You are on page 1of 6

Kita telah melihat perkembangan teknologi informasi (TI) yang luar biasa selama beberapa

dekade terakhir. Tapi sayangnya masih banyak usaha retail atau bahkan suatu perusahaan
yang belum menerapkan teknologi informasi agar siap bersaing di masa yang akan datang.
Secara umum istilah teknologi informasi lebih dikenal dengan istilah komputerisasi.
Mulai dari input data, proses data, menyimpan data, dan mendistribusikan data. Yang
semuanya itu dilakukan oleh komputer sehingga akan berjalan secara otomatis dan tidak
dikerjakan lagi secara manual.
Salah satu peranan teknologi informasi bagi perusahaan yang paling nyata
adalah semua pekerjaan akan lebih cepat dan akurat. Penerapan teknologi informasi yang
efektif akan mengurangi biaya yang tidak diharapkan dan dapat meningkatkan fleksibilitas.
Hal ini akan terlihat dalam alur bisnis yang menjadi lebih terorganisir dan tersentralisasi.
Teknologi Informasi dapat diterapkan pada semua jenis usaha dan telah menjadi
kebutuhan dasar mulai dari perusahaan kecil sampai perusahaan besar bahkan toko retail
sekalipun. Jadi sudah saatnya setiap perusahaan menggunakan jasa pembuatan
program untuk mulai menerapkan teknologi informasi dalam usaha mereka agar dapat
bersaing dengan perusahaan lain.
Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan
teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi
yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam
pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi
dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung
proses bisnis. Dan dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana
data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap
sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.

Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis dimana
perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya
mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian,
kehilangan, kerusakan atau sakit, dimana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu
tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut. Asuransi merupakan metode untuk
mengurangi risiko dengan cara memindahkan dan mengelompokkan ketidak pastian kerugian keuangan. Adapun
hal penting untuk menjadikan bukti bahwa kita telah merujuk dengan perusahaan asuransi tersebut biasanya
menggunakan polis asuransi. Sedangakan, polis adalah bukti tertulis atau surat perjanjian untuk pihak-pihak
yang mengadakan perjanjian antara nasabah maupun lembaga asuransi.

Penerapan sistem informasi berdasarkan komputer dapat mempengaruhi struktur organisasi, motivasi
dalam organisasi, manajemen, dan pengambilan keputusan. maka dari itu penerapan sistem informasi dalam
dunia asuransi bisa dikatakan penting.Tapi, tergantung pada manusia itu sendiri bagaimana mereka dapat
memanajemen sistem sebaik mungkin sehingga informasi-informasi yang dibutuhkan dan diberikan bermanfaat
sangat baik bagi orang-orang yang memerlukannya.

Jadi penerapan sistem informasi ini berperan pada dunia asuransi seperti pada perusahaan asuransi cacat
tubuh, asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi rumah, asuransi kendaraan, dan lain-lain yang berguna untuk
memanajemen sistem perusahaan tersebut.

Jadi secara garis besar, dapat dikatakan bahwa :


1. Teknologi informasi menggantikan peran manusia, dalam hal ini teknologi informasi
merupakan otomasi terhadap suatu tugas atau proses.
2. Teknologi memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan informasi terhadap suatu
tugas atau proses.
3. Teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia, dalam hal ini
teknologi berperan dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas
atau proses.
Semakin cepatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntun
manusia untuk mencoba membuat perubahan di segala jenis kehidupannya yang tujuannya
adalah mendapatkan hasil maupun kondisi yang terbaik yang dapat dicapai.
Banyaknya sektor kehidupan yang ada diharapkan membuka inovasi baru bagi kita untuk menciptakan
sesuatu yang baru untuk kemajuan peradaban manusia. Namun semua inovasi tersebut hendaknya harus
dibatasi oleh aturan hukum Negara dan budaya bangsa Indonesia.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN ASURANSI

Perkembangan industri asuransi dewasa ini dan di masa mendatang akan semakin cerah. Indikasinya
bisa dilihat dar iberbagai aspek. Secara makro hal ini sebagai akibat dari pertumbuhan ekonomi. Keberhasilan
pembangunan, makin membaiknya tingkat pendidikan, perbaikan gizi masyarakat Indonesia.

Namun dibalik semua itu, perkembangan industri asuaransi belum didukung oleh gerakan spontanitas
masyarakat secara luas. Masyarakat baru tahu dan sadar akan pentingnya asuransi setelah ‘‘didatangi’’ oleh
para agen asuransi baik ke rumah–rumah maupun ke kantor-kantor. Di sisi lain, upaya untuk memasyarakatkan
industri asuransi lewat bacaan – bacaan buku masih sangat terbatas.

Kami sadar bahwa untuk melahirkan buah karya meskipun dalam format yang sederhana sekalipun
ternyata tidaklah mudah. Banyak kendala yang kami temui terutama dalam mengumpulkan bahan – bahan baik
melalui referensi, perpustakaan maupun dari perusahaan–perusahaan asuransi sendiri.

Di era informasi seperti saat ini pengelolaan informasi sudah selayaknya menggunakan alat bantu
elektronik, dalam hal ini adalah komputer. Pengelolaan informasi ini sangatlah dibutuhkan bagi para pengguna
sebagai pedoman kami dalam membuat laporan yang dibutuhkan. Sekumpulan informasi yang tersimpan secara
teratur pada komputer bisa juga dikatakan sebagai database, Database yang berbasis komputer ini bisa diambil
atau dicari dengan mudah dan efisien. Database tersebut selain digunakan untuk menyimpan data juga akan
digunakan untuk menampilkan laporan yang bisa digunakan dengan semestinya.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PEMASARAN PADA ASURANSI

Deskripsi Sistem Infomasi Jasa Asuransi


Sistem informasi jasa asuransi adalah sebuah software aplikasi untuk membantu proses penawaran jasa
asuransi ke sejumlah calon pemegang polis, serta juga dapat mendata para pemegang polis, jenis asuransi yang
dipilih dan premi yang telah disetujui oleh pemegang polis untuk dibayarkan kepada perusahaan asuransi.
Adapun modul-modul yang terintegrasi dalam Sistem Informasi Jasa Asuransi ini adalah :

- Modul Polis (Policy)


Adalah dokumen yang diterbitkan oleh perusaahaan yang menyatakan syarat – syarat kontrak/perjanjian
asuransi. Kontrak dimaksud adalah kontrak tertulis antara perusahaan dan pemegang polis.

- Modul Premi (Premium)


Adalah jumlah uang yang disetujui oleh pemegang polis untuk dibayarkan kepada perusaahaan asuransi. Untuk
memperoleh maslahat pertanggungan.

- Modul Pemegang Polis (Insured)


Adalah tertanggung atau orang yang atas jiwanya diasuransikan.

- Modul Agen/filed underwriter/konsultan


Adalah orang yang menjual polis perusahaan asuransi dan memberikan pelayanan sehubungan dengan
penutupan polis. Biasanya seseorang tidak boleh menjadi agen dari dua perusahaan asuransi.

- Modul Ahli Waris


Adalah orang atau badan/yayasan yang menerima manfaat asuransi yang dibayarkan pada saat terjadi
kematiaan atas tertanggung.

- Modul Tertanggung
Adalah orang yang karena kematiannya atau kondisi lain menyebabkan manfaat asuransi dibayarkan.

- Modul Uang Pertanggungan


Adalah jumlah uang yang dibayarkan perusahaan asuransi jiwa jika tertanggung meninggal atau polis jatuh
tempo.

- Modul Nilai Tunai


Adalah jumlah uang yang diperoleh jika polis dibatalkan, Asuransi jiwa berjangka tidak memiliki niali tunai.
Sedangkan asuransi dwiguna beserta kombinasinya dan asuransi seumur hidup mempunyai nilai tunai, besarnya
nilai tunai biasanya lebih kecil dibanding dengan premi – premi yang telah dibayar pada beberapa tahun
permulaan sejak membayar premi, kemudian semakin lama semakin besar.

- Modul Masa Leluasa


Adalah jangka waktu dimana polis tetap berlaku walaupun premi belum dilunasi.

- Modul Premi BatalAdalah batal bisa terjadi, jika premi tidak dibayarkan pada akhir masa leluasa dan polis tidak
memiliki nilai tunai.
PENERAPAN ERP PADA PLN

Untuk mensejajarkan diri dengan perusahaan-perusahaan penyedia listrik tingkat dunia, PT PLN
(persero) dituntut untuk mengimplementasikan Enterprise Resource Planning (ERP), sistem yang
mengintegrasikan seluruh elemen-elemen pada perusahaan termasuk unit-unit bisnis yang
diakomodasikan oleh IT. Penerapan ERP ini diharapkan akan meningkatkan kompetensi perusahaan
dan secara otomatis akan meningkatkan pelayanan. Penerapan ERP ini akan mengintegrasikan
seluruh kantor PLN baik pusat maupun daerah secara on-line, dan seluruh kantor PLN tersebut akan
terstandarisasi. Dengan penerapan ERP di lingkungan perusahaan, maka setiap pegawai diharuskan
untuk beradaptasi dengan perubahan sistem yang terjadi.

Pengimplementasian ERP jelas akan merubah pola kerja suatu perusahaan, dan para pegawailah
yang langsung menerima dampak dari perubahan itu. Saat ini penerapan ERP pada perusahaan besar
sudah menjadi kategori wajib, dapat diambil contoh perusahaan tenaga listrik seperti di malaysia
dan china, berturut-turut diwakilkan oleh Tenaga Bhd. dan Shanghai Power telah lama menerapkan
ERP. Untuk Indonesia, perusahaan BUMN yang menerapkan ERP mungkin dapat dihitung dengan
jari. Strategi Bisnis PT PLN (persero) Ide penerapan ERP di PT PLN (persero) telah direncanakan
dengan sangat matang seperti dikemukakan oleh Direktur Strategi Teknologi Informasi PT. PLN
(persero) Zulkifli, “penerapan ERP dan rencana kerja PLN sejalan dan telah tertuang di dalam
sinkronisasi IT master plan dan strategi bisnis PLN”
menurut Zulkifli, ERP merupakan satu kesatuan dengan Strategi Utama PLN dalam membenahi
operasional perusahaan secara keseluruhan.

Penerapan ERP saat ini masih bersifat Pilot Project dan baru dilaksanakan di empat unit yaitu: Kantor
pusat PLN di jakarka, Kantor Distribusi Bali, kantor distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, dan P3B
Jawa Bali. “Go-Live” ERP tahap I di PT PLN (persero) dilakukan pada tanggal 29 Desember 2005,
terutama diterapkan modul-modul untuk menunjang bisnis proses di bagian Sumber Daya
Manusia(SDM) seperti manajemen organisasi, administrasi kepegawaian, penggajian dan waktu
kerja karyawan. Menurut Project manejer Tim Imbangan ERP PLN Benni Hermawan, pengembangan
selanjutnya adalah integrasi antar sistem dengan ERP. Seperti pelayanan pelanggan CIS, penerapan
ERP akan mendahulukan kantor yang telah menerapkan sistem pelayanan pelanggan terlebih
dahulu, karena PLN sangat concern atas pelayanan pelanggan. jadi, integrasi antar sistem ini akan
dilakukan lebih dulu di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, karena di daerah-dareah tersebut
yang paling siap akan penerpan integrasi antar sistem tersebut. Dukungan dari SDM Kesulitan yang
paling besar dari penerapan ERP adalah “People.” Sesempurna apapun rancangan dan penerapan
ERP, tidak akan berguna apabila tidak didukung oleh seluruh pegawai. Dibutuhkan kemauan yang
besar dari seluruh pegawai untuk beradaptasi dengan perubahan sistem yang selama ini telah
berjalan. menurut ketua tim Change Management Proyek Implementasi ERP, Rully Fasri, kendala
terbesar dalam menerapkan ERP adalah merubah pola pikir yang selama ini terbentuk dari seluruh
karyawan untuk menerima sebuah perubahan. Tanpa adanya pola pikir yang baru, menurut Rully,
ERP tidak akan memberikan manfaat bagi perusahaan. Ringkasan mengenai pengimplementasian
ERP IT Master Plan PLN dibuat pada tahun 2004, bentuk riil PLN dari rencana tersebut adalah
mengembangkan IT secara bertahap ditubuh PLN, seperti membangun sistem informasi secara on-
line menghubungkan kantor pusat dan kantor cabang yang centralized serta membangun system
jaringan yang handal untuk mendukung pembangunan Sistem tersebut.
Pada tahap awal penerapan ERP, PLN menerapkan di tiga bidang yaitu: divisi keuangan, divisi logistik
dan divisi sumberdaya manusia. Ujicoba Pilot project dilakukan di kantor PLN distribusi Jakarta Raya
& Tangerang, distribusi Bali, dan kantor Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban Jawa-Bali. Dengan
pertimbangan khusus, PLN memilih SAP sebagai paket perangkat lunak ERP, dan bekerja sama
dengan Accenture sebagai perusahaan konsultan penerapan ERP. Bisnis Proses PLN yang sangat
spesifik dan berbeda dari perusahaan listrik di dunia yang lain, maka beberapa modul pada sistem
ERP perlu di sesuaikan dengan kebutuhan dari PLN itu sendiri. Tim Imbangan Pilot ERP Seperti pada
Kasus BIG-BANG NIBCO yang membentuk TRIAD, maka pada kasus ini, PLN membentuk Tim
Imbangan Pilot ERP yang terdiri dari orang-orang yang ahli di bidangnya terutama pada bisnis proses
di PLN dan kultur budaya kerjanya. Mereka dituntut untuk bekerja keras dalam melakukan perbahan
serta menyediakan waktu untuk melaksanakan proyek tersebut diluar waktu sebagai karyawan. Tim
Imbangan ini bertanggung jawab langsung kepada Direksi PLN via Direktur keuangan dan direktur
niaga dan pelayanan pelanggan.

Tugas Utama dari Tim Imbangan ini adalah menyukseskan pelaksanaan penerapan ERP di PLN pusat
beserta ujicoba pilot project di 3 kantor PLN yang telah disebutkan diatas, dan mempersiapkan
kebutuhan akan pengembangan lanjutan yaitu integrasi antar sistem.

Tim ini terdiri atas 2 tim

1. Tim Sentral, beroperasi di kantor pusat, beranggotakan atas wakil dari PLN pusat dan unit pilot.

2. Tim Roll-Out, merupakan representasi dari Tim Sentral, yang beranggotakan atas wakil-wakil dari
unit PLN yang bekerja di lokasinya masing-masing.

Go-Live Sistem ada 3 tahap perencanaan “Go-Live” sistem di PLN

1. Tanggal 29 Des 2005, tahap menerapkan sebagian fungsi di bagian unit bisnis SDM seperti seperti
penggajian, administrasi, manajemen organisasi, dan manajemen waktu di kantor pusat PLN, PLN
distribusi Jakarta Raya & tangerang, bali dan P3B Jawa-Bali.
2.tanggal 1 april 2006, tahap menerapkan fungsi logistik dan keuangan di PLN pusat dan PLN
distribusi Bali.

2. tanggal 1 juli 2006, tahap menerapkan fungsi logistik, keuangan dan SDM di PLN distribusi Jakarta
Raya & Tangerang dan P3B Jawa-Bali. Perubahan Utama pada penerapan ERP di PLN penerapan ERP
di PLN sedikit-banyak telah merubah proses bisnis PLN secara keseluruhan erutama di bidang SDM
disetiap unit pilot project PLN. Perubahan tersebut adalah seperti berikut:

Manajemen Organisasi:

· struktur organisasi dan perinciannya dikelola pada suatu sistem.

· perubahan organisasi harus disetujui dan dikoordinasikan oleh kantor pusat PLN

· jabatan dalam organisasi akan dikelompokkan berdasarkan kesamaan tugas dari jabatan-jabatan di
perusahaan.

Administrasi pegawai
· tanggal pada surat penggajian harus konsisten

· pengelolaan informasi keluhan dan kedisiplinan pegawai dapat dilakukan di dalam system

· perpindahan pegawai dapat dimonitor di dalam syste

Administrasi Waktu Kerja

· Manajemen data berkaitan dengan waktu kerja pegawai termasuk waktu lembur dan lain
sebagainya dilakukan tersentralisasi didalam system

Penggajian

· proses penggajian akan dipusatkan di kantor pusat tiap unit- data tentang administrasi penggajian
di kerjakan di kantor unit bersangkutan

· data tentang penggajian harus diintegrasikan dengan bagian keuangan, agar memudahkan bagian
pembukuan untuk mencatat penggajian