You are on page 1of 6

Jur. Ilm. Kel. & Kons., Agustus 2010, p : 184 - 189 Vol. 3, No.

2
ISSN : 1907 - 6037

PERILAKU PENGGUNAAN MINYAK GORENG SERTA


PENGARUHNYA TERHADAP KEIKUTSERTAAN PROGRAM
PENGUMPULAN MINYAK JELANTAH DI KOTA BOGOR
Analysis of the Behaviour Effects in Using Cooking Oil on the Participation Program of
Collecting the Used Cooking Oil in Bogor City

FIRINA AMALIA1, RETNANINGSIH2, IRNI RAHMAYANI JOHAN2*


1
Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian
Bogor, Kampus Dramaga, Bogor 16680
2
Staf Pengajar Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia,
Institut Pertanian Bogor, Jalan Lingkar Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680

ABSTRACT. The specific objectives of the study are to: (1) determine the behavior of
buying and using the cooking oil, (2) analyze the influence of internal factors on the
amount of purchased and utilized the cooking oil, and (3) analyze the affecting factors
on house wives’ participation on the program of collecting used cooking oil. Result of
the study indicates that house wives’ purchase on unbranded in plastic package
cooking oil daily in small store around the house. The daily average of using cooking
oil is about 49,05 gram per capita. Most of them use cooking oil twice for frying. House
wives have general knowledge about cooking oil, but they are unaware about the
program of collecting the used cooking oil. Several factors, such as family size, wives
employment status, and attitude toward cooking oil, significantly determine the
behavior of buying and using the cooking oil. This means that the family size
knowledge about the program and attitude toward cooking oil gain influence house
wives’ participation on the program of collecting the used cooking oil.

Key words: cooking oil, internal factors, purchasing behavior, usage behavior,
waste cooking oil collecting program

PENDAHULUAN makanan sangat tergantung dengan minyak


goreng.
Minyak adalah komponen yang penting Masih cukup tingginya harga minyak
dalam menu manusia dan mampu memenuhi goreng bagi sebagian masyarakat dan
beberapa fungsi gizi. Minyak merupakan kurangnya pengetahuan membuat masyara-
sumber energi yang padat (9 kal/gr) dan kat sering kali menggunakan minyak goreng
dapat membantu meningkatkan densitas yang telah dipakai hingga berulang kali.
kalori pada makanan. Minyak goreng adalah Kebiasaan menggunakan minyak goreng
minyak yang telah mengalami proses bekas di masyarakat ini juga karena adanya
pemurnian yang meliputi degumming, pendapat bahwa makanan yang dicampur
netralisasi, pemucatan, dan deodorisasi dengan jelantah lebih sedap dan mahalnya
(Winarno 1999). harga minyak goreng.
Pada pengolahan pangan, minyak Minyak goreng sisa memasak atau yang
goreng mampu berfungsi sebagai peng- dikenal dengan minyak jelantah belum
hantar panas, pemberi cita rasa, perbaikan mendapat perhatian khusus dari masyarakat.
tekstur makanan, dan penambah nilai gizi Perilaku penggunaan minyak goreng di
(Winarno 1997). Penggunaan minyak goreng masyarakat yang memiliki kecenderungan
untuk memasak sehari-hari sudah melekat di untuk dihabiskan dengan cara memakainya
masyarakat karena makanan yang digoreng berulang kali atau menyisakan minyak yang
memiliki rasa yang lebih lezat dan gurih sudah tidak layak pakai untuk dibuang ke
dibandingkan dengan makanan yang saluran air atau pekarangan, dapat
direbus, dikukus, atau dipanggang. Hal ini menimbulkan dampak negatif untuk
membuat sebagian besar masyarakat kesehatan dan lingkungan karena minyak
khususnya ibu rumah tangga dan penjual yang dipakai berulang kali dapat berpotensi
Vol. 3, 2010 PENGARUH PERILAKU PENGGUNAAN MINYAK GORENG 185

untuk menimbulkan penyakit kanker dan Teknik Penarikan Contoh


penyempitan pembuluh darah yang dapat Penarikan contoh dilakukan secara
memicu penyakit jantung koroner, stroke, convenience sampling berdasarkan
serta hipertensi, sedangkan menyisakan kesediaan contoh untuk diwawancara,
minyak jelantah untuk dibuang ke saluran air sedangkan jumlah contoh dibagi di dalam
atau pun ke pekarangan dapat menimbulkan kelompok berdasarkan RW dan jumlah
pencemaran air dan rusaknya kesuburan contoh ditentukan secara proporsional.
tanah. Kelurahan Cikaret terdiri dari 12 RW
Minyak jelantah sebenarnya dapat dengan jumlah total kepala keluarga yaitu
dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel 3.653 KK. Berdasarkan perhitungan dengan
yang merupakan sumber energi alternatif menggunakan rumus Slovin maka jumlah
pengganti solar. Berdasarkan potensi contoh untuk penelitian adalah 120 rumah
tersebut Pemerintah Kota Bogor mengem- tangga.
bangkan program pengumpulan minyak
jelantah. Program ini bertujuan untuk Jenis dan Teknik Pengumpulan Data
mengubah perilaku masyarakat yang sering Data penelitian yang dikumpulkan
menggunakan minyak jelantah untuk berupa data primer dan data sekunder. Data
memasak, membuang minyak jelantah ke primer dalam penelitian ini diperoleh melalui
lingkungan, dan untuk memanfaatkan minyak wawancara kuesioner. Sedangkan data
jelantah sebagai bahan baku alternatif sekunder yang diperoleh dari instansi terkait.
pengganti solar pada Bus Trans Pakuan.
Program ini masih dinilai kontroversial dan Pengolahan dan Analisis Data
memiliki hambatan karena tidak mudah untuk Data diolah dengan menggunakan
mengubah perilaku masyarakat. Walaupun Microsoft Excel for Mac dan SPSS for
sudah dua tahun program ini berjalan, Windows. Analisis data dilakukan secara
partisipasi masyarakat masih rendah. Hal ini statistik deskriptif dan statistik inferensia (uji
diduga karena kebiasaan masyarakat yang regresi linier berganda dan regresi logistik).
cenderung untuk menghabiskan minyak
jelantah ketika memasak atau membuang HASIL DAN PEMBAHASAN
minyak jelantah ke saluran air dan
pekarangan. Karakteristik Keluarga Contoh
Secara umum penelitian ini bertujuan Usia suami berkisar antara 25 tahun
untuk menganalisis perilaku penggunaan sampai dengan 73 tahun dan istri berkisar
minyak goreng serta pengaruhnya terhadap antara 21 tahun sampai dengan 70 tahun.
program pengumpulan minyak jelantah di Rata-rata umur istri adalah 41,4 tahun dan
Kota Bogor. Tujuan khusus: (1) mengi- rata-rata umur suami adalah 41,2 tahun.
dentifikasi perilaku pembelian dan peng- Berdasarkan Hurlock (1980) dapat diketahui
gunaan minyak goreng; (2) menganalisis bahwa lebih dari separuh usia suami (56%)
pengaruh faktor internal terhadap jumlah berada pada fase dewasa madya dan lebih
pembelian dan penggunaan minyak goreng; dari separuh usia istri (52,5%) berada pada
dan (3) menganalisis faktor-faktor yang fase dewasa muda. Pendidikan suami dan
berpengaruh terhadap program pengumpul- istri pada penelitian ini berkisar antara tidak
an minyak jelantah. sekolah hingga tamat perguruan tinggi.
Persentase terbesar pendidikan suami
METODE (29,4%) dan pendidikan istri (31,4%) adalah
tamat SD. Tingkat pendidikan seseorang
Desain, Lokasi, dan Waktu akan menentukan jenis pekerjaan yang
Desain penelitian ini adalah Cross dilakukan seseorang (Sumarwan 2004).
Sectional Study. Penelitian dilaksanakan Persentase terbesar suami (44%) memiliki
pada tahun 2009, di Kelurahan Cikaret, pekerjaan sebagai buruh, sedangkan
Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. persentase terbesar istri (75%) tidak memiliki
Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara pekerjaan atau sebagai ibu rumah tangga,
purposive dengan pertimbangan bahwa Jumlah anggota keluarga akan
Kelurahan Cikaret sudah rutin ikut serta menentukan jumlah dan pola konsumsi suatu
dalam program pengumpulan minyak barang dan jasa (Sumarwan 2004).
jelantah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Sebagian besar contoh (72,5%) merupakan
Kota Bogor. keluarga sedang yang memiliki jumlah
anggota keluarga antara 5-7 orang.
186 AMALIA ET AL. Jur. Ilm. Kel. & Kons.

Pendapatan per kapita per bulan contoh contoh (92,5%) pada penelitian ini
berkisar antara Rp 191.000,00 sampai menggunakan minyak goreng untuk
dengan Rp 1.450.000,00. Rata-rata pen- memasak setiap harinya, contoh yang tidak
dapatan per kapita per bulan yang diperoleh menggunakan minyak goreng untuk
contoh adalah Rp 247.816,00 dimana memasak setiap hari biasanya menggunakan
persentase terbesar contoh (48,3%) memiliki minyak goreng empat kali dalam satu
pendapatan per kapita per bulan kurang dari minggu. Minyak goreng tidak hanya
Rp 191.000,00. Berdasarkan garis kemiskin- digunakan untuk memasak tetapi minyak
an Jawa Barat tahun 2008, sebesar 48,3% goreng juga digunakan untuk memijat. Rata-
contoh tergolong dalam kategori miskin. rata jumlah penggunaan minyak goreng
adalah 49,05 g/kap/hr namun jumlah ini
Perilaku Pembelian Minyak Goreng belum dikoreksi dengan jumlah minyak
Perilaku pembelian merupakan fungsi goreng yang tidak digunakan untuk rumah
dari niat pembelian dan pengaruh lingkungan tangga dan minyak goreng yang dibuang
dan atau perbedaan individu (Engel et al. sebagai sampah.
1994). Kebiasaan pembelian minyak goreng Pemakaian minyak goreng untuk
setiap rumah tangga berbeda-beda. Sekitar memasak di rumah tangga terkadang
65,8% contoh membeli minyak goreng langsung dihabiskan atau mempunyai sisa.
secara harian dan hanya 8,4% contoh Habis atau tidaknya minyak goreng
membeli minyak goreng secara bulanan. tergantung cara pemakaian masing-masing
Jumlah pembelian minyak goreng akan rumah tangga. Persentase terbesar contoh
menentukan besarnya pengeluaran yang (60%) menggunakan minyak goreng untuk
dikeluarkan oleh contoh untuk membeli dua kali pemakaian dan hanya sebesar 1,7%
minyak goreng. Rata-rata biaya yang contoh yang menggunakan minyak goreng
dikeluarkan contoh untuk membeli minyak untuk empat kali pemakaian. Persentase
goreng setiap bulan adalah sebesar terbesar contoh (56,7%) membuang minyak
Rp 72.153,00. jelantah ke saluran air.
Sebagian besar contoh (85,8%) Hasil ini juga sejalan dengan penelitian
membeli minyak goreng tanpa merek Krisnandika (2003) tentang preferensi dan
(minyak curah) dengan alasan karena harga persepsi konsumen terhadap minyak goreng
minyak curah yang murah sehingga sesuai pada tingkat rumah tangga, disimpulkan
dengan pendapatan contoh dan minyak bahwa minyak goreng umumnya digunakan
curah dapat dibeli dalam jumlah yang sedikit. satu hingga dua kali dan setelah itu dibuang.
Selain itu, sebagian besar contoh (84,1%) Demikian juga dengan penelitian Hurriani
membeli minyak goreng di warung dan yang (2005) yang telah disinggung sebelumnya,
paling sering melakukan pembelian adalah dimana penggunaan kurang dari dua kali
istri. Hampir seluruh contoh (96,7%) memilih pengulangan minyak goreng contoh pada
minyak goreng yang dikemas dalam status miskin dan tidak miskin adalah
kemasan plastik. sebesar 83,3% dan 56,7%. Hal ini
Penelitian yang dilakukan Hurriani disebabkan karena pada rumah tangga
(2005) pada rumah tangga miskin dan tidak miskin lebih menghemat minyak, maka
miskin di Kota Bogor, juga menunjukkan hal penggunaannya lebih sedikit, sehingga
serupa yakni bahwa pada pertimbangan minyak sisa yang ada tidak dapat digunakan.
pembelian, mayoritas contoh (66,7% miskin
dan 60% tidak miskin) memiliki kebiasaan Keikutsertaan dalam Program
membeli minyak goreng dengan frekuensi Program pengumpulan minyak jelantah
harian, sebagian besar contoh (86,7% miskin bertujuan untuk mengurangi pemakaian
dan 93,4% tidak miskin) memilih minyak minyak jelantah di masyarakat dan sebagai
goreng curah, dengan kemasan kantong sumber energi alternatif pengganti solar.
plastik bening transparan dan tempat Program yang telah dilaksanakan di Kota
pembelian yang dipilih (76,7% miskin dan Bogor sejak tahun 2007 ini belum mendapat
83,4% tidak miskin) adalah warung terdekat. mendapat perhatian penuh dari masyarakat.
Hal ini ditunjukkan dari rendahnya keikut-
Perilaku Penggunaan Minyak Goreng sertaan masyarakat dalam program ini.
Penggunaan minyak goreng di rumah Sebagian besar contoh (77,3%) dalam
tangga sangat bervariasi, tetapi tidak semua penelitian ini tidak ikut serta dalam program
rumah tangga menggunakan minyak goreng dan hanya sebesar 22,7% yang ikut serta
setiap hari untuk memasak. Hampir seluruh dalam program. Alasan contoh tidak ikut
Vol. 3, 2010 PENGARUH PERILAKU PENGGUNAAN MINYAK GORENG 185

serta dalam program karena jumlah minyak kurang mengenai program (Tabel 2).
jelantah yang dihasilkan sedikit sehingga Pengetahuan tentang program pengumpulan
sangat sulit untuk mengumpulkannya. Selain minyak jelantah diduga mempengaruhi sikap
itu contoh cenderung untuk membuang dan keikutsertaan contoh dalam program
minyak jelantah dalam jumlah yang sedikit. pengumpulan minyak jelantah.

Pengetahuan tentang Minyak Goreng Tabel 2. Sebaran contoh berdasarkan


Pengetahuan didefinisikan sebagai tingkat pengetahuan tentang
informasi yang disimpan di dalam ingatan program
(Engel et al. 1994). Pengetahuan mengenai Kategori Pengetahuan
Jumlah
suatu produk sangat dibutuhkan oleh n %
konsumen agar dapat membeli dan Kurang (0-6) 64 53,3
menggunakan produk dengan benar. Tingkat Sedang (7-13) 35 29,2
pengetahuan yang dimiliki contoh berbeda- Baik (14-20) 21 17,5
Total 120 100,0
beda. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian
besar contoh (89,2%) memiliki tingkat
pengetahuan yang baik tentang minyak Informasi tentang program pengumpul-
goreng (Tabel 1) karena sebagian besar an minyak jelantah diperoleh contoh melalui
pertanyaan yang terkait dengan minyak brosur yang ada di kelurahan dan sosialisasi
goreng dapat dijawab dengan benar oleh yang sudah dilaksanakan di setiap
contoh. Pertanyaan yang diajukan antara lain kelurahan. Tetapi contoh yang berasal dari
mengenai asal minyak goreng, bahan baku RW yang jauh dari kelurahan cenderung
minyak goreng, frekuensi maksimal meng- belum mengetahui tentang program karena
gunakan minyak goreng sisa, pengertian informasi tersebut belum sampai ke tempat
minyak jelantah, ciri minyak goreng rusak, tinggal contoh. Selain itu, contoh juga belum
kandungan zat berbahaya dalam minyak sepenuhnya mengerti tentang program ini
jelantah, dan bahaya minyak jelantah untuk karena sosialisasi yang dilakukan pemerintah
kesehatan. belum dilakukan secara intensif. Pengetahu-
an program ini sangat dibutuhkan oleh
Tabel 1. Sebaran contoh berdasarkan contoh agar contoh tidak salah dalam
tingkat pengetahuan tentang menginterpretasikan program.
minyak goreng
Jumlah Sikap terhadap Minyak Goreng dan
Kategori Pengetahuan Program
n %
Kurang (0-6) 1 0,8 Sikap konsumen merupakan faktor
Sedang (7-13) 12 10,0 penting yang akan mempengaruhi keputusan
Baik (14-20) 107 89,2 konsumen. Konsep sikap sangat terkait
Total 120 100,0 dengan konsep kepercayaan dan perilaku
(Sumarwan 2004). Sikap adalah kecen-
Pengetahuan tentang minyak goreng derungan pembelajaran untuk merespon
sangat penting untuk diketahui oleh contoh suatu objek atau objek kelas secara terus
karena minyak goreng selalu digunakan oleh menerus terkait pada hal yang disukai atau
rumah tangga dalam mengolah pangan tidak disukai (Assael 1992).
sehari-hari. Dalam penelitian ini, penge- Berdasarkan hasil penelitian, hampir
tahuan tentang minyak goreng diperoleh oleh seluruh contoh (97,5%) memiliki skor sikap
contoh dari sosialisasi, tetangga, dan dengan kategori netral (21-30). Sikap yang
pengalaman penggunaan minyak goreng. dimiliki contoh sudah cukup baik karena
sesuai dengan tingkat pengetahuan yang
Pengetahuan tentang Program dimiliki contoh. Sikap yang baik ini
Selain pengetahuan tentang minyak diharapkan memiliki kecenderungan untuk
goreng, contoh juga harus memiliki menciptakan perilaku yang positif terhadap
pengetahuan tentang program pengumpulan program pengumpulan minyak jelantah
minyak jelantah. Pengetahuan ini sangat dengan cara ikut berpartisipasi. Sebaran
penting untuk membangun sikap contoh contoh berdasarkan kriteria sikap terhadap
terhadap program pengumpulan minyak program dapat dilihat pada Tabel 3.
jelantah dan menambah pemahaman contoh
tentang program. Lebih dari separuh contoh
(53,3%) memiliki tingkat pengetahuan yang
186 AMALIA ET AL. Jur. Ilm. Kel. & Kons.

Tabel 3. Sebaran contoh berdasarkan dan sisanya 57,8% dijelaskan oleh variabel
kriteria sikap terhadap program lain. Variabel yang berpengaruh nyata
Kriteria Sikap
Jumlah terhadap program pengumpulan minyak
n % jelantah adalah jumlah anggota keluarga,
Negatif (10-20) 0 0,0 skor pengetahuan program, dan skor sikap
Netral (21-30) 117 97,5 (Tabel 5).
Positif (31-40) 3 2,5
Total 120 100,0
Tabel 5. Faktor-faktor yang berpengaruh
terhadap program pengumpulan
minyak jelantah
Pengaruh Faktor Internal terhadap Jumlah Exp
Pembelian dan Penggunaan Minyak B Sig
(B)
Goreng Jumlah anggota keluarga 0,459 0,036** 1,583
Jumlah pembelian dan penggunaan Usia ibu rumah tangga -0,002 0,961 0,998
Pendidikan ibu rumah
minyak goreng tergantung dari kebutuhan tangga
-0,336 0,314 0,714
masing-masing. Hasil uji regresi linier Pendapatan 0 0,196 1
berganda menunjukkan bahwa tidak semua Skor pengetahuan minyak
0,261 0,118 1,298
variabel bebas memiliki nilai yang signifikan. goreng
Skor pengetahuan program 0,109 0,064* 1,115
Nilai Adjusted R Square untuk model ini Skor sikap 0,488 0,060* 1,629
adalah 0,136. Hal ini berarti sebesar 13,6% Dummy pekerjaan KK 1,888 0,238 6,581
jumlah pembelian dan penggunaan minyak Dummy pekerjaan ibu
0,796 0,308 2,216
goreng dapat diterangkan oleh faktor internal rumah tangga
Frekuensi pembelian 0,280 0,767 1,323
dan sisanya 86,4% dijelaskan oleh variabel Tempat pembelian 0,553 0,538 1,738
lain. Variabel yang berpengaruh nyata Jenis minyak goreng -0,446 0,568 0,628
dengan jumlah pembelian dan penggunaan Jenis kemasan -0,248 0,895 0,781
minyak goreng adalah jumlah anggota Biaya yang dikeluarkan 0 0,654 1
Pelaku pembelian -1,691 0,281 0,184
keluarga, skor sikap, dan pekerjaan istri Frekuensi penggunaan 0,281 0,804 1,325
(Tabel 4). Jumlah yang digunakan -5,191 0,282 0,006
Kebiasaan menghabiskan 0,869 0,358 0,419
Tabel 4. Pengaruh faktor internal terhadap Konstanta -19,790 0,036 0
2 Log Likelihood 73,476
jumlah pembelian dan penggunaan
Cox & Snell R Square 0,201
minyak goreng Nagelkerke R Square 0,422
B Sig
Constant 1,062 0,013
Ket: **signifikan pada α=0,05
Jumlah anggota keluarga 0,048 0,001** *signikan pada α=0,1
Usia ibu rumah tangga -0,003 0,240
Pendidikan ibu rumah tangga -0,153 0,227 Semakin bertambahnya skor sikap yang
Pendapatan 2,24E-08 0,468
dimiliki contoh berpengaruh nyata terhadap
Skor pengetahuan minyak
goreng
0,002 0,825 meningkatnya peluang keikutsertaan contoh
Skor sikap -0,003 0,029* dalam program pengumpulan minyak
Dummy pekerjaan suami
0,024 0,777 jelantah sebesar 1,629 kali. Peningkatan
(1=bekerja; 0=tidak bekerja)
skor pengetahuan program berpengaruh
Dummy pekerjaan istri
(1=pedagang; 0=bukan 0,110 0,041* nyata terhadap meningkatnya peluang
pedagang) keikutsertaan contoh dalam program
R Square 0,194 pengumpulan minyak jelantah sebesar 1,115
Adjusted R Square 0,136 kali. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai
Ket: **signifikan pada α=0,01 program pengumpulan minyak jelantah dapat
*signikan pada α=0,05 mendukung untuk menimbulkan sikap positif
pada contoh karena pengetahuan yang
dimiliki contoh terkait dengan komponen
Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap kognitif dalam sikap yang dapat membantu
Program Pengumpulan Minyak Jelantah untuk membentuk kesadaran diri contoh
Hasil uji regresi logistik menunjukkan yang selanjutnya menimbulkan keinginan
bahwa tidak semua variabel bebas memiliki untuk ikut serta dalam program pengumpulan
nilai yang signifikan. Nilai Negelkerke R minyak jelantah.
Square yang dihasilkan oleh model adalah Tabel 5 juga menunjukkan bahwa
sebesar 0,422. Hal ini berarti sebesar 42,2% peningkatan jumlah anggota keluarga
keikutsertaan dalam program dapat berpengaruh nyata terhadap meningkatnya
dijelaskan oleh variabel bebas pada model peluang keikutsertaan contoh dalam program
Vol. 3, 2010 PENGARUH PERILAKU PENGGUNAAN MINYAK GORENG 189

pengumpulan minyak jelantah sebesar 1,583 kepada masyarakat. Sasaran dari program
kali. Jumlah anggota keluarga yang banyak ini sebaiknya hotel, restoran, dan pedagang
berpengaruh terhadap jumlah pembelian dan makanan karena masyarakat tidak
penggunaan minyak goreng sehingga menghasilkan minyak jelantah dalam jumlah
cenderung untuk memiliki sisa minyak yang banyak. Selain itu, perlu penelitian
goreng yang cukup banyak dan pada lanjutan mengenai penggunaan minyak
akhirnya dapat meningkatkan peluang goreng oleh hotel, restoran, dan produsen
contoh untuk ikut serta terhadap program. makanan.

KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA

Kesimpulan Assael H. 1992. Consumer Behavior and


Contoh membeli minyak goreng harian. Marketing Action (4th ed). Boston: PWS-
Jenis minyak goreng yang dibeli adalah Kent Publishing Company.
minyak curah yang dibeli di warung. Contoh Engel JF, Blackwell RD, Miniard PW. 1994.
membeli minyak goreng yang dikemas dalam Perilaku Konsumen (6th ed). Jilid kesatu.
kemasan plastik dan yang paling sering FX Budiyanto, penerjemah. Jakarta:
melakukan pembelian adaalh istri. Binarupa Aksara.
Rata-rata penggunaan minyak goreng Hurlock EB. 1980. Psikologi Perkembangan.
adalah 49,05 gram/kap/hari. Selain untuk Edisi kelima. Jakarta: Erlangga.
memasak, minyak goreng digunakan contoh Hurriani, V. 2005. Pembelian, Penggunaan,
untuk memijat. Persentase terbesar contoh Penyimpanan dan Konsumsi Minyak
menggunakan minyak goreng untuk dua kali Goreng pada Rumahtangga Miskin dan
pemakaian. Setelah itu, contoh membuang Tidak Miskin di Kota bogor serta
minyak jelantah dan hanya sedikit contoh Estimasi Level Fortifikan. Skripsi.
yang ikut serta dalam program pengumpulan Program Studi Gizi Masyarakat dan
minyak jelantah. Sumberdaya Keluarga, Fakultas
Faktor internal yang berpengaruh Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
terhadap jumlah pembelian dan penggunaan Krisnandika, A. 2003. Preferensi dan
minyak goreng adalah jumlah anggota Persepsi Konsumen terhadap Minyak
keluarga, pekerjaan istri, dan skor sikap. Goreng pada Tingkat rumah Tangga.
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Skripsi. Program Studi Gizi Masyarakat
program pengumpulan minyak jelantah dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas
adalah jumlah anggota keluarga, skor Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
pengetahuan program, dan skor sikap. Sumarwan U. 2004. Perilaku Konsumen:
Teori dan Penerapannya dalam
Saran Pemasaran. Bogor: Ghalia Indonesia.
Perlu adanya sosialisasi mengenai Winarno FG. 1997. Kimia Pangan dan Gizi.
program pengumpulan minyak jelantah dan Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
mengenai kemajuan pelaksanaan program __________. 1999. Minyak Goreng dalam
secara intensif serta berkelanjutan kepada Menu Masyarakat. Jakarta: Balai
masyarakat. Selain itu, perlu adanya sanksi Pustaka.
bagi pedagang yang menjual minyak jelantah

*
Korespondensi :
Telp : +62-251 8628303
Email : irnisatia@yahoo.com