You are on page 1of 8

PENGAMBILAN ALAT TENUN

KodeNomor : No. Revisi : 00 Halaman : 1/1


Ditetapkan :

SPO Tanggal Terbit :


Profesi 01 / 02 / 2016
Dr. Syamsu Alam Aliyah, MPH
Direktur

PENGERTIAN Suatu Kegitan untuk mengumpulkan setiap alat tenun dan laken pada setip instlsi yang tela
dipakai untuk dicuci
Agar setip alat tenun yang sudah dipakai dan kotor bisa dicuci dibagian binatu
TUJUAN

KEBIJAKAN Dilaksanakan oleh petugas binatu


1. Setiap pagi petugas binatu mengambil alat tenin yng kotor disetip instalasi (perawat telah
PROSEDUR
mengumpulkan alat tenun yang kotor ditempat pengumpulan sementara).

2. Perawat yang bertugas mengisi dan menandatangi buku serah terima barang kotor yang
dibawa oleh petugas binatu.

3. Petugas binatu membawa alat tenun yang telah dikumpulkan ke rumah cuci (ruang binatu)

UNIT TERKAIT 1. Instalasi Rawat Inap


2. ICU,HCU
3. IGD

Halaman 1
MEMILIH/MENSHORTIR ALAT TENUN

KodeNomor : No. Revisi : 00 Halaman : 1/1


Ditetapkan :

SPO Tanggal Terbit :


Profesi 01 / 02 / 2016
Dr. Syamsu Alam Aliyah, MPH
Direktur

PENGERTIAN Suatu Kegiatan untuk mengumpulkan setiap alat tenun dan laken pada setiap instalasi.
Agar memudahkan dalam proses pencucian sehingga tidak merusak serat dai alat tenun yang
TUJUAN
lain.

KEBIJAKAN Dilaksanakan oleh petugas binatu


1. Petugas loundry wajib dan arus memilih setiap alat tenun yang telah dikumpulkan
PROSEDUR
2. Alat tenun yang telah dipilih kemudian dikelompokkan berdasarkan tingkat kekotoran
bahan seperti :
a.bahan yang tekena noda ataupun cairan medis tindakan operasi
(darah,nanah,ketuban,noda facces,dll)
b.berdasarkan jenis bahan dari alat tenun tersebut apakah termasuk bahan yang mudah
luntur.
3. Alat tenun yang telah dikelompokkan kemudian dimasukkan kedalam keranjang masing-
masing bagian dalam pencucian.

UNIT TERKAIT 1. Instalasi Rawat Inap


2. Instalasi Rawat Jalan
3. ICU,HCU
4. IGD

Halaman 2
PENGAMBILAN ALAT TENUN (GORDEN,TAPLAK MEJA)

KodeNomor : No. Revisi : 00 Halaman : 1/1


Ditetapkan :

SPO Tanggal Terbit :


Profesi 01 / 02 / 2016
Dr. Syamsu Alam Aliyah, MPH
Direktur

PENGERTIAN Suatu Kegitan untuk mengumpulkan setiap alat tenun dan laken pada setip instlsi yang telah
dipakai untuk dicuci
Agar setiap alat tenun (gorden,taplak meja) yang sudah dipakai dan kotor bisa dicuci dibagian
TUJUAN
bintu (rumah cuci).

KEBIJAKAN Dilaksanakan oleh petugas binatu


1. Petugas binatu setiap 1(satu) bulan sekali mengambil alat tenun (gorden,taplak meja) pada
PROSEDUR
setiap instalasi dan ruangan admintrassi.
2. Membawa alat tenun (gorden,taplak meja)tersebut kerungan binatu (rumah cuci).

1. Instalasi Rawat Inap


2. Instalasi Rawat Jalan
3. ICU,HCU
UNIT TERKAIT 4. IGD
5. Loby
6. Ruang direktur utama
7. Ruang direktur umum
8. Ruang administrasi

Halaman 3
PROSES PENCUCIAN ALAT TENUN

KodeNomor : No. Revisi : 00 Halaman : 1/1


Ditetapkan :

SPO Tanggal Terbit :


Profesi 01 / 02 / 2016
Dr. Syamsu Alam Aliyah, MPH
Direktur

PENGERTIAN Suatu Kegitan pencucian alat tenun yang kotor dengn menggunkan mesin pencuci.
Agar alat tenun yng sudah dipakai atau yang kotor bisa kembali bersih sehingga bisa
TUJUAN dipergunakan kembali..

KEBIJAKAN Dilaksanakan oleh petugas binatu


C. Proses mencuci alat tenun yang bernoda :
1. jenis alat tenun bernoda dicuci secara manual dengan menggunakan bahan
chemical (ionik/super B) terlebih dahulu agar mudah dalam melakukan pencucian
dengan menggunakan mesin.
2. Setelah alat tenun yang bernoda dibersihkan secaa manual kemudian alat tenun
PROSEDUR tesebut dicuci dengan menggunakan mesin cuci untuk penyerpunaan dari proses
pencucian.
3. Alat tenun yang telah selesai dicuci kemudian dikeringkan secara manual dibawah
terik matahari.
4. Apabila pada saat proses penjemuran alat tenun tersebut dikeringkan secara
manual di bawa terik matahari.
Proses mencuci alat tenun yang berwarna:
1. Alat tenun yang berwarna dicuci dengan nmenggunakan dterjen.
2. Setelah selesai dicuci,alat tenun tersebut dikeringkan secara manual dibawah
terik matahari.
Proses mencuci untuk semua jenis alat bahan alat tenun dan laken setela
selesai mencuci dan masuk ke proses pembilasan, petugas binatu harus
menambahkan cairan pelembut alat tenun dan laken sesuai dengan takaran
pemakaian.

1. Instalasi Rawat Inap


2. Instalasi Rawat Jalan
3. ICU,HCU
UNIT TERKAIT 4. IGD
5. Loby
6. Ruang direktur utama
7. Ruang direktur umum
8. Ruang administrasi

Halaman 4
Halaman 5
PENGERINGAN ALAT TENUN

KodeNomor : / PPI No. Revisi : 00 Halaman : 1/1


Ditetapkan :

SPO Tanggal Terbit :


Profesi 01 / 02 / 2016
Dr. Syamsu Alam Aliyah, MPH
Direktur

PENGERTIAN Suatu Kegitan untuk mengumpulkan setiap alat tenun dan laken pada setip instlsi.
Agar alat tenun dan laken yang telah dicuci dan kering bisa disertika sehingga dapat
TUJUAN
dipergunakan kembali.memudahkan dalam proses pencucian sehingga tidak merusak serat
dai alat tenun yang lain.

KEBIJAKAN Dilaksanakan oleh petugas binatu


1. alat tenun dan laken yang dicuci dengan mesin cuci dengan mesin cuci dikeringkan
dan dijemur manual dengan di bawah sinar matahari.
2. Alat tenun dan laken dijemur dengan menjepit setiap lembar alat tenun dan laken agar
tidak berterbangan jika tertiup angin
3. Alat tenundan laken jangan dijemur dalam waktu yang terlalu lama karena kondii alat
tenun dan laken tersebut pada saat dijemur sudah dalam keadaan setengah kering, hal
PROSEDUR
ini dilakukan untuk mencegah mudah pisahnya bahan kain dari alat tenun dan laken
tersebut.
4. Jika alat tenun dan laken kering segera angkut satu persatu dan langsung dilipat
didalam troli, hal ini dilakukan agar alat tenun dan laken tersebut tidak kusut sehingga
lebih memudahkan untuk disetrika.

1. Instalasi Rawat Inap


2. Instalasi Rawat Jalan
3. ICU,HCU
UNIT TERKAIT 4. IGD
5. Loby
6. Ruang direktur utama
7. Ruang direktur umum
8. Ruang administrasi

Halaman 6
PENGERINGAN ALAT TENUN

KodeNomor : / PPI No. Revisi : 00 Halaman : 1/1


Ditetapkan :

SPO Tanggal Terbit :


Profesi 01 / 02 / 2016
Dr. Syamsu Alam Aliyah, MPH
Direktur

Halaman 7
PENGERTIAN Suatu Kegitan untuk mengumpulkan setiap alat tenun dan laken pada setip instlsi.
Agar alat tenun dan laken yang telah dicuci dan kering bisa disertika sehingga dapat
TUJUAN
dipergunakan kembali.memudahkan dalam proses pencucian sehingga tidak merusak serat
dai alat tenun yang lain.

KEBIJAKAN Dilaksanakan oleh petugas binatu


5. alat tenun dan laken yang dicuci dengan mesin cuci dengan mesin cuci dikeringkan
dan dijemur manual dengan di bawah sinar matahari.
6. Alat tenun dan laken dijemur dengan menjepit setiap lembar alat tenun dan laken agar
tidak berterbangan jika tertiup angin
7. Alat tenundan laken jangan dijemur dalam waktu yang terlalu lama karena kondii alat
tenun dan laken tersebut pada saat dijemur sudah dalam keadaan setengah kering, hal
PROSEDUR
ini dilakukan untuk mencegah mudah pisahnya bahan kain dari alat tenun dan laken
tersebut.
8. Jika alat tenun dan laken kering segera angkut satu persatu dan langsung dilipat
didalam troli, hal ini dilakukan agar alat tenun dan laken tersebut tidak kusut sehingga
lebih memudahkan untuk disetrika.

9. Instalasi Rawat Inap


10. Instalasi Rawat Jalan
11. ICU,HCU
UNIT TERKAIT 12. IGD
13. Loby
14. Ruang direktur utama
15. Ruang direktur umum
16. Ruang administrasi

Halaman 8