka baut maupin nut mengalami stress
yang sama, sehingga menyebabkan baut/nut tahan lama. Washer juga
melindungi permukaan benda kerja tidak terluka maupun bengkok, akibat
beban jepit dari kepala baut/nut.

Page 39 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Bagian-bagian washer:
1. Diameter luar washer (actual)
2. Diameter dalam (diameter luar baut)
Diameter dalam washer lebih besar dari pada diameter baut, sehingga
washer dapat masuk melewati body tanpa hambatan. Ukuran nominal yang
sering dipakai berkisar antara 1/64 sampai1/8 atau 0,4 mm sampai 3 mm.

Secara internasional, washer selalu ditunjukkan dalam angka desimal,


baik yang metrik maupun yang inch. Sebagai contoh 1.60, 1.6mm dsb.
Beberapa washer yang ukuran inchi ketebalannya ditunjukkkan pada platnya.
Penunjukkan nomor tebesar pada sebuah washer adalah 16 dengan ketebalan
0.0589, nomor 10 mempunyai ketebalan 0.1345. Sama halnya dengan metrik
dirunjukka sebagai berikut: 0.5 mm, 1.2 mm, 1.6 mm, 2 mm dst.

XIX. LOCK WASHER

A. Helical Spring Washer


Menambah daya ikat pada fasteners
Pada sisi kelilingnya ada yang terpotong miring.

Page 40 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Washer ini dapat meredam getaran pada suatu mesin, dalam arti
memperkecil getaran yang timbul dari mesin terhadap baut/nut secara
langsung.
Washer ini merupakan spring/pegas, dimana tinggi permukaannya satu
dengan yang lain tidak sama.
Terbuat dari baja yang keras dan elastis.
Dengan celah yang miring, maka kerenggangan dapat dikontrol sekecil
mungkin, bila dibuat celah lurus, justru memperbesar kerenggangan yang
menyebabkan kurang presisi daya ikatnya.

B. Toothed Lock Washer

Page 41 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Lock washer ini mempunyai gigi yang beraturan, serta tersusun naik dan
turun. Gigi ada yang berada pada diameter luar tetapi juga ada yang berada
pada diameter dalam. Serta kombinasi yaitu luar dalam. Bilamana dilihat dari
samping akan terlihat bersirip-sirip. Ketika nut dikencangkan, akan menekan
washer tersebut. Beban akan disebarkan kesegala arah dan sama rata. Sebelum
mencapai kedataran washer, Tekanan diberikan pada gigi-giginya. Karena gigi
tersebut ada yang naik dan ada yang turun, sehingga daya cengkram gigipun
berada pada posisi ke bawah dan ke atas. Dengan demikian cengkraman
tersebut membuat baut atapun nut semakin erat menjepit benda kerja yang
dijepit. Gigi tersebut juga mempunyai ketajaman, sehingga benda kerja, baut dan
nut tidak dapat bergerak.
Kadangkala kita menemukan baut dan nut yang pinggirannya tergores,
disebabkan karena ketajaman dari gigi washer ini. Untuk baut ataupun nut yang
berukuran besar, tidak pernah memakai washer semacam ini. Jadi hanya
digunakan pada nut/baut yang mempunyai torsi kecil saja. Menurut bentuknya
washer ini di bagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1. External Toothed lock washer
2. Internal toothed lock washer
3. Combination toothed lock washer.

Page 42 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Dasar lain dari external tooth washer adalah cone-shaped yaitu lock
washer yang berbentuk cembung seperti mangkok. Besar kecilnya dapat
disesuaikan dengan ukuran baut. Seperti halnya helical spring washer dan
peralatan screw, washer ini juga mempunyai ukuran di bawah 1/4 . Metric tooth
lock washer juga ada yang dibuat dengan nominal thread dalam mm.

C. Cotter Pin
Fastener ini dapat digunakan pada lubang nut dan baut dengan tujuan
menahan kekendoran. Cotter pin dimasukkan antara slot melewati sebuah
lubang tembus pada ujung baut yang ada threadnya. Cotter pin dibuat dari
material yang keras dan lentur sehingga dapat dibengkokkan. Dengan catatan
membengkokannya jangan bolak balik, sebab bisa patah.

Jika digunakan pada sebuah castle nut selalu dibengkokkan dalam arah
yang berlawanan. Dapat dibengkokkan ke atas maupun ke bawah, maupun
kesamping. Fasteners ini juga dipakai pada komponen-komponen yang begerak

Page 43 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
dengan putaran cepat. Sering digunakan sebagai pengikat pada system engine,
seperti pada sloted nut connecting rod, seperti gambar di atas:
Diameter cotter pin diberikan dalam pecahan inch. Panjangnya meliputi
dari kepala pin hingga ujungnya (prong). Sedangkan dalam metrik cotter pin
dirancang dengan ketentuan diameter lubang dalam mm. Baik metrik dan inch
cotter pin dapat dibandingkan dengan persamaan. Sebagai contoh 1.6 mm sama
dengan 1/16, 32 mm sama dengan 1/8 dan 6.3 mm sama dengan .
Jika lubang dalam baut tidak lurus terhadap sloted nutnya, cotter pin juga
bisa paksakan untuk masuk. Hal ini akan menyebabkan kerusakan pada cotter
pin. Ada juga baut yang mempunyai dua lubang yang berdekatan (atas dan
bawah) agar kekencangan nut dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Jangan
menambah ukuran slot secara semabrangan, harus ada petunjuk dari pabrik
pembuat, atau lihat shop manual. Ingatlah bahwa yang kita perbaiki komponen
yang bergerak, bila mutu kekuatan cotter pin berkurang akibat slot yang terlalu
lebar, maka akan mengakibatkan vibrasi cotter pin terlampau tinggi. Yang
ditakutkan kalau pada suatu saat pin tersebut patah dan patahannya
mengganggu system.
Dalam pemasangannya hendaknya kepala cotter pin harus masuk penuh,
kemudian dibengkokka n ke arah yang belawanan.

Gambar di atas adalah macam-macam cotter pin dan dapat digunakan


sesuai dengan kebutuhan secara umum dari cotter pin yang sering dipakai
adalah yang mempunyai ujung panjang sebelah. Untuk lebih jelasnya ikuti nama-
nama yang ada di bawah ini:
1. Chisel point dengan gigi garpu panjang (umum dipakai)

Page 44 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
2. Chisel point dengan gigi garpu tala.
3. Hammer lock type untuk castle nut
4. Taper pointed untuk memotong kotoran-kotoran kecil agar cotter tersebut
mudah masuk
5. Internal V-cut type
D. Lock Wires
Lock wire dipasang pada kepala baut dengan harapan agar baut selalu
dalam posisi semula dan kekencangan dapat dijaga. Hal penting yang perlu
diperhatikan bahwa lock wire dipakai pada komponen-komponen yang torsinya
tidak berubah, misalnya adjusment dll. Tanda-tanda apabila baut tersebut kendor
adalah posisi wire juga kendor dan berubah posisi. Kadang-kadang kita perlu
memperhatikan adanya pencegahan terhadap kesalahan torsi dan mekanisme.
Seperti yang dapat anda lihat pada gambar adjusment pada fuel injection pump.
Dalam kasus ini dipasang pula sebuah segel pada lock wire. Segel terbuat dari
bahan semacam timah keras. Bila anda melepas lock wire harus melepas segel
lebih dahulu. Maksud dari segel dipasang adalah untuk meyakinkan terhadap
orang yang memperbaiki unit agar tidak merubah daripada baut yang disegel
tersebut. Kita dilarang melepas segel tersebut apabila kita bukan ahli
dibidangnya.

E. Flat Metal Lock

Page 45 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Cara lain untuk mengancing baut ataupun nut agar tidak bergeser
terhadap posisinya dapat juga dipakai flat metal lock. Terbuat dari baja yang tipis
dan keras, lentur sehingga mudah dibengkokkan. Mempunyai bentuk yang
bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan. Gambar di bawah ini adalah
menunjukkan flat mata lock yang dipasang pada baut flywheel.

Komponen ini mempunyai telinga


yang dapat dibengkokkan ke atas, sejajar pada sisi segi kepala baut (bukan
sudut kepala baut). Cara membengkokkannya dapat memakai cold chisel
maupun punch. Bilamana dipasang pada tempat yang bersudut maka sisi kuping
yang lain dapat pula dibengkokkan, seperti yang terlihat pada gambar di bawah
ini:

Flat metal lock juga dapat disebut tongued washer, ingatlah bahwa anda
dapat membengkokkan lidahnya dengan catatan sesudah yakin bahwa baut
sudah benar-benar kencang. Sebagaiamnana sudah dijelaskan, jika penampang
dari bagian yang bengkok tidak sejajar/pararel dengan sisi penampang yang
sesuai dari kepala baut, janganlah dikendorkan lagi dalam meluruskannya. Akan
tetapi kencangkan lagi sampai flat metal lock posisinya sejajar dengan segi
enam baut. Pada gambar di bawah ini dapat kita lihat cara-cara pembengkokan
yang salah dan yang benar
Page 46 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

XX. GAYA DAN TORSI PADA BAUT


Untuk membuat fasteners berfungsi seperti apa yang kita harapkan,
gunakanlah torsi yang sesuai ke fasteners.

Page 47 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Kurang kencangnya sebuah nut maupun baut saat kita melakukan
pengencangan, mengakibatkan baut dapat bergerak atau gampang kendor saat
terkena getaran yang menimbulkan gaya gesek yang sangat tinggi dan akhirnya
keausan tidak dapat dihindari lagi.

Kekendoran juga disebabkan factor stress yang disebabkan oleh beban


dan panas. Kekendoran thread mengakibatkan rusak pada baut. Apalagi jika
terjadi overtight/terlalu kencang, yang menyebabkan baut bisa melar/molor

danbodynya mengecil, sehingga tidak dapat dikencangkan lagi. Seperti gambar


yang terlihat di bawah ini:

Page 48 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Thread pitch akan menjadi rusak dan nut tidak dapat dibuka.
Kekencangan yang berlebihan juga dapat dikarenakan kesalahan saat
assembling sehingga menyebabkan bengkokan atau melar.
Untuk sebuah baut pengikat harus diikat pada posisi di bawah
kemampuannya, yang perlu diingat bahwa kekuatan mempunyai batas waktu
tertentu, artinya kekuatan material menjadi turun karena waktu.
Sebagai contoh adalah baut cylinder head pada engine. Syaratnya bahwa baut
tersebut harus tahan terhadap kalor/panas, terbuat dari material yang bagus
serta, rata torsinya. Sebabnya baut bukan hanya sebagai pengikat tapi juga
sebagai penahan beban dari piston. Pada saat piston mendorong ke atas maka
akan memberikan force ke cylinder head, sedang cylinder ditahan oleh baut.
Secara otomatis beban tidak hanya diberikan kepada cylinder head saja, tapi
juga ditanggung oleh baut pengikatnya.
Setiap kali terjadi proses pembakaran pada engine cylinder head dan
benda yang mengikatnya akan mendapat beban (force). Pada gambar di bawah
ini dicontohkan adalah sebesar 50000 pound atau 222400 Newton. Dapat
mendorong salah satu sisi dengan maksimum pressure. Kenapa demikian?
Karena pada saat cylinder memberikan beban tidak bersamaan, hal ini
diakibatkan karena proses engine yang kita kenal sebagai langkah engine.
Kurang kencang atau torsi yang tidak rata menyebabkan tenaga berkurang dan
mengakibatkan kerusakan pada seal cylinder head.

Ingat bahwa tekanan selalu mencari celah yang paling lemah, bila hal ini
terjadi maka akan ada kebocoran dari hasil kerja engine. Akibat lain yang
Page 49 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
ditimbulkan oleh peristiwa ini adalah kebengkokan baut itu sendiri atau cylinder
head tidak center lagi.

Pada dasarnya baut mempunyai beban yang tidak konstan/berubah-ubah.


Setiap kali piston berada pada posisi top (langkah kerja) maka baut menjadi
strength /tegang akibat dari beban piston terhadap cylinder head. Hingga piston
mengalami langkah hisap dan baut berada pada posisi relax/tidak tegang lagi.
Hal ini akan terjadi secara berulang kali sepanjang engine tersebut beroperasi
yang akhirnya menghantarkan kelelahan material dan akhirnya material menjadi
stress.

Mengapa terjadi kelelahan material?

Page 50 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Kebanyakan material meliputi baja dengan mudah mendapat kelelahan
yang mengakibatkan stress yang berulang-ulang. Sebagai contoh seutas kawat
yang dilekuk-lekuk secara beraturan dan terus menerus, daerah sekitar lekukan
akan terasa panas dan hal ini dinamakan stress. Apabila ini kita lakukan terus
menerus akan mengakibatkan kawat tersebut putus, Nah peristiwa ini jug sama
halnya yang dialami oleh baut maupun nut pada umumnya. Lihat gamabr di
bawah ini:

Baut yang dipasang pada torsi yang sesuai dengan kemampuannya, akan
mengurangi proses stretching dan relaxing. Ketegangan force bagian dalam
akan dibantu oleh ketegangan bagian luar sehingga beban ditanggung bersama-
sama. Ketegangan luar diterima oleh sisi kepala baut dan akibatnya factor
stress relatif lebih kecil. Dengan demikian umur baut menjadi lebih lama.

Kita harus hati-hati, karena kebanyakan fasteners menjadi tegang saat


terpasang pada benda kerja dan menjadi lebih tegang lagi pada saat mendapat
Page 51 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
panas. Hal ini berdasarkan bahwa semua metal mempunyai apa yang disebut
limit of elasticity atau batas elastisitas. Ketika baut diikat terlampau kencang (di
atas batas elastic limit) dengan terus menerus, maka baut akan bertambah
panjang dari panjang semula. Panjang tersebut tidak akan kembali, sehingga
mengencangkan baut diluar batas kemampuannya akan merusak baut itu
sendiri.
Hal ini disebut over stretching, dimana keadaan ini dapat merubah sisi dalam
baut dan sisi lainnya, kondisi ini disebut kondisi plastik, dan kekuatan material
tidak seperti sebelum terjadi over stretching. Grafik berikut ini menunjukkan
batas kekuatan/kemampuan ketika baut ditegangkan hingga diluar batas elastic
limit. Pada garis yang putus-putus menyatakan kekuatan baut yang semakin
menurun, apabila hal ini dipaksakan terus menerus maka baut akan patah.

Berapakah batas ketegangan? Lewat penyelidikan dan perhitungan para


ahli, hanya ada jumlah tertentu fasteners yang memiliki standart. Tentu saja hal
ini harus dilakukan pengukuran kekuatan secara langsung. Hasil yang didapat

Page 52 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
dipakai sebagai metode yang mempunyai kekuatan dalam tempo tertentu.
Kekencangan adalah sebuah ukuran dari pada ketegangan atau tarikan lurus
yang diukur dalam pound atau Newton. Mengukur ketegangan memang agak
susah, akan tetapi pengukuran ini sama dengan torque, sebagai contoh
seseorang yang mengencangkan dawai gitar, dengan memutar beberapa kali,
maka dawai akan mengencang, itulah yang disebut ketegangan.

Jadi torque identik dengan tenaga (force) yang dipakai untuk memutar
dikalikan dengan panjang lengan yang diukur dari titik tengah benda yang
diputar. Force mempunyai satuan pound, ounces, grams atau kilograms.
Sedangkan jarak mempunyai satuan inches, feet, centimeter,ataupun meter.
Torque diukur dari kedua satuan tersebut yaitu gaya dikali jarak. Dari dua unsur
tersebut maka torque mempunyai satuan pound feet (ft-lbs). Tetapi berbeda
halnya dengan system metrik yang memakai satuan Newton.meter. Prinsipnya
sama hanya satuan yang bebeda.

CATATAN: Newton adalah sebuah pengukuran dari force dalam metrik system.
Ada dua pertimbangan antara berat dan akselarasi/percepatan yang
sangat dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Jadi Newton adalah
berat 9.81.

Para ahli mempunyai dasar pengalaman dan perhitungan mengenai


beberapa besar torque yang diberikan pada fasteners. Sebenarnya torque pada

Page 53 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
baut cylinder head yang mempunyai ukuran 5/8, misalnya akan mempunyai
stretch 0.015 atau 0.38 mm. Disini berbanding dengan dasar ketebalan. Tetapi
produksi fasteners yang keluar dari pabrik sesudah ditentukan tabelnya. Jadi
anda tak perlu lagi menghitungnya terlalu rumit.

Anda dapat mengukur torsi tanpa melakukan hal-hal yang sulit. Contoh
jika anda menginginkan 50 foot-pounds(67 Nm). Anda dapat menggunakan kunci
yang panjangnya 1foot (0.3m) tariklah dengan tenaga anda sebesar 50 pounds
(222 N) atau gunakan kunci dengan panjang 2 feet (0.6 m) dengan tenaga 25
pounds (111 N), hal ini dapat dilakukan apabila anda tidak mempunyai torque
wrench (emergency). Seorang mekanik harus mempunyai insting seberapa
besar tenaga yang sudah dipakai untuk mengikat tersebut. Hal ini dapat
dilakukan kalau sudah terbiasa dalam menggunakan fasteners.

Di bawah ini ada dua macam torque wrench, tetapi dipasaran masih
terdapat berbagai jenis lagi. Ada yang memakai manual adjusment, maupun
yang memakai pointer serta dipasang dial gauge. Pada pegangan torque wrench
Page 54 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
dibuat kasar (pivoted handle) agar pada saat mengencangkan tidak licin. Torque
wrench juga tidak baik untuk mengendorkan baut/nut secara langsung, karena
akan menyebabkan kerusakan, jadi sebaiknya difokuskan untuk mengencangkan
saja sesuai dengan namanya.

Jika panjang handle diukur dalam inch (mm) dan force dalam found (N)
maka torque diukur dengan satuan inch-pound (N.mm), begitu juga panjang
handle diukur dengan feet (m) maka cara membacanya adalah feet-pound (Nm).
Untuk lebih jelasnya marilah kita mengikuti perhitungan-perhitungan di bawah ini:

Page 55 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Tarikan maksimum
rata-rata seseorang

Page 56 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
yang aman adalah 100 pounds (445N). Extension maupun adapter dapat
digunakan untuk manambah panjang sekaligus menambah jumlah torsi. Pada
saat anda menggunakan sambungan, yang perlu anda pikirkan adalah berapa
pertambahan panjangnya. Setelah menggunakan sambungan berarti anda juga
harus menaikkan adjusment pembacaan. Ingat FS.

Dengan sebuah extension, total efektif panjang adalah jumlah dari


panjang kunci ditambah dengan panjang sambungan. Dari gbr di atas dapat
diterangkan sebagai berikut:

L = Panjang kunci
A = Panjang sambungan
Ta = Torsi yang dimilik sambungan
Tw = Pembacaan torsi pada kunci.

Bila mana anda mengencangkan sebuah baut dengan torsi yang sudah
ditentukan, maka anda akan cepat mengetahui berapa torque yang diberikan.
Karena hal ini mudah dalam perhitungannya.

Page 57 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Sebagai contoh: Pada shop manual menginstrusikan kepada anda harus
mengencangkan adalah 200 ft-lbs (271 Nm) torque. Torque wrench mempunyai
panjang 2 feet (0.6 mm) dan 6(1/2 foot) atau 0.15 m adalah panjang
sambungan. Maka dari itu kita hitung sebagai beriut:

Anda tarik handle hingga mencapai tanda pembacaan 160 ft.lbs (217
Nm), yang mana akan anda berikan 200 pounds (271 Nm) torsi pada baut.
Sebaliknya apabila anda ingin mengetahui apakah torque bertambah, dapat kita
lihat pada saat penunjukkan tanda pembacaan. Apabila kita hendak mencari
berapa torsi yang dimiliki sambungan itu tersebut:

XXI. CARA MENGGUNAKAN TORQUE WRENCH

Torque yang benar adalah salah satu kunci keberhasilan dari kwalitas
kerja kita. Seperti kebanyakan pekerjaan umumnya, untuk memperoleh hasil
torque yang memuaskan haruslah belajar dari kesalahan.
Prosedure pemakaian torque yang benar:

Page 58 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
1. Tariklah handle dengan pelan (tdak mengejut), disini sangat penting bagi
subjek serta obyek. Kemudian menaruh tangan kita pada posisi tengah-
tengah handle sehingga kita harus menggunakan tenaga yang besar,
jarak yang jauh mengurangi beban yang kita keluarkan tetapi menambah
kekencangan.
2. Buat/nut kotor tidak akan menghasilkan torque yang sebenarnya.
Membersihkan baut dan lubangnya sangatlah penting dalam hal ini.
Kotoran akan menimbulkan kemacetan pada thread, sehingga putaran
menjadi berat.
3. Ingat bahwa selisih selalu ada dan hanya 10% hingga20% usaha yang
bekerja dan digunakan dalam mengencangkan sebuah fasteners.
Pada banyak kasus 40% hingga 50% torque diberikan pada batang baut
tidak ada threadnya juga sebagian pada kepala baut. Sedangkan batang
yang ada hreadnya hanya mendapat 30% hingga 40%. Maka sering kita
dapatkan baut yang patah justru pada posisi antara daerah yang ada
threadnya dan daerah yang tidak mempunyai thraead.

Page 59 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
4. Ketika mengencangkan nut atau baut kadang macet pada threadnya.
Perlulah diketahui bahwa torque dibutuhkan pergerakan untuk melewati
daerah thread yang rusak tersebut. Sehingga torque tambahan kita
lakukan agar hambatan tersebut dapat kita lewati. Apabila masih terasa
berat hendaknya thread harus dibersihkan atau diperbaiki seperti
standardnya.

5. Suatu saat
anda menarik handle torque wrench secara tidak sadar mengejut-ngejut
terutama pada pengencangan akhir dimana beban yang bekerja semakin
bertambah besar. Biasanya selalu ditunjukkan oleh indicator maupun
bunyi (click). Untuk mencegah torque yang mengejut tersebut dianjurkan
memakai kedua tangan bila memungkinkan.
Gambar di bawah ini menunjukkan bahwa seseorang dapat menggunakan
kedua belah tangan pada tempat yang seperti itu

Page 60 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Page 61 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

6. Batas keleluasan siku (tangan) dalam proses pengencangan haruslah


diperhatikan pada tempat yang sulit di atas. Siku hendaknya pada posisi
bebas.
7. Berikan pelumasan pada baut/nut apabila pabrik menganjurkan. Jika
menggunakan oli jangan terlampau banyak. Akibat yang ditimbulkan
adalah apabila baut diputar masuk ke dalam lubang dan mengisinya.
Akibat lubang tersebut terisi maka kedudukan baut tidak sepenuhnya
masuk. Hal ini tidak akan menghasilkan hasil kerja yang maksimal.

Cara
singkat yang dapat anda lakukan dalam pengecekan keakuratan torque
wrench, atau sebagai patokan untuk diri sendiri:
1. Patikan bahwa kunci pengikat sesuai dengan ukuran baut/nut serta
kedudukannya pada torque wrench
2. Bila memakai dial gauge haruslah disetel pada posisi nol. Agar
didapatkan keakuratan yang maksimal. Ketidaktepatan torque
menyebabkan kerugian. Baik terhadap komponen yang diikat maupun
terhadap fasteners.
3. Berpegang pada pengetahuan dari beratnya handle, juga pengetahuan
tentang panjang handle serta titik focus pada benda yang kita beri
torque.

Page 62 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

4. Berat dalam pound/Newton serta jarak adalah mempunyai satuan


feet/meter. Sebagai contoh seperti yang ditunjukkan oleh gambar di
atas.
50 lbs 2 feet = 100 ft-lbs
atau 22.7 kg 9.81 = 222 Newton dikalikan dengan 0.6 m = 1.33 Nm

FORMULA PERBANDINGAN TORSI (TORQUE)

Rumus satuan pengukuran ini sangat penting buat anda dalam


menjalankan pekerjaan sehari-hari. Sebagai teknisi sering mendapatkan
kesulitan terhadap berbagai jenis satuan yang kita temukan dari peralatan
yang satu terhadap yang lain.

FT.lb terhadap in.lbs. atau sebaliknya.


1 foot pound (ft.lb) = 12 inch pund (in.lbs)
0.083 foot pound = 1 inch pound

Ft. lb terhadap Nm. atau sebaliknya


1 foot pound (ft.lb) = 1.355 Newton meter (Nm)
0.738 foot pound = 1 Newton meter.

Page 63 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Ft.lb terhadap kgm atau sebaliknya
1 foot pound (ft.lb) = 0.138 kilogram meter (kg.m)
7.22feet pounds = 1 kilogram meter

Nm terhadap kgm dan sebaliknya.


1 Newton meter = 0.102 kilogram meter (kgm)
9.80 Newton meter = 1 kilogram meter

XXII. SCREW, KEY, STUD, PIN, SANP, RING, RIVET, DAN CLAMP

Screw atau sekrup kepentingannya sangat besar bagi dunia teknik. Dalam
hal ini termasuk juga fasteners. Benda ini sangat bervariasi baik bentuknya
maupun ukurannya.
Semua screw dibuat dengan thread hampir sepanjang bodynya. Di buat
dari baja dengan bentuk kepala yang mempunyai slot (lurus/silang), wing,
hexagonal socket dll. Seperti yang anda lihat di atas juga dapat disebut
machine screw.
Sebagian besar machine screw digunakan dengan memasukkan lubang
yang sudah ada sekrupnya. Apabila lubang tersebut tidak mempunyai sekrup.
maka tidak dapat dipasang. Karena pada ujung threadnya tidak dilengkapi
dengan ketajaman. Benda ini sanagat mudah kita dapatkan dalam berbagai
bentuk ditoko-toko.

Page 64 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Ketika anda melakukan pekerjaan dengan menggunakan yang


diameternya lebih kecil dari 1/4, maka anda harus melihat tulisan yang
terdapat pada pembungkusnya atau identitas machine screw tersebut. Yang
terdiri dari pada nomor yang kecil dan mempunyai satuan inch maupun
millimeter. Sebagai contoh no.41/2, mempunyai maksud sebagai berikut :
No. 4 artinya adalah diameter dan 1/2 adalah panjang screw. No. 4 bukan
bererti diameter screw tersebut 4 akan tetapi 4 merupakan nomor urut saja.
Hal ini dapat anda lihat pada table di bawah ini. Catatan: nomor-nomor disini
dapat juga dipergunakan lock washer.

Page 65 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Diameter screw 1/4 dan lebih besar lagi ditunjukkan dalam pecahan
inch. Screw ini selalu ditetapkan dalam grade (tingkatan) oleh SAE. 60, sama
halnya dengan grade I SAE (lihat hal: Tingkatan & Tanda pada kepala baut).
Metric machine screw identik dengan nominal diameter dalam mm,
misalnya M3.5 atau M4. Rancangan ini mucul sebagai M40.8, dengan 0.8
merupakan jarak antara pitch satu dengan yang lain dalam mm. Metric
machine screw ini selalu dibuat pada class 4.8. Ukuran inch pada thread
machine screw dihitung oleh jumlah ke inch. Seperti halnya thread baut.
Sebuah kode 6-32 screw, mempunyai maksud no. 6 body diameter dan 32
thread per inch. Sebagai contoh anda dapat melihat di bawah ini:

Kepala machine screw dirancang dalam bentuk yang beraneka ragam.


Seperti yang tampak pada gambar di bawah ini. Pan Head adalah machine
screw yang lazim digunakan pada umumnya. Variasi pada bentuk lain
misalnya truss head yang mempunyai bentuk kepala cembung berslot.
Bentuk kepala ini disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan kebutuhan. Untuk
mengencangkan dan membuka machine screw ini dipakai tool yang disebut
screw driver baik yang Philip maupun blade. Ukuran dan ketepatan slot
terhadap screw driver sangat menentukan hasil kerja kita. Slot akan rusak
apabila pemakaian screw driver tidak benar. Misalnya slot lebih besar tetapi
blade screw driver kurang tebal. Penjelasan lebih lanjut dapat anda baca
pada buku hadntools.

Page 66 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Baik atau buruknya suatu pekerjaan tentu saja sangat berpengaruh


terhadap fasteners. Ketika screw dipasang pada posisi yang sulit (tidak dapat
dijangkau dengan jari) maka gunakanlah screw driver yang mempunyai magnet.
Jangan sampai screw terjatuh pada tempat yang dalam sehingga kita harus
membongkar lagi untuk mengambil screw tersebut sehingga pekerjaan menjadi
berulang (rework) dan hal ini tidak sangat efisien. Variasi lain dari machine screw
adalah yang mempunyai kepala
Philip (kembang). Nama lain yang digunakan adalah cross recessed.
Kebanyakan metrik, tipe Philip dan menurut bentuknya dibagi menjadi dua
macam, seperti yang terlihat pada gambar berikut ini.

Page 67 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Machine screw dengan hexagonal sloted head merupakan variasi lainnya.
Hal ini sanagat menguntungkan karena selain dapat diikat dengan kunci
biasa/umum, juga mempunyai slot yang dapat dikencangkan dengan screw
driver. Pada saat mengencangkan machine screw clutch head gunakan
spesial screw driver seperti yang terlihat pada gambar di atas, jangan sampai
menggunakan kunci yang tidak pas, sebab akan merusak slotnya.
Panjang dari machine screw ditentukan dari bawah kepala hingga ujung
threadnya. Lihat gambar di bawah agar anda jelas. Demikian pula pada jenis
flat akan dilakukan hal yang sama. Rasanya tidaklah ada perbedaan dengan
mengukur panajng baut pada halaman muka.

XXIII. TAPPING SCREW

Jenis lain dari machine screw ada yang mempunyai ekor/ujung yang
tajam. Ekor tersebut dapat memakan atau menembus benda yang
dimasukinya dengan sendirinya. Bila kepalanya diputar akan semakin
kencang masuk meskipun tidak dilubangi terlebih dahulu. Pada umumnya
dipakai untuk mengikat benda yang tidak keras. Misalnya cover yang tipis,
panel, bola lampu dll. Benda yang dapat ditemus oleh fasteners ini antara lain
plywood, fiber glass, aluminium, brass, bronze dll. Machine screw jenis ini
disebut tapping screw. Nama lainnya adalah thread forming screw. Karena
bentuknya memiliki thread yang dapat membuat thread dengan sendirinya.
Namun hal ini diperlukan dorongan yangmkuat.

Page 68 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Perpaduan thread yang dihasilkan oleh tapping screw mejadi ikatan yang
kuat. Akibat dari saling merapatnya kedua komponen. Akibatnya dapat
menahan vibrasi tanpa mengalami kekendoran meskipun dalam bentuk kecil.
Tapping screw diameternya dirancang oleh nomor yang sama digunakan
untuk mengetahui identitas machine screw. Ada yang mempunyai drat kasar
tapi juga ada yang halus. Dan senatiasa mengeras untuk memotong benda
yang dilaluinya akibat dari gaya lingkar.

Pada gambar di atas adalah high performance thread rolling screw


yang digunakan dalam mengangkut (memegang untuk dipindahkan) material
dengan jalan memasukkan threadnya pada lubang dan diputar hingga terasa
berat. Screw ini mempunyai tiga atau empat ulir yang melingkar seluruh body.
Ukuran body disesuaikan untuk machine screw. Ketika tapping screw digunakan

Page 69 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
yang harus anda ingat bahwa diameter lubang benda yang akan diangkat tidak
boleh sama dengan garis lingkar rolling screw.

XXIV. SELF DRILLING TAPER SCREW


Benda ini dapat membuat ulir dengan sendirinya ketika kita memutarnya
ke dalam komponen. Bekas tatal pembuatan lubang punching dapat terbuang
seperti halnya kita menggunakan drill kit (mata drill). Sejauh ini screw akan
dipasang dengan memakai power tool. Bila secara manual juga bisa, akan tetapi
hasilnya kurang bagus selain berat yang kita rasakan. Apalagi terhadap benda-
benda yang keras anda tidak mungkin dapat melakukannya.

XXV. DRIVE SCREW

Benda ini disebut juga sebagai metallic drive screw, seperti yang terlihat
pada gambar. Hammer dipakai untuk memukul benda tersebut. Akhirnya drive
screw akan masuk pada lubang yang sudah disediakan. Bagian bodynya
mayoritas berlajur melingkar atau berpilin sedangkan pada ujungnya tidak. Jika
kita melakukan penyambungan memakai benda ini, maka kekuatan dari
sambungan tersebut akan kita dapatkan. Tetapi kita tidak akan dapat melepas
drive screw setelah pemasangan. Karena lubang akan menjadi rusak, begitu
juga material yang kita sambung, sebaiknya pikirkanlah lebih dahulu sebelum
memasukkan benda tersebut agar tidak terjadi rework.

Page 70 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
XXVI. SET SCREW

Fasteners ini sering kita dapatkan pada lubang sebuah pengganjal


(semacam plug) pada pulley, gear atau seperti halnya putaran shaft untuk
mencegah pergerakan sekecil mungkin dari dua komponen. Yang dihasilkan
adalah penekanan/pressing pada sebuah lubang kecil yang terdapat pada shaft
menjadi satu ikatan dengan benda lain. (misalnya dengan pulley).
Set screw ini ada yang mempunyai kepala segi empat atau segi enam
maupun head less dengan blade screw driver hexagonal allen wrench socket.
Seperti yang pada gambar di bawah ini:

Menurut jenis dan kondisi ujung kakinya juga terdapat enam macam. Yaitu
kaki yang terbentuk cup, oval, half dog, full dog, flat dan cone. Pada cup point
maupun dog point tergantung dari jarak penggunaannya. Cup point ditempatkan
pada pemasangan yang lebih atau kurang tetap. Tentu saja alas penekanannya
tidak obyektif. Untuk menekan benda yang bentuknya seperti shaft memang
kurang tepat. Jadi untuk benda-benda yang datar lebih bagus hasilnya.
Dog point screw digunakan untuk kebutuhan yang sama, tetapi tenaga
penghubung lebih w digunakan untuk kebutuhan yang sama, tetapi tenaga
penghubung lebih permanen karena titik proyeksinya dapat ditempatkan pada
lubang shaft. Set screw driver dengan kepala datar/flat ataupun yang berkepala
oval digunakan pada penyetelan antara dua komponen yang berlubang secara
sama-sama. Materialnya dibuat dengan kekuatan tinggi dan tahan panas.
Thread ada yang kasar juga ada yang halus.

Page 71 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Diameter ditunjukkan oleh nomor maupun pecahan inchi (millimiter untuk


metrik). Sama halnya dengan machine screw pada halaman depan. Set screw
mempunyai banyak tetapi tidak mempunyai kekuatan pengencangan.
Selanjutnya tipe cone selalu menekan (mencekam) shaft agar tidak mudah
bergeser dari posisi semula. Ujungnya sangat runcing sehingga daya cekamnya
sangat kuat.

XXVII. KEY (SPI)

Salah satu dasar dari pulley, gear dan shaft adalah mempunyai lubang pasak.
Orang sering menyebutnya dengan nama spi atau pasak. Selain sebagai
pengunci agar dua buah benda/komponen tidak slip dan susah terlepas
manakala keduanya berada dalam putaran tinggi. Menurut bentuknya ada dua
macam, yaitu : Pasak lurus & pasak setengah bulan (woodruff key).
Pasak lurus pada posisi penempatannya akan bersifat tetap dan tidak dapat
bergerak sekalipun. Karena slotnya sangat presisi terhadap pasaknya. Pasak ini
terbuat dari baja spesial (HSS) sehingga mempunyai kekuatan tinggi dan tidak
luntur, juga tidak mudah patah. Pasak lurus juga disebut rectangular key,
dimasukkan pada slot/jalan pasak pada saat kedua groove bertepatan. Dalam
pemasngannya hal yang harus anda perhatikan adalah letak pasak dengan
rumahnya. Sebab bentuk pasak tidaklah segi panjang sama kaki, dimana lebar
sisinya berbeda. Pasak harus benar-benar masuk dan tidak boleh terlihat
menonjol dari permukaan. Pukullah dengan palu plastik agar bagian yang kena
pukulan tidak mengembang.

Page 72 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Bentuk yang kedua dari pasak adalah bentuk setengah bulan. Benda ini
digunakan untuk mengunci shaft maupun gear dalam satu posisi. Pasak duduk
pada semi circular slot shaft. Alasan dalam pemasangannya untuk penambahan
kekuatan. Dari beberapa penempatannya pada sisi yang lurus, sudut pasak
mempunyai kecendrungan untuk mengayun pada sisi yang melingkar. Bagian
pasak yang cembung masuknya sangat sedikit pada shaft, tetapi bagian yang
lurus masuknya lebih banyak pada pulley atau gear. Boleh dikatakan masuknya
pada gear atau pulley mencapai 70%. Woodruff key mempunyai 2 dimensi. Yaitu
diameter atau panjang serta ketebalan dengan berbagai macam ukuran. Metrik
woodruff key dirancang dengan dimensi lebar dan tinggi. Dengan pemasangan
pasak ini, maka melepas pulley maupun gear dari shaft sangat sulit. Untuk itu
diperlukan special tools yang disebut puller.

Page 73 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Pasak hanya dapat digunakan pada daya yang rendah sampai menengah saja.
Sedangkan untuk daya yang berat pada masa sekarang, digunakan system yang
disebut suaian paksa. Hal ini mengandung arti bahwa untuk mengunci sahft dan
komponen lainnya, tidak diperlukan pasak lagi, mengingat daya yang akan
ditahan terlampau besar. Apabila ada dua komponen yang mempunyai diameter
tidak sama, lalu dipaksa untuk masuk, maka hal itu disebut suaian paksa.
Misalnya shaft mempunyai diameter lebih besar di banding gear atau pulley.
Cara memasukkannya tidak dapat dipukul begitu saja, sebab bila dipaksa justru
rusak, jadi ada tiga hal yang harus dilakukan.
1. Dengan pemanasan pada benda yang akan dimasukkan
2. Dengan pendinginan terhadap benda yang dimasuki (shaft)
3. Penekanan/pengepresan yang tinggi.

XXVIII. STUDS
Banyak type fasteners yang sudah kita pelajari. Namun stud juga
termasuk dari fasteners. Bentuknya batangan, kedua ujungnya terdapat ulir.
Tetapi pada bagian tengah tidak terdapat ulir kira-kira 20% dari panjang stud.
Banyak kita dapatkan pada konstruksi mesin terutama pada pengikatan dengan
torsi yang rendah. Misalnya saja untuk mengikat gasket pada exhaust manifold
di engine

Page 74 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Stud ini mempunyai drat kasar dan drat halus. Biasanya pada sisi yang
tertanam memakai drat kasar sedang yang dimasuki nut dipakai drat halus.
Selain itu juga ada stud yang hanya mempunyai drat kasar saja. Bila mana stud
diputar kekanan pada lubang komponen akan menghasilkan penguncian. Stud
ini tidak boleh dipasang pada lubang yang terlalu dalam atau jauh melebihi dari
thread yang ada, atau istilahnya menggantung. Dan yang sering kita dapatkan
adalah stud yang tertanam hingga ke bagian yang tidak ada threadnya, hal ini
kurang benar.

XXIX. TAPPER LUCK STUDS


Benda ini sangat simple dan tidak seperti stud yang lain. Stud ini dapat
digunakan membuat alur baru dari alur lama yang ada. Keratan ulir akhir stud
memotong ulir dalam dan membuat ulir yang sama dengan stud. Pengerat
tersebut disebut chamfer. Dengan demikian kedudukan seperti ini, posisi stud
lebih mengikat. Tapper lock stud dapat membuka ulir dengan kehalusannya dan
menambah persentasi kekencangan atau merapatkan dengan proteksi
kekendoran. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini.

Page 75 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
XXX. SCHWEPPE STUDS

Stud lain yang perlu diketahui adalah schweppe studs. Fungsinya hampir
sama dengan tapping screw. Pada ujungnya terdapat slot yang tajam guna
membuat alur dan mengeluarkan tatal. Slot tersebut dinamakan pengerat dan
mempunyai dua pemotong (parit penggiling) atau slot milled pada sisi yang
berlawanan. Benda ini digunakan dalam hal umum ke halus serta lentur
materialnya. Bahan yang dipakai antara lain aluminium, magnesium dan plastic.
Akhir alur pada sebuah stud mempunyai drat kasar ataupun drat halus
untuk menerima nut pada umumnya. Jadi yang dimaksud dengan nut end adalah
thread yang ditempati nut nantinya. Sedabgkan stud adalah thread yang ditanam
pada komponen. Beberapa standart metrik stud mempunyai drat kasar pada
kedua ujungnya. Juga ada yang diberi lubang untuk jalan masuk cotter pin.

Stud ditentukan oleh diameternya, type dari masing-masing thread kedua


ujungnya, panjang kedua thread (B&C). Kombinasi thread dan panjang grip
yang dimasuki nut dan lubang cotter pin bila diperlukan. Sebagai fasteners,
ada banyak variasi stud ini.

XXXI. MELEPAS DAN MEMASANG STUD

Stud dapat dipasang dan dilepas dengan spesial tool. Tujuannya adalah
untuk mencegah kerusakan pada body dan threadnya. Dapat juga memakai
vice grip, tapi keamanan terhadap stud kurang terjamin. Spesial tool tersebut

Page 76 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
disebut stud drivers. Tool ini mempunyai rumah/housing, pencekam thread
disebut collet dan dapat diputar dengan kunci socket.
Collet mempunyai kaki yang beralur dan masuknya seperti nut biasa. Kadang
orang jarang menggunakan alat ini pada saat pemasangan maupun
pembukaan stud. Kebanyakan memakai vice grip maupun plier (tang) saja.
Maka dari itu sering kita dapatkan body yang tidak beralur tampak rusak.
Anda dapat melihat tool tewrsebut seperti gambar di bawah ini:

Ada kalanya kita menemukan stud yang putus. Hal ini sangatlah sulit dalam
melepasnya. Maka digunakan pula alat yang dapat mencabut sisa dari stud
tersebut. Alat tersebut dinamakan extractor seperti yang anda lihat pada
gambar di bawah ini. Cara pertama yang harus kita lakukan adalah
melubangi pecahan tersebut dengan drill. Lubangnya kita sesuaikan dengan
besar extractor. Kemudian extractor dimasukkan dengan jalan dipukul.
Sesudah itu putarlah ke arah kiri untuk melepasnya. Sebenarnya bukan
hanya stud saja yang dapat di cabut dengan alat ini, tetapi juga semacam
baut atau yang lainnya.

Page 77 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

XXXII. PINS

Kebanyakan pabrik membuat mesin atau peralatan, tidak terlepas dari


apa yang dinamakan pin. Jadi dalam hal ini pin dapat dikategorikan sebagai
fasteners juga. Dan pin tersebut yang umum dipakai adalah clevis atau
headed pin. Dinamakan clevis karena pin tersebut digunakan untuk
menggabungkan sebuah komponen yang berbentuk U atau dapat juga
disebut yoke seperti yang terlihat pada gambar.

Clevis ini selalu mempunyai lubang tembus pada pangkal bodynya. Ini
dimaksudkan untuk jalannya masuk cotter pin ataupun keseluruhan type dari

Page 78 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
spesial berdasarkan kegunaan. Untuk lebih jelasnya kita akan jelaskan satu
persatu>

1. TAPER PIN
Komponen apapun harus dipasang dengan kencang oleh fasteners
bersama dengan taper pin. Benda ini dipasang berdiri tegak/tidak miring
pada lubangnya pada saat hendak memukulnya. Diameter kedua
ujungnya tidaklah sama. Perlu diketahui bahwa ujung yang pertama
masuk adalah yang berdiameter kecil. Begitu juga pada saat melepasnya
harus dipukul pada arah yang berlawanan dari cara memasukkannya.
Standard ukuran inch taper pin pada rata-rata 1:48 dan dibuat
keseluruhan panjang dan diameter akhir yang besar. Standart metrik taper
pin rata-rata 1:50 dan dibuat dengan ketentuan keseluruhan panjang
(mm) dan diameter ujung yang kecil. Taper pin dapat dipukul keluar
dengan alat dengan alat yang disebut pin punch yang sebelumnya
menggunakan starting punch.

2. DOWEL PIN
Pin jenis ini dipakai untuk menjamin bahwa kekencangan komponen,
kelurusan terhadap komponen lain dapat terjaga. Benda yang satu ini

Page 79 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
banyak dipasang pada blok-blok engine, transmisi dll. Pada kondisi ini
dowel juga harus menjaga beban dari beberapa komponen. Jadi dengan
kata lain dowel hanya membantu fasteners.
Terhadap benda yang dimasukinya sangat presisi, selisih diameter hanya
relatif kecil. Tetapi terhadap benda yang memasukinya perbedaan
diameter sangatlah besar. Sisi luar dari dowel pada gambar sangatlah
penting. Antara benda yang dimasuki sebuah dowel mempunyai kekuatan
dengan kete

3. SPRING PIN
Kata spring ini, sudah dapat dipastikan bahwa bendanya adalah elastis.
Karena itu juga dapat disebut rolling pin. Sebagai langkah cepat dari
pabrik untuk mengatasi ketidak selarasan dengan maksud kekencangan
tetapi beban tidak terlalu tinggi. Memang pada era sekarang pin semacam
ini jarang kita dapatkan karena penggunaanya hanya terbatas pada beban
kecil saja. Bentuk aslinya berupa tabung yang dibelah. Material terbuat
dari baja HSS yang dikeraskan. Sehingga tidak mudah patah. Dibuat
terbelah agar pin dapat menyempitkan diameternya pada saat
dimasukkan pada lubang yang diameternya lebih kecil. Pin ini sangat
mudah dimasukkan karena sangat fleksibel akibat belahan dari bahan
tersebut.
Melepas sebuah spring dari lubang gunakanlah pin punch yang
disesuaikan dengan besarnya diameter pin tersebut.

Page 80 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

4. GROOVE PINS
Groove pin ini tidak jauh berbeda dengan spring pin, dapat juga
digunakan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Menurut jenisnya ada 5
macam bentuk dari A samapai E. Walaupun demikian, mereka juga
terbuat dari bahan yang solit masing-masing mempunyai groove. Daya
tekannya dipengaruhi oleh luas gaya yangmendukung pada saat pin
tersebut dirapatkan. Type A sifatnya umum digunakan.

Type B digunakan terutama pada sebuah persendian (engsel), tetapi


dapat juga dipakai perlengkapan pengunci lebih dari satu komponen.
Dengan kata lain pin tersebut dapat disambung-sambung.
Type C mempunyai sebuah pilot untuk memandu kepalanya dalam
memasuki lubang. Kepala dirancang dan badannya mempunyai belahan
dengan diameter yang lebih besar dari kepalanya.
Type D difungsikan pada saat pin harus dirakit dalam sebuah lubang
yang tidak tembus. Jadi pemasangannya hanya terbatas pada sisi
lubang/salah satu sisi yang buntu (tidak tembus).

Page 81 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Type E digunakan ketika melakukan penguncian dengan syarat pada
porsi yang terpusat (center). Semua ini dialihkan sebagai pengganti cotter
pins.
Diameter dan panjang dari groove diukur dalam inch dan pecahan inch
(atau mm). Nominal diameter pin sebanding dengan lubang dimana pin
tersebut ditempatkan.

5. SPRING LOCK PINS


Nama spring lock pin ini sering disebut juga hairpin cotter. Pada gambar di
bawah ini ditunjukkan bebrbagai ukuran spring lock pin. Digunakan
sebagai pengunci tapi sifatnya tidak mengikat. Hanya penahan saja agar
benda yang diatahan (pin utama) tidak meluncur dari alurnya. Suatu saat
pin utama akan bergeser kekiri dan kekanan dengan beban yang kecil,
maka spring lock pin ini dapat anda gunakan. Pada aplikasi dilapangan
banyak kita dapatkan spring lock pin ini dipasang pada clevis pin melalui
lubang ujung bodynya sebagai pengganti dari fungsi cotter pin.
Keuntungan yang dapat diambil adalah mudahnya memasang dan
melepasnya tanpa bantuan alat lain. Coba bandingkan dengan cotter pin
yang dalam pembengkokan kedua kakinya harus dengan tang. Tetapi alat
ini cukup digantung saja karena tidak memerlukan pembengkokan. Benda
ini dikategorikan dalam ukuran kawat dari pabrik pembuatnya.
Sedangkan panjangnya diukur dari tengah gelungan/lekuk hingga ujung
titik pada kakinya yang panjang.

Page 82 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

6. QUICK LOCK PIN


Sudah banyak fasteners yang kita pelajari. Masing-masing fasteners
dipakai sesuai kebutuhan pekerjaan dan jenis tempat dimana dia harus
dipasang. Ada lagi fasteners yang perlu kita ketahui yaitu quick lock pin.
Sebenarnya penggunaanya juga merupakan safety/pengaman pada
sebuah komponen. Dan dalam pemasangannya kadang sifatnya tidak
permanen.
Bentuknya seperti pin biasa, pada kepalanya mempunyai gelang dan
dihubungkan dengan rantai. Pada rantai tersebut nantinya diikat dengan
komponen lain agar pin apabila lepas tidak hilang. Yang perlu kita
perhatikan bahwa quick lock pin ini terbuat dari baja. Setelah anda
memasukkan pada tempatnya, maka gelang dapat diputar ke bawah
seperti yang terlihat pada gambar. Ingatlah bahwa posisi pin harus di atas
agar lebih safety. Ukuran dan diameternya ditentukan dalam inch maupun
pecahan inch.

7. SHEAR PIN (PIN POTONG)


Pin ini sangat penting artinya pada sebuah komponen dan sanggup
menahan beban normal pada peralatan yang berputar sifatnya. Pin
semacam ini disebut shear pin. Tujuannya untuk untuk pengaman/safety
device, dan akan terpotong (patah) ketika beban terlampau tinggi. Hal ini
akan mencegah secara serius terhadap kerusakan komponen. Bisa
dibayangkan apabila pin tidak patah pada beban yang tinggi maka akan

Page 83 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
terjadi overload. Sebagai contoh disini adalah pin yang dipasang pada
propeller engine speed boat seperti yang tampak pada gambar.
Propeller diprotek terhadap pin. Jadi dalam hal ini pin bukan hanya
sebagai pengunci saja, tetapi juga safety overload. Dalam hal ini pin dapat
patah sehingga kipas tidak dapat berputar. Itu menandakan bahwa beban
yang diterima pin terlampau tinggi. Jika hentakan terlampau besar,
gunakan pin yang terbuat dari kuningan.

8.
SNAP RING
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa fasteners harus sesuai
dengan kegunaan dan penempatannya. Sama halnya snap ring yang
akan kita bicarakan kali ini, dimana fasteners ini dapat dibuka dan
dipasang dengan cepat. Salah satu contoh adalah snap ring yang
dipasang sebagai penahan pin piston pada engine. Dalam memasangnya
anda harus hati-hati. Hal pertama yang akan anda lakukan adalah
menjawab pertanyaan ini. Sudahkah anda memasang snap ring sesuai
dengan kedudukannya?

Page 84 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Masalahnya adalah apabila anda tidak memasnag sesuai dengan


kedudukannya, maka snap ring dapat melenting/loncat apabila terkena
desakan pin piston tersebut. Semua ini akan membahayakan sistim jika
benar terjadi. Pasanglah snap ring dengan alat yang benar yaitu dengan
menggunakan circlip plier. Pada saat snap ring ditekan dengan
menggunakan alat ini, alangkah baiknya tangan kita turut memegang
snap snap ring tersebut, seperti yang terlihat pada gambar. Karena
posisinya sebagai penahan, maka snap ring harus sering di periksa bila
tempatnya meungkinkan. Snap ring ini juga disebut retaining ring atau
lock ring.

Pada dasarnya snap ring dibagi menjadi dua macam fungsi maupun
bentuknya
1. External Snap Ring
2. Internal Snap Ring

Penjelasan:
Internal snap ring seperti gelang pengunci yang dapat disempitkan ke
dalam rumahnya. Snap ring jenis ini posisinya mendarorng keluar, menekan

Page 85 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
dinding diameter dalam housing. Selain posisinya yang kuat, juga aman
terhadap gesekan benda lain. Mengapa demikian? Sebab posisinya tersembunyi
dalam housing. Maka dari itu disebut juga internal snap ring.
Pada type prong snap ring dilepas atau dipasang dengan menggunakan
pegangan dalam hal ini adalah long nose plier. Ujung tool ditempatkan pada
kedua prongnya. Untuk lebih jelasnya dapat anda lihat pada gambar.

Gambar di atas sebagai contoh cara memasang internal snap ring


maupun external sanp ring pada drive plate compressor air conditioner. Untuk
memasang cukup dengan menekan kedua ujung snap ring pada gambar 1 akan
menjadi rapat dan dapat masuk pada housing. Pada gambar 2 apabila ditekan,
justru mengembang sebab bentuknya external.
External snap ring dipasang melingkar pada shaft dan duduk di atas
groove shaft. Ada beberapa pemasangan bearing yang berada pada ujung shaft.
Oleh sebab itu dproteksi oleh snap ring jenis ini. Circlip plier ada dua macam
pula yaitu external circlip plier dan internal circlip plier. External snap E banyak
digunakan pada shaft yang kecil-kecil saja. Anda dapat melihat langsung pada
benda nyata yaitu pada penahan float switch level unit Hitachi.
Snap ring juga dapat dibentuk dengan kawat baja atau dari plat. Hal ini
akan kita lakukan apabila snap ring yang kita perlukan rusak dan sedang
menunggu gantinya. Yang penting anda dapat memastikan kekuatan material
yang anda buat tersebut. Pada gambar berikut ini adalah penggunaan snap ring

Page 86 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
yang tidak asli. Akan tetapi anda tidak boleh sembarangan, pakailah ukuran yang
benar agar snap ring sesuai dengan fungsinya.

Sebagai cirri dari bore diameter (A), groove diameter (B) dan lebar ring
(C). Sebagai contoh A adalah diameter dalam, sedang B adalah diameter luar
dari internal snap ring. Dalam kasus ini external ring A adalah out side diameter
dan B adalah inside diameter. Sebagai tambahan untuk pengukuran, snap ring di
identifikasikan oleh penampilan dan bentuk kedua ujungnya.

XXXIII. RIVETS (PAKU KELING)

Page 87 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Kelompok fasteners di atas tergolong paku keeling/rivets. Rivet tersebut


merupakan pin metal yang terdiri dari batang, ekor dan kepala. Harganya sangat
murah dipasaran serta mudah cara memperolehnya. Apabila anda menggunakan
fasteners ini, maka pekerjaan anda terlhat sangat rapi dan kuat.
Dasar kekerasan paku keeling, mula-mula digunakan penyambungan
dengan dua lubang masing-masing komponen, atau bidang datar diaparalel
secara bersamaan. Masing-masing komponen dilubangi terlebih dahulu
kemudian paku keeling dipasang. Dari beberapa paku keeling yang sering kita
dapatkan di pasaran adalah solid rivets, tubular, split dan compression rivet,
serta blind rivets.
Kemudian pada gambar di bawah ini adalah penggunaan paku keeling
untuk menyambung dua buah plat menjadi satu seperti pada gambar. Dimana
seperti yang telah dijelaskan tadi, bahwa paku keeling mempunyai shank dan
head. Shank dapat terbentuk seperti head sesudah di pukul/dibentuk dengan ball
peen hammer.

Page 88 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Pada pekerjaan skala besar maka dapat dilakukan dengan membuat tool
mirip ball peen hammer. Seperti fasteners yang lain paku keeling juga ukuran-
ukuran tertentu dengan variasi kepala berbeda-beda. Dasar ukuran paku keeling
diatur dari 3/33 inch hingga 1 inch atau 1 sampai 36 mm dalam diameter dan
panjang. Paku keeling 7/8 inch (22 mm) diameternya masih dapat dilakukan
dengan pemukulan. Tetapi hal ini juga melihat kondisi plat yang dikeling. Bila
tebal tidak menjadi masalah akan tetapi bila tipis (misalnya aluminium) jangan
dilakukan pemukulan. Di bawah ini berbagai jenis paku keeling dengan variasi
headnya.

1. BLIND RIVETS
Manfaat dari fasteners ini hanya untuk pekerjaan-pekerjaan kecil dengan
plat yang tipis saja. Dalam hal ini paku keeling tidak mungkin dipukul. Biasanya
lubang yang dimasuki tidak tembus. Misalnya seperti yang terlihat pada gambar.
Karena kita tidak dapat melihat sisi balik dari lubang, maka harus menggunakan
special tool. Salah satu type dasar penggunaan serta pemasangan keeling
tersebut harus disesuaikan dengan komponen yang mau dikeling.
Setelah keeling dipasang tekanlah gagang special tool tersebut paku
keeling akan mengencang dengan sendirinya.

Page 89 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Bentuk lain dari blind rivet ini ada yang mempunyai batang dapat mekar
apabila shank dipukul dengan hammer, sebagai pengganti pukulan balik seperti
pukulan biasa. Sewaktu shank dipukul maka stem akan terdorong ke bawah.
Karena benda ini sangat solid maka perkembangannya tidak mungkin melar
tetapi mekar ke semua sisi. Karena mengembang maka mendorong balik dan
menjepit plat.

XXXIV. CLAMP (PENGIKAT)


Benda ini juga dapat dikatakan fasteners. Mudah penggunaannya dan
tidak memerlukan perhitungan yang sulit. Bahan terbuat dari baja tipis sehingga
dapat dibelokkan sesuai dengan jenis komponen yang akan diikat. Kita dapat
mengikatnya dengan bantuan kunci umum (ring maupun double end) serta dapat
pula mengikat dengan blade screw driver. Dalam p[emasangannya clamp ini
menahan vibrasi. Maka dari pengecekan setiap kesempatan harus dilakukan
untuk menjaga kekendoran.
Yang perlu diperhatikan dalam pengikatan adalah jangan sampai
memasang clamp yang berlebihan torsinya. Sebab screw dan external thread
pada clamp akan los/dol. Clamp hanya dapat dipasang pada hose yang
bertekanan rendah. Jangan menggunakan clamp ini manakal di dalam hose ada
tekanan tinggi. Bentuk-bentuk clamp dapat dilihat di bawah ini

Page 90 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

WIRE ROPE CLAMP


Pada masa-masa sekarang, wire rope (seling) semakin banyak digunakan
di berbagai pekerjaan pengangkatan. Untuk membentuk seling agar dapat
dijadikan sebagai media pengikat ataupun penagangkat juga digunakan clamp.
Anda dapat melihat contoh gamabr di bawah nanti. Dalam mengikat nut clamp ini
harus benar-benar kuat. Bila perlu diberi clamp ganda seperti pada gambar.
Selain menambah kekuatan ikatan juga sangat safety. Jika ternyata terdapat
pemasangan clamp hanya satu buah, maka anda jangan menggunakan untuk
pengangkatan benda yang berat.

Untuk menghindari kerusakan mata seling anda dapat menggunakan


pengaman pada tengah lingkaran seling yang diclamp tersebut. Benda tersebut
disebut eye.
Perhatian:
Jangan menggunakan seling yang sudah terkoyak, menurut penelitian, seling
yang matanya sudah putus tidak terjamin kekuatannya. Selain itu juga dapat
menusuk tangan kita, karena mata seling mengandung korosi, hal ini dapat
menimbulkan penyakit.

Page 91 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Karena sling dipakai sebagai media pengangkatan benda-benda berat,


maka pastikan bahwa sebelum memakainya harus benar-benar di periksa
kondisinya. Selain memeriksa apakah ada mata/seratnya terkoyak, juga
hendaknya kemampuan harus disesuaikan dengan beban yang diangkatnya.
Dengan demikian, factor safety adalah yang utama.

XXXV. METRIC (SI) MEASUREMEN

Pengukuran metrik pada era sekarang sangat popular digunakan. Tetapi


terkadang, justru kita kuran mengenal pengukuran conventional. Dalam hal ini
adalah satuan imperial. Mengapa demikian? Sebabnya adalah akibat pengaruh
besar produk yang kita pakai berasal dari negara mana. Jadi dari mana produk
tersebut berasal, itulah yang mempengaruhi pengetahuan kita mengenai
pengukuran. Untuk itu seharusnya langkah pertama yang harus kita lakukan
adalah mengenal kemudian memahami mengenaisatuan yang sering dipakai
pada pabrik yang kita miliki.
Sebagai contoh apabila kita membeli/menangani produk Hitachi, maka
pahamilah metrik Jepang. Karena ada perbedaan metrik internasional. Misalnya
untuk satuan torsi dalam metrik internasional adalah Newton meter. Tetapi kita
sering mendapatka satuan kilograma meter dan masih banyak yang lain.
Apabila kita membeli prodik Caterpillar, maka harsu banyak mengerti satuan

Page 92 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
conventional dan sebagainya. Sebagai bahan pedoman anda dapat menyimak
table di bawah ini dengan baik:

Ada beberapa satuan pengukuran imperial yang anda barangkali belum


pernah mempelajari atau mengenalnya. Satuan itu terdiri dari satuan berat dan
satuan panjang.

Page 93 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development
Untuk satuan yang ada pada metrik, rasanya sudah banyak yang anda
kenal dan pelajari. Sebagai tambahan dari pengetahuan kita mengenai
pengukuran, marilah kita artikan satuan di bawah ini.

SATUAN PENGUKURAN BERAT

Pengukuran satuan ini dapat kita jadikan patokan apabila anda menemui
berbagai kesulitan di lapangan, sebagai media perbandingan dengan
pengukuran metric yang anda ketahui.

SATUAN PENGUKURAN PANJANG

SATUAN PENGUKURAN PANJANG (METRIC)

Page 94 of 95
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk.
Technical Training & Development

Page 95 of 95