You are on page 1of 9

LAPORAN MUSYAWARAH ANGGOTA KOMISARIAT

GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA


(GMNI)
CARETAKER KOMISARIAT
HUKUM - UII

TEGALTIRTO, BERBAH, SLEMAN D.I. YOGYAKARTA


28 NOVEMBER – 1 DESEMBER 2014

Penerbit, Komisariat GMNI Hukum UII

 Data disusun dengan beberapa penyempurnaan kalimat oleh Pengurus Komisariat Gerakan
Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Hukum UII
DAFTAR HADIR PESERTA
MUSYAWARAH ANGGOTA KOMISARIAT (MAK)
GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA (GMNI)
HUKUM - UII

NO. NAMA PESERTA STATUS KOMISARIAT/CARETAKER


1. Dika Anugrah Putra Peserta Hukum UII
2. Kemala Armitya S Peserta Hukum UII
3. Sari Elsye P Peserta Hukum UII
4. Abdul Razak Mashadi Peserta Hukum UII
5. Beny Wibowo Peserta Hukum UII
6. Prasetia Putra Indrianto Peserta Hukum UII
7. Airwan Haryadi Peserta Hukum UII
8. M. Yaumil Peserta Hukum UII
9. Muafiq Inayah Peserta Hukum UII
10. Havizal S Gea Peserta Hukum UII
11. Darma Tyas Utomo Peserta Hukum UII
12. Novri Sihite Peserta Hukum UII
13. Raka Anugrah Peserta Hukum UII
14. Tri Handika Putra Peserta Hukum UII
15. Ajeng N Prameswari Peserta Hukum UII
16. Ibnu Hazairin Rowiyan Peserta Hukum UII
17. Rizki Junianda Putra Peserta Hukum UII
18. Refina Fitriyana Peserta Hukum UII
19. Halilintar Cakra Negara Peserta Hukum UII
20. Andi Faathir Oky J Peserta Hukum UII
21. Aganita Dhaneswara Peserta HukumUII
22. Suyatno Peninjau DPC
23. Kendy Fralinang Peninjau DPC
24. M.Maulana Zulkarnaen Peninjau DPC
25. Mastono Peninjau DPC
26. Arjuna Putra Aldino Peninjau DPC
27. Eko Setiawan Undangan Filsafat UGM
28. Adinda Putri Armansyah Undangan Filsafat UGM
29. Asih Diani Puspitasari Undangan Filsafat UGM
30. Jimy Undangan APMD
31. Tomy T Koliham Undangan APMD
32. Muh. Hidayanto Undangan APMD
33. Jumianti Laila Undangan APMD
34. Julian Maurits Astari Undangan APMD
35. Nursetyo Iswandani Undangan UIN
36. Limpad Tuhu P Undangan UIN
37. Titis Bintoro Undangan UNY
38. Perananta Ryu S Undangan UNY
39. Candra Fahrudin Undangan UNY
40. Purhadi Undangan UNY
41. M. Saharudin Aslan Undangan UNY
42. Dian P Undangan UNY
43. Erni Kuswulandari Undangan UNY
44. Hanif Undangan UNY
45. Jaka Undangan UNY
46. Syafril Nazirudin Undangan Fisipol UGM
47. Fattah Undangan Fisipol UGM
48. Adriansyah (Jepri) Undangan Fisipol UGM
49. Idham Undangan Fisipol UGM
50. Aslama Nanda Rizal Undangan Geografi UGM
51. Julio Hutabarat Undangan Geografi UGM
TATA TERTIB
MUSYAWARAH ANGGOTA KOMISARIAT
GMNI CARETAKER KOMISARIAT HUKUM-UII
TAHUN 2014

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
1. Musyawarah Anggota Komisariat yang selanjutnya dalam tata tertib ini disebut MAK
merupakan permusyawaratan tertinggi organisasi di tingkat komisariat dan
diselenggarakan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun;
2. MAK diselenggarakan oleh Caretaker Komisariat Hukum-UII dengan membentuk
Badan Pekerja sebagai penanggung jawab teknis penyelenggaraan;
3. Penanggung Jawab MAK adalah pengurus Caretaker Komisariat Hukum-UII

BAB II
WAKTU DAN TEMPAT
Pasal 2
1. MAK diselenggarakan pada tanggal 28-29 November 2014;
2. Tempat penyelenggaraan MAK adalah Tegaltirto, Berbah, Sleman, DIY;
3. Apabila sesuai waktu yang telah ditentukan, MAK belum juga selesai maka dapat
dilanjutkan melalui kesepakatan peserta sidang;

BAB III
TUJUAN DAN WEWENANG
Pasal 3
TUJUAN
Tujuan diselenggarakannya MAK adalah untuk mengevaluasi seluruh kinerja organisasi,
menentukan arah dan strategi perjuangan organisasi untuk periode berikutnya, serta memilih
komisaris, sekretaris dan tim formatur periode 2014/2015;

Pasal 4
WEWENANG
1. Merumuskan dan menetapkan Tata Tertib sidang MAK;
2. Memilih dan menetapkan pimpinan sidang tetap MAK;
3. Menilai dan memberikan pandangan umum terhadap Laporan Pertanggungjawaban yang
selanjutnya dalam tata tertib ini disebut LPJ pengurus Caretaker Komisariat;
4. Merumuskan dan Menetapkan hasil sidang komisi periode 2014/2015;
5. Memilih, mengesahkan dan menetapkan komisaris, sekretaris dan tim formatur
komisariat periode 2014-2015;
BAB IV
KEABSAHAN MAK
Pasal 5
MAK dianggap sah apabila :
1. MAK sah jika dihadari oleh 2/3 (dua per tiga) jumlah anggota dan kader yang aktif di
komisariat;
2. Rancangan materi, acara dan tata tertib MAK dipersiapkan oleh badan pekerja, untuk
selanjutnya ditetapkan dalam MAK;
3. Ketetapan-ketetapan dalam MAK, pada dasarnya diambil melalui musyawarah mufakat;
4. DPC hadir dalam MAK sebagai peninjau, pengurus Caretaker Komisariat sebagai
anggota peserta kehormatan, dan utusan Komisariat lainya sebagai undangan;

BAB V
PESERTA, PENINJAU DAN UNDANGAN
Pasal 6
1. Peserta adalah anggota dan kader aktif Caretaker Komisariat;
2. Peninjau adalah pengurus Dewan Pimpinan Cabang GMNI Yogyakarta periode
2014/2016;
3. Undangan terdiri dari :
a. Utusan Dewan Pimpinan Cabang GMNI diluar Dewan Pimpinan Cabang GMNI
Yogyakarta;
b. Utusan Komisariat dan/atau Caretaker-Komisariat GMNI diluar Caretaker Komisariat
Hukum UII;

BAB VI

HAK DAN KEWAJIBAN

Pasal 7
HAK PESERTA, PENINJAU DAN UNDANGAN
1. Peserta memiliki hak suara dan hak bicara;
2. Peninjau memiliki hak bicara;
3. Undangan memiliki hak untuk mengikuti jalannya persidangan;
4. Hak mengikuti jalannya persidangan tidak memiliki hak suara dan hak bicara;
5. Hak suara adalah hak memilih dan hak dipilih;
6. Hak bicara adalah hak untuk mengeluarkan pendapat baik lisan maupun tulisan;
Pasal 8
KEWAJIBAN PESERTA, PENINJAU DAN UNDANGAN
1. Peserta dan peninjau wajib menaati ketentuan-ketentuan dalam Tata Tertib MAK;
2. Peserta diwajibkan menggunakan hak suara secara langsung;
3. Peserta, peninjau dan undangan hanya boleh meninggalkan sidang dengan seizin
pimpinan sidang;
4. Peserta dan peninjau dalam menyampaikan pendapat harus dengan seizin pimpinan
sidang;
5. Peserta, peninjau dan undangan wajib menjaga ketertiban di dalam dan di luar jalannya
persidangan tanpa terkecuali;

BAB VII
KELENGKAPAN SIDANG
Pasal 9
Agenda Sidang
1. Sidang GMNI Caretaker Komisariat Hukum UII terdiri dari :
a. Sidang pleno
b. Sidang Komisi
2. Sidang Pleno terdiri dari :
a. Sidang pleno I meliputi:
 Verifikasi peserta MAK;
 Pembahasan, pengesahan dan penetapan susunan acara;
 Pembahasan, pengesahan dan penetapan tata tertib sidang MAK;
 Pemilihan pimpinan sidang tetap MAK;
b. Sidang Pleno II meliputi:
 Pembacaan, pembahasan LPJ pengurus Caretaker Komisariat;
 Pandangan umum anggota;
 Pengesahan dan penetapan LPJ pengurus Caretaker Komisariat;
c. Sidang Pleno III meliputi:
 Pembagian sidang komisi
 Pemilihan pimpinan sidang komisi
 Pembahasan, pengesahan dan penetapan hasil sidang komisi
d. Sidang Pleno IV meliputi :
Pemilihan Pengesahan dan Penetapan Komisaris, Sekretaris Komisariat dan Tim
Formatur GMNI Komisariat Hukum UII;
3. Sidang Komisi terdiri dari:
 Komisi program dan kaderisasi: merumuskan program komisariat dan membahas
pengembangan kualitas dan kuantitas anggota komisariat, perencanaan/metode
rekruitmen, pendistribusian anggota, dan lain-lain;
 Komisi politik: membahas sikap politik komisariat, pemetaan politik kampus,
peluang aliansi dan strategis dan lain-lain;
 Komisi organisasi: membahas tata cara pemilihan pengurus komisariat, mekanisme
komisariat (tata kerja, rapat pengurus, administrasi, dan lain-lain);

Pasal 10
PIMPINAN SIDANG
1. Pimpinan sidang terdiri dari 3 (tiga) unsur yaitu pimpinan sidang I, pimpinan sidang II
dan pimpinan sidang III;
2. Pemilihan pimpinan sidang dilakukan dengan cara musyawarah mufakat;
3. Pimpinan sidang dapat melaksanakan kewajibannya secara bergantian apabila dianggap
perlu;
Pasal 11
TUGAS DAN WEWENANG
1. Pimpinan sidang berkewajiban untuk mengarahkan, menjaga ketertiban dan kepastian
jalannya sidang;
2. Pimpinan sidang berhak untuk menghentikan pertanyaan dan/atau sanggahan, serta usul
yang menyimpang dari pokok permasalahan yang sedang dibahas;
3. Pimpinan sidang berhak memberikan peringatan terhadap peserta, peninjau dan undangan
yang dianggap mengganggu jalannya kelancaran sidang;
4. Apabila peringatan sebagaimana ayat (3) diatas tidak diindahkan sebanyak 3 kali, maka
pimpinan sidang berhak mengeluarkan yang bersangkutan dari ruang sidang;

Pasal 12
KETUKAN PALU SIDANG
1. Pada pembukaan dan penutupan persidangan serta pengesahan konsideran atau ketetapan,
ketukan palu sebanyak tiga kali;
2. Sidang skor atau sidang ditunda serta pergantian pimpinan sidang, ketukan palu sebanyak
dua kali;
3. Pengesahan setiap pemufakatan atau keputusan, ketukan palu sebanyak satu kali;
Pasal 13
INTERUPSI DAN INTERVENSI
1. Interupsi dilakukan guna dan hanya untuk memotong pembicaraan orang lain atas
persetujuan Pimpinan Sidang;
2. Interupsi terdiri dari:
a. Point of Clearen digunakan untuk menjernihkan dan/atau memberikan klarifikasi
terhadap pokok persoalan atau pokok pembahasan;
b. Point of Information digunakan untuk memberikan informasi yang berhubung
dengan pokok persidangan;
c. Point of Order digunakan untuk memberikan penegasan atas pokok persoalan;
d. Point of Personal Privilege digunakan untuk meminta pemulihan namaz baik;
3. Intervensi adalah upaya pimpinan sidang dalam rangka menertibkan jalannya
persidangan;

Pasal 14
SKORS DAN TUNDA
1. Sidang dinyatakan skors jika membutuhkan waktu hanya 1x15 menit;
2. Sidang dinyatakan tunda jika membutuhkan waktu lebih dari 2x15 menit;

BAB VIII
TATA CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pasal 15
1. Semua keputusan pada dasarnya diambil dengan prinsip musyawarah untuk mufakat;
2. Apabila musyawarah tidak mencapai mufakat, maka akan ditempuh mekanisme lobi yang
waktunya disepakati oleh peserta MAK;
3. Apabila mekanisme lobi belum juga menghasilkan sebuah kesepakatan, maka selanjutnya
akan diserahkan kepada kebijaksanaan pimpinan sidang yang disepakati oleh peserta
sidang;

BAB IX
SANKSI
Pasal 16
1. Peserta, peninjau dan undangan yang melakukan pelanggaran terhadap hak dan
kewajibannya akan mendapatkan peringatan secara lisan oleh pimpinan sidang;
2. Peringatan secara lisan dapat diberikan sebanyak tiga kali;
3. Apabila peserta dan peninjau telah diperingatkan sebanyak dua kali, maka akan dicabut
hak bicaranya selama suatu sidang berlangsung;
4. Apabila peserta, peninjau dan/atau undangan telah diperingatkan sebanyak tiga kali,
maka sanksi dikembalikan kepada pimpinan sidang dengan persetujuan peserta sidang;
BAB X
PENINJAUAN KEMBALI
Pasal 17
1. Semua keputusan yang telah disahkan bersifat mengikat dan apabila terjadi kesalahan
maka pimpinan sidang dapat melakukan peninjauan kembali atas persetujuan peserta
sidang;
2. Peserta dapat mengajukan peninjauan kembali atas persetujuan pimpinan sidang dan
peserta sidang lainnya;
3. Peninjauan kembali dapat dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali selama berlangsungnya MAK
dan besifat final;

BAB XI
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 18
1. Tata tertib ini berlaku sejak waktu ditetapkan hingga berakhirnya MAK;
2. Hal-hal yang belum termaktub dalam tata tertib ini akan diatur sebagaimana aturan tidak
tertulis;

Ditetapkan di : Tegaltirto, Berbah, Sleman, DIY


Pada tanggal : Sabtu, 29 November 2014
Waktu : 06.57 WIB

PIMPINAN SIDANG SEMENTARA,

Ttd. Ttd. Ttd.

IBNU HAZAIRIN ROWIYAN MUAFIQ INAYAH NOVRIANTO HASINTONGAN SIHITE


PIMPINAN SIDANG I PIMPINAN SIDANG II PIMPINAN SIDANG III