You are on page 1of 2

Nama : Ketut Susi Krisnadi

NIM : 020949946

1. Apakah polstranas yang dimiliki pemerintah RI saat ini sudah mengakomodasi
reformasi administrasi pemerintahan dan menerapkan prinsip-prinsip good governance
?

Jawab :

Menurut saya pemerintahan RI sudah mengakomodasi reformasi administrasi
pemerintahan dan penerapan prinsip-prinsip good governance yang telah dirintis dan
diterapkan sejak era reformasi, yang dimana pada era tersebut telah terjadi perombakan
sistem pemerintahan yang menuntut proses demokrasi yang bersih sehingga Good
Governance merupakan salah satu alat Reformasi yang mutlak diterapkan dalam
pemerintahan baru.

Akan tetapi, jika dilihat dari perkembangan Reformasi yang telah berjalan, penerapan
Good Governance diIndonesia belum dapat dikatakan berhasil sepenuhnya sesuai
dengan cita – cita Reformasi sebelumnya. Masih banyak ditemukan kecurangan dan
kebocoran dalam pengelolaan anggaran dan akuntansi.

2. Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) ditetapkan dengan maksud memberikan
arah penyelenggaraan negaradengan tujuan mewujudkan kehidupan yang demokratis,
berkeadilan sosial, melindungi hak asasi manusia,menegakkan supremasi hukum dalam
tatanan masyarakat dan bangsa yang beradab, berakhlak mulia,mandiri, bebas, maju
dan sejahtera untuk kurun waktu 25 dan 5 tahun ke depan. GBHN ini menjadi
pedoman pada era pemerintahan Soeharto dan sudah tidak digunkan lagi saat ini.

Menurut anda apakah perlu GBHN di berlakukan lagi untuk dijadikan pedoman dalam
pembangunan negara kita atau tidak perlu karena sudah tidak sesuai dengan
perkembangan jaman?

Jawab :

GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara) telah dihapus semenjak zaman reformasi
bergulir. Setelah zaman reformasi bergulir, MPR bukanlah lagi menjadi lembaga
tertinggi negara, melainkan sejajar dengan lembaga lainnya dalam teori trias politica.
Sehingga MPR tidak perlu lagi membuat GBHN yang akan dilaksanakan dan
dipertanggung jawabkan oleh Presiden. Di zaman reformasi siapapun yang akan
menjadi Presiden harus dan wajib memiliki visi – misi sendiri untuk merencanakan
pembangunan nasional. Dan prosesnya pun tidak perlu lagi pertanggung jawaban
kepada MPR.

Bila GBHN dihidupkan kembali maka susunan pemerintah akan mengalami
perombakan kembali dan rakyat tidak akan terlibat dalam pemilihan presiden. Sehingga
rakyat tidak mendapatkan system pemerintahan terbuka seperti yang diharapkan semua
warga untuk terlibat menentukan presiden dan wakil presiden. GBHN telah digantikan
oleh visi dan misi calon presiden dan wakil presden yang nantinya akan terpilih oleh
karna itu visi dan misi dari presiden seharus dapat menentukan arah pembangunan

Sekian Jawaban saya. terima kasih .nasional bangsa yang baik dalam perencanaan dan penerapan yang jelas. Jadi menurut saya GBHN tidak perlu diberlakukan kembali. Karna rakyat telah memilih presiden maka berarti rakyat pula yang menyetujui visi dan misi arah pembangunan.