You are on page 1of 14

Lab Bioproses

Tahun Ajaran 2016/2017


LAPORAN PRAKTIKUM

VCO
( VIRGINE COCONUT OIL )

Pembimbing : RahmiahSjafruddin S.T., M.T.


Tanggal Praktikum : 8 Mei 2017 22 Maret
Kelompok :1 (satu)

Nama :
Nim : 331 150 34
Kelas : 2B Teknik Kimia

TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
2017
VCO
( Virgine Coconut Oil )
I. Tujuan
Dalam praktikum ini, bertujuan untuk membuatan Minyak kelapa secara
fermentasi.
II. Perincian Kerja
1. Pembuatan Starter
2. Pembuatan Santan Kental
3. Pemisahan hasil (lapisan)
4. Penyaringan produk minyak
III. Alat dan Bahan
A. Alat
1. Erlenmeyer 1.000 ml 1 Buah
2. Erlenmeyer 250 ml 1 Buah
3. Corong Pemisah 1000 ml 1 Buah
4. Kapas dan Kertas saring Watchmann no.42 1 Buah
5. Kain Saring dan Pengaduk 1 Buah
6. Gelas kimia 250 ml 1 Buah
7. Gelas kimia 500 ml 1 Buah
8. Gelas ukur 100 ml. 1 Buah
9. Pipet tetes 1 Buah
10. Cawan Pertidis 1 Buah
11. Buret 1 Buah
12. Timbangan 1 Buah
13. Kain Kasa 1 Buah
14. Klem dan Statif 1 Buah
15. Oven 1 Buah
16. Hot plate 1 Buah
17. Kapas 1 Buah
18. Botol 1 Buah
19. Gegep 1 Buah
20. Wadah Plastik 1 Buah
B. Bahan
1. Kelapa 1 Kg (untuk pembuatan starter)
2. Kelapa 2 Kg (untuk pembuatan Santan)
3. Air kelapa sebanyak 100 ml
4. Aquadest secukupnya
5. Fernipan 2 gr (sebagai sumber bakteri/gist)
IV. DASAR TEORI
Minyak kelapa murni (Inggris: virgin coconut oil) adalah minyak kelapa
yang dibuat dari bahan baku kelapa segar, diproses dengan pemanasan terkendali
atau tanpa pemanasan sama sekali, tanpa bahan kimia dan RDB.
Penyulingan minyak kelapa seperti di atas berakibat kandungan senyawa-
senyawa esensial yang dibutuhkan tubuh tetap utuh. Minyak kelapa murni
dengan kandungan utama asam laurat ini memiliki sifat antibiotik, anti bakteri
dan jamur.
Minyak kelapa murni, atau lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO),
adalah modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk
dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening,
berbau harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari
12 bulan.
Pembuatan minyak kelapa murni ini memiliki banyak keunggulan, yaitu:
Tidak membutuhkan biaya yang mahal, karena bahan baku mudah
didapat dengan harga yang murah
Pengolahan yang sederhana dan tidak terlalu rumit, serta
Penggunaan energi yang minimal, karena tidak menggunakan bahan
bakar, sehingga
Kandungan kimia dan nutrisinya tetap terjaga terutama asam lemak
dalam minyak.
Perbandingan beberapa metode pembuatan minyak kelapa dapat dilihat pada tabel
berikut :
B. HASIL
PROSES METODE SIFAT PRODUK
BAKU SAMPING
Kurang jernih
Kering Kopra Kempa Ampas
Protein terdanaturasi
Kurang jernih
Tradisional Santan Pemasakan Blondo
Protein terdanaturasi
Kurang jernih
Ekstraksi
Santan Ekstraksi Pelarut Perlu pemisahan &
Kimia
pemurnian
Jernih
Fermentasi Santan Fermentasi Protein Protein tidak
terdanaturasi
Manfaat dari VCO diantaranya adalah meningkatkan daya tahan terhadap
penyakit serta mempercepat proses penyembuhan. Manfaat tersebut ditimbulkan
dari peningkatan metabolisme dari penembahan energi yang dihasilkan,
sehingga mengakibatkan sel-sel dalam tubuh bekerja lebih efisien. Mereka
membentuk sel-sel baru serta mengganti sel-sel yang rusak dengan lebih cepat.
VCO di dalam tubuh menghasilkan energi saja tidak seperti minyak sayur yang
berakhir di dalam tubuh sebagai energi, kolesterol, dan lemak. (Hana Timoti,
2005).

1. Minyak Kelapa
Minyak kelapa berdasarkan kandungan asam lemak digolongkan ke dala
m minyak asam laurat, karena kandungan asam lauratnya paling besar jika
dibandingkan dengan asam lemak lainnya. Berdasarkan tingkat
ketidakjenuhannya yang dinyatakan dengan bilangan Iod (iodine value),
maka minyak kelapa dapat dimasukkan ke dalam golongan non drying oils,
karena bilangan iod minyak tersebut berkisar antara 7,510,5.
Komposisi asam lemak minyak kelapa dapat dilihat pada tabel 2.2. Dari
tabel tersebut dapat dilihat bahwa asam lemak jenuh minyak kelapa kurang
dari 90 persen. Minyak kelapa mengandung 84 persen trigliserida dengan
tiga molekul asam lemak jenuh, 12 persen trigliserida dengan dua
asam lemak jenuh dan 4 persen trigliserida dengan satu asam lemak jenuh.

Tabel 2.2. Komposisi Asam Lemak Minyak Kelapa

Asam Lemak Rumus Kimia Jumlah (%)


Asam Lemak Jenuh :
Asam Kaproat C5H11COOH 0,0 0,8
Asam Kaprilat C7H17COOH 5,5 9,5
Asam Kaprat C9H19COOH 4,5 9,5
Asam Laurat C11H23COOH 44,0 52,0
Asam Miristat C13H27COOH 13,0 19,0
Asam Palmitat C15H31COOH 7,5 10,5
Asam Stearat C17H35COOH 1,0 3,0
Asam Arachidat C19H39COOH 0,0 0,4
Asam Lemak Tidak Jenuh :
Asam Palmitoleat C15H29COOH 0,0 1,3
Asam Oleat C17H33COOH 5,0 8,0
Asam Linoleat C17H31COOH 1,5 2,5

2. Minyak Kelapa Murni


Minyak kelapa murni atau bahasa ilmiahnya virgin coconut oil adalah
minyak perawan yang berasal dari sari pati kelapa, diproses secara higienis
tanpa sentuhan api secara langsung dan bahan kimia tambahan Dilihat dari
warnanya, minyak kelapa murni jauh lebih bening seperti air mineral. Selain
itu kadar air dan asam lemak bebasnya kecil, serta kandungan asam
lauratnya tinggi. Minyak kelapa murni mengandung anti oksidan bebas sehi
ngga mampu menjaga kekebalan tubuh. Proses pembuatan minyak kelapa m
urni ini sama sekali tidak menggunakan zat kimia organis dan pelarut
minyak. Dari proses seperti ini, rasa minyak yang dihasilkan lembut dengan
bau khas kelapa yang unik.
Jika minyak membeku, warna minyak
kelapa ini putih murni. Sedangkan jika cair, VCO tidak berwarna (bening).
Minyak kelapa murni tidak mudah tengik karena kandungan asam lemak
jenuhnya tinggi
sehingga proses oksidasi tidak mudah terjadi. Namun, bila kualitas VCO
rendah, proses ketengikan akan berjalan lebih awal.
Hal ini disebabkan oleh pengaruh oksigen, keberadaan air, dan
mikroba yang akan mengurangi kandungan asam lemak yang berada dalam
VCO menjadi komponen lain. Secara fisik, VCO harus berwarna jernih. Hal
ini menandakan bahwa di dalamnya tidak tercampur oleh bahan dan kotoran
lain. Apabila didalamnya masih terdapat kandungan air , biasanya akan ada
gumpalan berwarna putih. Keberadaan air ini akan mempercepat proses
ketengikan. Selain itu, gumpalan tersebut kemungkinan juga merupakan
komponen blondo yang tidak tersaring semuanya. Kontaminasi seperti ini
secara langsung akan berpengaruh terhadap kualitas VCO. Kandungan
komponen minyak kelapa murni antara lain seperti yang dicantumkan
pada tabel 2.3. berikut:
Tabel 2.3. Komposisi Asam Lemak Minyak Kelapa Murni
Asam Lemak Rumus Kimia Jumlah ( % )
Asam lemak jenuh
Asam Laurat C11H23COOH 43,0 53,0
Asam Miristat C13H27COOH 16,0 21,0
Asam Kaprat C9H19COOH 4,5 8,0
Asam Palmitat C15H31COOH 7,5 10,0
Asam Kaprilat C7H15COOH 5,0 10,0
Asam Kaproat C5H11COOH 0,4 0,6
Asam lemak tidak jenuh
Asam Oleat C16H32COOH 1,0 2,5
Asam Palmitoleat C14H28COOH 2,0 4,0

Minyak kelapa murni (VCO) mempunyai banyak manfaat terutama


dalam bidang kesehatan (anonim, 2009) , diantaranya :
1. Merupakan antibakteri ,antivirus , antijamur dan antiprotozoa alamia
h
2. Membantu meredakan gejalagejala dan mengurangi resiko kesehatan
yang dihubungkan dengan diabetes.
3. Membantu melindungi diri terhadap serangan penyakit osteoporosis.
4. Membantu mencegah tekanan darah tinggi.
5. Membantu mencegah penyakit liver.
6. Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
7. Membantu mencegah penyakit kanker.
8. Membantu menurunkan berat badan.
9. Menjaga stamina tubuh.
10. Memelihara kesehatan kulit dan rambut.

3. Fermentasi
Pembuatan minyak secara fermentasi pada prinsipnya adalah
pengrusakan protein yang menyelubungi globula lemak menggunakan
menggunakan enzim enzim proteolitik. Enzim yang dimaksud adalah enzim
yang dihasilkan oleh mikroorganisme atau tanaman sebagai inokulum. Pada
pembuatan minyak kelapa dengan fermentasi, krim yang didapatkan
dicampurkan dengan laru atau ragi tempe yang mengandung Rhizopus
Oligosporus. Mikroba ini mempunyai kemampuan menghasilkan enzim
protease dan lipase yang dapat menghidrolisis minyak dengan didukung
oleh kadar air yang tinggi .
Pembuatan VCO dengan fermentasi memiliki kelebihan dan
kekurangan :
a. Kelebihan
1) Berwarna jernih dan beraroma harum khas minyak kelapa.
2) Penggunaan energi yang minimal karena tidak menggunakan bahan
bakar.
3) Pengolahan sederhana dan tidak terlalu rumit.
4) Tingkat ketengikan rendah dan daya simpan lebih lama.
2. Kekurangan
b. Proses fermentasi lama karena membutuhkan waktu 24 jam.
4. Minyak dan Lemak
Lemak dan minyak terdiri dari trigliserida campuran, yang merupakan
ester dari gliserol dan asam lemak rantai panjang. Minyak nabati terdapat
dalam buahbuahan, kacangkacangan, bijibijian, akar tanaman dan sayur-
sayuran. Dalam jaringan hewan lemak terdapat di seluruh badan tetapi
jumlah terbanyak terdapat dalam jaringan adipose dan tulang sumsum.
Trigliserida dapat berwujud padat atau cair, dan hal ini tergantung dari
komposisi asam lemak yang menyusunnya. Sebagian besar minyak nabati
berbentuk cair karena mengandung sejumlah asam lemak tidak jenuh, yakni
asam oleat, linoleat, atau asam linolenat dengan titik cair yang rendah.
Lemak hewani pada umumnya berbentuk padat pada suhu kamar karena
banyak mengandung asam lemak jenuh, misalnya asam palmitat dan stearat
yang mempunyai titik cair yang lebihtinggi

5. Ragi Fermipan
Fermipan merupakan ragi roti yang dibuat dengan cara modern dari
inokulum khamir yang berasal dari kultur murni. Populasi mikroba fermipan
terdiri dari khamir Sacacharomycea cerevisiae serta sedikit dari golongan
bakteri asam laktat seperti Lactobacillus aceti.
V. PROSEDUR KERJA
Teknik Pembuatan minyak kelapa murni menggunakan fermentasi dengan ragi
sebagai berikut:
Pembuatan Starter
1. Menyiapkan kelapa yang sudah diparut beserta air kelapa.
2. Membuat santan dengan komposisi 100 gram kelapa dan 100 ml aquades.
3. Mencampurkan santan dengan air kelapa dengan perbandingan 60:40
didalam erlenmeyer, yakni 60 mL santan dengan 40 mL air kelapa.
4. Menambahkan 10 gram gula pada Erlenmeyer. Berikan penutup dan
sterilisasi dengan autoclave.
5. Mendinginkan Erlenmeyer. Menambahkan 4 gram ragi (fermipan).
6. Menyimpan dalam seker selama dua hari.
7. Setelah disimpan kemudian memindahkan kedalam kulkas untuk persiapan
pengerjaan selanjutnya.

Pembuatan Santan
1. Kelapa diparut sebanyak 2 biji. Kemudian ditimbang.
2. Mencampurkan dengan aquadest, perbandingan 2:1.
3. Kelapa di peras untuk diambil santannya dengan menggunakan kain saring
(hanya dilakukan satu kali pemerasan),
4. Santan hasil perasan dimasukkan kedalam gelas kimia lalu di ukur
volumenya.
5. Kemudian memasukkan hasil perasaan santan kedalam corong pisah.
6. Mendiamkan selama 2 jam hingga nampak larutan terpisah.
7. Memisahkan krim dan skimnya.
8. Mengukur volume krim yang diperoleh. Kemudian volume yang diperoleh
dibagi menjadi 4 dan dimasukkan kedalam gelas kimia yang berbeda.
9. Menambahkan starter yang sudah dibuat sebelumnya kedalam masing-
masing 3 ml, 5 ml, 10, 12 ml ke dalam gelas kimia yang berisi krim.
10. Mengaduk selama 15 menit kemudian ditutup dengan alumunium foil dan
disimpan pada ruang terbuka (suhu ruang).
11. Fermentasi dilakukan selama sehari.
12. Setelah terbentuk tiga lapisan (protein, minyak/ vco dan starter).
13. Minyak / VCO di pipet menggunakan pipet tetes.
14. Minyak yang telah diperoleh di ukur volumenya lalu di saring, lalu
masukkan kedalam botol kaca kecil, lalu di simpan.

Analisa asam lemak bebas


1. Menimbang 5 g sampel lalu di masukkan kedalam erlenmeyer.
2. Menambahkan 25 ml alkohol kedalam sampel tersebut dan dikocok
sebentar.
3. Menutup erlenmeyer dengan aluminium foil.
4. Memanaskan selama 10 menit.
5. Mendinginkan lalu ditambahkan indikator pp sebanyak 3 tetes.
6. Menitrasi dengan NaOH 0,1 N. Hinggan terjadi perubahan dari bening
menjadi merah muda.
7. Mencatat volume titrasi.

Analisa kadar air


1. Memanaskan cawan petridiks dan kapas di oven.
2. Mendinginkan dalam deksikator lalu menimbang kosong.
3. Meneteskan minyak VCO ke cawan petridiks dan kapas yang sudah
ditimbang tadi. Catat hasil penimbangan.
4. Kemudian cawan petridiks dipanaskan.
5. Mendinginkan dalam deksikator lalu ditimbang. Catat hasil penimbangan.

VI. DATA PENGAMATAN

1. Data Komposisi Starter


Komposisi Santan
Kelas Air Fermipan Gula
Santan
Kelapa
2A 60 ml 40 ml 2,5 g 10 g

2B 60 ml 40 mL 4,0150 g 10,0011 g
2C 60 ml 60 ml 1,5048 g 10,0408 g

2. Data VCO
Berat Total
Volume Volume
Kelas kepala Volume VCO Yang Diperoleh Volume
Santan Krim -
parut Starter 1 % 3% 5% 10 %

2A 993 g 1000 348 ml 5 ml 10 ml 6 ml 1 ml 22 ml

2B 984 g 1000 ml 300 ml 20.15 ml 20.35 ml 27 ml 20.1 ml 87.6 ml

2C 850 g 850 ml 440 ml 35 ml 30 ml 23 ml 21 ml 109 ml

3. Data Analisa kadar FFA (volume penitar NaOH 0,1 N yang


digunakan)

Kelas Berat Minyak Volume Penitrer


NaOH 0.1 N
2A 5,03 g 1,1 ml
2B 5,0244 g 0.7 ml
2C 5g 0,2 ml

4. Data Analisa kadar air


Berat cawan
Berat cawan
Berat cawan kosong + kapas +
KELAS kosong+ kapas +
Kosong + Kapas VCO sebelum
VCO setelah oven
oven
2A 36,82 g 38,84 g 38,35 g
2B 48.6658 g 50.2295 g 49,9021 g
2C 48,4087 g 50,4160 g 42,3434 g

5. Data Perhitungan

Kelas % VCO Kadar Air VCO Kadar FFA


2A 6,3218 % 24,25 % 0,6167 %
2B 29,2 % 20,93 % 2,75 %
2C 24,7727 % - 0,1128 %

VII. PEMBAHASAN
VIII. KESIMPULAN
PERHITUNGAN

1. Kelas 2B Kel. 3 (Kelompok 3)

a. Persen (%) VCO yang dihasilkan:

volume vco yang diperoleh


% VCO = x 100%
volume krim

87,6 ml
x 100%
300 ml

29,2

b. Kadar Air VCO

bobot sampel yang hilang (gram)


Kadar air = x 100%
bobot sampel (gram)

50,2295 gram49,9021 gram


x 100%
50,2295 gram48,6658 gram

0,3274 gram
x 100%
1,5637 gram

20,93

c. Kadar FFA VCO


Berat Molekul Minyak x volume NaOH x n NaOH
%FFA = x 100%
berat minyak X 1000

g
282 x 0,7 ml x 0,1 N
= mol x 100%
5,0244 g X 1000
= 2,75 %

2. Kelas 2A

a. Persen (%) VCO yang dihasilkan:

volume vco yang diperoleh


% VCO = x 100%
volume krim

22 ml
x 100%
348 ml

6,3218

b. Kadar Air VCO

bobot sampel yang hilang (gram)


Kadar air = x 100%
bobot sampel (gram)

38,84 gram38,35 gram


x 100%
38,84 gram36,82 gram

0,3273 gram
x 100%
1,5637 gram

24,25

c. Kadar FFA VCO


Berat Molekul Minyak x volume NaOH x n NaOH
%FFA = x 100%
berat minyak X 1000

g
282 x 1,1ml x 0,1 N
= mol x 100%
5,03 g X 1000

= 0,6167 %

3. Kelas 2C

a. Persen (%) VCO yang dihasilkan:


volume vco yang diperoleh
% VCO = x 100%
volume krim

109 ml
x 100%
440 ml

24,7727

b. Kadar Air VCO

bobot sampel yang hilang (gram)


Kadar air = x 100%
bobot sampel (gram)

50,4160 gram42,3434 gram


x 100%
50,4160 gram48,4087 gram

0,3273 gram
x 100%
1,5637 gram

20,93

c. Kadar FFA VCO


Berat Molekul Minyak x volume NaOH x n NaOH
%FFA = x 100%
berat minyak X 1000

g
282 x 0,2 ml x 0,1 N
= mol x 100%
5 g X 1000

= 0,1128 %