You are on page 1of 1

Cara menggunakan analgesia intratekal.

Pendekatan yang sangat baik telah dijelaskan oleh


Leslie. Analgesia intratekal memiliki karakter sebagai pengobatan tunggal yang bertujuan untuk
mengontrol nyeri ambulatori dengan jangka waktu sekitar 4 jam untuk wanita bersalin. Pasien bisa
primipara atau multipara. Pengulangan injeksi ITN tidak efektif karena sifat tachyphylaxis dari
narkotik.

Namun jika pada persalinan seksio sesaria selanjutnya dibutuhkan anestesi spinal atau
epidural lagi, hal tersebut bukanlah kontraindikasi. Penulis menggunakan teknik tusukan lumbal
klasik, umumnya pasien dalam posisi duduk dan membungkuk ke depan, menggunakan jarum cone-
tipped 25-gauge. Setelah dura tertusuk dan aliran balik terlihat jelas, syringe injeksi harus dilekatkan
pada jarum, campuran obat disuntikkan, lalu jarum ditarik.

Fentanyl dipilih karena onset kerjanya yang cepat, yaitu 5 menit (bukti tingkat I). Bupivacaine
ditambahkan untuk membantu mengatasi nyeri somatik pada persalinan kala dua (bukti tingkat I).
Morfin lebih efektif untuk memperpanjang durasi analgesia daripada epinefrin (bukti tingkat I).
Penulis menemukan bahwa kombinasi dosis rendah ini (fentanyl 25 g, bupivacaine 2,5 mg, dan
morfin 250 g) dalam satu injeksi memberikan kontrol nyeri selama ambulatori hingga 4 jam. Pruritus
dan mual dapat diatasi dengan naltrexone oral, intramuskular, atau intravena (atau nalokson); mual
juga dapat diatasi dengan metoclopramide.

KESIMPULAN

Karena persalinan obstetrik semakin tidak invasif, muncul tantangan baru untuk mengembangkan
analgesia yang sesuai. ITN dosis tunggal telah terbukti mengurangi rasa nyeri dengan aman pada
sebagian besar wanita bersalin, yang melaporkan bahwa mereka sangat puas dengan metode
pengendalian nyeri ini. Narkotika intratekal dibatasi oleh durasi aksi, sehingga tidak sesuai untuk
pasien dengan komplikasi yang beresiko mengalami partus lama.

Pada setting dengan keterbasan sumber daya, ITN dosis tunggal dapat sangat bermanfaat di
tempat dengan jumlah dokter dan perawat yang terbatas. Teknik anestesi spinal identik dengan
tusukan lumbal; yang keduanya berada dalam lingkup kerja praktisi umum yang berpengalaman.
Penulis sedang mengembangkan sebuah program yang mendorong dokter keluarga untuk dapat
menyediakan layanan ini.