You are on page 1of 13

PROPOSAL PENYULUHAN

REHABILITASI PSIKOSOSIAL

Disusun oleh :
Nia Nurhayati Zakiah (2012730067)
Putri Lathifa A (2012730076)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN JIWA


RS JIWA ISLAM KLENDER JAKARTA
2016

0
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala berkat dan
Rahmat-Nya sehingga tim penulis dapat menyelesaikan Proposal Penyuluhan yang berjudul
Rehabilitasi Psikososial yang merupakan salah satu pemenuhan syarat kelulusan di
Kepaniteraan Klinik di bagian Ilmu Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Jiwa Islam Klender.

Terima kasih tim penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah banyak membantu
dalam penyusunan proposal penyuluhan ini. Tim penulis juga mengucapkan terima kasih
kepada rekan-rekan dokter muda sejawat dan semua pihak yang ikut berkontribusi.

Tim penulis menyadari sepenuhnya bahwa proposal penyuluhan ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu tim penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak guna
menyempurnakan proposal penyuluhan ini. Semoga karya ini bisa bermanfaat bagi para
pembaca pada umumnya dan mahasiswa kedokteran pada khususnya.

Sekian dan terima kasih. Wassalamualaikum Wr.Wb.

Jakarta, Januari 2017

Tim Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................ 2

DAFTAR ISI.......................................................................................................................... 3

SATUAN ACARA PENYULUHAN..................................................................................... 4

BAB I : PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang ...................................................................................................... 6
I.2. Tujuan Penulisan ................................................................................................... 6
I.3. Manfaat Penulisan ................................................................................................. 7

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA


II.1. Definisi ................................................................................................................. 8
II.2. Tujuan Rehabilitasi .............................................................................................. 8
II.3. Kriteria Rehabilitan .............................................................................................. 9
II.4. Tim Rehabilitasi ................................................................................................... 9
II.5. Tahap Rehabilitasi ................................................................................................ 9
II.6. Jenis Kegiatan Rehabilitasi................................................................................... 9

BAB III : PENUTUP


III.1. KESIMPULAN .................................................................................................. 13
III.2. SARAN .............................................................................................................. 13

3
SATUAN ACARA PENYULUHAN

I. IDENTITAS
Topik : Rehabilitasi Psikososial
Sub Topik : Mengenal lebih dalam tentang Rehabilitasi Psikososial
Hari/Tanggal : Senin, 15 Agustus 2016
Waktu : 09.00 s/d selesai
Sasaran : Pasien dan Keluarga pasien rawat jalan
Tempat: RS Jiwa Islam Klender

II. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM


Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang pentingnya mengetahui
Rehabilitasi Psikososial, diharapkan pasien dan keluarga pasien yang merupakan
sasaran dari penyuluhan ini memahami manfaat dan tujuan dari Rehabilitasi
Psikososial.

III. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS


Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit diharapkan para peserta dapat :
1. Memahami tentang terapi rehabilitasi
2. Memahami tentang maksud dan tujuan terapi rehabilitasi
3. Memahami tentang jenis-jenis dan tahap-tahap terapi rehabilitasi
4. Memahami tentang terapi okupasi

IV. MATERI (TERLAMPIR)

V. MEDIA
1. Laptop
2. LCD
3. Microphone
4. Leaflet

VI. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab

VII. KEGIATAN PENYULUHAN

NO Kegiatan Penyuluhan Audiance Waktu


Mengucap salam Menjawab salam
1. Pembukaan 5 menit
Memperkenalkan diri Memperhatikan
2. Isi Penyampaian isi materi Memperhatikan 15 menit

4
Menyimpulkan materi Memperhatikan
Memberi kesempatan Aktif bertanya
3. Penutup peserta untuk bertanya Menjawab salam 10 menit
Menutup dan mengucap
salam

5
BAB I

PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG

Kesehatan merupakan bagian yang penting artinya bagi kehidupan manusia, karena bila
tubuh sehat seseorang dapat menjalani kehidupan secara produktif dan berkualitas. Menurut
undang-undang kesehatan No,36 tahun 2009, kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara
fisik, mental maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara
sosial dan ekonomis.
Pengertian kesehatan jiwa menurut WHO adalah bahwa kesehatan jiwa merupakan
suatu kondisi dimana seseorang mampu memahami potensi dirinya, mampu menghadapi
tantangan hidup, dapat bekerja secara produktif dan mampu untuk berkontribusi untuk
lingkungannya.
Ruang lingkup pelayanan kesehatan jiwa tidak hanya gangguan jiwa saja tetapi juga
meliputi masalah yang terkait dengan peningkatan kualitas hidup dan masalah psikososial
yang sering terjadi. Orang yang mempunyai masalah dengan kesehatan jiwanya
membutuhkan dukungan psikososial disamping bantuan profesional kesehatan jiwanya.
Undang-undang No.40 tahun 2009 tentang rumah sakit menyatakan upaya kesehatan jiwa
ditujukan untuk menjamin setiap orang dapat menikmati kehidupan kejiwaan yang sehat,
bebas dari rasa takut, tekanan dan gangguan lain yang dapat mengganggu kesehatan jiwa.
Rumah Sakit jiwa memberikan pelayanan yang komprehensif untuk orang dengan
gangguan jiwa, meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Menurut
L.E.Hinsie dan RJ.Cambell pengertian rehabilitasi dalam Psychiatric Dictionary adalah
segala tindakan fisik, penyesuaian psikososial dan latihan vokasional sebagai usaha untuk
memperoleh fungsi dan penyesuaian diri secara maksimal dan untuk mempersiapkan pasien
secara fisik, mental dan vokasional untuk suatu kehidupan penuh sesuai dengan kemampuan
dan ketidakmampuan yang ditunjukkan ke arah mencapai perbaikan fisik sebesar-besarnya,
penempatan vokasional sehingga dapat bekerja dengan kapasitas maksimal, penyesuaian diri
dalam hubungan perseorangan dan sosial secara memuaskan sehingga dapat berfungsi
sebagai warga masyarakat yang berguna. Upaya Rehabilitasi psikososial di Indonesia mulai
dirintis pada tahun 1969 dan berkembang sampai sekarang ini.

6
I.2. TUJUAN PENULISAN
1. Agar pembaca dapat mengetahui dan memahami tentang terapi Rehabilitasi
Psikososial.
2. Agar pembaca dapat mengetahui dan memahami tentang tujuan terapi Rehabilitasi
Psikososial.
3. Agar pembaca dapat mengetahui dan memahami tentang jenis-jenis dan tahap-tahap
terapi Rehabilitasi Psikososial.
4. Agar pembaca dapat mengetahui dan memahami tentang tujuan terapi okupasi
5. Agar pembaca dapat memahami konsep dasar rehabilitasi psikososial
6. Sebagai salah satu syarat kelulusan di Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa di
RSIJ Klender.

I.3. MANFAAT PENULISAN


1. Agar lebih memahami tentang terapi rehabilitasi
2. Agar lebih memahami tentang tujuan terapi rehabilitasi
3. Agar lebih memahami tentang jenis-jenis dan tahap-tahap terapi rehabilitasi
4. Agar lebih memahami tentang terapi okupasi
5. Agar lebih memahami tentang tujuan terapi okupasi
6. Agar lebih memahami tentang konsep dasar rehabilitasi psikososial

7
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1. DEFINISI
Rehabilitasi mental atau rehabilitasi psikososial adalah pengembalian fungsi individu
melalui proses yang terencana dan bertahap sehingga rehabilitan dapat produktif kembali ke
masyarakat, mengurangi kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidupnya. Rehabilitasi
adalah tindakan restorasi bagi kesehatan individu yang mengalami kecacatan menuju
kemampuan yang optimal dan berguna baik segi fisik, mental, sosial dan ekonomi,di rumah
sakit-rumah sakit,dan pusat-pusat rehabilita si tertentu.
Rehabilitasi menurut WHO Expert Commitee on Medical Rehabilitation (1969).
Penggunaan secara terpadu dan terkoordinasi dari tindakan medis, sosial, pendidikan dan
vokasional untuk melatih atau melatihi kembali individu ke arah kemungkinan tertinggi dari
tingkat kemampuan fungsionalnya. Kegiatan ini diberikan dengan menggunakan sejumlah
kegiatan dimana bertujuan membantu pasien mengembangkan kemampuan kerja dalam
kehidupan sehari-hari sebagai bekal bagi dirinya di masyarakat setelah pulang dirawat di
rumah sakit.

Rehabilitasi mental atau psikososial berangkat dari motivasi yang berbunyi gangguan
jiwa tidak pernah merusak seluruh kepribadian manusia ataupun tingkah lakunya dan bahwa
tingkah laku manusia selalu dapat diarahkan atau dibina kepada jurusan yang mengandung
sejumlah reaksi atau respon yang baru, untuk itulah rehabilitasi psikososial dirasakan
penting dilakukan untuk proses kesembuhan pasien gangguan jiwa agar dapat berinteraksi di
masyarakat dan bermanfaat di masyarakat.

Rehabilitasi untuk proses jangka panjang dimana memerlukan program dan sarana yang
mencukupi. Keberhasilan dari program rehabilitasi tergantung kepada besarnya motivasi
belajar, pola hidup sebelum dan sesudah sakit dan dukungan dari orang-orang yag memiliki
arti bagi pasien.

8
II.2. TUJUAN REHABILITASI
1. Mengembalikan kemampuan individu setelah terjadinya gangguan kepada kondisi
atau tingkatan fungsi yang optimum
2. Mencegah kecacatan yang lebih besar

3. Memelihara kemampuan yang ada atau dimiliki oleh pasien

4. Membantu pasien untuk mengembangkan keterampilannya yang baru

5. Meningkatkan kepatuhan berobat melalui edukasi rehabilitan mengenai penyakit dan


pengobatan termasuk efek samping obat.

6. Mengembalikan fungsi keterampilan sosial dan perilaku normative sehingga


mencapai penyesuaian diri yang lebih baik, sadar terhadap hak azasi dan harga diri
pasien.

7. Meningkatkan keterampilan yang produktif dan berguna sehingga memperoleh


kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan.

8. Menjadikan manusia yang produktif dan mandiri tanpa ketergantungan dari orang
lain.

II.3. KRITERIA REHABILITAN


1. Peserta dalam kondisi tenang
2. Peserta tidak mempunyai cacat fisik
3. Peserta dapat membaca dan menulis

II.4. TIM REHABILITASI


Tim yang menangani rehabilitasi yaitu tim kesehatan mental yang terdiri dari dokter,
perawat, psikolog, petugas sosial dan petugas terapi okupasional.

II.5. TAHAP-TAHAP REHABILITASI


1. Tahap Persiapan
Merupakan usaha untuk mempersiapkan pasien dengan berbagai pelatihan dan
kegiatan bermanfaat sebelum pasien di pulangkan. Tahapan ini meliputi :

9
Seleksi, Evaluasi, dan Uji Kerja (Work Assesment)

Terapi kerja
Latihan Kerja

2. Tahap Penyaluran atau Penempatan


Merupakan usaha pemulangan pasien ke keluarga, tempat kerja atau masyarakat dan
instansi lain yang berfungsi sebagai pengganti keluarga, disamping usaha
resosialisasi.

3. Pengawasan
Merupakan tindakan lanjut setelah pasien di salurkan ke masyarakat, meliputi
kunjungan ke rumah atau tempat kerja pasien (home visit), menyelenggarakan
perawatan lanjut (after care), serta rawat siang (Day Care,), tujuannya untuk
mengetahui perkembangan pasien, permasalahan yang sedang dihadapi serta cara-
cara pemecahannya.
II.6. JENIS-JENIS KEGIATAN REHABILITASI
1. Terapi Edukasional
Kegiatan diskusi kelompok (Direct Group Therapy - DGT) yang dipimpin oleh
seorang terapis atau petugas rehabilitasi mental dengan tujuan agar rehabilitan
mempunyai wawasan tambahan disamping ilmu yang mungkin telah dimilikinya baik
formal maupun non-formal. Kegiatan DGT meliputi :
Kebersihan Diri dan Kesehatan
Rehabilitan dilatih bagaimana cara merawat diri yang benar, bagaimana menerapkan
cara hidup sehat, tujuannya agar rehabilitan dapat memenuhi kebutuhan dasar atau
kebutuhan pokoknya hingga mandiri.

Pengetahuan Umum
Rehabilitan diberikan wawasan dan pengetahuan umum, seperti pengenalan mata
uang, lomba cerdas cermat, wawasan kebangsaan, sosialisasi dan motivasi.

Bimbingan Rohani

10
Rehabilitan diberikan bimbingan dan arahan spiritual berdasarkan agama yang dianut
oleh masing-masing rehabilitan, tujuannya untuk meningkatkan motivasi secara
spiritual.

Toilet Training
Rehabilitan dilatih bagaimana cara menggunakan toilet yang baik dan benar serta cara
menjaga kebersihan toilet setelah memakai toilet, dll.

Latihan Komunikasi Interpersonal


Rehabilitan dilatih bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan benar agar dapat
berkomunikasi dua arah dengan lingkungannya maupun masyarakat.

Persiapan Pulang dan Kembali ke Masyarakat


Rehabilitan dimotivasi dan diedukasi mengenai persiapan pulang dan kembali
kemasyarakat, tujuannya agar rehabilitan menjadi individu yang percaya diri, aktif
dan produktif serta dapat berinteraksi dalam ruang lingkung keluarga maupun
masyarakat.

2. Terapi Okupasional
Merupakan suatu rangkaian pelatihan yang diberikan pada rehabilitan untuk
memperbaiki dan meningkatkan kemampuan fungsionalnya, melalui berbagai kegiatan
yang meliputi latihan fisik untuk meningkatkan kesehatan jiwa, pendekatan kognitif,
aktivitas yang memacu kreativitas serta pelatihan keterampilan. Dengan terapi ini
mendorong pasien untuk mengembangkan minat untuk mempertahankan keterampilan
lama mempelajari keterampilan baru.
Kegiatan yang diberikan dapat berupa kerajinan tangan, seni tari, musik, drama,
rekreasi, ADL (activities of daily living), kegiatan yang dilakukan tersebut bersifat
terapeutik dan menyiapkan pasien untuk dapat dipulangkan ke tengah-tengah
masyarakat atau dicalonkan untuk direhabilitasikan, kegiatan ini dijalankan secara
individu atau kelompok.
Semua kegiatan tersebut dipandu oleh seorang okupasi terapis dimana tugas pokok
okupasi terapis adalah membangkitkan aktivitas positif melalui pekerjaan atau aktivitas
lain yang bersifat terapeutik dan mengevaluasi perkembangan pasien secara kontinyu
dan mengetahui efek terapi yang diberikan. Peran okupasi terapis adalah :

11
Motivator dan sumber reinforces : Memotivasi pasien dengan menjelaskan
secara rinci tentang kondisinya, berbagai manfaat dari aktivitas yang diberikan,
memberikan dukungan pada pasien.

Sebagai guru terapis : Memberikan pengalaman learning re-learning, okupasi


terapis harus mempunyai ketrampilan dan ahli tertentu dan harus dapat
menciptakan dan menerapkan aktivitas mengajarnya pada pasien.

Sebagai peran model sosial : Terapis harus mampu menampilkan perilaku yang
dapat dipelajari dan ditiru oleh pasien melalui role playing, terapis
mendemonstrasikan perilaku diharapkan (verbal atau non verbal) yang akan
ditiru oleh pasien.
Sebagai konsultan terapis : Terapis menentukan program perilaku yang dapat
menghasilkan respon terbaik dari pasien, terapis bekerja sama dengan pasien
dan keluarganya dalam merencanakan program ini.

3. Terapi Vokasional
Suatu proses dimana pasien dilatih dan ditempatkan sesuai dengan pekerjaannya
supaya pasien mendapatkan kepuasan dan bermakna. Kegiatan ini didasari atas
keyakinan bahwa dengan memberi pasien pekerjaan akan menghasilkan kreatifitas
kepuasan dalam berhubungan sosial dengan orang lain, meningkatkan kebanggaan
dalam menyelesaikan tugas dan harga dirinya.
Rehabilitan dibantu agar lebih bermanfaat dalam komunitasnya. Rehabilitasi ini bisa
dilakukan secara individual ataupun berkelompok, tergantung pada kebutuhan. Sebelum
mengikuti terapi ini biasanya pasien dilakukan uji sikap keterampilan, minat, kemudian
diminta mengobservasi dan mencoba salah satu jenis pekerjaan yang diminati,
kemudian dinilai kembali untuk diberikan terapi.

12
BAB III

PENUTUP

III.1. KESIMPULAN
1. Rehabilitasi adalah tindakan restorasi bagi kesehatan individu yang mengalami
kecacatan menuju kemampuan yang optimal dan berguna baik segi fisik, mental,
sosial dan ekonomik, di rumah sakit-rumah sakit, dan pusat-pusat rehabilitasi
tertentu
2. Fungsi tim profesi dalam program rehabilitasi adalah menjaga komplikasi dari
akibat gangguan atau penyakit diderita pasien, membatasi besarnya gangguan
semaksimal mungkin, dan merencanakan dan melaksanakan program rehabilitasi.
3. Jenis - Jenis kegiatan rehabilitasi adalah terapi okupasional, terapi edukasi, dan
rehabilitasi vokasional.
4. Okupasi adalah Aktivitas yang terarah dan bertujuan adalah okupasi terapi sehingga
tidak ada waktu terluang dengan percuma tetapi semua waktu yang ada kita
manfaatkan untuk suatu kegiatan yang berguna bagi diri kita.
5. Jenis aktivitas terapi okupasi adalah aktivitas latihan fisik untuk meningkatkan
kesehatan jiwa, aktivitas dengan pendekatan kognitif, aktivitas yang memacu
kreativitas, training ketrampilan dan terapi bermain.Penatalaksanaan skizofrenia
yang berhasil membutuhkan perhatian yang lebih besar daripada sekedar
penatalaksanaan farmakologis. Hal yang penting dilakukan adalah intervensi
psikososial. Hal ini dilakukan dengan menurunkan stressor lingkungan atau
mempertinggi kemampuan penderita untuk mengatasinya, dan adanya dukungan
sosial.

III.2. SARAN

1. Tenaga kesehatan hendaknya tidak hanya terpaku pada penatalaksanaan somatik


saja, tetapi juga penatalaksanaan psikososial harus lebih diperhatikan.
2. Tenaga kesehatan, pasien sendiri dan keluarga hendaknya saling bekerjasama dalam
melaksanakan kegiatan rehabilitasi agar diperoleh hasil yang maksimal.

13