You are on page 1of 8

1.

16 Teorema Helmholtzs
Pada Bagian 1.13 itu ditekankan menjadi yang dipilih dari sebuah
vektor potensial magnetik A menjadi tidak khusus. Divergensi dari A masih
tidak dapat ditentukan. Di dalam bagian 2 teorema tentang divergensi dan
curl dari sebuah vektor mulai muncul. Pada teorema pertama adalah
sebagian mengikuti : Sebuah vektor akan dengan uniknya ditetapkan dari
divergensi dan curl dengan sebuah bagian kerucut sederhana (tanpa lubang)
dan itu komponen normal diatas batas.
Catatan dari bagian, dimana divergensi dan curl digambarkan (sering di
dalam kata fungsi delta Dirac), bagian dari daerah dan tidak terduga untuk
memindahkan ini atau ke dalam teorema Helmholtzs, yang mengikuti.

Dimana s dapat diartikan sebagai sebuah sumber (muatan) densitas dan


c sebagai sebuah silkulasi (arus) massa jenis. Dengan asumsi bahwa
komponen normal V1n pada batas yang diberikan, kita menginginkan untuk
menujukkan bahwa V1 adalah unik. Kita melakukan ini dengan
mengasumsikan adanya vektor kedua, V2 , yang memenuhi Pers. (1.196) dan
memiliki komponen normal yang sama diatas batas, dan kemudian
menunjukkan bahwa V1 - V2 = 0. Biarkan

W = V1 V2

Kemudian

dan

Karena W adalah irrotasional kita bisa menuliskan (dari bagian (1.13))


Subsitusikan ke dalam Pers. (1.197), kita peroleh

Persamaan Laplace.
Sekarang kita gambarkan pada teorema Green didalam bentuk yang
diberikan pada Pers. (1.105), biarkan u dan v sama dengan . Sebab

Pada batas, teorema Green diperkecil untuk

Kuantitas W.W = W2 tidak penting dan ini sangat penting dimiliki

dimanapun. Maka V1 adalah unik, untuk membuktikan teorema.


Untuk magnetik potensial vektor A berhubungan dengan B = x A
spesifik dari curl A. Sering memudahkan kita untuk menggunakan . A = 0
(bandingkan latihan 1.14.4). Kemudian (dengan diatas batas keadaan) A
adalah tetap.
Teorema ini sering ditulis sebagai sebuah keunikan teorema untuk
solusi dari persamaan Laplace, latihan 1.16.1. Pada bentuk, keunikan
teorema ini adalah dari pentingnya menyelesaikan elektroststik dan
persamaan Laplace diatas batas masalah. Jika kita dapat menemukan sebuah
solusi untuk persamaan Laplace itu mencukupi mesti kondisi diatas batas,
selanjutnya solusi untuk solusi lengkap. Kemudian batas masalah harga
diambil didalam Persamaan 12.3 dan 12.5

Teorema Helmholtzs

Teorema kedua akan dibuktikan di teorema Helmholtzs.


Sebuah vektor V memadai Pers. (1.196) dengan kedua sumber dan
sirkulasi hilang tak terhingga dapat ditulis sebagai jumlah dari dua bagian,
salah satunya adalah irrotasional, yang lain yaitu solenoidal.
Perhatikan pada bagian kita hanya terhubung, semua menjadi ruang,
untuk kesederhanaan. Teorema Helmholtzs jelas akan terpenuhi jika kita
bisa menulis V sebagai

- sebagai irrotasional dan x A sebagai solenoidal. Proses untuk


membenarkan Pers. (1.204a). V adalah vektor yang diketahui. Kami
mengambil divergensi dan curl

dengan s (r) dan c (r) sekarang dikenal dengan fungis dari posisi. Dari
dua posisi yang kita bangun ini potensial skalar (r1),

dan a vektor potensial A(r1),

Jika s =0, maka V adalah solenoida dan Persamaan. (1.205a)


menyimpulkan = 0. Dari persamaan (1.204a), V = x A, dengan A
seperti yang diberikan dalam Pers. (1.141), yang konsisten dengan bagian
1.13. Lebih lanjut, jika c = 0, maka V adalah irrotasional dan Pers.
(1.205b) menyimpulkan A = 0, dan Pers. (1.204a) menyimpulkan V = -
, konsisten dengan teori potensial skalar dari bagian 1.13.
Disini argumen r1 menunjukkan (x1,y1,z1), field point; r2, koordinat dari
titik sumber (x2,y2,z2), sedangkan

Apabila arahnya dikaitkan dengan r12, arah positif diambil dari jarak
nauh untuk sumber dan tujuantitik lapangan. Vaktorial, r12 = r1 r2 ,seperti
yang ditunjukkan pada Gambar 1.42. Tentu Saja, s dan c harus dengan
cukup cepat pada jarak yang jauh sehingga integral ada. Perluasan dan
evaluasi aktual integral seperti Pers. (1.205a) dan (1.205b) pada bagian 12.1.
Dari keunikan teorema pada awal bagian ini, V ditentukan secara unik
dengan divergensi, s dan curl c ( dengan kondisi batas). Kembali ke
Pers.(1.204a), kita memiliki

divergensi dari curl lenyap, dan

Gambar 1.42 Sumber dan titik point

curl dari garis gradien. Jika kamu dapat menunjukkan

dan

maka V seperti yang diberikan dalam Pers. (1.204a) akan memiliki


perbedaan yang tepat dan curl. Deskripsi akan konsisten secara internal dan
Pers. (1.204a) dibenarkan.33
Pertama, kita mempertimbangkan perbedaan V:
Operator Laplacian, , atau 2, beroperasi pada koordinat lapangan
(x1, y1, z1) dan sebagainya.pergi dengan integrasi sehubungan dengan (x2,
y2, z2). Kita punya

Kita harus membuat dua modifikasi kecil di Pers. (1.169) sebelum


menerapkannya. Pertama, sumber kita ada di r2, bukan di titik asal. Ini
berarti bahwa hasil taknol dari hukum Gauss muncul jika danhanya jika
permukaan S meliputi titik r = r2. Untuk menunjukkan ini, kita menulis
ulang Pers. (1.170):

Perubahan sumber ke r2 dapat digabungkan dalam persamaan yang


menentukan (1.171b) sebagai

Kedua, mencatat bahwa membedakan r-112 dua kali terhadap x2, y2, z2 sama
dengan membedakan dua kali dengan x1, y1, z1, kita miliki

Menulis ulang Pers. (1.209) dan menggunakan fungsi Dirac delta, Pers.
(1.212), kita bisa berintegrasi untuk memperoleh
Langkah terakhir berikut dari Pers. (1.211b), dengan subskrip 1 dan 2
dipertukarkan. Kami hasil, Pers. (1.213), menunjukkan bahwa bentuk V dan
potensial skalar yang diasumsikan masuk kesepakatan dengan divergensi
yang diberikan (Persamaan (1.204b)).
Untuk melengkapi bukti teorema Helmholtz, kita perlu menunjukkan
bahwa asumsi kita adalah konsisten dengan Pers. (1.204c), yaitu curl dari V
sama dengan c (r1). Dari Pers. (1.204a),

Istilah pertama, A, mengarah ke

dari Pers. (1.205b). sekali lagi diganti kedua turunan dengan x1, y1, z1 dari
kedua turunan dengan respon untuk x2, y2, z2, kita gabungkan dengan
komponen34 dari Pers. (1.215) dari bagian :

Bagian integral kedua hilang karena kerapatan sirkulasi adalah


solenoidal.35 Yang pertama integral dapat ditransformasikan ke permukaan
integral oleh teorema Gauss '. Jika c dibatasi ruang atau lenyap lebih cepat
sehingga 1 / r untuk r besar, sehingga integral dalam Persamaan. (1.205b)
ada, maka dengan memilih permukaan yang cukup besar integral pertama di
sisi kanan Pers. (1.216) juga lenyap.
Dengan A = 0, Pers. (1.214) sekarang dikurangi menjadi
Ini persis seperti Pers. (1.209) kecuali bahwa skalar s (r2) diganti oleh
sirkulasi vektor densitas c (r2). Memperkenalkan fungsi Dirac delta, seperti
sebelumnya, sebagai cara mudah Dengan melakukan integrasi, kita
menemukan bahwa Pers. (1.217) dikurangi menjadi Pers. (1.196). Kita lihat
itubentuk asumsi V kita, yang diberikan oleh Pers. (1.204a), dan potensial
vektor A, yang diberikan oleh Pers. (1.205b), sesuai dengan Pers. (1.196)
menentukan curl dari V.
Ini melengkapi bukti teorema Helmholtz, menunjukkan bahwa sebuah
vektor dapat dipecahkan menjadi bagian yang tidak beraturan dan solenoid.
Diterapkan ke medan elektromagnetik yang kita miliki Selesaikan vektor
medan V kita ke medan listrik irrotasional E, yang berasal dari potensial
skalar , dan medan induksi magnet solenoidal B, diturunkan dari potensial
vektor A. Sumber kerapatan s (r) dapat diartikan sebagai kerapatan muatan
listrik (dibagi dengan listrik permitivitas ), sedangkan kerapatan sirkulasi c
(r) menjadi kerapatan arus listrik (kali permeabilitas magnetik ).

Mengaplikasikan
1.16.1 Kesimpulan didalam bagian adalah pembuktian sebuah fungsi (r)
tidak sama dari membutuhkan itu untuk (1) menyimpulkan
persamaan Laplace and (2) menyimpulkan kondisi lengkap diatas
batas.
1.16.2 (a) Dengan asumsi bahwa P adalah solusi dari persamaan Poisson
vektor, 21P (r1) = - V (r1),Kembangkan bukti alternatif dari teorema
Helmholtz, yang menunjukkan bahwa V dapat ditulis sebagai

dimana

dan

(b) Memecahkan persamaan Poisson vektor, kita temukan


Tunjukkan bahwa solusi subsitusi diganti menjadi dan A dari
bagian (a) mengarah ke bagian diberikan untuk dan A pada Bagian
1.16.)