You are on page 1of 5

TUGAS KELOMPOK

MAKALAH AKUNTANSI MANAJEMEN

PELAPORAN INFORMASI KEUANGAN MENURUT SEGMENT


STUDI KASUS PT UNILEVER INDONESIA TBK

DISUSUN OLEH
KELOMPOK VIII dengan anggota :

Nama No. Urut


No NPM Paraf
Mahasiswa Daftar Hadir
1 Gunis Isnaeni 1401170103 11
2 I Wayan Mardana 1401170109 13
3 Ian Nurseto 1401170110 14

KELAS 7-1
PRODI DIV-AKUNTANSI ALIH PROGRAM
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
OKTOBER 2017
A. PROFIL PERUSAHAAN
Unilever Indonesia telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tataran ritel di Indonesia
selama lebijh dari 80 tahun sejak pertama kali berdiri pada 5 Desember 1933. Saat ini
perseroan telah bertumbuh hingga kini menjadi salah satu perusahaan terdepan untuk
kategori fast moving consumer goods di Indonesia. Rangkaian produk Unilever Indonesia
mencakup brand-brand ternama seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear,
Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Walls, Blue Band, Royco, Bango dan banyak
lagi.
Unilever Indonesia memiliki visi untuk meraih rasa cinta dan penghargaan dari Indonesia
dengan menyentuh kehidupan setiap orang Indonesia setiap harinya. Sedangkan misi
perseroan adalah
1. Kami bekerja untuk menciptakan masa depan yang lebih baik setiap hari.
2. Kami membantu konsumen merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati
hidup melalui brand dan layanan yang baik bagi mereka dan orang lain.
3. Kami menginspirasi masyarakat untuk melakukan langkah kecil setiap harinya yang
bila digabungkan bisa mewujudkan perubahan besar bagi dunia.
4. Kami senantiasa mengembangkan cara baru dalam berbisnis yang memungkinkan
kami tumbuh dua kali lipat sambal mengurangi dampak terhadap lingkungan, dan
meningkatkan dampak sosial.
Perseroan pertama kali didirikan dengan nama Levers Zeepfabrieken N.V. pada 5
Desember 1933. Pada tahun 1980, nama Perusahaan diubah menjadi "PT Unilever
Indonesia" dengan akta No. 171 dari notaris Ny. Kartini Muljadi, S.H. pada tanggal 22 Juli
1980. Perusahaan mengalami perubahan nama lebih lanjut menjadi "PT Unilever
Indonesia Tbk" pada 30 Juni 1997 oleh akta No. 92 dari notaris Bapak Mudofir Hadi, S.H.
Akta tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Keputusan melalui Surat Keputusan
No.C2-1.049HT.01.04-TH.1998 tertanggal 23 Februari 1998 dan diumumkan dalam
Berita Negara No. 39 tertanggal 15 Mei 1998, Suplemen No. 2620.
Saham Perseroan pertama kali ditawarkan kepada masyarakat pada tahun 1981 dan
tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 11 Januari 1982. Pada akhir tahun 2016, saham
Perseroan menempati peringkat ke-lima kapitalisasi pasar terbesar diBursa Efek
Indonesia.
Perseroan saat ini memiliki sembilan pabrik yang berlokasi di kawasan industri Jababeka,
Cikarang dan Rungkut, Surabaya dan memindahkan kantor pusat ke Bumi Serpong
Damai. Pada lahan seluas 3 hektar, kantor pusat baru yang dibangun secara khusus ini
ditempati oleh lebih dari 1.400 karyawan kami. Produk-produk Perseroan yang terdiri dari
39 brand unggulan dan kurang lebih 1.000 Stock Keeping Unit (SKU), dipasarkan melalui
jaringan yang melibatkan lebih dari 800 distributor independen yang menjangkau ratusan
ribu toko di seluruh Indonesia.

B. STRUKTUR PERUSAHAAN
Dalam menjalankan operasinya PT Unilever Indonesia, Tbk tersusun atas struktur
organisasi sebagai berikut:

PT Unilever
Indonesia Tbk

Refresment &
CFO Home Care Food Marketing
Services

Governance &
Customer Human
Supply Chain Corporate
Development Resources
Affairs
Chief Financial Officer bertugas mengatur segala kegiatan berkaitan dengan
keuangan, system bisnis, informasi dan teknologi serta perencanaan sumber daya
perusahaan.
Direktorat Home Care bertugas mengatur segala kegiatan berkaitan dengan produk
kebutuhan rumah yang dihasilkan Unilever.
Direktorat Food adalah orang yang mengatur segala kegiatan berkaitan dengan
produk makanan yang dihasilkan Unilever
Direktorat Personal Care bertugas mengatur segala kegiatan berkaitan dengan produk
kebutuhan pribadi dan kosmetik yang dihasilkan Unilever.
Direktorat Refreshment & Marketing Service bertugas mengatur segala kegiatan
berkaitan dengan produk minuman yang dihasilkan Unilever.
Direktorat Supply Chain adalah bertugas untuk mengatur distribusi bahan baku,
produk dan logistik
Direktorat Customer development adalah bertugas untuk manajemen pelanggan
Direktorat Human Resources bertugas untuk manajemen sumber daya manusia pada
perusahaan Unilever Indonesia.
Direktorat Governance & Corporate Affairs bertugas untuk hubungan perusahaan
dengan investor dan pelayanan di bidang legal.
Dengan melihat tugas dan fungsi dari masing-masing direktorat, kami menyimpulkan
bahwa unit kerja yang berwarna merah (Home Care, Food, dan Refresment & marketing
Services adalah profit center karena merupakan unit produksi yang selain mengeluarkan
biaya operasi, masing masing unit kerja menghasilkan pendapatan dari penjualan produk.
Sedangkan unit kerja yang berwarna biru (CFO, Supply Chain, Customer Development,
Human Resources, Government & Corporate Affair) adalah cost center karena
merupakan unit pendukung yang menggunakan biaya untuk mendukung operasional.
Namun demikian keperluan menyajikan informasi segmen operasi, Aktivitas PT Unilever
Indonesia terbagi dalam operasi segmen sesuai dengan PSAK 5 (Segmen Operasi).
Segmen operasi diidentifikasi pada dasar yang sama yang digunakan secara internal
untuk mengelola dan melaporkan pada kinerja. Alokasi tersebut juga memperhitungkan
struktur organisasi PT Unilever Indonesia pada berbagai produk dan layanan yang bisa
dilaporkan segmen.
Manajemen telah menentukan segmen operasi berdasarkan laporan yang ditelaah oleh
Direksi yang digunakan untuk mengambil keputusan strategis. Maksud dan tujuan
Perseroan antara lain berusaha dalam bidang produksi, pemasaran dan distribusi
barang-barang konsumsi. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas,
Perseroan menjalankan usahanya secara terintegrasi. Bisnis Perseroan dikelompokkan
dan disajikan menjadi dua segmen produk utama sebagai berikut:
Hom and Personal Care, yang berkaitan dengan produk-produk pembersih yang
digunakan dalam rumah tangga dan produk-produk kosmetik. Portofolio Home Care
terdiri atas beragam brand pemimpin pasar seperti Molto, Sunlight dan Rinso di tiga
kategori besar yaitu Perawatan Peralatan Rumah Tangga, Pencuci Kain dan
Pelembut Kain. Selain itu terdapat juga brand Wipol, Vixal Superpell dan lain-
lainDalam portofolio Personal Care, kategori utama produk yaitu Perawatan Gigi dan
Mulut, Perawatan Rambut, Perawatan Kulit, Perawatan Bayi dan Deodoran meliputi
beberapa brand kelas dunia, termasuk diantaranya Lifebuoy, Pepsodent, Ponds,
Sunsilk dan Zwitsal.
Food and Refreshment, yang berkaitan dengan produk-produk makanan dan
minuman termasuk es krim. Rangkaian portofolio Foods terdiri atas Blue Band,
Royco, Kecap Bango dan lainnya. Sedangkan dalam portofolio Refreshment
misalnya Buavita, Sariwangi, Lipton, Walls dan lain-lain

C. SEGMENT REPORTING
PT Unilever Indonesia menyusun informasi segmen operasi dengan menyajikan
beberapa item yaitu jumlah penjualan bersih, laba bruto dan hasil per segmen.
Perusahaan tidak secara rinci menyajikan Harga Pokok Produksi namun bisa kita
asumsikan bahwa harga pokok produksi dan variable ekspense dapat dihitung dengan
selisih antara laba bruto dengan penjualan bersih. Begitu pula dengan beban variabel
yang dapat dialokasi pada masing masing segmen dapat kita simpulkan sebagai selisih
antara hasil segmen dengan laba bruto. Beban yang tidak dapat dialokasikan pada
segmen dibebankan setelah menjumlahkan total hasil segmen.
Gambar 2
Informasi Segmen PT Unilever Indonesia tahun 2016 (dalam juta rupiah)

Gambar 3
Informasi Segmen PT Unilever Indonesia tahun 2015 (dalam juta rupiah)
D. ANALISIS KINERJA SEGMENTED INCOME STATEMENT
Analisis kinerja terhadap profit center dapat dilakukan dengan konsep Contribution
Margin yaitu dengan mengurangkan penjualan bersih menggunakan variable cost. Dalam
hal ini yang termasuk dalam variable cost adalah harga pokok produksi, variable cost dan
fixed cost yang dapat dialokasikan kepada masing-masing segmen. Sehingga apabila
kita meninjau informasi segmen pada laporan keuangan PT Unilever Indonesia, yang
dimaksud dengan Contribution Margin adalah hasil segmen.
Berdasarkan informasi segmen pada tahun 2105, Contribution Margin pada segmen
Home & Personal Care adalah sebesar Rp7.870.284.000.000,00 sedangkan Contribution
Margin pada segmen Foods & Refreshments adalah sebesar Rp1.709.340.000.000,00.
Dapat kita simpulkan bahwa pada tahun 2015, segmen Home & Personal Care
berkontribusi terhadap 82,16% laba yang diperoleh oleh PT Unilever Indonesia
sedangkan kontribusi segmen Foods & Refreshments adalah sebesar 17,84%.
Berdasarkan informasi segmen pada tahun 2016, Contribution Margin pada segmen
Home & Personal Care adalah sebesar Rp8.880.827.000.000,00 sedangkan Contribution
Margin pada segmen Foods & Refreshments adalah sebesar Rp1.905.277.000.000,00.
Dapat kita simpulkan bahwa pada tahun 2016, segmen Home & Personal Care
berkontribusi terhadap 82,34% laba yang diperoleh oleh PT Unilever Indonesia
sedangkan kontribusi segmen Foods & Refreshments adalah sebesar 17,66%.
Apabila membandingkan kinerja tiap segmen berdasarkan hasil segmen pada tahun
sebelumnya disimpulkan bahwa Contribution Margin pada segmen Home and Personal
Care pada tahun 2016 meningkat sebesar 12,84% dari tahun 2015 sedangkan
Contribution Margin pada segmen Foods and Refreshments pada tahun 2016 meningkat
sebesar 11,46% dibandingan pada tahun 2015.

E. KESIMPULAN
Dengan melihat komposisi kontribusi hasil segmen pada tahun 2015 dan 2016 kita dapat
simpulkan bahwa kinerja PT Unilever Indonesia baik karena tanpa mengorbankan salah
satu segmen, segmen Home and Personal Care serta segmen Foods and Refreshments
mengalami peningkatan contribution margin pada level yang hampir sama. Peningkatan
laba ini didukung oleh kinerja perusahaan PT Unilever Indonesia selama tahun 2016 yang
senantiasa berinovasi dengan varian produk baru dan meluncurkan program promosi
kepada pelanggan.
Informasi segmentasi perusahaan PT Unilever Indonesia telah disajikan dengan baik
sebagai bagian dari Laporan Tahunan 2016 PT Unilever Indonesia. Namun demikian
untuk dapat meningkatkan kinerja organisasi dan mengoptimalkan kontrol terhadap unit
usaha yang menguntungkan, kami merekomendasikan sebaiknya PT Unilever Indonesia
dapat memperhitungan segmented income statement secara lebih mendetail dan apabila
memungkinkan sebaiknya pembagian segmentasi menjadi 4 segmen yaitu Home Care,
Personal Care, Food dan Refreshment sesuai dengan lini produksi pada struktur
organisasi PT Unilever Indonesia. Sehingga perusahaan dapat mengukur kinerja dari
masing-masing unit profit center dan mampu memahami lebih dalam kontribusi masing-
masing segmen terhadap laba perusahaan.

Referensi:
PT Unilever Indonesia. 2016. Laporan Tahunan 2016 PT Unilever Indonesia
Riduwan, Akhmar. 2000. Pelaporan Informasi Keuangan Menurut Segmen. Surabaya:
STIESIA Surabaya
Hansen, Don R., & Mowen, Maryanne M. 2007. Managerial Accounting 8th Edition.
Mason-USA: Thomson.