You are on page 1of 28

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI E-LEARNING PADA

STKIP MUHAMMADIYAH PRINGSEWU

Analysis And Desain Information System e-learning


in STKIP MUHAMMADIYAH PRINGSEWU

Disusun oleh :

Fernando Pratama Arianto (15311603)


Bayu Nugroho (15311891)
Ismet Sudrajad (12311234)
Kelas :
SI 16 ab

JURUSAN SISTEM INFORMASI


FAKULTAS TEKNIK INFORMASI & KOMPUTER
UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang
semakin pesat dengan berbagai manfaatnya sangat berdampak pada perilaku kehidupan
didalam berbagai aspek, salah satunya aspek pendidikan. Dimana dari perkembangan
sistem pendidikan kita mengenal model pembelajaran, seperti CTL (Contextual
Teaching dan e-learning).
E-learning sesuai dengan defiinisinya memiliki usaha untuk membuat sebuah
transpormasi proses pembelejaran yang ada di sekolah dalam bentuk digital dengan
menggunakan teknologi internet (Purbo&Hartanto,2002). Sedangkan definisi lainnya
menjelaskan e-learning sebagai sebuah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi
elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan
komputer, maupun komputer stand alone (Hartley,2001). Pada definisi lainnya e-
learning bermakna sebagai sarana pendidikan yang mencakup motivasi diri sendiri,
komunikasi, efisiensi dan teknologi (Berman,2006).
Keunggulan yang ditawarkan bukan saja terletak pada faktor kecepatan untuk
mendapatkan informasi, namun juga fasilitas multimedia yang dapat membuat belajar
lebih menarik melalui visual secara interatif. Sejarah dengan perkembangan teknologi,
banyak kegiatan pembelajaran yang dapat di lakukan dengan memanfaatkan teknologi
dalam e-learning, materi pembelajaran perlu di lakukan pengelolaan pembelajaran agar
menghasilkan interaksi, aktivitas dan komunikasi.
Pada Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Pringsewu
saat ini belum di terapkan sebuah konsep pembelajaran e-learning. Pembelajaran
dengan E-learning diharapkan dapat meningkatkan Kualitas pembelajaran dan materi
mengajar, lalu kualitas aktivitas dan kemandirian mahasiswa serta komunikasi antara
dosen dan mahasiswa maupun antar mahasiswa. Salah satu upaya yang bisa dilakukan
adalah dengan membangun media pembelajaran yang mendukung proses belajar dan
mengajar dan diakses dimanapun dan kapanpun.
Diharapkan dengan adanya media pembelajaran E-learning mahasiswa dapat
mendapatkan materi secara cepat yang di berikan oleh dosen dimanapun dan kapanpun.
Berdasarkan hal-hal yang diuraikan diatas maka akan dibangun suatu sistem yang dapat
menghubungkan antara mahasiswa dan dosen serta pihak kampus sebagai admin. Maka
dari itu penulis tertarik mengangkat topik tugas akhir dengan judul Analisis dan
Perancangan Sistem Informasi E-Learning Pada STKIP Muhammadiyah
Pringsewu.
1.2 Rumusan Masalah
Untuk memberikan penjelasan lebih jauh mengenai media pembelajaran E-learning ada
baiknya penulis memaparkan rumusan masalah itu yaitu :
1. Bagaimana membangun E-learning agar memberikan kemudahan bagi mahasiswa
untuk mendapatkan pembelajaran suatu mata kuliah?
2. Bagamana desain interface pembelajaran melalui E-learning?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan dari pembuatan media pembelajaran melalui E-learning yang akan
dibangun sebagai berikut:
1. E-learning berbasis web yang dibangun diharapkan memberikan kemudahan
kepada mahasiswa dalam mendapatkan materi pembelajaran kapanpun dan
dimanapun.
2. Penggunaan e-learning diharapkan dapat membuat mahasiswa belajar lebih giat
dan semangat dengan desain interface yang menarik.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Definisi E-Learning
Secara umum terdapat dua persepsi dasar tentang E-Learning yaitu:
1. Electronic based e-learning adalah pembelajaran yang memanfaatkan teknologi
informasi dan komunikasi, terutama berupa elektronik. Artinya, tidak hanya
internet, melainkan semua perangkat elektronik seperti film, video, kaset, OHP,
Slide, LCD, projector, dan lain-lain.
2. Internet Based adalah pembelajaran yang menggunakan fasilitas internet yang
bersifat online sebagai instrument utamanya.
Kedua persepsi tersebut ditunjang oleh berbagai pendapat para ahli yang berbeda.
Beberapa ahli yang mendukung pendapat elearning sebagai electronic based
diantaranya Elliott Masie, cisca and comellia (2000) menjelaskan, e-learning adalah
pembelajaran dimana bahan pembelajaran disampaikan melalui media elektronik
seperti internet, intranet, satelit, TV, CD-ROM, dan lain-lain, jadi tidak harus internet
karena internet salah satu bagian dari e-learning. Pendapat ini didukung oleh Martin
Jenkins and Janet Hanson, Generic center (2003) bahwa e-learning adalah proses
belajar yang difasilitasi dan didukung melalui pemanfaatan teknologi informasi
komunikasi.
E-learning tersusun dari dua bagian, yaitu 'e' yang merupakan singkatan dari
'electronica' dan 'learning' yang berarti 'pembelajaran' Jadi e-learning berarti
pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika. Jadi dalam
pelaksanaannya, e-learning menggunakan jasa audio, video atau perangkat komputer
atau kombinasi dari ketiganya. Dengan kata lain e-learning adalah pembelajaran yang
dalam pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, videotape,
transmisi satelite atau komputer (Tafiardi, 2005.) Sejalan dengan itu, Onno W. Purbo
(dalam Amin, 2004) menjelaskan bahwa istilah "e" dalam e-learning adalah segala
teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha usaha pengajaran lewat teknologi
elektronik internet. Internet, satelit, tape audio/video, tv interaktif, dan CD-ROM
adalah sebagian dari media elektronik yang digunakan. Pengajaran boleh disampaikan
pada waktu yang sama (synchronously) ataupun pada waktu yang berbeda
(asynchronously). Secara lebih singkat william Horton mengemukakan bahwa (dalam
Sembel, 2004) e-learning merupakan kegiatan pembelajaran berbasis web (yang bisa
diakses dari internet).

2.2 Metode Pengembangan Sistem


2.2.1 Metode Pengembangan Sistem Waterfall
Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode pengembangan
waterfall. Menurut Rosa dan Shalahuddin, 2011 Waterfall merupakan salah satu
metode pengembangan sistem pengembangan SDLC (System Development Life
Cycle). Tiap tahap dalam metode waterfall harus diselesaikan terlebih dahulu secara
penuh sebelum diteruskan ditahap berikutnya untuk menghindari terjadinya
pengulangan tahapan.
Berikut ini adalah penjelasan tentang tahapan yang dilakukan dalam metode
pengembangan sistem waterfall :
1. Planning (Perencanaan)
Tahap perencanaan adalah proses dasar memahami mengapa suatu sistem itu harus
dibangun.
2. Analysis (Analisis)
Tahap analisis adalah tahap menjawab pertanyaan tentang siapa yang akan
menggunakan sistem, apa yang akan dilakukan sistem dan dimana serta kapan
sistem akan digunakan. Pada tahap ini juga dapat mengidentifikasik perbaikan
peluang dan mengembangkan konsep untuk sistem yang baru.
3. Design (Desain)
Tahap desain adalah tahap memutuskan bagaimana sistem akan beroperasi dalam
hal hardware, software dan infrastruktur jaringan, user interface, dan laporan yang
akan digunakan, serta spesifik program, database, dan file yang akan dibutuhkan.
Meskipun sebagian besar keputusan strategis tentang sistem yang dibuat dalam
pengembangan konsep sistem selama tahap analisis, langkah-langkah dalam tahap
desain menentukan dengan tepat bagaimana sistem akan beroperasi.
4. Implementation (Implementasi)
Tahap implementasi adalah tahap dimana sistem sebenarnya dibangun. Pada tahap
ini biasanya mendapat perhatian yang besar karena sebagian besar proses
pembangunan sistem terdapat pada tahap ini.

2.3 Analisis PIECES


Untuk mengidentifikasi masalah, maka harus dilakukan analisis terhadap kinerja,
ekonomi, pengendalian, efisiensi, dan pelayanan atau juga sering disebut dengan
analisis pieces. Adapun pengertian dari analisis pieces sebagai berikut :
1. Analisis Kinerja (Performance)
Masalah kinerja terjadi ketika tugas-tugas bisnis yang dijalankan tidak
mencapai sasaran. Kinerja diukur dengan jumlah produksi (throughput) dan
waktu yang digunakan untuk menyesuaikan perpindahan pekerjaan (response
time).
2. Analisis Informasi (Information)
Informasi merupakan komoditas krusial bagi pengguna akhir. Informasi juga
dapat merupakan fokus dari suatu batasan atau kebijakan.
3. Analisis ekonomi (Economy)
Pemanfaatan biaya yang digunakan dari pemanfaatan informasi. Peningkatan
terhadap kebutuhan ekonomis mempengaruhi pengendalian biaya dan
peningkatan manfaat.
4. Analisis pengendalian (Control)
Analisis ini digunakan untuk meningkatkan kinerja sistem, mencegah, atau
mendeteksi kesalahan sistem, menjamin keamanan data, informasi dan
persyaratan.
5. Analisis efisiensi (Efficiency)
Efisiensi menyangkut bagaimana menghasilkan output sebanyak-banyaknya
dengan input yang sekecil mungkin.
6. Analisis pelayanan (Service)
Peningkatan pelayanan memperlihatkan kategori yang beragam. Proyek yang
dipilih merupakan peningkatan pelayanan yang lebih baik bagi manajemen,
user, dan bagian lain yang merupakan simbol kualitas dari suatu sistem
informasi.

2.4 My SQL
MySql menurut Bunafit Nugroho (2004:3) dalam bukunya yang berjudul Aplikasi
Pemrograman WEB Dinamis dengan PHP dan MYSQL yang dikutip dalam Jurnal
Diana Octavia dkk , MySQL adalah relational database management system (RDBMS)
yang di distribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License)
dengan sifatnya yang open source, memungkinkan juga user untuk melakukan
modifikasi pada source code nya untuk memenuhi kebutuhan spesifik mereka sendiri.
MySQL merupakan database server multi user dan multi threaded yang tangguh.
Dengan demikian banyak feature MySQL bisa bersaing dengan database komersial
sekalipun. MySQL adalah media sistem manajemen database sebuah kumpulan data
yang terstruktur untuk menambahkan, mengakses dan proses data yang tersimpan pada
suatu database komputer. Memerlukan sistem manajement database seperti MySQL.
Kelebihan MySQL adalah :
1. Portability
My SQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi diantaranya seperti
Windows, Linux, FreeBSD, dan masih banyak lagi.
2. Open Source
My SQL di distribusikan secara open source (gratis).
3. Multiuser
My SQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa
mengalami masalah atau konflik.
4. Performance Tuning
My SQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query
sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL persatuan waktu.

2.5 Justinmind Prototyper 7.0.0


Menurut Wikipedia Justinmind Prototyper adalah sebuah aplikasi prototyping yang
mencakup semua fungsi yang diinginkan dalam membuat prototyping sebuah aplikasi,
baik untuk perangkat mobile, web, atau dekstop. Aplikasi ini juga dapat bekerja dengan
prototyping aplikasi berbasis web. Justinmind prototyper sangat mudah digunakan. Kita
dapat menentukan viewport yang diinginkan, kemudian menampilkan sebagai panduan
di layar. Dari sana, kita hanya tinggal menambahkan elemen desain yang dibutuhkan
untuk membangun user interface (UI).
Elemen desain yang tersedia termasuk segala sesuatu dari bentuk kolom formulir
hingga menu, sehingga mudah digunakan untuk membuat Mock Up desain UI tanpa
harus memulai dari awal. Yang harus dilakukan adalah drag dan drop ke dalam desain
yang kita inginkan. Kita juga dapat membuat dan menentukan link dengan hanya
menarik komponen yang ada di layar serta menambahkan komentar dengan cara yang
sama pula.
Pedoman membuat merancang gambar rangka jauh lebih mudah dan lebih tepat.
Kemampuan untuk menampilkan diagram, gambar, atau menerapkan gradien warna
jauh lebih menarik secara visual dari sebuah sketsa sederhana sehingga sangat
menghemat waktu dan pembuatan suatu prototype aplikasi. Kita dapat menambahkan
gambar ke desain dengan cepat dan mudah. Hanya drop dan drag gambar yang
diinginkan dari program desain seperti photoshop, atau langsung dari browser. Bahkan
ada perangkat bantuan untuk peraturan warna sehingga dapat mengambil warna yang
tepat untuk desain yang kita buat.
Setelah desain prototype selesai, kita dapat mensimulasikan secara interaksi dan
merasakan bagaimana aplikasi akan benar-benar bekerja. Kita dapat menampilkan dan
menyembunyikan kontern, mengubah gaya, atau navigasi bersyarat tanpa harus menulis
kode. Kita juta dapat mempresentasikan secara interaktif dengan OnClick, on
MouseOver, dan banyak lagi. Kita bahkan dapat menggunakan utilitas animasi untuk
menambhakan animasi untuk wireframes yang kita buat, seperti pesan yang dinamis
progress bar, atau jenis lain dari gerakan yang diperlukan. Kita dapat menambahkan
video atau konten media lain dari web, termasuk Google Maps interaktif dan video
YouTube.
Justinmind protoyper memiliki sejumlah fitur yang membantu mendapatkan
prototipe web ke MS Word atau Open Office Document, yang sempurna untuk
menciptakan sebuah desain yang mencakup layar, interaksi, aturan bisnis, skenario
kerja, data masters, dan komentar, ditambah informasi tentang protipe itu sendiri.
Terdapat dua jenis justinmind prototyper , yaitu versi gratis dan versi berbayar (pro).
Kedua versi tersebut dapat bekerja di windows XP dan Windows 7, serta Mac OS X
10.5 atau versi yang lebih baru.

2.6 Astah Community


Astah, dikenal juga sebagai JUDE, adalah alat UML Modeling yang diciptakan oleh
perusahaan Jepang ChangeVision. Pengembangan JUDE pertama kali dilakukan oleh
Kenji Hiranabe CEO dari ChangeVision Inc pada tahun 1996. JUDE dijadikan freeware
pada tahun 1999, dan lima tahun kemudian jude mulai dijual di pasar Jepang.

2.7 Flow Chart


Menurut Pahlevy, Randy, Tesar, 2010 Flow chart adalah suatu alat untuk
menggambarkan, menyederhanakan rangkaian proses atau prosedur sehingga mudah
dipahami dan mudah dilihat berdasarkan urutan langkah dari suatu proses sistem.
Flowchart di sistem e-learning pada Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan
terbagi menjadi tiga yaitu Flowchart Mahasiswa,dan Flowchart Dosen.
2.8 Use Case
Use case ( Schmuller, 1999, p10), adalah sebuah gambaran dari fungsi sistem yang
dipandang dari sudut pandang pemakai. Actoradalah segala sesuatu yang perlu
berinteraksi dengan sistem untuk pertukaran informasi. (Whitten, 2004, p 258). System
boundary menunjukkan cakup an dari sistem yang dibuat dan fungsi dari sistem tersebut.
Berikut ini merupakan gambar dari tiga komponen sistem dalam use case diagram:
Jenis-jenis Use Case Relationships (Rambaugh, 1999, p 65) antara lain :
1) Association
Garis yang menghubungkan antara actor dengan use case.
2) Extend
Menghubungkan antara dua atau lebih use case yang merupakan tambahan dari base
use case yang biasanya untuk mengatasi kasus pengecualian.
3) Generalization
Hubungan antara use case umum dengan use case yang lebih khusus.
4) Include
Menghubungkan antara 2 atau lebih use case untuk menunjukkan use casetersebut
merupakan bagian dari base use case.
2.10 Relasi Tabel
Menurut Yourdon (1989:17) Relasi tabel merupakan gambaran dari kelompok
penyimpanan data yang ada pada suatu sistem yang menunjukan hubungan antar
kelompok berserta atribut yang dimilikinya setelah proses normalilasi.
BAB III
PERANCANGAN

3.1 Analisis Sistem pada STKIP Muhammadiyah Pringsewu


3.1.1 Analisis PIECES
Analisis PIECES pada sistem e-learning di STKIP Muhammadiyah Pringsewu
dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

PIECES Analisis Masalah Keunggulan


Performance - Peserta didik kurang memahami materi. - Dengan adanya sistem baru
- Pengajar sering mengalami kelelahan karena yang dibuat ini pengajar
mengajar lebih dari 12 jam dalam sehari. dapat mempermudah
- Kurangnya jumlah pengajar. dalam penyampaian
materi.
Information - Materi yang di sampaikan tidak secara mendetail. - Pengajar tidak mengalami
- Materi sulit untuk diakses dimana saja. kelelahan dalam mengajar.
- Peserta didik sulit menerima informasi yang - Bisa berdiskusi kapanpun
disampaikan karena tidak semua peserta didik antara pengajar dan seluruh
mendengarkan apa yang disampaikan. peserta didik dalam waktu
- Kurangnya komunikasi antara pengajar dan peserta yang sama.
didik. - Peserta didik mudah
mendapatkan materi lebih
banyak selain melalui
Ekonomi - Banyak biaya yang dialokasikan dalam pembelian
pengajar.
alat-alat tulis dan perlengkapan kelas.
- Tidak terlalu banyak
mengeluarkan biaya
Control - Tidak adanya tempat penyimpanan data secara - Data absensi kehadiran
komputerisasi. sudah otomatis Karena
- Kurangnya pengawasan terhadap proses setiap peserta didik
pembelajaran dalam ketertarikan siswa dengan yang mengakses akan
dipelajari. menampilkan riwayat
- Kurangnya pengawasan terhadap data yang kehadiran.
disimpan didalam lemari arsip dan beresiko disalah - Materi pembelajaran dapat
gunakan pihak pihak lain. direview kapan saja dan
dimana saja selama masih
Efficiency - Proses pengajaran kurang tepat waktu. ada koneksi internet.
- Data absensi kehadiran masih menggunakan sistem - Dengan metode
manual. e-learning dapat
- Waktu banyak terbuang ,terutama apabila peserta menghemat waktu
didik tidak dapat menjawab pertanyaan yang pembelajaran.
diajukan.
- Dalam jumlah peserta didik yang banyak, tidak
mungkin cukup waktu untuk memberikan
pertanyaan kepada setiap peserta didik.
Service - Pembelajaran secara konvesional sudah baik namun
masih kurang maksimal terkadang dosen memiliki
kepentingan mendadak dan tidak dapat mengajar
sehingga tidak dapat memberikan materi kepada
mahasiswa.

Tabel 3.1.1 Analisis PIECES

3.3 Use Case


Use Case perancangan sistem e-learning pada STKIP Muhammadiyah Pringsewu dapat
dilihat dari gambar dibawah ini :

Gambar 3.2 Use Case


3.3 Flow Chart
3.3.1 Flow Chart Mahasiswa

Gambar 3.3.1 Flow Chart Mahasiswa


3.3.2 Flow Chart Dosen

Gambar 3.3.2 Flow Chart Dosen


3.4 Entity Relationship Diagram (ERD)
Adapun diagram ERD pada sistem e-learning pada STKIP Muhammadiyah Pringsewu
adalah sebagai berikut :

Gambar 3.4 ERD


3.5 Relasi Tabel
Adapun saling keterkatitan antar tabel atau relasi tabel digunakan dalam sistem e-
learning pada STKIP Muhammadiyah Pringsewu tergambar pada gambar dibawah ini :

Gambar 3.5 Relasi Tabel


3.6 Kamus Data
1. Tabel Dosen
Nama table : tb_Dosen
Primary key : id_dosen
Foreign key : -
No Nama Field Type Size Keterangan
1 Id_dosen Char 10 Primary key*
2 NIP Char 15 NIP
3 Password Char 15 Password
4 Nama Char 30 Nama
5 Email Char 20 Email
2. Tabel Materi
Nama table : tb_materi
Primary key : id_materi
Foreign key : id_dosen, id_kelas, id_matkul
No Nama Field Type Size Keterangan
1 Id_materi Char 10 Primary key*
2 Id_kelas Char 10 Id materi
3 Id_matkul Char 10 Id kelas
4 Id_dosen Char 10 Id matkul
5 Judul Char 25 Id dosen

3. Tabel Soal
Nama table : tb_soal
Primary key : id_soal
Foreign key : id_kuis, id_uts, id_uas
No Nama Field Type Size Keterangan
1 Id_soal Char 10 Primary key*
2 Id_kuas Char 10 Id kuas
3 Id_uts Char 10 Id uts
4 Id_uas Char 10 Id uas

4. Tabel Tugas
Nama table : tb_tugas
Primary key : id_tugas
Foreign key : id_dosen
No Nama Field Type Size Keterangan
1 Id_tugas Char 10 Primary key*
2 Id_dosen Char 10 Id dosen
3 Judul Char 20 Judul
5. Tabel Kuis
Nama table : tb_kuis
Primary key : id_kuis
Foreign key : id_kelas, id_dosen, id_matkul
No Nama Field Type Size Keterangan
1 Id_kuis Char 10 Primary key*
2 Id_kelas Char 10 Id kelas
3 Id_dosen Char 10 Id dosen
4 Id_matkul Char 10 Id matkul
5 Waktu Char 10 Waktu
6 Tanggal Char 15 Tanggal

6. Tabel UTS
Nama table : tb_uts
Primary key : id_uts
Foreign key : id_kelas, id_dosen, id_matkul
No Nama Field Type Size Keterangan
1 Id_uts Char 10 Primary key*
2 Id_kelas Char 10 Id kelas
3 Id_dosen Char 10 Id dosen
4 Id_matkul Char 10 Id matkul
5 Waktu Char 10 waktu
6 Tanggal Char 15 tanggal

7. Tabel UAS
Nama table : tb_uas
Primary key : id_uas
Foreign key : id_kelas, id_dosen, id_matkul
No Nama Field Type Size Keterangan
1 Id_uas Char 10 Primary key*
2 Id_kelas Char 10 Id kelas
3 Id_dosen Char 10 Id dosen
4 Id_matkul Char 10 Id matkul
5 Waktu Char 10 Waktu
6 Tanggal Char 15 Tanggal

8. Tabel Kelas
Nama table : tb_kelas
Primary key : id_kelas
Foreign key : -
No Nama Field Type Size Keterangan
1 Id_kelas Char 10 Primary key*
2 Kelas Char 10 Kelas

9. Tabel Matakuliah
Nama table : tb_matkul
Primary key : id_matkul
Foreign key : id_kelas, id_dosen
No Nama Field Type Size Keterangan
1 Id_kuis Char 10 Primary key*
2 Id_kelas Char 10 Id kelas
3 Id_dosen Char 10 Id dosen
4 Matkul Char 20 matkul

10. Tabel Mahasiswa


Nama table : tb_mahasiswa
Primary key : id_mahasiswa
Foreign key : id_kelas, id_dosen, id_matkul
No Nama Field Type Size Keterangan
1 Id_mahasiswa Char 10 Primary key*
2 NPM Char 10 NPM
3 Password Char 10 Password
4 Nama Char 25 Nama
5 Jeniskelamin Char 15 Jeniskelamin
6 Id_kelas Char 10 Id kelas

11. Tabel Forum


Nama table : tb_forum
Primary key : id_forum
Foreign key : id_admin,id_mahasiswa, id_dosen
No Nama Field Type Size Keterangan
1 Id_forum Char 10 Primary key*
2 Nama_forum Char 25 Nama forum
3 Id_admin Char 10 Id admin
4 Tgl_forum Char 15 Tanggal forum
5 Id_dosen Char 10 Id dosen
6 Id_mahasiswa Char 10 Id mahasiswa

12. Tabel admin


Nama table : tb_admin
Primary key : id_admin
Foreign key : -
No Nama Field Type Size Keterangan
1 Id_admin Char 10 Primary key*
2 Username Char 10 Username
3 Password Char 10 Password
4 Email Char 20 Email
3.7 Rancangan Struktur Menu
Perancangan struktur menu untuk sistem e-learning pada STKIP Muhammadiyah
Pringsewu memiliki dua tahapan yaitu perancangan struktur menu untuk mahasiswa
dan perancangan struktur menu untuk dosen. Pada desain interface sistem ini
memungkinkan mahasiswa dan dosen untuk saling bertukar informasi dengan berbagai
aktifitas di dalamnya. Perancangan struktur menu ini dimaksudkan untuk memudahkan
pengguna dalam memanfaatkan sistem ini secara efektif dan efisien. Pada perancangan
struktur menu untuk sistem e-learning pada STKIP Muhammadiyah Pringsewu ini
memiliki sub-sub menu sebagai berikut :

Gambar 3.7 Rancangan Menu


3.8 Tampilan Rancangan
3.8.1 Rancangan Tampilan Form Login
Form Login digunakan untuk masuk ke halaman Sistem E-Learning dengan
memasukkan user name dan password lalu Login. Apabila terjadi kesalahan dalam
penginputan user name dan password maka akan muncul pesan user name dan password
terjadi kesalahan, silahkan inputkan kembali. Form login dapat dilihat pada Sistem E-
Learning gambar 3.8.1 sebagai berikut :

Gambar 3.8.1 Tampilan Rancangan Form Login


3.8.2 Rancangan Tampilan Menu Utama
Layar dialog menu utama adalah tampilan yang menyediakan menu-menu pilihan
sesuai dengan struktur menu untuk mendapatkan informasi dan layanan yang tersedia
dalam rancangan sistem E-lerning pada Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu
Pendidikan (STKIP) Muhammadyah Pringsewu.Tampilan form menu utama terdapat
dua kategori yaitu form menu utama untuk dosen dan untuk mahasiswa sebagai
berikut :
3.8.2.1 Rancangan Tampilan Menu Utama untuk Dosen :
Rancangan Tampilan Menu Utama Untuk Dosen dapat di lihat lebih jelas pada
gambar 3.8.2.1 sebagai berikut :

Gambar 3.8.2.1 Tampilan Rancangan Form Menu Utama Untuk Dosen


3.8.2.2 Rancangan Tampilan Menu Utama untuk Mahasiswa

Gambar 3.8.2.2 Tampilan Rancangan Form Menu Utama Mahasiswa


3.8.3 Rancangan Tampilan Form Pemilihan Mata Kuliah
Form Pemilihan Mata Kuliah adalah tampilan yang menyediakan menu-menu pilihan
yang berisi nama-nama mata kuliah untuk mendapatkan informasi yang tersedia pada
sistem E-Learning pada Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP)
Muhammadiyah Pringsewu. Tampilan Form Pemilihan Mata Kuliah terdapat dua
kategori yaitu form Pemilihan Mata Kuliah untuk dosen dan untuk mahasiswa sebagai
berikut :
3.8.3.1 Rancangan Tampilan Form Pemilihan Mata Kuliah untuk Dosen :
Rancangan Tampilan Pemilihan Mata Kuliah untuk dosen dipergunakan dosen untuk
memilih salah satu mata kuliah yang ingin ditambahkan materi/tugas. Untuk lebih
jelasnya rancangan tampilan form untuk dosen dapat dilihat pada gambar 3.8.3.1
dibawah ini :

Gambar 3.8.3.1 Tampilan Rancangan Form Menu Utama Dosen


3.8.3.2 Rancangan Tampilan Form Pemilihan Mata Kuliah untuk Mahasiswa :
Rancangan tampilan pemilihan mata kuliah untuk mahasiswa dipergunakan untuk
memilih kursus yang diinginkan dan mencari informasi mengenai matakuliah yang
diinginkan yang tersedia pada sistem E-Learning pada Sekolah Tinggi Keguruan
dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Pringsewu.

Gambar 3.8.3.2 Tampilan Rancangan Form Menu Utama Mahasiswa


3.8.4 Rancangan Tampilan Form Mata Kuliah
Rancangan tampilan form mata kuliah dipergunakan untuk menyediakan informasi
yang dipergunakan oleh mahasiswa maupun dosen. Rancangan tampilan form
terdapat dua kategori yaitu form mata kuliah untuk dosen dan form mata kuliah untuk
mahasiswa sebagai berikut :
3.8.4.1 Rancangan Tampilan Form Mata Kuliah untuk Dosen :
Rancangan Tampilan Mata Kuliah untuk dosen dipergunakan dosen untuk
mengupload materi, mengupload ujian, memberikan informasi kepada mahasiswa,
mengupload form diskusi dan mengupload tugas. Untuk lebih jelasnya rancangan
tampilan form untuk dosen dapat dilihat pada gambar 3.8.4.1 dibawah ini :

Gambar 3.8.4.1 Rancangan Tampilan Pemilihan Mata Kuliah Untuk Dosen


3.8.4.2 Rancangan Tampilan Pemilihan Mata Kuliah untuk Mahasiswa :
Rancangan Tampilan Mata Kuliah untuk Mahasiswa dipergunakan Mahasiswa
untuk mengunduh materi, mengerjakan ujian, membalas form diskusi dan
mengerjakan tugas. Untuk lebih jelasnya rancangan tampilan form untuk
Mahasiswa dapat dilihat pada gambar 3.8.4.2 dibawah ini :

Gambar 3.8.4.2 Rancangan Tampilan Pemilihan Mata Kuliah Untuk Mahasiswa


3.8.5 Rancangan Tampilan Forum Peserta
Rancangan ini dipergunakan mahasiswa dan dosen untuk melihat siapa saja yang
tergabung dalam suatu forum matakuliah tertentu. Untuk lebih jelasnya rancangan
tampilan forum peserta untuk mahasiswa dan dosen dapat dilihat pada gambar 3.8.5
dibawah ini :

Gambar 3.8.5 Rancangan Tampilan Forum Peserta


DAFTAR PUSTAKA
Al Fatta, Hanif. 2007. Analisis dan peraqncangan sistem informasi (untuk keunggulan
bersain dan perusahaan moderen). Penerbit ANDI: YOGYAKARTA

Shalahuddin, M., A.S., Rosa. 2011. Modul Pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak
Terstruktur dan Berorientasi Objek. Bandung: Modula

Susanta, Edhy. 2005. Pengantar Teknologi Informasi, graha ilmu, Yogyakarta.


http://fisipuin.satugen.com/blog/Pengertian-Sistem-Informasi-Menurut-Para-Ahli-
Definisi
Diakses pada tanggal : 10 Desember 2016

http://e-journal.uajy.ac.id/6758/1/JURNAL.pdf
Diakses pada tanggal : 13 Desember 2016

http://studied-wall.blogspot.co.id/2012/03/pieces-sistem-analisis.html
Diakses pada tanggal : 15 Desember 2016