You are on page 1of 37

MATEMATIKA TEKNIK 1

3 SKS

TEKNIK ELEKTRO
UDINUS

1
BAB III. TURUNAN

3.1 Definisi Turunan


Diberikan fungsi f yang didefinisikan pada daerah D dan
zo D.
f(z) f(zo )
Jika diketahui bahwa nilai lim
z zo ada, maka
z z o

nilai limit ini dinamakan turunan atau derivatif fungsi f di


titik zo.
Dinotasikan : f(zo)

2
Jika f(zo) ada, maka f dikatakan terdifferensial atau
diferensiabel di zo.
Dengan kata lain :
f(zo z) f(zo )
f' (zo ) lim f lim
z0 z z0 z
Jika f terdifferensial di semua titik pada D, maka f
terdifferensial pada D

Contoh 3.1.1
Buktikan f(z) = z2 terdifferensiasi diseluruh

3
Bukti :
Ditinjau sebarang titik zo
f(z) f(zo )
f ' (zo ) lim
z z o z z o

z2 z2o
lim
z z o z z o
(z zo )(z zo )
lim
z z o z zo
2zo

Karena zo sebarang maka f(z) = z2 terdefferensial


di seluruh

4
Teorema 3.1

Jika f fungsi kompleks dan f(zo) ada, maka

f kontinu di zo

Bukti :

5
Bukti :
Diketahui f(zo) ada
Akan dibuktikan f kontinu di zo atau lim f(z) f(zo )
zzo
f(z) f(zo )
lim (f(z) f(zo )) lim (z zo )
z z o z zo (z zo )
f(z) f(zo )
lim lim (z zo )
z z o (z z o ) z z o
f ' (z) 0
0

sehingga lim f(z) lim f(zo ) f(zo )


zzo zzo
dengan kata lain f kontinu di zo.

6
Contoh 3.1.2
Buktikan f(z) = |z|2 kontinu di seluruh bidang kompleks
tetapi hanya terdifferensial di z = 0

Bukti :
f(z) = |z|2 = x2 + y2 berarti u(x,y) = x2 + y2 dan
v(x,y) = 0
u dan v kontinu f(z)di fD,
(0)maka f(z)
| z |2kontinu di D
f ' (0) lim lim
z 0 z0 z 0 z

lim zz 0
z 0 z

Jadi f(z) terdifferensial di z = 0


7
3.2 Syarat Chauchy-Riemann
Syarat yang diperlukan agar fungsi f
terdiferensial di zo = xo + i yo adalah syarat
Chauchy-Riemann, yang menghubungkan
derivatif-derivatif parsial tingkat pertama dari
fungsi bagian real dan fungsi bagian imajiner
dari f.

8
Terema 3.2.1 (Syarat Chauchy-Riemann
Jika f(z) = u(x,y) + i v(x,y) terdifferensial di zo = xo + i yo,
maka u(x,y) dan v(x,y) mempunyai derivatif parsial
pertama di (xo,yo) dan di titik ini dipenuhi persamaan
Cauchy Riemann
u v dan u v
x y y x
derivatif f di zo dapat dinyatakan dengan
f' (zo ) ux (xo, yo ) i v x (xo, yo )
Jika persamaan C-R tidak dipenuhi di (xo,yo) maka
f(z) = u(x,y) + i v(x,y) tidak terdifferensial di zo = xo + i yo

9
Contoh 3.2.1
Buktikan f(z) = |z|2 tidak terdifferensiasi di z 0
Bukti : f(z) = x2 + y2 sehingga
u(x,y) = x2 + y2
v(x,y) = 0
Persamaan Cauchy Riemann
u 2x dan u 2y
x y
v 0 dan v 0
x y
u v 2x 0(1)
x y

10
dan u v 2y 0(2)
y x

(1) dan (2) tidak dipenuhi jika x 0 atau y 0,


jadi pasti f tidak terdeferensial di z 0

11
Catatan :
Syarat C-R hanya syarat perlu untuk keterdifferensialan.
Contoh 3.2.2
x3(1 i) y3(1 i)
Buktikan fungsi f(z) =
x2 y2
dan f(0) = 0, tidak terdifferensial di 0, memenuhi C-R
Bukti : x3 y3
u= 2 dengan u(0,0) = 0
x y2
x3 y3 dengan v(0,0) = 0
v= 2
x y2
u(x,0) u(0,0)
ux(0,0) = lim =1
x o x
u(0,y) u(0,0)
uy(0,0) = ylim = -1
o y
12
v(x,0) v(0,0)
vx(0,0) = lim =1
x o x
v(0,y) v(0,0)
vy(0,0) = lim y =1
y o

Jadi persamaan Cauchy Riemann terpenuhi

f(z) f(0) x3(1 i) y3(1 i)


Tetapi lim lim 2
z0 z z0 (x y 2)(x iy)

Untuk z 0
x 3
(1 i)
Sepanjang garis real y = 0 x o
lim 3 =1+i
x

13
2 i x3 i
Sepanjang garis real y = x lim =
x o 2(1 i) x 3 1 i

Jadi lim f(z) f(0) tidak ada


zo z
sehingga f tidak terdifferensial di 0 meskipun
persamaan C-R dipenuhi di (0,0)

14
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa :
i. Syarat perlu
f(z) = u(x,y) + iv(x,y), zo = xo + i yo
f(z) ada maka u , u , v , v ada di (xo, yo)
x y x y
berlaku C-R yaitu :
u v dan u v
x = y y = x
dan f(z0) = ux(x0,y0) + i vx(x0,y0)

15
ii. Syarat cukup
u(x,y), v(x,y), ux(x,y), vx(x,y), uy(x,y), vy(x,y) kontinu
pada kitar zo = xo + i yo dan di (xo,yo) dipenuhi C-R
maka f(zo) ada

16
Contoh 3.2.3
Buktikan f(z) = ex(cos y + i sin y) terdiferensial
untuk setiap z dalam

Bukti :
u(x,y) = excos y ux(x,y) = excos y
ada dan
uy(x,y) = -exsin y
kontinu di
v(x,y) = exsin y vx(x,y) = exsin y
setiap (x,y)
vy(x,y) = excos y

17
Berdasarkan persamaan C-R :
ux = vy dan uy = -vx dipenuhi di (x,y) , dan ada kitar
dimana keenam fungsi kontinu dan C-R dipenuhi di (x,y).
Jadi f(z) ada z .
Dan f(z) = ux(x,y) + i vx(x,y)
= excos y + i exsin y

18
3.3 Syarat C-R Pada Koordinat Kutub
Jika f(z) = u(x,y) + i v(x,y) dapat diilustrasikan
dalam koordinat kartesius maka dengan menggunakan
hubungan x = r cos dan y = r sin , diperoleh
z = r cos + i sin , sehingga
f(z) = u(r, ) + i v(r, ) dalam sistem koordinat kutub

19
Teoreama 3.3.1
Jika f(z) = u(r, ) + i v(r, ) terdiferensial dan kontinu
pada suatu kitar (ro, o) dan jika dalam kitar tersebut
ur, u, vr, v ada dan kontinu di (ro, o) dan dipenuhi
C-R yaitu:
u 1 v 1 v v , r 0
dan
r = r r = r

maka f(z) = ada di z = zo dan


f(z) = (cos o i sin o) [ur(ro, o) + i vr(ro, o)]

20
Contoh 3.3.1
Diketahui f(z) = z-3,
tentukan f(z) dalam bentuk kootdinat kutub

21
Jawab :
f(z) = z-3 = r-3 (cos 3 - i sin 3), maka :
u = r-3 cos 3 , sehingga ur = -3r-4 cos 3 dan
u = -3r-3 sin 3
v = -r-3 sin 3 , sehingga vr = 3r-4 sin 3 dan
v = -3r-3 cos 3
keenam fungsi ini kontinu dan syarat C-R dipenuhi
untuk semua z 0
Jadi f(z) = z-3 terdiferensial untuk z 0
Dengan demikian f(z) dalam koordinat kutub adalah :
f(z) = (cos i sin ) (-3r-4 cos 3 + i 3r-4 sin 3)
= cis(-) (-3r-4) cis(-3)
= -3r-4 cis(-4)
22
3.4 Aturan Pendiferensialan
Jika f(z), g(z) dan h(z) adalah fungsi- fungsi kompleks
serta f(z), g(z) dan h(z) ada, maka berlaku rumus-rumus :

1. dc 0, d(z) 1
dz dz
dcf(z)
2. cf ' (z)
dz
3. d f(z) g(z) f ' (z) g' (z)
dx
4. d f(z)g(z) f ' (z)g(z) f(z)g' (z)
dx
d f(z) f ' (z)g(z) f(z)g' (z)
dx g(z)
5.
g(z)2

23
n
6. dz nzn1
dz
7. Jika h(z) g[f(z)] maka h' (z) g' [f(z)]f ' (z)
biasa disebut dengan komposisi (aturan rantai)
dw dw . d
dz d dz

24
3.5 Fungsi Analitik
Definisi 3.5.1
Fungsi f analitik di zo, jika ada r > 0 sedemikian,
hingga f(z) ada untuk setiap z N(zo,r)
(persekitaran zo)

f diferensiable
r
zo

Fungsi analitik untuk setiap z dinamakan fungsi utuh

25
Contoh 3.5.1
1
1. f(z) = analitik kecuali di z = 0
z
2. f(z) = x3 + iy3
diperoleh : u = x3 ; v = y3 sehingga
ux = 3x2 ; vx = 0 ; uy = 0 ; vy = 3y2
dengan menggunakan persamaan C-R :
3x2 = 3y2 y = x dan vx = uy = 0
persamaan C-R dipenuhi dan kontinu digaris y = x
berarti f(z) ada hanya di y = x
Jadi f(z) tidak analitik dimanapun karena tidak ada
kitar.

26
Sifat sifat analitik
Misalnya f dan g analitik pada D, maka :
o f g merupakan fungsi analitik
o fg merupakan fungsi analitik
o f/g merupakan fungsi analitik dengan g 0
o h = g f merupakan fungsi analitik
o berlaku aturan Lhospital yaitu :
f z f' z
lim , dengan g(z) 0 g' (z) 0
z zo gz g' z

27
3.6 Titik Singular
Definisi 3.6.1
Titik z1 disebut titik singular dari f jika f tidak analitik di z1
tetapi untuk setiap kitar dari z1 memuat paling sedikit
satu titik dimana f analitik.
Jenis kesingularan f(z) atau titik singular antara lain :
1. Titik singular terisolasi
Titik zo dinamakan titik singular terisolasi dari f(z) jika
terdapat 0 demikian sehingga lingkaran |z zo| =
hanya melingkari titik singular lainnya. Jika seperti itu
tidak ada, maka z = zo disebut titik singular tidak
terisolasi.
28
2. Titik Pole (titik kutub)
Titik z = zo disebut titik pole tingkat n, jika berlaku
lim (z zo )n f(z) A 0 .
zzo
Jika n = 1, zo disebut sebagai titik pole sederhana.

3. Titik Cabang
Dari fungsi bernilai banyak dapat menjadi titik singular.

4. Titik Singular dapat dihapuskan


Titik singular zo disebut titik singular dapat dihapuskan
dari f(z) jika lim f(z) ada.
zo

29
5. Titik Singular Essensial
Titik singular z = zo yang tidak memenuhi syarat titik
singular pole titik cabang atau titik singular yang dapat
dihapuskan disebut titik singular essensial.

6. Titik Singular tak hingga


Jika f(z) mempunyai titik singular di z = , maka sama
dengan menyatakan f(1/w) mempunyai titik singular di
w = 0.

30
Contoh 3.6.1
1
g(z) = 2 berarti titik z = i adalah titik pole tingkat 2
(z 1)
dari g(z)
h(z) = |z|2 tidak merupakan titik singular
k(z) = ln (z2 + z 2) maka titik cabang adalah z1 = 1 dan
z2 = 2 karena (z2 + z 2) = (z 1) (z + 2) = 0

31
3.7 Fungsi Harmonik
f(z) = u(x,y) + iv(x,y) analitik pada D maka u dan v
mempunyai derivatif parsial di semua orde yang
kontinue pada D. Jadi dalam D berlaku C-R , ux = vy dan
uy = vx
Karena derifatif-derivatif parsial dari u dan v kontinu
dalam D, maka berlaku vxy = vyx. Jika dalam ux = vy dan
uy = vx diderivatifkan parsial terhadap x dan y maka
(x,y) D berlaku
uxx + uyy = 0
vxx = vyy = 0

32
Jika f analitik pada D maka u dan v pada D memenuhi
persamaan differensial Laplace dalam 2 dimensi.
2 2
2 0
x 2
y
u dan v dimana f(z) = u(x,y) + iv(x,y) analitik pada suatu
domain maka f(z) harmonik pada domain tersebut.
Dua fungsi u dan v sedemikian sehingga
f(z) = u(x,y) + iv(x,y) analitik dalam suatu domain
dinamakan dua fungsi yang harmonik konjugat dalam
domain itu.

33
Contoh 3.7.1
Diberikan u(x,y) harmonik pada D dan tentukan fungsi v
yang harmonik konjugat dengan u = 4xy3 4x3y, (x,y)
Jawab :
Misal diklaim konjugatnya adalah v(x,y)
jadi f(z) = u(x,y) + iv(x,y) analitik pada sedemikian
sehingga berlaku C-R ux = vy dan uy = -vx
ux = 4y3 12x2y vy = 4y3 12x2y
uy= 12xy2 4x3 v= y4 6x2y2 + g(x)
karena vx = uy maka 12xy2 + g(x) = 12xy2 + 4x3 sehingga
g(x) = 4x3 diperoleh g(x) = x4 + C
Jadi v = y4 6x2y2 + x4 + C

34
Cara Milne Thomson
Cara yang lebih praktis menentukan fungsi harmonik
konjugat atau dari fungsi harmonik u diberikan u(x,y)
harmonik pada D andaikan v(x,y) sehingga
f(z) = u(x,y)+ iv(x,y) analitik pada D
f(z) = ux(x,y) + ivx(x,y)
sesuai persamaan C-R : f(z) = ux(x,y) iuy(x,y)
z = x + iy dan z = x iy sehingga diperoleh
x z z dan y z z
2 2i
z z , z z z z z z
f(z) = ux iuy 2 , 2i
2 2i

35
Suatu identitas dalam z dan z , jika diambil z = z maka
f(z) = ux(z,0) iuy(z,0)
Jadi f(z) adalah fungsi yang derivatifnya ux(z,0) iuy(z,0)
kemudian didapat v(x,y)

36
Contoh 3.7.2
Dari Contoh 3.7.1 dengan u= 4xy3 4x3y, (x,y) , jika
diselesaikan dengan menggunakan cara Milne
Thomson.
Jawab :
ux = 4y3 12x2y
uy= 12xy2 4x3
f(z) = ux(z,0) iuy(z,0)
= i( 4z3)
= 4iz3
sehingga f(z) = iz4 + A
f(z) = i(x + iy)4 + A
= 4xy3 4x3y + i(x4 6x2y2 + y4) + A

37