You are on page 1of 11

ANTISOCIAL PERSONALITY DISORDER

(Pedologi)

Dosen:

Maria Ulfah, M.Psi, Psi

Disusun Oleh:

Safira Aditriani Filinda 46114010068


Gina Fitriyani 46114010084
Febri Fitriana 46114010090
Vivi Puspita 46114010099

Fakultas Psikologi
2017
Antisocial Personality Disorders
Kriteria Diagnostik

a. Sebuah pola pervasive untuk mengabaikan dan melanggar hak orang lain, yang mulai

terjadi sejak anak berusia 15 tahun, yang terindikasi dengan tiga ciri atau lebih seperti yang

disebutkan dibawah:

1. Gagal menyesuaikan diri dengan norma social, dengan hormat ke perilaku yang

seharusnya, diindikasikan dengan perbuatan yang bisa menjadi dasar penangkapan

(ditahan oleh pihak yang berwenang) secara berulang kali.

2. Ketidakjujuran, diindikasikan dengan berbohong berulang kali, sering ,menggunakan

nama lain, atau penipu orang lain untuk keuntungan atau kesenangan prubadi.

3. Impulsive atau gagal merencanakan sesuatu untuk yang akan datang.

4. Mudah marah dan agresif, diindikasikan dengan seringnya bertengkar secara fisik atau

penyerangan.

5. Gegabah untuk kepentingan dirinya sendiri atau orang lain.

6. Konsisten dalam tidak bertanggungjawab, diindikasikan dengan terjadinya tidak

bisanya menjaga konsistensi berperilaku dalam pekerjaan atau menjaga kewajiban

finansial nya.

7. Kurang penyesalan, diindikasikan dengan bersikap acuh tak acuh atau

merasionalisasikan ketika terluka, tidak diperlakukan dengan baik, atau dicuri dengan

yang lain.

b. Individu setidaknya berusia 18 tahun.

c. Ada bukti yang mengarah ke gangguan sebelum berusia 15 tahun.

d. Terjadinya perilaku antisosial bukan karena individu memiliki schizophrenia atau bipolar.
Diagnostic Features

Fitur penting dari antisocial personality disorders adalah sebuah pola pervasive untuk

mengabaikan dan melakukan pelanggaran hak hak orang lain yang mulai dari sejak masa

kanak kanak atau awal masa remaja dan berlanjut ke masa dewasa. Pola ini juga merajuk ke

ara psychopath, sociopathy, atau dissocial personality disorder. Karena kebohongan dan

manipulasi merupakan ciri utama dari gangguan anti social, akan sangat membantu untuk

mengintergrasikan beberapa informasi yang diperoleh dengan beberapa teknik assesmen klinis

dengan informasi yang dikumpulkan dari sumber yang terjamin. Untuk memberikan diagnosis

ini, individu setidaknya harus berusia 18 tahun (Kriteria B) dan setidaknya sudah menunjukkan

beberapa ciri gangguan perilaku dari sebelum berusia 15 tahun (Kriteria C). Gangguan

perilaku meliputi beberapa pola perilaku repetitive dan tetap dari perilaku di mana hak dasar

dari orang lain atau peraturan yang di langgar. Krakteristik tingkah laku yang spesifik dari

gangguan perilaku terbagi menjadi empat kategori yaitu aggressive ke orang lain dan binatang,

perusakan barang, penipuan atau mencuri, atau pelanggaran aturan yang lebih serius.

Pola dari tingkah laku antisosial berlanjut ke masa dewasa. Individu dengan antisosial

personality disorder gagal untuk menyesuaikan diri dengan norma social yang ada, dengan

rasa hormat kepada peraturan yang ada (Kriteria Al). Mereka mungkin akan berulangkali

melakukan sebuah tingkah laku yang bisa menyebabkan penahanan (tergantung apakah

mereka akan ditahan atau tidak), seperti perusakan property atau barang, mengganggu orang

lain, mencuri, atau mengikuti pekerjaan illegal. Orang dengan gangguan perilaku ini akan

mengabaikan permohonan, hak, atau perasaan orang lain. Mereka lebih sering menipu atau

memanipulasi untuk mendapatkan keuntungan bagi diri nya sendiri (contoh seperti uang, sex
atau kekuatan). Mereka bisa berulang kali berbohong, menggunakan alias atau nama lain,

menipu orang lain, atau berpura pura sakit. Pola impulsivitas nya bisa ditunjukkan dengan

gagalnya untuk membuat sebuah rencana ke depan (Kriteria A3). Keputusan dibuat saat ia

merasa terpacu, tanpa pertimbangan pemikiran sebelumnya dan tanpa mempertimbangkan

konsekuensi bagi yang lain; ini bisa menyebabkan perubahan pekerjaan secara tiba tiba,

tempat tinggal, dan juga suatu hubungan. Individual dengan antisosial personality disorders

cenderung lebih mudah marah dan agresif dan bisa sering terlibat didalam perkelahian secara

fisik atau melakukan penyerangan fisik (termasuk memukuli pasangan atau memukuli anak)

(Kriteria A4). (Perilaku agresif yang dilakukan untuk menjaga diri sendiri atau orang lain tidak

masuk ke dalam beberapa bukti yang perlu dilampirkan). Individu ini juga menunjukkan

kecerobohan dan mengabaikan keamanan untuk diri sendiri atau orang lain (Kriteria A5). Ini

bisa menjadi bukti di perilaku mengemudi (contoh seperti berulang kali ngebut, mengemudi

ketika mabuk, dan terlibat kecelakaan). Mereka mungkin saja terlibat dalam perilaku sexual

atau menggunakan narkoba yang berbahaya dan memiliki resiko yang tinggi. Mereke mungkin

mengabaikan dan gagal untuk merawat anak dengan cara yang benar dan malah bisa

menyebabkan anak dalam bahaya.

Individual dengan antisosial personality disorders juga cenderung konsisten dan sangat tidak

bertanggung jawab (Kriteria A6). Tidak bertanggung jawab dengan pekerjaan dapat

diindikasikan dengan seringnya terlihat menganggur meskipun memiliki peluang pekerjaan

yang besar atau meninggalkan suatu pekerjaan tanpa rencana realistic untuk mendapatkan

pekerjaan yang lain. Bisa terdapat juga pola yang berulang kali dengan ketidak hadiran di

tempat kerja tanpa keterangan sakit seperti dirinya sendiri yang sakit atau keluarga dekat yang

sakit. Tidak bertanggung jawab secara finansial dapat diindikasikan dengan beberapa perilaku
seperti gagal membayar hutang, gagal memberikan kebutuhan untuk anak, atau gagal untuk

mendukung tanggungan lain secara regular. Individual dengan antisosial personality disorder

menunjukkan sedikit penyesalan dari konsekuensi yang telah mereka lakukan (Kriteria A7).

Mereka mungkin acuh tak acuh, atau mungkin memberikan rasionalisasi yang sangat dangkal,

telah menyakiti, menganiaya, atau mencuri dari seseorang. Orang orang ini bisa menyalahkan

korban karena bodoh, tidak berdaya, atau layak mendapatkan perilaku seperti itu karena sudah

nasib mereka, mereka mungkin meminimalisir konsekuensi berbahaya dari tindakan mereka

atau mungkin mereka hanya menunjukkan rasa ketidakpedulian sama sekali. Mereka gagal

dalam berkompensasi atau membuat perubahan untuk perilaku mereka. Perilaku antisosial

tidak bisa di anggap sebagai antisosial personality disorder jika perilaku tersebut terjadi secara

berbarengan dengan schizophrenia atau bipolar disorder.

Associated Features Supporting Diagnosis

Individual dengan antisosial personality disorders biasanya kurang rasa empati nya dan

cenderung tanpa perasaan, sinis, dan merendahkan perasaan, hak, dan penderitaan orang lain.

Mereka mungkin memiliki penilaian diri yang meningkat, dan mungkin terlalu beralasan,

percaya diri, atau sombong. Mereka mungkin akan menunjukkan beberapa kefasihan yang ada

di dirinya juga akan menunjukkan beberapa pesona dirinya dan sangat lancer dalam berbicara

(contoh seperti menggunakan beberapa jargon, mengesankan beberapa orang dengan

perkataannya walaupun orang bisa saja tidak familiar dengan topic nya). Kurang nya empati,

penilaian diri yang meningkat, dan memiliki pesona luar merupakan salah satu fitur atau ciri

yang telah umum masuk kedalam konspepsi traditional dari psychopathy yang mungkin akan

membedakan dari beberapa gangguan lainnya dan lebih prediktif of recidivism di penjara atau

setting forensic, dimana pidana, jahat/nakal, atau agresif cenderung tidak spesifik. Para
individual ini juga bisa sangat tidak bertanggungjawab dan exploitasi di dalam hubungan

sexual nya. Mereka mungkin punya banyak mantan pasangan sexual nya dan mungkin tidak

pernah mempertahankan hubungan monogamy (hanya memiliki satu pasangan). Mereka juga

tidak bertanggung jawab ketika menjadi orang tua, dibuktikan dengan anaknya yang

mengalami kekurangan gizi, penyakit pada anak yang mungkin disebabkan oleh kurang bersih

atau masalah kebersihan, anak yang bergantung kepada tertangga atau orang lain untuk tempat

tinggal atau makan, gagal ketika mengatur jadwal babysitter atau yang menjaga si anak di

rumah ketika si individu ini pergi dari rumah, atau membuang buang uang yang dibutuhkan

untuk keperluan rumah tangga. Individu dengan gangguan kepribadian antisosial mungkin

juga mengalami disforia, termasuk keluhan ketegangan, ketidakmampuan untuk mentolerir

kebosanan, dan mood yang tertekan. Mereka mungkin memiliki gangguan kecemasan,

gangguan depresi, gangguan penggunaan zat, gangguan gejala somatik, gambling disorder, dan

gangguan kontrol impuls lainnya. Individu dengan gangguan kepribadian antisosial juga sering

memiliki fitur kepribadian yang memenuhi kriteria gangguan kepribadian lainnya, terutama

gangguan kepribadian borderline, histrionik, dan narsisistik. Kemungkinan mengembangkan

gangguan kepribadian antisosial pada kehidupan orang dewasa meningkat jika individu

mengalami gangguan onset kelainan masa kanak-kanak (sebelum usia 10 tahun) dan gangguan

attention-deficit / hyperactivity yang menyertainya.

Pelecehan atau pengabaian anak, pengasuhan anak yang tidak stabil atau tidak menentu, atau

disiplin orang tua yang tidak konsisten dapat meningkatkan kemungkinan bahwa kelainan

perilaku akan berkembang menjadi kepribadian antisosial.


Prevalensi

Angka prevalensi kepribadian dua belas bulan, dengan menggunakan kriteria dari DSM

sebelumnya, adalah antara 0,2% dan 3,3%. Prevalensi gangguan kepribadian antisosial

tertinggi (lebih dari 70%) adalah salah satu contoh laki-laki yang paling parah dengan

gangguan penggunaan alkohol dan dari klinik penyalahgunaan zat, penjara, atau setting

forensik lainnya. Prevalensi lebih tinggi pada sampel yang terkena dampak faktor sosial

ekonomi (yaitu, kemiskinan) atau sosiokultural (yaitu, migrasi) yang merugikan.

Pengembangan dan Kursus

Gangguan kepribadian antisosial memiliki jalur yang kronis namun bisa menjadi kurang jelas

atau sesuai dengan pertumbuhan individu yang lebih tua, terutama pada dekade keempat dalam

kehidupan. Meskipun remisi ini cenderung sangat jelas sehubungan dengan terlibat dalam

perilaku kriminal, namun kemungkinan terjadi penurunan spektrum perilaku antisosial dan

penggunaan zat secara keseluruhan. Menurut definisi, kepribadian antisosial tidak dapat

didiagnosis sebelum usia 18 tahun.

Risiko dan Faktor prognostik

Genetik dan fisiologis. Gangguan kepribadian antisosial lebih umum di antara tingkat pertama

kerabat biologis mereka dengan gangguan daripada populasi umum. Risiko untuk saudara

perempuan dengan gangguan cenderung lebih tinggi daripada risiko untuk saudara laki-laki

dengan gangguan tersebut. Kerabat biologis individu dengan gangguan ini juga pada

peningkatan risiko untuk gangguan gejala dan penggunaan narkoba somatik. Gangguan dalam
sebuah keluarga yang memiliki anggota dengan gangguan kepribadian antisosial, laki-laki

lebih sering memiliki antisosial gangguan kepribadian dan gangguan penggunaan zat,

sedangkan perempuan lebih sering memiliki gangguan somatoform. Namun, dalam keluarga

seperti itu, ada peningkatan prevalensi semua gangguan ini pada laki-laki dan perempuan

dibandingkan dengan populasi umum. Studi Adopsi menunjukkan bahwa kedua genetik dan

lingkungan faktor berkontribusi terhadap risiko mengembangkan gangguan kepribadian

antisosial. Kedua anak angkat dan biologis dari orang tua dengan gangguan kepribadian

antisosial memiliki peningkatan risiko mengembangkan gangguan antisosial kepribadian,

gangguan somatoform, dan narkoba. gangguan penggunaan Diadopsi-jauh anak-anak

menyerupai orang tua biologis mereka lebih dari orang tua angkat mereka, tetapi lingkungan

keluarga angkat mempengaruhi risiko mengembangkan gangguan kepribadian dan

psikopatologi yang terkait.

Budaya-Terkait masalah diagnostik

Gangguan kepribadian antisosial tampaknya terkait dengan status sosial ekonomi rendah dan

perkotaan. Kekhawatiran telah dikemukakan bahwa diagnosis kadang-kadang dapat

disalahgunakan untuk individu dalam pengaturan di mana perilaku yang tampaknya antisosial

dapat menjadi bagian dari strategi bertahan hidup pelindung. Dalam menilai sifat antisosial,

akan sangat membantu bagi dokter untuk mempertimbangkan konteks sosial dan ekonomi di

mana perilaku terjadi.


Gender terkait masalah diagnostik

Gangguan kepribadian antisosial jauh lebih umum pada laki-laki daripada perempuan. Ada

beberapa kekhawatiran bahwa gangguan kepribadian antisosial dapat terdiagnosis pada wanita,

terutama karena penekanan pada item agresif dalam definisi perilaku gangguan

Diferensial Diagnosis
Diagnosis gangguan kepribadian antisosial tidak diberikan kepada individu yang lebih muda

dari 18 tahun dan hanya diberikan jika ada riwayat beberapa gejala gangguan perilaku sebelum

usia 15 tahun. Bagi individu yang lebih tua dari 18 tahun, diagnosis gangguan perilaku hanya

diberikan jika kriteria untuk gangguan kepribadian antisosial tidak terpenuhi.

Gangguan penggunaan zat. Ketika perilaku antisosial pada orang dewasa dikaitkan dengan

gangguan penggunaan zat, diagnosis gangguan kepribadian antisosial tidak dibuat kecuali

tanda-tanda gangguan kepribadian antisosial juga hadir di masa kecil dan terus menjadi

dewasa. Ketika penggunaan narkoba dan perilaku antisosial kedua dimulai pada masa kanak-

kanak dan berlanjut sampai dewasa, baik gangguan penggunaan narkoba dan kepribadian

antisosial gangguan harus didiagnosis jika kriteria untuk kedua terpenuhi, meskipun beberapa

tindakan antisosial mungkin akibat dari gangguan penggunaan zat ( misalnya, penjualan obat-

obatan terlarang, pencurian untuk mendapatkan uang untuk obat-obatan).


Skizofrenia dan gangguan bipolar. Perilaku antisosial yang terjadi secara eksklusif Selama

skizofrenia atau gangguan bipolar tidak didiagnosis sebagai gangguan kepribadian antisosial.

Gangguan kepribadian lainnya. Kelainan kepribadian lainnya mungkin bingung dengan

antisosial gangguan kepribadian karena mereka memiliki fitur tertentu yang sama. Oleh karena

itu penting untuk membedakan antara kelainan ini berdasarkan perbedaan karakteristiknya

fitur. Namun, jika seseorang memiliki fitur kepribadian yang memenuhi kriteria untuk satu

atau Kelainan kepribadian lebih banyak selain gangguan kepribadian antisosial, semuanya bisa

didiagnosis. Individu dengan gangguan kepribadian antisosial dan gangguan kepribadian

narsisistik berbagi kecenderungan untuk berpikiran keras, fasih, dangkal, eksploitatif, dan

kurang berempati. Namun, gangguan kepribadian narsistik tidak termasuk karakteristik

impulsif,

agresi, dan tipu daya. Selain itu, individu dengan gangguan kepribadian antisosial mungkin

tidak sepadan dengan kekaguman dan kecemburuan orang lain, dan orang-orang dengan

kepribadian narsistik Gangguan biasanya kurang memiliki riwayat kelainan perilaku pada

masa kanak-kanak atau kriminal perilaku di masa dewasa Individu dengan gangguan

kepribadian antisosial dan histrionik Gangguan kepribadian memiliki kecenderungan untuk

bersikap impulsif, dangkal, mencari kegembiraan, ceroboh, menggoda, dan manipulatif, tapi

orang dengan gangguan kepribadian histrionik cenderung lebih berlebihan dalam emosi

mereka dan tidak secara khas terlibat dalam antisosial perilaku. Individu dengan gangguan

kepribadian histrionik dan borderline adalah manipulatif untuk mendapatkan pengasuhan,

sedangkan mereka yang memiliki gangguan kepribadian antisosial adalah manipulatif untuk

mendapatkan keuntungan, kekuatan, atau beberapa gratifikasi material lainnya. Individu


dengan Gangguan kepribadian antisosial cenderung kurang emosional tidak stabil dan lebih

agresif dibandingkan dengan gangguan kepribadian borderline. Meski perilaku antisosial

mungkin Hadir pada beberapa individu dengan gangguan kepribadian paranoid, biasanya tidak

termotivasi oleh keinginan untuk keuntungan pribadi atau untuk mengeksploitasi orang lain

seperti pada gangguan kepribadian antisosial, melainkan lebih sering disebabkan oleh

keinginan balas dendam.

Perilaku kriminal tidak terkait dengan gangguan kepribadian. Kepribadian antisosial

Gangguan harus dibedakan dari perilaku kriminal yang dilakukan untuk mendapatkan yang

tidak disertai oleh ciri khas karakteristik gangguan ini. Hanya saat antisosial ciri kepribadian

tidak fleksibel, maladaptif, dan persisten dan menyebabkan fungsional yang signifikan

gangguan atau distres subjektif apakah mereka merupakan gangguan kepribadian antisosial.