You are on page 1of 4

TUGAS RESUME MATERI GEOKIMIA FLUIDA PANAS BUMI

Oleh :
Jovi Irwanto Pasaribu
Kelas G
270110150033

FAKULTAS TEKNIK GEOLOGI

UNIVERSITAS PADJADJARAN

JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG


Geokimia Fluida Panas Bumi

Karakteristik fluida panas bumi menjadi hal yang penting dalam mengenali karakteristik
reservoir panasbumi yang meliputi antara lain, komposisi kimia fluida reservoir panas bumi dan
sifat fisik fluida reservoir.

1. Komposisi Kimia Fluida Reservoir Panas bumi

Untuk komposisi kimia fluida reservoir panas bumi dikaji dari kandungan anion dan kation
dalam fluida panas bumi tersebut, dan disamping itu juga dikaji dari impurities fluidanya.

1.2 Berdasarkan Anion dan Kation Di dalam fluida reservoir elemen dalam fluida
merupakan kesetimbangan ion ion positif dan ion-ion negatif. Ion-ion ini akan
bersenyawa dengan satu atau lebih elemen ion lainnya untuk membentuk garam-
garaman. Mialnya sodium sulfat, yang merupakan berat ekivalen Na+ dengan berat
ekivalen SO4 yang merupakan kesetimbangan antara ion positif dan ion negatif. Ion-
ion dalam fluida reservoir dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu:
1. Kation (ion-ion positif) terdiri dari :
Alkali, antara lain K+, Na+, Li+ yang membentuk basa kuat.
Metal alkali tanah, antara lain Br2+, Mg2+, Ca2+, Sr2+, Ba2+, Ra2+ yang
membentuk basa lemah Ion Hidrogen.
Metal berat, antara lain Fe2+, Mn2+ membentuk basa yang terdisosiasi.
a. Sodium dan Potasium (Na/ K)
Sodium biasanya merupakan kation yang dominan dan dijumpai dalam
fluida panasbumi temperatur tinggi.
b. Kalsium (Ca) Ion Ca
adalah unsur dari fluida reservoir yang berkombinasi dengan ion karbonat
atau sulfat dengan cepat membentuk kerak (scale) pengikut atau padatan.
c. Magnesium (Mg)
Ion Mg biasanya berada dalam konsentrasi yang kurang lebih mendekati
konsentrasi Ca. Magnesium juga seperti ion Kalsium, yaitu dapat
berkombinasi dengan ion karbonat sehingga menimbulkan masalah skala.
Dan, terdapat unsur lain seperti Fe, Ba, dan Sr.
2. Anion
Anion terdiri dari :
Asam kuat, antara lain Cl-, SO4-, NO3
Basa lemah, antara lain CO3-, HCO3-, S-
a. Klorida (Cl) Ion klorida hampir selalu merupakan anion utama di dalam air
formasi dan muncul sebagai unsur pokok dalam air tawar. Dengan komposisi
Nacl dan penting dalam menentukan salinitas.
b. Karbonat dan bikarbonat Ion-ion ini merupakan ion yang dapat membentuk
scale yang insoluble (tidak dapat larut dalam air). Konsentrasi ion karbonat
sering kali disebut phenolphthalein alkalinity sedangkan konsentrasi ion
bikarbonat terkadang disebut methyl orange alkalinity.
c. Sulfat (SO4-) Ion sulfat sering menimbulkan masalah, sebab ion ini memiliki
kemampuan untuk bereaksi dengan kalsium, barium atau stronsium untuk
membentuk scale insoluble. Ion-ion tersebut akan bergabung diantara mereka
berdasarkan empat sifat, yaitu : 1. Salinitas primer, yaitu jika alkali bereaksi
dengan asam kuat membentuk NaCl dan Na2SO4. 2. Salinitas sekunder, yaitu
jika alkali tanah bereaksi dengan asam kuat CaCl2, MgSO4, MgCl4 dan CaSO4.
3. Alkalinitas primer, yaitu jika alkali bereaksi dengan asam lemah Na2CO3
dan NaHCO3. 4. Alkalinitas sekunder, jika alkali tanah bereaksi dengan asam
lemah CaCO3, MgCO3, Ca(HCO3)3 dan Mg(HCO3)2

2. Impurities Fluida Panas Bumi


Impurities, selain air dan uap air yang dihasilkan oleh suatu sumur panasbumi, biasanya
juga selalu disertai unsurunsur penyerta di dalamnya. Di dalam fasa uap misalnya, didapati
adanya gas-gas non-condensable seperti H2, CO2, H2S, CH4 serta N2. Sedangkan
komponen terlarut di dalam fasa air (condensable) antara lain klorida, sulfida, fluorida,
lithium, kalsium, dan lain sebagainya.

Sumber : www.digilib.itb.ac.id/files/disk1/453/jbptitbpp-gdl-yuniasyaff-22642-5-2009ta-4.pdf.
Diakses pada 28 november 2017