You are on page 1of 155

Kesehatan Mental

Bagian Petama

Ruang Lingkup Kesehatan Mental

A. Pengertian Kesehatan Mental
Secara etimologis, kata “mental” berasal dari kata latin, yaitu “mens”
atau “mentis” artinya roh, sukma, jiwa, atau nyawa. Di dalam bahasa Yunani,
kesehatan terkandung dalam kata hygiene, yang berarti ilmu kesehatan. Maka
kesehatan mental merupakan bagian dari hygiene mental (ilmu kesehatan
mental).1
Menurut Kartini Kartono dan Jenny Andary dalam Yusak, ilmu kesehatan
mental adalah ilmu yang mempelajari masalah kesehatan mental/jiwa, yang
bertujuan mencegah timbulnya gangguan/penyakit mental dan gangguan
emosi, dan berusaha mengurangi atau menyembuhkan penyakit mental, serta
memajukan kesehatan jiwa rakyat.2
Sebagaimana seorang dokter harus mengetahui faktor-faktor penyebab
dan gejala-gejala penyakit yang diderita pasiennya. Sehingga memudahkan
dokter untuk mendeteksi penyakit dan menentukan obat yang tepat. Definisi
mereka berdua menunjukan bahwa kondisi mental yang sakit pada
masyarakat dapat disembuhkan apabila mengetahui terlebih dulu hal-hal yang
mempengaruhi kesehatan mental tersebut melalui pendekatan hygiene
mental.
Dalam perjalanan sejarahnya, pengertian kesehatan mental mengalami
perkembangan sebagai berikut :
1. Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari gangguan dan
penyakit jiwa (neurosis dan psikosis). Pengertian ini terelihat sempit, karena
yang dimaksud dengan orang yang sehat mentalnya adalah mereka yang tidak
terganggu dan berpenyakit jiwanya. Namun demikian, pengertian ini banyak
mendapat sambutan dari kalangan psikiatri3.
Kembali pada istilah neurosis, pada awalnya kata tersebut berarti
ketidakberesan dalam susunan syaraf. Namun, setelah para ahli penyakit dan
ahli psikologi menyadari bahwa ketidakberesan tingkah laku tersebut tidak
hanya disebabkan oleh ketidakberesan susunan syaraf, tetapi juga
1
Yusak Burhanuddin, Kesehatan Mental ( Bandung: CV Pustaka Setia, 1999), h.9

2
Lihat Ibid., h.9-10
3
Sururin, Ilmu Jiwa Agama (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2004), h. 142

1

Kesehatan Mental
dipengaruhi oleh sikap seseorang terhadap dirinya sendiri dan terhadap orang
lain, maka aspek mental (psikologi) dimasukkan pula dalam istilah tersebut.4
2. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri, dengan
orang lain dan masyarakat serta lingkungan di mana ia hidup. Pengertian ini
lebih luas dan umum, karena telah dihubungkan dengan kehidupan sosial
secara menyeluruh. Dengan kemampuan penyesuaian diri, diharapkan akan
menimbulkan ketentraman dan kebahagiaan hidup.
3. Terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi
jiwa serta mempunyai kesanggupan untuk mengatasi problem yang biasa
terjadi, serta terhindar dari kegelisahan dan pertentangan batin (konflik).
4. Pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan
meningkatkan potensi, bakat dan pembawaan semaksimal mungkin, sehingga
membawa kebahagiaan diri dan orang lain, terhindar dari gangguan dan
penyakit jiwa.
Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa orang yang
sehat mentalnya adalah orang yang terhindar dari gangguan dan penyakit
jiwa, maupun menyesuaikan diri, sanggup menghadapi masalah-masalah dan
kegoncangan-kegoncangan yang bias, adanya keserasian fungsi jiwa, dan
merasa bahwa dirinya berharga, berguna, dan berbahagia serta dapat
menggunakan potensi-potensi yang ada semaksimal mungkin.5
Kesehatan mental (mental hygiens) adalah ilmu yang meliputi sistem
tentang prinsip-prinsip, peraturan-peraturan serta prosedur-prosedur untuk
mempertinggi kesehatan ruhani.6 Menurut H.C. Witherington, kesehatan
mental meliputi pengetahuan serta prinsip-prinsip yang terdapat lapangan
Psikologi, kedokteran, Psikiatri, Biologi, Sosiologi, dan Agama7
Kesehatan Mental merupakan kondisi kejiwaan manusia yang
harmonis. Seseorang yang memiliki jiwa yang sehat apabila perasaan, pikiran,
maupun fisiknya juga sehat. Jiwa (mental) yang sehat keselarasan kondisi fisik
dan psikis seseorang akan terjaga. Ia tidak akan mengalami kegoncangan,
kekacauan jiwa (stres), frustasi, atau penyakit-penyakit kejiwaan lainnya.
Dengan kata lain orang yang memiliki kesehatan mental juga memiliki
kecerdasan baik secara intelektual, emosional, maupun spiritualnya.
Selanjutnya bila dicermati aktivitas manusia, ada yang selalu
bergembira dan berbahagia dan ada pula yang selalu mengeluh, merasa
gelisah dan bersedi hati, tidak cocok dengan orang lain, tidak bersemangat
serta tidak dapat memikul tanggung jawab. Gejala-gejala yang menggelisakan
itulah yang mendorong para ahli ilmu jiwa untuk berusaha menyelidiki faktor
4
Abdul Mujib, Fitrah & Kepribadian Islam: Sebuah Pendekatan Psikologis, (Jakarta: Darul Falah,1999), h.48
5
Lihat Sururin, op.cit., h. 144
6
Lihat dalam Jalaluddin, Psikologi Agama (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2004), h. 154
7
Ibid.

2

Kesehatan Mental
apa yang menyebabkan tingkah laku orang itu berbeda-beda, kendatipun
kondisinya sama. Dan juga apa penyebabnya ada orang yang tidak mampu
merasakan ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup ini. Usaha inilah
menurut Zakiah Darajat menimbulkan satu cabang disiplin ilmu dari ilmu jiwa,
yaitu kesehatan mental (Mental Hygiene).8
Memberikan definisi kesehatan mental tidaklah mudah. Dalam psikologi
mutakhir, kesehatan mental oleh berbagai aliran dimasukkan ke dalam suatu
cabang psikologi yang terkenal dengan nama Psikologi Kepribadian atau
Psikologi Syahsiyah. Secara singkat dapat dikatakan bahwa ada ciri-ciri
khusus yang dimiliki oleh manusia yang secara keseluruhan dapat
membedakan dengan orang lain. Ciri-ciri tersebut nampak dalam pola-pola
tingkah laku, keinginan-keinginan dan cara-cara untuk memuaskannya. Atau
berbagai pola-pola tingkah laku yang digunakan oleh seseorang untuk
bergerak terhadap perangsang-perangsang yang dihadapinya, baik pola-pola
itu merupakan ekspressi melalui wajah atau gerak jasmaniah ataupun
merupakan ucapan kata-kata ataupun cara berfikir. Kadang juga kesehatan
mental itu diartikan dengan kebahagiaan di dunia.9
Kesehatan mental adalah terjemahan dari Hygiene dan mens atau
mentis. Hygiene berasal dari kata Hygeia bahasa Yunani yaitu nama dewi
kesehatan Yunani yang artinya kesehatan mental. Sedang mental berarti jiwa,
nyawa, sukma, roh, semangat. Dengan demikian kesehatan mental adalah jiwa
yang sehat. Ilmu kesehatan mental adalah ilmu kesehatan jiwa yang
memasalahkan kehidupan kerohanian yang sehat, dengan memandang pribadi
manusia sebagai satu totalitas psiko-fisik yang kompleks.10
Seseorang dikatakan sehat mentalnya bila terjalin secara harmonis
antara fungsi-fungsi psikisnya dengan fungsi-fungsi pisiknya. Atau orang yang
memiliki ketenteraman, kedamaian, ketenangan dan kestabilan hidupnya.
Hal-hal yang dilakukan dalam kesehatan mental adalah agar seseorang
mendapatkan keseimbangan jiwa, menegakkan kepribadian yang terintegrasi
dengan baik, serta mampu memecahkan segala kesulitan hidup dengan
kepercayaan diri dan keberanian. Kesemuanya itu bertujuan agar seseorang
memiliki dan membina jiwa yang sehat, berusaha mencega kepatahan jiwa,
mencegah berkembangnya macam-macam penyakit mental dan sebab

8
Zakiah Darajat, Kesehatan Mental (Cet.XVIII; Jakarta: CV.Haji Masagung,, 2005 ), h. 11
9
Lihat Hasan Langgulung, Teori-Teori Kesehatan Mental (Cet.I; Jakarta: Radar Jaya Offset Jakarta, 1986),h.
295
10
Lihat Kartini Kartono, Hygiene Mental dan Kesehatan Mental Dalam Islam (Cet.VI; Bandung, CV Mandar
Maju, 1989), h.3-4

3

cit. h. Itu dengan cara bertingkah laku seperti orang lain. h. Atau pertarungan yang timbul antara alat-alat ini dan tuntutan-tuntutan realitas (Freud).cit. karena ingin mengurangi atau menghilangkan rasa tidak enak. Kedua. Teori Psikoanalisa. h. sebagai suatu konsep toritik dalam ilmu perilaku yang menjelaskan struktur dan dinamika kepribadian manusia. Dalam kaitan ini akan dikemukakan beberapa teori yang menyangkut mental manusia diantaranya. Inilah yang dimaksud dengan identifikasi. Teori Psikoanalisa Para penganut Psikoanalisa berpendapat bahwa kesehatan mental yang wajar terletak pada kesanggupan ”Aku yang Agung” untuk membuat sintesis antara berbagai alat-alat diri dan tuntutan masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.15 Seorang tokoh dari aliran ini bernama Carl Gustav Jung juga semula murid Freud tidak berbicara tentang mental kepribadian. Jakarta CV. 13 Ibid. Ketiga. op. 1987).14 Kemudian Psikoanalisa sering ditafsirkan dalam tiga batas pengertian. 11 a. h.. Psikologi Kepribadian (Cet. 19 14 Sumardi Suryabrata.13 Selanjutnya beliau mengatakan bahwa perkembangan mental adalah belajar mempergunakan cara-cara baru dalam mereduksikan tegangan yang timbul karena individu menghadapi berbagai hal yang dapat menjadi sumber tegangan (tension) dan hal yang dapat menimbulkan tegangan atau rasa tidak enak. Kritik dan Titik Temu dengan Psikologi Islami” dalam Metodologi Psikologi Islami (Cet. Sumintradja “Konsep Manusia Menurut Psikoanalisa: Eksplansi.Kesehatan Mental musabab timbulnya penyakit tersebut serta mengusahakan penyembuhan dalam stadium permulaan Kesehatan mental adalah salah satu cabang dalam psikologi. 18-19. 23 4 . Tetapi mereka berpendapat bahwa manusia hanya sanggup mencapai sebagian saja kesehatan mentalnya.. h. op. Eksistensialisme dan Teori Humanistic. ”sebab manusia tidak sanggup mncapai kebahagiaan dan kemajuan sekaligus”. Akulah yang bertanggung jawab untuk memuaskan dorongan-dorongan si Dia tanpa menentang tuntutan-tuntutan realitas. Jadi konsep kepribadian dalam teori ini diawali dengan pendapat Sigmund Freud tentang kehidupan manusia yang dikuasai oleh alam ketidaksadarannya. Sering kali individu belajar. 77 12 Hasan Langgulung. 2000). tetapi berbicara 11 Sumardi Suryabrata. suatu bentuk psikoterapi bagi gangguan jiwa. 78 15 Lihat Elmira N. Rajawali. Oleh karena itu pembicaraan tentang teori-teori dalam kesehatan mental tidak dapat dipisahkan dengan teori-teori dalam psikologi.12 Freud berpendapat bahwa kesehatan mental tentang manusia dimana manusia bertarung terus menerus dengan kandungan-kandungan si ”Dia” dan tuntutan-tuntutan realitas dengan si ”Aku” harus menyelesaikan pertarungan itu. Pertama. I. Behaviorisme. sebagai suatu teknik untuk menelusuri pikiran- pikiran dan perasaan-perasaan tak sadar manusia.II.

h. h..cit. Teori ini tidak mengakui konsepsi ketidaksadaran/kesadaran yang menjadi inti dari psikoanalisa.. op.E. Jadi Psike dapat diartikan kepribadian.Koesma “Konsep Manusia Menurut Psikologi Behavioristik: Kritik dan Kesejalanan dengan Konsep” dalam Metodologi. (b) mempelajari pola-pola tingkah laku yang tidak sesuai atau penyakit. h. Adapun yang dimaksud dengan psike oleh Jung ialah segala peristiwa psikis. From Morality to Mental Health Virtue and Vice in a Therapeutic Culture (Oxford: Oxford University Press. 23. 5 .56. Susunan itulah yang menentukan tingkah laku seseorang dan membedakan kepribadian dari orang lain.Martin.16 18 Lihat Rismiyati. Menurut Jung kepribadian itu sendiri terdiri dari dua alam yaitu : alam sadar dan alam tidak sadar. 111 17 Mike W. yaitu proses kepribadian (personality). 19 Hasan Langgulung.16 b. Olehnya itu ditekankan pentingnya faktor-faktor lingkungan yang dihadapi oleh seseorang dalam perkembangannya. aktif dan berhasil 16 Sumardi Suryabrata. 2006). namun lebih memandang aspek stimulus lingkungan yang bisa membentuk perilaku manusia dangan sesuka hati lingkungan eksternal itu. Teori ini menguatkan pentingnya faktor lingkungan yang dihadapi seseorang dalam hidupnya. 17 Penganut aliran ini berpendapat bahwa mempelajari pengalaman pribadi tentang asosiasi bebas atau tafsiran mimpi tidak akan memberikan fakta-fakta ilmiah yang dapat diterima. Kesadaran mempunyai dua kelompok yaitu fungsi jiwa dan sikap jiwa yang keduanya mempunyai peranan masing-masing dalam orientasi manusia terhadap dunianya.cit.18 Kebiasaan merupakan konsep dasar pada teori tentang tingkah laku. baik yang disadari maupun yang tidak disadari.19 Pendeknya teori ini memandang manusia sebagai satu susunan tertentu yang terdiri dari kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh dan dipelajarinya.. Sedang kepribadian itu adalah susunan tertentu yang terdiri dari kebiasaan.Kesehatan Mental tentang psike. dan kegoncangan emosi dan sosial adalah hasil dari salah satu faktor dari: (a) kegagalan mempelajari atau memperoleh tingkah laku yang sesuai. Teori Behaviorisme Behaviorisme dianggap sebagai reaksi terhadap teori psikoanalisa. Aliran behaviorisme melahirkan pendekatan yang sangat kontradiktif dengan psikoanalisa yang memandang manusia sangat dipengaruhi oleh insting tak sadar dan dorongan-dorongan nafsu rendah.h. Jika seorang telah memperoleh kebiasaan yang sesuai dengan budaya masyarakatnya dan menolong untuk hidup dengan dinamis. op cit.op. karena sukar membuktikan kebenaran persyaratan ini. yakni ia mempelajarinya. Seseorang memperoleh kebiasaan- kebiasaannya. dan (c) seseorang menghadapi suasana- suasana pertarungan yang menghendaki ia untuk membedakan dan mengambil keputusan dimana ia merasa tidak sanggup mengerjakannya.

karena tergantung dari perlakuan yang diberikan lingkungan kepadanya.h.30-31 dan Rasmiyati. Kritiknya adalah mengapa konsepsi tentang perilaku manusia harus dibangun pemahamannya melalui studi manusia yang tidak sehat mental dan manusia yang dapat dibentuk seenaknya seperti tanah liat oleh lingkungannya? Bukankah manusia adalah mahkluk yang bebas menentukan perkembangan dirinya menjadi sehat mental bila ia mendapat kesempatan. maka kesehatan mentalnya adalah buruk atau goncang emosinya. dan bahwa ia bebas untuk mencapai apa yang ia kehendaki dengan cara yang dipilihnya. kecuali jika ia menghadapi dirinya dengan jujur dan amanah atau berdiri telanjang di depan cermin tanpa pakaian kepalsuan atau sarung dosa.h. menyadari potensi-potensinya. Manusia menikmati wujudnya berarti ia mengetahui arti wujud ini. 22 Elmira M. maka ia memiliki kesehatan mental yang wajar. 6 . Teori Eksistensialisme Kesehatan mental menurut teori ini adalah agar manusia menikmati wujudnya. 58. d.. 21 Ibid. c.41.op.Kesehatan Mental dengan orang-orang lain.21 Jadi aliran ini sangat pesimistis.cit. sebab mereka menyadari kesulitan yang dihadapi manusia untuk mencapai kesehatan mental yang wajar.h. ia berhasil mencapai susunan nilai-nilai tertentu yang akan menjadi bingkai kehidupannya..h. dan akhirnya ia kembali dari pengasingannya kepada ketentramannya.24.Sumintradja. sehingga ia dapat berperilaku optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya?22 Selanjutnya teori ini mengemukakan bahwa individu-individu dengan seluruh kompleksitasnya dan segi pandangan ini diringkaskan dengan istilah ”personologi”. Manusia tidak sanggup mencapai itu. Manusia dapat dikatakan pasif.cit. Wujudnya pertentangan ini salah satu ciri-ciri kehidupan ini.20 Dengan demikian dapat dipahami bahwa teori behaviorisme sangat mengagungkan pengaruh lingkungan dalam membentuk perilaku manusia. terutama dalam kehidupan yang tidak punyakeamanan dan ketentraman.. Teori Humanistik (kemanusiaan) Teori Humanistik merasa kurang puas dengan eksplanasi tentang perilaku manusia menurut psikoanalisa dan behavorisme.. Begitu juga ia menyadari segi-segi kelemahannya dan menerimanya. Sebaliknya.op. Ia menyadari sifat-sifat hidup yang mengandung pertentangan-pertentangan. yang diciptakan oleh Murray (1983) untuk memberi usaha- usahanya sendiri dan usaha orang-orang lain yang memiliki keprihatinan 20 Lihat Ibid. jika ia gagal memperoleh kebiasaan atau ia memperoleh kebiasaan yang tidak sesuai dengan kebiasaan yang disetujui oleh masyarakat.

Keterlepasan dari teori-teori tersebut di atas. kesanggupan menyesuaikan diri dengan kehidupan yang akan membawa kepada pemuasan pribadi. h. Semakin sanggup seseorang hidup bersama dengan orang lain dan memuaskan kebutuhan-kebutuhannya tanpa membangkitkan kemarahan mereka. manusia harus menyatu dengan orang lain. Handbook of The Psychology of Religion and Spirituality (New York: The Guilford Press. seperti pendapat Boehm (1955) yang mengatakan bahwa kesehatan mental adalah keadaan dan paras dinamisme seseorang dari segi sosial yang membawa kepada pemuasan kebutuhan-kebutuhan. 299. sebagian menggunakan istilah penyesuaian dan yang lain menggunakan penyesuaian terpadu.cit.cit..op. Agar dapat survive. 167 dan lihat Hasan Langgulung.h.Paloutzian Crystal L.167 7 .op. mereka terisolasi dan kesepian. Muqaddimah fi al-Sihhah al-Nafsiyah (Kaheran: Dar an-Nahdah al’Arabiyah.Kesehatan Mental mendalam untuk memahami individu secara penuh. 26 Raymond F. Definisi-definisi kesehatan mental yang diungkap secara umum dengan menggunakan berbagai konsep. tetapi sebenarnya berupaya untuk mengintegrasikan segi yang bermanfaat. Shoben (1965) berbeda sedikit dengan apa yang dikemukakan oleh Kilander. 2005).Salam Abd Gaffar.26 23 Sumadi Suryabrata. kemampuan dan kebahagiaan yang wajar bagi seseorang..Park.h. ada yang memberikan definisi kesehatan mental sebagai penyesuaian sosial seseorang.24 Jadi teori humanistik tidak menolak mentah-mentah konsep yang mendukung mazhab atau teori sebelumnya. dan dapat diterapkan bagi kemanusiaan. op. 25 Lihat Abd.cit. 1977).25 Selanjutnya ada beberapa tokoh yang memberikan definisi kesehatan mental sebagai berikut: Kilander (1965) mengatakan kesehatan mental seseorang dapat diukur dengan mengetahui sejauh mana ia dapat memberi pengaruh pada lingkungannya.126. 24 Paulus Budiharjo. rasa tanggung jawab pribadi. Definisi ini didasarkan atas asumsi bahwa orang yang hidup bersama dengan orang lain karena bertujuan memuaskan berbagai kebutuhannya. Jadi yang dimaksud kesehatan mental di sini adalah keadaan seseorang yang menentukan dinamisme sosialnya. menaruh perhatian pada berbagai nilai- nilai terutama nilai-nilai demokrasi. Secara konsisten ia menekankan lainnya dalam pribadi berhubungan dengan fungsi yang lain. dan ada pula yang menggunakan konsep keterpaduan. rasa tanggung jawab sosial. 23 Manusia tidak dapat menyatu dengan alam. maka itulah tanda baiknya penyesuaiannya dan selanjutnya menjadi bukti kesehatan mentalnya yang wajar. bermakna.62.. Ia berbicara tentang penyesuaian terpadu yang ditentukan oleh berbagai sifat seperti kesanggupan menjaga diri. h.

di antaranya adalah kejujuran kepada diri sendiri dan kepada orang lain. kesanggupan memikul tanggung jawab pekerjaan dan keputusan serta keseimbangan emosi. sebab fungsi kehidupan psikologis dengan berbagai unsurnya adalah penyesuaian seseorang dengan suasana lingkungan sosial dan pisik.28 Maslow (1972) menyatakan indikator terhadap kesehatan mental yang wajar adalah bahwa orang itu adalah manusia yang sempurna sebab ia bertalian dengan sejumlah nilai-nilai. Usus al-Sihhah al-Nafsiyah (Kairo: Dar al-Nahdah al-Misriyah. 1970).‘Amal al-Madrasi (Kairo: al-Nahdah al-Misriyah. kenikmatan seseorang menikmati hubungan-hubungan sosialnya. Magarius (1974) menyatakan berbagai gejala aktivitas psikologis. Menurut beliau kesehatan mental adalah kesediaan seseorang menerima kesanggupannya secara realistik.80. menunaikan kerja yang harus ditunaikannya. Itu dapat dicapai melalui falsafah agama atau sosial atau moral. yang dianggap merupakan tanda-tanda kesehatan mental yang wajar. keberanian menyatakan apa yang dianggap benar. dan tujuannya adalah pemuasan kebutuhan-kebutuhan manusia. kesanggupan menghadapi kekecewaan-kekecewaan hidup sehari-hari. kegembiraan hidup secara umum. Bebasnya seseorang dari pertarungan kerisauan dan keragu-raguan yang diakibatkannya. h. Di sisi lain pemaduan yang dimaksud beliau adalah penyesuaian yang sempurna di antara berbagai fungsi-fungsi psikologis dan bebasnya manusia dari pertarungan dari dalam. 73. atau moral supaya ia dapat merasakan kebahagiaan. . Gejala-gejala kesehatan mental pada definisi ini bukan hanya terbatas pada penyesusian psikologis seseorang. 8 . bekerja keras. kejayaan seseorang dalam pekerjaannya dan kerelaannya terhadap kerja tersebut.27 Definisi ini menonjolkan pentingnya seseorang berpegang pada falsafah agama. ketetapan sikap. . sosial. selalu mengejar tujuan yang mulia dan kebutuhan-kebutuhan serta keingingan- keinginannya tidak bertentangan dengan kemaslahatan kemanusiaan. itulah syarat pertama kesehatan mental. mengetahui siapa dirinya. h.Kesehatan Mental Al-Qoussy (1970) mengatakan bahwa kesehatan mental adalah perpaduan antara berbagai fungsi-fungsi psikologis dengan kesanggupan menghadapi krisis-krisis psikologis yang biasa menimpa manusia dan dengan perasaan positif terhadap kebahagiaan dan kepuasan. apa yang disukainya. dan kemampuannya menyelesaikan pertarungan itu bila ia terjadi. al-Sihhah al-Madrasiyah wa al. 274 28 Lihat Magarius. Dan orang yang betul-betul bahagia adalah yang memiliki pribadi yang kuat. Istilah perpaduan dimaksudkan pengumpulan unit-unit kecil ke dalam jumlah besar untuk membentuk unit yang lebih besar. apa keinginannya. mengetahui 27 Lihat Al-Qoussy. 1974). kesanggupan memuaskan kebutuhan-kebutuhan dan motif-motif.

The Further Reaches of Human Nature (New York: The Viking Press. .cit. bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari penyakit. cacat dan kelemahan (Smeet.29 Zakiah Darajat memberikan pengertian kesehatan mental sebagai berikut: 1. op.Kesehatan Mental apa yang baik baginya . 304 30 Lihat Zakiah Darajat. fisioterapi. 6 9 . maka muncul pula pengertian mengenai kesehatan dalam beragam ungkapnya.. Adapun pengertian tentang kesehatan dalam indeks buku The International Dictionary Of Medicine and Biology (Freund. Kesehatan mental adalah pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi. Pengertian sehat atau kesehatan menurut dokter mungkin sedikit banyak akan berbeda dengan perawat. 45-51 dan lihat dalam Hasan Langgulung.1991) mendefinisikan kesehatan sebagai suatu kondisi yang dalam keadaan baik dari suatu organisme atau bagiannya yang dirincikan oleh fungsi yang normal dan tidak adanya penyakit. 3. sehingga membawa kepada kebahagiaan diri dan orang lain serta dari gangguan-gangguan dan penyakit jiwa 4. h. h. Kesehatan mental adalah terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi- fungsi jiwa. dan menerima itu semua tanpa menggunakan cara membela diri yang bertujuan merusak fakta yang sebenarnya. Kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan dimana dia hidup dan berinteraksi.30 Jadi dalam hal ini Kesehatan mental adalah keserasian atau kesesuaian antara seluruh aspek psikologis yang dimiliki oleh seseorang untuk dikembangkan secara optimal agar individu mampu melakukan kehidupan- kehidupannya sesuai dengan tuntutan-tuntutan atau nilai-nilai yang berlaku secara individual. Model-model kesehatan itu antara lain model barat dan model timur. mental (rohani) dan sosial.cit. . op. Kesehatan mental adalah terhindarnya orang dari gejala-gejala gangguan jiwa (neurose) 2. meskipun mereka bersama-sama mengabdi pada bidang kesehatan. Dari pemikiran tersebut di atas. Menurut Eisenberg (Helman. serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem- problem biasa yang terjadi dan merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan diri. 1990) yang dimaksud dengan model adalah cara 29 Lihat Maslow. WHO mendefinisikan kesehatan sebagai keadaan (status) sehat utuh secara fisik. kelompok maupun masyarakat luas sehingga sehat baik secara mental maupun secara sosial. 1972). h. Pembahasan mengenai konsep kesehatan lebih difokuskan pada model-model kesehatan yang muncul. 1994). bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin. apoteker atau tenaga paramedis lainnya.

Sementara menurut arti luas pandangan holistis menyadari bahwa sistem tersebut merupakan suatu bagian integral dari sistem-sistem yang luas dimana organisme individu berinteraksi terus menerus dengan lingkungan fisik dan sosialnya yaitu tetap terpengaruh oleh lingkungan.Melihat tubuh sebagai suatu mesin. 4. Model kesehatan barat dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu model biomedis atau sering disebut sebagai model medis ( Joesoet. 1990. tapi juga harus dilihat dari segi spiritual dan agama. melainkan patut pula dilihat sejauh mana seseorang itu mampu menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri dan lingkungannya. 5. 1991. Jadi seseorang yang sehat mentalnya tidak hanya sebatas pengertian terhindarnya dia dari gangguan dan penyakit jiwa baik neurosis maupun psikosis. 1.Dana Bhakti Prima Yasa. 2. serta sanggup mengaktualisasikan potensi dirinya untuk mencapai kebahagiaan. Asumsi ini merupakan kelanjutan dari asumsi bahwa tubuh adalah suatu mesin yang perlu mendapatkan pemeliharaan. What Price the Moral High Ground ? Ethical Dilemmas in Competitive Environments (Oxford: Princeton University Press. Model biomedis (Freud. Al-Quran Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa (Cet. 2004). 1991) memiliki 5 asumsi. 413. 1993) sedangkan model kesehatan timur umumnya disebut model kesehatan holistik (Joesoet. Helman. 7 32 Lihat Dadang Hawari.Bahwa penyakit dapat direduksi pada gangguan fungsi tubuh. model spikiatris (Helman. 1990.Keyakinan bahwa setiap penyakit disebabkan oleh suatu agen khusus yang secara potensial dapat didefinisikan. yaitu : Bio-psiko-sosial-spiritual. 1990) dan model psikosomatis (Tamm. Model psikosometik menyatakan penyakit berkembang melalui saling terkait secara berkesinambungan antara faktor fisik dan mental yang saling memperkait satu sama lain melalui jaringan yang kompleks. Seseorang dikatakan sehat tidak cukup dilihat hanya dari segi fisik.XI. h. Jakarta: PT. mampu mengharmoniskan fungsi-fungsi jiwanya. 2004). sanggup mengatasi problem hidup termasuk kegelisahan dan konflik batin yang ada.32 31 Robert H. Inilah yang kemudian disebut Dadang Hawari sebagai dimensi sehat itu.Kesehatan Mental merekonstruksi realita. Holisme dalam arti yang sempit melihat organisme manusiawi sebagai suatu sistem kehidupan yang semua komponennya saling terkait dan saling tergantung. 1990) yang menekankan pada keseimbangan (Helman.1990). memberikan makna kepada fenomena-fenomena alam yang pada dasarnya bersifat chaos.Terdapat perbedaan yang nyata antara tubuh dan jiwa sehingga penyakit diyakini berada pada suatu bagian tubuh tertentu.Frank. entah secara biokimia atau neurofisiologi. 1993). Tamm.Konsep bahwa obyek yang perlu diatur dan dikontrol. Freund. psikologis dan sosial saja.31 3. h.415 10 .

Aktualisasi diri. yaitu : 1. Mempunyai self image atau gambaran dan sikap terhadap diri sendiri yang positif. Menemukan minat dan kepuasan atas pekerjaan yang dilakukan 6. Kesalahan mental dapat memberikan dampak terhadap kehidupan sehari-hari atau masa depan seseorang termasuk anak-anak dan remaja. 7. 5. berikut ini akan diuraikan mulai dari masa pra ilmiah sampai dengan sekarang. 2. Jadi dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri kesehatan mental itu dikelompokkan kedalam enam kategori. Era pra Ilmiah a. 2. kadang-kadang keadaan mentalnya sangat sehat. Mampu mengaktualisasikan secara optimal guna berproses mencapai kematangan. Seseorang dapat berusaha memelihara kesehatan mentalnya dengan menegakkan prinsip- prinsipnya dalam kehidupan. yaitu:1. Sejarah Kesehatan Mental Seperti kesehatan fisik. Mampu mengadakan integrasi dengan fungsi-fungsi yang psikis 4. seseorang membutuhkan pertolongan orang lain untuk mengatasi masalah yang dihadapinya tersebut. 4. mungkin dalam hidupnya mengalami kedua sisi rentangan tersebut. B. Memiliki falsafah atau agama yang dapat memberikan makna dan tujuan bagi hidupnya. Merawat dan melindungi kesehatan mental anak-anak merupakan aspek yang sangat penting yang dapat membantu perkembangan anak yang lebih baik di masa depan. Kepercayaan Animisme 11 . Memiliki interaksi diri atau keseimbangan fungsi-fungsi jiwa dalam menghadapi problema hidup termasuk stress. 2. Sebagai ilmu pengetahuan cabang dari ilmu psikologi yang bertujuan mengembangkan potensi manusia seoptimal mungkin dan menghindarkannya dari gangguan dan penyakit kejiwaan. Pada saat mengalami masalah kesehatan mental. Mampu berotonom terhadap diri sendiri (Mandiri). 3. Mawas diri atau memiliki kontrol terhadap segala kegiatan yang muncul 8. Setiap orang. Mampu menselaraskan kondisi lingkungan dengan diri sendiri. kesehatan mental merupakan aspek sangat penting bagi setiap fase kehidupan manusia. Mampu bersosialisasi dan menerima kehadiran orang lain 5. Sebagai kondisi atau keadaan sebagaimana gambaran di atas. Memiliki sikap batin (Attidude) yang positif terhadap dirinya sendiri. 1. Untuk mengetahui sejarah kesehatan mental. Memiliki perasaan benar dan sikap yang bertanggung jawab atas perbuatan-perbuatannya. tetapi di lain waktu justru sebaliknya.Kesehatan Mental Istilah kesehatan mental sendiri memperoleh pengertian yang beragam seiring perkembangannya: 1. 3. Memiliki persepsi yang obyektif terhadap realitas yang ada serta 6. Kesehatan mental terentang dari yang baik sampai dengan yang buruk.

Para pasien yang telah dirantai selama 20 tahun atau lebih. para pasiennya (yang maniac) dirantai. dan kurang mengetahui 33 Lihat dalam Ibid. dan memicu bau yang amis. sistim atau hantu sebagai penyebab sakit. 33 2. Akhirnya. dan pohon tumbuh karena pengaruh roh yang tinggal dalam benda-benda tersebut. akan tetapi anda tidak akan melihat roh. badan mereka dipandang sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. ada kepercayaan bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. seorang tabib dalam lapangan pekerjaan pemeriksaan atau pembedahan hewan. Hipocrates menolak pengaruh roh. maka anda akan menemukan otak yang basah. yaitu dengan menggunakan pendekatan ”Naturalisme”. Dia telah terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Orang yunani percaya bahwa gangguan mental terjadi karena dewa marah dan membawa pergi jiwanya. Seorang dokter Perancis. yaitu dari animisme (ir-rasional) dan tradisional ke sikap dan cara yang rasional (ilmiah). Di rumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai ”lunaties” (orang-orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyakit kegilaan tersebut. ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staf medis di rumah sakit Penisylvania. ombak mengalun. Era Ilmiah (Modern) Perubahan yang sangat berarti dalam sikap dan era pengobatan gangguan mental. 387-388 12 . dewa atau hantu yang melukai badan anda”. Dia menyatakan: ”Jika anda memotong batok kepala. pendekatan naturalistik ini tidak dipergunakan lagi di kalangan orang-orang Kristen. di antara mereka banyak yang berhasil. Untuk menghindari kemarahannya. b. Dia dan pengikutnya mengembangkan pandangan revolusioner dalam pengobatan. maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dari korban. dewa. Dalam perkembangan selanjutnya. Ide naturalistik ini kemudian dikembangkan oleh Galen. batu berguling.. Di rumah sakit ini. yaitu pada tahun 1783. Kemunculan Naturalisme Perubahan sikap terhadap tradisi animisme terjadi pada zaman Hipocrates (460-467). Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat politik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental atau fisik itu merupakan akibat dari alam. terjadi pada saat berkembangnya Psikologi Abnormal dan psikiatri di Amerika Serikat. mereka tidak menunjukkan lagi kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya sendiri. diikat di tembok dan di tempat tidur.Kesehatan Mental Sejak zaman dulu sikap terhadap gangguan kepribadian atau mental telah muncul dalam konsep primitif animeisme. Orang primitif percaya bahwa angin bertiup. h.

yaitu pada tahun 1796 di rumah mental. di Amerika Serikat didirikan 32 rumah sakit jiwa. yang menaruh perhatian terhadap orang-orang yang mengalami gangguan mental. Pada tahun 1909. Akhirnya. Dorthea Lynde Dix lahir pada tahun 1802 dan meninggal dunia tanggal 17 Juli 1887. karena jasa- jasanya itulah. Berkat usahanya yang tak kenal lelah.35 Perkembangan gerakan-gerakan dibidang kesehatan mental ini tidak lepas dari jasa Clifford Whittingham Beers (1876-1943). Rush melakukan usaha yang sangat berguna untuk memahami orang- orang yang menderita gangguan mental tersebut. op. Ilmu Jiwa Agama (Cet. pemikiran dan inspirasi para ahli. Sebagian perintis (pioner). Ruangan ini dibedakan untuk pasien wanita dan pria. Kemudian diperluas kepada para penderita gangguan mental yang dikurung di rumah-rumah penjara. Selama dekade 1900- 1909 beberapa organisasi kesehatan mental telah didirikan. Cara yang ditempuhnya adalah dengan melalui penulisan artikel-artikel dalam koran. Dia adalah seorang guru sekolah di Massachussets. Bahkan. selama 40 tahun dia berjuang untuk memberikan pengorbanan terhadap orang-orang gila secara lebih manusiawi. ceramah. gerakan kesehatan mental secara formal mulai muncul. Secara berkesenambungan.. Kedua orang ini banyak mendedikasikan hidupnya dalam bidang pencegahan gangguan mental dan pertolongan bagi orang-orang miskin dan lemah. dia dinobatkan sebagai ”The Founder Of The Mental Hygiene 34 Lihat dalam Maslow. pasien-pasien tersebut dikurung dalam sel yang kurang sekali alat ventilasinya. h. h. seperti: American Social Hygiene Associatin (ASHA). Rush mengadakan pengobatan kepada para pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja. rekreasi. 7-8 13 . dan mereka sekali- sekali digugur dengan air.XVIII. dalam hal ini terutama dari dua tokoh perintis.Kesehatan Mental bagaimana menyembuhkannya. dan pertemuan-pertemuan lainnya. yaitu Dorothea Lynde Dix dan Clifford Whittingham Beers. Perkembangan kesehatan mental dipengaruhi oleh gagasan.34 Perkembangan psikologi abnormal dan pskiatri ini memberikan pengaruh kepada lahirnya Mental Hygiene yang berkembang menjadi suatu ”Body Of Knowledge” berikut gerakan-gerakan yang teorganisir. Pekerjaan Dix ini merupakan faktor penting dalam membangun kesadaran masyarakat umum untuk memperhatikan kebutuhan para penderita gangguan mental. Usahanya mula-mula diarahkan pada para pasien mental di rumah sakit. Jakarta: Bulang Bintang. 313 35 Lihat dalam Zakiah Darajat. dimana dia layak mendapat pujian sebagai salah seorang wanita besar di abad 19. 2005). dan American Federation for Sex Hygiene. dan mencari kesenangan. setelah usaha itu dilakukan (selama 13 tahun).cit. Sebagai akibatnya.

Selama di rumah sakit. terutama kalangan para ahli. Adolf Mayer menyarankan untuk menamai gerakan itu dengan nama ”Mental Hygiene”. Begitu tertariknya terhadap gagasan Beers. Setelah dua tahun mendapatkan perawatan di rumah sakit dia mulai memperbaiki dirinya. Mengembangkan praktek-praktek untuk mencegah gangguan mental. pada tahun 1908 di menindaklanjuti gagasannya dengan mempublikasikan sebuah tulisan autobiografinya sebagai. yang berjudul ”A Mind That Found It Self”. 2. Belum lama setelah buku itu diterbitkan. Setelah dia kembali dalam kehidupan yang normal (sembuh dari penyakitnya). Selanjutnya dia merancang suatu program yang bersifat nasional yang bertujuan: 1. Kondisi seperti ini terjadi. seperti William James dan seorang Psikiatris ternama. Dedikasi Beers yang begitu kuat dalam kesehatan mental. 3. h. yaitu Adolf Mayer. Mendorong dilakukannya berbagai penelitian tentang kasus-kasus dan pengobatan gangguan mental. dia mulai mengembangkan gagasan untuk membuat suatu gerakan untuk melindungi orang-orang yang mengalami gangguan mental atau orang gila (insane). Kehadiran buku ini disambut baik oleh Willian James. yaitu pada 36 Lihat Ibid. Beers meyakini bahwa penyakit atau gangguan mental dapat dicegah atau disembuhkan. dan selama tahun terakhirnya sebagai pasien. Dalam buku ini. karena pada masa itu belum ada perhatian terhadap masalah gangguan mental. yang mempopulerkan istilah ”Mental Hygiene” adalah Mayer. Dia terkenal karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat manusiawi. dia memberikan koreksi terhadap program pelayanan. dipengaruhi juga oleh pengalamannya sebagai pasien di beberapa rumah sakit jiwa yang berbeda. dia mendapatkan pelayanan atau pengobatan yang keras dan kasar (kurang manusiawi).9 14 . 4. Disamping itu dia melupakan reformasi terhadap lembaga yang diberikan perawatan gangguan mental. apalagi pengobatannya. Melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat agar mereka memiliki pemahaman dan sikap yang positif terhadap para pasien yang mengidap gangguan atau penyakit jiwa. mantan penderita gangguan mental.36 Program Beers ini ternyata mendapat respon positif dari kalangan masyarakat. sebagai seorang pakar psikologi. Mereformasi program perawatan dan pengobatan terhadap orang-orang pengidap penyakit jiwa.Kesehatan Mental Movement”. Dengan demikian. perlakuan atau ”treatment” yang diberikan kepada para pasien di rumah sakit-rumah sakit yang dipandangnya kurang manusiawi..

Dokumen ini merupakan bluprint yang komprehensif. Beberapa tujuan yang terkandung dalam dokumen tersebut itu meliputi: Meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat Amerika Serikat. kesehatan masyarakat. h. Menyebarkan pengetahuan tentang kasus gangguan mental. melalui penelitian. Setelah perang usai. op. 317-318 38 Lihat dalam Yusuf Syamsu. 37 di sini Beers diangkat menjadi sekretarisnya. Terkait dengan perkembangan gerakan kesehatan mental ini. yang berisi program-program jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat. dan pengobatan terhadap para pengidap gangguan mental38 Pada tahun 1950 organisasi kesehatan mental terus bertambah. eksperimen penanganan kasus-kasus. ”National Mental Health 37 Bandingkan dengan Maslow. didirikan. meningkatkan studi tentang gangguan mental dalam segala bentuknya dan berbagai aspek yang terkait dengannya. dengan nama ”Connectievt Society For Mental Hygiene”. pencegahan dan pengobatannya dan mengkoordinasikan dengan lembaga-lembaga perawatan yang ada. menyusun standar perawatan para pengidap gangguan mental. Deutsch mengemukakan bahwa pada masa dan pasca Perang Dunia I. Organisasi ini bertujuan: Melindungi kesehatan mental masyarakat. investigasi. Memberikan latihan terhadap para personel tentang kesehatan mental.. diagnosis. Satu tahun kemudian. Mental Hygiene Perkembangan Kesehatan Mental dalam Kajian Psikologi dan Agama (Bandung: Pusta Bani Quraisy . Secara hukum. gerakan kesehatan mental ini mengkonsentrasikan programnya untuk membantu mereka yang mengalami masalah serius.cit. Membantu lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang melakukan kegiatan penelitian dan meningkatkan koordinasi antara para peneliti dalam melakukan kegiatan penelitian dan meningkatkan kegiatan dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitiannya. dan mengembangkan serta membantu negara dalam menerapkan berbagai metode pencegahan.2004). diagnosis dan pengobatan. yaitu ”National Committee For Mental Hygiene”. seperti: pendidikan. gerakan kesehatan mental semakin berkembang dan cakupan garapannya meliputi berbagai bidang kegiatan. yaitu dengan berdirinya ”National Association For Mental Health” yang bekerjasama dengan tiga organisasi swadaya masyarakat lainnya. industri. pengobatan umum. sebuah organisasi pertama. gerakan kesehatan mental ini mendapatkan pengukuhannya pada tanggal 3 Juli 1946. kriminologi dan kerja sosial. 5-8 15 . tepatnya pada tanggal 19 Februari 1909 didirikan ”National Community Society For Mental Hygiene”. yaitu ketika Presiden Amerika Serikat menandatangani ”The National Mental Health Act”.Kesehatan Mental tahun 1908. h.

Orang-orang yang selama ini dibilang gila dan tidak waras oleh masyarakat berkeliaran di pinggiran jalan dan menjadi obyek cemohan.cit. dinominasikan meraih piala Oscar. masyarakat menghardiknya sementara pemerintah pun menyingkirkannya. gara-gara dianggap mengabaikan sisi homoseksualitas dan kecenderungan anti-Semit yang ada pada diri Nash. orang yang mengalami masalah kejiwaan atau kelainan mental seperti penderita psikosis. Dalam kehidupan sehari-hari kisah lain tentang orang gila.40 Asal tahu saja. stress. Nasib Orang Gila dalam Keseharian. atau setidaknya disembuhkan. Gerakan kesehatan mental ini terus berkambang. Mereka dianggap defiant dalam kategori abnormal.592-594 16 . Bukan hanya itu. op. pada tahun 2002. gerakan ini dikembangkan melalui ”The World Federation For Mental Health” dan “The World Health Organization”... schizophrenia.op. Lihat selengkapnya dalam Dadang Hawari.39 Sejarah Kegilaan dan Konstruksi Kebenaran Anda mungkin ingat. 323-324 40 Skizofrenia merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin yaitu salah satu sel kimia dalam otak. sehingga pada tahun 1075 di Amerika Serikat terdapat lebih dari seribu tempat perkumpulan kesehatan mental. Sylvia Nasar. perilaku homoseksual dianggap sebagai praktek yang menyimpang dan abnormal sehingga perlu dikenai sanksi sosial. penulis biografi Nash. Kisah dalam film tersebut adalah karya Pernyataan para pengkritik Nash ini. Di belahan dunia lainnya. Mereka berada dalam kondisi yang benar-benar menyedihkan. film itu lalu dikritik habis-habisan oleh beberapa pengamat film dan perusahaan film pesaing. h.cit. Masih beruntung bagi seorang Nash. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Gejala-gejala seperti ini dipandang sebagai penyakit yang secara medis perlu disembuhkan. sebuah film berjudul A Beautiful Mind John Nash peraih Nobel matematika yang juga penderita schizophrenia. 39 Bandingkan dengan Maslow. Terhadap mereka. bahkan juga penulis biografinya (yang tampak membelanya) adalah contoh gambaran nyata tentang citra negatif dan perlakuan yang tidak mengenakkan terhadap orang yang mengalami schizophrenia. dan sebagainya seringkali mengalami nasib yang jauh mengenaskan. Sementara itu. Orang-orang gila ini seringkali dikonsepsikan sebagai mereka yang menyimpang dari mayoritas masyarakat. h. dan ”Psychiatric Foundation”. depresi. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan haluninasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). yang malahan disebut oleh penulis biografi Nash sebagai sakit jiwa.Kesehatan Mental Foundation”. meskipun membelanya namun ia malah menulis bahwa karya-karya tulis anti-Semit dari Nash lebih merupakan wujud dari sakit jiwanya ketimbang kefanatikannya.

mereka dianggap sebagai sampah yang mengganggu keindahan. Setiap masa dan periode memiliki konsep tersendiri mengenai kegilaan dan bagaimana ia harus ditangani. serta bagaimana dampak penanganan itu bagi penderita sendiri. siapa yang sehat dan siapa yang sakit. Ilmu Jiwa . Perlakuan buruk masyarakat dan aparat pemerintah terhadap orang- orang yang disebut gila ini ternyata juga tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh kalangan akademis dan orang-orang terpelajar yang menempuh studi bidang kedokteran. serta siapa yang normal dan siapa yang abnormal. Dalam hal ini tidak bisa tidak kita berhutang jasa pada Michel Foucault yang berhasil menggali bukti sejarah melalui serangkaian penelitiannya tentang sejarah kegilaan di Eropa. Sebuah mitos rasionalitas yang dibangun oleh aparat- aparat kemajuan. sibuk menciptakan kategori-kategori dan definisi-definisi kegilaan berikut cara-cara penanganannya. Di Eropa orang-orang gila 41 Lihat selengkapnya dalam Zakiah Darajat. h. Di Jakarta dan di kota- kota metropolitan pada umumnya. Dalam sajian ini saya ingin menunjukkan bahwa dalam sejarahnya konsep kegilaan telah dipahami secara berbeda-beda oleh masyarakat. Oleh karena itu sebuah konsepsi yang keliru tentang kegilaan pasti akan membuahkan penanganan yang keliru pula. 27-29 17 . dan modernisme.41 Konsep kegilaan dalam lembaran sejarah: Orang Gila dan Penyakit Lepra Pada abad Tengah. .. rezim pengetahuan. Pada gilirannya lalu mereka mengintrodusir mekanisme-mekanisme tertentu dan berbeda tentang bagaimana seharusnya memperlakukan mereka. Paparan ini sekaligus memperlihatkan bahwa konsep kegilaan sebagai penyakit yang harus disembuhkan secara medis adalah fenomena baru dalam dunia modern sekarang ini. Tidak jarang kita jumpai aparat Trantib pemerintah daerah setempat menggaruk mereka tanpa rasa prikemanusiaan sedikitpun. Demikian juga kategori- kategori abnormalitas dan menyimpang merupakan konstruksi sosial yang telah menjadi mitos. .op. bukannya dipulihkan. Mereka.Kesehatan Mental setidaknya mengasingkannya secara tidak manusiawi. dan ketertiban kota. Melalui definisi dan kategori itu lantas mereka merasa berhak menentukan mana orang gila dan mana yang waras.cit. Dan pada gilirannya cara penanganan yang salah ini akan menyebabkan orang yang mengalami kegilaan sendiri malah bertambah menderita. sebelum abad ke-15. kenyamanan. para ahli psikiatri. Atas nama penelitian ilmiah. kegilaan dipahami dan diajarkan sebagai penyakit yang harus disembuhkan secara medis. Perlakuan terhadap orang gila yang semena-mena ini biasanya ditentukan oleh persepsi dan konsepsi masyarakat atau pemerintah terhadap kegilaan.

Menerima dengan sabar segala penderitaan serta menerima konsekuensi pengucilan akibat penyakitnya memiliki makna sebentuk komuni kepada Allah. Adapun di Stuttgart Jerman. Penyakit merupakan tanda kemarahan sekaligus anugerah Tuhan. Yakni suatu struktur yang tetap tinggal dalam imaji-imaji masyarakat yang dilekatkan pada ciri penderita lepra. Pandangan semacam inilah yang ikut memungkinkan struktur pengucilan itu terus terjadi dan “direproduksi” bersamaan dengan kepercayaan reintegrasi spiritual Gereja. Sementara itu pada abad ke-12. 17-24 dan Dadang Hawari. Di seluruh daerah kekristenan ternyata jumlah rumah sakitnya mencapai 19.42 Pada awal abad ke-17.cit.cit. Inggris dan Skotlandia memiliki sedikitnya 220 rumah sakit bagi setengah juta penduduknya. h. 18 . h.000 buah. op. Dua kantor paling besar sekitar Paris adalah Saint-Germain dan Saint-Lazare. yakni struktur pengucilan atau eksklusi itu sendiri. 115-116. lepra benar-benar lenyap dari daratan Eropa. Dengan demikian sebenarnya hilangnya penderita lepra ini telah menyebabkan kekosongan obyek pemberlakuan hukum moral dalam spiritual Gereja. sehingga konsekuensinya nilai-nilai moral yang semula dikenakan kepada penderita lepra yang kini 42 Bandingkan dengan Zakiah Darajat dalam “Kesehatan Mental” op. Ada fenomena baru yang muncul seiring dengan menghilangnya lepra.. Namun sesuatu telah berubah. Lalu memasuki abad ke-15 semua rumah sakit itu perlahan-lahan mulai kosong. Tapi di Lipplingen. Pada abad berikutnya kantor Saint-Germain di Paris bergeser menjadi tempat untuk mereformasi anak-anak nakal. masyarakat menyelenggarakan pesta sukacita dan syukuran yang sangat meriah. Berlanjutnya “tradisi” pengucilan ini sebenarnya bisa ditemukan akarnya pada kosmologi gereja abad pertengahan yang mengenal konsep penyerahan diri sebagai kunci penyelamatan. sebuah laporan pengadilan tahun 1589 mengindikasikan bahwa selama lima puluh tahun tidak ada lagi penderita lepra di rumah-rumah sakit. Dengan mulai menghilangnya penyakit lepra ini di Eropa. lebih dari 2000 kantor pendaftaran muncul. rumah sakit lepra berubah dipakai untuk menampung orang-orang yang tidak bisa disembuhkan dan orang-orang gila..Kesehatan Mental dihubungkan dengan terjadinya penghilangan dan pengeksklusian terhadap para penderita lepra dari masyarakat umum. Sementara itu di Inggris institusi- institusi rumah sakit itu digunakan untuk menangani orang-orang miskin. Mengapa struktur ini masih bertahan meski penderita lepra telah tiada?. dan mereka ditempatkan pada rumah-rumah sakit terpisah. Di keuskupan Paris sendiri terdapat 43 kantor. Sekitar tahun 1226 ketika Louis VIII membuat undang-undang rumah sakit lepra bagi Perancis. Meski demikian ada hal yang masih tersisa yang menarik dari hilangnya lepra ini dan terus berlanjut ke periode berikutnya.

dirawat sedemikian rupa di tengah-tengah warga kota. orang-orang gila itu bebas berlayar dari kota ke kota.. atau semacam Kebodohan yang melawan dan berdialog dengan supermasi kepintaran rasio. orang-orang gila diperlakukan secara baik. Masa ini disebut juga “fase ambang” bagi orang-orang gila. dan The Cure of Madnes dan Ship of Fools karangan Hieronymus Bosch. tiba-tiba secara serentak hampir bersamaan. Mereka yang di samping sebagai tahanan. Orang gila macam ini dibiarkan berkeliaran. Tema-tema kapal kegilaan berakhir dan muncullah tema “Rumah Sakit Jiwa”. Justeru mereka yang dilekati status gila adalah mereka yang dengan keanehannya membawa kabar kebenaran dan pesan kebijaksanaan. Mereka menjungkirbalikkan norma-norma.h. Orang Gila dan Hospital Generale seiring bergulirnya waktu. Mereka berlayar dengan mudah dan diijinkan mengembara di daerah terbuka. Dalam spontanitas parodi.cit . dan juga Jerman. h. 43 Lihat Zakiah Darajat. Di Paris. “Kesehatan … op. Inggris. kegilaan sering dimainkan sebagai parodi atau satire dalam pertunjukan drama-drama. kisah tentang orang-orang gila mulai beragam. Namun gambaran kapal-kapal itu bersifat romantik dan satiris yang secara simbolis membawa orang-orang gila ke pulau keberuntungan dan kebenaran mereka. sebuah rumah pengurungan yang dibangun atas biaya pemerintah. Skotlandia. dan pandangan-pandangan umum yang dianut masyarakat. juga memiliki ruang bebas. Foucault menyebutnya orang-orang yang dikaruniai hikmat. asumsi-asumsi. Dalam beberapa karya sastra klasik digambarkan mengenai orang-orang gila yang yang dinavigasikan dalam kapal di lautan. Terdapat juga Ship of Health bersama dengan Bauwe Schute Jacob van Oestvoren tahun 1413. Di antara karya-karya ini adalah Symphorien Champier yang memadukan Ship of Princes and Battles of Nability pada tahun 1502 dengan Ship of Virtous Ladies tahun 1503. semisal Praise of Folly karangan Erasmus. Pertanyaannya siapa kambing hitamnya? Mari kita ikuti kisah orang gila pada abad berikutnya. Orang gila dan parodi kritik sosial memasuki periode renaisans. Selain itu bahtera-bahtera ziarah dan kargo-kargo menjadi perlambang orang-orang gila yang tengah mencari rasionya. orang-orang gila ditempatkan dalam “Hospital Generale”. mereka melontarkan kritisisme sosial dan moral.Kesehatan Mental telah lenyap harus mendapatkan kambing hitam lainnya. orang bodoh atau orang tolol inilah yang justeru memiliki eksistensi penting sebagai penjaga moral dan kebenaran. makna positif kegilaan era renaisans yang menandai dialog kritis antara “kebodohan” dan rasio ini pelan-pelan lenyap.cit. Pada masa renaisance ini. Adapun dalam Narranschiff. seperti di Jerman. 7-9 dan bandingkan Hasan Langgulung. Ia menjadi lambang/simbol kebijaksanaan. Orang gila. op. 5-9 19 . Dalam karya sastra. 43 Pada abad ke-17 terjadi pergeseran makna dan posisi orang-orang gila ini.

dan orang-orang miskin ke dalam rumah-rumah pengoreksian. dan rumah-rumah sakit difungsikan sebagai rumah pengurungan. Breslau (1668). Di sana hukuman dan represi diberlakukan dengan sadis oleh raja. Spandau (1684) dan Konigsberg (1691). Adapun di Jerman. balai-balai kota. Pinel. pengangguran. gelandangan. asal-usul pengurungan ini diperoleh dengan penemuan akta pada tahun 1575 yang berisi “hukuman atas para gelandangan dan pembebasan orang-orang miskin”. Osnabruck dan Torgau. Jumlah ini pun masih berkembang di Leipzig. yang memiliki aparat-aparat administratif yang memiliki kekuasaan mutlak dan aturan-aturan yang independen di luar peradilan. Cassel. Bersamaan dengan itu. Hopital Generale ini sama sekali tidak terkait dengan dengan suatu konsep medis tertentu untuk merawat orang-orang gila. Dengan demikian sesungguhnya Hospital Generale tidak lain merupakan instansi aturan dari tatanan monakhial dan borjuis belaka yang dijalankan di Perancis selama periode tersebut. polisi dan pengadilan. Kenyataan ini ditunjukkan dari peristiwa pembubaran Pusat Yayasan Sosial Gereja Seluruh Negara (Grand Almonry of the Realm) yang bertugas memberi bantuan sosial dan kesejahteraan kepada masyarakat oleh penguasa raja. Bangunan kurungan ini mirip struktur semi- pengadilan. Brieg. semacam Hospital Generale didirikan di Hamburg sekitar tahun 1620. Basel (1667). Tidak kalah juga pada tahun 1697 beberapa jemaah gereja Bristol bersatu padu membentuk rumah-rumah kerja pertama di Inggris. Yang paling mengerikan mereka berada di bawah tanggungan pribadi-pribadi sehingga sering diperlakukan sewenang-wenang. melainkan kekuasaan.. dalam kondisi sehat atau tidak sehat ditempatkan di dalamnya. dan keputusan raja. Halle. Dengan penghapusan ini diharapkan pemerintah akan lebih leluasa menerapkan proses pengurungan tanpa intervensi hukum dari lembaga-lembaga lain. Rumah-rumah pengoreksian dibangun mencapai angka satu rumah setiap desanya. Orang-orang gila dikurung bersama-sama dengan para tuna-wisma. “Akta proyek” ini telah menempatkan para pengangguran. Mereka dikurung dan dipekerjakan di dalamnya. misalnya menemukan orang-orang gila dalam Hospital Generale di Bicetre (rumah prajurit) dan La Salpetriere (gudang senjata). Sebuah akta tahun 1670 pengadilan menegaskan status mereka dalam rumah-rumah kerja. dan kaum miskin. Ruang di mana orang miskin Paris. Rumah kerja 20 . orang sakit. rumah-rumah pengoreksian atau Zuchthausern. orang yang tidak waras. Frankfurt (1684). gudang-gudang senjata.Kesehatan Mental Di Paris. Di Paris. orang tua. Di Inggris. rumah tinggal. kehakiman. pendirian Hospital Generale ini sengaja didekritkan pada tahun 27 April 1656. orang-orang cacat dengan segala jenis kelamin dan keturunan.

Italia. h. yakni sebagai manusia yang waras. pengemis. orang yang tidak memiliki profesi sampai mereka yang dianggap tidak waras. Tahun 1534. para peminta. Menjadi kewajiban moral penguasa untuk membuat manusia itu bekerja. yakni mencegah kesemrawutan tatanan dari orang-orang malas. bahwa pada abad tersebut masyarakat industri yang menekankan sebesar-besarnya produksi mulai terbentuk di Eropa. Atas nama “kewajiban moral” ini penguasa melakukan serangkaian praktek pendisiplinan dan represi fisik terhadap orang-orang gila. rumah- rumah kerja ini sudah mencapai 126 buah.Kesehatan Mental kedua dibangun di Worcester tahun 1703 dan ketiga di Dublin. 2006). yang notabene dianggap sebagai dimensi kebinatangan manusia. Atau mereka ditempatkan dalam rumah-rumah pengoreksian. Hingga pada akhir abad ke-18. Pada tahun 1657 keluar sebuah maklumat berisi larangan kepada siapapun untuk mengemis di kota dan di desa sekitar Paris. para pengemis dan gelandangan harus meninggalkan kota dan dilarang menyanyi himne di jalan-jalan. Karenanya lalu kriteria kegilaan pun ditujukan bagi mereka yang tidak mampu bekerja. Mereka 44 Lihat Kartini Kartono. Dari orang-orang yang dituduh melanggar hukum dalam masyarakat. Norwich. atau mereka yang tidak lagi produktif. Patologi Sosial 3 (Cet. Mereka adalah pengangguran. Di dalam Hospital Generale ini lalu mereka ditempatkan untuk diberikan pekerjaan oleh penguasa. dan menyimpang. orang-orang cacat. juga orang yang tidak waras dan tidak mampu bekerja. pengemis dan pengangguran. Penghuninya pun mulai heterogen. gila. Pada tahun 1532. Tepatnya sebuah etika bahwa manusia harus melakukan kerja sebagai sebuah hukuman. pemalas. 35-38 21 . melainkan sebagai disposisi penguasa tentang apa yang seharusnya mereka lakukan. lalu di Plymouth. Hull dan Exester.II. orang-orang malas. Rumah-rumah kerja ini lalu meluas sampai Belanda. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa fungsi Hospital Generale adalah alat koreksi belaka terhadap status kegilaan seseorang. Bandung: Mandar Maju. anak nakal. Tampak kemudian apa yang disebut sebagai Hospital Generale ini adalah tempat pengurungan bagi orang-orang yang dianggap abnormal. manusia membedakan dirinya dengan binatang. Bahkan pada tahun 1622 muncul pamflet Grievous Groan for the Poor (Rintihan yang menyedihkan bagi orang-orang miskin) dibuat oleh Thomas Dekker yang menekankan bahaya yang akan terjadi atas keberadaan orang-orang miskin dan merekomendasikan agar mereka dibuang ke tanah baru India Barat dan Timur. dan Spanyol. pemboros. Dengan bekerja. Parlemen Paris memutuskan menangkap pengemis dan memaksa mereka bekerja di pabrik tenun dengan kaki di rantai. Perlu ditekankan di sini.44 Tujuannya bukan untuk menjamin kesejahteraan mereka.

berada dalam pasungan. dan menentukan kehendak. mengontrol. seorang terapis atau seorang psikiater untuk disembuhkan baik penyakitnya. moralitas dan makna keteraturan atau kewarasan dalam diri pasien. bahasa dan kata-kata. Dokter. Lalu bagaimana mekanismenya? Adapun mekanismenya adalah melalui kesunyian dan penyadaran layaknya orang yang bertatapan dengan “cermin”. berikut teknik psikoanalisisnya. Mereka tidak lagi mengalami represi fisik (diikat pada rantai atau dicambuk seperti seabad sebelumnya). Melalui percakapan. melainkan kegilaan itu ditangani oleh seorang dokter. orang-orang gila dikelompokkan dan dikategorisasikan ke dalam mereka yang mengalami gangguan mental. rasional atau tidak rasional. Di sini tentu saja sang terapis-lah (dokter) yang menentukan disposisi gila dan tidak. dipukuli. digantung. melainkan mengobservasi dan mempercakapkan kegilaan itu sendiri pada penderitanya. aturan-aturan. stres. terapi mencoba meyakinkan orang gila akan status kegilaannya dan menyadari dirinya sendiri benar-benar gila supaya bebas dari kegilaan tersebut. Apa yang dilakukan oleh tokoh medis ini dalam teknik psikiatrinya bukanlah diagnosa obyektif dan ketat atas kegilaan itu sendiri. Maksudnya: orang-orang gila ini ditempatkan dalam kesunyian. Tokoh medis itu mengorek sumber-sumber kegilaan. Dan perlahan-lahan cara-cara. melalui otoritas keilmuannya. Orang Gila dan Disiplin Psikiatri Memasuki abad 19. melankolis. tahap ini merupakan tindakan yang lebih menyakitkan daripada represi fisik sebagaimana terjadi sebelumnya.Kesehatan Mental diikat dengan rantai. mengungkap kesalahan-kesalahan tersembunyi. atau schizoprenia dimasukkan dalam rumah-rumah sakit jiwa. Peristiwa ini bisa dihubungkan dengan pengkambinghitaman atas hilangnya subyek moral setelah penyakit lepra di daratan Eropa menghilang. juga mereka tidak menjadi tanggung jawab masyarakat bersama. mengawasi. sehingga menyadari kegilaannya. Menurut Foucault. dan pengetahuan terapi ini diinstitusionalisasikan dalam suatu disiplin ilmu yang kita kenal sekarang ini sebagai disiplin ilmu psikiatri. 22 . dan biasanya berusaha menghadirkan rasionalitas menggantikan unsur-unsur atau perasaan irasionalitas penyebab kegilaan. menatap dan mengoreksi dirinya sendiri. berbicara. Mereka menjalani proses “penyembuhan”. neurosis. Melalui terapi itu mereka dihinakan karena status kegilaannya itu. bagaikan berada dihadapan sebuah cermin. dan dtempatkan dalam penjara-penjara untuk mentaati kerja. Penilaian kegilaan ini dilakukan secara terus menerus.

W. Foucault menyebut fenomena ini sebagai pendewaan atas tokoh medis dalam struktur penanganan kegilaan. dokter atau ahli medis. Ada pergeseran- pergeseran tentang makna kegilaan berikut posisi orang-orang gila dalam masyarakat. Dengan mudahnya kegilaan dipersepsi sebagai penyakit yang mesti disembuhkan secara medis. dapat dipahami bagaimana sebuah kegilaan telah dikonsepsikan dan ditangani secara berbeda-beda dalam setiap periode sejarah tertentu.45 Ketiga institusi inilah yang akhirnya memberikan label baru terhadap orang-orang gila ini sebagai orang yang berpenyakit jiwa. yakni disiplin ilmu psikiatri. dikontrol dan dikendalikan para tokoh medis dan ilmu psikiatrinya. Dalam Hospital Generale orang-orang gila didefinisikan dan dikendalikan oleh kuasa obligasi etis negara. Dari hasil penelitian Michel Foucault mengenai sejarah kegilaan di atas. disiplin ilmu psikiatri. Eaton. menyatakan bahwa pada tahun 1985 terdapat sekitar 1 % penduduk dunia yang berumur antara 15 hingga 30 tahun mengidap penyakit Schizoperenia. misalnya. sekarang telah muncul suatu otoritas baru yang memiliki otoritas tunggal menentukan status kegilaan seseorang. sebuah struktur aneh yang disebut rumah sakit jiwa. Bukan hanya itu. Di situ pula ditunjukkan kekuasaan macam apa yang mengklaim punya hak menentukan kategori-kategori kegilaan dan cara penanganannya. lalu pada abad berikutnya mereka dikurung dalam penjara Hospital Generale yang represif dan mematikan. Dengan demikian pada zaman modern ada tiga institusi yang saling terkait dan dianggap paling berhak menghakimi status kegilaan seseorang. dan ketiga. Jika pada abad klasik orang gila dibiarkan berkeliaran atau dihempaskan berlayar dalam samudra kebebasan. Sedangkan dalam rumah sakit jiwa mereka diawasi. Misalnya laporan Scientific American 1999 yang mengutip hasil penelitian W. Lalu laporan itupun mengajukan tiga pendekatan untuk 45 Lihat Ibid. h. Angka tersebut akan terus membesar karena hingga kini belum ditemukan metoda penyembuhan dan obat penyembuh yang manjur dan meyakinkan. maka pada abad 19 ini kegilaan adalah sebuah penyakit dan penderitanya mesti ditempatkan dalam rumah sakit jiwa untuk disembuhkan secara medis. mengawasi perasaan dan pikiran manusia.. Tidak berhenti di situ mereka pun menciptakan disiplin keilmuan baru untuk melegitimasi kekuasaannya.Kesehatan Mental Mengapa? Karena disiplin psikiatri justeru menjadi alat represi paling paripurna yang langsung menusuk ke jantung batin. Pertama. Dalam kapal-kapal kegilaan abad renaisans. Kini disiplin psikiatri sangat sentral dalam penanganan masalah kelainan mental atau kegilaan ini. 39-40 23 . Kedua. orang-orang gila adalah mereka kaum bijak yang bebas menyampaikan khotbah-khotbah satiris dan kritis terhadap kekuasaan. yakni para ahli dan dokter.

op. Dari laporan tersebut setidaknya secara implisit menunjukkan bahwa penanganan medis terhadap gejala kegilaan atau sakit mental tidaklah berhasil. pendekatan kejiwaan. Sayangnya orang-orang yang mengaku sehat (padahal sebenarnya sakit ini) malahan menghakimi mereka sebagai penderita penyakit jiwa. dan sebagainya selama ini adalah konstruksi belaka dari sebuah “rezim 46 Lihat Zakiah Darajat. nenek dan seterusnya. karena dapat menimbulkan kekurangan pathognomonic yang berpengaruh pada tingkat kesuburan penderita. cenderung mengkaitkan penderita penyakit Schizoprenia berdasarkan garis keturunan dengan genetika generasi sebelumnya seperti ayah-bunda.cit. atau kegilaan tersebut adalah produk atau pengaruh dari sistem sosial kita yang sebenarnya fasis dan tidak memberi ruang sejengkalpun pada manusia untuk membangun proyek imajinasinya.46 Oleh karena itu. kelainan mental. 56-58 24 . padahal bisa jadi gejala-gejala yang ahli medis anggap sebagai sakit jiwa. Bisa jadi (atau malahan mungkin bisa dipastikan). Adapun pendekatan kejiwaan menyimpulkan bahwa penyebab penyakit schizoprenia berasal dari ketidakberesan mental (mental disorder). Ia dianggap sebuah penyakit. Asumsi-asumsi yang berakibat fatal bagi kehidupan manusia. kuasa institusi. Bisa jadi mereka adalah jiwa-jiwa yang kosong yang meratap dan mengalami histeria ketakutan oleh situasi masyarakat dan sistem sosial kita yang telah sakit parah. ketidakberhasilan ini akibat salah diagnosa terhadap gejala kegilaan. Pendekatan genetika. katanya. kakek. kita patut mempertanyakan jangan-jangan persepsi dan cara kita memperlakukan orang gila.Kesehatan Mental mengenali gejala penyakit jiwa ini yaitu pendekatan genetika. dan pendekatan anatomis keorganan otak. tidak waras. kata mereka) terkadang menimbulkan dampak yang mengerikan. diharapkan pengobatan alternatif dapat berperan. kita seyogyanya perlu curiga terhadap asumsi-asumsi itu dan kekuasaan (kuasa pengetahuan. gangguan mental. Masalah kejiwaan ini (pathophysiology) berkaitan timbal balik dengan kerja fungsional otak melalui jaringan sistem persyarafan. sebaliknya. kuasa otoritas tertentu) di baliknya. Ini artinya. justeru melakukan dehumanisasi? Jelasnya. h. kita dituntut memiliki sensitifitas dan kepekaan dalam melihat kenyataan: apakah suatu konsep atau sistem pengetahuan tertentu lebih humanis dan emansipatoris atau. Karenanya. Dan pada akhir laporan tersebut dinyatakan bahwa uji coba perawatan medis terhadap gejala-gejala kejiwaan tersebut (penyakit-penyakit itu.. mengenai kemungkinan mengidap penyakit yang sama. terutama bagi penderita yang berusia produktif. Sejarah kegilaan dan bagaimana ia ditangani secara berbeda-beda di atas memberi pelajaran mengenai kejatuhan kita dalam berbagai asumsi naif.

Jika benar demikian. Bagian Kedua Gangguan Jiwa Secara umum gangguan jiwa mencakup berbagai keadaan gangguan fungsi mental dan perilaku seseorang seperti psikosis fungsional termasuk skizofrenia. jabatan dan sebagainya. gangguan mood dan afek. apalagi dewasa ini meningkat tajam yang salah satu pemicunya adalah kegagalan dalam Pilkada. 25 . bahwa pengetahuan dan tindakan kita sepenuhnya dikendalikan rezim kekuasaan/pengetahuan yang fasis dan yang tak henti-hentinya mencengkeram kehidupan kita.Kesehatan Mental kebenaran” yang diciptakan oleh para ahli medis dan disiplin ilmu psikiatri yang sekarang ini giat diintrodusir melalui sekolah-sekolah dan perguruan tinggi kita. Perlu juga saya tambahkan tentang studi kasus penyakit lepra yang ada di Sulawesi Selatan yang konon menempati peringkat pertama di Indonesia perlu mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan dan lapisan. maka tibalah kita pada kesimpulan hipotetis. kegagalan dalam mencapai karir. gangguan waham dan sebagainya. Dan begitu juga penderita gangguan jiwa dan penyakit jiwa (gila) perlu penghargan dan perhatian serius.

Seseorang dikatakan mengalami gangguan jiwa bila terdapat gangguan pada unsur psikis berupa pikiran.Kesehatan Mental Demikian banyaknya jenis gangguan jiwa dan beragam manusia berbeda akibat reaksi secara holistik baik fisik. perilaku. op. yaitu gangguan jiwa yang dapat menimbulkan manifestasi pada 47 Lihat M.cit. yaitu Psikosa Fungsional dan Psikosa Organik. Yang dimaksud Psikosa Fungsional adalah gangguan jiwa yang disebabkan karena terganggunya fungsi sistem tranmisi sinyal penghantar syaraf (neurotransmilter) sel-sel saraf dalam susunan saraf pusat (otak).48 Penyebab gangguan jiwa biasanya tidak tunggal tetapi multiple. dan sebagainya. h. Golongan Psikosa ditandai dengan dua gejala utama yaitu tidak adanya pemahaman diri (insight) dan ketidak mampuan menilai realitas (reality testing ability ). psikis dan sosial. psikis dan sosial sekaligus sebagai penyebab yang saling mempengaruhi sehingga dalam membuat diagnosa biasanya dibuat diagnosa multiaksial (multifaktorial/multidimensional) seperti yang digunakan pada Pedoman Penggolongan Diagnosa Gangguan Jiwa ( PPDGJ ) yang mengacu kepada The Diagnosis And Statistical Manual of Mental Disorder ( DSM ).Sattu Alang. 14 48 Lihat Dadang Hawari. cemas yang langsung dapat mempengaruhi kondisi fisik orang yang bersangkutan. Banyak sekali gejala kejiwaan seperti sedih. Sedangkan Psikosa Organik adalah gangguan jiwa yang disebabkan karena adanya kelainan pada struktur susunan saraf pusat otak yang disebabkan misalnya terhadap tumor di otak. dan dapat disertai gangguan fisik dan sosial.. Berbagai penyebab baik fisik.. Sedang golongan non-Psikosa kedua gejala utama tersebut masih baik. 561-562 26 . kelainan pembuluh darah di otak. tidak terdapat kelainan struktural pada sel-sel saraf otak tersebut. Manifestasi ini yang seringkali disebut sebagai psikosomatis atau reaksi psikofisiologi. op. Berbagai penyakit jiwa juga dapat dikenali melalui tanda dan gejala fisik. Secara umum biasanya beberapa gejala yang muncul bersamaan. infeksi di otak. perasaan.47 Dadang Hawari membagi gangguan jiwa ke dalam dua golongan besar yaitu Psikosa dan Non-Psikosa. marah. psikis dan sosial. Tanda dan gejala gangguan jiwa sangat bervariasi tergantung jenis gangguan jiwa yang terjadi. Bahkan hingga saat ini belum ada kesepahaman definisi tentang gangguan jiwa. gejala itu membuat dirinya lain daripada sebelumnya atau bertahan sampai jangka waktu yang cukup lama dan muncul terus-menerus. sehingga penyebab gangguan jiwa adalah multifaktorial atau multidimensional. Golongan Psikosa itu sendiri dibagi dalam dua sub golongan.cit. h.

Cacat mental suatu keadaan yang 49 Lihat Ibid. dimana seorang bisa tidak tahu di mana ia berada. Baru bisa mengenali adanya gejala abnormal. diare. rangsangan dan kebutuhan seksuil yang tidak normal atau kekanak-kanakan. sulit makan.. Tanda-tanda lain tersebut sering kali dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dari orang-orang yang normal.. hari apa sekarang. Tanda lain adalah menarik diri dari pertemuan-pertemuan dengan orang-orang lain. 564 27 . Klasifikasi Gangguan Jiwa Klasifikasi psikiatri melibatkan pembedaan dari perilaku normal dan abnormal. Gejala yang mungkin timbul adalah sakit kepala. tetapi bisa juga digunakan dalam arti lain. Dalam hal ini normal dan abnormal dapat berarti sehat dan sakit. depresi macam-macam pengekspresian emosi. Sedangkan gejala psikis yang bisa timbul adalah persepsi yang kacau. batuk. pemikiran yang menyimpang dan kacau. Tanda dan gejala gangguan sosial juga dapat menyertai gangguan jiwa. Karena itu normal jika ia selalu cenderung untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.49 Selain itu terdapat gejala dan tanda tanda lain yang dapat terjadi pada penderita gangguan jiwa.Kesehatan Mental gangguan tubuh. atau sesak. biasanya gejalanya berlangsung lama atau lebih dari 2 minggu hilang timbul. nyeri perut. siapa dirinya. muntah. Bila dikaitkam dengan psikosomatis. h. Biasanya yang disebut abnormal oleh karena ia menunjukkan tingkah laku. jikalau orang yang bersangkutan secara tidak sadar bertingkah laku yang tidak sesuai dengan standar normal masyarakat. yang secara integral ia sendiri menjadi bagian di dalamnya. kecurigaan dan kepekaan yang berlebih-lebihan. Penyakit-penyakit yang biasanya dapat terpicu oleh reaksi psikosomatis. Sejumlah gejala psikiatri berbeda tajam dari normal dan hampir selalu menunjukkan penyakit. mual. karena itu ia mempunyai kebutuhan-kebutuhan sosial dan ingin menjadi bagian integral dari lingkungannya. aktivitas motorik yang tidak normal. 1993) Gangguan Jiwa dibagi menjadi dua kelainan mental utama. A. ekpresi dari emosi yang keliru. atau aktivitas yang tidak terkendalikan. Manusia adalah makhluk sosial. antara lain: sakit kepala. yaitu penyakit mental dan cacat mental. Gejala-gejala penyakit jiwa dapat pula mengekspresikan diri secara spiritual. yang tidak cocok dengan standar normal masyarakat atau lingkungan di mana ia hidup. fanatisme tinggi atau malah sebaliknya keragu-raguan yang terus-menerus. Di antaranya adalah disorientasi. gangguan saluran cerna. reaksi emosi yang tidak tepat. diare atau asma. insomnia. (Ingram et al. cara berpikir. sikap. misalnya gagasan perasaan berdosa yang tidak terampunkan.

Kategori ini sesuai dengan awam tentang kecemasan dan kegilaan. akan tetapi beberapa penyebab sekaligus dari berbagai unsur itu yang saling mempengaruhi atau kebetulan terjadi bersamaan. Penyakit mental secara prinsip dibagi dalam psikoneurosis dan psikosis. sindrom perilaku yang berhubungan dengan gangguan fisiologis dan faktor fisik. Psikosis merupakan penyakit yang gejalanya kurang dapat dipahami dan tidak dapat diempati serta klien sering kehilangan kontak realita.cit. skizofrenia.”Kesehatan …op. 1994).. tanpa kelainan patologi yang dapat dibuktikan50 Gejala utama atau gejala yang menonjol pada gangguan jiwa terdapat pada unsur kejiwaan. 593 28 . 2. Macam-Macam Gangguan Jiwa Gangguan jiwa artinya bahwa yang menonjol ialah gejala-gejala yang psikologik dari unsur psikis (Maramis. gangguan perilaku dan emosional dengan onset masa kanak dan remaja. tetapi penyebab utamanya mungkin di badan (somatogenik). gangguan somatoform. 1. di lingkungan sosial (sosiogenik) ataupun psikis (psikogenik). Gangguan mental organik dan simtomatik. gangguan skizotipal dan gangguan waham. Psikosis fungsional berarti ada gangguan fungsi. gangguan neurotik. retardasi mental. Macam-macam gangguan jiwa oleh (Rusdi Maslim. gangguan suasana perasaan. Biasanya tidak terdapat penyebab tunggal.. Gangguan kepribadian dan perilaku masa dewasa.51 Skizoprenia merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin. h. op. Psikoneurosis merupakan keadaan lazim yang gejalanya dapat dipahami dan dapat diempati. yaitu. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan 50 Lihat Zakiah Dajat. (Maramis. Penyakit mental secara tidak langsung menyatakan yang kesehatan sebelumnya. 1998). yaitu salah satu sel kimia dalam otak. h. 36-37 51 Dadang Hawari.cit. gangguan perkembangan psikologis. 1994).Kesehatan Mental mencakup difisit intelektual dan telah ada sejak lahir atau pada usia dini. Istilah fungsional dan organik menunjukkan etiologi penyakit dan digunakan untuk membagi psikosis. Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang penderitanya tidak mampu menilai realitas (Reality Testing Ability/ RTA) dengan baik dan pemahaman diri (self insight) buruk. B. lalu timbulah gangguan badan ataupun jiwa. Skizofrenia. kelainan yang berkembang atau kelainan yang bermanifestasi kemudian dalam kehidupan. 1.

Gangguan atensi: penderita tidak mampu memfokuskan. mengganggu dan tak disiplin. tidak bisa menikmati rasa senang. Pengenalan dan intervensi dini berupa obat dan psikososial sangat penting karena semakin lama ia tidak diobati. kemungkinan kambuh semakin sering dan resistensi terhadap upaya terapi semakin kuat. Meskipun telah dibuktikan secara obyektif bahwa 52 Lihat selengkapnya Zakiah Darajat. Gejala Skizofrenia Indikator premorbid (pra-sakit) pre-skizofrenia antara lain ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin. Gejala-gejala ini disebut positif karena merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain.. jarang tersenyum. Data American Psychiatric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita skizofrenia. Delusi atau waham. yaitu suatu keyakinan yang tidak rasional (tidak masuk akal). tertutup. Gangguan perilaku: menjadi pemalu. Termasuk kurang atau tidak mampu menampakkan/mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku. gangguan pemikiran (kognitif).Kesehatan Mental antarpribadi normal. Gejala-gejala Negatif Gejala-gejala yang dimaksud disebut negatif karena merupakan kehilangan dari ciri khas atau fungsi normal seseorang. mempertahankan. Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah. Seseorang yang mengalami gejala skizofrenia sebaiknya segera dibawa ke psikiater dan psikolog. menarik diri secara sosial. kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putar (sirkumstantial). menantang tanpa alasan jelas. b. tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan bicara (alogia). Usia remaja dan dewasa muda memang berisiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri. delusi. Gejala Positif Skizofrenia Secara rinci gejala-gejala positif yang diperlihatkan pada penderita Skizofrenia adalah sebagai berikut: a.cit. h. Gejala-gejala Positif Termasuk halusinasi.52 1. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). atau memindahkan atensi. Skizofrenia bisa mengenai siapa saja. Gejala-gejala skizofrenia pada umumnya bisa dibagi menjadi dua kelas: a. 75% Penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. 82-85 29 . ”Kesehatan Mental ” op. kurangnya dorongan untuk beraktivitas. acuh tak acuh.

b.Kesehatan Mental keyakinannya itu tidak rasional. Gambaran alam perasaan ini dapat terlihat dari wajahnya yang tidak menunjukkan ekspresi. b. yaitu pengalaman panca indera tanpa rangsangan (stimulus). e. Misalnya bicaranya kacau. Menarik diri atau mengasingkan diri (withdrawn) tidak mau bergaul atau kontak dengan orang lain. yang dapat dilihat dari isi pembicaraannya. Sulit dalam berpikir abstrak. namun penderita tetap meyakini kebenarannya. Halusinasi. Gaduh. d. c. 594-596 30 . Kekacauan alam pikir. Alam perasaan (affect) ”tumpul” dan ”mendatar”. Pikirannya penuh dengan kecurigaan atau seakan-akan ada ancaman terhadap dirinya. pendiam. op. tidak ada spontanitas. Misalnya penderita mendengar suara-suara/bisikan-bisikan di telinganya padahal tidak ada sumber dari suara/bisikan itu. Pasif dan apatis. suka melamun (day dreaming). g. c. bicara dengan semangat dan gembira berlebihan. gelisah. sukar diajak bicara. mondar-mandir. 2. serta tidak ingin apa-apa dan serba malas (kehilangan nafsu). tidak ada upaya dan usaha. menarik diri dari pergaulan sosial. merasa serba mampu. e. Kontak emosional amat ”miskin”. h. serba hebat dan sejenisnya. d. Tidak ada/kehilangan dorongan kehendak (avolition) dan tidak ada inisiatif. keberadaan skizofrenia pada grup ini sangat 53 Lihat Dadang Hawari. f. monoton.cit. Gejala Negatif Skizofrenia Gejala-gejala negatif yang diperlihatkan pada penderita Skizofrenia adalah sebagai berikut: a. sehingga tidak dapat diikuti alur pikirannya. tidak dapat diam. f. Merasa dirinya ”orang Besar”.. agresif. Pola pikir stereotip g.53 Meski bayi dan anak-anak kecil dapat menderita skizofrenia atau penyakit psikotik yang lainnya. Menyimpan rasa permusuhan.

1994). mereka yang normal bisa saja menderita skizofrenia jika stresor psikososial terlalu berat sehingga tak mampu mengatasi. penuh kiasan. menganggap semua orang sebagai musuh. halusinogen atau amfetamin (ekstasi) juga dapat menimbulkan gejala-gejala psikosis. Oleh sebab itu diagnosa penyakit psikotik atau skizofrenia pada anak-anak kecil harus dilakukan dengan sangat berhati-hati oleh psikiater atau psikolog yang bersangkutan. misalnya stresor lingkungan dan faktor genetik. namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebihan seperti sikap terlalu mengkritik. afek sempit. persepsi pancaindra yang tidak biasa. kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri. Beberapa jenis obat- obatan terlarang seperti ganja. membuktikan bahwa penderita skizofrenia bisa sembuh dan tetap berprestasi. pikiran yang samar-samar. Skizofrenia merupakan bentuk psikosa fungsional paling berat. Pada gangguan skizotipal orang memiliki perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil. Perawatan terpenting dalam menyembuhkan penderita skizofrenia adalah perawatan obat-obatan antipsikotik yang dikombinasikan dengan perawatan terapi psikologis. pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya. Kesabaran dan perhatian yang tepat sangat diperlukan oleh penderita skizofrenia. sindrom Asperger atau ADHD atau gangguan perilaku dan gangguan stres post-traumatik. Penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati. Dalam kasus berat. terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bisa menyulitkan penyembuhan. klien tidak mempunyai kontak dengan realitas. Meskipun demikian pengetahuan kita tentang sebab-musabab dan patogenisanya sangat kurang (Maramis. Kisah John Nash. Tidak semua orang yang memiliki indikator premorbid pasti berkembang menjadi skizofrenia. Pada remaja perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan faktor predisposisi skizofrenia. percaya hal-hal aneh. Banyak faktor lain yang berperan untuk munculnya gejala skizofrenia. Sebaliknya. yaitu gangguan kepribadian paranoid atau kecurigaan berlebihan.Kesehatan Mental sulit dibedakan dengan gangguan kejiwaan seperti autisme. doktor ilmu matematika dan pemenang hadiah Nobel 1994 yang mengilhami film A Beautiful Mind. dan menimbulkan disorganisasi personalitas yang terbesar. Skizofrenia juga merupakan suatu bentuk psikosa yang sering dijumpai dimana-mana sejak dahulu kala. pikiran obsesif tak terkendali. 31 . Keluarga perlu mendukung serta memotivasi penderita untuk sembuh. Gangguan kepribadian skizoid yaitu emosi dingin. sangat rinci dan ruwet atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren. sehingga pemikiran dan perilakunya abnormal.

pada kenyataannya ia mulai berkurung diri di dalam kamarnya. Ia anggota tim futbol. Joe mulai menyangka bahwa kawan sekamarnya bersekongkol dengan telepon dan komputernya untuk mengawasi kegiatannya. Menjelang akhir semester pertama di maktab (college)-nya. Ia telah menuruti suara-suara itu di masa yang lalu dan akibatnya ia harus menjalani pemenjaraan karena telah mengancam seseorang dengan sebilah pisau. mempertahankan ranking yang bagus dan mendapatkan pujian pada tiap semesternya. Ia tak dapat memastikan apa yang mereka katakan tapi ia yakin bahwa mereka membicarakannya.Kesehatan Mental Berikut ini ada beberapa contoh kasus penderita Skizofrenia: Contoh Kasus 1. Joe menjadi takut jika kawan sekamarnya tahu akan pesan dalam naskah bukunya dan kini mencoba untuk menipunya. semuanya mulai berubah. ia dapat mendengar bisikan mereka yang ia percayai sedang mengawasinya. Joe tak lagi makan bersama dengan kawan-kawannya. Ia mulai mengebaikan kesehatan pribadinya dan berhenti menghadiri kuliah. Contoh Kasus 2. Joe mulai percaya teman sekamarnya dapat membaca pikirannya. Roger secara aktif menggunakan alkohol. Roger juga harus berjuang 32 . Saat Joe sedang sendirian di kamarnya. Roger adalah pria berusia 36 tahun yang memiliki riwayat panjang mendengar suara-suara yang menyuruhnya untuk melukai diri sendiri dan orang lain. Roger telah lama berhenti minum obat dari dokternya karena pengalamannya akan ketidaknyamanan efek sampingnya. Kekhawatiran Roger akan melukai orang lain dan ketakutan akan dilukai telah mengakibatkan dirinya memiliki rencana untuk bunuh diri. Ia ramah dan populer. pada kenyataannya siapapun yang ia lewati di aula atau di jalanan dapat mengatakan apapun yang ia pikirkan. ganja dan kokain untuk mengatasi gejala-gejalanya. Tapi segera setelah itu ia menemukan bahwa semakin banyak ia menggunakan narkoba dan alkohol semakin paranoid dan menjadi semakin waspada ia jadinya dan gejala-gejalanya kembali menjadi parah. Ia tak mampu untuk mengetahui kaitan antara obat dari dokternya dan narkoba dengan pengendalian gejala dan pemburukan penyakitnya. Ia melaporkan bahwa ia merasa letih dan tidak dapat berhenti melangkah. Joe mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan harus membaca kalimat yang sama secara berulang-ulang. Ia pada mulanya mengalami pemulihan saat pertama kali menggunakan narkoba dan alkohol. Ia mulai percaya bahwa kata-kata dalam naskah bukunya memiliki makna yang khusus baginya dan dengan sesuatu cara memberitahukannya sebuah pesan untuk menjalankan sebuah misi rahasia. Ia juga takut dilukai oleh musuh-musuhnya dan hal itu mengakibatkannya tidak tidur dengan tujuan untuk melindungi dirinya sendiri. Joe adalah siswa yang baik di sepanjang masa SMA-nya.

akan tetapi Edward bersikukuh bahwa ia tak pernah mendengarnya. Untuk pemberian terapi dan rehabilitasi kepada penderita gangguan jiwa skizofrenia perlu ditempuh cara-cara sebagai berikut: 1. Psikiater telah menanyainya tentang suara- suara. Kadangkala ia berpikir masalah pekerjaan. 21:                       Terjemahnya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri. dan kadang-kadang ia membuat rencana. Bahkan beberapa ahli meragukan bahwa penyakit ini adalah gangguan yang tunggal. Walaupun ia menolak dikatakan depresi. skizofrenia adalah penyakit mental yang memiliki rentang yang luas. Menikah sesuai anjuran agama adalah menentramkan kehidupan manusia sebagaimana firman-Nya surah ar-Rum (30) . Sebelum ia sakit. Edward tak banyak berkata-kata. maka perlu diteliti riwayat atau sissilah keluarga. dihindari kemungkinan adanya faktor genetik (keturunan). jika ia bisa.Kesehatan Mental melawan diabetes dan ketidakmapanan gula darah karena kurang gizi dan penggunaan alkohol. ia hampir-hampir tak pernah tersenyum dan benci untuk membereskan piring sisa makan atau membereskan tempat tidurnya. Saat ia dirawat di rumah sakit untuk pertama kalinya. ia ingat. Contoh Kasus 3 Edward menghabiskan waktunya sendirian di tempat tidur. dan ia mengungkapkan harapannya akan masa depan. Jarang bisa terjadi pemulihan sempurna dengan spontan dan jika tidak diobati biasanya berakhir dengan personalitas yang rusak ” . Seperti yang telah digambarkan dalam contoh kasus di atas. Dari sisi organobiologik. ia kesulitan untuk mempertahankan jalan pikirannya. Tapi Edward tak dapat mengingat kenapa dan nampaknya hal itu bukan lagi merupakan masalah baginya. Fakta bahwa hanya ada satu kata untuk merujuk ke sesuatu penyakit tidaklah berarti bahwa penyakit itu satu ekali-kali bisa timbul serangan. namun ia nampaknya tak pernah mencapai tahap wawancara atau kontrak kerja. Saat ia mengunjungi orang tuanya mereka mencoba membujuknya untuk berbicara tentang masalah keluarga atau politik. supaya 33 . Bila dalam keluarga ditemukan salah seorang menderita skizofrenia sebaiknya menikah dengan orang jauh dan sesama penderita skizofrenia sebaiknya tidak saling menikah. ia menikmati waktunya bersama keluarganya atau bekerja. dan ia tahu ia bertingkah aneh karena polisi menangkapnya saat ia keluyuran di jalanan ketika mengenakan pakaian menyelam.

644 55 Ibid. kasih sayang. h. hendaknya tidak hanya berkembang secara baik dari segi pisik tetapi juga aspek kejiwaaannya. Perlu orang tua mendoakan anaknya agar menjadi orang yang bertaqwa. Olehnya itu perlu dicegah adanya infeksi virus atau infeksi penyakit lainnya. dan dijadikan- Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Firman Allah dalam surah al-Furqan (25). h. 1988/1999). Firman Allah dalam surah al-Ahzab (33) .54 Ayat di atas memberikan petunjuk bagi manusia (laki-laki dan perempuan) untuk mengadakan perkawinan supaya merasa tenteram dan berkasih-kasihan. dicegah berbagai macam komplikasi kandungan. 2. bebas dari stres. 670 34 . hendaknya selama kehamilan seorang ibu perlu mendapat perawatan yang baik. 74: 54 Departemen Agama RI. Untuk menghindari kemungkinan adanya faktor epigenetik. kemampuan untuk percaya kepada kebaikan orang lain. cemas dan depresi. 21:                   Terjemahnya: Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) ayat di atas dijadikan orang tua dalam membina. Sikap itu antara lain. Dengan cara ini seseorang yang menderita gangguan jiwa skizofernia bisa sembuh. dalam perkembangan jiwa atau kepribadian seseorang dari mulai lahir hingga menginjak usia remaja. Psiko-Edukatif. Dicegah menurunnya auto-immune. mendidik anak dengan Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.55 Selanjutnya orang tua memperhatikan sikap-sikap anak yang merupakan kemampauan daya kompetensi anak. Pendidikan anak hendaknya diperhatikan oleh orang tua agar terbentuk sifat /pribadi yang bisa menangkis terjadinya gangguan jiwa skizofrenia. pendidikan yang baik dan memberikan keteladanan bagi anak. Gizi harus cukup dan berimbang dan selama kehamilan dipelihara kondisi mental emosional ibu dalam keadaan sehat atau stabil. orang baik dan orang yang berguna bagi orang lain..Kesehatan Mental kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Al-Quran dan Terjemahnya (Jakarta: Bumi Restu. Orang tua perlu memberikan perhatian. sikap terbuka dan kemampuan pengendalian diri terhadap orang lain..

Depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya. Pengertian depresi beraneka ragam komentar para pakar.56 Kalau meneladani atau mencontoh Rasulullah saw. kelelahan. Depresi juga dapat diartikan sebagai salah satu bentuk gangguan kejiwaan pada alam perasaan yang ditandai dengan kemurungan. Sebagai ganti rasa ketidaktahuan akan kehilangan seseorang akan menolak kehilangan dan menunjukkan kesedihan dengan tanda depresi (Rawlins et al. putus asa. 1998). putus asa dan lain sebagainya57. termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan. Depresi adalah suatu perasaan sedih dan yang berhubungan dengan penderitaan. harga diri rendah. h.. 1993).Kesehatan Mental               Terjemahnya: Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami. harapan yang negatif dan takut pada bahaya yang akan datang. Kadang depresi penyebab utama tindakan bunuh diri. Orang yang mengalami depresi adalah orang yang paling banyak menderita. konsentrasi. keleluasaan. op. Individu yang menderita suasana perasaan (mood) yang depresi biasanya akan kehilangan minat dan kegembiraan. ketiadaan gairah hidup. psikomotor.. anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami). rasa putus asa dan tak berdaya. 519 35 . 56 Ibid. dan berkurangnya energi yang menuju keadaan mudah lelah dan berkurangnya aktiftas (Depkes. Depresi adalah gangguan patologis terhadap mood mempunyai karakteristik berupa bermacam-macam perasaan. h. maka hakkul yakin anak atau generasi bisa terhindar dari gangguan jiwa khususnya skizofrenia. perasaan tidak berguna. sikap dan kepercayaan bahwa seseorang hidup menyendiri. dan jadikanlah kami imam bagi orang- orang yang bertakwa. pesimis. ketidak berdayaan. bersalah.. Depresi Depresi merupakan masalah kesehatan jiwa yang utama dewasa ini. 2000).. 2. tergantung dari sisi mana ia melihatnya. serta gagasan bunuh diri (Kaplan. 569 57 Dadang Hawari. Dapat berupa serangan yang ditujukan pada diri sendiri atau perasaan marah yang mendalam (Nugroho. Depresi menyerupai kesedihan yang merupakan perasaan normal yang muncul sebagai akibat dari situasi tertentu misalnya kematian orang yang dicintai.cit.

Seseorang baru dikatakan mengalami gangguan depresi manakala yang bersangkutan mengalami gangguan di bidang fisik (somatik) maupun psikis sedemikian rupa sehingga menggangu fungsi dalam kehidupannya sehari-hari. pengendalian diri terlampau kuat. lemah. mudah merasa bersalah dan berdosa. Pemurung. pemalu dan pendiam. enggan bicara. Seringkali mengeluh sakit ini dan itu (keluhan-keluhan psikomatik).. Merasa selalu gagal dalam usaha. mudah tersinggung. konvensional. suka menarik diri. tidak suka bergaul. sikap oposisinya dalam bentuk pasif-agresif. pergaulan sosial amat terbatas. gerakan lamban. menghindari keterlibatan dengan orang. Al-Quran memberikan solusi sebagaimana firman-Nya dalam surah al-An’am (6) : 48:                  Terjemahnya: Dan tidaklah kami mengutus para Rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. kurang energik. lesu. Depresi dianggap normal terhadap banyak stress kehidupan dan abnormal hanya jika ia tidak sebanding dengan peristiwa penyebabnya dan terus berlangsung sampai titik dimana sebagian besar orang mulai pulih (Atkinson. suka mencela. Adapun ciri-ciri kepribadian depresif antara lain. takut. Lebih senang berdamai untuk menghindari konflik ataupun konfrontasi. mudah tegang.58 Orang yang memiliki gejala tersebut di atas. khawatir. lebih suka menyisihkan diri. h. sedih dan menangis. Ciri-ciri kepribadian depresif tersebut di atas pada setiap diri seseorang tidak harus sama mencakup semua gejala-gejala secara keseluruhan.522-523 59 Ibid. pekerjaan ataupun studi. Lebih suka menjaga jarak. sukar untuk bisa senang. pesimis menghadapi masa depan. mudah merasa haru..agitatif. memandang diri rendah. mudah mengalah. Tidak agresif. menghindari hal-hal yan tidak menyenangkan.59 Maksud mengadakan perbaikan pada ayat tersebut berarti melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan. 194 36 .. barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan Maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. 58 Lihat Ibid. 2000).Kesehatan Mental 1993). menekan dorongan/impuls diri. serba cemas. sukar untuk merasa bahagia. gelisah. merasa tidak mampu. mengkritik. merasa tidak berguna. sulit mengambil keputusan. h. tidak ada kepercayaan diri.

Mengalami gangguan tidur. c. Gangguan seksual menurun dan pikiran-pikiran tentang kematian dan bunuh diri. Gejala Klinis Depresi. konsentrasi dan daya ingat menurun. h. Nafsu makan menurun. tidak suka lagi melakukan hobi. demensia (kemunduran daya ingat).cit. Terdapat faktor organik spesifik (kelainan pada otak akibat stroke) yang dinilai mempunyai hubungan etiologik (penyebab) dengan gangguan itu. op. op. adalah adanya gejala utama pada gangguan afek (mood). 524 61 Departemen Agama. padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya). atau ketidak-tenangan pikiran. tidak terdapat tanda-tanda delirium (menurunnya kesadaran).. Selanjutnya peningkatan aktivitas (di tempat kerja. Depresi Pasca Stroke Gejala depresi pada penderita stroke. Gagasan melompat-lompat (flight of ideas) atau penghayatan 60 Dadang Hawari. berat badan menurun. perasaan tertekan. sedih. kecewa dan bersikap oposan. 98 37 . merasa dirinya benardan mengeluarkan kekesalan. insomnia (sukar/tidak dapat tidur) atau hipersomnia (terlalu banyak tidur). atau halusinasi organik. 139:           Terjemahnya: Janganlah kamu bersikap lemah. suka menggerutu dan mengeluarkan kekesalan. sindrom waham organik.cit. penyesalan. berdosa.Kesehatan Mental Dadang Hawari memberikan gejala-gejala depresi sebagai berikut: a.60 Gejala di atas ini banyak dialami oleh orang yang kehilangan jabatan dan kedudukan atau kekuasaan. yaitu perasaan murung. gairah hidup menurun. Agitasi atau retardasi psikomotor (gaduh gelemah tak berdaya). prasangka buruk dan selalu curiga. tidak puas. pemeriksaan fisik dan laboratorium. Olehnya itu Al-Quran memberi peringatan sebagaimana firman-Nya dalam surah Ali ’Imran (3) . dan kekecewaan hatinya yang biasa dilakukan atau diucapkan secara berulangulang. dalam hubungan sosial atau seksual). h. merasa tidak berdaya. kreativitas dan prokdutivitas menurun. suka mencela dan skeptis. jika kamu orang-orang yang beriman. perasaan bersalah. merasa diperlakukan tidak adil. Afek disforik. Depresi Pasca Kuasa Adapun keluhan-keluhan penderita yang disertai dengan perubahan sikap dan perilaku. misalnya: Suka mengkritik. Lebih banyak berbicara dari lazimnya atau adanya dorongan untuk berbicara terus menerus.. tidak bersemangat. Hilangnya rasa senang. semangat dan minat.61 b.yang terbukti dari riwayat penyakit. dan janganlah (pula) kamu bersedih hati.

menyalahkan diri sendiri. h. Kalau kita mengalami depresi hendaklah ditingkatkan keimanan dan ketaqwaan dan kedekatan kepada Allah swt.mengemudi kendaraan (”ngebut”) secara tidak bertanggung jawab dan tanpa perhitungan. keinginan mati atau usaha bunuh diri. Mudah teralih perhatian. perasaan tidak berguna. Berkurangnya kebutuhan tidur. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).. bukan hanya perasaan subyektif dari kegelisahan atau perlambanan. (34). atau perasaan bersalah dan berdosa berlebihan yang tidak pada tempatnya. yaitu perhatiaanya terlalu cepat tertarik pada stimulus luar yang tidak penting atau yang tidak berarti. seringkali perasaan ini setaraf dengan waham. sambil memiliki kesabaran. atau sebaliknya penambahan nafsu makan atau kenaikan berat badan yang cukup berarti. tingkah laku eksual secara terbuka. gagasan untuk bunuh diri. orang-orang 62 Lihat dalam Ibid.(35). yang dapat setaraf dengan waham (keyakinan yang tidak rasional namun diyakini kebenarannya). Misalnya. Rasa harga diri yang melambung (grandiosity). (catatan : waham adalah suatu keyakinan yang tidak rasional namun diyakini kebenarannya. Gaduh- gelisa (agitasi) atau pasif dan lemah (retardasi psikomotor). atau pengurang gairah seksual yang tidak terbatas dalam periode ketika sedang ada waham atau halusinasi. . Hilangnya minat atau rasa senang dalam hal yang bisa dikerjakannya. orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka. Keterlibatan berlebihan dalam akvitas-aktivitas yang mengandung kemungkinan resiko tinggi akibat yang merugikan apabila tidak diperhitungkan secara bijaksana. Adanya tanda-tanda berkurangnya kemampuan berpikir atau konsentrasi dan pikiran berulang tentang kematian. 34-35:                    Terjemahnya. kadang senang kadang susah.Kesehatan Mental subyektif bahwa pikirannya sedang berlomba.. penanaman modal secara bodoh..62 Perlu dipahami bahwa hidup manusia itu selalu silih berganti. Hilangnya semangat. Gejala depresif berat adalah kurangnya nafsu makan atau penurunan berat badan yang cukup berarti (tidak sedang diet). berbelanja berlebihan. rasa letih. kadang miskin kadang kaya dan kadang kita berkuasa dan kadang menjadi bawahan. sedangkan halusinasi adalah pengalaman pancaindera tanpa ada rangsangan. 257-258 38 . Sukar tidur (insomnia) atau sebaliknya banyak tidur (hipersomnia). Hal ini difirmankan dalam Al-Quran surah Al-Hajj ( 22 ). (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka.

seperti waham. merasa lamban dan gelisah. Seseorang degan gangguan depresi neurotik selama dalam periode depresif akan menunjukkan gejala-gejala paling sedikit 3 dari gejala berikut : a.Kesehatan Mental yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang Telah kami rezkikan kepada mereka.Depresi Neurotik Depresi neurotik adalah suatu gangguan afek (mood) yang menahun dn mencakup gambaran efek (mood) depresif atau hilangnya minat atau rasa senang di dalam semua atau hampir semua aktivitas kehidupan sehari-hari dan waktu senggang yang biasa dilakukannya.63 d. Bersikap pesimis terhadap masa depan. mata berlinang atau menangis. Tidak mampu menanggapi ujian atau penghargaan dengan perasaan senang. Iritabilitas (mudah tersinggung) atau marah yang berlebihan tidak pada tempatnya. perhatian atau kemampuan untuk berpikir jernih. halusinasi. namun kemudian sesudah gangguan afektif tadi akan muncul kembali.64 Pada gangguan depresif neurotik tadi yang bersangkutan masih mampu menilai ralitas (Reality Testing Ability/RTA) dengan aik dan demikian pula halnya dengan pemahaman diri (insight). e. Perasaan kurang mampu. atau dengan kata lain tidak terdapat ciri-ciri gangguan jiwa berat (psikosis). h. i. menyesali peristiwa masa lalu atau mengasihani diri sendiri. 63 Departemen Agama.. k. Menarik diri dari pergaulan sosial. inkoherensi ataupun asosiasi yang melonggar. Kadang-kala seseorang yang mengalami depresi neurotik itu pada waktu-waktu tertentu (bebeapa hari sampai beberapa minggu) terbebas dari gangguan tersebut (periode normal). 530-531 39 . h. pekerjaan.. l. Kehilangan minat atau kemampuan menikmati dalam aktivitas yang menyenangkan.Pikiran berulang tentang kematian atau keinginan untuk bunuh diri. opcit. d. Mudah haru. Berkurangnya efektivitas atau produktivitas di sekolah. b. atau di rumah. c. h. m. Lesu atau keluhan yang menahun. rendah diri atau mencela diri sendiri. Sukar tidur (insomnia) atau sebaliknya banyak tidur (hipersomnia). j. 517 64 Lihat Ibid. Berkurangnya konsentrasi. g. f. Kurang aktif atau kurang berbicara dari biasanya.

Al-Quran melarang hamba-hamba Allah berpustus asa. Takut pada kegelapan. 53:                         Terjemahnya: Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri. Suami Ny T juga pelit dalam memberikan uang belanja dan melarang Ny T untuk berdagang. Suami Ny T selalu marah-marah pada Ny T dan melarang Ny T untuk berbincang-bincang dengan tetangga di luar rumah.Kesehatan Mental Pengidak depresi neurotik banyak mengalami putus asa dalam hidupnya. Ny T berusaha untuk tidak terlalu serius dalam memikirkan masalahnya dan menuruti keinginan suaminya. opcit. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. tetapi suami Ny T tetap tidak percaya. Ny T dan suaminya juga pisah ranjang.. janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. halusinasi. seperti remisi. Penyebab Ny T mengalami insomnia adalah suami Ny T menuduh Ny T telah berselingkuh karena hasutan tetangga yang tidak suka pada Ny T. Ny T mengalami kesulitan memulai tidur dan hanya tidur kurang lebih tiga jam Kondisi ini mengakibatkan Ny T selalu merasa tubuhnya tidak fresh dan berat badannya mengalami penurunan dari 52 kg menjadi 47 kg. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ia mengatakan mengalami rasa takut bila ingin ke kamar mandi. Kasus 2. yang mencakup suatu saat yang lain mengalami episode hipomatik. h. inkoherensi atau pelonggaran assosiasi. namun suami Ny T tetap memperlakukan Ny T dengan buruk. Depresi Siklotimit Seseorang dengan depresi Siklotimit paling sedikit dalam kurun waktu 2 tahun mengalami gangguan alam perasaan (affect mood) ini. Ny T berusaha menjelaskan pada suaminya bahwa dirinya tidak berselingkuh. Ny T juga takut bercerita pada suaminya bahwa dirinya mengalami kesulitan tidur setiap hari. Pada gangguan depresif siklotimit tidak terdapat ciri psikotik seperti waham. Suami Ny T selalu memarahi Ny T sehingga Ny T selalu memikirkannya dan merasa tertekan. Seorang pasien menghubungi saya untuk meminta diterapi. Juga tidak disebabkan gangguan jiwa lainnya. Pada awalnya. 753 40 .65 e. Hal ini difirmankan dalam Al-Quran surah Az-Zumar (39) . Saya katakan padanya bahwa ia mengalami fear of darkness atau rasa takut di tempat 65 Departemen Agama. Berikut ini beberapa contoh orang yang mengalami depresi: Kasus 1 : Dalam satu malam tetapi setiap satu jam sekali selalu terbangun.

mungkin itu bisa berbentuk iklan atau berita kekerasan di TV. cerita dari seseorang. Suatu peristiwa klien saya hamil dan oleh kekasihnya disuruh untuk menggugurkan kandungannya. Bila trauma itu datang. Sejak saat itu Klien saya mengalami depresi selama hampir tiga tahun lebih akibat trauma masa lalu dengan kekasihnya itu. dan kekecewaan.Kesehatan Mental gelap. amarah. dendam. Kejadian Traumatis Karena Dikhianati Pacar Sebut saja. Selain anda akan tergantung dengan obat itu. dll. Saya hanya melakukan satu kali sesi dengan empat putaran untuk masalah fear of darknessnya. pakaian. Ia telah menyerahkan segalanya kepada kekasihnya ini. dan ia akan mengirim sms kepada kekasihya sebagai ungkapan 41 . penyesalan. Kasus 3. menceritakan pengalaman traumatisnya yang terjadi lebih dari 3 tahun yang lalu. setelah kekasihnya lalu meninggalkannya begitu saja. pemakaian jangka panjang akan mengganggu daya ingat. Saya lakukan tapping pada bebeapa masalah emosional yang menjadi penyebabnya. Dan Klien saya mengambil resiko dengan nyawanya untuk menggugurkan calon bayi yang ada dalam kandungannya itu. kenangan dan benda-benda yang mengingatkannya kembali pada kekasihnya. karena kekasihya berjanji akan menikahinya. Tapi sayang.dll. Hal itu akan membuat anda menderita. Ia merasa dikhianati oleh kekasihnya yang baru sadar bahwa kekasihnya itu sudah beristri. ia akan teringat kekasihya. Ia mengatakan bahwa ia merasa seolah-olah akan diserang oleh seseorang di rumahnya sendiri. Begitu banyak hal. secara keseluruhan sesi terapi hanya memakan waktu kurang dari satu jam dan kini pasien berani pergi ke kamar mandi kapanpun ia mau tanpa harus menyalakan semua lampu di rumah. seperti bila melihat mobil Zenia ia akan teringat kekasihnya. bila melihat kalender. anda akan mengalami keadaan seperti yang anda takutkan. Berhati-hatilan dengan segala informasi yang masuk kepada anda. Karena bila sistim keyakinan anda memecayainya. ia teringat prosesi waktu menggugurkan kangdungannya. Ia mengatakan dalam sehari bisa lebih dari 10 kali ia teringat akan kekasihnya itu. Ani. Atau kalau tidak ia akan memilih untuk tetap di kamar tidurnya dan menjalani malamnya dengan penderitaan. Namun ia tidak menceritakan apakah traumanya itu sudah menimbulkan rasa sakit pada tubuh fisiknya. Dan akan diperparah lagi bila anda mencoba mengatasi masalah anda dengan obat penenang. maka di situ berkumpul kebencian. Ia tidak dapat tidur dan merasa kawatir bila tidur dengan kondisi lampu mati. terutama ketika ia ingin pergi ke kamar mandi. wanita 28 tahun di sebuah kota di Jawa Timur. Dan bila ia ingin ke kamar mandi semua lampu di rumah harus menyala. bila malam tiba ia juga teringat ketika kekasihnya sering datang ke kostnya dan mengobrol bersama teman-teman kostnya.

Saya mencoba melakukan tapping EFT pada aspek sakit kepalanya. Tapping ketiga tidak menurunkan intensitas sakit kepalanya. Menurutya sakit kepalanya karena ia selalu kurang tidur atau insomnia. Sesi tapping pertama menurukan intensitas sakit kepalanya menjadi 8 dari skala10. Ketakutan-ketakutan datang membayangi klien saya untuk menghadapi kehidupan bersama calon suaminya nanti. tapi juga rencana perkawinannya yang akan dilangsungkan satu bulan lagi. klien saya tidak mencintai calon suaminya karena ia menikah atas kemauan orang tua. Ia mengatakan mohon dibantu doa. Lalu saya mulai menggali faktor-faktor emosional yang mungkin menjadi penyebabnya. Klien saya mengatakan bahwa kehidupan perkawinan bersama suaminya dalam keadaan baik dan kini mereka sedang fokus untuk mendapatkan momongan serta mengembangkan usaha suaminya. takut menghadapi malam pertama karena tidak ada hasrat seks kepada calon suaminya. Tapping kedua menurunkan intensitas sakit kepalanya menjadi 5. Saya melakukan terapi dengan EFT untuk menghapus memori traumatis itu pada aspek-aspek-aspek yang membuatnya depresi. Setelah pesta perkawinan dilangsungkan. Dua bulan kemudian saya mencoba untuk menanyakan kabar dan keadannya. pria 25 tahun. Hendi. Beberapa faktor utama emosional yang dimiliki klien saya ini adalah : 42 . Dan malam harinya klien saya memberi kabar bahwa baru besok malam ia akan menjalani malam pertama bersama suaminya. Kita akan melihat bahwa derita fisik sering merupakan efek lanjutan dari masalah emosional.Kesehatan Mental kemarahanya. Karena itu saya lakukan tapping pada aspek-aspek di atas. Saya ketahui bahwa klien saya mengalami kepedihan emosional dari masa lalu dengan kekasihnya pada waktu mereka masih kuliah. beberapa bentuk fisik dari calon suami tidak ia sukai. Setelah dilakukan tapping pada semua aspek yang ada. mengeluhkan sakit kepalanya yang intens yang ia derita setiap hari. Depresi yang dialami klien saya ini tidak hanya datang dari trauma masa lalunya. saya menunggu kabar dari klien saya pada keesokan harinya. Beberapa ketakutannya seperti takut trauma masa lalunya akan mempengaruhi hubungan perkawinanya. Ia juga mengatakan sekarang ia tidak merasa sakit hati lagi. klien saya melaporkan bahwa kini ia merasa lebih tenang dan dapat mengendalikan emosinya untuk tidak mengirim sms ke kekasihya itu. Kasus 4. Karena itu lalu saya meminta klien saya untuk segera mencatat ketika timbul hal-hal yang memicu ingatanya. Sempat klien saya mengalami kesulitan mengingat hal-hal yang membuatnya depresi. Trauma dibalik derita sakit kepala dan insomnia bertahun- tahun.

Ia melaporkan bahwa sekarang ia dapat tidur dengan baik dan sakit kepalanya sudah hilang. Psikoterapi perilaku (memulihkan gangguan perilaku untuk beradaptasi) dan Psikoterapi keluarga(memperbaiki hubungan kekeluargaan). Seluruh sesi terapi ini berjalan kurang dari satu jam Walaupun intensitas sakit kepalanya sudah tidak mengganggu lagi. Pendekatan Terapi Perilaku( Psikososial) Maksudnya untuk memulihkan kembali kemampuan adaptasi agar yang bersangkutan dapat kembali berfungsi secara wajar dalam kehidupan sehai- 43 .Teringat kebaika kekasihya Setelah dilakukan tapping EFT intensitasnya turun menjadi 2 dan sakit kepalanya hanya tersisa sedikit dan hal itu bukan masalah lagi baginya sebagaimana penuturannya. c. Psikoterapi psiko-dinamik (menganalisa dan menguraikan proses dinamika kejiwaan pasien). Psikoterapi kognitif (memulihkan fungsi kognitif pasien). Pendekatan Terapi Psikofarmaka Yang dimaksud dengan terapi psikofarmaka adalah pengobatan dengan memakai obat-obatan (farmaka) yang berkhasiat memulihkan fungsi gangguan neuro-transmitter di susunan saraf pusat otak. Pendekatan Terapi Psikologik (Psikoterapi/Konseling) Psikoterapi ini banyak macam ragamnya tergantung dari kebutuhan baik individual maupun keluarga. saya menyarankan klien saya untuk melakukan tapping di rumah untuk menuntaskan masalah yang mungkin terlewatkan. Untuk menghilangkan keluhan-keluhan somatik (fisik) itu dapat diberikan obat. misalnya. Psikoterapi re-edukatif (pendidikan ulang).Memendam amarah kepada bapak kekasihya . c.Merasa sangat kehilangan kekasihnya .Teringat saat jalan-jalan bersama kekasihnya . b.obatan yang ditujukan kepada organ tubuh yang bersangkutan.Merasa hidupnya berantakan gara-gara peristiwa ini . Psikoterapi re- konstruktif (rekontruksi kepribadian). Pendekatan Terapi Somatik. Psikoterapi suportif( memberikan motivasi).Kesehatan Mental . kecemasan dan depresi yang berkepanjangan. Maksudnya dalam pengalaman praktek sehari-hari sering dijumpai gejala atau keluhan fisik (somatik) sebagai gejala ikutan atau akibat dari stress. a. Terapi psikofarmaka yang banyak dipakai oleh para dokter (psikiater) adalah obat anti cemas (anxiolytic) dan obat anti depresi. Terapi Depresi Ada beberapa pendekatan dalam terapi depresi antara lain. Tiga bulan kemudian saya kembali menanyakan kondisi klien saya ini.

suka ”ngotot”. Cemas. Penyebabnya maupun sumber biasanya tidak diketahui atau tidak dikenali. maupun dilingkungan pergaulan sosialnya.cit.Ayat ini maksudnya manusia harus berusaha dan berikhtiyar apabila ia sakit. kecemasan ringan. 68 Tipe kepribadian pencemas antara lian. Suatu keadaan seseorang merasa khawatir dan takut sebagai bentuk reaksi dari ancaman yang tidak spesifik (Rawlins 1993). Untuk mencapai hal tersebut di atas hendaknya kita melakukan perubahan-perubahan kebiasaan (gaya hidup) yang idak sehat. khawatir... Kecemasan Kecemasan sebagai pengalaman psikis yang biasa dan wajar.cit. Soal penyembuhan juga disebutkan dalam Al-Quran surah Yunus (10): 57:                Terjemahnya: Hai manusia. h. 66 Departemen Agama. gelisah. supaya dosa- dosa yang salah satu penyebab penyakit bisa disembuhkan oleh Allah swt. berat dan kecemasan panik. tidak tenang bila duduk.66 . menyalahkan orang lain. Intensitas kecemasan dibedakan dari kecemasan tingkat ringan sampai tingkat berat.67 Olehnya itu setiap fasien harus mendekatkan diri kepada Allah dalam artian meningkatkan ketaqwaan serta selalu berdoa dan berzikir. op. Sesungguhnya Telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Sering merasa tidak bersalah. 579 67 Ibid. Dialah yang menyembuhkanku. 80:      Terjemahnya:Dan apabila aku sakit. Seseorang akan menderita gangguan cemas manakala yang bresangkutan tidak mampu mengatasi stresor psikososial. h. Kurang percaya diri. di tempat kerja. di sekolah/kampus. yang pernah dialami oleh setiap orang dalam rangka memacu individu untuk mengatasi masalah yang dihadapi sebaik-baiknya. sedang. Maslim (1991). Memandang masa depan dengan was-was (khawatir). h. Allah berfirman dalam surah Asy-Syura ( 26 ). yaitu berobat dan Insya Allah akan menyembuhkanya. Pendekatan Terapi Religi (Agama). 3. gugup apabila tampil di muka umum (”demam panggung”). op. ragu dan bimbang. 315 68 Dadang Hawari.504 44 . tidak tenang.. d.Kesehatan Mental hari baik di rumah. Menurut Sundeen (1995) mengidentifikasi rentang respon kecemasan kedalam empat tingkatan yang meliputi. gerakan sering serba salah. Tidak mudah mengalah.

gelisah. mimpi-mimpi yang menegangkan. gangguan pencernaan. akan tetapi kecemasan berubah menjadi abnormal ketika kecemasan yang ada dalam diri individu menjadi berlebihan atau melebihi dari kapasitas umumnya.Kesehatan Mental Seringkali mengeluh ini dan itu (keluhan-keluhan somatik). misalnya rasa sakit pada otot dan tulang. orang merasa cemas. Tiap manusia pasti mempunyai rasa cemas. muka merah atau pucat. Kalau sedang emosi sering kali bertindak histeris. Dalam mengambil keputusan sering diliputi rasa bimbang dan ragu. khawatir berlebihan terhadap penyakit. letih. Gangguan pola tidur. pusing. sering buang air seni. Merasa tegang. denyut nadi dan nafas yang cepat waktu istirahat. telapak tangan/kaki basah. 45 . khawatir. ketika tampil dihadapan banyak orang atau ketika sebelum ujian berlangsung. Gangguan konsentrasi dan daya ingat. diare. berkeringat berlebihan. rasa mual. sesak nafas. kepala terasa ringan. dan masih banyak lagi. Seseorang dikatakan menderita anxiety disorder apabila kecemasan atau anxietas ini mengganggu aktivitas dalam kehidupan dari diri individu tersebut. tidak tenang. Tipe-Tipe Gangguan Kecemasan. tegang. Takut sendirian. Keluhan-keluhan yang sering dikemukakan oleh orang yang mengalami gangguan kecemasan antara lain sebagai berikut: Cemas. mudah kaget. Kecemasan yang dimiliki seseorang seperti diatas adalah normal. muka tegang. Mudah tersinggung. kening berkerut. kelopak mata bergetar. firasat buruk. takut pada keramaian dan banyak orang. rasa dingin. tidak dapat santai. rasa aliran panas atau dingin. Misalnya. mulut kering. Gejala-gejala fisiknya adalah sebagai berikut: gemetar. gangguan perkemihan. takut akan pikirannya sendiri. Misalkan. salah satunya terganggunya fungsi sosial dalam diri individu. kecemasan yang berlebihan ini menghambat diri seseorang untuk menjalin hubungan akrab antar individu maupun kelompoknya. pendengaran berdenging (tinitus). dan bahkan kecemasan ini perlu dimiliki oleh manusia. tidak dapat diam. suka membesar-besarkan masalah yang kecil (dramatisasi). Individu yang mengalami gangguan seperti ini bisa dikatakan mengalami anxiety disorder (gangguan kecemasan) yaitu ketakutan yang berlebihan dan sifatnya tidak rasional. gelisah. sakit kepala dan lain sebagainya. Keluhan-keluhan somatik. mudah terkejut. rasa tidak enak di ulu hati. nyeri otot. bila mengemukakan sesuatu atau bertanya seringkali diulang-ulang. rasa cemas ini biasanya terjadi pada saat adanya kejadian atau peristiwa tertentu. maupun dalam menghadapi suatu hal. kesemutan. berdebar- debar. jantung berdebar-debar. kerongkongan tersumbat. mudah tersinggung.

ketakutan ini disebabkan akibat adanya pengalaman yang traumatik bagi individu pada saat ada dalam kerumunan atau tempat umum. binatang ataupun peristiwa tertentu. Mengenal Perilaku Abnormal. Fobia Spesifik adalah ketakutan berlebih yang disebabkan oleh benda. peristiwa ini membuatnya bersalah dan ia terus menerus memikirkan kesalahannya ini (obsesif). sudah beberapa hari ini ia mempunyai kebiasaan aneh yang tidak bisa ia hentikan. akibatnya lengan A terluka dan menyebabkannya cacat. saat kecil keduanya pernah bertengkar. dan timbul akibat peristiwa traumatik yang pernah dialami individu. X tanpa sengaja mengambil gunting dan menorehkannya ke lengan adiknya. yang sebetulnya tidak berbahaya dan penderita mengakui bahwa ketakutan itu tidak ada dasarnya. atau peristiwa traumatik tertentu. kebiasannya adalah mencuci tangannya lebih dari 10x dalam satu hari. Berdasarkan cerita diatas. misalnya: ketakutan terhadap kucing (ailurfobia). h. lalu X mulai menceritakan kejadian apa yang sebenarnya ia lakukan. 1995). ketika ia berkonsultasi kepada psikolog sekolahnya ia baru tahu apa yang terjadi padanya.A.X adalah kakak dari A. Fobia Sosial adalah ketakutan berlebih pada kerumunan atau tempat umum.7-8 46 . Fobia Fibia adalah ketakutan yang berlebihan yang disebabkan oleh benda. b. ataupun suatu kejadian yang mengancam dirinya pada saat diluar rumah. (kompulsif). Fobia juga merupakan penolakan berdasar ketakutan terhadap benda atau situasi yang dihadapi.A. obsesif kompulsif ini biasanya cenderung pada perilaku bersih-bersih. Perilaku ini merupakan ritual pembebasan dari dosa pada orang tersebut. diantaranya: 1. Ada beberapa macam Fobia: a. (Yogyakarta: Kanisius. sifatnya biasanya tidak rasional. ketakutan terhadap ketinggian (acrofobia). dan tiap kali ia mengingatnya ia akan mencuci tangannya berulang-ulang. Obsesif Kompulsif Seperti contoh Kasus dibawah ini: X adalah seorang remaja madya yang saat ini sedang kuliah disuatu universitas.69 2. Perilaku seperti 69 Supratinya.Kesehatan Mental Anxiety disorder memiliki bebrapa pembagian yang lebih spesifik. ketakutan terhadap tempat tertutup (agorafobia). psikolog menanyainya apa yang menyebabkannya seperti itu. Sedangkan kompulsif adalah pelaksanaan dari pemikirannya tersebut. fobia terhadap kancing baju. misalnya dipermalukan didepan umum. LAB/UPF Ilmu Kedokteran Jiwa. kita bisa melihat bahwa obsesif adalah pemikiran yang berulang dan terus-menerus. dengan mencuci tangan ia berharap bisa membersihkan dari dosa yang telah ia perbuat. dsb. teman-temannya juga heran mengapa ia berperilaku seperti itu.

Simtom memburuk jika dihadapkan kepada situasi yang mirip. mulut kering. sesak nafas. mudah terkejut.Kesehatan Mental ini sebenarnya banyak terjadi pada lingkungan kita tetapi. pelupuk mata berkedip terus. jika lebih dari 6 bulan maka orang tersebut dapat mengembangkan PTSD. Cemas akan terjadinya bahaya. ancaman yang serius terhadap orang yang sangat dicintai. mudah lelah. peperangan. GAD (Generalized Anxiety Desease: Gangguan Kecemasan Tergeneralisasikan) Tanda-tanda. melihat orang lain disakiti atau dibunuh. ketakutan yang 47 . serangan fisik atau penganiayaan berlangsung lebih lama daripada trauma setelah bencana alam. detak jantung keras. Simtom dan diagnosis: Akibat kejadian traumatik atau bencana yang tingkatnya sangat buruk: perkosaan. tidak dapat santai. Simtom pada anak: mimpi tentang monster atau perubahan tingkah laku: ramai → pendiam Riwayat psikopatologi pada keluarga memegang peranan Perlakuan Dapat melalui terapi kelompok. Ada keluhan somatik: berpeluh. gangguan tidur. tenggorokan terasa tersumbat. bcrgetar. berpeluh. bencana alam. merasa panas. sering terjadi mimpi buruk atau gangguan tidur. hiperaktivitas sistem saraf otonomik. perut tidak enak. sering buang air kecil. cemas akan mati. 4. Akan berakibat tidak dapat konsentrasi. mudah terkejut. 5. kesulitan finansial). merasa tercekik. tidak mampu untuk santai. diare. PTSD biasnya muncul beberapa tahun setelah kejadian dan biasanya diawali dengan ASD. tidak dapat tidur. depresi. perang. 3. Sering penderita tidak sabar. Gangguan Panik Tanda-tanda: sekonyong-sekonyong\sesak nafas. mudah marah. Dengan cara ini penderita mendapatkan support dari teman-temannya. gelisah. jantung berdetak keras. Merasa ada gangguan otot: ketegangan atau rasa sakit pada otot terutama pada leher dan bahu. cemas. ada perasaan asing terhadap orang-lain dan yang lampau. impulsif. hal-hal yang menyenangkan tidak menarik lagi. kronis atau lambat. mati rasa. bergetar. trauma akibat orang. Post Traumatik-Stress Disorder (PTSD/ Gangguan Stress Pasca Trauma) PTSD merupakan kecemasan akibat peristiwa traumatik yang biasanya dialami oleh veteran perang atau orang-orang yang mengalami bencana alam . sering berkeluh. dan yang lain mati: ada rasa bersalah. Kalau trauma dialami bersama orang lain.serangan jantung. pusing. mengingat. tidak dapat konsentrasi. cemas kehilangan kontrol. Gangguan pasca trauma dapat akut. dingin. tangan basah. cemas akan mendapatkan. kecemasan kronis terus menerus rnencakup situasi hidup (cemas akan terjadi kecelakaan. Dapat terjadi pada anak dan orang dewasa. kita kadang malah menganggap perilaku ini wajar. sakit di dada.

Selain itu mereka mendorong klien untuk mengembangkan tingkah laku yang lebih adaptif. Kecemasan terjadi bila ketidaksadaran antara inner self seseorang yang sesungguhnya dan kedok sosialnya mendekat ke taraf kesadaran. kecemasan merefleksikan energi yang dilekatkan kepada konflik-konflik tak sadar dan usaha ego untuk membiarkannya tetap terepresi. Depersonalisasi dan derealisasi: perasaan ada di luar badan. Sebagai akibatnya. Begitu juga dengan yang modern. 26-27 48 . Dengan demikian ego dapat memberi perhatian lebih terhadap tugas-tugas yang lebih kreatif dan memberi peningkatan.Kesehatan Mental sangat akan teror. Soetomo. 2. Psikoanalisis tradisional menyadarkan bahwa kecemasan klien merupakan simbolisasi dari konflik dalam diri mereka. Diantaranya golongan benzodiazepine Valium dan Xanax (alprazolam). h. Terjadinya: sering. Dengan adanya simbolisasi ini ego dapat dibebaskan dari menghabiskan energi untuk melakukan represi. 1994). Oleh sebab itu terapis-terapis humanistik bertujuan membantu orang untuk memahami dan mengekspresikan bakat-bakat serta perasaan-perasaan mereka yang sesungguhnya. akan tetapi yang modern lebih menjajaki sumber kecemasan yang berasal dari keadaaan hubungan sekarang daripada hubungan masa lampau. ketakutan akan ada hukuman. Pendekatan ini biasanya menggunakan variasi obat-obatan untuk mengobati gangguan kecemasan. 3.Pendekatan-Pendekatan Humanistik Para tokoh humanistik percaya bahwa kecemasan itu berasal dari represi sosial diri kita yang sesungguhnya. sekali seminggu atau lebih sering. Beberapa menit. klien menjadi bebas untuk menemukan dan menerima diri mereka yang sesunggguhnya dan tidak bereaksi dengan kecemasan bila perasaan-perasaan mereka yang sesungguhnya dan kebutuhan-kebutuhan mereka mulai muncul ke permukaan. Dalam menangani gangguan kecemasan dapat melalui beberapa pendekatan : 1. Tetapi pada dasarnya berbagai tekhnik tersebut sama-sama mendorong klien untuk menghadapi dan tidak menghindari sumber-sumber kecemasan mereka.. misalnya mengendarai mobil. takut akan mati. Meskipun benzodiazepine mempunyai efek 70 Lihat dalam Pedoman Diagnosis Dan Terapi (Surabaya: Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan RSUD Dr.Pendekatan-Pendekatan Psikodinamika Dari perspektif psikodinamika. Dihubungkan dengan situasi khusus. ketakutan kehilangan kontrol.Pendekatan-Pendekatan Biologis. 70 Terapi Gangguan Kecemasan Pendekatan-pendekatan psikologis berbeda satu sama lain dalam tekhnik dan tujuan penanganan kecemasan. merasa dunia tidak nyata. ketakutan menjadi gila.

Terapi kognitif berusaha mengoreksi keyakinan-keyakinan yang disfungsional. Efektifitas terapi pemaparan sudah sangat terbukti. Obat antidepresi mempunyai efek antikecemasan dan antipanik selain juga mempunyai efek antidepresi. tetapi dapat mengakibatkan depensi fisik.Pendekatan-Pendekatan Belajar Efektifitas Penanganan kecemasan dengan pendekatan belajar telah banyak dibenarkan oleh beberapa riset.Kesehatan Mental menenangkan. Ada beberapa macam model terapi dalam pendekatan belajar. terapi kognitif menunjukkan kepada individu dengan fobia sosial bahwa kebutuhan-kebutuhan irrasional untuk penerimaan- penerimaan sosial dan perfeksionisme melahirkan kecemasan yang tidak perlu dalam interaksi sosial. (2003). (makalah). 71 4. Terapi bersifat bertahap menghadapkan individu yang agorafobik kepada situasi stimulus yang makin menakutkan. L. H. Misalnya. Kunci terapeutik adalah menghilangkan kebutuhan berlebih dalam penerimaan sosial. Pengembangan Kesehatan Perkotaan ditinjau dari Aspek Psikososial. Inti dari pendekatan belajar adalah usaha untuk membantu individu menjadi lebih efektif dalam menghadapi situasi yang menjadi penyebab munculnya kecemasan tersebut. Terapi kognitif membantu mereka 71 Lihat Panggabean. sasaran akhirnya adalah kesuksesan individu ketika dihadapkan pada tahap terakhir yang merupakan tahap terberat tanpa ada perasaan tidak nyaman dan tanpa suatu dorongan untuk menghindar. Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat DepKes. Pemaparan gradual juga banyak dipakai pada penanganan agorafobia. membuat terapi ini sebagai terapi pilihan untuk menangani fobia spesifik. Cara Menanggulangi ataupun cara membantu memperkecil kecemasan: b) Rekonstruksi Pikiran Yaitu membantu individu untuk berpikir secara logis apa yang terjadi sebenarnya.5-7 49 . d) Terapi Kognitif Terapi yang dilakukan adalah melalui pendekatan terapi perilaku rasional-emotif. biasanya digunakan pada seorang psikolog terhadap penderita fobia. diantaranya : a) Pemaparan Gradual Metode ini membantu mengatasi fobia ataupun kecemasan melalui pendekatan setapak demi setapak dari pemaparan aktual terhadap stimulus fobik. Keuntungan dari pemaparan gradual adalah hasilnya yang dapat bertahan lama. c) Flooding Yaitu individu dibantu dengan memberikan stimulus yang paling membuatnya takut dan dikondisikan sedemikan rupa serta memaksa individu yang menderita anxiety untuk menghadapinya sendiri. orang dengan fobia sosial mungkin berpikir bahwa tidak ada seorangpun dalam suatu pesta yang ingin bercakap-cakap dengannya dan bahwa mereka akhirnya akan kesepian dan terisolasi sepanjang sisa hidup mereka.

Wiramihardja. terapis membantu membimbing mereka selama percobaan pada pemaparan dan secara bertahap menarik dukungan langsung sehingga klien mampu menghadapi sendiri situasi tersebut. Klasifikasi gangguan kepribadian: kepribadian paranoid. ia bunuh diri dengan sebilah belati. suatu proses dimana terapis membantu klien mencari pikiran-pikiran dan mencari alternatif rasional sehingga mereka bisa belajar menghadapi situasi pembangkit kecemasan. tergambar adanya kesulitan besar berhubungan dengan orang lain bila kita terlalu mengagumi diri sendiri. 2005). kepribadian inadequat. Maslim (1998). Nemiah. Kepribadian pasif agresif. kepribadian antisosial. tumbuhlah bunga yang sampai sekarang dikenal dengan nama Narcissus. Konon suatu hari Narcissus menangkap citra wajahnya pada permukaan air yang tenang di hutan. gangguan obsesif kompulsif dan gangguan panik. e) Terapi Kognitif Behavioral (CBT) Terapi ini memadukan tehnik-tehnik behavioral seperti pemaparan dan tehnik-tehnik kognitif seperti restrukturisasi kognitif. MD. Sutardjo A. gangguan stres pasca trauma. 2005. (Bandung: PT. Jadi boleh dikatakan bahwa gangguan kepribadian neurose dan gangguan intelegensi sebagaian besar tidak tergantung pada satu dan lain atau tidak berkorelasi. gangguan kecemasan menyeluruh. kepribadian astenik. 74-77 50 .Kesehatan Mental untuk mengenali cacat-cacat logis dalam pikiran mereka dan membantu mereka untuk melihat situasi secara rasional. Dari tetesan darahnya yang jatuh di dekat air. Kekaguman pada diri sendiri yang berlebihan membuat kita selalu 72 Lihat selengkapnya dalam Prof. kepribadian skizoid. Pada fobia sosial. Dr. Gangguan Kepribadian Klinik menunjukkan bahwa gejala-gejala gangguan kepribadian (psikopatia) dan gejala-gejala neurosa berbentuk hampir sama pada orang- orang dengan intelegensi tinggi ataupun rendah. dan sontak ia jatuh cinta pada diri sendiri. Salah satu contoh tekhnik kognitif adalah restrukturisasi kognitif. nama seorang pemuda tampan dalam mitos Yunani kuno. Pengantar Psikologi Abnormal. Dari penjelasan di atas. kepribadian axplosif. kepribadian afektif atau siklotemik. kepribadian anankastik atau obsesif-konpulsif. John C. Refika Aditama. h. kepridian histerik. profesor psikiatri dari Harvard Medical School dalam bukunya Foundations of Psychopathology menjelaskan istilah narsisme berasal dari kata Narcissus.72 4.. Beberapa gangguan kecemasan yang mungkin dapat dikaji dengan penggunaan CBT antara lain : fobia sosial. Selanjutnya ia putus asa karena tidak mampu memenuhi apa yang sangat diinginkannya.

Mereka juga tidak mampu untuk menampilkan empati. seperti tuntutan untuk menjadi pusat perhatian. 1992). mereka sangat sulit atau tidak dapat menerima kritik dari orang lain. biasanya mereka memiliki tujuan tertentu untuk kepentingan diri mereka sendiri. selalu mencari perhatian dan pujian. selalu mencari pujian dan perhatian. mereka memiliki pandangan yang jauh lebih membanggakan tentang diri mereka sendiri dan kurang melodramatik dibanding orang dengan kepribadian histrionik. A. kalaupun mereka memberikan empati atau simpati. Sikap mereka ini mengakibatkan hubungan yang mereka miliki biasanya rentan (mudah pecah) dan mereka dapat membuat orang lain sangat marah karena penolakan mereka untuk mengikuti aturan yang telah ada. malahan justru seringkali mengeksplorasinya. ( Atkinson dkk. namun orang dengan kepribadian narsistik umumnya dapat mengorganisasi pikiran dan tindakan mereka dengan lebih baik. serta tidak peka terhadap kebutuhan orang lain. atau dengan kata lain mereka bersifat self-absorbed. Gangguan kepribadian narsissistik (narcissistic personality disorder) atau cinta pada diri sendiri digambarkan sebagai orang yang memiliki rasa kepentingan diri yang melambung (gradiositas) dan dipenuhi khayalan- khayalan sukses bahkan saat prestasi mereka biasa saja. Beberapa ciri lain gangguan kepribadian antara lain adalah kepribadian menjadi tidak fleksibel. 1984). 1992). Pengertian Gangguan Kepribadian Gangguan Kepribadian adalah pola-pola perilaku maladaptive yang sifatnya kronis. dan sepenuhnya tidak merasakan gangguan (Meyer dan Salmon. serta tidak peka terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain. Meski mereka berbagi ciri tertentu dengan kepribadian histrionik. jatuh cinta pada dirinya sendiri karena merasa mempunyai diri yang unik. tidak wajar atau tidak dewasa dalam menghadapi stres dalam memecahkan masalah. Mereka umumnya tidak kehilangan kontak dengan realitas dan tidak menunjukkan kekacauan perilaku yang mencolok seperti pada penderita narsistik... Penderitaan ini biasanya dialami oleh para remaja dan dapat berlangsung sepanjang hidup ( Atkinson dkk. Mereka selalu ingin mengerjakan sesuatu sesuai dengan cara yang sudah mereka tentukan dan seringkali ambisius serta mencari ketenaran. Dan mereka juga beranggapan bahwa dirinya spesial dan berharap mendapatkan perlakuan yang khusus pula. Oleh karena itu. Label gangguan kepribadian ambang (BPD) terkadang dikenakan pada mereka. Mereka cenderung lebih berhasil dalam karier mereka dan lebih bisa meraih posisi dengan status 51 .Kesehatan Mental lapar untuk memuaskan kebutuhan dan kepentingan diri sendiri.

J. Sangat Ingin dikagumi (requires excessive admiration). Ciri-Ciri Gangguan Menurut DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders – Fourth Edition) individu dapat dianggap mengalami gangguan kepribadian narsissistik jika ia sekurang-kurangnya memiliki 5 (lima) dari 9 (sembilan) ciri kepribadian sebagai berikut: 1. Kurang empati (lacks of empathy: is unwilling to recognize or identify with the feelings and needs of others). kita tidak dapat mengatakan bahwa ada perbedaan gender yang mendasar pada tingkat prevalensi dalam populasi umum.Psikologi Abnormal Klinis Dewasa (Jakarta : Universitas Indonesia.73 Secara sains tidak ditemukan sebab-sebab yang sifatnya mengungkapkan narsistik. tapi banyak riset yang mengungkapkan bahwa ada faktor tertentu yang menandakan bahwa seseorang itu memiliki gangguan kepribadian narsistik antara lain: 1. 2005. unik dan dapat dimengerti hanya oleh atau harus dengan orang atau institusi yang khusus atau memiliki status tinggi. merasa dirinya sangat penting dan ingin dikenal oleh orang lain 2. 2005). merasa diri unik dan istimewa 3. 7. 1988). kecanduan difoto atau di shooting 73 Lihat Fausiah. Walaupun lebih dari setengah orang yang didiagnosis dengan gangguan ini adalah laki-laki. Angkuh dan Sensitif Terhadap Kritik (shows arrogant. Merasa Diri Paling Hebat 2. Fantasi Kesuksesan & Kepintaran 4. terutama bila kelaparan akan pemujaan yang menjadi keserakahan. 5. F & Widury. Kepercayaan Diri yang Semu 9. sebuah tameng akan kritik dan kegagalan. Suka dipuji dan jika perlu memuji diri sendiri 4. h. 6. b. Derajat tertentu dari narsisme dapat mencerminkan penyesuaian diri yang sehat akan rasa tidak aman. 8. atau motif untuk berprestasi (Goleman. 47-51 52 . Hubungan mereka juga cenderung lebih stabil dibanding dengan orang BPD. 3.Kesehatan Mental tinggi dan kekuasaan. Yakin bahwa dirinya khusus. Merasa Layak Memperoleh Keistimewaan (has a sense of entitlement). haughty behavior or attitudes). Seringkali memiliki rasa iri pada orang lain atau menganggap bahwa orang lain iri kepadanya (is often envious of others or believes that others are envious of him or her). Kualitas narsistik yang berlebihan dapat menjadi tidak sehat.

Ada yang merasa sangat tidak nyaman gara gara jerawat “bandel”. David memutuskan bahwa dia benar-benar bebas untuk menikmati hidupnya. suka berlama lama di depan cermin 6. h. Psikologi Abnormal jilid 1.S. S. 2003.. 54 75 Nevid. Abnormal Psychology (2000) bahwa orang yang Narcissistic memandang dirinya dengan cara yang berlebihan. Setelah perceraian tersebut.Kesehatan Mental 5.. kebanggan berlebih 7. Dia secara khusus menanyakan pendapat terapis mengenai baju setelan model terbaru yang dikenakannya dan juga sepetu barunya. David semakin sedikit menghabiskan waktu dengan keluarganya. Dia pertama kali datang mengunjungi psikolog untuk mengatasi mood negatifnya. 8.aholic. Dia juga seringkali berhubungan dengan wanita-wanita yang sangat menarik. David menceraikan isterinya karena tidak lagi membutuhkan bantuan ekonomi dario sang istri. Rathus. 2003).75 Contoh Kasus: David berprofesi sebagai pengacara dan berusia awal 40an. (Jakarta : Erlangga. ada merasa perlu dandan total. B. bentuk bibir. dia adalah seorang work.. misalnya dengan menghias apaartemennya dengan berbagai benda-benda yang sangat menarik perhatian. Selama bersekolah di sekolah hukum. J.74 Spencer A Rathus dan Jeffrey S. Perilaku congkak/ sombong. Setelah anak mereka lahir. & Greene. penuh akan fantasi akan keberhasilannya hingga tidak memiliki waktu untuk isterintya. walaupun cuma mau ke pasar. yaitu mengambil keuntungan dari orang lain demi kepentingan diri sendiri. betis dsb. Eksploitatif secara interpersonal(is interpersonally exploitative). h. Tidak lama setelah dia memliki pekerjaan yang mapan. Sejak awal pertemuan tampak bahwa David sangat menaruh perhatian pada penampilannya. Hal tersebut dapat berupa kekaguman yang berlebihan terhadap wajah sendiri atau dapat pula terhadap bagian tubuh tertentu seperti menyukai bentuk mata. Dia sangat suka menghabiskan uang untuk dirinya sendiri. Mereka senang sekali menyombongkan dirinya dan berharap orang lain memberikan pujian. tanpa mampu memberikan bukti apapun yang memastikan keberhasilannya. 72- 74 53 . David bercerita tentang kesuksesannya dalam bidang akademis dan olahraga. Dalam pergaulannya.Kebutuhan untuk diperhatikan dapat pula menjadikan seseorang rentan terhadap kekurangan fisik. David sangat ingin memastikan bahwa dia sedang berhubungan dengan seseorang yang terbaik bidangnya. David juga bertanya kepada terapis tentang mobil yang digunakan dan berapa banyak klien kelas atas yang ditangani oleh terapis tersebut.A. David merasa 74 Lihat Ibid.. Nevid menyebutkan dalam bukunya.

dan ketidakmampuan yang dialami secara intensif. c. bila kebutuhan itu tidak terpuaskan maka akan timbul reaksi tidak setuju dan marah ketika gagal mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Oleh karena itu. dan rasa bersalah. 1995). Dengan Individu dengan gangguan kepribadian narsisitik tidak memiliki self-esteem yang mantap dan mereka rentan untuk menjadi depresi. mereka tetap menghargai kecantikan. Kebutuhan dan tuntutannya atas orang lain lebih kuat dan lebih sering dibanding orang dewasa yang berkepribadian matang. penolakan dari orang lain. Kondisi psikologis ambivalen (atau keadaan memiliki hubungan yang ambivalen dengan seseorang yang penting) seperti itu. seringkali mencari. Penderita narsisme terjebak dalam lingkaran setan. mereka lebih sulit untuk melewati krisis pada usia senja ketimbang individu lain pada umumnya. mendapatkan suatu penghargaan. bila dihadapkan pada kematian individu tempat dirinya bergantung dalam memenuhi kebutuhan- kebutuhan narsistiknya. tidak mengikuti dorongan emosi atau dorongan bertindak yang diarahkan oleh narsisme. kehilangan sesuatu atau masalah dalam pekerjaan. Akibat adanya perasaan lemah. kekuatan. ataupun memiliki kekayaan berlimpah (sumber : Barlow & Durant. Dia pun merasa nyaman ketika dia berfantasi mengenai kepopuleran yang akan diraihnya. Gangguan kepribadian narsistik merupakan gangguan yang kronis dan sulit untuk mendapatkan perawatan. Pada penderita narsisme terdapat hubungan erat antara kebutuhan narsistik dengan kemarahan.Kesehatan Mental nyaman apabila dirinya menjadi pusat perhatian semua orang. dan seringnya terjadi ketidakpuasan (kekecewaan). Untuk itu diperlukan 54 . ia mulai berharap. jelas bukan keadaan yang nyaman. ketidakberdayaan. Kesulitan lainnya adalah mereka ternyata tidak mampu mengatasi stress mereka rasakan dengan baik. ketidakberdayaan. di mana sebuah tindakan dapat membuat mereka semakin mengalami kesulitan. menyeberang ke orang lain. sehingga menambah perasaan ketidakcakapan. Metode Penanganan Adakah cara untuk keluar dari gamgguan kepribadian narsisme? Tentu saja yaitu dengan mengambil jalur lain. dan usia muda secara tidak wajar. Mereka biasanya tidak dapat menerima kenyataan bahwa usia mereka sudah lanjut. Masalah- masalah yang biasanya muncul karena tingkah laku individu yang narsistik misalnya sulit membina hubungan interpersonal. dan makin kuat sensitivitasnya terhadap penolakan sehingga reaksi-reaksi kemarahannya sangat kuat. Nemiah juga menjelaskan bahwa penderita narsisme besar kemungkinannya menderita kesulitan emosional. Ini bertentangan dengan harapannya untuk menjadi orang yang baik dan mencintai.

ayat 18 berbunyi:                   Terjemahnya: Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Misalnya: melihat cara orang lain.. Artinya. Selalu menciptakan perbandingan positif. Kedua.76 Adapun proses atau solusi yang dapat kita lakukan: 1. feed back yang muncul sebaliknya lagi. h. op. begitu juga tinggi hati (arogant). 5. 655 55 . 4. Sederhana adalah moderasi yang proporsional. 2. Koreksi langsung. Selain itu juga harus mulai belajar berempati. Sederhannya orang kaya adalah menghindari kefoya-foyaan atau berlebih- lebihan untuk hal-hal yang manfaatnya kecil. sedangkan sederhannya orang yang belum atau tidak kaya adalah menghindari munculnya nafsu untuk mendapatkan kekayaan dengan cara yang menyengsarakan diri.Kesehatan Mental kesediaan mengamati gerak-gerik emosi dan keinginan-keinginan di balik perilaku kita dalam berhubungan dengan orang lain. 76 Departemen Agama. Sederhana disini bukan berati miskin atau berpura-pura miskin.kita melihat orang lain sebagai makhluk yang piunya kelebihan dan mempunyai sesuatu materi yang bisa kita bagikan untuk memperbaiki diri. semua orang tidak suka melihat kesombongan di dalam diri orang lain. membaca buku. perilaku dan sifat-sifat yang mengandung kesombongan dan itu baru kita sadari setelah kita renungkan. mengoreksi diri kita dimasa lalu dan lain. 3. Karena hukum paradoks yang bekerja didunia ini menggariskan bahwa ketika kita humble. Belajar memilih ungkapan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. siapapun orang itu.cit. penyingkapan dan keputusan yang bersumber dari kerendahan hati (humble). Yang pertama.justru feed back yang muncul adalah sebaliknya. tidak ada orang yang bisa menerima dengan ikhlas apabila kesombongannya dikoreksi orang lain. membiasakan diri mengamati masalah dari perspektif orang lain. Terkadang kita memunculkan ucapan. supaya dorongan yang egoistis dan tidak realistis dapat dikenali. Hal ini agar kita tidak masuk kedalam perangkap hedonisme. Belajar hidup sederhana. sebagaimana firman-Nya dalam surah Luqman (31). Dalam Al-quran sifat- sifat seperti itu harus ditinggalkan dan dihindari dalam hubungan kita dengan sesama manusia.Sedikitnya ada dua fakta yang bisa menjelaskan kesombongan di dalam diri manusia. Menumbuhkan dorongan untuk melaklukan learning (pembelajaran hidup).

Kesehatan Mental

5. Gangguan Mental Organik
Merupakan gangguan jiwa yang psikotik atau non-psikotik yang
disebabkan oleh gangguan fungsi jaringan otak (Maramis,1994). Gangguan
fungsi jaringan otak ini dapat disebabkan oleh penyakit badaniah yang
terutama mengenai otak atau yang terutama diluar otak. Bila bagian otak
yang terganggu itu luas , maka gangguan dasar mengenai fungsi mental sama
saja, tidak tergantung pada penyakit yang menyebabkannya bila hanya bagian
otak dengan fungsi tertentu saja yang terganggu, maka lokasi inilah yang
menentukan gejala dan sindroma, bukan penyakit yang menyebabkannya.
Pembagian menjadi psikotik dan tidak psikotik lebih menunjukkan kepada
berat gangguan otak pada suatu penyakit tertentu daripada pembagian akut
dan menahun.
Gangguan otak organik didefinisikan sebagai gangguan dimana terdapat
suatu patologi yang dapat diidentifikasi (contohnya tumor otak. penyakit
cerebrovaskuler, intoksifikasi obat). Sedangkan gangguan fungsional adalah
gangguan otak dimana tidak ada dasar organik yang dapat diterima secara
umum (contohnya Skizofrenia. Depresi) Dari sejarahnya, bidang neurologi
telah dihubungkan dengan pengobatan gangguan yang disebut organik dan
Psikiatri dihubungkan dengan pengobatan gangguan yang disebut
fungsional.77
Didalam DSM IV diputusakan bahwa perbedaan lama antara gangguan
organik dan fungsional telah ketinggalan jaman dan dikeluarkan dari tata
nama. Bagian yang disebut “Gangguan Mental Organik” dalam DSM III-R
sekarang disebut sebagai Delirium, Demensia, Gangguan Amnestik Gangguan
Kognitif lain, dan Gangguan Mental karena suatu kondisi medis umum yang
tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain.78
Menurut PPDGJ III gangguan mental organik meliputi berbagai
gangguan jiwa yang dikelompokkan atas dasar penyebab yang lama dan dapat
dibuktikan adanya penyakit, cedera atau ruda paksa otak, yang berakibat
disfungsi otak Disfungsi ini dapat primer seperti pada penyakit, cedera, dan
ruda paksa yang langsung atau diduga mengenai otak, atau sekunder, seperti
pada gangguan dan penyakit sistemik yang menyerang otak sebagai salah
satu dari beberapa organ atau sistem tubuh .79

77
Lihat W.F.Maramis, Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa (Cet. VI;Surabaya: Airlangga University Press, 1992), h.
179-211.
78
Lihat Kaplan.H.I, Sadock. B.J, Sinopsis Psikiatri : Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis, edisi ketujuh,
jilid 1. (Jakarta: Binarupa Aksara,1997), h. 502-540.
79
Lihat Kapita Selekta Kedoktera, Edisi ketiga, jilid 1. (Jakarta: Media Aesculapsius Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia, 2001), h. 189-192.

56

Kesehatan Mental
PPDGJ II membedakan antara Sindroma Otak Organik dengan
Gangguan Mental Organik. Sindrom Otak Organik dipakai untuk menyatakan
sindrom (gejala) psikologik atau perilaku tanpa kaitan dengan etiologi.
Gangguan Mental Organik dipakai untuk Sindrom Otak Organik yang
etiolognnya (diduga) jelas Sindrom Otak Organik dikatakan akut atau
menahun berdasarkan dapat atau tidak dapat kembalinya (reversibilitas)
gangguan jaringan otak atau Sindrom Otak Organik itu dan akan berdasarkan
penyebabnya, permulaan gejala atau lamanya penyakit yang
menyebabkannya. Gejala utama Sindrom Otak Organik akut ialah kesadaran
yang menurun (delirium )dan sesudahnya terdapat amnesia, pada Sindrom
Otak Organik menahun (kronik) ialah demensia.80
Menurut PPDGJ III, klasifikasi gangguan mental organik adalah sebagai
berikut :
l. Demensia pada penyakit Alzheimer
1.1 Demensia pada penyakit Alzheimer dengan onset dini.
1.2.Demensia pada penvakit Alzheimer dengan onset lambat.
1.3.Demensia pada penyakit Alzheimer, tipe tak khas atau tipe
campuran.
1.4. Demensia pada penyakit Alzheimer Yang tidak tergolongkan ( YTT).
2. Demensia Vaskular
2.1.Demensia Vaskular onset akut.
2.2. Demensia multi-infark
2.3 Demensia Vaskular subkortikal.
2.4. Demensia Vaskular campuran kortikal dan subkortikal
2.5. Demensia Vaskular lainnya
2.6. Demensia Vaskular YTT
3. Demensia pada penyakit lain yang diklasifikasikan di tempat lain (YDK)
3.1. Demensia pada penyakit Pick.
3.2. Demensia pada penyakit Creutzfeldt – Jakob.
3. 3. Demensia pada penyakit huntington.
3.4. Demensia pada penyakit Parkinson.
3.5. Demensia pada penyakit human immunodeciency virus (HIV).
3.6. Demensia pada penyakit lain yang ditentukan (YDT) dan YDK
4. Demensia YTT.
Karakter kelima dapat digunakan untuk menentukan demensia pada 1-4
sebagai berikut :
1. Tanpa gejala tambahan.
2. Gejala lain, terutama waham.

80
Lihat Diagnosis Gangguan Jiwa, rujukan ringkas dari PPDGJ-III, editor Dr, Rusdi Maslim.1993, h.3

57

Kesehatan Mental
3. Gejala lain, terutama halusinasi
4. Gejala lain, terutama depresi
5. Gejala campuran lain.
5. Sindrom amnestik organik bukan akibat alkohol dan zat psikoaktif lainnya
6. Delirium bukan akibat alkohol dan psikoaktif lain nya
6.1. Delirium, tak bertumpang tindih dengan demensia
6.2. Delirium, bertumpang tindih dengan demensia
6. 3. Delirium lainya.
6.4 DeliriumYTT.
7. Gangguan mental lainnya akibat kerusakan dan disfungsi otak dan penyakit
fisik.
7.1. Halusinosis organik.
7.2. Gangguan katatonik organik.
7.3. Gangguan waham organik (lir-skizofrenia)
7.4. Gangguan suasana perasaan (mood, afektif) organik.
7.4.1. Gangguan manik organik.
7.4.2. Gangguan bipolar organik.
7.4.3. Gangguan depresif organik.
7.4.4. Gangguan afektif organik campuran.
7.5. Gangguan anxietas organik
7.6. Gangguan disosiatif organik.
7.7. Gangguan astenik organik.
7.8. Gangguan kopnitif ringan.
7.9. Gangguan mental akibat kerusakan dan disfungsi otak dan penyakit
fisik lain YDT.
7.10. Gangguan mental akibat kerusakan dan disfungsi otak dan
penyakit fisik YTT.
8. Gangguan keperibadian dan prilaku akibat penyakit, kerusakan dan fungsi
otak
8.1. Gangguan keperibadian organik
8.2. Sindrom pasca-ensefalitis
8.3. Sindrom pasca-kontusio
8.4. Gangguan kepribadian dan perilaku organik akibat penyakit,
kerusakan dan disfungsi otak lainnya.
8.5. Gangguan kepribadian dan perilaku organik akibat penyakit,
kerusakan dan disfungsi otak YTT.
9. Gangguan mental organik atau simtomatik YTT81
Menurut Maramis, klasifikasi gangguan mental organik adalah sebagai
berikut:

81
Lihat Ibid., h. 5-9

58

Sindrom otak organik karena epilepsi. 3. Demensia paralitika. Demensia senilis 5. Gangguan kognitif yang tidak ditentukan. Demensia karena penyakit Huntington.F Maramis.1. 1. Pasien delirium yang berhubungan dengan sindrom putus obat merupakan jenis hiperaktif yang 82 Lihat W. Demensia vaskular. Demensia karena penyakit Pick 2.2. 2. 211-215 59 . Demensia presenilis. 1.2 Gangguan amnestik menetap akibat zat 3. 2.3 Gangguan amnestik yang tidak ditentukan ( YTT ) 4.5. Menurut DSM IV.Gangguan amnestik karena kondisi medis umum. 2. Gangguan amnestik 3. Demensia menetap akibat zat 2. 7.2.6. 2. Demensia dan Delirium 2. 8. ada pasien yang terutama berhalusinasi dan ada yang hanya berbicara komat-kamit dan inkoherent. h. 2. 9.3. 2. Demensia karena penyakit Parkinson.2. Sindrom otak organik karena tumor intra kranial. 2.1. Demensia karena kondisi umum. Delirium 1.1.5.1. Delirium yang tidak ditentukan (YTT) 2.3.3.3.3.3.4. Demensia tipe Alzheimer. Demensia yang tidak ditentukan (YTT) 3. Demensia. Gejala-gejala lain adalah penderita tidak mampu mengenal orang dan berkomunikasi dengan baik. gelisah dan panik.82 Salah satu contoh gejala utama pada penyakit delirium adalah kesadaran yang menurun. op. Delirium karena kondisi medis umum. klasifikasi gangguan mental organik sebagai berikut: 1.3. gangguan metabolisme dan intoksikasi. 6.3. ada yang bingung atau cemas. 3.3. Sindrom otak organik karena defisiensi vitamin.Kesehatan Mental 1. Aterosklerosis otak 4. Demensia karena penyakit HIV. 2. Demensia karena penyebab multipeL 2.6. Demensia karena penyakit trauma kepala..4. Demensia karena penyakit Creutzfeldt – Jakob 2. Sindrom otak organik karena rudapaksa kepala.cit. Delirium akibat zat.

. 182 60 . 83 Lihat Ibid. b). takikardi. c). dilatasi pupil. d). 1. berkeringat. seperti flushing. Jika disebabkan oleh proses langsung menyerang otak. Anggapan dokter adalah bahwa setiap terjadi perilaku yang patologis merupakan penyakit susunan saraf. Pasien seringh mengalami Abromalitas dalam berbahasa. nausca. h. mengamuk dan ketakutan yang tidak beralasan. pasien selalu mengalami gangguan tidur sehingga tampak mengamuk sepanjang hari dan tertidur dimana saja . menemukan penyebabnya. sedangkan orientasi tempat dan orang mungkin terganggu pada kasus yang berat. Tradisi psikiatri medis paling terwakili oleh Emil Kraepelin (1855 – 1926). ciri-cirinya dan mengembangkan metode treatment yang tepat. tidak relevan dan inkoheren. Fungsi kognitif lain yang mungkin terganggu adalah daya ingat dan fungsi kognitif umum. maka gejala- gejalanya tergantung pada besarnya kerusakan yang ditinggalkan (gejala neurologik/gangguan mental dengan gejala utama gangguan intelegensi). seperti pembicaraan yang bertele-tele. Prognosa tergantung pada dapat atau tidak dapat kembalinya penyakit yang menyebabkannya dan kemampuan otak untuk menahan pengaruh penyakit itu . mundan dan hipertermi. Sejak 2 abad terakhir. mungkin sampai kira-kira 1 bulan sesudahnya.83 Adapun upaya-upaya /pendekatan dalam menangani gangguan mental organik antara lain. Ia mencoba mendaftar gejala-gejala yang tampak dari disfungsi mental.Kesehatan Mental dapat dikaitkan dengan tanda-tanda otonom. walaupun delirium biasanya terjadi mendadak. Para dokter berusaha menjelaskan bentuk dan jenis penyakit mental. Orientasi waktu seringkali hilang. Biasanya delirium muncul tiba-tiba (dalam beberapa jam atau hari) faktor penyebabnya telah dapat diketahui dan dihilangkan. Pendekatan Medis pada Gangguan Mental a). Pasien mungkin tidak mampu membedakan rangsang sensorik dan mengintegrasikannya sehingga sering merasa terganggu dengan rangsang yang tidak sesuai atau timbul agitasi. Delirium biasanya hilang bila penyakit badaniah yang menyebabkannya sudah sembuh. Penelitian dalam hal ini sudah banyak dilakukan. gejala-gejala prodnormal mungkin telah terjadi beberapa hari sebelumnya. gejala yang sering tampak adalah marah. bila proses itu sembuh. kemudian mengklasifikasikan pasien berdasarkan pola simtom dan mengidentifikasi serta mengklasifikasikan penyakit mental. konsep gangguan mental sebagai penyakit yang disebabkan oleh faktor natural dan dapat dijelaskan secara ilmiah merupakan pandangan yang cukup dominan.

Pada abad 18 dan 19. Pendekatan Agama yaitu dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut: . c. Franz Anton Mesmer (1734 – 1815). tapi juga mengetengahkan bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor psikologis. 2.84 3. h.Kesehatan Mental e). f. Pendekatan Psikologis pada Gangguan Mental a.Zakat dapat mendistribusikan kekayaaan dari mereka yang mampu . kebutaan dan juga gejala behavioral seperti kehilangan memori.cit. mengalami kembali ketegangan dan ketidakbahagiaannya dengan tujuan untuk melepaskan dari penderitaan emosional.Tahajud dapat meningkatkan daya sembuh penyakit 84 Mike W. e..Puasa dapat meningkatkan ketakwaan dan kesehatan. Orientasi psikogenik muncul pada studi tentang histeria. g. Breuer dan Freud mengembangkan metode hipnotis dan katarsis. op. Studi tentang histeria ini menggunakan metode hipnotis. Mesmer. dari istilah Eugen Bleuler) dan manic-depressive psychosis. Hal itu menunjukkan adanya orientasi psikogenik terhadap gangguan mental. muncul beberapa pandangan yang berorientasi psikogenik. pasien dengan histeria dapat memunculkan kembali simtom histeria yang biasanya muncul. Psikopatologi tidak hanya mengetengahkan konsep penyakit psychological functioning. Untuk menjelaskan terjadinya histeria tersebut.Sabar dan Shalat dapat menjadi penolong . b. Selain hipnotis. Salah satunya adalah dokter Austria.Sholat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar . di Eropa banyak dijumpai subjek yang mengalami simtom histeria tersebut.126 61 . yaitu suatu kondisi neurotis yang sering ditandai dengan gejala fisik seperti. Kraepelin melabel 2 penyakit mental parah yang paling umum yakni dementia praecox (sekarang lebih dikenal dengan sebutan skizofrenia. d.Martin. kepribadian atau kondisi emosi yang tidak menentu. mati rasa. Di bawah kondisi hipnotis. Katarsis adalah suatu metode terapeutik dimana pasien diminta untuk mengingat kembali dan melepaskan emosi yang tidak menyenangkan. Hipnotis kemudian menjadi suatu metode yang penting dalam treatment psikologis.Menutup aurat dan Jilbab dapat mencegah dari kejahatan seksual . Charcot. . terutama psikoanalisa yang biasa menggunakan asosiasi bebas dan interpretasi mimpi untuk mengeksplorasi alam bawah sadar. metode lain yang digunakan untuk melakukan terapi pada gangguan mental adalah katarsis yang dikenalkan oleh Josef Breuer dan kemudian dikembangkan oleh Sigmund Freud.

pikiran. Pada keadaan tertentu dimana terapi somatik dan psikoterapi telah dilakukan tetapi penyakit masih menetap atau terus berulang perlu dipertimbangkan penggunaan psikofarmaka (obat-obat yang biasa digunakan dalam bidang psikologi) karena mungkin gangguan psikologis yang diderita berhubungan dengan kondisi kimiawi di otak yang mengalami ketidakseimbangan.Silaturahmi memperluas jejaring rizki .Tidur miring ke kanan posisi barat-utara memberi manfaat . Metode mana yang kemudian dipilih oleh dokter sangat tergantung pada jenis kasus dan faktor-faktor yang terkait dengannya.Dzikir dapat meningkatkan ketentraman . Terapi psikofarmaka dapat didefinisikan sebagai suatu usaha untuk mengobati atau mengoreksi perilaku. Akan tetapi memang agak sulit untuk membedakannya dengan gangguan psikosomatis sehingga baru dapat dibedakan bila kejadiannya telah berulang. atau mood (keinginan) yang 62 . Disinilah perlunya psikoterapi sebagai pendamping terapi somatik.Mandi sebelum tahajud dapat meningkatkan kecerdasan .Berdo’a setelah bangun tidur menghilangkan malas .Berdo’a sebelum tidur menentramkan jiwa dan menghilangkan gangguan sulit tidur/semacam imsomnia .Wudhu dapat meredakan amarah . Pada kasus tahap awal.Membaca al-Qur’an meningkatkan ketenangan dan rasa bahagia . keluhan fisik pasien dapat turut hilang. biasanya pengobatan hanya ditujukan kepada faktor somatis (fisik).Ar-ruqyah dapat menghilangkan gangguan psikologis dan syetan Selanjutnya pengobatan dilakukan dengan beberapa cara dengan mempertimbangkan pengobatan somatis (berorientasi pada organ tubuh yang mengalami gangguan).Meludah dan taawudz dapat menghilangkan pengaruh mimpi buruk . Psikoterapi bertujuan untuk menggali masalah-masalah psikologis yang tersembunyi pada pasien dengan harapan setelah masalah-masalah tersebut disingkirkan.Seksual sehat dapat meningkatkan kasih sayang . Hal ini dapat menyebabkan penyakit timbul kembali dan yang lebih parah akan menurunkan kepercayaan pasien akan kemungkinan penyakitnya sembuh yang sebenarnya akan memperparah kelainan psikosomatiknya sendiri. pengobatan secara psikologis (psikoterapi dan sosioterapi) serta psikofarmakoterapi (penggunaan obat-obatan yang berhubungan dengan psikologi).Majelis ilmu dapat meningkatkan sakinah .Memaafkan dapat melapangkan hati .Kesehatan Mental .Shodaqoh dapat mencegah bala dan musibah .

h. Biarkan orang lain ikut memikirkan masalah anda. Karena tidak lengkapnya pengetahuan tentang otak dan gangguan yang mempengaruhinya. Tips untuk mencegah terjadinya gangguan mental organik adalah rencanakan perubahan-perubahan besar dalam kehidupan anda dalam jangka lama dan beri waktu secukupnya bagi diri anda untuk menyesuaikan dari perubahan satu ke yang lainnya. Hubungan antara keadaan fisik tubuh dengan otak pada satu sisi dan pengaruhnya pada sisi lain sangatlah kompleks dan belumlah dimengerti seluruhnya. tidur cukup dan latihan olah raga secara teratur. Bangun suatu sistim pendorong yang baik dengan cara banyak berteman dan mempunyai keluarga yang bahagia. Ceritakan kepada pasangan hidup. Jaga kesehatan. Rencanakan waktu untuk rekreasi dan teknik relaksasi seperti napas dalam. gangguan psikomotoris dan iritatif (mudah marah.Cobalah mandi dengan air hangat dan ramuan wewangian sebelum tidur untuk menghilangkan stress sepanjang hari. Pertimbangkan masak-masak segi baik atau buruk sebelum memutuskan sesuatu. banyak terapi organik yang langsung memperbaiki kelainan pada otak telah terbukti sangat efektif dan merupakan terapi pilihan untuk kondisi tertentu. Golongan obat psikofarmaka yang banyak dipergunakan adalah obat tidur. Mereka mungkin bisa membantu meletakkan masalah anda sesuai dengan proporsinya dan menawarkan cara-cara pemecahan yang berguna .Kesehatan Mental mengalami gangguan akibat perubahan zat kimia atau cara fisik lainnya. Rencanakan waktu anda dengan baik.. 85 Lihat Ibid. terapi obat gangguan mental adalah bersifat empiris (bukti yang didapatkan setelah pemberian obat). gelisah dan ansietas bila obat dihentikan). Buat daftar yang harus dikerjakan dan dilaksanakan sesuai urutan prioritas. meditasi atau pijatan mungkin bisa membantu menghilangkan stress. makan dengan baik. Mereka akan selalu bersama anda dalam setiap kesulitan. Teknik relaksasi seperti napas dalam. teman. Belajar untuk menerima dan mencintai diri sendiri seperti apa adanya. Namun demikian.85 Yang dapat anda lakukan: Lihat/ukur kemampuan sendiri. obat penenang. Buat keputusan dengan hati-hati. Jangan memperberat masalah dan coba untuk sekali-sekali mengalah terhadap orang lain meskipun mungkin anda dipihak yang benar. gangguan paru-paru. dan antidepresan. meditasi atau pijatan mungkin bisa membantu menghilangkan stress. Temukan penyebab perasaan negatif dan belajar untuk menangulanginya. depresi dan kehilangan sifat menahan diri. Penggunaan jenis obat ini perlu pengawasan yang ketat karena seringkali menimbulkan efek samping seperti ketergantungan psikologis dan fisik yang dapat mengakibatkan keracunan obat. supervisor atau pemimpin agama. 137 63 .

namun apakah peranannya dalam memulai. Faktor psikologis tersebut dapat berupa gangguan mental. h. paling sedikit 3 kali dalam satu minggu. Pertahankan hubungan baik dengan keluarga anda. Edisi ketujuh. Di pagi hari bukalah jendela kamar. memperberat dan eksaserbasi penyakit. mempengaruhi kondisi medis pasien.86 Gangguan psikosomatis adalah faktor psikologis yang merugikan.Kesehatan Mental Berolahragalah. Gangguan Psikosomatik Merupakan komponen psikologik yang diikuti gangguan fungsi badaniah. teh. gejala psikologis. predisposisi atau reaksi terhadap suatu penyakit masih dalam perdebatan. 276-303 88 Lihat Ibid. dan ulangilah bila Anda sedang mengalami stress. —. (Jakarta: Bina Rupa Aksara. Tetap pelihara hubungan dengan teman-teman anda. Tingkatkan makan makanan yang kaya akan karbohidrat (buah-buahan..87—- —-Psikosomatis berasal dari dua kata yaitu psiko yang artinya psikis.88 86 Lihat Ibid. Karena biasanya hanya fungsi faaliah yang terganggu. h. 304 64 . selama 20-45 menit. sayuran. Kurangi konsumsi kopi. Jilid II. sifat kepribadian atau gaya mengatasi masalah. dan mulailah hari Anda dengan mengambil napas dalam-dalam. Sinopsis Psikiatri. h. 1997). 214-216 87 Lihat Grebb Saddock Kaplan.. dan alkohol. perkembangan. Gunakan waktu anda sebaik-baiknya dengan melakukan hobi anda atau melakukan sesuatu untuk orang lain. bisa berupa aerobic. 6. dan somatis yang artinya tubuh. Pertahankan agar pikiran anda tetap aktif dengan mengikuti hal-hal yang baru. Kedokteran psikosomatis menyadari kesatuan dari pikiran dan tubuh serta interaksi diantara keduanya. Gangguan psikosomatik dapat disamakan dengan apa yang dinamakan dahulu neurosa organ. Dalam Diagnostic And Statistic Manual of Mental Disorders edisi ke empat (DSM IV) istilah psikosomatis telah digantikan dengan kategori diagnostik faktor psikologis yang mempengaruhi kondisi medis. Dengan demikian kedokteran prilaku adalah istilah yang khusus untuk kedokteran psikosomatis. dimana faktor psikologis penting dalam perkembangan semua penyakit. dan padi-padian) dan kurangi konsumsi gula dan makanan yang telah dimurnikan. maka sering disebut juga gangguan psikofisiologik. dan prilaku kesehatan yang maladaptif. Sering terjadi perkembangan neurotik yang memperlihatkan sebagian besar atau semata-mata karena gangguan fungsi alat-alat tubuh yang dikuasai oleh susunan saraf vegetatif.

perpisahan perkawinan 65 unit. Tipe kepribadian tertentu yang pertama kali diidentifikasi berhubungan dengan kepribadian koroner (orang yang memiliki kemauan keras dan agresif yang cenderung mengalami oklusi miokardium). jika mereka mengalaminya mereka mudah pulih dari gangguan. menemukan interelasi dan interaksi antara fenomena kehidupan psikis (jiwa) dan somatis (raga) dalam keadaan sehat maupun sakit. dan variabel lainnya adalah kerja monosit sistem kekebalan.Kesehatan Mental Menurut Wittkower psikosomatis secara luas didefinisikan sebagai usaha untuk mempelajari interelasi aspek-aspek psikologis dan aspek-aspek fisis semua faal jasmani dalam keadaan normal maupun abnormal. mediator mungkin mengubah fungsi sumbu hipofisis anterior hipotalamus adrenal dan penciutan limfoit. Skala dirancang setelah menanyakan pada ratusan orang dengan berbagai latar belakang untuk menyusun derajat relatif penyesuaian yang diperlukan oleh perubahan lingkungan kehidupan. 3. 2. 591-592 65 . perceraian 73 unit. h. dan kematian anggota keluarga dekat 63 unit. Stres Umum Stres ini dapat berupa suatu peristiwa atau suatu situasi kehidupan dimana individu tidak dapat berespon secara adekuat. dimana hormon tropik berinteraksi secara langsung atau melepaskan hormon dari kelenjar 89 Lihat Budihalim S. (Jakarta: FK UI Jakarta. Psikosamatis Dalam : Ilmu Penyakit Dalam jilid II. Sebagai contohnya kematian pasangan 100 unit perubahan kehidupan. dan Sukatman D. seperti pada sindroma adaptasi umum Hans Selye. Ilmu ini mencoba mempelajari. Variabel Fisiologis Faktor hormonal dapat menjadi mediator antara stres dan penyakit. 1999). hormon dilepaskan dari hipotalamus dan menuju hipofisis anterior. Menurut Thomas Holmes dan Richard Rahe. dimana hidrokortison adalah mediatornya. Mediator antara stres yang didasari secara kognitif dan penyakit mungkin hormonal. di dalam skala urutan penyesuaian kembali sosial (social read justment rating scale) menuliskan 43 peristiwa kehidupan yang disertai oleh jumlah gangguan dan stres pada kehidupan orang rata-rata. Dalam rantai hormonal. Stres Spesifik Lawan Non Spesifik Stres psikis spesifik dan non spesifik dapat didefenisikan sebagai kepribadian spesifik atau konflik bawah sadar yang menyebabkan ketidakseimbangan homeostatis yang berperan dalam perkembangan gangguan psikosomatis. Penelitian terakhir telah menemukan bahwa orang yang menghadapi stres umum secara optimis bukan secara pesimis adalah tidak cenderung mengalami gangguan psikosomatis.89 Ada beberapa penyebab dari gangguan psikosomatis : 1.

yang dinamakan koinsidensi. Baru disadari setelah diberitahu oleh orang lain atau kadang-kadang oleh dokter yang mengobatinya. khawatir dan gelisah. Bila ada kelainan organik belum tentu bukan psikosomatik. yang dinamakan shifting phenomen atau alternasi. respiratorius. dkk. Keluhan-keluhan tersebut berganti-ganti dari satu sistem ke sistem lain. 1. 90 Lihat Mansyur A. telah ada lebih dahulu kelainan organiknya tetapi tidak disadari oleh pasien. masih mau aktif berobat.Bila penyakit psikosomatik tidak diobati. yang dinamakan iatrogen.91 b. 2). tapi kelainan ini tidak dapat menerangkan keluhan yang ada pada pasien tersebut.Kesehatan Mental endokrin lain. sebab : 1). Secara kebetulan ada kelainan organik. Variabel penyebab lainnya mungkin adalah kerja monosit sistem kekebalan. 2. (Jakartta: Media Aesculapius FK UI 1999). seperti kardiovascular. Tidak didapatkan kelainan psikiatri. Kriteria positif (yang biasanya ada) a. Dalam : Kapita Selekta Kedokteran. Adanya vegetatif imbalance (ketidakseimbangan susunan saraf otonom) d. Masih mengakui bahwa dia sakit. Keluhan-keluhan pasien ada hubungannya dengan emosi tertentu b. traktus digestifus. Hal ini membuatnya menjadi takut. Penuh dengan stress sepanjang kehidupan (stress full life situation) yang menjadi sebab konflik mentalnya. tidak ada distorsi realitas.. Gangguan Psikosomatis. Adanya perasaan yang negatif yang menjadi titik tolak keluhan- keluhannya. e. Tidak ada gejala-gejala psikotik yakni tidak ada disintegrasi kepribadian. —-—-Proses emosi terdapat di otak dan disalurkan melalui susunan saraf otonom vegetatif ke alat-alat viseral yang banyak dipersarafi oleh saraf-saraf otonom vegetatif tersebut. imunitas dapat mempengaruhi keadaan psikis dan mood. dalam jangka waktu yang cukup lama dapat menimbulkan kelainan-kelainan organik pada alat-alat yang dikeluhkan. 232-234 66 . yang berperan sebagai pembawa pesan (messager) antara sel-sel otak.. Tidak didapatkan kelainan-kelainan organik pada pemeriksaan yang teliti sekalipun. 228-231 91 Lihat Ibid. sistem endokrin dan traktus urogenital. 90 Adapun kriteria klinis penyakit psikosomatis terdiri atas kriteria yang negatif dan kriteria yang positif. h. walaupun mempergunakan alat-alat canggih. Jadi. Sebelum timbulnya psikosomatis. 3). h. Monosit berinteraksi dengan neuropeptida otak. c. Kriteria yang positif ( yang biasanya tidak ada) a.

Kesehatan Mental f. aritmia. psikologi lain yang tidak ditentukan mempengaruhi kondisi perilaku bermusuhan dan tertekan berperan pada penyakit kardiovaskuler) d. seks yang tidak aman. h. presumtif. Adanya faktor pencetus (faktor presipitasi) proksimal dari keluhan- keluhannya. Faktor psikologis secara merugikan mempengaruhi kondisi medis umum dengan cara: a. Gangguan psikologis mempengaruhi kondisi medis (misalnya gejala depresi memperlambat pemulihan setelah pembedahan. 92 Lihat Maramis. 345-347 67 . biologi. Respon fisiologis yang berhubungan dengan stres mempengaruhi kondisi medis (misalnya eksasebasi ulkus.92—- Manifestasi klinis —. hipertensi. Terdapat suatu kondisi medis umum 2. Kriteria-kriteria ini tidak perlu semuanya ada tetapi bila ada satu atau lebih. stigmata neurotik. Faktor psikologis telah mempengaruhi perjalanan kondisi medis umum seperti yang ditunjukkan oleh hubungan temporal yang erat antara faktor psikologis dan perkembangan atau eksaserbasi dari atau keterlambatan penyembuhan dari kondisi medis umum.:339-341 93 Lihat Ibid. Beberapa manifestasi klinis dari gangguan psikosomatis antara lain: 1. g. Sifat kepribadian atau gaya menghadapi masalah mempengaruhi kondisi medis (misalnya penyangkalan patologis terhadap kebutuhan pembedahan pada seorang pasien dengan kanker.93 —.1980). Yang membuat pasien rentan terhadap faktor presipitasi itu. indikatif untuk penyakit psikosomatis. — Faktor predisposisi dapat berupa faktor fisik / somatik. h. Faktor psikologis berperan dalam resiko kesehatan individu d. (Surabaya: Airlangga University Press. Gangguan mental mempengaruhi kondisi medis (misalnya gangguan depresi berat memperlambat penyembuhan infark miokard) b. Gangguan kesehatan maladatif mempengaruhi kondisi medis (misalnya tidak melakukan olahraga. Adanya faktor predisposisi yang dicari dari anamnesis longitudinal. makan yang berlebihan) e. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. dapat pula faktor psikis dan sosiokultural.. Respon psikologis yang berhubungan dengan stres mencetuskan atau mengeksasebasi gejala kondisi medis umum. b. atau nyeri kepala yang berhubungan dengan stres). Yang dimaksud dengan faktor psikologis tersebut adalah: a. kecemasan mengeksasebasi asma) c. Faktor psikologis mempengaruhi terapi kondisi medis umum c.

Untuk menghilangkan ketegangan psikis yang berhubungan dengan penyakit. daya pompa jantung dan tekanan darah. —. Flanders Dunbar menggambarkan pasien dengan penyakit jantung koroner sebagai kepribadian agresif-kompulsif dengan kecenderungan bekerja dengan waktu yang panjang dan untuk meningkatkan kekuasaan. 909-910 68 . sukar tidur.. Penyakit arteri koroner menyebabkan penurunan aliran darah ke jantung yang ditandai oleh rasa tidak nyaman. Mekanisme yang terjadi pada psikosomatis dapat melalui rasa takut atau kecemasan yang akan mempercepat denyutan jantung. Ada beberapa gangguan spesifik yang dapat disebabkan oleh gangguan psikis: 1. banyak bergerak dan berjuang dan marah jika dihalangi. lelah. Mereka cenderung santai. merasa seperti akan pingsan. Dalam : buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid II edisi IV. h. dengan suatu penekanan psikologis untuk menghilangkan stres psikis. Sistem Kardiovaskuler —. contohnya diazepam. Kehilangan semangat dan putus asa mengurangi frekuensi. kurang aktif berjuang mencapai tujuannya. kompulsivitas dan ketegangan. tekanan pada dada dan jantung episodik. Gejala..(Jakarta: FK UI Jakarta 2006). Kepribadian tipe B adalah kebalikannya. napas pendek. aritmia. tidak sabar. kultural atau religius). 348-349 95 Lihat Budihalim S. kurang agresif. Penyakit arteri koroner —. Keadaan ini biasanya ditimbulkan oleh penggunaan tenaga dan stres dan dihilangkan oleh istirahat atau nitrogliserin sublingual. Terapi medis harus suportif dan menentramkan. Kedokteran Psikosamatis. Gejala-gejala yang sering didapati antara lain: takikardia. Mereka adalah orang yang berorientasi tindakan berjuang keras untuk mencapai tujuan yang kurang jelas dengan cara permusuhan kompetitif. h.gejala seperti ini sebagian besar merupakan manifestasi gangguan kecemasan. h.94- Gangguan Spesifik pada Psikosomatis —. Kepribadian tipe A adalah berhubungan erat dengan perkembangan penyakit jantung koroner. Mereka sering agresif.95 a. Mudjadid. Hipertensi esensial 94 Lihat Ibid. klinisi menggunakan obat psikotropika. nyeri perikardial. menimbulkan kelainan pada ritme dan EKG. palpitasi. Faktor medis (misalnya faktor personal. meninggikan daya pompa jantung dan tekanan darah. b.96 —.: 903-908 96 Lihat Ibid. Meyer Fiedman dan Ray Rosenman mendefinisikan kepribadian tipe A tipe B. —.Kesehatan Mental f.

1999).I. Beberapa pasien adalah bebas dari penyakit jantung tetapi masih mengeluh gejala yang mengarah ke jantung. Rasa takut mereka dapat terentang dari masalah 97 Lihat Sukatman D. e. Mereka seringkali menunjukkan keprihatinan morbid tentang jantung mereka dan rasa takut akan penyakit jantung yang meningkat. dan konflik emosional non spesifik. dengan demikian menampung darah di anggota gerak bawah. Keadaan ini cenderung terjadi pada kepribadian tipe A. patuh dan kompulsif walaupun kemarahan mereka tidak di ekspresikan secara terbuka. Biran S. f. (Jakarta: FK UI . Terapi yang digunakan untuk membantu melindungi terhadap aritmia akibat emosi adalah psikotropika dan obat penghambat Beta seperti propanolol. Fenomena Raynaud —.Kesehatan Mental —. mereka memiliki kekerasan yang terhalangi. d.97 —. relaksasi progesif atau biofeedback dan dengan melindungi tubuh dari dingin dan menggunakan sedatif ringan. g. Aspek Psikosomatis Gangguan Pernafasan.:614-620 69 . Fenomena Raynaud seringkali disebabkan oleh stres eksternal. Sinkop vasomotor ditandai oleh kehilangan kesadaran secara tiba-tiba yang disebabkan oleh serangan vasovagal. Orang dengan hipertensi tampak dari luar menyenangkan. c. Dalam : Ilmu Penyakit Dalam jilid II. Sinkop vasomotor (vasodepressor) —. Intinya bahwa psikoterapi suportif adalah penting pada pengobatannya. Budihalim S. sehingga terjadi hipoksia otak dan kehilangan kesadaran. meditasi. dapat terjadi hipertensi. Psikoterapi supotif dan dan teknik perilaku ( biofeedback. terapi relaksasi) telah dilaporkan berguna dalam pengobatan hipertensi. Terapi dapat diobati dengan psikotropika suportif. yaitu bila terjadi stres kronis pada kepribadian kompulsif yang terpresdiposisi secara genetik yang telah merepresi dan menekan kekerasan. Jantung psikogenik bukan penyakit —. sering kali bermakna dalam memulai atau eksaserbasi gangguan. Mereka tampak memiliki presdiposisi untuk hipertensi. yang ditangani secara buruk. Aritmia jantung Aritmia yang potensial membahayakan hidup kadang-kadang terjadi dengan luapan emosional dan trauma emosional. Gagal jantung kongestif —. Reaksi tersebut menyebabkan penurunan pasokan darah ke otak. dari vasodilatasi pembuluh darah didalam tungkai. h. Rasa khawatir atau takut akut menghambat impuls untuk berkelahi atau melarikan diri. Faktor psikologis seperti stres.

penyesuaian diri. Pengobatan psikofarmaka ditujukan pada gejala yang menonjol. sakit kepala dan pusing 3). dan alergik harus dipertimbangkan sebagai terapi hay fever. stres akut dan kronis semuanya berperan dalam menimbulkan penyakit. batuk kering. infeksi.Kesehatan Mental kecemasan yang dimanifestasikan oleh fobia atau hipokondriasis parah. tidak ada tipe kepribadian yang spesifik yang telah diindentifikasi. Faktor psikiatrik. cepat lelah. Keluhan umum. Sering dijumpai kelainan yang menyerupai angina pektoris dan juga ditemukan pada kelainan fungsional jantungdan sirkulasi 5). c. sesak dan perasaan tidak dapat bernafas bebas 4). Gambaran klinis berupa: 1). Obat antiansietas dapat digunakan pada kecemasan yang berat. Penderita juga mengeluh bingung. Stimuli emosi bersama dengan alergi penderita menimbulkan konstriksi bronkioli bila sistem saraf vegetatif juga tidak stabil dan mudah terangsang. b. Keluhan pernafasan seperti dispneu. mengantuk. takipneu. Keluhan jantung. Onset dan perburukan tuberkulosis sering kali berhubungan dengan stres akut dan kronis. Faktor genetik. Pasien asmatik harus diterapi dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu antara lain menghilangkan stres. seperti kaki dan tangan dingin yang sangat menganggu. dan sensitif terhadap cuaca d. Tuberkulosis —. menghilangkan alergi serta mengatur kerja sistem saraf vegetatif dengan obat-obatan.. Walaupun pasien asma karateristiknya memiliki kebutuhan akan ketergantungan yang berlebihan. Psikoterapi 98 Lihat Ibid. 621-624 70 . pseudo asma. medis. Faktor psikologis yang kuat berkombinasi dengan elemen energi untuk menimbulkan Hay Fever. Hay fever —. Sistem pernafasan a. terutama pada ujung tangan dan kaki 2). Faktor psikologis mempengaruhi sistem kekebalan dan mungkin mempengaruhi daya tahan pasien terhadap penyakit. h. lemas. Parastesia. Sindroma hiperventilasi —-Sindroma hiperventilasi disebut juga dispneu nerveous (freud). alergik. Asma bronkialis —. distonia pulmonal (hochrein). 2. sampai pada keyakinan waham bahwa mereka menderita penyakit jantung. 98 —. Gejala-gejala sentral seperti gangguan penglihatan berupa mata kabur yang dikenal sebagai Blury eyes.

Kesehatan Mental suportif adalah berguna karena peranan stres dan situasi psikososial yang rumit. Aspek Psikosomatis Ulkus Peptik. Kulit hitam lebih jarang dibandingkan kulit putih 7). Faktor sosial —. Depresi dan anxietas 3). Mempunyai tanggung jawab yang sangat besar bahkan sampai memikirkan pekerjaan orang lain 4). laki-laki lebih sering dibandingkan wanita. Gastritis —. Gejala bersifat neurosis 2). kesulitan dalam bidang ekonomi dan keluarga 6). sangat aktif dalam berbagai bidang. Berkeinginan untuk dirawat dan dimanja dan untuk memiliki objek yang diinginkan b. Kepandaian —. Sifat kepribadian itu antara lain:1. 100 99 Lihat Budihalim S. karena banyak faktor stres. Sistem gastrointestinal a. merasa sakit ulu hati tapi masih mau bekerja terus. Ulkus peptikum —. Jenis kelamin/ bangsa —. Sindrom Fungsional pada traktus Digestivus. Sukatman D. selalu was-was. Tidak menghiraukan penyakitnya. Pengenalan terhadap penyakitnya —. Sifat kepribadian ulkus menjadi faktor presdiposisi. Orang tersebut biasanya tegang. Sering ditemukan dikota besar dan daerah industri. Dalam : Ilmu Penyakit Dalam jilid II..8 1).99 3. Pertanggungjawaban —. h. Umur —. sering datang terlambat ke dokter 5). Kriteria psikologis diperlukan karena diagnosis dengan penemuan negatif organis dan keluhan vegetatif tidak mencukupi. Mempunyai kepandaian dalam berbagai bidang yang dikerjakan sekaligus pada waktu yang bersamaan 3). Tidak mudah menerima kenyataan bila dia gagal 2). Dalam : Ilmu Penyakit Dalam jilid II (Jakarta: FK UI . Terbanyak pada usia 30-an. sering terlambat makan. 628-629 71 . 623-624 100 Lihat Budihalim S. Tingkah laku —. Dari evaluasi psikis ditemukan:7 1). h.1999). (Jakarta: FK UI 1999).

Stres psikologis mungkin mempresdiposisikan pasien pada artritis rematoid dan penyakit autoimun melalui supresi kekebalan. Stres non spesifik dapat memperberat penyakit ini. Tipe kepribadian dari pasien dengan Kolitis ulserativa menunjukkan sifat kompulsif yang menonjol. dan terinhibisi dalam mengungkapkan kemarahan. Artritis rematoid —. h. Faktor psikologis adalah penting pada obesitas hipergrafik (makan berlebihan). Biofeedback dan terapi relaksasi mungkin berguna. Terapi medis terdiri dari tindakan medis nonspesifik. Memperlambat proses makan 4). tepat waktu. Terapi medis lain yang digunakan adalah cimetidine. malu-malu. famotidine. seperti antikolinergik dan anti diare. 630-633 72 .. Anoreksia nervosa —.Kesehatan Mental —. dan pada wanita amenore:101 4. Menyediakan nilai untuk pengendalian yang berhasil e). tertib. salah satu programnya sebagai berikut: 1). hiperintelektual. d. rapi. Psikoterapi merupakan terapi yang dapat dipakai untuk konflik ketergantungan pasien. Sistem muskuloskletal a. —. 2). Kolitis ulserativa —. Terapi yang dianjurkan pada kolitis ulserativa yang akut adalah psikoterapi yang non konfrontatif dan suportif dengan psikoterapi interpretatif selama periode tenang. rasa takut yang kuat terhadap kenaikan berat badan. yang menyebabkan suatu ulkus. c. Pasien cenderung pembersih. Anoreksia nervosa ditandai oleh perilaku yang diarahkan untuk menghilangkan berat badan. Dukungan emosional dan modifikasi perilaku adalah membantu untuk kecemasan dan depresi yang berhubungan dengan makan berlebihan dan diet. Orang artritik 101 Lihat Ibid. Teknik behaviour modification bertujuan untuk mengubah kebiasaan makan. Dekripsi tingkah laku untuk mengidentifikasi unsur mana dalam tingkah laku itu yang dapat diubah. Obesitas — Terdapat presdiposisi familial genetika pada obesitas. dan faktor perkembangan awal ditemukan pada obesitas masa anak-anak. Terapi yang dianjurkan adalah pembatasan diet dan penurunan asupan kalori. gangguan citra tubuh. penurunan berat badan. pola aneh dalam menangani makanan. Stres dan kecemasan yang disebabkan oleh berbagai konflik yang tidak spesifik dapat menyebabkan hiperasiditas lambung dan hipersekresi pepsin. Pengendalian stimuli yang mendahului makan 3).

Kesehatan Mental
merasa terkekang, terikat dan terbatas. Karena banyak orang artritik memiliki
riwayat aktivitas fisik. mereka seringkali memiliki rasa marah yang terepresi
tentang pembatasan fungsi otot-otot mereka, yang memperberat kekakuan
dan imobilitas mereka.
—- Kriteria diagnostik untuk rasa sakit psikosomatis adalah :
1). Saat rasa sakit bersamaan dengan krisis emosional
2). Kepribadian yang khusus
3). Perbedaan frekuensi pada pria dan wanita
4). Hubungan dengan gangguan psikosomatis yang lain
5) Riwayat keluarga
6). Hilang timbul
7). Hilang pada perubahan lingkungan, pergaulan, kebudayaan
b. Nyeri punggung bawah
—- Seringkali seorang pasien dengan nyeri punggung bawah melaporkan
bahwa nyerinya dimulai saat trauma psikologis atau stres. Disamping itu
reaksi pasien terhadap nyeri adalah tidak sebanding secara emosional,
dengan kecemasan dan depresi yang berlebihan.102
5. Sistem endokrin
a. Hipertiroidisme
—- Hipertiroidisme (tirotoksikosis) adalah suatu sindroma yang ditandai
oleh perubahan biokimiawi dan psikologis yang terjadi sebagai akibat dari
kelebihan hormon tiroid endogen atau eksogen yang kronis. Gejala medis
yang sering muncul berupa intoleransi panas, keringat berleb ihan, diare,
penurunan berat badan, takikardi, palpitasi dan muntah. Gejala dan keluhan
psikiatrik yang muncul antara lain ketegangan, eksitabilitas, iritabilitas,
bicara tertekan, insomnia, mengekspresikan rasa takut yang berlebihan
terhadap ancaman kematian.
b. Diabetes melitus
—- Diabetes melitus adalah suatau gangguan metabolisme dan sistem
vaskuler yang dimanifestasikan oleh gangguan penanganan glukosa, lemak,
dan protein tubuh. Riwayat herediter dan keluarga sangat penting dalam
onset diabetes. Onset yang mendadak sering kali berhubungan dengan stres
emosional yang mengganggu keseimbangan homeostatik pasien yang
terpredisposisi.1 Meninger berpendapat bahwa ada hubungan antara
psikoneurotik dengan diabetes, dengan alasan:
1). Jelas adanya gangguan mental sebelum timbulnya penyakit diabetes
2). Gangguan mental yang lain dari gejala mental yang timbul pada
penyakit hati atau hipoglikemi
102
Lihat Arsyad Z, Syahbuddin S. Aspek Psikosomatis Obesitas. Dalam Ilmu Penyakit Dalam jilid II. (Jakarta:
FK UI, 1999), h. 657-658

73

Kesehatan Mental
3). Penyembuhan gangguan mental pararel dengan keadaan kadar gula
darah
4). Gangguan metabolisme karbohidrat dan glukosuria membaik dengan
diet
5). Dengan sembuhnya gangguan mental, diabetes juga membaik
— Menurut Meninger ada 3 gangguan mental yang dijumpai pada
diabetes:
a. Depresi
b. Anxietas
c. Fatik (letih)103
c. Gangguan Endokrin Wanita
—- Premenstrual syndrome (PMS), ditandai oleh perubahan subjektif mood,
rasa kesehatan fisik, dan psikologis umum yang berhubungan dengan siklus
menstruasi. Secara khusus, perubahan kadar estrogen, progesteron, dan
prolaktin dihipotesiskan berperan penting sebagai penyebab.Gejala biasanya
dimulai segera setelah ovulasi, meningkat secara bertahap, dan mencapai
intensitas maksimum kira-kira lima hari sebelum periode menstruasi dimulai.
Faktor psikososial, dan biologis telah terlibat didalam patogenesis gangguan.
—- Penderitaan menopause (menopause distress), adalah suatu keadaan
yang terjadi setelah tidak adanya periode menstruasi selama satu tahun yang
disebut menopause. Banyak gejala psikologis yang dihubungkan dengan
menopause, termasuk kecemasan, kelelahan, ketegangan, labilitas emosional,
mudah marah (iritabilitas), depresi, pening, dan insomnia. Tanda dan gejala
fisik adalah keringat malam, muka kemerahan, dan kilatan panas (hot flash).
keadaan ini kemungkinan berhubungan dengan sekresi luteinizing hormone
(LH). Fungsi yang tergantung pada estrogen hilang secara berurutan, dan
wanita mungkin mengalami perubahan atrofik pada permukaan mukosa,
disertai oleh vaginitis, pruritus, dispareunia, dan stenosis.
—- Wanita mungkin juga mengalami perubahan dalam metabolisme kalsium
dan lemak, kemungkinan sebagai efek sekunder dari penurunan kadar
estrogen, dan perubahan tersebut mungkin disertai oleh sejumlah masalah
medis yang terjadi pada tahun-tahun pasca menopause, seperti osteoporosis
dan aterosklerosis koroner.
—- Keparahan gejala menopause tampaknya berhubungan dengan
kecepatan pemutusan hormon, jumlah deplesi hormon, kemampuan
konstitusional wanita untuk menahan proses ketuaan, kesehatan, dan tingkat
aktivitas mereka, serta arti psikologis ketuaan bagi mereka.
—- Kesulitan psikiatrik yang bermakna secara klinis dapat berkembang
selama siklus kehidupan fase involusional. Wanita yang sebelumnya

103
Lihat Ibid., h. 659-660

74

Kesehatan Mental
mengalami kesulitan psikologis, seperti harga diri yang rendah dan kepuasan
hidup yang rendah, kemungkinan rentan terhadap kesulitan selama
menopause.104
6. Gangguan kekebalan
a. Penyakit Infeksi
—- Penelitian klinis menyatakan bahwa variabel psikologis mempengaruhi
kecepatan pemulihan dari mononukleosis infeksius dan influensa. Stres dan
keadaan psikologis yang buruk menurunkan daya tahan terhadap tuberkulosis
dan mempengaruhi perjalanan penyakit. Dengan demikian perkembangan
penyakit sangat dipengaruhi oleh keadaan psikologis orang.
b. Gangguan Alergi
—- Bukti klinis menyatakan bahwa faktor psikologis berhubungan dengan
pencetus alergi. Asma bronkial adalah contoh utama proses patologis yang
melibatkan hipersensitifitas segera yang berhubungan dengan proses
psikososial.
c. Transplantasi Organ
—- Pengaruh psikososial seperti kehidupan yang penuh dengan stres,
kecemasan dan depresi mempengaruhi sistem kekebalan yang berperan
dalam mekanisme penolakan transpalantasi organ.105
7. Kanker
a. Masalah Pasien
—- Reaksi psikologis mereka adalah rasa takut akan kematian, cacat,
ketidakmampuan, rasa takut diterlantarkan dan kehilangan kemandirian, rasa
takut diputuskan dari hubungan, fungsi peran dan finansial, kecemasan,
kemarahan, dan rasa bersalah. Setengah dari pasien kanker menderita
gangguan mental berupa gangguan penyesuaian 68%, gangguan depresi berat
13% dan delirium 8%. Pada pasien kanker sering ditemukan pikiran dan
keinginan bunuh diri.
b. Masalah yang berkaitan dengan pengobatan
1). Terapi radiasi. Efek samping terapi radiasi adalah ensefalopati yang
berhubungan dengan peningkatan tekanan intrakranial.
2). Kemoterapi. Efek samping kemoterapi berupa mual dan muntah
3). Rasa sakit. Pasien kanker dengan rasa sakit memiliki insidensi depresi
dan kecemasan yang lebih tinggi dibanding mereka yang tanpa rasa
sakit.
c. Masalah Keluarga

104
Lihat Nasution H.N. Anoreksia Nervosa. Dalam Ilmu Penyakit Dalam jilid II.(Jakarta: FK UI,1999), h.
659-660
105
Lihat Ibid., h. 667-668

75

b. Kulit kepala nyeri terhadap 106 Lihat Sukatman D. karena secara disadari atau tidak mereka menggaruk dirinya sendiri secara kasar.106 9. c. Kecemasan dan depresi dalam anggota keluarga memerlukan intervensi yang aktif. 648. dan yang secara genetik berpresdisposisi pada migren mungkin menderita nyeri kepala tersebut 1 Mekanisme terjadinya migren psikosomatis berupa: 1). Kepribadian obsesional yang jelas terkendali dan perfeksionistik. Budihalim S. h. Distensi arteri karotis eksterna 3). Migren —. kemarahan dan ketegangan dapat menyebabkan meningkatnya sekresi keringat.  Gejalanya berupa nyeri tumpul dan berdenyut dimulai pada sub ocipitalis yang menyebar keseluruh kepala. dan analgetik. Pada periode prodromal migren paling baik diobati dengan Ergotamine. Psikoterapi bermanfaat untuk menghilangkan efek konflik dan stres. Hiperhidrosis —. kemarahan yang terekspresi dan kecemasan yang terekspresi merupakan penyebab paling sering. Pruritus psikogenik menyeluruh adalah tidak ada penyebab organik . b. Tension ( kontraksi otot) —. (Jakarta: FK UI. Aspek Psikosomatis Penyakit Reumatik Dalam Ilmu Penyakit Dalam jilid II. Vasospasme arteri serebri 2). Stres emosional sering kali disertai kontraksi otot kepala dan leher yang lama melebihi beberapa jam dapat menyempitkan pembuluh darah yang menyebabkan iskemia.Kesehatan Mental —. Pruritus Menyeluruh —. Terjadi pada 80% populasi selama perode stres emosional. karena manusia memiliki 2 mekanisme berkeringat yaitu termal dan emosional.649 76 . berjuang keras dan kompetitif peka terhadap gangguan ini. Kepribadian tipe A yang tegang. Ketakutan. Pruritus setempat (Pruritus ani dan Pruritus vulva). Tartrate (Cafergot). Nyeri kepala a. telapak kaki dan aksila. Keluarga harus memberikan pelayanan untuk pasien. Berkeringat emosional terutama tampak pada telapak tangan. leher. 2/3 pasien memiliki riwayat gangguan yang sama. Edema dinding arteri —. Berkeringat termal paling jelas pada dahi. Migren adalah ganguan paroksismal yang ditandai oleh nyeri kepala rekuren. Gangguan kulit a. yang menekan marah.1999). dengan atau tanpa gangguan visual dan gastrointestinal. 8. punggung tangan dan lengan bawah. Hiperhidrosis dipandang sebagai fenomena kecemasan yang diperantarai oleh sistem saraf otonom.

minatnya. perceraian dan kekecewaan dalam hubungan seksual. Onset cenderung pada sore dan malam hari. Pada umumnya penderita dengan gangguan psikosomatis dapat dibagi menjadi 3 golongan. Pada 239 penderita dengan gangguan psikogenik Streckter telah menganalisis gejala yang paling sering didapati yaitu 89% terlalu memperhatikan gejala-gejala pada badannya dan 45% merasa kecemasan. h. oleh karena itu pada pasien psikosomatis perlu ditanyakan beberapa faktor yaitu: 1. 3. Jika terdapat depresi yang mendasari anti depresan perlu diberikan. Jika kronis psikoterapi merupakan terapi pilihan. Faktor psikologik. 665-666 77 . Yang ditujukan pada lapangan sosial dan somatik disebut psikoterapi non identik. Pada stadium awal dapat diberikan anti ansietas. hubungan dengan dengan keluarga dan orang lain. keadaan jiwa waktu dioperasi. pelemas otot dan pemijatan atau aplikasi panas pada kepala dan leher. anak-anak yang nakal dan menyusahkan. biasanya bilateral dan tidak disertai gejala prodromal seperti mual dan muntah. yaitu: 107 Lihat Kadri. 107  Pemeriksaan —. Lapangan psikis b. pernah dioperasi. Lapangan somatis —. kurang istirahat. Aspek Psikosomatis. tetapi tidak didapatkan penyakit atau diagnosis tertentu. Dalam Ilmu Penyakit Dalam jilid II. penyakit-penyakit yang menahun. Lapangan sosial c. status didalam keluarga dan stres yang timbul. kesukaran ekonomi. Faktor perkawinan. Faktor sosial dan ekonomi. stres psikologik. kepuasan dalam pekerjaan.Kesehatan Mental sentuhan. adiksi terhadap obat-obatan. perselisihan. pekerjaan yang tidak tentu. Quirido membagi cara pemeriksaan dalam 3 lapangan : a. Biasanya penderita datang kepada dokter dengan keluhan-keluhan. pekerjaan yang terburu-buru. memperbaiki kondisi sosial ekonomi. waktu penyakit berat. tembakau.(Jakarta: FK UI. 2. mengobati kelainan fisik dengan obat. —. 1999). lingkungan. pernah masuk rumah sakit. yang terdiri dari pemeriksaan fisik. Diagnosis —. Yang ditujukan pada lapangan kejiwaan dinamakan psikoterapi indentik. namun selalu disertai dengan keluhan dan masalah. Faktor kesehatan. 4. kebiasaan hidup sehat.

(Jakarta: FK UI. Asdie. 1/3 yang lain mempunyai gangguan organik tetapi keluhannya berlebihan. Reaksi penderita terhadap stres ini banyak hubungannya dengan gejala- gejala yang dikeluhkannya. orang yang takut menjadi 108 Lihat A. Migren dan Sakit Kepala. 652-654 78 . Untuk diagnosis perlu dievaluasi faktor-faktor sebagai berikut:  Komponen organik versus komponen nonorganik. 1999).Kesehatan Mental 1. Di Amerika Serikat 1/3 penderita yang datang berobat pada dokter umum tidak mempunyai gangguan organik. akan tetapi tidak terdapat penyakit fisik dan kelainan organik yang dapat menyebabkan keluhan tersebut. Terdapat kelainan organik tetapi yang primer yang menyebabkannya adalah faktor psikologis 3. yaitu bahwa gejala-gejala itu secara psikosomatik merupakan manifestasi fisik dari konflik atau penyelesaian masalah yang tidak memuaskan. hanya anggota tubuhnya bekerja tidak teratur. Lewis memberikan beberapa kriteria khusus untuk diagnosis gangguan psikosomatis yaitu: 1. akibat. Faktor psikologis ini mungkin timbul akibat penyakit organik seperti kecemasan.H. Terdapat keluhan tentang fisik.  Beratnya gangguan fisik atau psikologik. 4. tidak terdapat infeksi dan kanker. Pengobatan —. manifestasi dan jalannya yang sangat mencurigakan akan adanya gangguan psikosomatik. Untuk menerangkan bagaimana emosi dapat mengganggu tubuh dapat diambil contoh sehari-hari seperti orang yang malu mukanya akan menjadi merah. 5. Adanya suatu stres atau konflik yang menyulitkan penderita. Gejala-gejala yang didapat mempunyai permulaan. Terdapat kelainan organik tetapi terdapat juga gejala lain yang timbul bukan sebab penyakit organik itu. 2. 2. 3. Terjadinya stres harus memiliki korelasi antara waktu dan timbulnya keluhan.  Dasar kestabilan emosi (kepribadian premorbid dan predisposisi).108 —. bertambah beratnya penyakit yang ada. Dalam Ilmu Penyakit Dalam jilid II. Dengan kesabaran dan simpati banyak penderita dengan gangguan psikosomatik dapat ditolong.  Stres yang menimbulkan gejala-gejala. —. Kita dapat menerangkan kepada penderita tidak dapat sesuatu dalam tubuhnya yang rusak atau yang kurang. Dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium tidak didapatkan penyakit organik yang dapat menyebabkan gejala-gejala. akan tetapi karena faktor psikologis.  Komponen fungsional nonpsikogenik versus psikogenik. Dahlan P. h.

(Jakarta: FK UI. rahasia. Dokter menjelaskan saja agar pembicaraan berjalan dengan baik. —. 602-603 79 . katarsis dan wawancara psikiatrik. Sering gejala merupakan pekerjaan alat tubuh yang bekerja berlebihan  Bahwa ini akan lebih baik bila pasien mengerti akan penyebab gejala. pemeriksaan fisik yang teliti dan tes laboratorium bila perlu. Untuk memberi keterangan tentang keluhan. kekecewaan. meyakinkan serta menenangkan pasien. dapat dikatakan antara lain :  Bahwa gejala-gejalanya benar ada.Kesehatan Mental bergemetar dan pucat. Dapat dipakai perumpamaan menurut pendidikan dan pengetahuan penderita. Fase 3 : Ialah fase keinsafan intelektual dan emosional. godaan dan kecemasan  Bahwa kelelahan fisik atau jiwa dapat mengurangi daya tahan tubuh sehingga timbul gejala  Bahwa kita apabila terlalu terburu-buru akan timbul ketegangan jiwa  Bahwa tubuh kita bereaksi terhadap ketegangan yang terlalu berat.1999). diperlukan beberapa waktu. fase ini dokter lebih banyak bicara.h. tetapi akan hilang atau berkurang bila diobati dengan baik  Bahwa kita semua mengalami ketegangan. Sukatman D. Terjadi pengakuan.109 Terdapat 3 golongan senyawa psikofarmaka: 109 Lihat Budihalim S. Setelah dibuat diagnosis gangguan psikosomatis. terdapat 3 fase terapi yaitu: Fase 1 : Ialah fase pemeriksaan dan pemberian ketenangan. dapat dimengerti kalau ia mengeluh dan menderita  Bahwa gejala-gejalanya sering terdapat juga pada orang lain yang sudah kita obati  Bahwa tidak ada kanker atau penyakit berbahaya lain  Bahwa gejala-gejala itu timbul karena ketegangan sehari-hari dan gangguan emosional  Bahwa gejala itu tidak akan segera hilang. Pada fase ini pasien yang lebih banyak bicara. Fase 2 : merupakan fase pendidikan. Psikofarmaka dan Psikosamatik. Dalam Ilmu Penyakit Dalam jilid II. penderita dan dokter bersama-sama berusaha dan saling membantu melalui anamnesis yang baik. tanpa sering terganggu dan dalam suasana penuh kepercayaaan dan pengertian. Diusahakan membuktikan bahwa tidak terdapat penyakit organik dan dijelaskan kepada penderita tentang mekanisme fisiologik serta keterangan tentang gejala-gejala. Hal ini harus berjalan sangat pribadi. Berikan kesempatan kepada penderita untuk bertanya. tidak terlalu menyimpang dari pokok pembicaraan.

Obat yang dianjurkan adalah senyawa benzodiazepine berkhasiat pendek seperti nitrazepam. 3. mianserin dan maprotilin yang dimulai dengan dosis kecil yang kemudian ditingkatkan. prometazin. bahasa. sebagai berikut: 1. Keterbelakangan Mental atau lazim disebut Retardasi Mental adalah suatu keadaan dimana keadaan dengan Intelegensia yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak-anak).Kesehatan Mental 1. Retardasi Mental (Keterebelakangan Mental) Retardasi mental merupakan keadaan perkembangan jiwa yang terhenti atau tidak lengkap. Retardasi Mental ini dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan jiwa maupun gangguan fisik lainnya. Diberikan dalam jangka waktu pendek 2-4 minggu. Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan. sehingga berpengaruh pada tingkat kecerdasan secara menyeluruh. spasme otot. imipramin. motorik dan sosial (Maslim. Benzodiazepine hanya diberikan pada anxietas hebat maksimal 2 bulan. 2. Obat penenang mayor. Keadaan tersebut ditandai dengan fungsi kecerdasan umum yang berada dibawah rata-rata dan disertai dengan berkurangnya kemampuan untuk menyesuaikan diri atau berprilaku adaptif Retardasi Mental sebenarnya bukan suatu penyakit walaupun retardasi mental merupakan hasil dari proses Patologik di dalam otak yang memberikan gambaran keterbatasan terhadap Intelektualitas dan fungsi Adaptif. epilepsi. dan triazolam. Yang dianjurkan adalah senyawa trisiklik dan tetrasiklik seperti amitriptilin. delirium.kurang atau sedikit dan fren . flurazepam.jiwa) atau Tuna Mental. diazepam merupakan obat yang efektif yang dapat digunakan pada anxietas. Retardasi Mental sering disepadankan dengan istilah-istilah. Obat penenang minor dan mayor Obat penenang minor.1998). Retardasi Mental disebut juga Oligofrenia (oligo. yang terutama ditandai oleh terjadinya hendaya keterampilan selama masa perkembangan. Pada insomnia dengan kegelisahan dapat diberikan senyawa fenotiazin seperti tioridazin. Lemah Pikiran ( feeble-minded) 2. yang paling sering digunakan adalah senyawa fenotiazin dan butirofenon seperti clorpromazin. misalnya kemampuan kognitif. tioridazin dan haloperidol. Obat Tidur (hipnotik) —. Terbelakang Mental (Mentally Retarded) 80 . Antidepresan —. —- 7. tetapi gejala utama ialah Intelegensi yang terbelakang. agitasi.

dan Taraf Sangat Berat. Melainkan harus dinilai berdasarkan sejumlah besar keterampilan spesifik yang berbeda. Tingkatannya mulai dari taraf yang Ringan. Tolol (moron) 6. Sebagai kriteria dan bahan pertimbangan dapat dipakai juga kemampuan untuk dididik atau dilatih dan kemampuan sosial atau kerja. lidah yang menjulur keluar. Pada umumnya anak-anak dengan Retardasi Mental Ringan ini tidak dapat dikenali sampai anak tersebut menginjak tingkat pertama atau kedua disekolah. Pada pemeriksaan fisik pasien dengan Retardasi Mental dapat ditemukan berbagai macam perubahan bentuk fisik. Cacat Mental 14.5 kali lebih banyak pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan Retardasi Mental Ringan IQ sekitar 50-55 sampai 70. termasuk temuan Klinis. Untuk diagnosis. Ketergantungan Penuh (Totally Dependent) atau Butuh Rawat 10. Taraf Sedang. Pandir (Imbecile) 5. Hidrosefali. gangguan pertumbuhan gigi dan ekspresi wajah tampak tumpul. Retardasi mental mengenai 1. Sekitar 85 % dari orang yang terkena Retardasi Mental. Bodoh atau Dungu (Idiot) 4. Wajah pasien dengan Retardasi Mental sangat mudah dikenali seperti Hipertelorisme. Gangguan Intelektual Pada kenyataannya IQ (Intelligence Quotient) bukanlah merupakan satu- satunya patokan yang dapat dipakai untuk menentukan berat ringannya Retardasi Mental. misalnya perubahan bentuk kepala: Mikrosefali. Retardasi Mental Sedang IQ sekitar 35-40 sampai 50-55. Mental Subnormal 11. 81 . Oligofrenia (Oligophrenia) 7.Kesehatan Mental 3. Penilaian tingkat kecerdasan harus berdasarkan semua informasi yang tersedia. Defisiensi Mental 15. Prilaku Adaptif dan hasil Tes Psikometrik. dan Sindrom Down. . Taraf Berat. Mampu Didik (Educable) 8. yang pasti harus ada penurunan tingkat kecerdasan yang mengakibatkan berkurangnya kemampuan adaptasi terhadap tuntutan dari lingkungan sosial biasa sehari- hari. Retardasi Mental Berat IQ sekitar 20-25 sampai 35-40. Mampu Latih (Trainable) 9. Defisit Mental 12. Defisit Kognitif 13.

Kesehatan Mental Retardasi Mental Sangat Berat IQ dibawah 20 atau 25. Fenilketonuria. 5. Penyebab kelainan mental ini adalah faktor keturunan (genetik) atau tak jelas sebabnya (simpleks). Akibat Kelainan pada Kromosom Kelainan ini bisa diartikan dengan kesalahan pada jumlah Kromosom (Sindroma Down). Sindroma Hurler. Malnutrisi dapat mengakibatkan Retardasi Mental. Akibat Infeksi dan/atau Intoksikasi. karbohidrat dan protein). Rudapaksa sebelum lahir serta juga trauma lain.keduanya disebut Retardasi Mental Primer. Infeksi HIV. amfetamin dan obat lainnya pada ibu hamil. dan Translokasi Kromosom. Penyakit Tay-Sachs. pertumbuhan atau gizi termasuk dalam kelompok ini hal-hal seperti Kwashiorkor. Dehidrasi hipernatremik. 6. defek pada Kromosom (sindroma X yang rapuh. 2. Sklerosis tuberose 7. Semua Retardasi Mental yang langsung disebabkan oleh gangguan Metabolisme (misalnya gangguan metabolime lemak. Seperti Galaktosemia. 4. Sindroma Rett. karena serum. Hipotiroid kongenital. Dalam kelompok ini termasuk Retardasi Mental akibat Neoplasma (tidak termasuk pertumbuhan sekunder karena rudapaksa atau peradangan) dan beberapa reaksi sel-sel otak yang nyata. obat atau zat toksik lainnya. setelah lahir atau terhadap anak-anak. Akibat Kelainan Genetik dan Kelainan Metabolik Yang Diturunkan. cedera pada bagian kepala yang cukup berat. sindroma Angelman. Infeksi sitomegalovirus bawaan. Sindroma Reye. Beberapa Penyebab Retardasi Mental yaitu : 1. Adrenoleukodistrofi. Pertumbuhan atau Gizi. Dalam Kelompok ini termasuk keadaan Retardasi Mental karena kerusakan jaringan otak akibat infeksi Intrakranial. Ensefalitis. Sindroma Sanfilippo. Sedangkan Faktor Sekunder disebabkan oleh faktor luar yang berpengaruh terhadap otak bayi dalam kandungan. cedera Hipoksia (kekurangan oksigen). Keracunan timah hitam juga dapat mengakibatkan Retardasi Mental. seperti sinar x. Sindroma Lesch-Nyhan. Akibat Gangguan Metabolisme. Akibat Rudapaksa dan atau Sebab Fisik Lain. Akibat Penyakit Otak Yang Nyata (Postnatal). bahan kontrasepsi dan usaha melakukan abortus dapat mengakibatkan kelainan Retardasi Mental. Leukodistrofi metakromatik. Keracunan metilmerkuri. Marasmus. Sindroma Hunter. tetapi yang belum diketahui betul 82 . kokain. Pemakaian alkohol. Listeriosis. Toksoplasmosis kongenitalis. Hipoglikemia (diabetes melitus yang tidak terkontrol dengan baik). sindroma Prader-Willi).

dapat dibuka dengan Kraniotomi. persalinan dan perkembangan anak. infiltratif. Konseling Genetik dan Tindakan Kedokteran (seperti perawatan Prenatal yang baik. termasuk Anomali Kranial Primer dan Defek Kogenital yang tidak diketahui sebabnya. pertolongan persalinan yang baik. Kelompok ini termasuk Retardasi Mental yang berhubungan dengan keadaan bayi pada waktu lahir berat badannya kurang dari 2500 gram dan/atau dengan masa hamil kurang dari 38 minggu. operasi tidak menolong) 83 . radang. sklerotik atau reparatif. Sindroma deprivasi.Kesehatan Mental etiologinya (diduga herediter). pada Mikrosefali yang Kogenital. Akibat Prematuritas dan Kehamilan Wanita diatas 40 tahun. status ekonomi rendah. perlu diambil Anamnesa dari orang tua dengan sangat teliti mengenai kehamilan. namun tetap saja intelegensi yang rendah itu sudah sukar ditingkatkan walaupun anak itu dibanjiri dengan makanan bergizi. 10. Untuk mendiagnosa Retardasi Mental pada seseorang dengan tepat. Pencegahan Primer pada orang dengan Retardasi Mental dapat dilakukan dengan pendidikan kesehatan pada masyarakat. diadakan evaluasi pendengaran dan bicara. Untuk membuat diagnosa ini harus jelas telah terjadi gangguan jiwa yang berat itu. Reaksi sel-sel otak ini dapat bersifat degeneratif. perbaikan keadaan Sosio-Ekonomi. Akibat Gangguan Jiwa Berat. Bila mungkin dilakukan juga pemeriksaan Psikologik. Contohnya Gangguan gizi yang tergolong berat dan berlangsung lama dibawah dan sebelum umur 4 tahun sangat mempengaruhi perkembangan otak dan dapat mengakibatkan retardasi mental. Serta behubungan pula dengan kehamilan anak pertama pada wanita Adolesen dan diatas 40 tahun. Perdarahan Subdural. Observasi Psikiatrik dikerjakan untuk mengetahui adanya gangguan Psikiatrik disamping Retardasi Mental itu sendiri. dan tidak terdapat tanda-tanda patologi otak. 8. tetapi tidak diketahui etiologinya. bila perlu diperiksa juga di laboratorium. Kraniostenosis (sutura tengkorak menutup terlalu cepat. 11. Keadaan ini diketahui sudah ada sejak sebelum lahir. kehamilan pada wanita Adolesen dan diatas 40 tahun dikurangi dan pencegahan peradangan otak pada anak-anak). Pencegahan Sekunder meliputi diagnosa dan pengobatan dini peradangan otak. Namun keadaan gangguan gizi ini dapat diperbaiki dengan memperbaiki gizi sebelum usia menginjak umur 6 tahun. 9. Akibat Penyakit/Pengaruh Pranatal Yang Tidak Jelas. Akibat Deprivasi Psikososial dan Lingkungan Retardasi Mental dapat disebabkan oleh fakor-faktor Biomedik maupun Sosiobudaya seperti kemiskinan. proliferatif.

Hiperaktif atau Dektruktif. oleh karena itu dapat diberi penerangan bahwa sampai sekarang belum ada obat yang dapat membuat anak menjadi pandai. Dapat diberi Neuroleptika kepada yang gelisah. Konseling kepada orang tua dilakukan secara Fleksibel dan Pragmatis dengan tujuan antara lain membantu mereka dalam mengatasi Frustrasi oleh karena mempunyai anak dengan Retardasi Mental. hanya ada obat yang dapat membantu pertukaran Zat (Metabolisme) sel-sel otak 84 .Kesehatan Mental Pencegahan Tersier merupakan pendidikan penderita atau latihan khusus sebaiknya disekolah luar biasa. Orang tua sering menghendaki anak diberi obat.

Misalnya otak. Pengertian Penyakit Jiwa Seorang yang diserang penyakit jiwa (Psychose). Kedua : Disebabkan oleh gangguan-gangguan jiwa yang telah berlarut-larut sehingga mencapai puncaknya tanpa suatu penyelesaian secara wajar atau hilangnya keseimbangan mental secara menyeluruh. Sakit jiwa itu ada 2 macam. 34-37 85 . penyakit ini menyebabkan kemunduran kepribadian pada umumnya. sangat sukar bagi orang untuk memahami pikirannya. akibat suasana lingkungan yang sangat menekan. akibat penyakit kotor dan sebagainya.110 B. sentral saraf atau hilangnya kemampuan berbagai kelenjar. sebaliknya ia menganggap bahwa dirinya normal saja. dan selanjutkan kurang mampu menyesuaikan diri dengan wajar. dan tidak sanggup memahami problemnya. h. sedih dan takut. Tidak terlihat padanya reaksi emosional terhadap orang yang terdekat kepadanya. baik emosi marah. yang biasanya mulai tampak pada masa puber.XIV. Gejala-gejala diantaranya : Dingin perasaan. ketegangan batin dan sebagainya. 2006). obat-obatan perangsang atau narkotik. bahkan lebih baik. tak ada perhatian pada apa yang terjadi di sekitarnya. kepribadiannya terganggu. lebih unggul dan lebih penting dari orang lain. Seringkali orang yang sakit jiwa.Kesehatan Mental Bagian Ketiga PENYAKIT JIWA A.Schizophrenia Schizophrenia adalah penyakit jiwa yang paling banyak terjadi dibandingkan dengan penyakit jiwa lainnya. tidak merasa bahwa ia sakit. Macam-Macam Penyakit Jiwa Menurut Zakiah Darajat ada beberapa macam penyakit jiwa di antaranya: 1. yaitu : Pertama : Yang disebabkan oleh adanya kerusakan pada anggota tubuh. Segala sesuatu dihadapinya dengan acuh tak acuh. Kesehatan Mental (Cet. Dan ia lebih 110 Lihat Zakiah Darajat. Banyak tenggelam dalam lamunan yang jauh dari kenyataan. Jakarta: Masagung. dan paling banyak adalah orang yang berumur antara 15 – 30 tahun. hal ini mungkin disebabkan oleh karena keracunan akibat minuman keras.

Ia seakan-akan mendengar orang lain (tetangga) membicarakannya. namun terbukti bahwa kebanyakan penyakit ini mulai menyerang setelah orang setelah menghadapi satu peristiwa yang menekan. 42-44 86 . hubungan cinta. bahkan kadang-kadang sampai kepada tidak mau makan atau minum dan sebagainya. dan tiap-tiap pasien mungkin hanya mengalami satu atau dua macam saja dari gejala tersebut. disangkanya bahwa tulisan atau pembicaraan itu ditujukan untuk mencelanya. Apapun sebab sesungguhnya. Menurut hasil beberapa penelitian terbukti bahwa 60% dari orang yang sakit ini berasal dari keluarga yang pernah dihinggapi sakit jiwa. sedangkan dalam hal lain terlihat jauh dari kenyataan. sehingga merasa berdosa dan menyesal. Ada yang menitik beratkan pandangannya pada penyesuaian diri yaitu karena orang tidak mampu menghadapai kesukaran hidup . tapi 111 Lihat Ibid. sedang menghentikannya tak sanggup. mungkin dalam beberapa bulan atau beberapa tahun. misalnya orang sedang berbicara tiba-tiba lupa apa yang dikatakannya itu. yang berakibat munculnya penyakit yang mungkin sudah terdapat secara tersembunyi di dalam orang itu. Mempunyai prasangka-prasangka yang tidak benar dan tidak beralasan. Merasa bahwa semua orang bersalah dan meyebabkan penderitaannya. mencium atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada. misalnya apabila ia melihat orang yang menulis atau membicarakan sesuatu. Adapula yang mengatakan bahwa sebabnya adalah rusaknya kelenjar-kelenjar tertentu dalam tubuh.. tidak mau bertemu dengan orang lain dan sebagainya. keluarga. sehingga dalam hal ini ia harus diinjeksi supaya tertolong. Banyak putus asa dan merasa bahwa ia adalah korban kejahatan orang banyak atau masyarakat. Sampai sekarang belum diketahui dengan pasti apa sesungguhnya yang menimbulkan Schizophrenia itu. Faktor pendorong lain ialah kesukaran ekonomi. h. dimana penderita seolah-olah mendengar. penciuman atau penglihatan. Halusinasi pendengaran. selain itu terdapat kegelisahan yang timbul akibat terlalu lama melakukan onani.Kesehatan Mental suka menjauhi pergaulan dengan orang banyak dan suka menyendiri. Ada yang berpendapat bahwa keturunanlah yang besar peranannya. keinginan menjauhkan diri dari masyarakat .111 Demikian antara lain gejala Schizophrenia. tidak bisa menyesuaikan diri sedemikian rupa sehingga sering menemui kegagalan dalam usaha menghadapi kesukaran. Kadang-kadang dalam pembicaraan ia pindah dari suatu masalah ke masalah lain yang tak ada hubungannya sama sekali atau perkataannya tidak jelas ujung pangkalnya. Penyakit ini biasnya lama sekali perkembangannya. Sering terjadi salah tanggapan atau terhentinya pikiran. baru ia menunjukkan gejala-gejala ringan. atau melihat sesuatu yang menakutkannya.

Misalnya ada seorang suami yang menyangka bahwa istrinya berniat jahat meracuninya.51-53 87 . sehingga perhatiaan dan perkataannya selalu dikendalikan oleh pikirannya yang salah itu. Penderita merasa bahwa ada orang yang jahat kepadanya dan selalu berusaha untuk menjatuhkannya atau menganiayanya. sehingga setiap orang yang ditemuinya akan diyakinkannya pula akan kebenarannya pendapatnya itu.. bahwa ia egois. Di antara ciri-ciri penyakit ini adalah delusi yaitu satu pikiran salah yang menguasai orang yang diserangnya. karena takut akan terkena racun itu. Karena ia suka membantah atau melawan dan mempnuayai pendapat sendiri. Pada permulaan orang menyangka bahwa pikirannya itu logis dan benar. Sebenarnya kita harus membedakan antara antara sakit jiwa paranoia yang sungguh-sungguh dengan kelakuan paranoid. segala perhatiannya ditujukan ke sana dan yang satu itu pula yang menjadi buah tuturnya. dan segala kegagalannya disangkannya akibat dari campur tangan orang lain. orang tadinya sangat dicintainya. Delusi atau pikiran salah yang dirasakan oleh penderita sangat menguasainya dan tidak bisa hilang. 2. emosinya terlihat berimbang dan cocok dengan pikirannya. h.112 112 Lihat Ibid. misalnya : Penderita mempunyai satu pendapat (keyakinan) yang salah. Dalam persaudaraan ia tidak setia. tiba-tiba terlihat gejala yang hebat sekaligus. akan dapat berubah menjadi orang yang sangat dibencinya oleh sebab-sebab yang remeh saja. dengki dan takut kepadanya. Tidak mau mengakui kesalahan atau kekurangannya.. Hanya saja ia mempunai suatu kepercayaan salah.Kesehatan Mental akhirnya setelah peristiwa tertentu. selalu melempar kesalahan pada orang lain. Maka selalu menghindar makan di rumah. Kecuali itu jalan pikirannya terlihat teratur dan tetap. Penderita merasa bahwa dirinya orang besar. hebat tidak ada bandingannya. biasanya orang yang diserang paranoia ia cerdas. Kelakuan paranoid yang juga abnormal juga diantaranya : Terlihat sekali dalam segala tindakannya. Ia berkeyakinan bahwa dia mempunyai kemampuan dan kecerdasan yang luar biasa. keras kepala dan sangat keras pendirian dan pendapatnya. meyakini dirinya adalah seorang pemimpin besar atau mungkin mengaku Nabi. Orang ini tidak dapat bekerja dan mempunyai kepatuhan pada pimpinan.Paranoia Paranoia merupakan penyakit ‘gila kebesaran’ atau ‘gila menuduh orang’. Delusi ini berbeda bentuk dan macamnya sesuai dengan suasana dan kepribadian penderita. tidak mau menerima nasehat atau pandangan dari orang lain. Ia berasal dari keturunan yang jauh lebih baik dari orang lain dan merasa bahwa setiap orang iri. ingatannya kuat.

Kleptomania Kleptomania (bahasa Yunani: κλέπτειν. Mania. yang akan menghilangkan kebahagiaan dan ketenangan hidupnya. berat (acute) dan sangat berat (hyper). suka penguasai pembicaraan.Melancholia Penderita terlihat muram. sehingga sukar baginya untuk melakukan suatu pekerjaan dengan teratur. 57-62 88 . sudah itu bisa kembali atau menurun menjadi sedih. waktu dan orang disekelilingnya. kemudian kembali pada ketenangan biasa dan bekerja seperti tidakl ada apa-apa. Penyakit ini dinamakan juga ‘gila kumat-kumatan’. kadang-kadang diserang lamunan yang dalam sekali. Dalam hal mania yang sangat berat (hyper) orang yang diserangnya kadang-kadang membahayakan dirinya sendiri dan mungkin membahayakan orang lain dalam sikap dan perbuatannya. Manicdepressive Penderita mengalami rasa besar/gembira yang kemudian kemudian menjadi sedih/tertekan. Dalam hal pertama penderita berteriak. Orang yang diserang penyakit melancholia ringan sering mengeluh nasibnya tidak baik dan merasa tidak ada harapan lagi. Penderita mengungkapkan rasa gembira dan bahagianya secara berlebihan. b. sehingga tidak dapat membedakan tempat.Kesehatan Mental 3.biasanya orang ini suka mencampuri urusan orang lain. kleptein. μανία. karena penderita berubah-ubah dari rasa gembira yang berlebihan. Dalam tindakannya orang yang diserang oleh mania ringan terlihat selalu aktif. marah- marah dan sebagainya. Demikianlah antara lain gejala-gejala gangguan dan penyakit jiwa yang membuktikan betapa besar akibat terganggunya kesehatan mental seseorang. sedih dan putus asa. Kadang-kadang ia menyakiti dirinya sendiri. orang biasanya di serang oleh delusi-delusi pada waktu-waktu tertentu. Mania mempunyai tiga tingkatan yaitu ringan (hipo). muram dan tak berdaya. pantang ditegur baik perkataan maupun perbuatannya.113 Ada juga pakar lain yang membagi macam-macam penyakit jiwa sebagai berikut: 1. "mencuri". tidak kenal payah.atau merasa berbuat dosa yang tak mungkin diampuni lagi. Dalam mania yang berat (acute). Ia merasa diserang oleh berbagai macam penyakit yang tidak bisa sembuh. Dan bagi penderita melancholia berat menjauhkan dirinya dari masyarakat.. h. "mania") adalah penyakit jiwa yang membuat penderitanya tidak bisa 113 Lihat Ibid. Gejalanya yaitu : a. mencai-maki. tidak tahan mendengar kecaman terhadap dirinya.

Konsep neurosis berhubungan dengan bidang psikoanalisis. J. tetapi gejala tersebut bukan merupakan gejala spesifik penyakit tersebut. Benda-benda yang dicuri oleh penderita kleptomania umumnya adalah barang-barang yang tidak berharga. Sang penderita biasanya merasakan rasa tegang subjektif sebelum mencuri dan merasakan kelegaan atau kenikmatan setelah mereka melakukan tindakan mencuri tersebut. seperti kelainan emosi. 395-398. tapi tidak seperti psikosis atau kelainan kepribadian. kleptomania diderita seumur hidup. Acad. (2004). Bulimia Nervosa. sisir. Sang penderita biasanya merasakan rasa tegang subjektif sebelum mencuri dan merasakan kelegaan atau kenikmatan setelah mereka melakukan tindakan mencuri tersebut. paranoid.Penyakit ini umum muncul pada masa puber dan ada sampai dewasa.Psikosis Psikosis adalah ketidakmampuan seseorang menilai realita dengan fantasi dirinya. permen. schizoid atau borderline personality disorder.Neurosis Adalah istilah umum yang merujuk pada ketidakseimbangan mental yang menyebabkan stress. seperti kelainan emosi. seperti yang tercantum dalam kriteria diagnostik DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental 114 Lihat Grant JE (2004). Penderita juga mungkin memiliki kelainan jiwa lainnya.Kleptomania dapat muncul setelah terjadi cedera otak traumatik dan keracunan karbon monoksida. seperti mencuri gula.) 3. seperti mencuri gula. Am. Psychiatry Law 32 (4):. 2. permen. kleptomania diderita seumur hidup. atau barang-barang lainnya. Penderita juga mungkin memiliki kelainan jiwa lainnya. 89 . schizoid atau border114 Penyakit jiwa ini membuat penderitanya tidak bisa menahan diri untuk mencuri. Hasilnya. Tindakan ini harus dibedakan dari tindakan mencuri biasa yang biasanya didorong oleh motivasi keuntungan dan telah direncanakan sebelumnya. Bulimia Nervosa. (suatu aliran pemikiran dalam psikologi atau psikiatri. Benda-benda yang dicuri oleh penderita kleptomania umumnya adalah barang-barang yang tidak berharga. Pada beberapa kasus. Tindakan ini harus dibedakan dari tindakan mencuri biasa yang biasanya didorong oleh motivasi keuntungan dan telah direncanakan sebelumnya. sisir. ya apa deh terserah si penderita. Penyakit ini umum muncul pada masa puber dan ada sampai dewasa. Pada beberapa kasus.Kesehatan Mental menahan diri untuk mencuri. terdapat realita baru versi orang psikosis tersebut. "Co-occurrence of personality disorders in persons with kleptomania: a preliminary investigation". paranoid. neurosis tidak mempengaruhi pemikiran rasional. Psikosis adalah suatu kumpulan gejala atau sindrom yang berhubungan gangguan psikiatri lainnya.

kita menyadari keterbatasan dan kelemahan manusiawi dokter. Tanda-tanda Utama dari Penyakit Jiwa Tidak ada satu manusia pun di bumi ini yang terbebas sama sekali dari kemungkinan untuk menjadi penderita gangguan kejiwaan. cara berpikir. sindrom ini dipercaya banyak diidapi oleh mahasiswa kedokteranDalam masa pembelajaran. Misalnya. hamba-hamba Tuhan sebagai konselor harus berhati- hati dalam mengenali dan mengklasifikasikan klien dalam kelompok orang- orang yang disebut penderita gangguan kejiwaan. Ketika sedang mempelajari. namun bisa pada siapapun. para mahasiswa kedokteran harus mempelajari berbagai daftar sindrom dan tanda ataupun gejala penyakit baik yang sering maupun jarang terjadi. barangkali dapat dikatakan bahwa perbedaan normal dan abnormal hanya terletak pada frekuensi dan intensitas dari penggunaan defense itu. selain itu juga ditemukan gejala lain termasuk di antaranya pembicaraan dan tingkah laku yang kacau. C. 90 . Dalam pemakaian "defense mechanism" misalnya. mereka merasa mereka turut memiliki gejala atau sindrom yang ada.III (Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa). respon perasaan. Ketika mahasiswa tersebut sakit kepala. komunikasi dan hubungan antara individu dengan lingkungannya. salah satu tandanya adalah sakit kepala.Sindrom mahasiswa kedokteran Sindrom ini muncul ketika seseorang membaca atau mempelajari mengenai suatu penyakit atau kelainan dan mulai percaya bahwa ia juga sedang mengidap penyakit atau kelainan tersebut. Sebenarnya sindrom ini tidak hanya terbatas pada mahasiswa kedokteran saja. Arti psikosis sebenarnya masih bersifat sempit dan bias yang berarti waham dan halusinasi. misalnya pada apofenia. Oleh karena itu. Hal ini disebabkan oleh karena tanda-tanda dan gejala-gejala abnormal yang klien tunjukkan belum tentu gejala penyakit jiwa yang sesungguhnya sehingga.Kesehatan Mental Disorders) maupun ICD-10 (The International Statistical Classification of Diseases) atau menggunakan kriteria diagnostik PPDGJ. dan tingkah laku mereka.dokter jiwa dan petugas rumah sakit jiwa yang sering kali salah mendiagnosa klien/pasien. Hampir setiap orang yang tergolong normal pada saat-saat tertentu dan dalam kondisi hidup yang tertentu pernah menunjukkan gejala abnormal dalam sikap. Oleh karena itu psikosis dapat pula diartikan sebagai suatu kumpulan gejala/terdapatnya gangguan fungsi mental. 4. Namun. Begitu juga dengan gejala dan tanda-tanda yang abnormal pada umumnya. ketika mempelajari tumor otak. ia percaya hal itu disebabkan oleh tumor di otak. dan gangguan daya nilai realitas yang berat. daya nilai realitas.

Untuk itu ia harus mempunyai pengenalan umum tentang gejala-gejala dan tanda-tanda utama dari penyakit jiwa. yang seharusnya membuat setiap hamba Tuhan lebih waspada dan berhati-hati dalam mengirimkan pasien ke rumah sakit jiwa. gejala abnormal biasanya muncul sebagai satu-satunya gejala. dsb. Munculnya gejala itu membuat orang yang bersangkutan lain daripada sebelumnya.Kesehatan Mental D. Kelemahan-kelemahan manusiawi dari profesional-profesional lain justru menyadarkan hamba-hamba Tuhan betapa besar tanggung jawab mereka dalam pelayanan konseling. marah. Orang-orang lain mengenali bahwa ia sesungguhnya tidak seperti itu. Di samping itu penyakit jiwa juga dapat dikenali melalui gejala.N. cemas. Gejala-gejala itu membuat dirinya lain daripada sebelumnya. bahkan kadang-kadang dimakannya.raung. Orang yang normal dapat bertingkah laku abnormal. a. perasaan tidak aman. sedangkan aspek-aspek hidup lainnya tidak menunjukkan gejala abnormal. tidak menyadari bagaimana pikiran orang lain terhadap tingkah lakunya dan ia mengarahkan tangisan itu pada sesuatu yang kacau dan irrasional. Ini tidak berarti bahwa hamba Tuhan tidak perlu bekerja sama dengan psikiater dan rumah sakit jiwa. Rosenhan telah membuktikan hal ini dengan eksperimen- eksperimennya. sedih. ia menangis meraung. Misalnya: Bermain-main dengan kotorannya sendiri. 91 . Tapi lain halnya dengan penderita penyakit. seorang dapat menangis meraung- raung. Physical (fisik/badani) Banyak sekali gejala kejiwaan (seperti misalnya.gejala: 1. Beberapa gejala abnormal muncul dan nampak secara bersamaan. dan seharusnya tidak melakukan tingkah laku yang semacam itu. tetapi begitu muncul orang lain ia sadar dan tahu mengontrol ataupun mengarahkan tangisan itu pada tujuan yang rasional dan dapat diterima oleh lingkungan itu pada umumnya. Jikalau orang tersebut kemudian menderita sakit. karena hal tersebut di atas menunjukkan kepada kelemahan manusiawi si dokter dan pihak rumah sakit jiwa dan bukan menunjukkan pada "ketidakbenaran" ilmu psikatri dan psikologi itu sendiri. Beberapa gejala yang muncul secara bersamaan.) yang langsung dapat mempengaruhi kondisi tubuh orang yang bersangkutan. Gejala-gejala itu bertahan sampai jangka waktu yang cukup lama dan muncul terus-menerus. Misalnya: Oleh karena tekanan kehidupan. Bagi orang yang tergolong normal. Tetapi lain halnya dengan penderita penyakit jiwa. tetapi akan segera menyadari dirinya dan cenderung untuk segera menyesuaikan diri dengan apa yang diinginkan lingkungannya. b. c.

Kesehatan Mental maka jelas penyakit itu pertama-tama disebabkan oleh keadaan kejiwaannya. atau suara titik air yang jatuh satu per satu dari kran sebagai suara pukulan palu di kepalanya. mencium bau. borok yang tidak sembuh-sembuh. gatal-gatal. lidah dan kulit yang normal ternyata mempunyai persepsi yang berbeda bahkan kacau balau. oleh karena itu meskipun memerlukan pengobatan dari dokter. tidak dapat mendengar apa-apa. dan melihat penglihatan yang orang lain tidak lihat. sakit. dsb. dsb. Sebagian besar dari gejala- gejala ini ada pada orang-orang yang normal. Dengan inilah orang dapat melihat. Tentu saja orang-orang dengan gejala psyhosomatis tidak begitu saja dapat digolongkan sebagai penderita sakit jiwa. Tetapi. ada kasus-kasus kejiwaan yang kadang-kadang dapat menyebabkan terganggunya proses persepsi ini sehingga orang tersebut dengan mata. Gangguan kejiwaan dapat menyebabkan orang merasa lampu 20 watt dalam kamar itu terlalu terang. sakit kepala. Ia bisa seolah-olah buta (psychological blindness). Misalnya: Melihat pohon sebagai orang. maka rangsangan itu akan diteruskan melalui sistem persyaratan ke otak. dsb. 2. dsb. telinga. hidung. Penyakit-penyakit yang biasanya (tidak selalu) tergolong 'psychosomatic reaction' antara lain: asma. Halusinasi. Ini yang seringkali disebut sebagai 'psychosomatic' atau 'psychophysiological reaction'. yaitu persepsi yang terjadi meskipun tidak ada stimulan yang sesungguhnya. bahkan dapat berkata-kata kepadanya. yaitu gangguan kejiwaan yang menggejala secara badani sebagai gangguan tubuh. yaitu penyalahtafsiran stimulan pada indera penglihatan. Si Ahmad yang begitu yakin bahwa di bawah tempat tidurnya 92 . Misalnya: Melihat suami yang sudah meninggal.Distorted thinking (pemikiran yang menyimpang dan kacau) Gangguan kejiwaan sering kali juga diekspresikan dalam bentuk pemikiran yang kacau dan tidak masuk akal. Mendengar suara-suara aneh. mereka tidak boleh sama sekali diperlakukan sebagai pasien-pasien penyakit jiwa. diarrhea. mengenali. insomnia. merasa panas dingin. Jikalau rangsangan tiba. 3. Psychological (jiwani) Penyakit dan gangguan kejiwaan biasanya juga diekspresikan secara jiwani misalnya: Faulty Perception (persepsi yang kacau) Manusia diperlengkapi dengan bermacam-macam indera. Misalnya: Si Amir yang yakin bahwa ia lahir 2000 tahun yang lalu. mendengar suara. atau selalu mendengar suara yang orang lain tidak dengar. meskipun gejala-gejala itu timbul oleh karena gangguan-gangguan kejiwaan. Dari sini kita mengenal istilah-istilah seperti: Ilusi. beberapa penyakit kulit seperti: eksem. radang usus besar.

tertawa sebagai ekspresi dari rasa sedih. bahagia. Obession (obsesi): Yaitu pemikiran yang irasional yang timbul karena dorongan dan kenangan yang tidak menyenangkan. c. 4. Melihat isinya. air. kasih. Dan umumnya orang yang normal mempunyai pengekspresian yang mirip dengan orang- orang lain." atau "pasti akan. sehingga emosinya tidak tergerak oleh keadaan dan situasi di sekelilingnya. b. Pengekspresian emosi yang keliru ini dapat berbentuk: a. mereka seringkali melakukan pengekspresian emosi secara keliru. lewat jembatan. Dan ini bisa berbentuk rasa takut berada dalam ruangan gelap.. dsb. Tanpa ekspresi Penderita sakit jiwa seringkali hidup dalam dunianya sendiri. Misalnya: Yakin betul bahwa ia bertemu dengan Al- Qaeda. ".. susah. dsb. dsb. Faulty Emotional Expression (Ekpresi dari emosi yang keliru) Setiap orang sudah belajar sejak kecil bagaimana mengekspresikan perasaan senang.saya harus. Delusion (delusi): Yaitu pemikiran yang irasional yang menggejala dalam bentuk munculnya keyakinan (palsu) bahwa hal itu benar-benar ia alami. angin. Pengalaman dengan orangtua yang perfectionist. benci. atau ia lihat. yang menjadi salah satu tanda dari gangguan kejiwaan. misalnya. atau ia dengar. Ia begitu yakin di luar rumah sudah menanti orang-orang yang akan menganiaya dia. dan tentunya berbeda daripada orang-orang pada umumnya. 'distorted thinking' dapat dibagi dalam tiga golongan yaitu: a. di tengah banyak orang.. berada di tempat tinggi. dsb.Kesehatan Mental ada bom waktu yang dipasang oleh anak buah Khomeini. "saya harus menyelesaikan itu". Misalnya. sakit. bangun tengah malam hanya untuk membersihkan mobil. Mereka 93 . membuat ia selalu merasa ada dorongan "saya harus membereskan ini". Phobia: Yaitu rasa takut yang irasional.. dan ini sering kali tidak masuk akal.. dsb. dsb. sehingga seolah-olah ada sesuatu yang membuat dia terus-menerus berpikir. sehingga ia terdorong untuk terus-menerus melakukan hal- hal yang irasional. Inilah yang disebut 'distorted thinking'. rasa takut pada darah. menyebabkan ia berpikir "pasti suatu hari saya akan mengalami hal yang serupa". Tetapi tidak demikian halnya dengan orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan. ular. Misalnya: Pengalaman melihat orang yang dianiaya dalam peperangan.".. mengintip melalui lubang pintu. bahkan yakin betul bahwa ia sendiri telah diangkat menjadi rasul dan menuntut orang-orang lain mengikut dan menyembah dia. seperti bersembunyi di bawah kolong.

dsb. dll. Dalam kasus ini jelas bahwa kesedihannya bukan sekedar 'normal grief reaction'. masa depan.) langsung gejala-gejala kejiwaan itu lenyap.macam gangguan seperti misalnya kehilangan nafsu makan.Kesehatan Mental tidak tertawa atas hal-hal yang lucu dan menyenangkan. Ternyata setelah ustas menyatakan bahwa jabatan baginya cuma berarti bahwa ia tidak perlu lagi mengerjakan tugas-tugas administrasi (yang berarti bahwa ia masih boleh berkarya. dsb. bagi mereka menjadi "depresi" dimana putus asa dan tidak bahagia yang terus-menerus. Hal-hal itu hanyalah 'precipitating factor' yang menjadi gangguan kejiwaan oleh karena sudah ada 'predisposing factor' pada mereka itu. kesehatan. melakukan konseling. Enos D. hal-hal yang bagi orang lain cuma menimbulkan perasaan sedih yang normal dan untuk sementara. kehilangan nafsu makan. Martin seorang psikiater menyebutkan tentang tiga jenis depresi dengan contoh-contoh praktis: 1) Normal grief reaction (rasa sedih sebagai reaksi yang normal atas suatu 'kehilangan'). Neurotic depression (depresi yang neurotis) Seorang ustas mengalami depresi oleh karena sebagai ustas senior ia merasa tersaing dengan munculnya ustas muda yang dalam beberapa hal sangat dikagumi oleh jamaah. sakit kepala. Ada kasus-kasus di mana tanpa alasan yang jelas perasaan sedih itu timbul tenggelam dan bahkan bertahan lama. keluarga. tidak bisa tidur. 94 . c. tetapi hanya untuk sementara saja. kecil hati dan susah. Ia tidak bisa tidur. Seorang pejabat yang mendekati masa pensiun merasa sedih oleh karena munculnya perasaan 'tidak berguna dan tidak dapat dipakai lagi'. Untuk hal yang kecil dia bisa tertawa sampai menangis. b. dsb. 2). Depresi Pada saat-saat tertentu setiap orang bisa mengalami/merasa tidak bergairah. Oleh karena itu. Tekanan kesedihan itu telah menimbulkan macam.) tetapi sebenarnya hal-hal itu bukan penyebab utama dari kekuatiran yang berlebih-lebihan itu. ia betul-betul menderita depresi dan harus mendapatkan pengobatan dari dokter. juga tidak sedih atas hal-hal yang menyedihkan. Elation atau Euphoria (ekspresi/gembira yang berlebih-lebihan) Penderita sakit jiwa juga sering kali mengekspresikan emosi secara berlebih-lebihan. Diketemukan oleh dokter jiwa bahwa ustas ini ternyata mempunyai 'predisposing faktor' untuk depresi. Penghiburan dari banyak orang bahwa ia mempunyai lebih banyak kelebihan ternyata tidak menolong. Tetapi tidak demikian halnya dengan penderita sakit jiwa. Mereka memang dapat mengatakan bahwa mereka kuatir terhadap sesuatu (entah pekerjaan.

kehilangan nafsu seksuil. Ibunya juga seorang penderita depresi berat. 1982. Setiap orang akan mengalami naik turunnya emosi sebagai reaksi atas pengalaman-pengalaman kehidupan ini. kegoncangan emosi cukup hebat pada masa kecil ketika ia sakit dan harus masuk rumah sakit. bahkan berakibat fatal.Tertawa geli melihat orang yang sedih menangis ditinggalkan kekasihnya. Diketemukan pada direktur ini. Unusual motor activity (activitas motorik yang tidak normal) Dalam kehidupan ini kita kadang-kadang dapat melakukan aktivitas motorik yang tidak biasa. 1. berkata. tidak ada gairah lagi pada segala hobinya. adanya 'predisposing factor' depresi yang lebih berat dari ustas karena direktur mempunyai bakat-bakat biologis yang diturunkan dari orangtuanya. Tetapi bagi penderita penyakit jiwa naik turunnya emosi ini tidak sesuai dengan realita yang ada. di sini orang yang mendapat gangguan kejiwaan biasanya memberikan reaksi emosi yang tidak cocok dengan stimulan yang ada. tetapi lain halnya dengan penderita penyakit jiwa. Misalnya: -. III. d. atau tiba-tiba marah dan menyerang orang lain tanpa sebab. berbuat lebih cepat atau lebih lambat daripada biasanya. 82-83. Ia sekarang merasa bahwa seluruh kehidupannya termasuk pelayanannya gagal. Over activity (activitas yang berlebihan) 115 Lihat dalam Winter "What is Depression". Seorang direktur mengalami depresi oleh karena usahanya untuk mendamaikan dua orang pakar. misalnya: berlari. 95 . Tetapi untuk itu selalu ada alasan dan tujuan yang jelas dan disadari. juga faktor lain bahwa semasa kecilnya ia kurang mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya.Menangis mendengar cerita yang lucu -. Inappropriate affect (reaksi emosi yang tidak tepat) Sedikit berbeda dengan 'emotional variability'. 5. Ia kemudian menderita insomnia (tidak dapat tidur). yaitu kedua-duanya justru menyalahkan dan melawan dia. Vol. No. sering menangis dan menjauhkan diri dari perjumpaan dengan orang lain bahkan berkali-kali mencoba untuk bunuh diri. dan hanya untuk sementara saja. Sering juga diketemukan penderita penyakit jiwa yang menangis tanpa alasan untuk menangis.Kesehatan Mental seperti misalnya. Emotional variability (macam-macam pengekspresian emosi) . h. Sering kali kita bisa mengenali adanya tanda-tanda gangguan kejiwaan melalui aktivitas motorik yang tidak normal.. nafsu makan. Mungkin pengalaman yang menyenangkan ini sudah terjadi beberapa hari yang lalu dan tiba-tiba ia bisa tersenyum-tersenyum bahkan tertawa-tawa tanpa dapat dikontrol oleh karena ingat akan hal itu. misalnya: a. 3) Endogenous depression (bakat depresi yang diturunkan dari orang- tuanya). berpikir. dsb. Leadership. 115 d.

menarik diri dari pertemuan-pertemuan dengan orang- orang lain. Kecurigaan yang berlebih-lebihan. menggaruk-garuk kaki. tangan dan kaki bahkan mata yang bergerak-gerak terus. b. dan irasional). Kepekaan yang berlebih-lebihan terhadap otoritas. dsb. dsb. cara berpikir.. sikap. e. Manusia adalah makhluk 96 . pasien yang berbicara terus-menerus dengan susunan kalimat yang tidak mengandung pengertian sama sekali (kacau. Menyembunyikan sesuatu secara tidak normal. menggigit-gigit bibir. Gejala abnormal yang lain Tanda-tanda lain dari adanya gangguan kejiwaan dalam ketegori ini sering kali dapat diketemukan dalam kehidupan sehari-hari dari orang-orang yang normal. d. Dan ini diekspresikan dengan menggigit-gigit kuku terus-menerus. siapa dirinya. terkejut bahkan lari ketakutan atas suara tertentu. Tetapi pada penderita penyakit jiwa tidak demikian. Ketidakmampuan untuk duduk tenang. tidak bergerak-gerak. tetapi sering kali oleh karena sebab-sebab tertentu hal itu belum dapat dilaksanakan. Kekanak-kanakan. mungkin apa yang ia ingin lakukan sendiri tidak ia sadari lagi. dsb. dsb. dsb. b. Misalnya: a.Kesehatan Mental Sebagai contoh. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dan tidak menyamaratakan setiap gejala sebagai abnormal atau gejala penyakit jiwa. f. Bagi orang yang normal hal ini biasa dan ia bisa menyesuaikan diri dengan mengalihkan perhatian pada aktivitas-aktivitas yang lain. terus. 3. uang disimpan di bawah tanah. seperti seolah-olah lemah badan. mempermainkan alat kelamin. tetapi ia merasakan adanya dorongan yang kuat untuk melakukan sesuatu aktivitas. Compulsive activity (aktivitas yang tidak terkendalikan) Dalam hidup ini sering kali kita merasakan adanya dorongan yang besar untuk melakukan sesuatu. tidak dapat berbicara. c. 6. Under Activity (kurang aktif) Sebagai kebalikan dari 'over activity'. misal. hari apa sekarang. menghisap ujung baju.menerus gelisah. Withdrawal. menulis-nulis dengan jari. yang tidak cocok dengan standar normal masyarakat atau lingkungan di mana ia hidup. Rangsangan dan kebutuhan seksuil yang tidak normal. Sosial Biasanya yang disebut abnormal oleh karena ia menunjukkan tingkah laku.Disorientasi. maka gejala penyakit jiwa sering kali ditandai oleh sikap diam. melipat-lipat tangan. c. dimana seorang bisa tidak tahu di mana ia berada.

Kesehatan Mental sosial. karena itu ia mempunyai kebutuhan-kebutuhan sosial dan ingin menjadi bagian integral dari lingkungannya. dsb. Pengobatan penyakit-penyakit ini dengan perkara-perkara syar’iyah (ruqyah) lebih manjur daripada pengobatannya dengan obat-obatan yang bisa digunakan. and multiple personalities are sometimes victims of demon-possession. Terapi atau Pengobatan Salah seorang ulama Islam Syekh Muhammad bin al-Utsaimin mencoba mengobati atau menawarkan terapi dengan pendekatan Ruqyah bagi fasien penyakit jiwa sebagai berikut: Ada seorang mengajukan pertanyaan kepada Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin : Apakah seorang mukmin bisa menderita sakit jiwa? Apakah obatnya secara syara? Perlu diketahui bahwa pengobatan modern mengobati penyakit-penyakit ini hanya dengan obat-obatan masa kini saja? Beliau menjawab tidak disangsikan lagi bahwa manusia bisa menderita penyakit-penyakit jiwa berupa hamm (sakit hati) terhadap masa depan huzn (duka cita) terhadap masa lalu. Emotional and physical problems manifest still another spiritual cloaks. Di antara obat-obatnya adalah hadits shahih Ibnu Mas’ud: : 97 . misalnya gagasan perasaan berdosa yang tidak terampunkan. Yang mungkin oleh karena ia memang tidak/belum menjadi bagian integral dari masayarakat itu. Frank Minirth mengatakan bahwa gangguan-gangguan kejiwaan bisa menggejala secara rohani: "A person with an impending psychotic break may display an intense religious preoccupation. Karena itu normal jika ia selalu cenderung untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. jikalau orang yang bersangkutan secara tidak sadar bertingkah laku yang tidak sesuai dengan standar normal masyarakat. Penyakit-penyakit kejiwaaan lebih banyak mempengaruhi tubuh dari penyakit-panyakit anggota tubuh." 5. People diagnosed as having schizophrenia. Those with a manic-depressive psychosis may talk in a religious jargon. Spiritual (rohani) Gejala-gejala penyakit jiwa dapat pula mengekspresikan diri secara spiritual. obsessive-compulsive. Individuals with temporal lobe epilepsy may communicate renewed religious interest and moral piety. Someone having an obsessive compulsive neurosis may struggle with a fear of having committed the unpardonable sin. Meskipun demikian. Kasus- kasus seperti misionaris konteks sosial. tidak secara otomatis orang yang "tidak dapat menyesuaikan diri" dapat disebut sebagai orang yang tidak normal atau punya gejala penyakit jiwa. ego-alien thought. kita baru bisa mengenali adanya gejala abnormal. Or he may fear he hasn't really trusted Christ as Savior. 4. yang secara integral ia sendiri menjadi bagian di dalamnya. jikalau ia dengan sadar melakukan hal itu. keragu-raguan yang terus-menerus. fanatik.

niscaya lemahlah penerimaan jiwa terhadap obat-obat syar’iyah. ghamm. Sebagian mereka berkata kepada yang lain. Melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala melapangkan darinya” [HR Ahmad dalam Al-Musnad 3704-4306] Ini termasuk pengobatan secara syara. Para sahabat berkata. Lalu mereka singgah di suatu kaum bangsa Arab. Sangat jelas bagi kita semua cerita seseorang yang diutus Rasulullah saw dalam satu pasukan (sariyah).Kesehatan Mental “Artinya : Tidak ada seorang mukmin yang menderita hamm. Lalu salah seorang sahabat pergi membacakan atas orang yang di gigit ular tersebut. Demikian pula seorang manusia membaca. atau. jadikanlah Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku. anak hamba perempuanMu. seperti Al-Wabil Ash-Shayyib karya Ibnul Qayyim. Tetapi kaum/suku yang mereka singgahi tidak memberikan jamuan kepada para sahabat. qadhaMu sangat adil padaku. atau duka cita. Ia hanya membaca surah Al-Fatihah. kecuali kalau kalian memberikan kepada kami kambing sebanyak begini dan begini”. mungkin saja kalian mendapatkan ahli ruqyah di sisi mereka”. “Artinya : Tiada ilah (yang berhak diibadahi) selain Engkau. Ad-Da’awt 3505 dan Ahmad no. Mereka mejawab. Dan manakala iman kuat. manakala iman lemah. atau Engkau turunkan dalam kitabMu. cahaya dadaku. Maka. anak hamba laki-lakiMu. Al-Kalim Ath-Thayib karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Al- Adzkar oleh An-Nawawi. Sekarang manusia lebih banyak berpegang kepada obat-obatan nyata daripada berpegang mereka terhadap obat-obatan syar’iyah. dan hilangnya hamm (sakit hati)ku. karena ia muncul dari hati orang yang 98 . atau Engkau beritahu kepada seseorang makhlukMu. “Tidak mengapa”. bacaan Al-Fatihah memberikan pengaruh atas laki-laki ini. “Pergilah kepada mereka yang telah singgah/mampir. Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki pemimpin kaum tersebut di gigit ular. demikian pula Zad Al-Ma’ad karya Ibnul Qayyim. 1465) Siapa yang meginginkan tambahan lagi. “Kami tidak akan meruqyah pimpinan kalian. bahkan implikasinya lebih cepat dari pada pengaruh obat-obatan biasa. aku memohon kepadaMu dengan segala nama yang Engkau namakan diriMu dengannya. Tetapi.seolah-olah berlepas dari ikatan. atau hanya Engkau yang mengetahuinya dalam ilmu ghaib di sisiMu. penerang duka citaku. berlalu hukum Engkau padaku. ‘Ya Allah’ sesungguhnya aku adalah hambaMu. Maha Suci Engkau. lalu ia menjawab. rujuklah (bacalah) kepada kitab yang ditulis para ulama dalam bab dzikir. niscaya obat-obatan syar’iyah memberikan implikasi secara sempurna. Seperti inilah. sesungguhnya aku termasuk orang yang berbuat aniaya” (HR At-Tirmidzi. Orang yang digigit ular tadi langsung berdiri. ubun-ubunku di tanganMu.

rumah sakit jiwa atau insane asylums telah didirikan para dokter dan psikolog Islam beberapa abad sebelum peradaban Barat menemukannya. di antara mereka ada yang bersikap ekstrim dan tidak melihat adanya implikasi secara absolut terhadap bacaan. iman dan agama telah lemah. rumah sakit jiwa juga sudah berdiri di Kairo. dan harta manusia. namun mereka sebenarnya adalah pemakan harta dengan cara batil.116 D. Ar-Ruqa ma Yata’allahqu Biha Al-Lajnah al-Daimah. kota Damaskus dan Aleppo juga telah memiliki rumah sakit jiwa. kemampuan. Mesir pada tahun 800 M. Nabi saw bersabda setelah mereka kembali kepada beliau. Perintis Pengobatan Penyakit Jiwa Peradaban Barat kerap mengklaim bahwa Philipe Pinel (1793) merupakan orang pertama yang memperkenalkan metode penyembuhan penyakit jiwa. Hampir semua kota besar di dunia Islam pada era keemasan telah memiliki rumah sakit jiwa. Manusia berada di antara dua sisi yang kontradiktif. mengatakan. Sebab.Kesehatan Mental penuh iman. Manusia berpegang atas perkara-perkara yang terasa dan nampak. Ibn Utsaimin. jauh sebelum Barat mengenal metode penyembuhan penyakit jiwa berikut tempat perawatannya. Tak cuma itu. Selain di Baghdad ibu kota Kekhalifahan Abbasiyah insane asylum juga terdapat di kota Fes. 22-24 dan lihat fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin 99 . Benarkah klaim peradaban Barat itu? Klaim itu tentu sangat tak berdasar. Menurut Syed Ibrahim B PhD dalam bukunya berjudul “Islamic Medicine: 1000 years ahead of its times”. M. Maroko. pada abad ke-8 M di Kota Baghdad. Ada pula yang bersikap ekstrim dan bermain dengan akal manusia dengan bacaan bohong serta menipu. h. kitab As-Salam 2201) Namun di zaman kita sekarang ini. Barat juga menyatakan rumah sakit jiwa (RSJ) pertama di dunia adalah Vienna’s Narrenturm yang dibangun pada tahun 1784. Ada pula yang berada di tengah. Mari kita bandingkan dengan Inggris. “Tahukah engkau bahwa ia adalah ruqyah” (HR Al-Bukhari. Negara terkemuka di Eropa itu baru membuka rumah sakit jiwa pada th 1831 M. Muslim. Pada abad ke-13. Setelah itu Inggris mengeluarkan Madhouse Act 1828 M. Sebenarnya mereka diuji padanya. Pemerintah Inggris membuka rumah sakit jiwa setelah mendapat desakan dari Middlesex County Court Judges. Fatawa Al-Ilaj bil Qur’an wa Sunnah. Selain itu. Mereka meyakini sebagai qurra (pembaca Al-Qur’an) yang bersih. kitab Ath-Thibb 5749. Ilmuwan Islam. Lalu 116 Lihat selengkapnya dalam Syaikh Ibnn Baz. Rumah sakit jiwa pertama di negeri Ratu Elizabeth itu adalah Middlesex County Asylum yang terletak di Hanwell sebelah barat London. Akan tetapi di hadapan mereka terdapat para ahli sulap dan mempermainkan akal.

Kesehatan Mental
Bagaimana peradaban Islam mulai mengembangkan pengobatan
kesehatan jiwa? Menurut Syed Ibrahim, berbeda dengan para dokter Kristen
di abad pertengahan yang mendasarkan sakit jiwa pada penjelasan yang
takhayul, dokter Muslim justru lebih bersifat rasional. Para dokter Muslim
mengkaji justru melakukan kajian klinis terhadap pasien-pasien yang
menderita sakit jiwa. Tak heran jika para dokter Muslim berhasil mencapai
kemajuan yang signifikan dalam bidang ini. Mereka berhasil menemukan
psikiatri dan pengobatannya berupa psikoterapi dan pembinaa moral bagi
penderita sakit jiwa.
”Selain itu, para dokter dan psikolog Muslim juga mampu menemukan
bentuk pengobatan modern bagi penderita sakit jiwa seperti, mandi
pengobatan dengan obat, musik terapi dan terapi jabatan,” papar Syed
Ibrahim. Konsep kesehatan mental atau al-tibb al-ruhani pertama kali
diperkenalkan dunia kedokteran Islam oleh seorang dokter dari Persia
bernama Abu Zayd Ahmed ibnu Sahl al-Balkhi (850-934). Dalam kitabnya
berjudul Masalih al-Abdan wa al-Anfus (Makanan untuk Tubuh dan Jiwa), al-
Balkhi berhasil menghubungkan penyakit antara tubuh dan jiwa. Ia biasa
menggunakan istilah al-Tibb al-Ruhani untuk menjelaskan kesehatan spritual
dan kesehatan psikologi. Sedangkan untuk kesehatan mental dia kerap
menggunakan istilah Tibb al-Qalb . Ia pun sangat terkenal dengan teori yang
dicetuskannya tentang kesehatan jiwa yang berhubungan dengan tubuh.
Menurut dia, gangguan atau penyakit pikiran sangat berhubungan dengan
kesehatan badan. Jika jiwa sakit, maka tubuh pun tak akan bisa menikmati
hidup dan itu bisa menimbulkan penyakit kejiwaan, tutur al-Balkhi.
Menurut al-Balkhi, badan dan jiwa bisa sehat dan bisa
pula sakit. Inilah yang disebut keseimbangan dan ketidakseimbangan. Dia
menulis bahwa ketidakseimbangan dalam tubuh dapat menyebabkan demam,
sakit kepala, dan rasa sakit di badan. Sedangkan, ketidakseimbangan dalam
jiwa dapat mencipatakan kemarahan, kegelisahan, kesedihan, dan gejala-
gejala yang berhubungan dengan kejiwaan lainnya.
Dia juga mengungkapkan dua macam penyebab depresi. Menurut dia,
depresi bisa disebabkan alasan yang diketahui, seperti mengalami kegagalan
atau kehilangan. Ini bisa disembuhkan secara psikologis. Kedua, depresi bisa
terjadi oleh alasan-alasan yang tak diketahui, kemukinan disebabkan alasan
psikologis. Tipe kedua ini bisa disembuhkan melalui pemeriksaan ilmu
kedokteran. Selain al-Balkhi, peradaban Islam juga memiliki dokter kejiwaan
bernama Ali ibnu Sahl Rabban al-Tabari. Lewat kitab Firdous al-Hikmah yang
ditulisnya pada abad ke-9 M, dia telah mengembangkan psikoterapi untuk
menyembuhkan pasien yang mengalami gangguan jiwa. Al-Tabari
menekankan kuatnya hubungan antara psikologi dengan kedokteran.

100

Kesehatan Mental
Menurut dia, untuk mengobati pasien gangguan jiwa membutuhkan
konseling dan dan psikoterapi. Al-Tabari menjelaskan, pasien kerap kali
mengalami sakit karena imajinasi atau keyakinan yang sesat. Untuk
mengobatinya, kata al-Tabari, dapat dilakukan melalui ”konseling bijak”.
Terapi ini bisa dilakukan oleh seorang dokter yang cerdas dan punya humor
yang tinggi. Caranya dengan membangkitkan kembali kepercayaan diri
pasiennya. Melalui kitab yang ditulisnya yakni El-Mansuri dan Al-Hawi ,
dokter Muslim legendaris al-Razi juga telah berhasil mengungkapkan definisi
symptoms (gejala) dan perawatannya untuk menangani sakit mental dan
masalah-masalah yang berhubungan dengan kesehatan mental.
Al-Razi juga tercatat sebagai dokter atau psikolog pertama yang
membuka ruang psikiatri di sebuah rumah sakit di Kota Baghdad. Pemikir
Muslim lainnya di masa keemasan Islam yang turut menyumbangkan
pemikirannya untuk pengobatan penyakit kejiwaan adalah Al-Farabi. Ilmuwan
termasyhur ini secara khusus menulis risalah terkait psikologi sosial dan
berhubungan dengan studi kesadaran. Selain itu, Ibnu Zuhr, alias Avenzoar
juga telah berhasil mengungkap penyakit syaraf secara akurat. Ibnu Zuhr
juga telah memberi sumbangan yang berarti bagi neuropharmakology
modern. Yang tak kalah penting lagi, Ibnu Rusyd atau Averroes ilmuwan
Muslim termasyhur telah mencetuskan adanya penyakit Parkinson’s.
Sejarawan Francis Bacon menyebut Al-Haitham sebagai ilmuwan yang
meletakkan dasar-dasar psychophysics dan psikologi eksperimental.
Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukannya, Bacon merasa yakin
bahwa Al-Haitham adalah sarjana pertama yang berhasil menggabungkan
fisika dengan psikologi, dibandingkan Fechner yang baru menulis Elements
of Psychophysics pada tahun 1860 M. Begitulah, kedokteran dan psikologi
Islam mengembangkan pengobatan penyakit jiwa. merupakan ”Utang Budi
Kedokteran Modern”.
Kontribusi umat Islam bagi peradaban manusia adalah fakta yang tak
terbantahkan. Para sejarawan sains Barat dalam sebuah konferensi mengakui
bahwa dunia kedokteran modern berutang begitu banyak terhadap para
ilmuwan Muslim di era keemasan Islam. Betapa tidak, dokter Muslim di era
kekhalifahan merupakan perintis diagnosis dan penyembuhan beragam
penyakit.
Dr Emilie Savage-Smith dari St Cross College di Oxford
mengungkapkan, Islam adalah peradaban pertama yang memiliki rumah sakit.
Menurut dia, rumah sakit pertama di dunia dibangun Kekhalifahan Abbasiyah
di kota Baghdad, Irak sekitar tahun 800 M. ”Rumah sakit yang berdiri di
Baghdad itu lebih mutakhir dibandingkan rumah sakit di Eropa Barat yang

101

Kesehatan Mental
dibangun beberapa abad setelahnya,’ ‘ papar Savage-Smith seperti dikutip
Independent.
Savage-Smith mengungkapkan, rumah sakit (RS) Islam terbesar di
zaman keemasan dibangun di Mesir dan Suriah pada abad ke-12 dan 13 M.
Pada masa itu, RS Islam sudah menerapkan sistem perawatan pasien
berdasarkan penyakitnya. Menurut Savage-Smith, pembangunan sebuah
sistem rumah sakit yang begitu luas merupakan salah satu pencapaian
terbesar dalam peradaban Islam pada abad pertengahan.
”Peradaban Islam pada abad ke-10 M untuk pertama kalinya
memperkenalkan sistem pendidikan kedokteran secara langsung di rumah
sakit,” papar Savage-Smith. Ia pun mengagumi Islam yang mengajarkan
umatnya untuk merawat seluruh jenis penyakit tanpa memandang status
ekonomi pasiennya.
Menurut dia, rumah sakit Islam pada era kejayaannya terbuka bagi
semua; laki-laki, perempuan, warga sipil, militer, kaya, miskin, Muslim dan
non-Muslim. Pada masa itu, kata Savage-Smith, rumah sakit memiliki beragam
fungsi yakni sebagai; pusat perawatan kesehatan, rumah penyembuhan bagi
pasien yang sedang dalam tahap pemulihan dari sakit atau kecelakaan.
Selain itu, ungkap Savage-Smith, peradaban Islam juga sudah memiliki
rumah sakit jiwa atau insane asylum. Menurut dia, masyarakat Muslim juga
tercacat sebagai yang pertama mendirikan dan memiliki rumah sakit jiwa.
Rumah sakit pada era keemasan Islam juga berfungsi sebagai tempat
perawatan para manusia lanjut usia (manula) yang keluarganya kurang
beruntung.
Smith-Savage menuturkan, para dokter Muslim menguasai dunia
kedokteran berkat upaya penerjemahan terhadap karya-karya kedokteran
Yunani klasik. Tak cuma menerjemahkan, namun para dokter Muslimpun
mengembangkan, menemukan serta menulis buku-buku kedokteran. Para
dokter Muslim pun berhasil menemukan sejumlah penyakit, cara pengobatan
hingga penyembuhannya. Menurut Smith-Savage, dokter Muslim telah
mampu menjelaskan beragam jenis penyakit infeksi seperti cacar air. Selain
itu, kedokteran Islam juga menemukan penyakit yang sebelumnya tak
diketahui manusia, seperti kataraks. Bahkan, kedokteran Islam juga telah
berhasil melakukan operasi atau bedah. Peradaban Barat pun belajar dan
mengembangkan hasil penemuan dan penelitian di bidang kedokteran. Tanpa
kontribusi kedokteran Islam, boleh jadi dunia Barat tak akan menguasai ilmu
kedokteran seperti saat ini.
Berikut ini penulis menyajikan beberapa contoh studi kasus yang erat
kaitannya dengan penyakit jiwa sebagai berikut:

102

Kalau kesadarannya kembali. Syekh Ibnu Baz rahimahullah pernah sebagai berikut. Maka tidak mengapa diqada sebagai kehati-hatian. Karena waktu itu dia tidak termasuk terkena beban berpuasa. dan anda tidak dapat membangunkannya.' (Majmu Fatawa Syekh Ibn Baaz) Ketiga: Jika putri anda tidak bangun untuk menunaikan shalat pada waktunya. 'Ada orang sakit telah mendapatkan sebagian bulan Ramadan kemudian mengalami hilang kesadaran dan terus berlanjut. Kondisi kedua. Hal ini seperti kondisi orang gila atau idiot. Pertama: Kami memohon kepada Allah agar menyembuhkan putri anda.” (HR. Karena kesulitan tersebut. maka dia mulai lagi dengan amalan (yang baru). tidak wajib qada. maka tidak wajib mengqada karena disamakan seperti orang idiot. apakah ibunya terkena dosa? Anak wanitaku berumur 23 tahun dan mengalami sakit sudah 4 tahun. Kedua: Kalau penyakitnya parah sampai hilang kesadarannya selama bulan Ramadan. Pertanyaan kedua: Putriku ini kalau tidur tidak dapat dibangunkan untuk shalat apa saja. Maka dia tidak diharuskan mengqada dan membayarat kaffarah. Berdasarkan sabda Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barangsiapa lupa (menunaikan) shalat atau tertidur. cuma diharuskan memberi makan untuk setiap hari yang tidak berpuasa kepada seorang miskin. Saya sangat berat menghadapinya penderitaannya selama berbulan-bulan. Mohon doa anda agar dia sembuh. Muslim. Jika sudah bangun. penyakitnya tidak ada harapan sembuh. dia harus mengqada shalat- shalat yang terlewatkan. maka tebusannya adalah menunaikan shalat ketika mengingatnya. Alhamdulillah. Pada bulan Ramadan lalu dia tidak berpuasa karena kambuh dan kesadarannya hilang. sampai dia bangun sendiri. Maka tidak mengapa bagi anda Insya Allah Ta’ala. 684) Kalau pelaksanaan shalat setiap waktu membuatnya berat. Apakah anak-anaknya mengqada untuknya?' Beliau menjawab: “Dia tidak perlu mengqada kalau mengalami hilang kesadaran atau yang dikenal dengan pingsan. dan antara Magrib dan Isya. Kalau Allah kembalikan akalnya. dan kambuh dua kali dalam setahun. Melainkan kalau pingsannya sebentar. no. dua hari atau paling lama tiga hari. baik taqdim (memajukan waktu akhir di waktu yang lebih awal) maupun 103 . Apa yang harus saya lakukan?. dalam hal ini ada dua kondisi. Sedangkan kalau kondisi sakitnya hanya sebatas stres. Maka dia harus mengqada yang telah terlewat ketika penyakitnya telah hilang. maka dia dibolehkan menjama antara Zuhur dan Ashar. dan memperbaiki kondisinya. Maka dia tidak wajib berpuasa. jika sakitnya ada harapan sembuh menurut rekomendasi para dokter.Kesehatan Mental Studi Kasus 1 Putriku mengalami gangguan kejiwaan kronis. dia tidak perlu mengqada. Kondisi pertama. Adapun kalau waktunya lama. sedangkan kesadaraannya masih ada. misalnya sehari.

karena kami tidak lagi 104 . "Mestinya dokter tidak mengeluarkan pernyataan yang membingunkan saya. Dia mengatakan." kata Amri. apalagi kondisi saya belum sempat sembuh. Kalau dia butuh.Amri (40) penderita sakit lumpuh dari lingkungan So`do. maka dia dapat menjama dalam safar. Karena tujuan jamak adalah menghilangkan kesulitan pada umat. kenapa dokter menyarankan seperti itu.Kesehatan Mental ta’khir (mengakhirkan waktu awal ke waktu yang akhir). karena mau tidak mau beban derita yang saya tanggung selama ini justeru malah bertambah. Dan sebab-sebab lainnya. padahal saya masih merasa cara berfikir hingga saat ini masih normal dan masih berkelakuan yang wajar. pernyataan dokter yang meminta untuk segera menjalani perawatan di rumah sakit jiwa telah mengganggu dirinya secara psikologis bahkan keluarganya pun ikut terguncang. baik safar sebentar ataupun lama. tiba-tiba muncul penyakit baru yakni kelainan jiwa. Begitu juga dibolehkan menjamak jika ada hujan dan semisalnya. Sedangkan jamak (menggabungkan dua shalat menjadi satu) sebabnya adalah keperluan dan uzur. Minggu." tuturnya. saat ditemui di RSUD Mamuju. dirinya terkejut mendengar permintaan dokter tersebut karena telah menyarankan untuk segera dirujuk ke rumah sakit jiwa jika ingin mencari kesembuhan secara total. Kabupaten Mamuju. 22/293) Studi kasus kedua ini terjadi pada hari senin 15 Pberuari 2010 di Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat yang dimuat di Antara News oleh Aco sebagai berikut: Kasus 2: Mamuju (ANTARA News) .” (Majmu’ Fatawa. mana yang mudah baginya. dr Arif Ibrahim yang menangani saya menyarankan untuk menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Jiwa di Kota Pare-Pare. Syekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Qashar (memendekkan shalat) sebabnya adalah khusus safar. Dia mengatakan. Tidak diperkenankan selain safar. Sulawesi Selatan. "Seminggu saya menjalani perawatan di RSUD karena penyakit lumpuh. Ia mengatakan. "Saya tidak tahu. apalagi mereka itu dari keluarga yang tidak mampu. "kami tidak punya biaya apa-apa untuk hidup untuk menjalani perawatan di rumah sakit ini apalagi jika harus di rujuk ke tempat lain. namun tiba-tiba dokter ahli penyakit dalam. keluarga Amri sudah tak mampu menutupi biaya karena keluarga mereka sudah menganggur yang hanya mengandalkan menambang pasir di sungai oleh istri pasien. Sulawesi Barat yang sedang menjalani perawatan medis di RSUD Mamuju kian terguncang setelah dokter setempat mendiagnosa dirinya mengalami "Sakit Jiwa" (gila)." katanya. sejak dirawat di RSUD Mamuju.

melainkan secara konsepsional menunjukkan cara-cara yang paling efektif dalam memecahkan masalah. ia meminta agar pemerintah Kabupaten Mamuju dapat memberikan bantuan dana untuk mengurangi beban hidup keluarganya yang membutuhkan selama dirawat di rumah sakit. Studi Islam Kontemporer (Cet. "Sejak suami saya (Amri) menderita lumpuh akibat mengalami infeksi usus di bagian pencernaannya sejak dua tahun lalu. Berbagai Pendekatan dalam Memahami Agama Dewasa ini kehadiran agama semakin dituntut agar ikut terlibat secara aktif dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi umat manusia." katanya. untuk biaya sehari-hari keluarganya selama dirawat di rumah sakit Mamuju tidak ada.Kesehatan Mental bekerja. karena petugas medis hanya memberikan pengobatan gratis tanpa memberikan biaya hidup. Jakarta: Sinar Grafika Offset. Selama ini belum ada laporan penelitian dan kajian yang menyatakan bahwa ada sebuah masyarakat yang tidak mempunyai konsep tentang agama.h. pihaknya juga sudah tidak mampu lagi memberikan sesuap nasi bagi anaknya Nuramanah (6).I. E. maka pihaknya tidak dapat berbuat apa-apa lagi. karena suami saya sudah tidak bisa bekerja. Namun. Istri Amri yang turut setia mendampinginya di RSUD Mamuju.117 Fenomena agama adalah fenomena universal manusia. Yatmin.000 per hari. yang secara oprasional konseptual." katanya. Selain itu. "Saya bekerja sebagai penambang pasir dengan upah Rp15. Walaupun 117 Abdullah." sebut Asmija. Oleh karena itu. 2006). karena harus mendampingi suaminya yang dirawat di rumah sakit. dapat memberikan jawaban terhadap masalah yang timbul. untuk memberi makan anak saya yang cacat dan suami saya yang lumpuh meski saya sendiri juga menderita penyakit gondok dan tidak lagi bekerja. sejak suaminya diboyong ke rumah sakit Mamuju oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju. Agama tidak boleh hanya sekedar menjadi lambang kesalehan atau berhenti sekedar disampaikan dalam khotbah.Tuntutan terhadap agama yang demikian itu dapat dijawab manakala pemahaman agama yang selama ini banyak menggunakan pendekatan teologis normatif dilengkapi dengan pemahaman agama yang menggunakan pendekatan lain. 3 105 . "Saya sudah tidak bekerja sehingga tidak punya uang untuk hidup di rumah sakit." ujarnya. jangankan bekerja untuk berdiri saja sulit. meski biaya pengobatan suaminya ditanggung oleh pihak rumah sakit secara gratis. hanya saya yang mencari nafkah untuk suami saya itu. Ia mengatakan. yang juga mengalami kelainan atau cacat karena kulitnya bersisik seperti ular sejak lahir. lanjutnya.

Tidak mengherankan jika hasil kajiannya tidak dapat menggambarkan realitas sosial yang lebih lengkap. hal itu tidak berhasil meniadakan eksistensi agama dalam masyarakat. yang pasti dilingkari oleh budayanya. Pertautan antara agama dan realitas budaya dimungkinkan terjadi karena agama tidak berada dalam realitas yang vakum selalu original.118 Berkenaan dengan pemikiran di atas. 6 106 . Mengingkari keterpautan agama dengan realitas budaya berarti mengingkari realitas agama sendiri yang selalu berhubungan dengan manusia. di sisi lain juga memberikan gambaran bahwa keberadaan agama tidak lepas dari pengaruh realitas di sekelilingnya. karena melalui pendekatan tersebut kehadiran agama secara fungsional dapat dirasakan oleh penganutnya. maka kajian tentang masyarakat tidak akan lengkap tanpa melihat agama sebagai salah satu faktornya. namun penulis dalam makalah ini membatasi pada pendekatan teologis normatif filosofis dan pendekatan Antropologi. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan disini adalah cara pandang atau paradigma yang terdapat dalam suatu bidang ilmu yang selanjutnya digunakan dalam memahami agama.Kesehatan Mental peristiwa perubahan sosial telah mengubah orientasi dan makna agama. sebaliknya tanpa mengetahui berbagai pendekatan tersebut. Sehingga kajian tentang agama selalu akan terus berkembang dan menjadi kajian yang penting. Karena sifat universalitas agama dalam masyarakat. Berbagai pendekatan yang dilakukan para peneliti dalam memahami agama. dan hal ini tidak boleh terjadi. Dalam Islam. dan akhinya masyarakat mencari pemecahan masalah kepada selain agama. Pernyataan bahwa agama adalah suatu fenomena abadi di dalam kehidupan. maka penulis akan mengkaji berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam memahami agama. Seringkali praktik-praktik keagamaan pada suatu masyarakat dikembangkan dari doktrin ajaran agama dan kemudian disesuaikan dengan lingkungan budaya. Hal demikian perlu dilakukan. ekonomi dan perubahan sosial dalam suatu masyarakat melupakan keberadaan agama sebagai salah satu faktor determinan. Pertemuan antara doktrin agama dan realitas budaya terlihat sangat jelas dalam praktik ritual agama. 118 Lihat Ibid. Seringkali kajian tentang politik.. h. tidak mustahil agama menjadi sulit dipahami oleh masyarakat tidak fungsional. misalnya saja perayaan Idul Fitri di Indonesia yang dirayakan dengan tradisi sungkeman-bersilaturahmi kepada yang lebih tua adalah sebuah bukti dari keterpautan antara nilai agama dan kebudayaan.

121 Dan jika diteliti lebih mendalam lagi.. dan tradisionalis. Tafsir Baru Studi Islam dalam Era Multi Kultural. yakni bahasa sebagai pelaku. Penggunaan ilmu-ilmu sosial dalam teologi merupakan fenomena baru dalam teologi. Pendekatan Teologis Normatif Menurut M. 12 107 .Kesehatan Mental Ada dua variabel yang perlu dijelaskan pengertiannya di sini yaitu pendekatan Teologis Normatik dan pendekatan Antropologi. 5 121 Lihat dalam H. dan Maturidivah. Salah satu ciri teolog masa kini adalah sifat kritisnya. tidak bisa tidak pasti mengacu kepada agama tertentu. teologi Asy'ariyah. Sikap kritis ini ditujukan pertama-tama pada agamanya sendiri (agama sebagai institusi sosial dan kemudian juga kepada situasi yang dihadapinya). (Yogyakarta: Lembaga Penelitian UIN Sunan Kalijaga. 120 Lihat Ibid. dalam era kontemporer ini ada 4 prototipe pemikiran keagamaan Islam. Amin. Karena sifat dasarnya yang partikularistik. dapat dijumpai teologi Mu'tazilah.120 Menurut pengamatan Sayyed Hosein Nasr. h. Pendekatan Multidisipliner. Mungkin kurang 119 Abdullah. 1. h. dan tradisionalis. dkk. Keempat prototipe pemikiran keagamaan tersebut sudah barang tentu tidak mudah disatukan dengan begitu saja. Menurut pengamatan Savyed Hosein Nasr. dalam era komtemporer ada 4 prototipe pemikiran keagamaan Islam yaitu pemikiran keagamaan fundalisme. komitmen. maka dengan mudah kita dapat menemukan teologi Kristen Katolik. M. h. mesianis.119 Selanjutnya beliau mengatakan. IAIN Sunan kalijaga-Kurnia Kalam Semesta. sebagaimana kita ketahui. 2002). Loyalitas terhadap kelompok sendiri. dalam intern umat beragama tertentu pun masih dapat dijumpai berbagai paham atau sekte keagamaan. (Yogyakarta. Dalam Islam sendiri secara tradisional.. Pendekatan teologis normatif dalam memahami agama secara harfiah dapat diartikan sebagai upaya memahami agama dengan menggunakan empiris dari suatu keagamaan dianggap sebagai yang paling benar. dan dedikasi yang tinggi serta penggunaan bahasa yang bersifat subjektif. Pendekatan teologis normatif semata-mata tidak dapat memecahkan masalah esensial pluralitas agama saat ini. dkk. modernis.. yaitu pemikiran keagamaan fundamentalis. bahwa teologi. Dan sebelumnya terdapat pula teologi yang bernama Khawarij dan Murji'ah. Masing-masing mempunyai "keyakinan" teologi yang seringkali sulit untuk didamaikan. Amin Abdullah. teologi Kristen Protestan. modernis. mislanis. 3. dan begitu seterusnya. Amin Abdullah teologi pasti mengacu kepada agama tertentu. bukan sebagai pengamat adalah merupakan ciri yang melekat pada bentuk pemikiran teologis.M. Kemudian muncul terobosan baru untuk melihat pemikiran teologi masa kritis yang termanifestasikan dalam budaya tertentu secara lebih objektif lewat pengamatan empiris faktual. 2006). Metodologi Penelitian Agama.

tidak ada kerja sama dan tidak terlihat adanya kepedulian sosial. Metodologi Penelitian Agama Sebuah Pengantar (Cet. tidak ada keraguan sedikitpun dan tampak bersikap ideal. 122 Lihat Ibid. tidak ada dialog yang saling menyalahkan dan mengkafirkan. op. 23-24 123 Lihat Amin Abdullah.122 Berkenaan dengan pendekatan teologi tersebut. Rusli Karim. pertahanan selalu menyertai pemikiran teologis yang sudah mengelompok dan mengkristal dalam satu komunitas masyarakat tertentu. h. Pendekatan teologis dalam memahami agama menggunakan cara berpikir deduktif. Terlebih lagi kenyataan demikian harus ditambahkan bahwa doktrin teologi pada dasarnya memang tidak pernah berdiri sendiri... Melalui pendekatan teologis ini agama dapat menjadi buta terhadap masalah-masalah sosial cenderung menjadi lambang atau identitas yang tidak memiliki makna.124 Pendekatan teologis juga erat kaitannya dengan ajaran pokok dari Tuhan yang di dalamnya belum terdapat penularan pemikiran manusia. Kepentingan ekonomi. Dalam kaitan ini agama tampil prima dengan seperangkat ciri yang khas.Kesehatan Mental tepat menggunakan istilah "teologi" di sini. sesat. Amin Abdullah mengatakan bahwa pendekatan teologi semata-mata tidak dapat memecahkan masalah esensial pluralitas agama saat sekarang ini. Taufik dan M. yang lainnya salah sehingga memandang bahwa paham orang lain itu keliru. h. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogyakarta. 123 Dalam pendekatan teologis memahami agama adalah pendekatan yang menekankan bentuk formal simbol-simbol keagamaan. Dalam pendekatan teologis agama dilihat sebagai suatu kebenaran mutlak dari Tuhan.II. 108 .6 124 Lihat Abdullah. h. tetapi menunjuk pada gagasan pemikiran keagamaan yang terinspirasi oleh paham ketuhanan dan pemahaman kitab suci serta penafsiran ajaran agama tertentu adalah juga bentuk dari pemikiran teologi dalam bentuk dan wajah yang baru. terlepas dari jaringan institusi atau kelembagaan social kemasyarakatan yang mendukung keberadaannya. Pendekatan teologis normatif dalam memahami agama secara harfiah dapat diartikan sebagai upaya memahami agama dengan menggunakan kerangka ilmu ketuhanan yang bertolak dari suatu keyakinan bahwa wujud empiris dari keagamaan dianggap sebagai yang paling benar dibandingkan dengan yang lainnya. yang ada pada akhirnya terjadi pembagian-pembagian umat.cit. 1990). yaitu cara berpikir yang berawal dari keyakinan yang diyakini benar dan mutlak adanya. dan murtad. karena ajaran yang berasal dari Tuhan sudah pasti benar sehingga tidak perlu dipertanyakan terlebih dahulu. Pendekatan teologis dalam memahami agama cenderung bersikap tertutup. mengklaim sebagai agama yang paling benar. 27-28. sosial. kafir. politik.

Pengantar Antropologi Agama. keahlian dan sebagainya. Adams diklasifikasi menjadi tiga bagian. Pendekatan Missionaris Tradisional Pada abad 19. Agama dalam Kehidupan Manusia. yaitu pendekatan yang memandang agama dari segi ajarannya yang pokok dan asli dari Tuhan yang di dalamnya belum terdapat penalaran pemikiran manusia. menguasai keterampilan. Pendekatan teologis ini selanjutnya erat kaitannya dengan pendekatan normatif. Metodologi Penelitian Agama: Teori dan Praktis. (Jakarta: Grafindo Persada. Gerakan ini menyertai dan sejalan dengan pertumbuhan kehidupan politik. Sedangkan kelebihannya melalui pendekatan teologis normatif ini seseorang akan memiliki sikap militansi dalam beragama.Kesehatan Mental melainkan dimulai dari keyakinan yang selanjutnya diperkuat dengan dalil- dalil dan argumentasi. menjunjung nilai-nilai luhur. h.126 Pendekatan Teologis Normatif oleh Charles J. h. dan militer di Eropa yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di Asia dan Afrika. para missionaris berusaha dengan sungguh untuk membangun dan menciptakan pola hubungan yang erat dan cair dengan masyarakat setempat. agama tampil mendorong pemeluknya agar memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi setinggi-tingginya. terjadi gerakan misionaris besar-besaran yang dilakukan oleh gereja-gereja. ekonomi. 2006). Untuk mewujudkan tujuannya tersebut. mereka harus mempelajari bahasa daerah setempat dan bahkan tidak jarang 125 Lihat Umam Kh. tenggang ras. kebersamaan. 52-55 126 Lihat Agus Bustanuddin. Untuk bidang ilmu pengetahuan. (Jakarta: Raja Grapindo Persada. Dalam kaitan ini agama tampil sangat prima dengan seperangkat cirinya yang khas. Untuk agama Islam misalnya. tanpa memandang dan meremehkan agama lainnya. Begitu juga dengan penjajah. Sebagai konsekuensi logis dari gerakan itu. 57-59 109 . secara normatif pasti benar. tidak mau mengakui kebenaran agama lain. Dalam pendekatan teologis ini agama dilihat dari suatu kebenaran mutlak dari Tuhan. aliran. tidak ada kekurangan sedikitpun dan nampak bersikap ideal.125 Dengan pendekatan yang demikian seseorang akan memiliki sikap fanatis terhadap agama yang dianutnya. banyak misionaris dari kalangan Kristen yang pergi ke Asia dan Afrika mengikuti kolonial (penjajah) untuk merubah suatu komunitas masyarakat agar masuk agama Kristen serta meyakinkan masyarakat akan pentingnya peradaban Barat. Untuk bidang sosial agama tampil menawarkan nilai-nilai kemanusiaan. dogmatis. dan sekte dalam Kristen. Pendekatan teologis tersebut menunjukkan adanya kekurangan yang antara lain bersifat ekslusif. yakni berpegang teguh kepada agama yang diyakininya sebagai yang benar. persamaan derajat dan sebagainya. tolong menolong. yaitu: 1. 2006).

pendekatan apologetik mencoba menghadirkan Islam dalam bentuk yang baik. Sumbangsih yang terpenting adalah menjadikan generasi Islam kembali percaya diri dengan identitas keislamannya dan bangga terhadap warisan klasik. Pendekatan Apologetik Di antara ciri utama pemikiran Muslim pada abad kedua puluh satu adalah “keasyikannya” (preoccupation) dengan pendekatan apologetik dalam studi agama. metode yang berusaha mempertahankan dan membenarkan kedudukan doktrinal melawan para pengecamnya.. Perkembangan pendekatan apologetik ini dapat dimaknai sebagai respon mentalitas umat Islam terhadap kondisi umat Islam secara umum ketika dihadapkan pada kenyataan modernitas. apologetik ini muncul didasari oleh kesadaran seorang yang ingin keluar dari kebobrokan internal dalam komunitasnya dan dari jerat penjajahan peradaban Barat.128 Menurut Adams. Secara teoritis.. cukup sulit ditemukan penulis yang tidak menggunakan pendekatan apologetik. pendekatan apologetik memberikan kontribusi yang positif dan cukup berarti terhadap generasi Islam dalam banyak hal. Adams berpendapat bahwa studi Islam di Barat dapat dilakukan dengan memanfaatkan missionaris tradisional itu sebagai alat pendekatan yang efektif.Kesehatan Mental mereka terlibat dalam aktivitas kegiatan masyarakat yang bersifat kultural. Ada yang mengatakan bahwa apologetika mempunyai kekurangan internal. Ketiga. Pertama. pendekatan apologetik dapat dimaknai dalam tiga hal. Dorongan untuk menggunakan pendekatan apologetik dalam khazanah pemikiran keislaman semakin kuat. Di sebagian wilayah dunia Islam. eksistensi dua kelompok itu. apologetik dapat diartikan sebagai salah satu cabang teologi yang mempertahankan dan membenarkan dogma dengan argumen yang masuk akal. h. maka Charles J. dalam teologi.127 2. Karena. missionaris tradisional dan penjajah (yang sama-sama beragama Kristen) mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap perkembangan keilmuan Islam. Selain itu. (Yogyakarta: LKiS. usaha membenarkan secara rasional asal muasal ilahi dari iman. Dengan demikian. Sayangnya. 128 Lihat Ibid. Kedua. pendekatan ini terkadang jatuh dalam kesalahan yang meniadakan unsur ilmu pengetahuan sama sekali. h. 7-8. Dalam konteks pendekatan studi Islam. Aneka Pendekatan Studi Agama.. seperti di India.). Dalam konteks itu karena adanya relasi yang kuat antara Islam dan missionaris Kristen. menyatakan dogma-dogma agama yang pokok dan tidak dapat 127 Lihat dalam Connolly. Dan inilah yang kemudian disebut dengan pendekatan missionaris tradisional (traditional missionaris approach) dalam studi Islam. Peter (ed. 2002). 14-16 110 . sementara di pihak lain. di satu pihak apologetik menekankan rasio.

Oleh karena itu.130 Berkenaan dengan realitas perbedaan agama. (ed).. perbedaan agama (religious diversity) merupakan karakter dari ras/bangsa manusia secara umum. dan hinaan yang dilakukan oleh barat. Seven Theories of Religion. 57-58 111 . Smith membuat tiga model pertanyaan. perlawanan. seorang yang menekuni dalam kajian Arab dan teologi. pertanyaan ilmiah (scientific question) untuk menanyakan apa bentuk perbedaan.Kesehatan Mental ditangkap oleh rasio. langkah praktis yang dilakukan adalah membangun dialog antara umat Islam dengan kaum Kristen untuk membangun jembatan penghubung yang saling menguntungkan antara tradisi kegamaan dan bangsa.C. Sosiologi Agama. apologetik. Dengan kata lain. (New York: Oxford University Press. Usaha ini pernah dilakukan oleh uskup Kenneth Gragg. pertanyaan teologis (theological question) untuk mengetahui bagaimana seseorang dapat memahami normativitas 129 Lihat D. Menurutnya. Smith sangat concern pada persoalan diversitas (perbedaan) agama. 1984). h. Langkah ini dilakukan untuk menghilangkan prasangka.h. menjadi tugas bagi kaum Kristen untuk bersikap terbuka terhadap kenyataan ini. Karenanya. Salah satu bentuk dari usaha untuk harmonisasi itu adalah melalui pendekatan irenic. Tokoh lain yang telah mengembangkan pendekatan ini adalah W. Daniel L. 47-48 130 Lihat Pals. Hendropuspito.129 2. Pendekatan Irenic Yang ketiga ini ada semacam usaha untuk membuat jembatan antara cara pandang para orientalis terdahulu yang penuh dengan motivasi negatif dan para pengikut Islam yang merasa hasil kajian para orientalis tersebut banyak mengandung penyimpangan. rasional dalam bentuk tetapi irasional dalam isi. Sejak Perang Dunia II. 1996). gerakan yang berakar dari lingkungan kegamaan dan universitas tumbuh di Barat. ia telah cukup berhasil menunjukkan kepada Barat secara umum dan kaum Kristen secara khusus tentang adanya keindahan dan nilai religius yang menjiwai tradisi Islam. Kedua. yaitu: pertama. sedang eksklusifitas agama (religous exclusiviness) merupakan karakter dari sebagian kecil dari umat manusia. dan bagaimana perbedaan itu dapat terjadi. Smith yang mensosialisasikan konsep ini melalui buku dan tulisan-tulisannya yang lain. khususnya Kristen Barat terhadap Islam. mengapa. Gerakan itu bertujuan untuk memberikan apresiasi yang baik terhadap keberagamaan Islam dan membantu mengembangkan sikap apresiatif itu. (Jakarta: BPK Gunung Mulia. Melalui beberapa seri tulisannya yang cukup elegan dan dengan gaya bahasa yang puitis.

132 Dari uraian tersebut terlihat bahwa pendekatan teologis dalam memahami agama menggunakan cara berfikir deduktif. bahkan sifatnya partisipatif. kafir. yaitu cara berfikir yang berawal dari keyakinan yang diyakini benar dan mutlak adanya. Dari 131 Lihat Ibid. 15 September 1999. (Canada: Thomson Wadsworth. 76-77 112 . h. Dalam keadaan demikian. sehingga memandang paham orang lain itu keliru. h. Dengan demikian.5-7 . sudah pasti benar. 133 Antropologi dalam kaitan ini sebagaimana dikatakan Dawam Rahardjo. a Selection of Critical Readings. salah menyalahkan dan seterusnya. maka terjadilah proses saling meng-kafirkan. sesat dan kafir itu pun menuduh kepada lawannya sebagai yang sesat dan kafir. karena ajaran yang bersalal dari Tuhan. lebih mengutamakan pengamatan langsung. Pendekatan Antropologis Pendekatan antropologis dalam memahami agama dapat diartikan sebagai salah satu upaya memahami agama dengan cara melihat wujud praktik keagamaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. 2003). Aliran teologi yang satu begitu yakin dan fanatik bahwa pahamnyalah yang benar sedangkan faham lainnya salah. Pidato Pengukuhan Guru Besar IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. h. sehingga yang terjadi adalah pemisahan dan terkotak-kotak. 2. tidak mau mengakui kebenaran agama lain dan sebagainya. sesat. sehingga tidak perlu ditanyakan lebih dahulu. M.Kesehatan Mental agama dan ketiga. pertanyaan moral (moral question) yang mengetahui sikap seseorang terhadap perbedaan kepercayaan. Studi Hukum Islam dengan Pendekatan Sosiologi. 133 Lihat Olson. Yang ada hanyalah ketertutupan (eksklusifisme). dapat diketahui bahwa pendekatan teologi dalam pemahaman keagamaan adalah pendekatan yang menekankan pada bentuk forma atau simbol-simbol keagamaan yang masing-masing bentuk forma atau simbol-simbol keagamaan tersebut mengklaim dirinya sebagai yang paling benar sedangkan yang lainnya sebagai salah.131 Dari pemikiran tersebut. Atho. Dengan kata lain bahwa cara-cara yang digunakan dalam disiplin ilmu Antropologi dalam melihat suatu masalah digunakan pula untuk memahami agama. Carl.. Theory and Method in the Study of Religion. dogmatis. Demikian pula paham yang dituduh keliru. 59 132 Lihat Mudzhar. antara satu aliran dan aliran lainnya tidak terbuka dialog atau saling menghargai. Hal tersebut menunjukkan bahwa pendekatan ini memiliki kekurangan yaitu bersifat eksklusif. Melalui pendekatan ini agama tampak akrab dan dekat dengan masalah-masalah yang dihadapi manusia dan berupaya menjelaskan dan memberikan jawabannya. murtad dan seterusnya.

maka dalam berbagai penelitian antropologi agama dapat ditemukan adanya hubungan positif antara kepercayaan agama dengan kondisi ekonomi dan politik. Hendopuspiti. melihat agama sebagai opium atau candu masyarakat tertentu sehingga mendorongnya untuk memperkenalkan teori konflik atau yang biasa disebut dengan teori pertentangan kelas. banyak juga memberi sumbangan kepada penelitian historis. h. penelitian antropologis yang induktif dan grounded. dalam bukunya Islam and Capitalism menganggap bahwa ekonomi Islam itu lebih dekat kepada sistem kapitalisme.134 Sejalan dengan pendekatan tersebut. Agama dalam Perspektif Sosiologi (Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Karl Marx (1818-1883). 15-17 113 . op. agama bisa disalahfungsikan oleh kalangan tertentu untuk melestarikan status quo peran tokoh-tokoh agama yang mendukung sistem kapitalisme di Eropa yang beragama Kristen. jika kita ingin mengubah pandangan dan 134 Lihat dalam D.. seorang Yahudi kelahiran Paris.cit. Menurutnya. Golongan masyarakat yang kurang mampu dan golongan miskin pada umumnya. Etika Protestan dilihatnya sebagai cikal bakal etos kerja masyarakat industri modern yang kapitalistik. yakni semacam percampuran antara ajaran agama Budha dan Sinto pada era pemerintahan Meiji dengan semangat etos kerja orang Jepang modern. 54-56 135 Lihat Djamari. Dalam hubungan ini. yang menjanjikan perubahan tatanan sosial kemasyarakatan. lebih tertarik kepada gerakan-gerakan keagamaan yang bersifat mesianis. yaitu turun ke lapangan tanpa berpijak pada. atau sekurang-kurangnya tidak mengharamkan prinsip-prinsip dasar kapitalisme. Dia juga melihat adanya korelasi positif antara ajaran agama Tokugawa.Kesehatan Mental sini timbul kesimpulan-kesimpulan yang sifatnya induktif yang mengimbangi pendekatan deduktif sebagaimana digunakan dalam pengamatan sosiologis. Bellah dalam karyanya The Religion of Tokugawa. Dia melihat adanya korelasi positif antara ajaran Protestan dengan munculnya semangat kapitalisme modern. 1988). atau setidak-tidaknya dengan upaya membebaskan diri dari kungkungan teori-teori formal yang pada dasarnya sangat abstrak sebagaimana yang dilakukan di bidang sosiologi dan lebih-lebih ekonomi yang mempergunakan model-model matematis. Lain halnya dengan Max Weber (1964-1920). Cara pandang Weber ini kemudian diteruskan oleh Robert N. h. Sedangkan golongan orang kaya lebih cenderung untuk mempertahankan tatanan masyarakat yang sudah mapan secara ekonomi lantaran tatanan itu menguntungkan pihaknya. Tidak ketinggalan.135 Melalui pendekatan antropologis di atas. kita melihat bahwa agama ternyata berkorelasi dengan etos kerja dan perkembangan ekonomi suatu masyarakat. Maxime Rodinson. sebagai contoh.

1998). Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktek (Cet. sementara di Maroko Islam mempunyai sifat yang agresif dan penuh gairah. Misalnya dalam menilai persoalan-persoalan tentang hubungan politik dan agama yang dikaitkan dengan persoalan kekuasaan dan suksesi kepemimpinan. Kajian komparatif Islam di Indonesia dan Maroko yang dilakukan oleh Clifford Geertz misalnya membuktikan adanya pengaruh budaya dalam memahami Islam.III. Walaupun tentu pernyataan ini tidak berarti bahwa agama semata-mata ciptaan manusia. M.136 Perdebatan dan perselisihan dalam masyarakat Islam sesungguhnya adalah perbedaan dalam masalah interpretasi. h. baik dalam wacana dan praktis sosialnya menunjukkan adanya unsur konstruksi manusia. Pada saat manusia melakukan interpretasi terhadap ajaran agama. Tentu saja peran dan makna agama akan beragam sesuai dengan keragaman masalah sosialnya. sebagai sebuah ilmu yang mempelajari manusia. maka mereka dipengaruhi oleh lingkungan budaya primordial yang telah melekat di dalam dirinya.137 Antropologi. Di Indonesia Islam menjelma menjadi suatu agama yang sinkretik. Antropologi mempelajari tentang manusia dan segala perilaku mereka untuk dapat memahami perbedaan kebudayaan manusia. 84 114 ... maka sesungguhnya antropologi merupakan ilmu yang penting untuk mempelajari agama dan interaksi sosialnya dengan berbagai budaya. Hal ini dapat menjelaskan kenapa interpretasi terhadap ajaran agama berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya. maka dapat dilakukan dengan cara mengubah pandangan keagamaannya. Atho. menjadi sangat penting untuk memahami agama. Perbedaan manifestasi agama itu menunjukkan betapa realitas agama sangat dipengaruhi oleh lingkungan budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. melainkan hubungan yang tidak bisa dielakkan antara konstruksi Tuhan seperti yang tercermin dalam kitab-kitab suci dan konstruksi manusia terjemahan dan interpretasi dari nilai-nilai suci agama yang direpresentasikan pada praktek ritual keagamaan. Dibekali dengan pendekatan yang holistik dan komitmen antropologi akan pemahaman tentang manusia. Dalam kajian Islam memberikan arti bahwa perkembangan agama dalam sebuah masyarakat. dan merupakan gambaran dari pencarian bentuk pengamalan agama yang sesuai dengan kontek budaya dan sosial. adalah persoalan keseharian manusia dalam hal ini masalah interpretasi agama dan penggunaan simbol-simbol agama untuk kepentingan kehidupan manusia. 82-84 137 Lihat Ibid.Kesehatan Mental sikap etos kerja seseorang. Nurcholish Madjid mengungkapkan bahwa pendekatan antropologis sangat penting untuk 136 Mudzhar. h.

Organisasi keagamaan tempat para penganut agama berkumpul dan berperan. Para penganut atau pemimpin atau pemuka agama. Metodologi Studi Islam. 140 Lihat Dudung Abdurahman.140 Menurut M. d. karena konsep manusia sebagai 'khalifah' (wakil Tuhan) di bumi. atau Sigmund Freud yang mengungkap posisi penting agama dalam penyeimbangan gejala kejiwaan manusia. Jakarta: Grafindo Persada. 2000). 138 Lihat Umam Kh. h.Atho’ Mudhar . sesungguhnya mencerminkan betapa agama begitu penting bagi eksistensi manusia. ( Cet V. 67 139 Lihat Nata. Metode Penelitian Sejarah. Persis. Metodologi Penelitian Agama: Teori dan Praktis ( Cet. Pergumulan dalam kehidupan kemanusiaan pada dasarnya adalah pergumulan keagamaannya. h. misalnya. peci dan semacamnya e. perilaku dan penghayatan para penganutnya.' Dalam satu sisi common sense mencerminkan kegiatan sehari-hari yang biasa diselesaikan dengan pertimbangan rasional ataupun dengan bantuan teknologi.138 Posisi penting manusia dalam Islam juga mengindikasikan bahwa sesungguhnya persoalan utama dalam memahami agama Islam adalah bagaimana memahami manusia. ( Cet IV. lembaga dan ibadat. haji. sementera itu religious sense adalah kegiatan atau kejadian yang terjadi di luar jangkauan kemampuan nalar maupun teknologi. Syi’ah dan lain-lain. yakni sikap. 62- 63 115 . b. Jakarta: Logos Wacana Ilmu. 2006). Persoalan-persoalan yang dialami manusia adalah sesungguhnya persoalan agama yang sebenarnya. Abuddin. Dua sisi kajian ini usaha untuk memahami agama dan menegasi eksistensi agama sesungguhnya menggambarkan betapa kajian tentang agama adalah sebagai persoalan universal manusia. yaitu: a. Para antropolog menjelaskan keberadaan agama dalam kehidupan manusia dengan membedakan apa yang mereka sebut sebagai 'common sense' dan 'religious atau mystical event. 2000).Kesehatan Mental memahami agama Islam. 91-92. ada lima fenomena agama yang dapat dikaji.139 Penjelasan lain misalnya yang diungkapkan oleh Emile Durkheim tentang fungsi agama sebagai penguat solidaritas sosial. perkawinan. Ritus. Walaupun harus disadari pula bahwa usaha-usaha manusia untuk menafikan agama juga sering muncul dan juga menjadi fenomena global masyarakat. puasa. seperti shalat. c. h. lonceng. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Scripture atau naskah atau sumber ajaran dan simbol agama. merupakan simbol akan pentingnya posisi manusia dalam Islam.II. Muhammadiyah. Gereja Protestan. Alat-alat seperti masjid. gereja. seperti Nahdatul Ulama.

tidak mau mengakui kebenaran agama lain. 1987.cit. Agama telah sering dipertimbangkan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan jiwa dan psikologi kesejahteraan. h. karena kelima obyek tersebut memiliki unsur budaya dari hasil pikiran dan kreasi manusia. and Psychological well-being (Hubungan antara Religiusitas. Bergin. karena ajaran yang bersalal dari Tuhan. 47-48 116 . wilayah antropologi hanya terbatas pada kajian terhadap fenomena yang muncul.Kesehatan Mental Kelima obyek di atas dapat dikaji dengan pendekatan antropologi. 141 Mudzhar. Antropologi tidak membahas salah benarnya suatu agama dan segenap perangkatnya. (Bergin.141 Dengan demikian memahami Islam yang telah berproses dalam sejarah dan budaya tidak akan lengkap tanpa memahami manusia. Terlebih dari itu. yaitu cara berfikir yang berawal dari keyakinan yang diyakini benar dan mutlak adanya. bahwa keagamaan itu memiliki hubungan yang positif dengan kesejahteraan dan kesehatan jiwa. 2. 1988). Masters. Hal tersebut menunjukkan bahwa pendekatan ini memiliki kekurangan yaitu bersifat eksklusif. Pendekatan antropologis dalam memahami agama dapat diartikan sebagai salah satu upaya memahami agama dengan cara melihat wujud praktik keagamaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. meskipun arah dari pengaruh ini telah sering diperdebatkan. dogmatis. Karena realitas keagamaan sesungguhnya adalah realitas kemanusiaan yang mengejawantah dalam dunia nyata. Meaning in Life. maka agama yang dipelajari adalah agama sebagai fenomena budaya. sebagai alat untuk memahami realitas kemanusiaan dan memahami Islam yang telah dipraktikkan Islam that is practised yang menjadi gambaran sesungguhnya dari keberagamaan manusia. Oleh karena itu. Masters dan Sullivan. Agama dan Kesehatan Mental (Versi Dunia Barat) 1. Pendekatan teologis normatif dalam memahami agama menggunakan cara berfikir deduktif. 3. makna hakiki dari keberagamaan adalah terletak pada interpretasi dan pengamalan agama. Dari uraian di atas dapat dipahami bawa: 1. seperti kepercayaan. dan Kesejahteraan Psikologis). antropologi sangat diperlukan untuk memahami Islam. ritual dan kepercayaan kepada yang sakral. Atho. sudah pasti benar. bukan ajaran agama yang datang dari Allah. op. Gaskin... & Richards. Jika budaya tersebut dikaitkan dengan agama. Makna Dalam Hidup. Stiuchfield. Penelitian terakhir dan Tinjauan dari bukti menyatakan. Religiosity. M. sehingga tidak perlu ditanyakan lebih dahulu. F.

Bergin (1983) melaporkan sebuah meta-analisis terhadap 24 penelitian yang meneliti hubungan antara beragama dan psikopatologi.82. dan efek ukuran yang ditemukan itu sedikit lebih besar pada kegiatan keagamaan daripada beragama. 58. Efek ukuran berkisar dari 01 dan + -. sampai + 0. Meskipun tidak secara langsung berkaitan dengan kesehatan jiwa dan masalah kesejahteraan. sedangkan hampir setengah (47 persen) menunjukkan hubungan yang positif. 200). Witter. Extrinsicness berkorelasi positif dengan kegelisahan sedangkan instrinsicness berkorelasi negatif dengan kegelisahan. namun tidak ada perbedaan dalam efek ukuran yang ditemukan antara keduanya. Namun. moral. Stock. kesejahteraan. Langkah-langkah Kesejahteraan ini juga diklasifikasikan sebagai penilaian kepuasan hidup. (1987) menemukan orientasi keagamaan hakiki yang negatif berhubungan dengan kecemasan sedangkan yang positif berhubungan dengan kontrol diri dan penyesuaian pribadi. dan tidak selalu berhubungan dengan kemiskinan 117 . Peterson dan Roy (1985) menyimpulkan dari pandangan mereka bahwa religiusitas psikis memudahkan mencapai kesejahteraan. efek yang paling kecil dan tidak signifikan. Mereka menyarankan bahwa "keterlibatan agama secara signifikan mampu berkorelasi positif yang berfungsi menjadi pribadi yang normal" (hal.Kesehatan Mental Dalam suatu tinjauan awalnya. Pengukuran beragama diklasifikasikan sebagai kegiatan keagamaan (pertemuan jemaat gereja dan keikutsertaan diberi nilai) atau keagamaan (minat pada agama dan kesadaran akan agama). Bergin menyimpulkan bahwa klaim sebelumnya keyakinan beragama mengerahkan efek negatif terhadap kesehatan jiwa tidak dapat dipertahankan namun memerhatikan kesulitan dalam penilaian hubungan itu dengan jelas mengingat ukuran keragaman beragama dan kesehatan jiwa yang terkait. Lea (1982) menyimpulkan keagamaan yang positif berhubungan dengan penyesuaian diri dalam masyarakat dewasa serta lebih kuat bagi usia lanjut. menyimpulkan bahwa "beragama yang positif berhubungan dengan persepsi tentang kesejahteraan" (p. dan Witter dkk. sedangkan instrinsicness itu tidak berkorelasi dengan sifat-sifat ini. Sebagian kecil (23 persen) terkait hubungan negatif antara beragama dan kesehatan jiwa. kualitas hidup.. atau kebahagiaan. Extrinsicness ditemukan berkorelasi positif dengan prasangka dan dogmatisme. Okun dan Haring (1985) melakukan suatu meta-analisis dari 28 penelitian yang diberikan efek ukuran 56 tentang hubungan antara agama dan subjektif kesejahteraan. Bergin dkk .335). Donahue melaporkan bahwa beberapa relevan konstruksi yang diferensial yang berkaitan dengan dimensi-dimensi beragama. Efek ukuran di sini berkisar dari 32 -. Donahue (1985) meninjau berbagai macam penelitian meneliti religiusitas ekstrinsik dan intrinsik.

Frank (1959. ketika pencarian kesejahteraan seseorang terhadap makna dihalangi. 118 . agama tidak dapat berkontribusi langsung kepada kesejahteraan seseorang . meskipun beberapa hipotesis telah dikemukakan. 1988). apakah dari sumber agama atau tidak ada keterkaitan yang nyata antara pencarian seseorang terhadap (pencapaian) makna serta kesehatan emosional mereka. melainkan dapat mempengaruhi kesejahteraan secara tidak langsung dengan memberikan rasa pemaknaan serta arah tujuan dalam hidup. tidak menemukan bukti religiusitas berkorelasi negatif dengan kesehatan mental.Kesehatan Mental terhadap kesehatan mental . Pandangan ini telah didukung keduanya baik secara secara teoritis empiris. Jadi. agama dapat beroperasi untuk meningkatkan rasa diri sendiri sebagai kewenangan atau berkhasiat. menyatakan bahwa agama dapat memiliki kedua aspek yaitu peningkatan dan patogen (misalnya. dalam penelitian kualitatif bersama peserta agama. Terlepas dari mana makna muncul. temuan tersebut sering dicampur dan tampaknya tergantung pada keduanya baik secara religiusitas serta kesejahteraan yang diukur. Hubungan tersebut juga telah ditemukan bervariasi tergantung pada variabel lainnya yang terlibat dan yang dikendalikan (misalnya. Argumen serupa juga dikemukakan oleh Peterson serta Roy (1985). dan menanamkan potensi dalam menjauhkan peristiwa dengan makna. yang menyatakan secara khusus bahwa agama dapat memberikan skema penafsiran yang menyeluruh hal itu memungkinkan seorang individu untuk memahami eksistensi. Willits dan Crider (1988) melaporkan bahwa religiusitas dalam sampel paruh baya berkorelasi positif dengan keseluruhan psikologis kesejahteraan. (1988). Willits & Crider. Namun. Bersamaan. 1985). Beberapa peneliti di bidang ini telah mencatat pengaruh ini. serta identitas pribadi. Pollner (1989) mengusulkan tiga proses melalui religiusitas dapat mempengaruhi kesehatan mental serta kesejahteraan. dangan bobot pembuktian yang menunjukkan bahwa agama itu memiliki hubungan yang kecil namun positif dengan kesehatan mental dan psikologis kesejahteraan. Mekanisme dengan agama yang mana dapat memberikan efek terhadap kesejahteraan belum dieksplorasi secara luas. tujuan. agama bisa memberikan sumber daya sebagai penjelasan serta penyelesaian keadaan yang bermasalah. Kedua. Pollner (1989) menemukan bahwa hubungan simbolis dengan korelasi yang signifikan "ilahi lainnya" adalah dari subjektif kesejahteraan. 1982. Ketiga agama dapat memberikan dengan berdasarkan arti bagi perasaan . Bergin dkk .. 1988. 1967) meyakini bahwa kehendak kepada makna adalah motivasi manusia yang penting. Lea. dan menemukan penyesuaian yang lebih baik bagi peserta yang agamanya terintegrasi secara positif ke dalam gaya hidup mereka. Bergin dkk . Pertama. Peterson & Roy.

Adanya perasaan pemaknaan kosmik akan memberikan hubungan yang jelas antara religiusitas dan sistem makna. mengimplikasikan beberapa desain yang ada di luar dan unggul kepada orang dan selalu mengacu dalam beberapa keajaiban atau urutan spiritual alam semesta" (p. Harlow. tujuan yang berharga maksud tertentu." Maddi (1967) menggambarkan kondisi serupa. Makna dalam kehidupan telah ditemukan lebih tinggi dalam intrinsik daripada ekstrinsik agama (Bolt. Yalom (1980) membedakan antara dua kelompok luas terhadap pemaknaan. Reker Wong (1988 / mengusulkan bahwa pencapaian pemaknaan pribadi memberikan seseorang sebuah penafsiran terhadap pengalaman hidup.Kesehatan Mental maka frustrasi eksistensi terjadi. dengan tidak adanya selektivitas dalam tindakan" (p. 1975. makna secara konseptual terkait dengan agama yang mana. Di samping itu erat kaitannya dengan psikologis kesejahteraan. Yang lainnya telah 119 . Newcomb. 1986. Demikian pula. 1980). 1982. 1986. Hilty. bagi mereka yang konservatif agama daripada nonreligius (Dufton & Perlman. Ganellen & Blaney. yang "ditandai dengan keyakinan hal itu hidup seseorang tidak berarti dengan nada afektif apatisme kebosanan. Namun. 1977). Peterson & Roy. 1984).313). dimana ". 1975. Penelitian ini juga mendukung kesimpulan umum bahwa tercapainya pemaknaan dikaitkan dengan hasil positif kesehatan mental. penyakit saraf eksistensi. & Downing. Kaplan. sedangkan kurangnya pemaknaan dikaitkan dengan hasil patologis (Coleman..423) dan bumi tak bermakna tanpa makna kosmis maka akan mengalami makna pribadi yang dipenuhi selaras dengan makna kosmik. Pencarian makna dan pencapaian yang muncul menjadi dasar dalam kehidupan yang sukses (Lacocque. Yalom. perasaan kepuasan dan pemenuhan. makna kosmos. & Burns. 1975. bagi mereka dengan sudut pandang agama berkomitmen kemudian tidak berkomitmen (Soderstom & Wright . Yalom. 1987). 1981). Peneliti lain telah menemukan arti sebagai bagian dari kesejahteraan psikologis (misalnya. 1984. 1985). Crandall & Rasmussen. makna dalam konteks tentang religiusitas telah rancu.. Morgan. Yalom (1980) melaporkan bahwa rasa makna positif dalam hidup dikaitkan dengan kedua nilai-nilai diri transenden dan keyakinan agama yang dipegang. & Bentler. 1986) dan bagi mereka yang baru-baru ini mengalami konversi agama (Paloutzian. 1980. Soderstrom & Wright. Peneliti mengajukan dimensi dari religiusitas yang telah mengusulkan bahwa makna tersebut hanya satu dimensi (Raja & Hunt. 1977). yang menyebabkan kondisi patologis yang disebutnya "penyakit saraf noogenic. Zika & Chamberlain. Gagasan bahwa agama menyediakan sebuah kerangka kerja yang memberikan arti dan tujuan hidup telah didukung oleh beberapa penyelidikan empiris.

atau dari kehidupan (self- transenden). 1988). dengan tidak ada relevansi yang kuat dengan agama dan spiritual (misalnya. mencakup keyakinan agama dan aktivitas. itu tidak mungkin satu-satunya sumber makna. yang artinya berasal dari gabungan sumber. makna dapat berasal dari berbagai sumber. Battista dan Almond (1973) menyarankan beberapa model yang berbeda untuk mengenali makna dalam kehidupan. DeVogler-Ebersole dan Ebersole (1985) menemukan bahwa makna dapat digolongkan menjadi delapan sumber yang berbeda. dengan individu biasanya pelaporan tentang empat yang relevan dengan diri mereka sendiri. dan agama hanya salah satu dari sejumlah yang mudah diakses. Yalom. Mereka menemukan bahwa orang-orang sering berkomitmen untuk dua atau lebih dari sistem kepercayaan. dari kemanusiaan (humanistik). termasuk agama. Kami telah menguji penelitian hubungan antara religiusitas. Dengan demikian. dampak positif dan dampak negatif. Meskipun agama bisa meningkatkan arti. dan tampaknya tidak pantas untuk membatasi makna pada dimensi religiusitas. dari yang (eksistensial).Kesehatan Mental diperjualbelikan arti yang terpisah (Reker & Wong. melalui pencapaian tujuan atau pemenuhan. yang artinya berasal dari Tuhan (agama). memiliki filosofi yang jelas atau kerangka kerja. bisa berarti memiliki berbagai sumber yang berbeda. yang berdasarkan evaluasi afektif (emosional) evaluasi tampaknya sesuai dalam mencakup semua ketiga dimensi kesejahteraan karena bukti secara empiris menunjukkan bahwa mereka memiliki korelasi yang berbeda 120 . 1981). Reker & Guppy (1988) menemukan perubahan umur dalam sumber-sumber. Jelaslah bahwa. Reker dan Wong (1988) mengusulkan tiga belas sumber penting dari makna. Sebagaimana dicatat bahwa makna dapat diperoleh dari beberapa sumber selain dari agama. makna dalam hidup. Penelitian yang terbaru telah disarankan bahwa kesejahteraan terdiri dari setidaknya tiga dimensi utama: kepuasan hidup. dengan agama menjadi sumber semakin penting dengan usia. Kepuasan hidup ini dianggap secara kognitif berdasarkan (rasional) evaluasi terhadap kesejahteraan. menyimpulkan bahwa artinya adalah multidimensional. dan kesejahteraan psikologis. 1980. dalam studi faktor analisis tindakan makna. Berikut ini adalah rincian dari dua studi tersebut. Chamberlain dan Zika (1988). berbeda dengan efek positif dan negatif. Paloutzian. Mereka menyarankan bahwa makna memiliki beberapa asal-usul. kami melalui contentedness dan kepuasan dengan apa yang dimiliki seseorang dalam hidup. Alasan lebih lanjut bahwa makna termasuk dari sumber tersebut karena memiliki hubungan kuat dengan agama dan kesejahteraan dan karena itu kami menganggap itu sebagai variabel kontrol kritis. dan dengan demikian kita ingin menilai hubungan antara religiusitas dan kesejahteraan ketika artinya itu diperhitungkan.

Salah satu keterbatasan penelitian ini adalah penggunaan ukuran keagamaan tunggal. Kepuasan hidup-3. Kedua kelompok responden menyelesaikan sebuah kuesioner yang berisi langkah-langkah psikologis kesejahteraan. hampir semua sudah menikah (95 persen) dan tinggal sedikit saja (5 persen). Skala ini telah dicatat oleh Raja dan Hunt (1975) meliputi dimensi intrinsik keagamaan dan dipilih sebagai yang paling relevan untuk meneliti dalam konteks -makna kehidupan. Orientasi terhadap Pertumbuhan dan Berjuang. dinilai dengan (1976) ukuran secara global Andrews dan Withey's. Sebuah analisis korelasional terhadap dokumen dari skala ini mendorong kami untuk menggabungkan mereka dalam mengukur keagamaan tunggal bagi analisis kami. dan tujuan dalam hidup. 1988). Kelompok-kelompok ini adalah para ibu di rumah untuk merawat anak-anak dan orang lanjut usia. Psikologis kesejahteraan dinilai dengan dua ukuran yang berbeda. Para ibu yang termasuk dalam studi ini jika mereka bukan dalam pekerjaan yang dibayar dan memiliki perawatan paling tidak satu anak di bawah usia lima tahun. dan Arti: mental. Selain itu ibu memiliki tuntutan dan tanggung jawab terhadap perawatan anak dan orang lanjut usia sering menghadapi masalah kesehatan. Yang dapat dimasukkan kedalam sampel lanjut usia. Religiusitas diukur dengan dua dari (1975) skala Raja dan Hunt. Dari 188 ibu dalam kelompok itu. Studi 1 Penelitian ini melibatkan dua kelompok yang berbeda dari masyarakat yang ikut serta dalam penelitian secara umum tentang kepribadian dan kesejahteraan dan telah disarankan akan menjadi "resiko" dalam hal mengalami kesejahteraan yang lebih rendah.). kepuasan hidup. religiusitas. Individu di dalam kelompok telah dianggap sebagai "resiko" karena mereka cenderung agak terisolasi tidak membayar kerja sering memiliki keterbatasan sumber daya keuangan dan sering memiliki tingkat ketergantungan pada orang lain. 1983). dampak positif dan negatif.Kesehatan Mental (Chamberlain. proporsi yang jauh lebih kecil (54 persen) dari 137 subyek lansia yang sudah menikah. Arti hidup dinilai dengan ujian Tujuan Hidup (Crumbaugh & Maholick 1964. Kami memilih ukuran yang intrinsik sejalan dengan penelitian sebelumnya yang telah menunjukkan instrinsicness untuk menjadi 121 . peserta harus berusia 60 tahun atau lebih. ditentukan dengan efek ukuran (Kammann & Flett. kami menganggap penting untuk menguji apakah tingkat religiusitas akan berbeda terhadap masing- masing dimensi kesejahteraan. Dimensi afektif kesejahteraan. Komponen kesejahteraan lainnya. Karena hasil campuran dari penelitian sebelumnya menghubungkan religiusitas dan kesejahteraan. dan proporsi yang jauh lebih besar (43 persen) tinggal sendirian. Berbeda dengan ibu.

Baird (1985) berpendapat bahwa makna merupakan produk penciptaan daripada penemuan. Studi 2 Penelitian ini terus meneliti hubungan antara agama dan kesejahteraan dalam konteks makna. yang berkaitan dengan pengertian tentang ketertiban spiritual di alam semesta (Yalom. 1975. dan memasuki hubungan. mengambil tindakan. agama nampaknya tidak memiliki peran penting dalam pengembangan sistem makna. 1975. Meskipun kami telah berpendapat bahwa agama adalah hanya salah satu sumber yang tersedia beberapa makna. Dua kelompok responden agama yang dilibatkan melalui kelompok-kelompok lokal yaitu jemaat kajian Injil. yang berarti dalam hidup. 1977).Kesehatan Mental lebih kuat terkait dengan makna kehidupan (Bolt. Agama. Individu harus menemukan dan membangun rasa mereka sendiri dan makna dari prestasi mereka. Reker dan Wong (1988) menyatakan bahwa makna diciptakan dengan membuat pilihan. Salah satu alasan mengapa orang beragama cenderung memiliki tingkat yang lebih tinggi terhadap makna hidup mungkin bahwa ada sesuatu "di luar sana" bagi 122 . arti Cosmic. telah disediakan oleh tradisi Yahudi- Kristen di dunia barat. Crandall & Rasmussen. Setiap responden menyelesaikan kuesioner tertulis yang meliputi ukuran religiusitas. dengan menggunakan sampel agama dan ukuran multidimensi religiusitas. dan kesejahteraan psikologis. secara langsung relevan dengan keyakinan agama. Namun. Katolik Roma 99 dan 112 anggota jemaat Pantekosta. Kami tidak mencoba untuk membedakan antara sistem makna kosmik dan terestrial. komitmen. ia harus memiliki peran penting dalam pengembangan makna kosmik. 1980). Sebagaimana Yalom (1980) berkomentar. Yalom berpendapat bahwa skema makna yang komprehensif. dan khususnya untuk membandingkan kelompok-kelompok keagamaan dan non keagamaan pada masalah-masalah. dalam pengertian ini. hubungan antara keagamaan dan kesejahteraan dapat bervariasi dengan berbagai komponen kesejahteraan. dan hubungan. Soderstorm & Wright. Karena itu. ada perdebatan tentang apakah makna ditemukan atau dibuat. Dalam literatur tentang makna hidup. Kami memutuskan untuk meneliti ini dalam studi kedua dengan menggunakan ukuran multidimensi keagamaan. mungkin untuk mengeksplorasi perbedaan antara makna kosmik dan terestrial dalam penelitian mendatang untuk memeriksa hubungan antara religiusitas dan kesejahteraan. Bagaimanapun. tetapi makna yang juga ditemukan dari kodrat seperti adanya alam semesta dan kehidupan. menyediakan kerangka kerja potensial yang dapat eksis sebagai diberikan untuk banyak orang.

dan sekali hubungannya dengan aspek-aspek sekuler kesejahteraan didirikan. dan bahwa setiap hubungan antara religiusitas dan kesejahteraan mungkin memiliki jalur melalui makna. Tiga dimensi yang berhubungan (keyakinan pribadi. Dari penelitian kami. 1973). fokus ini seharusnya tidak menghalangi penyelidikan ke kesejahteraan spiritual dalam dirinya sendiri. Meskipun agama dapat memberikan sumber penting terhadap makna. sedangkan dua tidak. Mungkin juga penting untuk membangun kesejahteraan yang digunakan pada studi dalam menyelidiki religiusitas. menunjukkan bahwa hubungan antara religiusitas dan kesejahteraan dapat ditengahi oleh makna. Dalam publikasi kemudian. dan yang lain yang berkaitan dengan rasa kepuasan hidup dan tujuan. Polutzaian & Ellison mengusulkan bahwa kesejahteraan rohani bisa dibagi yaitu agama kesejahteraan dan eksistensial kesejahteraan (Ellison. 1984. keterlibatan gereja. pertanyaan yang menarik dapat diatasi tentang faktor penentu dan hubungannya dengan spiritual non kesejahteraan. Masalah ini berguna untuk dieksplorasi dalam penelitian masa depan. Moberg (1971) mengusulkan dua dimensi besar. bagi kebanyakan orang makna mungkin akan berasal dari kombinasi sumber (Battista & Almond. Namun. Tiga dari variabel religiusitas menunjukkan asosiasi yang konsisten dengan kesejahteraan. Moberg & Brusek.Kesehatan Mental mereka untuk menemukan. komitmen. Moberg (1984) mengemukakan bahwa kesejahteraan rohani "adalah sebuah fenomena multidimensi dengan ratusan komponen" (p. dan keterlibatan. Mengingat lebih konseptual memperjelas dari kesejahteraan rohani membangun. 1982) berpendapat kuat untuk harus menyertakan aspek-aspek spiritual kesejahteraan. Pembahasan di atas menunjukkan kebutuhan untuk mempertimbangkan konteks di mana hubungan antara religiusitas dan kesejahteraan diuji. Sejumlah peneliti (Elliuson. Temuan dari studi 2 menunjukkan secara jelas bahwa dimensi religiusitas berbeda yang berhubungan dengan kesejahteraan. Temuan kami menunjukkan bahwa makna hidup sangat terkait dengan kesejahteraan psikologis. 1983). Selain itu. 1978. Paloutzian & Ellison. 1983 'Moberg. dan ortodoksi) dengan keyakinan agama pribadi.352). dan merupakan relasional untuk pendekatan yang diambil dalam penelitian ini. dan mungkin bahwa dimensi 123 . Hal ini dapat dicapai dengan tetap fokus pada aspek rohani non kesejahteraan dan kesehatan mental. satu yang berkaitan dengan rasa kesejahteraan dalam hubungannya dengan Tuhan. Penelitian di bidang ini akan berkembang lebih pesat sekali konsepsi spiritual yang lebih jelas kesejahteraan dirumuskan. pemahaman kita tentang hubungan antara religiusitas dan kesejahteraan atau kesehatan mental mungkin lebih baik maju jika konstruksi dipisahkan sejelas mungkin.

mengontrol efek makna secara efektif menghapus semua hubungan antara religiusitas dan kesejahteraan yang disarankan oleh (orde pertama) korelasi sederhana. memiliki hubungan yang lebih kuat dengan semua tiga ukuran sumur sedang. Hubungan yang diperoleh dalam studi ini memastikan hasil temuan penelitian yang sebelumnya dari asosiasi positif sederhana antara religiusitas 124 . Yang menjadi utama bagi kami adalah untuk mempelajari bagaimana hubungan antara religiusitas dan kesejahteraan akan bertahan ketika makna kehidupan diperhitungkan. Walaupun temuan-temuan ini sulit diperbandingkan dari studi 1 dan Studi 2 secara langsung. dengan orientasi mereka yang lebih intrinsik. Sebelumnya kami telah berpendapat bahwa arti dalam hidup. perbandingan ini dapat dilakukan di seluruh kelompok untuk ukuran religiusitas intrinsik dalam studi 1 dan ukuran intrinsik. Dalam kasus terbaik. seperti dalam studi 1. sementara Pentakosta. Namun. analisis yang terpisah dilakukan pada setiap kelompok. Sebaliknya. religiusitas menjelaskan hanya satu-setengah dari satu persen dari varians dalam kesejahteraan. yang memiliki korelasi positif moderat dengan kepuasan hidup dan Katolik positif menunjukkan pola yang serupa dengan orang tua. agama telah meningkat arti-penting. Bahkan. Perbandingan ini menunjukkan bahwa arti-penting agama bagi kelompok mempengaruhi kekuatan dan ruang lingkup pergaulan. Dua dimensi lainnya (kesadaran sosial dan pengetahuan agama) tidak memberikan ukuran religiusitas pribadi dalam arti yang sama. Analisis menunjukkan bahwa setiap dimensi religiusitas dicatat dalam berbagai varians dalam dimensi kesejahteraan sekalipun makna dalam hidup ini sebagian keluar. meskipun sangat relevan dengan keyakinan agama. menghasilkan hasil yang sama pada kedua kelompok. Tetapi orang yang lanjut usia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran seperti apa sebenarnya yang dimaksud dengan religiusitas dan apa ruang lingkup yang seharusnya. karena ada perbedaan religiusitas antara kelompok. Ibu memiliki korelasi positif kecil dengan kepuasan hidup saja.Kesehatan Mental religiusitas semacam ini hanya relevan untuk mencapai kesejahteraan psikologis. kehidupan yang berarti dengan religiusitas sebagian keluar adalah prediktor substansial dari setiap dimensi kesejahteraan. meskipun perbedaan dari segi religiusitas. Isu-isu konseptual memerlukan klarifikasi. dalam Studi 2. keyakinan pribadi. dapat dicapai dengan cara nonreligius dan lebih luas dari dimensi religiusitas. menjelaskan antara 20 persen dan 30 persen dari varians dalam kesejahteraan. akan ada kemungkinan nonreligius masih memiliki tingkat pengetahuan agama dan sikap positif terhadap keterlibatan gereja dalam masalah-masalah sosial.

Kesehatan Mental
dan psikologi kesejahteraan (Bergin, 1983; Lea, 1982; Witter dkk, 1985.).
Namun demikian, sebagai peneliti sebelumnya telah mencatat kekuatan dari
hubungan tersebut dapat bergantung tentang bagaimana kesejahteraan
ditentukan, bagaimana religiusitas ditentukan, dan sifat dari kelompok yang
terlibat.
Hasil ini menunjukkan bahwa, di mana religiusitas secara signifikan
berhubungan dengan kesejahteraan, hal ini bias menjelaskan antara 5 persen
dan 23 persen dari varians dalam kesejahteraan, tergantung pada dimensi
religiusitas dan kesejahteraan yang terlibat. Temuan ini paralel dengan hasil
sebelumnya yang melibatkan hubungan langsung antara komponen
religiusitas dan langkah-langkah kesejahteraan dan kesehatan mental (Bergin,
1983; Witter et al, 1985.).
Akhirnya, kami menguji hubungan antara religiusitas, makna dan
kesejahteraan bagi kedua kelompok. Untuk Katolik, tiga dimensi religiusitas
berkorelasi antara, keyakinan pribadi, keterlibatan gereja dan ortodoksi,
semua berhubungan di moderat ke tingkat yang rendah dengan semua tiga
ukuran kesejahteraan. Dimensi religiusitas dua lainnya, hati nurani sosial dan
ilmu agama, yang tidak berkorelasi dengan kesejahteraan kecuali untuk
asosiasi negatif kecil antara pengetahuan agama dan dampak negatif pada
kelompok Pentakosta. seperti yang diharapkan, tujuan hidup berkorelasi
sedang dengan semua dimensi kesejahteraan pada kedua kelompok.
Selanjutnya kita meneliti hubungan antara dimensi religiusitas, dan
termasuk makna kehidupan karena Hilty dkk. (1984) menganggap di antara
dimensi. Untuk kedua kelompok, tiga dimensi religiusitas (keyakinan pribadi,
terlibat di gereja, dan ortodoksi) yang berkorelasi pada tingkat sedang, dan
sakit tiga berkorelasi sedang dengan tujuan dalam hidup. Dua dimensi lainnya
religiusitas berbeda antara kelompok. Untuk Pentakosta, kesadaran sosial dan
pengetahuan agama tidak berkorelasi dengan dimensi lain. Pada kelompok
Katolik, kedua dimensi tersebut berkorelasi dengan beberapa dimensi lain.
Tujuan dalam hidup ini tidak berkorelasi dengan kedua dimensi. Hasil ini
secara umum mirip dengan Hilty dkk. (1984) mengemukakan beberapa
pengecualian. Di sini, pengetahuan agama tidak berkorelasi negatif dengan
dimensi lain dalam kelompok, dan hati nurani sosial memiliki korelasi yang
lebih tinggi bagi umat Katolik.
Pentakosta juga dinilai lebih tinggi dari ortodoks, ukuran penerimaan
kepercayaan tradisional dan doktrin. Hal ini mencerminkan penekanan
Pentakosta terhadap keyakinan fundamental dan interpretasi literal dari
Alkitab (McGaw, 1980). Katolik dinilai lebih tinggi terhadap hati nurani sosial,
menunjukkan bahwa mereka melihat diri mereka sendiri dan gereja mereka
memiliki peran yang kuat dalam masyarakat dan isu-isu sosial daripada

125

Kesehatan Mental
Pentakosta. Tidak ada perbedaan terhadap dimensi pengetahuan agama,
mungkin karena kelompok belajar Alkitab adalah sumber peserta dari kedua
gereja.
Pantekosta dinilai lebih tinggi terhadap keyakinan pribadi, yang menilai
pentingnya agama dalam kehidupan pribadi seseorang, dan merupakan
ukuran religiusitas intrinsik. Mengingat Pantekosta menekankan terhadap
spiritualitas pribadi dan komitmen, hasil ini menegaskan harapan bagi
Pentakosta lebih hakiki. Pentakosta juga dinilai lebih tinggi terhadap
pengaturan gereja, dan mencerminkan orientasi ekstrinsik. Sekali lagi,
penekanan Pantekosta pada partisipasi pribadi dalam pertemuan gereja,
digabungkan dengan harapan yang kuat untuk mendukung gereja dan terlibat
dalam penginjilan, yang akan memprediksi hasil ini. Temuan ini menunjukkan
bahwa Pentakosta sesuai dengan (1978) kategori Hood tentang agama tanpa
pandang bulu .
Pertama-tama kita membandingkan hasil antara Katolik dan Pentakosta
terhadap perbedaan dalam religiusitas, makna hidup, dan kesejahteraan.
Tidak ada perbedaan antara kelompok dalam kesejahteraan, kecuali untuk
efek positif, di mana Pentakosta memiliki tingkat sedikit lebih tinggi daripada
Katolik. Begitupun juga tidak ada perbedaan dalam arti kehidupan, tetapi
perbedaan-perbedaan substansial muncul di religiusitas.
Dimensi afektif kesejahteraan lagi-lagi dinilai dengan pengaruh meter .
Kepuasaan hidup diukur dengan Tingkat Kepuasan dengan Skala Kehidupan
(Diener, Emmons, Larsen, & Griffin, 1985). Arti dalam hidup ini sekali lagi
dievaluasi dengan ujian Tujuan dalam Kehidupan . Untuk menilai religiusitas
secara lebih rinci, kami menggunakan revisi Raja dan skala Hunt yang
dikemukakan oleh Hilty dkk. (1984). Dua skala dihilangkan: Tujuan Hidup,
yang kita ukur dengan ujian Tujuan dalam Hidup, dan Intoleransi Kerancuan,
yang berisi item budaya sesuai untuk sampel kami. Skala Sosial Hati Nurani
juga diubah dengan menghilangkan referensi untuk orang kulit hitam.
Mungkin juga penting untuk membangun kesejahteraan yang digunakan
pada studi dalam menyelidiki religiusitas. Sejumlah peneliti (Elliuson, 1983
'Moberg, 1984; Moberg & Brusek, 1978; Paloutzian & Ellison, 1982)
berpendapat kuat untuk harus menyertakan aspek-aspek spiritual
kesejahteraan. Moberg (1971) mengusulkan dua dimensi besar, satu yang
berkaitan dengan rasa kesejahteraan dalam hubungannya dengan Tuhan, dan
yang lain yang berkaitan dengan rasa kepuasan hidup dan tujuan. Dalam
publikasi kemudian, Moberg (1984) mengemukakan bahwa kesejahteraan
rohani "adalah sebuah fenomena multidimensi dengan ratusan komponen"
(p.352). Polutzaian & Ellison mengusulkan bahwa kesejahteraan rohani bisa
dibagi yaitu agama kesejahteraan dan eksistensial kesejahteraan (Ellison,

126

Kesehatan Mental
1983). Penelitian di bidang ini akan berkembang lebih pesat sekali konsepsi
spiritual yang lebih jelas kesejahteraan dirumuskan, dan sekali hubungannya
dengan aspek-aspek sekuler kesejahteraan didirikan.
Selain itu, pemahaman kita tentang hubungan antara religiusitas dan
kesejahteraan atau kesehatan mental mungkin lebih baik maju jika konstruksi
dipisahkan sejelas mungkin. Hal ini dapat dicapai dengan tetap fokus pada
aspek rohani non kesejahteraan dan kesehatan mental, dan merupakan
relasional untuk pendekatan yang diambil dalam penelitian ini. Namun, fokus
ini seharusnya tidak menghalangi penyelidikan ke kesejahteraan spiritual
dalam dirinya sendiri. Mengingat lebih konseptual memperjelas dari
kesejahteraan rohani membangun, pertanyaan yang menarik dapat diatasi
tentang faktor penentu dan hubungannya dengan spiritual non kesejahteraan.
Pembahasan di atas menunjukkan kebutuhan untuk mempertimbangkan
konteks di mana hubungan antara religiusitas dan kesejahteraan diuji. Dari
penelitian kami, menunjukkan bahwa hubungan antara religiusitas dan
kesejahteraan dapat ditengahi oleh makna. Meskipun agama dapat
memberikan sumber penting terhadap makna, bagi kebanyakan orang makna
mungkin akan berasal dari kombinasi sumber (Battista & Almond, 1973).
Temuan kami menunjukkan bahwa makna hidup sangat terkait dengan
kesejahteraan psikologis, dan bahwa setiap hubungan antara religiusitas dan
kesejahteraan mungkin memiliki jalur melalui makna.
Bagaimanapun, agama nampaknya tidak memiliki peran penting dalam
pengembangan sistem makna. Dalam literatur tentang makna hidup, ada
perdebatan tentang apakah makna ditemukan atau dibuat. Baird (1985)
berpendapat bahwa makna merupakan produk penciptaan daripada
penemuan. Individu harus menemukan dan membangun rasa mereka sendiri
dan makna dari prestasi mereka, komitmen, dan hubungan. Reker dan Wong
(1988) menyatakan bahwa makna diciptakan dengan membuat pilihan,
mengambil tindakan, dan memasuki hubungan, tetapi makna yang juga
ditemukan dari kodrat seperti adanya alam semesta dan kehidupan. Agama.
Sebagaimana Yalom (1980) berkomentar, menyediakan kerangka kerja
potensial yang dapat eksis sebagai diberikan untuk banyak orang. Salah satu
alasan mengapa orang beragama cenderung memiliki tingkat yang lebih
tinggi terhadap makna hidup mungkin bahwa ada sesuatu "di luar sana" bagi
mereka untuk menemukan. Masalah ini berguna untuk dieksplorasi dalam
penelitian masa depan.
Kami tidak mencoba untuk membedakan antara sistem makna kosmik
dan terestrial. arti Cosmic, yang berkaitan dengan pengertian tentang
ketertiban spiritual di alam semesta (Yalom, 1980), secara langsung relevan
dengan keyakinan agama. Yalom berpendapat bahwa skema makna yang

127

Keterlibatan agama secara signifikan mampu berkorelasi positif yang berfungsi menjadi pribadi yang normal. melainkan dapat mempengaruhi kesejahteraan secara tidak langsung dengan memberikan rasa pemaknaan serta arah tujuan dalam hidup. menyatakan secara khusus bahwa agama dapat memberikan skema penafsiran yang menyeluruh hal itu memungkinkan seorang individu untuk memahami eksistensi. dan menanamkan potensi dalam menjauhkan peristiwa dengan makna. yang menyebabkan kondisi patologis yang disebutnya "penyakit saraf noogenic. secara teoritis ditemukan bahwa agama telah sering dipertimbangkan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan jiwa dan psikologi kesejahteraan. Jadi. serta identitas pribadi. Peterson dan Roy (1985) menyimpulkan bahwa religiusitas psikis memudahkan mencapai kesejahteraan. Dari uraian di atas. maka frustrasi eksistensi terjadi. penyakit saraf eksistensi. Kedua. ia harus memiliki peran penting dalam pengembangan makna kosmik. ketika pencarian kesejahteraan seseorang terhadap makna dihalangi. tujuan. Karena itu. Bergin dkk (1987) menyatakan bahwa orientasi keagamaan hakiki yang negatif berhubungan dengan kecemasan sedangkan yang positif berhubungan dengan kontrol diri dan penyesuaian pribadi. dengan tidak adanya selektivitas dalam tindakan" 128 . dalam pengertian ini. Ketiga agama dapat memberikan dengan berdasarkan arti bagi perasaan . telah disediakan oleh tradisi Yahudi- Kristen di dunia barat. agama bisa memberikan sumber daya sebagai penjelasan serta penyelesaian keadaan yang bermasalah. dan khususnya untuk membandingkan kelompok-kelompok keagamaan dan non keagamaan pada masalah-masalah. Frank (1959. Peterson serta Roy (1985).Kesehatan Mental komprehensif. Keagamaan yang positif berhubungan dengan penyesuaian diri dalam masyarakat dewasa serta lebih kuat bagi usia lanjut (Lea. mungkin untuk mengeksplorasi perbedaan antara makna kosmik dan terestrial dalam penelitian mendatang untuk memeriksa hubungan antara religiusitas dan kesejahteraan. 1982). yang "ditandai dengan keyakinan hal itu hidup seseorang tidak berarti dengan nada afektif apatisme kebosanan." Maddi (1967) menggambarkan kondisi serupa. Meskipun kami telah berpendapat bahwa agama adalah hanya salah satu sumber yang tersedia beberapa makna. agama dapat beroperasi untuk meningkatkan rasa diri sendiri sebagai kewenangan atau berkhasiat. dan tidak selalu berhubungan dengan kemiskinan terhadap kesehatan mental. Pertama. 1967) meyakini bahwa kehendak kepada makna adalah motivasi manusia yang penting. Pollner (1989) mengusulkan tiga proses melalui religiusitas dapat mempengaruhi kesehatan mental serta kesejahteraan. agama tidak dapat berkontribusi langsung kepada kesejahteraan seseorang.

menyimpulkan bahwa "beragama yang positif berhubungan dengan persepsi tentang kesejahteraan" (p. sementara varibel ini dapat diukur dengan ukuran lain. Extrinsicness berkorelasi positif dengan kegelisahan sedangkan instrinsicness berkorelasi negatif dengan kegelisahan. Namun demikian. Bergin dkk (1988). Berdasarkan tinjauan teoritis dan empiris di atas. sedangkan hampir setengah (47 persen) menunjukkan hubungan yang positif. perasaan kepuasan dan pemenuhan. Hal ini dapat ditemukan dalam artikel ini sebagaimana terungkap sebagai berikut: Witter. dalam penelitian kualitatif bersama peserta agama. Willits dan Crider (1988) melaporkan bahwa religiusitas dalam sampel paruh baya berkorelasi positif dengan keseluruhan psikologis kesejahteraan. Oleh karena itulah sehingga antara penelitian yang satu dengan yang lainnya menunjukan perbedaan karena dimensi yang digunakan adalah berbeda. Witter dkk.Kesehatan Mental (p. makna dalam hidup. dan menemukan penyesuaian yang lebih baik bagi peserta yang agamanya terintegrasi secara positif ke dalam gaya hidup mereka. Pollner (1989) menemukan bahwa hubungan simbolis dengan korelasi yang signifikan "ilahi lainnya" adalah dari subjektif kesejahteraan. Reker Wong (1988) mengusulkan bahwa pencapaian pemaknaan pribadi memberikan seseorang sebuah penafsiran terhadap pengalaman hidup. Demikian pula. Stock. Mengenai penelitian dalam artikel ini ada beberapa hal menurut saya merupakan suatu kelemahan penelitian yaitu penggunaan pengukuran variabel keagamaan yaitu hanya menggunakan ukuran intrinsik. Namun demikian. Okun dan Haring (1985) melakukan suatu meta-analisis dari 28 penelitian. Bergin (1983) melaporkan sebuah meta-analisis terhadap 24 penelitian yang meneliti hubungan antara beragama dan psikopatologi. tidak menemukan bukti religiusitas berkorelasi negatif dengan kesehatan mental. maka saya menyimpulkan bahwa dalam penelitian mengenai religiusitas. peneliti telah jujur mengungkap hal ini sebagai keterbatasan dalam penelitiannya 129 . sedangkan instrinsicness itu tidak berkorelasi dengan sifat-sifat ini.313).335). Donahue melaporkan bahwa beberapa relevan konstruksi yang diferensial yang berkaitan dengan dimensi-dimensi beragama. dan kesejahteraan psikologis memiliki variabel atau dimensi yang banyak. Sementara itu. Extrinsicness ditemukan berkorelasi positif dengan prasangka dan dogmatisme. Berdasarkan meta-analisis tersebut Bergin menemukan sebagian kecil (23 persen) terkait hubungan negatif antara beragama dan kesehatan jiwa. secara empiris teori di atas masih banyak diperdebatkan. Demikian pula penelitian yang dilakukan oleh Donahue (1985) meninjau berbagai macam penelitian meneliti religiusitas ekstrinsik dan intrinsik. tujuan yang berharga maksud tertentu.

komitmen.Kesehatan Mental sebagaimana diungkapkan sebagai berikut: One limitation of this study was the use of a single religiosity measure. 1975. Dua dimensi lainnya (kesadaran sosial dan pengetahuan agama) tidak memberikan ukuran religiusitas pribadi dalam arti yang sama. We chose an intrinsic measure in line with previous research that had shown instrinsicness to be more strongly associated with meaning (Bolt. Katolik Roma 99 orang dan 112 orang anggota Jemaat Pantekosta. 1975. in the Study 2. akan ada kemungkinan nonreligius masih memiliki tingkat pengetahuan agama dan sikap positif terhadap keterlibatan gereja dalam masalah-masalah sosial. menurut saya. keterlibatan gereja. a comparison can be made across groups for the intrinsic religiosity measure in Study 1 and the intrinsic measure. ini juga adalah merupakan kelemahan dalam penelitian ini. Penentuan sampel atau responden termasuk perbedaan jumlah sampel dalam penelitian perbandingan menurut saya sangat berpengaruh terhadap jastifikasi hasil penelitian atau dengan kata lain akan sulit untuk mengambil keputusan hasil penelitian. dapat dicapai dengan cara 130 . Dalam artikel atau penelitian ini tidak ditunjukan atau dijelaskan dengan jelas mengenai metode analisis yang digunakan. Hal lain paling mendasar dalam suatu penelitian menurut saya adalah metodologi dan alat analisis atau metode analisis yang digunakan. meskipun sangat relevan dengan keyakinan agama. dan mungkin bahwa dimensi religiusitas semacam ini hanya relevan untuk mencapai kesejahteraan psikologis. Sebelumnya kami telah berpendapat bahwa arti dalam hidup. Tiga dari variabel religiusitas menunjukkan asosiasi yang konsisten dengan kesejahteraan. namun penelitian ini telah membuktikan beberapa hal sebagaimana terungkap dalam hasil penelitiannya yaitu sebagai berikut: dimensi religiusitas berbeda yang berhubungan dengan kesejahteraan. 1977). sedangkan dua tidak. dan keterlibatan. Crandall & Rasmussen. Soderstorm & Wright. Kelemahan lain bila dikaitkan anatara studi 1 dan studi 2 dalam hal pemilihan sampel atau penentuan responden menjadi berbeda yaitu pada studi 1 sampelnya adalah kelompok ibu rumah tangga yang berjumlah 188 orang dan kelompok lansia yang berjumlah 137 orang. Terlepas dari beberapa kelemahan di atas. Bahkan. dan ortodoksi) dengan keyakinan agama pribadi. sementara pada studi 2 sampelnya adalah dua kelompok responden agama yang dilibatkan melalui kelompok-kelompok lokal yaitu Jemaat Kajian Injil. Oleh karena itu. Hal ini menimbulkan kekhawatiran seperti apa sebenarnya yang dimaksud dengan religiusitas dan apa ruang lingkup yang seharusnya. Tiga dimensi yang berhubungan (keyakinan pribadi. personal faith. Hal ini secara tidak langsung diakui oleh peneliti sebagaimana diungkapkan dalam kesimpulan artikel ini yaitu sebagai berikut: Although it is difficult to compare findings from Study 1 and Study 2 directly.

K. Religiousness and mental health reconsidered: A study of an intrinsically religious sample. 5-23. (1964). Tetapi orang yang lanjut usia. 131 ... (1983).. 14. 25. Chamberlain. J. References Andrews. Journal of Clinical Psychology.. & Sullivan. F.D. Journal of Counseling Psychology. (1988). Purpose in life as related to specific values.S. Religiosity and mental health: A critical reevaluation and meta-analysis.35. Personality and Individual Differences. sementara Pantekosta. Psychiatry.. 689-596.Kesehatan Mental nonreligius dan lebih luas dari dimensi religiusitas. C. 117-124.. & Almond.E. R.. agama telah meningkat arti-penting. S. A. Journal of Clinical Psychology. & Downing. (1985). Journal of Counseling Psychology.E.D. (1976). Family Process.B. Bergin. Battista. 31. S. (1988). 36. Life cycle and loss-the spiritual vacuum of heroin addiction. (1987).E. (1975).M. Crumbaugh.. Gaskin. Social Indicators Research. Bergin.. M. J.. Measuring meaning in life: An examination of three scales. K. 20. Social indicators of wellbeing. Bolt. 116-118.A. (1975). Purpose in life and religious orientation. 409-427. K. 91-98. Baird. & Withey. J. 24.. & Maholick. yang memiliki korelasi positif moderat dengan kepuasan hidup dan Katolik positif menunjukkan pola yang serupa dengan orang tua. 581-604.T. & Zika. Religious life-styles and mental health: An exploratory study. (1988). Professional Psychology: Research and Practice. 200-207. Bergin. Chamberlain. 9.E.. Stinchfield. 3. R.S. On the structure of subjective and well-being. memiliki hubungan yang lebih kuat dengan semua tiga ukuran. Coleman. K. dengan orientasi mereka yang lebih intrinsik. Masters. L. R. T. & Richards.M. An experimental study in existentialism: The psychometric approach to Frankl’s concept of noogenic neurosis.S. Isu-isu konseptual memerlukan klarifikasi. s. R.E. Journal of Psychology and Theology. New York: Plenum. R. Crandall. (1973).C. Ibu memiliki korelasi positif kecil dengan kepuasan hidup. 170- 184. Meaning in life: Discovered or created? Journal of Religion and Health.D. Hasil lain disebutkan bahwa arti-penting agama bagi kelompok mempengaruhi kekuatan dan ruang lingkup pergaulan. 20. 483-485. & Rasmussen.. J. The development of meaning in life. Masters. 34. Kaplan. P. A. 197-204. (1975). A.

S. & Griffin. 400-419. D.Kesehatan Mental DeVogler-Ebersole. & Blaney. Psychological Bulletin. 542-575. M. & Burns. Subjective well-being. 56. (1986). (1967). (1985). 23.W. 42-48.J. 14.J. 47. 5-21. Journal of Psychology and Theology. 252-266. 2. Diener. 29-36. ritual memungkinkan adanya pengakuan atas gangguan emosi dalam lingkungan sosial serta sanksi yang menyediakan batas aman dimana untuk menghidupkan kembali. (1984). (1985). B. substance use. & Perlman. R. Donahue. P. R. (1984). 303-310....D. Frankl. Morgan. Man’s search for meaning. London: Hooder & Stoughton.L. Frankl.. Ellison. The Satisfaction with Life Scale. Intrinsic and extrinsic religiousness: Review and meta- analysis. mengalami rasa sakit.M. Ritual Agama dan Kesehatan Mental Penelitian lintas-budaya ritual agama yang biasanya merujuk kepada perspektif sosial dimana ritual upacara keagamaan diperiksa melalui lensa teori seorang fungsionalis. self- derogation. 11. V. & Bentler. King and Hunt revisited: Dimensions of religious involvement.L. 95. Adanya pengecualian untuk pendekatan ini ditemukan dalam karya Scheff (1979). Pembebasan perasaan dalam membalikkan kecenderungan terhadap 132 . Harlow. dan penderitaan emosi. V.E. P. 42. Forms of religious commitment and intense religious experience.W. Psychological Reports. 15. (1985).D. (1973). 48. Hardiness and social support as moderators of the effects of life stress.A..J. Diener. P. Review of Religious Research. Spiritual well-being: Conceptualization and measurement. 330-340. Hood.L. R. D. L. Journal for the Scientific Study of Religion. 71-75. Menurut Scheff. & Ebersole. (1986).. E. sosok yang lebih dari 1 dekade memprakarsai perdebatan tentang nilai emosional ritual dari sudut pandang rasa terharu dan pengurangan kecemasan. 156-163. The association between religiosity and the Purpose in Life Test: Does it reflect purpose or satisfaction? Journal of Psychology and Theology.. R.M. J.H. Journal of Personality and Social Psychology.. and suicide ideation: Lack of Purpose in life as a mediational factor. E. Depth of meaning in life. C.. Journal of Personality and Social Psychology. (1959). Journal of Personality Assessment. Larsen. Hilty. Ganellen. 49.. Journal of Clinical Psychology. R. Psychotherapy and existentialism. Depression. Dufton. (1983). (1984). Newcomb. Emmons.M. K. New York: Simon & Schuster.

Subjek yang menjadi lampiran tersebut bisa jadi merupakan pribadi ilahiyah. Oleh karena itu. kemarahan. pemimpin spiritual. Dari uraian diatas dapat dipahami bahwa Scheff menentang ritual yang menawarkan bentuk pembebasan dari rasa haru dengan menciptakan kondisi dimana peserta dapat menjadi aktif dengan melibatkan ekspresi perasaan sambil menjauhkan dirinya dari intensitas pengalaman emosional. Hasilnya.Kesehatan Mental penindasan dengan memfasilitasi pengakuan dan ekspresi menyakitkan. Kesenjangan emosi dapat diwujudkan dalam peran ganda yang mengasumsikan bahwa individu baik sebagai peserta maupun sebagai pengamat dalam suatu upacara keagamaan. Pemecahan yang mengarah pada suatu respon yang bertentangan sebagai peserta adalah pada orang yang percaya pada saat yang sama atau pada orang yang sedang ragu. interaktif. Namun. supernatural. pemahaman alternative tentang hubungan antara ritual. katarsis dan 133 . berkabung dan konfortasi. ada rasa keterkaitan yang memfasilitasi respon katarsis yang melalui emosi rasa sakit dapat di bawah pada kesadaran dan kenangan atau mengungkapkan untuk pertama kali. Scheff menentang bahwa ritual menawarkan bentuk pembebasan dari rasa haru dengan menciptakan kondisi dimana peserta dapat menjadi aktif dengan melibatkan ekspresi perasaan sambil menjauhkan dirinya dari intensitas pengalaman emosional. sedih. Teori Scheff tentang ritual pembersihan merupakan konsep yang terkemuka dalam menjauhkan emosional. analisis. atau memalukan. yang akan diuji melalui upacara pengakuan ritual. Dalam kerangka ini. takut. ritual dan katarsis akan disajikan melalui penggambaran data antropologi dan teori sosial psikologis. kesedihan. Dibandingkan dengan keraguan dan emosional. Kembali ke contoh Scheff tentang doa dan nilai katarsis dari upacara agama melalui hubungan interpersonal antara komunikan dan dewa. Bab ini menyajikan pemahaman alternative tentang hubungan antara ritual. Sementara itu interpretasi Scheff tentang kesenjangan emosi yang menawarkan perspektif menarik tentang ritual dan emosi. komunitas agama atau seluruh masyarakat. Scheff menyimpulkan bahwa ritual doa berfungsi sebagai jarak pada komunikan sehingga membuat hal ini terjadi baik antara individu maupun pengamat. rasa malu. keduanya memiliki keterkaitan ilahiyah. Sebagai sebuah proses interaktif. lintas budaya. “selama komunikan baik beriman maupun kafir berada dalam komunikasi dengan makhluk ghaib”. ritual melibatkan peserta dalam perilaku yang memperkuat hubungan keterkaitan yang signifikan kepada orang lain. katarsis dan kesehatan mental. dan sebagai ritual yang signifikan yang member kekuatan potensi untuk menimbulkan emosi yang luar biasa yang kemudian diakhiri dengan tindakan yang nyata dalam aktualisasi ketaatan beragama.

“selama komunikan baik beriman maupun kafir berada dalam komunikasi dengan makhluk ghaib”. Ibadah dalam Islam tidak hanya untuk dikerjakan. keraguan dan emosional. Giddens (1984) mencatat tingginya pevalensi. Ia mengamati bahwa malu akan mengancam pondasi harga diri dan beberapa komentar bahwa “komponen motivasi berasal dari kepribadian anak dan orang dewasa yang umumnya menghindar dari kecemasan dan pengokohan harga diri melawan ‘banjir melalui’ rasa malu dan rasa bersalah. Dari sebuah suku. dimana kita bisa menafikan ritualitas dalam malaksanakan agama. (Giddens. tetapi juga harus diimplementasikan nilai- nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu interpretasi Scheff tentang kesenjangan emosi yang menawarkan perspektif ritual dan emosi. Tetapi ada aspek yang tidak kalah penting yaitu aktualitas. hal ini sangat bergantung pada pemahaman seseorang tentang bagaimana proses ritual yang memiliki kesempurnaan ritual supranatural. Universalitas pengakuan ritual telah diamati 134 . keduanya memiliki keterkaitan ilahiyah. supernatural. itu terbukti melaui tatacara yang menginformasikan berbagai sistem agama. Malu dan Pengakuan Malu mungkin merupakam sesuatu yang sangat meresap pada emosi manusia dan merupakan unsur intrinsik dalam pemahaman tentang nilai ritual sebagai katarsis. p 55-57). tetapi juga kesalahan sosial hubungan manusia sesama manusia dan makhluk hidup lainnya. ritual melibatkan peserta dalam perilaku yang memperkuat hubungan keterkaitan yang signifikan kepada orang lain. Rasa malu dan rasa bersalah memiliki lintas budaya yang sangat relevan. Dalam membahas tentang pentingnya rasa malu dalam pengembangan kepribadian dan hubungan sosial di tengah-tengah masyarakat barat. Ritual itu penting. 1984. Kesalehan tidak hanya berupa kesalehan ritual hubungan mansusia dengan Tuhannya. Scheff menyimpulkan bahwa ritual doa berfungsi sebagai jarak pada komunikan sehingga membuat hal ini terjadi baik antara individu maupun pengamat. Sebagai sebuah proses interaktif. Aktualitas dalam beragama berarti mengejawantahkan nilai-nilai ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.Kesehatan Mental kesehatan mental. istilah yang berhubungan dengan rasa malu saat mereka berada dalam kursus bahasa sehari-hari. Ritual memang bagian dari ajaran agama. dan sebagai ritual yang signifikan yang memberi kekuatan potensi untuk menimbulkan emosi yang luar biasa yang kemudian diakhiri dengan tindakan yang nyata dalam aktualisasi ketaatan beragama. dipraktekkan seekor kambing hitam sebagai ritual pengakuan dosa umat katolik. Seorang muslim seharusnya mengaktualsiasikan Islam dalam kehidupan sehari-hari.

api suci di mana semua dosa dilemparkan. mengumpulkan orang bersama-sama di penginapan di mana mereka berada. dalam pengakuan tersebut mereka menekankan tanggung jawab bersama dari komunitas Yahudi. Hari Raya Pendamaian Yahudi dirayakan dengan cepat komunal selama dua puluh empat jam disertai dengan pelayanan keagamaan di mana anggota jemaat bersama-sama bertobat dari perbuatan yang salah pada tahun sebelumnya. Dikatakan bahwa tidak ada bentakan keras dari pengakuan ini jika tidak maka pria tidak akan menemukan sebuah pabrik hikuli tunggal. 41). Di Hunchol. 180). Pria yang tidak mengatakan kebenaran itu pasti akan mati terbunuh pada perang antar budaya dikalangan mereka berikutnya. Tujuannya adalah untuk mengurangi rasa malu dan kebencian terhadap diri sendiri yang menyertai persepsi dari khilaf dan dosa. Sebuah batu yang diibaratkan semangat besar hadir dan ditempatkan di tengah-tengah lantai untuk membuat satu kesungguhan.Kesehatan Mental oleh Reik (1959) yang merasakan dalam diri manusia adanya suatu “keharusan untuk mengakui” (hal. Seperti perspektif pada ritual yang menunjukkan bahwa harga diri dan penerimaan merupakan inti dari tindakan pengakuan. Yang lebih umumnya lagi. Dia membawa benang ke kuil dan berdiri di depan kobaran api sambil menyebutkan nama mereka satu per satu kemudian melemparkan kabel pada api untuk di bakar. Demikian pula. pengakuan layaknya api yang berkobar. Pertama para orang tua kemudian para pemuda dan kemudian wanita. batu itu mendengar perkataan mereka dan bencana melanda semua pendusta. (Hal. Beberapa kali ditampilkan dalam ibadah. Beberapa laki-laki. Pengakuan dosa dibacakan dengan keras dan bersamaan. Orang-orang juga tidak merasa ganjil saat mereka pergi bersama mengingat dosa-dosa mereka dan di kamp tertentu mereka berbicara kepada arah angin dan disertai hembusannya. dari pengakuan telah ditemukan di kalangan penduduk asli Amerika di Amerika Serikat sebagaimana dicontohkan dalam upacara pengakuan dosa dari Ojibway yang menyatakan dosa-dosa mereka secara terbuka di hadapan seluruh masyarakat. diberi hak dalam mimpi untuk memanggil. para peserta bangkit dan berkata kepada Allah : 135 . Pada awal abad keduapuluh. Berikut. kepada pemimpin yang akan dibakar di dalam kobaran api. Skinner (1914) mempersiapkan tabungan financial khusus untuk upacara pengakuan dosa: Ini dulunya adalah kebiasaan untuk menyatakan pengakuan kepada publik perihal hubungan seksual yang tidak sah pada interval. meksiko selatan. yang dapat meringankan beban penderitaan. La Barre (1964) menggambarkan pengakuan dosa seksual dalam persiapan untuk sebuah kunjungan: Setiap wanita menyiapkan pada setiap rumah sehelai benang strip daun kelapa dengan simpul berpasangan.

ritual publik berkabung memberikan struktur ritual di mana perasaan duka dan kesedihan secara terbuka mengakui dan divalidasi dalam sebuah komunitas agama yang mendukung. yang menciptakan kesadaran salah paham. Pengungkapan melalui upacara meningkatkan ekspresi katarsis emosi oleh ekisternalisasi rasa bersalah dan rasa malu yang mungkin akan berbalik ke arah dalam diri. Dan kami telah berdosa terhadapMu melalui pengakuan kosong (Harlow. Sifat pemalu biasanya membuat seseorang kehilangan kesempatan.” (Shahih Bukhari). pengakuan semacam ini melibatkan ekspresi kolektif dari dosa. hal 407). Kami menyarankan penggunaan inklusif ini tidak ada satu orang lebih atau kurang yang jauh dari dosa. Rasulullah saw. karena pada dasarnya ada banyak cara untuk mengusir jauh- 136 . upacara pengakuan menjadi salah satu sarana untuk melepaskan penderitaan diinternalisasi penderitaan emosional. Sifat pemalu dapat membawa banyak kerugian. hal ini telah dibahas dalam semua upacara pengakuan dosa. dan rasa malu yang baik itu pasti kan membawa kebaikan bagi pemiliknya. Dalam ritual publik. Kami telah berdosa terhadapMu baik secara terbuka maupun secara rahasia. Oleh karena itu. “Biarkan dia. mengatakan bahwa Rasulullah saw lewat pada seorang Anshar yang sedang memberi nasihat (dalam riwayat lain: menyalahkan) saudaranya perihal malu. 1978. Orang-orang dengan sifat pemalu secara naluri menyimpan kesadaran kalau diri mereka terlewatkan dari orang lain. Karena sesungguhnya rasa malu itu punya tempat. Tujuannya adalah untuk mengurangi rasa malu dan kebencian terhadap diri sendiri yang menyertai persepsi dari khilaf dan dosa. “Sesungguhnya engkau selalu merasa malu”. Simaklah beberapa hadits berikut: Salim bin Abdullah dari ayahnya.”) Lalu. Kami telah berdosa kepadaMu melalui pikiran kotor. Dalam cara yang sama. seakan-akan ia berkata. kurang mendapat kesenangan dan terkucil dari hubungan sosial.Kesehatan Mental Kami telah berdosa terhadapMu dengan menjadi orang yang keras hati. “Sesungguhnya malu itu membahayakanmu. bersabda. tak perlu berkecil hati. Reik berperspektif pada ritual yang menunjukkan bahwa harga diri dan penerimaan merupakan inti dari tindakan pengakuan. Umumnya. Tapi bagi orang yang memiliki sifat ini. (Ia berkata. Dan kami telah berdosa terhadapMu dengan berbicara sembarangan. Dan kami telah berdosa terhadapMu melalui lisan yang ofensif. Sungguh beruntung orang-orang yang memiliki rasa malu. Efeknya adalah untuk mengurangi lebih jauh rasa isolasi yang melekat pada perasaan malu. Islam telah memberikan tempat yang mulia bagi perasaan malu. karena malu itu sebagian dari iman.

Menurut Pincus (1974). Di antara COCOPA. 1959). Dalam kebanyakan kasus. tidak adanya ritual berduka dapat menyebabkan penolakan norma-norma budaya dan sifat pemberontak di mana penderitaan seseorang mendapat respon melalui perlakuan yang keras dan dengan sikap acuh tak acuh (Gorrer. COCOPA ini misalnya. anggota keluarga masuk ke dalam masa berduka di mana mereka menangis. Ungkapan duka melalui ritual seperti ini melibatkan pertukaran individu dalam membuka perasaan mereka. Dalam hal ini. Bila kita kembali kepada hadits Rasulullah di atas yang mengatakan rasa malu adalah manifestasi dari iman. emosi yang memuncak dalam bersosialisasi membuat orang menanggapi berbagai kejadian dengan rasa takut. meratap dan menjerit hampir sampai ke titik kelelahan sempurna.Kesehatan Mental jauh sifat yang merugikan ini. Sebenarnya. dapat dilakukan selama dua hari sebelum kremasi almarhum. menganalisis sebab kematian sebelum membakarnya dengan melibatkan harta benda dalam sebuah upacara kremasi rumit. Kelly (1949) melaporkan bahwa. formula dari rasa malu terdiri dari ‘terlalu berpusat pada diri sendiri’ dicampur dengan rasa gugup. maka hanya orang-orang yang imannya menancap kuat dan tumbuh yang memiliki tingkat sensitivitas rasa malu yang sangat tinggi. Bagian dari nilai katarsis dari ritual berduka yang terkandung dalam aspek-aspek berkabung yang memfasilitasi identifikasi korban dengan penderitaan almarhum. penekanan yang jauh lebih sedikit telah ditempatkan pada nilai psikologis dari upacara berkabung. Dalam kerangka ini ritus komunal untuk orang mati telah dijelaskan dalam hal solidaritas kelompok dan interaksi yang disimbolkan dengan proses berkabung (Mandelbaum. Ini dulunya adalah kebiasaan untuk menyatakan pengakuan kepada publik perihal hubungan seksual yang tidak sah pada interval. Dibandingkan dengan pendekatan fungsionalis. pada pengumuman kematian. katarsis rilis tersebut. Masa penguburan Katolik memberikan asosiasi yang sama 137 . ini memberikan kontribusi bagi kesehatan mental peserta yang dinyatakan mungkin menderita akibat efek dari penolakan dan "kemiskinan pribadi" yang lebih nampak pada kebudayaan represif . meskipun penelitian dokumen yang intens ekspresi kesedihan sering menyertai aspek-aspek sosial dari ritual keagamaan untuk orang mati. 1965). Rasa malu adalah sebuah kombinasi dari kegugupan sosial dan pengkondisian sosial. seorang penduduk asli Amerika Budaya. Kesedihan dan Upacara Berkabung Studi tentang upacara berkabung telah sebagian besar dikaitkan dengan investigasi antropologi ke dalam fungsi sosial dari upacara kematian. yang terganggu dengan lagu upacara dan tari.

Sebuah kutipan dari layanan ini berbunyi sebagai berikut: Wahai Tuhan penuh kasih. menciptakan sikap tegas terikat dengan mereka yang telah meninggal. saudara laki-laki. 691).p. Di Kota di India. dan juga akan menemukan bagian-bagian yang aman bagi dunia di luar kehidupan jasmani (Mandelbaum. seorang anak muda melakukan pembakaran jenazah secara kremasi yang seolah-olah semua anggota masyarakat lainnya dianggap najis. Perasaan takut. Semoga jiwa mereka terjaga sampai pada datangnya kehidupan selanjutnya. identifikasi pelayat Yahudi dengan almarhum mengasumsikan pribadi serta dimensi sosial sebagai pengingat dari Holocaust yang kemudian menimbulkan emosi yang mendalam disertai kesedihan dan kesedihan kolektif. Hal ini dibuktikan dalam prevalensi mitologi dan keyakinan yang mengelilingi nasib yang tidak diketahui oleh orang-orang yang telah meninggal. Bersama dengan orang tersebut. Dalam tradisi Kristen. memori Mei silam. serta kesedihan. Melalui ritual berkabung. upacara peringatan untuk Hari Raya Pendamaian dalam tradisi Yahudi mengingatkan para peserta tidak hanya kehilangan orang yang mereka cintai tetapi juga kematian enam juta orang Yahudi dalam Holocaust.Kesehatan Mental dengan orang mati melalui representasi simbolis dari penyaliban. sambungan simbolis yang secara kontekstual merupakan pelepasan emosi. ritual berkabung menyediakan kerangka kerja untuk mengatasi rasa takut dan kesedihan dengan memperbanyak amal baik untuk memastikan memberikan perasaan aman dan tenang pada jiwa. membuat mereka perpegang teguh pada kebenaran dan kesetiaan inspirasi dalam hidup. Sejak perang dunia II. perdamaian yang besar di hadapanMu kini tengah berlindung di antara yang kudus dan yang murni untuk diri kami sekalian. Melalui ikatan emosional dengan almarhum. Kebiasaan ini memastikan bahwa roh tidak akan berlama-lama dan menyebabkan kerusakan bagi yang hidup. menyampaikan respon individu untuk takut akan kematian. 1978. Dengan demikian. perasaan putus asa dan kerinduan yang dinyatakan sebagai “kematian merupakan perpisahan akhir”. 1959). ia memiliki penerimaan agama sosial pada saat yang sama memiliki khasiat pribadi sehingga menjadikan kondisi aman bagi perasaan yang mendalam. Setiap Tahun. tindakan pencegahan tersebut ditemukan dalam penyelenggaraan upacara terakhir. 138 . sedangkan agama Hindu membutuhkan perhatian besar dalam membebaskan jiwa untuk reinkarnasi. perempuan dan anak-anak dari rumah Israel yang dibantai dan dibakar. (Harlow. Jackson (1959) menjelaskan identifikasi antara pelayat katolik dengan cara ini : Dalam upacara ritual orang mengidentifikasi dirinya (sendiri) dengan Yesus. Seorang individu yang telah mati (almarhum) (pemuka agama) yang terlibat dalam suatu ritus yang melibatkan baik pikiran dan tindakan.

selalu murung. Melalui ikatan emosional dengan almarhum. kemarahan dan keselamatan sangat signifikan sebagai pelepasan permusuhan yang berpotensi merugikan diri sendiri dan orang lain. Susah dan senang silih berganti. Janganlah berputus asa. Ada kalanya menang ada kalanya kalah. Dengan demikian.! Rokok. seolah-olah peristiwa itu baru saja terjadi. Itulah dinamika kehidupan di alam fana. perasaan putus asa dan kerinduan yang dinyatakan sebagai “kematian merupakan perpisahan akhir”. merasa sangat sedih dan terus teringat dengan peristiwa penyebabnya. Barangsiapa senang. Dalam ekspresi ritual keprihatinan. dan narkoba bukanlah obatnya. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk bangkit. Pengaruh katarsis dengan demikian ditingkatkan dalam situasi di mana perlindungan dan keamanan menginformasikan kerangka relasional dari proses ritual. kemarahan ritual yang telah dipelajari secara ekstensif jauh lebih sedikit dibandingkan upacara pengakuan dosa atau berkabung yang menawarkan wawasan ke dalam proses katarsis dari perspektif hubungan kekuasaan konflik dan seremonial. Orang yang menderita kesedihan. Apabila kita mengalami kesedihan yang mendalam sehingga kita tidak punya semangat hidup seperti dulu. banyak penderita kesedihan menjadi pemabuk atau pecandu narkoba. ritual berkabung menyediakan kerangka kerja untuk mengatasi rasa takut dan kesedihan dengan memperbanyak amal baik untuk memastikan memberikan perasaan aman dan tenang pada jiwa. kesedihan tetap bertahan meskipun peristiwa yang menyebabkannya sudah lama terjadi. Kehidupan di dunia merupakan permainan dan senda gurau. Tidak jarang. mudah sakit. Orang yang menderita kesedihan tidak bisa merasakan indahnya hidup. Namun pada beberapa orang. Melalui ritual berkabung. mengurung diri. 139 . sambungan simbolis yang secara kontekstual merupakan pelepasan emosi. Dengan demikian. salah satunya adalah hipnoterapi. Bahkan tidak jarang yang mengira dirinya sudah gila karena dia tidak bisa mengendalikan perasaanya sendiri. Sungguh berbeda dengan kehidupan sejati dan abadi di akhirat kelak nanti. maka ia akan selamanya senang. dan mengalami berbagai masalah fisik atau emosi lainnya. alkohol. sedihnya merupakan kesengsaraan sementara. umumnya kesedihan akan berkurang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. menciptakan sikap tegas terikat dengan mereka yang telah meninggal. Senangnya merupakan kesenangan yang menipu. Beberapa gejala lain adalah: Banyak orang yang menderita kesedihan merasa hidupnya sudah berakhir..Kesehatan Mental Ritual berkabung bertujuan untuk mengurangi kecemasan melalui pengenaan ritual seremonial yang mengatur interaksi dengan almarhum. tidak semangat bekerja.

Dalam salah satu komplotan rahasia revolusioner dari "istri" yang memotong semua garis yang lebih kecil dan link. (Turner. sosok yang dijadikan pilar masyarakat desa. Ekspresi Ritual Kemarahan Penelitian menunjukkan bahwa kemarahan. "Pergilah dan panggang roti!" Goda seorang petani. Orang paling berani dalam batalionnya terselubung sebenarnya istri petani rendah kasta lapangan-buruh. menghasut penyerangnya. pengaruh katarsis dikurangi dengan kecemasan yang mengelilingi perasaan takut akan pembalasan. Turner menjelaskan panjang lebar Festival Holi di India. Istri dari "pasangan itu tengah bercanda seorang pria. hal.Kesehatan Mental 4. Ketika kemarahan dinyatakan oleh seseorang dalam posisi kurang kuat. tapi berdiri di tempatnya. "Apakah Anda ingin beberapa benih dari saya?" Teriak korban lain tersanjung. pengrajin atau-menials para selir yang membantu korban. ketika target permusuhan berada dalam hubungan yang kurang baik (marah) kepada individu (Tavris. istri-istri desa "memikirkan dengan baik melalui sistem intercaste nyata dan fiksi kekerabatan. Menurut turner (1969) ritual tersebut katarsis karena mereka membersihkan masyarakat dari "struktural menimbulkan 'dosa’ (hal. tindakan ritual agresi memberikan interaksi yang terstruktur di mana permusuhan menyatakan akan dikendalikan oleh batas-batas ritual seremonial yang menengahi hubungan sosial dari kekuasaan di antara anggota masyarakat yang terlibat dalam ekspresi upacara kemarahan terhadap anggota masyarakat yang lebih kuat.186). katarsis ekspresi emosi bertentangan dalam kebanyakan katarsis. tetapi keduanya bergabung sebagai ibu manusia. sebuah ritual musim semi yang didedikasikan untuk Lord Krishna di mana aggress lemah terhadap yang kuat. Dalam karyanya pada Ritual dan proses. karena asosiasi kemarahan dengan agresi. berikut mengilustrasikan ini ritual dari pembalikan peran : Siapakah wanita yang sedang tersenyum ketika dipukuli tanpa ampun? Mereka adalah Brahman Jat kaya dan petani desa. Selanjutnya. 1982). “Brahman enam pria di usia lima puluhan. pedih di bawah pukulan. Dan siapakah mereka orang-orang yang bersemangat. karena kesulitan yang menjadi ciri katarsis pelepasan kemarahan. manfaat katarsis pelepasan mungkin dapat dikurangi dengan ketegangan yang mengelilingi ekspresi marah secara terbuka. 185) melalui pelanggaran norma legitimasi yang memungkinkan ketidak berdayaan untuk melampiaskan amarah mereka dari permusuhan dengan orang-orang yang menindas dan 140 . istri-istrinya "ayah adik laki- laki". tertatih-tatih di masa lalu dan terengah-engah dalam penerbangan dari staf kuartal dikerahkan oleh tukang sapu Bhangin besar”. dia lalu dihapus dalam aturan hormat ekstrim. 1969. Spesifiknya.

yakni ritual pemberontakan yang melanggar norma kesopanan sosial. Dalam ritual penyembuhan. yakni kebijakan tentang komunikasi melalui perasaan terhina dan kemarahan yang telah dialami oleh orang-orang pribumi yang budaya dan warisan leluhurnya telah hilang nilainya dan dirusak oleh koloni. Dalam pergerakan ini. wallance (1966) membahas istilah Saturnalia ritual. Dalam golongan misionaris Katolik. kaum wanita yang melakukan penyalahgunaan fisik dan seksual menemukan kekuatan dalam pusat ketuhanan sebagai upacara penyembuhan dari pembalasan terhadap pelanggaran melalui aksi serangan. yang kuat harus mempertahankan serangan fisik dan verbal sosial mereka. Pada saat yang sama. Juga. Sebagai anggota masyarakat yang menyatakan sebuah kebenaran dan menghadirkan kebijakan terhadap suku bangsa. sangat cepat dan saya menagis dan melihatnya disana datang dengan wanita lain. Dalam budaya Zuni. peserta menerima “permohonan/izin” untuk merasakan kebencian dan kemarahan tanpa konsekuensi ketakuatan atau sesuatu yang sifatnya murahan. badut memainkan peran seremonial penting. Contoh yang disebutkan disini. peserta melaporkan informasi ketegangan dan kegelisahan yang meningkat akibat kehadiran orang-orang yang memiliki pengalaman emosi. Saya menebak disana ada dua elemen. Korban pemerkosaan mendeskripsikan pembagian sifat ketidakramahan dalam cara berikut : Disaat kita melempar telur seraya berteriak bahwasanya saya tengah merasakan kemarahan yang sebenar-benarnya. Dan kita perlu untuk mendapatkannya. perasaan marah dan perasaan itu timbul kepermukaan dengan sangat cepat. Meskipun Wallance mengusulkan bahwa ritual pemberontakan jenis ini lebih sekuler dibandingkan agama murni. Saya dapat melihat rasa sakit seorang wanita dan merasakan sesuatu yang sama antara rasa sakitnya dan rasa sakit saya.Kesehatan Mental menyiksa mereka. misalnya. Dan ini terasa seperti sesuatu yang dapat kamu raih dan sentuh. Dalam pendekatan yang agak berbeda untuk pembalikan daya ritual. Katarsis tersebut terjadi akibat emosi yang dibenarkan dalam struktur ritual yang membolehkan serangan tanpa 141 . Norbeck (1961) menyediakan akun ini sebagai ritual pura- pura. Interpretasi yang dimilikinya gagal dalam mengambil bagian (peran) spiritual sebagai badut dalam tradisi amerika (Cameroon. Sungguh kondisi yang menyerukan keadaan. Upacara penyembuhan yang ditemukan dikalangan golongan spiritual feminis di United States masih menawarkan perspektif lain dari ritual kemarahan dan ekspresi haru terhadap pembalasan dan sikap ketidakramahan. Dan perasaan yang lebih besar yang pada umumnya dimiliki oleh wanita. 1981). dalam status menyatakan upacara yang dideskripsikan oleh Turner dan Wallace.

Anggota toity-hoity Gunung Sion. 1969: Goffman 1971. segregasi dan sarkasme serta rumah yang besar. dan populasi penduduk asli Amerika. Hispanik. Di Afrika Amerika. 1959: klapp. Sementara beberapa ulama berpendapat bahwa masyarakat industri kontemporer menderita akibat tidak adanya ritual keagamaan (Mandelbaum. dan akan menghabiskan kekekalan dalam api neraka. Mereka tergabung dalam kebenaran dari keeksklusifan kaum miskin yang terinjak. 103-111). lebih cenderung menjadi ritual yang diekspresikan oleh sebagian anggota masyarakat yang mengalami penurunan kekuatan dan dominasi. hal 63). (Hal. yang menggambarkan efek dari pertemuan jasad dan rohani: Semua orang menghadiri pertemuan dalam upacara rohani. diludahi dan disalahgunakan. Penting bagi mereka untuk menunjukkan bahwa pandangan-pandangan tersebut tidak memperhitungkan prevalensi praktek ritual antar budaya kelompok modern seperti Amerika Serikat. Dalam doa-doa para jemaat African American. sekolah-sekolah.). Melalui aksi ritual ini pihak korban menerima kekuasaan yang besar dari pelaku. Gereja Baptis berbaur dengan anggota intelektual dari Afrika dengan menggunakan Methodist Episkopal. Tidak seorang pun akan mengakui bahwa orang-orang Kristen dan amal perbuatan. berpaling selamanya. halaman rumput seperti karpet. Meskipun whitefolks punya uang dan kekuasaan. ritual dan upacara keagamaan terus memberikan identitas sosial dan hubungan emosional untuk anggota masyarakat yang kehilangan haknya dan terasingkan dari masyarakat. kemarahan penindasan dan subordinasi terbantu dengan kepercayaan pada Tuhan yang adil dan benar yang akan menghukum orang fasik dan menebus umat yang beriman. ritual keagamaan tetap menjadi 142 . memikirkan penindas mereka. emosi marah. Itu lebih baik untuk menjadi figure lemah lembut dan rendah. dan buku. Hubungan antara status sosial dan praktik ritual sehingga menjadi kesimpulan atas pertanyaan Goffinan bahwa "dalam ritual masyarakat kontemporer dilakukan untuk berdiri tegap dan untuk entitas supernatural di mana-mana di peluruhan" (1971. Sebagai contoh saran ritual. Sebaliknya pendekatan yang lebih pluralistik terhadap studi budaya modern menunjukkan bahwa bagi perempuan dan etnis minoritas dan rasial. Methodis Episkopal Sion. dan orang- orang pekerja sederhana dari piscopal Methodist Kristen.Kesehatan Mental ketakutan akan kerugian yang nyata. Aksi katarsis demikian menjadi makna untuk meniru kenyataan opresif hubungan sosial sebagai aksi ritual dari kekuatan yang menyatakan pengurangan moment dan efek ilmu psikologi dari strata sosial. Aspek katarsis tradisi revivalis di gereja hitam di Amerika Serikat sangat jelas dalam pengalaman Angelou (1969).

tapi nyatanya mereka menyebarkan ketakutan dan kebiadaban ke mana pun mereka pergi. Hal tersebut berlaku untuk Yudaisme maupun Kristen. yang sungguh-sungguh takut kepada-Nya. atau jenis kelamin dari orang yang dihadapinya. tenggang rasa. Pesan sesungguhnya dari sebuah agama atau sistem pemikiran lainnya acapkali diselewengkan oleh mereka yang menamakan diri sebagai pengikutnya. apa pun 143 . adalah orang-orang Kristen Eropa yang berangkat dari Eropa pada akhir abad ke-11 dengan tujuan membebaskan Tanah Suci. belas kasih. Akhlaq agama merupakan satu-satunya sistem yang dapat membimbing manusia ke arah kedamaian dan keamanan Dalam beberapa keterangan tentang kelompok dan organisasi yang menganggap kekerasan sebagai hal yang normal dan perlu. dan belas kasih. Mereka mungkin berangkat dengan tujuan agama. jelas sama sekali tidak ada hubungannya dengan agama sejati sama sekali. Kebiadaban mereka. bahasa. perhatian. Lebih jauh lagi. yang merupakan agama cinta kasih dan tentunya tidak memberikan ruang untuk kekerasan. berpaling selamanya. yang menyalah tafsirkan agama Kristen. manusia diwajibkan bersikap seperti itu tanpa memandang agama. yang dibangun di atas kekerasan dan kebiadaban. atau ditafsirkan secara keliru. ras. Kristen. baik yang dibahas dalam penelitian ini maupun yang tidak. Tidak boleh dilupakan bahwa pada akar semua gerakan-gerakan menyimpang. memikirkan penindas mereka. tidak akan pernah sanggup mengambil segala bentuk tindakan yang bisa menyakiti orang-orang yang tak bersalah dan tidak bisa membela diri. dan bersandar pada kitab yang telah diturunkan-Nya.Kesehatan Mental kendaraan penting bagi pelepasan emosi yang dinyatakan mungkin akan ditolak dan ditekan oleh budaya yang dominan. dan rasa hormat. Allah telah memerintahkan kita untuk memperlakukan sesama dengan adil. Setiap orang yang benar-benar percaya pada keberadaan Allah. sebagai contoh. tidak bisa dikatakan sebagai kelompok agama. Akhlaq yang umum pada agama Islam. orang yang melaksanakan tindak terorisme dan kekerasan atas nama Islam. yang memperdaya kelompok-kelompok ini hingga menganggap kekerasan sebagai pemecahan masalah. Karena itulah. terdapat kenyataan bahwa orang-orang seperti itu telah berpaling dari akhlaq agama dan telah dibesarkan tanpa pengetahuan yang benar tentang agama. Pada akar agama terdapat cinta. mustahil terdapat kekerasan di dalam masyarakat tempat akhlaq agama berlaku. pengertian. Karena itulah. Tujuannya adalah mengungkap sistem ideologi Dajjal. Para tentara Perang Salib. dan Yahudi amat bertentangan dengan sistem Dajjal. Tidak seorang pun akan mengakui bahwa orang-orang Kristen dan amal perbuatan.

Dalam rangka mencegah pencemaran seperti itu. tetapi juga memusuhi semua ras bukan Eropa. "Perjuangan" tersebut meliputi pembentukan satuan-satuan bersenjata. di seluruh Amerika Serikat. tenggang rasa. dan mereka percaya bahwa segala tindakan yang perlu harus dilakukan untuk melawannya. merasa tidak berharga atau perubahan tidur dan nafsu makan. Kondisi ini pula yang turut mempengaruhi 144 . Penelitian ini untuk melihat perilaku ketika mengalami stres dan depresi. terutama muslimin yang tinggal di Amerika. Pada akar pemikiran ini terdapat kebencian dan agresi.Kesehatan Mental pahamnya. yang menanamkan keseimbangan alami untuk hal baik dan buruk. Informasi yang diberikan ini amat penting dari sudut pandang penggambaran rumitnya sistem. dan bukannya cinta. Amerika-Asia dan Eropa-Amerika. dan musyawarah. Hal ini terlihat berbeda dengan orang Eropa dan Amerika yang justru menunjukkan adanya kaitan emosi positif terhadap penurunan kadar stres dan depresi sehingga lebih ekspresif dalam mengungkapkan kebahagiaan. Ras-ras ini dianggap sebagai hama yang mencoba mencemari kemurnian dan keunggulan ras kulit putih. seperti dikutip dari MedIndia: Kurangnya pengaruh emosi positif terhadap ekspresi bahagia pada orang Asia diduga karena sebagian besar orang Asia selalu berpegangan pada prinsip Yin dan Yang. "Orang Asia beranggapan kebahagiaan yang muncul adalah sinyal sesuatu yang buruk akan terjadi selanjutnya. seberapa sering memiliki suasana hati yang sedih. Gereja dan organisasi yang terkait dengannya itu tidak hanya bermusuhan dengan orang berkulit hitam. Banyak orang mungkin membayangkan bahwa Ku Klux Klan melakukan sebagian besar serangan dan penindasan terhadap orang berkulit hitam hanya pada 1920-an dan 1930-an. ras lainnya tidak boleh diizinkan hidup di wilayah ras kulit putih. Pandangan Klan inilah yang menjadi dasar dari serangan-serangan yang dilakukan terhadap ras lain di Amerika. Kelompok Klan masih hidup. dan mereka percaya rasa bahagia tersebut akan cepat berlalu. tapi kenyataan itu sudah masuk keranjang sampah sejarah di zaman modern ini. Pemikirannya adalah bahwa ras lain tidak punya hak untuk setiap bentuk kesempatan yang dinikmati oleh ras kulit putih. dan banyak organisasi rasis yang terkait dengan ajaran- ajaran gereja tersebut. Survei yang dilakukan terhadap mahasiswa Asia menunjukkan tidak adanya hubungan emosi positif dengan penurunan kadar stres atau depresi. terdapat banyak sekali gereja Ku Klux Klan. Temuan ini menunjukkan bahwa orang- orang Asia menafsirkan dan memiliki reaksi emosi positif yang berbeda pada kesehatan mentalnya. Saat ini." ujar Janxin Leu. dengan memercayai perlunya suatu kerja sama dalam perjuangan untuk melawan ras- ras tersebut. Studi ini melibatkan 633 mahasiswa asal Asia. yang saat ini begitu meluas di dunia. bahkan dengan nama yang berbeda.

ada yang menjadi penyanyi. serta terdapat pula dalam ragam budaya Amerika Serikat. New York: Basic Books. Kemudian ada spesialisasi. imam. (l981). studi ritual agama dan kesehatan mental mencakup pengkajian praktek keagamaan di seluruh dunia. ritual pengakuan antara penduduk asli Amerika tidak dipaksakan oleh otoritas misionaris tetapi berasaskan adat budaya ini. Penilaian tersebut menyarankan bahwa upacara keagamaan memainkan peran penting dalam mengurangi kecemasan dan isolasi sebagai emosi yang mengakui. I know why the caged bird sings. Manfaat psikologis dari ritual sehingga muncul dari aspek relasional tindakan upacara yang memvalidasi dan memberikan ekspresi emosional dengan realitas pengalaman manusia. H. A. E. ulama. Daughters of copper woman. Darlington. (1937). Psychoanalytic Review. Menurut La Barre (1964). Cameron. Sehingga kemudian diperlukan orang-orang khusus untuk menjadi pemimpin ritual.l50- 164.S. (1971). Giddens. pandhita. atau ada yang melaksanakan korban. BC: Press Gang Publishers. muncullah kasta Imam (golongan Lewi. New York: Bantam Books. The constitution of society. M. (1984).Kesehatan Mental orang Asia untuk sulit mengekspresikan kebahagiaan dan pikiran positifnya. Teknik pelaksanaan ritual itu umumnya rumit dan panjang. Belakangan muncul spesialisasi pengkhotbah. CA: University of California Press. Berkeley. Dalam posisi pemimpin ibadah yang rutin (dan seringkali rumit) inilah. Sehingga lama kelamaan orang cenderung memfokuskan pada Teknik Ritual. Relation in public. (1969). banyak dari para imam yang tidak lagi hanya menjadi pemimpin ritual. Confessions of sins. lalu diperlukan tempat dan jabatan khusus. dll). References Angelou. ada yang sebagai pendoa. "Jadi terapi yang mengandalkan emosi dan berpikir positif pada orang barat mungkin tidak akan cocok digunakan untuk orang Asia dan bisa saja membuat pasien merasa lebih buruk. Goffman. Belakangan. A. tetapi mengarahkan perhatian pada teologi. menyatakan. Ritual itu intinya terletak pada pelaksanaannya dengan tepat. dan konfrontasi." ungkap Leu. Sebagai analisis lintas-budaya. 24. pengakuan. brahmana. 145 . dan perspektif tentang katarsis serta menekankan hubungan antara pelepasan perasaan dan hubungan sosial interaktif yang menjadi ciri ritual berkabung. pendeta. Vancouver.

E. C. Jackson. (1959). O. New York: McGraw-Hill. &Cudahy. D. 50. (l959). Religion: An anthropological view: New York: Random House. IL: Free Press. (1965).I65. Norbeck.). (1979). 36-49). W.A. American Museum of Natural History. In . Anthropological Papers.). Sociological analysis. H. (1969).W. Kelly. New York: Vintage.E. 265-279. ( 1964) . Death and the family. Wallace. Mandelbaum. (l982). ( I959) Grief and ritual. Jacobs.Confession as a cathartic therapy in American Indian tribes. Southwestern Journal of Anthropolgy. In H. (1969). The ritual process. Collective research for identity. The importance of mourning. Death grief and mourning in contemporary Britain. J .F. 189-217). NewYork:The Rabbinical Assembly. Rinehart & Winston. T. J. New York:Harper & Row.J. 11. Social uses of funeral rites. T. Chicago: Aldine. Magic. (1989).(1974). E. Feifel (Ed. 151. La Barre. and ceremonies of the Plains Ojibway and Plains Cree Indans. Anger: The misunderstood emotion. Kiev(Ed. The meaning of death (pp. A. (1949). ( 1969). ( l9 14). Cocopa attitudes and practices with respect to death and mourning. A. Feifel (Ed. faith. New York: Simon &Schuster .G. Political organizations cults. Mahzor for Rosh Hashanah and Yom Kippur. Reik. The effects of ritual healing on female victims of abuse: A study of empowerment and transformation.Kesehatan Mental Gorer.). New York: Holt. Scheff. In H. V. Catharsis in healing ritual.L. Skinner . and drama.The compulsion to confess. Harlow. and healing (pp.(1961).). Klapp. C.540 Tavris. 213-218). G.(1978). W. 5 . Straus. 146 . New York:Farrar. CA: University of California Press. Glencoe. Pincus. Turner. New York: McGraw-Hill. The meaning of death (pp.(Ed. L. Religion in primitive society. Berkeley. London: The Crosset Press.

Dahlan P.Salam Abd Gaffar. 1999 A. 2006 A. Pendekatan Multidisipliner. Abdullah. Wiramihardja. Jakarta: FK UI. Dalam Ilmu Penyakit Dalam jilid II.Tafsir Baru Studi Islam dalam Era Multi Kultural. Dalam Ilmu Penyakit Dalam jilid II. Muqaddimah fi al-Sihhah al-Nafsiyah Teheran: Dar an- Nahdah al’Arabiyah. Taufik dan M.H. 2005 147 . 2002 Abdullah. Metodologi Penelitian Agama. Asdie. 2006. Yatmin. Jakarta: Sinar Grafika Offset. Migren dan Sakit Kepala. Yogyakarta. 1999 Arsyad Z.. 2001 Agus. Aspek Psikosomatis Obesitas. IAIN Sunan kalijaga-Kurnia Kalam Semesta. 1977 Abdullah. Jakarta: Raja Grapindo Persada. Jakarta: FK UI. 2006. Pengantar Psikologi Abnormal Bandung: PT. Yogyakarta: Lembaga Penelitian UIN Sunan Kalijaga. M. --------------------------. Syahbuddin S. Agama dalam Kehidupan Manusia.Kesehatan Mental DAFTAR KEPUSTAKAAN Abd. dkk. Rusli Karim..I. Metodologi Penelitian Agama Sebuah Pengantar Cet. Amin. Bustanuddin. Sutardjo. Pengantar Antropologi Agama. Studi Islam Kontemporer Cet. 1990 Aesculapsius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Refika Aditama.II. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogyakarta.

. Agama dalam Perspektif Sosiologi Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1984 Djamari. Usus al-Sihhah al-Nafsiyah Kairo: Dar al-Nahdah al-Misriyah. Metode Penelitian Sejarah Cet IV. Robert. F & Widury. 1970 Budihalim S. Sindrom Fungsional pada traktus Digestivus. Psikosamatis Dalam : Ilmu Penyakit Dalam jilid II. 2005 Frank.). Jakarta: Logos Wacana Ilmu.1999 Burhanuddin Yusak. 2000 E. 2005 --------------------. What Price the Moral High Ground ? Ethical Dilemmas in Competitive Environments (Oxford: Princeton University Press. 1988 Dudung Abdurahman. Aneka Pendekatan Studi Agama (Yogyakarta: LKiS. Ilmu Jiwa Agama Cet. Darajat.Psikologi Abnormal Klinis Dewasa Jakarta : Universitas Indonesia. Dalam Ilmu Penyakit Dalam jilid II. 1999 Budihalim S.XVIII. Dalam : Ilmu Penyakit Dalam jilid II Jakarta: FK UI .1999 Connolly.XVIII. Kesehatan Mental Bandung: CV Pustaka Setia. 2004 148 . Psikofarmaka dan Psikosamatik. 2005 D.H. 2005. Kesehatan Mental Cet. Jakarta: BPK Gunung Mulia.Kesehatan Mental Al-Qoussy. Peter (ed. Zakiah.Haji Masagung.. Dalam : Ilmu Penyakit Dalam jilid II. J. Jakarta: FK UI Jakarta. Jakarta: FK UI. Jakarta: FK UI 1999 -----------. 2002.Rismiyati. Sosiologi Agama. Jakarta: CV. Jakarta: Bulang Bintang. “Konsep Manusia Menurut Psikologi Behavioristik: Kritik dan Kesejalanan dengan Konsep” Fausiah. Aspek Psikosomatis Ulkus Peptik. 1999 -----------. dan Sukatman D. Koesma. Hendropuspito.

‘Amal al-Madrasi Kairo: al-Nahdah al-Misriyah. Magarius. Dalam Ilmu Penyakit Dalam jilid II Jakarta: FK UI. 2006 Kaplan. 1974 Mansyur A. Sinopsis Psikiatri. jilid 1. Saddock. edisi ketujuh.II. Pengembangan Kesehatan Perkotaan ditinjau dari Aspek Psikososial. Jilid II. J. Jakarta: Radar Jaya Offset Jakarta. Dalam : Kapita Selekta Kedokteran. Al-Quran Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa Cet.I.1997 Kaplan. Aspek Psikosomatis. Jakarta: Bina Rupa Aksara. Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat Departemen Kesehatan. 1986 L. 2003. jilid 1. Jakartta: Media Aesculapius FK UI 1999 Maslow. Patologi Sosial 3 Cet. CV Mandar Maju. 1999 Kartini.VI. Psychiatry Law 32 (4): 2004 Hawari. (makalah). Hygiene Mental dan Kesehatan Mental Dalam Islam Cet.J. 1997 Kapita Selekta Kedoktera.H. Jakarta: Binarupa Aksara. al-Sihhah al-Madrasiyah wa al. Bandung: Mandar Maju.Dana Bhakti Prima Yasa. Acad. Jakarta: Media Langgulung. Am. Teori-Teori Kesehatan Mental Cet. Hasan Langgulung. Dadang. Bandung. Edisi ketiga. 1972 149 . Edisi VII. 1989 -------------------. dkk. The Further Reaches of Human Nature New York: The Viking Press. Panggabean. Gangguan Psikosomatis. Kartini. B.I.Grebb. Jakarta: PT. Sadock.XI. 2004 Kadri. "Co-occurrence of personality disorders in persons with kleptomania: a preliminary investigation".Kesehatan Mental Grant JE. Sinopsis Psikiatri : Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis.

Budihalim S. 1993 Raymond F. J. Biran S.I.Studi Hukum Islam dengan Pendekatan Sosiologi. Jakarta: Darul Falah. Abuddin. Handbook of The Psychology of Religion and Spirituality New York: The Guilford Press. Nasution H. Soetomo. 1996 Pedoman Diagnosis Dan Terapi Surabaya: Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan RSUD Dr. Anoreksia Nervosa.Paloutzian Crystal L.A.1999 150 .. Dalam Ilmu Penyakit Dalam jilid II. Fitrah & Kepribadian Islam: Sebuah Pendekatan Psikologis. Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktek Cet. Psikologi Abnormal jilid 1. Daniel L. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jakarta : Erlangga. & Greene.1999.. Pidato Pengukuhan Guru Besar IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta...S. 2005 Sukatman D. Aspek Psikosomatis Gangguan Pernafasan. Jakarta: FK UI . M.1980 Mudzhar. Rathus. Budihalim S. Kedokteran Psikosamatis. 2003 Pals. 2003 Olson. Nevid. Dalam : buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid II edisi IV Jakarta: FK UI Jakarta 2006 Mujib. 15 September 1999 Mudjadid. Abdul. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. (ed).Park. Surabaya: Airlangga University Press. 2003.Kesehatan Mental Maramis.. Metodologi Studi Islam Cet V.N. Carl. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 1998 -----------------------. Seven Theories of Religion New York: Oxford University Press. Jakarta: FK UI. rujukan ringkas dari PPDGJ- III. B. S. Theory and Method in the Study of Religion. 2000. Dalam : Ilmu Penyakit Dalam jilid II.1999 Nata. 1994 Rusdi Maslim (editor) Diagnosis Gangguan Jiwa. Atho.III. a Selection of Critical Readings Canada: Thomson Wadsworth.

Surabaya: Airlangga University Press. 1987 Supratinya. 2004 Suryabrata. Leadership. Metodologi Penelitian Agama: Teori dan Praktis Jakarta: Grafindo Persada.1999 Sumintradja. LAB/UPF Ilmu Kedokteran Jiwa. Vol. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sumardi. Yogyakarta: Kanisius.VI. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa Cet.Martin. No. Jakarta CV.F. Mengenal Perilaku Abnormal. Fatawa Al-Ilaj bil Qur’an wa Sunnah. Mental Hygiene Perkembangan Kesehatan Mental dalam Kajian Psikologi dan Agama Bandung: Pusta Bani Quraisy . Elmira N.Mike. 1995 Syaikh Ibnn Baz. Ibn Utsaimin. Ilmu Jiwa Agama Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Rajawali. Aspek Psikosomatis Penyakit Reumatik Dalam Ilmu Penyakit Dalam jilid II. From Morality to Mental Health Virtue and Vice in a Therapeutic Culture Oxford: Oxford University Press.2004 Umam Kh.Maramis. 1 W. “Konsep Manusia Menurut Psikoanalisa: Eksplansi. 2006 W. Yusuf.Kesehatan Mental -----------------------------------------------. Ar-Ruqa ma Yata’allahqu Biha Al-Lajnah al-Daimah Syamsu. Jakarta: FK UI. Psikologi Kepribadian Cet. Kritik dan Titik Temu dengan Psikologi Islami” dalam Metodologi Psikologi Islami Cet. 1982. 1992 Winter "What is Depression". I.II. 2006 151 . 2000 Sururin. III.

khususnya psikologi Islam. Juga dikemukakan sebagian mengenai macam-macam 152 . Paparannya memuat tentang ruang lingkup kesehatan mental yang diawali dari pandangan para pakar kesehatan mental tentang pengertian.Kesehatan Mental KESEHATAN MENTAL Oleh Prof. MA 2011 KATA PENGANTAR Buku kesehatan mental ini adalah lanjutan dari buku Kesehatan Mental dan Terapi Islam yang sudah dicetak beberapa kali.M.Sattu Alang.Dr.H. ciri serta sejarah lahirnya ilmu kesehatan mental sebagai salah satu disiplin ilmu psikologi.

Pada bagian terakhir kami sajikan beberapa pandangan tentang agama dan kesehatan mental (versi dunia barat).Hj. Dan kepala Kasubdit.Machasin.A. Pendidikan Tinggi Islam Dr.Qadir Gassing. Juga kepada Dra. Hal ini penting agar wawasan tentang kesehatan mental baik menurut pandangan dari kalangan pakar muslim mapun dari para pakar yang menggeluti agama dan kesehatan mental di dunia barat.Muhammad Ali.Dr. Bahan-bahan atau referensi dalam buku ini. Olehnya itu.Sitti Trinurmi. MA. Contoh kasus yang dipaparkan bersumber dari.MS) yang mencanangkan seribu buku pada masa kepemimpinannya Ucapan terima kasih saya haturkan juga kepada Prof. Juga kepada Rektor UIN Alauddin Makassar (Prof. Direktur Pendidikan Tinggi Islam Prof.Sewang.Kesehatan Mental gangguan jiwa dan penyakit jiwa serta bagaimana menangani setiap kasus kejiwaan tersebut lewat terapi agama dan pendekatan medis.Muhammad Zein .H. dalam mengenal dan memahami beberapa masalah kejiwaan serta upaya menuntun para klien untuk menemukan kembali jati dirinya dalam artian sehat jasmani dan rohani yang dalam bahasa agama “hasanah fi al-Dunyah wa al-Akhirah”. Juga ditambah dengan berbagai pendekatan dalam memahami agama.H.Hal ini penting untuk memperkaya dan memperluas wawasan mahasiswa dan pembaca lainnya tentang pentingnya pemahaman agama bagi diri seseorang.Dr.Ahmad M. saya mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Islam Departemen Agama Republik Indonesia Prof. MA.H.MA. banyak bersumber dari buku-buku para pakar psikologi Islam dan para pakar kesehatan mental serta bahan-bahan yang diperoleh lewat internet. utamanya yang sudah meraih gelar doktor dan profesor. surat kabar dan internet. M. MA. Buku ini juga. Buku ini bertujuan untuk membantu para dosen dan mahasiswa jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi.Dr. selaku Pembantu Rektor Bidang Akademik bersama jajarannya yang berkenan menerbitkan buku ini. HT. Buku ini juga memuat muatan-muatan sebagian silabi mata kuliah Kesehatan Mental dan mata kuliah Psikoterapi Islam bagi mahasiswa semester IV (empat) dan VI (enam) jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam pada Fakultas Dakwah dan Komunikai. majalah.Dr. 153 .Pd.I yang bersedia mengoreksi/mengedit bahasa buku ini. saya hadirkan kepermukaan sebagai hasil motivasi dari research fellow ke luar negeri (Jerman) dalam peningkatan mutu dosen Pendidikan Tinggi Islam dalam meningkatkan wawasan intelektual dan budaya meneliti dan menulis bagi para dosen. Kemudian diolah dan dianalisa apa adanya serta didukung ayat-ayat al-Quran dan berbagai kasus- kasus yang kami tangani beberapa tahun.

serta saya mengharapkan masukan-masukan dan perbaikan demi terwujudnya sebuah buku yang layak. Sejarah Kesehatan Mental Bagian Kedua Gangguan Jiwa A. Pengertian Kesehatan Mental B.Dr.Kesehatan Mental khususnya bahasa yang digunakan dalam penulisan. M. Makassar.M. Klasifikasi Gangguan Jiwa 154 . Saya pilih sebagai editor dengan pertimbangan beliau adalah dosen Psikologi dan Bahasa Indonesia.Prof. 25 Oktober 2011 .H. Semoga buku ini bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat.Sattu Alang.A DAFTAR ISI Bagian Pertama Ruang Lingkup Kesehatan Mental A.

Gangguan Kepribadian 5. Gangguan Psikosomatik 7. Pengertian Penyakit Jiwa 2. Paranoia c. Manicdepressive d. Penemu Pengobatan Penyakit Jiwa 5.Kesehatan Mental B. Depresi 3. Macam-Macam Gangguan Jiwa 1. Schizophrenia b. Kleptomania e. Psikosis 3. 2. Berbagai Pendekatan Dalam Memahami Agama 6. 155 . Kecemasan 4. Gangguan Mental Organik 6. Retardasi Mental (Keterebelakangan Mental Bagian Ketiga Penyakit Jiwa 1. Agama dan Kesehatan Mental (Versi Dunia Barat) Daftar Pustaka . Macam-Macam Penyakit Jiwa a. Neurosis f. Tanda-tanda Utama dari Penyakit Jiwa 4. Ilmuwan Islam. Skizofrenia.