You are on page 1of 6

Ria Arisandi dan Asep Sukohar I Seledri (Apium graveolens L) sebagai Agen Kemopreventif bagi Kanker

Seledri (Apium graveolens L) sebagai Agen Kemopreventif bagi Kanker


1 2
Ria Arisandi , Asep Sukohar
1
Mahasiswa, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
2
Bagian Farmakologi,Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
Abstrak
Kanker adalah penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di dunia. Saat ini, terapi pengobatan kanker masih
berupa kemoterapi dengan obat obatan kimia dalam jangka waktu panjang.Penggunaan obat-obatan tersebut memiliki efek
samping dan biaya yang relatif mahal.Sehingga dibutuhkan pendekatan terapi baru untuk kanker yaitu menggunakan
tanaman herbal sebagai agen kemopreventif.Agen kemopreventif memiliki arti sebagai zat yang mencegah perkembangan
sel kanker. Seledri (Apium graveolans) adalah tanaman herbal yang banyak digunakan sebagai obat anti-
hipertensi.Penelitian terbaru menunjukan bahwa seledri mempunyai zat aktif yang berperan sebagai antikanker.Zat tersebut
diantaranya adalah apigenin dan phtalide. Zat aktif dalam seledri terbukti dapat menginduksi apoptosis sel kanker dan
menghentikan siklus sel kanker sehingga perkembangannya dapat terhambat.Hal ini menunjukan bahwa seledri dapat
dimanfaatkan sebagai agen kemopreventif untuk kanker yang berperan mencegah perkembangan sel kanker.

Kata kunci : antikanker, apigenin, kemopreventif, phtalide, seledri

Celery ( Apium graveolens L ) as Chemopreventive Agent for Cancer


Abstract
Cancer is a disease that causes the most deaths in the world. Currently, the treatment of cancer is still chemotherapy with
chemical drugs in the long term. The use of these drugs has side effects and the cost is relatively expensive. So it takes a new
approach to cancer therapy that is use herbs as a chemo preventive agent. Chemo preventive agent has a meaning as a
substance that prevents the development of cancer cells. Celery (Apium graveolans) is a herb that is widely used as an anti-
hypertensive drugs. Recent research shows that celery contains active compounds which act as anticancer. These substances
include apigenin and phtalide. The active substance in celery shown to induce apoptosis of cancer cells and stops cancer cell
cycle so that development can be inhibited. This shows that celery can be used as a cancer chemo preventive agent that acts
to prevent the development of cancer cells.

Keywords : anticancer, apigenin, celery, chemopreventive, phtalide

Korespondensi:Ria arisandi. Alamat Jl.Ryacudu Gg.perintis 1.No.21, Sukarame, Bandarlampung, HP 08117251812, e-mail
arisandi.riaa@gmail.com

Pendahuluan
Penyakit kanker merupakan salah satu dibagi dalam 2 golongan, yaitu secara kolektif
penyebab kematian utama di seluruh dunia. disebut kanker.3
Pada tahun 2012, sekitar 8,2 juta kematian Kanker telah menjadi beban kesehatan
disebabkan oleh kanker. Diperkirakan kasus utama bagi masyarakatdan perawatan utama
kanker tahunan akan meningkat dari 14 juta untuk kanker masih terdiri atas operasi,
pada 2012 menjadi 22 juta dalam dua dekade kemoterapi,terapi radiasi dan imunoterapi.
berikutnya. Secara nasional, prevalensi Namun, efek samping yang berbahaya dari
penyakit kanker pada penduduk semua umur obat kankerdan radiasi masih menjadi
di Indonesia tahun 2013 sebesar 1,4 atau ancaman bagi penderita kanker, sedangkan
diperkirakan sekitar 347.792 orang. 1 tidak semua pasien kanker dapat disembuhkan
Kanker adalah penyakit akibat dengan operasi. Kemoprevensi kankeradalah
pertumbuhan tidak normal dari sel-sel pendekatan terbaru yang berkembang pesat
jaringan tubuh yang berubah menjadi sel dengan menggunakan bahan alami atau agen
kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel sintetis untuk mencegah,menghambat atau
kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh membalikkan tumorigenesis serta menekan
lainnya sehingga dapat menyebabkan perkembangan kanker yang invasif.4
kematian. Kanker sering dikenal oleh Untuk mendukung pendekatan
masyarakat sebagai tumor, padahal tersebut, para peneliti banyak melakukan
2
tidaksemua tumor adalah kanker. Tumor

Majority | Volume 5 | Nomor 2 | April 2016 |95


Ria Arisandi dan Asep Sukohar I Seledri (Apium graveolens L) sebagai Agen Kemopreventif bagi Kanker

penelitian pada tanaman yang diduga memiliki Daun berbentuk bulat telur terdiri atas tiga
efek antikanker. Tanaman yang dipercaya lobus dengan panjang 2-4,5cm. Daun seledri
memilki efek antikanker salah satunya adalah berwarna hijau tua, licin, berbentuk baji,
seledri.5-6 dengan pinggir bergerigi, terletak pada kedua
Seledri berasal dari daerah subtropik Eropa sisi tangkai yang berseberangan. Bunganya
dan Asia, yang ditemukan pada ketinggian 900 kecil dan berwarna abu-abu putih yang
m di atas permukaaan laut. Di Indonesia merekah dari bulan Juli hingga November. 6,8
daerah yang banyak ditanami seledri antara Pada analisis pendahuluan fitokimia
lain Cipanas, Pangalengan, dan Bandungan. 7 mengungkapkan adanya karbohidrat,
Pada awalnya seledri dikenal sebagai flavonoid, alkaloid, steroid dan glikosida dalam
bahan pelengkap sayuran. Namun, ekstrak metanol biji seledri. Seledri
berdasarkan hasil analisis secara farmakologis mengandung phenols dan furocoumarins.
ditemukan bahwa hampir semua bagian dari Furocoumarins terdiri atas celerin, bergapten,
tumbuhan tersebut memiliki khasiat sebagai apiumoside, apiumetin, apigravrin, osthenol,
obat. Akar seledri berkhasiat sebagai diuretik isopimpinellin, isoimperatorin, celereoside,
dan skomakik. Biji dan buahnya berkhasiat and 5 and 8-hydroxy methoxypsoralen.
sebagai antispasmodik, menurunkan kadar Phenols (155.41-177.23mg/100g) terdiri atas
asam urat darah, antirematik, karminatif, graveobioside A and B, flavanoids (apiin,
afrodisiak, dan sedatif. Seledri juga apigenin), isoquercitrin, tannins (3.89-4.39
bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah mg /100 g) dan phytic acid (19.85-22.05mg/g.
(hipotensif), pembersih darah, memperbaiki Biji seledri, batang dan daun (2,5-3,5%)
fungsi hormon yang terganggu, dan mengandung minyak atsiri, alkohol
mengeluarkan asam urat yang tinggi. 7 Setelah seskuiterpen (1-3%) dan asam lemak, senyawa
diteliti lebih lanjut, seledri juga berperan yang diisolasi terdiri atas selenine (10-15%),
sebagai antikanker.5-6 limonene (60%), - pinene, camphene, simen,
Hal tersebut, akan dibahas lebih lanjut limonen, -thuyene, -pinene, -
mengenai peranan seledri sebagai agen phellendrene, p-cymene, -terpinene,
kemopreventif untuk penyakit kanker. sabinene terpinolene, myristicic, miristat,
linoleat, petroselinic, palmitoleat, palmitat,
Isi oleat, miristoleat, asam stearat, santalol, -
Seledri dikenal dengan nama ilmiah eudesmol, -eudesmol, sedanenolide, 3-n-
Apium graveolans linn. Seledri merupakan butil phthalide dan phthalide. Akar seledri juga
tanaman herbal yang banyak dimanfaatkan mengandung Methoxsalen (8-
oleh masyarakat sebagai obat hipertensi.8 methoxypsoralen), 5-methoxypsoralen dan
Berdasarkan bentuk (habitus) pohonnya profilin alergen (Api g1).9
tanaman seledri dapat dibagi menjadi tiga Beberapa peneliti mengungkapkan
golongan, yaitu seledri daun, seledri potong, bahwa ekstrak biji seledri dapat menghambat
dan seledri umbi. Seledri daun (A. graveolus pertumbuhan sejumlah sel kanker termasuk
l.var.secalinum alef) merupakan seledri yang sel limfoblastik leukemia CEM-C7H2. Menurut
banyak ditanam di Indonesia.7 Momin et al dan Sultana et al, efek antikanker
seledri disebabkan kandungan phthalide di biji
Tabel 1: Klasifikasi Apium graveolens 6 seledri.5
Penelitian serupa dilakukan oleh Gao L
Kingdom Plantae
et al mengenai mekanisme biji seledri memicu
Phylum Spermatophytes
apoptosis pada sel kanker gaster BGC-823.
Class Mangnolisisa
Order Apicedes
Pada penelitian tersebut sel kanker diberikan
Family Apiceae ekstraksi biji seledri (EBS) selama 24 jam
Genus Apium dengan dosis ekstrak 50 g/ml, 100 g/ml,
Species A.graveolens dan 300 g/ml.10

Seledri dapat tumbuh tinggi hingga 60-


90 cm. Batangnya bercabang dan bergerigi.

Majority | Volume 5 | Nomor 2 | April 2016 |96


Ria Arisandi dan Asep Sukohar I Seledri (Apium graveolens L) sebagai Agen Kemopreventif bagi Kanker

adalah gen proaptotik penting yang memicu


apoptosis pada sel yang tidak mampu
memberbaiki DNA. Kerja Tp 53 diperantarai
oleh pengaktivasian transkripsional BAX. BAX
memiliki peranan untuk mencetuskan
apoptosis dengan mendorong pelepasan
sitokrom c yang dihasilkan oleh mitokondria. 3
Apoptosis terjadi melalui 2 jalur yaitu
jalur sinyal reseptor kematian CD95 dan jalur
kerusakan DNA. Saat berikatan dengan
ligannya, CD95L, CD95 mengalami trimerisasi
dan menarik protein adaptor FADD serta
menarik procaspase 8 untuk membentuk
sinyal kematian.Caspase 8 mengaktivasi
caspase 3, suatu caspase eksekutor yang
Gambar 1.Penghambatan EBS terhadapsel BGC 823 memecah DNA dan substrat lain yang
selama 24 jam. menyebabkan kematian sel. Jalur kerusakan
DNA, mitokrondria berperan menghasilkan
Pada percobaan pemberian EBS sitokrom c yang membentuk APAF-1,
terhadap sel BGC-823 menunjukan adanya procaspase 9 dan ATP. Procaspase diaktivasi
gambaran penyusutan sitoplasma baik membentuk caspase 9 dan membentuk
terpisah dari satu sama lain, melayang di caspase 3 (dimana kedua jalur bertemu).Hal
bagian medium, atau menjadi terdistorsi dan ini menunjukan pengaruh ekstrak biji seledri
kabur di bawah fase kontras mikroskop. terhadap sel kanker BGC-23 melalui jalur
Sitoplasma semakin rusak dengan peningkatan apoptosis kerusakan DNA (mitokondria-
kadar EBS serta terdapat chromatin mediated).3,10
condensation dan ditemukan badan apoptosis
terhadap sel BGC yang diterapi EBS.
10

Gambar 3: Perubahan morfologi sejumlah apoptosis


nucleus di sel L929 setelah pengobatan dengan Apium
graveolens selam 24 jam.
Gambar 2.Analisis western blot terhadap ekspresi dari
level BCl-2, BAX and -actin (internal control) protein
10 Pada percobaan in vitro sel L929 yang
terhadap sel BGC- 823 terhadap EBS.
diambil dari tikus swiss albino yang menderita
Mekanisme penghambatan apoptosis dalton lymphoma ascites dan diinduksi dengan
yang disebabkan oleh EBS terhadap sel kanker ekstrak methanol seledri menunjukan adanya
BGC-23 digambarkan dalam gambar 2. Pada proses induksi apoptopsis seperti pada
gambaran western blot sel kanker BGC-23 gambar 3. Penelitian lebih lanjut menegaskan
tersebut menunjukan peningkatan kadar BAX bahwa, potensi sitotoksik yang ditimbulkan
dan penurunan kadar BCL-2 yang memiliki oleh Apium graveolens sangat erat kaitannya
dengan kondensasi kromatin,hal inimenjadi
peranan penting untuk apoptosis. 10
penanda baik untukapoptosis. Hilangnya
Apoptosis adalah kematian sel yang
integritas kromatin seringdiinduksi oleh
dipicu oleh sel itu sendiri. Apoptosis
dikendalikan 2 pengikat gen dengan fungsi caspasesyang diaktifkanuntukapoptosis.11
yang antagonis yaitu memicu dan Mekanisme apoptosis juga disebutkan
menghambat. Gen tersebut adalah p53 karena keberadaan senyawa apigenin dalam
(memicu apoptosis) dan gen BCL-2, salah satu seledri.9,13-15Apigenin merupakan salah satu
gen yang menghambat apoptosis. Gen P53 senyawa aktif yang ditemukan di seledri yang
berperan sebagai antioksidan. 9

Majority | Volume 5 | Nomor 2 | April 2016 |97


Ria Arisandi dan Asep Sukohar I Seledri (Apium graveolens L) sebagai Agen Kemopreventif bagi Kanker

Kebanyakan kematian akibat kanker


yang dikaitkan dengan metastasis kanker ke
organ lain.Penelitian menunjukan
bahwaapigenin terbukti menghambat migrasi
dan invasi sel kanker payudara dan
selmelanoma. Apigenin juga menghambat
12
ekspresi Focal Adhesi Kinase (FAK) dan migrasi
Gambar 4. Rumus Struktur Apigenin
dan invasi sel kanker ovarium manusia A2780. 4
Apigenin (4',5,7-trihydroxyflavone), Tanin diisolasi dari seledri juga
adalah anggota dari flavon dan masuk dalam dilaporkan memiliki sifat preventif kepada
subklas flavonoids. Apigenin memiliki kanker. Banyak senyawa bioaktif lain seperti
toksisitas lebih rendah bila dibandingkan luteolin, asam linolenat, psoralen dan asam
dengan flavonoids lain. Apigenin memiliki oleat yang diisolasi dari bijiseledri dan telah
sejumlah fungsi biologis diantaranya sebagai
dilaporkan memiliki kemampuan menghambat
anti-mutagenic,anti-inflammatory, anti- pertumbuhan sel kanker.
carcinogenic, anti-viral, dan free-radical
Senyawa tersebut menghambat
scavenging properties.9 perkembangan berbagai lini sel kanker melalui
Sifat anti-carsinogenic dari apigenin penghambatan proliferasi sel tumor dengan
terkait dengan kemampuannya untuk menginduksi penahanan siklus sel dandengan
memodulasi target utama dan jalur yang
menginduksi apoptosis.Seledri juga
terlibat dalam kontrol siklus sel, apoptosis,
mengandung vitamin A , B dan C. Biji dari
angiogenesis , invasi sel tumor, metastasis dan
seledri juga kaya akan vitamin B. Vitamin-
transduksi sinyal.4 vitamin ini merupakan antioksidan dan
Apigenin juga dapat menginduksi cell- membantu dalam mengurangi stres oksidatif
cycle arrest (penahanan siklus sel) yang yang disebabkan oleh agen beracun sehingga
berperan untuk menghambat pertumbuhan bermanfaat untuk mencegah perkembangan
sel kanker. Penghambatan tumorigenesis
sel kanker.5
sering melibatkan medulasi jalur transduksi
Berbagai zat aktif dalam seledri
sinyal, memicu cell cycle arrest kemudian
menunjukan aktivitas antikanker melalui
apoptosis. Sehingga penahanan siklus sel
sejumlah mekanisme. Salah satu mekanisme
dapat dijadikan target terapi untuk kanker. 4,12 apoptosis di sel tumor menjadi target terapi
Apigenin dapat menginduksi apoptosis yang penting untuk kanker. Kehilangan kontrol
pada beberapa jenis sel kanker yang akan siklus sel dapat juga meningkatkan
mencakup atas monositik dan limfositik proliferasi sel kanker yang tidak terkontrol.
leukemia, kanker serviks, kanker paru-paru, Sehingga penahanan siklus sel menjadi
kanker payudara, kanker usus besar dengan
penting untuk menghambat tumorgenesis.
nilai IC50 tinggi, ,kanker prostat dan
Kandungan zat aktif seledri menunjukan
melanoma.4,11-12 Apigenin menginduksi kemampuan untuk menginduksi apoptosis
apoptosis sel leukemia melalui aktivasi melalui mitochondria-pathwaydan aktivasi
caspases, penghambatan sintase asam lemak sitokrom c. Sedangkan apigenin memiliki
dan topoisomerase, serta modulasi dari BAX kemampuan untuk melakukan penahan
dan ekspresi BCL-2.12,15 terhadap siklus sel. Mekanisme lain yang
Tumor angiogenesis adalah proliferasi dimiliki apigenin seperti menghambat
jaringan pembuluh darah yang menembus ke angiogenesis dan metastasis dapat
jaringan pertumbuhan kanker yang berfungsi memperkuat sifat antikanker dari seledri.
untuk memberi nutrisi dan oksigen serta Kandungan zat lain juga memiliki peran untuk
membuang produk sisa sel kanker.Mengingat mencegah perkembangan sel kanker. Hal
peran angiogenesis dalam pertumbuhan tersebut menunjukan bahwa seledri dapat
tumor dan perkembangan sangat penting, menjadi sumber potensi yang baik sebagai
apigenin telah diuji untuk penghambatan
agen kemoprepeventif pada
angiogenesis. Apigenin telah dilaporkan kanker.Kemopreventif didefinisikan sebagai
menjadi penghambat angiogenesis yang poten terapi pencegahan progesifitasan kanker
melalui efek penghambatan sitokin inflamasi daripada bersifat menyembuhkan.Meskipun
IL-6/ jalur STAT3.4

Majority | Volume 5 | Nomor 2 | April 2016 |98


Ria Arisandi dan Asep Sukohar I Seledri (Apium graveolens L) sebagai Agen Kemopreventif bagi Kanker

tidak menutup kemungkinan dengan menunjukan aktivitas antikanker.Sehingga,


penelitian lebih lanjut ekstrak seledri dapat seledri dapat dimanfaatkan sebagai agen
digunakan sebagai terapi tunggal untuk kemopreventif kepada pasien kanker dan
kanker. Penelitian farmakalogi lebih lanjut juga berpotensi sebagai sumber kemoterapi
diperlukan untuk mengetahui kemampuan tunggal pada kanker dengan penelitian lebih
eksrtrak seledri sebagai terapi untuk sel kanker lanjut.
jenis lain.
Simpulan
Ringkasan Seledri (Apium graveoleins L) mengandung
Penyakit kanker merupakan salah satu sejumlah zat aktif yang dapat bermanfaat
penyebab kematian utama di seluruh sebagai agen kemopreventif untuk pasien
dunia.Kanker adalah penyakit akibat kanker.
pertumbuhan tidak normal dari sel sel jaringan Daftar Pustaka
tubuh yang berubah menjadi sel kanker. 1. Departemen Kesehatan Republik
Kanker telah menjadi beban kesehatan Indonesia. Stop Kanker. Pusat data dan
utama bagi masyarakatdan perawatan utama infomasi kementerian kesehatan RI.
untuk kanker masih terdiri atas operasi, Jakarta; 2015. hlm. 1-3
kemoterapi , terapi radiasi dan imunoterapi 2. Yayasan Kanker Indonesia. Apakah Kanker
yang memiliki efek samping yang berbahaya. itu; 2015 [diakses tanggal 30 Oktober
Pendekatan kemopreventif menggunakan 2015]. Tersedia dari :
bahan alami atau agen sintetis diperlukan http//www.yayasankankerindonesia.org
untuk mencegah,menghambat atau 3. Kumar V,Cotran RS, Robbins SL, editor.
membalikkan tumorigenesis serta menekan Buku Ajar Patologi Volume 1.Edisi VII.
perkembangan kanker yang Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
invasif.Kemopreventif didefinisikan sebagai 2013.
terapi pencegahan progesifitasan kanker 4. Tong X, Peliing J. Targeting the
daripada bersifat menyembuhkan. PI3K/Akt/mTOR axis by apigenin for
Seledri (Apium graveolens L.) adalah cancer prevention. Anticancer Agents
salah satu tanaman yang mengandung zat Med Chem. 2013; 13(7): 971978.
yang bersifat antikanker. Zat tersebut terdiri 5. Sandeep K, Singh BB, Balwinder K,
atas: Apigenin, phtladie, vitamin A, B dan C, Kuldeep S, Dinesh N. Research Herbal
linalool, luteolin, linolenic acid, psoralen, oleic Plants as Potential anticancer agents: A
acid, dan tannin. review. Journal of Pharmaceutical,
Kandungan ekstrak biji seledri Biological and Chemical Sciences. 2013;
mengandung phtladie yang dapat memicu 4(3): 233-251.
apoptosis di sejumlah sel kanker, salah satunya 6. Fazal SS, K R.Review on the
sel kanker BGC-823. Seledri juga mengandung pharmacognostical & pharmacological
apigenin yang bersifat anti-carcinogenic dari Characterization of Apium Graveolens
apigenin terkait dengan kemampuannya untuk Linn. Indo Global Journal of
memodulasi target utama dan jalur yang Pharmaceutical Sciences, 2012; 2(1): 36-
terlibat dalam kontrol siklus sel, memicu 42
apoptosis, menghambat angiogenesis, 7. Putri, B. Analisis diosmin dan protein
menghambat invasi sel tumor dan metastasis, tanaman seledri (apium graveolens l.)
serta transduksi sinyal. dari daerah cipanas dan ciwidey.[Skripsi].
Vitamin A, B dan C merupakan Bogor: Institut Teknologi Bandung; 2006.
antioksidan yang berperan untuk menghambat 8. Aswiyanti, Asri. Pengaruh perasan seledri
perkembangan sel kanker. Linalool, luteolin, sel, indeks patologi dan histopatologi
linolenic acid, psoralen dan oleic acid berperan mukosa kolon wistar. [Tesis]. Semarang:
menginduksi penangkapan siklus sel dan Universitas Diponegoro; 2004.
menginduksi apoptosis sel kanker.Sedangkan 9. Al-Snafi AE. The Pharmacology of apium
tannin, berperan sebagai graveolens - A Review. International
agen preventif untuk kanker. Berbagai zat aktif Journal for Pharmaceutical Research
dalam seledri Scholars (IJPRS). 2014; 3(1) : 671-677.
10. Gao L, Feng L, Yao S, Jiao P, Qin S, Zhang

Majority | Volume 5 | Nomor 2 | April 2016 |99


Ria Arisandi dan Asep Sukohar I Seledri (Apium graveolens L) sebagai Agen Kemopreventif bagi Kanker

W,et al. Molecular mechanism of celery http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=2


seed extract and used apoptosis via s 25
phase cell cycle arrest in the BGC-823 13. Department of Health British.
human stomach cancer cell line. Asian Pac Pharmacopeia. Medicine and Healthcare
J Cancer Prev. 2011; 12(10): products Regulatory Agency (MHRA),
2601-2606. England. 2007.
11. Subhadradevi V, Khairunissa K, 14. Choudhury D, Ganguli A, Dastidar DG, R
Asokkumar K,Umamaheswari M, D, Acharya, Das A. Apigenin shows
Sivashanmugam A, Jagannath P. Induction synergistic anticancer activity with
of Apoptosis and Cytotoxic Activities curcumin by binding at different sites of
ofApium graveolens Linn. Using in vitro tubulin. Biochimie. 2013; 95 (6) : 1297
Models. Middle-East Journal of Scientific 1309.
Research 2011; 9(1): 90-94. 15. Ruela-de-Sousa RR, Fuhler GM,
12. Iqbal M, Sulistyorini E. Seledri (Apium BlomN,Ferreira CV, Aoyama
graveolans l). [internet]. Yogyakarta : H, PeppelenboschMP.Cytotoxicity of
UGM Farmasi Cancer Chemoprevency apigenin on leukemia cell lines:
Research Center; 2014. [diaskes jumat 30 implications for prevention and therapy.
oktober 2015] Tersedia dari: Cell Death Disease. 2010 ;1(1): e19

Majority | Volume 5 | Nomor 2 | April 2016 |100