You are on page 1of 3

Akibat dari perbuatan syirik Perbuatan syirik merupakan perbuatan dosa besar yang harus

dijauhi oleh umat islam. Perbuatan sirik disebut juga perbuatan menyekutukan Allah atau
menyembah selain Allah. Berikut akibat dari perbuatan syirik : Menghinakan kemulian
sebagai manusia Allah sudah menjadikan umat manusia sebagai hamba Allah sekaligus
penguasa di jagad raya. Tetapi jika manusia menyukutukan Allah, sama saja manusia tersebut
menghinakan kemuliannya dan juga menurunkan derajad martabatnya sebagi manusia
ciptaan Allah. Tidak mau berikhtiar Sebagian umat muslim mempercayakan kesuksesan dan
keberhasilan melalui dukun atau semacanya. Orang yang mempercayai hal tersebut
mengakibatkan malas untuk berikhtiar. Sebagai umat muslim, kita harus percaya kalau jodoh,
rezeki dan mati itu sudah diatur oleh Allah SWT. Dijanjikan neraka oleh Allah Syirik
merupakan perbuatan zhalim terhadap berhala yang dipersekutunya dan tempat bagi orang
yang zhalim adalah neraka yang jahanam. Karena telah memecah belah agama islam menjadi
beberapa golongan. Syirik bukanlah hanya diartikan dengan seseorang menyembah berhala
atau mengakui ada pencipta selain Allah. Hal tadi memang termasuk syirik. Namun kesyrikan
sebenarnya lebih luas daripada itu. Dalam masalah ibadah, jika ada satu ibadah
dipalingkan kepada selain Allah, itu pun sudah termasuk syirik.

Meskipun ibadah itu ditujukan kepada malaikat, orang sholeh, seorang nabi, wali, jin atau
pada batu berhala, kesemuanya sama-sama syirik. Sehingga jika ada yang menyembelih
dengan melakukan tumbal pada jin penjaga jembatan, maka ini pun termasuk kesyirikan
karena nusuk (penyembelihan) adalah suatu ibadah. Begitu juga bergantungnya hati atau
tawakkal adalah ibadah, sehingga jika seseorang menggantungkan hati pada jimat, penglaris,
rajah, wafaq, susuk dan pelet dengan tujuan untuk kesaktian, membuat laris dagangan, atau
menarik cinta, ini pun termasuk kesyirikan. Namanya ibadah hanya boleh ditujukan pada
Allah semata. Inilah makna syirik yang patut kita pahami dengan baik.

Jika kita telah memahami hal ini, maka perlu diketahui bahwa kesyirikan memiliki bahaya
yang amat besar dan pengaruh ini akan dirasakan di dunia dan akhirat kelak. Tulisan berikut
ini akan mengupas beberapa bahaya kesyirikan secara global dan ringkas:

1. Segala kejelekan di dunia dan akhirat diakibatkan oleh syirik.

2. Sebab utama kesulitan di dunia dan akhirat adalah karena syirik.

3. Rasa khawatir dan lepasnya rasa aman di dunia dan akhirat disebabkan karena syirik.
Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

َ‫ظ ْل ٍم أُولَئِكَ لَ ُه ُم ْاْل َ ْم ُن َو ُه ْم ُم ْهتَدُون‬ ُ ِ‫الَّذِينَ آ َ َمنُوا َولَ ْم يَ ْلب‬


ُ ِ‫سوا إِي َمانَ ُه ْم ب‬

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman
(syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang
mendapat petunjuk.” (QS. Al An’am: 82).
4. Orang yang berbuat syirik akan sesat di dunia dan akhirat. Allah Ta’ala berfirman,

‫ض ََل اًل بَ ِعيداا‬ َّ ِ‫َو َم ْن يُ ْش ِر ْك ب‬


َ ‫اَّللِ فَقَ ْد‬
َ ‫ض َّل‬
“Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah
tersesat sejauh-jauhnya” (QS. An Nisa’: 116).

5. Orang yang berbuat syirik akbar (besar) tidak akan diampuni oleh Allah jika mati dan
belum bertaubat. Allah Ta’ala berfirman,

َ ‫اَّللِ فَقَ ِد ا ْفت ََرى ِإثْ اما‬


‫ع ِظي اما‬ َّ ِ‫َّللاَ ًَل يَ ْغ ِف ُر أ َ ْن يُ ْش َركَ بِ ِه َويَ ْغ ِف ُر َما دُونَ ذَلِكَ ِل َم ْن يَشَا ُء َو َم ْن يُ ْش ِر ْك ب‬
َّ ‫ِإ َّن‬

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa
yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang
mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa’:
48).

6. Jika seseorang berbuat syirik akbar (besar), seluruh amalannya bisa terhapus. Allah
Ta’ala berfirman,

َ‫ع ْن ُه ْم َما َكانُوا يَ ْع َملُون‬ َ ‫َولَ ْو أ َ ْش َر ُكوا لَ َح ِب‬


َ ‫ط‬
“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang
telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 88).

َ‫ع َملُكَ َولَت َ ُكون ََّن ِمنَ ْالخَا ِس ِرين‬ َ َ‫ي ِإلَيْكَ َو ِإلَى الَّذِينَ ِم ْن قَ ْبلِكَ لَئِ ْن أ َ ْش َر ْكتَ لَيَحْ ب‬
َ ‫ط َّن‬ ِ ُ ‫َولَقَ ْد أ‬
َ ‫وح‬
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu.
“Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu
termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65).

7. Orang yang berbuat syirik akbar pantas masuk neraka dan diharamkan surga untuknya.
Allah Ta’ala berfirman,

‫ار‬
ٍ ‫ص‬َ ‫لظا ِل ِمينَ ِم ْن أ َ ْن‬ ُ َّ‫علَ ْي ِه ْال َجنَّةَ َو َمأ ْ َواهُ الن‬
َّ ‫ار َو َما ِل‬ َّ ِ‫إِنَّهُ ُ َم ْن يُ ْش ِر ْك ب‬
َّ ‫اَّللِ فَقَ ْد َح َّر َم‬
َ ُ‫َّللا‬
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah
mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-
orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al Maidah: 72).

Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

َ َّ‫ش ْيئاا دَ َخ َل الن‬


‫ار‬ َّ ‫ش ْيئاا دَ َخ َل ْال َجنَّةَ َو َم ْن َماتَ يُ ْش ِركُ ِب‬
َ ِ‫اَّلل‬ َّ ِ‫َم ْن َماتَ ًلَ يُ ْش ِركُ ب‬
َ ِ‫اَّلل‬

“Barangsiapa yang mati dalama keadaan tidak berbuat syirik pada Allah dengan sesuatu
apa pun, maka ia akan masuk surga. Barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik
pada Allah, maka ia akan masuk neraka” (HR. Muslim no. 93).
8. Syirik akbar membuat pelakunya kekal dalam neraka. Allah Ta’ala berfirman,

‫َار َج َهنَّ َم خَا ِلدِينَ فِي َها أُولَئِكَ ُه ْم ش َُّر ْالبَ ِريَّ ِة‬
ِ ‫ب َو ْال ُم ْش ِركِينَ فِي ن‬
ِ ‫إِ َّن الَّذِينَ َكفَ ُروا ِم ْن أ َ ْه ِل ْال ِكت َا‬
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik
(akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-
buruk makhluk” (QS. Al Bayyinah: 6).

9. Syirik adalah sejelek-jelek perbuatan zholim dan sejelek-jeleknya dosa sebagaimana Allah
Ta’ala berfirman,

َ ‫ظ ْل ٌم‬
‫ع ِظي ٌم‬ ُ َ‫اَّللِ ِإ َّن الش ِْركَ ل‬
َّ ‫ي ًَل ت ُ ْش ِر ْك ِب‬ ُ ‫ان ًِل ْبنِ ِه َو ُه َو َي ِع‬
َّ َ‫ظهُ َيا بُن‬ ُ ‫َو ِإ ْذ قَا َل لُ ْق َم‬

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran
kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya
mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.” (QS. Lukman: 13).

َ ‫اَّللِ فَقَ ِد ا ْفت ََرى إِثْ اما‬


‫ع ِظي اما‬ َّ ِ‫َو َم ْن يُ ْش ِر ْك ب‬

“Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang
besar.” (QS. An Nisa’: 48).

10. Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam berlepas diri dari orang yang berbuat
syirik. Allah Ta’ala berfirman,

ُ ‫َّللاَ بَ ِري ٌء ِمنَ ْال ُم ْش ِركِينَ َو َر‬


ُ‫سولُه‬ َّ ‫اس يَ ْو َم ْال َحجِ ْاْل َ ْكبَ ِر أ َ َّن‬
ِ َّ‫سو ِل ِه ِإلَى الن‬ ٌ َ‫َوأَذ‬
َّ َ‫ان ِمن‬
ُ ‫َّللاِ َو َر‬
“Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada
hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang
musyrikin” (QS. At Taubah: 3).

Pembahasan bahaya kesyirikan dan pengaruhnya dalam serial pertama ini akan dilanjutkan
lagi di kesempatan yang lain. Moga Allah mudahkan.

Moga Allah memudahkan kita untuk menghindarkan kita dari segala macam kesyirikan, dan
dijauhkan pula dari siksa neraka.