You are on page 1of 20

I.

LATAR BELAKANG
Pendidikan seks merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan
tentang fungsi organ reproduksi dengan menanamkan moral, etika, serta
komitmen agama agar tidak terjadi "penyalahgunaan" organ reproduksi tersebut.
Menurut kamus, kata "pendidikan" berarti "proses pengubahan sikap dan
tata laku kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya
pengajaran dan latihan. Sedangkan kata seks mempunya dua pengertian. Pertama,
berati jenis kelamin dan yang ke dua adalah hal ihwal yang berhubungan dengan
alat kelamin, misalnya persetubuhan atau sanggama. Padahal yang disebut
pendidikan seks sebenarnya mempunyai pengertian yang jauh lebih luas, yaitu
upaya memberikan pengetahuan tentang perubahan biologis, psikologis, dan
psikososial sebagai akibat pertumbuhan dan perkembangan manusia.
Pendidikan seks berusaha menempatkan seks pada perspektif yang tepat
dan mengubah anggapan negatif tentang seks. Dengan pendidikan seks kita dapat
memberitahu anak-anak usia sekolah dasar bahwa seks adalah sesuatu yang
alamiah dan wajar terjadi pada semua orang, selain itu juga dapat diberitahu
mengenai berbagai perilaku seksual berisiko sehingga mereka dapat
menghindarinya.
Manfaat dari adanya pendidikan seks adalah anak-anak dapat mengerti
dan memahami dengan peran jenis kelaminnya, menghapus rasa ingin tahu yang
tidak sehat serta memperkuat rasa percaya diri dan bertanggung jawab pada
dirinya.Tidak hanya itu, dengan adanya pendidikan seks sejak dini maka dapat
menjauhkan anak-anak yang rentan terhadap pelecehan dan kekerasan seksual.
Menurut data dari KPAI (Komisi Nasional Perlindungan Anak
Indonesia) tahun 2013 mengenai pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi
pada anak-anak menunjukkan angka yang fantastis. Sebanyak 3.023 kasus
pelanggaran hak anak terjadi di Indonesia dan 58 persen atau 1.620 anak jadi
korban kejahatan seksual. Samsul Ridwan, sekretaris komnas perlindungan anak,
mengungkapkan, jika dibandingkan dengan tahun 2012, jumlah tahun 2013
meroket tajam hingga mencapai 60 persen. Dilihat dari klasifikasi usia, dari 3.023
kasus tersebut, sebanyak 1.291 kasus (45 persen) terjadi pada anak berusia 13
hingga 17 tahun, korban berusia 6 hingga 12 tahun sebanyak 757 kasus (26
persen), dan usia 0 hingga 5 tahun sebanyak 849 kasus atau 29 persen.
Tidak hanya di Indonesia, peningkatan kasus kekerasan seksual juga
terjadi di Bali. Jika dilihat dari kasus selama tahun 2013, kasus kekerasan seksual
pada anak maupun kasus perkosaan meningkat. Berdasarkan data dari Januari
hingga Juni 2013, kasus kekerasan seksual pada anak tercatat 15 kasus. Selain
kasus kekerasan seksual pada anak, juga terjadi kasus perkosaan 8 kasus, 11 kasus
perzinahan, satu kasus kekerasan pada anak dan 25 kasus kekerasan pada rumah
tangga (Bali Post, 2013)
Pasar Badung bagi warga Denpasar merupakan tempat berbelanja,
namun tidak banyak yang tahu banyak anak-anak dibawah umur bekerja disana
tanpa pengawasan dari orang tua dan pendidikan yang memadai. Fenomena ini
menjadikan pemerintah Kota Denpasar sulit menciptakan Kota layak anak
Puluhan pekerja anak Pasar Badung yang mayoritas adalah warga yang
berasal dari Pedahan Kaja Karangasem memanfaatkan gedung lantai 3 di pasar
badung sebagai sarana belajar. Selama observasi, 90% dari anak-anak yang
belajar disana tidak mengetahui mengenai pendidikan seks berupa personal
hygine saat BAB dan BAK serta menjaga diri dari orang asing yang berniat jahat
Tentunya fenomena tersebut merupakan salah satu faktor semakin
meningkatnya kasus pelecehan seksual pada anak-anak terutama anak SD. Maka
dari itu diperlukan pendidikan seks sejak dini pada anak SD. Pendidikan seks
yang diberikan harus menyesuaikan dengan umur dari anak-anak tersebut. Untuk
anak yang masih duduk di sekolah dasar, materi yang harus dipahami adalah
memahami perbedaan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), informasi asal-
usul manusia, membersihkan alat genital dengan benar agar terhindar dari kuman
dan penyakit.
II. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan kesehatan selama 40 menit tentang sex
education anak-anak SD usia5-7 serta orang tua disekitar pasar badung
dapat memahami tentang sex education dan melindungi diri dari pelecehan
seksual.
2. Tujuan Khusus
Setelah selesai mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan selama 40
menit di area pasar badung diharapkan anak SD usia5-7 tahun dan orang
tua mampu:
a. Menjelaskan seks education
b. Menjelaskan manfaat seks education bagi anak
c. Menjelaskan cara menyampaikan pendidikan seks pada anak
d. Menyebutkan cara menjaga kebersihan
e. Menyebutkan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang
lain
f. Menjelakan tindakan pencegahan saat kejahatan seksual akan
terjadi

III. MATERI
Adapun materi yang disajikan sebagai berikut:
1. Pengertian Seks education
2. Manfaat seks education bagi anak .
3. Cara menyampaikan pendidikan seks pada anak
4. Cara menjaga kebersihan alat genelatia
5. Menyebutkan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain
6. Tindakan pencegahan saat kejahatan seksual akan terjadi
IV. METODA
Adapun metode yang digunakan dalam Penyuluhanantaralain :
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Demonstrasi

V. ALAT/MEDIA
1. ALAT
a) Meja
b) Kursi
c) LCD
d) Layar
e) Laptop
2. MEDIA
a) Slide
b) Leaflet
c) Video
d) Media demonstrasi berupa tubuh gambar manusia

VI. SUMBER
Artikel kesehatan di : http://www.tanyadok.com/seksualita/cara-merawat-alat-
kelamin
David,Finkelhor.2010.Seksuality Victimesed Children.online.available:
http://books.google.com/books?id=3wXsG0XFW14C&printsec=frontc
over&dq=david+finkelhor&hl=en&sa=X&ei=0u01VN3lPM7FPZWlg
cAG&ved=0CCgQ6AEwAA#v=onepage&q=david%20finkelhor&f=f
alse. Diakses tanggal 20 September 2014
Djuanda, Adhi. 1994. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Ed. 2. Jakarta :
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Kompasiana.2011.Pendidikan Seks Untuk
Anak.Online.Available:http://kesehatan.
kompasiana.com/seksologi/2014/08/18/pendidikan-seks-sex-
education-untuk-anak-666897.html. Diakses tanggal 20 September
2014
Masyur,Aliem.2010.Pendidikan Seks Anak Usia
Dini.Online.Available:http://www.
slideshare.net/AliemMasykur/pendidikan-seks-anak-usia-dini. Diakses
tanggal 20 September 2014
Widjanarko, Bambang. 2006. Ilmu Ginekologi Dasar. Jakarta : Bagian
Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya.

VII. SASARAN
Seluruh siswa SD di panti asuhan Darma Jati Denpasar

VIII. WAKTU
Hari/tanggal : Minggu, 10 Mei 2015
Waktu : 09.00 Wita

IX. SETTING KEGIATAN


N WAKTU MATERI KEGIATAN KEGIATAN
O PENYULUH AUDIEN
1 5 Menit Pembukaan Perkenalan Diri, Mendengarkan,
Menjelaskan Tujuan, Memperhatikan
dan Apersepsi dan Mencatat
2 15 Menit Penyajian MATERI: Mendengarkan,
Materi 1. Pengertian Memperhatikan
Seks dan Mencatat
education
2. Manfaat seks
education
bagi anak .
3. Cara
menyampaik
an
pendidikan
seks pada
anak
4. Cara menjaga
kebersihan
alat genelatia
5. menyebutkan
bagian tubuh
yang tidak
boleh
disentuh oleh
orang lain
6. Tindakan
pencegahan
saat
kejahatan
seksual akan
terjadi
3 10 Menit Video dan Memutarkan video, Menyaksikan
Demonstrasi memberikan video yang
kesempatan pada disajikan, saat
anak-anak SD usia demonstrasi
5-7 tahun untuk anak-anak
menunjukkan bagian antusias.
tubuh yang tidak
boleh di sentuh
4 10 Menit Evaluasi Tanya Jawab Aktif Bertanya
dan Menjawab
5 5 Menit Penutup Menutup

X. TEMPAT
Penyuluhan dilaksanakan di Panti Asuhan Darma Jati Denpasar
Settiing Tempat

LAYAR MODERATOR

PENYULUH

LCD

AUDIEN AUDIEN AUDIEN

AUDIEN AUDIEN AUDIEN


N DIEN
XI. RENCANA EVALUASI
A. Struktur
1. Persiapan media dan alat
Media dan alat yang digunakan dalam penyuluhan kesehatan semua
lengkap atau dalam kondisi baik dan bisa digunakan saat ceramah
dan tanya jawab yang telah disiapkan lima hari sebelum diberikan
penyuluhan.
2. Persiapan Materi
Materi yang disiapkan dalam bentuk makalah, dan ditulis dalam
bentuk slide dan leaflet untuk mempermudah dalam penyampaiannya
yang telah disiapkan lima hari sebelum diberikan penyuluhan.
3. Undangan / peserta penyuluhan
Anak SD sebanyak 30 orang
B. Proses Penyuluhan
1. Kehadiran minimal 80% mengingat pentingnya pemahaman
terhadap seks education dini pada anak SD usia 5-7 tahun
2. Minimal 60% peserta aktif mendengarkan materi yang
disampaikan
3. Didalam proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara
penyuluh dan peserta
4. Peserta yang hadir diharapkan tidak ada yang meninggalkan
tempat penyuluhan
5. Minimal 20% peserta mengajukan pertanyaan mengenai materi
yang diberikan
C. Hasil Penyuluhan
1. Jangka Pendek
Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit, peserta :
a. Minimal 60% dapat menjelaskan pengertian
Pengertian Seks education
b. Minimal 50% dapat menjelaskan Manfaat seks
education bagi anak
c. Minimal 50% dapat menjelaskan cara
menyampaikan pendidikan seks pada anak
d. Minimal 50% menyebutkan Cara menjaga
kebersihan alat genelatia serta bagian tubuh yang
tidak boleh di sentuh oleh orang lain
e. Minimal 80% mampu menyebutkan bagian tubuh
yang tidak boleh disentuh oleh orang lain
f. Minimal 50% dapat menjelaskan cara mencegah
Tindakan pencegahan saat kejahatan seksual akan terjadi.
2. Jangka Panjang
Meningkatkan kesadaran akan pentingnya seks
education sejak dini kepada anak serta meningkatkan
pemahaman anak terhadap seks education sesuai dengan
umurnya.
LAMPIRAN I
MATERI

A. Seks Education
Pendidikan seks usia dini dapat memberikan pemahaman anak akan
kondisi tubuhnya, pemahaman akan lawan jenisnya, dan pemahaman untuk
menghindarkan dari kekerasan seksual. Pendidikan seks yang dimaksud di
sini adalah anak mulai mengenal akan identitas diri dan keluarga, mengenal
anggota-anggota tubuh mereka, serta dapat menyebutkan ciri-ciri tubuh. Cara
yang dapat digunakan mengenalkan tubuh dan ciri-ciri tubuh antara lain
melalui media gambar atau poster, lagu dan permainan. Pemahaman
pendidikan seks di usia dini ini diharapkan anak agar anak dapat memperoleh
informasi yang tepat mengenai seks. Hal ini dikarenakan adanya media lain
yang dapat mengajari anak mengenai pendidikan seks ini, yaitu media
informasi. Sehingga anak dapat memperoleh informasi yang tidak tepat dari
media massa terutama tayangan televisi yang kurang mendidik. Dengan
mengajarkan pendidikan seks pada anak, diharapkan dapat menghindarkan
anak dari risiko negatif perilaku seksual maupun perilaku menyimpang.

B. Manfaat seks education bagi anak SD


1. Mengerti dan memahami dengan peran jenis kelaminnya
Dengan diberikannya pendidikan seksualitas pada anak, seorang anak
laki-laki diharapkan tumbuh dan berkembang menjadi laki-laki
seutuhnya, begitu pula dengan anak perempuan, diharapkan tumbuh
dan berkembang menjadi seorang perempuan seutuhnya. Sehingga
tidak ada lagi yang merasa tidak nyaman dengan peran jenis kelamin
yang dimilikinya.
2. Menerima setiap perubahan fisik yang dialami dengan wajar dan apa
adanya
Masa kanak-kanak adalah masa dimana seorang manusia sedang
mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik maupun
psikis. Terutama saat mereka mulai memasuki masa pubertas, dimana
perubahan fisik dan psikis mengalami tahap paling cepat dibandingkan
dengan masa sebelum dan sesudahnya. Dengan diberikannya
pendidikan seksualitas menjadikan anak-anak mengerti dan paham
tentang bagaimana mereka menyikapi perubahan-perubahan tersebut,
sehingga mereka tidak akan merasa asing, kaget, bingung, dan takut
saat menghadapinya
3. Menghapus rasa ingin tahu yang tidak sehat
Sebaiknya, orang-orang terdekat seperti orang tua dan guru bisa
menjadi sosok yang menyenangkan bagi anak untuk bisa memenuhi
rasa ingin tahunya yang menggebu tentang banyak hal termasuk
tentang seksualitas. Ini dimaksudkan agar anak tidak memutuskan
untuk mencari tahu jawaban akan pertanyaan-pertanyaannya melalui
teman, komik, VCD, ataupun media lainnya yang tidak menjamin
anak mendapatkan informasi yang sebenar-benarnya.
4. Memperkuat rasa percaya diri dan bertanggung jawab pada dirinya
Percaya diri akan timbul jika seorang anak sudah merasa nyaman
dengan dirinya. Anak akan merasa nyaman pada dirinya jika telah
mengetahui setiap bagian dari dirinya juga fungsi dari bagian-bagian
tersebut. Sehingga, anak akan mengetahui apa yang boleh dan yang
tidak boleh dilakukan. Pada akhirnya, anak akan mulai belajar untuk
bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

C. Cara Menyampaikan Seks Education pada Anak


Salah satu cara menyampaikan pendidikan seksual pada anak dapat
dimulai dengan mengajari mereka membersihkan alat kelaminnya sendiri.
Dengan cara mengajarkan anak untuk membersihkan alat genitalnya dengan
benar setelah buang air kecil (BAK) maupun buang air besar (BAB), agar
anak dapat mandiri dan tidak bergantung dengan orang lain. Pendidikan ini
pun secara tidak langsung dapat mengajarkan anak untuk tidak sembarangan
mengizinkan orang lain membersihkan alat kelaminnya.
Pengenalan seks pada anak dapat dimulai dari pengenalan mengenai
anatomi tubuh. Kemudian meningkat pada pendidikan mengenai cara
berkembangbiak makhluk hidup, misalnya pada manusia. Sehingga orangtua
dapat memberikan penjelasan mengenai dampak-dampak yang akan diterima
bila anak sudah melakukan hal-hal yang menyimpangnya.
Cara menyampaikan pendidikan seksual itu pun tidak boleh terlalu
vulgar, karena justru akan berdampak negatif pada anak. Di sini orangtua
sebaiknya melihat faktor usia. Artinya ketika akan mengajarkan anak
mengenai pendidikan seks, lihat sasaran yang dituju. Karena ketika anak
sudah diajarkan mengenai seks, anak akan kristis dan ingin tahu tentang
segala hal.
` Jika menunda memberikan pendidikan seks pada saat anak mulai
memasuki usia remaja, maka itu sudah terlambat. Karena di zaman di mana
informasi mudah didapat dari Internet dan teman sebaya, maka saat anak usia
remaja mereka telah mengetahui lebih banyak tentang seks dan kemungkinan
besar dari sudut pandang yang salah.
Cara yang dapat digunakan mengenalkan tubuh dan ciri-ciri tubuh
antara lain melalui media gambar atau poster, lagu dan permainan.
Pemahaman pendidikan seks di usia dini ini diharapkan anak agar anak dapat
memperoleh informasi yang tepat mengenai seks. Hal ini dikarenakan adanya
media lain yang dapat mengajari anak mengenai pendidikan seks ini, yaitu
media informasi. Sehingga anak dapat memperoleh informasi yang tidak tepat
dari media massa terutama tayangan televisi yang kurang mendidik.
Karena rasa ingin tahu yang besar, jika anak tidak dibekali pendidikan
seks, maka anak tersebut akan mencari jawaban dari orang lain, dan akan
lebih menakutkan jika informasi seks didapatkan dari teman sebaya atau
internet yang informasinya bisa jadi salah. Karena itu, lindungi anak-anak
anda sejak dini dengan membekali mereka pendidikan mengenai seks dengan
cara yang tepat..
Pendidikan seksual yang benar harus memasukkan unsur-unsur hak
asasi manusia. Juga nilai-nilai kultur dan agama diikutsertakan sehingga akan
merupakan pendidikan akhlak dan moral juga.

D. Menjaga Alat Kebersihan Genetalia


1. Setelah buang air kecil atau besar
Usahakan untuk selalu mencuci bagian luar alat kelamin dengan air
dan sabun. Untuk wanita, siramlah dengan air dengan arah depan ke belakang
dan bukan sebaliknya. Hal ini untuk mencegah masuknya kuman dari dubur
ke vagina. Untuk pria, cukup hanya membersihkan dengan air bersih.
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan : Jika tidak tersedia air atau tisu,
maka Anda dapat menggunakan tisu basah khusus untuk daerah kewanitaan.
Tapi, penggunaan tisu yang terlalu sering dapat membunuh flora normal
(bakteri baik) daerah kewanitaan yang sebenarnya berguna untuk menjaga
kesehatan daerah kewanitaan. Selain penggunaan tisu basah, sabun khusus
daerah kewanitaan yang beredar di pasaran sebaiknya juga jangan terlalu
sering digunakan. Tetap usahakan mencuci dengan air bersih saja. Tetapi, jika
ingin menggunakan sabun, pakailah sabun yang tidak ada kandungan parfum
dan mempunyai pH (derajat keasaman) sesuai dengan daerah kewanitaan,
yaitu sabun lunak (dengan pH 3,5), seperti sabun bayi. Setelah memakai
sabun, hendaklah basuh dengan air sampai bersih karena sisa sabun yang
tertinggal dapat menimbulkan penyakit. Setelah dibasuh, keringkan namun
jangan digosok. Penggunaan sabun pun sebaiknya hanya di bagian luar saja.
Bagi wanita yang sudah bersuami, setelah berhubungan bisa menggunakan
pembersih vagina untuk mengembalikan keasaman vagina, karena sifat
sperma laki-laki adalah basa.
2. Kebersihan pakaian dalam
Sepatutnya dalam sehari, minimal mengganti pakaian dalam sebanyak
dua kali untuk menjaga kebersihan. Selain itu pilihlah bahan celana dalam
yang dapat mudah menyerap keringat, karena jika tidak jamur bisa menempel
di alat kelamin. Hindari untuk saling bertukar pakaian dalam dengan orang
lain bahkan itu keluarga sendiri, karena setiap orang memiliki kondisi kelamin
yang berbeda.
3. Menggunakan toilet umum
Siramlah sebelum menggunakan (flushing), hal ini untuk mencegah
penularan jika ada pengguna lainnya adalah penderita penyakit kelamin.
Sebaiknya gunakan selalu air yang keluar melalui keran atau tissu dan hindari
penggunaan dari bak/ember, karena menurut penelitian air yang tergenang di
toilet umum mengandung 70% jamur candida albicans (penyebab keputihan
dan rasa gatal pada vagina).
4. Hindari menggunakan celana dalam dan celana jeans yang sangat ketat
Memakai celana dalam dan celana jeans yang terlalu ketat di wilayah
selangkangan dapat menyebabkan kulit susah untuk bernafas dan akhirnya
dapat menyebabkan daerah tersebut berkeringat, lembab, mudah terkena
jamur dan teriritasi. Pemakaian celana ketat itu bagi pria dapat membuat
peredaran darah yang tidak lancar dan membuat penis serta testis dalam
keadaan panas. Panas yang berlebihan oleh suhu, keringat dan pakaian yang
terlalu ketat, dapat menurunkan kualitas sperma.

E. BAGIAN TUBUH YANG TIDAK BOLEH DI SENTUH ORANG LAIN


Ada empat area tubuh yang mutlak tak boleh disentuh, kecuali oleh
ibunya atau seseorang yang bisa dipercaya. Empat area itu meliputi mulut,
dada, selangkangan, dan bokong. Orang lain yang juga boleh untuk
menyentuh, tapi tetap harus ditunggui orangtuanya, contohnya adalah dokter,
yang karena pekerjaannya, memang harus memeriksa dan menyentuh bagian-
bagian sensitif tersebut.
Childline menggambarkan perbedaan sentuhan yang nyaman dan
berbahaya. Sentuhan yang terasa nyaman seperti ketika ibu memeluk anak.
Sementara, ketika ibu memegang bagian pribadi tersebut ketika mandi
dimaksudkan untuk kebersihan.
Jika orang yang peduli dan sayang menyentuh kita, itu namanya
sentuhan aman. Selain itu tidak boleh ada orang lain yang menyentuh bagian
pribadi tersebut. Itu salah, itu akan membuat kamu merasa malu, jijik, tidak
nyaman, dan kesal.
Apabila seseorang menunjukkan gambar yang tak senonoh, atau
memaksa melepaskan baju, memegang bagian terlarang, itu semua tidak
aman. Kita menyebutnya sentuhan berbahaya.

F. TINDAKAN YANG ANAK HARUS DILAKUKAN


Pelecehan seksual pada anak adalah segala tindakan seksual terhadap
anak termasuk menunjukkan alat kelamin ke anak, menunjukkan gambar atau
video porno, memanfaatkan anak untuk hal berbau porno, memegang alat
kelamin, menyuruh anak memegang alat kelamin orang dewasa, kontak mulut
ke alat kelamin atau penetrasi vagina atau anus anak baik dengan cara
membujuk maupun memaksa. Pelecehan seksual bisa menimpa siapa saja,
baik terhadap anak lelaki ataupun anak perempuan.
Pada kebanyakan kasus pelecehan seksual, pelaku merupakan orang-
orang dari lingkungan terdekat seperti tetangga atau teman bermain anak .
Banyak kejadian bocah balita dinodai oleh anak-anak usia SD karena iseng
atau ingin tahu. Pengaruhnya atas anak-anak bisa menghancurkan
psiokososial dan tumbuh kembangnya di masa depan.
Karakteristik Pelaku Pelecehan SeksualPelaku pelecehan seksual pada
anak atau pedofil biasanya merayu anak-anak secara bertahap. Pertama-tama,
ia memberikan perhatian khusus pada calon korbannya, umumnya anak yang
kelihatan tidak berdaya dan penurut sehingga mudah dikendalikan. Ia
mungkin juga mencoba mendapatkan kepercayaan orang tuanya dengan
berpura-pura menaruh minat yang tulus kepada si anak dan keluarganya.
Sedikit demi sedikit, ia mulai mengadakan kontak fisik dengan si anak lewat
belaian sayang atau permainan. Ia mungkin sering memberikan hadiah kepada
si anak. Selanjutnya, ia mulai memisahkannya dari keluarga atau teman-
temannya agar bisa berduaan saja dengan si anak. Setelah si pedofil
mendapatkan kepercayaan anak serta orang tua, ia siap beraksi. Ia mungkin
memanfaatkan keingintahuan wajar si anak tentang seks, mengajaknya
mengadakan "permainan istimewa" rahasia, atau memperlihatkan pornografi
kepada anak supaya perilaku demikian tampak normal. Setelah berhasil
memperkosa, ia akan berusaha membungkam si anak dengan berbagai taktik
licik, seperti mengancam, memeras, dan menyalahkan. Dengan mengenali
karakteristik pelaku, Anda akan lebih siap untuk bertindak dalam mencegah
terjadinya hal yang tidak diinginkan.
Tindakan yang harus dilakukan anak ketika ada orang asing
mendekatinya dan berusaha menyentuh empat bagian terlarang adalah
1. Berteriak
2. Meminta tolong
3. Berusaha untuk menghindar dengan berlari.
Lampiran II

EVALUASI

SOAL
1. Apa itu seks education?
2. Bagaimana cara menyampaikan pendidikan seks pada anak?
3. Sebutkan dan tunjukkan bagian tubuh yang tidak boleh di sentuh oleh orang
lain?
4. Apa saja manfaat seks education pada anak?
5. Apa yang harus anak lakukan saat orang lain berusaha melakukan kejahatan
seksual?

JAWABAB
1. Pendidikan seks usia dini dapat memberikan pemahaman anak akan kondisi
tubuhnya, pemahaman akan lawan jenisnya, dan pemahaman untuk
menghindarkan dari kekerasan seksual. Pendidikan seks yang dimaksud di
sini adalah anak mulai mengenal akan identitas diri dan keluarga, mengenal
anggota-anggota tubuh mereka, serta dapat menyebutkan ciri-ciri tubuh.
2. Caranya adalah:
a. Salah satu cara menyampaikan pendidikan seksual pada anak dapat
dimulai dengan mengajari mereka membersihkan alat kelaminnya sendiri.
Dengan cara mengajarkan anak untuk membersihkan alat genitalnya
dengan benar setelah buang air kecil (BAK) maupun buang air besar
(BAB), agar anak dapat mandiri dan tidak bergantung dengan orang lain.
Pendidikan ini pun secara tidak langsung dapat mengajarkan anak untuk
tidak sembarangan mengizinkan orang lain membersihkan alat
kelaminnya.
b. Pengenalan seks pada anak dapat dimulai dari pengenalan mengenai
anatomi tubuh. Kemudian meningkat pada pendidikan mengenai
caraberkembangbiak makhluk hidup, misalnya pada manusia. Sehingga
orangtua dapat memberikan penjelasan mengenai dampak-dampak yang
akan diterima bila anak sudah melakukan hal-hal yang menyimpangnya.
c. Cara menyampaikan pendidikan seksual itu pun tidak boleh terlalu vulgar,
karena justru akan berdampak negatif pada anak. Di sini orangtua
sebaiknya melihat faktor usia. Artinya ketika akan mengajarkan anak
mengenai pendidikan seks, lihat sasaran yang dituju. Karena ketika anak
sudah diajarkan mengenai seks, anak akan kristis dan ingin tahu tentang
segala hal..
d. Cara yang dapat digunakan mengenalkan tubuh dan ciri-ciri tubuh antara
lain melalui media gambar atau poster, lagu dan permainan. Pemahaman
pendidikan seks di usia dini ini diharapkan anak agar anak dapat
memperoleh informasi yang tepat mengenai seks. Hal ini dikarenakan
adanya media lain yang dapat mengajari anak mengenai pendidikan seks
ini, yaitu media informasi. Sehingga anak dapat memperoleh informasi
yang tidak tepat dari media massa terutama tayangan televisi yang kurang
mendidik.
e. Pendidikan seksual yang benar harus memasukkan unsur-unsur hak asasi
manusia. Juga nilai-nilai kultur dan agama diikutsertakan sehingga akan
merupakan pendidikan akhlak dan moral juga.
3. Bagian tubuh yang tidak boleh disentuh adalah:
a. Mulut
b. Dada
c. Selangkangan
d. Pantat
4. Manfaatnya adalah:
a. Mengerti dan memahami dengan peran jenis kelaminnya
b. Menerima setiap perubahan fisik yang dialami dengan wajar dan apa
adanya
c. Menghapus rasa ingin tahu yang tidak sehat
d. Memperkuat rasa percaya diri dan bertanggung jawab pada dirinya
5. Yang harus dilakukan adalah:
a. Berteriak
b. Meminta tolong
c. Berusaha untuk menghindar dengan berlari.
Lampiran III

LEMBAR PENGESAHAN

Mengetahui,
Pembimbing SAP

NLP. Yunianti Suntari.C.A.Per.Pen,, S.Pd,, M.Pd

NIP : 196906211994032002