You are on page 1of 43

A.

Definisi kebudayaan dan contohnya


Pengertian kebudayaan

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu


buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau
akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal
manusia.

Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang


berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa
diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga
kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan


dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari
generasi ke generasi.[1] Budaya terbentuk dari banyak unsur yang
rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa,
perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.[1] Bahasa, sebagaimana
juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia
sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara
genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang
yang berbeda budaya, dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya,
membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.[1]

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat


kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan
perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar, dan
meliputi banyak kegiatan sosial manusia.[2]

Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika


berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi
budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang
dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas
keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-
bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar"
di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" di Jepang dan
"kepatuhan kolektif" di Tiongkok.

Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali


anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak
dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam
anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa
bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.

Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu


kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang
dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.

1. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan


bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan
oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah
untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
2. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun
temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian
disebut sebagai superorganic.
3. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan
pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta
keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain,
tambahan lagi segala pernyataan intelektual, dan artistik yang
menjadi ciri khas suatu masyarakat.
4. Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan
keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat,
dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai
anggota masyarakat.
5. Menurut Selo Soemardjan, dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan
adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian


mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat
pengetahuan, dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat
dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,
kebudayaan itu bersifat abstrak.

Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang


diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa
perilaku, dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola
perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan
lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam
melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

1. Unsure unsure kebudayaan

Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen


atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:

1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur


pokok, yaitu:
o alat-alat teknologi
o sistem ekonomi
o keluarga
o kekuasaan politik
2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang
meliputi:
o sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara
para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam
sekelilingnya
o organisasi ekonomi
o alat-alat, dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk
pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
o organisasi kekuatan (politik)
3. C. Kluckhohn mengemukakan ada 7 unsur kebudayaan secara
universal (universal categories of culture) yaitu:
o bahasa
o sistem pengetahuan
o sistem tekhnologi, dan peralatan
o sistem kesenian
o sistem mata pencarian hidup
o sistem religi
o sistem kekerabatan, dan organisasi kemasyarakatan

2. wujud dan komponen kebudayaan

wujud kebudayaan

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga:


gagasan, aktivitas, dan artefak.
Gagasan ( wujud ideal )
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk
kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan,
dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau
disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam pemikiran warga
masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka
itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu
berada dalam karangan, dan buku-buku hasil karya para penulis
warga masyarakat tersebut.
Aktifitas ( tindakan )
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola
dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut
dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-
aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak,
serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu
yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi
dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati, dan
didokumentasikan.
Artefak ( karya )
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari
aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat
berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan
didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud
kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara
wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud
kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal
mengatur, dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya
(artefak) manusia.

Sedangkan menurut Koentjaraningrat, wujud kebudayaan dibagi


menjadi nilai budaya, sistem budaya, sistem sosial, dan kebudayaan
fisik.

Nilai nilai budaya


Istilah ini, merujuk kepada penyebutan unsur-unsur kebudayaan
yang merupakan pusat dari semua unsur yang lain. Nilai-nilai
kebudayaan yaitu gagasan-gagasan yang telah dipelajari oleh
warga sejak usia dini, sehingga sukar diubah. Gagasan inilah yang
kemudian menghasilkan berbagai benda yang diciptakan oleh
manusia berdasarkan nilai-nilai, pikiran, dan tingkahlakunya.
Sistem budaya
Dalam wujud ini, kebudayaan bersifat abstrak sehingga hanya
dapat diketahui dan dipahami. kebudayaan dalam wujud ini juga
berpola dan berdasarkan sistem-sistem tertentu.
System sosial
Sistem sosial merupakan pola-pola tingkah laku manusia yang
menggambarkan wujud tingkah laku manusia yang dilakukan
berdasarkan sistem. Kebudayaan dalam wujud ini bersifat konkret
sehingga dapat diabadikan.
Kebudayaan fisik
Kebudayaan fisik ini merupakan wujud terbesar dan juga bersifat
konkret. Misalnya bangunan megah seperti candi Borobudur,
benda-benda bergerak seperti kapal tangki, komputer, piring, gelas,
kancing baju, dan lain-lain

Komponen kebudayaan

Berdasarkan wujudnya tersebut, Budaya memiliki beberapa elemen


atau komponen, menurut ahli antropologi Cateora, yaitu :

Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat
yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini
adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian
arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya.
Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti
televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung
pencakar langit, dan mesin cuci.
Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang
diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng,
cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
Lembaga sosial
Lembaga sosial, dan pendidikan memberikan peran yang banyak
dalam kontek berhubungan, dan berkomunikasi di alam
masyarakat. Sistem sosial yang terbentuk dalam suatu Negara akan
menjadi dasar, dan konsep yang berlaku pada tatanan sosial
masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota, dan desa dibeberapa
wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja
pada satu instansi atau perusahaan. Tetapi di kota kota besar hal
tersebut terbalik, wajar seorang wanita memilik karier

System kepercayaan
Bagaimana masyarakat mengembangkan, dan membangun system
kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu, hal ini akan
mempengaruhi system penilaian yang ada dalam masyarakat.
Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan,
bagaimana memandang hidup, dan kehidupan, cara mereka
berkonsumsi, sampai dengan cara bagaimana berkomunikasi.
Estetika
Berhubungan dengan seni, dan kesenian, musik, cerita, dongeng,
hikayat, drama, dan tari tarian, yang berlaku, dan berkembang
dalam masyarakat. Seperti di Indonesia setiap masyarakatnya
memiliki nilai estetika sendiri. Nilai estetika ini perlu dipahami
dalam segala peran, agar pesan yang akan kita sampaikan dapat
mencapai tujuan, dan efektif. Misalkan di beberapa wilayah, dan
bersifat kedaerah, setiap akan membangu bagunan jenis apa saj
harus meletakan janur kuning, dan buah-buahan sebagai simbol
yang arti disetiap derah berbeda. Tetapi di kota besar seperti
Jakarta jarang mungkin tidak terlihat masyarakatnya menggunakan
cara tersebut.
Bahasa
Bahasa merupakan alat pengantar dalam berkomunikasi, bahasa
untuk setiap wilayah, bagian, dan negara memiliki perbedaan yang
sangat kompleks. Dalam ilmu komunikasi bahasa merupakan
komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa memiliki sifat
unik, dan kompleks yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna
bahasa tersebut. Jadi keunikan, dan kekompleksan bahasa ini harus
dipelajari, dan dipahami agar komunikasi lebih baik, dan efektif
dengan memperoleh nilai empati, dan simpati dari orang lain.
3. Hubungan Antara Unsur-Unsur Kebudayaan

Komponen-komponen atau unsur-unsur utama dari kebudayaan antara


lain:

1. Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)

Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan.

Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi,


memakai, serta memelihara segala peralatan, dan perlengkapan.
Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan
masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau
dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.

Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat


pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal
delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem
peralatan, dan unsur kebudayaan fisik), yaitu:

alat-alat produksi
senjata
wadah
alat-alat menyalakan api
makanan
pakaian
tempat berlindung, dan perumahan
alat-alat transportasi

2. Sistem mata pencaharian

Perhatian para ilmuwan pada sistem mata pencaharian ini terfokus


pada masalah-masalah mata pencaharian tradisional saja, di
antaranya:
Berburu dan meramu
Beternak
Bercocok tanam di ladang
Menangkap ikan

3. Sistem kekerabatan dan organisasi sosial

Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting


dalam struktur sosial. Meyer Fortes mengemukakan bahwa sistem
kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan untuk
menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang
bersangkutan.

Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari


beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan
perkawinan. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak,
menantu, cucu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek, dan
seterusnya.

Dalam kajian sosiologi-antropologi, ada beberapa macam


kelompok kekerabatan dari yang jumlahnya relatif kecil hingga
besar seperti keluarga ambilineal, klan, fatri, dan paroh
masyarakat. Di masyarakat umum kita juga mengenal kelompok
kekerabatan lain seperti keluarga inti, keluarga luas, keluarga
bilateral, dan keluarga unilateral.

Sementara itu, organisasi sosial adalah perkumpulan sosial


yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum
maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai
sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa, dan
negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama,
manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-
tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
4. Bahasa

Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan


manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat
tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan
menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya
atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri
dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan
sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk
masyarakat.

Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi


menjadi fungsi umum, dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara
umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan
alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Sedangkan
fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan
dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra),
mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu
pengetahuan dan teknologi.

5. Kesenian

Karya seni dari peradaban Mesir kuno.

Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang


berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang
dinikmati dengan mata ataupun telinga. Sebagai makhluk yang
mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak
kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian
yang kompleks.

6. Sistem Kepercayaan

Ada kalanya pengetahuan, pemahaman, dan daya tahan


fisik manusia dalam menguasai, dan mengungkap rahasia-rahasia
alam sangat terbatas. Secara bersamaan, muncul keyakinan akan
adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini, yang juga
mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya.
Sehubungan dengan itu, baik secara individual maupun hidup
bermasyarakat, manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau
sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta.

Agama, dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi


dengan kebudayaan. Agama (bahasa Inggris: Religion, yang
berasar dari bahasa Latin religare, yang berarti "menambatkan"),
adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat
manusia. Dictionary of Philosophy and Religion (Kamus Filosofi,
dan Agama) mendefinisikan Agama sebagai berikut:

... sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan


biasa berkumpul bersama untuk beribadah, dan menerima sebuah
paket doktrin yang menawarkan hal yang terkait dengan sikap yang
harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagiaan
sejati.[3]

Agama biasanya memiliki suatu prinsip, Firma"5 rukun


Islam" dalam agama Islam. Kadang-kadang agama dilibatkan
dalam sistem pemerintahan, seperti misalnya dalam sistem
teokrasi. Agama juga memengaruhi kesenian.

7. Pernikahan
8. Sistem ilmu dan pengetahuan

Secara sederhana, pengetahuan adalah segala sesuatu yang


diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-
harapan. Pengetahuan dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia.
Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, intuisi,
wahyu, dan berpikir menurut logika, atau percobaan-percobaan
yang bersifat empiris (trial and error).
Sistem pengetahuan tersebut dikelompokkan menjadi:

pengetahuan tentang alam


pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan di
sekitarnya
pengetahuan tentang tubuh manusia, pengetahuan tentang sifat,
dan tingkah laku sesama manusia
pengetahuan tentang ruang dan waktu

9. Perubahan sosial budaya

Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah


kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing.

Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya


struktur sosial, dan pola budaya dalam suatu masyarakat.

Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang


terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu
terjadi sesuai dengan hakikat, dan sifat dasar manusia yang selalu
ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa
kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari
perubahan.

Ada tiga faktor yang dapat memengaruhi perubahan sosial:

1. tekanan kerja dalam masyarakat


2. keefektifan komunikasi
3. perubahan lingkungan alam.[11]

Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya


perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak
dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es
berujung pada ditemukannya sistem pertanian, dan kemudian
memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan.
10. Penetrasi kebudayaan

Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah


masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya.
Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara:

Penetrasi damai (penetration pasifique)


Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai.
Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Kpop, Hollywood
Movies, Bollywood Movies, dan lain-lain sebagainya ke
Indonesia[butuh rujukan]
. Penerimaan kebudayaan tersebut tidak
mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya
masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak
mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat.
Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan
Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis.

Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga


membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur
kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur
yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia, dan
kebudayaan India. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan
sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis adalah
bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya
sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan
asli.

Penetrasi kekerasan (penetration violante)


Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa, dan
merusak. Contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia
pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga
menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan
dalam masyarakat[butuh rujukan].
Wujud budaya dunia barat antara lain adalah budaya dari
Belanda yang menjajah selama 350 tahun lamanya. Budaya
warisan Belanda masih melekat di Indonesia antara lain pada
sistem pemerintahan Indonesia.

11. Cara pandang terhadap kebudayaan

Kebudayaan sebagai peradaban

Saat ini, kebanyakan orang memahami gagasan "budaya"


yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-18, dan awal abad ke-
19. Gagasan tentang "budaya" ini merefleksikan adanya
ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa, dan kekuatan daerah-
daerah yang dijajahnya.

Mereka menganggap 'kebudayaan' sebagai "peradaban"


sebagai lawan kata dari "alam". Menurut cara pikir ini, kebudayaan
satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan; salah satu
kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya.

Artefak tentang "kebudayaan tingkat tinggi" (High Culture) oleh


Edgar Degas.

Pada praktiknya, kata kebudayaan merujuk pada benda-


benda, dan aktivitas yang "elit" seperti misalnya memakai baju
yang berkelas, fine art, atau mendengarkan musik klasik,
sementara kata berkebudayaan digunakan untuk menggambarkan
orang yang mengetahui, dan mengambil bagian, dari aktivitas-
aktivitas di atas.

Sebagai contoh, jika seseorang berpendendapat bahwa


musik klasik adalah musik yang "berkelas", elit, dan bercita rasa
seni, sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang
kampungan, dan ketinggalan zaman, maka timbul anggapan bahwa
ia adalah orang yang sudah "berkebudayaan".

Orang yang menggunakan kata "kebudayaan" dengan cara


ini tidak percaya ada kebudayaan lain yang eksis; mereka percaya
bahwa kebudayaan hanya ada satu, dan menjadi tolak ukur norma,
dan nilai di seluruh dunia. Menurut cara pandang ini, seseorang
yang memiliki kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang
"berkebudayaan" disebut sebagai orang yang "tidak
berkebudayaan"; bukan sebagai orang "dari kebudayaan yang lain."
Orang yang "tidak berkebudayaan" dikatakan lebih "alam," dan
para pengamat seringkali mempertahankan elemen dari
kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untuk menekan pemikiran
"manusia alami" (human nature)

Sejak abad ke-18, beberapa kritik sosial telah menerima


adanya perbedaan antara berkebudayaan, dan tidak berkebudayaan,
tetapi perbandingan itu -berkebudayaan, dan tidak berkebudayaan-
dapat menekan interpretasi perbaikan, dan interpretasi pengalaman
sebagai perkembangan yang merusak, dan "tidak alami" yang
mengaburkan, dan menyimpangkan sifat dasar manusia.

Dalam hal ini, musik tradisional (yang diciptakan oleh


masyarakat kelas pekerja) dianggap mengekspresikan "jalan hidup
yang alami" (natural way of life), dan musik klasik sebagai suatu
kemunduran, dan kemerosotan.

Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk


memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam, dan konsep
monadik yang pernah berlaku. Mereka menganggap bahwa
kebudayaan yang sebelumnya dianggap "tidak elit" dan
"kebudayaan elit" adalah sama - masing-masing masyarakat
memiliki kebudayaan yang tidak dapat diperbandingkan.
Pengamat sosial membedakan beberapa kebudayaan
sebagai kultur populer (popular culture) atau pop kultur, yang
berarti barang atau aktivitas yang diproduksi, dan dikonsumsi oleh
banyak orang.

Kebudayaan sebagai "sudut pandang umum"

Selama Era Romantis, para cendekiawan di Jerman,


khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme -
seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman,
dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran
Austria-Hongaria - mengembangkan sebuah gagasan kebudayaan
dalam "sudut pandang umum".

Pemikiran ini menganggap suatu budaya dengan budaya


lainnya memiliki perbedaan, dan kekhasan masing-masing.
Karenanya, budaya tidak dapat diperbandingkan. Meskipun begitu,
gagasan ini masih mengakui adanya pemisahan antara
"berkebudayaan" dengan "tidak berkebudayaan" atau kebudayaan
"primitif."

Pada akhir abad ke-19, para ahli antropologi telah memakai


kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. Bertolak dari
teori evolusi, mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia
tumbuh, dan berevolusi bersama, dan dari evolusi itulah tercipta
kebudayaan.

Pada tahun 50-an, subkebudayaan - kelompok dengan


perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya - mulai
dijadikan subjek penelitian oleh para ahli sosiologi. Pada abad ini
pula, terjadi popularisasi ide kebudayaan perusahaan - perbedaan,
dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja.

Kebudayaan sebagai mekanisme stabilisasi


Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu)
kebudayaan adalah sebuah produk dari stabilisasi yang melekat
dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan, dan kesadaran
bersama dalam suatu masyarakat, atau biasa disebut dengan
tribalisme.

Kebudayaan di antara masyarakat

Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-


kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah
kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku,
dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur
disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya karena perbedaan
umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan
politik dan gender,

Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika


berhadapan dengan imigran, dan kebudayaan yang berbeda dengan
kebudayaan asli. Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada
seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan
minoritas, seberapa banyak imigran yang datang, watak dari
penduduk asli, keefektifan, dan keintensifan komunikasi antar
budaya, dan tipe pemerintahan yang berkuasa.

Monokulturalisme: Pemerintah mengusahakan terjadinya


asimilasi kebudayaan sehingga masyarakat yang berbeda
kebudayaan menjadi satu, dan saling bekerja sama.
Leitkultur (kebudayaan inti): Sebuah model yang
dikembangkan oleh Bassam Tibi di Jerman. Dalam Leitkultur,
kelompok minoritas dapat menjaga, dan mengembangkan
kebudayaannya sendiri, tanpa bertentangan dengan kebudayaan
induk yang ada dalam masyarakat asli.
Melting Pot: Kebudayaan imigran/asing berbaur, dan
bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan
pemerintah.
Multikulturalisme: Sebuah kebijakan yang mengharuskan
imigran, dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan
mereka masing-masing, dan berinteraksi secara damai dengan
kebudayaan induk.

Kebudayaan menurut wilayah

Seiring dengan kemajuan teknologi, dan informasi,


hubungan, dan saling keterkaitan kebudayaan-kebudayaan di dunia
saat ini sangat tinggi. Selain kemajuan teknologi, dan informasi,
hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, migrasi, dan
agama.

Afrika

Beberapa kebudayaan di benua Afrika terbentuk melalui


penjajahan Eropa, seperti kebudayaan Sub-Sahara. Sementara itu,
wilayah Afrika Utara lebih banyak terpengaruh oleh kebudayaan
Arab, dan Islam.

Orang Hopi yang sedang menenun dengan alat tradisional di


Amerika Serikat.

Amerika

Kebudayaan di benua Amerika dipengaruhi oleh suku-suku


Asli benua Amerika; orang-orang dari Afrika (terutama di Amerika
Serikat), dan para imigran Eropa terutama Spanyol, Inggris,
Perancis, Portugis, Jerman, dan Belanda.

Asia
Asia memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda satu
sama lain, meskipun begitu, beberapa dari kebudayaan tersebut
memiliki pengaruh yang menonjol terhadap kebudayaan lain,
seperti misalnya pengaruh kebudayaan Tiongkok kepada
kebudayaan Jepang, Korea, dan Vietnam.

Dalam bidang agama, agama Budha dan Taoisme banyak


memengaruhi kebudayaan di Asia Timur. Selain kedua Agama
tersebut, norma dan nilai Agama Islam juga turut memengaruhi
kebudayaan terutama di wilayah Asia Selatan dan tenggara.

Australia

Kebanyakan budaya di Australia masa kini berakar dari


kebudayaan Eropa dan Amerika. Kebudayaan Eropa, dan Amerika
tersebut kemudian dikembangkan, dan disesuaikan dengan
lingkungan benua Australia, serta diintegrasikan dengan
kebudayaan penduduk asli benua Australia, Aborigin.

Eropa

Kebudayaan Eropa banyak terpengaruh oleh kebudayaan


negara-negara yang pernah dijajahnya. Kebudayaan ini dikenal
juga dengan sebutan "kebudayaan barat". Kebudayaan ini telah
diserap oleh banyak kebudayaan, hal ini terbukti dengan
banyaknya pengguna bahasa Inggris, dan bahasa Eropa lainnya di
seluruh dunia. Selain dipengaruhi oleh kebudayaan negara yang
pernah dijajah, kebudayaan ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan
Yunani kuno, Romawi kuno, dan agama Kristen, meskipun
kepercayaan akan agama banyak mengalami kemunduran beberapa
tahun ini.

Timur Tengah, dan Afrika Utara


Kebudayaan didaerah Timur Tengah dan Afrika Utara saat
ini kebanyakan sangat dipengaruhi oleh nilai, dan norma agama
Islam, meskipun tidak hanya agama Islam yang berkembang di
daerah ini.

Contoh kebudayaan di Indonesia

1. KEBUDAYAAN LOKAL MASYARAKAT SUNDA


Secara administratif, suku bangsa Sunda sebagian
besar mendiami propinsi Jawa Barat. Sistem kekerabatan suku
bangsa Sunda mengenal sistem Parental, yaitu mengikuti garis
keturunan kedua orang tua, ayah, dan ibu. Bahasa percakapan
yang dipakai adalah bahasa Sunda. Bahasa ini mengenal
tingkatan dari bahasa yang paling halus sampai kasar. Bahasa
Sunda berkembang di daerah Priangan, seperti di Ciamis,
Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Bandung, Sukabumi, dan
Cianjur. Bahasa sunda yang tidak halus berkembang di daerah
Banten, Karawang, Bogor, dan Cirebon. Bahasa Sunda yang
dipakai oleh masyarakat Badui do Banten Selatan disebut
bahasa Sunda Buhun (Kuno).

Masyarakat Sunda memiliki beragam kesenian


tradisional. Alat musik tradisional masyarakat Sunda adalah
angklung. Alat musik Sunda juga memiliki pertunjukan seperti
reog, calung, wayang golek,gendang pencak, dan sejumlah
tarian-tarian seperti tari jaipong dan tari topeng. Kesenian
tradisional tersebut umumnya dipertunjukkan pada upacara
selamatan pernikahan, sunatan, meruwat rumah, dan syukuran.

2. KEBUDAYAAN LOKAL MASYARAKAT TENGGER


Suku tengger merupakan salah satu sub kelompok
orang Jawa yang mendiami wilayah sekitar Pegunungan
Bromo, Jawa Timur. Masyarakat mempunyai ciri khas yang
dapat dilihat dari dialek bahasa, upacara adat yang
berdasarkan sistem kepercayaannya, serta perilaku yang sesuai
dengan adat istiadat yang berlaku. Dalam kehidupan orang
Tengger mempunyai kebiasaan mengangkat orang luar
menjadi warga baru atau sesepuh masyarakat Tengger. Proses
pengangkatan ini dilakukan melalui upacara wisuda yang
dipimpin oleh ketua adat atau kepala dukun.

Sebagian masyarakat Tengger beragama Hindu


Mahayana. Setiap tahun, mereka mengadakan upacara
Kasodo, yaitu upacara dalam rangka pengiriman kurban
kepada leluhur yang ada di Kawah Gunung Bromo. Puncak
upacara Kasodo berlangsung tepat pada tengah malam, yaitu
berupa pemilihan dukun-dukun baru. Setelah itu, dilakukan
pelemparan Ongkek (persembahan penduduk) ke kawah
Bromo. Acara ini mengakhiri keseluruhan upacara Kasodo
yang berlangsung hingga subuh menjelang matahari terbit.

3. KEBUDAYAAN LOKAL MASYARAKAT BATAK


Suku bangsa Batak adalah salah satu suku bangsa yang
melindungi Pulau Sumatera. Suku bangsa ini dikenal
masyarakat sebagai perantau karena banyak yang mengadu
nasib ke berbagai daerah terutama di kota-kota besar.
Meskipun tersebar di berbagai daerah, suku bangsa Batak
dikenal sangat menjunjung tinggi kebudayaan sekalipun tidak
tinggal di kampung halamannya.

Suku bangsa Batak memiliki beragam kesenian


tradisional. Dalam seni ukir dapat dilihat pada motif-motif
pakaian adat serta tiang-tiang rumah adat yang memiliki srti
simbolis tertentu. Selain itu, terdapat berbagai lagu-lagu
daerah dan tari-tarian. Tarian tradisional yang cukup terkenal
adalah tarian Mandula dan tari Sekar Sirih. Tari Mandula
adalah tarian rakyat Simalungun saat menyambut panen,
sedangkan tari Sekar Sirih adalah tarian menyambut tamu.

4. KEBUDAYAAN LOKAL MASYARAKAT BUGIS


Suku bangsa Bugis adalah suku bangsa yang mendiami
wilayah Sulawesi Selatan. Sejak dahulu suku Bugis dikenal
sebagai suku bangsa Pelaut, sehingga mereka juga tinggal di
daerah-daerah luar Sulawesi Selatan. Di beberapa daerah,
seperti di Flores dan Kalimantan, suku bangsa Bugis
membentuk perkampungan sendiri. Pada naskah-naskah kuno
bangsa Bugis, huruf yang dipakai adalah aksara Lontara.
Setelah masuknya pengaruh Islam pada abad ke-17, naskah-
naskah kebanyakan ditulis dalam aksara bahasa Arab, yang
disebut aksara Serang.

Kesenian msyarakat Bugis dapat dilihat dari bentuk


arsitektur rumah dan ukir-ukiran pada tiang atau gerbang
rumah. Selain itu, dapat dilihat pada bentuk-bentuk kerajinan
rumah tangga seperti tenunan sarung yang sudah cukup
dikenal luas di Indonesia serta seni tarik suara dan tarian.

5. KEBUDAYAAN LOKAL MASYARAKAT DAYAK


Suku bangsa Dayak dianggap sebagai suku bangsa asli
Pulau Kalimantan. Masyarakat Dayak mengenal sistem
ambilineal, yaitu mengikuti garis keturunan laki-laki dan
perempuan. Sebagian besar anak laki-laki atau perempuan
yang sudah menikah akan tetap tinggal bersama orang tuanya.
Inilah yang membentuk keluarga luas (ultralokal). Masyarakat
Dayak tidak melarang anak perempuannya menikah dengan
laki-laki suku bangsa lain asalkan mereka mau tinggal
bersama keluarga istrinya.

Masyaraka Dayak memiliki beragam kesenian, baik


seni musik, tarian, seni ukir, ataupun tenun. Alat musik
tradisional yang biasa dipakai umumnya terbuat dari bambu
atau kayu yang dimainkan dengan cara dipikul berirama
mengikuti tarian dan lagunya. Tarian-tarian masyarakat Dayak
antara lain tari Tambun, Balean Dades, dan Bungai. Tarian
tersebut pada umumnya dibawakan ketika upacara-upacara
adat. Seni ukir dapat dilihat pada tiang-tiang rumah yang
diukir dengan tangan dan memiliki simbol-simbol tertentu.
Selain itu, seni ukir masyarakt Dayak berupa patung-patung
yang terbuat dari kayu. Sedangkan kain tenun yang terkenal
terbuat dari bahan kapas dan kulit kayu.

6. KEBUDAYAAN LOKAL MASYARAKAT LIO


Masyarakat Lio adalah kelompok penduduk yang
menempati Pulau Flores, NTT. Kelompok yang sangat penting
adalah kelompok yang disebut SUKU. Kelompok ini
dikatakan mewujudkan struktur piramidal, yang dipuncaknya
duduk kepala suku yang secara turun-temurun dijabat oleh
anak laki-laki sulung. Selain berstatus sebagai orang tua, ia
juga sebagai ahli waris.

Masyarakat Lio mengembangkan berbagai kesenian


tradisional. Dalam seni pahat dan arsitektur dapat dilihat pada
bentuk rumah adat yang disebut Sao Ria. Selain itu, mereka
juga membuat patung yang disebut Anadeo yang
dikeramatkan sebagai penunggu ruah adat. Mereka juga
menghasilkan hasil kain tenun tradisional dengan motif yang
khas pada kain sarung, selimut, dan selendang.

7. KEBUDAYAAN LOKAL MASYARAKAT ASMAT


Daerah kebudayaan masyarakat Asmat meliputi daerah
pegunungan Papua Selatan. Suku bangsa Asmat umumnya
dikelompokkan atas Asmat Hilir dan Asmat Hulu. Suku
bangsa Asmat Hilir hidup di dataran rendah di sepanjang
pantai yang masih diselimuti hutan dan rawa. Suku bangsa
AsmatHulu hidup di daerah dataran tinggi yang berbukit-bukit
dengan padang rumput yang cukup jelas.
Keluarga-keluarga suku bangsa Asmat umumnya
tinggal di rumah-rumah panggung yang disebut tsyem. Sebuah
kelompok kekerabatan Asmat terdiri atas 10-15 tysem yang
mengelilingi sebuah rumah adat yang di sebut yew. Yew
berfungsi sebagai rumah keramat dan tempat upacara
keagamaan.

Masyarakat Asmat juga mengenal pemimpin adat yang


disebut aipem. Pemimpin adat biasanya orang-orang yang
pandai, bijaksana, dan kuat. Orang yang pandai dalam
berburu. Orang yang pandai dalam membuat patung (wow-
iptis) akan menjadi pemimpin para pembuat patung.

Kesenian masyarakat Asmat identik dengan


kepercayaan dan upacara-upacara keagamaan terutama seni
ukir patung, topeng, dan perisai. Secara umum, ada 4 (empat)
gaya seni patung Asmat, sebagai berikut:

a. Gaya A, Seni Asmat Hilir dan Hulu Sungai


Patung-patung dengan gaya ini tersusun dari atas
ke bawah menurut tata urut silsilah nenek moyangnya.
Contohnya, mbis yang dibuat jika masyarakat akan
mengadakan balas dendam atas kematian nenek moyang
yang gugur dalam perang melawan musuh.

b. Gaya B, Seni Asmat Barat Laut


Bentuk patung gaya ini lonjong agak melebar
bagian bawahnya. Bagian kepala terpisah dari bagian
lainnya dan berbentuk kepala kura-kura atau ikan. Kadang
ada gambar nenek moyang di bagian kepala, sedangkan
hiasan bagian badan berbentuk musang terbang, katak,
kepala burung tadung, ular, dan sebagainya.

c. Gaya C, Seni Asmat Timur


Bentuk perisai yang dibuat umumnya berukuran
sangat besar bahkan melebihi tinggi orang Asmat. Bagian
atasnya tidak terpisah jelas dari bagian lain dan sering
dihiasi garis-garis hitam dan merah, serta titik-titik putih.

d. Gaya D, Seni Asmat Daerah Sungai Brazz


Bentuk perisai gaya D ini hampir sama besar dan
tingginya dengan perisai C hanya bagian kepala terpisah
dari badannya. Motif yang sering digunakan adalah hiasan
geometri, seperti lingkaran, spiral, siku-siku, dan
sebagainya.
Selain seni ukir, berbagai upacara keagamaan juga
disertai dengan tari-tarian yang diiringi musik dan paduan
suara. Alat musik yang dipakai adalah tifa yang dimainkan
dengan cara dipikul. Dalam upacara keagamaan, para
penari umumnya dihiasi dengan berbagai cat garis putih
dan mengenakan semacam topi terbuat dari bulu ayam.

B. Definisi seni dan contohnya

1. Pengertian seni

Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu
merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam
intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Seni sangat sulit untuk
dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu
artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya
atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan
produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk
penggunaan medium itu, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan
apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu,
untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau
perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu.
Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari
orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah
muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan
bentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar
merah yang bermaksud cinta).

Adapun beberapa teori seni rupa menurut beberapa tokoh :

Ki. Hadjar Dewantara


Seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan bersifat
indah, menyenangkan dan dapat menggerakan jiwa manusia,
Herbert Read
Aktivitas menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan,
Ahdiat Karta Miharja
Kegiatan rohani yang merefleksi pada jasmani, dan
mempunyai daya yang bisa membangkitkan perasaan/jiwa
orang lain.

Cabang-cabang Seni ada 5 yaitu :


1. Seni Rupa
2. Seni Tari/gerak
3. Seni Suara/Vocal/Musik
4. Seni Sastra
5. SeniTeater/drama
Macam-Macam Seni Rupa :
Seni Rupa Menurut Fungsinya

o Seni Rupa Murni (Fine Art) :


Seni rupa yang diciptakan tanpa mempertimbangkan
kegunaannya atau seni bebas (Free Arat).
Contoh : seni lukis, seni patung, seni grafika dll.
o Seni Rupa Terapan/pakai (Applied Art):

Seni lukis
Karya seni dua demensi yang bisa mengungkapkan
pengalaman atau perasaan si pencipta. Pelukis yang
sedang sedih akan tercipta karya yang bersifat susah,
sedangkan pelukis
yang sedang gembira akan tercipta karya yang riang.
Karya tersebut terlihat pada goresan, garis-garis dan
pewarnaan
Seni Kriya
Karya seni terapan yang mengutamakan kegunaan dan
keindahan (estetis) yang bisa menarik konsumen. Seni
kriya/kerajinan (handy Craff) ini biasanya untuk hiasan
dan
cenderamata. Karena karya ini termasuk karya yang di
perjual belikan dan berguna bagi kehidupan
masyarakat sehari- hari baik untuk alat rumah tangga
maupun untuk hiasan.
Bahkan satu desain kriya ini bisa di produksi dalam
jumlah banyak oleh industri dan di pasarkan sebagai
barang dagangan.
Seni Patung
Seni Patung termasuk karya 3 Demensi. Karya seni ini
termasuk seni murni yang diciptakan untuk
mengungkapkan ide-ide dan perasaan dari seniman
yang mempunyai nilai estestis yang tinggi.
Seni Dekorasi
Karya seni yang bertujuan menghias suatu ruangan
agar lebih indah. Contoh : Interior (dalam ruang :
kamar, ruang pertemuan, panggung, dll)
Eksterior (luar ruang : taman, kebun)
Seni Reklame
Reklame berasal dari Bahasa Latin (Re dan Clamo)
artinya berteriak berulang-ulang. Tujuannya untuk
mempengaruhi, mengajak, menghimbau orang lain.
Contoh : iklan, spanduk, poster, dll

Macam-Macam Seni Suara/Musik :


1. Musik klasik
2. Musik jazz
3. Musik pop
4. Musik bosa
5. Musik rock
6. Musik tradisional, dll.
F. Macam-Macam Seni Tari/Gerak :
1. Tari klasik
2. Tari kreasi baru
3. Tari tradisional
4. Tari modern, dll.
G. Macam-Macam Seni Sastra :
1. Puisi
2. Cerpen
3. Prosa
4 Pantun, dll.
H. Macam-Macam Seni Teater/Drama :
1. Teater lama
2. Teater komedi
3. Teater baru
4. Sendratasik (seni drama dan musik)

SENI RUPA
Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni
dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan
rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis,
bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan
dengan acuan estetika.
Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa
murni atau seni murni, kriya, dan desain. Seni rupa murni
mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan
pemuasan eksresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih
menitikberatkan fungsi dan kemudahan produksi.
Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris
adalah fine art. Namun sesuai perkembangan dunia seni
modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada
pengertian seni rupa murni untuk kemudian
menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan
visual arts.
Bidang seni rupa
Seni rupa murni
Seni rupa murni adalah seni rupa ang lebih mengutamakan nilai
senina dari pada nilai pakain
Contoh:
Seni lukis seni Patung
Seni grafis
Seni rupa terapan
Seni rupa terapan adalah Seni rupa ang lebih mengutamakan
nilai pakaina dari pada nilai senina
Contoh:
Anaman
Hiasan dinding
Gelas cantik
Seni kriya
Seni kria adalah Seni ang cara membuatna di dominasi oleh
keteampilan tangan.

Contoh:

Unsur dan Prinsip Seni Rupa


A. Unsur-unsur Seni Rupa
Unsur-unsur yang menjadi dasar karya seni rupa antara lain adalah titik, garis,
bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang.
1. Titik
Titik adalah unsur seni rupa yang paling dasar. Titik dapat melahirkan suatu
wujud dari ide-ide atau gagasan yang kemudian akan melahirkan garis, bentuk,
atau bidang. Teknik lukisan yang menggunakan kombinasi berbagai variasi
ukuran dan warna titik dikenal dengan sebutan Pointilisme.
2. Garis
Menurut jenisnya, garis dapat dibedakan menjadi garis lurus, lengkung, panjang,
pendek, horizontal, vertikal, diagonal, berombak, putus-putus, patah-patah, spiral
dan Iain-Iain. Kesan yang ditimbulkan dari macam-macam garis dapat berbeda-
beda, misalnya garis lurus berkesan tegak dan keras, garis lengkung berkesan
lembut dan lentur, garis patah-patah berkesan kaku, dan garis spiral berkesan
lentur.
Sedangkan menurut wujudnya garis dapat dibedakan menjadi:
a. Garis nyata, merupakan garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan
lengkung.
b. Garis semu, merupakan garis yang muncul karena adanya kesan balans pada
bidang, warna atau ruang.

3. Bidang
Bidang merupakan pengembangan garis yang membatasi suatu bentuk sehingga
membentuk bidang yang melingkupi dari beberapa sisi. Bidang mempunyai sisi
panjang dan lebar, serta memiliki ukuran.
4. Bentuk
Bentuk juga dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu:
a. Bentuk geometris
Bentuk geometris merupakan bentuk yang terdapat pada ilmu ukur meliputi:
1. Bentuk kubistis, contohnya kubus dan balok.
2. Bentuk silindris, contohnya tabung, kerucut, dan bola.
b. Bentuk nongeometris
Bentuk nongeometris berupa bentuk yang meniru bentuk alam, misalnya manusia,
tumbuhan, dan hewan.
5. Ruang
Ruang dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: Ruang dalam bentuk nyata,
misalnya ruangan pada kamar, ruangan pada patung. Ruang dalam bentuk
khayalan (ilusi), misalnya ruangan yang terkesan dari sebuah lukisan.
6. Warna
Kesan yang timbul oleh pantulan cahaya pada mata disebut warna. Warna dapat
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
a. Warna pokok atau primer, yaitu warna yang tidak berasal dari warna apapun,
meliputi warna merah,kuning, dan biru.
b. Warna sekunder merupakan campuran dari warna primer.
Contoh:
merah + kuning : jingga
biru + kuning : hijau
merah + biru : ungu
c. Warna tersier merupakan hasil campuran antara warna primer dan warna
sekunder.
Contoh:
kuning + hijau : kuning kehijau-hijauan
biru + ungu : ungu kebiruan
jingga + merah : jingga kemerahan
Selain jenis-jenis warna di atas terdapat pula warna netral, yaitu warna putih dan
hitam.
7. Tekstur
Tekstur adalah sifat dan keadaan suatu permukaan bidang atau permukaan benda
pada sebuah karya seni rupa. Setiap benda mempunyai sifat permukaan yang
berbeda. Tekstur dibedakan menjadi tekstur nyata dan tekstur semu.Tekstur nyata
adalah nilai raba yang sama antara penglihatan dan rabaan. Sedangkan tekstur
semu adalah kesan yang berbeda antara penglihatan dan perabaan.
8. Gelap Terang
Suatu objek bisa memiliki intensitas cahaya yang berbeda pada setiap bagiannya.
Demikian pula pada karya seni rupa. Seperti lukisan pemandangan alam. Adanya
perbedaan intensitas cahaya akan menimbulkan kesan mendalam. Amati gambar
di bawah ini.
B. Prinsip-prinsip Seni Rupa
Terdapat beberapa prinsip dalam menyusun komposisi suatu bentuk karya seni
rupa, yaitu:
1. Kesatuan (unity)
Kesatuan adalah pertautan bagian-bagian dalam sebuah karya seni rupa. Kesatuan
merupakan prinsip yang utama di mana unsur-unsur seni rupa saling menunjang
satu sama lain dalam membentuk komposisi yang bagus dan serasi. Untuk
menyusun satu kesatuan setiap unsur tidak harus sama dan seragam, tetapi unsur-
unsur dapat berbeda atau bervariasi sehingga menjadi susunan yang memiliki
kesatuan.
2. Keselarasan (harmony)
Keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk
maupun warna untuk menciptakan keselarasan.

3. Penekanan (kontras)
Penekanan adalah kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang
berlawanan.Perbedaan yang mencolok pada warna, bentuk, dan ukuran akan
memberikan kesan yang tidak monoton.
4 Irama (rhytm)
Irama adalah pengulangan satu atau beberapa unsur secara teratur dan terus-
menerus. Susunan atau perulangan dari unsur-unsur rupa yang diatur, berupa
susunan garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna. Perulangan unsur yang
bentuk dan peletakannya sama akan terasa statis, sedangkan susunan yang
diletakkan bervariasi pada ukuran, warna, tekstur, dan jarak akan mendapatkan
susunan dengan irama yang harmonis.
5. Gradasi
Gradasi adalah penyusunan warna berdasar kantingkat perpaduan berbagai warna
secara berangsur-angsur.
6. Proporsi
Proporsi atau kesebandingan yaitu membandingkan bagian-bagian satu dengan
bagian lainnya secara
keseluruhan. Misalnya membandingkan ukuran tubuh dengan kepala, ukuran
objek dengan ukuran latar, dan kesesuaian ukuran objek satu dengan objek
lainnya yang dekat maupun yang jauh letaknya.
7. Keserasian
Keserasian merupakan prinsip yang digunakan untuk menyatukan unsur-unsur
rupa walaupun
berasal dari berbagai bentuk yang berbeda. Tujuan keserasian adalah menciptakan
keselarasan dan
keharmonisan dari unsur-unsur yang berbeda.
8. Komposisi
Komposisi adalah menyusun unsur-unsur rupa dengan mengorganisasikannya
menjadi susunan yang bagus, teratur, dan serasi.
9. Keseimbangan (balance)
Keseimbangan adalah kesan yang didapat dari suatu susunan yang diatur
sedemikian rupa sehingga terdapat daya tarik yang sama pada tiap-tiap sisi
susunan.
10. Aksentuasi
Aksentuasi adalah unsur yang sangat menonjol atau berbeda dengan unsur-unsur
yang ada di sekitamya.

Contoh seni rupa:

SENI LUKIS
Sejarah umum seni lukis
1. Zaman prasejarah
Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan
prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang
manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk
mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan. Sebuah lukisan atau gambar
bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang,
kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang
dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua,
lalu menyemburnya dengan kunyahan dedaunan atau batu mineral berwarna.
Hasilnya adalah jiplakan tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang
masih bisa dilihat hingga saat ini. Kemudahan ini memungkinkan gambar (dan
selanjutnya lukisan) untuk berkembang lebih cepat daripada cabang seni rupa lain
seperti seni patung dan seni keramik.
Seperti gambar, lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti dinding,
lantai, kertas, atau kanvas. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia, sifat
ini disebut juga dengan dwi-matra (dua dimensi, dimensi datar).
Objek yang sering muncul dalam karya-karya purbakala adalah manusia,
binatang, dan objek-objek alam lain seperti pohon, bukit, gunung, sungai, dan
laut. Bentuk dari objek yang digambar tidak selalu serupa dengan aslinya. Ini
disebut citra dan itu sangat dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis terhadap
objeknya. Misalnya, gambar seekor banteng dibuat dengan proporsi tanduk yang
luar biasa besar dibandingkan dengan ukuran tanduk asli. Pencitraan ini
dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis yang menganggap tanduk adalah bagian
paling mengesankan dari seekor banteng. Karena itu, citra mengenai satu macam
objek menjadi berbeda-beda tergantung dari pemahaman budaya masyarakat di
daerahnya.
Pada satu titik, ada orang-orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat
prasejarah yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambar daripada
mencari makanan. Mereka mulai mahir membuat gambar dan mulai menemukan
bahwa bentuk dan susunan rupa tertentu, bila diatur sedemikian rupa, akan
nampak lebih menarik untuk dilihat daripada biasanya. Mereka mulai menemukan
semacam cita-rasa keindahan dalam kegiatannya dan terus melakukan hal itu
sehingga mereka menjadi semakin ahli. Mereka adalah seniman-seniman yang
pertama di muka bumi dan pada saat itulah kegiatan menggambar dan melukis
mulai condong menjadi kegiatan seni.
2. Seni lukis zaman klasik
Seni lukis zaman klasik kebanyakan dimaksudkan untuk tujuan:
Mistisme (sebagai akibat belum berkembangnya agama)
Propaganda (sebagai contoh grafiti di reruntuhan kota Pompeii),
Di zaman ini lukisan dimaksudkan untuk meniru semirip mungkin bentuk-bentuk
yang ada di alam. Hal ini sebagai akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan
dimulainya kesadaran bahwa seni lukis mampu berkomunikasi lebih baik daripada
kata-kata dalam banyak hal.
3. Seni lukis zaman pertengahan
Sebagai akibat terlalu kuatnya pengaruh agama di zaman pertengahan, seni lukis
mengalami penjauhan dari ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dianggap sebagai
sihir yang bisa menjauhkan manusia dari pengabdian kepada Tuhan. Akibatnya,
seni lukis pun tidak lagi bisa sejalan dengan realitas.
Kebanyakan lukisan di zaman ini lebih berupa simbolisme, bukan realisme.
Sehingga sulit sekali untuk menemukan lukisan yang bisa dikategorikan bagus.
Lukisan pada masa ini digunakan untuk alat propaganda dan religi. Beberapa
agama yang melarang penggambaran hewan dan manusia mendorong
perkembangan abstrakisme (pemisahan unsur bentuk yang benar dari benda).

4. lukis zaman Renaissance


Berawal dari kota Firenze. Setelah kekalahan dari Turki, banyak sekali ilmuwan
dan budayawan (termasuk pelukis) yang menyingkir dari Bizantium menuju
daerah semenanjung Italia sekarang. Dukungan dari keluarga deMedici yang
menguasai kota Firenze terhadap ilmu pengetahuan modern dan seni membuat
sinergi keduanya menghasilkan banyak sumbangan terhadap kebudayaan baru
Eropa. Seni rupa menemukan jiwa barunya dalam kelahiran kembali seni zaman
klasik. Sains di kota ini tidak lagi dianggap sihir, namun sebagai alat baru untuk
merebut kembali kekuasaan yang dirampas oleh Turki. Pada akhirnya, pengaruh
seni di kota Firenze menyebar ke seluruh Eropa hingga Eropa Timur.
Tokoh yang banyak dikenal dari masa ini adalah:
Tomassi
Donatello
Leonardo da Vinci
Michaelangelo
Raphael
Aliran seni lukis
1. Surrealisme
Lukisan dengan aliran ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering
ditemui di dalam mimpi. Pelukis berusaha untuk mengabaikan bentuk secara
keseluruhan kemudian mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk
menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti
bentuk aslinya.
2. Kubisme
Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam
bentuk-bentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh
terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso.

3. Romantisme
Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan
dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di
setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai
latar belakang lukisan.
Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan
ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman
kolonial. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh.
4. Abstraksi
Adalah usaha untuk mengesampingkan unsur bentuk dari lukisan. Teknik
abstraksi yang berkembang pesat seiring merebaknya seni kontemporer saat ini
berarti tindakan menghindari peniruan objek secara mentah. Unsur yang dianggap
mampu memberikan sensasi keberadaan objek diperkuat untuk menggantikan
unsur bentuk yang dikurangi porsinya. Abstraksi disebut juga sebagai salah satu
aliran yang terdapat di dalam seni lukis.

SENI TARI
Seni tari
Unsur utama yang paling pokok dalam tari adalah gerak tubuh manusia yang sama
sekali lepas dari unsur ruang, dan waktu, dan tenaga.
Tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak
tubuh yang diperhalus melalui estetika.

Unsur-Unsur seni tari


1 . Unsur-unsur keindahan tari :

a. Gerak terdiri dari watak/murni, maknawi,Refleks ,spontan


b. Iringan terdiri dari iringan internal dan iringan eksternal
c. Tata rias dan Busana
d. Tema
e. Tempat dan panggung

2 . Unsur-Unsur Penilaian tari :

a. Wiraga adalah dasar wujud lahiriah badan beserta anggota badan yg disertai
keterampilan geraknya
b. Wirama adalah Suatu pola untuk mencapai gerakan ang harmonis
c. Wirasa adalah Merupkan tingkatan penghaatan dan Penjiwaan dalam tarian.

3 . UNSUR UNSUR TARI :

a . ide
b .harmoni
c. irama

Contoh seni tari

SENI MUSIK
Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan
sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga
bermacam-macam:
*Bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar
*Suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.
*Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan
disajikan sebagai music.

Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.

Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang


gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.
Setelah mengerti pengertian diatas , maka berikut beberapa Definisi tentang Seni
Musik antara lain :
Seni Musik adalah bagian dari aktivitas kultur dan sosial manusia , dimana seni
musik untuk mengekspresikan perasaan dan idenya.
Seni Musik adalah kesenian yang berupa bunyi/kesan terhadap sesuatu yang
ditangkap oleh indera pendengar , dan sebagai karya seni dengan segenap unsur
pokok dan pendukungnya.
Contoh seni music :

Unsur-unsur dalam Seni Musik


Dalam Seni Musik terdapat 2 (dua) unsur yaitu : Vocal dan Instrument.
Vocal adalah alunan nada-nada yang keluar dari suara manusia.
Instrument adalah nada-nada yang keluar dari alat musik yang digunakan.
TEKNIK VOCAL adalah : Cara memproduksi suara yang baik dan benar,
sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring.
UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL :
1. Artikulasi, adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.
2. Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya,
kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan
keperluan.

Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :


Pernafasan Dada : cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.
Pernafasan Perut : udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi,
karena akan cepat lelah.
Pernafasar Diafragma : adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk
menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya,
mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.
Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik :
a. Pendengaran yang baik
b. Kontrol pernafasan
c. Rasa musical.
NADA adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya.
Sifat nada ada 4 (empat):
1. FITCH yaitu ketepatan jangkauan nada.
2. DURASI yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan
3. INTENSITAS NADA yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan.
4. TIMBRE yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.
Suara manusia ada 5 (lima):
1. Suara Wanita Dewasa:
Sopran (suara tinggi wanita)
Messo Sopran (suara sedang wanita)
Alto (suara rendah wanita)
2.Suara Pria Dewasa :
Tenor (suara tinggi pria)
Bariton (suara sedang pria)
Bas (suara rendah pria)
SENI SASTRA
Seni Sastra adalah hasil budaa ang dapat di artikan sebagai bentuk upaa manusia
untuk mengungkapkan gagasanna melalui bahasa ang lahir dari peasaan dan
pemikian.

Kata satra dalam bahasa Indonesia berasal dari bahas Sansekerta akar kata Sas-,
dalam kata kerja turunan berarti mengarahkan, mengajar, memberikan petunjuk
atau instruksi. Akhiran kata tra- biasanya menunjukkan alat, suasana. Maka dari
sastra dapat berarti, alat untuk mengajar, buku petunjuk, buku instruksi dan
pengajaran; misalnya silpasastra, buku arsitektur, kemasastraan, buku petunjuk
mengenai seni cerita. Awalan su- berarti baik, indah sehingga susastra dapat
dibandingkan dengan berbagai belles letter.
Kutipan di atas menyatakan, sastra diartikan sebagai alat untuk mengajar,
memberi instruksi dan petunjuk kepada pembaca. Wellek dan Warren ( 1987 : 3 )
mengatakan bahwa sastra adalah suatu kajian kreatif, sebuah karya seni. Damono
( 1984 : 10) mengatakan bahwa lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai
medium : bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan
gambaran kehidupan dan kehidupan itu adalah merupakan suatu kenyataan sosial
Fananie ( 2000 : 132 ) mengatakan bahwa sastra adalah karya seni yang
merupakan ekspresi kehidupan manusia .
Dari keseluruhan defenisi sastra di atas, adalah berdasarkan persepsi masing-
masing pribadi dan sifatnya deskriptif, pendapat itu berbeda satu sama lain.
Masing-masing ahli merupakan aspek-aspek tertentu, namun yang jelas defenisi
tersebut dikemukakan dengan prinsip yang sama yaitu manusia dan lingkungan.
Manusia menggunakan seni sebagai pengungkapan segi-segi kehidupan. Ini suatu
kreatifitas manusia yang mampu yang mampu menyajikan pemikiran dan
pengalaman hidup dengan bentuk seni sastra.
Dari beberapa batasan yang diuraikan di atas dapat disebut beberapa unsur batasan
yang selalu disebut untuk unsur-unsur itu adalah isi sastra berupa pikiran,
perasaan, pengalaman, ide-ide, semangat kepercayaan dan lain-lain. Ekspresi atau
ungkapan adalah upaya untuk mengeluarkan sesuatu dalam diri manusia. Bentuk
diri manusia dapat diekspresikan keluar, dalam berbagai bentuk, sebab tampa
bentuk tidak akan mungkin isi tadi disampaikan pada orang lain. Ciri khas
penggungkapan bentuk pada sastra adalah bahasa. Bahasa adalah bahan utama
untuk mewujudkan ungkapan pribadi di dalam suatu bentuk yang indah.

SENI TEATER
Seni teateradalah seni yang kompleks, artinya dapat bekerjasama dengan cabang
seni lainnya.Di Indonesia mempunyai dua teater, diataranya adalah :
1. Teater Tradisional
Teater Tradisional adalah bentuk pertunjukan yang pesertanya dari daerah
setempat karena terkondisi dengan adat istiadat, sosial masyarakat dan struktur
geografis masing-masing daerah.
Contoh:
Ketoprak dari Yogyakarta
Ludruk dari Surabaya
Wayang Orang dari Jawa Tengah/Yogyakarta
Lenong dan Topeng Blantik dari Betawi

Ciri-ciri Teater Tradisional


Teater Tradisional mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Pementasan panggung terbuka (lapangan, halaman rumah),
2. Pementasan sederhana,
3. Ceritanya turun temurun.
2. Teater Modern
Teater Modern adalah cerita yang bahannya dari kejadian-kejadian sehari-hari,
atau karya sastra.
contoh Teater Modern :
*drama
*teater
*sinetron
*film
Ciri-ciri Teater Modern
Panggung tertata
Ada pengaturan jalan cerita
tempat panggung tertutup

Unsur-unsur Teater
Unsur-unsur dalam teater antara lain :
1. Naskah/Skenenario
Naskah/Skenario berisi kisah dengan nama tokoh dan diaolog yang duicapkan.
2. Skenario
Skenario merupakan nsakah drama (besar) atau film, yang isinya lengkap, seperti :
keadaan, properti, nama tokoh, karakter, petunjuk akting dan sebagainya. Tujuan
dari naskah/skenario untuk sutradara agar penyajiannya lebih realistis.
3. Pemain/Pemeran/Tokoh
Pemain merupakan orang yang memeragakan tokoh tertentu pada film/sinetron
biasa disebut aktris/aktor.
Macam-macam peran:
a. Peran Utama
Peran Utama Yaitu peran yang menjadi pusat perhatian penonton dalam suatu
kisah
b. Peran Pembantu
Peran Pembantu Yaitu peran yang tidak menjadi pusat perhatian
c. Peran Tambahan/Figuran
Figuran Yaitu peran yang diciptakan untuk memperkuat gambar suasana
4.Sutradara
Sutradara merupakan orang yang memimpin dan mengatur sebuah teknik
pembuatan atau pementasan teater/drama/film/sinetron.
5. Properti
Properti merupakan sebuah perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan
drama atau film. Contohnya : kursi, meja, robot, hiasan ruang, dekorasi, dan lain-
lain
6. Penataan
Seluruh pekerja yang terkait dengan pendukung pementasan teater, antara lain
: a. Tata Rias
Tata Rias adalah cara mendadndani pemain dalam memerankan tokoh teater agar
lebih meyakinkan
b. Tata Busana
Tata Busana adalah pengaturan pakaina pemain agar mendukung keadaan yang
menghendaki. Contohnya : pakaian sekolah lain dengan pakaian harian
c. Tata Lampu
Tata Lampu adalah pencahayaan dipanggung
d. Tata Suara
Tata Suara adalah pengaturan pengeras suara

7. Penonton
Penonton adalah undur dalam pementasan drama/teater/sandiwara atau film
karena sebagai saksi dari hasil akhir kerabat kerja. Penonton sebagai evaluator
yang mengapresiasi dan menilai hasil karya seni yang dipentaskan.] Bentuk karya
seni akan sia-sia jika tidak memiliki penikmat karya. Pada setiap pementasan seni
pasti ada penonton. Penonton menonton untuk menghibur hatinya dan bagi
senimannya bisa sebagaievaluator dari karyanya.
Contoh seni teater:

Contoh seni

Baca juga: 8 Contoh Seni Rupa Terapan

1. Patung

Patung adalah hasil ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dengan membuat
bentuk visual melalui media tiga dimensi untuk tujuan estetika. Patung biasa
ditemukan di atas meja, lobi gedung, persimpangan jalan, taman, dll. Pada
umumnya patung berwujud manusia, hewan, atau makhluk mitologi.
2. Relief

Relief dalam arti seni adalah gambar atau lukisan yang ditampilkan dalam bentuk
tiga dimensi (tri marta) di atas bidang dua dimensi (dwi marta). Relief biasa
terdapat di tugu peringatan dan candi. Relief pada umumnya berisi diorama dan
memiliki nilai sejarah yang tinggi.
3. Lukisan

Lukisan adalah karya seni yang dibuat dengan mengoleskan cat dengan kuas,
pisau palet, atau peralatan lain, pada sebuah kanvas sebagai media.

4. Kerajinan Gantungan

Di sentral-sentral kerajinan, seringkali kita menemukan orang yang menjual


gantungan kunci dengan bentuk sesuai tempat wisata yang kita kunjungi.
Misalnya saat kita berada di Candi Borobudur, kita akan menemukan penjual
gantungan kunci berbentuk seperti Candi Borobudur. Ada juga yang menjual
gantungan berbahan bambu yang ketika terkena angin akan terdengar suara yang
menenangkan. Biasanya gantungan tersebut digantung di teras rumah atau di
gazebo. Nah, gantungan-gantungan tersebut dapat dikatakan sebagai salah satu
contoh seni rupa murni karena fungsinya hanya sebagai penghias kunci atau
penghias teras rumah.

5. Kerajinan dari Keramik

Banyak sekali kerajinan dari keramik yang termasuk seni rupa murni. Seperti guci
atau piring keramik yang bernilai seni tinggi. Piring tersebut tidak mungkin
dijadikan tempat makan karena lebih indah jika dipakai sebagai pajangan.
6. Seni Kaligrafi

Seni kaligrafi adalah salah satu jenis karya seni rupa yang menekankan keindahan
yang terdapat pada bentuk-bentuk huruf yang telah dimodifikasi atau digayakan
sehingga mempunyai nilai estetika. Berbagai aksara dan huruf dapat dijadikan
kaligrafi seperti huruf Arab, aksara Jawa, aksara Jepang, dll.
7. Mosaik

Mosaik adalah seni merangkai pecahan atau potongan kecil batu, keramik, atau
kaca. Seni mosaik biasa ditemukan di gereja atau arsitektur romawi.

8. Ukiran

Ukiran adalah seni memahat batu atau kayu menjadi bentuk yang diinginkan.
Umumnya berbentuk makhluk hidup atau bunga. Ukiran biasanya dijadikan
hiasan di rumah.
9. Fotografi

Seni fotografi biasanya dibuat sebagai ekspresi dari fotografer. Fotografi


berfungsi sebagai ilustrasi atau hiasan pada buku, media massa, atau bahkan dapat
dicetak untuk dipajang di tembok.

10. Topeng

Topeng adalah seni penutup wajah dengan ekspresi yang terbuat dari kertas, kayu,
plastik, kain, atau logam. Topeng biasa dipakai saat pertunjukan drama atau tari.