You are on page 1of 1

CERITA FANTASI

BERTEMU DENGAN PERI BULAN

Sinta adalah anak yang pemalu, setiap hari dia selalu sendiri dalam kamarnya yang luas. Dia hanya
punya satu teman yang sangat menyayangi Sinta. Bella nama sahabatnya. Sinta ingin sekali bermain
keluar dari rumah tapi dia sangat pemalu untuk bergabung dengan anak anak lainnya. Pada malam
hari Sinta tidur dengan pulas sepertinya Sinta capek karena selesai mengerjakan tugas kerajinan dan
matematika yang super sulit. Sangat pulasnya tidur, Sinta bermimpi bertemu dengan Peri Bulan.
A.. Aku dimana ? Kata Sinta gemetar. Tiba tiba datanglah seorang peri dengan sayap
yang indah. Jawab Peri, Kamu sekarang ada di bulan Sinta. Sambil tersenyum. Bagaimana kamu
bisa tahu namaku ? Dan kenapa aku bisa sampai ada di sini Kata Sinta sambil menggaruk kepala.
Kamu siapa ? tanyaku lagi sambil mendekati seorang peri. Aku peri Elisia, peri yang menjaga
tempat ini kata peri Elisia sambil terbang. Kamu berada di sini karena kamu sangat kesepian di
rumah walau ini hanya di dalam mimpi kata peri Elisia sambil mengelus kepalaku. Apakah kamu
tinggal sendirian di sini ? tanyaku dengan penuh keberanian. Ya, tentu saja karena ditempat ini
hanya aku yang tinggal di tempat ini. Jawab peri itu. Sebagai balasanku kepadamu Sinta, aku
memberikanmu sebuah hadiah. Kata peri Elisia sambil menyodorkan kotak berwarna merah kepada
Sinta.

Sinta membuka kotak tersebut dengan perlahan lahan. Alangkah terkejutnya Sinta saat melihat isi
kotak tersebut. Isinya adalah peri peri kecil yang sedang menari nari denganku dan di atas kepala
mereka dikelilingi kupu kupu yang cantik. Sinta pun berterimakasih kepada peri Elisia karena sudah
membuatnya bahagia walau hanya dalam mimpi. Sekarang waktunya Sinta pulang ke rumah, Sinta
pun meminta peri Elisia membawa dia pulang kembali ke rumahnya. Peri Elisia apakah kamu bisa
mengembalikan aku pulang ke rumahku ? Tanya Sinta sambil berharap. Untung saja bisa . Jawab
Peri Elisia dengan tersenyum tetapi kamu harus memejamkan matamu. Tambah peri Elisia
Baiklah. kata Sinta dengan suara pelan. SInta pun memejamkan matanya dan dalam sekejap Sinta
sudah berada dalam kamar tidurnya. Peri Elisia masih berada dalam mimpiku sambil melambaikan
tangan ke aku. Dalam sekejap peri itupun menghilang. Dan aku terbangun karena suara mama yang
keras membangunkan aku. Itu benar benar mimpi yang sangat indah yang pernah ada dalam
mimpiku . Kata Sinta dalam hati sambil tersenyum bahagia. Sejak saat itulah Sinta menjadi anak
yang tidak pemalu lagi. Sejak saat itulah Sinta menjadi punya banyak teman dan tidak kesepian lagi.
Sebelum tidur Sinta selalu membuka kotak pemberian Peri Bulan walaupun dalam mimpi tapi kotak
itu benar benar ada. Saat hendak mau tidur, Sinta mendengar suara yang amat lirih. Semoga kamu
selalu bahagia di sana ya Sinta. Jangan pernah lupakn aku. Itulah kata kata terakhit peri ELisia. Suara
yang lirih yang membuat Sinta meneteskan air mata. Pasti Peri, kamu sekarang adalah sahabatku di
dunia mimpi maupun di dunia nyata Jawab Sinta sambil tersenyum bahagia.

Akhirnya kisah ini berakhir dengan sebuah senyuman bahagia diantara mereka berdua.