You are on page 1of 4

ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA DALAM KELOMPOK

DENGAN DI RW IV KELURAHAN PANGADEGAN

Tanggal Pengkajian : Kamis, 15 Agustus 2016

Pengkaji : Kelompok Terapi Modalitas

Terapi : Berwudhu

A. PENGKAJIAN

1. Dimensi Biologis

No NAMA USIA JENIS KELAMIN SUKU


1 Ny. R 62 th P Jawa
2 Ny. Y 60 th P Jawa
3 Tn. A 65 th L Jawa
4 Ny. I 61 th P Jawa

2. Dimensi Psikologis
Sebagian besar lansia di RW 4 kelurahan pengadegan, apabila salah satu dari
mahasiswa berkunjung ke rumah salah satu lansia atau biasanya hanya sekedar lewat
di depan rumah ada beberapa lansia yang aktif bertanya atau sekedar menyapa dan
terkadang lansia sempat mengutarakan keluh kesahnya tentang kesehatannya.

3. Dimensi Fisik
Lansia di RW 4 menurut hasil pengkajian dapat disimpulkan kurang dapat menjaga
kesehatan dirinya dalam hal berolahraga, terbukti dengan banyaknya lansia yang
masih mengeluhkan nyeri pinggang dikarenakan kepadatan tulang berkurang.

4. Dimensi Lingkungan Sosial


Sebagian besar lansia di RW 4 berdasarkan hasil pengamatan jarang sekali
bersosialisasi seperti bertemu, berkumpul dengan teman-teman dan keluarganya.
Mereka hanya berdiam diri dirumah. Oleh karena itu banyak dari mereka yang
mengalami demensia atau pikun.

5. Dimensi Spiritual
Berdasarkan hasil pengamatan sebagian besar lansia di RW 4 jarang sekali
melakukan kegiatan beribadah seperti berwudhu, sholat dan mengaji karena mereka
lupa cara melakukannya. Sehingga banyak lansia yang melamun, gelisah, karena
kurang dekatnya hubungan dengan sang pencipta.

6. Dimensi Perilaku
Berdasarkan pengkajian kepada lansia di RW 4, sebagian besar kelompok lansia
sudah menunjukkan perilaku yang mendukung kesehatan.

7. Dimensi Kesehatan
Kesehatan lansia di RW 4 kelurahan Pangadegan berdasarkan hasil pengkajian kami
di dapatkan banyak lansia yang mengalami demensia dan nyeri pinggang akibat
kepadatan tulang berkurang.

B. ANALISA DATA

No Data Problem
1. Ds : Lansia mengatakan jarang Perubahan proses pikir b/d degenerasi
melakukan kegiatan beribadah dan neuronal dan demensia progresif.
lupa cara melakukannya.

Do : Pasien sering melamun


2. Ds : Lansia mengatakan nyeri pada Nyeri akut berhubungan dengan agen
daerah pinggang injuri biologi

Do : Lansia sering memegang


pinggang
C. INTERVENSI KEPERAWATAN

Dx.
No. Tujuan Intervensi
Kep.
1. 1 Setelah dilakukan tindakan 1. Kurangi konvigurasi
keperawatan selama 1 x 45 lingkungan :
menit diharapkan criteria Dekati pasien dengan cara
hasil: menyenangkan dan kalem.
Mempertahankan fungsi Jaga lingkungan tetap
ingatan yang optimal sederhana dan
Memperlihatkan menyenangkan.
penurunan dalam Alat bantu mengingat
perilaku yang bingung. sesuai yang diperlukan.
Mengungkapkan rasa
keamanan dan 2. Tingkatkan isyarat lingkungan :
perlindungan. Perkenalkan diri perawat
Menunjukan orientasi ketika berinteraksi.
optimal terhadap waktu, Panggil pasien dengan
tempat, dan orang. menyebut namanya.
Beri isyarat lingkungan
untuk orientasi waktu,
tempat dan orang.
3. Latih pasien lansia untuk
berwudhu dengan baik dan
benar

2. 2 Setelah dilakukan tindakan 1. Lakukan pengkajian nyeri


keperawatan di harapkan secara komperhensif
nyeri berkurang dengan 2. Observasi reaksi nonverbal
kriteria hasil : dari ketidaknyamanan
Melaporkan nyeri 3. Monitor vital sign
berkurang
Memperlihatkan wajah
yang tenang dan rileks.
D. IMPLEMENTASI

No Waktu Diagnosa Implementasi


1 15 Agustus Perubahan proses - Mengurangi konfusi lingkungan
2016 ( 08.00) fikir berhubungan - Meningkatkan isyarat lingkungan
dengan degenerasi - Melatih lansia untuk berwudhu
neuronal dan
demensia progresif.
2 15 Agustus Nyeri akut - Mengajarkan pasien teknik relaksasi
2016 (08.45) berhubungan nafas dalam
dengan agen injury
biologi.

E. EVALUASI

No Diagnosa Evaluasi
1 Perubahan proses fikir S:-
berhubungan dengan O : Pasien mampu mempraktekkan cara
degenerasi neuronal dan berwudhu yang baik dan benar
demensia progresif. A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan Intervensi
- Motivasi lansia untuk melanjutkan
kegiatan ibadah sholat
2 Nyeri akut berhubungan S : Lansia mengatakan nyeri pada pinggang
dengan agen injury sedikit berkurang
biologi. O : Lansia terlihat nyaman
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan Intervensi
- Ajarkan teknik non farmakologi