You are on page 1of 192

PROFIL KESEHATAN

KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Bab I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pembangunan kesehatan merupakan bagian penting dari Pembangunan


Nasional secara menyeluruh, karena menyentuh hampir semua aspek
kehidupan. Pembangunan kesehatan sangat terkait dan dipengaruhi oleh aspek
demografi/kependudukan, keadaan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat
termasuk tingkat pendidikan serta keadaan dan perkembangan lingkungan fisik
dan biologik. Keberhasilan pembangunan kesehatan dapat dilihat dari indikator-
indikator yang digunakan untuk memantau perkembangan derajad kesehatan
masyarakat.
Untuk pencapaian indikator-indikator tersebut, dibutuhkan data dan
informasi yang tepat dan akurat. Kebutuhan data dan informasi kesehatan dari
hari ke hari semakin meningkat. Masyarakat semakin peduli dengan situasi
kesehatan dan hasil pembangunan kesehatan yang telah dilakukan oleh
Pemerintah terutama terhadap masalah-masalah kesehatan yang berhubungan
langsung dengan kesehatan mereka, sebab kesehatan menyangkut hajat hidup
masyarakat luas dan semua orang butuh untuk sehat. Kepedulian masyarakat
akan informasi kesehatan Ini memberikan nilai positif bagi pembangunan
kesehatan itu sendiri. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pihak pengelola
program harus bisa menyediakan dan memberikan data dan informasi yang
dibutuhkan masyarakat yang dikemas secara baik, sederhana, informatif dan
tepat waktu.
Dalam tatanan desentralisasi/otonomi daerah di Bidang Kesehatan,
kualitas Sistem Informasi Kesehatan Nasional sangat ditentukan oleh kualitas
dari Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota. Sistem Informasi Kesehatan
merupakan suatu tatanan yang mencakup komponen masukan (input) yang
berupa data tentang kesehatan dan sektor terkait, komponen proses dan
komponen keluaran (output). Selain itu Sistem Informasi Kesehatan
Kabupaten/Kota sangat penting artinya bagi Kabupaten/Kota itu sendiri, yaitu
sebagai sarana penyedia indikator yang menunjukkan tercapai atau tidaknya

1
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Kabupaten/Kota Sehat. Lebih lanjut, Sistem Informasi Kesehatan


Kabupaten/Kota adalah tulang punggung bagi pelaksanaan Pembangunan
Daerah Berwawasan Kesehatan di Kabupaten/Kota yang bersangkutan, karena
informasi kesehatan merupakan bahan dalam proses pengambilan keputusan.
Salah satu produk dari Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota
adalah Profil Kesehatan Kabupaten/Kota. Profil Kesehatan Kota Surakarta
disusun untuk dapat menyediakan data dan informasi dalam penyusunan
Rencana Pembangunan Kesehatan Daerah, memberikan analisa-analisa yang
mendukung penyediaan dana/anggaran kesehatan, memberikan data dan
informasi sebagai landasan pengembangan sumber daya kesehatan, serta untuk
evaluasi tahunan kegiatan-kegiatan dan pemantauan pencapaian Solo Sehat.
Profil Kesehatan diharapkan juga dapat menyediakan data dan informasi
dalam penyusunan Rencana Pembangunan Kesehatan Daerah, memberikan
analisis-analisis yang mendukung penyediaan dana atau anggaran kesehatan,
memberikan data dan informasi sebagai landasan pengembangan sumber daya
kesehatan.

1.2. Sistimatika Penulisan


Untuk lebih menggambarkan situasi derajat kesehatan dan hasil kinerja
dari sektor kesehatan dan sektor-sektor terkait, maka Buku Profil Kesehatan
Tahun 2014 disusun berdasarkan sistimatika sebagai berikut :

Bab I PENDAHULUAN
Bab ini secara ringkas menjelaskan latar belakang dan sitematika
penulisan Buku Profil Kesehatan. Di dalamnya berisi pula uraian
ringkas dari masing-masing Bab.

Bab II GAMBARAN UMUM KOTA


Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Kota Surakarta. Di
dalamnya berisi uraian tentang keadaan geografis dan cuaca, luas
lahan, pemanfaatan lahan, keadaan penduduk, sex ratio, struktur
penduduk menurut golongan umur, angka kelahiran, keadaan sosial
ekonomi, PDRB, angka beban tanggungan dan tingkat pendidikan.

2
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Bab III SITUASI DERAJAD KESEHATAN


Bab ini berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian, angka
kesakitan, dan angka status gizi masyarakat.

Bab IV SITUASI UPAYA KESEHATAN


Bab ini berisi tentang keberhasilan, kemajuan, dan pencapaian
program yang telah ditetapkan selama tahun 2014. Pencapaian
tersebut dianalisa berdasarkan penyebaran wilayah, berdasarkan
waktu (dibandingkan dengan tahun sebelumnya), dengan indikator
yang ada. Indikator yang dimuat dalam buku profil ini adalah Indikator
Indonesia Sehat dan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan
(SPM BK). Indikator tersebut meliputi perilaku kesehatan, kesehatan
lingkungan, pelayanan kesehatan dan manajemen kesehatan.

Bab V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN


Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan, tenaga kesehatan,
pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya.

Bab VI KESIMPULAN
Bab ini menguraikan tentang kesimpulan yang dapat diambil dari data
hasil pencapaian kegiatan dan analisa data, serta saran bagi
peningkatan derajad kesehatan pada umumnya, serta kualitas
penyediaan data yang akurat, tepat waktu dan sesuai kebutuhan pada
khususnya.

LAMPIRAN

3
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2014

BAB II
GAMBARAN UMUM KOTA

2.1. Keadaan Geografi dan Cuaca


2.1.1. Letak Geografi
Kota Surakarta merupakan salah satu kota besar di Provinsi Jawa Tengah,
terletak di tengah antara kota/kabupaten di Karesidenan Surakarta. Wilayah Kota
Surakarta atau lebih dikenal dengan Kota Solo merupakan dataran rendah
dengan ketinggian kurang lebih 92 m dari permukaan laut berada antara
pertemuan sungai Pepe, Jenes dan Bengawan Solo, serta terletak antara :
1100 45 15 1100 45 35 Bujur Timur
70 36 00 70 56 00 Lintang Selatan
Kota Surakarta merupakan daerah yang sangat strategis, karena merupakan
pusat perdagangan bagi daerah-daerah sekitarnya. Hal ini karena Kota Surakarta
dibatasi oleh beberapa daerah yaitu :
Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan
Kabupaten Boyolali
Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten
Karanganyar
Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo
Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten
Karanganyar

2.1.2. Keadaan Iklim


Suhu udara rata-rata di Kota Surakarta berkisar antara 26,2 C sampai dengan
28,5C. Sedangkan kelembaban udara berkisar antara 64 persen sampai dengan
88 persen. Hari hujan terbanyak jatuh pada bulan Januari dengan jumlah hari
hujan sebanyak 25. Sedangkan curah hujan terbanyak sebesar 473,10 mm jatuh
pada bulan Januari. Sementara itu, rata-rata curah hujan saat hari hujan terbesar
juga jatuh pada bulan Januari sebesar 14,10 mm per hari hujan.

4
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2014

2.1.3. Keadaan Tanah dan Penggunaan Tanah


Wilayah Kota Surakarta secara umum keadaannya datar, hanya bagian
utara dan timur agak bergelombang dengan ketinggian 92 meter diatas
permukaan air laut.
Jenis tanah sebagian merupakan tanah liat berpasir termasuk regosol
kelabu dan alluvial, di wilayah bagian utara tanah liat grumosol serta wilayah
bagian timur laut tanah litosol mediteran.
Secara administratif, Kota Surakarta terbagi dalam 5 (lima) kecamatan,
yaitu Kecamatan Laweyan, Kecamatan Serengan, Kecamatan Pasarkliwon,
Kecamatan Jebres, dan Kecamatan Banjarsari. Luas Kecamatan terluas
ditempati oleh Kecamatan Banjarsari dengan luas mencapai 33.63% dari luas
Kota Surakarta. Seperti halnya dengan kota-kota besar lainnya, luas lahan
terluas terutama merupakan lahan perumahan/pemukiman. Lahan yang
digunakan untuk pemukiman mencapai 65,25% dari luas tanah Kota Surakarta.
Sebagai daerah perdagangan, industri, dan jasa maka luas lahan untuk kegiatan
ekonomi pada sektor tersebut jauh lebih luas dibandingkan dengan kegiatan di
bidang pertanian. Bahkan di Kecamatan Serengan dan Pasarkliwon sudah tidak
ada lagi lahan pertanian.
Gambaran selengkapnya tentang penggunaan tanah di Kota Surakarta
adalah sebagai berikut :

- Perumahan pemukiman : 2.874.93 Ha


- Jasa : 385.17 Ha
- Perdagangan : 245.69 Ha
- Industri : 97.95 Ha
- Tanah Kosong : 112.99 Ha
- Tegalan : 109.28 Ha
- Sawah : 96.96 Ha
- Kuburan : 68.83 Ha
- Lapangan Olah Raga : 60.05 Ha
- Taman Kota : 12.08 Ha
- Lain-lain : 340.13 Ha
Jumlah : 4,404.06 Ha
(Sumber : Kantor BPN Kota Surakarta)

5
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2014

2.2. Keadaan Kependudukan

2.2.1. Pertambahan penduduk, distribusi, kepadatan penduduk, sex ratio


dan komposisi penduduk.

2.2.1.1. Pertambahan penduduk.


Berdasarkan data dari Kantor Statistik (Hasil Survey Sosial Ekonomi
Nasional Tahun 2013), jumlah penduduk Kota Surakarta sebesar 507.825 jiwa.
Terdiri dari 246.982 jiwa penduduk laki-laki (48,63%) dan 260.843 jiwa penduduk
perempuan (51,37%).
Bila dibandingkan jumlah penduduk pada tahun 2013 (507.815 jiwa),
maka terjadi peningkatan jumlah penduduk. Jumlah penduduk terbanyak ada di
kecamatan Banjarsari sebesar 159.982 jiwa dan jumlah penduduk terkecil ada di
kecamatan Serengan 44.396 jiwa. Gambaran selengkapnya jumlah penduduk
tiap kecamatan dapat dilihat pada lampiran tabel 1.

2.2.1.2. Kepadatan Penduduk.


Kota Surakarta merupakan kab/kota terpadat di Jawa Tengah. Dengan
luas wilayah Kota Surakarta sebesar 44.04 km2 dan jumlah penduduk sebesar
507.825 jiwa, diperoleh kepadatan penduduk sebesar 11.531 jiwa per km2.
Apabila dibandingkan dengan kepadatan pada tahun sebelumnya sebesar
11.338 jiwa per km2, mengalami sedikit peningkatan. Kepadatan tertinggi ada
pada Kecamatan Pasar Kliwon sebesar 15.670 jiwa per km2, dan kepadatan
terendah ada pada Kecamatan Laweyan 10.130 jiwa per km2. Gambaran
selengkapnya tentang kepadatan penduduk adalah sebagai berikut :
Laweyan : 10.130
Serengan : 13.917
Pasar Kliwon : 15.670
Jebres : 11.160
Banjarsari : 10.862
Kota : 11.531
( Sumber : BPS )

6
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2014

2.2.1.3. Sex Ratio Penduduk


Perkembangan penduduk menurut jenis kelamin dapat dilihat dari angka
sex ratio, yaitu perbandingan penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan.
Angka sex ratio penduduk tahun 2014 sebesar 94.69%. Ini berarti bahwa setiap
ada 100 orang perempuan maka terdapat 95 orang laki-laki. Dengan demikian
jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah
penduduk laki-laki. Ini merupakan bahan pemikiran khususnya dalam
mengantisipasi resiko angka kelahiran dan perencanaan program pemberdayaan
perempuan.

2.2.1.4. Angka Ketergantungan ( Dependency ratio )


Susunan penduduk menurut golongan umur dan jenis kelamin dapat
dilihat pada grafik sebagai berikut:
Grafik 1. Susunan Penduduk menurut Golongan Umur & Jenis Kelamin

Berdasarkan grafik diatas, maka didapatkan angka ketergantungan


sebesar 40,33% Ini berarti setiap 100 orang penduduk produktif menanggung 40
orang non produktif.

7
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2014

2.2.2. Pendidikan penduduk


Salah satu indikator indeks pembangunan manusia adalah tingkat
pendidikan penduduk. Untuk kota Surakarta, berdasarkan data dari BPS Kota
Surakarta, maka banyaknya penduduk menurut pendidikan (umur 10 tahun ke
atas) tahun 2014 adalah sebagai berikut:

Grafik 2. Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan


Kota Surakarta Tahun 2014

8
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2014

2.2.3. Keadaan Ekonomi


2.2.3.1. Mata pencaharian
Salah satu ukuran untuk mengetahui ekonomi suatu wilayah adalah
dengan melihat komposisi penduduk berdasarkan mata pencaharian.
Berdasarkan data dari Monografi Kelurahan (Buku Kota Surakarta Dalam Angka
2014) maka mata pencaharian penduduk, adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Mata Pencaharian Penduduk Kota Surakarta Tahun 2014

NO MATA PENCAHARIAN JUMLAH %

1. Petani sendiri 533 0.12%

2. Buruh tani 826 0.19%

3. Pengusaha 9.356 2.10%

4. Buruh Industri 69.179 15.53%

5. Buruh Bangunan 61.640 13.83%

6. Pedagang 37.400 8.42%

7. Pengangkutan 20.016 4.49%

8. PNS/ABRI 20.343 4.57%

9. Pensiunan 16.463 3.69%

10. Lain-lain 207.356 46.54%

Jumlah 100%
Sumber : Buku Surakarta Dalam Angka 2014

Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa prosentase terbesar penduduk


di Surakarta adalah sebagai buruh, yaitu sebesar 29.36% (buruh industri &
buruh bangunan).

2.2.3.2. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).


Produk Domestik Regional Bruto merupakan indikator untuk mengukur
tingkat pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendapatan masyarakat. Berdasarkan
BPS Kota Surakarta (Tahun 2009), laju pertumbuhan ekonomi diukur dari
besarnya nilai PDRB atas dasar harga konstan dari tahun ke tahun. Pada tahun
2008, terjadi kenaikan relatif sedang yaitu 5.90%, sedangkan untuk

9
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2014

pertumbuhan harga berlaku sebesar 12.39%. Untuk lebih jelasnya, tentang


pertumbuhan PDRB tahun 2006 s/d 2013 dapat dilihat pada tabel sebagai
berikut:
Tabel. 2 Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Kota Surakarta
Tahun 2006 s/d 2013 (jutaan rupiah)

BERLAKU KONSTAN
Tahun
NILAI % PERUBAHAN NILAI %PERUBAHAN

2006 6,190,112.55 10.82 4,067,529.94 5.43

2007 6,909,094.57 11.62 4,304,260.18 5.82

2008 7,901,886.06 14.37 4,549,342.95 5.69

2009 8,880,691.24 12.39 4,817,877.63 5.90

2010 9,941,136,56 11.94 5,103,886.24 5.94

2011 10,992,971.19 10.58 5,411,912.32 5,69

2012 12,180,558.65 10.80 5,742,861.31 6,12

2013 13,599,595.52 11.65 6,080,954.07 5,88

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa semenjak tahun 2006


hingga tahun 2013 pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan (pertumbuhan
positif) meskipun keadaan ekonomi masih belum menggembirakan. Sedangkan
Produk Domestik Regional Bruto Perkapita tahun 2013 menurut harga berlaku
mengalami pertumbuhan sebesar 11,65% dibanding tahun 2012, dan menurut
harga konstan mengalami pertumbuhan sebesar 5,88% dibanding tahun 2012.

10
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Bab III
PEMBANGUNAN KESEHATAN DAERAH

3.1. DASAR

Dasar pembangunan kesehatan adalah nilai kebenaran dan aturan pokok yang
menjadi landasan untuk berfikir dan bertindak dalam penyelenggaraan
pembangunan kesehatan. Dasar-dasar berikut ini merupakan landasan dalam
penyusunan Visi, Misi dan Strategi serta petunjuk pokok pelaksanaan
pembangunan kesehatan:
3.1.1. Perikemanusiaan
Setiap kegiatan, proyek, program pembangunan kesehatan harus
berlandaskan perikemanusiaan yang dijiwai, digerakkan, dan dikendalikan
oleh keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3.1.2. Pemberdayaan dan Kemandirian
Individu, keluarga, dan masyarakat beserta lingkungannya bukan saja
menjadi obyek, namun sekaligus pula sebagai subyek kegiatan dalam
program kesehatan. Segenap komponen bangsa bertanggung jawab untuk
memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan individu, keluarga, dan
masyarakat beserta lingkungannya. Setiap kegiatan dalam program
kesehatan harus mampu membangkitkan peran serta individu, keluarga,
dan masyarakat sedemikian rupa sehingga setiap individu, keluarga, dan
masyarakat dapat menolong dirinya sendiri.
Dengan dasar ini, setiap individu, keluarga, dan masyarakat melalui
kegiatan dalam program kesehatan difasilitasi agar mampu mengambil
keputusan yang tepat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Warga
masyarakat harus mau bahu membahu menolong siapa saja yang
membutuhkan pertolongan agar dapat menjangkau fasilitas kesehatan
yang sesuai kebutuhan dalam waktu sesingkat mungkin. Di lain pihak,
fasilitas pelayanan kesehatan yang ada perlu diperdayakan agar mampu
memberikan pertolongan kesehatan yang berkualitas, terjangkau, sesuai
dengan norma sosial budaya setempat serta tepat waktu.

11
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

3.1.3. Adil dan Merata


Setiap individu, keluarga, dan masyarakat mempunyai kesempatan yang
sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan sehingga
dapat mencapai derajad kesehatan yang setinggi-tingginya. Kesempatan
untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau, dan
tepat waktu tidak boleh memandang perbedaan ras, golongan, agama dan
status sosial ekonomi seorang individu, keluarga, atau sekelompok
masyarakat.
Pembangunan kesehatan yang cenderung urban-based harus terus
diimbangi dengan upaya-upaya pelayanan kesehatan yang bersifat
rujukan, bersifat luar gedung, maupun yang bersifat satelit pelayanan.
Dengan demikian, pembangunan kesehatan dapat menjangkau kantong-
kantong penduduk resiko tinggi yang merupakan penyumbang terbesar
kejadian sakit dan kematian. Kelompok penduduk inilah yang
sesungguhnya lebih membutuhkan pertolongan karena selain lebih rentan
terhadap panyakit, kemampuan membayar mereka jauh lebih sedikit.
3.1.4. Pengutamaan dan Manfaat
Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dan/ atau
kesehatan dalam kegiatan dalam program kesehatan harus
mengutamakan peningkatan kesehatan diselenggarakan agar memberikan
manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat kesehatan.
Kegiatan dalam program kesehatan diselenggarakan dengan penuh
tanggung jawab, sesuai dengan standar profesi dan perundang-undangan
yang berlaku serta mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh
kebutuhan dan kondisi spesifik daerah.

12
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

3.2. VISI
Visi pembangunan kesehatan Kota Surakarta yang ingin dicapai adalah
Terwujudnya Masyarakat Surakarta yang sehat, mandiri dan berbudaya
Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya maka Dinas Kesehatan Kota
Surakarta adalah penggerak pembangunan kesehatan guna terwujudnya
masyarakat Surakarta yang sehat, mandiri dan berbudaya.

3.3. MISI
Misi , fungsi dan kewenangan seluruh jajaran organisasi kesehatan di Kota
Surakarta, yang bertanggung jawab secara teknis terhadap pencapaian
tujuan dan sasaran pembangunan kesehatan Kota Surakarta.
Untuk mewujudkan visi tersebut ada misi yang diemban yaitu :

1. Mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang paripurna.


Disamping berperan sebagai dinamisator, maka Dinas Kesehatan juga
melakukan pembangunan kesehatan yang meliputi : upaya kesehatan
perorangan dan upaya kesehatan masyarakat.

2. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Kesehatan

3. Meningkatkan sistim kewaspadaan dini penanggulangan penyakit.


Pengumpulan, pengolahan dan analisa data pengamatan penyakit
sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kejadian luar biasa dan
wabah penyakit.

4. Memantapkan manajemen kesehatan yang efektif, efisien dan


akuntabel.
Peningkatan kinerja dan mutu upaya kesehatan dilakukan oleh Dinas
Kesehatan melalui pengembangan kebijakan pembangunan kesehatan,
yang meliputi kebijakan manajerial, kebijakan teknis serta
pengembangan standar dan pedoman berbagai upaya kesehatan.

13
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Dengan terciptanya manajemen kesehatan yang akuntabel di


lingkungan Dinas Kesehatan, diharapkan fungsi-fungsi administrasi
kesehatan dapat terselenggara secara fektif dan efisien yang
didukung oleh sistem informasi kesehatan, IPTEK serta hukum
kesehatan.

5. Meningkatnya upaya promotif dan preventif untuk mewujudkan


budaya hidup bersih dan sehat serta kemandirian masyarakat.
Lebih mengedepankan upaya promotif dan preventif tanpa
mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. Upaya promotif dan
preventif lebih efisien dibandingkan upaya kuratif dan rehabilitatif.

6. Menggerakkan kemitraan dan peran serta masyarakat di bidang


kesehatan.
Keberhasilan pembangunan berwawasan kesehatan tidak hanya
semata-mata hasil usaha keras sektor kesehatan saja, tetapi sangat
dipengaruhi oleh kontribusi dari berbagai sektor pembangunan lainnya.
Dinas Kesehatan berperan sebagai penggerak utama dalam
memfasilitasi sektor-sektor lain agar segala upayanya memberikan
kontribusi yang posistif terhadap perwujudan pembangunan
berwawasan kesehatan.

3.4. TUJUAN
Guna mewujudkan Misi tersebut, terdapat Tujuan yang akan dicapai oleh
Dinas Kesehatan Kota Surakarta, yaitu :
1. Meningkatnya derajat kesehatan ibu, anak, remaja dan lansia.
2. Menurunnya angka kesakitan dan kematian penyakit menular dan penyakit
tidak menular.
3. Meningkatnya pengawasan dan pembinaan kesehatan lingkungan.
4. Meningkatnya status gizi masyarakat.
5. Tersedianya sumber daya kesehatan yang berkualitas untuk mewujudkan
pelayanan sesuai standar.
14
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

6. Meningkatnya kemandirian masyarakat di bidang kesehatan.


7. Meningkatnya budaya hidup bersih dan sehat.
8. Meningkatnya kemitraan dan peran serta masyarakat di bidang kesehatan
9. Berkembangnya sistem informasi kesehatan yang efektif.
10. Optimalnya fungsi regulasi Dinas Kesehatan.

3.5. STRATEGI
Guna tercapainya tujuan yang telah ditetapkan tersebut maka diperlukan
strategik sebagai berikut :
1. Mengembangkan dan meningkatkan kemitraan dengan masyarakat, lintas
sektor, institusi pendidikan kesehatan, sarana kesehatan, organisasi profesi
dan dunia usaha dalam rangka sinergisme, koordinasi diantara pelaku
pembangunan guna mendorong pembangunan berwawasan kesehatan.
2. Mewujudkan komitmen Pembangunan berwawasan kesehatan, melalui
peningkatan advokasi kesehatan kepada stake holder.
3. Mendorong pemerataan, jangkauan, dan mutu pelayanan kesehatan secara
menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan sesuai standar pelayanan
minimal.
4. Memantapkan kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan di semua
jenjang administrasi melalui pengembangan kebijakan, sistem informasi,
keterpaduan dalam perencanaan, penatalaksanaan dan evaluasi serta
memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam
menanggulangi masalah kesehatan.
5. Mengoptimalkan sumber daya kesehatan yang ada melalui peningkatan
kompetensi dan profesionalisme SDM kesehatan

3.6. SASARAN
Agar pembangunan kesehatan dapat diselenggarakan dengan berhasil guna dan
berdaya guna, maka sasaran yang akan dicapai pada akhir tahun 2012 adalah :

15
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Tabel 3.Sasaran Strategis Tahun 2014

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

(1) (2) (3)


Peningkatan keselamatan Ibu
Melahirkan meliputi:
Menurunkan Angka kematian ibu dari 157
Jumlah kematian ibu per
per 100.000 klh tahun 2009 menjadi 50 per 71
100.000 KLH
100.000 klh pada tahun 2015
Mempertahankan Cakupan pelayanan ibu Persentase pelayanan ibu hamil
100%
hamil K1 100% tahun 2015 K1
Meningkatkan cakupan pelayanan ibu hamil
Persentase pelayanan ibu hamil
K4 dari 96% tahun 2009 menjadi 100% 100%
K4
tahun 2015
Mempertahankan Cakupan pertolongan
Persentase pertolongan
persalinan tenaga kesehatan 100% tahun 100%
persalinan tenaga kesehatan
2015
Mempertahankan Cakupan penanganan ibu Persentase penanganan ibu
100%
hamil/ ibu bersalin risti 100% tahun 2015 hamil/ ibu bersalin risti

Meningkatkan cakupan akseptor KB Aktif dari Persentase cakupan akseptor KB


80%
72% tahun 2009 menjadi 80% tahun 2015 aktif

Peningkatan Pelayanan Kesehatan


Anak meliputi :

Menurunkan Angka kematian balita dari 0,2


Jumlah kematian balita per 1000
per 1000 klh tahun 2009 menjadi 0,15 pada 0,16
KLH
tahun 2015

Menurunkan Angka kematian bayi dari 5,7 Jumlah kematian bayi per 1000
4,2
per 1000 klh menjadi 4 pada tahun 2015 KLH

Mempertahankan cakupan pelayanan Cakupan pelayanan neonatal


100%
neonatal (KN1) 100% tahun 2015 (KN1)
Cakupan pelayanan neonatal (KN3) dari Cakupan pelayanan neonatal
99%
97,7% menjadi 100% tahun 2015 (KN3)

Meningkatkan cakupan deteksi dini tumbuh Cakupan deteksi dini tumbuh


90%
kembang balita menjadi 100 % tahun 2015 kembang balita

Mempertahankan cakupan penanganan Berat


Persentase penanganan BBLR 100%
Bayi Lahir Rendah 100% tahun 2015

16
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

(1) (2) (3)


Peningkatan pelayanan kesehatan
reproduksi remaja meliputi :
Cakupan pelayanan kesehatan remaja dari Persentase pelayanan kesehatan
67%
48,3% menjadi 70% tahun 2015 remaja
Meningkatnya jumlah kelompok remaja per
Jumlah kelompok remaja per
kelurahan yang diberi penyuluhan KRR dari 2 6
kelurahan yang dibina
menjadi 6 tahun 2015
Meningkatnya cakupan remaja yang
Persentase remaja yang
mendapat konseling KRR di Puskesmas
mendapat konseling di 3,7%
sebesar 4 % dari jumlah remaja pada tahun
puskesmas
2015
Meningkatnya persentase cakupan kader
Persentase kader kesehatan SMP
kesh remaja SMP dan SMA sebesar 5% pada 5%
dan SMA
tahun 2015
Mempertahankan cakupan penjaringan Persentase penjaringan
100%
kesehatan siswa SD 100% kesehatan siswa SD

Meningkatkan cakupan SMP yg


melaksanakan penjaringan kesehatan dari Persentase penjaringan
67%
8% tahun 2009 menjadi 25 % pada tahun kesehatan siswa SMP
2015

Meningkatkan cakupan SMA yg


melaksanakan penjaringan kesehatan dari Persentase penjaringan
67%
8,5% tahun 2009 menjadi 25 % pada tahun kesehatan siswa SMA
2015

Meningkatkan cakupan pelayanan usila dari Persentase pelayanan kesehatan


55%
11,23% menjadi 60% pada tahun 2015 pra usila dan usila

Menurunnya angka kesakitan DBD dari 13,2 Angka kesakitan demam


5
tahun 2009 menjadi 4 tahun 2015 berdarah per 10.000 penduduk

Menurunnya angka kematian DBD dari 1,02 Angka kematian demam


1%
tahun 2009 menjadi 1% tahun 2015 berdarah

Mempertahankan Penanganan kasus DBD Penanganan kasus demam


100%
100% tahun 2015 berdarah

Menurunnya angka HI nyamuk di pemukiman


Angka House Indeks Pemukiman
sebesar 8,1 tahun 2009 menjadi < 0.5 < 5%
<5
tahun 2015

Menurunnya angka House Indeks nyamuk di


Angka House Indeks nyamuk di
sekolah sebesar 15,2 tahun 2009 menjadi 0 0%
Sekolahan
tahun 2015

17
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

(1) (2) (3)


Menurunnya angka HI Tempat - tempat
Angka House Indeks tempat -
umum sebesar 5,5 % tahun 2009 menjadi 0 0%
tempat umum
tahun 2015

Meningkatnya angka penemuan TB Paru dr Angka penemuan penderita TB


88%
76,2% tahun 2009 menjadi 90% tahun 2015 paru

Mempertahankan angka kesembuhan TB


Angka kesembuhan TB paru 98%
Paru 98 % tahun 2015

Meningkatnya Penemuan kasus HIV dari


Penemuan kasus HIV 0,90%
0,35% tahun 2009 menjadi 1% tahun 2015

Jumlah puskesmas
Dua (2) Puskesmas menyelenggarakan
menyelenggarakan pelayanan 2
pelayanan VCT tahun 2015
VCT
Persentase Puskesmas
100% puskesmas melakukan sosialisasi PTM
melakukan sosialisasi PTM 100%
tahun 2015
tahun 2015
Persentase puskesmas
100% puskesmas melakukan deteksi dini
melakukan deteksi dini PTM 100%
PTM tertentu tahun 2015
tertentu tahun 2015

Mempertahankan kelurahan UCI 100% Persentase kelurahan mencapai


100%
tahun 2015 UCI

Meningkatnya angka penemuan AFP dr 1,6 Angka penemuan AFP per


>2
menjadi > 2 tahun 2015 100.000 penduduk < 15 tahun

Mempertahankan penanganan KLB < 24 jam Persentase kelurahan KLB


100%
100% tahun 2015 ditangani < 24 jam

Meningkatnya kepemilikan jamban dari 88% Persentase keluarga dengan


90%
tahun 2009 menjadi 90% tahun 2015 kepemilikan jamban

Meningkatnya kepemilikan SPAL dari 86% Persentase keluarga dengan


90%
tahun 2009 menjadi 90% tahun 2015 kepemilikan SPAL
Meningkatnya keluarga dg akses Air Bersih
Persentase keluarga dengan
dari 80% tahun 2009 menjadi 100% tahun 96%
akses air bersih
2015
Meningkatnya keluarga dg rumah sehat dari Persentase keluarga dengan
74%
70,7% menjadi >75% tahun 2015 rumah sehat

18
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

(1) (2) (3)


Meningkatnya angka bebas jentik dari 91,9% Persentase rumah dengan angka
95%
tahun 2009 menjadi 95% tahun 2015 bebas jentik >95%

Persentase TTU memenuhi


Mempertahankan TTU MS 80% tahun 2015 80%
syarat
Meningkatnya TPM Memenuhi Syarat (MS)
Persentase TPM memenuhi
dari 84% tahun 2009 menjadi 90 % tahun 86%
syarat
2015

Meningkatnya Air Bersih Memenuhi Syarat


Persentase air bersih memenuhi
(AB MS) bakteriologis dari 49 tahun 2009 80%
syarat bakteriologis
menjadi 80 tahun 2015

Mempertahankan jamban Memenuhi Syarat Persentase jamban memenuhi


85%
(MS) 85% tahun 2015 syarat
Mempertahankan cakupan Rumah Makan
Persentase RM memenuhi syarat 100%
memenuhi syarat 100% tahun 2015
Meningkatnya cakupan Depot Air Minum
Persentase DAM memenuhi
Memenuhi Syarat (DAM MS) dari 76% tahun 95%
syarat
2009 menjadi 100% tahun 2015
Meningkatnya persentase kelurahan bebas
Persentase Kelurahan bebas
rawan gizi pada dari 96,08% tahun 2009 98%
rawan gizi
menjadi 100% tahun 2015
Menurunnya persentase balita gizi buruk
dari 0,05 % tahun 2009 menjadi 0,02% Persentase balita gizi buruk 0,025%
tahun 2015
Menurunnya persentase balita gizi kurang
dari 6,8% tahun 2009 menjadi 5% Tahun Persentase balita gizi kurang 5,3%
2015
Meningkatnya persentase balita naik berat
Persentase balita naik berat
badan dari 69,1% tahun 2009 menjadi 80% 79%
badan
tahun 2015
Menurunnya persentase Bumil KEK dari
Persentase ibu hamil KEK 3,30%
4,42% tahun 2009 menjadi 3% tahun 2015
Meningkatnya persentase anak SD dengan
gizi baik dari 76,03% tahun 2009 menjadi Persentase gizi baik anak SD 79%
80% tahun 2015
Meningkatnya persentase ASI Eksklusif dari
Cakupan ASI Eksklusif 47%
30,6% tahun 2009 menjadi 50% tahun 2015
Meningkatnya persentase pemberian
Persentase pemberian makanan
makanan pendamping ASI pada anak usia 6 -
pendamping ASI pada Anak Usia 85%
24 bln keluarga miskin dari 30% tahun 2009
6 - 24 bln keluarga miskin
menjadi 100 % tahun 2015

19
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

(1) (2) (3)


Mempertahankan persentase bayi mendapat Persentase bayi mendapat
100%
kapsul vitamin A 100% tahun 2015 kapsul vitamin A dosis tinggi
Mempertahankan persentase balita
Persentase Balita mendapat
mendapat kapsul vitamin A 100% tahun 100%
vitamin A dosis tinggi 2x setahun
2015
Meningkatnya persentase ibu nifas mendapat
Persentase ibu nifas mendapat
kapsul vitamin A dari 90,5% tahun 2009 98%
kapsul vitamin A dosis tinggi
menjadi 100% tahun 2015
Meningkatnya persentase ibu hamil
Cakupan ibu hamil mendapat
mendapat Fe90 dari 90,1% thn 2009 98%
tablet Fe 90 tablet
menjadi 100% thn 2015
Meningkatnya persentase garam beredar
Cakupan garam beredar
memenuhi syarat dari 78,23% tahun 2009 85%
memenuhi syarat
menjadi 90% tahun 2015
Meningkatnya persentase masyarakat
Cakupan masyarakat
mengkonsumsi yodium dari 94,97% tahun 86%
mengkonsumsi yodium cukup
2009 menjadi 97% tahun 2015
Meningkatnya persentase kelurahan dengan
Cakupan kelurahan dengan
yodium cukup dari 66,7% tahun 2009 84%
yodium baik
menjadi 90% tahun 2015
Mempertahankan pelayanan rawat jalan
Persentase kunjungan baru
Puskesmas sebesar 18,8% sampai dengan 18,80%
rawat jalan di Puskesmas
tahun 2015
Meningkatnya jumlah kunjungan Puskesmas
Jumlah Kunjungan puskesmas
dari 156 org/hr th 2009 menjadi 180 160
orang per hari
orang/hari th 2015
Mempertahankan kualitas pelayanan gawat
Persentase kemampuan gawat
darurat di Puskesmas dan rumah sakit yang 100
darurat
telah tersedia 100%
Tercapainya pelayanan rawat inap Persentase pelayanan rawat
0,48%
Puskesmas 0,5% tahun 2015 inap

Mempertahankan penanganan pelayanan Persentase penanganan


100%
rawat jalan maskin 100% tahun 2015 pelayanan rawat jalan Maskin

Mempertahankan penanganan pelayanan Persentase penanganan


100%
rawat inap maskin 100% tahun 2015 pelayanan rawat inap Maskin
Persentase pelayanan kesehatan
Peningkatan pelayanan kesehatan jiwa dari
jiwa di Puskesmas dan Rs diluar 7%
0,13% tahun 2009 menjadi 10% tahun 2015
RS Jiwa
Mempertahankan persentase pelayanan Persentase RS dan PMI yang
100%
transfusi darah 100% tahun 2015 menyediakan darah
Meningkatnya jumlah Puskesmas Persentase kegiatan UKK
48%
menyelenggarakan UKK dari 40% tahun Puskesmas

20
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

(1) (2) (3)


2009 menjadi 50% tahun 2015

Meningkatnya Puskesmas yg mengalami


Jumlah Puskesmas yang
peningkatan fisik dari 6 pd th 2009 mjd 13 12
mengalami peningkatan
pd th 2015
Meningkatnya Puskesmas pembantu yg
Jumlah Puskesmas Pembantu
mengalami peningkatan fisik dari 4 th 2009 14
yang mengalami peningkatan
mjd 16 th 2015
Meningkatnya jumlah mobil pusling yang Jumlah Pusling yang berfungsi
17
berfungsi dengan baik dengan baik

Mempertahankan puskesmas dengan alkes Persentase Puskesmas dengan


100
sesuai standar 100% tahun 2015 alkes sesuai standar
Meningkatnya jumlah rumah dinas yang
Jumlah Rumah Dinas yang
berfungsi dengan baik dari 33 rumah dinas 49
mengalami peningkatan
yang ada menjadi 52 tahun 2015
Meningkatnya gedung kantor yang berfungsi Pembangunan UPT Instalasi
1
dengan baik pada tahun 2015 Farmasi
Meningkatkan jumlah Puskesmas bersertifikat
Jumlah Puskesmas memiliki
ISO dari 7 tahun 2009 menjadi 17 pada 17
sertifikasi ISO 2000:9001
tahun 2015
Mempertahankan persentase cakupan
Persentase pelayanan perijinan
perijinan nakes dan sarkes 100% pada tahun 100%
tenaga kesehatan
2015
Tersusunnya Perda Jamkesda pada tahun
Tersusunnya Perda Jamkesda Ada
2015

Mempertahankan pelayanan dasar ASKES Terpenuhinya Pelayanan Dasar


100%
PNS 100 % ASKES PNS
Meningkatnya ketersediaan obat esensial di
Terpenuhinya jumlah dan jenis
puskesmas dari 90% tahun 2009 menjadi 100%
obat esensial di UPT Puskesmas
95% pada tahun 2015
Mempertahankan persentase pengadaan dan Persentase ketersediaan obat
100%
ketersediaan obat generik 100% tahun 2015 generik
Meningkatnya Puskesmas memenuhi syarat Persentase Puskesmas
pengelolaan kefarmasian 80% tahun 2009 memenuhi syarat pengelolaan 93%
menjadi 95% ditahun 2015 kefarmasian
Meningkatnya sarana kefarmasian yang Cakupan sarana kesehatan
memenuhi ketentuan perundangan dari 90% memenuhi syarat pelayanan 93%
tahun 2009 menjadi 95% ditahun 2015 kefarmasian
Meningkatnya distributor makmin yg
Persentase distributor mak.min
memenuhi syarat dari 60% tahun 2009 68%
memenuhi syarat/aman
menjadi 70% pada tahun 2015
Meningkatnya IRTP yg memenuhi syarat
Persentase IRT memenuhi
kesehatan dari 82,5% tahun 2009 menjadi 93%
syarat
95% tahun 2015

21
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

(1) (2) (3)

Meningkatnya pangan yang beredar


Persentase keamanan pangan
dipasaran yg memenuhi syarat dari 80% 85%
yang beredar di pasaran
tahun 2009 menjadii 85% tahun 2015

Mempertahankan cakupan Industri Kecil


Obat Tradisional (IKOT) berijin yg Cakupan industri kecil obat
95%
memenuhi CPOTB tetap 100% pada tahun tradisional yg memenuhi CPOTB
2015
Tersedianya tenaga kesehatan fungsional
Persentase tenaga fungsional
tersertifikasi dari 63,60 % th 2009 mjd 90 % 85%
yang bersertifikat
tahun 2015

Tercapainya cakupan rumah tangga sehat Cakupan rumah tangga Sehat


72,5%
utama & paripurna 75% th 2015 utama & paripurna

Meningkatnya persentase cakupan SD


Cakupan SD dengan PHBS
dengan PHBS tatanan sehat utama dan
tatanan sehat utama dan 92%
paripurna dari 92% pada tahun 2009
paripurna
menjadi 100% pada tahun 2015

Meningkatkan persentase cakupan SLTP


Cakupan SLTP dengan PHBS
dengan PHBS tatanan sehat utama dan
tatanan sehat utama dan 30%
paripurna dari 2% pada tahun 2009 menjadi
paripurna
40% pada tahun 2015

Meningkatkan persentase cakupan SLTA


Cakupan SLTA dengan PHBS
dengan PHBS tatanan sehat utama dan
tatanan sehat utama dan 30%
paripurna dari 1,4% pada tahun 2009
paripurna
menjadi 35% pada tahun 2015
Meningkatnya persentase cakupan
penyuluhan P3 NAPZA dari 3,7% di tahun Cakupan penyuluhan P3 Napza 12,5%
2009 menjadi 15% pada tahun 2015
Meningkatnya upaya kesehatan
berbasis masyarakat meliputi :
Meningkatnya persentase posyandu dengan
strata mandiri dari 51% tahun 2009 menjadi Persentase posyandu mandiri 53%
55% pada tahun 2015
Meningkatnya persentase kelurahan siaga
aktif dari 60% pada tahun 2009 menjadi Persentase kelurahan siaga aktif 40%
80% pada tahun 2015
Meningkatnya persentase cakupan dokter
kecil terlatih dari 7,62% pada tahun 2009 Persentase dokter kecil terlatih 13%
menjadi 14% pada tahun 2015
Meningkatnya persentase institusi Persentase Institusi
mengumpulkan data profil kesehatan secara mengumpulkan data profil kesh 85%
tepat waktu dari 70% pada tahun 2009 secara tepat waktu

22
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

(1) (2) (3)


menjadi 90% pada tahun 2015
Tersedianya sistem informasi kesehatan Tersedianya sistem informasi
yang terintegrasi di Dinas kesehatan pada kesehatan yang terintegrasi di Ada
tahun 2015 Dinas kesehatan
Meningkatnya persentase pelaporan
Persentase pelaporan sismkesda
simkesda secara on-line dari 50% pada 90%
secara on-line
tahun 2009 menjadi 100% pada tahun 2015
Meningkatkan persentase capaian SPM untuk
Persentase capaian SPM untuk
tiap indikator dari 75% tahun 2009 menjadi 76%
tiap indikator 80 %
80 % tahun 2015

Mempertahankan optimalnya fungsi Presentase UPT yang memenuhi


100%
pelayanan di 19 UPT Dinas Kesehatan target pendapatan
Mempertahankan tersedianya dokumen
Tersedianya dokumen
perencanaan terpadu di Dinas Kesehatan 100%
perencanaan terpadu
100% tahun 2015
Mempertahankan tersedianya laporan Tersedianya laporan
100%
akuntabilitas kinerja 100% tahun 2015 akuntabilitas kinerja
Mempertahankan pencapaian restribusi Persentase pencapai Realisasi
100%
100% dari target tahun 2015 target restribusi
Tercapainya Dinas Kesehatan & UPT yang Tercapainya Dinas Kesehatan &
melakukan analisa pemanfaatan barang UPT yang melakukan analisa 100%
100% tahun 2015 pemanfaatan barang
Mempertahankan cakupan UPT yang
Persentase UPT yg membuat
membuat dokumen perencanaan 100% 100%
dokumen perencanaan
tahun 2015

Meningkatnya anggaran kesehatan dari Persentase angggaran


10%
8,08% tahun 2009 menjadi 15% tahun 2015 kesehatan terhadap APBD kota

3.6. Program Pembangunan Kesehatan

Menyadari keterbatasan sumber daya, serta disesuaikan dengan prioritas


masalah dan kecenderungannya yang akan datang maka ditetapkan program
sebagai berikut :
1. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan
2. Program Upaya Kesehatan
3. Program Pengawasan Obat dan Makanan
4. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
5. Program Perbaikan Gizi Masyarakat

23
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

6. Program Pengembangan Lingkungan Sehat


7. Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
8. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan
9. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Puskesmas dan Jaringannya
10. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit
11. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan
12. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita
13. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia
14. Program Pertolongan Persalinan Bagi Ibu Hamil Kurang Mampu

3.7. Target Program sampai dengan tahun 2014

3.7.1. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan


Terpenuhinya jumlah dan jenis obat essensial serta perbekalan kesehatan
di UPT Puskesmas, Laboratorium Kesehatan dan Instalasi Farmasi
sebesar 94%.
Meningkatnya cakupan apotik memenuhi syarat sebesar 90%.
Meningkatnya cakupan rasionalisasi obat di Puskesmas sebesar 95%.
Semua Puskesmas memenuhi syarat dalam pengelolaan kefarmasian.

3.7.2. Program Upaya Kesehatan


Meningkatnya jangkauan pelayanan kesehatan penduduk miskin untuk
rawat jalan dan rawat inap 100%.
Meningkatnya angka bebas jentik di lingkungan sekolah menjadi >95%.
Semua Posyandu Balita (602) mendapatkan pembinaan.
Meningkatnya fungsi manajemen kesehatan, ditandai dengan tersusunya
dokumen perencanaan di Dinas Kesehatan dan 18 UPT.
Tersusunnya LAKIP.
Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan remaja menjadi 67%.
Meningkatkan cakupan peserta KB aktif menjadi 80%.
Menurunnya angka komplikasi peserta KB menjadi <2%.
Menurunnya angka drop out KB menjadi <2%.
24
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

3.7.3. Program Pengawasan Obat & Makanan


Meningkatnya keamanan makanan minuman yang beredar di pasaran
menjadi 85%.
Meningkatnya IRT (TPM) memenuhi syarat menjadi 93%.
Meningkatnya distributor mak.min memenuhi syarat menjadi 68%.
Meningkatnya industri kecil obat tradisional yang memenuhi CPOTB
menjadi 95%.
Meningkatnya pengobat tradisional yang memenuhi ketentuan Perundang-
undangan menjadi 35%.

3.7.4. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat


Meningkatnya ketersediaan media promosi kesehatan (spanduk, leaflet,
buku saku NAPZA, dialog interaktif).
Meningkatnya rumah tangga dengan tatanan Perilaku Hidup bersih dan
sehat (PHBS) utama & paripurna menjadi 72,5%
Meningkatnya SD dengan tatanan PHBS utama dan paripurna menjadi
100%.
Meningkatnya SLTP dengan tatanan PHBS utama dan paripurna sebesar
30%.
Meningkatnya SLTA dengan tatanan PHBS utama dan paripurna sebesar
30%.
Meningkatnya cakupan dokter kecil terlatih sebesar 13%.
Meningkatnya cakupan Posyandu dengan strata mandiri menjadi 53%.
Meningkatnya cakupan Balita datang di Posyandu menjadi 80%.

3.7.5. Program Perbaikan Gizi Masyarakat


Menurunnya prosentase Balita gizi buruk menjadi <0,025%.
Menurunnya prosentase Balita gizi kurang menjadi 5,3%.
Menurunnya prosentase Balita BGM menjadi <8,2%.
Menurunnya prosentase balita naik berat badan menjadi 79%.
Menurunnya ibu hamil KEK menjadi <3,3%.
Meningkatnya status gizi baik anak sekolah menjadi 79%.
25
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Meningkatnya cakupan Bayi (6-11 bln) mendapat kapsul vitamin A dosis


tinggi menjadi 100%.
Meningkatnya cakupan Balita mendapatkan kapsul vitamin A dosis tinggi 2
kali setahun menjadi 100%.
Meningkatnya cakupan ibu nifas mendapatkan kapsul vitamin A dosis
tinggi menjadi 98%.
Meningkatnya cakupan ibu hamil mendapat tablet Fe 90 tablet menjadi
98%.
Meningkatnya cakupan konsumsi garam beryodium cukup menjadi 96%.
100% kecamatan bebas rawan gizi.

3.7.6. Program Pengembangan Lingkungan Sehat


Meingkatnya prosentase keluarga dengan kepemilikan jamban menjadi
sebesar 90%.
Meningkatnya prosentase keluarga dengan kepemilikan SPAL menjadi
90%.
Meningkatnya prosentase keluarga dengan akses air bersih menjadi
sebesar 98%.
Meingkatnya prosentase keluarga dengan rumah sehat menjadi 74%.
Meningkatnya rumah dengan angka bebas jentik >95%.
Meningkatnya TTU memenuhi syarat menjadi 80%.
Meningkatnya air bersih memenuhi syarat bakteriologis menjadi 80%.
Meningkatnya jamban memenuhi syarat menjadi 85%.

3.7.7. Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit


Menurunnya incidensi rate demam berdarah menjadi <5 per 10.000
penduduk.
Menurunnya angka kematian penyakit demam berdarah menjadi <1%.
Semua kasus demam berdarah ditangani.
Meningkatnya angka penemuan penderita TB Paru BTA + menjadi 88%.
Meingkatnya angka kesembuhan penderita TB Paru menjadi 98%.

26
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Menurunnya angka error rate TB Paru menjadi <1%.


Tercapainya kelurahan UCI menjadi 100%.
Meningkatnya cakupan imunisasi lengkap pada Balita menjadi >90%.
Kelurahan bebas KLB menjadi 51 kelurahan.
100% KLB tertangani

3.7.8. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan


Meningkatnya sarana kesehatan yang memiliki ijin menjadi 100% dari
pengajuan ijin.
Meningkatnya tenaga kesehatan yang memiliki ijin praktek menjadi 100%.
Terpenuhinya 17 Puskesmas yang memiliki sertifikat ISO 9001: 2008.
Meningkatnya % indikator SPM minimal dengan cakupan >=80% menjadi
82%.
Meningkatnya Puskesmas yang melaksanakan on line SIMPUS menjadi
90%.

3.7.9. Program Peningkatan Sarana & Prasarana Puskesmas dan


Jaringannya
Bertambahnya 2 (dua) rumah dinas medis dan paramedis.
Meningkatnya penampilan fisik 2 (dua) Puskesmas Pembantu.
Meningkatnya penampilan fisik 2 (dua) Puskesmas induk.
Meningkatnya penampilan fisik UPTD Laboratorium Kesehatan
Meningkatnya ketersediaan alat kesehatan, alat penunjang pelayanan di
17 puskesmas

3.7.10. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit


Terpenuhinya peralatan kesehatan, sebagai syarat pengajuan ijin rumah
sakit.
Meningkatnya mutu pelayanan rumah sakit (BOR >50%, LOS 3-5 hr)

3.7.11. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan


Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan bagi PNS menjadi 20%.

27
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

3.7.12. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita


Semua (100%) bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) tertangani.
Meningkatnya Cakupan Kunjungan Neonatus (KN1) menjadi 100%.
Meningkatnya Cakupan Kunjungan Neonatus (KN3) menjadi 99%.
Meningkatnya cakupan deteksi dini tumbuh kembang Balita dan anak pra
sekolah menjadi 90%.
Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan remaja menjadi 63%.
Meningkatnya jumlah kelompok remaja yang diberi penyuluhan sebanyak 6
kelompok tiap kelurahan.
Meningkatnya jumlah remaja yang mendapat konseling KRR sebanyak 8
(delapan) remaja per bulan per Puskesmas.

3.7.13. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia


Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan pra usila dan usila menjadi
55%.
Meningkatnya pelayanan kesehatan di Posyandu Lansia.

3.7.14. Program Pertolongan Persalinan Bagi Ibu Hamil Kurang Mampu


Meningkatnya cakupan pelayanan ANC K1 menjadi 100%.
Meningkatnya cakupan pelayanan ANC K4 menjadi 100%.
Meningkatnya cakupan pertolongan persalinan tenaga kesehatan menjadi
100%.
Meningkatnya cakupan pelayanan PNC menjadi 95%.
Meningkatnya cakupan penanganan ibu hamil dan ibu bersalin risti menjadi
100%.

3.8. Program Unggulan

3.8.1. Program Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS)


Adalah program yang diluncurkan mulai tahun 2008 oleh Pemerintah Kota
Surakarta untuk memberikan jaminan pemerliharaan kesehatan secara
komprehensif bagi masyarakat terutama masyarakat miskin dan tidak mampu
serta masyarakat Surakarta secara umum yang belum tercakup dalam program
28
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

jaminan kesehatan/asuransi baik pribadi, oleh pemerintah maupun


swasta/perusahaan.
Jaminan program PKMS meliputi pelayanan kesehatan rawat jalan dan
rawat inap di puskesmas secara gratis, pelayanan rawat jalan dan rawat inap di
RSD Kota Surakarta secara gratis, serta bantuan biaya pelayanan rawat inap di
Rumah Sakit. Rumah Sakit yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta
dalam pelayanan PKMS :
- RSUD Dr. Moewardi - RS Slamet Riyadi
- RS Kasih Ibu - RS Panti Waluyo
- RS Dr Oen Surakarta - RSI Kustasi
- RS PKU Muh Surakarta - RSOP Dr. Soeharso
- RS Jiwa Daerah - RS Brayat Minulyo
- RS Tri Harsi - BBKPM Surakarta

3.8.2. Standarisasi ISO 9001 : 2008


Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di puskesmas,
Pemerintah Kota Surakarta telah menerapkan standarisasi ISO 9001 : 2008
kepada semua puskesmas yang ada di Kota Surakarta. Dengan adanya program
ISO, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan di puskesmas.

3.8.3. PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja)


Untuk mempersiapkan generasi muda khususnya remaja agar
menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki kepribadian yang
mantap dan sehat, perlu dilakukan upaya-upaya pencegahan dan
penanggulangan masalah-masalah yang sering dihadapi remaja terutama yang
berkaitan dengan kesehatan remaja yaitu masalah reproduksi, masalah
psikologis, dan sebagainya. Upaya dilakukan melalui pendekatan terpadu antara
orang tua, guru, tenaga kesehatan, petugas lintas sektor terkait, LSM dan peran
serta remaja.
Salah satu upaya adalah Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR)
yang diharapkan bisa efektif untuk menyediakan informasi yang akurat dan
memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi remaja. Tujuan dari
PKPR agar remaja yang menghadapi masalah kesehatan dapat mengetahui
secara baik dan benar siapa dan di mana yang dapat memberikan pelayanan
preventif, promotif dan kuratif bahkan rehabilitatif.
29
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Pelaksana PKPR adalah petugas kesehatan yang memiliki kemampuan


dan pengetahuan dalam pelayanan kesehatan remaja dengan pendekatan
adolescent friendly (peduli remaja) yang memahami permasalahan dan kebutuhan
remaja serta menghargai pendapat mereka.
Untuk Kota Surakarta, PKPR ada di puskesmas Pajang, Jayengan,
Sangkrah, dan Manahan.

3.8.4. Puskesmas Ramah Anak


Kota Surakarta mendapat amanat sebagai Kota Layak Anak (KLA), yaitu
kota yang menjamin hak anak sebagai warga kota. Salah satu hak anak sebagai
warga kota adalah memperoleh pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan.
Dalam rangka mendukung Kota Solo sebagai Kota Layak Anak, maka
Pemerintah Kota Surakarta mengadakan program Puskesmas Ramah Anak, yaitu
puskesmas yang mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berpihak
kepada anak. Puskesmas Ramah Anak menyediakan ruang khusus untuk
pelayanan kesehatan, ruang tunggu yang representatif untuk anak, memiliki alat-
alat untuk mengukur tumbuh kembang bayi dan balita (alat antropometri), dan
tenaga yang ramah terhadap anak dan menguasai tentang tumbuh kembang,
penyakit anak, Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dan Manajemen Terpadu
Balita Muda (MTBM).
Puskesmas ramah anak di Kota Surakarta ada di puskesmas Pajang,
Kratonan, Sangkrah, Ngoresan dan Manahan.

3.8.5. Pelayanan PMT-CT (Preventive Mother to Child Transmison)


Dalam rangka pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu kepada bayi,
dilaksanakan program screening kepada ibu hamil. Seluruh ibu hamil yang
mendapat kontak pertama (K1) dengan tenaga kesehatan, akan discreening
terhadap resiko tertular HIV/AIDS. Ibu hamil yang diindikasikan memiliki resiko,
akan dirujuk ke klinik IMS dan klinik VCT untuk mendapatkan pemeriksaan lebih
lanjut. Program ini dilaksanakan di seluruh puskesmas.

30
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

3.8.6. Klinik IMS


Infeksi Menular Seksual (IMS) atau penyakit kelamin adalah penyakit yang
ditularkan melalui hubungan seksual dengan pasangan yang sudah mengidap
penyakit tersebut. Orang yang terkena IMS memiliki resiko yang lebih besar untuk
terinfeksi HIV, karena luka yang terbuka akan membuka jalan bagi masuknya
virus HIV.
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang
kekebalan tubuh. Infeksi HIV akan menyebabkan AIDS (Acquired Immune
Deficiency Syndrome) yaitu sekumpulan berbagai gejala penyakit akibat
menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat HIV.
Dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangan, Pemerintah Kota
Surakarta mendirikan Klinik IMS yang berada di 2 puskesmas, yaitu : Sangkrah
dan Manahan. Kegiatan dari klinik IMS meliputi : pemeriksaan sekret, konseling
dan terapi, penyuluhan dan penapisan pada kelompok resiko tinggi serta rujukan
ke klinik Volluntary Counseling and HIV Testing (VCT).

3.8.7. Klinik VCT


Dari hasil penapisan yang dilakukan pada Klinik IMS, untuk kelompok yang
beresiko tinggi diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk dapat menentukan positif
atau tidak terinfeksi HIV, sehingga dilakukan rujukan ke Klinik VCT. Di Klinik VCT,
pasien akan mendapat konseling agar mereka mau diperiksa serta dukungan agar
siap dalam menghadapi kemungkinan yang terjadi.
Klinik VCT di Kota Surakarta ada di puskesmas Manahan, RSUD Dr
Moewardi dan RS DR. Oen Surakarta.

3.8.8. Poliklinik Harm Reduction


Harm Reduction (HR) adalah upaya pengurangan dampak buruk akibat
penggunaan Napza suntik. HR perlu dilakukan karena pada pengguna NAPZA
suntik (penasun) terjadi pemakaian ulang dan bergantian alat suntik, sehingga
efektif untuk menularkan virus HIV. Saat ini HR dianggap sebagai cara yang
potensial untuk mencegah penularan virus HIV baik pada penasun maupun pada

31
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

masyarakat umum. Di Kota Surakarta, klinik HR dilaksanakan di puskemas


Manahan. Program intervensi yang dilakukan di Klinik HR adalah :
a. Penjangkauan dan pendampingan
b. Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)
c. Konseling pengurangan resiko
d. Voluntary Counseling adn HIV Testing (VCT)
e. Program pensucihamaan
f. Program jarum suntik steril
g. Pembuangan perlengkapan jarum suntuk bekas
h. Pelayanan terapi narkoba
i. Program substitusi narkoba
j. Perawatan dan dukungan HIV/AIDS
k. Pendidik sebaya

3.8.9. Klinik Berhenti Merokok


Klinik ini merupakan klinik konsultasi bagi para perokok yang berkeinginan
untuk menghentikan kebiasaan merokok. Klinik Berhenti Merokok (KBM)
dilaksanakan di 4 puskemas, yaitu Puskesmas Penumping, Kratonan,
Purwodiningratan dan Nusukan. Di 4 Puskesmas tersebut, tenaga medis dan para
medis telah dilatih tentang pemeriksaan kesehatan paru, serta teknik konseling.

3.8.10.

32
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

BAB IV
PENCAPAIAN PROGRAM KESEHATAN
MENUJU SOLO SEHAT

Gambaran masyarakat Kota Surakarta (Solo) masa depan yang ingin dicapai
oleh segenap komponen masyarakat melalui Pembangunan Kesehatan Kota
Surakarta adalah : Terwujudnya Masyarakat Surakarta yang sehat, madiri dan
berbudaya. Terdapat beberapa keterkaitan dari beberapa aspek yang dapat
mendukung meningkatkan kinerja yang dihubungkan dengan pencapaian
pembangunan kesehatan, diantaranya adalah : (1) Indikator derajat kesehatan
sebagai hasil akhir, yang terdiri atas indikator-indikator mortalitas, morbiditas,
dan status gizi. (2) Indikator hasil antara, yang terdiri atas indikator keadaan
lingkungan, perilaku hidup masyarakat, akses dan mutu pelayanan kesehatan,
serta (3) Indikator proses dan masukan, yang terdiri atas indikator untuk
pelayanan kesehatan, sumber daya kesehatan, manajemen kesehatan, dan
kontribusi sektor terkait.

4. 1. Derajat Kesehatan
4.1.1. Angka Kematian
4.1.1.1. Angka Kematian Ibu
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator penting dari
derajat kesehatan masyarakat dan khususnya derajat kesehatan perempuan.
Angka ini berguna juga untuk menggambarkan status gizi dan kesehatan ibu,
kondisi kesehatan lingkungan serta tingkat pelayanan kesehatan, terutama ibu
pada saat hamil, melahirkan dan masa nifas.
Angka kematian ibu juga merupakan salah satu target yang telah
ditentukan dalam tujuan pembangunan millenium (MDGs tujuan ke-5)
yaitu meningkatkan kesehatan ibu dimana target yang akan dicapai sampai
tahun 2015 adalah mengurangi sampai 3/4 resiko jumlah kematian ibu. Angka
kematian Ibu Bersalin atau Maternal Mortality Rate (MMR) menunjukan
banyaknya ibu hamil atau ibu bersalin yang meninggal pada tiap 100.000
kelahiran hidup.
Dari hasil survei yang dilakukan AKI telah menunjukkan penurunan dari
waktu ke waktu, namun demikian upaya untuk mewujudkan target tujuan

33
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

pembangunan millenium masih membutuhkan komitmen dan usaha keras


yang terus menerus.
Dari grafik tersebut menunjukkan trend AKI Indonesia secara Nasional
dari tahun 1994 sampai dengan tahun 2007, mengalami penurunan yang
signifikan dari tahun ke tahun. Namun apabila melihat target tahun 2015
yang dicanangkan MDGs maka rasanya sulit tercapai. Berdasarkan SDKI
survei terakhir tahun 2007 AKI Indonesia sebesar 228 per 100.000
Kelahiran Hidup, meskipun demikian angka tersebut masih tertinggi di Asia.
Sementara target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
(RPJMN) ada sebesar 226 per 100.000 Kelahiran Hidup dan target Millenium
Development Goals (MDGs) sebesar 102 per 100.000 Kelahiran Hidup .
Angka Kematian Ibu di Indonesia menurut Survei Demografi dan
Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2012 sebesar 359 per 100.000 kelahiran
hidup, meningkat dibandingkan hasil SDKI Tahun 2007 sebesar 228 per 100.000
kelahiran hidup. Sedangkan Angka Kematian ibu maternal di Jawa Tengah
(berdasarkan Profil Kesehatan Jawa Tengah Tahun 2012) sebesar 114 per
100.000 kelahiran hidup. Dengan demikian jika dibandingkan dengan angka
kematian Nasional maupun angka Jawa Tengah, angka kematian Ibu di Kota
Surakarta sudah dibawah angka Jawa Tengah dan Nasional.

Grafik
Pencapaian dan Proyeksi Angka Kematian Ibu (AKI)
Tahun 1994-2015 (Dalam 100.000 Kelahiran Hidup)

Sumber data: SDKI, 1994, 2002/2003, 2007, MDGs dan Bappenas

34
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Pendekatan lain yang dapat dipergunakan untuk melihat taraf kesehatan


ibu adalah dengan melihat data perkembangan jumlah kematian ibu hamil,
bersalin dan nifas (Maternal Mortality Rate) di Kota Surakarta menurut data
laporan program KIA/KB, sebagai berikut :

Grafik
Angka Kematian Ibu Maternal
di Kota Surakarta Tahun 2010 s/d 2014

Sumber : Program KIA Bidang Binkesmas, 2010 - 2014

Pada grafik diatas dapat diketahui bahwa angka kematian ibu maternal
masih fluktuasi. Kematian ibu mencapai puncak tertinggi yaitu 2010 yaitu
sebesar 91,4 kemudian menurun pada tahun 2011, 2012 dan 2013. Sedangkan
tahun 2014 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu 71,35. Hasil
cakupan tahun 2014 ini belum mencapai target yang ditetapkan dalam Rencana
Strategis Dinas Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2011 2015 yaitu 71.

35
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Tabel
Kematian Ibu Berdasarkan Masa Maternal dan Umur
di Kota Surakarta Tahun 2014

Kelompok 2014
Masa Maternal
Umur Jlh %
<20 tahun 0 0
Ibu Hamil 20-34 tahun 1 100
35 tahun 0 0
<20 tahun 0 0
Ibu Bersalin 20-34 tahun 0 0
35 tahun 0 0
<20 tahun 1 7,69
Ibu Nifas
20-34 tahun 1 76,92
35 tahun 4 15,38
<20 tahun 1 14,29
Kematian Ibu 20-34 tahun 2 28,57
35 tahun 4 57,14
Ibu Hamil 1 14,29
Kematian Ibu Ibu Bersalin 0 0
Ibu Nifas 6 85,71
Sumber : Sumber : Program KIA Bidang Binkesmas, 2014

Berdasarkan masa maternal, kematian ibu maternal terbanyak terjadi pada


ibu nifas yaitu 6 kasus (85,71 %). Menurut Kelompok umur jumlah kematian ibu
terbanyak pada umur 35 tahun

Kematian Ibu banyak terjadi pada ibu nifas dan kelompok umur 35
tahun,dapat diprediksi kejadian kematian di Surakarta sesuai dengan teori RISTI
Reproduksi,dan penyebab lainyang bisa menyebabkan kejadian kematian yaitu:
Usia Reproduksi yang berisiko untuk hamil dan bersalin
Migrasi ibu hamil yang sangat dinamis
Keterlambatan di Pelayanan Dasar yaitu tindak lanjut pertolongan dari
bidan
Stabilisas pasein pra rujukan tidak adequat, yaitu kurangnya sarana
prasana pra rujukan yang sesuai dengan standart
1. Rumah sakit sebagai tempat rujukan terlampu banyak menerima
rujukan kasus dan penangan kasus dengan SOP alur protokuler
penanganan pasien panjang sehingga dimungkinan terjadi

36
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

keterlambatan penanganan sebagai akibat dari membludaknya jumlah


pasien
2. Dampak lain kemudahan adanya jaminan kesehatan menyebabkan
perubahan pola pikir masyarakat, misalnya dalam memutuskan untuk
menambah jumlah anak karena dalam aturan sekarang anak ke -3
masih bisa diklaim oleh jaminan kesehatan
3. Ada 2,3% Pasangan Usia Subur yang belum menggunakan kontrasepsi
dan 41,4% Pasangan Usia Subur masih menggunakan kontrasepsi
MKJP.

Berdasarkan penyebab kematian ibu yaitu :


Tabel
Faktor Penyebab Kematian Ibu Maternal
di Kota Surakarta
Tahun 2014

KASUS JUMLAH
a. Perdarahan 3
b. Eklamsi
c. Hipertensi 1
d. Infeksi
e. Partus
lama
f. PEB 3
g. Lain-lain
Jumlah 7

Penyebab kematian ibu maternal didominasi karena perdarahan dan pre


eklamsi/eklamsi (PEB). Salah satu upaya untuk pemantauan kesehatan ibu hamil
dalam bentuk pencegahan dan deteksi dini resiko tersebut melalui pemeriksaan
laboratorium bagi ibu hamil WAJIB melakukan pemeriksaan golongan darah,
pemeriksaan Hb, protein urine, reduksi urine (sesuai pedoman pelayanan ANC
Terpadu KEMENKES RI Tahun 2013).
Penyebab kematian ibu yang terjadi pada tahun 2014 adalah : 3 orang
dengan penyebab perdarahan, 1 orang dengan penyebab infeksi (ketuban pecah
dini), dan 3 orang dengan penyebab Eklamsia Berat. Terjadinya kematian ibu
biasanya terkait dengan kurangnya akses ke pelayanan kesehatan yang
berkualitas bagi ibu, terutama pelayanan kegawatdaruratan tepat waktu yang
dilatarbelakangi oleh terlambat mengenal tanda bahaya dan mengambil

37
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, terlambat mendapatkan


pelayanan di fasilitas kesehatan.
Beberapa upaya yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Kota Surakarta
dalam rangka penurunan angka kematian ibu yaitu :
dibentuknya sistim jejaring antara Dinas Kesehatan dengan seluruh
Rumah Sakit dan Rumah Bersalin di Kota Surakarta dalam pelaporan
kejadian kematian ibu.
sistim survailance dalam pelacakan kematian
deteksi dini dengan menggunakan instrumen Score Pudji Rochyati
adanya Mitra Informasi (MI) di setiap kelurahan.
Implementasi P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan
Komplikasi), yaitu salah satu kegiatan dalam pelayanan antenatal dan
merupakan upaya meningkatkan pengetahuan ibu hamil, suami dan
keluarganya tentang semua resiko kehamilan, bahaya kehamilan dan
persalinan, serta mengajak ibu hamil, suami, dan masyarakat sekitarnya
untuk melakukan perencanaan. Meskipun dalam pelaksanaannya masih
ditemui beberapa kendala, diantara :
- Sticker tidak dipasang
- Pengisian data tidak lengkap
GSI (Gerakan Sayang Ibu), yaitu suatu gerakan bersama yang dilakukan
masyarakat dan pemerintah dalam rangka memenuhi hak reproduksi
perempuan dan hidup ibu dan bayi. Dengan gerakan ini diharapkan akan
muncul kepedulian masyarakat terhadap pemenuhan hak hak tersebut.
Kunjungan dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan di
puskesmas untuk melakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil resiko
tinggi dan transfer of knowledge kepada petugas puskesmas.
Kegiatan Audit Maternal Perinatal yang bertujuan untuk melakukan
analisa penyebab kematian
Kegiatan Kelas Hamil adalah kegiatan untuk pembelajaran tentang segala
seluk-beluk kehamilan, persalinan, masa nifas dan perawatan bayi, bagi
ibu hamil dan pendamping (suami atau saudara terdekat)

38
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Gambaran selengkapnya mengenai jumlah kematian ibu tiap kecamatan


dapat dilihat pada lampiran.

4.1.1.2. Angka Kematian Bayi


Selama tahun 2014 berdasarkan laporan dari Puskesmas ditemukan
bayi mati sejumlah 47 bayi, sedangkan jumlah kelahiran bayi hidup sebanyak
9.811. Dari data tersebut didapatkan angka kematian bayi sebesar 4.79 per
seribu kelahiran hidup. Dari 47 kematian bayi tersebut 7 kematian bayi karena
asfiksia, 7 kematian karena BBLR, 5 kematian karena prematur, 5 kematian
karena kelainan kongenital, 2 kematian karena penyakit jantung bawaan, 2
kematian karena pneumoni, dan sisanya dikarenakan aspirasi, hipoksia, infeksi
paru dan ikterik.
Apabila dibandingkan dengan angka tahun 2013 (3,22 per 1000
kelahiran hidup), maka mengalami peningkatan. Jika dibandingkan angka Jawa
Tengah yang sebesar 32 per seribu kelahiran hidup maka angka kematian bayi
di Surakarta lebih rendah. Demikian juga bila dibandingkan dengan target MDGs
(Millenium Development Goals) sebesar 23 per seribu kelahiran hidup, angka
kematian bayi di Kota Surakarta lebih rendah.
Angka kematian bayi bila dilihat untuk tiap-tiap kecamatan, maka angka
kematian bayi tertinggi ditemukan di kecamatan Serengan sebesar 9.52 per 1000
kelahiran hidup dan angka kematian bayi terendah ditemukan di kecamatan
Banjarsari sebesar 3.73 per 1000 kelahiran hidup. Gambaran selengkapnya
mengenai jumlah kematian bayi dapat dilihat pada lampiran.

4.1.1.3. Angka Kematian Anak Balita


Berdasarkan laporan dari Puskesmas yang ada di kota Surakarta selama
tahun 2014 terdapat kematian anak balita sebanyak 5 anak, sedangkan jumlah
kelahiran hidup sebanyak 9.811 anak. Berdasarkan data tersebut didapatkan
angka kematian anak Balita sebesar 0,51 per 1000 anak kelahiran. Angka
tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan angka kematian balita tahun
2013 (1.41 per 1000 kelahiran hidup). Data yang ada sudah termasuk data
kematian di rumah sakit melalui pelaporan Autopsi Verbal.
Angka kematian anak balita di Jawa Tengah sebesar 38 per 1000
kelahiran hidup, dengan demikian angka kematian balita di Surakarta jauh lebih

39
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

rendah. Demikian juga jika dibandingkan dengan target MDGs sebesar 32/1000
kelahiran hidup. Meski demikian, angka kematian balita di kota Surakarta masih
perlu mendapat perhatian.

4.1.1.4. Angka Kematian Kasar

Berdasarkan data dari BPS (Surakarta Dalam Angka 2013) di Surakarta


ditemukan jumlah kematian untuk semua golongan umur sebanyak 4.181,
sedangkan jumlah penduduk sebesar 507.825 jiwa, sehingga didapatkan angka
kematian kasar sebesar per 8.36 per 1000 penduduk, lebih tinggi dari angka
nasional (7,4 per 1000 penduduk) namun masih di bawah angka Jawa Tengah
(8,7 per 1000 penduduk).
Gambaran selengkapnya mengenai Angka Kematian di Kota Surakarta
dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 dapat dilihat pada tabel sebagai
berikut:
Tabel 4. Angka Kematian Ibu, Bayi, dan Anak Balita
Kota Surakarta Tahun 2010 2014
Indikator 2010 2011 2012 2013 2014 Angka Angka
JaTeng Nas.
Kematian Bayi 5,67 4,7 6,02 3,22 4,79 10,34 34
(per 1000 kelahiran hidup)
Kematian Balita 1,8 1,0 0,59 1,41 0,51 11,5 44
(per 1000 kelahiran hidup)
Kematian Ibu 153,8 39,4 59,2 30,2 71,35 116 228
(per 100.000 kelahiran hidup )
Angka Kematian Kasar 8,46 9,11 8,36 8,7 6
(per 1000 jiwa)

40
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.1.2. MORBIDITAS
4.1.2.1 Pola Penyakit
Angka kesakitan penduduk didapat dari data yang berasal dari
masyarakat (community based data) yang diperoleh melalui
pengumpulan data Puskesmas melalui sistem pencatatan dan
pelaporan yang ada. Gambaran 10 penyakit terbesar pada pasien
rawat jalan di Puskesmas pada tahun 2014 adalah sebagai berikut :

Tabel 5. Pola Penyakit Pada Rawat Jalan Puskesmas


Di Kota Surakarta Tahun 2014

NO NAMA PENYAKIT JUMLAH %


1 Influenza 73.530 11,64
2 Essential (primary) hypertension 60.581 9,59
3 Acute Nasopharingitis (common cold) 51.491 8,15
4 Myalgia 46.390 7,34
5 Gastritis and duodenitis 32.675 5,17
6 Pharingitis 25.128 3,98
7 Cephalgia 17.743 2,81
8 Diabetes mellitus 17.333 2,74
9 Kelainan pulpa dan jaringan periapikal 16.186 2,56
10 Obstetri Febris 15.852 2,51

4.1.2.2 Penyakit Bersumber Binatang


4.1.2.2.1. Penyakit Demam Berdarah Dengue
4.1.2.2.1.1. Angka Kesakitan (Incedence Rate)

Berdasarkan data kasus DBD dan DD tahun 2014 Kota Surakarta


merupakan daerah endemis penyakit demam berdarah dengue (DBD). Dan 5
kecamatan yang ada semua merupakan daerah endemis. Dari 51 Kelurahan
yang ada, hanya 31,37% (16 kelurahan) yang bebas DBD, yaitu kelurahan
Laweyan, Penumping, Kerten, Kratonan, Gajahan, Kauman, Kampung Baru,
Kedung Lumbu, Purwodiningratan, Gandekan, Sudiroprajan, Kepatihan Wetan,

41
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Setabelan, Keprabon, Ketelan, dan Timuran. Sisanya 20 kelurahan endemis dan


15 kelurahan sporadis.
Berdasarkan laporan pengamatan penyakit dari Puskesmas,
selama tahun 2014 ditemukan kasus Penyakit Demam Berdarah sebanyak 256
kasus yang tersebar di 17 wilayah Puskesmas di Kota Surakarta. Jumlah kasus
terbanyak terjadi di wilayah Puskesmas Gambirsari sebanyak 64 kasus, diikuti
oleh wilayah Puskesmas Sibela sebanyak 33 kasus dan wilayah Puskesmas
Pucangsawit 25 kasus. Sedangkan untuk puskesmas lainnya jumlah kasus
berkisar antara 10 22 kasus. Satu-satunya wilayah puskesmas yang bebas
DBD adalah wilayah Puskesmas Setabelan.
Dengan jumlah kasus sebanyak 256, maka didapatkan angka
kesakitan (insidence rate/IR) sebesar 5,04 per 10.000 penduduk. Angka ini
sedikit lebih baik dibandingkan tahun 2013 dimana IR tahun 2013 sebesar 5,56
per 10.000 penduduk. Dengan demikian target Renstra Kota Surakarta untuk
indikator Incidence rate (IR) DBD < 4 per 10.000 penduduk tidak tercapai,
termasuk untuk target nasional yaitu IR < 2 % .
Berdasarkan hasil pemantauan jentik berkala, angka bebas jentik
sebesar 94,1% menurun jika dibandingkan tahun 2013 (95,36%). Angka ini
masih di bawah target (>95%). Untuk itu, masyarakat tetap perlu ditingkatkan
pengertiannya tentang arti pentingnya kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk
(PSN), yang merupakan upaya paling efektif dalam mencegah penyakit DBD.
Namun mengingat PJB yang dilakukan tidak semua rumah (hanya sampel) maka
perlu adanya cross cek yang lebih intensif apakah memang angka bebas jentik
yang sesungguhnya sebesar itu, termasuk juga evaluasi untuk metode sampling
yang dilakukan. Masih perlunya peningkatan koordinasi penggerakan PSN di
masyarakat.
Upaya upaya yang telah dilakukan dalam rangka pencegahan dan
pemberantasan penyakit demam berdarah adalah Promosi tentang pencegahan
dan penanggulangan penyakit demam berdarah melalui kegiatan JUSE (Jumat
Sehat), Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di semua kelurahan sampai ke
tingkat RW, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Pemantauan Jentik
Berkala (PJB), Abatesasi Selektif (AS), Penyelidikan Epidemiologi (PE) setiap
ada kasus dan fogging focus bagi yang memenuhi kriteria.

42
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.1.2.2.1.2 Angka Kematian Demam Berdarah (Case Fatality Rate/CFR)

Dari 256 kasus DBD di Kota Surakarta, 4 diantaranya meninggal dunia,


sehingga didapatkan CFR sebesar 1,6%, Kematian terjadi di wilayah Puskesmas
Purwosari, Ngoresan, Pucabgsawit dan Manahan masing-masing 1 kasus.
Gambaran selengkapnya tentang jumlah kasus dan yang meninggal untuk tiap-
tiap Puskesmas dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel 6. Sebaran Kasus DBD DAN CFR menurut Puskesmas
Di Kota Surakarta Tahun 2014
NO. PUSKESMAS JUMLAH JUMLAH CFR
KASUS KEMATIAN
1. Pajang 6 0 0
2. Penumping 8 0 0
3. Purwosari 8 1 12,5
4. Jayengan 16 0 0
5. Kratonan 11 0 0
6. Gajahan 7 0 0
7. Sangkrah 2 0 0
8. Purwodiningaratan 3 0 0
9. Ngoresan 11 1 9,1
10. Sibela 33 0 0
11. Pucangsawit 25 1 4,0
12. Nusukan 19 0 0
13. Manahan 22 1 4,5
14. Gilingan 12 0 0
15. Banyuanyar 9 0 0
16. Setabelan 0 0 0
17. Gambirsari 64 0 0
KOTA 256 4 1,6

4.1.2.2.1.3. Pelayanan terhadap Penderita DBD


Seluruh penderita DBD di Kota Surakarta yang berobat ke sarana
pelayanan kesehatan, sudah mendapatkan pelayanan. Dengan kata lain
cakupan pelayanan penderita DBD di Kota Surakarta mencapai 100%. Sehingga

43
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

target yang ditetapkan dalam SPM sudah tercapai. Walaupun demikian, dengan
masih adanya penderita yang meninggal, menunjukkan kualitas penanganannya
masih perlu ditingkatkan.
Penanganan penderita DBD memerlukan kecepatan dan ketepatan,
baik di tingkat masyarakat maupun di sarana pelayanan kesehatan. Tidak
terpenuhinya kedua hal tersebut dapat berakibat fatal bagi penderita, karena
akan mempertinggi resiko terjadinya kematian. Di tingkat masyarakat diharapkan
ada kewaspadaan dini melalui kegiatan Kelurahan Siaga sehingga apabila terjadi
kasus dapat diambil keputusan yang tepat dan segera dirujuk. Dalam hal
kecepatan penanganan, semua sarana pelayanan kesehatan di Kota Surakarta
menempatkan penderita DBD sebagai prioritas. Sedangkan dalam hal ketepatan
penanganan, upaya peningkatan kemampuan tenaga kesehatan selalu dilakukan
antara lain melalui ceramah klinik serta pertemuan tatalaksana penyakit DBD.

4.1.2.2.2. Penyakit Malaria

Kota Surakarta tidak termasuk daerah endemis penyakit malaria. Meski


demikian upaya kewaspadaan dini terhadap penularan kasus impor/eksodus dari
daerah lain yang endemis tetap dilakukan. Upaya deteksi dini dilakukan melalui
pemeriksaan klinis di Puskesmas. Berdasarkan laporan dari Puskesmas, maka
selama tahun 2014 tidak ditemukan kasus malaria baik secara klinis maupun
laboratorium.

44
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.1.2.3. Penyakit Menular Langsung

4.1.2.3.1. Penyakit TB Paru


4.1.2.3.1.1. Penemuan Penderita Penyakit TB Paru (CDR)

Angka Penemuan penderita TB Paru dengan BTA + (CDR=Crude


Death Rate) pada tahun 2014 sebesar 62,3% (319 kasus). Jika dibandingkan
angka penemuan tahun 2013 (53,74%) terjadi sedikit peningkatan namun belum
mencapai target Renstra Kota Surakarta yang ditetapkan yaitu sebesar 80%.
Jika dilihat sebaran tiap Puskesmas, maka tidak ada Puskesmas yang dengan
CDR mencapai 80%. Jika dibandingkan angka Jawa Tengah yang sebesar
59%, maka pencapaian Kota Surakarta lebih tinggi.
Pencapaian CDR TB di Kota Surakarta didukung oleh UPK Puskesmas
dan Rumah Sakit. Salah satu penyebab kurang optimalnya dalam peningkatan
CDR TB karena belum adanya dukungan pelaksanaan strategi DOTS oleh
dokter praktek swasta (DPS), walaupun upaya sosialisasi strategi DOTS kepada
DPS sudah dilaksanakan. Upaya yang dilakukan dalam rangka meningkatkan
CDR adalah dengan melakukan jejaring dengan Puskesmas, Rumah sakit,
LAPAS dan BBKPM. Penemuan penderita juga secara aktif case finding oleh
puskesmas. Untuk meningkatkan pemulihan bagi penderita TB diberikan
bantuan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dan transport rujukan
pemeriksaan ke BBKPM. Dan untuk mengantisipasi drop out pengobatan maka
dilakukan program pemantauan minum obat (PMO) oleh kader atau keluarga
dekat.

4.1.2.3.1.2. Angka Kesembuhan (Cure rate)


Pada semua penderita TB Paru yang ditemukan, dilakukan
pengobatan. Dari yang diobati, maka angka kesembuhan penyakit TB Paru
tahun 2013 sebesar 89,05%. Pada tahun 2014, mengalami penurunan menjadi
87,36%. Ini masih di bawah target Renstra Kota Surakarta sebesar 98%, tetapi
sudah diatas target nasional 85%. Upaya untuk peningkatan angka kesembuhan
dengan pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan), dan untuk
mengantisipasi Drop Out pengobatan diberikan transport PMO (Pengawas

45
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

minum obat). Jejaring eksternal dengan UPK pelayanan TB DOTS dilakukan


secara berkala untuk pelacakan kasus TB yang mangkir.
Gambaran selengkapnya mengenai penyakit TB Paru dapat dilihat pada
lampiran.

4.1.2.3.2. Penyakit Diare


Berdasarkan laporan hasil pengamatan penyakit Puskesmas, selama
tahun 2014, ditemukan kasus diare sebanyak 12.677 (50% dari perkiraan jumlah
kasus diare). Angka ini masih di bawah cakupan penemuan yang diharapkan
sebesar 80%. Dibandingkan dengan jumlah kasus pada tahun 2013 (14.683
kasus), terjadi penurunan jumlah kasus. Jika dilihat angkanya cukup rendah, ini
dimungkinkan karena yang dilaporkan hanya yang berkunjung ke Puskesmas
saja, belum termasuk yang ke sarana pelayanan kesehatan lain (rumah sakit,
balai pengobatan, dan dokter praktek swasta).
Kasus diare berhubungan dengan perilaku masyarakat, penyediaan
kualitas air bersih dan kepemilikan jamban keluarga yang memenuhi syarat
kesehatan. Jika dilihat dari akses tehadap air bersih, sebenarnya seluruh
keluarga yang ada sudah memiliki akses terhadap air bersih. Sedangkan untuk
kepemilikan jamban keluarga yang memenuhi syarat masih sebesar 92.6%.
Upaya yang telah dilakukan dalam rangka penanggulangan diare adalah upaya
promosi melalui penjaja makanan dan mengoptimalkan klinik sanitasi di
Puskesmas.

4.1.2.3.3. Penyakit ISPA


Penyakit infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit
yang sering terjadi pada anak dan juga merupakan salah satu penyebab utama
kunjungan pasien di sarana kesehatan. Sebanyak 40% - 60% kunjungan berobat
di Puskesmas dan 15% - 30% kunjungan berobat di bagian rawat jalan dan
rawat inap rumah sakit disebabkan oleh ISPA. Menurut survei kesehatan rumah
tangga (SKRT) tahun 2012, penyakit Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA)
merupakan salah satu penyakit utama penyebab kematian bayi usia 0 11 bulan
dan balita (1 5 tahun). Berdasarkan laporan hasil pengamatan penyakit
Puskesmas, pada tahun 2014 di kota Surakarta ditemukan kasus pneumonia

46
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Balita sebanyak 90 kasus (1 persen dari perkiraan penderita pneumoni balita).


Perkiraan penderita Pneumonia pada balita adalah 10 persen jumlah balita
(50.782 balita).
Sejak tahun 1990 Pengendalian penyakit ISPA menitikberatkan
kegiatan penanggulangannya pada Pneumonia Balita. Tujuan pemberantasan
penyakit ISPA ialah menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat
Pneumonia pada bayi dan balita. Untuk mencapai hasil tersebut pemberantasan
ISPA memerlukan komitmen pemerintah pusat, pemerintah daerah, dukungan
dari lintas program, lintas sektor dan dilaksanakan secara terpadu dengan
mengikut sertakan masyarakat secara aktif termasuk dunia usaha.

4.1.2.3.4. Penyakit Campak

Penyakit campak merupakan penyakit yang sangat potensial untuk


menimbulkan wabah. Penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian imunisasi
campak. Kasus penyakit campak akan diperburuk dengan gizi buruk sehingga
dapat meningkatkan angka kematian karena campak. Indonesia adalah negara
keempat terbesar penduduknya di dunia yang memiliki angka kesakitan campak
sekitar satu juta pertahun dengan 30.000 kematian, yang menyebabkan
Indonesia menjadi salah satu prioritas yang diidentifikasikan oleh WHO dan
UNICEF untuk melaksanakan akselerasi dan menjaga kesinambungan dari
reduksi campak dengan strategi cakupan rutin yang tinggi (>90%) di setiap
kabupaten/kota serta memastikan semua anak mendapatkan kesempatan kedua
untuk imunisasi campak. Kekebalan yang terbentuk adalah 85 persen pada
kesempatan pertama dan 95 persen pada kesempatan ke dua.
Berdasarkan laporan hasil cakupan imunisasi dari Puskesmas pada
tahun 2014 cakupan imunisasi campak pada bayi sebesar 96,3 persen
sedangkan pada anak Sekolah Dasar sebesar 97,2 persen. Keduanya
menunjukkan cakupan yang tinggi diatas target nasional (> 95 persen) akan
tetapi masih ditemukan adanya kasus campak sebanyak 3 kasus campak klinis
di Kelurahan Sangkrah, Jebres serta Mojosongo. Ini terjadi karena
kemungkinan masih adanya bayi dan balita yang tidak terimunisasi karena
berbagai sebab. Hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan dari 3 kasus
campak klinis menunjukkan 3 positif campak.

47
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.1.2.3.5. Penyakit Infeksi Menular Seksual dan HIV AIDS

Berdasarkan laporan dari Puskesmas, selama tahun 2014


ditemukankan kasus baru penyakit IMS (Infeksi Menular Seksual) sebanyak 71
terdiri dari HIV 18 orang, AIDS 47 orang, dan Syphilis 6 orang. Jumlah total
kasus IMS sebanyak 309 kasus. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan
dengan jumlah kasus IMS tahun 2013 sebanyak 1.311 kasus. Penemuan kasus
diperoleh dengan adanya puskesmas yang membuka pelayanan klinik IMS
secara efektif, yaitu puskesmas Sangkrah dan Manahan. Dari semua kasus
tersebut, sebanyak 1.311 kasus (100%) sudah dilakukan pengobatan.
Pada tahun 2013 ditemukan kasus HIV/AIDS sebanyak 65 orang yang
terdiri dari 18 kasus HIV dan 47 kasus AIDS. Data diperoleh dari Layanan VCT
yang ada di kota Surakarta. Dari sejumlah kasus tersebut semuanya telah
ditangani. Penemuan belum sesuai estimasi penderita yang ada. Kasus
HIV/AIDS merupakan fenomena gunung es sehingga masih banyak kasus yang
sebenarnya ada tapi belum bisa terdeteksi. Oleh karena itu perlu upaya
peningkatan penemuan kasus HIV/AIDS. Upaya peningkatan HIV AIDS sudah
dilakukan dengan kegiatan VCT mobile di populasi beresiko.

4.1.2.3.6. Kasus Accute Flaccid Paralysis (AFP)

Polio merupakan salah satu dari beberapa penyakit yang dapat dibasmi
berdasarkan pemikiran bahwa virus polio akan mati bila disingkirkan dari tubuh
manusia dengan cara pemberian imunisasi. Eradikasi polio secara global akan
memberikan keuntungan secara finansial. Biaya jangka pendek yang dikeluarkan
untuk mencapai tujuan eradikasi tidak akan seberapa dibanding dengan
keuntungan yang akan didapat dalam jangka panjang. Tidak ada lagi anak-anak
yang menjadi cacat karena polio. Biaya yang diperlukan untuk rehabilitasi
penderita polio dan biaya untuk imunisasi polio akan dapat dihemat. Dalam
rangka upaya membebaskan Indonesia dari penyakit Polio maka telah
dilaksanakan program Eradikasi Polio (ERAPO) yang meliputi pemberian
imunisasi polio secara rutin, pemberian imunisasi tambahan (PIN, Sub-PIN,

48
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Mopping-up) pada anak balita, surveilans AFP dan pengamanan virus polio di
laboratorium.
Surveilans AFP adalah pengamatan yang dilakukan terhadap semua
kasus kelumpuhan yang terjadi secara mendadak dan sifatnya layuh (flaccid),
seperti kelumpuhan pada poliomyelitis, terjadi pada anak usia di bawah 15 tahun
yang merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit polio, dalam upaya
untuk menemukan adanya transmisi virus polio liar. Hasil pemeriksaan virologist
dan klinis akan membuktikan secara sah dan meyakinkan apakah semua kasus
AFP yang terjaring termasuk kasus polio atau tidak, sehingga akhirnya dapat
diketahui apakah masih ada polio liar di masyarakat.
Target penemuan kasus AFP dalam satu wilayah minimal 2 kasus AFP
diantara 100.000 anak usia <15 tahun per tahun. Berdasarkan surveilans aktif
rumah sakit pada tahun 2013 di kota Surakarta ditemukan 1 kasus AFP,
sehingga diperoleh AFP rate sebesar 0,86 atau masih dibawah target yang
ditentukan. Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap 1 kasus tersebut adalah
negatif membuktikan bahwa tidak ada virus polio liar di kota Surakarta pada
tahun 2014.

4.1.2.3.7. Pencegahan Penyakit Kusta

Pemberantasan penyakit kusta di Kota Surakarta mempunyai tujuan


melakukan eliminasi kusta kurang dari 1 per 10.000 penduduk baik di tingkat
Kota maupun di tingkat Puskesmas. Kegiatan pemberantasan kusta difokuskan
pada pencarian penderita baik secara aktif maupun pasif. Pengobatan penderita
tipe PB maupun MB dengan Multy Drug Therapy (MDT). Selain itu upaya
pencegahan dan perawatan cacat serta penyuluhan kesehatan. Dari hasil
pengamatan penyakit kusta, secara epidemiologis Kota Surakarta sudah
mencapai Eliminasi Kusta sejak tahun 1990. Selama tahun 2014 tidak ditemukan
kasus kusta Tipe PB di Puskesmas, namun ada 6 kasus kusta tipe MB yang
tersebar di puskesmas Sibela (2 kasus), dan masing-masing 1 kasus di
Puskesmas Pajang, Kratonan, Ngoresan dan Manahan. Prevalensi rate tahun
2014 adalah 0,1 per 10.000, berarti prevalance sudah di bawah stndar
Nasional yaitu < 1 per 10.000. Dari 6 kasus yang ada, terdapat1 kasus penderita
dengan cacat tingkat 2. Semua kasus yang ditemukan telah dilakukan

49
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

pengobatan. Upaya yang dilakukan untuk memberantas Penyakit Kusta di Kota


Surakarta adalah dengan kegiatan Chase Survey, pemeriksaan kontak
penderita, termasuk yang telah RFT dimonitor setiap tahun terus-menerus
sampai waktu 5 tahun.

4.1.2.4. Penyakit Tidak Menular


Peningkatan Umur Harapan Hidup (UHH) akan menambah jumlah
lanjut usia (lansia) yang akan berdampak pada pergeseran pola penyakit di
masyarakat dari penyakit infeksi ke penyakit degeneratif. Prevalensi penyakit
menular mengalami penurunan, sedangkan penyakit tidak menular (PTM)
cenderung mengalami peningkatan. Secara nasional proporsi kematian akibat
PTM meningkat. Sedangkan secara global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
memperkirakan PTM telah menyebabkan 60 persen kematian dan 43 persen
kesakitan.
Di Jawa Tengah jumlah kasus PTM berdasarkan informasi dari
puskesmas dan rumah sakit menunjukkan angka yang cukup fantastis dan
meningkat dari tahun ke tahun. Demikian juga di kota Surakarta, berdasarkan
laporan dari puskesmas dan rumah sakit tahun 2014 terjadi peningkatan pada
hampir semua jenis PTM bila dibandingkan tahun 2013.
Keadaan ini perlu segera ditanggulangi, karena sesungguhnya PTM
merupakan penyakit yang dapat dicegah bila faktor risikonya dikendalikan.
Pencegahan dan penanggulangan PTM merupakan kombinasi upaya inisiatif
pemeliharaan kesehatan mandiri oleh petugas dan individu yang bersangkutan
yang dapat dilakukan melalui kegiatan deteksi dini faktor risiko bersama PTM
berbasis masyarakat yaitu Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit
Tidak Menular).

4.1.2.4.1. Penyakit Hipertensi


Penyakit hipertensi masuk pada 10 besar penyakit di Puskesmas. Jika
dilihat berdasarkan penyakit tidak menular maka menempati urutan pertama.
Kasus yang ditemukan pada tahun 2014 dari laporan Puskesmas sebanyak
65.252 kasus (hipertensi essensial). Angka tersebut hampir sama dengan jumlah
kasus tahun 2013 sebanyak 65.252 kasus. Hal ini menunjukkan bahwa pola
penyakit degeneratif perlu mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak.

50
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.1.2.4.2. Penyakit Diabetes Melitus (DM)


Kasus penyakit Diabetes Melitus masuk dalam 10 besar pola penyakit.
Pada tahun 2014, ditemukan kasus Diabetes mellitus tidak tergantung insulin
sebanyak 17.696 (data Puskesmas) dan 11.349 (data Rumah Sakit).
Sedangkan untuk DM yang tergantung insulin ditemukan 1.044 (data
Puskesmas) dan 913 (data rumah sakit). Jika dihitung prevalensinya maka
diperoleh angka sebesar 6.105 per 100.000 penduduk. Kasus yang ditemukan
pada tahun 2013 adalah sebesar 4.500 per 100.000. Dari pola penyakit tidak
menular menunjukkan bahwa saat ini pola penyakit masyarakat sudah bergeser
ke arah pola penyakit degeneratif. Gambaran selengkapnya mengenai pola
penyakit tidak menular dapat dilihat pada lampiran.

4.1.2.5. Kejadian Luar Biasa


Dari hasil kegiatan pengamatan penyakit Dinas Kesehatan Kota
Surakarta selama tahun 2014 tidak ditemukan adanya KLB (Kejadian Luar
Biasa). Hal ini merupakan prestasi yang baik karena berarti antisipasi sudah
dilakukan untuk mencegah terjadinya KLB. Meskipun demikian, tetap diperlukan
kewaspadaan agar prestasi dapat terus dipertahankan.

4.1.3. Status Gizi Balita


Data status gizi balita tahun 2014 diperoleh dari hasil penimbangan
serentak yang dilakukan pada bulan November 2014 pada 602 posyandu se
Kota Surakarta. Dari rekap hasil pengukuran status gizi diketahui bahwa tidak
ditemukan balita dengan status gizi buruk (0%), sama seperti tahun 2013
sebesar 0%. Sedangkan prevalensi balita dengan status gizi kurang sebesar
2,6% dengan perincian pada balita laki-laki sebesar 2,8% dan perempuan
sebesar 3.58%. Data tertinggi berada di Puskesmas Setabelan sebesar 8,42 %.
Prevalensi balita gizi kurang Kota Surakarta tahun ini sudah memenuhi target
yaitu kurang dari 15 %, dan bila dibandingkan dengan data tahun 2013 sebasar
3,71% yang berarti mengalami perbaikan.

51
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Capaian ini tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Kota untuk


menanggulangi permasalahan gizi di masyarakat yaitu dengan program PMT
Pemulihan dari dana APBD Kota Surakarta dengan pendampingan dan
pemantauan berkala dari petugas puskesmas.
Permasalahan gizi yang ada, disamping gizi kurang dan gizi buruk adalah
status gizi lebih. Semakin mudahnya akses terhadap berbagai jenis makanan
dan masih kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap pola makan dengan
gizi seimbang akan berpengaruh terhadap peningkatan prevalensi gizi lebih.
Di Kota Surakarta diperoleh data balita dengan status gizi lebih tahun
2014 sebesar 3,7%. Meningkat cukup tajam dibanding tahun lalu (1,45%). Data
status gizi lebih terbanyak di Puskesmas Manahan (10,1%). Dampak dari kasus
gizi lebih adalah kecenderungan beresiko terhadap penyakit-penyakit metabolik
dan degeneratif. Upaya pencegahan yang telah dilakukan adalah penyuluhan
dan konseling gizi di Puskesmas bersama dengan pengelola program PTM.
Status gizi balita perlu mendapatkan perhatian khusus karena akibat
yang bisa timbul bila status gizi balita buruk diantaranya adalah :
a. Adanya gangguan pertumbuhan fisik dan mental anak
b. Penurunan tingkat kecerdasan/IQ
c. Rentan terhadap berbagai macam penyakit
Kemungkinan penyebab masih ditemukannya balita dengan status gizi buruk dan
kurang adalah :
a. Daya beli masyarakat yang masih rendah karena faktor pendapatan
keluarga
b. Pola makan keluarga yang belum menerapkan pola makan gizi seimbang
Data yang diperoleh dari hasil pendataan PHBS Rumah Tangga tahun
2014, keluarga sadar gizi di Kota Surakarta mencapai 84,1% dari jumlah
keluarga yang didata sebanyak 82.295 KK. Jika dilihat dari hasil pendataan
tersebut, maka berarti masih cukup banyak (15,9%) keluarga yang belum
menerapkan pola makan gizi seimbang, sehingga masih dijumpai balita gizi
kurang dan balita gizi lebih.
Upaya-upaya yang sudah dilakukan dalam rangka meningkatkan status gizi
masyarakat diantaranya :
a. Promosi pentingnya penyediaan menu dengan gizi seimbang
b. Peningkatan cakupan keluarga sadar gizi, dengan optimalisasi pendataan

52
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

c. Pemberian makanan tambahan bagi Balita dengan gizi buruk atau gizi
kurang
d. Pemberian makanan tambahan bagi Ibu hamil KEK
e. Pemantapan SKPG

Gambaran selengkapnya dapat di lihat pada Tabel dan Grafik sebagai berikut :
Grafik 3. Status Gizi Balita menurut Kecamatan Tahun 2014

4.1.3. BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah )


Gambaran tentang status gizi bayi baru lahir dapat dilihat dari
angka berat badan saat lahir. Selama tahun 2014, berdasarkan laporan
Puskesmas ditemukan bayi baru lahir dengan Berat Lahir Rendah (<
2500 g) sebanyak 216 (2,2%). Angka tersebut hampir sama dengan
angka BBLR tahun 2013 (2,2%). Angka BBLR tertinggi berada di wilayah
Puskesmas Sangkrah (6,14%) dan terrendah ada wilayah Puskesmas

53
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Gambirsari (0,25%). Angka ini tidak jauh berbeda dengan kondisi tahun
2013.
Jika dilihat dari Status Gizi Bumil, angka Bumil KEK tertinggi
terjadi di Puskesmas Ngoresan (8,6%). Gambaran selengkapnya
mengenai BBLR dapat dilihat pada tabel 29.
Masih ditemukanya kasus BBLR erat hubungannnya dengan :
a. Status gizi ibu pada waktu hamil rendah (2,9%) ibu hamil menderita
Kurang Energi Kronis / KEK)
b. Faktor kurangnya pengetahuan ibu, mengingat tingkat pendidikan ibu
rata-rata SD dan SMP
c. Faktor ibu bekerja di sektor industri dan jasa
d. Rendahnya daya beli keluarga (Masyarakat Miskin)
Gambaran mengenai status gizi bayi baru lahir menurut kecamatan di
kota Surakarta tahun 2014 dapat dilihat pada grafik berikut :

Grafik 4. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah


Di Kota Surakarta Tahun 2010 -2014

4.1.5. Status Gizi Ibu Hamil


Status gizi ibu hamil dapat dilihat dari banyaknya ibu hamil yang
menderita Kurang Energi Kronis (KEK) dan Anemi Gizi Besi (AGB). Pada tahun
2014, berdasarkan laporan Puskesmas, ditemukan Ibu hamil KEK sebanyak

54
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

(2,90%) 308 orang, dari sasaran ibu hamil sebanyak 10.649. Jika dibandingkan
angka tahun 2013 yang sebesar 4,30% maka prosentase ibu hamil menderita
KEK mengalami penurunan. Jika dilihat angka di tiap kecamatan maka angka
Bumil KEK terbesar ada di wilayah kerja Puskesmas Ngoresan sebesar 8,6%
dan Angka Bumil KEK terkecil berada di wilayah kerja Puskesmas Pajang
sebesar 0,4%. Gambaran mengenai status gizi Ibu hamil dapat dilihat pada
grafik berikut ini.

Grafik 5. Jumlah Ibu Hamil KEK menurut Kecamatan


Se-Kota Surakarta Tahun 2010 - 2014

4.1.6. Pemberian Tablet Fe Bagi Ibu Hamil

Tablet Fe adalah tablet yang mengandung Fe dan asam folat. Ibu hamil
mendapat Fe 3 adalah ibu yang selama kehamilannya minimal mendapat 90
tablet Fe. Distribusi tablet Fe ditujukan untuk mengurangi kasus kurang darah
(anemia) pada ibu hamil. Program pemberian tablet Fe gratis baru terbatas pada
ibu hamil karena besarnya dana yang dibutuhkan untuk bisa menyediakan tablet
Fe bagi seluruh ibu hamil minimal 90 tablet per ibu hamil, juga terkait dampak
resiko terhadap kematian ibu saat persalinan karena perdarahan.

55
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Capaian distribusi tablet Fe3 (90 tablet) tahun 2014 di Kota Surakarta
sebesar 98,78%, melampaui target Kementerian Kesehatan sebesar 95%, di
seluruh wilayah Puskesmas, bahkan 3 (tiga) puskesmas diantaranya yaitu
Puskesmas Kratonan, Ngoresan dan Sibela telah menditribusikan Fe3 sebesar
100% kepada seluruh ibu hamil yang ada di wilayah masing-masing. Secara
keseluruhan di tingkat Kota, capaian distribusi tablet Fe tahun 2014 mengalami
peningkatan dibanding tahun 2013 (97,50 %).
Jika dilihat dari angka Bumil Anemia untuk Kota Surkarta tahun 2014
sebesar 5,7%, dengan angka tertinggi terjadi di puskesmas Ngoresan. Hal ini
tidak sejalan dengan angka capaian distribuasi tablet Fe3. Melihat capaian
distribusi tablet Fe yang sudah baik di Kota Surakarta, yang dibutuhkan
berikutnya adalah adanya personil atau masyarakat yang berperan sebagai
pengawas minum tablet Fe. Sehingga dapat diyakinkan bahwa tablet Fe yang
telah diterima oleh ibu hamil memang benar-benar diminum sesuai ketentuan.
Khusus di Kota Surakarta, Dinas Kesehatan telah mengeluarkan ketentuan dosis
pemberian tablet Fe untuk ibu hamil anemia adalah 2 tablet sehari sebagai dosis
pengobatan dan untuk ibu hamil dengan Hb normal diberikan 1 tablet sehari
sebagai dosis pencegahan.

4.1.7. Kelurahan Dengan Garam Beriodium Baik


Garam beriodium adalah garam (NaCl) yang diperkaya dengan iodium
melalui proses iodisasi sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan
kandungan Kalium Iodat (KiO3). Kelurahan dengan garam beriodium baik adalah
kelurahan dimana lebih dari 90 % rumah tangga yang tinggal di wilayah tersebut
mengkonsumsi garam beriodium.
Persentase kelurahan dengan garam beriodium baik di Kota Surakarta
tahun 2014 adalah 100%.Ini menunjukkan bahwa sebanyak 51 kelurahan yang
ada di Kota Surakarta, rumah tangga yang tinggal masing-masing lebih dari 90%
mengkonsumsi garam beriodium cukup. Ini bisa dicapai berkat kerjasama dan
peran serta dari berbagai pihak, baik lintas program melalui promosi kesehatan
dan lintas sektor terkait yang tergabung dalam Tim Penanggulangan GAKI Kota
Surakarta. Tim ini bekerja sebagai wujud pelaksanaan Perda No 14 Tahun 2003
tentang Pengendalian Peredaran Garam di Kota Surakarta.

56
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.1.8. Kecamatan Rawan Gizi


Dari 5 (lima) kecamatan yang ada di Kota Surakarta, maka keseluruhan
merupakan kecamatan bebas rawan gizi. Dasar penentuan kecamatan rawan
gizi adalah besarnya kasus gizi buruk (BGM + BGT) di 5 (lima) wilayah
kecamatan masing-masing kurang dari 20%. Berdasarkan hasil tersebut, maka
berarti tidak ada kecamatan rawan gizi di Kota Surakarta. Namun demikian,
masih tetap perlu dicermati adanya kasus-kasus gizi buruk yang terjadi meskipun
prevalensinya tidak besar.

4.1.9. Bayi, Balita dan Ibu Nifas mendapat Kapsul Vitamin A Dosis Tinggi
Vitamin A merupakan zat gizi yang esensial bagi manusia. Selain untuk
kesehatan mata sebagai fungsi utama, vitamin A sangat bermanfaat untuk
pertumbuhan, dapat membantu mempercepat penyembuhan luka, memperkuat
daya tahan tubuh, membantu fungsi reproduksi dan sel-sel syaraf. Pada ibu nifas
yang cukup mendapat vitamin A akan meningkatkan kandungan vitamin A dalam
ASI, sehingga bayi yang disusui lebih kebal terhadap penyakit. Disamping itu
kesehatan ibu lebih cepat pulih. Oleh karena konsumsi sehari-hari sumber
vitamin A rendah, maka untuk memenuhi kebutuhan tubuh perlu suplementasi
kapsul vitamin A.
Kapsul vitamin A adalah kapsul yang mengandung vitamin A dosis
tinggi, yaitu 100.000 Satuan Internasional (SI) yang berwarna biru untuk bayi
umur 6-11 bulan dan 200.000 SI yang berwarna merah untuk anak balita 12-59
bulan. Pemberian kapsul vitamin A bayi dan anak balita dilakukan pada bulan
Februari dan Agustus, sedangkan ibu nifas mendapatkan 2 (dua) kapsul vitamin
A selama masa nifas.
Hasil cakupan pemberian kapsul vitamin A tahun 2014 di Kota Surakarta
pada bayi dan anak balita mencapai 100% dari target Kementerian Kesehatan
85%. Sedangkan pemberian kapsul vitamin A pada ibu nifas mencapai 99,97%.
Diketahui hanya 1 (satu) Puskesmas yang cakupan pemberian vitamin A ibu
nifas belum 100% yaitu Puskesmas Jayengan.
Tingginya cakupan pemberian vitamin A di Kota Surakarta dikarenakan
seluruh posyandu yang ada sebanyak 602 posyandu semuanya dalam kategori
aktif serta mudahnya akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan, dan

57
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

tentunya peran aktif dari promosi kesehatan baik berupa penyuluhan langsung
maupun melalui media massa yang ada di Kota Surakarta.
Di Kota Surakarta pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi juga mulai
diberikan bagi Balita sakit. Pemberian ini diintegrasikan dengan program
manajemen terpadu balita sakit (MTBS). Berdasarkan laporan Puskesmas,
jumlah balita sakit yang mendapat kapsul vitamin A dosis tinggi sebanyak 1.797
anak.

4.1.10. Pemberian ASI Eksklusif


Bayi mendapatkan ASI Eksklusif adalah bayi 0-6 bulan yang diberi ASI
saja tanpa makanan atau cairan lain kecuali obat, vitamin dan mineral
berdasarkan recall 24 jam. Cakupan pemberian ASI Eksklusif diperoleh dari hasil
pendataan yang dilakukan oleh kader pada bulan Februari dan Agustus setiap
tahunnya.
Target bayi mendapatkan ASI Eksklusif dari Kementerian Kesehatan
adalah 80%, sementara capaian di Kota Surakarta tahun 2014 sebesar 67,7%.
Dengan sebaran capaian tertinggi di Puskesmas Gajahan 89,9% dan capaian
terendah di Puskesmas Ngoresan 54,5%. Angka capaian Kota Surakarta bila
dilihat dari tahun ke tahun mengalami peningkatan cukup signifikan.
Dari sisi pengetahuan ibu, sebenarnya hampir semua ibu sudah terpapar
penyuluhan ASI oleh petugas kesehatan ataupun media promosi yang lain. Akan
tetapi perilaku ibu untuk memberikan ASI yang memang masih perlu diluruskan.
Kendala yang dihadapi yang menjadikan seorang ibu tidak memberikan ASI
Eksklusif antara lain karena ibu bekerja, ASI tidak cukup, bayi rewel, payudara
kecil sehingga kurang percaya diri, dan lain-lain.
Beberapa upaya yang dilakukan untuk dapat meningkatkan cakupan ASI
Eksklusif adalah :
Kegiatan Kelompok Pendukung Ibu (KP-Ibu)
Adalah kegiatan kelompok masyarakat yang terdiri dari ibu hamil dan ibu
menyusui dengan didampingi oleh motivator dari kalangan mereka sendiri
yang telah diberi pelatihan khusus, serta fasilitator dari puskesmas.
Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana untuk saling berbagi pengalaman
dan informasi tentang pemberian ASI. Sampai dengan tahun 2012 telah
dibentuk KP-Ibu hampir di seluruh kelurahan.

58
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Advokasi Inisiasi Menyusu Dini (IMD) ke sarana pelayanan kesehatan


Advokasi penyediaan ruang Laktasi di Perkantoran dan Tempat-Tempat
Umum.
Kondisi saat ini menunjukkan bahwa selain pengetahuan, ibu
membutuhkan dukungan yang lebih intensif dari lingkungan di sekitarnya untuk
dapat melaksanakan praktek pemberian ASI secara optimal. Dengan terbitnya
PP no 33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif, setidaknya dapat
memberi pedoman bagi fasilitas kesehatan untuk ikut mendukung pemberian ASI
dan mengurangi penggunaan susu formula setelah persalinan.

4.2. INDIKATOR PERILAKU MASYARAKAT


4.2.1. PHBS

Faktor yang terbesar dalam mempengaruhi derajat kesehatan menurut


H.L. Blum adalah faktor perilaku masyarakat. Dengan mewujudkan perilaku yang
sehat, diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu
dan anak akibat kurangnya kesadaran/pengetahuan masyarakat dalam
mengunjungi sarana pelayanan kesehatan. Indikator perilaku hidup bersih dan
sehat masyarakat terbagi menjadi 3 (tiga) tatanan, yakni tatanan rumah tangga,
tatanan institusi dan tatanan tempat-tempat umum (TTU). Untuk data profil
kesehatan hanya ditampilkan PHBS tatanan rumah tangga.
Dari 194.961 rumah tangga yang ada, telah dilakukan pemeriksaan
PHBS sebesar 42,2%. Dari rumah tangga yang diperiksa tersebut, 91,3%
berada pada tatanan rumah tangga sehat utama dan paripurna. Bila
dibandingkan dengan target Renstra Dinas Kesehatan Kota Surakarta (72,5%)
dan Renstra Kementerian Kesehatan RI (70%), maka capaian Kota Surakarta
sudah melampaui target yang diharapkan. Gambaran tentang rumah tangga
yang berperilaku hidup bersih dan sehat dapat dilihat pada lampiran.
Dilihat dari indikator penilaiannya, maka indikator yang pencapaiannya
terrendah adalah keluarga bebas asap rokok. Ini berarti bahwa mayoritas
keluarga yang ada di Kota Surakarta terpapar asap rokok.
Indikator SPM menargetkan bahwa 65% rumah tangga pada tatanan
utama dan paripurna. Ini berarti bahwa Kota Surakarta telah mencapai target

59
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

yang telah ditetapkan dalam rumah tangga pada tatanan paripurna, akan tetapi
sudah mencapai target dalam rumah tangga tatanan utama. Jika dilihat
penyebaran tiap Puskesmas, maka yang mencapai tatanan rumah tangga utama
dan paripurna tertinggi ada di Puskesmas Setabelan (99,7%) dan terendah ada
di wilayah Puskesmas Gambirsari (70,90%).

4.2.2. Kegiatan Penyuluhan


Tahun 2014, telah dilakukan kegiatan penyuluhan dan promosi kesehatan
dengan sasaran tidak hanya pada institusi sekolah namun juga masyarakat
umum (karang taruna, PKK). Jumlah seluruh kegiatan penyuluhan yang
dilakukan sebanyak 12.233. Selain itu juga telah dilakukan kunjungan rumah
untuk kegiatan Perkesmas (Perawatan Kesehatan Masyarakat) sebanyak 6.118
kunjungan dan 7.984 kegiatan penyebarluasan informasi, baik melalui media
cetak maupun media audio visual.

4.2.3. Kemandirian Posyandu


Pada tahun 2014, jumlah Posyandu yang ada di kota Surakarta sebanyak
602 Posyandu. Jika dibandingkan jumlah Posyandu tahun 2014 yang sebesar
602 maka berarti tidak terjadi penambahan jumlah Posyandu. Dari 602 posyandu
tersebut, tidak ada posyandu yang berada pada strata pratama, 2 posyandu
(0,33%) berada pada strata madya, 50 posyandu (8,31%) berada pada strata
posyandu Purnama, 550 posyandu (91,36%) berada pada strata posyandu
mandiri. Jika dibandingkan dengan target SPM untuk Posyandu Mandiri sebesar
45%, maka capaian tahun 2014 telah dapat melampaui target yang ditetapkan.
Jika dilihat penyebaran tiap Puskesmas, maka Puskesmas dengan
Posyandu mandiri terbanyak ada di wilayah Puskesmas Purwosari, Jayengan,
Kratonan, Sangkrah, Ngoresan, Nusukan, Banyuanyar dan Setabelan (100%)
dan yang terendah di wilayah Puskesmas Manahan (71,43%). Gambaran
selengkapnya mengenai Tingkat Kemandirian Posyandu di Kota Surakarta tahun
2014 dapat dilihat pada tabel 72 dan grafik sebagai berikut:

60
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Grafik 6. Kemandirian Posyandu Menurut Kecamatan


Kota Surakarta Tahun 2014

4.2.4. Penduduk Menggunakan Sarana Pelayanan Kesehatan.


Berdasarkan data kunjungan di Puskesmas, diketahui bahwa penduduk
yang berkunjung ke Puskesmas sejumlah 189.327 (37,28% dari total penduduk).
Tetapi jika dilihat dari jumlah kunjungan yang mencapai 732.324 ini berarti
bahwa meskipun baru 37,28% penduduk yang memanfaatkan Puskesmas
sebagai sarana pelayanan kesehatan, namun dalam 1 tahun rata-rata 1 orang
berkunjung ke puskesmas 3,9 kali. Atau bisa diartikan bahwa penduduk
pengguna Puskesmas yang umumnya berasal dari kalangan kelas menengah ke
bawah, hampir tiap 3 bulan sekali berkunjung ke Puskesmas. Ini perlu
mendapatkan perhatian karena ternyata penduduk kalangan ini cukup rentan
terhadap penyakit. Angka ini sudah lebih baik jika dibandingkan angka tahun
2013 sebesar 4,1 kali perorang pertahun.
Sedangkan jumlah kunjungan Rumah Sakit, baik berkunjung rawat
jalan maupun rawat inap sebesar 838.986. Angka ini cukup tinggi, hal ini
dimungkinkan karena di Kota Surakarta terdapat Rumah Sakit rujukan Jawa
Tengah, sehingga pasien yang dirawat bukan hanya penduduk dalam kota,
namun banyak penduduk luar Kota Surakarta.

61
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.2.5. Penduduk Yang Terlindungi Asuransi Kesehatan


Data tentang penduduk yang terlindung asuransi kesehatan masih
terbatas pada penduduk yang PNS, penduduk peserta PKMS (Pemeliharaan
Kesehatan Masyarakat Surakarta), penduduk yang bekerja di perusahaan serta
penduduk yang menjadi peserta mandiri.
Untuk masyarakat miskin, asuransi kesehatan dicakup oleh Program
JAMKESMAS dan PKMS Gold. Tahun 2014, jumlah masyarakat miskin yang
tercatat dalam SK Walikota Surakarta sebanyak 160.837 jiwa. Pemanfaatan
kartu JAMKESMAS di Puskesmas sebesar 26%, sedangkan jumlah kunjungan
mencapai 264.904, sehingga rata-rata satu orang peserta berkunjung ke
Puskesmas lebih dari 6 kali dalam setahun.
Secara keseluruhan, penduduk Kota Surakarta yang terlindungi
asuransi kesehatan sebesar 98,12% (Askes PNS, Jamsostek, PKMS dan
Jamkesmas). Angka capaian ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan capaian
tahun 2013 (81,24%). Jika dibandingkan dengan target SPM sebesar 80%
jumlah penduduk, maka Kota Surakarta sudah dapat mencapai target yang
ditetapkan.

4.2.6. Konsumsi Garam Iodium


Data tentang konsumsi garam iodium di tingkat rumah tangga
didapatkan dari hasil pemeriksaan garam yang dilakukan oleh anak SD. Selama
tahun 2013, pemeriksaan garam dilakukan di seluruh kelurahan di wilayah kerja
Puskesmas. Dari hasil pemeriksaan didapatkan data sebagai berikut :
Tabel 7. Hasil Pemantauan Garam Beriodium Di Tingkat Masyarakat
Kota Surakarta Tahun 2013

STATUS
NO NAMA JML DESA HASIL UJI DESA
TDK TDK
KECAMATAN DESA SAMPEL CUKUP KURANG ADA BAIK BAIK
1 LAWEYAN 11 11 1211 58 0 11 0
2 SERENGAN 7 7 1254 28 0 7 0
3 PASAR KLIWON 9 9 1842 123 0 9 0

62
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4 JEBRES 11 11 2508 35 0 11 0
5 BANJAR SARI 13 13 2591 172 0 13 0
JUMLAH 51 45 9406 416 0 51 0
Prosentase (%) 100 94,67 4,19 0 100 0

Berdasarkan tabel di atas, maka masyarakat yang mengkonsumsi


garam beriodium dengan iodium cukup mencapai 94,67% Sementara masih ada
masyarakat yang mengkonsumsi garam yang tidak mengandung iodium sama
sekali sebesar 1,15%. Jika dibandingkan tahun 2012 cakupan garam yang
mengandung iodium cukup yang sebesar 94,67% maka mengalami peningkatan.
Cakupan sejak tahun 2008 telah memenuhi target SPM yang sebesar >90%.
Upaya-upaya yang telah dilakukan dalam rangka meningkatkan
konsumsi garam beryodium bagi masyarakat adalah :
1. Telah dikeluarkannya PERDA No: 14 Tahun 2004 tentang peredaran garam
non iodium.
2. Penyuluhan melalui anak sekolah, kelompok potensial dan Posyandu.
3. Operasi pasar
4. Penyampaian informasi hasil operasi pasar.
5. Pemantauan penggunaan garam iodium melalui posyandu dan sekolah.

4.2.7. Usaha Kesehatan Sekolah


Pada tahun 2013 berdasarkan laporan Puskesmas yang ada, terdapat
288 sekolah dan madrasah setingkat SD. Dari jumlah tersebut, seluruh sekolah
telah melaksanakan program UKS. Sedangkan jumlah murid yang ada sebanyak
66.532 murid. Dari jumlah tersebut, yang menjadi dokter kecil sebanyak 9.261
(13.91%). Target SPM dokter kecil sebesar 15% dari murid yang ada. Jika
dibandingkan angka tahun 2012 yang sebesar 11.72% maka mengalami
peningkatan, namun masih jauh dari target yang diharapkan. Rendahnya dokter
kecil yang ada disebabkan karena memang belum semua Puskesmas secara
rutin mengadakan pelatihan dokter kecil. Ini terkait dengan dana yang ada dan
prioritas program masing-masing Puskesmas. Selain itu, masih belum
optimalnya pemberdayaan sekolah sehingga cakupan dokter kecil masih
dianggap sebagai kepentingan sektor kesehatan dan belum menjadi kebutuhan
sektor pendidikan.

63
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.3. INDIKATOR KESEHATAN LINGKUNGAN

4.3.1. Rumah Sehat

Tahun 2014 adalah tahun ke-5 pendataan rumah sehat di Kota


Surakarta, sehingga diharapkan seluruh rumah yang ada sudah didata.
Berdasarkan hasil pendataan tersebut, ditemukan Rumah Sehat sebanyak
74.568 (71,72% dari jumlah rumah yang ada). Angka capaian ini belum
mencapai target SPM yang sebesar 80%. Jika dilihat sebaran tiap Puskesmas,
maka wilayah dengan rumah sehat tertinggi adalah Puskesmas Penumping
(95,37%), sedangkan yang paling sedikit cakupan rumah sehatnya ada di
Puskesmas Sangkrah (43.08%). Puskesmas Sangkrah membawahi Kelurahan
Sangkrah, Semanggi dan Kedunglumbu, yang merupakan kantong penduduk
berpenghasilan menengah ke bawah sehingga mempengaruhi kondisi
perumahan penduduk.
Adapun terhadap rumah yang belum memenuhi syarat, dilakukan
pembinaan berupa kunjungan pembinaan on the spot 2 kali kunjungan dalam 1
tahun.
Gambaran mengenai kondisi rumah penduduk Kota Surakarta seperti
pada grafik di bawah ini, dan selengkapnya tentang rumah sehat dapat dilihat
pada lampiran.

64
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Grafik 7. Rumah Sehat di Kota Surakarta Tahun 2014

4.3.2. Penduduk dengan Akses Berkelanjutan terhadap Air Minum


Berkualitas
4.3.3. Kualitas Air Minum di Penyelenggara Air Minum
Secara kuantitas, jumlah Depot Air Minum (DAM) di Kota Surakarta
mengalami peningkatan dari 129 pada tahun 2013 menjadi 146 pada tahun
2014. Hal ini mengindikasikan terjadinya peningkatan kesadaran masyarakat
untuk mengkonsumsi air minum yang berkualitas. Ini menjadi tantangan
tersendiri bagi Dinas Kesehatan karena harus lebih intens dalam melakukan
pengawasan.

4.3.4. Penduduk dengan Akses terhadap Fasilitas Sanitasi Yang Layak


Penduduk dengan akses jamban sehat pada tahun 2014 sebesar 344.116
jiwa, mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2013 sebesar 337.219 jiwa.
Peningkatan ini karena Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum
menggulirkan program pembangunan jamban komunal (USRI : Urban Sanitation
Rural Infrastructur).
Pemerintah Kota Surakarta, dengan difasilitasi oleh IUWASH (Indonesia
Urban Water and Sanitation) telah menyusun Road Map PAL-D (Peta Jejak
Pengelolaan Air Limbah Domestik) untuk kurun waktu 2015 2020 sehingga
tercapai Universal Acses Sanitation 100%.

65
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

3.4.5. Desa yang Melaksanakan STBM


Pada tahun 2014, Pemerintah Kota Surakarta baru mencoba
melaksanakan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) di 2 kelurahan yaitu
Kelurahan Purwosari dan Kelurahan Gandekan. Kegiatan utama yang dilakukan
adlah Pilar Pemicuan Stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan). Kegiatan ini
akan disusul dengan Pilar yang lain yaitu CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun),
Penyediaan Air Bersih, Pengelolaan Limbah Cair dan Pengelolaan Sampah.

4.3.6. Tempat Tempat Umum


Tempat Tempat Umum (TTU) yang ada di kota Surakarta meliputi kantor,
hotel, sekolah, toko, Restoran/Rumah makan, pasar tradisional dan lain-lain.
Pada tahun 2014 dari 606 TTU yang ada, 100% dilakukan pemeriksaan, dan dari
hasil pemeriksaan yang memenuhi syarat kesehatan sebanyak 58.41%. Angka
cakupan tahun 2014 masih dibawah target SPM (80%).

4.3.3. Kepemilikan Sarana Kesehatan Lingkungan.

4.3.3.1. Jenis Sarana Penyediaan Air Bersih yang Dipergunakan (Kepemilikan


SAB)
Dari 103.116 keluarga yang ada, telah dilakukan pemeriksaan/inspeksi
sanitasi terhadap 25.056 (24,6%). Dari hasil inspeksi tersebut diketahui bahwa
91,8% keluarga yang ada di Kota Surakarta telah memiliki sarana air bersih.
Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2013 (91,8%). Sisa
keluarga yang belum tercakup adalah keluarga yang belum memiliki sarana air
bersih secara mandiri tetapi mampu untuk mengakses air bersih melalui
SPT/SGL Umum dan Hidran Umum.

4.3.3.2. Jamban Keluarga


Dari hasil pemeriksaan terhadap 25.056 keluarga, diketahui bahwa
92,6% telah memiliki jamban keluarga dan 94,1% telah memenuhi syarat sehat.
Jika dibandingkan angka tahun 2012 (91,5%) jamban memenuhi syarat sehat
mengalami peningkatan dan telah melampaui target SPM (85%). Dengan

66
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan jumlah tersebut akan


mengalami peningkatan di tahun berikutnya.

4.3.3.3. Saluran Pengelolaan Air Limbah (SPAL)


Dari hasil pemeriksaaan diketahui bahwa 95,4% KK sudah memiliki
SPAL. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu (97%) tetapi
telah melampaui target SPM yaitu 90%.
Gambaran total Sarana kesehatan lingkungan keseluruhan yang di
periksaan selama tahun 2013 dapat dilihat pada grafik sebagai berikut :

Grafik 8. Prosentase Keluarga dengan Sarana Kesehatan Lingkungan


yang Memenuhi Syarat Kesehatan Di Kota Surakarta Tahun 2013

4.3.4. Rumah Bebas Jentik Nyamuk


Pada tahun 2013, berdasarkan pendataan Puskesmas didapatkan
jumlah rumah sebanyak 101.807 rumah. Dari jumlah rumah yang ada, telah
dilakukan pemeriksaan sebanyak 44.558 (43.77%). Berdasarkan hasil
pemeriksaan, rumah yang bebas jentiknya sebanyak 94.84%. Sedangkan 5.16%
masih terdapat jentik di dalamnya. Jika dibandingkan angka tahun 2012 yang
sebesar 95.36% maka mengalami penurunan. Jika dilihat sebaran tiap
Puskesmas, maka rumah bebas jentik tertinggi ada di wilayah Puskesmas
Gajahan (96.96%).

67
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.4. INDIKATOR PELAYANAN KESEHATAN

4.4.1. Upaya Kesehatan Rujukan

Rumah Sakit di Kota Surakarta sebanyak 12 buah yang terdiri dari 10


Rumah Sakit Umum dan 2 Rumah Sakit Khusus. Jika dilihat dari kepemilikan,
untuk Rumah Sakit Umum, maka 3 (tiga) Rumah Sakit Umum milik Pemerintah
dan 7 (tujuh) Rumah Sakit Umum swasta. Sedangkan untuk Rumah Sakit
Khusus 1 (satu) milik Pemerintah Provinsi (RSJD) dan 1 (satu) milik swasta (RSJ
Puri Waluyo).
Indikator mutu pelayanan rumah sakit dapat dilihat dari BOR, LOS, TOI,
GDR dan NDR. Bed Occupation Rate (BOR) yang ideal untuk suatu rumah sakit
antara 60% s/d 80%. BOR rata-rata untuk rumah sakit umum di Kota Surakarta
sebesar 66,5%. BOR tertinggi ada di Rumah Sakit Umum Dr. Moewardi
Surakarta yaitu sebesar 77,2%, dan yang terendah ada di RS Tri Harsi yaitu
9,9%. Sedangkan untuk rumah sakit khusus. maka BOR rata-rata adalah 55,5.
Leng Of Stay (LOS) adalah rata-rata lamanya pasien dirawat, angka yang
ditetapkan antara 6-9 hari. Tahun 2013, rata-rata LOS untuk RS umum adalah
5,1 hari. Semua rumah sakit umum di Kota Surakarta tahun 2012 LOSnya
berkisar 3-7 hari, kecuali Rumah Sakit Tri Harsi 2,8 hari. Sedangkan untuk
rumah sakit khusus LOS sebesar 22,2 hari.
Turn Of Interval (TOI) adalah rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati
dan angka ideal dari TOI adalah 1-3. Untuk Rumah sakit umum TOI rata-rata 2,6
dan TOI rata-rata untuk Rumah sakit khusus 17,8. Net Death Rate (NDR) adalah
angka kematian lebih atau sama dengan 48 jam dan jumlah yang dapat ditolerir
adalah 2,2 per 100 penderita keluar. Gross Death rate (GDR) adalah angka
kematian untuk tiap-tiap 100 penderita keluar maksimum adalah 4,5. GDR rata-
rata untuk rumah sakit umum adalah 4,5 sedangkan untuk rumah sakit khusus
0,30. Rumah sakit dengan GDR melebihi angka 4,5 adalah rumah sakit umum
Dr. Moewardi.

68
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.4.2. Upaya Kesehatan Khusus

4.4.2.1. Sarana Kesehatan dengan Kemampuan Gawat Darurat


Jumlah sarana kesehatan dengan kemampuan pelayanan gawat darurat yang
dapat diakses masyarakat sebanyak 53% dari 30 sarana kesehatan yang ada
(Rumah sakit umum, Rumah sakit jiwa, rumah sakit khusus, Puskesmas).
Kondisi ini sama jika dibandingkan dengan keadaan tahun 2013. Jika
dibandingkan target SPM yang sebesar 40%, maka sudah tercapai.

4.4.2.2. Pelayanan Kesehatan Gigi & Mulut


Target program pelayanan kesehatan gigi tahun 2014, yaitu rasio (perbandingan)
antara tumpatan dengan pencabutan gigi tetap minimal lebih dari 1. Berdasarkan
laporan dari 17 Puskesmas yang ada, maka didapatkan rasio tumpatan dengan
pencabutan gigi tetap adalah 1,38. Angka tersebut sudah memenuhi target yang
telah ditentukan dan telah melampaui angka sebelumnya (tahun 2013 = 1,10).
Jika dibandingkan angka Jawa Tengah yang kurang dari 0,5 maka angka
Surakarta lebih tinggi. Jika dilihat sebaran tiap Puskesmas, maka Puskesmas
yang memiliki rasio kurang dari 1 (satu) adalah Puskesmas Pajang (0.82),
Penumping (0,59), Purwodiningratan (0,76), Ngoresan (0,77), Sibela (0,94),
Nusukan (0,80), Gilingan (0,65), Banyuanyar (0,81) dan Setabelan (0,31). Selain
pelayanan di Puskesmas, maka pelayanan kesehatan gigi dan mulut juga
dilakukan di sekolah dasar melalui UKGS (Upaya Kesehatan Gigi Sekolah).
Selama tahun 2014, dari jumlah murid yang ada sebanyak 63.249 anak, telah
dilakukan pemeriksaan terhadap 16.389 anak (26,6%). Berdasarkan hasil
pemeriksaan, ditemukan 2.596 anak perlu perawatan dan 1.259 anak
mendapatkan perawatan. Jika dibandingkan angka tahun 2013, maka jumlah
murid yang diperiksa mengalami peningkatanan. (2013 : 12.3%).

4.4.2.3. Pelayanan Tranfusi Darah


Target pemenuhan permintaan darah tahun 2013 adalah 90%. Sedangkan
capaian tahun 2013, berdasarkan laporan dari PMI, maka 100% permintaan
darah khususnya dari rumah sakit di Kota Surakarta yang mengajukan darah ke
PMI dapat dipenuhi.

69
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.4.3. Upaya Kesehatan Dasar


4.4.3.1. Pemanfaatan Sarana Pelayanan Kesehatan Dasar

Berdasarkan data dari Bidang Upaya Kesehatan, maka sarana kesehatan


dasar yang ada di Kota Surakarta meliput :
a. Puskesmas induk sebanyak 17 buah.
b. Puskesmas pembantu sebanyak 26 buah.
c. Puskesmas keliling sebanyak 17 unit.
d. Praktek dokter swasta sebanyak 699, semuanya telah memiliki ijin.
e. Praktek dokter gigi sebanyak 162, semuanya telah berijin.
f. Klinik Pratama sebanyak 53, semuanya telah berijin.
g. Klinik Utama sebanyak 12, semuanya telah berijin.
h. Laboratorium kesehatan sebanyak 11, semuanya telah berijin.
i. Apotik sebanyak 163, semuanya telah berijin.
j. Toko obat sebanyak 20, semuanya telah berijin.

Jika dihitung rasio sarana pelayanan kesehatan terhadap jumlah penduduk,


maka untuk Kota Surakarta sudah cukup memadai. Namun yang perlu
ditingkatkan adalah kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Angka pemanfaatan sarana kesehatan yang ada, didapatkan dari laporan
Puskesmas, sedangkan dari sarana kesehatan lainnya (praktek dokter swasta)
belum berjalan. Pada tahun 2014 didapatkan angka kunjungan baru dan lama
Puskesmas sebanyak 725.636. Rata-rata kunjungan tiap Puskesmas/hari
sebanyak 142 pasien. (tahun 2013=153 pasien/hari/Puskesmas). Melihat data
tersebut, terjadi penurunan jumlah kunjungan ke puskesmas. Hal ini perlu
dianalisa lebih lanjut apakah hal ini karena meningkatnya derajad kesehatan
masyarakat atau karena adanya penurunanan animo masyarakat terhadap
pelayanan di Puskesmas. Untuk dapat menganalisa hal tersebut, diperlukan data
yang terpisah antara kunjungan sakit dan kunjungan sehat (konsultasi).

70
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.4.3.2. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

4.4.3.2 1. Pelayanan Kesehatan Ante Natal Care


Selama tahun 2013 dari jumlah ibu hamil sebanyak 10.889, yang
melakukan pemeriksaan ante natal care pertama kali (K1) sebanyak 10.889
(100%). Capaian ini sama dengan pencapaian tahun 2013. Sedangkan ibu
hamil yang melakukan pemeriksaan sampai dengan minimal empat kali
sebanyak 10.642 (97,7%). Bila dibandingkan dengan angka tahun 2013 (97,7%)
maka mengalami peningkatan. Hal ini dimungkinkan bisa terjadi karena adanya
perbaikan dalam pencatatan dan pelaporan, sehingga cakupan K4 yang
dilaporkan adalah cakupan K4 murni. Target SPM untuk K4 tahun 2014 sebesar
95%. Sehingga angka Surakarta sudah mencapai target. Bila dibandingkan
angka Jawa Tengah yang sebesar 88,78% maka angka Surakarta lebih tinggi.
Jika dilihat sebaran tiap Puskesmas, maka hampir semua Puskesmas sudah
mencapai target SPM untuk K4 kecuali Puskesmas Kratonan (94,0%),
Puskesmas Banyuanyar (93,0) dan Setabelan (94,1%),

4.4.3.2.2. Deteksi Resiko Tinggi Ibu Hamil

Penanganan ibu hamil risti merupakan salah satu indikator pelayanan


kesehatan ibu. Selama tahun 2013, dari jumlah ibu hamil yang ada, ditemukan
ibu hamil risti sebanyak 2.169 (99,6% dari perkiraan jumlah bumil risti sebesar
2.178). Penemuan resiko tinggi ibu hamil paling tinggi di Kecamatan Jebres dan
penemuan paling rendah di Kecamatan Banjarsari. Cakupan rujukan di Kota
Surakarta cukup bagus karena kasus resiko tinggi ibu hamil dapat ditangani
melalui pelayanan dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan di puskesmas.

4.4.3.2.3. Pertolongan Persalinan

Pada tahun 2014 dari jumlah persalinan sebanyak 9.792, seluruhnya


telah ditolong oleh tenaga kesehatan. Hasil ini sama dengan pencapaian tahun
2013. Jika dibandingkan dengan target SPM (>95%), maka sudah mencapai
target. Gambaran selengkapnya mengenai cakupan persalinan oleh tenaga
kesehatan dapat dilihat pada lampiran.

71
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.4.3.2.4. Pelayanan Kesehatan Neonatal, Bayi dan Balita


Cakupan kunjungan neonatus (0-28 hari) pada tahun 2014 sebesar
99,5%. Bila dibandingkan angka tahun 2013 yang sebesar 99,3% maka
mengalami peningkatan. Target SPM tahun 2014 adalah lebih dari 90%. Ini
berarti target SPM telah tercapai. Jika dibandingkan angka Jawa tengah yang
sebesar 95,71% maka angka Surakarta lebih tinggi.

4.4.3.3. Penanganan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah)


Tahun 2014, dari jumlah bayi lahir hidup sebanyak 9.811, yang lahir
dengan berat kurang dari 2.500 gram sebanyak 216 bayi (2,2%). Angka ini sama
jika dibanding angka BBLR tahun 2013 yang sebesar 2,2%. Dari jumlah BBLR
yang ada, semuanya (100%) telah ditangani.
Adanya bayi BBLR perlu mendapat perhatian serius, karena bayi yang
dilahirkan dengan BBLR akan memiliki resiko mengalami masalah kesehatan di
kemudian hari, dibandingkan dengan bayi yang lahir dengan berat badan normal.

4.4.3.4. Pelayanan Imunisasi


Untuk menurunkan angka kesakitan, kematian, dan kecacatan bayi
serta anak Balita perlu dilaksanakan program imunisasi baik program rutin
maupun program tambahan untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan
imunisasi yaitu penyakit TBC, Diphteri, Pertusis, Tetanus, Polio, Campak dan
Hepatitis B. Idealnya bayi harus mendapat imunisasi dasar lengkap yang terdiri
dari BCG satu kali, DPT tiga kali, Polio empat kali, Hepatitis B tiga kali, dan
campak satu kali. Cakupan imunisasi lengkap selama ini dilihat dari status
imunisasi campak.
Selama tahun 2013, dari jumlah sasaran bayi sebanyak 9.932 bayi,
maka yang telah lengkap status imunisasinya (berdasarkan imunisasi campak)
sebesar 95,3%. Hasil ini berarti sudah mencapai target SPM (95%).
Jika dilihat angka drop out imunisasi, maka tahun 2013 didapatkan angka drop
out sebesar 0,6%. Angka ini masih jauh di bawah target Nasional yang sebesar
<10%.
Sejak tahun 2002 Kota Surakarta telah berhasil mencapai target
Universal Child Immunization, artinya 51 kelurahan di Kota Surakarta telah

72
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

mencapai UCI sampai di tingkat desa, dengan demikian sudah sesuai dengan
harapan WHO (World Health Organization).

4.4.3.5. Pelayanan Kesehatan Usila


Program usia lanjut saat ini dijadikan program pengembangan
pelayanan di Puskesmas karena memiliki arti yang cukup stategis. Saat ini
jumlah penduduk usia lanjut berkisar antara 27 juta (angka nasional), dan
diprediksi pada tahun 2020 akan menjadi sekitar 38 juta atau 11,8 % dari seluruh
jumlah penduduk; dan jumlah ini sebanding dengan jumlah penduduk usia lanjut
yang ada saat ini di Kota Surakarta sebesar 11,3%.
Hal ini berkaitan dengan makin meningkatnya umur harapan hidup
hingga mencapai usia 72 tahun pada tahun 2020. Ini dapat dijadikan indikator
mengenai kualitas pelayanan pada usia lanjut di Kota Surakarta.
Secara keseluruhan cakupan pelayanan kesehatan lansia di Kota
Surakarta tahun 2014 sudah cukup baik (60,97%) bila dibandingkan target
Renstra DKK Surakarta 2014 (55%); akan tetapi masih ada beberapa puskesmas
yang belum memenuhi target Renstra, seperti Puskesmas Manahan (32,49%),
Purwosari (36,66 %), Puskesmas Pucangsawit (37,34%), dan Puskesmas
Jayengan (40,83%); Hal ini kemungkinan disebabkan karena penghitungan hasil
pelayanan pada pos lansia hanya lansia baru yang pertama kali datang di Pos
lansia tanpa menyertakan kunjungan di puskesmas, dan lansia yang berkunjung
ke pos lansia ada yang tidak tercatat karena banyaknya jumlah lansia yang
berkunjung pada saat pelaksanaan pos lansia oleh karena keterbatasan tenaga
dan kemampuan kader lansia. Kedepan perlu dilakukan lagi refresing bagi kader
lansia di dalam rangkaian pelaksanaan kegiatan pada pos lansia sehingga
didapatkan pencatatan pelaporan yang lebih baik lagi.

4.4.3.6. Program Keluarga Berencana


Berdasarkan data dari Bapermas PP, PA & KB Kota Surakarta, jumlah
PUS tahun 2013 sebanyak 71.032. Dari jumlah PUS yang ada, 82,3% telah
menjadi peserta KB aktif, dan 5,9% merupakan peserta KB baru. Jika
dibandingkan angka Jawa Tengah untuk angka peserta KB aktif (77%), maka
angka Surakarta lebih tinggi. Jika dilihat tiap jenis metode, maka yang paling
banyak diminati adalah metode suntik (47,7%), diikuti metode IUD (21,1%), dan

73
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

PIL (13,8%). Gambaran di tiap kecamatan dapat di lihat pada grafik sebagai
berikut:

Grafik 9. Prosentase Peserta KB Baru dan Peserta KB Aktif menurut


kecamatan se-Kota Surakarta tahun 2013

4.5. Program Pengawasan Kefarmasian, Makanan, Minuman dan Obat


Tradisional

Program pengawasan kefarmasian, makanan minuman dan obat


tradisional meliputi : ketersediaan obat di puskesmas, pengadaan obat,
pelayanan kefarmasian di Puskesmas, pelayanan kefarmasian di sarana
kesehatan swasta dan pengawasan keamanan pangan.
a. Ketersediaan Obat di Puskesmas
Ketersediaan obat merupakan faktor yang penting dalam pelayanan
kesehatan di puskesmas. Ketersediaan obat di puskesmas adalah
obat obat essensial, obat generik, obat penunjang, Obat Asli
Indonesia dan Obat Program. Secara keseluruhan ketersediaan obat
di puskesmas telah terpenuhi. Dari target 94 % dapat tercapai 96,6 %.

74
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

b. Pengadaan Obat
Pada tahun 2014 pengadaan obat untuk kebutuhan puskesmas
dilaksanakan di Dinas Kesehatan dengan anggaran dari APBD Kota
Surakarta dan di dukung dengan obat buffer dari Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan obat obat program sebagian
berasal dari Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Propinsi
Jawa Tengah , apabila terdapat kekurangan kebutuhan obat program
pengadaannya dari anggaran APBD Kota Surakarta. Target
pengadaan obat generik pada 100%, tercapai 95,18 % . Tidak
tercapainya pengadaan obat generik ada tahun 2014 dikarenakan
ada beberapa industri farmasi yang tidak dapat memenuhi pesanan
obat dari Dinas Kesehatan. Kekurangan obat dapat terpenuhi dengan
obat buffer yang ada di Dinas Kesehatan Kota Surakarta dan buffer
dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
c. Pelayanan kefarmasian di puskesmas.
Salah satu upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di
puskesmas adalah pemenuhan standar pelayanan kefarmasian
meliputi sarana prasarana penyimpanan dan pelayanan obat,
pengelolaan obat, pencatatan pelaporan obat, dan pelayanan
informasi obat. Pada tahun 2014, 17 puskesmas di Kota Surakarta
sudah memenuhi standar pelayanan kefarmasian dan akan
ditingkatkan pada tahun yang akan datang. Angka ini menunjukkan
peningkatan yang baik terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas
dari target 93 % di tahun 2014.
d. Pelayanan kefarmasian di sarana kesehatan swasta
Untuk menjamin keamanan obat di pasaran dan pelayanan
kefarmasian di sarana kesehatan swasta, Dinas Kesehatan telah
melakukan pengawasan dan pembinaan dengan hasil 97,0% sarana
kesehatan yang diperiksa telah memenuhi standar pelayanan
kefarmasian. Angka tersebut telah memenuhi target tahun 2014
sebesar 93,0%. Untuk sarana yang belum memenuhi standar
dilakukan pembinaan .

75
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

e. Pengawasan keamanan pangan


Pengawasan keamanan pangan meliputi : pengawasan distributor
makanan, pengawasan Industri Rumah Tangga Pangan ( IRTP ) dan
pemeriksaan pangan yang beredar .
Pada tahun 2014 distributor makanan yang memenuhi syarat 95,24%
dari target sebesar 68%. Sedangkan IRTP yang memenuhi syarat
96,54% dari target 93%. IRTP yang tidak memenuhi syarat dilakukan
pembinaan sehingga pada akhir tahun telah memenuhi syarat.
Pengawasan peredaran makanan dilakukan pengujian terhadap
pangan yang beredar baik di sekolah, industri rumah tangga pangan,
distributor, super market, toko dan pasar tradisional. Hasil pengujian
sampel makanan yang beredar 84,02% dari target 85%. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa masih terdapat makanan yang tidak memenuhi
syarat yaitu mengandung bahan berbahaya berupa pengawet boraks,
formalin, pemanis buatan dan pewarna tekstil yang dilarang untuk
makanan. Makanan yang tidak memnuhi syarat banyak ditemukan di
pasar tradisional.

Tabel Pengawasan kefarmasian, makanan dan obat tradisional sbb :

NO INDIKATOR KINERJA TARGET CAPAIAN

1. Ketersediian Obat di Puskesmas 94 % 96,6 %

2. Pengadaan Obat generik 100 % 95,18 %

3. Pelayanan kefarmasian di Puskesmas 93 % 100 %

4. Pelayanan kefarmasian di fasyankes 93 % 97 %

5. Distributor makanan yang memenuhi 68 % 97 %


syarat

6. IRTP memenuhi syarat 93 % 95,24 %

7. Pangan yang beredar memenuhi syarat 85 % 84,02 %

76
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.6. Capaian Program Unggulan

4.6.1. Program Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS)


Program PKMS diluncurkan Pemerintah Kota Surakarta sejak tanggal
2 Januari 2008. Berdasarkan hasil pendataan, terlihat bahwa dari tahun ke
tahun, jumlah peserta PKMS semakin meningkat sebagaimana terlihat pada
tabel di bawah ini :
Tabel. 8. Jumlah Peserta PKMS dari tahun 2008 - 2014
NO JENIS KARTU 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
1. SILVER 139.252 168.523 195.391 213.436 226.481 225.973 226.964
2. GOLD 4.204 6.580 13.037 12.818 13.871 26.541 20.635
TOTAL 143.456 175.103 208.428 226.254 240.352 252.514 247.599

Peningkatan jumlah peserta terjadi sejak program ini diluncurkan


sampai dengan tahun 2013. Pada tahun 2014 terjadi penurunan jumlah peserta,
terutama untuk peserta PKMS Gold. Hal ini terjadi karena sebagian peserta
PKMS Gold masuk sebagai peserta Jamkesmas (BPJS PBI) pengganti peserta
yang meninggal dan mengundurkan diri.
Jika dilihat dari cakupan pelayanannya, dari tahun ke tahun juga
terlihat adanya kecenderungan peningkatan. Hal ini dapat dimengerti karena
dengan adanya program PKMS akan meningkatkan akses masyarakat terhadap
layanan kesehatan. Masyarakat yang semula tidak mampu mengakses layanan
kesehatan karena adanya keterbatasan biaya, dengan adanya program PKMS
mereka dapat mengakses layanan kesehatan. Data cakupan pelayanan
kesehatan selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut :

77
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Tabel 9. Jumlah Kunjungan Pasien Peserta PKMS


Tahun 2008 - 2014
NO JUMLAH KUNJUNGAN 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
1. Rawat Jalan Puskesmas 85.568 312.347 335.673 318.377 275.107 202.904 180.547
2. Rawat Inap Puskesmas 155 236 233 472 310 330 383
3. Rawat Jalan RSUD Ska 10.670 16.147 19.098 22.165 15.959 10.730 15.168
4. Rawat Inap RSUD Ska 357 1.090 1.050 691 504 531 2.079
5. RSUD Dr. Moewardi 1.831 3.102 4.181 2.768 2.131 1.913 1.568
6. RS. Brayat Minulyo 660 1.010 1.004 624 469 465 412
7. RS. Kasih Ibu 1.021 1.834 1.630 2.189 1.854 1.834 601
8. RS. Dr. Oen Surakarta 359 736 842 549 586 529 453
9. RS. PKU Muh. Ska 603 1.182 1.381 1.075 938 715 499
10. RS. Panti Waluyo 256 866 899 472 317 301 275
11. RS. Kustati 442 1.152 1.166 818 657 796 903
12. RS Orthopedi Surakarta 84 131 158 130 96 72 47
13. RS. Slamet Riyadi 98 225 199 182 168 248 247
14. RS. Triharsi 2 13 15 3 2 6 0
15. RSJD Surakarta 505 1.142 1.534 1.828 2.290 2.186 2.033
16. PMI Cabang Surakarta 251 1.880 1.789 616 288 234 160
17. BBKPM Surakarta - 2.915 5.099 5.056 4.798 4.058 3.486
TOTAL 102.862 346.008 375.951 356.187 306.474 227.351 208.860

4.6.2. Program Pelayaan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR)


Masa remaja merupakan masa yang cukup rawan, baik ditinjau dari
sosial budaya maupun dari sisi kesehatan. Dari tinjauan kesehatan, pada masa
remaja terjadi perubahan fisik dan spikis yang cukup drastis. Pada masa itu juga
timbul rasa keingintahuan yang cukup besar sehingga apabila tidak
mendapatkan pengetahuan yang cukup akan dapat menjerumuskan mereka
kepada hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan mereka sendiri dan
lingkungannya.
Pada Puskesmas PKPR, remaja yang berkunjung dilayani secara
terpisah dari pasien umum lainnya. Hal ini untuk menjaga privasi pasien
sehingga mereka dapat lebih terbuka kepada petugas pelayanan kesehatan.
Hasil pelayanan PKPR dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

78
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Tabel 10. Cakupan Pelayanan Puskesmas dengan PKPR


Tahun 2009 - 2013
NO URAIAN 2009 2010 2011 2012 2013
1. Jumlah remaja dilayani di 4.620 16.046 28.686 34.650 43.477
Puskesmas
2. Jumlah remaja mendapatkan 3.543 9.100 15.287 25.987 31.952
pelayanan medis
3. Jumlah remaja mendapat 2.022 3.097 5.285 7.654 7.429
pelayanan konseling
4. Jumlah remaja dirujuk ke 12 473 1.023 1.525 1.777
Rumah Sakit

4.6.5. Program Preventive Mother to Child Transmission (PMT-CT)


Program PMT-CT bertujuan untuk menghindari penularan virus
HIV/AIDS dari ibu kepada anak. Program ini dilaksanakan dengan melakukan
pemeriksaan/penapisan (screening) terhadap ibu hamil pada saat kontak
pertama (K1) dengan tenaga kesehatan. Hasil pelayanan PMT-CT dari tahun
2009 sampai dengan 2013 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 11. Cakupan Pelayanan PMT-CT di Puskesmas


Tahun 2009 - 2012
NO JENIS PELAYANAN 2009 2010 2011 2012 2013
1. Jumlah Ibu hamil mendapat 193 3.206 3.515 3.8012
konseling PMT-CT
2. Jumlah ibu hamil dirujuk ke 6 10 4 11
klinik IMS/VCT

79
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

4.7. Situasi Sumber Daya Kesehatan

4.7.1. Tenaga Kesehatan


Jenis tenaga kesehatan dibagi menurut 7 (tujuh) klasifikasi yaitu :
Tenaga medis : dokter , dokter gigi, dokter/gigi dokter spesialis
Tenaga perawat & bidan termasuk lulusan DIII & S1
Tenaga kefarmasian : apoteker, asisten apoteker
Tenaga gizi : lulusan D1, DIII Gizi (SPAG dan AKZI)
Tenaga teknis medis : analis, TEM, penata rontgen, penata
anestesi, dan fisioterapi.
Tenaga sanitasi : lulusan SPPH, APK dan DIII kesehatan
lingkungan
Tenaga kesehatan masyarakat : SKM, MPH, dll
Berdasarkan data yang masuk dari rumah sakit, Puskesmas, institusi
Diknakes, Dinas Kesehatan, maka jumlah tenaga kesehatan yang ada
sebanyak 3.777 dengan sebaran sebagai berikut :
Tenaga medis (dokter dan dokter gigi) : 383
Tenaga keperawatan (perawat & bidan) : 2.362
Tenaga farmasi : 310
Tenaga gizi : 83
Tenaga teknisi medis : 205
Tenaga sanitasi : 35
Tenaga kesehatan masyarakat : 98
Gambaran selengkapnya mengenai tenaga kesehatan menurut unit kerja,
menurut jenis tenaga dapat dilihat pada lampiran.

Berdasarkan tabel 72 Jumlah Tenaga Medis di Fasilitas Kesehatan Kota


Surakarta Tahun 2014, diketahui bahwa 17 UPTD Puskesmas Kota Surakarta
tidak memiliki dokter spesialis. Sedangkan, jumlah keberadaan dokter spesialis
di Rumah Sakit di Kota Surakarta adalah sebanyak 400 orang, dengan jumlah
dokter spesialis berjenis kelamin perempuan sebanyak 127 orang dan laki-laki
sebanyak 273 orang. Besarnya jumlah dokter spesialis ini dikarenakan Kota
Surakarta memiliki 2 Rumah Sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yaitu
RSUD Dr. Moewardi dan RSJD Surakarta yang merupakan Rumah Sakit
Rujukan Jawa Tengah.

80
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Untuk Sarana pelayanan kesehatan lainnya memiliki dokter spesialis


sebanyak 2 orang, 1 orang berjenis kelamin perempuan dan 1 orang laki-laki.
Secara keseluruhan total jumlah dokter spesialis di Kota Surakarta pada Tahun
2014 sebanyak 402 orang sehingga rasio total jumlah dokter spesialis terhadap
100.000 penduduk yaitu 79.16%.
Jumlah dokter umum yang ada di UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan
Kota Surakarta berjumlah 26 orang, dengan jumlah dokter umum laki-laki
sebanyak 10 orang dan dokter umum perempuan sebanyak 16 orang, sehingga
rata-rata jumlah tenaga dokter umum per puskesmas adalah 1.5 artinya tiap 1
puskesmas memiliki 1-2 dokter umum berdasarkan KEPMENKES RI Nomor :
81/MENKES/SK/I2004 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan SDM di
Tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, tenaga dokter umum di puskesmas perkotaan
minimal harus ada 2 orang.
Keberadaan dokter umum di Rumah Sakit di Kota Surakarta sebanyak
160 orang, dengan jumlah dokter umum laki-laki sebanyak 76 orang dan dokter
umum perempuan sebanyak 84 orang. Sedangkan jumlah dokter umum yang
ada di sarana pelayanan kesehatan lain sebanyak 22 orang, dokter umum laki-
laki sebanyak 8 orang dan dokter umum perempuan sebanyak 14 orang dan
klinik di instistusi DIKNAKES/DIKLAT hanya memiliki 1 orang dokter umum yang
berjenis kelamin perempuan. Total keseluruhan jumlah dokter umum yang ada di
Kota Surakarta sebanyak 209 orang dengan rasio terhadap 100.000 penduduk
yaitu 41.15%.
Total jumlah dokter spesialis dan dokter umum yang ada di fasilitas
kesehatan di Kota Surakarta Tahun 2014 sebanyak 611 orang dengan total rasio
terhadap 100.000 penduduk yaitu 120.32%.
Jumlah tenaga dokter gigi di UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan Kota
Surakarta sebanyak 19 orang, 2 orang dokter gigi berjenis kelamin laki-laki dan
17 orang dokter gigi berjenis kelamin perempuan, sehingga rata-rata jumlah
tenaga dokter gigi per puskesmas adalah 1.05 artinya tiap 1 puskesmas memiliki
1 dokter gigi berdasarkan KEPMENKES RI Nomor : 81/MENKES/SK/I2004
tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan SDM di Tingkat Provinsi,
Kabupaten/Kota, tenaga dokter gigi di puskesmas perkotaan maupun pedesaam
minimal harus ada 1 orang. Sedangkan, jumlah keberadaan dokter gigi di

81
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Rumah Sakit di Kota Surakarta adalah sebanyak 26 orang, 7 orang dokter gigi
laki-laki dan 19 orang perempuan.
Sarana pelayanan kesehatan lain di Kota Surakarta memiliki dokter gigi
sebanyak 24 orang, 9 orang dokter gigi laki-laki dan 15 dokter gigi perempuan.
Secara keseluruhan total jumlah dokter gigi di Kota Surakarta pada Tahun 2014
sebanyak 57 orang sehingga rasio total jumlah dokter spesialis terhadap
100.000 penduduk yaitu 11.22%.
Rumah Sakit di Kota Surakarta memiliki 11 orang dokter gigi spesialis,
dengan rincian 4 orang dokter gigi spesialis laki-laki dan 7 orang dokter gigi
spesialis perempuan. Secara keseluruhan total jumlah dokter gigi spesialis di
Kota Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 11 orang sehingga rasio total jumlah
dokter spesialis gigi terhadap 100.000 penduduk yaitu 2.17%.
Total jumlah dokter spesialis gigi dan dokter gigi yang ada di fasilitas
kesehatan di Kota Surakarta Tahun 2014 sebanyak 68 orang dengan total rasio
terhadap 100.000 penduduk yaitu 13.39%.

Berdasarkan tabel 73 Jumlah Tenaga Keperawatan di Fasilitas


Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2014, diketahui bahwa jumlah bidan di UPTD
Puskesmas Dinas Kesehatan Kota Surakarta sebanyak 95 orang. Jumlah ini
telah memenuhi syarat minimal jumlah bidang untuk puskesmas perkotaan
berdasarkan KEPMENKES RI Nomor : 81/MENKES/SK/I/2004. Sedangkan,
jumlah keberadaan bidan di Rumah Sakit di Kota Surakarta adalah sebanyak 204
orang. Untuk Sarana pelayanan kesehatan lainnya memiliki bidan sebanyak 16
orang. Secara keseluruhan total jumlah bidan di Kota Surakarta pada Tahun
2014 sebanyak 315 orang sehingga rasio total jumlah bidan terhadap 100.000
penduduk yaitu 122.67%.
Jumlah tenaga perawat di UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan Kota
Surakarta sebanyak 101 orang, dengan rincian 23 orang perawat laki-laki dan 78
orang perawat perempuan. Keberadaan perawat di Rumah Sakit di Kota
Surakarta sebanyak 2219 orang, dengan jumlah perawat laki-laki sebanyak 648
orang dan perawat perempuan sebanyak 1571 orang. Sedangkan jumlah
perawat yang ada di sarana pelayanan kesehatan lain sebanyak 34 orang,
perawat laki-laki sebanyak 6 orang dan perawat perempuan sebanyak 28 orang.
Secara keseluruhan total jumlah perawat di Kota Surakarta pada Tahun 2014

82
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

sebanyak 2354 orang sehingga rasio total jumlah perawat terhadap 100.000
penduduk yaitu 463.55%.
Jumlah tenaga perawat gigi di UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan Kota
Surakarta sebanyak 16 orang perawat gigi berjenis kelamin perempuan.
Sedangkan, jumlah keberadaan perawat gigi di Rumah Sakit di Kota Surakarta
adalah sebanyak 22 orang, 2 orang perawat gigi laki-laki dan 20 orang perawat
gigi perempuan. Secara keseluruhan total jumlah perawat gigi di Kota Surakarta
pada Tahun 2014 sebanyak 39 orang sehingga rasio total jumlah perawat gigi
terhadap 100.000 penduduk yaitu 7.68%.

Berdasarkan tabel 74 Jumlah Tenaga Teknis Kefarmasian di Fasilitas


Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2014, diketahui bahwa jumlah Tenaga Teknis
Kefarmasian di UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan Kota Surakarta sebanyak 49
orang, dengan rincian 3 orang laki-laki dan 46 orang perempuan. Sedangkan,
jumlah keberadaan Tenaga Teknis Kefarmasian di Rumah Sakit di Kota
Surakarta adalah sebanyak 236 orang, dengan rincian 21 orang laki-laki dan 215
orang perempuan. Untuk Sarana pelayanan kesehatan lainnya memiliki Tenaga
Teknis Kefarmasian sebanyak 27 orang perempuan. Secara keseluruhan total
jumlah Tenaga Teknis Kefarmasian di Kota Surakarta pada Tahun 2014
sebanyak 312 orang.
Jumlah Apoteker di UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan Kota
Surakarta sebanyak 4 orang, dengan rincian 1 orang apoteker laki-laki dan 3
orang apoteker perempuan. Keberadaan Apoteker di Rumah Sakit di Kota
Surakarta sebanyak 36 orang, dengan jumlah apoteker laki-laki sebanyak 10
orang dan apoteker perempuan sebanyak 26 orang. Sedangkan jumlah apoteker
yang ada di sarana pelayanan kesehatan lain sebanyak 26 orang, apoteker laki-
laki sebanyak 2 orang dan apoteker perempuan sebanyak 24 orang. Secara
keseluruhan total jumlah apoteker di Kota Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak
66 orang.
Total jumlah Tenaga Kefarmasian yang ada di fasilitas kesehatan di
Kota Surakarta Tahun 2014 sebanyak 378 orang dengan total rasio terhadap
100.000 penduduk yaitu 74.44%.

83
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Berdasarkan tabel 75 Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan


Kesehatan Lingkungan di Fasilitas Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2014,
diketahui bahwa jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat di UPTD Puskesmas
Dinas Kesehatan Kota Surakarta sebanyak 11 orang, dengan rincian 1 orang
laki-laki dan 10 orang perempuan. Sedangkan, jumlah keberadaan Tenaga
Kesehatan Masyarakat di Rumah Sakit di Kota Surakarta adalah sebanyak 18
orang, dengan rincian 6 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Secara
keseluruhan total jumlah tenaga kesehatan masyarakat di Kota Surakarta pada
Tahun 2014 sebanyak 29 orang sehingga rasio total jumlah tenaga kesehatan
masyarakat terhadap 100.000 penduduk yaitu 5.71%.
Jumlah Tenaga Kesehatan Lingkungan di UPTD Puskesmas Dinas
Kesehatan Kota Surakarta sebanyak 13 orang, dengan rincian 4 orang laki-laki
dan 9 orang perempuan. Keberadaan Tenaga Kesehatan Lingkungan di Rumah
Sakit di Kota Surakarta sebanyak 17 orang, dengan jumlah tenaga kesehatan
lingkungan laki-laki sebanyak 6 orang dan tenaga kesehatan lingkungan
perempuan sebanyak 11 orang. Secara keseluruhan total jumlah tenaga
kesehatan lingkungan di Kota Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 30 orang
sehingga rasio total jumlah tenaga kesehatan lingkungan terhadap 100.000
penduduk yaitu 5.91%.

Berdasarkan tabel 76 Jumlah Tenaga Gizi di Fasilitas Kesehatan Kota


Surakarta Tahun 2014, diketahui bahwa jumlah Nutrisionis di UPTD Puskesmas
Dinas Kesehatan Kota Surakarta sebanyak 16 orang, dengan rincian 4 orang
laki-laki dan 12 orang perempuan. Sedangkan, jumlah keberadaan Nutrisionis di
Rumah Sakit di Kota Surakarta adalah sebanyak 39 orang, dengan rincian 7
orang laki-laki dan 32 orang perempuan. Secara keseluruhan total jumlah
nutrisionis di Kota Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 55 orang sehingga
rasio total jumlah nutrisionis terhadap 100.000 penduduk yaitu 10.83%.
Keberadaan dietisien di Rumah Sakit di Kota Surakarta sebanyak 6
orang, dengan jumlah dietisien laki-laki sebanyak 1 orang dan dietisien
perempuan sebanyak 5 orang. Secara keseluruhan total jumlah dietisien di Kota
Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 6 orang sehingga rasio total jumlah
tenaga kesehatan lingkungan terhadap 100.000 penduduk yaitu 1.18%.

84
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Total jumlah Tenaga Gizi yang ada di fasilitas kesehatan di Kota


Surakarta Tahun 2014 sebanyak 61 orang dengan total rasio terhadap 100.000
penduduk yaitu 12.01%.

Berdasarkan tabel 77 Jumlah Tenaga Keterapian Medis di Fasilitas


Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2014, diketahui bahwa jumlah Fisioterapi di
UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan Kota Surakarta sebanyak 1 orang berjenis
kelamin perempuan. Sedangkan, jumlah keberadaan fisioterapi di Rumah Sakit
di Kota Surakarta adalah sebanyak 53 orang, dengan rincian 20 orang laki-laki
dan 33 orang perempuan. Secara keseluruhan total jumlah fisioterapi di Kota
Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 54 orang sehingga rasio total jumlah
nutrisionis terhadap 100.000 penduduk yaitu 10.63%.
Rumah Sakit di Kota Surakarta memiliki terapi okupasi sebanyak 12
orang, dengan jumlah terapi okupasi laki-laki sebanyak 3 orang dan perempuan
sebanyak 9 orang. Secara keseluruhan total jumlah terapi okupasi di Kota
Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 12 orang sehingga rasio total jumlah
terapi okupasi terhadap 100.000 penduduk yaitu 2.363%.
Rumah Sakit di Kota Surakarta memiliki terapi wicara sebanyak 4 orang,
dengan jumlah terapi wicara laki-laki sebanyak 1 orang dan perempuan
sebanyak 3 orang. Secara keseluruhan total jumlah terapi wicara di Kota
Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 4 orang sehingga rasio total jumlah terapi
okupasi terhadap 100.000 penduduk yaitu 0.7877%.
Total jumlah Tenaga Keterapian Medis yang ada di fasilitas kesehatan di
Kota Surakarta Tahun 2014 sebanyak 70 orang dengan total rasio terhadap
100.000 penduduk yaitu 13.784%.

Berdasarkan tabel 78 Jumlah Tenaga Teknisi Medis dan Keterapian


Fisik di Fasilitas Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2014, diketahui bahwa jumlah
radiografer di Rumah Sakit di Kota Surakarta adalah sebanyak 60 orang, dengan
rincian 33 orang laki-laki dan 27 orang perempuan. Secara keseluruhan total
jumlah radiografer di Kota Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 60 orang.
Rumah Sakit di Kota Surakarta memiliki teknisi elektromedis sebanyak 9
orang, dengan rincian 7 orang laki-laki dan perempuan sebanyak 2 orang.

85
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Secara keseluruhan total jumlah teknisi elektromedis di Kota Surakarta pada


Tahun 2014 sebanyak 9 orang.
Rumah Sakit di Kota Surakarta memiliki teknisi gigi sebanyak 2 orang
dengan jenis kelamin laki-laki, yang ada di RSUD DR. Moewardi. Secara
keseluruhan total jumlah teknisi gigi di Kota Surakarta pada Tahun 2014
sebanyak 2 orang.
Jumlah Analis Kesehatan di UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan Kota
Surakarta sebanyak 18 orang dengan rincian 5 orang berjenis kelamin laki-laki
dan 13 orang berjenis kelamin perempuan. Sedangkan, jumlah keberadaan
analis kesehatan di Rumah Sakit di Kota Surakarta adalah sebanyak 139 orang,
dengan rincian 31 orang laki-laki dan 108 orang perempuan. Secara keseluruhan
total jumlah analis kesehatan di Kota Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 157
orang.
Rumah Sakit di Kota Surakarta memiliki tenaga refraksi optisien
sebanyak 2 orang dengan rincian 1 orang laki-laki dan 1 orang perempuan, yang
ada di RSUD DR. Moewardi. Secara keseluruhan total jumlah tenaga refraksi
optisien di Kota Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 2 orang.
Jumlah Rekam Medis dan Informasi Kesehatan di UPTD Puskesmas
Dinas Kesehatan Kota Surakarta sebanyak 3 orang dengan rincian 1 orang
berjenis kelamin laki-laki dan 2 orang berjenis kelamin perempuan. Sedangkan,
jumlah Rekam Medis dan Informasi Kesehatan di Rumah Sakit di Kota Surakarta
adalah sebanyak 79 orang, dengan rincian 13 orang laki-laki dan 66 orang
perempuan. Secara keseluruhan total jumlah analis kesehatan di Kota Surakarta
pada Tahun 2014 sebanyak 82 orang.
Seluruh fasilitas kesehatan di Kota Surakarta belum memiliki
radioterapis, ortetik prostetik, teknisi transfusi darah dan teknisi kardiovaskuler.
Total jumlah Tenaga Teknisi Medis dan Keterapian Fisik yang ada di fasilitas
kesehatan di Kota Surakarta Tahun 2014 sebanyak 103 orang dengan total rasio
terhadap 100.000 penduduk yaitu 20.28%.

Berdasarkan tabel 79 Jumlah Tenaga Kesehatan Lain di Fasilitas


Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2014, diketahui Rumah Sakit di Kota Surakarta
memiliki pengelola program kesehatan sebanyak 1 orang berjenis kelamin
perempuan. Sedangkan, di Dinas Kesehatan Kota Surakarta terdapat 20 orang

86
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

pengelola program kesehatan, dengan rincian 4 orang laki-laki dan 16 orang


perempuan. Secara keseluruhan total jumlah pengelola program kesehatan di
Kota Surakarta pada Tahun 2014 sebanyak 21 orang.

4.7.2. PEMBIAYAAN
Anggaran untuk pembiayaan kesehatan di Kota Surakarta tahun 2014
berasal dari berbagai sumber sebagai berikut :

4.7.2.1. Program dan kegiatan yang dibiayai APBD Kota Tahun 2014
Total belanja : Rp. 97.509.710.400,-
Belanja Tidak Langsung : Rp. 59.758.688.400,-
Belanja langsung : Rp. 37.751.022.000,-

4.7.2.2. Program yang didanai Non APBD

Pembangunan kesehatan di Kota Surakarta, selain didukung dari dana


APBD Kota, maka sebagian mendapatkan alokasi dana dari APBN, APBD
Propinsi, dan bantuan luar negri. Adapun rincian dana untuk kegiatan
sebagai berikut:

a. Sumber dana APBN sebesar Rp. 3.682.061.975,-

b. Sumber dana APBD Propinsi sebesar Rp. 31.537.500,-

c. Sumber Dana Kerja sama/Luar Negeri Rp. 0,-

87
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

BAB V
PERMASALAHAN

Berdasarkan analisa pada bab sebelumnya, maka ada sebagian program


yang sudah tercapai sasarannya, namun juga ditemukan ada program yang
masih menjadi masalah, diantaranya :

a. Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan


Masih ditemukannya kematian ibu maternal sebesar 71 per 100.000
kelahiran hidup.
Masih ditemukannya bayi dengan BBLR (2,2%)

b. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan masyarakat


Masih perlu ditingkatkannya cakupan Balita yang datang ke
Posyandu (79,28%)
Masih perlu ditingkatkannya cakupan pemberian ASI Eksklusif
(67,72%)
Belum seluruh penduduk terlindungi asuransi kesehatan (98,12%)

c. Program Lingkungan Sehat


Masih perlu ditingkatkannya cakupan rumah sehat (71,72%)
Perlu ditingkatkannya cakupan angka bebas jentik nyamuk,
terutama untuk Tempat-Tempat Umum (TTU)

d. Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit


Tingginya angka kesakitan demam berdarah (50,41/10.000
penduduk)
Masih rendahnya cakupan penemuan penderita pneumonia balita
(0,25%)
Kecenderungan meningkatnya kasus HIV/AIDS (HIV/AIDS 65
kasus baru)
Belum meratanya angka penemuan kasus TB Paru di semua
wilayah puskesmas
Semakin berkembangnya penyakit penyakit degeneratif,
berkaitan dengan belum membudayanya gaya hidup sehat

88
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

e. Program Perbaikan gizi


Masih ditemukannya Balita dengan status gizi kurang
Masih ditemukannya ibu hamil KEK (2,9%)
Masih rendahnya penemuan kasus ibu hamil anemia (5,7%)

89
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

BAB VI
KESIMPULAN

6.1. KEADAAN UMUM

Indeks Pembangunan Manusia ada 3 (tiga) indikator yaitu tingkat


pendidikan, derajat kesehatan, dan kemampuan ekonomi masyarakat.
Berdasarkan capaian kinerja tahun 2014, maka gambaran pembangunan
manusia di Kota Surakarta dapat disimpulkan sebagai berikut :
Dari aspek pendidikan, rata-rata pendidikan penduduk adalah lulus SD
dan SLTP (36,70%). Sedangkan yang mencapai lulus SLTA hanya 24,63%,
tamat Akademi dan Perguruan Tinggi hanya sebesar 9,44%, sedangkan yang
belum tamat SD atau tidak sekolah sebesar 26,23%. Hal ini perlu mendapat
perhatian karena tingkat pendidikan penduduk merupakan salah satu faktor yang
menentukan kualitas sumber daya manusia. Selain itu tingkat pendidikan juga
berpengaruh terhadap kemudahan dalam menerima (akses) informasi
kesehatan.
Kemampuan ekonomi masyarakat dapat dilihat dari pendapatan
perkapita dan mata pencaharian penduduk. Pendapatan penduduk perkapita
(data tahun 2012), menurut harga berlaku sebesar 16.813.058,71 rupiah.
Sedangkan menurut harga konstan sebesar 9.121.278,67 rupiah. Sektor industri
dan perdagangan masih merupakan sektor yang sangat dominan di Surakarta.
Bila dilihat mata pencaharian penduduk, rata- rata adalah buruh industri dan
buruh bangunan (33,45%).

90
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

6.2. DERAJAT KESEHATAN

Derajat kesehatan di Surakarta relatif baik, meskipun masih ditemukan


masalah-masalah kesehatan. Angka kematian bayi (3,22 per 1000 kelahiran
hidup), angka kematian Balita (1,41 per 1000 kelahiran hidup), angka kematian
ibu (30,2 per 100.000 kelahiran hidup). Untuk AKI, AKB dan AKABA Kota
Surakarta sudah berada di bawah angka nasional dan Jawa Tengah. Namun
masih perlu adanya perhatian terhadap status gizi Balita, masih didapatkan
kasus gizi kurang meskipun kasus gizi buruk sudah tidak ditemukan. Belum lagi
masih tingginya angka anemi ibu hamil dan anemi balita. Hal ini dimungkinkan
karena faktor ketidaktahuan dan ketidakmampuan keluarga untuk mengkonsumsi
makanan dengan gizi seimbang.
Jika dilihat pola penyakit selain penyakit menular seperti penyakit demam
berdarah, juga masih ditemukan penyakit yang dapat dicegah dengan
imunisasi/PD3I (seperti : penyakit campak).Yang perlu diwaspadai juga adalah
bertambahnya kasus penyakit menular seksual yaitu penyakit HIV/AIDS.
Sedangkan untuk penyakit tidak menular, maka hipertensi, diabetes melitus,
penyakit jantung dan stroke menempati kelompok 5 (lima) terbesar.

6.3. PENCAPAIAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

Aspek lingkungan merupakan faktor yang paling besar dalam


menentukan derajat kesehatan. Dilihat dari lingkungan fisik, maka secara
kuantitas sudah baik. Prosentase rumah sehat baru mencapai 73,9%, Tempat
Umum sehat mencapai 58,41%, dan Keluarga dengan jamban keluarga
mencapai 92,6%. Sedangkan dari aspek lingkungan biologis, rumah bebas jentik
baru mencapai 94,84%. Masih ada 5,16% rumah yang belum bebas jentik. Ini
menunjukkan peran serta masyarakat dalam PSN (Pemberantasan Sarang
Nyamuk) masih perlu ditingkatkan. Kepadatan nyamuk yang tinggi
memungkinkan terjadinya penularan penyakit demam berdarah.

91
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

Perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat Surakarta masih perlu


ditingkatkan. Dari 91.951 keluarga yang didata PHBS, terdapat 99,48% keluarga
ber-PHBS dengan strata sehat utama dan sehat paripurna.
Demikian juga tingkat kemandirian Posyandu, baru 97,51% posyandu
yang mandiri dari 602 Posyandu yang ada. Sedangkan untuk cakupan ASI
eksklusif, sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan (55,7%). Untuk
cakupan peserta asuransi kesehatan masih perlu ditingkatkan (84,6%) dengan
jenis kepesertaan ASKES, JAMKESMAS, JAMSOSTEK dan PKMS. Melihat
kondisi tersebut, berarti masih ada penduduk belum
menggunakan/memanfaatkan sistem pembiayaan pra upaya.
Aspek pelayanan kesehatan, dilihat dari jumlah sarana pelayanan
kesehatan yang ada, maka rasio sarana pelayanan kesehatan sudah mencukupi,
baik rumah sakit , Puskesmas, Balai Pengobatan, rumah Bersalin, dan Praktek
perorangan. Sedangkan jika dilihat dari tenaga kesehatan, memang distribusinya
belum merata. Demikian juga kualitasnya, masih perlu adanya peningkatan
dalam kemampuan teknis dalam pelayanan. Pencapaian cakupan pelayanan
kesehatan secara kuantitas sudah cukup baik, seperti cakupan K4, persalinan
tenaga kesehatan, imunisasi rata-rata mencapai lebih dari 90%. Namun dari
aspek kualitas masih perlu adanya peningkatan sesuai standar operating
prosedur.

92
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2014

LAMPIRAN TABEL

93
RESUME PROFIL KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
A. GAMBARAN UMUM
1 Luas Wilayah 44 Km2 Tabel 1
2 Jumlah Desa/Kelurahan 51 Desa/Kel Tabel 1
3 Jumlah Penduduk 246.982 260.843 507.825 Jiwa Tabel 2
4 Rata-rata jiwa/rumah tangga 3,0 Jiwa Tabel 1
5 Kepadatan Penduduk /Km2 11531,0 Jiwa/Km2 Tabel 1
6 Rasio Beban Tanggungan 40,3 per 100 penduduk produktif Tabel 2
7 Rasio Jenis Kelamin 94,7 Tabel 2
8 Penduduk 10 tahun ke atas melek huruf 92,12 88,33 90,13 % Tabel 3
9 Penduduk 10 tahun yang memiliki ijazah tertinggi
a. SMP/ MTs 13,00 13,70 13,37 % Tabel 3
b. SMA/ SMK/ MA 25,43 21,95 23,61 % Tabel 3
c. Sekolah menengah kejuruan 12,81 8,75 10,68 % Tabel 3
d. Diploma I/Diploma II 0,71 1,39 1,07 % Tabel 3
e. Akademi/Diploma III 5,32 5,09 5,20 % Tabel 3
f. Universitas/Diploma IV 8,11 8,97 8,56 % Tabel 3
g. S2/S3 (Master/Doktor) 1,24 0,68 0,95 % Tabel 3

B. DERAJAT KESEHATAN
B.1 Angka Kematian
10 Jumlah Lahir Hidup 4.865 4.946 9.811 Tabel 4
11 Angka Lahir Mati (dilaporkan) 1,44 1,82 1,63 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 4
12 Jumlah Kematian Neonatal 15 16 31 neonatal Tabel 5
13 Angka Kematian Neonatal (dilaporkan) 3,08 3,23 3,16 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5
14 Jumlah Bayi Mati 9 7 16 bayi Tabel 5
15 Angka Kematian Bayi (dilaporkan) 1,85 1,42 1,63 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5
16 Jumlah Balita Mati 12 9 21 Balita Tabel 5
17 Angka Kematian Balita (dilaporkan) 2,47 1,82 2,14 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5
18 Kematian Ibu
Jumlah Kematian Ibu 7 Ibu Tabel 6
Angka Kematian Ibu (dilaporkan) 71,3 per 100.000 Kelahiran Hidup Tabel 6
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
B.2 Angka Kesakitan
19 Tuberkulosis
Jumlah kasus baru TB BTA+ 199 120 319 Kasus Tabel 7
Proporsi kasus baru TB BTA+ 62,38 37,62 % Tabel 7
CNR kasus baru BTA+ 39,19 23,63 62,82 per 100.000 penduduk Tabel 7
Jumlah seluruh kasus TB 334 246 580 Kasus Tabel 7
CNR seluruh kasus TB 65,77 48,44 114,21 per 100.000 penduduk Tabel 7
Kasus TB anak 0-14 tahun 14,66 % Tabel 7
Persentase BTA+ terhadap suspek 8,67 4,73 6,60 % Tabel 8
Angka kesembuhan BTA+ 89,90 84,28 87,47 % Tabel 9
Angka pengobatan lengkap BTA+ 6,25 8,18 7,08 % Tabel 9
Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) BTA+ 96,15 92,45 94,55 % Tabel 9
Angka kematian selama pengobatan 0,00 0,39 0,39 per 100.000 penduduk Tabel 9
20 Pneumonia Balita ditemukan dan ditangani 0,17 0,33 0,25 % Tabel 10
21 Jumlah Kasus HIV 8 10 18 Kasus Tabel 11
22 Jumlah Kasus AIDS 38 9 47 Kasus Tabel 11
23 Jumlah Kasus Syphilis 5 1 6 Kasus Tabel 11
24 Jumlah Kematian karena AIDS 0 0 0 Jiwa Tabel 11
25 Donor darah diskrining positif HIV #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! % Tabel 12
26 Persentase Diare ditemukan dan ditangani 0,00 0,00 0,00 % Tabel 13
27 Kusta
Jumlah Kasus Baru Kusta (PB+MB) 5 1 6 Kasus Tabel 14
Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR) 0,98 0,20 1,18 per 100.000 penduduk Tabel 14
Persentase Kasus Baru Kusta 0-14 Tahun 0,00 % Tabel 15
Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 0,00 % Tabel 15
Angka Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 0,00 per 100.000 penduduk Tabel 15
Angka Prevalensi Kusta 0,10 0,02 0,12 per 10.000 Penduduk Tabel 16
Penderita Kusta PB Selesai Berobat (RFT PB) 0,00 0,00 0,00 % Tabel 17
Penderita Kusta MB Selesai Berobat (RFT MB) 100,00 100,00 100,00 % Tabel 17
28 Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
AFP Rate (non polio) < 15 th 0,86 per 100.000 penduduk <15 tahun Tabel 18
Jumlah Kasus Difteri 0 0 0 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Difteri 0 % Tabel 19
Jumlah Kasus Pertusis 0 0 0 Kasus Tabel 19
Jumlah Kasus Tetanus (non neonatorum) 0 0 0 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Tetanus (non neonatorum) 0 % Tabel 19
Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum 0 0 0 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Tetanus Neonatorum 0 % Tabel 19
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
Jumlah Kasus Campak 2 1 3 Kasus Tabel 20
Case Fatality Rate Campak 0% Tabel 20
Jumlah Kasus Polio 0 0 0 Kasus Tabel 20
Jumlah Kasus Hepatitis B 68 58 126 Kasus Tabel 20
29 Incidence Rate DBD 25,01 25,40 50,41 per 100.000 penduduk Tabel 21
30 Case Fatality Rate DBD 42,02 26,22 1,56 % Tabel 21
31 Angka Kesakitan Malaria (Annual Parasit Incidence ) 0,00 0,00 0,00 per 1.000 penduduk berisiko Tabel 22
32 Case Fatality Rate Malaria 0,00 0,00 0,00 % Tabel 22
33 Angka Kesakitan Filariasis 0 0 0 per 100.000 penduduk Tabel 23
34 Cakupan pengukuran tekanan darah 51,07 54,20 52,70 % Tabel 24
35 Cakupan pemeriksaan obesitas 0,63 0,86 0,76 % Tabel 25
36 Cakupan pemeriksaan IVA+ 0,04 % Tabel 26
37 Cakupan pemeriksaan CBE 0,21 % Tabel 26
38 Desa/Kel. terkena KLB ditangani < 24 jam - % Tabel 28

C. UPAYA KESEHATAN
C.1 Pelayanan Kesehatan
39 Kunjungan Ibu Hamil (K1) 100 % Tabel 29
40 Kunjungan Ibu Hamil (K4) 97,55 % Tabel 29
41 Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan 100,00 % Tabel 29
42 Pelayanan Ibu Nifas 99,96 % Tabel 29
43 Ibu Nifas Mendapat Vitamin A 99,97 % Tabel 29
44 Ibu hamil dengan imunisasi TT2+ 670,09 % Tabel 30
45 Wanita usia subur dengan imunisasi TT2+ 42,50 % Tabel 31
46 Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3 98,78 % Tabel 32
47 Penanganan komplikasi kebidanan 93,81 % Tabel 33
48 Penanganan komplikasi Neonatal 18,64 19,01 18,82 % Tabel 33
49 Peserta KB Baru 16,66 % Tabel 36
50 Peserta KB Aktif 80,96 % Tabel 36
51 Bayi baru lahir ditimbang 100 100 100 % Tabel 37
52 Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) 2,34 2,06 2,20 % Tabel 37
53 Kunjungan Neonatus 1 (KN 1) 99,98 99,96 99,97 % Tabel 38
54 Kunjungan Neonatus 3 kali (KN Lengkap) 99,71 99,33 99,52 % Tabel 38
55 Bayi yang diberi ASI Eksklusif 67,34 68,08 67,72 % Tabel 39
56 Pelayanan kesehatan bayi 96,61 96,12 96,36 % Tabel 40
57 Desa/Kelurahan UCI 100,00 % Tabel 41
58 Cakupan Imunisasi Campak Bayi 98,26 94,36 96,29 % Tabel 42
59 Drop-Out Imunisasi DPT1-Campak (1,39) 2,20 0,42 % Tabel 42
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
60 Imunisasi dasar lengkap pada bayi - - - % Tabel 43
61 Bayi Mendapat Vitamin A 100,00 100,00 100,00 % Tabel 44
62 Anak Balita Mendapat Vitamin A 100,00 100,00 100,00 % Tabel 44
63 Baduta ditimbang 80,97 81,17 81,07 % Tabel 45
64 Baduta berat badan di bawah garis merah (BGM) 2,05 2,01 2,03 % Tabel 45
65 Pelayanan kesehatan anak balita 72,43 69,15 70,72 % Tabel 46
66 Balita ditimbang (D/S) 79,35 79,23 79,28 % Tabel 47
67 Balita berat badan di bawah garis merah (BGM) 2,14 2,02 2,08 % Tabel 47
68 Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan - - - % Tabel 48
69 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat 100,00 100,00 100,00 %
Tabel 49
70 Rasio Tumpatan/Pencabutan Gigi Tetap 1,38 Tabel 50
71 SD/MI yang melakukan sikat gigi massal 10,64 sekolah Tabel 51
72 SD/MI yang mendapat pelayanan gigi 100,00 sekolah Tabel 51
73 Murid SD/MI Diperiksa (UKGS) 26,85 26,77 26,62 % Tabel 51
74 Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS) 45,07 51,56 48,50 % Tabel 51
75 Siswa SD dan setingkat mendapat perawatan gigi dan
mulut 45,07 51,56 48,50 % Tabel 51
76 Pelayanan Kesehatan Usila (60 tahun +) 55,29 65,27 60,97 % Tabel 52
77 Kegiatan promosi kesehatan:
a. Jumlah kegiatan penyuluhan kesehatan 12233 Tabel 84
b. Jumlah kunjungan rumah 6118 Tabel 84
c. Penyebaran informasi 7984 Tabel 84

C.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan


Persentase

78 Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 98,63 97,63 98,12 % Tabel 53


79 Cakupan Kunjungan Rawat Jalan 257,20 358,37 309,16 % Tabel 54
80 Cakupan Kunjungan Rawat Inap 19,98 24,00 22,04 % Tabel 54
81 Angka kematian kasar/Gross Death Rate (GDR) di RS 4,90 3,47 4,10 per 100.000 pasien keluar Tabel 55
82 Angka kematian murni/Nett Death Rate (NDR) di RS 2,80 1,96 2,33 per 100.000 pasien keluar Tabel 55
83 Bed Occupation Rate (BOR) di RS 52,09 % Tabel 56
84 Bed Turn Over (BTO) di RS 46,31 Kali Tabel 56
85 Turn of Interval (TOI) di RS 3,78 Hari Tabel 56
86 Average Length of Stay (ALOS) di RS 2,93 Hari Tabel 56
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
C.3 Perilaku Hidup Masyarakat
87 Rumah Tangga ber-PHBS 91,31 % Tabel 57

C.4 Keadaan Lingkungan


88 Persentase rumah sehat 71,72 % Tabel 58
89 Penduduk yang memiliki akses air minum yang layak 100,00 % Tabel 59
90 Penyelenggara air minum memenuhi syarat kesehatan 74,71 % Tabel 60
91 Penduduk yang memiliki akses sanitasi layak 67,76 % Tabel 61
92 Desa STBM - % Tabel 62
93 Tempat-tempat umum memenuhi syarat 100,00 % Tabel 63
TPM memenuhi syarat higiene sanitasi 78,48 % Tabel 64
TPM tidak memenuhi syarat dibina 100,00 % Tabel 65
TPM memenuhi syarat diuji petik - % Tabel 65

D. SUMBERDAYA KESEHATAN
D.1 Sarana Kesehatan
94 Jumlah Rumah Sakit Umum 11,00 RS Tabel 67
95 Jumlah Rumah Sakit Khusus 2,00 RS Tabel 67
119 Jumlah Puskesmas Rawat Inap 4,00 Tabel 67
120 Jumlah Puskesmas non-Rawat Inap 13,00 Tabel 67
Jumlah Puskesmas Keliling 17,00 Tabel 67
Jumlah Puskesmas pembantu 26,00 Tabel 67
121 Jumlah Apotek 185,00 Tabel 67
122 RS dengan kemampuan pelayanan gadar level 1 100,00 % Tabel 68
124 Jumlah Posyandu 602,00 Posyandu Tabel 69
125 Posyandu Aktif 99,67 % Tabel 69
126 Rasio posyandu per 100 balita 1,67 per 100 balita Tabel 69
127 UKBM
Poskesdes - Poskesdes Tabel 70
Polindes - Polindes Tabel 70
Posbindu 7,00 Posbindu Tabel 70
Posmaldes - Posmaldes Tabel 70
Pos Tb desa - Pos Tb desa Tabel 70
128 Jumlah Desa Siaga 51,00 Desa Tabel 71
129 Persentase Desa Siaga 100,00 % Tabel 71
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan

D.2 Tenaga Kesehatan


130 Jumlah Dokter Spesialis 274 128 402 Orang Tabel 72
132 Jumlah Dokter Umum 95 114 209 Orang Tabel 72
133 Rasio Dokter (spesialis+umum) 79,16 per 100.000 penduduk Tabel 72
134 Jumlah Dokter Gigi 11 46 57 Orang Tabel 72
135 Jumlah Bidan 315 Orang Tabel 73
136 Rasio Bidan per 100.000 penduduk 122,67 per 100.000 penduduk Tabel 73
137 Jumlah Perawat 677 1.677 2.354 Orang Tabel 73
136 Rasio Perawat per 100.000 penduduk 463,55 per 100.000 penduduk Tabel 73
138 Jumlah Perawat Gigi 2 37 39 Orang Tabel 73
139 Jumlah Tenaga Kefarmasian 33 345 378 Orang Tabel 74
141 Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat 7 22 29 Orang Tabel 75
142 Jumlah Tenaga Sanitasi 10 20 30 Orang Tabel 75
140 Jumlah Tenaga Gizi 12 49 61 Orang Tabel 76

D.3 Pembiayaan Kesehatan


145 Total Anggaran Kesehatan 101.223.309.875 Rp Tabel 81
146 APBD Kesehatan thd APBD Kab/Kota 5,83 % Tabel 81
147 Anggaran Kesehatan Perkapita 199.327,15 Rp Tabel 81
TABEL 1

LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA,


DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

LUAS JUMLAH JUMLAH RATA-RATA KEPADATAN


JUMLAH
NO KECAMATAN WILAYAH DESA + RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK
DESA KELURAHAN PENDUDUK
(km 2) KELURAHAN TANGGA TANGGA per km 2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 LAWEYAN 8,64 0 11 11 87.520 29.895 2,93 10.130

2 SERENGAN 3,19 0 7 7 44.396 16.686 2,66 13.917

3 PASARKLIWON 4,82 0 9 9 75.529 25.058 3,01 15.670

4 JEBRES 12,58 0 11 11 140.398 43.179 3,25 11.160

5 BANJARSARI 14,81 0 13 13 159.982 52.053 3,07 10.802

JUMLAH (KAB/KOTA) 44,0 0 51 51 507.825 166.871 3,04 11.531

Sumber: - Kantor Statistik Kabupaten/Kota


- sumber lain... (sebutkan)
TABEL 2

JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

JUMLAH PENDUDUK
NO KELOMPOK UMUR (TAHUN)
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN
1 2 3 4 5 6

1 0-4 18.804 17.252 36.056 109,00


2 5-9 18.909 18.760 37.669 100,79
3 10 - 14 19.596 20.471 40.067 95,73
4 15 - 19 21.399 21.986 43.385 97,33
5 20 - 24 23.738 23.602 47.340 100,58
6 25 - 29 21.753 22.345 44.098 97,35
7 30 - 34 19.502 20.249 39.751 96,31
8 35 - 39 18.817 19.508 38.325 96,46
9 40 - 44 17.601 19.386 36.987 90,79
10 45 - 49 16.670 18.831 35.501 88,52
11 50 - 54 15.792 17.498 33.290 90,25
12 55 - 59 12.837 13.491 26.328 95,15
13 60 - 64 8.162 8.719 16.881 93,61
14 65 - 69 5.361 7.498 12.859 71,50
15 70 - 74 4.691 6.561 11.252 71,50
16 75+ 3.350 4.686 8.036 71,49

JUMLAH 246.982 260.843 507.825 94,69


ANGKA BEBAN TANGGUNGAN (DEPENDENCY RATIO) 40,33

Sumber: - Kantor Statistik Kabupaten/Kota


- Sumber lain... (sebutkan)
TABEL 3

PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF


DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH MENURUT JENIS KELAMIN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

JUMLAH PERSENTASE
NO VARIABEL LAKI-LAKI+ LAKI-LAKI+
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8

1 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS 204.269 224.831 429.100

PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG


2 188.178 198.591 386.769 92,12 88,33 90,13
MELEK HURUF
PERSENTASE PENDIDIKAN TERTINGGI YANG
3
DITAMATKAN:
a. TIDAK MEMILIKI IJAZAH SD 22.715 29.663 52.378 11,12 13,19 12,21

b. SD/MI 29.370 32.829 62.199 14,38 14,60 14,50

c. SMP/ MTs 26.547 30.803 57.350 13,00 13,70 13,37

d. SMA/ MA 51.951 49.354 101.305 25,43 21,95 23,61

e. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 26.172 19.665 45.837 12,81 8,75 10,68

f. DIPLOMA I/DIPLOMA II 1.449 3.136 4.585 0,71 1,39 1,07

g. AKADEMI/DIPLOMA III 10.868 11.450 22.318 5,32 5,09 5,20

h. UNIVERSITAS/DIPLOMA IV 16.564 20.164 36.728 8,11 8,97 8,56

i. S2/S3 (MASTER/DOKTOR) 2.542 1.527 4.069 1,24 0,68 0,95

Sumber: - Kantor Statistik Kabupaten/Kota


TABEL 4

JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

JUMLAH KELAHIRAN
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN
NO KECAMATAN NAMA PUSKESMAS
HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 LAWEYAN 841 2 843 881 0 881 1.722 2 1.724
PAJANG 433 0 433 445 0 445 878 0 878
PENUMPING 167 1 168 193 0 193 360 1 361
PURWOSARI 241 1 242 243 0 243 484 1 485
2 SERENGAN 427 0 427 461 1 462 888 1 889
JAYENGAN 256 0 256 278 0 278 534 0 534
KRATONAN 171 0 171 183 1 184 354 1 355
3 PASARKLIWON 795 3 798 740 3 743 1.535 6 1.541
GAJAHAN 239 2 241 270 3 273 509 5 514
SANGKRAH 556 1 557 470 0 470 1.026 1 1.027
4 JEBRES 1.143 1 1.144 1.174 2 1.176 2.317 3 2.320
PURWODININGRATAN 252 0 252 252 0 252 504 0 504
NGORESAN 220 1 221 212 2 214 432 3 435
SIBELA 381 0 381 372 0 372 753 0 753
PUCANGSAWIT 290 0 290 338 0 338 628 0 628
5 BANJARSARI 1.659 1 1.660 1.690 3 1.693 3.349 4 3.353
NUSUKAN 273 0 273 290 0 290 563 0 563
MANAHAN 250 0 250 242 1 243 492 1 493
GILINGAN 306 0 306 307 0 307 613 0 613
BANYUANYAR 318 1 319 276 1 277 594 2 596
SETABELAN 138 0 138 164 1 165 302 1 303
GAMBIRSARI 374 0 374 411 0 411 785 0 785

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.865 7 4.872 4.946 9 4.955 9.811 16 9.827


ANGKA LAHIR MATI PER 1.000 KELAHIRAN (DILAPORKAN) 1,4 1,8 1,6

Sumber: Laporan Puskesmas

Keterangan : Angka Lahir Mati (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan Angka Lahir Mati yang sebenarnya di populasi
TABEL 5

JUMLAH KEMATIAN NEONATAL, BAYI, DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

JUMLAH KEMATIAN
LAKI - LAKI PEREMPUAN LAKI - LAKI + PEREMPUAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS
ANAK ANAK ANAK
NEONATAL BAYI BALITA NEONATAL BAYI BALITA NEONATAL BAYI BALITA
BALITA BALITA BALITA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 LAWEYAN 3 2 0 2 1 2 1 3 4 4 1 5
PAJANG 2 2 0 2 0 1 0 1 2 3 0 3
PENUMPING 1 0 0 0 1 1 0 1 2 1 0 1
PURWOSARI 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1
2 SERENGAN 3 2 1 3 2 0 0 0 5 2 1 3
JAYENGAN 0 1 1 2 2 0 0 0 2 1 1 2
KRATONAN 3 1 0 1 0 0 0 0 3 1 0 1
3 PASARKLIWON 2 1 1 2 3 2 0 2 5 3 1 4
GAJAHAN 2 1 1 2 1 1 0 1 3 2 1 3
SANGKRAH 0 0 0 0 2 1 0 1 2 1 0 1
4 JEBRES 4 3 0 3 4 1 1 2 8 4 1 5
PURWODININGRATAN 2 3 0 3 1 0 0 0 3 3 0 3
NGORESAN 2 0 0 0 2 1 1 2 4 1 1 2
SIBELA 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 3 1 1 2 6 2 0 2 9 3 1 4
NUSUKAN 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0
MANAHAN 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0
GILINGAN 1 1 0 1 3 2 0 2 4 3 0 3
BANYUANYAR 2 0 1 1 1 0 0 0 3 0 1 1
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 15 9 3 12 16 7 2 9 31 16 5 21
ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN) 3 2 1 2 3 1 0 2 3,16 1,63 0,51 2,14

Sumber: Laporan Puskesmas

Keterangan : Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan AKN/AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi
TABEL 6
JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

KEMATIAN IBU
JUMLAH JUMLAH KEMATIAN IBU HAMIL JUMLAH KEMATIAN IBU BERSALIN JUMLAH KEMATIAN IBU NIFAS JUMLAH KEMATIAN IBU
NO KECAMATAN PUSKESMAS
LAHIR HIDUP < 20 20-34 35 < 20 20-34 35 < 20 20-34 35 < 20 20-34 35
JUMLAH JUMLAH JUMLAH JUMLAH
tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 LAWEYAN 1.722 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PAJANG 878 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PENUMPING 360 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 484 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 SERENGAN 888 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 2 0 2 1 3
JAYENGAN 534 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1
KRATONAN 354 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 2 0 2
3 PASARKLIWON 1.535 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1
GAJAHAN 509 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1
SANGKRAH 1.026 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 JEBRES 2.317 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWODININGRATAN 504 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NGORESAN 432 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SIBELA 753 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PUCANGSAWIT 628 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 3.349 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 2 3 1 0 2 3
NUSUKAN 563 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 492 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 1
GILINGAN 613 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 594 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 0 0 2 2
SETABELAN 302 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 785 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 9.811 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 4 6 1 2 4 7


ANGKA KEMATIAN IBU (DILAPORKAN) 71,35

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan:
- Jumlah kematian ibu = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin + jumlah kematian ibu nifas
- Angka Kematian Ibu (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi
TABEL 7
KASUS BARU TB BTA+, SELURUH KASUS TB, KASUS PADA TB PADA ANAK, DAN CASE NOTIFICATION RATE (CNR) PER 100.000 PENDUDUK
MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

JUMLAH SELURUH
JUMLAH KASUS BARU BTA+ KASUS TB ANAK
JUMLAH PENDUDUK KASUS TB
NO KECAMATAN PUSKESMAS 0-14 TAHUN
L P L P
L+P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 LAWEYAN 42.471 45.049 87.520 9 64,29 5 35,71 14 11 52,38 10 47,62 21 2 9,52
PAJANG 20.939 21.857 42.796 6 100 0 0,00 6 7 78 2 22,22 9 0 0,00
PENUMPING 9.611 10.472 20.083 3 75 1 25,00 4 4 50 4 50,00 8 2 25,00
PURWOSARI 11.921 12.720 24.641 0 0 4 100,00 4 0 0 4 100,00 4 0 0,00
2 SERENGAN 21.433 22.964 44.397 8 62 5 38,46 13 10 59 7 41,18 17 1 5,88
JAYENGAN 12.037 12.914 24.951 6 60 4 40,00 10 7 64 4 36,36 11 0 0,00
KRATONAN 9.396 10.050 19.446 2 67 1 33,33 3 3 50 3 50,00 6 1 16,67
3 PASARKLIWON 37.271 38.259 75.530 21 60 14 40,00 35 22 50 22 50,00 44 0 0,00
GAJAHAN 12.903 13.508 26.411 9 75 3 25,00 12 9 69 4 30,77 13 0 0,00
SANGKRAH 24.368 24.751 49.119 12 52 11 47,83 23 13 42 18 58,06 31 0 0,00
4 JEBRES 67.849 72.548 140.397 22 48 24 52,17 46 24 47 27 52,94 51 1 1,96
PURWODININGRATAN 11.246 12.442 23.688 8 67 4 33,33 12 8 67 4 33,33 12 0 0,00
NGORESAN 18.823 21.338 40.161 3 60 2 40,00 5 4 50 4 50,00 8 0 0,00
SIBELA 21.968 22.640 44.608 7 33 14 66,67 21 8 35 15 65,22 23 1 4,35
PUCANGSAWIT 15.812 16.128 31.940 4 50 4 50,00 8 4 50 4 50,00 8 0 0,00
5 BANJARSARI 77.953 82.028 159.981 54 72 21 28,00 75 60 71 24 28,57 84 2 2,38
NUSUKAN 13.798 14.206 28.004 5 63 3 37,50 8 6 60 4 40,00 10 1 10,00
MANAHAN 8.756 9.630 18.386 7 70 3 30,00 10 8 73 3 27,27 11 1 9,09
GILINGAN 11.669 12.522 24.191 6 86 1 14,29 7 7 88 1 12,50 8 0 0,00
BANYUANYAR 14.069 14.412 28.481 16 70 7 30,43 23 16 70 7 30,43 23 0 0,00
SETABELAN 5.540 6.232 11.772 9 75 3 25,00 12 10 77 3 23,08 13 0 0,00
GAMBIRSARI 24.121 25.026 49.147 11 73 4 26,67 15 13 68 6 31,58 19 0 0,00

SUB JUMLAH I 246.977 260.848 507.825 114 62 69 38 183 127 59 90 41 217 6 3

RSUD DR MOEWARDI 16 80 4 20,00 20 43 65 23 34,85 66 2 3,03


RS DR. OEN 3 100 0 0,00 3 13 59 9 40,91 22 11 50,00
RS. SLAMET RIYADI 0 0 0 0,00 0 0 0 0 0,00 0 0 0,00
RS BRAYAT MINULYO 2 50 2 50,00 4 6 55 5 45,45 11 0 0,00
RS. PANTI WALUYO 1 25 3 75,00 4 9 36 16 64,00 25 15 60,00
RS. PKU MUH SKA 8 80 2 20,00 10 14 67 7 33,33 21 1 4,76
RS. KUSTATI 0 0 0 0,00 0 1 100 0 0,00 1 0 0,00
RS. KASIH IBU 0 0 6 100,00 6 5 36 9 64,29 14 1 7,14
RSUD KOTA SKA 14 88 2 12,50 16 28 46 33 54,10 61 31 50,82
BBKPM SURAKARTA 41 56 32 43,84 73 88 62 54 38,03 142 18 12,68
RUTAN 0 0 0 0,00 0 0 0 0 0,00 0 0 0,00

SUB JUMLAH II 0 0 0 85 63 51 38 136 207 57 156 43 363 79 22

JUMLAH (KAB/KOTA) 246.977 260.848 507.825 199 62 120 38 319 334 58 246 42 580 85 15

CNR KASUS BARU BTA+ PER 100.000 PENDUDUK 39,19 23,63 62,82

CNR SELURUH KASUS TB PER 100.000 PENDUDUK 65,77 48,44 114,21

Sumber : Laporan Puskesma dan Rumah Sakit


Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
Catatan : Jumlah kolom 6 = jumlah kolom 7 pada Tabel 1, yaitu sebesar: 507825
TABEL 8

JUMLAH KASUS DAN ANGKA PENEMUAN KASUS TB PARU BTA+ MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

TB PARU
SUSPEK % BTA (+)
NO KECAMATAN PUSKESMAS BTA (+)
TERHADAP SUSPEK
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 LAWEYAN 96 111 207 9 5 14 9,38 4,50 6,76
PAJANG 48 44 92 6 0 6 12,50 0,00 6,52
PENUMPING 30 24 54 3 1 4 10,00 4,17 7,41
PURWOSARI 18 43 61 0 4 4 0,00 9,30 6,56
2 SERENGAN 73 139 212 8 5 13 10,96 3,60 6,13
JAYENGAN 31 70 101 6 4 10 19,35 5,71 9,90
KRATONAN 42 69 111 2 1 3 4,76 1,45 2,70
3 PASARKLIWON 170 235 405 21 14 35 12,35 5,96 8,64
GAJAHAN 58 74 132 9 3 12 15,52 4,05 9,09
SANGKRAH 112 161 273 12 11 23 10,71 6,83 8,42
4 JEBRES 674 650 1.324 22 24 46 3,26 3,69 3,47
PURWODININGRATAN 126 284 410 8 4 12 6,35 1,41 2,93
NGORESAN 337 165 502 3 2 5 0,89 1,21 1,00
SIBELA 119 100 219 7 14 21 5,88 14,00 9,59
PUCANGSAWIT 92 101 193 4 4 8 4,35 3,96 4,15
5 BANJARSARI 499 658 1.157 54 21 75 10,82 3,19 6,48
NUSUKAN 55 65 120 5 3 8 9,09 4,62 6,67
MANAHAN 30 60 90 7 3 10 23,33 5,00 11,11
GILINGAN 78 74 152 6 1 7 7,69 1,35 4,61
BANYUANYAR 125 185 310 16 7 23 12,80 3,78 7,42
SETABELAN 79 163 242 9 3 12 11,39 1,84 4,96
GAMBIRSARI 132 111 243 11 4 15 8,33 3,60 6,17

SUB JUMLAH I 1.512 1.793 3.305 114 69 183 7,54 3,85 5,54

RSUD DR MOEWARDI 131 98 229 16 4 20 12,21 4,08 8,73


RS DR. OEN 54 77 131 3 0 3 5,56 0,00 2,29
RS. SLAMET RIYADI 8 13 21 0 0 0 0,00 0,00 0,00
RS BRAYAT MINULYO 37 32 69 2 2 4 5,41 6,25 5,80
RS. PANTI WALUYO 47 54 101 1 3 4 2,13 5,56 3,96
RS. PKU MUH SKA 50 69 119 8 2 10 16,00 2,90 8,40
RS. KUSTATI 30 37 67 0 0 0 0,00 0,00 0,00
RS. KASIH IBU 66 75 141 0 6 6 0,00 8,00 4,26
RSUD KOTA SKA 49 52 101 14 2 16 28,57 3,85 15,84
BBKPM SURAKARTA 308 235 543 41 32 73 13,31 13,62 13,44
RUTAN 3 0 3 0 0 0 0,00 0,00 0,00

SUB JUMLAH II 783 742 1.525 85 51 136 10,86 6,87 8,92

JUMLAH (KAB/KOTA) 2.295 2.535 4.830 199 120 319 8,67 4,73 6,60

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
TABEL 9

ANGKA KESEMBUHAN DAN PENGOBATAN LENGKAP TB PARU BTA+ SERTA KEBERHASILAN PENGOBATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

ANGKA PENGOBATAN LENGKAP ANGKA


ANGKA KESEMBUHAN (CURE RATE)
(COMPLETE RATE) KEBERHASILAN JUMLAH KEMATIAN
BTA (+) DIOBATI
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENGOBATAN SELAMA PENGOBATAN
L P L+P L P L+P
(SUCCESS RATE/SR)
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
1 LAWEYAN 18 10 28 18 100,00 9 90,00 27 96,43 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 90,00 96,43 0 1 1
PAJANG 6 5 11 6 100,00 4 80,00 10 90,91 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 80,00 90,91 0 1 1
PENUMPING 8 3 11 8 100,00 3 100,00 11 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
PURWOSARI 4 2 6 4 100,00 2 100,00 6 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
2 SERENGAN 12 12 24 12 100,00 12 100,00 24 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
JAYENGAN 6 6 12 6 100,00 6 100,00 12 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
KRATONAN 6 6 12 6 100,00 6 100,00 12 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
3 PASARKLIWON 17 9 26 17 100,00 7 77,78 24 92,31 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 77,78 92,31 0 0 0
GAJAHAN 4 2 6 4 100,00 2 100,00 6 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
SANGKRAH 13 7 20 13 100,00 5 71,43 18 90,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 71,43 90,00 0 0 0
4 JEBRES 27 22 49 27 100,00 21 95,45 48 97,96 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 95,45 97,96 0 0 0
PURWODININGRATAN 8 4 12 8 100,00 4 100,00 12 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
NGORESAN 9 4 13 9 100,00 4 100,00 13 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
SIBELA 6 8 14 6 100,00 8 100,00 14 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
PUCANGSAWIT 4 6 10 4 100,00 5 83,33 9 90,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 83,33 90,00 0 0 0
5 BANJARSARI 42 34 76 42 100,00 33 97,06 75 98,68 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 97,06 98,68 0 0 0
NUSUKAN 7 5 12 7 100,00 5 100,00 12 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
MANAHAN 3 5 8 3 100,00 5 100,00 8 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
GILINGAN 7 1 8 7 100,00 1 100,00 8 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
BANYUANYAR 15 9 24 15 100,00 8 88,89 23 95,83 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 88,89 95,83 0 0 0
SETABELAN 4 8 12 4 100,00 8 100,00 12 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
GAMBIRSARI 6 6 12 6 100,00 6 100,00 12 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0

SUB JUMLAH I 116 87 203 116 100,00 82 94,25 198 97,54 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 94,25 97,54 0 1 1

RSUD DR MOEWARDI 32 23 55 28 87,50 19 82,61 47 85,45 3 9,38 2 8,70 5 9,09 96,88 91,30 94,55 0 1 1
RS DR. OEN 2 4 6 1 50,00 0 0,00 1 16,67 1 50,00 4 100,00 5 83,33 100,00 100,00 100,00 0 0 0
RS. SLAMET RIYADI 1 1 2 1 100,00 0 0,00 1 50,00 0 0,00 1 100,00 1 50,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
RS BRAYAT MINULYO 3 1 4 3 100,00 1 100,00 4 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
RS. PANTI WALUYO 2 2 4 2 100,00 2 100,00 4 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
RS. PKU MUH SKA 4 4 8 4 100,00 0 0,00 4 50,00 0 0,00 2 50,00 2 25,00 100,00 50,00 75,00 0 0 0
RS. KUSTATI 2 2 4 2 100,00 1 50,00 3 75,00 0 0,00 1 50,00 1 25,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
RS. KASIH IBU 6 2 8 1 16,67 0 0,00 1 12,50 4 66,67 2 100,00 6 75,00 83,33 100,00 87,50 0 0 0
RSUD KOTA SKA 2 1 3 0 0,00 0 0,00 0 0,00 2 100,00 1 100,00 3 100,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
BBKPM SURAKARTA 37 32 69 29 78,38 29 90,63 58 84,06 2 5,41 0 0,00 2 2,90 83,78 90,63 86,96 0 0 0
RUTAN 1 0 1 0 0,00 0 0,00 0 0,00 1 100,00 0 0,00 1 100,00 100,00 0,00 100,00 0 0 0

SUB JUMLAH II 92 72 164 71 77,17 52 72,22 123 75,00 13 14,13 13 18,06 26 15,85 91,30 90,28 90,85 0 1 1

JUMLAH (KAB/KOTA) 208 159 367 187 89,90 134 84,28 321 87,47 13 6,25 13 8,18 26 7,08 96,15 92,45 94,55 0 2 2
ANGKA KEMATIAN SELAMA PENGOBATAN PER 100.000 PENDUDUK 0,0 0,4 0,4

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
TABEL 10

PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

PNEUMONIA PADA BALITA


JUMLAH BALITA JUMLAH PERKIRAAN PENDERITA DITEMUKAN DAN DITANGANI
NO KECAMATAN PUSKESMAS
PENDERITA L P L+P
L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 LAWEYAN 2.911 3.074 5.985 291 307 599 0 0 2 1 2 0
PAJANG 1.512 1.619 3.131 151 162 313 0 0 0 0 0 0
PENUMPING 600 639 1.239 60 64 124 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 799 816 1.615 80 82 162 0 0 2 2 2 1
2 SERENGAN 1.350 1.791 3.141 135 179 314 0 0 0 0 0 0
JAYENGAN 839 907 1.746 84 91 175 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 511 884 1.395 51 88 140 0 0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 2.431 3.173 5.604 243 317 560 0 0 0 0 0 0
GAJAHAN 951 989 1.940 95 99 194 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 1.480 2.184 3.664 148 218 366 0 0 0 0 0 0
4 JEBRES 4.536 4.487 9.023 454 449 902 3 1 1 0 4 0
PURWODININGRATAN 746 750 1.496 75 75 150 0 0 0 0 0 0
NGORESAN 1.017 1.038 2.055 102 104 206 3 3 1 1 4 2
SIBELA 1.753 1.678 3.431 175 168 343 0 0 0 0 0 0
PUCANGSAWIT 1.020 1.021 2.041 102 102 204 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 6.052 5.936 11.988 605 594 1.199 0 0 3 1 3 0
NUSUKAN 1.101 1.103 2.204 110 110 220 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 607 590 1.197 61 59 120 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 862 811 1.673 86 81 167 0 0 3 4 3 2
BANYUANYAR 1.207 1.045 2.252 121 105 225 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 454 508 962 45 51 96 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 1.821 1.879 3.700 182 188 370 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 17.280 18.461 35.741 1.728 1.846 3.574 3 0 6 0 9 0

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan:
Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 11

JUMLAH KASUS HIV, AIDS, DAN SYPHILIS MENURUT JENIS KELAMIN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

HIV AIDS JUMLAH KEMATIAN AKIBAT AIDS


NO KELOMPOK UMUR PROPORSI PROPORSI
L P L+P KELOMPOK L P L+P KELOMPOK L P L+P
UMUR UMUR
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 15 16 17

1 4 TAHUN 2 0 2 11,11 1 0 1 2,13 0 0 0

2 5 - 14 TAHUN 0 0 0 0,00 0 0 0 0,00 0 0 0

3 15 - 19 TAHUN 0 1 1 5,56 0 0 0 0,00 0 0 0

4 20 - 24 TAHUN 1 2 3 16,67 5 0 5 10,64 0 0 0

5 25 - 49 TAHUN 4 6 10 55,56 31 7 38 80,85 0 0 0

6 50 TAHUN 1 1 2 11,11 1 2 3 6,38 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 8 10 18 38 9 47 0 0 0

PROPORSI JENIS KELAMIN 44,44 55,56 80,85 19,15 0,00 0,00

Sumber: Laporan Puskesmas


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus baru yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 12

PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV MENURUT JENIS KELAMIN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

DONOR DARAH
SAMPEL DARAH DIPERIKSA/DISKRINING TERHADAP
NO UNIT TRANSFUSI DARAH POSITIF HIV
JUMLAH PENDONOR HIV
L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
0 0,00 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 0,00 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 0,00 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 0,00 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 0,00 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 0,00 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 0,00 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 0,00 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 0,00 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 0,00 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 0,00 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 0,00 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 0,00 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 0,00 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 0,00 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!

JUMLAH 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 13

KASUS DIARE YANG DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

DIARE
JUMLAH PENDUDUK JUMLAH TARGET DIARE DITANGANI
NO KECAMATAN PUSKESMAS
PENEMUAN L P L+P
L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1 LAWEYAN 42.471 45.049 87.520 1.060 1.125 2.185 866 82 1.111 99 1.977 90
PAJANG 20.939 21.857 42.796 523 546 1.068 219 42 240 44 459 43
PENUMPING 9.611 10.472 20.083 240 261 501 254 106 369 141 623 124
PURWOSARI 11.921 12.720 24.641 298 318 615 393 132 502 158 895 145
2 SERENGAN 21.433 22.964 44.397 535 573 1.108 966 181 948 165 1.914 173
JAYENGAN 12.037 12.914 24.951 300 322 623 183 61 487 151 670 108
KRATONAN 9.396 10.050 19.446 235 251 485 783 334 461 184 1.244 256
3 PASARKLIWON 37.271 38.259 75.530 930 955 1.885 787 85 1.209 127 1.996 106
GAJAHAN 12.903 13.508 26.411 322 337 659 261 81 436 129 697 106
SANGKRAH 24.368 24.751 49.119 608 618 1.226 526 86 773 125 1.299 106
4 JEBRES 67.849 72.548 140.397 1.694 1.811 3.505 1.218 72 1.528 84 2.746 78
PURWODININGRATAN 11.246 12.442 23.688 281 311 591 212 76 231 74 443 75
NGORESAN 18.823 21.338 40.161 470 533 1.003 256 54 420 79 676 67
SIBELA 21.968 22.640 44.608 548 565 1.114 403 73 467 83 870 78
PUCANGSAWIT 15.812 16.128 31.940 395 403 797 347 88 410 102 757 95
5 BANJARSARI 77.953 82.028 159.981 1.946 2.048 3.994 1.826 94 2.218 108 4.044 101
NUSUKAN 13.798 14.206 28.004 344 355 699 475 138 629 177 1.104 158
MANAHAN 8.756 9.630 18.386 219 240 459 177 81 185 77 362 79
GILINGAN 11.669 12.522 24.191 291 313 604 340 117 359 115 699 116
BANYUANYAR 14.069 14.412 28.481 351 360 711 363 103 509 141 872 123
SETABELAN 5.540 6.232 11.772 138 156 294 170 123 216 139 386 131
GAMBIRSARI 24.121 25.026 49.147 602 625 1.227 301 50 320 51 621 51

JUMLAH (KAB/KOTA) 246.977 260.848 507.825 12.331 13.023 25.354 5.663 45,9 7.014 53,9 12.677 50,0
ANGKA KESAKITAN DIARE PER 1.000 PENDUDUK 24,96

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 14

JUMLAH KASUS BARU KUSTA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

KASUS BARU
NO KECAMATAN PUSKESMAS Pausi Basiler (PB)/ Kusta kering Multi Basiler (MB)/ Kusta Basah PB + MB
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 LAWEYAN 0 0 0 1 0 1 1 0 1
PAJANG 0 0 0 1 0 1 1 0 1
PENUMPING 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 SERENGAN 0 0 0 1 0 1 1 0 1
JAYENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 0 0 0 1 0 1 1 0 1
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAJAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 JEBRES 0 0 0 2 1 3 2 1 3
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NGORESAN 0 0 0 1 0 1 1 0 1
SIBELA 0 0 0 1 1 2 1 1 2
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 0 0 0 1 0 1 1 0 1
NUSUKAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 0 0 0 1 0 1 1 0 1
GILINGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 5 1 6 5 1 6
PROPORSI JENIS KELAMIN #DIV/0! #DIV/0! 83,33 16,67 83,33 16,67
ANGKA PENEMUAN KASUS BARU (NCDR/NEW CASE DETECTION RATE ) PER 100.000 PENDUDUK 0,98 0,20 1,18

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 15

KASUS BARU KUSTA 0-14 TAHUN DAN CACAT TINGKAT 2 MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

PENDERITA KUSTA
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDERITA CACAT TINGKAT 2
0-14 TAHUN
KUSTA
JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 6 7 8 9 10

1 LAWEYAN 1 0 0 0 0
PAJANG 1 0 0 0 0
PENUMPING 0 0 0 0 0
PURWOSARI 0 0 0 0 0
2 SERENGAN 1 0 0 0 0
JAYENGAN 0 0 0 0 0
KRATONAN 1 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0
GAJAHAN 0 0 0 0 0
SANGKRAH 0 0 0 0 0
4 JEBRES 3 0 0 0 0
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0
NGORESAN 1 0 0 0 0
SIBELA 2 0 0 0 0
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 1 0 0 0 0
NUSUKAN 0 0 0 0 0
MANAHAN 1 0 0 0 0
GILINGAN 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 0 0 0 0 0
SETABELAN 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 6 0 0 0 0
ANGKA CACAT TINGKAT 2 PER 100.000 PENDUDUK 0

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 16

JUMLAH KASUS DAN ANGKA PREVALENSI PENYAKIT KUSTA MENURUT TIPE/JENIS, JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

KASUS TERCATAT
NO KECAMATAN PUSKESMAS Pausi Basiler/Kusta kering Multi Basiler/Kusta Basah JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 LAWEYAN 0 0 0 1 0 1 1 0 1
PAJANG 0 0 0 1 0 1 1 0 1
PENUMPING 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 SERENGAN 0 0 0 1 0 1 1 0 1
JAYENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 0 0 0 1 0 1 1 0 1
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAJAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 JEBRES 0 0 0 2 1 3 2 1 3
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NGORESAN 0 0 0 1 0 1 1 0 1
SIBELA 0 0 0 1 1 2 1 1 2
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 0 0 0 1 0 1 1 0 1
NUSUKAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 0 0 0 1 0 1 1 0 1
GILINGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 5 1 6 5 1 6
ANGKA PREVALENSI PER 10.000 PENDUDUK 0,1 0,0 0,1

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 17

PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT (RELEASE FROM TREATMENT/RFT) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

KUSTA (PB) KUSTA (MB)


RFT PB RFT MB
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDERITA PB PENDERITA MB
L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
1 LAWEYAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 3 5 2 100 3 100 5 100
PAJANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 4 2 100 2 100 4 100
PENUMPING 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 100 1 100
2 SERENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 100 0 0 1 100
JAYENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 100 0 0 1 100
KRATONAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAJAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 JEBRES 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 1 4 3 100 1 100 4 100
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NGORESAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SIBELA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 1 4 3 100 1 100 4 100
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 100 1 100
NUSUKAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 100 1 100
BANYUANYAR 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 6 5 11 6 100 5 100 11 100

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 18

JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KASUS AFP


NO KECAMATAN PUSKESMAS
<15 TAHUN (NON POLIO)
1 2 3 4 5
1 LAWEYAN 19.356 0
PAJANG 9.468 0
PENUMPING 4.439 0
PURWOSARI 5.449 0
2 SERENGAN 9.849 0
JAYENGAN 5.535 0
KRATONAN 4.314 0
3 PASARKLIWON 18.188 0
GAJAHAN 6.357 0
SANGKRAH 11.831 0
4 JEBRES 30.435 1
PURWODININGRATAN 5.131 1
NGORESAN 8.694 0
SIBELA 9.678 0
PUCANGSAWIT 6.932 0
5 BANJARSARI 38.068 0
NUSUKAN 6.667 0
MANAHAN 4.371 0
GILINGAN 5.754 0
BANYUANYAR 6.781 0
SETABELAN 2.797 0
GAMBIRSARI 11.698 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 115.896 1


AFP RATE (NON POLIO) PER 100.000 PENDUDUK USIA < 15 TAHUN 0,8628

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan:
Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

Catatan : Jumlah penduduk < 15 tahun kolom 4 = jumlah penduduk < 15 tahun pada tabel 2, yaitu sebesar:
113.792
TABEL 19

JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

JUMLAH KASUS PD3I


DIFTERI TETANUS (NON NEONATORUM) TETANUS NEONATORUM
NO KECAMATAN PUSKESMAS PERTUSIS
JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS
MENINGGAL MENINGGAL MENINGGAL
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 LAWEYAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PAJANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PENUMPING 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 SERENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JAYENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAJAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 JEBRES 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NGORESAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SIBELA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NUSUKAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
CASE FATALITY RATE (%) 0,00 0,00 0,00

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 20

JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

JUMLAH KASUS PD3I


CAMPAK
NO KECAMATAN PUSKESMAS POLIO HEPATITIS B
JUMLAH KASUS
MENINGGAL
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 LAWEYAN 0 0 0 0 0 0 0 11 15 26
PAJANG 0 0 0 0 0 0 0 7 5 12
PENUMPING 0 0 0 0 0 0 0 2 5 7
PURWOSARI 0 0 0 0 0 0 0 2 5 7
2 SERENGAN 0 0 0 0 0 0 0 1 6 7
JAYENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 0 0 0 0 0 0 0 1 6 7
3 PASARKLIWON 1 0 1 0 0 0 0 9 5 14
GAJAHAN 0 0 0 0 0 0 0 7 4 11
SANGKRAH 1 0 1 0 0 0 0 2 1 3
4 JEBRES 1 1 2 0 0 0 0 10 12 22
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0 0 0 2 3 5
NGORESAN 1 0 1 0 0 0 0 2 3 5
SIBELA 0 1 1 0 0 0 0 4 3 7
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0 0 0 2 3 5
5 BANJARSARI 0 0 0 0 0 0 0 37 20 57
NUSUKAN 0 0 0 0 0 0 0 11 5 16
MANAHAN 0 0 0 0 0 0 0 9 4 13
GILINGAN 0 0 0 0 0 0 0 3 0 3
BANYUANYAR 0 0 0 0 0 0 0 5 2 7
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0 6 2 8
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0 0 3 7 10

JUMLAH (KAB/KOTA) 2 1 3 0 0 0 0 68 58 126


CASE FATALITY RATE (%) 0,00

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 21

JUMLAH KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)


NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH KASUS MENINGGAL CFR (%)
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 LAWEYAN 13 9 22 1 0 1 7,7 0,0 4,5
PAJANG 3 3 6 0 0 0 0,0 0,0 0,0
PENUMPING 6 2 8 0 0 0 0,0 0,0 0,0
PURWOSARI 4 4 8 1 0 1 25,0 0,0 12,5
2 SERENGAN 17 10 27 0 0 0 0,0 0,0 0,0
JAYENGAN 10 6 16 0 0 0 0,0 0,0 0,0
KRATONAN 7 4 11 0 0 0 0,0 0,0 0,0
3 PASARKLIWON 2 7 9 0 0 0 0,0 0,0 0,0
GAJAHAN 1 6 7 0 0 0 0,0 0,0 0,0
SANGKRAH 1 1 2 0 0 0 0,0 0,0 0,0
4 JEBRES 34 38 72 0 2 2 0,0 5,3 2,8
PURWODININGRATAN 1 2 3 0 0 0 0,0 0,0 0,0
NGORESAN 4 7 11 0 1 1 0,0 14,3 9,1
SIBELA 19 14 33 0 0 0 0,0 0,0 0,0
PUCANGSAWIT 10 15 25 0 1 1 0,0 6,7 4,0
5 BANJARSARI 61 65 126 1 0 1 1,6 0,0 0,8
NUSUKAN 7 12 19 0 0 0 0,0 0,0 0,0
MANAHAN 13 9 22 1 0 1 7,7 0,0 4,5
GILINGAN 8 4 12 0 0 0 0,0 0,0 0,0
BANYUANYAR 5 4 9 0 0 0 0,0 0,0 0,0
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0
GAMBIRSARI 28 36 64 0 0 0 0,0 0,0 0,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 127 129 256 2 2 4 42,0 26,2 1,6


INCIDENCE RATE PER 100.000 PENDUDUK 25,0 25,4 50,4

Sumber: Laporan Puskesmas


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 22

KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

MALARIA
SEDIAAN DARAH DIPERIKSA
NO KECAMATAN PUSKESMAS SUSPEK MENINGGAL CFR
POSITIF
L P L+P
L P L+P L % P % L+P % L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
1 LAWEYAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PAJANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PENUMPING 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 SERENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JAYENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAJAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 JEBRES 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NGORESAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SIBELA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NUSUKAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH PENDUDUK BERISIKO -

ANGKA KESAKITAN (ANNUAL PARASITE INCIDENCE ) PER 1.000 PENDUDUK BERISIKO #DIV/0! 0,00 0

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 23

PENDERITA FILARIASIS DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

PENDERITA FILARIASIS
NO KECAMATAN PUSKESMAS KASUS BARU DITEMUKAN JUMLAH SELURUH KASUS
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 LAWEYAN 0 0 0 0 0 0
PAJANG 0 0 0 0 0 0
PENUMPING 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 0 0 0 0 0 0
2 SERENGAN 0 0 0 0 0 0
JAYENGAN 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 0 0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0 0
GAJAHAN 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 0 0 0 0 0 0
4 JEBRES 0 0 0 0 0 0
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0 0
NGORESAN 0 0 0 0 0 0
SIBELA 0 0 0 0 0 0
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 0 0 0 0 0 0
NUSUKAN 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 0 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 0 0
ANGKA KESAKITAN PER 100.000 PENDUDUK (KAB/KOTA) 0 0 0

Sumber: Laporan Puskesmas


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 24

CAKUPAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

DILAKUKAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH HIPERTENSI/TEKANAN DARAH TINGGI


JUMLAH PENDUDUK 15 TAHUN LAKI-LAKI + LAKI-LAKI +
NO KECAMATAN PUSKESMAS LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN PEREMPUAN
LAKI +
LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 LAWEYAN 32.678 35.485 68.163 16.777 51,34 20.604 58,06 37.381 54,84 3.675 21,90 5.241 25,44 8.916 23,85
PAJANG 16.111 17.216 33.327 8.348 51,82 10.140 58,90 18.488 55,47 1.027 12,30 2.473 24,39 3.500 18,93
PENUMPING 7.395 8.249 15.644 3.678 49,74 5.214 63,21 8.892 56,84 1.039 28,25 1.563 29,98 2.602 29,26
PURWOSARI 9.172 10.020 19.192 4.751 51,80 5.250 52,40 10.001 52,11 1.609 33,87 1.205 22,95 2.814 28,14
2 SERENGAN 16.414 18.134 34.548 8.114 49,43 6.832 37,68 14.946 43,26 1.599 19,71 1.458 21,34 3.057 20,45
JAYENGAN 9.218 10.198 19.416 4.483 48,63 5.017 49,20 9.500 48,93 235 5,24 643 12,82 878 9,24
KRATONAN 7.196 7.936 15.132 3.631 50,46 1.815 22,87 5.446 35,99 1.364 37,57 815 44,90 2.179 40,01
3 PASARKLIWON 27.909 29.434 57.343 19.986 71,61 19.567 66,48 39.553 68,98 4.218 21,10 4.605 23,53 8.823 22,31
GAJAHAN 9.662 10.392 20.054 4.106 42,50 4.977 47,89 9.083 45,29 1.365 33,24 1.257 25,26 2.622 28,87
SANGKRAH 18.247 19.042 37.289 15.880 87,03 14.590 76,62 30.470 81,71 2.853 17,97 3.348 22,95 6.201 20,35
4 JEBRES 52.418 57.544 109.962 21.923 41,82 30.401 52,83 52.324 47,58 3.154 14,39 8.642 28,43 11.796 22,54
PURWODININGRATAN 8.688 9.869 18.557 4.499 51,78 7.882 79,87 12.381 66,72 1.159 25,76 3.160 40,09 4.319 34,88
NGORESAN 14.542 16.925 31.467 7.956 54,71 10.382 61,34 18.338 58,28 1.412 17,75 4.139 39,87 5.551 30,27
SIBELA 16.972 17.958 34.930 7.143 42,09 7.379 41,09 14.522 41,57 343 4,80 790 10,71 1.133 7,80
PUCANGSAWIT 12.216 12.792 25.008 2.325 19,03 4.758 37,20 7.083 28,32 240 10,32 553 11,62 793 11,20
5 BANJARSARI 58.548 63.365 121.913 29.204 49,88 33.141 52,30 62.345 51,14 5.534 18,95 8.429 25,43 13.963 22,40
NUSUKAN 10.363 10.974 21.337 6.302 60,81 8.671 79,01 14.973 70,17 1.410 22,37 3.011 34,72 4.421 29,53
MANAHAN 6.576 7.439 14.015 2.815 42,81 3.251 43,70 6.066 43,28 832 29,56 746 22,95 1.578 26,01
GILINGAN 8.764 9.673 18.437 3.537 40,36 3.945 40,78 7.482 40,58 931 26,32 859 21,77 1.790 23,92
BANYUANYAR 10.567 11.133 21.700 5.977 56,56 8.264 74,23 14.241 65,63 853 14,27 1.995 24,14 2.848 20,00
SETABELAN 4.161 4.814 8.975 398 9,57 526 10,93 924 10,30 98 24,62 226 42,97 324 35,06
GAMBIRSARI 18.117 19.332 37.449 10.175 56,16 8.484 43,89 18.659 49,83 1.410 13,86 1.592 18,76 3.002 16,09

JUMLAH (KAB/KOTA) 187.967 203.962 391.929 96.004 51,07 110.545 54,20 206.549 52,70 18.180 18,94 28.375 25,67 46.555 22,54

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 25

CAKUPAN PEMERIKSAAN OBESITAS MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

JUMLAH PENGUNJUNG PUSKESMAS DILAKUKAN PEMERIKSAAN OBESITAS OBESITAS


DAN JARINGANNYA BERUSIA 15
TAHUN LAKI-LAKI +
NO KECAMATAN PUSKESMAS LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN
PEREMPUA LAKI +
LAKI-LAKI JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
N PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 LAWEYAN 38.757 48.040 86.797 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0


PAJANG 20.106 20.606 40.712 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PENUMPING 8.383 12.939 21.322 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 10.268 14.495 24.763 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 SERENGAN 17.025 21.225 38.250 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JAYENGAN 10.075 13.572 23.647 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 6.950 7.653 14.603 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 28.989 38.729 67.718 73 0 98 0,25 171 0,25 3 4,11 7 7,14 10 5,85
GAJAHAN 6.834 11.912 18.746 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 22.155 26.817 48.972 73 0,33 98 0,37 171 0,35 3 4,11 7 7,14 10 5,85
4 JEBRES 36.906 56.964 93.870 958 2,60 1.843 3,24 2.801 2,98 240 25,05 540 29,30 780 27,85
PURWODININGRATAN 8.999 19.704 28.703 800 8,89 1.500 7,61 2.300 8,01 178 22,25 394 26,27 572 24,87
NGORESAN 7.956 10.382 18.338 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SIBELA 7.735 14.086 21.821 158 2,04 343 2,44 501 2,30 62 39,24 146 42,57 208 41,52
PUCANGSAWIT 12.216 12.792 25.008 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 46.385 66.927 113.312 20 0,04 50 0,07 70 0,06 7 35,00 41 82,00 48 68,57
NUSUKAN 12.611 22.013 34.624 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 7.014 9.140 16.154 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 5.356 10.818 16.174 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 6.471 10.567 17.038 20 0,31 50 0,47 70 0,41 7 35,00 41 82,00 48 68,57
SETABELAN 6.966 13.300 20.266 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 7.967 1.089 9.056 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 168.062 231.885 399.947 1.051 0,63 1.991 0,86 3.042 0,76 250 23,79 588 29,53 838 27,55

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 26

CAKUPAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE IVA DAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN KLINIS (CBE)
MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

PEMERIKSAAN LEHER
IVA POSITIF TUMOR / BENJOLAN
PEREMPUAN RAHIM DAN PAYUDARA
NO KECAMATAN PUSKESMAS
USIA 30-50 TAHUN
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %

1 2 3 4 5 6 5 6 7 8

1 LAWEYAN 10.638 10 0,09 0 0,00 36 0,34


PAJANG 5.161 10 0,19 0 0,00 36 0,70
PENUMPING 2.473 0 0,00 0 0,00 0 0,00
PURWOSARI 3.004 0 0,00 0 0,00 0 0,00
2 SERENGAN 5.422 64 1,18 0 0,00 7 0,13
JAYENGAN 3.049 10 0,33 0 0,00 5 0,16
KRATONAN 2.373 54 2,28 0 0,00 2 0,08
3 PASARKLIWON 9.033 208 2,30 2 0,02 0 0,00
GAJAHAN 3.189 0 0,00 0 0,00 0 0,00
SANGKRAH 5.844 208 3,56 2 0,03 0 0,00
4 JEBRES 17.129 237 1,38 9 0,05 18 0,11
PURWODININGRATAN 2.937 194 6,61 8 0,27 12 0,41
NGORESAN 5.039 0 0,00 0 0,00 0 0,00
SIBELA 5.345 43 0,80 1 0,02 6 0,11
PUCANGSAWIT 3.808 0 0,00 0 0,00 0 0,00
5 BANJARSARI 19.369 508 2,62 0 0,00 5 0,03
NUSUKAN 3.355 0 0,00 0 0,00 0 0,00
MANAHAN 2.273 480 21,12 0 0,00 0 0,00
GILINGAN 2.957 7 0,24 0 0,00 5 0,17
BANYUANYAR 3.403 0 0,00 0 0,00 0 0,00
SETABELAN 1.472 21 1,43 0 0,00 0 0,00
GAMBIRSARI 5.909 0 0,00 0 0,00 0 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 61.591 1.027 1,67 22 0,04 132 0,21

Sumber: Laporan Puskesmas


Ket: IVA: Inspeksi Visual dengan Asam asetat
CBE: Clinical Breast Examination
TABEL 27

JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

YANG TERSERANG JUMLAH PENDUDUK


WAKTU KEJADIAN (TANGGAL) JUMLAH PENDERITA KELOMPOK UMUR PENDERITA JUMLAH KEMATIAN ATTACK RATE (%) CFR (%)
JENIS KEJADIAN TERANCAM
NO JUMLAH JUMLAH
LUAR BIASA
KEC DESA/KEL DIKETAHU DITANGG AKHIR L P L+P
0-7 8-28 1-11 1-4 5-9 10-14 15-19 20-44 45-54 55-59 60-69 70+
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
I U-LANGI HARI HARI BLN THN THN THN THN THN THN THN THN THN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
N I H I L (TIDAK ADA
0 KASUS) 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 28

KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI DESA/KELURAHAN YANG DITANGANI < 24 JAM


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

KLB DI DESA/KELURAHAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS
JUMLAH DITANGANI <24 JAM %
1 2 3 4 5 6

1 LAWEYAN 0 0 0
PAJANG 0 0 0
PENUMPING 0 0 0
PURWOSARI 0 0 0
2 SERENGAN 0 0 0
JAYENGAN 0 0 0
KRATONAN 0 0 0
3 PASARKLIWON 0 0 0
GAJAHAN 0 0 0
SANGKRAH 0 0 0
4 JEBRES 0 0 0
PURWODININGRATAN 0 0 0
NGORESAN 0 0 0
SIBELA 0 0 0
PUCANGSAWIT 0 0 0
5 BANJARSARI 0 0 0
NUSUKAN 0 0 0
MANAHAN 0 0 0
GILINGAN 0 0 0
BANYUANYAR 0 0 0
SETABELAN 0 0 0
GAMBIRSARI 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 29

CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL, PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN, DAN PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS
MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

IBU HAMIL IBU BERSALIN/NIFAS

PERSALINAN
MENDAPAT IBU NIFAS
NO KECAMATAN PUSKESMAS K1 K4 DITOLONG
YANKES NIFAS MENDAPAT VIT A
JUMLAH JUMLAH NAKES

JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 LAWEYAN 1.905 1.905 100,0 1.863 97,8 1.723 1.723 100,0 1.723 100,0 1.723 100
PAJANG 995 995 100,0 969 97,4 878 878 100,0 878 100,0 878 100
PENUMPING 378 378 100,0 367 97,1 361 361 100,0 361 100,0 361 100
PURWOSARI 532 532 100,0 527 99,1 484 484 100,0 484 100,0 484 100
2 SERENGAN 981 981 100,0 977 99,6 884 884 100,0 883 99,9 883 99,89
JAYENGAN 593 593 100,0 589 99,3 532 532 100,0 531 99,8 531 99,81
KRATONAN 388 388 100,0 388 100,0 352 352 100,0 352 100,0 352 100
3 PASARKLIWON 1.626 1.626 100,0 1.598 98,3 1.532 1.532 100,0 1.532 100,0 1.532 100
GAJAHAN 523 523 100,0 514 98,3 507 507 100,0 507 100,0 507 100
SANGKRAH 1.103 1.103 100,0 1.084 98,3 1.025 1.025 100,0 1.025 100,0 1.025 100
4 JEBRES 2.519 2.519 100,0 2.492 98,9 2.316 2.316 100,0 2.316 100,0 2.316 100
PURWODININGRATAN 554 554 100,0 548 98,9 503 503 100,0 503 100,0 503 100
NGORESAN 478 478 100,0 478 100,0 435 435 100,0 435 100,0 435 100
SIBELA 796 796 100,0 793 99,6 751 751 100,0 751 100,0 751 100
PUCANGSAWIT 691 691 100,0 673 97,4 627 627 100,0 627 100,0 627 100
5 BANJARSARI 3.618 3.618 100,0 3.458 95,6 3.341 3.341 100,0 3.338 99,9 3.339 99,94
NUSUKAN 617 617 100,0 616 99,8 563 563 100,0 563 100,0 563 100
MANAHAN 541 541 100,0 429 79,3 493 493 100,0 492 99,8 493 100
GILINGAN 674 674 100,0 667 99,0 610 610 100,0 610 100,0 610 100
BANYUANYAR 643 643 100,0 643 100,0 591 591 100,0 589 99,7 589 99,66
SETABELAN 320 320 100,0 287 89,7 299 299 100,0 299 100,0 299 100
GAMBIRSARI 823 823 100,0 816 99,1 785 785 100,0 785 100,0 785 100

JUMLAH (KAB/KOTA) 10.649 10.649 100,0 10.388 97,5 9.796 9.796 100,0 9.792 100,0 9.793 99,97

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 30

PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA IBU HAMIL


JUMLAH IBU
NO KECAMATAN PUSKESMAS TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5 TT2+
HAMIL
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1 LAWEYAN 1.905 681 35,7 1.149 60,3 1.149 60,3 1.118 58,7 1.102 57,8 4.518 237,2
PAJANG 995 269 27,0 269 27,0 269 27,0 269 27,0 269 27,0 1.076 108,1
PENUMPING 378 360 95,2 360 95,2 360 95,2 359 95,0 359 95,0 1.438 380,4
PURWOSARI 532 52 9,8 520 97,7 520 97,7 490 92,1 474 89,1 2.004 376,7
2 SERENGAN 981 948 96,6 948 96,6 948 96,6 948 96,6 998 101,7 3.842 391,6
JAYENGAN 593 533 89,9 533 89,9 533 89,9 533 89,9 583 98,3 2.182 368,0
KRATONAN 388 415 107,0 415 107,0 415 107,0 415 107,0 415 107,0 1.660 427,8
3 PASARKLIWON 1.626 1.171 72,0 1.160 71,3 1.158 71,2 1.149 70,7 1.112 68,4 4.579 281,6
GAJAHAN 523 520 99,4 520 99,4 520 99,4 520 99,4 520 99,4 2.080 397,7
SANGKRAH 1.103 651 59,0 640 58,0 638 57,8 629 57,0 592 53,7 2.499 226,6
4 JEBRES 2.519 2.336 92,7 2.382 94,6 2.380 94,5 2.251 89,4 2.238 88,8 9.251 367,2
PURWODININGRATAN 554 505 91,2 551 99,5 551 99,5 554 100,0 554 100,0 2.210 398,9
NGORESAN 478 476 99,6 476 99,6 476 99,6 476 99,6 476 99,6 1.904 398,3
SIBELA 796 772 97,0 772 97,0 770 96,7 770 96,7 770 96,7 3.082 387,2
PUCANGSAWIT 691 583 84,4 583 84,4 583 84,4 451 65,3 438 63,4 2.055 297,4
5 BANJARSARI 3.618 3.577 98,9 3.577 98,9 3.577 98,9 3.577 98,9 2.758 76,2 13.489 372,8
NUSUKAN 617 617 100,0 617 100,0 617 100,0 617 100,0 614 99,5 2.465 399,5
MANAHAN 541 540 99,8 540 99,8 540 99,8 540 99,8 546 100,9 2.166 400,4
GILINGAN 674 674 100,0 674 100,0 674 100,0 674 100,0 674 100,0 2.696 400,0
BANYUANYAR 643 608 94,6 608 94,6 608 94,6 608 94,6 608 94,6 2.432 378,2
SETABELAN 320 316 98,8 316 98,8 316 98,8 316 98,8 316 98,8 1.264 395,0
GAMBIRSARI 823 822 99,9 822 99,9 822 99,9 822 99,9 0 - 2.466 299,6

JUMLAH (KAB/KOTA) 10.649 8.713 81,8 9.216 86,5 9.212 86,5 9.043 84,9 8.208 77,1 71.358 670,1

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 31

PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA WANITA USIA SUBUR MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA WUS


JUMLAH WUS
NO KECAMATAN PUSKESMAS TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5
(15-39 TAHUN)
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

1 LAWEYAN 18.962 6.320 33,3 6.317 33,3 6.316 33,3 6.263 33,0 6.178 32,6
PAJANG 9.200 2.050 22,3 2.050 22,3 2.050 22,3 2.050 22,3 2.050 22,3
PENUMPING 4.408 3.579 81,2 3.576 81,1 3.575 81,1 3.544 80,4 3.468 78,7
PURWOSARI 5.354 691 12,9 691 12,9 691 12,9 669 12,5 660 12,3
2 SERENGAN 9.666 8.388 86,8 8.386 86,8 8.388 86,8 8.384 86,7 8.317 86,0
JAYENGAN 5.436 3.890 71,6 3.888 71,5 3.890 71,6 3.894 71,6 3.859 71,0
KRATONAN 4.230 4.498 106,3 4.498 106,3 4.498 106,3 4.490 106,1 4.458 105,4
3 PASARKLIWON 16.105 1.856 11,5 1.856 11,5 1.856 11,5 1.846 11,5 1.846 11,5
GAJAHAN 5.686 1.419 25,0 1.419 25,0 1.419 25,0 1.419 25,0 1.419 25,0
SANGKRAH 10.419 437 4,2 437 4,2 437 4,2 427 4,1 427 4,1
4 JEBRES 30.538 17.007 55,7 16.597 54,3 15.574 51,0 16.216 53,1 14.306 46,8
PURWODININGRATAN 5.237 4.485 85,6 4.485 85,6 4.485 85,6 4.485 85,6 3.280 62,6
NGORESAN 8.982 7.366 82,0 7.036 78,3 6.327 70,4 7.036 78,3 6.355 70,8
SIBELA 9.530 1.560 16,4 1.520 15,9 1.250 13,1 1.200 12,6 1.200 12,6
PUCANGSAWIT 6.789 3.596 53,0 3.556 52,4 3.512 51,7 3.495 51,5 3.471 51,1
5 BANJARSARI 34.529 13.508 39,1 13.508 39,1 13.508 39,1 13.352 38,7 9.626 27,9
NUSUKAN 5.980 1.464 24,5 1.464 24,5 1.464 24,5 1.308 21,9 1.308 21,9
MANAHAN 4.054 3.438 84,8 3.438 84,8 3.438 84,8 3.438 84,8 3.337 82,3
GILINGAN 5.271 4.310 81,8 4.310 81,8 4.310 81,8 4.310 81,8 4.313 81,8
BANYUANYAR 6.067 391 6,4 391 6,4 391 6,4 391 6,4 391 6,4
SETABELAN 2.623 277 10,6 277 10,6 277 10,6 277 10,6 277 10,6
GAMBIRSARI 10.534 3.628 34,4 3.628 34,4 3.628 34,4 3.628 34,4 0 0,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 109.800 47.079 42,9 46.664 42,5 45.642 41,6 46.061 41,9 40.273 36,7

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 32

JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN TABLET FE1 DAN FE3 MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

JUMLAH FE1 (30 TABLET) FE3 (90 TABLET)


NO KECAMATAN PUSKESMAS
IBU HAMIL JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 LAWEYAN 1.905 1.909 100,21 1.863 97,80
PAJANG 995 995 100,00 969 97,39
PENUMPING 378 381 100,79 367 97,09
PURWOSARI 532 533 100,19 527 99,06
2 SERENGAN 981 970 98,88 977 99,59
JAYENGAN 593 593 100,00 589 99,33
KRATONAN 388 377 97,16 388 100,00
3 PASARKLIWON 1.626 1.648 101,35 1.597 98,22
GAJAHAN 523 523 100,00 514 98,28
SANGKRAH 1.103 1.125 101,99 1.083 98,19
4 JEBRES 2.519 2.485 98,65 2.496 99,09
PURWODININGRATAN 554 550 99,28 548 98,92
NGORESAN 478 478 100,00 478 100,00
SIBELA 796 769 96,61 797 100,13
PUCANGSAWIT 691 688 99,57 673 97,40
5 BANJARSARI 3.618 3.596 99,39 3.586 99,12
NUSUKAN 617 610 98,87 606 98,22
MANAHAN 541 543 100,37 529 97,78
GILINGAN 674 674 100,00 667 98,96
BANYUANYAR 643 635 98,76 662 102,95
SETABELAN 320 311 97,19 306 95,63
GAMBIRSARI 823 823 100,00 816 99,15

JUMLAH (KAB/KOTA) 10.649 10.608 99,61 10.519 98,78

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 33

JUMLAH DAN PERSENTASE PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN DAN KOMPLIKASI NEONATAL


MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

PERKIRAAN PENANGANAN PENANGANAN KOMPLIKASI NEONATAL


PERKIRAAN NEONATAL
BUMIL KOMPLIKASI JUMLAH LAHIR HIDUP
JUMLAH KOMPLIKASI L P L+P
NO KECAMATAN PUSKESMAS DENGAN KEBIDANAN
IBU HAMIL
KOMPLIKASI
KEBIDANAN
S % L P L+P L P L+P S % S % S %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

1 LAWEYAN 1.905 381 327 86 841 881 1.722 126 132 258 14 11 21 16 35 14
PAJANG 995 199 168 84 433 445 878 65 67 132 2 3 3 4 5 4
PENUMPING 378 76 75 99 167 193 360 25 29 54 7 28 12 41 19 35
PURWOSARI 532 106 84 79 241 243 484 36 36 73 5 14 6 16 11 15
2 SERENGAN 981 196 175 89 427 461 888 64 69 133 25 39 29 42 54 41
JAYENGAN 593 119 128 108 256 278 534 38 42 80 20 52 25 60 45 56
KRATONAN 388 78 47 61 171 183 354 26 27 53 5 19 4 15 9 17
3 PASARKLIWON 1.626 325 304 93 795 740 1.535 119 111 230 43 36 49 44 92 40
GAJAHAN 523 105 135 129 239 270 509 36 41 76 13 36 15 37 28 37
SANGKRAH 1.103 221 169 77 556 470 1.026 83 71 154 30 36 34 48 64 42
4 JEBRES 2.519 504 619 123 1.143 1.174 2.317 171 176 348 23 13 23 13 46 13
PURWODININGRATAN 554 111 86 78 252 252 504 38 38 76 7 19 4 11 11 15
NGORESAN 478 96 171 179 220 212 432 33 32 65 6 18 9 28 15 23
SIBELA 796 159 212 133 381 372 753 57 56 113 2 3 3 5 5 4
PUCANGSAWIT 691 138 150 109 290 338 628 44 51 94 8 18 7 14 15 16
5 BANJARSARI 3.618 724 573 79 1.659 1.690 3.349 249 254 502 31 12 19 7 50 10
NUSUKAN 617 123 103 83 273 290 563 41 44 84 2 5 1 2 3 4
MANAHAN 541 108 61 56 250 242 492 38 36 74 7 19 3 8 10 14
GILINGAN 674 135 72 53 306 307 613 46 46 92 8 17 5 11 13 14
BANYUANYAR 643 129 113 88 318 276 594 48 41 89 11 23 4 10 15 17
SETABELAN 320 64 27 42 138 164 302 21 25 45 3 14 4 16 7 15
GAMBIRSARI 823 165 197 120 374 411 785 56 62 118 0 0 2 3 2 2

JUMLAH (KAB/KOTA) 10.649 2.130 1.998 93,8 4.865 4.946 9.811 730 742 1.472 136 18,6 141 19,0 277 18,8

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 34

PROPORSI PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

PESERTA KB AKTIF
MKJP NON MKJP MKJP +
NO KECAMATAN PUSKESMAS % MKJP +
IM JUMLA KON OBAT LAIN JUMLA NON
IUD % MOP % MOW % % % % SUNTIK % PIL % % % % NON MKJP
PLAN H DOM VAGINA NYA H MKJP
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

1 LAWEYAN 1.579 18,8 20 0,2 312 3,7 172 2,0 2.083 24,8 851 10,1 4.291 51,0 1.191 14,2 0 0,0 0 0,0 6.333 75,2 8.416 100,0
PURWOSARI
2 SERENGAN 1.551 29,7 22 0,4 224 4,3 120 2,3 1.917 36,7 538 10,3 2.363 45,2 409 7,8 0 0,0 0 0,0 3.310 63,3 5.227 100,0
KRATONAN
3 PASARKLIWON 1.804 22,8 23 0,3 510 6,5 383 4,9 2.720 34,5 1.004 12,7 2.900 36,7 1.271 16,1 0 0,0 0 0,0 5.175 65,5 7.895 100,0
SANGKRAH
4 JEBRES 3.619 23,0 91 0,6 706 4,5 1.075 6,8 5.491 34,8 998 6,3 7.284 46,2 1.992 12,6 0 0,0 0 0,0 10.274 65,2 15.765 100,0
PUCANGSAWIT
5 BANJARSARI 2.791 15,2 77 0,4 676 3,7 919 5,0 4.463 24,3 1.469 8,0 9.679 52,8 2.733 14,9 0 0,0 0 0,0 13.881 75,7 18.344 100,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 11.344 20,4 233 0,4 2.428 4,4 2.669 4,8 16.674 30,0 4.860 8,7 26.517 47,7 7.596 13,7 0 0,0 0 0,0 38.973 70,0 55.647 100,0

Sumber: BAPERMAS PP, PA & KB Kota Surakarta


Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
TABEL 35

PROPORSI PESERTA KB BARU MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

PESERTA KB BARU
MKJP NON MKJP MKJP + % MKJP
NO KECAMATAN PUSKESMAS
OBAT LAIN NON + NON
IUD % MOP % MOW % IMPLAN % JUMLAH % KONDOM % SUNTIK % PIL % % % JUMLAH % MKJP MKJP
VAGINA NYA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

1 LAWEYAN 317 27,6 11 1,0 145 12,6 105 9,1 578 50,3 54 4,7 441 38,4 75 6,5 0 0,0 0 0,0 570 49,7 1.148 100,0
PURWOSARI
2 SERENGAN 62 10,1 0 0,0 0 0,0 34 5,5 96 15,6 26 4,2 438 71,2 55 8,9 0 0,0 0 0,0 519 84,4 615 100,0
KRATONAN
3 PASARKLIWON 163 13,2 0 0,0 84 6,8 79 6,4 326 26,4 60 4,9 708 57,3 141 11,4 0 0,0 0 0,0 909 73,6 1.235 100,0
SANGKRAH
4 JEBRES 777 30,7 1 0,0 129 5,1 344 13,6 1.251 49,3 98 3,9 1.013 40,0 173 6,8 0 0,0 0 0,0 1.284 50,7 2.535 100,0
PUCANGSAWIT
5 BANJARSARI 318 17,6 0 0,0 165 9,1 308 17,0 791 43,7 186 10,3 712 39,3 122 6,7 0 0,0 0 0,0 1.020 56,3 1.811 100,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 1.637 22,3 12 0,2 523 7,1 870 11,8 3.042 41,4 424 5,8 3.312 45,1 566 7,7 0 0,0 0 0,0 4.302 58,6 7.344 100,0

Sumber: BAPERMAS PP, PA & KB Kota Surakarta


Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
TABEL 36

JUMLAH PESERTA KB BARU DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

PESERTA KB BARU PESERTA KB AKTIF


NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH PUS
JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 LAWEYAN 11.291 1.148 10,2 8.527 75,5 8.416
PAJANG 5.625 256 4,6 4.258 75,7
PENUMPING 2.526 87 3,4 1.953 77,3
PURWOSARI 3.140 231 7,4 2.316 73,8
2 SERENGAN 6.362 615 9,7 5.225 82,1 5.227
JAYENGAN 3.371 475 14,1 2.807 83,3
KRATONAN 2.991 47 1,6 2.418 80,8
3 PASARKLIWON 10.580 1.235 11,7 8.771 82,9 7.895
GAJAHAN 3.963 147 3,7 3.457 87,2
SANGKRAH 6.617 419 6,3 5.314 80,3
4 JEBRES 18.847 2.535 13,5 15.854 84,1 15.765
PURWODININGRATAN 2.982 177 5,9 2.309 77,4
NGORESAN 3.902 560 14,4 3.144 80,6
SIBELA 7.526 379 5,0 6.016 79,9
PUCANGSAWIT 4.437 255 5,7 4.385 98,8
5 BANJARSARI 23.119 1.811 7,8 18.457 79,8 18.344
NUSUKAN 4.283 435 10,2 3.495 81,6
MANAHAN 2.229 92 4,1 1.722 77,3
GILINGAN 3.521 163 4,6 2.831 80,4
BANYUANYAR 3.861 162 4,2 3.008 77,9
SETABELAN 1.498 177 11,8 1.204 80,4
GAMBIRSARI 7.727 286 3,7 6.197 80,2

JUMLAH (KAB/KOTA) 70.199 11.692 16,7 56.834 81,0 55.647

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 37

BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

BAYI BARU LAHIR DITIMBANG BBLR


JUMLAH LAHIR HIDUP
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 LAWEYAN 841 881 1.722 841 100 881 100 1.722 100 11 1,31 12 1,36 23 1,34
PAJANG 433 445 878 433 100 445 100 878 100 2 0,46 3 0,67 5 0,57
PENUMPING 167 193 360 167 100 193 100 360 100 5 2,99 5 2,59 10 2,78
PURWOSARI 241 243 484 241 100 243 100 484 100 4 1,66 4 1,65 8 1,65
2 SERENGAN 427 461 888 427 100 461 100 888 100 12 2,81 9 1,95 21 2,36
JAYENGAN 256 278 534 256 100 278 100 534 100 8 3,13 7 2,52 15 2,81
KRATONAN 171 183 354 171 100 183 100 354 100 4 2,34 2 1,09 6 1,69
3 PASARKLIWON 795 740 1.535 795 100 740 100 1.535 100 44 5,53 41 5,54 85 5,54
GAJAHAN 239 270 509 239 100 270 100 509 100 10 4,18 12 4,44 22 4,32
SANGKRAH 556 470 1.026 556 100 470 100 1.026 100 34 6,12 29 6,17 63 6,14
4 JEBRES 1.143 1.174 2.317 1.143 100 1.174 100 2.317 100 21 1,84 20 1,70 41 1,77
PURWODININGRATAN 252 252 504 252 100 252 100 504 100 6 2,38 4 1,59 10 1,98
NGORESAN 220 212 432 220 100 212 100 432 100 6 2,73 9 4,25 15 3,47
SIBELA 381 372 753 381 100 372 100 753 100 6 1,57 3 0,81 9 1,20
PUCANGSAWIT 290 338 628 290 100 338 100 628 100 3 1,03 4 1,18 7 1,11
5 BANJARSARI 1.659 1.690 3.349 1.659 100 1.690 100 3.349 100 26 1,57 20 1,18 46 1,37
NUSUKAN 273 290 563 273 100 290 100 563 100 1 0,37 2 0,69 3 0,53
MANAHAN 250 242 492 250 100 242 100 492 100 7 2,80 3 1,24 10 2,03
GILINGAN 306 307 613 306 100 307 100 613 100 6 1,96 5 1,63 11 1,79
BANYUANYAR 318 276 594 318 100 276 100 594 100 9 2,83 4 1,45 13 2,19
SETABELAN 138 164 302 138 100 164 100 302 100 3 2,17 4 2,44 7 2,32
GAMBIRSARI 374 411 785 374 100 411 100 785 100 0 0,00 2 0,49 2 0,25

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.865 4.946 9.811 4.865 100 4.946 100 9.811 100 114 2,34 102 2,06 216 2,20

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 38

CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATAL MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

KUNJUNGAN NEONATAL 1 KALI (KN1) KUNJUNGAN NEONATAL 3 KALI (KN LENGKAP)


JUMLAH BAYI
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P L P L+P
L P L +P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 LAWEYAN 841 881 1.722 841 100,0 881 100,0 1.722 100,0 839 99,8 878 99,7 1.717 99,7
PAJANG 433 445 878 433 100,0 445 100,0 878 100,0 432 99,8 444 99,8 876 99,8
PENUMPING 167 193 360 167 100,0 193 100,0 360 100,0 166 99,4 191 99,0 357 99,2
PURWOSARI 241 243 484 241 100,0 243 100,0 484 100,0 241 100,0 243 100,0 484 100,0
2 SERENGAN 427 461 888 427 100,0 461 100,0 888 100,0 424 99,3 460 99,8 884 99,5
JAYENGAN 256 278 534 256 100,0 278 100,0 534 100,0 255 99,6 277 99,6 532 99,6
KRATONAN 171 183 354 171 100,0 183 100,0 354 100,0 169 98,8 183 100,0 352 99,4
3 PASARKLIWON 795 740 1.535 795 100,0 739 99,9 1.534 99,9 790 99,4 736 99,5 1.526 99,4
GAJAHAN 239 270 509 239 100,0 269 99,6 508 99,8 239 100,0 269 99,6 508 99,8
SANGKRAH 556 470 1.026 556 100,0 470 100,0 1.026 100,0 551 99,1 467 99,4 1.018 99,2
4 JEBRES 1.143 1.174 2.317 1.143 100,0 1.174 100,0 2.317 100,0 1.142 99,9 1.171 99,7 2.313 99,8
PURWODININGRATAN 252 252 504 252 100,0 252 100,0 504 100,0 252 100,0 251 99,6 503 99,8
NGORESAN 220 212 432 220 100,0 212 100,0 432 100,0 219 99,5 210 99,1 429 99,3
SIBELA 381 372 753 381 100,0 372 100,0 753 100,0 381 100,0 372 100,0 753 100,0
PUCANGSAWIT 290 338 628 290 100,0 338 100,0 628 100,0 290 100,0 338 100,0 628 100,0
5 BANJARSARI 1.659 1.690 3.349 1.658 99,9 1.689 99,9 3.347 99,9 1.656 99,8 1.668 98,7 3.324 99,3
NUSUKAN 273 290 563 273 100,0 290 100,0 563 100,0 272 99,6 270 93,1 542 96,3
MANAHAN 250 242 492 250 100,0 242 100,0 492 100,0 250 100,0 242 100,0 492 100,0
GILINGAN 306 307 613 305 99,7 306 99,7 611 99,7 305 99,7 306 99,7 611 99,7
BANYUANYAR 318 276 594 318 100,0 276 100,0 594 100,0 317 99,7 276 100,0 593 99,8
SETABELAN 138 164 302 138 100,0 164 100,0 302 100,0 138 100,0 164 100,0 302 100,0
GAMBIRSARI 374 411 785 374 100,0 411 100,0 785 100,0 374 100,0 410 99,8 784 99,9

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.865 4.946 9.811 4.864 100,0 4.944 100,0 9.808 100,0 4.851 99,7 4.913 99,3 9.764 99,5

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 39

JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF


JUMLAH BAYI USIA 0-6 BULAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS
L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 LAWEYAN 483 536 1.019 369 76,4 407 75,9 776 76,2
PAJANG 136 204 340 106 77,9 160 78,4 266 78,2
PENUMPING 90 100 190 65 72,2 70 70,0 135 71,1
PURWOSARI 257 232 489 198 77,0 177 76,3 375 76,7
2 SERENGAN 241 312 553 176 73,0 209 67,0 385 69,6
JAYENGAN 133 151 284 81 60,9 92 60,9 173 60,9
KRATONAN 108 161 269 95 88,0 117 72,7 212 78,8
3 PASARKLIWON 425 382 807 327 76,9 296 77,5 623 77,2
GAJAHAN 164 178 342 149 90,9 158 88,8 307 89,8
SANGKRAH 261 204 465 178 68,2 138 67,6 316 68,0
4 JEBRES 565 595 1.160 326 57,7 350 58,8 676 58,3
PURWODININGRATAN 108 111 219 62 57,4 69 62,2 131 59,8
NGORESAN 127 141 268 68 53,5 78 55,3 146 54,5
SIBELA 180 172 352 111 61,7 106 61,6 217 61,6
PUCANGSAWIT 150 171 321 85 56,7 97 56,7 182 56,7
5 BANJARSARI 873 891 1.764 544 62,3 587 65,9 1.131 64,1
NUSUKAN 145 163 308 95 65,5 115 70,6 210 68,2
MANAHAN 61 66 127 40 65,6 46 69,7 86 67,7
GILINGAN 138 107 245 78 56,5 65 60,7 143 58,4
BANYUANYAR 185 135 320 120 64,9 88 65,2 208 65,0
SETABELAN 111 133 244 75 67,6 93 69,9 168 68,9
GAMBIRSARI 233 287 520 136 58,4 180 62,7 316 60,8

JUMLAH (KAB/KOTA) 2.587 2.716 5.303 1.742 67,3 1.849 68,1 3.591 67,7

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 40

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

PELAYANAN KESEHATAN BAYI


JUMLAH BAYI
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 LAWEYAN 841 881 1.722 800 95,1 843 95,7 1.643 95,4
PAJANG 433 445 878 416 96,1 441 99,1 857 97,6
PENUMPING 167 193 360 150 89,8 165 85,5 315 87,5
PURWOSARI 241 243 484 234 97,1 237 97,5 471 97,3
2 SERENGAN 427 461 888 416 97,4 438 95,0 854 96,2
JAYENGAN 256 278 534 254 99,2 255 91,7 509 95,3
KRATONAN 171 183 354 162 94,7 183 100,0 345 97,5
3 PASARKLIWON 795 740 1.535 772 97,1 703 95,0 1.475 96,1
GAJAHAN 239 270 509 233 97,5 252 93,3 485 95,3
SANGKRAH 556 470 1.026 539 96,9 451 96,0 990 96,5
4 JEBRES 1.143 1.174 2.317 1.125 98,4 1.136 96,8 2.261 97,6
PURWODININGRATAN 252 252 504 252 100,0 247 98,0 499 99,0
NGORESAN 220 212 432 220 100,0 212 100,0 432 100,0
SIBELA 381 372 753 366 96,1 342 91,9 708 94,0
PUCANGSAWIT 290 338 628 287 99,0 335 99,1 622 99,0
5 BANJARSARI 1.659 1.690 3.349 1.587 95,7 1.634 96,7 3.221 96,2
NUSUKAN 273 290 563 273 100,0 290 100,0 563 100,0
MANAHAN 250 242 492 247 98,8 241 99,6 488 99,2
GILINGAN 306 307 613 306 100,0 305 99,3 611 99,7
BANYUANYAR 318 276 594 269 84,6 263 95,3 532 89,6
SETABELAN 138 164 302 124 89,9 150 91,5 274 90,7
GAMBIRSARI 374 411 785 368 98,4 385 93,7 753 95,9

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.865 4.946 9.811 4.700 96,6 4.754 96,1 9.454 96,4

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 41

CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

JUMLAH
NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA/KEL UCI % DESA/KEL UCI
DESA/KELURAHAN

1 2 3 4 5 6
1 LAWEYAN 11 11 100,0
PAJANG 4 4 100,0
PENUMPING 4 4 100,0
PURWOSARI 3 3 100,0
2 SERENGAN 7 7 100,0
JAYENGAN 4 4 100,0
KRATONAN 3 3 100,0
3 PASARKLIWON 9 9 100,0
GAJAHAN 6 6 100,0
SANGKRAH 3 3 100,0
4 JEBRES 11 11 100,0
PURWODININGRATAN 6 6 100,0
NGORESAN 1 1 100,0
SIBELA 1 1 100,0
PUCANGSAWIT 3 3 100,0
5 BANJARSARI 13 13 100,0
NUSUKAN 1 1 100,0
MANAHAN 2 2 100,0
GILINGAN 3 3 100,0
BANYUANYAR 2 2 100,0
SETABELAN 4 4 100,0
GAMBIRSARI 1 1 100,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 51 51 100,0

Sumber: Laporan Puskemas


TABEL 42
CAKUPAN IMUNISASI HEPATITIS B < 7 HARI DAN BCG PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

BAYI DIIMUNISASI
DO RATE (%)
JUMLAH LAHIR HIDUP Hb < 7 hari BCG CAMPAK
NO KECAMATAN PUSKESMAS
L P L+P L P L+P L P L+P
L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
1 LAWEYAN 816 881 1.697 794 97,3 840 95,3 1.634 96,3 811 99,4 852 96,7 1.663 98,0 823 101 829 94,1 1.652 97,3 -3,65 1,31 -1,10
PAJANG 408 445 853 408 100 440 98,9 848 99,4 431 106 443 100 874 102 429 105 437 98,2 866 102 -5,15 0,68 -2,12
PENUMPING 167 193 360 151 90,4 162 83,9 313 86,9 145 86,8 171 88,6 316 87,8 160 95,8 155 80,3 315 87,5 -5,96 4,32 -0,64
PURWOSARI 241 243 484 235 97,5 238 97,9 473 97,7 235 97,5 238 97,9 473 97,7 234 97,1 237 97,5 471 97,3 0,43 0,42 0,42
2 SERENGAN 427 461 888 419 98,1 451 97,8 870 98,0 421 98,6 449 97,4 870 98,0 422 98,8 427 92,6 849 95,6 -0,72 5,32 2,41
JAYENGAN 256 278 534 253 98,8 275 98,9 528 98,9 255 100 273 98,2 528 98,9 263 103 250 89,9 513 96,1 -3,95 9,09 2,84
KRATONAN 171 183 354 166 97,1 176 96,2 342 96,6 166 97,1 176 96,2 342 96,6 159 93,0 177 96,7 336 94,9 4,22 -0,57 1,75
3 PASARKLIWON 795 740 1.535 752 94,6 732 98,9 1.484 96,7 755 95,0 733 99,1 1.488 96,9 776 97,6 703 95,0 1.479 96,4 -3,19 3,96 0,34
GAJAHAN 239 270 509 235 98,3 266 98,5 501 98,4 238 100 267 98,9 505 99,2 243 102 242 89,6 485 95,3 -3,40 9,02 3,19
SANGKRAH 556 470 1.026 517 93,0 466 99,1 983 95,8 517 93,0 466 99,1 983 95,8 533 95,9 461 98,1 994 96,9 -3,09 1,07 -1,12
4 JEBRES 1.143 1.174 2.317 1.129 98,8 1.103 94,0 2.232 96,3 1.145 100 1.103 94,0 2.248 97,0 1.135 99,3 1.119 95,3 2.254 97,3 -0,53 -1,45 -0,99
PURWODININGRATAN 252 252 504 246 97,6 248 98,4 494 98,0 250 99,2 250 99,2 500 99,2 250 99,2 249 98,8 499 99,0 -1,63 -0,40 -1,01
NGORESAN 220 212 432 220 100 212 100 432 100 221 100 214 101 435 101 221 100 214 101 435 101 -0,45 -0,94 -0,69
SIBELA 381 372 753 376 98,7 320 86,0 696 92,4 379 99,5 320 86,0 699 92,8 364 95,5 329 88,4 693 92,0 3,19 -2,81 0,43
PUCANGSAWIT 290 338 628 287 99,0 323 95,6 610 97,1 295 102 319 94,4 614 97,8 300 103 327 96,7 627 100 -4,53 -1,24 -2,79
5 BANJARSARI 1.659 1.690 3.349 1.597 96,3 1.646 97,4 3.243 96,8 1.623 97,8 1.659 98,2 3.282 98,0 1.600 96,4 1.589 94,0 3.189 95,2 -0,19 3,46 1,67
NUSUKAN 273 290 563 270 98,9 286 98,6 556 98,8 271 99,3 287 99,0 558 99,1 271 99,3 284 97,9 555 98,6 -0,37 0,70 0,18
MANAHAN 250 242 492 246 98,4 238 98,3 484 98,4 258 103 246 102 504 102 250 100 238 98,3 488 99,2 -1,63 0,00 -0,83
GILINGAN 306 307 613 297 97,1 299 97,4 596 97,2 306 100,0 305 99,3 611 99,7 293 96 294 96 587 96 1,35 1,67 1,51
BANYUANYAR 318 276 594 289 90,9 262 94,9 551 92,8 289 90,9 262 94,9 551 92,8 293 92,1 239 86,6 532 89,6 -1,38 8,78 3,45
SETABELAN 138 164 302 136 98,6 164 100 300 99,3 136 98,6 164 100 300 99,3 124 89,9 150 91,5 274 90,7 8,82 8,54 8,67
GAMBIRSARI 374 411 785 359 96,0 397 96,6 756 96,3 363 97,1 395 96,1 758 96,6 369 98,7 384 93,4 753 95,9 -2,79 3,27 0,40

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.840 4.946 9.786 4.691 96,92 4.772 96,48 9.463 96,7 4.755 98,2 4.796 97,0 9.551 97,6 4.756 98 4.667 94,4 9.423 96,3 -1,39 2,20 0,42

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 43
CAKUPAN IMUNISASI DPT-HB/DPT-HB-Hib, POLIO, CAMPAK, DAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

BAYI DIIMUNISASI
JUMLAH BAYI
(SURVIVING INFANT)
DPT-HB3/DPT-HB-Hib3 POLIO 4a CAMPAK IMUN
NO KECAMATAN PUSKESMAS
L P L+P L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
1 LAWEYAN 841 881 1.722 764 90,8 782 88,8 1.546 89,8 811 96,4 841 95,5 1.652 95,9 823 97,86 829 94,10 1.652 97,35
PAJANG 433 445 878 385 88,9 376 84,5 761 86,7 434 100,2 432 97,1 866 98,6 429 99,08 437 98,20 866 101,52
PENUMPING 167 193 360 143 85,6 169 87,6 312 86,7 144 86,2 171 88,6 315 87,5 160 95,81 155 80,31 315 87,50
PURWOSARI 241 243 484 236 97,9 237 97,5 473 97,7 233 96,7 238 97,9 471 97,3 234 97,10 237 97,53 471 97,31
2 SERENGAN 427 461 888 443 103,7 410 88,9 853 96,1 443 103,7 414 89,8 857 96,5 422 98,83 427 92,62 849 95,61
JAYENGAN 256 278 534 272 106,3 242 87,1 514 96,3 271 105,9 243 87,4 514 96,3 263 102,73 250 89,93 513 96,07
KRATONAN 171 183 354 171 100,0 168 91,8 339 95,8 172 100,6 171 93,4 343 96,9 159 92,98 177 96,72 336 94,92
3 PASARKLIWON 795 740 1.535 754 94,8 716 96,8 1.470 95,8 751 94,5 717 96,9 1.468 95,6 776 97,61 703 95,00 1.479 96,35
GAJAHAN 239 270 509 224 93,7 250 92,6 474 93,1 224 93,7 250 92,6 474 93,1 243 101,67 242 89,63 485 95,28
SANGKRAH 556 470 1.026 530 95,3 466 99,1 996 97,1 527 94,8 467 99,4 994 96,9 533 95,86 461 98,09 994 96,88
4 JEBRES 1.143 1.174 2.317 1.154 101,0 1.126 95,9 2.280 98,4 1.146 100,3 1.113 94,8 2.259 97,5 1.135 99,30 1.119 95,32 2.254 97,28
PURWODININGRATAN 252 252 504 254 100,8 248 98,4 502 99,6 254 100,8 248 98,4 502 99,6 250 99,21 249 98,81 499 99,01
NGORESAN 220 212 432 221 100,5 214 100,9 435 100,7 221 100,5 214 100,9 435 100,7 221 100,45 214 100,94 435 100,69
SIBELA 381 372 753 379 99,5 316 84,9 695 92,3 373 97,9 325 87,4 698 92,7 364 95,54 329 88,44 693 92,03
PUCANGSAWIT 290 338 628 300 103,4 348 103,0 648 103,2 298 102,8 326 96,4 624 99,4 300 103,45 327 96,75 627 99,84
5 BANJARSARI 1.659 1.690 3.349 1.604 96,7 1.622 96,0 3.226 96,3 1.598 96,3 1.607 95,1 3.205 95,7 1.600 96,44 1.589 94,02 3.189 95,22
NUSUKAN 273 290 563 270 98,9 284 97,9 554 98,4 270 98,9 284 97,9 554 98,4 271 99,27 284 97,93 555 98,58
MANAHAN 250 242 492 249 99,6 238 98,3 487 99,0 250 100,0 238 98,3 488 99,2 250 100,00 238 98,35 488 99,19
GILINGAN 306 307 613 300 98,0 302 98,4 602 98,2 300 98,0 302 98,4 602 98,2 293 95,75 294 95,77 587 95,76
BANYUANYAR 318 276 594 305 95,9 253 91,7 558 93,9 304 95,6 248 89,9 552 92,9 293 92,14 239 86,59 532 89,56
SETABELAN 138 164 302 119 86,2 154 93,9 273 90,4 114 82,6 150 91,5 264 87,4 124 89,86 150 91,46 274 90,73
GAMBIRSARI 374 411 785 361 96,5 391 95,1 752 95,8 360 96,3 385 93,7 745 94,9 369 98,66 384 93,43 753 95,92

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.865 4.946 9.811 4.719 97,0 4.656 94,1 9.375 95,6 4.749 97,6 4.692 94,9 9.441 96,2 4.756 97,76 4.667 94,36 9.423 96,05

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan: a = khusus provinsi yang menerapkan 3 dosis polio maka diisi dengan polio 3
Sumber: .. (sebutkan)
TABEL 44

CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BAYI, ANAK BALITA, DAN IBU NIFAS MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

BAYI 6-11 BULAN ANAK BALITA (12-59 BULAN) BALITA (6-59 BULAN)
MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BAYI JUMLAH JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
L P L+P S % S % S % L P L+P S % S % S % L P L+P S % S % S %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
1 LAWEYAN 306 366 672 306 100 366 100 672 100 2.214 2.555 4.769 2.214 100 2.555 100 4.769 100 2.520 2.921 5.441 2.520 100 2.921 100 5.441 100
PAJANG 153 186 339 153 100 186 100 339 100 1.120 1.369 2.489 1.120 100 1.369 100 2.489 100 1.273 1.555 2.828 1.273 100 1.555 100 2.828 100
PENUMPING 61 85 146 61 100 85 100 146 100 450 535 985 450 100 535 100 985 100 511 620 1.131 511 100 620 100 1.131 100
PURWOSARI 92 95 187 92 100 95 100 187 100 644 651 1.295 644 100 651 100 1.295 100 736 746 1.482 736 100 746 100 1.482 100
2 SERENGAN 159 216 375 159 100 216 100 375 100 1.000 1.357 2.357 1.000 100 1.357 100 2.357 100 1.159 1.573 2.732 1.159 100 1.573 100 2.732 100
JAYENGAN 105 120 225 105 100 120 100 225 100 629 710 1.339 629 100 710 100 1.339 100 734 830 1.564 734 100 830 100 1.564 100
KRATONAN 54 96 150 54 100 96 100 150 100 371 647 1.018 371 100 647 100 1.018 100 425 743 1.168 425 100 743 100 1.168 100
3 PASARKLIWON 325 292 617 325 100 292 100 617 100 2.485 2.196 4.681 2.485 100 2.196 100 4.681 100 2.810 2.488 5.298 2.810 100 2.488 100 5.298 100
GAJAHAN 108 114 222 108 100 114 100 222 100 777 809 1.586 777 100 809 100 1.586 100 885 923 1.808 885 100 923 100 1.808 100
SANGKRAH 217 178 395 217 100 178 100 395 100 1.708 1.387 3.095 1.708 100 1.387 100 3.095 100 1.925 1.565 3.490 1.925 100 1.565 100 3.490 100
4 JEBRES 485 494 979 485 100 494 100 979 100 4.011 3.845 7.856 4.011 100 3.845 100 7.856 100 4.496 4.339 8.835 4.496 100 4.339 100 8.835 100
PURWODININGRATAN 75 74 149 75 100 74 100 149 100 630 632 1.262 630 100 632 100 1.262 100 705 706 1.411 705 100 706 100 1.411 100
NGORESAN 104 113 217 104 100 113 100 217 100 842 868 1.710 842 100 868 100 1.710 100 946 981 1.927 946 100 981 100 1.927 100
SIBELA 196 188 384 196 100 188 100 384 100 1.437 1.375 2.812 1.437 100 1.375 100 2.812 100 1.633 1.563 3.196 1.633 100 1.563 100 3.196 100
PUCANGSAWIT 110 119 229 110 100 119 100 229 100 1.102 970 2.072 1.102 100 970 100 2.072 100 1.212 1.089 2.301 1.212 100 1.089 100 2.301 100
5 BANJARSARI 645 739 1.384 645 100 739 100 1.384 100 4.704 4.874 9.578 4.704 100 4.874 100 9.578 100 5.349 5.613 10.962 5.349 100 5.613 100 10.962 100
NUSUKAN 112 141 253 112 100 141 100 253 100 829 868 1.697 829 100 868 100 1.697 100 941 1.009 1.950 941 100 1.009 100 1.950 100
MANAHAN 54 62 116 54 100 62 100 116 100 464 543 1.007 464 100 543 100 1.007 100 518 605 1.123 518 100 605 100 1.123 100
GILINGAN 97 94 191 97 100 94 100 191 100 689 644 1.333 689 100 644 100 1.333 100 786 738 1.524 786 100 738 100 1.524 100
BANYUANYAR 132 112 244 132 100 112 100 244 100 975 845 1.820 975 100 845 100 1.820 100 1.107 957 2.064 1.107 100 957 100 2.064 100
SETABELAN 53 60 113 53 100 60 100 113 100 331 367 698 331 100 367 100 698 100 384 427 811 384 100 427 100 811 100
GAMBIRSARI 197 270 467 197 100 270 100 467 100 1.416 1.607 3.023 1.416 100 1.607 100 3.023 100 1.613 1.877 3.490 1.613 100 1.877 100 3.490 100

JUMLAH (KAB/KOTA) 1.920 2.107 4.027 1.920 100 2.107 100 4.027 100 14.414 14.827 29.241 14.414 100 14.827 100 29.241 100 16.334 16.934 33.268 16.334 100 16.934 100 33.268 100

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 45

JUMLAH ANAK 0-23 BULAN DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

ANAK 0-23 BULAN (BADUTA)


JUMLAH BADUTA DITIMBANG BGM
NO KECAMATAN PUSKESMAS
DILAPORKAN (S) JUMLAH (D) % (D/S) L P L+P
L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 LAWEYAN 1.060 1.263 2.323 885 1.036 1.921 83,5 82,0 82,7 3 0,3 4 0,4 7 0,4
PAJANG 630 769 1.399 549 672 1.221 87,1 87 87,3 0 0,0 0 0,0 0 0,0
PENUMPING 240 296 536 190 212 402 79,2 72 75,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
PURWOSARI 190 198 388 146 152 298 76,8 77 76,8 3 2,1 4 2,6 7 2,3
2 SERENGAN 461 558 1.019 372 434 806 80,7 78 79,1 1 0,3 1 0,2 2 0,2
JAYENGAN 359 405 764 288 324 612 80,2 80 80,1 1 0,3 1 0,3 2 0,3
KRATONAN 102 153 255 84 110 194 82,4 72 76,1 0 0,0 0 0,0 0 0,0
3 PASARKLIWON 953 828 1.781 783 673 1.456 82,2 81 81,8 31 4,0 19 2,8 50 3,4
GAJAHAN 134 152 286 109 126 235 81,3 83 82,2 0 0,0 0 0,0 0 0,0
SANGKRAH 819 676 1.495 674 547 1.221 82,3 81 81,7 31 4,6 19 3,5 50 4,1
4 JEBRES 1.737 1.722 3.459 1.357 1.395 2.752 78,1 81 79,6 10 0,7 15 1,1 25 0,9
PURWODININGRATAN 252 257 509 208 213 421 82,5 83 82,7 3 1,4 5 2,3 8 1,9
NGORESAN 386 396 782 350 364 714 90,7 92 91,3 1 0,3 1 0,3 2 0,3
SIBELA 701 671 1.372 529 507 1.036 75,5 76 75,5 5 0,9 8 1,6 13 1,3
PUCANGSAWIT 398 398 796 270 311 581 67,8 78 73,0 1 0,4 1 0,3 2 0,3
5 BANJARSARI 2.405 2.548 4.953 1.960 2.078 4.038 81,5 82 81,5 65 3,3 74 3,6 139 3,4
NUSUKAN 650 706 1.356 540 590 1.130 83,1 84 83,3 13 2,4 16 2,7 29 2,6
MANAHAN 235 268 503 186 216 402 79,1 81 79,9 0 0,0 1 0,5 1 0,2
GILINGAN 345 326 671 268 255 523 77,7 78 77,9 35 13,1 30 11,8 65 12,4
BANYUANYAR 233 201 434 196 169 365 84,1 84 84,1 4 2,0 6 3,6 10 2,7
SETABELAN 196 226 422 149 176 325 76,0 78 77,0 5 3,4 4 2,3 9 2,8
GAMBIRSARI 746 821 1.567 621 672 1.293 83,2 82 82,5 8 1,3 17 2,5 25 1,9

JUMLAH (KAB/KOTA) 13.232 13.838 27.070 10.714 11.232 21.946 81,0 81 81,1 220 2,1 226 2,0 446 2,0

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 46

CAKUPAN PELAYANAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

ANAK BALITA (12-59 BULAN)


MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (MINIMAL 8 KALI)
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH
L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 LAWEYAN 2.070 2.193 4.263 1.553 75,0 1.612 73,5 3.165 74,2
PAJANG 1.079 1.174 2.253 847 78,5 867 73,9 1.714 76,1
PENUMPING 433 446 879 300 69,3 323 72,4 623 70,9
PURWOSARI 558 573 1.131 406 72,8 422 73,6 828 73,2
2 SERENGAN 923 1.330 2.253 772 83,6 876 65,9 1.648 73,1
JAYENGAN 583 629 1.212 496 85,1 416 66,1 912 75,2
KRATONAN 340 701 1.041 276 81,2 460 65,6 736 70,7
3 PASARKLIWON 1.636 2.433 4.069 1.207 73,8 1.310 53,8 2.517 61,9
GAJAHAN 712 719 1.431 607 85,3 622 86,5 1.229 85,9
SANGKRAH 924 1.714 2.638 600 64,9 688 40,1 1.288 48,8
4 JEBRES 3.413 3.313 6.726 2.364 69,3 2.512 75,8 4.876 72,5
PURWODININGRATAN 494 498 992 368 74,5 434 87,1 802 80,85
NGORESAN 797 826 1.623 690 86,6 757 91,6 1.447 89,2
SIBELA 1.392 1.306 2.698 869 62,4 646 49,5 1.515 56,2
PUCANGSAWIT 730 683 1.413 437 59,9 675 98,8 1.112 78,7
5 BANJARSARI 4.394 4.246 8.640 3.111 70,8 3.036 71,5 6.147 71,1
NUSUKAN 829 813 1.642 592 71,4 715 87,9 1.307 79,6
MANAHAN 357 348 705 211 59,1 261 75,0 472 67,0
GILINGAN 556 504 1.060 301 54,1 359 71,2 660 62,3
BANYUANYAR 889 769 1.658 527 59,3 427 55,5 954 57,5
SETABELAN 316 344 660 234 74,1 262 76,2 496 75,2
GAMBIRSARI 1.447 1.468 2.915 1.246 86,1 1.012 68,9 2.258 77,5

JUMLAH (KAB/KOTA) 12.436 13.515 25.951 9.007 72,4 9.346 69,2 18.353 70,7

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 47

JUMLAH BALITA DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

BALITA
JUMLAH BALITA DITIMBANG BGM
NO KECAMATAN PUSKESMAS
DILAPORKAN (S) JUMLAH (D) % (D/S) L P L+P
L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 LAWEYAN 2.911 3.074 5.985 2.353 2.502 4.855 80,8 81,4 81,1 37 1,6 41 1,6 78 1,6
PAJANG 1.512 1.619 3.131 1.263 1.308 2.571 83,5 81 82,1 4 0,3 6 0,5 10 0,4
PENUMPING 600 639 1.239 450 535 985 75,0 84 79,5 22 4,9 27 5,0 49 5,0
PURWOSARI 799 816 1.615 640 659 1.299 80,1 81 80,4 11 1,7 8 1,2 19 1,5
2 SERENGAN 1.350 1.791 3.141 1.188 1.312 2.500 88,0 73 79,6 43 3,6 41 3,1 84 3,4
JAYENGAN 839 907 1.746 750 665 1.415 89,4 73 81,0 29 3,9 27 4,1 56 4,0
KRATONAN 511 884 1.395 438 647 1.085 85,7 73 77,8 14 3,2 14 2,2 28 2,6
3 PASARKLIWON 2.431 3.173 5.604 1.979 2.278 4.257 81,4 72 76,0 84 4,2 87 3,8 171 4,0
GAJAHAN 951 989 1.940 840 874 1.714 88,3 88 88,4 21 2,5 28 3,2 49 2,9
SANGKRAH 1.480 2.184 3.664 1.139 1.404 2.543 77,0 64 69,4 63 5,5 59 4,2 122 4,8
4 JEBRES 4.536 4.487 9.023 3.489 3.602 7.091 76,9 80 78,6 34 1,0 36 1,0 70 1,0
PURWODININGRATAN 746 750 1.496 620 618 1.238 83,1 82 82,8 16 2,6 18 2,9 34 2,7
NGORESAN 1.017 1.038 2.055 910 919 1.829 89,5 89 89,0 3 0,3 4 0,4 7 0,4
SIBELA 1.753 1.678 3.431 1.235 1.182 2.417 70,5 70 70,4 11 0,9 8 0,7 19 0,8
PUCANGSAWIT 1.020 1.021 2.041 724 883 1.607 71,0 86 78,7 4 0,6 6 0,7 10 0,6
5 BANJARSARI 6.052 5.936 11.988 4.702 4.932 9.634 77,7 83 80,4 96 2,0 90 1,8 186 1,9
NUSUKAN 1.101 1.103 2.204 865 1.005 1.870 78,6 91 84,8 12 1,4 17 1,7 29 1,6
MANAHAN 607 590 1.197 458 502 960 75,5 85 80,2 6 1,3 6 1,2 12 1,3
GILINGAN 862 811 1.673 607 614 1.221 70,4 76 73,0 38 6,3 27 4,4 65 5,3
BANYUANYAR 1.207 1.045 2.252 796 690 1.486 65,9 66 66,0 20 2,5 19 2,8 39 2,6
SETABELAN 454 508 962 362 414 776 79,7 81 80,7 12 3,3 8 1,9 20 2,6
GAMBIRSARI 1.821 1.879 3.700 1.614 1.707 3.321 88,6 91 89,8 8 0,5 13 0,8 21 0,6

JUMLAH (KAB/KOTA) 17.280 18.461 35.741 13.711 14.626 28.337 79,3 79 79,3 294 2,1 295 2,0 589 2,1

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 47.A

STATUS GIZI BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

BALITA
JUMLAH BALITA GIZI BURUK GIZI KURANG GIZI BAIK GIZI LEBIH
NO KECAMATAN PUSKESMAS DILAPORKAN (S) JUMLAH (D) % (D/S) L P L+P L P L+P L P L+P
L P L+P L P L+P L P L+P % % % % % % % % %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 LAWEYAN 2.911 3.074 5.985 0 0 0 0 0 0 37 1,3 41 1,3 78 1,3 2.818 96,8 2.969 96,6 5.787 96,7 56 1,9 64 2,1 120 4,0
PAJANG 1.512 1.619 3.131 0 0 0 0 0 0 4 0,3 6 0,4 10 0,3 1.467 97,0 1.568 96,8 3.035 96,9 41 2,7 45 2,8 86 5,5
PENUMPING 600 639 1.239 0 0 0 0 0 0 22 3,7 27 4,2 49 4,0 569 94,8 603 94,4 1.172 94,6 9 1,5 9 1,4 18 3,0
PURWOSARI 799 816 1.615 0 0 0 0 0 0 11 1,4 8 1,0 19 1,2 782 97,9 798 97,8 1.580 97,8 6 0,8 10 1,2 16 2,0
2 SERENGAN 1.350 1.791 3.141 0 0 0 0 0 0 43 3,2 41 2,3 84 2,7 1.268 93,9 1.714 95,7 2.982 94,9 39 2,9 36 2,0 75 4,4
JAYENGAN 839 907 1.746 0 0 0 0 0 0 29 3,5 27 3,0 56 3,2 794 94,6 865 95,4 1.659 95,0 16 1,9 15 1,7 31 3,6
KRATONAN 511 884 1.395 0 0 0 0 0 0 14 2,7 14 1,6 28 2,0 474 92,8 849 96,0 1.323 94,8 23 4,5 21 2,4 44 5,2
3 PASARKLIWON 2.431 3.173 5.604 0 0 0 0 0 0 84 3,5 87 2,7 171 3,1 2.311 95,1 3.047 96,0 5.358 95,6 36 1,5 39 1,2 75 2,5
GAJAHAN 951 989 1.940 0 0 0 0 0 0 21 2,2 28 2,8 49 2,5 918 96,5 950 96,1 1.868 96,3 12 1,3 11 1,1 23 2,4
SANGKRAH 1.480 2.184 3.664 0 0 0 0 0 0 63 4,3 59 2,7 122 3,3 1.393 94,1 2.097 96,0 3.490 95,3 24 1,6 28 1,3 52 2,5
4 JEBRES 4.536 4.487 9.023 0 0 0 0 0 0 153 3,4 168 3,7 321 3,6 4.310 95,0 4.245 94,6 8.555 94,8 73 1,6 74 1,6 147 3,5
PURWODININGRATAN 746 750 1.496 0 0 0 0 0 0 22 2,9 25 3,3 47 3,1 711 95,3 717 95,6 1.428 95,5 13 1,7 8 1,1 21 2,9
NGORESAN 1.017 1.038 2.055 0 0 0 0 0 0 35 3,4 33 3,2 68 3,3 971 95,5 993 95,7 1.964 95,6 11 1,1 12 1,2 23 2,3
SIBELA 1.753 1.678 3.431 0 0 0 0 0 0 55 3,1 65 3,9 120 3,5 1.676 95,6 1.588 94,6 3.264 95,1 22 1,3 25 1,5 47 3,0
PUCANGSAWIT 1.020 1.021 2.041 0 0 0 0 0 0 41 4,0 45 4,4 86 4,2 952 93,3 947 92,8 1.899 93,0 27 2,6 29 2,8 56 5,9
5 BANJARSARI 6.052 5.936 11.988 0 0 0 0 0 0 135 2,2 134 2,3 269 2,2 5.808 96,0 5.682 95,7 11.490 95,8 109 1,8 120 2,0 229 4,0
NUSUKAN 1.101 1.103 2.204 0 0 0 0 0 0 37 3,4 49 4,4 86 3,9 1.045 94,9 1.033 93,7 2.078 94,3 19 1,7 21 1,9 40 3,9
MANAHAN 607 590 1.197 0 0 0 0 0 0 16 2,6 14 2,4 30 2,5 567 93,4 545 92,4 1.112 92,9 24 4,0 31 5,3 55 10,1
GILINGAN 862 811 1.673 0 0 0 0 0 0 38 4,4 27 3,3 65 3,9 797 92,5 755 93,1 1.552 92,8 27 3,1 29 3,6 56 7,4
BANYUANYAR 1.207 1.045 2.252 0 0 0 0 0 0 20 1,7 19 1,8 39 1,7 1.173 97,2 1.015 97,1 2.188 97,2 14 1,2 11 1,1 25 2,5
SETABELAN 454 508 962 0 0 0 0 0 0 16 3,5 12 2,4 28 2,9 430 94,7 490 96,5 920 95,6 8 1,8 6 1,2 14 2,9
GAMBIRSARI 1.821 1.879 3.700 0 0 0 0 0 0 8 0,4 13 0,7 21 0,6 1.796 98,6 1.844 98,1 3.640 98,4 17 0,9 22 1,2 39 2,1

JUMLAH (KAB/KOTA) 17.280 18.461 35.741 0 0 0 0 0 0 452 2,6 471 2,6 923 2,6 16.515 95,6 17.657 95,6 34.172 95,6 313 1,8 333 1,8 646 3,7

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 48

CAKUPAN KASUS BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPAT PERAWATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

KASUS BALITA GIZI BURUK


MENDAPAT PERAWATAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH DITEMUKAN
L P L+P
L P L+P S % S % S %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 LAWEYAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0


PAJANG 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
PENUMPING 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
PURWOSARI 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
2 SERENGAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
JAYENGAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
KRATONAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
GAJAHAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
SANGKRAH 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
4 JEBRES 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
NGORESAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
SIBELA 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
5 BANJARSARI 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
NUSUKAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
MANAHAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
GILINGAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
BANYUANYAR 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
SETABELAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 49

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) SISWA SD & SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

MURID KELAS 1 SD DAN SETINGKAT SD DAN SETINGKAT


MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) MENDAPAT
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH PELAYANAN
L P L+P JUMLAH %
KESEHATAN
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % (PENJARINGAN)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1 LAWEYAN 1.364 1.205 2.569 1.364 100,0 1.205 100,0 2.569 100,0 59 59 100
PAJANG 573 489 1.062 573 100,0 489 100,0 1.062 100,0 26 26 100
PENUMPING 457 401 858 457 100,0 401 100,0 858 100,0 15 15 100
PURWOSARI 334 315 649 334 100,0 315 100,0 649 100,0 18 18 100
2 SERENGAN 533 552 1.085 533 100,0 552 100,0 1.085 100,0 32 32 100
JAYENGAN 219 192 411 219 100,0 192 100,0 411 100,0 15 15 100
KRATONAN 314 360 674 314 100,0 360 100,0 674 100,0 17 17 100
3 PASARKLIWON 963 882 1.845 963 100,0 882 100,0 1.845 100,0 49 49 100
GAJAHAN 521 454 975 521 100,0 454 100,0 975 100,0 20 20 100
SANGKRAH 442 428 870 442 100,0 428 100,0 870 100,0 29 29 100
4 JEBRES 943 904 1.847 943 100,0 904 100,0 1.847 100,0 56 56 100
PURWODININGRATAN 143 153 296 143 100,0 153 100,0 296 100,0 12 12 100
NGORESAN 198 192 390 198 100,0 192 100,0 390 100,0 12 12 100
SIBELA 339 297 636 339 100,0 297 100,0 636 100,0 15 15 100
PUCANGSAWIT 263 262 525 263 100,0 262 100,0 525 100,0 17 17 100
5 BANJARSARI 1.835 1.868 3.703 1.835 100,0 1.868 100,0 3.703 100,0 86 86 100
NUSUKAN 245 322 567 245 100,0 322 100,0 567 100,0 17 17 100
MANAHAN 323 341 664 323 100,0 341 100,0 664 100,0 10 10 100
GILINGAN 298 314 612 298 100,0 314 100,0 612 100,0 17 17 100
BANYUANYAR 374 322 696 374 100,0 322 100,0 696 100,0 14 14 100
SETABELAN 196 201 397 196 100,0 201 100,0 397 100,0 10 10 100
GAMBIRSARI 399 368 767 399 100,0 368 100,0 767 100,0 18 18 100

JUMLAH (KAB/KOTA) 5.638 5.411 11.049 5.638 100,0 5.411 100,0 11.049 100,0 282 282 100
CAKUPAN PENJARINGAN KESEHATAN SISWA SD & SETINGKAT 100,0 100,0 100,0 100

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 50

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT


NO KECAMATAN PUSKESMAS TUMPATAN GIGI PENCABUTAN GIGI RASIO TUMPATAN/
TETAP TETAP PENCABUTAN
1 2 3 4 5 6
1 LAWEYAN 1.532 1.752 0,87
PAJANG 997 1.217 0,82
PENUMPING 230 387 0,59
PURWOSARI 305 148 2,06
2 SERENGAN 709 245 2,89
JAYENGAN 401 166 2,42
KRATONAN 308 79 3,90
3 PASARKLIWON 1.247 493 2,53
GAJAHAN 624 143 4,36
SANGKRAH 623 350 1,78
4 JEBRES 364 360 1,01
PURWODININGRATAN 103 135 0,76
NGORESAN 50 65 0,77
SIBELA 60 64 0,94
PUCANGSAWIT 151 96 1,57
5 BANJARSARI 1.819 1.269 1,43
NUSUKAN 140 174 0,80
MANAHAN 817 147 5,56
GILINGAN 104 161 0,65
BANYUANYAR 275 341 0,81
SETABELAN 95 305 0,31
GAMBIRSARI 388 141 2,75

JUMLAH (KAB/ KOTA) 11.342 8.238 1,38

Sumber: Laporan Puskemas


TABEL 51

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

UPAYA KESEHATAN GIGI SEKOLAH

JUMLAH JUMLAH JUMLAH MURID SD/MI MURID SD/MI DIPERIKSA PERLU PERAWATAN MENDAPAT PERAWATAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH SD/MI DGN SD/MI
% %
SD/MI SIKAT GIGI MENDAPAT
MASSAL YAN. GIGI L P L+P L % P % L+P % L P L+P L % P % L+P %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
1 LAWEYAN 59 0 0,0 59 100,0 7.779 7.203 14.982 4.234 54,4 3.986 55,3 8.220 54,9 312 254 566 67 21,5 64 25,2 131 23,1
PAJANG 26 0 0,0 26 100,0 3.445 3.270 6.715 3.445 100,0 3.270 100,0 6.715 100,0 172 153 325 22 12,8 29 19,0 51 15,7
PENUMPING 15 0 0,0 15 100,0 2.331 2.045 4.376 455 19,5 401 19,6 856 19,6 105 71 176 15 14,3 10 14,1 25 14,2
PURWOSARI 18 0 0,0 18 100,0 2.003 1.888 3.891 334 16,7 315 16,7 649 16,7 35 30 65 30 85,7 25 83,3 55 84,6
2 SERENGAN 32 0 0,0 32 100,0 3.041 3.132 6.173 417 13,7 511 16,3 928 15,0 108 126 234 67 62,0 91 72,2 158 67,5
JAYENGAN 15 0 0,0 15 100,0 1.314 1.152 2.466 103 7,8 151 13,1 254 10,3 40 63 103 40 100,0 63 100,0 103 100,0
KRATONAN 17 0 0,0 17 100,0 1.727 1.980 3.707 314 18,2 360 18,2 674 18,2 68 63 131 27 39,7 28 44,4 55 42,0
3 PASARKLIWON 49 0 0,0 49 100,0 5.739 5.427 11.166 963 16,8 882 16,3 1.845 16,5 103 92 195 61 59,2 61 66,3 132 67,7
GAJAHAN 20 0 0,0 20 100,0 3.087 2.859 5.946 521 16,9 454 15,9 975 16,4 22 20 42 22 100,0 20 100,0 42 100,0
SANGKRAH 29 0 0,0 29 100,0 2.652 2.568 5.220 442 16,7 428 16,7 870 16,7 81 72 153 39 48,1 41 56,9 90 58,8
4 JEBRES 56 24 42,9 56 100,0 5.491 5.107 10.598 1.118 20,4 903 17,7 2.021 19,1 326 330 656 222 68,1 233 70,6 455 69,4
PURWODININGRATAN 12 12 100,0 12 100,0 967 886 1.853 137 14,2 159 17,9 296 16,0 62 53 115 3 4,8 7 13,2 10 8,7
NGORESAN 12 12 100,0 12 100,0 1.197 1.124 2.321 410 34,3 203 18,1 613 26,4 70 67 137 70 100,0 67 100,0 137 100,0
SIBELA 15 0 0,0 15 100,0 1.933 1.708 3.641 322 16,7 276 16,2 598 16,4 80 89 169 35 43,8 38 42,7 73 43,2
PUCANGSAWIT 17 0 0,0 17 100,0 1.394 1.389 2.783 249 17,9 265 19,1 514 18,5 114 121 235 114 100,0 121 100,0 235 100,0
5 BANJARSARI 86 6 7,0 86 100,0 10.212 10.118 20.330 1.931 18,9 2.014 19,9 3.825 18,8 529 416 945 204 38,6 179 43,0 383 40,5
NUSUKAN 17 0 0,0 17 100,0 1.274 1.674 2.948 248 19,5 321 19,2 622 21,1 148 117 265 28 18,9 25 21,4 53 20,0
MANAHAN 10 0 0,0 10 100,0 1.583 1.671 3.254 323 20,4 341 20,4 664 20,4 71 65 136 29 40,8 35 53,8 64 47,1
GILINGAN 17 0 0,0 17 100,0 1.902 1.852 3.754 298 15,7 314 17,0 612 16,3 32 25 57 32 100,0 25 100,0 57 100,0
BANYUANYAR 14 1 7,1 14 100,0 2.024 1.751 3.775 355 17,5 341 19,5 523 13,9 178 116 294 91 51,1 71 61,2 162 55,1
SETABELAN 10 0 0,0 10 100,0 1.195 1.108 2.303 308 25,8 329 29,7 637 27,7 58 53 111 4 6,9 3 5,7 7 6,3
GAMBIRSARI 18 5 27,8 18 100,0 2.234 2.062 4.296 399 17,9 368 17,8 767 17,9 42 40 82 20 47,6 20 50,0 40 48,8

JUMLAH (KAB/ KOTA) 282 30 10,6 282 100,0 32.262 30.987 63.249 8.663 26,9 8.296 26,8 16.839 26,6 1.378 1.218 2.596 621 45,1 628 51,6 1.259 48,5

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 52

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

USILA (60TAHUN+)
NO KECAMATAN PUSKESMAS
JUMLAH MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN
L P L+P L % P % L+P %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 LAWEYAN 3.377 4.478 7.855 2.119 62,75 3.051 68,13 5.170 65,82
PAJANG 1.665 2.173 3.838 1.162 69,79 1.780 81,91 2.942 76,65
PENUMPING 764 1.041 1.805 567 74,21 850 81,65 1.417 78,50
PURWOSARI 948 1.264 2.212 390 41,14 421 33,31 811 36,66
2 SERENGAN 1.704 2.283 3.987 901 52,88 1.481 64,87 2.382 59,74
JAYENGAN 957 1.284 2.241 412 43,05 503 39,17 915 40,83
KRATONAN 747 999 1.746 489 65,46 978 97,90 1.467 84,02
3 PASARKLIWON 2.963 3.803 6.766 1.520 51,30 2.442 64,21 3.962 58,56
GAJAHAN 1.026 1.343 2.369 358 34,89 966 71,93 1.324 55,89
SANGKRAH 1.937 2.460 4.397 1.162 59,99 1.476 60,00 2.638 60,00
4 JEBRES 5.393 7.211 12.604 2.731 50,64 4.777 66,25 7.508 59,57
PURWODININGRATAN 894 1.237 2.131 596 66,67 1.106 89,41 1.702 79,87
NGORESAN 1.496 2.121 3.617 741 49,53 1.761 83,03 2.502 69,17
SIBELA 1.746 2.250 3.996 975 55,84 1.261 56,04 2.236 55,96
PUCANGSAWIT 1.257 1.603 2.860 419 33,33 649 40,49 1.068 37,34
5 BANJARSARI 6.197 8.154 14.351 3.584 57,83 5.173 63,44 8.757 61,02
NUSUKAN 1.097 1.412 2.509 591 53,87 880 62,32 1.471 58,63
MANAHAN 696 957 1.653 230 33,05 307 32,08 537 32,49
GILINGAN 928 1.245 2.173 686 73,92 903 72,53 1.589 73,12
BANYUANYAR 1.118 1.433 2.551 746 66,73 990 69,09 1.736 68,05
SETABELAN 440 619 1.059 273 62,05 506 81,74 779 73,56
GAMBIRSARI 1.918 2.488 4.406 1.058 55,16 1.587 63,79 2.645 60,03

JUMLAH (KAB/KOTA) 19.634 25.929 45.563 10.855 55,29 16.924 65,27 27.779 60,97

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 53

CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN MENURUT JENIS JAMINAN DAN JENIS KELAMIN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

PESERTA JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN


NO JENIS JAMINAN KESEHATAN JUMLAH %
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8

1 Jaminan Kesehatan Nasional 124.935 128.521 253.456 50,58 49,27 49,91

1.1 Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN 79.113 80.937 160.050 32,03 31,03 31,52

1.2 PBI APBD 0 0 0 0 0 0

1.3 Pekerja penerima upah (PPU) 15.736 15.385 31.121 6,37 5,90 6,13
Pekerja bukan penerima upah
1.4 15.484 16.441 31.925 6,27 6,30 6,29
(PBPU)/mandiri
1.5 Bukan pekerja (BP) 14.602 15.758 30.360 5,91 6,04 5,98

2 Jamkesda (PKMS) 118.661 126.142 244.803 48,04 48,36 48,21

3 Asuransi Swasta 0 0 0 0,00 0,00 0,00

4 Asuransi Perusahaan 0 0 0 0,00 0,00 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 243.596 254.663 498.259 98,63 97,63 98,12

Sumber: BPJS Kesehatan, UPTD PKMS


TABEL 54

JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN , RAWAT INAP, DAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

JUMLAH KUNJUNGAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA


NO SARANA PELAYANAN KESEHATAN RAWAT JALAN RAWAT INAP JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1 Puskesmas Pajang 28.211 29.315 57.526 4 29 33 174 198 372


2 Puskesmas Penumping 11.976 21.291 33.267 0 0 0 76 194 270
3 Puskesmas Purwosari 16.268 24.404 40.672 0 0 0 72 91 163
4 Puskesmas Jayengan 17.104 24.995 42.099 0 0 0 96 132 228
5 Puskesmas Kratonan 13.816 26.344 40.160 0 0 0 14 161 175
6 Puskesmas Gajahan 16.156 37.110 53.266 107 220 327 77 95 172
7 Puskesmas Sangkrah 29.541 35.756 65.297 0 0 0 153 109 262
8 Puskesmas Purwodiningratan 12.859 23.163 36.022 0 0 0 116 139 255
9 Puskesmas Ngoresan 12.474 25.036 37.510 0 0 0 373 790 1.163
10 Puskesmas Sibela 18.639 33.383 52.022 305 458 763 274 412 686
11 Puskesmas Pucangsawit 11.613 24.220 35.833 0 0 0 50 81 131
12 Puskesmas Nusukan 24.970 26.977 51.947 0 0 0 122 141 263
13 Puskesmas Manahan 14.433 19.243 33.676 0 0 0 167 250 417
14 Puskesmas Gilingan 12.313 23.725 36.038 0 0 0 99 174 273
15 Puskesmas Banyuanyar 13.710 24.127 37.837 62 110 172 182 76 258
16 Puskesmas Setabelan 13.579 25.383 38.962 0 0 0 550 540 1.090
17 Puskesmas Gambirsari 17.282 21.613 38.895 0 0 0 98 95 193

SUB JUMLAH I 284.944 446.085 731.029 478 817 1.295 2.693 3.678 6.371
1 RSUD Dr. Moewardi 136.921 136.085 273.006 20.773 24.187 44.960 1.557 1.803 3.360
2 RS Slamet Riyadi 7.500 6.387 13.887 795 1.133 1.928 76 22 98
3 RS Dr Oen Surakarta 56.022 82.029 138.051 6.114 7.682 13.796 149 168 317
4 RS Brayat Minulyo 0 0 0
5 RS Panti Waluyo 14.465 19.335 33.800 3.319 4.317 7.636 6 12 18
6 RS Kasih Ibu 27.070 106.162 133.232 6.152 7.790 13.942 228 184 412
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 40.543 67.810 108.353 6.930 10.503 17.433 91 143 234
8 RSUI Kustati 0 0 0
9 RS Tri Harsi 3.620 5.490 9.110 249 505 754 0 0 0
10 RSUD Kota Surakarta 17.621 27.440 45.061 2.538 4.458 6.996 29 28 57
11 RS Hermina 0 0 0
12 RSJD Surakarta 35.787 25.359 61.146 1.895 1.142 3.037 0
13 RSJ Puri Waluyo 0 0 0
14 RS Mata Solo 10.751 12.589 23.340 99 58 157 0 0 0

SUB JUMLAH II 350.300 488.686 838.986 48.864 61.775 110.639 2.136 2.360 4.496
1 Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 0 0 0
2 Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 0 0 0
3 Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 0 0 0
4 Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 0 0 0
0 0 0
SUB JUMLAH III 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 635.244 934.771 1.570.015 49.342 62.592 111.934 4.829 6.038 10.867
JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA 246.982 260.843 507.825 246.982 260.843 507.825
CAKUPAN KUNJUNGAN (%) 257,2 358,4 309,2 20,0 24,0 22,0

Sumber: Laporan Puskesmas dan Rumah Sakit


Catatan: Puskesmas non rawat inap hanya melayani kunjungan rawat jalan
TABEL 55

ANGKA KEMATIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

PASIEN KELUAR PASIEN KELUAR MATI


JUMLAH PASIEN KELUAR MATI GDR NDR
NO NAMA RUMAH SAKITa (HIDUP + MATI) 48 JAM DIRAWAT
TEMPAT TIDUR
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 RSUD Dr. Moewardi 808 20.773 24.187 44.960 1.646 1.402 3.048 981 886 1.867 79,2 58,0 67,8 47,2 36,6 41,5
2 RS Slamet Riyadi 54 1.160 1.219 2.379 2 3 5 2 3 5 1,7 2,5 2,1 1,7 2,5 2,1
3 RS Dr Oen Surakarta 182 6.125 7.690 13.815 241 174 415 122 84 206 39,3 22,6 30,0 19,9 10,9 14,9
4 RS Brayat Minulyo 109 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
5 RS Panti Waluyo 150 4.497 4.559 9.056 168 171 339 86 58 144 37,4 37,5 37,4 19,1 12,7 15,9
6 RS Kasih Ibu 200 5.763 7.685 13.448 137 191 328 75 99 174 23,8 24,9 24,4 13,0 12,9 12,9
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 215 8.288 12.562 20.850 183 206 389 101 93 194 22,1 16,4 18,7 12,2 7,4 9,3
8 RSUI Kustati 199 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
9 RS Tri Harsi 50 247 504 751 - - - - - - - - - - - -
10 RSUD Kota Surakarta 99 2.365 4.556 6.921 41 38 79 15 11 26 17,3 8,3 11,4 6,3 2,4 3,8
11 RS Hermina - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
12 RSJD Surakarta 340 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
13 RSJ Puri Waluyo - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
14 RS Mata Solo 20 88 70 158 - - - - - - - - - - - -

KABUPATEN/KOTA 2.426 49.306 63.032 112.338 2.418 2.185 4.603 1.382 1.234 2.616 4,9 3,5 4,1 2,8 2,0 2,3

Sumber: Laporan Rumah Sakit


Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta
TABEL 56

INDIKATOR KINERJA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

JUMLAH PASIEN KELUAR JUMLAH HARI JUMLAH LAMA


NO NAMA RUMAH SAKITa BOR (%) BTO (KALI) TOI (HARI) ALOS (HARI)
TEMPAT TIDUR (HIDUP + MATI) PERAWATAN DIRAWAT

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 RSUD Dr. Moewardi 808 44.960 227.714 167.627 77,2 55,64 1,49 3,7
2 RS Slamet Riyadi 54 2.379 10.377 10.461 52,6 44,06 3,9 4,4
3 RS Dr Oen Surakarta 182 13.815 51.611 51.794 77,7 75,91 1,1 3,7
4 RS Brayat Minulyo 109 - 0,0 0,00 #DIV/0! #DIV/0!
5 RS Panti Waluyo 150 9.056 45.347 3.631 82,8 60,37 1,0 0,4
6 RS Kasih Ibu 200 13.448 46.822 4.213 64,1 67,24 1,946609161 0,3
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 215 20.850 57.411 69.059 73,2 96,98 1,0 3,3
8 RSUI Kustati 199 - 0,0 0,00 #DIV/0! #DIV/0!
9 RS Tri Harsi 50 751 2.181 2.204 12,0 15,02 21,40 2,9
10 RSUD Kota Surakarta 99 6.921 19.475 19.475 53,9 69,91 2,4 2,8
11 RS Hermina 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
12 RSJD Surakarta 340 - 0,0 0,00 #DIV/0! #DIV/0!
13 RSJ Puri Waluyo 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
14 RS Mata Solo 20 158 288 312 3,9 7,90 44,4 2,0

KABUPATEN/KOTA 2426 112338 461.226 328.776 52,1 46,31 3,8 2,9

Sumber: Laporan Rumah Sakit


Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta
TABEL 57

PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (BER-PHBS) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

RUMAH TANGGA
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH JUMLAH
JUMLAH % DIPANTAU % BER- PHBS
DIPANTAU BER- PHBS
1 2 3 4 5 6 7 8
1 LAWEYAN 24.709 17.435 70,6 16.634 95,4
PAJANG 10.305 7.267 70,5 6.700 92,2
PENUMPING 3.958 4.157 105,0 4.002 96,3
PURWOSARI 10.446 6.011 57,5 5.932 98,7
2 SERENGAN 17.131 9.759 57,0 8.720 89,4
JAYENGAN 8.915 5.180 58,1 5.015 96,8
KRATONAN 8.216 4.579 55,7 3.705 80,9
3 PASARKLIWON 20.468 11.960 58,4 11.588 96,9
GAJAHAN 6.956 2.450 35,2 2.402 98,0
SANGKRAH 13.512 9.510 70,4 9.186 96,6
4 JEBRES 46.435 13.567 29,2 13.058 96,2
PURWODININGRATAN 7.107 3.698 52,0 3.461 93,6
NGORESAN 6.337 7.434 117,3 7.255 97,6
SIBELA 24.737 1.655 6,7 1.628 98,4
PUCANGSAWIT 8.254 780 9,4 714 91,5
5 BANJARSARI 86.218 29.574 34,3 25.143 85,0
NUSUKAN 19.302 5.398 28,0 4.499 83,3
MANAHAN 5.573 2.226 39,9 2.046 91,9
GILINGAN 6.977 5.844 83,8 5.742 98,3
BANYUANYAR 4.826 2.530 52,4 2.499 98,8
SETABELAN 9.024 2.558 28,3 2.550 99,7
GAMBIRSARI 40.516 11.018 27,2 7.807 70,9

JUMLAH (KAB/KOTA) 194.961 82.295 42,2 75.143 91,3

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 58

PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

2013 2014

JUMLAH JUMLAH
RUMAH MEMENUHI RUMAH DIBINA MEMENUHI RUMAH MEMENUHI SYARAT
NO KECAMATAN PUSKESMAS SELURUH RUMAH YANG RUMAH DIBINA
SYARAT (RUMAH SEHAT) SYARAT (RUMAH SEHAT)
RUMAH BELUM
MEMENUHI
JUMLAH % SYARAT JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

1 LAWEYAN 16.965 11.469 67,60 5.496 2.895 52,67 2.504 86,49 13.973 82,36
PAJANG 7.267 4.645 63,92 2.622 893 34,06 833 93,28 5.478 75,38
PENUMPING 4.987 3.085 61,86 1.902 1.902 100,00 1.671 87,85 4.756 95,37
PURWOSARI 4.711 3.739 79,37 972 100 10,29 0 0,00 3.739 79,37
2 SERENGAN 10.336 7.163 69,30 3.173 1.305 41,13 1.068 81,84 8.231 79,63
JAYENGAN 5.488 3.887 70,83 1.601 1.034 64,58 875 84,62 4.762 86,77
KRATONAN 4.848 3.276 67,57 1.572 271 17,24 193 71,22 3.469 71,56
3 PASARKLIWON 11.349 4.310 37,98 7.039 5.792 82,28 1.474 25,45 5.784 50,96
GAJAHAN 4.755 2.147 45,15 2.608 1.832 70,25 796 43,45 2.943 61,89
SANGKRAH 6.594 2.163 32,80 4.431 3.960 89,37 678 17,12 2.841 43,08
4 JEBRES 29.417 17.387 59,11 12.030 2.996 24,90 2.078 69,36 19.465 66,17
PURWODININGRATAN 5.944 4.514 75,94 1.430 130 9,09 0 0,00 4.514 75,94
NGORESAN 6.702 3.888 58,01 2.814 620 22,03 454 73,23 4.342 64,79
SIBELA 9.393 5.608 59,70 3.785 1.245 32,89 934 75,02 6.542 69,65
PUCANGSAWIT 7.378 3.377 45,77 4.001 1.001 25,02 690 68,93 4.067 55,12
5 BANJARSARI 35.910 24.102 67,12 11.808 4.192 35,50 3.013 71,88 27.115 75,51
NUSUKAN 7.200 4.845 67,29 2.355 1.300 55,20 1.021 78,54 5.866 81,47
MANAHAN 5.750 4.358 75,79 1.392 1.192 85,63 677 56,80 5.035 87,57
GILINGAN 6.166 3.207 52,01 2.959 366 12,37 248 67,76 3.455 56,03
BANYUANYAR 5.500 3.661 66,56 1.839 471 25,61 403 85,56 4.064 73,89
SETABELAN 2.612 2.291 87,71 321 79 24,61 74 93,67 2.365 90,54
GAMBIRSARI 8.682 5.740 66,11 2.942 784 26,65 590 75,26 6.330 72,91

JUMLAH (KAB/KOTA) 103.977 64.431 61,97 39.546 17.180 43,44 10.137 59,00 74.568 71,72

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 59

PENDUDUK DENGAN AK

SUMUR GALI TERLINDUNG

JUMLAH SARANA
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDUDUK MEMENUHI SYARAT

PENGGUNA
PENDUDUK
JUMLAH

SARANA
JUMLAH
1 2 3 4 5 6 8

1 Laweyan
Pajang 42.796 2.256 11.506 30
Penumping 20.083 955 4.011 90
Purwosari 24.641 932 4.380 87
2 Serengan
Jayengan 24.951 2.494 10.225 494
Kratonan 19.446 1.583 9.498 562
3 Pasarkliwon
Gajahan 26.411 507 2.941 34
Sangkrah 49.119 1.191 8.337 252
4 Jebres
Purwodiningratan 23.688 587 4.109 -
Ngoresan 40.161 1.440 12.960 869
Sibela 44.608 256 2.048 44
Pucangsawit 31.940 1.457 7.720 693
5 Banjarsari
Nusukan 28.004 1.138 6.828 297
Manahan 18.386 1.372 4.116 494
Gilingan 24.191 1.414 7.070 450
Setabelan 11.772 290 1.450 135
Banyuanyar 28.481 1.850 9.250 98
Gambirsari 49.147 576 4.032 275

JUMLAH (KAB/KOTA) 507.825 20.298 110.481 2.486

Sumber:
- Jumlah Penduduk : Data Catatan Sipil Tahun 2014
DUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM BERKUALITAS (LAYAK) MENURUT K
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

BUKAN JARINGAN PERPIPAA

ERLINDUNG SUMUR GALI DENGAN POMPA SUMUR BOR DENGAN POMPA


JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT
PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK
JUMLAH

JUMLAH
PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK
SARANA
JUMLAH
JUMLAH

JUMLAH
9 10 11 13 14 15 16

150 4.917 23.710 180 720 - -


360 2.520 10.167 40 160 - -
348 1.929 9.711 666 2.664 - -

1976 1.875 7.526 1.610 6.440 - -


1686 702 4.372 689 2.756 - -

136 1.830 11.050 314 1.256 - -


1008 2.908 17.457 1.036 4.144 - -

0 1.125 8.294 480 1.920 - -


3476 1.151 10.301 1.144 4.576 - -
176 53 1.210 19 76 - -
2772 2.051 10.255 1.022 4.088 - -

1188 2.105 10.571 1.004 4.016 - -


1976 2.430 5.740 540 2.160 - -
1800 2.157 9.533 1.569 6.276 - -
540 1.020 4.377 521 2.084 - -
392 2.063 10.646 1.217 4.868 - -
1100 3.635 25.370 3.065 12.260 - -

19.084 34.471 180.290 8.957 60.464 0 0


TAS (LAYAK) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
OTA SURAKARTA
TAHUN 2014

UKAN JARINGAN PERPIPAAN

UR BOR DENGAN POMPA TERMINAL AIR MATA AIR TERLINDUNG


JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
MEMENUHI MEMENUHI
MEMENUHI SYARAT
PENGGUNA SYARAT SYARAT

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK
JUMLAH

JUMLAH
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
SARANA

SARANA

SARANA
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -

- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -

- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -

- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -

- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PERPIPAAN
PENDUDUK YANG
PENAMPUNGAN AIR HUJAN (PDAM,BPSPAM)
MEMILIKI AKSES
AIR MINUM
JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
MEMENUHI
SYARAT
PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK
JUMLAH

JUMLAH
PENGGUNA
PENDUDUK
SARANA
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

%
27 28 29 30 31 32 35 36

- - - - 1.486 7.580 42.796 100,00


- - - - 1.160 5.905 20.083 100,00
- - - - 2.101 10.550 24.641 100,00

- - - - 1.407 7.200 24.951 100,00


- - - - 1.394 5.576 19.446 100,00

- - - - 2.322 12.420 26.411 100,00


- - - - 4.257 23.325 49.119 100,00

- - - - 2.104 11.285 23.688 100,00


- - - - 3.368 16.900 40.161 100,00
- - - - 8.270 41.350 44.608 100,00
- - - - 2.640 13.965 31.940 100,00

- - - - 2.103 10.605 28.004 100,00


- - - - 1.697 8.530 18.386 100,00
- - - - 1.897 7.588 24.191 100,00
- - - - 1.189 5.945 11.772 100,00
- - - - 1.717 8.585 28.481 100,00
- - - - 3.895 19.745 49.147 100,00

0 0 0 0 43.007 217.054 507.825 100,00


107 413 0 0 22 188 5 25 730
2 45 8 37 2 45 8 37 94
158 229 64 65 234 236 85 101 857

210 239 40 46 167 229 92 53 845


48 82 24 74 54 101 22 103 285

423 3 16 0 347 10 11 - 783


22 174 8 68 38 171 13 38 405

88 581 0 0 92 479 - 10 1240


218 36 110 29 268 87 181 44 609
16 4 102 39 15 35 85 15 70
100 60 61 27 141 223 147 210 524

46 86 7 30 36 99 21 44 267
94 78 104 96 12 86 5 89 270
8 682 4 57 38 460 12 139 1188
37 91 7 50 79 156 9 29 363
11 131 8 0 25 290 8 7 457
168 1173 9 50 69 1327 12 179 2737

1756 4107 572 668 1639 4222 716 1123 11724


30
90
315

231
223

27
127

10
364
241
445

102
294
212
95
23
250

3079
TABEL 60

PERSENTASE KUALITAS AIR MINUM DI PENYELENGGARA AIR MINUM YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

MEMENUHI SYARAT
JUMLAH JUMLAH SAMPEL DIPERIKSA (FISIK, BAKTERIOLOGI, DAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENYELENGGARA KIMIA)
AIR MINUM JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 LAWEYAN 21 15 71,43 10 66,67
PAJANG 10 5 50,00 4 80,00
PENUMPING 6 6 100,00 3 50,00
PURWOSARI 5 4 80,00 3 75,00
2 SERENGAN 10 8 80,00 5 62,50
JAYENGAN 6 4 66,67 2 50,00
KRATONAN 4 4 100,00 3 75,00
3 PASARKLIWON 11 6 54,55 5 83,33
GAJAHAN 5 1 20,00 1 100,00
SANGKRAH 6 5 83,33 4 80,00
4 JEBRES 45 28 62,22 21 75,00
PURWODININGRATAN 3 3 100,00 2 66,67
NGORESAN 6 6 100,00 5 83,33
SIBELA 22 12 54,55 9 75,00
PUCANGSAWIT 14 7 50,00 5 71,43
5 BANJARSARI 59 30 50,85 24 80,00
NUSUKAN 15 15 100,00 12 80,00
MANAHAN 5 1 20,00 1 100,00
GILINGAN 6 6 100,00 5 83,33
BANYUANYAR 11 6 54,55 5 83,33
SETABELAN 0 0 0,00 0 0,00
GAMBIRSARI 22 2 9,09 1 50,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 146 87 59,59 65 74,71

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 61

PENDUDUK DENGAN AKSES TERHADAP FASILITAS SANITASI YANG LAYAK (JAMBAN SEHAT) MENURUT JENIS JAMBAN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

JENIS SARANA JAMBAN PENDUDUK DENGAN


KOMUNAL LEHER ANGSA PLENGSENGAN CEMPLUNG AKSES SANITASI

PENDUDUK
LAYAK

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT

JUMLAH

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
% PENDUDUK

% PENDUDUK

% PENDUDUK

% PENDUDUK
NO KECAMATAN PUSKESMAS

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

JUMLAH
SARANA

SARANA

SARANA

SARANA
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
1 LAWEYAN 87.520 9 1.620 9 1.620 100 15.904 63.616 14.812 59.248 93,13 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 60.868 69,5
PAJANG 42.796 8 1.440 8 1.440 100 7.263 29.052 7.114 28.456 97,95 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 29.896 69,9
PENUMPING 20.083 0 0 0 0 0 4.149 16.596 3.959 15.836 95,42 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 15.836 78,9
PURWOSARI 24.641 1 180 1 180 100 4.492 17.968 3.739 14.956 83,24 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 15.136 61,4
2 SERENGAN 44.397 0 0 0 0 0 9.620 38.480 8.586 34.344 89,25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 34.344 77,4
JAYENGAN 24.951 0 0 0 0 0 5.091 20.364 4.589 18.356 90,14 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 18.356 73,6
KRATONAN 19.446 0 0 0 0 0 4.529 18.116 3.997 15.988 88,25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 15.988 82,2
3 PASARKLIWON 75.530 11 1.980 11 1.980 100 9.089 36.356 6.885 27.540 75,75 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 29.520 39,1
GAJAHAN 26.411 2 360 2 360 100 4.131 16.524 4.024 16.096 97,41 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 16.456 62,3
SANGKRAH 49.119 9 1.620 9 1.620 100 4.958 19.832 2.861 11.444 57,7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13.064 26,6
4 JEBRES 140.397 23 4.040 23 4.040 100 26.136 104.544 24.376 97.504 93,27 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 101.544 72,3
PURWODININGRATAN 23.688 6 1.120 6 1.120 100 4.758 19.032 4.720 18.880 99,2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20.000 84,4
NGORESAN 40.161 4 720 4 720 100 6.318 25.272 5.857 23.428 92,7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 24.148 60,1
SIBELA 44.608 3 520 3 520 100 9.171 36.684 8.506 34.024 92,75 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 34.544 77,4
PUCANGSAWIT 31.940 10 1.680 10 1.680 100 5.889 23.556 5.293 21.172 89,88 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 22.852 71,5
5 BANJARSARI 159.981 9 1.440 9 1.440 100 32.473 129.892 29.100 116.400 89,61 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 117.840 73,7
NUSUKAN 28.004 3 360 3 360 100 6.828 27.312 6.828 27.312 100 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 27.672 98,8
MANAHAN 18.386 0 0 0 0 0 4.972 19.888 4.142 16.568 83,31 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 16.568 90,1
GILINGAN 24.191 2 360 2 360 100 5.137 20.548 3.521 14.084 68,54 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14.444 59,7
BANYUANYAR 28.481 2 360 2 360 100 5.191 20.764 4.521 18.084 87,09 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 18.444 64,8
SETABELAN 11.772 2 360 2 360 100 2.438 9.752 2.324 9.296 95,32 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9.656 82,0
GAMBIRSARI 49.147 0 0 0 0 0 7.907 31.628 7.764 31.056 98,19 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 31.056 63,2

JUMLAH (KAB/KOTA) 507.825 52 9.080 52 9.080 100 93.222 372.888 83.759 335.036 89,85 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 344.116 67,8

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 62

DESA YANG MELAKSANAKAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)


JUMLAH DESA/ DESA MELAKSANAKAN DESA STOP BABS
NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA STBM
KELURAHAN STBM (SBS)
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 LAWEYAN 11 1 9,09 3 27,27 0 0
PAJANG 4 0 0,0 1 25 0 0
PENUMPING 4 0 0,0 1 25 0 0
PURWOSARI 3 1 33,3 1 33,33 0 0
2 SERENGAN 7 0 0,0 2 28,57 0 0
JAYENGAN 4 0 0,0 1 25 0 0
KRATONAN 3 0 0,0 1 33,33 0 0
3 PASARKLIWON 9 0 0,0 2 22,22 0 0
GAJAHAN 6 0 0,0 1 16,67 0 0
SANGKRAH 3 0 0,0 1 33,33 0 0
4 JEBRES 11 1 9,1 4 36,36 0 0
PURWODININGRATAN 6 1 16,7 1 16,67 0 0
NGORESAN 1 0 0,0 1 100 0 0
SIBELA 1 0 0,0 1 100 0 0
PUCANGSAWIT 3 0 0,0 1 33,33 0 0
5 BANJARSARI 13 0 0,0 6 46,15 0 0
NUSUKAN 1 0 0,0 1 100 0 0
MANAHAN 2 0 0,0 1 50 0 0
GILINGAN 3 0 0,0 1 33,33 0 0
BANYUANYAR 2 0 0,0 1 50 0 0
SETABELAN 4 0 0,0 1 25 0 0
GAMBIRSARI 1 0 0,0 1 100 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 51 2 3,9 17 33,33 0 0

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 63

PERSENTASE TEMPAT-TEMPAT UMUM MEMENUHI SYARAT KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

TEMPAT-TEMPAT UMUM
YANG ADA MEMENUHI SYARAT KESEHATAN
SARANA PENDIDIKAN SARANA KESEHATAN HOTEL
SARANA TEMPAT-TEMPAT
SARANA PENDIDIKAN HOTEL RUMAH SAKIT
KESEHATAN SD SLTP SLTA PUSKESMAS BINTANG NON BINTANG UMUM

JUMLAH TTU
UMUM
NO KECAMATAN PUSKESMAS

NON BINTANG
RUMAH SAKIT
PUSKESMAS

BINTANG

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
UMUM
SLTA
SLTP
SD

%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
1 LAWEYAN 60 16 23 3 3 4 30 139 60 100,0 16 100,0 23 100,0 3 100,0 3 100,0 4 100,0 30 100,0 139 100,0
PAJANG 26 6 9 1 0 0 9 51 26 100,0 6 100,0 9 100,0 1 100,0 0 0 0 0 9 100,0 51 100,0
PENUMPING 16 4 3 1 0 2 13 39 16 100,0 4 100,0 3 100,0 1 100,0 0 0 2 100,0 13 100,0 39 100,0
PURWOSARI 18 6 11 1 3 2 8 49 18 100,0 6 100,0 11 100,0 1 100,0 3 100,0 2 100,0 8 100,0 49 100,0
2 SERENGAN 31 10 5 2 0 1 5 54 31 100,0 10 100,0 5 100,0 2 100,0 0 0 1 100,0 5 100,0 54 100,0
JAYENGAN 15 6 2 1 0 1 5 30 15 100,0 6 100,0 2 100,0 1 100,0 0 0 1 100,0 5 100,0 30 100,0
KRATONAN 16 4 3 1 0 0 0 24 16 100,0 4 100,0 3 100,0 1 100,0 0 0 0 0 0 0 24 100,0
3 PASARKLIWON 48 12 8 2 1 2 4 77 48 100,0 12 100,0 8 100,0 2 100,0 1 100,0 2 100,0 4 100,0 77 100,0
GAJAHAN 22 8 4 1 1 2 3 41 22 100,0 8 100,0 4 100,0 1 100,0 1 100,0 2 100,0 3 100,0 41 100,0
SANGKRAH 26 4 4 1 0 0 1 36 26 100,0 4 100,0 4 100,0 1 100,0 0 0 0 0 1 100,0 36 100,0
4 JEBRES 58 20 16 4 3 1 4 106 58 100,0 20 100,0 16 100,0 4 100,0 3 100,0 1 100,0 4 100,0 106 100,0
PURWODININGRATAN 12 6 7 1 1 1 1 29 12 100,0 6 100,0 7 100,0 1 100,0 1 100,0 1 100,0 1 100,0 29 100,0
NGORESAN 12 5 5 1 2 0 0 25 12 100,0 5 100,0 5 100,0 1 100,0 2 100,0 0 0 0 0 25 100,0
SIBELA 16 4 4 1 0 0 0 25 16 100,0 4 100,0 4 100,0 1 100,0 0 0 0 0 0 0 25 100,0
PUCANGSAWIT 18 5 - 1 0 0 3 27 18 100,0 5 100,0 0 0 1 100,0 0 0 0 0 3 100,0 27 100,0
5 BANJARSARI 90 24 32 6 4 9 65 230 90 100,0 24 100,0 32 100,0 6 100,0 4 100,0 9 100,0 65 100,0 230 100,0
NUSUKAN 18 1 4 1 0 0 1 25 18 100,0 1 100,0 4 100,0 1 100,0 0 0 0 0 1 100,0 25 100,0
MANAHAN 11 3 7 1 1 2 5 30 11 100,0 3 100,0 7 100,0 1 100,0 1 100,0 2 100,0 5 100,0 30 100,0
GILINGAN 16 2 8 1 1 4 45 77 16 100,0 2 100,0 8 100,0 1 100,0 1 100,0 4 100,0 45 100,0 77 100,0
BANYUANYAR 15 7 6 1 0 0 1 30 15 100,0 7 100,0 6 100,0 1 100,0 0 0 0 0 1 100,0 30 100,0
SETABELAN 10 8 4 1 1 3 13 40 10 100,0 8 100,0 4 100,0 1 100,0 1 100,0 3 100,0 13 100,0 40 100,0
GAMBIRSARI 20 3 3 1 1 0 0 28 20 100,0 3 100,0 3 100,0 1 100,0 1 100,0 0 0 0 0 28 100,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 287 82 84 17 11 17 108 606 287 100,0 82 100,0 84 100,0 17 100,0 11 100,0 17 100,0 108 100,0 606 100,0

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 64

TEMPAT PENGELOLAAN MAKAN (TPM) MENURUT STATUS HIGIENE SANITASI


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

TPM MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI TPM TIDAK MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI
JUMLAH RUMAH DEPOT AIR RUMAH DEPOT AIR
NO KECAMATAN PUSKESMAS MAKANAN MAKANAN
TPM JASA BOGA MAKAN/ MINUM TOTAL % JASA BOGA MAKAN/ MINUM TOTAL %
JAJANAN JAJANAN
RESTORAN (DAM) RESTORAN (DAM)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1 LAWEYAN 121 6 17 18 50 91 75,21 4 8 3 15 30 24,79
PAJANG 61 4 4 9 39 56 91,80 0 2 1 2 5 8,20
PENUMPING 16 0 0 6 0 6 37,50 4 6 0 0 10 62,50
PURWOSARI 44 2 13 3 11 29 65,91 0 0 2 13 15 34,09
2 SERENGAN 86 11 21 8 44 84 97,67 0 0 2 0 2 2,33
JAYENGAN 46 5 15 5 20 45 97,83 0 0 1 0 1 2,17
KRATONAN 40 6 6 3 24 39 97,50 0 0 1 0 1 2,50
3 PASARKLIWON 91 16 4 7 28 55 60,44 0 0 4 32 36 39,56
GAJAHAN 54 14 3 2 28 47 87,04 0 0 3 4 7 12,96
SANGKRAH 37 2 1 5 0 8 21,62 0 0 1 28 29 78,38
4 JEBRES 161 13 16 33 56 118 73,29 5 5 12 21 43 26,71
PURWODININGRATAN 36 4 8 2 21 35 97,22 0 0 1 0 1 2,78
NGORESAN 33 4 1 5 22 32 96,97 0 0 1 0 1 3,03
SIBELA 43 2 4 12 0 18 41,86 5 0 10 10 25 58,14
PUCANGSAWIT 49 3 3 14 13 33 67,35 0 5 0 11 16 32,65
5 BANJARSARI 266 27 32 41 121 221 83,08 4 12 18 11 45 16,92
NUSUKAN 46 4 4 14 23 45 97,83 0 0 1 0 1 2,17
MANAHAN 44 3 3 3 22 31 70,45 0 8 2 3 13 29,55
GILINGAN 43 7 5 6 23 41 95,35 1 1 0 0 2 4,65
BANYUANYAR 59 8 11 9 26 54 91,53 0 2 2 1 5 8,47
SETABELAN 22 2 9 0 6 17 77,27 0 1 0 4 5 22,73
GAMBIRSARI 52 3 0 9 21 33 63,46 3 0 13 3 19 36,54

JUMLAH (KAB/KOTA) 725 73 90 107 299 569 78,48 13 25 39 79 156 21,52

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 65

TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN DIBINA DAN DIUJI PETIK


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

JUMLAH TPM MEMENUHI


JUMLAH TPM DIBINA JUMLAH TPM DIUJI PETIK

PERSENTASE TPM

PERSENTASE TPM
JUMLAH TPM TIDAK
MEMENUHI SYARAT

SYARAT HIGIENE
DEPOT AIR MINUM

DEPOT AIR MINUM


RUMAH MAKAN/

RUMAH MAKAN/

DIUJI PETIK
SANITASI
JASA BOGA

JASA BOGA
DIBINA
RESTORAN

RESTORAN
MAKANAN

MAKANAN
JAJANAN

JAJANAN
TOTAL

TOTAL
NO KECAMATAN PUSKESMAS

(DAM)

(DAM)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

1 LAWEYAN 30 4 8 3 15 30 100,00 91 0 0 0 0 0 0,00


PAJANG 5 0 2 1 2 5 100,00 56 0 0,00
PENUMPING 10 4 6 0 0 10 100,00 6 0 0,00
PURWOSARI 15 0 0 2 13 15 100,00 29 0 0,00
2 SERENGAN 2 0 0 2 0 2 100,00 84 0 0 0 0 0 0,00
JAYENGAN 1 0 0 1 0 1 100,00 45 0 0,00
KRATONAN 1 0 0 1 0 1 100,00 39 0 0,00
3 PASARKLIWON 36 0 0 4 32 36 100,00 55 0 0 0 0 0 0,00
GAJAHAN 7 0 0 3 4 7 100,00 47 0 0,00
SANGKRAH 29 0 0 1 28 29 100,00 8 0 0,00
4 JEBRES 43 5 5 12 21 43 100,00 118 0 0 0 0 0 0,00
PURWODININGRATAN 1 0 0 1 0 1 100,00 35 0 0,00
NGORESAN 1 0 0 1 0 1 100,00 32 0 0,00
SIBELA 25 5 0 10 10 25 100,00 18 0 0,00
PUCANGSAWIT 16 0 5 0 11 16 100,00 33 0 0,00
5 BANJARSARI 45 4 12 18 11 45 100,00 221 0 0 0 0 0 0,00
NUSUKAN 1 0 0 1 0 1 100,00 45 0 0,00
MANAHAN 13 0 8 2 3 13 100,00 31 0 0,00
GILINGAN 2 1 1 0 0 2 100,00 41 0 0,00
BANYUANYAR 5 0 2 2 1 5 100,00 54 0 0,00
SETABELAN 5 0 1 0 4 5 100,00 17 0 0,00
GAMBIRSARI 19 3 0 13 3 19 100,00 33 0 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 156 13 25 39 79 156 100,00 569 0 0 0 0 0 0,00

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 66
PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

PERSENTASE
SATUAN TOTAL JUMLAH
NO NAMA OBAT KEBUTUHAN SISA STOK KETERSEDIAAN
TERKECIL PENGGUNAAN OBAT/VAKSIN
OBAT/VAKSIN
1 Alopurinol tablet 100 mg tablet 62.520 44.500 55.600 100100 160,11
2 Aminofilin tablet 200 mg tablet 56.160 54.800 82.700 137500,00 244,84
3 Aminofilin injeksi 24 mg/ml tablet 124 34 34,00 27,42
4 Amitripilin tablet salut 25 mg (HCL) tablet #DIV/0!
5 Amoksisilin kapsul 250 mg kapsul #DIV/0!
6 Amoksisilin kaplet 500 mg kaplet 1.554.120 1.074.600 1.435.400 2510000,00 161,51
7 Amoksisilin sirup kering 125 mg/ 5 mg botol 40.476 25.280 12.500 37780,00 93,34
8 Metampiron tablet 500 mg tablet 825.960 491.500 520.900 1012400,00 122,57
9 Metampiron injeksi 250 mg ampul #DIV/0!
10 Antasida DOEN I tablet kunyah, kombinasi :Aluminium tablet 867.120 574.500 783.900 1358400,00 156,66
Hidroksida 200 mg + Magnesium Hidroksida 200 mg
11 Anti Bakteri DOEN saleb kombinasi : Basitrasin 500 IU/g + tube 2.220 1.700 4.175 5875,00 264,64
polimiksin 10.000 IU/g
12 Antihemoroid DOEN kombinasi : Bismut Subgalat 150 mg + supp 3.528 1.900 90 1990,00 56,41
Heksaklorofen 250 mg
13 Antifungi DOEN Kombinasi : Asam Benzoat 6% + Asam pot 2.887 642 642,00 22,24
Salisilat 3%
14 Antimigren : Ergotamin tartrat 1 mg + Kofein 50 mg tablet 26.880 13.000 23.300 36300,00 135,04
15 Antiparkinson DOEN tablet kombinasi : Karbidopa 25 mg + tablet #DIV/0!
Levodopa 250 mg
16 Aqua Pro Injeksi Steril, bebas pirogen vial 672 1.119 740 1859,00 276,64
17 Asam Askorbat (vitamin C) tablet 50 mg tablet 1.800
18 Asam Asetisalisilat tablet 100 mg (Asetosal) tablet 2.160
19 Asam Asetisalisilat tablet 500 mg (Asetosal) tablet #DIV/0!
20 Atropin sulfat tablet 0,5 mg tablet #DIV/0!
21 Atropin tetes mata 0,5% botol #DIV/0!
22 Atropin injeksi l.m/lv/s.k. 0,25 mg/mL - 1 mL (sulfat) ampul #DIV/0!
23 Betametason krim 0,1 % krim 5.820 3.725 5.025 8750,00 150,34
24 Deksametason Injeksi I.v. 5 mg/ml ampul 313 585 176 761,00 243,13
25 Deksametason tablet 0,5 mg tablet 1.346.040 903.200 250.100 1153300,00 85,68
26 Dekstran 70-larutan infus 6% steril botol #DIV/0!
27 Dekstrometorfan sirup 10 mg/5 ml (HBr) botol 4.938 2.400 2400,00 48,60
28 Dekstrometorfan tablet 15 mg (HBr) tablet 141.600 82.800 82800,00 58,47
29 Diazepam Injeksi 5mg/ml ampul 1.531 19 19,00 1,24
30 Diazepam tablet 2 mg tablet 32.040 82.000 35.100 117100,00 365,48
31 Diazepam tablet 5 mg tablet #DIV/0!
32 Difenhidramin Injeksi I.M. 10 mg/ml (HCL) ampul 197 20 18 38,00 19,29
33 Diagoksin tablet 0,25 mg tablet 2.640 4.200 6.900 11100,00 420,45
34 Efedrin tablet 25 mg (HCL) tablet 14.700 12.500 7.500 20000,00 136,05
35 Ekstrks belladona tablet 10 mg tablet 86.000 86000,00 #DIV/0!
36 Epinefrin (Adrenalin) injeksi 0,1% (sebagai HCL) ampul 158 204 105 309,00 195,57
37 Etakridin larutan 0,1% botol 416
38 Fenitoin Natriun Injeksi 50 mg/ml ampul #DIV/0!
39 Fenobarbital Injeksi I.m/I.v 50 mg/ml ampul 1.512
40 Fenobarbital tablet 30 mg tablet 8.400 1.000 1.000 2000,00 23,81
41 Fenoksimetil Penisilin tablet 250 mg tablet #DIV/0!
42 Fenoksimetil Penisilin tablet 500 mg tablet #DIV/0!
43 Fenol Gliserol tetes telinga 10% botol 2.578 684 2.064 2748,00 106,59
44 Fitomenadion (Vit. K1) injeksi 10 mg/ml ampul 59.040 44.895 44895,00 76,04
45 Fitomenadion (Vit. K1) tablet salut gula 10 mg tablet 5.760 14.100 26.300 40400,00 701,39
46 Furosemid tablet 40 mg tablet 14.880 8.600 12.400 21000,00 141,13
47 Gameksan lotion 1 % botol #DIV/0!
48 Garam Oralit I serbuk Kombinasi : Natrium 0,70 g, Kalium sach 51.960 33.600 77.200 110800,00 213,24
klorida 0,30 g, Tribatrium Sitrt dihidrat 0,58 g
49 Gentian Violet Larutan 1 % botol 2.231 1.282 1.556 2838,00 127,21
50 Glibenklamida tablet 5 mg tablet 98.880 76.100 27.300 103400,00 104,57
51 Gliseril Gualakolat tablet 100 mg tablet 1.040.400 619.000 809.000 1428000,00 137,25
52 Gliserin botol #DIV/0!
53 Glukosa larutan infus 5% botol 715 670 670,00 93,71
54 Glukosa larutan infus 10% botol #DIV/0!
55 Glukosa larutan infus 40% steril (produk lokal) ampul 96
56 Griseofulvin tablet 125 mg, micronized tablet 20.160 7.400 6.400 13800,00 68,45
57 Haloperidol tablet 0,5 mg tablet #DIV/0!
58 Haloperidol tablet 1,5 mg tablet #DIV/0!
59 Haloperidol tablet 5 mg tablet #DIV/0!
60 Hidroklorotiazida tablet 25 mg tablet 165.600 95.000 47.000 142000,00 85,75
61 Hidrkortison krim 2,5% tube 11.362 5.668 8.276 13944,00 122,72
62 Ibuprofen tablet 200 mg tablet 176.040 85.900 4.200 90100,00 51,18
63 Ibuprofen tablet 400 mg tablet #DIV/0!
64 Isosorbid Dinitrat Tablet Sublingual 5 mg tablet 26.760 17.100 22.400 39500,00 147,61
65 Kalsium Laktat (Kalk) tablet 500 mg tablet 480.000 359.000 342.000 701000,00 146,04
66 Kaptopril tablet 12,5 mg tablet 400.260 271.100 389.700 660800,00 165,09
67 Kaptopril tablet 25 mg tablet 125.520 116.700 135.500 252200,00 200,92
68 Karbamazepim tablet 200 mg tablet 840 2.100 2.300 4400 523,8095238
69 Ketamin Injeksi 10 mg/ml vial #DIV/0!
70 Klofazimin kapsul 100 mg microzine kapsul #DIV/0!
71 Kloramfenikol kapsul 250 mg kapsul 10.260 14.250 14250,00 138,89
72 Kloramfenikol tetes telinga 3 % botol 2.846 2.832 2.040 4872,00 171,19
PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

PERSENTASE
SATUAN TOTAL JUMLAH
NO NAMA OBAT KEBUTUHAN SISA STOK KETERSEDIAAN
TERKECIL PENGGUNAAN OBAT/VAKSIN
OBAT/VAKSIN
73 Kloraniramina mealeat (CTM) tablet 4 mg tablet 1.156.800 755.300 315.700 1071000,00 92,58
74 Klorpromazin injeksi i.m 5 mg/ml-2ml (HCL) ampul #DIV/0!
75 Klorpromazin injeksi i.m 25 mg/ml (HCL) ampul #DIV/0!
76 Klorpromazin tablet salut 25 mg (HCL) tablet #DIV/0!
77 Klorpromazin HCl tablet salut 100 mg (HCL) tablet #DIV/0!
78 Anti Malaria DOEN Kombinasi Pirimetamin 25 mg + tablet 1.000 1000,00 #DIV/0!
Sulfadoxin 500 mg
79 Kotrimosazol Suspensi Kombinasi :Sulfametoksazol 200 mg botol 12.264 10.000 7.000 17000,00 138,62
+ Trimetoprim 40 mg/ 5 ml
80 Kotrimosazol DOEN I (dewasa) Kombinasi : tablet 166.440 63.800 63800,00 38,33
Sulfametoksazol 400 mg, Trimetoprim 80 mg
81 Kotrimosazol DOEN II (pediatrik) Kombinasi : tablet (372.000) 770.700 398700,00 #DIV/0!
Sulfametoksazol 100 mg, Trimetoprim 20 mg
82 Kuinin (kina) tablet 200 mg tablet 8.352 8.760 8760,00 104,89
83 Kuinin Dihidrokklorida injeksi 25%-2 ml ampul 639 639,00 #DIV/0!
84 Lidokain injeksi 2% (HCL) + Epinefrin 1 : 80.000-2 ml vial #DIV/0!
85 Magnesium Sulfat inj (IV) 20%-25 ml vial 132
86 Magnesium Sulfat inj (IV) 40%-25 ml vial 108
87 Magnesium Sulfat serbuk 30 gram sach #DIV/0!
88 Mebendazol sirup 100 mg / 5 ml botol #DIV/0!
89 Mebendazol tablet 100 mg tablet #DIV/0!
90 Metilergometrin Maleat (Metilergometrin) tablet salut 0,125 tablet 8.520 800 800,00 9,39
mg
91 Metilergometrin Maleat injeksi 0,200 mg -1 ml ampul 216 200 40 240,00 111,11
92 Metronidazol tablet 250 mg tablet 36.960 1.400 1400,00 3,79
93 Natrium Bikarbonat tablet 500 mg tablet 4.800 6.000 9.000 15000,00 312,50
94 Natrium Fluoresein tetes mata 2 % botol #DIV/0!
95 Natrium Klorida larutan infus 0,9 % botol 1.807 1.151 2.007 3158,00 174,76
96 Natrium Thiosulfat injeksi I.v. 25 % ampul 30 30,00 #DIV/0!
97 Nistatin tablet salut 500.000 IU/g tablet #DIV/0!
98 Nistatin Vaginal tablet salut 100.000 IU/g tablet 10.920 7.100 7100,00 65,02
99 Obat Batuk hitam ( O.B.H.) botol 9.767 1.835 1835,00 18,79
100 Oksitetrasiklin HCL salep mata 1 % tube 9.302 575 300 875,00 9,41
101 Oksitetrasiklin injeksi I.m. 50 mg/ml-10 ml vial #DIV/0!
102 Oksitosin injeksi 10 UI/ml-1 ml ampul 5.652 710 710,00 12,56
103 Paracetamol sirup 120 mg / 5 ml botol 19.939 17.029 30.771 47800,00 239,73
104 Paracetamol tablet 100 mg tablet #DIV/0!
105 Paracetamol tablet 500 mg tablet 1.601.400 1.032.000 2.295.400 3327400,00 207,78
106 Pilokarpin tetes mata 2 % (HCL/Nitrat) botol #DIV/0!
107 Pirantel tab. Score (base) 125 mg tablet 24.324 31.350 31350,00 128,89
108 Piridoksin (Vitamin B6) tablet 10 mg (HCL) tablet 520.800 292.000 208.000 500000,00 96,01
109 Povidon Iodida larutan 10 % botol 2.857 3.621 3621,00 126,74
110 Povidon Iodida larutan 10 % botol 125 71 257 328,00 262,40
111 Prednison tablet 5 mg tablet #DIV/0!
112 Primakuin tablet 15 mg tablet #DIV/0!
113 Propillitiourasil tablet 100 mg tablet 1.440
114 Propanol tablet 40 mg (HCL) tablet 3.240 600 600,00 18,52
115 Reserpin tablet 0,10 mg tablet #DIV/0!
116 Reserpin tablet 0,25 mg tablet 65.000 65000,00 #DIV/0!
117 Ringer Laktat larutan infus botol 6.688 3.455 798 4253,00 63,59
118 Salep 2-4, kombinasi: Asam Salisilat 2% + Belerang endap tube 2.966 696 696,00 23,47
4%
119 Salisil bedak 2% kotak 12.480 10.300 6.800 17100,00 137,02
120 Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 5 ml (ABU I) vial 23 8 2 10,00 43,48
121 Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 50 ml (ABU II) vial #DIV/0!
122 Serum Anti Difteri Injeksi 20.000 IU/vial (A.D.S.) vial #DIV/0!
123 Serum Anti Tetanus Injeksi 1.500 IU/ampul (A.T.S.) ampul 28 25 25,00 89,29
124 Serum Anti Tetanus Injeksi 20.000 IU/vial (A.T.S.) vial 48
125 Sianokobalamin (Vitamin B12) injeksi 500 mcg ampul 9.100 9100,00 #DIV/0!
126 Sulfasetamida Natrium tetes mata 15 % botol 4.286
127 Tetrakain HCL tetes mata 0,5% botol #DIV/0!
128 Tetrasiklin kapsul 250 mg kapsul 77.000 77000,00 #DIV/0!
129 Tetrasiklin kapsul 500 mg kapsul #DIV/0!
130 Tiamin (vitamin B1) injeksi 100 mg/ml ampul 1.140 1140,00 #DIV/0!
131 Tiamin (vitamin B1) tablet 50 mg (HCL/Nitrat) tablet 43.400 551.000 497.000 1048000,00 2414,75
132 Tiopental Natrium serbuk injeksi 1000 mg/amp ampul #DIV/0!
133 Triheksifenidil tablet 2 mg tablet #DIV/0!
134 Vaksin Rabies Vero vial 11 5 7 12,00 109,09
135 Vitamin B Kompleks tablet tablet 248.400 426.000 324.000 750000,00 301,93
VAKSIN
136 BCG vial 1.086 1.731 329 2060,00 189,69
137 T T vial 1.158 1.078 198 1276,00 110,19
138 D T vial 2.317 1.119 356 1475,00 63,66
139 CAMPAK 10 Dosis vial 2.767 4.078 553 4631,00 167,37
140 POLIO 10 Dosis vial 3.282 9.170 830 10000,00 304,69
141 DPT-HB vial 4.556 5.574 1.500 7074,00 155,27
142 HEPATITIS B 0,5 ml ADS vial 6.918 5.521 1.014 6535,00 94,46
143 POLIO 20 Dosis vial - - -
144 CAMPAK 20 Dosis vial - - -
TABEL 67

JUMLAH SARANA KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

PEMILIKAN/PENGELOLA
NO FASILITAS KESEHATAN
KEMENKES PEM.PROV PEM.KAB/KOTA TNI/POLRI BUMN SWASTA JUMLAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9
RUMAH SAKIT
1 RUMAH SAKIT UMUM 0 1 1 1 0 8 11
2 RUMAH SAKIT KHUSUS 0 1 0 0 0 1 2
PUSKESMAS DAN JARINGANNYA
1 PUSKESMAS RAWAT INAP 0 0 4 0 0 0 4
- JUMLAH TEMPAT TIDUR 0 0 40 0 0 0 40
2 PUSKESMAS NON RAWAT INAP 0 0 13 0 0 0 13
3 PUSKESMAS KELILING 0 0 17 0 0 0 17
4 PUSKESMAS PEMBANTU 0 0 26 0 0 0 26
SARANA PELAYANAN LAIN
1 RUMAH BERSALIN 0 0 0 0 0 7 7
2 BALAI PENGOBATAN/KLINIK 0 0 0 1 0 66 67
3 PRAKTIK DOKTER BERSAMA 0 0 0 0 0 0 0
4 PRAKTIK DOKTER PERORANGAN 0 0 0 0 0 1388 1.388
5 PRAKTIK PENGOBATAN TRADISIONAL 0 0 0 0 0 92 92
6 BANK DARAH RUMAH SAKIT 0 1 0 0 0 3 4
7 UNIT TRANSFUSI DARAH 0 0 0 0 0 1 1
SARANA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN
1 INDUSTRI FARMASI 0 0 0 0 0 0 0
2 INDUSTRI OBAT TRADISIONAL 0 0 0 0 0 0 0
3 USAHA KECIL OBAT TRADISIONAL 0 0 0 0 0 3 3
4 PRODUKSI ALAT KESEHATAN 0 0 0 0 0 0 0
5 PEDAGANG BESAR FARMASI 0 0 0 0 0 0 0
6 APOTEK 0 1 0 0 0 184 185
7 TOKO OBAT 0 0 0 0 0 20 20
8 PENYALUR ALAT KESEHATAN 0 0 0 0 0 15 15

Sumber: Bidang Upaya Kesehatan


TABEL 68

PERSENTASE SARANA KESEHATAN (RUMAH SAKIT) DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR ) LEVEL I
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN. GADAR LEVEL I


NO SARANA KESEHATAN JUMLAH SARANA
JUMLAH %
1 2 3 4 5

1 RUMAH SAKIT UMUM 11 11 100,00

2 RUMAH SAKIT KHUSUS 2 2 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 13 13 100,00

Sumber: Bidang Upaya Kesehatan


TABEL 69

JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

STRATA POSYANDU
POSYANDU AKTIF
NO KECAMATAN PUSKESMAS PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI
JUMLAH
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 14 15
1 LAWEYAN 0 0,00 0 0,00 4 3,67 105 96,33 109 109 100,00
PAJANG 0 0,00 0 0,00 3 6,98 40 93,02 43 43 100,00
PENUMPING 0 0,00 0 0,00 1 3,57 27 96,43 28 28 100,00
PURWOSARI 0 0,00 0 0,00 0 0,00 38 100,00 38 38 100,00
2 SERENGAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 63 100,00 63 63 100,00
JAYENGAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 33 100,00 33 33 100,00
KRATONAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 30 100,00 30 30 100,00
3 PASARKLIWON 0 0,00 0 0,00 9 9,00 91 91,00 100 100 100,00
GAJAHAN 0 0,00 0 0,00 9 18,37 40 81,63 49 49 100,00
SANGKRAH 0 0,00 0 0,00 0 0,00 51 100,00 51 51 100,00
4 JEBRES 0 0,00 1 2,04 15 30,61 142 89,87 158 157 99,37
PURWODININGRATAN 0 0,00 0 0,00 2 4,08 36 94,74 38 38 100,00
NGORESAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 37 100,00 37 37 100,00
SIBELA 0 0,00 0 0,00 5 10,20 38 88,37 43 43 100,00
PUCANGSAWIT 0 0,00 1 2,04 8 16,33 31 77,50 40 39 97,50
5 BANJARSARI 0 0,00 1 2,04 22 44,90 149 86,63 172 171 99,42
NUSUKAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 28 100,00 28 28 100,00
MANAHAN 0 0,00 0 0,00 6 12,24 15 71,43 21 21 100,00
GILINGAN 0 0,00 0 0,00 9 18,37 23 71,88 32 32 100,00
BANYUANYAR 0 0,00 0 0,00 0 0,00 29 100,00 29 29 100,00
SETABELAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 21 100,00 21 21 100,00
GAMBIRSARI 0 0,00 1 2,04 7 14,29 33 80,49 41 40 97,56

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0,00 2 0,33 50 8,31 550 91,36 602 600 99,67
RASIO POSYANDU PER 100 BALITA 2

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 70

JUMLAH UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) MENURUT KECAMATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA/ UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)


KELURAHAN POSKESDES POLINDES POSBINDU POSMALDES POS TB DESA
1 2 3 6 7 8 9 10 11
1 LAWEYAN 11 0 0 1 0 0
PAJANG 4 0 0 0 0 0
PENUMPING 4 0 0 0 0 0
PURWOSARI 3 0 0 1 0 0
2 SERENGAN 7 0 0 1 0 0
JAYENGAN 4 0 0 0 0 0
KRATONAN 3 0 0 1 0 0
3 PASARKLIWON 9 0 0 1 0 0
GAJAHAN 6 0 0 0 0 0
SANGKRAH 3 0 0 1 0 0
4 JEBRES 11 0 0 2 0 0
PURWODININGRATAN 6 0 0 1 0 0
NGORESAN 1 0 0 0 0 0
SIBELA 1 0 0 1 0 0
PUCANGSAWIT 3 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 13 0 0 2 0 0
NUSUKAN 1 0 0 1 0 0
MANAHAN 2 0 0 0 0 0
GILINGAN 3 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 2 0 0 0 0 0
SETABELAN 4 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 1 0 0 1 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 51 0 0 7 0 0

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 71

JUMLAH DESA SIAGA MENURUT KECAMATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

DESA/KELURAHAN SIAGA
JUMLAH
NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA/
PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH %
KELURAHAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 LAWEYAN 11 0 0 3 8 11 100
PAJANG 4 0 0 1 3 4 100
PENUMPING 4 0 0 2 2 4 100
PURWOSARI 3 0 0 0 3 3 100
2 SERENGAN 7 0 0 0 7 7 100
JAYENGAN 4 0 0 0 4 4 100
KRATONAN 3 0 0 0 3 3 100
3 PASARKLIWON 9 0 0 0 9 9 100
GAJAHAN 6 0 0 0 6 6 100
SANGKRAH 3 0 0 0 3 3 100
4 JEBRES 11 0 0 5 6 11 100
PURWODININGRATAN 6 0 0 4 2 6 100
NGORESAN 1 0 0 0 1 1 100
SIBELA 1 0 0 0 1 1 100
PUCANGSAWIT 3 0 0 1 2 3 100
5 BANJARSARI 13 0 0 0 13 13 100
NUSUKAN 1 0 0 0 1 1 100
MANAHAN 2 0 0 0 2 2 100
GILINGAN 3 0 0 0 3 3 100
BANYUANYAR 2 0 0 0 2 2 100
SETABELAN 4 0 0 0 4 4 100
GAMBIRSARI 1 0 0 0 1 1 100

JUMLAH (KAB/KOTA) 51 0 0 8 43 51 100

Sumber: Laporan Puskemas


TABEL 72

JUMLAH TENAGA MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

DOKTER
NO UNIT KERJA DR SPESIALIS a DOKTER UMUM TOTAL DOKTER GIGI
SPESIALIS GIGI
TOTAL
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 Puskesmas Pajang - - - 1 2 3 1 2 3 - 2 2 - - - - 2 2
2 Puskesmas Penumping - - - 1 - 1 1 - 1 1 - 1 - - - 1 - 1
3 Puskesmas Purwosari - - - 1 1 2 1 1 2 - 1 1 - - - - 1 1
4 Puskesmas Jayengan - - - 1 - 1 1 - 1 - 1 1 - - - - 1 1
5 Puskesmas Kratonan - - - - 1 1 - 1 1 - 1 1 - - - - 1 1
6 Puskesmas Gajahan - - - 1 1 2 1 1 2 - 1 1 - - - - 1 1
7 Puskesmas Sangkrah - - - - 1 1 - 1 1 - 1 1 - - - - 1 1
8 Puskesmas Purwodiningratan - - - - 2 2 - 2 2 - 1 1 - - - - 1 1
9 Puskesmas Ngoresan - - - - 1 1 - 1 1 - 1 1 - - - - 1 1
10 Puskesmas Sibela - - - 2 - 2 2 - 2 1 - 1 - - - 1 - 1
11 Puskesmas Pucangsawit - - - - 1 1 - 1 1 - 1 1 - - - - 1 1
12 Puskesmas Nusukan - - - - 1 1 - 1 1 - 1 1 - - - - 1 1
13 Puskesmas Manahan - - - 1 - 1 1 - 1 - 1 1 - - - - 1 1
14 Puskesmas Gilingan - - - - 1 1 - 1 1 - 1 1 - - - - 1 1
15 Puskesmas Banyuanyar - - - 1 2 3 1 2 3 - 1 1 - - - - 1 1
16 Puskesmas Setabelan - - - - 1 1 - 1 1 - 1 1 - - - - 1 1
17 Puskesmas Gambirsari - - - 2 - 2 2 - 2 - 1 1 - - - - 1 1
- - - - - - - - - -
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - - - 11 15 26 11 15 26 2 16 18 - - - 2 16 18

1 RSUD Dr. Moewardi 79 42 121 9 14 23 88 56 144 2 2 4 - 4 4 2 6 8


2 RS Slamet Riyadi 7 5 12 5 5 10 12 10 22 1 1 2 - - - 1 1 2
3 RS Dr Oen Surakarta 15 5 20 15 5 20 30 10 40 2 - 2 - - - 2 - 2
4 RS Brayat Minulyo - 1 1 - - 1 1 - - - - - - - - -
5 RS Panti Waluyo 37 14 51 8 12 20 45 26 71 - 4 4 2 - 2 2 4 6
6 RS Kasih Ibu 46 13 59 11 13 24 57 26 83 - 4 4 1 1 2 1 5 6
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 51 23 74 11 14 25 62 37 99 - 3 3 - 2 2 - 5 5
8 RSUI Kustati 32 12 44 10 8 18 42 20 62 1 - 1 1 - 1 2 - 2
9 RS Tri Harsi 1 - 1 1 1 2 2 1 3 - 1 1 - - - - 1 1
10 RSUD Kota Surakarta 1 5 6 3 6 9 4 11 15 - 3 3 - - - - 3 3
11 RS Hermina - - - - - - - - - - - - - - - - - -
12 RSJD Surakarta 2 5 7 3 6 9 5 11 16 1 1 2 - - - 1 1 2
13 RSJ Puri Waluyo - - - - - - - - - - - - - - - - - -
14 RS Mata Solo 2 2 4 - - - 2 2 4 - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 273 127 400 76 84 160 349 211 560 7 19 26 4 7 11 11 26 37
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1 1 2 8 14 22 9 15 24 2 11 13 - - - 2 11 13
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - 1 1 - 1 1 - - - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - - - - - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 274 128 402 95 114 209 369 242 611 11 46 57 4 7 11 15 53 68
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 79,161 41,156 120,32 11,224 2,1661 13,39044

Sumber: Profil Nakes 2014


a
Keterangan : termasuk S3
TABEL 73

JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

PERAWATa PERAWAT GIGI


NO UNIT KERJA BIDAN
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Puskesmas Pajang 9 2 8 10 0 1 1
2 Puskesmas Penumping 4 0 4 4 0 1 1
3 Puskesmas Purwosari 4 0 5 5 0 1 1
4 Puskesmas Jayengan 5 1 4 5 0 1 1
5 Puskesmas Kratonan 5 1 5 6 0 1 1
6 Puskesmas Gajahan 12 0 11 11 0 1 1
7 Puskesmas Sangkrah 5 1 3 4 0 1 1
8 Puskesmas Purwodiningratan 5 2 3 5 0 1 1
9 Puskesmas Ngoresan 5 1 3 4 0 1 1
10 Puskesmas Sibela 8 5 5 10 0 1 1
11 Puskesmas Pucangsawit 5 3 2 5 0 1 1
12 Puskesmas Nusukan 4 1 4 5 0 1 1
13 Puskesmas Manahan 3 1 2 3 0 1 1
14 Puskesmas Gilingan 4 1 4 5 0 1 1
15 Puskesmas Banyuanyar 10 2 8 10 0 1 1
16 Puskesmas Setabelan 3 1 4 5 0 1 1
17 Puskesmas Gambirsari 4 1 3 4 0 1 1

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 95 23 78 101 0 17 17

1 RSUD Dr. Moewardi 36 182 337 519 0 5 5


2 RS Slamet Riyadi 14 35 30 65 1 1 2
3 RS Dr Oen Surakarta 21 48 258 306 0 3 3
4 RS Brayat Minulyo 10 15 104 119 0 0 0
5 RS Panti Waluyo 17 34 124 158 0 2 2
6 RS Kasih Ibu 32 31 193 224 0 2 2
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 40 94 219 313 0 0 0
8 RSUI Kustati 16 84 176 260 0 0 0
9 RS Tri Harsi 4 4 4 8 0 0 0
10 RSUD Kota Surakarta 14 11 8 19 1 4 5
11 RS Hermina 0 0 0 0 0 0 0
12 RSJD Surakarta 0 110 111 221 0 3 3
13 RSJ Puri Waluyo 0 0 0 0 0 0 0
14 RS Mata Solo 0 0 7 7 0 0 0

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 204 648 1.571 2.219 2 20 22


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 16 6 28 34 0 0 0
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 0 0 0 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 315 677 1.677 2.354 2 37 39
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 122,67 463,55 7,68

Sumber: Profil Nakes 2014


Keterangan : a termasuk perawat anastesi dan perawat spesialis
TABEL 74

JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

TENAGA KEFARMASIAN
TENAGA TEKNIS
NO UNIT KERJA a APOTEKER TOTAL
KEFARMASIAN
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 12 13 14
1 Puskesmas Pajang - 4 4 - 1 1 - 5 5
2 Puskesmas Penumping - 2 2 - - - - 2 2
3 Puskesmas Purwosari 1 2 3 - - - 1 2 3
4 Puskesmas Jayengan - 3 3 - - - - 3 3
5 Puskesmas Kratonan - 4 4 - - - - 4 4
6 Puskesmas Gajahan - 3 3 - - - - 3 3
7 Puskesmas Sangkrah - 4 4 - - - - 4 4
8 Puskesmas Purwodiningratan - 2 2 - - - - 2 2
9 Puskesmas Ngoresan - 3 3 - - - - 3 3
10 Puskesmas Sibela - 4 4 - 1 1 - 5 5
11 Puskesmas Pucangsawit - 3 3 - - - - 3 3
12 Puskesmas Nusukan - 3 3 - 1 1 - 4 4
13 Puskesmas Manahan - 2 2 - - - - 2 2
14 Puskesmas Gilingan 1 1 2 - - - 1 1 2
15 Puskesmas Banyuanyar 1 1 2 - 1 1 1 2 3
16 Puskesmas Setabelan - 2 2 - - - - 2 2
17 Puskesmas Gambirsari - 3 3 - - - - 3 3
- - - - -
- - - - -
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 3 46 49 - 4 4 3 50 53
- - - - -
1 RSUD Dr. Moewardi 4 40 44 - 12 12 4 52 56
2 RS Slamet Riyadi 1 3 4 - 1 1 1 4 5
3 RS Dr Oen Surakarta - 31 31 - - - - 31 31
4 RS Brayat Minulyo 1 13 14 - 1 1 1 14 15
5 RS Panti Waluyo - 17 17 - 2 2 - 19 19
6 RS Kasih Ibu 1 35 36 - 1 1 1 36 37
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 5 42 47 4 4 8 9 46 55
8 RSUI Kustati 6 10 16 - 3 3 6 13 19
9 RS Tri Harsi - 2 2 - - - - 2 2
10 RSUD Kota Surakarta 2 6 8 - 1 1 2 7 9
11 RS Hermina - - - - - - - - -
12 RSJD Surakarta 1 14 15 3 2 5 4 16 20
13 RSJ Puri Waluyo - - - - - - - - -
14 RS Mata Solo - 2 2 - 2 2 - 4 4
- - - - -
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 21 215 236 7 29 36 28 244 272
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - 27 27 2 24 26 2 51 53
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 24 288 312 9 57 66 33 345 378
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 74,44

Sumber: Profil Nakes 2014


Keterangan : a termasuk analis farmasi, asisten apoteker, sarjana farmasi
TABEL 75

JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

KESEHATAN MASYARAKAT KESEHATAN LINGKUNGAN


NO UNIT KERJA
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8

1 Puskesmas Pajang - - - - 1 1
2 Puskesmas Penumping - - - - - -
3 Puskesmas Purwosari - - - - 1 1
4 Puskesmas Jayengan - - - - 1 1
5 Puskesmas Kratonan - 1 1 1 - 1
6 Puskesmas Gajahan - - - - 1 1
7 Puskesmas Sangkrah - - - - 1 1
8 Puskesmas Purwodiningratan - - - 1 - 1
9 Puskesmas Ngoresan - 2 2 1 - 1
10 Puskesmas Sibela - 1 1 - - -
11 Puskesmas Pucangsawit 1 - 1 - 1 1
12 Puskesmas Nusukan - 1 1 1 - 1
13 Puskesmas Manahan - - - - 1 1
14 Puskesmas Gilingan - 2 2 - - -
15 Puskesmas Banyuanyar - 2 2 - - -
16 Puskesmas Setabelan - - - - 1 1
17 Puskesmas Gambirsari - 1 1 - 1 1

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 1 10 11 4 9 13

1 RSUD Dr. Moewardi 5 6 11 2 8 10


2 RS Slamet Riyadi - 1 1 - - -
3 RS Dr Oen Surakarta - - - - - -
4 RS Brayat Minulyo - 2 2 - - -
5 RS Panti Waluyo - - - - - -
6 RS Kasih Ibu - 1 1 1 - 1
7 RS PKU Muhammadiyah Ska - - - 2 - 2
8 RSUI Kustati - - - - - -
9 RS Tri Harsi - - - - - -
10 RSUD Kota Surakarta 1 - 1 - 2 2
11 RS Hermina - - - - - -
12 RSJD Surakarta - 2 2 1 1 2
13 RSJ Puri Waluyo - - - - - -
14 RS Mata Solo - - - - - -

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 6 12 18 6 11 17


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - - - -
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 7 22 29 10 20 30
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 5,71 5,91

Sumber: Profil Nakes 2014


TABEL 76

JUMLAH TENAGA GIZI DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

NUTRISIONIS DIETISIEN TOTAL


NO UNIT KERJA
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1 Puskesmas Pajang - 1 1 - - - - 1 1
2 Puskesmas Penumping - 1 1 - - - - 1 1
3 Puskesmas Purwosari 1 - 1 - - - 1 - 1
4 Puskesmas Jayengan - 1 1 - - - - 1 1
5 Puskesmas Kratonan - 1 1 - - - - 1 1
6 Puskesmas Gajahan 1 - 1 - - - 1 - 1
7 Puskesmas Sangkrah - 1 1 - - - - 1 1
8 Puskesmas Purwodiningratan - 1 1 - - - - 1 1
9 Puskesmas Ngoresan - 1 1 - - - - 1 1
10 Puskesmas Sibela - 2 2 - - - - 2 2
11 Puskesmas Pucangsawit - 1 1 - - - - 1 1
12 Puskesmas Nusukan 1 - 1 - - - 1 - 1
13 Puskesmas Manahan 1 - 1 - - - 1 - 1
14 Puskesmas Gilingan - - - - - - - - -
15 Puskesmas Banyuanyar - 2 2 - - - - 2 2
16 Puskesmas Setabelan - - - - - - - - -
17 Puskesmas Gambirsari - - - - - - - - -

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 4 12 16 - - - 4 12 16

1 RSUD Dr. Moewardi 4 11 15 - - - 4 11 15


2 RS Slamet Riyadi - 1 1 - - - - 1 1
3 RS Dr Oen Surakarta - - - - - - - - -
4 RS Brayat Minulyo - 2 2 - - - - 2 2
5 RS Panti Waluyo - - - 1 4 5 1 4 5
6 RS Kasih Ibu - 3 3 - 1 1 - 4 4
7 RS PKU Muhammadiyah Ska - 4 4 - - - - 4 4
8 RSUI Kustati - 1 1 - - - - 1 1
9 RS Tri Harsi - 2 2 - - - - 2 2
10 RSUD Kota Surakarta - 3 3 - - - - 3 3
11 RS Hermina - - - - - - - - -
12 RSJD Surakarta 3 5 8 - - - 3 5 8
13 RSJ Puri Waluyo - - - - - - - - -
14 RS Mata Solo - - - - - - - - -

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 7 32 39 1 5 6 8 37 45


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - - - - - - -
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 11 44 55 1 5 6 12 49 61
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 10,83 1,18 12,01

Sumber: Profil Nakes 2014


TABEL 77

JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

TENAGA TEKNISI MEDIS


NO UNIT KERJA TOTAL
FISIOTERAPI TERAPI OKUPASI TERAPI WICARA AKUPUNKTUR
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

1 Puskesmas Pajang - 1 1 - - - - - - - - - - 1 1
2 Puskesmas Penumping - - - - - - - - - - - - - - -
3 Puskesmas Purwosari - - - - - - - - - - - - - - -
4 Puskesmas Jayengan - - - - - - - - - - - - - - -
5 Puskesmas Kratonan - - - - - - - - - - - - - - -
6 Puskesmas Gajahan - - - - - - - - - - - - - - -
7 Puskesmas Sangkrah - - - - - - - - - - - - - - -
8 Puskesmas Purwodiningratan - - - - - - - - - - - - - - -
9 Puskesmas Ngoresan - - - - - - - - - - - - - - -
10 Puskesmas Sibela - - - - - - - - - - - - - - -
11 Puskesmas Pucangsawit - - - - - - - - - - - - - - -
12 Puskesmas Nusukan - - - - - - - - - - - - - - -
13 Puskesmas Manahan - - - - - - - - - - - - - - -
14 Puskesmas Gilingan - - - - - - - - - - - - - - -
15 Puskesmas Banyuanyar - - - - - - - - - - - - - - -
16 Puskesmas Setabelan - - - - - - - - - - - - - - -
17 Puskesmas Gambirsari - - - - - - - - - - - - - - -

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - 1 1 - - - - - - - - - - 1 1

1 RSUD Dr. Moewardi 9 12 21 1 3 4 1 1 2 - - - 11 16 27


2 RS Slamet Riyadi - - - - - - - - - - - - - - -
3 RS Dr Oen Surakarta 3 6 9 1 1 2 - - - - - - 4 7 11
4 RS Brayat Minulyo - 2 2 - - - - - - - - - - 2 2
5 RS Panti Waluyo 1 3 4 - 1 1 - - - - - - 1 4 5
6 RS Kasih Ibu 3 2 5 - 1 1 - 1 1 - - - 3 4 7
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 2 3 5 - 1 1 - 1 1 - - - 2 5 7
8 RSUI Kustati 1 - 1 - - - - - - - - - 1 - 1
9 RS Tri Harsi - 3 3 - - - - - - - - - - 3 3
10 RSUD Kota Surakarta - - - - - - - - - - - - - - -
11 RS Hermina - - - - - - - - - - - - - - -
12 RSJD Surakarta 1 2 3 1 2 3 - - - - - - 2 4 6
13 RSJ Puri Waluyo - - - - - - - - - - - - - - -
14 RS Mata Solo - - - - - - - - - - - - - - -

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 20 33 53 3 9 12 1 3 4 - - - 24 45 69


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - - - - - - - - - - - - -
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 20 34 54 3 9 12 1 3 4 - - - 24 46 70
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 10,634 2,363 0,7877 0 13,784

Sumber: Profil Nakes 2014


TABEL 78

JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DAN FISIOTERAPIS DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

TENAGA TEKNISI MEDIS


NO UNIT KERJA REKAM MEDIS DAN
TEKNISI ANALISIS REFRAKSIONIS ORTETIK TEKNISI TRANSFUSI TEKNISI
RADIOGRAFER RADIOTERAPIS TEKNISI GIGI INFORMASI JUMLAH
ELEKTROMEDIS KESEHATAN OPTISIEN PROSTETIK DARAH KARDIOVASKULER
KESEHATAN
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

1 Puskesmas Pajang - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - - - - - - - - - - - - - - - 1 - 1
2 Puskesmas Penumping - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - - - - - - - - - - - - - - - 1 - 1
3 Puskesmas Purwosari - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
4 Puskesmas Jayengan - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - - - - - - - - - - - - - - - 1 - 1
5 Puskesmas Kratonan - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - - - - - - - - - - - - - - - 1 - 1
6 Puskesmas Gajahan - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - 1 1 - - - - - - - 2 2
7 Puskesmas Sangkrah - - - - - - - - - - - - - 2 2 - - - - - - - - - - - - - - - - 2 2
8 Puskesmas Purwodiningratan - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
9 Puskesmas Ngoresan - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
10 Puskesmas Sibela - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - 1 1 - - - - - - - 2 2
11 Puskesmas Pucangsawit - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
12 Puskesmas Nusukan - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
13 Puskesmas Manahan - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
14 Puskesmas Gilingan - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
15 Puskesmas Banyuanyar - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
16 Puskesmas Setabelan - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
17 Puskesmas Gambirsari - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - - - - - - 1 - 1 - - - - - - 2 - 2

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - - - - - - - - - - - - 5 13 18 - - - - - - 1 2 3 - - - - - - 6 15 21

1 RSUD Dr. Moewardi 9 9 18 - - - 5 2 7 2 - 2 11 28 39 1 1 2 - - - 4 10 14 - - - - - - 32 50 82


2 RS Slamet Riyadi 2 - 2 - - - - - - - - - 3 3 6 - - - - - - - 3 3 - - - - - - - - -
3 RS Dr Oen Surakarta 6 2 8 - - - - - - - - - 1 12 13 - - - - - - - 6 6 - - - - - - - - -
4 RS Brayat Minulyo - 3 3 - - - 1 - 1 - - - 2 11 13 - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - -
5 RS Panti Waluyo 2 3 5 - - - - - - - - - 4 9 13 - - - - - - 2 4 6 - - - - - - - - -
6 RS Kasih Ibu 4 3 7 - - - 1 - 1 - - - 2 20 22 - - - - - - - 12 12 - - - - - - - - -
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 4 4 8 - - - - - - - - - 3 11 14 - - - - - - 4 9 13 - - - - - - - - -
8 RSUI Kustati 6 3 9 - - - - - - - - - 5 9 14 - - - - - - - 5 5 - - - - - - - - -
9 RS Tri Harsi - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - -
10 RSUD Kota Surakarta - - - - - - - - - - - - - 5 5 - - - - - - - 4 4 - - - - - - - - -
11 RS Hermina - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
12 RSJD Surakarta - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 1 9 10 - - - - - - - - -
13 RSJ Puri Waluyo - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
14 RS Mata Solo - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 2 2 4 - - - - - - - - -

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 33 27 60 - - - 7 2 9 2 - 2 31 108 139 1 1 2 - - - 13 66 79 - - - - - - 32 50 82


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - - - - - - - - - - -
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 33 27 60 - - - 7 2 9 2 - 2 36 121 157 1 1 2 - - - 14 68 82 - - - - - - 38 65 103
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 20,28

Sumber: Profil Nakes 2014


Keterangan:
*yang memiliki klinik/pelayanan kesehatan
TABEL 79

JUMLAH TENAGA KESEHATAN LAIN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

TENAGA KESEHATAN LAINNYA


PENGELOLA PROGRAM TOTAL
NO UNIT KERJA TENAGA KESEHATAN LAINNYA
KESEHATAN
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1 Puskesmas Pajang - - - - - - - - -
2 Puskesmas Penumping - - - - - - - - -
3 Puskesmas Purwosari - - - - - - - - -
4 Puskesmas Jayengan - - - - - - - - -
5 Puskesmas Kratonan - - - - - - - - -
6 Puskesmas Gajahan - - - - - - - - -
7 Puskesmas Sangkrah - - - - - - - - -
8 Puskesmas Purwodiningratan - - - - - - - - -
9 Puskesmas Ngoresan - - - - - - - - -
10 Puskesmas Sibela - - - - - - - - -
11 Puskesmas Pucangsawit - - - - - - - - -
12 Puskesmas Nusukan - - - - - - - - -
13 Puskesmas Manahan - - - - - - - - -
14 Puskesmas Gilingan - - - - - - - - -
15 Puskesmas Banyuanyar - - - - - - - - -
16 Puskesmas Setabelan - - - - - - - - -
17 Puskesmas Gambirsari - - - - - - - - -

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - - - - - - - - -

1 RSUD Dr. Moewardi - 1 1 - - - - 1 1


2 RS Slamet Riyadi - - - - - - - - -
3 RS Dr Oen Surakarta - - - - - - - - -
4 RS Brayat Minulyo - - - - - - - - -
5 RS Panti Waluyo - - - - - - - - -
6 RS Kasih Ibu - - - - - - - - -
7 RS PKU Muhammadiyah Ska - - - - - - - - -
8 RSUI Kustati - - - - - - - - -
9 RS Tri Harsi - - - - - - - - -
10 RSUD Kota Surakarta - - - - - - - - -
11 RS Hermina - - - - - - - - -
12 RSJD Surakarta - - - - - - - - -
13 RSJ Puri Waluyo - - - - - - - - -
14 RS Mata Solo - - - - - - - - -
-
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) - 1 1 - - - - 1 1
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - - - - - - -
INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - -
DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 4 16 20 - - - 4 16 20
JUMLAH (KAB/KOTA) 4 17 21 - - - 4 17 21

Sumber: Profil Nakes 2014


TABEL 80

JUMLAH TENAGA PENUNJANG / PENDUKUNG KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

TENAGA NON KESEHATAN


TENAGA TOTAL
PEJABAT STAF PENUNJANG STAF PENUNJANG STAF PENUNJANG TENAGA
NO UNIT KERJA TENAGA PENDIDIK JURU PENUNJANG
STRUKTURAL ADMINISTRASI TEKNOLOGI PERENCANAAN KEPENDIDIKAN
KESEHATAN
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 24 25 26

1 Puskesmas Pajang - 2 2 8 4 12 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 8 6 14
2 Puskesmas Penumping 2 - 2 2 5 7 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 4 5 9
3 Puskesmas Purwosari 1 1 2 2 2 4 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3 3 6
4 Puskesmas Jayengan - 1 1 5 4 9 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 5 5 10
5 Puskesmas Kratonan 1 1 2 1 6 7 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 2 7 9
6 Puskesmas Gajahan - 2 2 3 3 6 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3 5 8
7 Puskesmas Sangkrah 1 1 2 3 7 10 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 4 8 12
8 Puskesmas Purwodiningratan - 2 2 3 3 6 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3 5 8
9 Puskesmas Ngoresan 1 1 2 1 2 3 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 2 3 5
10 Puskesmas Sibela - 2 2 3 2 5 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3 4 7
11 Puskesmas Pucangsawit 1 1 2 3 - 3 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 4 1 5
12 Puskesmas Nusukan 2 - 2 3 4 7 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 5 4 9
13 Puskesmas Manahan 2 - 2 1 3 4 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3 3 6
14 Puskesmas Gilingan 1 1 2 2 4 6 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3 5 8
15 Puskesmas Banyuanyar - 2 2 2 4 6 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 2 6 8
16 Puskesmas Setabelan 1 1 2 3 2 5 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 4 3 7
17 Puskesmas Gambirsari - 1 1 2 3 5 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 2 4 6

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 13 19 32 47 58 105 - - - - - - - - - - - - - - - 60 77 137

1 RSUD Dr. Moewardi 14 5 19 107 62 169 1 - 1 - - - - - - - - - - - - - - - 122 67 189


2 RS Slamet Riyadi 3 2 5 9 10 19 1 - 1 - - - - - - - - - - - - - - - 13 12 25
3 RS Dr Oen Surakarta - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
4 RS Brayat Minulyo - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
5 RS Panti Waluyo - - - 4 35 39 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 4 35 39
6 RS Kasih Ibu - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
7 RS PKU Muhammadiyah Ska - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
8 RSUI Kustati - - - 2 1 3 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 2 1 3
9 RS Tri Harsi - - - - 13 13 - - - - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - 13 13
10 RSUD Kota Surakarta 2 2 4 7 4 11 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 9 6 15
11 RS Hermina - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
12 RSJD Surakarta 3 3 6 22 17 39 3 - 3 - - - - - - - - - - - - - - - 28 20 48
13 RSJ Puri Waluyo - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
14 RS Mata Solo - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 22 12 34 151 142 293 5 - 5 - - - - - - - - - - - - 1 - 1 178 154 332
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN
- - - - 3 3 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3 3
INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 10 10 20 9 20 29 1 1 2 - - - - - - - - - - - - - - - 20 31 51
JUMLAH (KAB/KOTA) 45 41 86 207 223 430 6 1 7 - - - - - - - - - - - - 1 - 1 258 265 523

Sumber: Profil Nakes 2014


TABEL 81

ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN


NO SUMBER BIAYA
Rupiah %
1 2 3 4

ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER:

1 APBD KAB/KOTA 97.509.710.400 96,33

a. Belanja Langsung 59.758.688.400

b. Belanja Tidak Langsung 37.751.022.000

2 APBD PROVINSI 31.537.500 0,03


- Dana Tugas Pembantuan (TP) Provinsi 31.537.500

3 APBN : 3.682.061.975 3,64

- Dana Alokasi Umum (DAU) 0 0,00

- Dana Alokasi Khusus (DAK) 0 0,00


- Dana Dekonsentrasi 213.511.975 0,21
- Dana Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota 3.468.550.000 3,43
- Lain-lain (sebutkan) 0 0,00

4 PINJAMAN/HIBAH LUAR NEGERI (PHLN) 0 0,00


(sebutkan project dan sumber dananya)

5 SUMBER PEMERINTAH LAIN 0 0,00

TOTAL ANGGARAN BIDANG KESEHATAN 101.223.309.875


TOTAL APBD KAB/KOTA 1.672.569.745.211

% APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA 5,83

ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA 199.327,15

Sumber: Sub Bag PEP DKK


TABEL 82

PERSENTASE DESA/KELURAHAN DENGAN GARAM BERYODIUM YANG BAIK


PROVINSI JAWA TENGAH
TAHUN 2014

JUMLAH
% DESA/KEL DG
DESA/KEL DG
JUMLAH GARAM
NO KABUPATEN/KOTA GARAM
DESA/KEL BERYODIUM YG
BERYODIUM YG
BAIK
BAIK
1 2 3 4 5

1 LAWEYAN 11 11 100,00
PAJANG 4 4 100,00
PENUMPING 4 4 100,00
PURWOSARI 3 3 100,00
2 SERENGAN 7 7 100,00
JAYENGAN 4 4 100,00
KRATONAN 3 3 100,00
3 PASARKLIWON 9 9 100,00
GAJAHAN 6 6 100,00
SANGKRAH 3 3 100,00
4 JEBRES 11 11 100,00
PURWODININGRATAN 6 6 100,00
NGORESAN 1 1 100,00
SIBELA 1 1 100,00
PUCANGSAWIT 3 3 100,00
5 BANJARSARI 13 13 100,00
NUSUKAN 1 1 100,00
MANAHAN 2 2 100,00
GILINGAN 3 3 100,00
BANYUANYAR 2 2 100,00
SETABELAN 4 4 100,00
GAMBIRSARI 1 1 100,00

JUMLAH 51 51 100,00

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 83
KASUS PENYAKIT TIDAK MENULAR DI PUSKESMAS DAN RUMAH SAKIT
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

Neoplasma Diabetes Mellitus Peny. Jantung & Pembuluh Darah PPOK Asma
No. Unit Pelayanan
Ca Ca Ca Ca ID ND Angina AMI Dekomp Hipertensi Hipertensi Stroke Bronkial Psikosis
Servik Mamae Hepar Paru DM DM Pekt. Kordis Essensial Lain Hemoragik Non Hemoragik
1 2 3 4 5 6 8 9 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21

1 Puskesmas Pajang 2 2 - - - 337 - - 37 1.481 14 - 57 103 439


2 Puskesmas Penumping 10 29 - - 5 455 5 - 48 1.460 36 94 - 305 243
3 Puskesmas Purwosari 14 30 38 5 73 2.342 52 111 259 5.551 193 401 48 398 121
4 Puskesmas Jayengan 4 19 - - 128 112 4 19 100 880 5 29 7 67 171
5 Puskesmas Kratonan 7 33 17 23 1 492 35 1 274 1.083 24 162 - 345 175
6 Puskesmas Gajahan 7 - 36 - - 1.726 52 95 199 5.249 149 259 118 679 404
7 Puskesmas Sangkrah 44 38 - - 30 1.492 15 5 178 4.464 29 175 - 651 288
8 Puskesmas Purwodiningratan 24 62 1 5 156 1.250 201 11 16 3.221 - 90 28 382 265
9 Puskesmas Ngoresan - - - - - 1.065 13 - - 4.755 - - - 396 347
10 Puskesmas Sibela 56 49 6 19 115 1.453 206 73 57 5.606 97 276 19 870 640
11 Puskesmas Pucangsawit 22 14 0 1 9 545 29 12 26 4.590 - 132 16 495 140
12 Puskesmas Nusukan 21 66 61 - 325 1.856 210 - 420 4.515 113 - 7 643 119
13 Puskesmas Manahan 56 50 - 10 138 1.509 6 13 450 3.156 - 23 4 282 2.466
14 Puskesmas Gilingan 7 22 - - 40 792 51 50 77 3.379 162 219 - 479 319
15 Puskesmas Banyuanyar - - - - 10 955 - - - 2.746 42 - - 306 268
16 Puskesmas Setabelan 29 22 - - - 1.315 17 1 291 5.146 - 228 4 538 1.101
17 Puskesmas Gambirsari 10 - - 14 - 46 45 15 3.200 - 67 4 5 217

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 313 436 159 63 1.044 17.696 942 436 2.447 60.482 864 2.155 - 312 6.944 7.723

1 RSUD Dr. Moewardi 1.835 3.733 139 879 26 3.170 305 389 1.948 1.749 387 278 578 148 3
2 RS Slamet Riyadi - 6 0 5 72 25 - - - 42 27 - 7 13 - -
3 RS Dr Oen Surakarta 38 58 46 26 4 1.657 153 50 203 1.801 3 21 112 258 1.230 1
4 RS Brayat Minulyo
5 RS Panti Waluyo 5 49 1 19 124 236 43 13 47 327 69 94 123 40 100 1
6 RS Kasih Ibu 35 64 14 27 142 570 65 9 41 812 - 23 222 29 7 -
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 74 556 24 20 246 159 93 100 180 697 - 194 363 170 716 -
8 RSUI Kustati
9 RS Tri Harsi - - - - - - - - - - 7 - - - 14 -
10 RSUD Kota Surakarta 13 41 - - 299 5.532 18 5 843 3.337 119 43 204 64 382 57
11 RS Hermina
12 RSJD Surakarta - - - - - - - - - - - - - - - -
13 RSJ Puri Waluyo
14 RS Mata Solo - - - - - - - - - - - - - - - -

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 2.000 4.507 224 976 913 11.349 677 177 1.703 8.964 1.974 762 1.309 1.152 2.597 62

JUMLAH 2.313 4.943 383 1.039 1.957 29.045 1.619 613 4.150 69.446 2.838 2.917 1.309 1.464 9.541 7.785

Sumber : Laporan Puskesmas dan Rumah Sakit


TABEL 84

JUMLAH KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2014

KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN

NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH KEGIATAN JUMLAH


PENYEBARAN
PENYULUHAN KUNJUNGAN
INFORMASI
KESEHATAN RUMAH
1 2 3 4 5 6
1 LAWEYAN 2.358 596 211
PAJANG 944 150 14
PENUMPING 554 192 154
PURWOSARI 860 254 43
2 SERENGAN 1.345 206 1.187
JAYENGAN 909 48 909
KRATONAN 436 158 278
3 PASARKLIWON 1.728 457 1.446
GAJAHAN 864 286 654
SANGKRAH 864 171 792
4 JEBRES 3.020 3.734 2.447
PURWODININGRATAN 721 211 88
NGORESAN 398 2.703 844
SIBELA 1.485 40 317
PUCANGSAWIT 416 780 1.198
5 BANJARSARI 3.782 1.125 2.693
NUSUKAN 1.001 105 1.001
MANAHAN 349 541 16
GILINGAN 558 84 558
BANYUANYAR 584 26 558
SETABELAN 469 48 60
GAMBIRSARI 821 321 500

SUB JUMLAH I 12.233 6.118 7.984


1 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
2 Rumah Sakit
JUMLAH (KAB/KOTA) 12.233 6.118 7.984

Sumber: Laporan Puskesmas